Dari Merauke, Yusran Bertekad Keras Gabung Pelatnas Bulutangkis

Jakarta- Indonesia bagian timur umumnya selalu menghasilkan bibit-bibit atlet berprestasi di bidang olahraga, namun didominasi cabang olahraga yang sangat populer. Sangat jarang atlet cabor bulutangkis berasal dari Indonesia Timur. Yusran Arfan adalah salah satunya. Remaja berdarah Makassar yang menetap Merauke, menjadi peserta klub blutangkis Perkumpulan Bulutangkis (PB) Racket , yang berlokasi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dari luar pulau Jawa. Sekedar catatan, kabupaten Merauke adalah kabupaten terluas di provinsi Papua, dan Indonesia, sekaligus daerah ujung paling timur di Indonesia. Yusran menyukai olahraga bulutangkis sejak usia 5 tahun, karena sering diajak oleh Arfan, ayahnya yang gemar bermain bulutangkis bersama kawan-kawannya. Yusran tertarik untuk terjun lebih serius untuk bercita-cita menjadi seorang atlet. “Proses gabung ke PB Racket awalnya diajak oleh teman ayah saya. Dia menawari saya ikut latihan di jakarta, asalkan serius berlatih. Akhirnya berangkat kesini sama bapak dan temennya bapak, diongkosin juga” jelas Yusran. Sejatinya, orangutua Yusran berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Karena pekerajan, keluarga Yusran hijrah ke Merauke, Papua. Yusran pertama kali bermain bulutangkis langsung bergabung dengan PB Perkasa Merauke, sejak kelas 1 Sekolah Dasar. Lalu pindah ke PB Mandiri Merauke saat SMP, sebelum akhirnya memutuskan menuju Ibukota dan bergabung di PB Racket Jakarta. “Saya pindah ke PB Racket, sudah sekitar dua tahun lalu dari lulus SMP, sekarang udah kelas 2 SMA,” tambah remaja murah senyum ini. Ketika masih tinggal di Papua, Yusran berpartisipasi di beberapa kejuaraan bulutangkis usia dini hingga pemula. Seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Bupati Merauke Cup, dan Sirkuit Nasional (Sirnas) Yogyakarta. Remaja yang mengidolakan Lee Chong Wei dan Anthony Ginting ini bermain di posisi tunggal putra dan ganda, namun Yusran mengakui lebih tertarik bermain di posisi tunggal. “Main tunggal saya bisa main lebih leluasa. Kalau ganda, bermainnya mengharapkan keputusan dari teman juga, kalau tunggal bisa berjuang sendirian,” uajr Yusran, saat ditemui awal Juli lalu. Menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menjadi fokus remaja 16 tahun ini. Dalam waktu dekat, Yusran akan melakoni Kejurkot PBSI Jakarta Barat, pada 8-12 Agustus, di GOR Kembangan, Jakarta Barat. Pendidikan pun tak luput dari perhatiannya. Format sekolah Homeschooling menjadi pilihan karena waktu belajar yang fleksibel sehingga bisa menyesuaikan dengan jadwal latihan. “Saya pribadi lebih suka latihan dibanding bersekolah yang padat dengan materi pelajaran. Tapi, saya harus sekolah, agar pendidikan tidak terlantar. Tetapi, target utama saya ingin segera bergabung di pelatnas bulutangkis,” kata kelahiran 16 Juli 2002 itu. Porsi latihan yang berbeda antara PB Jakarta dan Papua membuatnya harus berlatih lebih ekstra mengingat cita-cita dan targetnya bergabung bersama Timnas Indonesia masih butuh waktu dan perjuangan yang panjang. (Ham) Profil singkat Nama : Yusran Arfan Tempat/Tgl Lahir : Makassar, 16 Juli 2002 Alamat Rumah : Jl. Raya Mendala Bampel Merauke, Papua Orang Tua : Arfan (ayah) Rostini (ibu) Nomor Ponsel : 081398096728 Media Sosial : Ig @ysrnarfn161 Pendidikan SDN 1 Merauke SMP Muhammadiyah Merauke SMA Home Schooling Prestasi Juara 2 O2SN tingkat pemula di Papua tahun 2015 Mengikuti Bupati Cup di Merauke tahun 2011/2012 Mengikuti kejurnas Sirkuit Nasional Daihatsu Astec di Bali Mengikuti kejurnas Sirkuit Nasional Daihatsu Astec di Yogyakarta

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018, Beban Terjal Skuat Muda Indonesia

Gregoria Mariska Tunjung bukanlah satu-satunya wakil Indonesia dalam Kejuaraan Dunia 2018. Di sektor tunggal putri, PBSI juga mengirimkan Fitriani. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018) bakal dihelat di Nanjing, China, 30 Juli – 5 Agustus. Indonesia mengirim 29 pemain terbaik pada laga yang dimainkan di Nanjing Youth Olympic Games Sports Park Arena itu. Pasukan Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, bertolak ke China pada Sabtu (28/7). Di Negeri Tirai Bambu, peluang terbesar ada pada sektor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, sedangkan kesempatan di sektor tunggal putra dan putri sangat berat. Dua srikandi yakni Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung, menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putri. Mereka bakal berjibaku membawa pulang gelar juara. Di babak pertama (64 besar), Senin (30/7), Fitriani menantang Linda Zetchiri (ranking 42) asal Bulgaria. Keduanya belum pernah berjumpa. Jika melewati Linda, calon yang tak kalah berat menunggu atlet kelahiran Garut, Jawa Barat, 19 tahun silam ini. Wakil India Pusarla V. Sindu (ranking 3) yang dibabak pertama mendapatkan bye jadi lawannya. Sejauh ini, rekor pertemuan 4-0 untuk Sindhu. Terakhir, mereka bertemu di ajang Badminton Asia Team Championships 2018. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu kalah straight game, 13-21 dan 22-24. Hal serupa juga dialamai Gregoria (ranking 22) yang menjalani laga cukup terjal. Jika lolos dari hadangan wakil Skotlandia Kirsty Gilmour (ranking 24), di babak pertama, pemain tunggal kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 18 tahun silam itu bakal berduel kontra Chen Yufei (ranking 5) asal China. Rekor pertemuan kedua pemain imbang 1-1. Pada ajang Badminton Asia Junior Championships 2016 (Individual Event), penghuni Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta itu kalah straight game, 23-25 dan 14-21. Namun, Gregoria berhasil membalas kekalahan atas Yufei, di ajang Indonesia Open 2017. Gregoria enggan berharap pada Kejuaraan Dunia 2018. Dia mengaku tujuan awalnya adalah memenangi laga pertama kontra Gilmour. Ia mengaku banyak melakukan persiapan untuk menjalani Kejuaraan Dunia 2018. Beberapa hal teknis sudah dipersiapkannya demi mendulang hasil positif. “Untuk latihan ada beberapa pendalaman soal teknik, tetapi yang lebih ditekankan soal gerak kelincahan dan kekuatan kaki,” ujar pemilik medali perak Kejuaraan Asia Junior 2016 itu menang rubber game, 17-21, 21-19, dan 21-19. Selain Fitriani dan Gregoria, pemain muda lainnya adalah duet Yantoni Edi Saputra/Marsheilla Gischa Islami, serta dobel junior, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela. Gischa mengaku senang dan berjanji akan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya saat berlaga di kejuaraan dunia itu. Bagi mereka ini kejuaraan dunia pertama yang diikuti. “Persiapan jelang kejuaraan dunia berbeda dengan kejuaraan lain. Latihannya lebih intens dan ada program khusus,” ujar Gischa, Kamis (26/7). Ia menambahkan untuk meminimalisir kesalahan sendiri, dirinya melakukan latihan teknis yang terfokus pada kematangan pukulan. “Sedangkan latihan fisik diutamakan untuk kelincahan dan kekuatan kaki, supaya pergerakannya lebih cepat,” terangnya. Sementara itu, Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, menerangkan para atlet sudah menunjukkan sikap siap bertanding. Ia berharap anak didiknya bisa memberikan yang terbaik. Dan untuk kejuaraan dunia kali ini pihaknya mengirimkan banyak skuat muda. “Target kami satu gelar. Harapannya bisa lebih dari satu. Kami tidak memfokuskan pasti dari ganda putra, bisa dari sektor mana saja,” cetusnya. (Adt) Skuad Tim Indonesia di World Championships 2018 : Tunggal Putra : Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Tommy Sugiarto Tunggal Putri : Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung Ganda Putra : Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso Ganda Putri : Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela Ganda Campuran : Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Ronald Alexander/Annisa Saufika, Yantoni Edi Saputra/Marsheilla Gischa Islami

