Masuk Skuat Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Optimis Indonesia Bisa Bersaing

Saddam Asyurna (kaos hitam) saat mengikuti training center jelang keberangkatan tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa ke Paris, Perancis, mengikuti kejuaraan dunia basket antar SMA, Juli lalu. (Adt/NYSN)

Yogyakarta- Kejuaraan basket pelajar Asia, Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 resmi dibuka. Peresmian ini dilakukan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (8/9) malam. Ini merupakan kali kedelapan Asian School Basketball Championship digelar. Sebelum di Yogyakarta, ASBBC ketujuh digelar di Thailand. Dalam pembukaan kejuaraan basket pelajar ini, turut hadir juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi. Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Kadarmana Baskara Aji, yang mewakili Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lewat Kadarmana, Sri Sultan Hamengkubuwuno X berharap, kompetisi seperti ini melahirkan atlet berprestasi bagi negara masing-masing. “Saya harap, dari kegiatan sekolah seperti ini, masing-masing negara bisa menghasilkan atlet yang berprestasi di masa depan,” tutur Kadarmana, mewakili pak gubernur. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo, Yogyakarta. Kendati level Asia, namun kejuaraan tahunan ini hanya diikuti empat negara, yakni tuan rumah Indonesia, China, Hongkong, dan Thailand. Salah satu skuat tim basket putra, Saddam Asyurna, yang merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengaku pada kejuaraan basket pelajar Asia edisi kedelapan ini lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh. Namun, remaja kelahiran 19 November 2001 itu tetap optimis bila Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara peserta lainnya. “Meski waktunya mepet , karena persiapan untuk TC (training center) itu hanya 10 hari, apalagi lawan yang dihadapi juga merupakan tim-tim tangguh,” ujar Saddam, Sabtu (8/9). “Tapi, kami sudah berlatih secara intensif. Mudah-mudahan semua bisa saling support untuk memberikan yang terbaik, sehingga bisa bersaing dengan peserta dari negara lain,” tambahnya. Ajang ini menggunakan sistem round robin, dimana tim yang bertanding saling bertemu. Menurutnya, China dan Hongkong memiliki kualitas materi pemain di atas Indonesia. Dan lawan juga unggul postur tubuh. “China dan Hongkong permainannya beda dengan Indonesia. Untuk Thailand, mudah-mudahan bisa imbang. Modal kami ya skill bagus, chemistry diantara sesama anggota tim, serta gameplay yang baik,” tegas Saddam. Hal senada diungkap Adelaide Callista Wongsohardjo. Penggawa putri Indonesia itu masih buta dengan kekuatan lawan. Menurut siswi SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur (Jatim), dirinya dan kolega belum pernah bertemu maupun menyaksikan permainan tim yang ikutserta, dalam kejuaraan pelajar Asia tersebut. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik di kejuaraan Asia ini,” urai pebasket kelahiran Malang, Jatim, 12 Oktober 2001 itu. Diakui dara cantik yang baru saja memperkuat timnas basket putri Indonesia di Asian Games XVIII/2018 itu, waktu yang mepet membuat ia dan kawan-kawan sulit beradaptasi. Namun, Lady, sapaan akrabnya, meyakini saat pertandingan nanti bisa lebih baik. “Chemistry sekarang sudah mulai terbentuk. Semoga saat pertandingan nanti bisa lebih baik,” tukas amunisi klub Bima Sakti Malang itu. (Adt)

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Basket Pelajar Asia, Indonesia Siapkan Dua Tim Hanya Sepekan

Kemenpora melepas keberangkatan tim pelajar Indonesia yang akan tampil dalam ajang 8th Asian School Basketball Championship, Kamis (6/9). Bertempat di GOR Among Rogo, Yogyakarta, event ini akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah kejuaraan basket pelajar Asia. Bertempat di Yogyakarta, 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018, akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. Tim basket pelajar Indonesia dipimpin oleh Surono, yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan PPLP. Dan didampingi oleh pelatih putra, Rifki Antolion dan Cecep Firmansyah, mantan pelatih nasional dan klub Aspac Jakarta, yang akan menangani tim putri. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia tidak dibebani target. Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton Galingging, mengatakan tim ini berlatih untuk berkompetisi, bukan untuk menang. Perlu dicatat, Indonesia membawa pulang medali perunggu, pada 7th Asian School Basketball Championship, di Thailand “Sebagai pelajar, tim ini memang tidak dibebankan target juara, sesuai dengan kategori usia mereka. Itu karena mereka berlatih untuk berkompetisi, bukan berlatih untuk menang,” ujar Washinton, saat melepas keberangkatan kontingen, di Jakarta, Kamis (6/9). Berbicara peluang juara di kejuaraan pelajar ini, Cecep yang menangani tim putri, mengatakan dirinya sulit memprediksi kekuatan lawan, karena belum pernah berhadapan sebelumnya. “Kejuaraan pelajar memang beda, dibandingkan dengan kejuaraan senior, karena kekuatan mereka sulit dipantau,” tutur Cecep. Hal senada juga disampaikan Rifki Antolion. Ia mengaku faktor kesulitan yang dihadapi adalah sulitnya memantau kondisi kekuatan lawan. Apalagi Kejuaraan pelajar punya batasan usia 18 tahun, sehingga komposisi pemain, pasti berubah dibandingkan kejuaraan sebelumnya. “Kami tidak tahu kekuatan lawan, karena mereka bukanlah tim nasional di negara masing-masing. Persiapan kami juga cepat, sejak 29 Agustus, hanya 8-9 hari persiapan, putra dan putri. Tapi kami geber sehari dua kali latihan, dengan andalan dua pemain yang berlaga di ASEAN School Games 2018 Juni lalu,” kata Rifki. Ini kali kedelapan kejuaraan basket pelajar Asia digelar. Sebelumnya, 10 negara sudah mendaftar berlaga di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Namun, 6 negara mengundurkan diri, dan hanya menyisakan Cina, Hongkong, Thailand dan Indonesia. Ajang ini menggunakan sistem round robin, yang mengharuskan setiap tim saling bertemu. (Adt)

Kandaskan SMK PGRI 1 Cibinong Di Laga Pembuka, Tim Basket Putra Kharisma Bangsa Unggul Pengalaman

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) mengalahkan SMK PGRI 1, Cibinong, dengan skor 91-22, dalam laga pembuka turnamen bola basket ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, di lapangan Basket SMAN 13, Depok, pada Sabtu (1/9). (Adt/NYSN)

