BATC 2022. Tim Putra Kalah Terhormat di Final

Sudah berjuang maksimal dan penuh semangat, belum cukup bagi pemain putra Skuad Muda Garuda untuk mengalahkan Malaysia. Indonesia yang diperkuat pemain pelapis harus mengakui keunggulan tuan rumah yang turun dengan kekuatan penuh di final Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Pada laga pamungkas beregu putra yang digelar pada Minggu (20/2) petang di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Chico Aura Dwi Wardoyo cs., dikalahkan tim negeri jiran dengan skor 0-3. Indonesia bisa disebut kalah secara terhormat. Para pemain pelapis ini sudah mengeluarkan kemampuan terbaik, namun Malaysia yang turun dengan tim Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark lalu, memang lebih solid. “Terima kasih atas perjuangan semua pemain. Kita kalah secara terhormat dari Malaysia yang mengandalkan tim Piala Thomas tahun lalu,” kata Aryono Miranat, pelatih ganda putra. Kegagalan ini pun memupus asa tim Merah-Putih untuk menyandingkan titel juara putra-putri. Sebelum partai final putra digelar, Gregoria Mariska Tunjung dkk., sudah berhasil untuk kali pertama menjadi jawara beregu Asia usai menang 3-1 atas Korea Selatan di final. Kendati begitu, perjuangan pemain begitu hebat. Mereka layak diacungi jempol. Mereka bermain penuh semangat dan tidak kenal takut, termasuk menghadapi tekanan penonton. Terbukti pemain muda Indonesia juga mampu memaksa bermain rubber game. Chico yang tampil pertama, belum berhasil mengalahkan Lee Zii Jia. Tetapi dia mampu mencuri satu gim. Kegagalannya itu lebih banyak ditentukan faktor kematangan. “Di gim pertama saya bisa main cepat sesuai strategi yang saya kembangkan. Sayang di gim kedua, saya tidak bisa keluar dari pola permainan lawan. Selain tak berkembang dan terjebak pola permainan lawan, saya juga banyak membuat kesalahan,” kata Chico. Menurut pelatih tunggal putra Harry Hartono, di gim pertama dengan permainan cepat, Chico bisa bermain bagus. Terbukti bisa menang 21-14. Namun saat Lee mengubah strategi ke permainan lambat di gim kedua, Chico jadi kurang bisa mengimbangi. Permainan lalu dikuasai andalan tuan rumah. Begitu pun di gim ketiga, permainan sang juara All England 2021 itu begitu nyaman dan akhirnya menang di dua gim dengan 21-12, 21-10. Pada ganda pertama, pasangan pelapis, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga layak diacungi jempol. Pasangan berjulukan The Babbies ini bisa merebut gim pertama sebelum akhirnya takluk di tangan pasangan peraih perunggu Olimpiade Tokyo, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-17, 13-21, 18-21. “Tadi kami sudah berjuang maksimal. Sayang di poin-poin kritis kami kurang tenang. Ini menjadi pelajaran penting bagi pasangan muda seperti saya dan Daniel,” ucap Leo “Kami sudah memberikan perlawanan terbaik. Mainnya juga normal. Hanya di angka-angka tua kami kurang tenang saja. Tadi dalam kedudukan 17-18 di gim ketiga, karena shuttlecock kena angin, pukulan smash di depan net malah nyangkut,” timpal Daniel. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang tampil penuh semangat dan pantang menyerah di partai ketiga, belum mampu memperseman kemenangan. Tunggal kedua Indonesia itu dikalahkan Ng Tze Yong, 14-21, 15-21. “Seluruh kemampuan terbaik sudah saya keluarkan, tetapi lawan memang lebih baik. Tadi terus terang saya rasakan ada tekanan beban mental setelah kita ketinggalan 0-2. Pelajaran yang bisa saya petik dari tampil di kejuaraan beregu Asia ini adalah perlu mentalitas tangguh,” sebut Ikhsan. Sumber: www.pbsi.id

Profil Stephanie Widjaja, Sang Pemuncak Ranking BWF Junior Putri

Profil Stephanie Widjaja, Sang Pemuncak Ranking BWF Junior Putri

Tim Putri Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan setelah bermain sengit dalam lima partai pada ajang Kejuaraan Beregu Asia 2022. Stephanie Widjaja, pebulu tangkis tunggal putri, menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Korea Selatan, Kamis (17/2/2022). Stephanie Widjaja mengalahkan Kim Joo Eun dalam pertandingan straight game dengan skor 21-11, 21-13. Pada pertandingan sebelumnya kontra Hong Kong, dia juga menutup pesta Indonesia dengan kemenangan pada partai terakhir. Dia mengalahkan Mehta Saloni Samirbhai lewat straight game, 21-18 dan 21-13, serta membuat Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong. Sementara pada laga melawan Kazakhstan, Stephanie Widjaja sengaja disimpan. Sebelum masuk ke kategori senior, Stephanie Widjaja meninggalkan jejak manis di kelas junior. Tunggal putri kelahiran 19 Februari 2003 tersebut pernah merasakan ranking 1 BWF junior putri pada tahun lalu. Tepatnya ketika update ranking BWF Junior pada 1 Januari 2021. Fani, sapaan akrabnya, berada di urutan pertama dengan total poin 13.670. Dia unggul jauh dengan atlet asal India, Samiya Imad Farooqui (11.360) dan Thailand (Pornpicha Choeikeewong (11.125). Sementara pada kelas senior atau BWF World Ranking (2/15/2022), dia menempati urutan ke-298. Awal karier Stephanie Widjaja di dunia bulu tangkis dimulai sejak dia duduk di bangku SMP dan dipoles oleh klub Jaya Raya Jakarta. Situs Badminton Asia memasukkan Stephanie Widjaja sebagai salah satu bibit baru tunggal putri di Benua Asia. Pada tahun 2019, namanya mulai tampak di dunia bulu tangkis tingkat Asia. Kala itu, dia tembus perempat final Kejuaraan Dunia Junior ketika usianya masih 16 tahun. Kemudian pada tahun berikutnya, Fani mampu tembus final German Open Junior kendati kalah dan meraih runner-up. Dia digadang-gadang menjadi The Next Susy Susanti dan bahkan bisa melampaui sosok pemain yang dia idolai sekaligus ranking 1 dunia, Tai Tzu Ying (Chinese Taipei). Di Tim Indonesia yang saat ini sedang berlaga di BATC 2022, Stephanie Widjaja merupakan salah satu andalan bersama tunggal putri yang juga masih muda yaitu Putri KW dan Gregoria Mariska. Bio Data Nama: Stephanie Widjaja Nama sapaan: Fani Tempat lahir: Jakarta Tanggal lahir: 19 Februari 2003 Tinggi badan: 164 cm Klub: Jaya Raya Jakarta Sektor: Tunggal putri Ranking Senior: 298 (per tanggal 15 Februari 2022)