Rachel, Gadis Blasteran Negri Kincir Angin Ingin Harumkan Nama Indonesia

Jakarta- Menjadi seorang atlet olahraga adalah mimpi bagi sebagian anak di Indonesia. Selain tampil di ajang event nasional, juga bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Rachel Meghan Peters, jadi salah satunya. Gadis berdarah Belanda ini menekuni olahraga Tenis sejak usia 6 tahun. Berawal dari sang ayah yang juga hobi bermain tenis, menurun kepada Rachel, sapaannya. “Hoby main tenis dari ayah, yang sering berlatih di Jakarta International Tennis Academy (JITA). Dan di JITA juga saya bertemu teman-teman baru, meski latihannya cukup berat  ,” ungkap Rachel. Dirinya rutin mengikuti latihan setiap Jumat sore usai jam sekolah, meski waktu sekolah yang cukup padat namun tak meghalangi semangatnya untuk terus berlatih. Rachel yang masih duduk di kelas 3 SMP sekolah internasional ACG School Jakarta, di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sudah memiliki segudang prestasi di level junior, seperti turnamen August Ferry Raturandang (AFR) Remaja, Sportama, hingga Mayapada. “Setelah pulang sekolah aku langsung ke tempat latihan, nanti selesai latihan, baru pulang ke rumah. Kadang capek juga sih” ujar remaja berusia 14 tahun tersebut. Namun Rachel tetap disiplin belajar dan sejenak absen mengikuti latihan, saat musim jian sekaolah tiba. Bahkan, momen akhir pekan digunakannya untuk fokus belajar di rumah. Rachel Pertama kali mengikuti turnamen saat usianya 9 tahun. Tampil di Sportama Tennis Institute Junior 2013, ia sukses menjadi juara level The Future Stars (0-10 tahun). Sejak event ini, Rachel rutin tampil di beberapa turnamen Junior kelas nasional. Target yang ingin dicapainya pun tak main-main ingin menjadi petenis nasional dan kelak tampil di ajang profesional. Rachel kini sudah tampil di turnamen Internasional ITF Junior, mengharuskan Rachel harus rutin sebanyak 2x dalam sesi kualifikasi dan Main Draw. “Kalau menang nanti mendapat poin untuk bermain di ITF Junior series, tapi kemarin aku kalah di Main Draw, dar pemain nasional Indonesia, jadi harus kembali mulai lagi,” jelas Rachel kepada NYSN Media pada Jumat (13/7) sore. Target jangka panjang yang ingin dara yang tinggal di kawasan Kemang, Jakarta Selatan ini, menjadi atlet profesional dan mengharumkan nama Indonesia di event Internasional dari cabang tenis. (Ham) Profil singkat Nama : Rachel Meghan Peters Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 6 Juli 2004 Alamat : Kemang Terusan, Jakarta Selatan Orang Tua : David Pieters (ayah) Andromeda (ibu) Anak ketiga dari tiga saudara Pendidikan Sekolah Dasar Belanda NIS SMP Academic College Grup (ACG) Prestasi KU 10: SPORTAMA 2013 – WINNER KU 10: MAYAPADA 2014 – WINNER KU 10: MAYAPADA 2014 – WINNER KU 12: AFR 2015 – RUNNER UP KU 14: AFR 2016 – WINNER KU 14: AFR 2016 – WINNER KU 12: SPORTAMA 2016 – WINNER KU 14: CBR 2017 – WINNER

Cabor Bulutangkis Kawinkan Gelar Nomor Tunggal, Atlet 15 Tahun Asal Banyumas Raih Dua Emas

Aisha Galuh Maheswari meraih dua emas di cabor bulutangkis pada nomor perseorangan tunggal putri dan beregu putri, dalam ajang ASEAN School Games (ASG) 2018 di Juara Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia. (pbdjarum.org)

Kuala Lumpur- Tim bulutangkis Indonesia sukses mengawinkan emas nomor tunggal perseorangan pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Juara Stadium, Bukit Kiara, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (25/7), setelah di partai puncak mampu meraih hasil terbaik. Kemenangan yang berbuah emas kejuaraan khusus untuk pelajar di Asia Tenggara itu terlebih dahulu diraih oleh tunggal putra Nur Yahya Adi Felani yang sukses mengalahkan andalan tuan rumah Malaysia, Jacky Kok Jing Hong dengan skor 21-12, 20-22, 21-19. Meski akhirnya mampu meraih emas, Nur Yahya harus memperolehnya dengan perjuangan karena lawan terus memberikan perlawan. Seharusnya juara bertahan itu bisa mengakhiri pertandingan pada gim kedua setelah memimpin 19-15. Namun pemain binaan klub Pratama Surabaya ini harus menyerah 20-22. Sebaliknya pada gim ketiga, Yahya sempat tertinggal namun mampu menggebrak pada akhir pertandingan. “Sempat terlalu percaya diri. Tapi saya langsung berusaha tenang dan mempelajari cara bermain lawan. Saya langsung habis-habisan. Ternyata bisa,” kata pemuda kelahiran Sukoharjo, 3 Juli 2000. Menurut dia, lawannya merupakan pemain yang ulet dan tahan banting. Itu dibuktikan dengan terus bertahan meski dalam kondisi kaki cedera. Dukungan dari suporter tuan rumah untuk lawah juga membuat Yahya, sapaannya, sedikit goyah. Namun semuanya mampu diatasi. “Ini adalah ASG terakhir saya. Setelah ini saya akan turun di kejurnas karena jika juara bisa masuk ke pelatnas,” kata atlet asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu. Apresiasi tinggi juga pantas disematkan pada peraih emas tunggal putri, Aisha Galuh Maheswari. Meski sempat jatuh bangun, atlet putri asal Banyumas, Jawa Tengah itu, sukses menumbangkan andalan tuan rumah yang dikenal ulet yaitu Letshanaa A/P Karuphatevan dengan skor 13-21, 21-12, 23-21. “Tadi memang menguras tenaga. Sejak awal kami duel main relay-relay panjang. Setelah ada kesempatan baru mengeluarkan andalan. Lawan juga melakukan hal yang sama,” kata pemain binaan PB Djarum Kudus kelahiran Banyumas, 19 Oktober 2002. Menurut dia, emas memang sudah ditargetkan sejak awal oleh tim. Pebulutangkis dari PB Djarum ini, mengakui pada final memang cukup berat. Namun upaya yang dilakukan Aisha sukses meraih emas untuk kontingen Indonesia, di dua nomor, yakni beregu putri dan perorangan. Sementara itu manajer tim bulu tangkis Indonesia, Luluk Hadiyanto mengaku target medali yang ditetapkan yaitu dua emas mampu terpenuhi. Bahkan lebih karena mampu meraih empat emas yaitu beregu putri, tunggal putra-putri dan ganda putri. (Ham)

Satu Gelar Asia Junior Championships 2018 Modal Positif Ke Kejuaraan Junior Dunia di Kanada

Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto sukses menjuarai Asia Junior Championships 2018, setelah menang dua game langsung dari pasangan Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, 21-12 dan 21-16. (Ham/NYSN)

Jakarta- Indonesia sukses mengantongi empat medali di Asia Junior Championships 2018. Satu emas diraih ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto, sedangkan tiga perunggu dari Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Pramudya Kusumawardana/Ghifari Anandaffa Prihardika dan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti, mengatakan, pencapaian ini sesuai dengan target awal. Perolehan prestasi yang diraih tim junior jadi modal awal pertarungan mereka selanjutnya, di Kejuaraan Dunia Junior 2018, yang berlangsung di Markham Pa Am Center, Ontario, Kanada, pada 5-18 November nanti. “Dari awal, target kami satu medali, saya enggan muluk-muluk, karena persaingan juga ketat. Tahun lalu ganda campuran, tahun ini ganda putri, artinya perkembangan tiap sektor cukup bagus. Mudah-mudahan hasil ini menjadi bahan yang bagus untuk persiapan ke kejuaraan dunia junior 2018 di Kanada,” ungkap Susy, pada Selasa (24/7). Febriana/Ribka sukses menjadi juara, setelah menang dua game langsung dari dobel putri Malaysia, Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, 21-12 dan 21-16. Tan/Toh sebelumnya mengalahkan pasangan Indonesia, Agatha/Fadia di babak semifinal. “Di ganda putri hasilnya cukup bagus, karena selain juara. juga ada Agatha/Fadia yang di semifinal, dan mulai masuk ke senior. Mudah-mudahan ada satu lagi pemain muda yang terus meningkat secara prestasi dan membawa angin segar buat bulutangkis Indonesia,” lajut Susy. “Tidak hanya ganda putri, sebelumnya juga ganda campuran, dan kami harapkan dari tunggal putra dan ganda putra bisa naik lagi. Tunggal putri, setelah Gregoria juara dunia, tentunya kami siapkan lagi yang kecil-kecil. Memang ada beberapa PR. Meski berhasil membawa satu gelar, tetap ada PR di sektor-sektor lain,” urai Susy. Kanada menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2018. Turnamen ini rencananya digelar pada November di Markham Pa Am Center, di kota Ontario. Even ini mempertandingkan nomor beregu campuran, yang memperebutkan Piala Suhandinata dan nomor perorangan yang akan merebut Piala Eye Level. Ini menjadi yang kedua kalinya dalam empat tahun kejuaraan junior bulutangkis paling bergengsi di wilayah Pan American, usai 2016 berlangsung di Lima, Peru. Sebelumnya, Kanada pernah menyelenggarakan turnamen yang sama pada 2004 di Richmond. Markham Pan Am Centre menyediakan fasilitas delapan lapangan karpet sintetis, tiga lapangan untuk latihan, tempat duduk berkapasitas hingga 1.000 penonton, dan pusat kebugaran serta ruang pertemuan. (Dre/Ham)