Depok- Tim putra SMA Kharisma Bangsa mengawali laga pembuka kompetisi bola basket bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, pada Sabtu (1/9), dengan hasil positif. Bermain di Lapangan Basket SMAN 13 Depok, Jawa Barat, Fajar Satria dan kolega menang telak 91-22 atas SMK PGRI 1, Cibinong, Jawa Barat. Satria, Kapten Tim, mengatakan performa timnya pada pertandingan itu dalam kondisi baik. “Di kuarter pertama kami masih butuh adaptasi dengan lapangan. Tapi, selebihnya kami bermain sangat baik,” ujar Satria. Menurutnya, lawan merupakan tim yang cukup bagus. “Mungkin mereka kurang pengalaman, sehingga kami bisa manfaatkan kondisi itu meraih kemenangan,” lanjutnya. Senada, Abdurrasjid Juzar mengungkapkan, pada pertandingan perdana ia dan kolega masih diberi kemudahan dalam memenangkan laga. “Jam terbang dan pengalaman kami mungkin lebih banyak dibanding lawan,” terangnya. “Apalagi sebagian pemain kami juga berhasil dalam mengeksekusi lemparan tiga angka ke jaring lawan,” tukas Abdurrasjid. (Adt)

Satelite Cup 2018 Resmi Digelar, Ajang Pebasket Pelajar di Depok Tambah Pengalaman Tanding

Pemain tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok, Bagas Nugroho (99) tengah melakukan tembakan ke arah jaring SMAN 26. Tim tuan rumah akhirnya unggul denga skor yang cukup jauh 61-31, pada laga perdana Satelite Cup 2018 Volume 2, pada Sabtu (1/9). (doc. SMAN 13)

Depok- Turnamen basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jabodetabek bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, yang diselenggarakan SMAN 13 Depok, Jawa Barat (Jabar), resmi digelar pada 1-23 September. Ajang ini menjadi kesempatan terutama kalangan pelajar yang memiliki bakat bermain basket untuk menambah pengalaman bertanding. “Event ini kedua kalinya diselenggarakan di sekolah kami. Pada Satelite Cup sebelumnya, berlangsung lancar dan bisa dijadikan sebagai upaya untuk menambah pengalaman bertanding, terutama bagi pelajar yang memang memiliki passion di basket, di Kota Depok,” ujar Bagus Kumala Aji, Humas ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Rabu (5/9). Ia melanjutkan bahwa ajang ini sebagai upaya agar Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian pada olahraga basket, mengingat banyak potensi pebasket di Kota peyangga Jakarta itu. “Sayangnya belum mempunyai wadah yang bagus untuk para pecinta basket ini. Kami berpikir untuk menggelar event ini secara berkala,” tambahnya. Terdapat 22 tim putra dan putri dari SMA se-Jabodetabek yang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Bagus berharap event ini dapat berlangsung sukses. “Kompetisi ini digelar pada Sabtu dan Minggu, di Jalan P nomor 72, Kalimulya, Depok,” terang Bagus. “Untuk pertandingan pekan pertama, yakni pada 1 dan 2 September terlaksana dengan sukses. Dan laga berjalan sengit. Semua pemain menujukkan skill yang mereka miliki,” terangnya. “Semoga menjadi tolak ukur sekolah lain juga untuk membantu memberikan wadah bagi para pecinta basket, untuk berkembang lebih jauh lagi,” tegasnya. Sementara itu, pada laga perdana, tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok meraih kemenangan usai menaklukkan SMAN 26 Jakarta, dengan skor 61-31. Duel kedua tim di pertandingan itu berjalan seru. Meski saling kejar mengejar angka, namun SMAN 13 Depok mampu menutup paruh kuarter dengan keunggulan 27-17. Tak tinggal diam, skuat SMAN 26 Jakarta berusaha menebar ancaman pada tim tuan rumah. Namun, Farid dan kolega masih terlalu tangguh bagi lawan. Mereka akhinrya mampu menutup dua kuarter sisa dengan skor akhir 61-31. Farid , Kapten Tim SMAN 13 Depok , mengatakan timnya bermain dengan kepercayaan diri penuh, terlebih mereka tuan rumah. “Kami juga lebih banyak memiliki pemain-pemain yang mau berkerja sama sebagai team bukan sebagai individu,” tukas Farid. (Adt)

Gagal Main Simple Lawan Suriah, Timnas Basket Putra Indonesia Batal Raih Posisi Kelima

Terjadi duel udara antara pemain Timnas Indonesia, Jamarr Andre Johnson (Merah/71) dan Khalil Khouri (putih/00), dalam fase play off 5-8 Asian Games 2018, Selasa (28/8), di Basket Hall Gelora Bung Karno. Indonesia akhirnya takluk 66-76. (Riz/NYSN)

Jakarta- Skor 66-76 adalah hasil akhir laga basket putra Asian Games 2018 antara Indonesia vs Suriah pada Selasa (28/8). Bermain di Basket Hall Gelora Bung Karno, Jakarta, Timnas basket putra Indonesia harus kalah dalam semifinal play-off perebutan tempat kelima. Kekalahan dari Suriah, membuat tim Merah Putih menyisakan satu partai lagi, yakni penentuan tempat ketujuh melawan Jepang, pada Jumat (31/8). Sebelumnya, Jepang dikalahkan oleh Filipina dengan skor 113-80. Sementara itu, Suriah masih memainkan partai play off 5-6 menghadapi Filipina, pada hari dan tempat yang sama. Forward Timnas Indonesia, Jamarr Andre Johnson mengaku timnya bermain sangat buruk pada laga malam ini. “Kami memulai laga dengan sangat buruk dan itu membuat kami kehilangan segalanya. Kami mencoba bangkit di akhir laga, namun gagal untuk meraih hasil terbaik”, tuturnya, penuh rasa kecewa. Indonesia kerap tertinggal pada laga melawan Suriah. Defisit terjadi ketika Xaverius Prawiro dan kawan-kawan hanya mencetak sembilan angka di kuarter kedua. Alhasil, meski unggul perolehan angka 17-14 dan 25-10 pada dua kuarter berikutnya, timnas harus menderita kekalahan. “Jujur saya tak tahu apa yang terjadi dengan akurasi tembakan kami. Beberapa kali saya dan teman-teman dalam posisi terbuka ,tapi bola tidak mau masuk. Pertandingan hari ini seharusnya berjalan sederhana, namun kami membuatnya sulit. Masalah ada di kami, bukan lawan,” terang pemain naturalisasi asal Amerika Serikat ini. Dalam laga melawan Suriah, Indonesia gagal menghambat senjata utama lawan, Tarek Aljabi, yang dalam 29 menit 40 detik mampu menghasilkan 33 poin. Sementara itu, tak ada satu saja atlet Indonesia yang mampu menghasilkan 20 poin. Arki Dikania dan Xaverius Prawiro sama-sama mengemas 14 poin. (Dre)

Digulung Kazakhstan 65-93, Timnas Basket Putri Masih Keluhkan Perbedaan Postur Tubuh

Pebasket Kazakhstan, Tamara Yagodkina (7) dibantu Center Anna Vinokurova (13), berusaha melewati hadangan Center Timnas Indonesia, Vonny Hantoro (15), dalam laga pemeringkatan bola basket putri Asian Games 2018 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). (INASGOC)

