Borong 7 Medali SEA Games, Segini Bonus Milik Martina Ayu

Martina Ayu Pratiwi

Atlet triathlon putri, Martina Ayu Pratiwi (22) mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Dia mengharumkan nama bangsa dengan memborong lima medali emas dan dua medali perak. Karena jumlah medalinya banyak, Martina pun mendapatkan bonus paling besar di antara kontingen Indonesia lainnya. Martina mendapatkan satu medali emas di nomor perorangan dan empat dari nomor beregu. Satu medali emas nomor perorangan mendapatkan bonus sebesar Rp1 miliar. Untuk medali emas nomor beregu mendapatkan bonus senilai Rp500 juta per orang. Dengan mendapatkan empat medali emas dari nomor beregu, Martina mendapatkan total bonus Rp2 miliar. Ini belum termasuk bonus medali perak. Martina mendapatkan dua medali perak nomor beregu, yang membuatnya mendapatkan bonus Rp441 miliar. Sehingga total bonus yang didapat Martina Ayu adalah Rp3,441 miliar. Atas capaian tersebut, Martina menerima bonus dari Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan atlet berprestasi. Dia mengaku sangat bersyukur atas bonus yang diterimanya. “Senang sekali dapat bonus, akhirnya cair. Alhamdulillah,” ujar Martina. Tak hanya menjadi bentuk penghargaan, bonus tersebut juga akan dimanfaatkan secara bijak oleh Martina. Dia berkomitmen menjadikannya sebagai investasi masa depan. “Bonus ini akan saya tabung untuk investasi ke depan, dan membantu orang tua. Saat ini juga sedang dipakai untuk renovasi rumah di Magetan. Prosesnya masih berjalan,” sebutnya. Atlet yang dikenal disiplin dan pantang menyerah ini juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada para atlet nasional. Dukungan pemerintah, kata dia menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi. “Terima kasih Bapak Presiden dan Bapak Menpora yang sudah mendukung kami para atlet. Dukungan ini sangat berarti dan tentu menjadi motivasi bagi kami untuk berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” ucap Martina. Tak ingin cepat berpuas diri, Martina telah menyiapkan target besar ke depan. Impian tampil di Olimpiade menjadi tujuan jangka panjangnya. “Target jangka panjang tentu Olimpiade ya, semoga bisa lolos. Untuk tahun ini fokus Asian Games, dan SEA Games berikutnya. Yang terpenting bagaimana menjaga performa dan konsistensi,” jelasnya. Pencapaian apik Martina Ayu itu turut mencuri perhatian Presiden Prabowo saat pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta. Kepala Negara bahkan menghitung medali yang dikalungkan Martina. Dengan usia yang masih muda dan semangat juang tinggi, Martina Ayu Pratiwi menjadi inspirasi generasi muda Indonesia bahwa kerja keras, disiplin, dan doa mampu membawa prestasi hingga level internasional, sekaligus memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masa depan.

Jason Donovan, Debutan Raih Dua Emas SEA Games Thailand

Jason Donovan

Atlet renang muda Indonesia, Jason Donovan Yusuf tampil dominan pada debutnya di SEA Games 2025 Thailand. Meski baru berusia 18 tahun ia berhasil meraih dua medali emas masing-masing di nomor 100m gaya punggung putra dan 50m gaya punggung putra. Performa dan torehan gemilang pemuda lulusan SMA Tarsisius 1 Jakarta ini bukan hanya kemenangan, tetapi sekaligus menjadi tolak ukur regenerasi dan pembinaan atlet renang putra ke kancah internasional. Dalam debutnya, Jason tampil percaya diri dan sukses mengalahkan perenang-perenang unggulan, termasuk juara bertahan asal Singapura, Quah Zheng Wen yang selama satu dekade tak tersentuh di nomor 100 meter gaya punggung putra dari SEA Games 2015 hingga 2023. Jason menyentuh dinding finis tercepat dengan waktu 55,08 detik, disusul rekan senegaranya Farrel Armandio Tangkas dengan 55,89 detik, sementara Quah harus puas dengan perunggu. Perjalanan Jason menuju panggung SEA Games telah ditempa melalui berbagai ajang nasional dan internasional. Meski baru pertama kali tampil, prestasinya bukan kejutan bagi dunia renang nasional. Jason mulai dikenal saat tampil memukau pada PON 2024 Aceh–Sumut. Saat itu meski masih duduk di kelas XII bangku SMA ia berhasil mengoleksi enam medali, dua emas dari nomor 4×100 meter gaya bebas dan 4×100 meter gaya ganti, dua perak dari nomor 50 meter bebas dan 50 meter punggung, serta dua perunggu dari nomor 200 meter punggung dan 100 meter punggung. Di level Asia Tenggara, Mei 2025, ia memecahkan rekor nasional kelompok umur KU1 (16–18 tahun) nomor 50 meter punggung dengan waktu 25,47 detik. Di level internasional saat turun di Asian Schools Games (ASG) 2024, ia merebut dua emas dari nomor 50m gaya punggung dan 50m gaya bebas. “Kami bangga, terutama melihat atlet muda seperti Jason tampil tanpa rasa takut, performanya menjadi tolok ukur regenerasi atlet renang putra di kancah internasional,” ujar Ketua Harian PB Akuatik Indonesia Harlin E. Rahardjo.