805 Peserta Daftar, 176 Akhirnya Lolos Tahap Seleksi Audisi Bulutangkis PB Djarum di Purwokerto

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dibuka dengan tahap screening yang digelar, di GOR Satria, Purwokerto, Sabtu (21/7). (bola.com)

Purwokerto- Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dibuka dengan tahap seleksi di GOR Satria, Purwokerto, Sabtu (21/7). Pada tahap ini, 176 dari total 805 peserta yang berasal dari enam kategori putra dan putri, lolos ke tahap selanjutnya. Dalam tahap seleksi, tiap peserta bertanding dengan lawan yang sesuai kategori putra dan putri usia masing-masing (U-11, U-13, U-15) berdurasi sekitar sepuluh menit. Selama periode itu, tim pencari bakat PB Djarum menyeleksi para peserta yang berhak melaju ke tahap turnamen. Tokoh yang menyeleksi para peserta adalah legenda-legenda bulutangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam tim pencari bakat, antara lain Christian Hadinata, Denny Kantono, Hariyanto Arbi, Simbarsono, Antonius Budi Ariantho, Lius Pongoh, Meilana Jauhari, Engga Setiawan, Puri Setyo dan Lukman Hakim. Hariyanto Arbi mengatakan, jumlah peserta yang mencapai 805 orang menunjukkan antusiasme masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya, terhadap olahraga bulutangkis. “Dari jaman dulu, Kota Purwokerto sering melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis yang handal. Saya berharap dari Audisi Umum tahun ini, mudah-mudahan dari Purwokerto bisa melahirkan pemain-pemain yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” kata Hariyanto. Para peserta yang lolos tahap seleksi berhak tampil di fase turnamen yang akan digelar pada 22-23 Juli 2018. Mereka akan bersaing memperebutkan Super Tiket Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 untuk tampil di Final Audisi di Kudus pada September 2018. Pemenang fase turnamen ini akan mendapatkan Super Tiket untuk melaju ke babak final di GOR Jati, Kudus, Jawa tengah pada 7-9 September 2018. Selain dengan memenangi turnamen, Super Tiket juga bisa diberikan oleh Tim Pencari Bakat kepada peserta yang kalah di fase turnamen namun memiliki talenta yang istimewa. Di Kudus, para peserta akan bertemu dengan atlet –atlet yang sudah meraih Super Tiket di kota-kota penyelenggaraan Audisi Umum lainnya yakni, Pekanbaru, Balikpapan dan Manado. Ditambah juga, peraih Super Tiket dari Purwokerto yang menggelar Audisi Umum bersamaan dengan Surabaya serta Cirebon dan Solo, di mana Audisi Umum akan dilaksanakan pada 4-6 Agustus. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 merupakan pintu masuk bagi atlet-atlet muda berbakat ke klub PB Djarum. Audisi Umum dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U-11 (berusia 6-10), U-13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U-15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. (Ham) Audisi Purwokerto Kategori U-11 Putri 48 Peserta Kategori U-11 Putra 31 Peserta Kategori U-13 Putri 57 Peserta Kategori U-13 Putra 18 Peserta Kategori U-15 Putri 15 Peserta Kategori U-15 Putra 7 Peserta

Tekuk Unggulan Pertama Ganda Putri Asal China, Febriana/Ribka Lolos Ke Final Asia Junior Championship 2018

Kalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos babak final Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Dobel putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto lolos ke babak final perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/7). Mereka mengalahkan unggulan pertama asal China, Liu Xuanxuan/Yuting Xia, 25-23, 14-21 dan 21-15. Liu/Xia dalah pasangan yang sukses meraih medali silver Asia Junior Championships tahun lalu. Set pertama berlangsung, duet Febri dan Ribka mengambil inisiatif menekan hingga poin ke 16. Sempat unggul 5 poin, namun duo atlet binaan PB Djarum ini dapat disusul. Meski demikian, gim pertama ini dimenangkan oleh Febri/Ribka dengan skor 23-25. Memasuki set kedua, Indonesia harus tertinggal cukup jauh, hingga skor 2-11. Berupaya mengejar ketertinggalan di set kedua, pasangan junior ini belum mampu mengecilkan selisih poin, dan set kedua ditutup dengan skor 21-14, untuk Liu dan Xia. Di set ketiga, laga berlangsung sengit hingga turun minum. Namun Febri/Ribka unggul dengan poin 11-8. Mendominasi permainan, Indonesia menjauh dengan skor 20-15 di ujung pertandingan. Pukulan keras dari Xia harus melebar keluar lapangan, dan memberikan kemenenangan Febri/Ribka, dengan skor akhir 21-15. “Game pertama mainnya udah nyerang duluan, jadi enak. Tapi game kedua kami ngendorin, jadi hati-hati mainnya. Game ketiga disuruh pelatih lebih yakin, nggak usah mikir menang kalah. Jadi kami main nothing to lose, alhamdulillah bisa menang,” kata Ribka, gadis kelahiran Karanganyar, Solo, 22 Januari 2000, usai laga. Di partai puncak, Febriana/Ribka akan berhadapan dengan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, asal Malaysia, pada Minggu (2/7). Ini menjadi pertemuan pertama bagi mereka. Di atas kertas, lawan lebih diunggulkan. Febriana/Ribka merupakan unggulan empat turnamen, sementara Tan/Toh tepat berada di atasnya, sebagai unggulan tiga. “Persiapannya lebih jaga stamina, makan yang banyak, istirahat yang teratur. Besok nggak mikir menang kalah juga, pokoknya main nothing to lose,” ujar Ribka. “Harus lebih fokus lagi, nggak usah mikir menang kalah, main enjoy aja,” sambung Febri, yang lahir di Jember, Jawa Timur, 19 Februari 2001 . Sementara Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akhirnya finis di babak semifinal Asia Junior Championships 2018. Hasil ini sama dengan pencapaian mereka di tahun lalu. Kala itu, Agatha/Fadia dikalahkan Baek Ha Na/Lee Yu Rim, Korea. Kini, pasangan Indonesia unggulan dua tersebut harus mengakui kebolehan Pearly Koong Le Tan/Ee Wei Toh, dari Malaysia. Agatha/Fadia kalah dua game langsung dengan 15-21 dan 21-23 dalam waktu 41 menit. “Hasilnya tidak sesuai target, karena kami kan inginnya juara. Tapi nggak apa-apa kami tetap bersyukur, semoga nanti di Kejuaraan Dunia Junior bisa juara,” kata Fadia. Dari awal game pertama, Agatha/Fadia mengaku terus tertekan oleh permainan lawan. Kondisi fisik yang mulai menurun juga diakui menjadi kendalanya kali ini. “Mereka mainnya nekad. Bola-bola yang bukan serang, mereka serang, jadi kami ketekan terus dari awal,” ujar Fadia mengomentari lawannya tersebut. (Ham/Dre)

Remaja Jakarta 17 Tahun Spesialis Dobel, Rontokan Petenis Unggulan Asal Jepang di Nomor Tunggal

Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki, yang berperingkat tunggal ke-593 dunia dengan skor akhir 6-2 6-1. (tribunnews.com)