Jakarta- Hasil basket putri Asian Games 2018 antara Timnas Indonesia versus Kazakhstan, pada Selasa (28/8) berakhir dengan skor 65-93. Tampil di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, timnas basket putri kalah di semifinal play-off perebutan tempat kelima. Kazakhstan pun melaju ke pertandingan perebutan posisi kelima. Hasil itu jadi kemenangan kedua yang diraih Kazakhstan atas Indonesia di Asian Games 2018. Sebelumnya mereka menang 85-73 di babak penyisihan Grup X. Tamara Yagodkina kembali menjadi bintang kemenangan Kazakhstan, dengan perolehan double-double lewat 20 poin dan 10 rebound, dibantu 17 poin dan 6 rebound milik Zalina Kurazova. Sementara bagi Indonesia, Natasha Debby Christaline menjadi top skor 17 poin dibantu 14 poin dari Christine Aldora Tjundawan. Dalam laga ini, Arif Gunarto, pelatih tim basket putri Indonesia masih mempermasalahkan perbedaan menyolok postur badan.”Kami kalah postur dengan Kazakhstan, meski sejak awal untuk berusaha menekan ke daerah pertahanan mereka. Namun ya itu, kami kalah postur, jadi sulit bermain leluasa,” ujarnya, Selasa (28/8). Namun, ia optimis melawan Mongolia. “Mongolia posturnya nyaris serupa dengan kita, semoga menang untuk ambil posisi ke-7,” tambahnya. Laga perebutan tempat kelima antara Thailand vs Kazakhstan, dan laga perebutan tempat ketujuh Mongolia melawan Indonesia, akan digelar di Istora GBK, Senayan, Jakarta, pada Jumat (31/8). (Dre)

Dikalahkan Mongolia, Timnas Basket Putra Indonesia Malah Sukses Cetak Sejarah di Asian Games

Power forward Timnas basket putra Indonesia, Jamarr Andre Johnson (11), harus mengakui keunggulan tim Mongolia dengan skor 69-74, di Hall Basket, Senayan, Sabtu (25/8) malam. Namun, Indonesia tetap lolos ke perempat final Asian Games 2018. (medcom.com)

Jakarta- Timnas basket putra Indonesia tumbang dari Mongolia 69-74 pada laga pamungkas, penyisihan Grup A Asian Games 2018 di Hall Basket, Senayan, Sabtu (25/8) malam. Walau takluk dari Mongolia, anak asuh Fictor Gideon Roring tetap melaju ke perempat final sekaligus menorehkan sejarah, dan akan bertemu raksasa Asia, Cina. Indonesia unggul dalam perhitungan selisih poin memasukkan kemasukan, dari Mongolia dan Thailand. Ketiga tim sama-sama mengoleksi nilai empat, hasil satu kali menang dan dua kali kalah. Karena saling mengalahkan, maka skor pertemuan ketiganya saja yang dihitung, tanpa memasukkan hasil melawan Korea Selatan. Indonesia tertolong kemenangan dengan selisih 12 angka atas Thailand, sementara tim Negeri Gajah Putih sudah sejak awal tersingkir, karena hanya menang dua poin dari Mongolia. Korsel menjadi juara Grup A dengan tiga kemenangan tanpa kalah. Negeri Ginseng menyapu Indonesia, Thailand, dan Mongolia, dengan kemenangan besar. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Timnas Indonesia mengawali kuarter pertama dengan baik. Layup dari Arki Dikania Wisnu membawa Indonesia memimpin 18-14 pada akhir kuarter pertama. Masuk kuarter kedua, Timnas Indonesia mendapat perlawanan sengit dari Mongolia. Indonesia pun gagal mempertahankan keunggulan ini dan berbalik tertinggal 27-38 dari Mongolia. Pada dua kuarter terakhir, Indonesia sulit membendung laju sang lawan. Sumbangan poin Arki Dikania, Valentino Wuwungan, hingga Jamarr Andre Johnson, gagal menghindarkan merah putih dari kekalahan 69-74 kontra Mongolia. Arki menjadi penyumbang poin terbanyak Timnas Indonesia dengan 15 poin dan lima rebound. Sementara, shooting guard Mongolia yag bermain untuk klub Filiphina, Barangay Ginebra San Miguel, Tungalagiin Sanchir, menjadi penampil terbaik dengan 28 poin dan 10 rebound. Meski kehadiran pendukung Indonesia memenuhi tribun penonton hingga membeludak, situasi ini menurut Fictor, seolah turut menambah beban. Meski demikian, ia mengaku cukup puas karena berhasil mencetak sejarah. “Mungkin terlalu exciting, bebannya terlalu berat. Target masuk delapan besar sangat berat. Lawan kita juga benar-benar berat. Tapi, hari ini kami cetak sejarah masuk delapan besar Asia. Apalagi tipisnya angka, benar-benar harus kita pertahankan. Jadi, ya harus disyukuri,” kata Ito -sapaan akrab Fictor. Meski melawan China di laga berikutnya, pelatih kelahiran Manado 18 Desember 1972, ini punya target di fase 8 besar. “Memang lawan kita berikutnya raksasa Asia, China, tapi saya dan tim, pasti punya target. Minumal 5 besar-lah, yang penting jangan paling dasar,” pungkas pria bertinggi badan 193 cm ini. (Dre)

Bermula dari Ekstrakulikuler, Hendra mampu bergabung dengan Timnas Indonesia U-18

Hendra, mahasiswa semester 6 jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul ini mulai terjun ke dunia olahraga basket sejak duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama

Tangerang – Universitas Esa Unggul merupakan salah satu kampus favorit dari sekian banyak kampus yang ada di kawasan Jabodetabek, kampus ini tidak hanya menghasilkan banyak lulusan berkualitas, namun juga banyak melahirkan menghasilkan atlet berpotensi. Hendra salah satunya, mahasiswa semester 6 jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul ini mulai terjun ke dunia olahraga basket sejak duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Saat itu ikut ekstrakulikuker dan belum ikut klub, kalau sekarang sudah bergabung di Indonesia Falcon” jelas Hendra. Berawal dari sang ayah yang juga senang olahraga, dirinya mulai tertarik dengan olahraga basket. Semakin yakin saat bergabung di klub dan bertemu dengan kawan sebaya yang juga memiliki hobi serupa. Proses yang dilaluinya pun dalam berlati basket tentu tidak mudah, perlu kerja keras, berani jatuh dan bangkit kembali jika memang ingin memperoleh hasil terbaik. “Pernah cidera cukup parah sampe harus off main basket, itu dislock dimana jari kelingking bener-bener bengkok dan gak bisa main. Itu kejadiannya 5 tahun lalu, kalau cidera ringan kyk keseleo sih sering ya” ungkap Hendra saat ditemui NYSNMedia.com pada Senin (2/7) di Sport Center Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Remaja kelahiran Pontianak tersebut mengatakan untuk proyeksi ke depan tidak terlalu berambisi menjadi pemain basket profesional. Pasalnya, ketika menjadi profesional, fokus hanya akan tertuju pada olahraga saja. Akan sulit membagi fokus untuk pendidikan dan karir. “Mungkin setelah lulus kuliah ya tetep main tapi gak intens kayak sekarang ini, mau lebih fokus cari kerjaan yang lebih pasti. Soalnya di indonesia atlet belum ada yang terjamin kesejahteraannya ya” tukas remaja kelahiran 3 April 1996 tersebut. Hendra juga pernah menjuarai beberapa kompetisi, diantaranya pada tahun 2015 pertama kali menjadi mahasiswa dirinya berhasil meraih juara 2 Liga Mahasiswa tingkat Nasional. Sedangkan prestasi individu yang pernah diraih yaitu pada tahun 2013 sempat bergabung dengan Timnas Indonesia U-18 dan bermain membela Sang Garuda melawan Malaysia. “Proses bisa masuk timnas saat itu dari pemanggilan, ketika lagi ada kejuaraan nasional U-18 dan ada proses seleksi sampai pemanggilan, berangkatlah saya ke Jakarta” kata Hendra. Selain itu dirinya juga menjalani persiapan selama dua bulan bersama dengan Timnas guna menghadapi negara-negara Asean seperti Filiphina, Singapura dan Malaysia di ajang SEABA (South East Asean Basket Ball). Alasan mengapa tidak fokus di olahraga saja meski sudah berhasil bergabung di tim selevel Timnas Indonesia yaitu karena fokus karir dan pendidikan tidak bisa seimbang untuk dijalani, karena ketika lulus kuliah dirinya ingin memiliki pekerjaan yang lebih pasti. “Kalau atlet di Indonesia sudah dapat jaminan kesejahteraan yang memadai mungkin saya mau menekuni basket lebih jauh lagi” tutup Hendra. (Ham) Profil singkat Nama : Hendra Tempat/tgl lahir : Pontianak, 3 April 1996 Orang Tua :Heryanto (ayah) Susanti (ibu) Tempat Tinggal : Taman Apel 2 Tanjung Duren, Jakarta Barat Nomor Ponsel : 081649216448 Akun Media Sosial: Instagram @hendrathio9 Prestasi Bergabung Timnas Indonesia U-18 tahun 2013 Mengikuti SEABA bersama Timnas Indonesia U-18 tahun 2013 Juara 2 Liga Mahasiswa Tingkat Nasional tahun 2015

Berkat Motivasi Tinggi, Ronald berhasil bergabung di Timnas Bola Basket Indonesia

Ronald Firdaus Puadawe, mahasiswa baru jurusan Manajemen Institut Perbanas ini ikut berkontribusi membela Perbanas di ajang Liga Mahasiswa 2018.

Tangerang – Olahraga basket merupakan salah satu cabang olahraga yang digemari kaum remaja, mulai dari usia dini hingga tingkat lanjut. Ronald Firdaus Puadawe salah satunya, mahasiswa baru jurusan Manajemen Institut Perbanas ini ikut berkontribusi membela Perbanas di ajang Liga Mahasiswa 2018. Bermula dari sang kakak sepupu yang menekuni olahraga basket, Ronald mulai tertarik untuk mengikuti jejaknya saat memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Dia panutan saya, makanya saya termotivasi untuk fokus bermain basket dari nol hingga bisa bermain di Liga Mahasiswa sekarang” kata Ronald. Selain memulai karirnya di bangku SMP, dirinya tidak hanya mengikuti ekstrakulikuler di sekolah namun juga bergabung di klub basket Fielders di Rawamangun. Proses yang dijalani juga tidak mudah, dari tekanan yang dihadapi dari senio-senior rekan tim hingga intensitas latihan yang cukup sering sehingga harus pintar membagi waktu antara olahraga dan pendidikan. Namun hal tersebut membuahkan hasil yang manis, remaja kelahiran Jakarta tersebut mendapatkan pemanggilan dari Timnas Indonesia U-18. “Ikut bergabung juga dengan timnas indonesia, kemarin dapet kabar melalui pemanggilan sejak satu bulan lalu, jadi nanti mulai latihan tanggal 5 Juli 2018” imbuh Mahasiswa Baru Institut Perbanas itu. Ronald mengatakan bedanya latihan antara Perbanas dengan Timnas yaitu dari segi intensitas dan tekanan latihan, saat mengikuti latihan bersama Perbanas anggota tim terdiri dari rekan sebaya dan juga senior. Dirinya kerap diberikan arahan serta edukasi ketika menjalani latihan, pasalnya ada beberapa pemain muda yang baru bergabung di klub Perbanas. “Kalau di timnas kan seumuran jadi sedikit santai dan gak terlalu tegang, tapi tekanannya sama juga kerasnya” tambahnya. Remaja yang mengidolakan Arki Wisnu dari Satria Muda, LeBron James dan Kobe Bryant itu juga mengungkapkan kalau dirinya saat ini akan fokus bermain basket, mengingat usianya masih sangat muda dan memiliki prestasi segudang yang pernah diraihnya. (Ham) Profil Singkat Nama : Ronald Firdaus Puadawe Tempat/Tgl lahir : Jakarta, 16 Februari 2000 Alamat : Perum THB Blok S 17 No. 1 Kota Bekasi Orang Tua : Gunawan Puadawe (ayah) Paulina Mariantje Fanggidae (ibu) Nomor Ponsel : 087884843261 Akun Media Sosial : Instagram @ronaldfirdausp Pendidikan : SDN 04 Pagi Ujung Menteng SMPN 193 Jakarta SMAN 116 Ragunan Prestasi Juara 1 Kejurnas U-14 2014 Jakarta JRNBA ASIA 2014 Beijing China Timnas SEABA U-16 2015 Philipphines Juara 1 Kejurnas U-16 2015 Jakarta Juara 1 Kejurnas U-16 2016 Yogyakarta Juara 1 Popwil 2016 Jakarta Juara 1 Popnas 2017 Jateng Juara 1 3×3 Under Armour 2017 3×3 U-18 Asia Cup Cyberjaya Malaysia 3×3 Worldcup Championship, Chendu China

Lolos ke Fase Berikutnya Dan Bertemu China, Pelatih Timnas Basket Putri Malah Incar Posisi 5