Patricia Menolak Puas Usai Debut SEA Games Berbuah Emas

Patricia Geraldine

Sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand tidak membuat atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine puas diri. Usianya yang masih muda 20 tahun membuat perjalanan prestasinya cukup panjang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Nama Patricia Geraldine tengah menjadi salah satu sorotan paling terang di dunia wushu Indonesia. Maklum saja Patricia berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor taolu gabungan changquan/jianshu/qiangshu putri di Ratthaprasasanphakdi Government Building Complex, Bangkok, Sabtu (13/12) lalu. Tampil sebagai debutan level SEA Games, perempuan yang biasa dipanggil Patrice tersebut memperlihatkan performa konsisten dan memukau. Saat menampilkan jurus qiangshu Patrice memimpin jajaran atlet yang berlaga dengan menorehkan nilai 9,750. Patrice meningkatkan penampilannya saat peragaan jurus jianshu pada Minggu (14/12) dengan torehan poin 9,760 di pucuk perolehan angka sementara. Patrice menutup aksinya lewat catatan 9,756 poin dalam peragaan jurus changquan sekaligus mengunci medali emas SEA Games 2025 berbekal total nilai 29,266. Patrice menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye yang harus puas dengan medali perak usai mengemas total nilai 29,109 (9,706+9,643+9,760) dan peraih perunggu asal Singapura Le Yin Shuen (29,055). “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multi event internasional,” kata Patrice. Ke depan, Patrice masih ingin terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Salah satunya diajang kejuaraan dunia atau Asian Games. “Saya ke depan akan terus berlatih lebih baik lagi agar bisa meraih prestasi di tingkat dunia,” pungkas Patrice.

Setelah Emas SEA Games, Intan Violin Bidik Prestasi di Olimpiade

Intan Violine Puspita

Atlet jalan cepat putri Indonesia, Intan Violine Puspita, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas pada ajang 20 kilometer jalan cepat putri di SEA Games 2025 Thailand. Intan yang bertanding di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 1 jam 46 menit 52 detik. Prestasi medali emas tersebut sekaligus menggantikan raihan perak yang diperoleh pada SEA Games 2023 Kamboja, menandakan peningkatan signifikan dalam performanya. Putri pasangan Lim Yap Dharmananda dan Iriana, Violine Intan Puspita, pertama kali mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 2021. Meskipun telah berpartisipasi dalam ajang besar tersebut, Violine belum berhasil meraih medali pada kesempatan pertama itu. Namun, pengalaman yang didapatkan selama PON menjadi langkah awal untuk kariernya di dunia olahraga. Pada tahun 2022, Violine mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam karier olahraga jalan cepatnya. Ia berhasil meraih juara pertama di beberapa perlombaan bergengsi, seperti Jateng Open, Kejuaraan Nasional Senior, dan POMNAS. Selain itu, ia juga berhasil meraih juara kedua pada Thailand Open. Semua capaian ini diraih Violine berkat usaha keras, perjuangan, serta dukungan penuh dari kedua orang tuanya yang selalu memberi semangat dan motivasi. Di akhir tahun 2022, Violine mendapatkan kesempatan besar untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Games di Kamboja. Ia terpilih untuk bergabung dalam tim Indonesia pada nomor 20 kilometer jalan cepat, yang menjadi bagian dari cabang olahraga atletik. Sebelum berlaga di SEA Games, Violine mengikuti Kejuaraan Jatim Open pada Maret 2023, di mana ia berhasil meraih juara pertama, yang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet jalan cepat terbaik Indonesia. Pada Mei 2023, Violine berangkat bersama dengan tiga atlet lainnya yang juga bertanding di nomor marathon dan jalan cepat, serta didampingi oleh pelatih dan manajer atletik. Perjalanan menuju SEA Games menjadi langkah besar bagi Violine dalam kariernya sebagai atlet nasional. Ia menyiapkan dirinya dengan penuh disiplin dan dedikasi, baik dalam latihan maupun menjaga kondisi fisik agar dapat tampil maksimal. “Prestasi saya di SEA Games 2025 Thailand akan menjadi pemacu semangat saya untuk ke depan bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Salah satu yang menjadi mimpi saya adalah di ajang Olimpiade,” kata Intan. BIOGRAFI Nama Lengkap: Violin Intan Puspita Tanggal Lahir: 22 September 2000 Tempat Lahir: Jambi