Jakarta- Kejutan besar kembali warnai babak kedua Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018, di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Dua unggulan teratas sektor tunggal, tersingkir dari persaingan gelar juara turnamen khusus putri di event berhadiah total 15.000 dollar AS atau Rp 210 juta ini. Wakil tuan rumah, Fitriani Sabatini yang disapa Ani (17 tahun) menjadi salah satu pembuat kejutan. Petenis spesialis dobel yang masuk babak utama menggunakan fasilitas wild card itu, mengalahkan unggulan kedua asal Jepang, Michika Ozeki. “Saya banyak melakukan pukulan spin untuk melayani pukulan flat keras yang dilakukan oleh lawan. Dia kehilangan konsistensi dan membuat kesalahan sendiri,” ujar Ani usai laga berdurasi satu jam 20 menit. Ani, menang straight set atas lawan berperingkat tunggal ke-593 dunia itu dengan skor akhir 6-2 6-1. Kemenangan Ani memastikan tuan rumah memiliki satu wakil pada babak empat besar turnamen seri kedua ITF Women’s Circuit di Indonesia ini. Pada fase semi final, Jumat (20/7), Ani terlibat perang saudara dengan seniornya, Aldila Sutjiadi (23), yang sukses membungkam wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva 6-2 6-4. Sayang, keberhasilan Ani gagal diikuti oleh saudara kembarnya, Fitriana ‘Ana’ Sabrina. Ana harus mengakui ketangguhan unggulan kedelapan asal India, Mahak Jain dalam pertarungan rubber set dengan kedudukan akhir 3-6 6-3 3-6. Sementara di nomor ganda, Ana dan Ani kandas di tangan seeded teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). Pasangan Ana/Ani harus kalah 3-6 1-6. Pembuat kejutan lain di nomor tunggal ini adalah Arianne Hartono, wakil Belanda berdarah Indonesia. Petenis kelahiran Amsterdam 21 April 1996, yang lolos babak utama dari kualifikasi itu berhasil menumbangkan seeded teratas asal China, Yexin Ma. Lulusan suma cum laude jurusan Psikologi dari Universitas Mississippi ini, menang 7-6(6) 6-3. Di nomor ganda, berpasangan dengan Aldila Sutjiadi, Arianne yang merupakan keponakan petenis era 90’an Deddy Tedjamukti ini, lolos ke babak empat besar. Di perempat final, mereka menekuk unggulan ketiga, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0. (Ham) Hasil Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 1-YeXin Ma (China) 7-6(6) 6-3 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Mana Ayukawa (Jepang) 2-6 6-3 6-4 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (Tiongkok) 6-2 6-0 5-Ayako Okuno (Jepang) v Suzuho Oshino (Jepang) 6-3 6-4 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina 6-3 3-6 6-3 4-Kanika Vaidya (India) v Sai Samhitha Chamarthi (India) 7-5 6-2 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) 6-2 6-4 Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) 6-2 6-1 Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 6-3 6-1 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) 6-2 6-2 Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) 6-1 6-0 Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) 6-4 6-3 Jadwal Jumat (20/7) Semi Final Tunggal Arianne Hartono (Belanda) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Fitriani Sabatini Semi Final Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China)

Kunci Tiket Perempat Final Singapore Open 2018, Ihsan Maulana Main Lebih Rileks

Ihsan Maulana Mustofa menjadi pemain Indonesia ke tujuh yang lolos ke babak perempat final kejuaraan Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500. (Humas PBSI)

Jakarta- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa, maju ke babak perempat final turnamen Singapore Open 2018 HSBC BWF World Tour Super 500, yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, 17-22 Juli. Tiket putaran delapan besar berhasil digenggam Ihsan usai mengandaskan perlawanan sengit dari wakil Malaysia, Daren Liew, pada pertandingan babak kedua, Kamis (19/7). Laga yang digelar di lapangan 4 Singapore Indoor Stadium tersebut, Ihsan menang dengan skor 23-21, 21-16. Ihsan menjadi pemain ketujuh dari skuat Indonesia, yang lolos ke perempat final. Sebelumnya, satu pemain tunggal putri, dua pasangan ganda putra, dan tiga pasangan ganda campuran, sudah lebih dulu melangkah ke babak delapan besar. Daren Liew berhasil meraih poin pertama pada gim kesatu, tetapi poin ini langsung disamakan oleh Ihsan. Setelah itu, Ihsan pun mampu berbalik unggul dengan skor 5-3. Liew kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 sebelum akhirnya berbalik unggul dengan skor 10-7. Saling mengejar skor tak sampai di situ saja karena Ihsan yang belum menyerah mampu menyamakan kedudukan lagi menjadi 10-10. Akan tetapi, satu poin yang diraih Liew berikutnya memastikan dia menutup paruh awal gim kesatu dalam keadaan unggul 11-10. Selepas jeda, keunggulan Liew melebar hingga 18-14. Meski demikian, Ihsan tak lantas angkat tangan. Sebaliknya, dia justru meningkatkan tempo permainannya. Alhasil, Ihsan mampu memaksakan terjadinya adu setting sebelum akhirnya berhasil memenangi gim kesatu. Gim kedua berjalan tak kalah seru dengan gim kesatu, lantaran kedua pemain masih mengusung permainan menyerang dengan tempo tinggi. Ihsan yang sempat tertinggal 0-3 mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Saling mengejar skor kembali terjadi dan pertandingan menjadi semakin menegangkan. Setidaknya ada delapan kali aksi saling kejar poinm pada gim kedua. Namun, Ihsan mampu unggul kembali dengan skor 15-14. Liew masih bisa menambah dua poin lagi, tetapi laju Ihsan sudah tidak bisa dibendung. Dia pun memenangkan pertandingan dengan selisih lima poin, atas wakil Malaysia itu. “Alhamdulilah, bisa menang lagi. Kalau ditanya permainan tadi, di babak pertama kemarin lebih menegangkan karena lawan rekan sendiri. Tapi hari ini, saya mainnya lebih santai aja. Meski di game pertama sempat tertinggal terus. Justru saya lebih bisa dan tenang, malah mikir ke strategi aja sih,” terangnya. “Kalau di tanya seberapa pentingnya masuk bisa ke perempat final, ya pasti sangat penting sih. Karena di sini, saya ingin mencari poin sebanyak-banyaknya agar bisa mendongkrak kembali rangking saya,” ujar pemuda kelahiran Tasikmalaya 18 November 1995. Di babak permpat final yang akan berlangsung, Jumat (20/7), peringkat 52 ranking BWF ini menunggu pemenang wakil Vietnam Tien Minh Nguyen, melawan Parupalli Kashshyap (India). “Besok lebih tahan aja dan main bagus aja sih,” tutupnya. (Adt) Hasil 16 besar Singapura Open pada Kamis (19/7) Tunggal Putra Ihsan Maulana Mustofa vs Daren Liew (Malaysia) 23-21 dan 21-16 Tunggal Putri Yulia Yosephin Susanto vs Rituparna Das (India) 15-21, 21-13, dan 21-16 Ganda Putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (unggulan kelima) vs Peter Briggs/Tom Wolfenden (Inggris) 21-8 dan 21-9 Angga Pratama/Rian Agung Saputro vs Aaron Chia/ Wooi Yik Soh (Malaysia) 21-19, 18-21, dan 22-20 Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan pertama) vs Danny Bawa Chrisnanta/Wong 21-9 dan 21-13 Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Mark Lamfuss/Isabel Herttrich 13-21, 21-14, dan 21-15 Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Marvin Emil Seidel/Linda Efler 17-21, 21-17, dan 24-22

Masuki Tahun Ketiga, Combiphar Tennis Open 2018 Dihelat Tingkatkan Prestasi Petenis Indonesia

Pada 2018, Combiphar konsisten menggelar Combiphar Tennis Open yang ketiga kalinya, yang selalu diikuti para atlet tak hanya tingkat nasional, juga internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta– Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan menggelar turnamen tenis bertaraf internasional bertajuk ‘Combiphar Tennis Open 2018′, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada 23 Juli – 12 Agustus 2018. Michael Wanandi, Presiden Direktur Combhipar, mengatakan turnamen internasional ini menjadi momentum mendukung para atlet Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018. “Tahun ini merupakan tahun ketiga, kami bekerjasama dengan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menggelar event ini,” ujar Michael, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/7). Turnamen ini akan diikuti petenis putra berusia 16-30 tahun yang berasal lebih dari 23 negara, di Asia Tenggara maupun Eropa. Negara Asia Tenggara lain yang akan berpartisipasi adalah Singapura dan Thailand. Adapun perwakilan dari Eropa, yakni Britania Raya, Slovenia, Swiss, Cyprus, Polandia, dan Perancis. Selain itu, Michael menjelaskan pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar 55.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 790 juta. “Hadiah tersebut kami siapkan selain untuk mengundang partisipasi para atlet, dan bentuk apresiasi kami bagi atlet yang berkompetisi maksimal dan sportif,” tambahnya. Ini merupakan kali ketiga Combiphar bekerjasama dengan PP PELTI, menyelenggarakan turnamen bertaraf internasional. Combiphar Tennis Open pertama kali digelar pada 2016 silam. Yang membuat turnamen Combiphar Tennis Open 2018 ini menarik adalah, ajang ini masuk ke dalam kalender resmi International Tennis Federation (ITF). Tujuan Combiphar menggelar turnamen tenis ini adalah untuk membantu atlet muda tenis Indonesia kembali berprestasi di level dunia. Sebelumnya, nama Indonesia sempat melambung tinggi di dunia tenis, berkat petenis-petenis berbakat pada masanya. Salah satu contoh adalah Yayuk Basuki, yang sempat menembus rangking top 20 WTA. Sementara itu, Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP PELTI, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen ‘Combiphar Tennis Open 2018’ itu. Ia menyebut bahwa ini akan menjadi momen berharga bagi para petenis nasional. “Turnamen ini sangat dibutuhkan bagi petenis Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga siap bertanding di level internasional,” imbuhnya. Tim pelatnas Indonesia juga akan menurunkan kekuatan di ajang ini. Selain Cristoper Rungkat, beberapa pemain muda tampil, seperti Justin Burki, Altaf Daifullah, Anthony Susanto dan Rifky Fitriani. “Kami tidak menargetkan khusus buat pemain timnas, tapi kami berharap ajang ini dapat mengukur kemampuan mereke sebelum tampil di Asian Games,” kata Rildo. Sedangkan Susan Soebakti, Direktur Turnamen sekaligus Wakil Sekertaris Jenderal (Wasekjen) PP PELTI, mengungkapkan event ini diikuti petenis yang masuk dalam skuat Tim Davis Indonesia, sehingga meningkatkan pamor turnamen ini. “Kami berharap mereka dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen ini,” tukas Susan. (Dre)