Shooting Guard Timnas Basket Putri Indonesia, Natasha Debby Christaline (8) mencetak 21 poin, saat Indonesia mengalahkan India 69-66 dalam lanjutan Asian Games 2018, di Hall Basket, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (23/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas Basket Putri Indonesia akhirnya memetik kemenangan pada ajang Asian Games 2018. Pada laga terakhir Grup A melawan India di Hall A Gelora Bunga Karno (GBK), Kamis (23/8), Indonesia menang secara dramatis dengan skor 69-66. Selain menjadi kemenangan perdana, hasil ini mengantarkan Indonesia lolos ke perempat final basket putri setelah mengumpulkan lima poin, dan menempati posisi empat Grup A. Indonesia hanya unggul dua angka dari India sebagai juru kunci. Dimotori Henny Sutijono sebagai kapten, dan Christine Aldora sebagai pengatur serangan, unggul sejak kuarter pertama, walaupun pada awal pertandingan sempat kalah cepat oleh tim India. Namun di kuarter awal Indonesia unggul dengan skor 17-14. Di kuarter dua, shooting guard Timnas, Natasha Debby tiga kali mencetak three points untuk timnya, dan membawa timnya unggul 31-29 dari India. Di kuarter tiga India sempat mengejar, namun skor tetap pada pihak Indonesia 52-50. Suasana makin menegangkan di kuarter akhir saat India hampir mengejar Merah Putih. Namun, kerja keras Gabriel Sophia dan kawan-kawan, Indonesia mengunci kemenangan dengan skor akhir 69-66. Debby menjadi pendulang angka terbanyak dengan 21 angka, diikuti Christine Aldora Tjundawan dengan 12 poin. Usai laga, pelatih timnas basket putri Indonesia, Arif Gunarto mengaku sulit berkata-kata dengan kemenangan yang didapat para pemainnya. Semua pemain disebut telah bekerja keras dan pantang menyerah demi mendapatkan kemenangan. “Saya apresiasi performa pemain. Sebanyak 12 pemain ini bagus semua, tapi penampilan Nathasa Debby dan Gabriel Sophia luar biasa,” ujar Arif. Menurutnya, Debby dan Sophia mampu menjadi pemimpin rekan-rekannya di lapangan. Mereka menunjukkan sikap pantang menyerah. “Mereka itu pemain senior, tapi bisa membimbing adik-adiknya bermain dengan benar,” katanya. Meski demikian, tetap ada evaluasi yang disampaikan pria yang disapa Njoo Lie Fan. Menurutnya, masih ada beberapa titik yang menjadi kelemahan, sehingga harus dibenahi. “Tim ini memang kurang keras mainnya. Tadi saya instruksikan untuk bermain man to man, karena musuh masih seimbang, dan cenderung dibawah kita (gampang). Tapi okelah strategi bisa jalan di pertandingan tadi,” imbuh Arif. Menghadapi India, Srikandi Indonesia jauh di atas angin. Dari total gim 40 menit, Indonesia menguasai permainan selama 23:50, sedangkan India hanya 10:04. Dan Natasha Debby Christaline dinyatakan pencetak poin terbanyak pada pertandingan malam ini, dengan mengoleksi 21 poin. Namun, euforia keberhasilan tim bola basket putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2018, rupanya tak bertahan lama. Arif menyuarakan pesimisme bahwa timnya bisa meladeni lawan mereka selanjutnya, China. Arif malah mematok Indonesia untuk mengejar kemenangan di pertandingan penentuan peringkat kelima hingga kedelapan, yang diperebutkan di antara empat tim yang kalah di perempat final. “Nanti kejar (peringkat) 5-6 aja lah, karena lawan China enggak mungkin (menang), kita lawan bawahnya aja,” jelasnya. Indonesia pun merebut tiket terakhir ke babak perempat final, sebagai peringkat keempat klasemen akhir Grup X. Skuat merah putih akan menghadapi China di fase perempat final, yang berstatus jawara Grup Y, pada Minggu (26/8). Pemenang laga itu akan menghadapi pemenang laga perempat final lain, antara Jepang dengan Kazakhstan. Jika kalah dari China di perempat final, Indonesia akan memasuki putaran penentu peringkat 5-8, di rangkaian pertandingan klasifikasi. (Dre)

Takluk Lawan Taiwan, Pelatih Tim Basket Putri Indonesia Mengaku Pemanasan Melawan India

Power forward Timnas Basket Putri Indonesia, Priscilla Annabel Karen (10), berusaha menjaringkan bola, meski dihadang pemain Taiwan. Indonesia akhrinya menyerah dengan skor telak 51-115, pada Selasa (21/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Bertempat Hall Basket, komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/8), Timnas Basket Putri Indonesia takluk dari Taiwan. Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Tim bola basket putri Indonesia selama penyisihan Grup X Asian Games 2018. Sebelumnya, Indonesia kalah dari tim Korea (unifikasi) dan Kazakhstan. Pada kuarter pertama, Indonesia tertinggal lebih dulu. Aksi Ihsiu Cheng membuka keunggulan Taiwan dua poin. Kontan Henny Sutjiono membalas lewat lepmaran bebas yang hanya mendapat 1 angka. Lagi-lagi Ihsiu Cheng menambah poin dua angka menjadi 1-4. Tetapi, aksi menawan dari Natasha Debby dengan tembakan tiga poin membuat skor sama menjadi 4-4. Sempat sengit diawal kuarter, Taiwan meninggalkan kubu tuan rumah dengan skor 7-22. Hingga akhir kuarter pertama, Indonesia tertinggal selisih 22 angka, yakni 12-34. Memasuki kuarter kedua, Srikandi Indonesia mendapati satu poin lebih dulu dari Henny. Namun, Fanshan Huang membalas dengan tembakan tiga poin guna melebarkan jarak skor 14-37. Bermain lebih percaya diri, Taiwan semakin meninggalkan jauh Indonesia. Sebaliknya, Indonesia seloah mengendurkan tensi permainan. Menutup kuarter kedua, Taiwan unguul 66-24. Mengawali kuarter ketiga, anak asuh Arif Gunarto juga belum mampu berbuat banyak. Henny dan kawan-kawan hanya bisa menambah 13 angka. Taiwan bahkan menikmat pertandingan, dan mencetak skor 33-90. Aksi dua poin Ivonne Febriani Sinatra di ujung kuarter terakhir, hanya menambah koleksi Timnas menjadi 51 angka, sementara Taiwan mengemas 115 poin. Ditemui usai laga, Arif membeberkan permainan anak asuhnya yang terbilang buruk. “Anak-anak makin down, setelah lawan Kazakhstan. Agak sayang gitu. Tapi its ok,” ujar Arif. “Memang Taiwan di atas kami, saya juga memprediksi akan kalah. Setidaknya, lawan Taiwan malam ini untuk latihan dan pemanasan, sebelum menghadapi India nanti,” imbuhnya, percaya diri. Di Laga pamungkas, Indonesia akan menghadapi India, pada Kamis (23/8). Kekalahan ini membuat peluang Indonesia ke perempat-final jadi semakin menipis. Namun, partai ini juga menentukan, siapa yang lolos ke perempat final, dan siapa yang hanya bisa berangkat ke classification games. “Melawan India, kita hars fight. Dengan status tuan rumah, kami harus tunjukkan yang terbaik ke penonton. Peluangnya 60:40, saya optimis, tapi ya 40% itu optimisnya,” tukas Arif seraya tersenyum. (Dre)