Vicky Tahumil Junior Sabet Emas, Bukti Pembinaan Akar Rumput Tidak Pernah Padam

Vicky Tahumil Junior Saat Berada di Podium SEA Games 2025

Keikutsertaan tinju Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025 membuktikan kualitas pembinaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang telah membina tinju di Tanah Air sejak 1959. Ada 7 dari 13 petinju binaan Pertina yang diberangkatkan ke SEA Games Thailand. Mereka adalah Dio Koebano (48 kg putra), Vicky Tahumil Junior (51 kg putra), Flanuari Yerikho Daud (54 kg), Jerki Riwu (69 kg putra), Maikhel Roberrd Muskita (80 kg putra), Merlin Tomatala (48 kg putri), dan Alfianita Kartika Manopo (57 kg putri). Selain petinju binaan Pertina, ada juga atlet lainnya seperti Jill Mandagie ( 57 kg putra), Asri Udin (60 kg putra), Israellah Saweho (50 kg putri), Nabila Maharani (54 kg putri), Manguntu Maria Meisita (60 kg putri), dan Huswatun Hasanah (63 kg putri). Namun begitu, harus diakui bahwa ke-13 petinju tersebut merupakan buah manis dari pembinaan berjenjang Pertina yang telah mengakar di berbagai daerah selama 66 tahun Hampir mustahil melahirkan atlet berkualitas dalam waktu singkat dan tanpa jenjang yang diawali dari akar rumput. Untuk mendapatkan kualitas nasional sejati bukan dibina dalam tempo satu dua bulan, tapi bertahun-tahun. Atlet binaan Pertina, Vicky Tahumil Junior menjadi satu-satunya petinju yang meraih medali emas. Maikhel Mustika, Asri Udin, Nabila Maharani, Huswatun Hasanah merebut perak. Dan, Jill Mandagie, Israellah Saweho, Alfiani Kartika Manopo, Manguntu Maria Meisita, kebagian perunggu. Patut diacungi jempol kepada Vicky Tahumil Junior yang bertanding tiga kali, dan di final mengalahkan petinju tangguh Thailand, Thitisan Panmod dengan skor 3-2. Maikel Roberd Muskita bermain dua kali, dan di final kalah 1-4 dari petinju tangguh Filipina Eumir Marcial yang meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Asri Udin bermain tiga kali, di final kalah telak 0-5 dari petinju tangguh tuan rumah Sakda Ruanthan. Nabila Maharani bermain dua kali karena langsung masuk semifinal mengalahkan petinju Myanmar Htar Htar Nwe dengan skor 5-0, sedangkan di final kalah 1-4 dari petinju Thailand, Natnicha Chongprongklang. Huswatun Hasanah bermain dua kali karena langsung masuk semifinal mengalahkan petinju Filipina, Nesthy Petecio dengan angka 3-2, dan di final kalah 1-4 dari petinju Thailand, Thananya Somnuek. Jill Mandagie bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 1-4 dari petinju Vietnam, Nguyen Van Durong. Israellah Saweho bermain satu kali, karena langsung masuk semifinal kalah 1-4 dari petinju Thailand, Chumat Raksat. Alfianita Kartika Manopo bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 0-5 dari petinju Thailand, Punrawee Ruenros. Manguntu Maria Meisita bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 0-5 dari petinju Vietnam, Ha Thi Linh. Atas kerja keras para atlet, pelatih dan Pertina, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan terima kasih dan apresiasi. “Selamat kepada Vicky Tahumil yang berhasil membuat Indonesia bangga. Atas prestasinya, membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi berkibarnya bendera Merah Putih,” katanya. “Saya juga mengucapkan sepada seluruh atlet tinju yang berhasil meraih medali, kalian membanggakan Indonesia. Bagi yang belum berhasil, terus berlatih agar ke depan performa tandingnya lebih baik,” lanjutnya. “Terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, Pertina yang dipimpin Ibu Hillary Brigitta Lasut serta jajaran, dan juga keluarga besar Pertina di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang melakukan pembinaan, penjaringan serta penyaringan atlet potensial,” sambung Ketum KONI Pusat. Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat berterima kasih atas atensi pemerintah melalui Menpora RI Erick Thohir dan jajarannya, yang mendukung upaya Pertina mengantar atlet meraih prestasi.

Emas SEA Games 2025, Persembahan Terakhir Edgar untuk Indonesia

Edgar Xavier Marvelo

Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo mempersembahkan medali emas pada nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu di ajang SEA Games Thailand 2025. Medali ini sekaligus menandai penampilan terakhir Edgar membela Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Edgar tampil gemilang sepanjang pertandingan dan berhasil menunjukkan performa maksimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan bersama tim pelatih. Seusai pertandingan pada Minggu, Edgar mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. “Puji Tuhan hari ini saya bisa mendapatkan medali emas. Selama dua hari pertandingan, apa yang kami latih dan persiapkan bisa ditampilkan secara maksimal di arena,” ujar Edgar. Medali emas di Thailand ini menjadi emas keempat yang diraih Edgar sepanjang partisipasinya di ajang SEA Games. Sebelumnya, atlet berusia 27 tahun itu meraih dua emas pada SEA Games 2019 melalui nomor daoshu/gunshu dan duilian, serta satu emas pada nomor changquan di SEA Games 2023. Edgar menegaskan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, medali yang diraih merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh tim dan orang-orang terdekat yang selalu mendukung perjalanan kariernya. “Medali ini kalau dilihat orang mungkin hanya kepingan logam. Tapi cerita di baliknya sangat panjang. Banyak sekali orang yang berkontribusi,” kata Edgar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, keluarga, pelatih, pengurus, serta rekan-rekan atlet. Edgar menyebut medali emas tersebut memiliki makna khusus karena dipersembahkan untuk Indonesia, keluarga, dan calon anaknya. Selain menjadi emas keempat di SEA Games, capaian ini juga menandai akhir perjalanan Edgar sebagai atlet SEA Games. Ia menyatakan akan mengalihkan fokusnya ke keluarga setelah turnamen ini, meski tetap ingin berkontribusi bagi Indonesia di bidang lain. “Mungkin ini medali terakhir saya untuk Indonesia di SEA Games. Ke depan saya masih ingin berkontribusi untuk Indonesia, tapi di bidang lain. Prioritas saya sekarang adalah keluarga,” ujarnya