Penuh Drama, Tim Putra Indonesia Atasi Perlawanan Korsel

Luar biasa. Laga menegangkan dan penuh drama akhirnya mampu dimenangkan oleh tim putra bulutangkis Indonesia saat berjumpa Korea Selatan. Sempat tertinggal, Chico cs. menang tipis 3-2 atas Korea Selatan. Chico Aura Dwi Wardoyo yang tampil sebagai ujung tombak tim Indonesia, sukses menunaikan tugas. Dia membawa Skuad Garuda Muda memimpin 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Pada laga yang berlangsung Kamis (17/2) pagi di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Chico bermain lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi Jeon Hyeok Jin. Lewat pertarungan selama 66 menit, Chico menang 21-18, 15-21, 21-19. “Senang bisa melaksakan tugas dengan baik dan bisa sumbang poin kemenangan untuk Indonesia. Semoga dengan kemenangan saya ini makin memotivasi teman-teman yang lain untuk juga bermain maksimal dan menang,” ujar Chico. Di gim ketiga saat memimpin 18-12, Chico seperti kehilangan fokus. Permainan monoton dan kurang bervariasi. Pukulan-pukulannya bisa diantisipasi lawan, sehingga sempat tersusul hingga 18-16. Syukurlah setelah itu kapten tim Merah-Putih ini bisa kembali fokus ke permainan terbaiknya. “Tadi saya agak kurang in dan sempat kehilangan konsentrasi. Setelah itu saya lebih berkonsentrasi dan bisa in kembali. Saya mencoba fokus untuk mengambil satu poin agar lebih tenang di poin-poin kritis. Syukurlah akhirnya menang,” ujar Chico. Sayang pada partai kedua, penampilan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan gagal menyumbangkan angka. Hanya dalam durasi 31 menit, mereka menyerah kalah kepada Jin Yong/Na Sung Seung, 10-21, 19-21. Indonesia tertinggal 1-2 setelah pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dikalahkan Kim Joo Wan. Meski sudah berjuang keras dan pantang menyerah, Ikhsan takluk 18-21, 14-21. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali tampil apik dengan membawa Indonesia menyamakan kedudukan 2-2. Pasangan berjulukan The Babbies ini menang atas Noh Jin Seong/Yoon Dae Il dengan skor 21-13, 21-13 dalam 32 menit. “Kami main normal saja. Bisa mengeluarkan permainan terbaik dan tidak memikirkan soal Indonesia tertinggal 1-2,” ujar Daniel. “Ya, tadi permainan kami lebih oke. Adaptasi dengan lapangan juga jauh lebih baik,” timpal Leo. Adalah Christian Adinata yang tampil di partai pamungkas saat skor 2-2, sempat dicekam ketegangan. Namun, setelah bisa menguasai keadaan dan beradaptasi dengan lapangan, dia akhirnya mampu mengatasi Jeong Min Sun, 21-19, 11-21, 21-17. “Puji tuhan bisa menyelesaikan pertandingan dan tak ada cedera. Senang bisa main maksimal dan menyumbangkan poin, meski tegang tapi akhirnya bisa mengatasi,” tutur Christian usai pertandingan kepada Tim Humas PBSI. “Tadi start di gim pertama kurang bagus dan banyak kesalahan sampai ketinggalan 3-11. Tetapi makin lama feeling saya bisa kembali. Saya pelan-pelan bisa mengejar dan akhirnya menang,” ujar Christian. Pada pertandingan selanjutnya, tim putra bulutangkis Indonesia akan jumpa India pada hari Jumat, 18 Februari, pukul 10.00 waktu setempat.

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Tim putri bulutangkis Indonesia yang awalnya dianggap sebelah mata, justru menjadi juara grup. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Z Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022, Gregoria Mariska Tunjung dkk., berhasil menekuk Korea Selatan. Dalam pertandingan di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Kamis (17/2) petang, putri Skuad Garuda Muda sukses menjungkalkan tim Negeri Ginseng dengan 3-2. Sebelumnya Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong dan mengungguli 5-0 Kazakhstan. Gregoria berhasil membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah mengalahkan Sim Yu Jin. Lewat penampilan apik, terutama di gim pembuka, kapten tim putri Indonesia itu menang 21-6, 21-18. “Puji Tuhan saya bisa main baik dan menyumbangkan poin. Tadi di gim pertama, permainan saya memang sudah seperti direncanakan, sementara lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Gregoria. Penampilan Gregoria di gim pembuka memang mengilap. Lawan tidak bisa berbuat banyak. Variasi serangan dan tidak banyak melakulan kesalahan, mengantarkannya menang mudah dengan skor 21-6. Sayang di gim kedua, Gregoria seperti kehilangan fokus. Dia mengikuti pola permainan lambat lawan. Adaptasi dengan lapangan juga terganggu. Setelah unggul 12-6, malah bisa terkejar. “Pada gim kedua, saya terbawa dan mengikuti pola permainan lambat lawan. Selain itu, saat unggul 12-6, saya juga kerap melakukan kesalahan sendiri dan kurang tenang. Padahal saya sudah leading banyak dan permainan saya pun jadi tegang dan terkejar,” sebut juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu. “Untung, berkat kembali fokus, gim kedua pun dimenangi Gregoria dengan 21-18. “Setelah itu, saya bisa kembali fokus ke pola permainan sendiri. Tekanannya ditambah dan lebih cepat, hingga saya bisa memenangi gim kedua,” tambah Gregoria. Pada ganda putri pertama, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga sudah berjuang dan menampilkan seluruh kemampuan terbaik. Namun, perjuangannya tidak menghasilkan kemenangan setelah kalah dengan skor 20-22, 19-21. Posisi Indonesia jadi tertinggal 1-2 setelah Putri Kusuma Wardani yang turun di partai ketiga, dikalahkan Lee Se Yeon, 16-21, 19-21. Pasangan dadakan Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari berhasil menyamakan krdudukan 2-2 setelah menang 21-16, 22-20 atas Kim Min Ji/Lee Seo Jin. “Alhamdulliah saya merasa senang karena bisa menang setelah Indonesia tertinggal dan bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2,” ujar Lanny. Nita dan Lanny adalah pasangan dadakan setelah Jesita Putri Miantoro mengalami cedera paha kiri. Meski pasangan baru, cemistry Nita dan Lanny sudah oke karena sering latihan bareng di Pelatnas Cipayung. Kepastian Indonesia sebagai juara grup ditentukan Stephanie Widjaja yang tampil di partai kelima setelah mengatasi Kim Joo Eun, 21-11, 21-13. “Saya tegang juga sih, tetapi berusaha tenang biar mainnya lebih bagus. Kunci kemenangannya, saya yakin kalau saya lebih bagus. Saya senang karena bisa menang dan menjadi penentu,” kata Stephanie.

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Tim putra bulu tangkis Indonesia sukses mengikuti rekan putri dengan memenangi laga perdana penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Seperti tim putri, Chico Aura Dwi Wardoyo dkk., juga mengalahkan Hong Kong dengan skor 4-1. Pemain tunggal pertama, Chico Aura Dwi Wardoyo sukses melakoni peran sebagai ujung tombak Indonesia. Lewat penampilan penuh percaya diri dan terus mengontrol permainan, Chico dalam pertemuan pertamanya, sukses menggusur Lee Cheuk Yiu dengan 21-14, 18-21, 21-18. Indonesia pun bisa memimpin 1-0 atas Hong Kong. “Saya senang bisa mempersembahkan angka pertama bagi Indonesia. Kemenangan ini begitu penting biar teman-teman juga makin tambah semangat,” sebut Chico. Menurut Chico, kemenangan itu berkat strategi untuk terus memegang kendali permainan. “Dari awal saya mencoba memegang tempo permainan dan jangan mengikuti pola permainan cepat lawan. Sebab kalau mengikuti permainan lawan, saya kalah cepat,” ujar Chico. Hanya, setelah memenangi pertarungan di gim pembuka, di gim kedua Chico kurang konsisten. Dia juga banyak mati sendiri. Akibatnya, dia pun merelakan gim kedua untuk Lee. Pada gim ketiga, Chico sempat tertinggal 16-18. Namun, pelan tapi pasti dan terus memegang kendali permainan, Chico bisa merebut lima poin secara terus-menerus hingga menutup gim ketiga dan akhirnya menang 21-18. Hasil sebaliknya diukir Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pasangan muda ini kalah secara menyakitkan dari Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald dengan skor 12-21, 21-18, 20-22. Padahal di gim ketiga, Pram/Yere sudah memimpin 20-16. Artinya tinggal butuh satu angka untuk menang dan membawa Indonesia memimpin 2-0 atas Hong Kong. Namun karena terburu-buru dan kurang pengalaman, Pram/Yere justru kalah menyesakkan. Enam angka beruntun malah didapat lawan dan pasangan muda Merah-Putih itu pun justru takluk di gim penentuan dengan 20-22. “Tadi kita terlalu buru-buru mau cepat-cepat menang. Ingin satu poin banget, dampaknya terlalu hati-hati dan kurang sabar. Kami juga terlalu menonton dalam serangan. Sayang nyaris menang, malah kalah. Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi saya dan Yere untuk ke depannya,” sebut Pramudya. Pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang tampil dalam kedudukan 1-1, malah sukses membawa Indonesia jadi unggul 2-1. Dia berhasil mengatasi permainan Chan Yin Chak dengan skor 16-21, 22-20, 21-17. “Saya tadi tidak memikirkan soal kedudukan 1-1. Tetapi lebih fokus ke permainan diri sendiri untuk bisa tampil terbaik saja. Rasanya biasa saja bisa menang dan menyumbangkan angka. Saya baru akan sangat senang kalau Indonesia bisa juara,” sebut Ikhsan. Indonesia akhirnya memimpin 3-1 lebih dahulu setelah pasangan ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang 22-20, 21-16 atas Ho Wai Lun/Yeung Ming Nok di partai keempat. “Syukur alhamdulillah bisa menang. Meski begitu dari sisi permainan saya belum puas. Banyak yang perlu diperbaiki seperti adaptasi dan tekniknya,” kata Leo. Christian Adinata yang turun di partai kelima berhasil menggenapkan kemenangan 4-1 Skuad Muda Garuda atas Hong Kong. Pemain tunggal ketiga ini berhasil menundukkan Jason Gunawan dengan 21-15, 21-14 dalam pertandingan yang berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Selasa (15/2) malam. “Puji Tuhan saya bisa menyumbangkan angka dan bermain tidak ada cedera. Saya terus terang merasa senang bisa tampil maksimal dan apa yang sudah diberikan oleh pelatih, bisa keluar semua dalam pertandingan ini,” kata Christian, dilansir dari laman PBSI.