Langkah Unggulan Satu Rehan/Fadia Belum Terbendung, Kontra China Dibabak 16 Besar

Duet campuran unggulan petama sekaligus juara bertahan, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belumt terbendung usai kandaskan wakil Jepang, Yuta Takei/Rumi Yoshida, dua gim langsung, dalam tempo 20 menit, 21-16 dan 21-13. (Pras/NYSN)

Jakarta- Langkah unggulan satu sekaligus juara bertahan Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, masih belum terbendung di ajang perseorangan Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (18/7). Di babak 32 besar, ganda campuran ini sukses menyingkirkan wakil Jepang, Yuta Takei/Rumi Yoshida, dua gim langsung, dalam tempo 20 menit, 21-16 dan 21-13, setelah di babak pertama (64 besar) mendapat bye. Fadia mengatakan bila bersama rekan duetnya bermain nyaman di gim pertama, bahkan sudah mengetahui araih angin. Namun, ia terkadang kerap ‘mati angin’ sendiri. “Tadi masih bisa kami atasi. Untuk lawan hari ini serangannya lumayan bagus. Poin-poin awal sempat belum ngerti juga mainnya,” ujar Fadia usai laga. Hal senada dikatakan Rehan. Ia menyebut pada pertandingan ini beberapa kali servis-nya masih kurang enak. “Mudah-mudahan besok bisa lebih baik lagi. Lebih tenang dan nggak terburu-buru,” tambah Rehan. Di babak ketiga (16 besar), Rehan/Fadia ditantang wakil China Ruohan Guo/Lin Fangling, yang menang atas dobel Srilanka Tharindu Nethmina Ambegoda/Anurangi Masakorala, straight game, 21-11 dan 21-11, dalam waktu 17 menit. Melawan wakil Negeri Tirai Bambu, Rehan menegaskan tetap fokus dan enggan menganggap remeh lawan serta tak ingin terbebani dengan status juara bertahan. “Intinya jangan menganggap remeh lawan. Tetap fokus dan jangan terbebani hanya karena tahun lalu kami juara. Kata pelatih haris main lepas saja,” tambah Rehan. Menemani Rehan/Fadia, duet Pramudya Kusumawardana Riyanto/Ribka Sugiarto juga lolos ke babak tiga. Mereka bakal berhadapan dengan Lui Chun Wai/Yeung Pui Lam, Hong Kong. “Besok, kami harus main lebih lepas lagi, dan nggak usah mikirin menang kalah. Yang peting kasih yang terbaik aja,” ujar Ribka. (Adt)

Duet Kembar 17 Tahun, Tampil Sensasional di Dua Nomor Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018

Petenis kembar DKI Jakarta berusia 17 tahun, Fitriani Sabatini (kiri) dan Fitriana Sabrina, saat tampil dalam Turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018. (gosumut.com)

Jakarta- Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 th) optimistis mampu melewati babak kedua turnamen berlabel Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7). Unggulan keenam itu bakal menghadapi wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva. Anggota skuad Merah Putih yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018 itu merasa yakin bisa lolos ke babak perempat final karena pernah mengatasi Zhibek, dalam turnamen di Hua Hin, Thailand, awal 2018 ini. “Setidaknya saya memiliki gambaran tentang permainannya dan bagaimana cara untuk menghentikannya. Saya yakin bisa kembali menang atasnya,” tutur juara tunggal seri pertama di Solo, yang ketika itu unggul straight set dengan skor 6-1 6-2. Di nomor ganda, Aldila yang berduet dengan wakil Belanda, Arianne Hartono, bakal menantang pasangan gado-gado yang menempati unggulan ketiga, pada kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta, Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang). Sementara itu, petenis kembar 17 tahun asal DKI Jakarta, Fitriana ‘Ana’ Sabrina dan Fitriani ‘Ani’ Sabatini, bakal melakoni jalan terjal di turnamen ITF Women’s Circuit seri kedua di Tanah Air ini. Di nomor tunggal, Ana menantang unggulan kedelapan dari India, Mahak Jain, dan Ani musti berjibaku kontra seeded kedua asal Jepang, Michika Ozeki. Dobel Ana dan Ani di nomor ganda, bakal terlibat bentrok dengan unggulan teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India). “Meski tampil di dua momor, kami coba segala daya upaya memenangi pertandingan babak kedua itu,” tekad Ana dan Ani hampir berbarengan, pada Rabu (18/7). Kubu tuan rumah gagal menambah wakil di babak kedua turnamen sebagai ajang uji coba petenis putri Indonesia, jelang Asian Games 2018. Rabu (18/7), Rifanty Kahfiani kandas di tangan seeded keempat, Kanika Vaidya (India) 0-6 6-4 3-6, sedangkan Deria Nur Haliza takluk dari Sai Samhitha Chamarthi (India) 0-6 1-6. Turnamen Pelti – Widya Chandra Women’s Circuit International Tennis 2018 di Jakarta, merupakan seri kedua ITF Pro Circuit dan turnamen khusus putri di Tanah Air, setelah sebelumnya bergulir di Solo, pekan lalu. Petenis dari 11 negara ikut menyemarakkan kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (23/7). (Adt) Hasil Rabu (18/7) Babak Pertama Tunggal Mana Ayukawa (Jepang) v Jiakang Li (China) 6-4 6-2 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) v Rishika Sunkara (India) 6-1 6-3 Suzuho Oshino (Jepang) v Chihiro Takayama (Jepang) 6-7(5) 6-3 6-2 5-Ayako Okuno (Jepang) v Ani Vangelova (Bulgaria) 6-1 6-1 Sai Samhitha Chamarthi (India) v Deria Nur Haliza 6-0 6-1 4-Kanika Vaidya (India) v Rifanty Kahfiani 6-0 4-6 6-3 Ganda 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (China) v Suzuho Oshino (Jepang)/Yuqi Sheng (China) 3-6 6-3 [14-12] 2-Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria) v Qianxin Kong (China)/Ho Ching Wu (Hong Kong) 6-4 6-3 Jadwal Kamis (19/7) Babak Kedua Tunggal 1-YeXin Ma (China) v Arianne Hartono (Belanda) Mana Ayukawa (Jepang) v 7- Ho-Ching Wu (Hong Kong) 3-Zeel Desai (India) v Zhuoma Ni Ma (China) Suzuho Oshino (Jepang) v 5-Ayako Okuno (Jepang) 8-Mahak Jain (India) v Fitriana Sabrina Sai Samhitha Chamarthi (India) v 4-Kanika Vaidya (India) 6-Aldila Sutjiadi v Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan) Fitriani Sabatini v 2-Michika Ozeki (Jepang) Perempat Final Ganda 1-Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India) v Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina 4-Zhibek Kulambayeva (Kazakhstan)/YeXin Ma (Tiongkok) v Sai Samhitha Chamarthi/Rishika Sunkara (India) Arianne Hartono (Belanda)/Aldila Sutjiadi v 3-Jiakang Li (China)/Ayaka Okuno (Jepang) Zhuoma Ni Ma/Mi Zhuoma You (China) v 2- Rio Kitagawa (Jepang)/Ani Vangelova (Bulgaria)

Tak Berdaya Ditekuk China 1-3, Indonesia Gagal ke Babak Final

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay meski memenangkan laga, namun Tim junior Indonesia akhirnya harus kalah dari China 1-3 dan terhenti di babak empat besar. (Humas PBSI)