Deretan rekor yang dipecahkan atlet Indonesia pada SEA Games 2025

Rizki Juniansyah

Indonesia tidak hanya mencatat prestasi dari sisi perolehan medali pada SEA Games 2025 Thailand, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor baru, baik tingkat SEA Games maupun dunia. Rekor tertinggi dicetak oleh lifter Rizki Juniansyah pada cabang angkat besi kelas 79 kg putra. Atlet asal Banten itu memecahkan dua rekor dunia sekaligus, masing-masing pada angkatan clean and jerk seberat 205 kg dan total angkatan 365 kg. Pencapaian tersebut mempertajam rekor dunia sebelumnya yang juga atas nama Rizki. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, Oktober lalu, ia mencatat clean and jerk 204 kg dantotal angkatan 363 kg. Rekor SEA Games lain lahir dari atletik. Diva Renata Jayadi memecahkan rekor lompat galah putri dengan lompatan setinggi 4,35 meter. Hasil tersebut mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri 4,30 meter, dan melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter yang dipegang atlet Filipina Natalie Uy pada SEA Games 2019 di Filipina. Deretan rekor tersebut memperkuat kontribusi atlet-atlet Indonesia dalam perolehan medali SEA Games 2025. Indonesia menutup SEA Games 2025 Thailand di peringkat kedua klasemen dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Itu runner-up pertama Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan salah satu hasil tandang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games. Indonesia juga membuat rekor baru SEA Games cabang menembak. Muhammad Iqbal Raja Prabowo membukukan skor 582 pada babak kualifikasi nomor 10 meter air pistol putra, menyamai rekor SEA Games yang dipegang petembak Vietnam Hoang Xuan Vinh pada SEA Games 2015 di Singapura. Rekor-rekor atlet Indonesia selama SEA Games 2025 Rekor Dunia Rizki Juniansyah Cabang: Angkat besi Nomor: Kelas 79 kilogram putra Clean and Jerk: 205 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 204 kilogram) Total Angkatan: 365 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 363 kilogram) Rekor SEA Games Muhammad Iqbal Raja Prabowo Cabang: Menembak Nomor: 10 meter air pistol putra Skor: 582 poin Keterangan: Menyamai rekor SEA Games yang sebelumnya dicatat Hoang Xuan Vinh (Vietnam) pada SEA Games 2015 di Singapura Diva Renata Jayadi Cabang: Atletik Nomor: Lompat galah putri Hasil: 4,35 meter Keterangan: Rekor SEA Games baru Mempertajam rekor nasional miliknya sendiri (sebelumnya 4,30 meter) Melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter atas nama Natalie Uy (Filipina) pada SEA Games 2019

SEA Games 2025: Kokoh di Posisi Dua, Indonesia Kemas 91 Emas

Atlet dan ofisial kontingen Indonesia

Kontingen Indonesia menutup keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand dengan raihan 91 medali emas. Jumlah medali emas itu melampaui target awal 80 emas dan menjadi catatan penting dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang Asia Tenggara. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Raihan 91 emas tercatat sebagai jumlah terbanyak ketiga saat Indonesia tampil sebagai peserta tamu sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977. Catatan tandang terbaik masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, lalu SEA Games Manila 1991 lewat 92 emas. Capaian di Thailand juga menjadi hasil terbaik Indonesia selama 32 tahun terakhir ketika bertanding di luar negeri. Jumlah emas kali ini melampaui raihan SEA Games Singapura 1993 dengan 88 emas. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa Indonesia saat berlaga jauh dari dukungan tuan rumah. Klasemen Akhir Raihan Medali SEA Games 2025: Peringkat Negara Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu Total 1 Thailand 233 154 112 499 2 Indonesia 91 111 131 333 3 Vietnam 87 81 110 278 4 Malaysia 57 57 117 231 5 Singapore 52 61 89 202 6 Philippines 50 73 154 277 7 Myanmar 3 21 49 73 8 Laos 2 9 28 39 9 Brunei Darussalam 1 3 5 9 10 Timor-Leste 0 1 7 8

Kontingen Indonesia Peraih Medali SEA Games 2025 Terbanyak

Martina Ayu Pratiwi

Pagelaran SEA Games 2025 berakhir pada Sabtu (20/12). Perjalanan multievent selama 11 hari resmi ditutup. Ada seorang atlet muda Indonesia yang mencatatkan rekor pribadi. Dia adalah Martina Ayu Pratiwi. Atlet berusia 21 tahun itu menjadi atlet dengan raihan medali SEA Games 2025 terbanyak dalam kontingen Indonesia. Kini, setiap kontingen mulai berhitung, merekapitulasi perolehan medali selama kejuaraan multicabang ini digelar. Di satu sisi, perjuangan atlet meraih medali SEA Games 2025 patut diapresiasi tinggi. Salah satunya Martina Ayu Pratiwi dari Indonesia. Martina Ayu jadi sorotan karena mengoleksi medali emas SEA Games 2025 paling banyak, yakni lima keping. Medali-medali itu bertambah karena atlet asal Gresik, Jawa Timur, ini juga mendapatkan dua perak. Total Martina Ayu dapat tujuh medali di SEA Games 2025. Jumlah itu jadi yang terbanyak untuk kontingen Indonesia. Ia ini tampil dalam tiga cabang olahraga (cabor) pada SEA Games 2025: aquathlon, duathlon, dan triathlon. Pada cabang aquathlon, Martina Ayu meraih dua emas melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Dua emas juga didapat Martina Ayu dari duathlon melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Sementara dari triathlon, Martina Ayu dapat 1 emas dan 2 perak. Medali emas dari triathlon didapat dari nomor individual putri, sedangkan dua perak dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women.