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja berhasil menutup laga Indonesia vs Hong Kong di awal Kejuaraan Beregu Asia 2022 dengan kemenangan. Tim bulu tangkis putri Indonesia yang didominasi atlet muda berhasil meraih kemenangan di laga pertama babak penyisihan grup Z Kejuaraan Beregu Asia 2022, Selasa, 15 Februari 2022. Di partai terakhir, Indonesia yang diwakili pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja sukses meraih kemenangan. Stepahnie mampu mengalahkan wakil Hong Kong, Saloni Samirbhai Mehta dengan dua gim langsung 21-18, 21-13. Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung yang turun pada partai pertama tunggal putri mampu mengalahkan Cheung Ying Mei dua gim langsung, 21-16 dan 21-12. Namun di partai kedua, Hong Kong menyamakan skor melalui wakil ganda putrinya, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Di mana Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam sukses menaklukkan wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, melalui rubber game dengan skor 21-19, 19-21, 23-21. Di partai berikutnya, Hong Kong kembali menelan kekalahan dari wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Putri KW mampu menaklukkan perlawanan wakil Hong Kong, Yeung Sum Yee, dengan skor 21-14, 21-15. Di partai keempat, pasangan ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro menjadi penentu kemenangan tim putri Indonesia. Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro memastikan Indonesia menang 3-1 atas Hong Kong setelah mengalahkan Fan Ka Yan/Yau Mau Ying, dengan skor, 12-21, 21-14, 21-19. Kemudian di partai terakhir, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Stephanie Widjaja, menyempurnakan poin kemenangan Indonesia menjadi 4-1. “Tadi saya berprinsip main tenang saja agar bisa mengeluarkan permainan terbaik saja,” sebut Stephani, dilansir dari laman resmi PBSI. Setelah menaklukkan Hong Kong, Indonesiakini memiliki dua laga tersisa di fase grup. Jika Srikandi Indonesia berhasil meraih satu kemenangan lagi, maka bisa dipastikan langkah merah putih untuk lolos ke babak selanjutnya terbuka lebar. Tim bulu tangkis putri Indonesia akan kembali bertanding melawan Kazakhstan pada laga kedua babak penyisihan grup Z. Pertandingan melawan Kazakhstan akan digelar pada Kamis (17/2/2022) di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Junio Junior Open 2022, Jadi Magnet Petenis Muda Indonesia

Junio Junior Open 2022, Jadi Magnet Petenis Muda Indonesia

Turnamen Tenis Junio Junior Open 2022 tandingkan lima kelompok umur berbeda. Turnamen yang digelar sejak Minggu (13/2/2022) kemarin ini akan berlangsung hingga Sabtu (19/2/2022) mendatang. Untuk venue pertandingan, kejuaraan ini digelar di empat lapangan berbeda, antara lain; Lapangan Tenis Kompleks Stadion Sultan Agung, Lapangan Tenis RS DKT, Lapangan Tenis UNY dan Lapangan Tenis Sinduadi. Direktur Turnamen Junio Junior Open 2022, Anshari Nuraida menjelaskan kejuaraan dengan level nasional ini memberikan kesempatan untuk bertanding bagi petenis dengan kelompok umur 10, 12, 14, 16 dan 18 tahun. Kemudian mereka akan bertanding dalam dua nomor, yakni nomor tunggal dan ganda. “Dari kuantitas dan kualitas peserta yang datang ke Yogya, kami bersyukur dapat menaikkan gengsi event ini. Namun kami tak henti-hentinya mengingatkan peserta untuk mematuhi protokol kesehatan. Tenis beruntung termasuk cabang olahraga yang berisiko rendah paparan Covid-19,” ulasnya. Selain itu salah satu alasan dari penyelenggaraan kejuaraan ini DIY dapat menjadi magnet bagi petenis muda dari seluruh daerah di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan kenyataan dimana beberapa nomor pertandingan seperti KU 12, 14 dan 16 tunggal putra turnamen ini harus menggelar 128 draw size. Artinya, atlet harus melewati tujuh babak lebih dulu sebelum menjadi juara. Tak hanya dari segi antusiasme peserta, Kejurnas Junior yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti ini turut diramaikan petenis papan atas junior Indonesia. Beberapa nama petenis junior ternama yang andil di dalamnya antara lain; Aditya Yudha Pratama asal Slawi, Tegal yang menempati peringkat nasional petenis (PNP) 1 di KU 10 tahun putra. Kemudian Quora Prince asal Banjarmasin, yang juga PNP 1 KU 10 putri. Selain itu masih ada Rafalentino Dacosta (PNP 2 KU 14 putra) dan Mischka Sinclaire Goenadi (PNP 1 KU 14 Putri). Untuk KU 16 putra, petenis unggulan yang ambil bagian yakni Raphael Dandi dari Semarang (PNP 1), serta Tiara Naura Nur Azizah asal Riau (PNP 2 putri). Setelah Junio Junior Open 2022 ini, turnamen akan dilanjutkan dengan kelompok senior umum berlabel Britama Open dengan total hadiah Rp 100 juta. Sejumlah petenis nasional telah memastikan ikut meramaikan persaingan, diantaranya calon penghuni skuad Piala Davis Indonesia yang akan berlaga di babak play off Grup ll menjamu Venezuela awal Maret di Jakarta. “Kami masih memantau beberapa petenis seperti petenis Bantul yang membela Papua Barat, yakni Achad Imam Maruf dan rekannya, Althaf Baehaqi serta Tegar Abdi Satrio Wibowo dari Kalimantan Selatan,” kata Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar.