Jakarta- Langkah Indonesia pada nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuraan Asia Junior 2018, terhenti pada babak empat besar. Menantang China, Indonesia takluk 1-3, pada pertandingan di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta, Senin (16/7) sore. Perjuangan keras pemain Indonesia masih belum cukup untuk merebut poin dari skuat Negeri Tirai Bambu. Pasangan ganda campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus rela takluk lewat drama adu setting. Dalam laga selama 1 jam 13 menit, Ghifari/Siti yang unggul pada gim pertama kalah dengan skor 21-17, 17-21, 23-25 dari Guo Xinwa/Liu Xuanxuan. Pemain tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay membuka asa bagi Indonesia setelah memenangi pertandingan kedua. Bertanding melawan Yupeng Bai, Ikhsan menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-14. Sayangnya, Indonesia harus tersingkir lebih awal setelah tumbang pada dua pertandingan berikutnya. Duet Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumardawana Riyanto yang turun di sektor ganda putra kalah 14-21, 20-22 dari Di Zijian/Wang Chang. Sementara Putri Kusuma Wardani gagal menyelamatkan Indonesia dari kekalahan setelah ditekuk Zhiyi Wang dengan skor 14-21, 13-21. Jeffer Hartono, pelatih Putri memberi komentarnya usai pertandingan. “Di awal, Putri sebenarnya sudah bagus, dan sempat unggul jauh. Tapi kurang tenang. Dan catatan utamanya adalah soal fisik”, jelasnya. Skor akhir 1-3 membuat China lolos ke partai Final. China akan ditantang Jepang, yang lebih dulu menunggu di partai puncak, paska menggulung 3-0 dari Malaysia. Final berlangsung sehari setelah berlangsungnya semifinal di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, pada Selasa (17/7) pukul 10.00 WIB. Ricky Soebagja selaku wakil manajer tim Indonesia, menyayangkan kegagalan meraih tiket final. “Sayang tadi gagal, padahal peluanganya besar sebetulnya saat lawan China. Tapi, kami optimis nantinya pemain bisa lebih maksimal saat nomor individu” ujar pria berusia 47 tahun ini. Meski demikian, ia melihat potensi ganda campuran, maupun dobel pria & wanita, sudah terbentuk pola kerjasama dan kekuatannya, karena langsung berhadapan dengan Jepang, Thailand dan China. “Kami berharap nomor beregu tampil lebih baik, tapi yang main ‘kan mereka. Intinya kami akan tetap dukung pemain” ungkap eks rekan duet Rexy itu. Indonesia harus puas dengan raihan medali perunggu. Kejuaraan Asia Junior 2018 masih akan dilanjutkan dengan nomor individu yang digelar pada 18-22 Juli mendatang. (Dre/Ham) Hasil pertandingan Indonesia melawan China Ganda Campuran (0-1) Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Guo Xinwa/Liu Xuanxuan: 21-17, 17-21, 23-25 Tunggal Putra (1-1) Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Yupeng Bai: 21-18, 21-14 Ganda Putra (1-2) Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumardawana Riyanto Vs Di Zijian/Wang Chang: 14-21, 20-22 Tunggal Putri (1-3) Putri Kusuma Wardani Vs Zhiyi Wang: 14-21, 13-21 Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Liu Xuanxuan/Yuting Xia (tidak dipertandingkan)

Bermain Taktis, Siswi SMAN 10 Tangsel Bawa Tim Beregu Indonesia Lolos Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2018

Tunggal putri tim beregu Indonesia, Putri Kusuma Wardani, bermain apik saat menyudahi perlawanan single Thailand, Phittayaporn Chaiwan, dalam tempo 43 menit, dengan skor 21-16 dan 21-17. (Humas PBSI)

Tangerang Selatan- Tim junior bulutangkis Indonesia memastikan tiket semifinal usai menekuk Thailand 3-1 pada nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan, Banten, Senin (16/7) pagi. Skuat Garuda muda meraih angka pertama dari Putri Kusuma Wardani. Siswi kelas 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Tangerang Selatan (Tangsel) ini menang dua gim langsung atas wakil Negeri Gajah Putih, Phittayaporn Chaiwan, dalam tempo 43 menit, dengan skor 21-16 dan 21-17. “Saya main sabar aja di lapangan. Soalnya dia mainnya safe. Saya harus bisa lebih sabar meladeni dia, sampai dia nggak tahan sendiri. Saya sebelumnya sudah tanya-tanya juga dengan teman yang pernah lawan dia. Pukulannya arahnya suka nggak kelihatan,” ungkap Putri dalam laman PBSI. Putri berhasil membawa keunggulan buat Indonesia, 1-0. Ia menyumbangkan poin bagi timnya untuk memperebutkan posisi ke semifinal. “Tadi saya tampil percaya diri aja. Pengen mengalahkan lawan,” sambung atlet kelahiran 2002 tersebut. Namun, Indonesia gagal mencuri angka di partai kedua. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay harus takluk dari tunggal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta itu kalah lewat pertarungan berdurasi 42 menit, 15-21 dan 15-21. Akibatnya, skor imbang 1-1. Ricky Soebagja, wakil manajer tim Indonesia, menyebut sesuai analisa pelatih, status tunggal putra dan putri Thailand lebih unggul. Sehingga, dikatakan Ricky, kekuatan Indonesia terletak di sektor ganda. “Kekuatan kami ada di ganda, jadi kalau bisa, kami curi satu poin dari tunggal. Penampilan dari tunggal putri tadi luar biasa, kami sangat mengapresiasi. Kuncinya tadi di ganda, dan itu tidak boleh meleset,” ujar pria berusia 47 tahun itu, Senin (16/7). Diungkapkannya, secara keseluruhan penampilan tunggal putra di luar harapan. Terlebih, kerap melakukan kesalahan dan banyak mati sendiri. “Pemain Thailand sepertinya tak memiliki kesulitan berarti menghadapi Indonesia,” cetus mantan rekan duet Rexy itu. Memainkan laga ketiga, duet Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil mengantongi kemenangan usai melumpuhkan Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap, dalam waktu 34 menit, dengan skor 21-17 dan 21-17. Begitu juga dengan dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto. Mereka mengandaskan duo Thanawin Madee/Wachirawit Sothon, rubber game, selama 54 menit, dengan skor 21-14, 21-23, dan 21-15. Raihan dua kemenangan di ganda putra dan putri, Indonesia memastikan lolos ke semifinal setelah menang 3-1 atas Thailand. Akibatnya, partai kelima yang sedianya mempertemukan pasangan Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn tak dimainkan karena sudah tak berpengaruh. (Adt) Hasil Pertandingan Indonesia vs Thailand : Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani Vs Phittayaporn Chaiwan (21-16, 21-17) Tunggal Putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Kunlavut Vitidsarn (15-21, 15-21) Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap (21-17, 21-17) Ganda Putra Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Vs Thanawin Madee/Wachirawit Sothon (21-14, 21-23, 21-15) Ganda Campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn (tidak dimainkan)

Jajaki Perempat Final, Ini Formasi Tim Beregu Indonesia Hadapi Thailand

Dobel putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan kembali bermain dalam laga perempat final, nomor beregu Kejuaraan Asia Junior Championship 2018, pada Senin (16/7). (Humas PBSI)

Jakarta- Indonesia melaju ke babak perempat final beregu Asia Junior Championships 2018. Meski kalah di laga kedua penyisihan grup D melawan Jepang pada Minggu (15/7), garuda muda tetap lolos sebagai runner up grup D. Indonesia akan berhadapan dengan Thailand. Negara-negara yang masuk fase delapan besar yakni China, Taiwan, Thailand, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, India dan Malaysia. Sedangkan negara yang gugur pada fase grup diantaranya Singapura, Kazakhstan, Sri Lanka, Myanmar, Hongkong dan Makau. Wakil manajer tim Indonesia, Ricky Soebagdja, mengatakan timnya akan mewaspadai laga ini. Terutama sektor tunggal yang menjadi kekuatan bagi Thailand. “Thailand kuat di tunggal putra dan tunggal putri, kami harus waspadai. Peluang bisa diambil dari ganda putra, ganda putri dan ganda campuran,” kata Ricky. Meskipun optimis, staf kepelatihan terus memantau kondisi fisik para pemain karena dalam satu hari ada yang bermain lebih dari satu kali, seperti Agatha Imanuela yang tampil dua kali dalam satu hari. Juga Siti Fadia Silva Ramadhanti, yang pada hari kedua berlangsungnya event, bahkan turun sebanyak tiga kali, “Untuk bongkar pasang pemain terus kami diskusikan, karena tak boleh sembarangan merubah komposisi, khawatir pola kerjasama tim dan kebersamaannya lebih sulit dilakukan,” tambahnya. Namun, ia menilai sektor ganda putra dan ganda putri peluangnya 60:40 buat Indonesia. Sedangkan ganda campuran peluangnya 50:50. Laga delapan besar berlangsung Senin (16/7) di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta, mulai pukul 09.00 WIB. Indonesia melawan Thailand berada di paruh undian atas. Sementara di paruh undian bawah, Korea akan berhadapan dengan Malaysia, dan Jepang dengan India. Jika berhasil mengalahkan Thailand, maka lawan yang akan dihadapi menunggu hasil laga antara China dan Taiwan. (Ham/Dre) Skema Susunan Tim Indonesia melawan Thailand: Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani Vs Phittayaporn Chaiwan Tunggal Putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Vs Kunlavut Vitidsarn Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Benyapa Aimsaard/Chasinee Korepap Ganda Putra Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Vs Thanawin Madee/Wachirawit Sothon Ganda Campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Phittayaporn Chaiwan/Kunlavut Vitidsarn