SEA Games 2025: Indonesia Capai Target Medali Emas

Medali Emas SEA Games 2025

Kontingen Indonesia sukses kumpulkan 80 emas dan penuhi target yang dicanangkan dalam keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand. Pencapaian target emas ini dipastikan pada Kamis (18/12) petang setelah tim putri kabaddi beranggotakan Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della dan Ni Kadek Ari Wartini mengalahkan Malaysia 24-23 dan berhasil naik podium teratas di nomor women three stars finals. Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI), Erick Thohir, bersyukur atas terpenuhinya target emas SEA Games 2025, dan mengucapkan selamat kepada para atlet yang menunjukkan semangat patriotik, kegigihan, pengorbanan, dan performa maksimal demi mempersembahkan emas dan menunjukkan kedigdayaan Indonesia. “Alhamdulillah Indonesia sukses menembus target 80 emas. Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih, dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang dari arena ke arena SEA Games. Kemudian juga terima kasih untuk para official, serta para ketua umum federasi yang selama masa persiapan sampai pelaksanaan SEA Games selalu bersama para atlet terus memberikan motivasi,” kata Menpora Erick “Kita juga bersyukur kita menempati peringkat kedua sampai saat ini, di mana setelah tahun 1995, saat kita tidak menjadi tuan rumah, kita hanya bisa maksimal ada di ranking tiga. Artinya kita merangkai kembali sejarah baru catatan baik Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara seperti pesan Bapak Presiden,” ujar Menpora Erick. Sebelumya sejak kamis pagi, keran emas dibuka oleh trio Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri yang meraih emas pertama hari ini di cabang triathlon. Sumbangan emas kembali bertambah ketika tim triathlon turun di mixed team relay duathlon. Kontribusi dua emas hari ini datang juga dari cabang panahan melalui para srikandi panahan andalan yang turun di women’s team compound dan women’s individual compound. Perahu naga tak mau kalah dengan hadirkan dua emas dari nomor Men Small Boat 200 m dan mixed small boat 200 m. Selanjutnya di modern pentathlon, Dea Salsabila datangkan emas ke-79. Menpora Erick berpesan bahwa keberhasilan di SEA Games ini jangan membuat kita lupa diri, karena ada Asian Games di penghujung tahun depan yang sudah menanti. “Kita boleh berbangga atas pencapaian kita saat ini. Tapi jangan tenggelam dalam euforia, Kita harus segera kembali rapatkan barisan, kembali fokus dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” pungkas Menpora Erick.

Berkenalan Dengan Atlet Termuda Indonesia di SEA Games 2025

Mikhayla Shanum Caya

Di tengah persaingan ketat antarnegara, perhatian publik tertuju pada sosok mungil namun bernyali besar dari kontingen Indonesia, Mikhayla Shanum Caya. Atlet yang baru berusia 11 tahun ini tidak hanya menyandang status sebagai anggota termuda dalam tim Merah Putih, tetapi juga berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus babak final nomor park putri.​ Penampilan Mikhayla pada babak penyisihan menjadi sorotan tersendiri. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet yang jauh lebih senior dan berpengalaman, ia tampil tanpa beban. Dengan gaya bertanding yang eksplosif dan penuh keberanian dalam mengeksekusi trik, Mikhayla sukses mengamankan posisi ketujuh dengan torehan skor 45,93. Walaupun perolehan poinnya belum menembus tiga besar di fase kualifikasi ini, lolosnya Mikhayla ke partai puncak yang akan digelar pada hari Minggu, 14 Desember, adalah sebuah pencapaian fenomenal. “(Sudah) bagus sih. Tapi ‘next’ harus lebih berusaha lagi untuk bisa jadi juara,” ujar Mikhayla. “Kurang puas aku dengan hasil hari ini, tapi aku akan coba lagi besok-besok,” tambah gadis muda itu. Kehadirannya di final bukan sekadar partisipasi, melainkan sinyal kuat bahwa regenerasi atlet skateboard Indonesia berjalan dengan sangat baik.​ Banyak pengamat olahraga menilai SEA Games 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang karier Mikhayla. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki waktu luas untuk mengasah kemampuan dan mental. Jika pembinaan berjalan konsisten, bukan tak mungkin Mikhayla Shanum Caya kelak tampil di ajang dunia, bahkan Olimpiade.

SEA Games 2025: Alma Ariella Memanjat Puncak Asia Tenggara

Alma Ariella

Di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025) malam, Alma memukau nyaris semua orang yang datang. Bagaimana tidak, di antara delapan pemanjat putri dan putra yang berlaga di babak final, hanya Alma yang mampu menggapai puncak. Ketika puncak itu diraih, ketika itu pula medali emas dipastikan ada di tangannya. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu bintang masa depan panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Meski usianya masih sangat muda, yakni baru berusia 16 tahun, kiprahnya di berbagai kejuaraan menunjukkan kematangan luar biasa. Setahun lalu, Alma tak pernah membayangkan akan berada di puncak Asia Tenggara. Nama Alma baru muncul setelah menggondol lima medali panjat tebing di PON Aceh-Sumut 2024, tiga di antaranya medali emas. Prestasi gemilang itu diraih ketika Alma turun debutan sekaligus salah satu pemanjat termuda di tim Jawa Timur. Total enam pemanjat tebing lead Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025 sudah ditanamkan pola pikir demikian bahwa SEA Games hanya titik awal. Pesta olahraga se-Asia Tenggara ini adalah batu loncatan menuju ke level lebih tinggi, yakni Asia dan dunia. Alma memahami itu. Titik awal itu sekaligus batu loncatan itu telah Alma lalui. Kini, dirinya mantap menatap puncak-puncak lain dengan level lebih tinggi. ”Harus bertahap, tetapi impian aku dan setiap atlet pasti ke Olimpiade,” ujar Alma.