Tekuk Thailand 98-86, Timnas Basket Putra Siap Kalahkan Mongolia di Laga Pamungkas

Shooting guard Indonesia Jamarr Andre Johnson menjadi bintang dengan menciptakan 28 poin. Serta pahlawan kemenangan atas Thailand dengan skor 98 - 86, di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas Basket Putra Indonesia berhasil memperpanjang nafas di Asian Games 2018, usai ungguli Thailand dengan skor 98 – 86, di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (20/8). Dengan hasil ini, skuad asuhan Fictor Roring berpeluang lolos dari babak penyisihan grup. Pertandingan ketat terjadi di kuarter pertama. Thailand lewat dua shooting guard Chitchai Ananti dan Narkorn Jaisanuk, tampil impresif. Namun Indonesia dengan komando point guard asal klub Pelita Jaya, Xaverius Prawiro, mampu memberikan perlawanan. Kuarter pertama ditutup dengan skor 30-29 untuk kemenangan Indonesia. Thailand nyaris menyamakan kedudukan di akhir kuarter tiga. Namun Indonesia menjaga keunggulan hingga kuarter keempat berhasil. Shooting guard Indonesia Jamarr Andre Johnson menjadi bintang dengan menciptakan 28 poin. “Harus saya apresiasi dari tim ke para pemain terutama adalah fighting spirit yang hari ini sangat luar biasa dan terus fokus. Masalah poin ketat itu wajar karena kita melawan salah satu tim kuat di Asia Tenggara,” kata Roring, usai pertandingan. Dari pantauan di laman resmi Asian Games 2018, Johnson menjadi pahlawan kemenangan tim merah putih, dan meraup poin terbanyak dengan 28 angka. Ia diikuti oleh Xaverius  (18 poin), Andakara Prastawa Dhyaksa (16 poin), dan Abraham Damar Grahita (13 poin). “Padahal tekanan ada di kubu kita, main di kandang, harus menang. Tapi, fokus anak-anak tak goyah. Kuarter pertama Thailand sedang jago, mereka menemukan form-nya, nembak dari segala arah masuk. Saya yakinkan anak-anak itu hanya sementara, tidak mungkin mereka menembak masuk terus,” kata Roring. Dengan hasil ini, Indonesia harus memenangkan laga terakhir kontra Mongolia jika ingin lolos dari fase grup. “Lawan Mongolia itu laga penentuan lagi. Saya tekankan juga ke anak-anak, hari ini tidak ada capek, tidak ada sakit. Kita harus fokus ke Mongolia dan berharap bisa bermain seperti tadi,” pungkasnya. Hal serupa juga diungkap Ilyus, sapan Xaverius, soal kemenangan timnya. “Memang diawal main sempat kacau, tapi setelah itu permainan kita mulai berbentuk. Defense, komunikasi, kita saling percaya satu sama lain. Akhirnya, bisa membalikkan keadaan dan menang,” ucap pria kelahiran Surabaya, 30 Desember 1986 ini. Kemenangan Indonesia atas Thailand ini menutup rangkaian pertandingan lanjutan penyisihan bola basket, nomor putra dan putri yang dilangsungkan Senin. Bagi Indonesia, kemenangan itu membuat mereka meninggalkan dasar klasemen, dan naik ke peringkat ketiga dengan catatan 3 poin. Posisi ini di bawah Thailand, yang tetap berada di urutan kedua. Meski juga mengoleksi tiga poin, Thailand unggul dalam hal selisih skor total yakni defisit 11 poin, dibandingkan Indonesia yang masih defisit 27 poin. Di atas kertas, meski masih tertinggal Indonesia lebih berpeluang lolos lantaran di laga pamungkas “hanya” menghadapi tim juru kunci Mongolia sedangkan Thailand harus melawan pemuncak klasemen sementara Korea Selatan. (Dre) Klasemen Grup A Bola Basket Putra       Negara           M    M   K    S   P 1 Korea Selatan      2    2    0   74   4 2 Thailand              2    1    1  -11   3 3 Indonesia            2    1    1  -27   3 4 Mongolia             2    0    2  -36   2

Postur Kalah Jauh Dan Telat Panas, Timnas Basket Putri Tunduk Dari Kazakhstan

Dengan tinggi 167 cm, Shooting Guard Timnas basket putri Indonesia, Christine Aldora Tjundawan (13), berduel melawan forward Kazakhstan, Oxana Ossipenko (19) yang berpostur 186 cm, pada babak penyisihan Grup X bola basket putri, Asian Games 2018, Minggu (19/8). (Riz/NYSN)

Jakarta- Timnas basket putri Indonesia kembali menelan kekalahan pada babak penyisihan Asian Games 2018 yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (19/8). Meladeni Kazakhstan yang tergabung dalam Grup X, timnas putri Merah Putih takluk dengan skor 73-85. Dengan hasil ini, Natasha Debby Christaline dkk sudah mengoleksi dua kekalahan. Selumnya pada laga pembuka, Indonesia kalah dari Korea Bersatu dengan skor yang lebih telak, 40-108. Pada pertandingan melawan Kazakhstan, Indonesia, sempat bermain baik. Namun, kesalahan demi kesalahan yang terus dilakukan anak asuh Arif Gunarto itu, membuat kesempatan untuk mengimbangi permainan kubu lawan hilang. Bahkan, tanda-tanda kekalahan Indonesia mulai terlihat sejak kuarter kedua, ketika Tamara Yagodkina mencetak dua poin bagi Kazakhstan melalui aksi lay-up. Melalui aksi Yagodkina , Kazakhstan memimpin skor 25-22. Setelah itu, Indonesia makin sulit keluar dari tekanan lawan. Postur tubuh yang tak seimbang, kian menyulitkan Indonesia mendulang poin. Saat laga mencapai half-time, Indonesia tertinggal 31-43. Selepas jeda, permainan Srikandi Indonesia tak kunjung membaik. Buruknya akurasi tembakan dan kegagalan memenangi rebound membuat jarak poin dengan Kazakhstan semakin melebar. Di akhir kuarter ketiga, Indonesia tertinggal 44-66 dari Kazakhstan. Memasuki kuarter keempat, para Srikandi Merah Putih mencoba untuk bangkit. Berulang kali tembakan tiga poin yang dilepas Debby menemui sasaran. Akan tetapi, upaya keras tersebut belum bisa mengubah keadaan. Technical foul yang diberikan wasit pada pemain Kazakhstan juga tak memberi keuntungan bagi Indonesia. Ketika wasit meniup peluit panjang, Indonesia dipastikan menjadi pihak yang kalah. Andre Yuwadi, selaku asisten pelatih mengatakan jika anak asuhnya telat panas saat menghadapi Kazakhstan. “Anak-anak bermain bagus dari kuarter pertama sampai akhir, tapi kami telat panas,” ujar Andre, usai laga, Senin (19/8). Kekalahan ini membuat Indonesia tercecer di dasar klasemen Grup X Asian Games 2018. “Untuk skill, kami di atas mereka, tapi karena postur mereka tinggi-tinggi, itu jadi kendalanya. Di pertandingan selanjutnya, semoga mental anak-anak lebih baik,” ucap Andre. Selanjutnya, Indonesia kembali mendapatkan lawan tangguh, yakni pemuncak klasemen sementara, Taiwan, pada Selasa (21/8). Sebagai perbandingan, postur skuat Kazakhstan yang terendah adalah Elmira Abikeyeva (2) dan Oxana Bagmet (6), dengan tinggi 170 cm. Sementara yang tertinggi, Nadezhda Kondrakova (15) dengan tinggi 192 cm. Dan sembilan pemain lainnya rata-rata memiliki tinggi diatas 180 cm. Sedangkan di kubu Indonesia, sebagian besar berpostur 170 cm, kecuali Center Indonesa, Gabriel Sophia (22), yang memiliki tinggi 184 cm. Andre pun menilai, Taiwan lawan yang sulit ditaklukkan. Jadi, menurut dia, timnas basket putri Indonesia laga yang amat berpeluang bisa memetik kemenangan, ada dilaga terakhir penyisihan Grup X Asian games 2018, kontra India. “Di antara dua laga tersisa, yang paling relevan untuk meraih kemenangan, adalah melawan India,” pungkasnya. (Dre)