Lolos Fase Grup Sebagai Runner Up, Indonesia Bentrok Tim Negri Gajah Putih di Perempat Final

Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti takluk dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21, dalam laga penyisihan grup D nomor beregu Asia Junior Championship 2018. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim bulu tangkis beregu Indonesia bakal menantang Thailand, pada babak perempat final nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, yang berlangsung di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (16/7). Indonesia harus berjumpa Thailand, setelah finis kedua pada babak penyisihan grup D, di bawah Jepang. Jepang dan Indonesia sebelumnya sama-sama menaklukkan Singapura 5-0 pada laga perdana di grup D. Sementara pada laga penentuan juara grup, Indonesia menyerah 2-3 dari Jepang. Jepang mendapat tiga angka dari nomor ganda campuran, tunggal putra dan tunggal putri. Sementara Indonesia meraih dua poin dari nomor ganda putra dan ganda putri. Turnamen Asia Junior Championship di nomor beregu diikuti sebanyak 14 negara. Turnamen ini memakai sistem Piala Sudirman dengan memainkan lima partai. Yakni terdiri dari nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Melawan Jepang, Indonesia tertinggal dahulu usai pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva kalah dari pasangan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito 13-21, 21-12, 17-21. Jepang juga menambah keunggulan menjadi 2-0 setelah di partai tunggal putra Taiki Kato menang atas Alberto Alvib Yulianto 22-20, 21-18. Indonesia mengejar ketinggalan melalui dobel putra. Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto menang 17-21, 21-6, 23-21 atas pasangan Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama. Namun, Jepang mengunci kemenangan menjadi 3-1 setelah pemain tunggal putri Hirari Mizui menaklukkan andalan Indonesia Widjaja Stephani 21-16, 21-7. Pada partai kelima, Indonesia mendapat kemenangan melalui ganda putri Agatha Imanuela/Siti Fadia yang mengalahkan Matsu Saito/Rumi Yoshida 21-18, 22-20. “Sebenarnya kami imbang, pun kita di babak kedua bisa megang. Tapi ya itu, banyak kesalahan pribadi, terutama saat servis,” tutur Amon Sunaryo, kepala pelatih kedua pasangan Rehan dan Siti, usai laga partai pertama, pada nysnmedia.com. Hal senada juga diungkap Rudy Gunawan, kepala pelatih tim Indonesia. “Persaingan memang tak mudah karena peta kekuatan bulu tangkis di level junior nyaris sama dengan senior. Jepang punya materi pemain yang bagus. Thailand juga lawan yang kuat dengan materi yang merata,” tukas Rudy. Thailand tampil sebagai juara grup setelah mengalahkan Makau, Hong Kong dan Taiwan dengan skor telak 5-0. Babak perempat final bulu tangkis Asia Junior Championship 2018 lainnya akan mempertemukan Cina dengan Taiwan, India versus Jepang dan Malaysia lawan Korea Selatan. Pemenang dari partai perempat final turnamen bulu tangkis ini langsung tampil di fase semifinal yang digelar Senin (16/7). Pada turnamen ini, Indonesia menargetkan bisa kembali tampil di final seperti tahun 2017. (Dre/Ham) Hasil Pertandingan Indonesia vs Jepang: Ganda Campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Hiroki Midorikawa/Natsu Naito: 13-21, 21-12, 17-21 Tunggal Putra Alberto Alvin Yulianto Vs Taiki Kato: 20-22, 18-21 Ganda Putra Ghifari Anandaffa Prihardika/Pramudya Kusumawardana Riyanto Vs Hiroki Midorikawa/Hiroki Nakayama: 17-21, 21-6, 23-21 Tunggal Putri Stephani Widjaja Vs Hirari Mizui: 16-21, 7-21 Ganda Putri Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti Vs Natsu Saito/Rumi Yoshida: 21-18, 22-20

Lumat Unggulan Satu Asal Denmark, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Rengkuh Gelar Thailand Open 2018

Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja sukses menjuarai Thailand Terbuka 2018 usai menekuk unggulan satu asal Denmark, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, dua game langsung, 21-12 dan 21-12. (Pras/NYSN)

Bangkok- Jepang berjaya pada ajang Thailand Terbuka 2018. Pada laga final, Minggu (15/7), wakil Tim Matahari Terbit membawa pulang tiga gelar. Total, hanya dua negara yang mampu meraih titel pada turnamen ini. Dua gelar lainnya diraih tim Indonesia, melalui nomor ganda campuran dan ganda putri. Duet Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja merengkuh gelar Thailand Open 2018, pada Minggu (15/7). Di partai pamungkas, duet Merah Putih yang berada di ranking 11 dunia versi BWF itu melumat unggulan satu asal Denmark, Chris Adcock/Gabrielle Adcock, straight game, 21-12 dan 21-12, dalam tempo 28 menit. Kemenangan ini sekaligus membuat Hafiz/Gloria memimpin rekor pertemuan dengan dobel Denmark penghuni ranking 6 dunia versi BWF itu menjadi 1-0, sekaligus menjadi gelar pertama sejak mereka diduetkan. Prestsi Hafiz/Gloria tengah menunjukan grafik peningkatan. Pekan lalu, di turnamen Indonesia Open 2018, Hafiz/Gloria menembus semifinal sebelum ditaklukan seniornya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Kebahagiaan juga dirasakan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Menempati unggulan 4 turnamen, Greysia/Apriyani mematahkan perlawanan wakil Jepang sekaligus unggulan 3 turnamen, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, straight game, 21-13 dan 21-10, dalam waktu 53 menit. Sebelumnya, kedua pasangan ini pernah berjumpa sebanyak 5 kali. Dan, tak sekalipun duet Pelatnas PBSI Cipayung itu meraih kemenangan atas Misaki/Ayaka. Sementara itu, tunggal putra Tommy Sugiarto harus menelan pil pahit. Putra dari juara dunia Icuk Sugiarto itu kandas di tangan wakil Jepang Kanta Tsuneyama, lewat rubber game berdurasi 58 menit, dengan skor 16-21, 21-13, dan 9-21. Berdasarkan catatan, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pemain. Dengan demikian, Kanta memimpin rekor pertemuan 1-0 atas pebulutangkis Indonesia yang kini bertengger di ranking 15 dunia versi BWF itu. Sementara itu, gelar tunggal putri menjadi milik wakil Jepang Nozomi Okuhara, yang tampil mengejutkan mengalahkan unggulan 2 turnamen asal India, Pusarla V. Sindhu, 21-15 dan 21-18, dalam waktu 50 menit. Sedangkan gelar ganda putra diraih dobel Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, unggulan satu turnamen yang menyingkirkan kompatriotnya, Hiroyuki Edo/Yuta Watabe, 21-17 dan 21-19, dalam waktu 44 menit. (Adt) Hasil lengkap final Thailand Terbuka 2018 Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja Vs Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) 21-12, 21-12 Ganda Putra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) Vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 21-17, 21-19 Ganda Putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu Vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 21-13, 21-10 Tunggal Putra Kanta Tsuneyama (Jepang) Vs Tommy Sugiarto 21-16, 13-21, 21-9 Tunggal Putri Nozomi Okuhara (Jepang) Vs Pusarla V. Sindhu (India) 21-15, 21-18

Laga Perdana Mulus, Tim Beregu Junior Indonesia Cukur Singapura 5-0

Tunggal junior Indonesia, Putri Kusuma Wardani (kiri), memastikan kemenangan Indonesia 3-0 atas Singapura, usai menaklukan Insyirah Khan, 21-14 dan 21-16, pada Minggu (15/7). (Adt/NYSN)