SEA Games 2025: Rizki Juniansyah Persembahkan Medali Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Rizki Juniansyah

Misi lifter andalan merah putih, Letda TNI Rizki Juniansyah, untuk kembali mempersembahkan medali emas dan pecahkan rekor terwujud saat turun di kelas 79 kg putra SEA Games 2025, Senin (15/12). Tampil di hadapan publik yang memenuhi Chonburi Sports School, Chonburi, Rizki menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi sejak awal lakukan angkatan snatch semputna seberat 160 kg. Peraih emas Olimpiade Prancis 2024 ini semakin tak terkejar para lawan ketika sukses lakukan angkatan clean & jerk fantastis seberat 205 kg. Catatan ini mengantarkan Rizki pecahkan rekor asia dan rekor dunia untuk angkatan clean & jerk putra kelas 79 kg, yang sebelumnya tercatat seberat 204 kg. Total angkatan Rizki seberat 365 kg juga menjadi rekor baru di Asia dan dunia untuk kelas 79 kg putra, melewati catatan sebelumny seberat 364 kg. Dengan senyum bangga, pria yang resmi mengemban tugas sebagai perwira TNI sejak dua pekan lalu inipun pamerkan selebrasi hormat tunjukkan kebanggaan prestasi untuk negeri. Rizki pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan janji bonus yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Alhamdulillah kemarin kita pelepasan, dan sangat baik disambut Bapak Presiden dengan hangat dan menyentuh hati banget para atlet dengan motivasinya dan support, ambisi banget Bapak, dan terima kasih untuk motivasi bonusnya. Jadi itu adalah loncatan ke depannya untuk atlet buat lebih semangat lagi latihan, saya sangat bersyukur, makanya saya selebrasi tadi itu khasnya menjadi tentara,” ujar Rizki. Keberhasilan Rizki Juniansyah menambah koleksi emas Indonesia di SEA Games 2025 dan mencetak rekor dunia dinilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebagai bukti kegigihan dan semangat patriotisme duta bangsa berjuang untuk negara. “Selamat untuk Letda TNI Rizki Juniansyah yang konsisten menunjukkan performa fantastis setiap kali bertanding. Emas Olimpiade 2024 ternyata tak membuat Rizki terlena, bahkan malah semakin bersemangat latihan dan terbukti Rizki menunjukkan mental patriotik berjuang demi bangsa dan gigih melawan para pesaing. Inilah mental juara yang menunjukkan kedigdayaan Indonesia,” puji Menpora Erick

Baru Berusia 20 Tahun, Masniari Hattrick Emas SEA Games

Masniari Wolf

Perenang muda Indonesia, Masniari Wolf mencuri perhatian setelah atlet renang putri Indonesia itu sukses meraih medali emas SEA Games tiga edisi beruntun, dari Vietnam 2021, Kamboja 2023, hingga Thailand 2025. Masniari Wolf menjadi yang terbaik pada final renang 50 meter gaya punggung putri SEA Games 2025. Dia melesat ke garis finis dengan catatan waktu 28,80 detik, sekaligus mengunci status sebagai ratu backstroke Asia Tenggara. Sebagai tambahan, catatan waktu 28,80 detik tersebut juga merupakan rekor nasional. Capaian emas ketiga secara beruntun menegaskan konsistensi Masniari Wolf di level regional. Prestasi tersebut mengukuhkan perannya sebagai tulang punggung tim renang Indonesia dalam persaingan internasional. Usai SEA Games 2025, atlet berusia 20 tahun itu langsung mengalihkan fokus ke agenda besar berikutnya. Masniari Wolf mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang, sekaligus menatap Olimpiade Los Angeles 2028. “Setelah SEA Games ini saya akan berenang di banyak kilometer, mungkin 7 sampai 8 kilometer. Itu akan saya lakukan dua kali sehari sampai beberapa bulan kedepan. Saya harap persiapan untuk Asian Games berjalan dengan baik,” katanya.