Rifqi Fitriadi Siapkan Fisik Serta Mental Untuk Piala Davis

Rifqi Fitriadi Siapkan Fisik Serta Mental Untuk Piala Davis

Petenis putra Indonesia M. Rifqi Fitriadi bersiap untuk laga Piala Davis Grup II Indonesia vs Venezuela, yang akan digelar di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 4-5 Maret 2022. Petenis Jawa Timur, yang baru saja menjuarai Mandiri Tennis Open 2022, itu mengatakan akan mempersiapkan diri baik fisik maupun mental untuk kejuaraan tenis beregu putra paling bergengsi di dunia itu. “Untuk persiapannya kita training camp di Senayan mungkin lebih banyak latih tandingnya, mungkin fisiknya lebih ditingkatkan lagi biar lebih maksimal di Davis Cup,” ujar Rifqi ditemui usai laga pemungkas melawan Achad Imam Ma’ruf dari Papua Barat di Jakarta, Minggu. Lebih lanjut, kepada Antara, Rifqi mengatakan bahwa Mandiri Tennis Open 2022 menjadi turnamen terakhirnya untuk persiapan menjelang pertandingan play-off Grup Dunia II Piala Davis 2022 itu. “Setelah ini mungkin lebih persiapan ke latihan-latihan fisik, dan mentalnya, karena di Davis Cup atmosfernya pasti beda,” kata Rifqi. Setelah memenangi nomor tunggal putra dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober lalu, Rifqi mengatakan banyak melakukan latihan ketika pulang ke kampung halamannya, Kalimantan Selatan. Petenis berusia 23 tahun itu juga sempat mengikuti Pangdam Cup 2021 di Manado, Sulawesi Utara, pada Desember lalu, sekaligus menyabet gelar pada kejuaraan nasional tenis lapangan tersebut. Sementara itu, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) telah mengundang sejumlah petenis untuk mengikuti training camp (TC) guna menghadapi Piala Davis. Beberapa di antaranya bahkan telah mulai bergabung untuk latihan. Menariknya, terdapat satu nama baru dalam tim Piala Davis Indonesia kali ini, yaitu Nathan Anthony Barki. Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengatakan masuknya Nathan dalam tim merupakan bagian dari upaya regenerasi atlet Indonesia. “Satu pemain ada yang di luar Nathan, dia mainnya di luar dia tidak pernah ada di Indonesia, dan ranking ITF junior-nya juga bagus, jadi nanti kita siapkan dia untuk di Davis Cup supaya ada satu pemain junior,” kata Rildo. “Setiap ada tim Davis atau apa pun Cup itu selalu saya masukan satu pemain junior… sekarang yang putra Nathan. Sebelumnya, ada Rifqi, sebelumnya lagi Tegar, Gunawan, kita siapkan regenerasi, kalau dia sudah digabung sama seniornya regenerasinya sudah cepat,” ujarnya menambahkan. Indonesia dan Venezuela bakal melakoni laga hidup-mati. Pertandingan tersebut akan menjadi penentu skuad Merah-Putih bertahan di Grup Dunia ll atau terdegradasi ke Grup III Piala Davis.

Cerita Aldila Sutjiadi Wujudkan Mimpi Bermain di Grand Slam

Cerita Aldila Sutjiadi Wujudkan Mimpi Bermain di Grand Slam

Prestasi membanggakan diraih salah satu petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, pada pertengahan Januari lalu. Atlet kelahiran Jakarta itu menembus babak utama Australian Open 2022 lewat jalur wildcard nomor ganda putri berpasangan dengan Peangtarn Plipuech asal Thailand. Ini merupakan pengalaman pertama Aldila Sutjiadi tampil di babak utama turnamen tenis Grand Slam untuk level senior. Dalam wawancara dengan redaksi Skor.id, perempuan 26 tahun itu pun sedikit berbagi cerita soal kisah di balik penampilannya di Australian Open 2022. “Awalnya, saya dan partner mau mengikuti turnamen pemanasan sebelum Australian Open. Kami mendaftar di Australian Open tetapi masuk ke alternate list. Saat itu, banyak sekali pemain yang ada di atas kami untuk masuk babak utama. Kira-kira kami di sekitar nomor 15 dari cut off-nya untuk babak utama,” ujar Aldila. “Harapannya memang kecil untuk bisa masuk (babak utama). Namun satu hari sebelum Natal, kami dapat e-mail dari Tennis Australia,” Aldila bercerita. “Mereka menawarkan untuk mendapatkan wildcard, bermain di babak utama ganda putri Australian Open,” ujarnya. “Pastinya kami senang sekali bisa mendapat tawaran tersebut dan kami menerimanya. Apalagi ini turnamen Grand Slam pertama buat saya dan partner saya,” tuturnya. Sayang, mereka langsung gugur di babak pertama usai takluk 4-6, 2-6 dari Alexa Guarachi/Nicole Melichar-Martinez yang berpredikat unggulan kelima. Namun, kekalahan tersebut tak serta merta membuat Aldila kecewa. Ia mengungkap ada banyak pengalaman berharga yang didapat dari Grand Slam pertamanya. Salah satunya adalah pengalaman berbagi ruangan dengan petenis-petenis top dunia, seperti Rafael Nadal dan Simona Halep. “Dulu, kayaknya cuma bisa melihat mereka (pemain top) dari jauh. Sekarang, lokernya barengan sama pemain-pemain pro. Player lounge, player cafe, semua jadi satu,” katanya. “Waktu aku ke player gym, sebelah ada (Rafael) Nadal lagi pemanasan, ada Simona Halep, ada (Aryna) Sabalenka juga.” lanjutnya Menurut Aldila, pengalaman tampil di Australian Open 2022 kali ini berbeda dibanding saat dirinya menembus semifinal ganda putri Australian Open Junior Championships 2012. Pengalaman kali ini membuat Aldila Sutjiadi lebih termotivasi untuk terus meraih prestasi dalam dunia tenis yang digeluti. “Bermain di Melbourne Park (venue Australian Open 2022) memberi aku semangat dan motivasi kalau aku bisa bermain di Grand Slam,” tuturnya memungkasi. Sumber: Skor.id

Skuad Muda Indonesia Bertolak ke Malaysia

Skuad Muda Indonesia Bertolak ke Malaysia

Tim bulu tangkis Indonesia optimistis menghadapi Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2022 atau Badminton Asian Team Championship (BATC) yang digelar di Selangor, Malaysia, pada 15-20 Februari. Optimisme tersebut terpancar dari wajah-wajah skuad Garuda Muda yang dilepas ke medan laga. Pada Senin (7/2) siang di pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/2) siang, rombongan secara resmi dilepas. Rombongan Indonesia ke BATC 2022 beranggotan 32 orang. Terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri, ditambah pelatih teknik, pelatih fisik, masseur, terapis, dokter gizi, psikolog, dan tim pendukung lainnya. Tim meninggalkan Tanah Air dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines dari Bandara Soerkarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada pukul 15.45 WIB. Menurut Aryono Miranat, manajer tim yang juga asisten pelatih ganda putra utama pelatnas Cipayung Aryono Miranat, skuad “Garuda Muda” siap tempur di ajang BATC 2022. Dengan kekuatan 10 pemain putra dan 10 putri, tim Indonesia muda siap menampilkan performa terbaik. “Meski persiapan termasuk pendek, hanya sekitar tiga minggu, tim Indonesia siap tempur di BATC. Dengan kekuatan pemain muda, kita siap untuk bersaing dengan negara-negara lain,” katanya, melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (7/2). “Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar bisa berprestasi seperti yang diharapkan,” Aryono, menambahkan. Sementara, pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, menyatakan siap mengemban tugas sebagai ujung tombak tim putri Indonesia. “Saya dan teman-teman juga sudah siap bertanding. Persiapan kami juga cukup untuk bersaing di BATC,” tegasnya. Skuad “Garuda Muda” berangkat pada hari ini dengan harapan pada 12 Februari sudah dapat berlatih. Pasalnya, sesampai Malaysia pada Senin (7/2) malam, tim Indonesia wajib menjalani karantina selama lima hari. Setelah itu, jika kondisi pemain sehat dan bebas Covid-19, mereka diizinkan untuk berlatih. Berikut skuad “Garuda Muda” di BATC 2022: Tim Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata 4. Yonathan Ramlie 5. Leo Rolly Carnando 6. Daniel Marthin 7. Pramudya Kusumawardana 8. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 9. Bagas Maulana 10. Muhammad Shohibul Fikri Tim Putri: 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Saifi Rizka Nurhidayah 4. Bilqis Prasista 5. Stephanie Widjaja 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amallia Cahaya Pratiwi 9. Lanny Tria Mayasari 10. Jesita Putri Miantoro

BATC Bakal Jadi Pengalaman Pertama Ikhsan Tampil di Kejuaraan Beregu

BATC Bakal Jadi Pengalaman Pertama Ikhsan Tampil di Kejuaraan Beregu

Pebulutangkis tunggal putra, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, menjadi salah satu atlet yang terdaftar menjadi skuad Indonesia di ajang Badminton Asia Team Championships atau BATC 2022. Turnamen beregu yang akan diikuti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay ini akan segera berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, pada 15-20 Februari 2022 mendatang. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang merupakan pebulutangkis binaan PB Djarum Kudus, mengaku sangat senang bisa mendapat kesempatan mewakil merah putih di salah satu kejuaraan beregu yang cukup bergengsi, BATC 2022. “Iya saya sudah diberi tau masuk dalam skuad Indonesia di BATC 2022. Rasanya tentu sangat senang, karena ini kali pertama saya masuk dalam Tim di kejuaraan beregu di kelas senior,” kata Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay seperti dikutip dari laman PB Djarum, Jumat 4 Februari 2022. “Selain itu juga atmosfer di kejuaraan ini pasti berbeda,” lanjutnya. Dikatakan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, meski sempat mengalami penurunan dari segi fisik karena usai menjalai libur akhir tahun 2021, namun saat ini kondisinya sudah mulai kembali normal dan siap untuk bertanding. “Kalo dari segi persiapan sudah oke, memang kemarin ada kendala usai liburan pasti ada penurunan fisik dan otot, tetapi saat ini sudah berjalan normal,” ungkapnya. Di sisi lain, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay mempunyai target di BATC 2022 nanti. “Target saya bisa memberikan yang terbaik buat tim,” ucapnya.