Superior, Universitas Pelita Harapan (UPH) Empat Kali Juara LIMA Basketball Nationals

Tim Putra Universitas Pelita Harapan (UPH/Merah) Banten, kembali menjadi kampiun LIMA Basketball Nationals 2018. Selama empat tahun berturut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 telah rampung. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan lima regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC). Perhelatan akbar yang digelar di GOR Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, bergulir 9-16 Agustus 2018. Sebanyak 12 tim putra dan 8 tim putri saling beradu dalam ajang bola basket nasional antarmahasiswa ini. Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten masih menjadi yang terkuat di sektor putra LIMA Basketball Nationals. Seperti laga ulangan final GJC tahun ini, UPH sukses menaklukkan Universitas Esa Unggul (UEU) di final nasional ini. Selama empat tahun berturut-turut, gelar juara itu mampu digenggam The Eagles. Di sektor putri, gantian Universitas Esa Unggul (UEU) yamg superior dan kembali mempertahankan status kampiun. UEU finis di puncak LIMA Basketball Nationals usai menekuk UPH di final. Selama tiga musim, The Swans, julukan UEU, mempertahankan takhta juaranya. Kejutan disajikan peringkat ketiga sektor putra, Institut Perbanas. Absen selama tiga tahun di fase nasional, Perbanas comeback dengan finis di posisi ketiga. Peringkat ketiga GJC itu sukses menundukkan juara EJC, Universitas Surabaya (Ubaya), pada laga perebutan peringkat ketiga. Selain itu, LIMA juga memberi gelar top block, top steal, top rebound, top assist, top scorer, best management, dan juga MVP. LIMA pun turut mengapresiasi para student athlete, yang memiliki prestasi cemerlang. Status gelar all academic player, khusus disematkan untuk student athlete yang juga mengukir Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018 Putri Juara Putri Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 2 Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 3 Universitas Surabaya Putra Juara Putra Universitas Pelita Harapan Banten Peringkat 2 Universitas Esa Unggul Jakarta Peringkat 3 Institut Perbanas Jakarta Gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018 Top Assist Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Christian Pascal (Univ. Padjadjaran Bandung) Top Rebound Lea Elvensia W Kahol (Univ. Surabaya) Agus Salim (Univ. Esa Unggul Jakarta) Top Block Ni Komang Sitha Dewi Marino (Univ. Pelita Harapan, Banteng) Agung Eko Prabowo (Univ. Surabaya) Top Steal Tiara Aulia Denaya (Univ. Esa Unggul Jakarta) Muhammad Basith (Institut Perbanas Jakarta) Top Scorer Lea Elvensia W. Kahol (Univ. Surabaya) Dandung O’Neal Pamungkas (Univ. Atmajaya Yogyakarta) Best Management Institut Teknologi Harapan Bangsa, Bandung Institut Perbanas, Jakarta All Academic Player Zulfa Nur Umniyah – Univ. Pendidikan Indonesia, Bandung – 3,91 Alfi – Univ. Ahmad Dahlan, Yogyakarta – 3,90 MVP Jane Charissa Adelaide Purwandoyo – Univ. Esa Unggul Jakarta Yesaya Alesandro Saudale – Univ. Pelita Harapan, Banten

Lakukan Debut di Asian Games 2018, Beban Mental Pebasket 16 Tahun Adelaide Callista Wongsohardjo

Pebasket 16 Tahun asal Malang, Adelaide Callista Wongsohardjo (12), mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana sekalgus ajang debutnya di event Asian Games XVIII/2018. (mainbasket.com)

Jakarta- Adelaide Callista Wongsohardjo patut bangga diberi kesempatan masuk dalam skuat tim nasional (Timnas) basket putri Indonesia Asian Games XVIII/2018. Bahkan, gadis kelahiran Malang 12 Oktober 2001, diberi kepercayaan sang juru racik tim Arif Gunarto memulai debut perdananya saat berjumpa Korea Bersatu. Gabungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) itu, ia hadapi di Hall Basket Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, pada Rabu (15/8). Sayang, Adelaide dan kolega harus mengakui ketangguhan tim Korea, dengan skor 40-108. Pengalaman bermain di Asian Games 2018 tentu bakal menjadi pelajaran yang berharga baginya. Tak setiap edisi, timnas basket putri Indonesia bisa tampil pada ajang empat tahunan itu. Usai laga, MVP atau pemain terbaik kompetisi DBL 2017 ini mengaku grogi turun membela Merah Putih di laga perdana. “Agak grogi gitu, tapi senang dikasih kesempatan bertanding lawan Korea,” ujar Laide–sapaan akrabnya, ditemui di Mixed Zone. Sebagai pemain termuda, apakah memiliki beban mental? “Iya, sih, harus mengimbangi pemain-pemain senior. Misalnya defense harus baik, tidak banyak salah,” jawab pemain binaan klub Bimasakti Malang itu. Diakui, dirinya mendapatkan pelajaran berharga kala berjumpa punggawa Negeri Ginseng itu. Apalagi, pada laga itu, Laide masih belum menyumbang poin bagi Indonesia. “Ya finishing-nya harus banyak lagi. Karena kami masih kurang di finishing, terus fundamental juga kurang. Ke depannya lebih berani lagi, dan kurangi kesalahan-kesalahan serta lebih semangat,” ungkap siswi SMAK St Albertus, Malang, Jawa Timur. Untuk selanjutnya, dara dengan tinggi 173 cm juga belum tahu bermain di klub profesional pada Srikandi Cup, atau tidak. Namun, ia membidik target untuk bermain di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. “Setelah Asian Games 2018, masih ingin fokus sekolah, dan belajar. Mungkin target yang ingin dikejar itu PON,” pungkasnya. Sementara itu, Wahyu Gunarto, Manajer Timnas Basket Putri Indonesia menyebut pihaknya ingin Asian Games 2018 meninggalkan warisan kepada generasi muda. “Apalagi tidak setiap kesempatan Indonesia bisa tampil, sehingga ini merupakan waktu yang tepat memberikan pengalaman kepada pemain junior,” cetus Wahyu. (Adt)