Jakarta- Indonesia berhasil menang telak 5-0 atas Singapura pada laga perdana nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018, di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Minggu (15/7) pagi. Angka pertama Merah Putih disumbang duet campuran Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati. Mereka menang dua gim langsung, 21-18 dan 21-12 atas wakil Singapura, Han Zhuo Toh/Zhi Rui Bernice Lim, dalam pertarungan berdurasi 27 menit. Indonesia memimpin 1-0. Di pertandingan kedua, tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay menambah angka bagi Indonesia menjadi 2-0. Ia menang straight game dari Jia Wei Joel Koh, 21-13 dan 21-15, dalam waktu 41 menit. Dipertandingan ketiga, Putri Kusuma Wardani memastikan skor 3-0 atas Singapura. Tunggal junior itu berhasil memenangi duel selama 40 menit dengan Insyirah Khan, dua gim langsung, 21-14 dan 21-16. “Gim pertama masih enak mainnya. Tapi, di gim kedua bermain sedikit tegang. Dan, pelatih nyuruh saya tingkatkan lagi dan kasih tekanan ke lawan. Kebetulan lawan juga tak memiliki daya tahan yang bagus. Sehingga saya bisa unggul dan menang di pertandingan tadi,” ujar dara kelahiran Tangerang, Banteng, 20 Juli 2002 itu. Siswi kelas 11 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Tangerang Selatan (Tangsel) itu, berjanji akan terus memberikan penampilan terbaik pada setiap laga yang dilakoninya. “Di pertandingan selanjutnya, saya akan terus berusaha untuk tampil lebih baik lagi. Masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Mudah-mudahan bisa terus meraih kemenangan pada setiap laga,” cetus Putri. Dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Pramudya Kusumawardana Riyanto, yang turun dipertandingan keempat, menyusul rekan-rekannya dalam meraih kemenangan. Rehan/Pramudya berhasil melumpuhkan perlawanan Wen Xing Abel Tan/Han Zhuo Toh, lewat pertarungan dua gim, 21-19 dan 21-14, dalam laga sepanjang 28 menit. Begitu juga dengan ganda putri, Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka menang mudah atas Insyirah Khan/Zhi Rui Bernice Lim, dalam tempo 23 menit, dengan skor 21-4 dan 21-11. Ricky Soebagja, wakil manajer tim Indonesia, mengungkapkan timnya telah berhitung peluang saat berjumpa Singapura. Dan, hasilnya, sebut Ricky, kemampuan Indonesia masih berada di atas Singapura. “Di atas kertas Indonesia masih di atas. Perkiraan kami Indonesia memang bisa merebut kemenangan 5-0,” tukas Ricky. (Adt)

Huni Grup D Bersama Jepang dan Singapura, Beregu Indonesia Bidik Tiket Final Asia Junior Championship 2018

Tim junior bulutangkis Indonesia ada di Grup D bersama Jepang dan Singapura pada nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018. (twitter)

Jakarta- Tim junior bulutangkis Indonesia ada di Grup D bersama Jepang dan Singapura pada nomor beregu Asia Junior Championship 2018 atau Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2018. Turnamen yang dihelat di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Banten, 14-17 Juli 2018, skuat Merah Putih membidik tiket final. Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sekaligus Manajer Tim Indonesia, mengatakan bila lawan terutama Jepang memiliki kekuatan yang sangat baik. “Jadi kami tetap waspada dan konsentrasi satu-satu. Kalau target kami mudah-mudahan bisa minimal seperti tahun lalu, ke final. Tapi, kami tetap berusaha meningkatkan. Apalagi sebagai tuan rumah, ini mungkin terakhir, karena berikutnya sudah bukan di Indonesia lagi,” ujar Susy, dikutip situs resmi PBSI, Jumat (13/7). Atlet dari 18 negara dipastikan terlibat pada event ini. Berdasarkan data yang dihimpun media dari PB Jaya Raya di Jakarta, Sabtu, total atlet yang berpartisipasi pada kejuaraan yang diselenggarakan di oleh PB Jaya Raya ini 244 atlet yang berusia dibawah 19 tahun. Ketua Harian PB Jaya Raya, Imelda Wiguna dalam keterangan resminya mengatakan, ini merupakan ajang yang bagus untuk para pebulu tangkis muda untuk mengasah kemamouan sekaligus menjadi ajang pembelajaran untuk bekal masa depan mereka. “Ajang ini merupakan kesempatan emas bagi atlet muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meraih prestasi. Tak hanya itu mereka juga belajar dari turnamen ini untuk bekal masa depan mereka di kejuaraan yang lebih besar dan bergengsi,” ujar Imelda. Event ini mempertandingkan nomor beregu dan perseorangan, sehingga membuat even ini harus terselenggara dalam waktu yang cukup panjang. Di laga perdana, pasukan Garuda akan menghadapi Singapura, Minggu (15/7) pada pukul 09.00 WIB. Dan, menghadapi Jepang di hari yang sama pada pukul 16.00 WIB. Susy, mengungkapkan tim junior yang diturunkan pada ajang ini dalam kondisi baik. Meski demikian, istri dari legenda bulutangkis Alan Budikusuma itu, pihaknya akan tetap berusaha meningkatkan kemampuan. Apalagi sebagai tuan rumah dan tahun ini kemungkinan adalah yang terakhir sebelum pindah ke negara lain. Bahkan, tambah Susy, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu. “Persiapan cukup baik. Dari tahun lalu kami persiapkan dari awal tahun paling tak enam bulan. Mereka latihan intensif, lebih terfokus dan sparing dengan senior juga. Tahun lalu hasilnya cukup baik,” pungkasnya. Turnamen Badminton Asia Junior Championship 2018 merupakan gelaran kedua di PB Jaya Raya. Pada edisi sebelumnya, Indonesia sukses mengunci satu emas lewat pasangan ganda campuran junior Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Ramadhanti di kategori perorangan. (Adt) Pembagian Grup Beregu Asia Junior Championships 2018 : Grup A : Tiongkok, Malaysia, Myanmar Grup B : Thailand, Taiwan, Hong Kong, Macau Grup C : Korea, India, Kazakhstan, Sri Lanka Grup D : Indonesia, Jepang, Singapura

Ulangi Kejutan, Ganda Kembar 17 Tahun Asal DKI Jakarta Lolos Final Women’s Circuit 2018

Duet kembar Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina melaju ke final turnamen Women’s Circuit 2018, usai menekuk ganda China, Zhima Du/Shou Na Mu, lewat partai tiga set 3-6, 6-2, (10-5). (antaranews.com)

Jakarta- Ganda putri Indonesia yang juga saudara kembar, Fitriani Sabatini/Fitriana Sabrina, lolos ke final turnamen tenis internasional bertajuk PT Pembangunan Perumahan Construction & Investment Women’s Circuit Internasional Tennis 2018. Dalam laga semifinal di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis, keduanya mengalahkan duet China, Zhima Du/Shou Na Mu. Ganda remaja 17 tahun asal DKI Jakarta itu unggul lewat partai tiga set, melalui super tie break 3-6, 6-2, (10-5). Keduanya bakal melawan gado-gado Indonesia/Jepang, Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno, yang akan digelar di Lapangan Gelora Manahan Solo, Jumat (13/7), pukul 14.00 WIB. Ana/Ani sempat kalah pada set pertama. Ganda Indonesia ini sering mengalami kesalahan sendiri dengan bola keluar, sehingga mengakui keunggulan lawan dengan skor 3-6. Keduanya bermain lebih sabar di set kedua sehingga mampu menang 6-2. Pada pertandingan set ketiga dilakukan super tie break dan akhirnya dimenangi Ana/Ani dengan 10-5. “Saya harus bermain sabar melawan pasangan Tiongkok itu. Setiap bola dari lawan berusaha dikembalikan dan lawan akhirnya mati sendiri,” kata Ani, usai pertandingan. Sejatinya, pasangan remaja ini meladeni pemenang laga unggulan utama, Aldila Sutjiadi (Indonesia) dan Mana Ayukawa (Jepang), kontra duet Indonesia Jepang lainnya, Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno. Sayangnya, partner Aldila, yakni Ayukawa, mengalami cedera pergelangan tangan kanan paska menjalani laga semi final tunggal. Unggulan pertama ganda itu pun memberikan kemenangan tanpa tanding bagi pasangan Rifanty/Okuno. Namun, masuk final di nomor ganda ini menjadi berkah bagi kedua petenis ini, karena mereka kandas di perempat final nomor tunggal. Rifanty harus menyerah dari petenis Zhima Du (Tiongkok) dengan straigt set 4-6 4-6, sedangkan Okuno yang merupakan unggulan ketiga, tersingkir dari tangan senegaranya, Ayukawa, 0-6 6-4 3-6. (Ham)