Berburu Bibit Atlet Tenis, Zulkifli Sukses Gelar Zulhas Cup 2022

Berburu Bibit Atlet Tenis, Zulkifli Sukses Gelar Zulhas Cup 2022

Dalam rangka mencari bibit unggul atlet nasional, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Zulkifli Hasan mengadakan turnamen tenis Zulhas Cup 2022. Zulhas Cup 2022 digelar di Lapangan Tenis Kodam Jaya, Widya Chandra dan Lapangan DPR RI, Senayan, Jakarta pada 29-30 Januari 2022. Ketua panitia yang juga anggota Pelti, Dyah Hestu Lestari mengatakan, turnamen tersebut sengaja digelar untuk mempererat tali persaudaraan antarpecinta tenis di Indonesia. “Pertandingan ini juga untuk mencari bibit unggul dari junior hingga dapat memberikan binaan untuk menjadi atlet Indonesia. Selain itu juga untuk mengembangkan kecintaan para mantan atlet untuk tetap aktif bermain,” kata Dyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/2). Adapun turnamen tersebut turut dihadiri para pemain nasional, mantan pemain nasional, dan para pecinta tenis se-Indonesia. Belum lagi para politisi seperti Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria; politisi dan artis Eko Patrio, Denny Cagur, Carlie ST12 dan Dessy Ratnasari. “Ada 27 tim dari Aceh, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kota Bogor, hingga Tolikara Papua. Peserta juga ada dari BUMN, perguruan tinggi dan tim Pangdam Jaya serta Polda Metro Jaya,” lanjutnya. Pertandingan tersebut diadakan untuk kelompok beregu dan junior usia 12 tahun. Adapun hadiah yang diraih oleh tim beregu berupa fresh money dengan total Rp 60 juta, kaos, raket dan tas tenis dari sponsor dan Yayasan Disyah Cahaya Lestari selaku EO pertandingan ini.

Kisah Amel, Atlet Tenis Berprestasi Yang Terkendala Biaya

Kisah Amel, Atlet Tenis Berprestasi Yang Terkendala Biaya

Kisah Atlet Tenis Muda Wonogiri, Amellia Putri Tennizya Vesty (11) untuk menjadi atlet muda berprestasi tidaklah mudah. Padahal, di usianya yang masih sangat muda, kemampuan Amel dalam bermain tenis lapangan tak perlu diragukan lagi. Pasalnya dia sudah berhasil menjuarai puluhan turnamen tenis lapangan kelas usianya. Bukan hanya di nomor tunggal putri, kemampuan Amel juga mumpuni di kelas ganda putri. Terbukti kurang dari lima tahun sejak pertama Amel ikut turnamen, puluhan medali, piala dan piagam penghargaan juara diraihnya. Namun, dibalik prestasinya yang mentereng, ada jalan yang tak begitu mulus yang dilalu Amel. Hal tersebut diungkapkan oleh Gunawan Dwi Cahyo (62), kakek sekaligus pelatihnya. Gunawan menceritakan, seluruh pembiayaan saat ikut turnamen memang keluar dari kantong pribadi, mulai dari pendaftaran hingga konsumsi. Padahal, untuk kejuaraan usia muda, menurut aturan tidak ada uang pembinaan. Yang diberikan hanya medali dan piagam penghargaan. “Satu kali kejuaraan bisa keluar Rp 4-6 juta. Kan kalau kejuaraan berlangsung beberapa hari. Jujur saja berat, apalagi sudah pensiun,” kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (24/1/2022). Saat mengikuti kejuaraan di Kota Magelang, kata dia, bahkan Amel dan dia harus rela tidur di dalam mobil, sebab dana yang akan digunakan untuk sewa hotel minim. Waktu itu, Gunawan mengaku menganggarkan dana untuk menginap di hotel Rp 100 ribu per malamnya. Namun saat itu, di sana tak ada hotel yang harganya sesuai dengan bugdetnya. “Kebetulan itu bareng sama event olahraga lain di sana. Hotelnya penuh, akhirnya terpaksa tidur di dalam mobil selama tiga malam, termasuk Amel,” jelasnya. Kondisi tersebut memengaruhi kondisi fisik Amel karena posisi tidur yang tidak sesuai. Tapi hal tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak membawa pulang gelar juara. Selain di Magelang, sewaktu mengikuti kejuaraan di Surabaya Gunawan mengatakan juga sempat mengalami kesulitan karena kendala pendanaan. “Saat naik bus untuk pulang, uang saya tinggal cukup untuk satu orang penumpang. Nego sama agen busnya, sambil saya perlihatkan piagam sama piala Amel. Akhirnya boleh naik. Turun di Solo dijemput anak saya,” imbuh dia. Termasuk untuk urusan perut, ada keterbatasan yang dialami Amel. Pernah suatu ketika peserta kejuaraan tenis lain memesan makanan-makanan enak dan mahal. Namun, karena tak memiliki uang yang lebih Gunawan mengajak cucunya keluar penginapan dan hanya memakan mie ayam. “Yang lain saat itu pesan makanan online enak-enak sepertinya, Amel saya ajak keluar untuk beli mie ayam. Anaknya tetap semangat juga,” katanya. Di sisi lain, ada turnamen tenis di pertengahan bulan Februari di Yogyakarta. Amel mengaku ingin ikut, namun hingga saat ini, Gunawan belum mendaftarkan cucunya. Alasannya pun sama, yakni keterbatasan ongkos. Gunawan dan istrinya sudah sejak dua tahun lalu menjadi pensiunan. Dia pun kini masih mencari sponsor dan ayah asuh bagi Amel. Selain itu, dia juga berharap ada perhatian yang diberikan dari pemerintah. “Kalau saya niatnya itu nandur, kalau orang nandur itu kan pasti menuai. Sekalian mengajarkan Amel juga. Tidak ada uangnya ya diusahakan,” tandas dia.

PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022

PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022

PBSI menurunkan atlet muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022. Tim bulutangkis Indonesia memastikan diri ikut ambil bagian di Kejuaraan Asia Beregu 2022 yang akan berlangsung pada tanggal 15-20 Februari di Malaysia. Dalam ajang yang biasa juga disebut kualifikasi Piala Thomas dan Uber ini, Indonesia menurunkan pemain-pemain muda. Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) menjadi pemain tertua di sektor putra, sementara Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun) pada sektor tim putri. Kepala Bidang dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan alasan di balik pengiriman atlet-atlet muda untuk memberikan kesempatan bertanding di kejuaraan beregu. “Ini merupakan kebijakan PBSI yang ingin mengorbitkan pemain-pemain muda. Salah satunya dengan menguji mereka di turnamen ini, selain sebagai ajang penilaian dan evaluasi untuk persiapan menuju putaran final Piala Thomas dan Uber nanti,” kata Rionny dalam rilis PBSI, Sabtu (29/1/2022). “Pemain yang dipilih adalah pemain-pemain yang kami nilai siap dan sedang dalam performa yang bagus. Terutama di tim putra, kemampuan mereka saya yakini sudah mendekati kakak-kakaknya. Mereka hanya kalah pengalaman dan jam terbang saja. Ini menjadi kesempatan mereka untuk lebih berkembang lagi,” kata Rionny. Berikut skuad Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2022: Tim Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata 4. Yonathan Ramlie 5. Leo Rolly Carnando 6. Daniel Marthin 7. Pramudya Kusumawardana 8. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 9. Bagas Maulana 10. Muhammad Shohibul Fikri Tim Putri: 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Saifi Rizka Nurhidayah 4. Bilqis Prasista 5. Stephanie Widjaja 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amallia Cahaya Pratiwi 9. Lanny Tria Mayasari 10. Jesita Putri Miantoro

