Putri Smansa Tuntaskan Misi Merebut Gelar Three-peat DBL West Java-West

SMAN 1 Bogor

Sejarah baru untuk tim putri SMAN 1 Bogor (Smansa). Mereka resmi dinobatkan sebagai juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West setelah mengalahkan SMAN 5 Bogor (Fivers) dengan skor akhir 53-44. Ini merupakan gelar ketiga Smansa secara beruntun sejak 2024. Menariknya, dalam kurun tersebut, mereka juga berhadapan dengan Fivers untuk merebut takhta tertinggi DBL West Java-West. Kedua tim langsung memberikan pertarungan yang intens sejak awal pertandingan. Kayyisah Ukel Batari dan Vaira Valessa Ramadhani membuka penyerangan untuk masing-masing tim. Fivers kemudian berhasil memimpin hingga empat poin (6-2). berkat tripoin sang kapten, Khalyca Almanda Saputra. Momentum pada kuarter pertama akhirnya nyaman dipegang oleh Fivers. Bahkan, mereka sempat unggul hingga delapan poin (11-3) dengan sisa waktu 3 menit 48 detik. Setelah itu, Smansa akhirnya menemukan ritme permainannya. Mereka berhasil membalas dengan mencetak delapan poin beruntun untuk menyamakan skor. Fivers berhasil memasukkan tiga poin tambahan untuk menutup kuarter pertama (14-11). Kendali pertandingan kemudian direbut oleh Smansa pada kuarter kedua. Lewat tripoin Vaira, Smansa akhirnya unggul tiga poin (20-17) dengan sisa waktu 6 menit 38 detik. Fivers terus mengejar. Setiap tembakan Smansa berhasil mereka balas di possession berikutnya. Saat kuarter kedua berakhir, Smansa unggul tipis 27-26 atas Fivers. Persaingan menjadi semakin panas pada kuarter ketiga. Saat Fivers berhasil mengambil alih kedudukan, Smansa langsung merebut kembali dengan penyerangan yang kuat. Saat Smansa telah unggul 34-30 dengan sisa waktu 4 menit 11 detik, Fivers berhasil membukukan lima poin beruntun untuk tetap bertahan. Kuarter ketiga akhirnya berakhir dengan skor 38-37 keunggulan Smansa. Kedua tim sama-sama mencetak 11 poin pada 10 menit tersebut. Kuarter empat akhirnya menjadi faktor penting dalam kemenangan Smansa di partai puncak ini. Dengan sisa waktu 4 menit 18 detik, Kayyisah Ukel Batari berhasil memperkecil keunggulan Smansa menjadi satu poin (45-44). Sayang, ternyata itu menjadi poin terakhir Fivers di laga ini. Setelah itu, Vaira langsung mencatat empat poin beruntun untuk menguatkan momentum Smansa. Setelah mengambil timeout, performa Smansa di sisi bertahan juga semakin kuat. Mereka sukses membangun benteng yang kokoh dan tidak bisa ditembus oleh Fivers. Di sisi lain, Smansa juga tetap produktif di sisi menyerang. Mereka menutup pertandingan dengan delapan poin beruntun tanpa balasan. Layaknya seorang kapten, Vaira berhasil memberikan permainan terbaik untuk Smansa dengan 12 poin, 8 rebound, 3 steal, dan 3 blok. Shaqila Nevazia Vinotti menyusul dengan 11 poin, 6 rebound, dan 4 steal. Vanya Kuswinanggi Putri juga turut berkontribusi dengan 5 poin dan 10 rebound. Dari bangku cadangan, Sharleen Putri Audrey tampil impresif dengan 9 poin, 3 rebound, dan 4 steal. Dari kubu Fivers, Kayyisah Ukel Batari dan Kezwa Chiara masing-masing menorehkan 10 poin. Shakila Nindita Putri juga mencatat 12 rebound untuk Fivers. Smansa berhasil menjadikan free throw sebagai salah satu senjata utama mereka. Akurasi mereka sebesar 53 persen, jauh lebih tinggi dari catatan Fivers (36 persen).