SEA Games 2025: Koleksi 31 Emas, Indonesia Posisi Dua Klasemen Sementara

Puja Lestari & Susan Nur Hidayah

Torehan medali emas kontingen Indonesia terus meningkat di hari kelima SEA Games 2025 Thailand. Tambahan 11 medali emas membuat Indonesia berhasil menggeser Vietnam dan ada diperingkat dua dengan total 31 medali emas. Indonesia mendapatkan cukup banyak emas di hari kelima SEA Games 2025, Sabtu (13/12), yakni 11 dari berbagai cabang olahraga. Emas terakhir disumbangkan tim tenis putra yang dipimpin Christopher Rungkat usai mengalahkan Thailand di final. Catatan serupa juga dibuat tim tenis putri pimpinan Aldila Sutjiadi yang menang 2-1 atas tuan rumah, Thailand. Cabor bulutangkis sudah memastikan satu tambahan emas lewat All Indonesia Final di nomor tunggal putra, Alwi Farhan vs Muhammad Zaki Ubaidillah. Dari cabor panjat tebing, Indonesia mendapat dua emas dari nomor speed climbing atas nama Puja Lestari dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Lalu ada juga dari atletik, setelah Maria Londa mengungguli atlet tuan rumah Parinya Chuaimaroeng, yang menyabet perak. Medali emas juga diraih oleh Arya Danu Susilo yang berjaya di cabang Taekwondo nomor 74kg putra. Itu menjadi emas ke-25 bagi Indonesia. Setelah itu ada pula keberhasilan lain dari cabang Judo. Keping emas ke-26 bagi Indonesia dipersembahkan oleh I Made Sastra Dharma di nomor 90kg putra. Dengan demikian, Indonesia punya 31 medali emas, 45 perak, dan 39 perunggu untuk menggeser Vietnam dari posisi kedua Klasemen Medali SEA Games 2025. Vietnam punya 30 emas, 27 perak, dan 53 perunggu. Thailand selaku tuan rumah masih dominan di puncak klasemen dengan 94 emas, 59 perak, dan 35 perunggu. “Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan 11 medali emas, tadi dua dari panjat tebing, terakhir tenis dari beregu putri dan putra. Dan ini sesuai dengan target. Memang ada beberapa cabor yang belum maksimal, tapi ada juga cabor yang raihanya luar biasa, salah satunya judo. Saya harapkan semua cabor berikan yang terbaik, karena ini akan jadi bahan evaluasi kedepan untuk seluruh cabor,” kata Menpora Erick.

SEA Games 2025: Kontingen Indonesia Tambah 7 Medali Emas Hari Keempat

Dina Aulia

Kontingen Indonesia berhasil menambah 7 medali emas di hari keempat SEA Games 2025 Thailand, Jumat (12/12). Torehan medali emas tersebut membuat posisi Indonesia masih bertahan di posisi ketiga klasemen sementara. Medali emas pertama yang diraih Indonesia pada hari ketiga SEA Games 2025 direngkuh Dinny Febriany yang turun berlaga di cabang olahraga judo. Dinny berhasil mendapatkan medali emas di nomor women’s 57 kg. Medali emas kedua direngkuh Abiyu Rafi yang tampil di cabor senam artistik. Keberhasilan tersebut disusul Muhammad Rizqi Maulana (judo), Syerina (judo), Dina Aulia (atletik), Alma Ariella Stany (sport climbing), dan Ardana Cikal Damarwulan (sport climbing). Sayangnya dihari keempat beberapa cabor yang memiliki peluang medali emas terpaksa gagal. Tim Woodball Indonesia meraih dua medali perak pada nomor Men’s Team Fairway dan Women’s Team Fairway yang berlangsung di Royal Thai Fleet Golf Course, Sattahip. Raihan ini menegaskan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan woodball di Kawasan Asia Tenggara. Termasuk Canoe yang harus menutup perjalanan di SEA Games Thailand 2025 dengan raihan tiga medali perunggu pada hari terakhir pertandingan disiplin canoe. Tiga nomor tersebut adalah Women’s Canoe Double 200 m, Men’s Canoe Four 200 m, dan Men’s Kayak Four 200 m. Dengan raihan tersebut, Indonesia kini telah mengoleksi total 72 medali, dengan perincian 20 medali emas, 28 medali perak, dan 24 medali perunggu. Thailand yang ada diperingkat pertama sudah mengumpulkan 137 medali, dengan perincian 65 medali emas, 44 medali perak, dan 28 medali perunggu. Adapun Vietnam yang ada diperingkat dua mengoleksi 24 medali emas, 17 medal perak, dan 43 medali perunggu. Tambahan 7 Medali Emas Indonesia 1. Dinny Febriany (Judo – Women’s 57 Kg) 2. Abiyu Rafi (Senam Artistik – Palang Tunggal Putra) 3. Muhammad Rizqi Maulana (Judo – Men’s 55 Kg) 4. Syerina (Judo – Women’s 70 Kg) 5. Dina Aulia (Atletik – Lari Gawang 100 meter putri) 6. Alma Ariella Stany (Sport Climbing – Women’s Lead) 7. Ardana Cikal Damarwulan (Sport Climbing – Men’s Lead)