Dapat “Golden Ticket”, Pebulutangkis Ini Masuk Pelatnas Tanpa Seleknas

Dapat "Golden Ticket", Pebulutangkis Ini Masuk Pelatnas Tanpa Seleknas

PBSI telah resmi mengeluarkan susunan pebulutangkis yang telah masuk dalam daftar atlet yang berada di naungan Pelatnas PBSI 2022. Susunan tersebut adalah hasil dari Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 di awal bulan Januari lalu, tercatat ada tujuh atlet asal PB Djarum yang sukses meraih gelar juara dan mendapat tiket masuk Pelatnas Cipayung tahun ini. Akan tetapi ada seorang pebulutangkis asal PB Djarum yang mendapatkan panggilan spesial untuk masuk Pelatnas tanpa melalui Seleknas, dia adalah Ruzana. Dengan masuknya Ruzana ke Pelatnas, menjadikan dirinya seorang pebulutangkis tunggal putri pertama asal Lubuk Linggau yang mampu menginjakkan sampai pada atlet Pelatnas. Pada bulan November 2021, di saat usianya masih 16 tahun, Ruzana mencetak prestasi sebagai juara, pada kejuaraan Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Ruzana menorehkan prestasi sebagai juara tunggal taruna putri. Di babak final, ia bisa mengalahkan unggulan kedua, Kyla Legiana Agatha. Tak hanya itu, Ruzana juga berani main rangkap di kelas dewasa putri. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Ia berhasil menembus babak semifinal. Dan pada kejuaraan khusus junior, tepatnya pada ajang Bangladesh Junior International Series 2021 bulan Desember lalu, Ruzana sukses memboyong gelar runner up. Di babak final, Ruzana hanya kalah dari pemain asal PB Djarum lainnya, Bilqis Prasista. Prestasinya yang cukup gemilang di usia muda mengingatkan kita kepada seorang legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia Susi Susanti yang juga mampu membawa skuad Indonesia meraih gelar juara Piala Sudirman di ueianya yang terbilang belia. Secara spesial wanita kelahiran 22 Januari 2005 ini hadir dalam undangan Pelatnas PBSI pada 18-19 Januari lalu untuk melakukan serangkaian test bersama para juara Seleknas lainnya. “Iya, betul. Saya sudah memenuhi panggilan pelatnas untuk ikut test kesehatan,” kata Ruzana dikutip dari PB Djarum pada 28 Januari 2022. Ruzana bahkan tak menyangka dirinya akan dipanggil oleh PBSI guna mengisi Line Up Skuad di Pelatnas PBSI Cipayung. “Jujur nggak nyangka sih saya bisa masuk pelatnas tanpa harus ikut Seleknas. Padahal sebelumnya saya sudah melakukan persiapan yang cukup matang untuk Seleknas,” kata Ruzana. Meski pun begitu, nyatanya masuk dalam daftar atlet Pelatnas PBSI bukanlah target yang pokok yang ingin ia capai. Satu target utama yang ia miliki di tahun ini adalah bisa ikut turun dalam ajang World Junior Championships 2022. “Sebenarnya gak ada target mau masuk pelatnas atau gak tahun ini, gimana dikasihnya saja sama Allah, baiknya di mana. Karena target utama saya tahun ini tuh, ikut WJC di mana pun tempat saya berlatih,” ungkap Ruzana Yang lebih spesialnya Ruzana yang juga merupakan lulusan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2015 menjadi atlet asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pertama kali yang menjadi atlet Pelatnas PBSI Cipayung. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Ruzana bertekad ingin membuat bangga kampung halamannya lewat bulutangkis. “Alhamdulillah, saya menjadi orang pertama yang masuk Pelatnas PBSI Cipayung dari Lubuk Linggau. Semoga selama saya bermukim di sini bisa membuat bangga kampung halaman lewat prestasi-prestasi yang saya torehkan di kancah internasional,” tutup Ruzana. Daftar Penghuni Pelatnas PBSI 2022 Tunggal Putra UTAMA Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Chico Aura Dwi Wardoyo Ihksan Leonardo Imanuel Rumbay Christian Adinata Yonathan Ramlie Syabda Perkasa Belawa Bobby Setiabudi PRATAMA Alvi Wijaya Chairullah Tegar Sulistio Yohanes Saut Marcellyno Alwi Farhan Alfito Pringgo Yudanto Bodhi Ratana Teja Gotama Muhammad Reza Al Fadjri Tunggal Putri UTAMA Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Stephanie Widjaja Saifi Rizka Nur Hidayah Asty Dwi Widyaningrum Nandini Putri Arumni Bilqis Prasista Siti Sarah Azzahra Komang Ayu Cahya Dewi Asiyah Sativa Fatetani PRATAMA Kyla Legiana Agatha Ester Nurumi Tri Wardoyo Tasya Farahnailah Ruzana Mutiara Ayu Puspitasari Ganda Putra UTAMA Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukomulyo Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Bagas Maulana Muhammad Shohibul Fikri Pramudya Kusumawardana Yeremia Erich Yoche Yakob Rambitan Leo Rollycarnado Daniel Marthin Hendra Setiawan (Sparring) Mohammad Ahsan (Sparring) PRATAMA Teges Satriaji Cahyo Hutomo Christopher David Wijaya Rahmat Hidayat Muhammad Rayhan Nur Fadillah Gerardo Rizgullah Hafidz M.Gibran Arfiansyah Raymond Indra Daniel Edgar Marvino Ganda Putri UTAMA Greysia Polii Apriyani Rahayu Siti Fadia Silva Ramadhanti Ribka Sugiarto Nita Violina Marwah Putri Syaikah Ulima Hidayat Febriana Dwipuji Kusuma Amalia Cahaya Pratiwi Febby Valencia Dwijayanti Gani Lanny Tria Mayasari Melani Mamahit Tryola Nadia Jesita Putri Miantoro PRATAMA Kelly Larissa Savira Nurul Husnia Rachel Allesya Rose Meilysa Trias Puspitasari Nethania Irawan Febi Setianingrum Anisanaya Kamila Az Zahra Ditya Ramadhani Sofy Al Mushira Asharunnisa Ridya Aulia Fatasyah Ganda Campuran UTAMA Rinov Rivaldi Pitha Haningtyas Mentari Adnan Maulana Mychelle Crhystine Bandaso Zacharia Josiahno Sumanti Hediana Julimarbela Rehan Naufal Kusharjanto Lisa Ayu Kusumawati Amri Syahnawi Winny Oktavina Kandow Indah Cahya Sari Jamil PRATAMA Rafli Ramanda Aisyah Salsabila Putri Pranata Az Zahra Putri Dania Daftar Pelatih Atlet Utama Irwansyah (Tunggal Putra) Rionny Mainaky (Tunggal Putri) Herli Djaenudin (Tunggal Putri) Herry I.P (Ganda Putra) Aryono (Ganda Putra) Eng Hian (Ganda Putri) Prasetyo R.B (Ganda Putri) Nova Widianto (Ganda Campuran) Amon Sunaryo (Ganda Campuran)