GPS Bekasi Kembali Rebut Takhta DBL West Java-West

Global Prestasi School Bekasi

Setelah melalui perjalanan panjang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West, tim putra Global Prestasi School Bekasi (GPS) berhasil membawa pulang gelar juara setelah mengalahkan SMAN 5 Bogor (Fivers) dengan skor akhir 78-70. Kedua tim selalu bertemu di partai puncak selama 4 tahun terakhir. Setelah Fivers menang 72-63 di pertemuan pertama, GPS berhasil membalas kekalahan tersebut dengan skor akhir 66-47 pada 2024. Musim 2025 menghadirkan cerita yang berbeda. Fivers kembali merebut takhta tertinggi tersebut dengan skor akhir 62-51. Kini, GPS sukses menggusur mereka lagi setelah menjalani pertempuran intens sepanjang pertandingan. Kedua tim telah berjuang mati-matian untuk merebut kedudukan pada kuarter pertama. Setelah berkali-kali melakukan jual beli poin, Fivers akhirnya unggul 17-16 atas GPS setelah 10 menit pertama berakhir. Fivers langsung mencuri momentum pertandingan pada kuarter kedua. Dipimpin Bimo Aria Martha, mereka berhasil mengoleksi 12 poin beruntun (29-16). Bimo sendiri mencatat 8 poin dan 2 tripoin dalam kurun tersebut. Bahkan, keunggulan Fivers itu sempat menjauh hingga 15 poin dengan sisa waktu 6 menit 13 detik. Namun, GPS pantang menyerah. Mereka terus berupaya untuk bangkit secara perlahan. Memasuki jeda pertandingan, GPS berhasil memperkecil kedudukan menjadi hanya delapan poin (39-31). Kuarter ketiga akhirnya mengubah segalanya untuk GPS. Setelah melakukan berbagai evaluasi dan pematangan strategi, mereka kembali dengan permainan yang jauh lebih dominan. Tripoin Fabian Daffarel menjadi kunci kebangkitan GPS. Ia berhasil meluncurkan dua tembakan dari luar garis busur besar untuk memperkecil jarak skor menjadi tiga poin (43-40) dengan sisa waktu 7 menit 3 detik. Sekitar 2 menit kemudian, Joseph Christian Adriano akhirnya merebut kendali pertandingaan untuk GPS melalui tembakan gratisnya (45-44). Itu pun semakin diperkuat dengan tripoin ketiga dari Daffa 4 detik setelahnya. Tidak berhenti sampai situ, Daffa lagi-lagi sukses memasukkan tripoinnya dengan sisa waktu 1 menit 46 detik. GPS langsung unggul enam poin atas Fivers (55-49). Momentum pertandingan seolah langsung berpihak kepada mereka. Itu bukan berarti perjuangan Fivers belum berakhir. Mereka berhasil mendekatkan skor menjadi 57-56 dengan sisa waktu 7 menit, kali ini dipimpin oleh Erlangga Dzaky Andanputra. Tembakan tajam Daffa kembali menjadi senjata utama untuk melemahkan Fivers. Jarak skor menjadi lima poin (62-57) berkat tripoinnya dengan sisa waktu 5 menit 51 detik. Joseph Christian Adriano juga turut memberikan serangan bertubi-tubi untuk Fivers. Sebanyak lima poin berhasil mereka cetak secara beruntun. Sekitar 4 menit tersisa di pertandingan, GPS unggul 67-57 dan Fivers langsung meminta timeout. Fivers ternyata telah menyiapkan serangan yang matang untuk bagkit dari keterpurukan tersebut. Dzaky dan Bimo masing-masing langsung mencetak 5 dan 4 poin untuk memperkecil kedudukan GPS menjadi tiga poin saja (69-66). Setelah itu, giliran Deandra Radik Dharma yang bersinar untuk GPS. Ia tampil mentereng di sisi menyerang dan bertahan dengan 2 menit tersisa. Lima poin yang ia cetak secara berturut-turut akhirnya mengunci kemenangan untuk GPS. Daffa dan Ghaizan Danish Fadhil menjadi pemain dengan kontribusi poin tertinggi untuk GPS. Meski bermain sebagai pemain cadangan, keduanya tampi fenomenal dengan masing-masing 17 poin. Ghaizan juga mencatat 11 rebound. Joseph Christian Adriano juga memberikan permainan yang efisien. Ia berhasil menorehkan 12 poin dan 13 rebound dengan akurasi tembakan hingga 83 persen. Di sisi lain, Dzaky dan Bimo telah memberikan kontribusi terbaik untuk Fivers. Dzaky mengumpulkan 24 poin, 4 rebound, 3 steal, dan 3 blok, sedangkan Bimo 14 poin, 3 assist, dan 2 steal.