SEA Games 2025: Pundi Medali Emas Indonesia Terus Bertambah

SEA Games 2025

Pundi medali emas Indonesia di SEA Games 2025 Thailand terus bertambah. Hingga Kamis (11/12) malam, Indonesia berhasil menambah 9 medali emas, 14 perak dan 8 perunggu. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada para atlet dan cabor yang sudah memberikan kontribusi medali emas untuk Indonesia. Bahkan untuk target medali yang hari ini hanya 6 emas bisa melebihi target. “Alhamdulillah target hari saya sampaikan tadi 8 sampai 9 medali emas, ternyata maksimal 9 emas untuk hari ini. Dua dari renang, basket 3×3 putri, Cycling MTB, Canoe, Karate hingga atletik yang bahkan pecah rekor SEA Games dan dari cabor yang lain,” kata Menpora Erick usai menyaksikan pertandingan renang di SAT Swimming Pool, Hua Mak, Bang Kapi, Bangkok, Kamis (11/12) malam. “Jadi saya ucapkan terima kasih kepada federasi yang sudah serius, dan para atlet yang sudah berjuang untuk Indonesia. Ini saya harapkan tetap konsisten hingga akhir karena kita target 80 medali emas. Artinya kita harus mendulang emas-emas baru dari cabang olahraga lainnya,” tambah Menpora Erick. Tambahan medali emas untuk hari ini datang dari cabor balap sepeda. Atlet balap sepeda Indonesia, Rendy Varera sukses meraih medali emas pada nomor Mountain Bike (MTB) Men’s Cross Country di SEA Games 2025 Thailand. Emas berikutnya datang dari cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA). Atlet putri Dwi Ani Retno Wulan yang turun pada nomor Traditional -54 kg berhasil meraih medali emas pertama MMA untuk Indonesia setelah menundukkan Thi Thanh Binh Duong dari Vietnam di partai final. Cabang olahraga karate juga berhasil memberikan kontribusi medali emas. Atlet karate Indonesia, Leica Al Humaira Lubis, yang turun di nomor +68kg Women’s berhasil menjadi juara usai mengalahkan wakil dari Laos, Konenyvong Souphaphone, dengan skor 2-0. Canoe juga berhasil menyumbangkan medali emas dari atlet Subhi/Stevani Maysche Ibo lewat nomor ganda campuran kayak 200 meter di The Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Rayong, Kamis (11/12). Subhi/Stevani meraih finis pertama dengan catatan waktu 36,409 detik, mengungguli wakil Vietnam (37,397 detik), dan Singapura (38,290 detik). Timnas Bola Basket 3×3 Putri catatkan sejarah. Untuk kali pertama sejak bola basket 3×3 dipertandingkan di SEA Games pada 2019 Filipina, Indonesia mengoleksi medali emas. Hasil membanggakan juga datang dari cabor renang yang berhasil menambah dua medali emas dari nomor 50 meter gaya punggung putra dan putri. Jason Donovan Yusuf kembali mencatatkan namanya dalam penyumbang emas bagi Indonesia. Kali ini, perenang debutan di SEA Games itu meraih emas pada nomor 50m gaya punggung putra dengan torehan waktu 25.36 detik. I Gede Siman Sudartawa menambah koleksi medali bagi Indonesia. Perenang 31 tahun itu meraih medali perunggu pada nomor 50m gaya punggung putra. Bukan hanya dari sektor putra, tim putri juga memberikan kebanggaan bagi Indonesia. Masniari Wolf menyumbangkan medali emas usai menjadi yang tercepat pada nomor 50m gaya punggung putri. Dia mencatat waktu 28.80. “Saya kira renang hari ini sangat luar biasa, renang bisa menambah dua medali emas untuk Indonesia. Renang adalah salah satu cabor yang dipilih Presiden untuk masuk 21 cabor unggulan,” kata Menpora Erick.

SEA Games 2025: Taekwondo Indonesia Juga Raih Emas!

Tim Taekwondo Indonesia

Tim Taekwondo Indonesia akhirnya sukses menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Perolehan ini terjadi di Island Hall lantai 3, Fashion Island Shopping Mall Bangkok. Dikutip dari laman kemenpora.go.id Jumat, (12/12/2025) medali emas diraih berkat penampilan impresif Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozi, dan Muhammad Rizal dalam nomor Poomsae Beregu Putra. Ketiganya berhasil mengumpulkan poin tertinggi dibandingkan pesaing lainnya. Dalam final, tim dari Filipina harus puas membawa medali perak, sementara tim Malaysia memperoleh medali perunggu. Hal ini semakin mengukuhkan dominasi prestasi Taekwondo Indonesia di nomor tersebut. Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menyatakan rasa syukur atas pencapaian tersebut sekaligus berterima kasih kepada para atlet Taekwondo Indonesia. Ia menyebut pencapaian ini sebagai prestasi yang membanggakan bagi bangsa. “Saya ucapkan selamat untuk Muhammad Rizal, Muhammad Hafizh dan Muhammad Alfi Kusuma, yang sudah menampilkan performa terbaiknya hari ini,” kata Erick Thohir, seperti tertulis di laman kemenpora.go.id. Pernyataan tersebut sekaligus memberi apresiasi atas semangat patriotik dan kegigihan ketiga atlet. Pencapaian emas dari Taekwondo menjadi modal penting mengingat pemerintah menargetkan total 80 medali emas bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Target ini membuat setiap medali emas, terutama medal pertama memiliki nilai strategis bagi motivasi tim.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas Pertama dari Kayak

Atlet dayung Indonesia

Cabang olahraga kayak menyumbang emas pertama untuk Indonesia di nomor 500 meter campuran SEA Games 2025 di Pattaya Rayong, Chon Buri, Rabu, berdasarkan catatan medali di laman resmi penyelenggara. Indra Hidayat, Ramla Baharuddin, Subhi, dan Stevani Maysche Ibo melakukan comeback di akhir-akhir lintasan untuk membalap tim Singapura yang lebih dulu memimpin di pertengahan lintasan. Subhi dkk membukukan catatan waktu akhir 1 menit 37,916 detik, unggul tipis dari Singapura yang mencatat 1 menit 38,161 detik. Padahal sebelumnya, Singapura unggul tipis 47,32 detik saat memasuki batas 250 meter, sementara tim Indonesia mencatat 47,73 detik yang dibuntuti oleh Thailand dengan catatan 47,77 detik. Pada babak penyisihan, tim kayak campuran Indonesia berada di peringkat kedua dan terpaut hampir 1 detik dengan tim Singapura. Indonesia mencatat waktu 1 menit 41,725 detik di babak penyisihan, sementara Singapura di posisi pertama mencatat 1 menit 42,638 detik. Selain emas, Krisna Septiana dari nomor tunggal kayak slalom putra juga menyumbang medali perak setelah finis pertama, namun mendapatkan penalti dua detik sehingga harus turun peringkat.