Sosok Ilham Nauval, Pebulutangkis Muda Potensial Incaran Klub-Klub Besar

Sosok Ilham Nauval, Pebulutangkis Muda Potensial Incaran Klub-Klub Besar

Turnamen Bulutangkis F1 Fadil Imran Cup 2022 di Sragen yang berakhir Sabtu (22/1/2022) siang, menerbitkan banyak bibit pebulutangkis potensial. Salah satunya, Ilham Nauval Ikhsanudin. Atlet yang bernaung di bawah PB RBT Humato Sragen itu sukses meraih satu gelar di ganda taruna putra dan satu Runner up di nomor tunggal remaja putra. Ilham lahir di Peleman, Gemolong, Sragen pada 16 September 2007. Putra ketiga pasangan Turmuji, guru MTSN 7 Sragen dan Itsna Mahsunah, guru SMAN 1 Sumberlawang itu mengaku mulai bermain tepok bulu sejak kelas 4 SD. Sering ikut dan melihat sang bapak bermain bulutangkis, membuatnya akhirnya tertarik untuk menjajal. Sampai akhirnya muncul passion dan memutuskan untuk berlatih. “Saya bermain sejak kelas 4 SD. Awalnya sering diajak bapak main bulutangkis akhirnya jadi tertarik,” paparnya. Siswa yang duduk di bangku kelas 3 SMP itu menuturkan sejak memutuskan terjun di bulutangkis, ia terus mengasah kemampuan dengan berlatih di klub RBT Humato yang dipimpin Lilik Dwi Laksono “Gogon”. Berkat tempaan mental, fisik dan teknik yang keras, juara demi juara akhirnya ia raih. Hebatnya hanya dalam 7 bulan terakhir, ia sukses menembus final di 20 turnamen yang ia ikuti. Dari jumlah itu, 16 kali di antaranya berhasil mengantarkan ke podium juara. Sementara sisanya runner up. “Dari 20 kali final itu, sebagian turnamen di luar Jawa. Ada di NTT, Bali, Jakarta, hingga Surabaya. Jadi selama 7 bulan bisa 16 kali juara. Tentu sebagai orangtua sangat senang dan terus mendorong agar giat berlatih sehingga bisa makin berprestasi,” ujar sang bapak, Turmuji. Turmuji menuturkan talenta besar Ilham juga banyak membuat klub-klub besar mulai melirik. Tercatat ada Klub Jaya Raya dan Exist Jakarta yang sejauh ini menyatakan tertarik untuk merekrut. Namun Ilham masih memilih mengasah kemampuan di PB RBT Humato Sragen. Turmuji menilai salah satu kelebihan putranya adalah memiliki semangat besar, pekerja keras dan pantang menyerah. “Iya memang sudah banyak diincar klub besar seperti Jaya Raya dan Exist. Tapi oleh pelatih di PB RBT Humato mengatakan biar matang dulu. Ini terus ditempa latihan rutin pagi siang malam. Ya harapannya mudah-mudahan bisa menjadi pemain nasional. Dia mainnya di tunggal dan ganda remaja,” tandas Turmuji. Di turnamen bulutangkis FI Fadil Imran Badminton Cup 1 Sragen tahun 2022 yang berakhir Sabtu (22/1/2022) kemarin, Ilham sukses menyumbang satu gelar juara di nomor ganda putra taruna. Berpasangan dengan Herdien Toriq Batota, Ilham memenangi final perang saudara sesama ganda RBT Humato, Rezza Surya Kurniawan/Wahyuda Dwi Nugroho Wicaksono. Selain gelar di ganda, Ilham juga menyabet podium kedua di nomor tunggal remaja putra. Ia harus takluk dari Dewangga Surya dari PB Benggol Boyolali di final.

Calon Rising Star Bulu Tangkis Indonesia di 2022

Calon Rising Star Bulu Tangkis Indonesia di 2022

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah memanggil 71 atlet untuk mengikuti tes kesehatan yang akan dilaksanakan pada Rabu (19/1) dan Kamis (20/1). Dari nama-nama yang tertera, terdapat sejumlah pemain muda yang konsisten memberikan hasil ciamik pada turnamen yang diikuti. Beberapa nama mulai familiar di telinga badminton lovers menyusul penampilannya yang mencuri perhatian. Akan tetapi, beberapa wajah tampak masih baru, meski bakat mereka diyakini bakal mencuat. Lantas, siapa saja pebulu tangkis Indonesia yang berpotensi menjadi rising star pada tahun ini? Simak daftarnya berikut ini. Putri Kusuma Wardani Nama tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, memang sudah ramai diperbincangkan sejak 2019 ketika menjadi bagian dari skuad peraih Piala Suhandinata. Putri KW juga berhasil memberikan poin di partai final usai taklukan wakil China, Zhou Meng. Penampilan Putri KW pun semakin meningkat, terlebih pada 2020 manakala pemain 19 tahun ini ditunjuk untuk masuk ke skuad Badminton Asian Team Championship. Di situ, ia memberikan satu kemenangan usai taklukkan wakil Filipina, Sarah Joy Barredo. Penampilan gemilang Putri KW terus berlanjut. Pada 2021, ia berhasil meraih tiga gelar juara yaitu Spain Masters, Czech Open, dan Bangladesh IC. Selain meraih gelar Individu, Putri KW juga dipercaya untuk menjadi tunggal putri kedua untuk membela Tim Indonesia di ajang Piala Uber 2020 serta menjadi bagian dari skuad Piala Sudirman 2020. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Tahun 2021 menjadi penampilan yang luar biasa dalam sejarah karier pasangan ganda putra muda Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob. Mengawali kesuksesan usai jalani debut di ajang super 1000, mereka harus terhenti di babak awal pada dua pertandingan seri Thailand oleh seniornya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Selanjutnya, di ajang Swiss Open, Pram/Yere kembali dihentikan unggulan di babak 16 besar. Akan tetapi, kejutan terjadi di Spain Masters manakala mereka berhasil menjadi juara dan diikuti gelar selanjutnya di Belgian International dan menjadi semifinalis German Open. Sementara, di ajang Indonesia Badminton Festival, secara mengejutkan Pram/Yere berhasil tampil apik, bahkan mengalahkan pemain unggulan di antaranya mantan juara All England 2016, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov. Meskipun tidak berhasil melangkah jauh, hasil yang di peroleh Pram/Yere tersebut berhasil membuatnya lolos ke ajang World Tour Final. Di turnamen itu, Pram/Yere mampu memberikan perlawanan ketat melawan ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dan ganda putra Malaysia, Ong Yeo Sin/Teo Ee Yi, meski akhirnya kalah. Sementara, satu kemenangan diraih saat melawan Toma Junior Popov/Christo Popov asal Prancis sehingga membuat Pram/Yere finis di posisi ketiga grup. Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari Pemain yang diperkirakan akan bersinar di 2022 lainnya ialah pasangan ganda putri kelahiran 2004, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Mengawali debut sebagai partner sejak masih di klub PB Exist Jakarta, performa Rachel/Meilysa memang sudah terlihat gemilang sejak turun di Home Tournament PBSI 2020. Ketika itu, mereka berhasil memberikan perlawanan yang membuat para seniornya kewalahan. Pada 2021, Rachel/Meilysa berhasil meraih dua gelar junior secara beruntun di Denmark Junior dan Finnish Junior. Komang Ayu Cahya Dewi Nama Komang Ayu Dewi semakin mencuat usai mengalahkan pemain andalan Indonesia, Fitriani, di PBSI Home Tournament 2020. Sebelumnya, pada 2018, Komang dipercaya memperkuat klubnya PB Djarum di Kejuaraan Nasional Beregu saat usianya masih 16 tahun. Ia ikut andil membawa PB Djarum menembus semifinal. Pada 2021, Komang berhasil memberikan sejarah baru untuk dunia tepok bulu Bali ketika berhasil menjadi tunggal putri Bali pertama yang melangkah ke partai final Pekan Olahraga Nasional (PON). Meskipun di laga puncak Komang harus menerima kekalahan dari wakil Jawa Barat, penampilannya mendapatkan apresiasi. Usai PON, Komang mengikuti Bahrain International Challenge dengan melangkah ke babak semifinal. Sementara, di Bahrain International Series, ia menjadi runner-up.

Cetak Sejarah Bulutangkis Nepal, Prince Dahal Jadi Ranking 1 Dunia Junior

Cetak Sejarah Bulutangkis Nepal, Prince Dahal Jadi Ranking 1 Dunia Junior

Atlet tunggal putra, Prince Dahal, berhasil mencetak sejarah untuk negaranya sebagai pebulutangkis Nepal pertama yang menduduki ranking 1 dunia junior. Sebagai informasi, Prince Dahal merupakan atlet bulutangkis sektor tunggal putra kelahiran 19 Juni 2004 di Khalanga, Darchula, Nepal.  Dia memulai karier di dunia bulutangkis sejak berusia lima tahun. Berkat kegigihan dan ketekunannya berlatih, Prince Dahal berhasil menjadi atlet bulutangkis Nepal yang berhasil mengikuti sejumlah turnamen BWF Internasional. Tak tanggung-tanggung, Prince Dahal tak mau melewatkan kesempatan itu dengan hasil yang biasa-biasa saja. Meskipun bukan dari negara bulutangkis, Prince Dahal berhasil menyabet beragam gelar. Bermain di level junior bulutangkis, Prince Dahal berhasil menyabet medali emas di Kejuaraan Junior International Dubai, 2018.  Pada ajang South Asia U-21 Championship 2019, Prince Dahal juga menyabet medali perak. Berdasarkan rilis BWF pada Sabtu (01/01/22), Prince Dahal berhasil meraih 10.400 poin, menyalip dua rivalnya asal Malaysia yakni Justin Hoh di peringkat kedua, dan M. Fazriq Mohammad Razif di peringkat ketiga. Melansir laman Rising Nepal Daily, pencapaian yang ditorehkan Prince Dahal, menjadi prestasi internasional terpenting bagi Nepal dalam persaingan para atletnya di sektor olahraga bulutangkis. Tak hanya bagi Nepal, prestasi menduduki ranking satu dunia junior bulutangkis tunggal putra, juga menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi seorang Prince Dahal. Dia pun bertekad untuk senantiasa bekerja keras dan mempertahankan prestasi yang diraih untuk mempersiapkan diri sebelum turun ke turnamen bulutangkis level senior. “Perhatian saya selanjutnya adalah mempertahankan gelar dan juga terus tampil baik bahkan di turnamen bulutangkis senior di masa depan,” kata Prince Dahal melansir laman Rising Nepal Daily. “Perhatian saya selanjutnya adalah mempertahankan gelar dan juga terus tampil baik bahkan di turnamen bulutangkis senior di masa depan,” kata Prince Dahal melansir laman Rising Nepal Daily. Prince Dahal juga berharap bahwa dia dan para atlet lain bisa kembali berpartisipasi mengikuti turnamen dan pelatihan meskipun ada pandemi virus Covid-19. Selama ini Prince Dahal dan para atlet Nepal lainnya cukup lama vakum dari pelatihan dan turnamen bulutangkis akibat merebaknya virus covid-19 di dunia.

Profil Alfito Pringgo Yudanto, Juara Tunggal Putra Seleknas PBSI 2022

Profil Alfito Pringgo Yudanto, Juara Tunggal Putra Seleknas PBSI 2022

Alfito Pringgo Yudanto menjadi juara sektor tunggal putra Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022. Fito, sapaan akrab Alfito, pun akan berlatih dua tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Pebulu tangkis asal Kalimantan Selatan, Alfito Pringgo Yudanto, tampil sebagai juara tunggal putra kelompok dewasa pada Seleknas PBSI 2022 yang digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/1/2022). Pada pertandingan final tunggal putra dewasa, Alfito berhasil mengalahkan wakil DKI Jakarta, Iqbal Diaz Syahputra, lewat rubber game yang berakhir dengan skor 21-14, 7-21, dan 21-11. Hasil Seleknas PBSI 2022 tersebut membuat Alfito Pringgo Yudanto mengukir catatan bersejarah. Alfito menjadi wakil asal Kalimantan Selatan pertama yang mampu menjadi juara Seleknas PBSI. Alfito Yudanto Pringgo lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 25 Februari 2003. Ia merupakan pebulu tangkis binaan klub PB Berkat Abadi Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keberhasilan Alfito menjuarai nomor tunggal putra dewasa Seleknas PBSI 2022 pun ia persembahkan kepada orang tua, klub, dan sang pelatih, Ayoda Lutfi. “Senang sekali (bisa mewakili Kalimantan Selatan). Saya senang karena bisa membanggakan orang tua, pemilik PB Berkat Abadi, dan pelatih. Saya sangat berterima kasih sudah membantu saya sampai ada di sini,” ucap Fito seusai laga. Tak hanya mengukir catatan bersejarah, kesuksesan Alfito menjuarai Seleknas PBSI 2022 juga membuatnya bakal bergabung dengan pelatnas PBSI. Kebahagiaan Fito semakin bertambah karena ia akan belatih dengan sosok-sosok senior seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. “Senang sekali bisa latihan bareng mereka. Tidak menyangka juga karena sebelumnya hanya bisa melihat di televisi. Sekarang, sudah bisa lihat langsung dan latihan bersama,” ujar Fito. “Saya mengidolakan mereka, apalagi Ginting. Dia langkahnya cepat sekali,” kata Fito menambahkan. Alfito Pringgo Yudanto yang kini berusia 18 tahun telah menunjukkan potensi yang ia miliki. Pada ajang Djarum Sirkuit Nasional 2018, Alfito mampu menembus perempat final usai mengalahkan para pemain unggulan pada babak sebelumnya. Kemudian pada ajang Daihatsu Astec Regional Junior U13, U15, dan U17 2019 di Yogyakarta, Fito juga melaju hingga perempat final. Namun, pandemi Covid-19 membuat kiprah Alfito sedikit terganggu. Ia pun memanfaatkan masa pandemi untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi Seleknas PBSI. “Selama dua tahun pandemi saya tidak ikut pertandingan. Namun, saya menggunakan momen itu untuk mempersiapkan diri dengan matang guna mengikuti Seleknas. Alhamdulillah sekarang bisa masuk pelatnas,” tutur Fito. Biodata Nama lengkap: Alfito Pringgo Yudanto Tempat, tanggal lahir: Samarinda, 25 Februari 2003 Sektor: Tunggal putra Pegangan raket: Kanan Klub: PB Berkat Abadi, Banjarmasin

PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat, Berharap Jaring Pemain Potensial dari Sumatera

PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat, Berharap Jaring Pemain Potensial dari Sumatera

Memasuki 2022, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus berbenah guna memperbaiki pembinaan atlet. Salah satunya dengan membangun pemusatan latihan nasional (pelatnas) wilayah demi menjaring bibit-bibit potensial di daerah. Rabu (12/1/2022), pelatnas wilayah barat yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara, dibuka secara resmi oleh PP PBSI. “Hari ini, kami resmikan PBSI Sumatera Utara jadi pelatnas wilayah bagian barat Indonesia,” ujar Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, dikutip dari Antara. “Rencana kami setidaknya ada tiga pelatwil (pemusatan latihan wilayah), yaitu di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur,” lanjutnya. “Nantinya, ketiga pelatwil ini akan kami sebut dengan Pelatnas Desentralisasi,” pungkasnya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Gedung PBSI Sumut, Medan. Selain dihadiri Gubernur Eddy Rahmayadi, hadir pula Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta, Wakil Ketua II Eduart Wolok, dan Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin. Agung menambahkan, gagasan untuk membentuk Pelatnas Desentralisasi sebenarnya sudah muncul sejak 12 tahun silam. Sayang, ide itu terkendala dengan berbagai alasan. Namun, akhirnya PBSI memberanikan diri untuk mewujujudkannya dengan dimulai dari wilayah barat. “Jadi kami punya pelatnas yang akan melakukan pembinaan dan pengembangan untuk atlet-atlet senior, kemudian diperluas sebagai bagian dari pelatnas junior untuk wilayah Indonesia Barat,” tuturnya. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua BPK tersebut menyampaikan harapannya agar program ini bisa berjalan optimal dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah (pemda) juga sudah berkontribusi dengan memberikan lahan seluas dua hektar yang nantinya bisa dikembangkan jadi lapangan baru. Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, mengaku sangat bahagia atas pembukaan program ini. Ia pun bertekad mencetak atlet-atlet andal dari Sumatera. “Ini mimpi saya selama 40 tahun di bulu tangkis. Terobosan ini saya rasa akan berhasil,” ujarnya. “Dengan penunjukan ini, saya yakin atlet-atlet Sumatera nanti bisa lebih bersaing lagi,” Suripno memungkasi.