Kalah Telak 108-40, Srikandi Merah Putih Dapat Pelajaran Berharga Dari Tim Korea Bersatu

Shooting Guard Timnas Basket putri Indonesia, Nathania Claresta Orville (21) berusaha melewati hadangan Tim putri Korea Bersatu, dan takluk 108-40, di penyisihan Grup X basket putri Asian Games XVIII/2018. (Riz/NYSN)

Jakarta- Tim putri gabungan Korea Selatan dan Korea Utara (Korea Bersatu) memberikan pelajaran berharga bagi srikandi Merah Putih. di laga perdana penyisihan Grup X cabang olahraga basket putri Asian Games XVIII/2018. Melakoni laga di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Rabu (15/8), anak didik Arif Gunarto itu kalah telak 40-108. Hasil ini, membuat Indonesia berada posisi keempat, di bawah Korea Bersatu, Taiwan dan Kazkhstan. Karena dipertandingan sebelumnya, Taiwan sukses meraih kemenangan atas Kazakhstan 72-42, sedangkan India belum memainkan laga. Berlaga dihadapan publik Jakarta, Korea Bersatu tampil dominan sejak awal laga. Tim yang dimotori Yunghui Lim itu memanen angka demi angka atas tuan rumah. Indonesia harus mengakui ketangguhan lawan dikuarter pertama dengan skor terpaut jauh 8-25. Alih-alih memangkas jarak poin atas lawan, Korea Bersatu justru makin produktif dengan memundi 33 poin, sedangkan Indonesia hanya 12 poin. Henny Sutjiono dan kolega dipaksa menyerah di kuarter dua dengan skor 20-58 dari Korea Bersatu. Usai jeda, Indonesia berusaha mengimbangi permainan lawan. Namun, Korea Bersatu yang telah mendapatkan momentum makin percaya diri melesakkan bola ke dalam keranjang tuan rumah. Kuarter tiga ditutup dengan sempurna oleh Korea Bersatu 79-29. Situasi tetap tak berubah di kuarter empat. Korea Bersatu terus mengancam daerah pertahanan Indonesia. Bermain secara cepat dan efektif membuat Gabriel Sophia tak bisa berbuat banyak. Raihan poin Korea Berstau tak terbendung. Indonesia harus mengakhiri pertandingan dengan skor terpaut jauh 40-108. “Meskipun kalah kami tetap fight. Sebelumnya memang pernah sparing melawan mereka saat try out. Memang mereka bermain cepat. Kami berusaha mengantisipasi, tapi memang rotasi yang dijalankan juga tidak efektif. Kami terlalu banyak membuang bola. Harusnya banyak shooting, ini malah banyak melakukan turn over,” ujar Gabriel. Pemain berusia 26 tahun itu, mengakui mendapatkan pelajaran berharga saat berjumpa dengan Korea Bersatu. “Pelajarannya untuk eksekusi bola masih kurang, mungkin karena pertandingan pertama jadi masih deg-degan. Berikutnya harus tetap fight dan optimis untuk laga selanjutnya,” lanjutnya. Pada laga itu, Suk Yong Ro mengjadi pencetak angka terbanyak dengan 22 poin, diikuti Hye Yon Kim yang mengoleksi 14 poin. Sementara di kubu tuan rumah, Natasha Debby Christaline menjadi pemain yang mencetak angka terbanyak yakni 17 poin, dan Gabriel Sophia dengan 8 poin. “Secara keseluruhan kami tidak puas dengan hasil ini. Debby tadi performanya sangat baik. Catatannya, kalau sudah kalah strategi dan fisik maka semua bersatu dalam tim untuk saling membantu,” terangnya. Sedangkan Arif menegaskan bahwa timnya bermaterikan pemain muda sehingga mereka masih terus belajar utnuk mengasah skill dan mental tanding. “Mungkin pertandingan pertama jadi agak grogi. Apalagi banyak pemain muda-muda. Selanjutnya, kami akan memperbaiki difense dan shooting. Tadi juga turn over terlalu banyak,” terangnya. “Selanjutnya kami fokus untuk menghadapi Kazakhstan, yang punya skuat tinggi-tinggi, dan kami akan memakai strategi bermain cepat dan memperkuat difense. Tapi, untuk pertandingan, ya kami fokus satu-satu dulu,” pungkas Arif. (Adt)

Timnas Basket Putra Indonesia Langsung Tumbang 65-104 di Laga Perdana Kontra Korsel

Point Guard Timnas Basket Indonesia, Andakara Prastawa Dhyaksa (putih), dikepung peman Korea Selatan, dalam laga perdana penyisihan Grup A cabor Bola Basket Asian Games 2018, yang berkesudahan 104-65 bagi kemenangan tim negeri Ginseng. (Pras/NYSN)

Jakarta- Keseruan tersaji di babak penyisihan grup A cabang basket putra Asian Games 2018 pada laga Indonesia kontra Korea Selatan, di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). Mendapat dukungan penuh publik, Timnas putra Merah Putih justru gagal meraih hasil positif. Andakara Prastawa Dhyaksa dan kolega harus mengakui ketangguhan para pemain asal Negeri Ginseng dengan skor lebar, 65-104. Korea langsung mengambil inisiatif serangan usai wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. Dimotori Ricardo Preston Ratliffe, Korea lebih dulu unggul 28-18 di kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, Korea makin ‘ganas’ tembakan demi tembakan dari para pemain membuahkan poin. Indonesia makin jauh tertinggal. Memundi 25 poin, Korea mengunci kuarter kedua dengan skor 53-31. Usai jeda, Indonesia berusaha terus memberikan tekanan pada Korea. Meski mampu memanen poin, namun itu belum cukup memperkecil margin angka skuat Garuda atas Korea. Para pemain Indonesia berupaya keras untuk lepas dari bayang-bayang dominasi Korea. Namun, pertahanan Korea juga tergolong tangguh karena beberapa kali mampu mencuri bola pemain tuan rumah. Indonesia mengakhiri kuarter ketiga, dengan tertinggal 45-80. Anak asuh Fictor Gideon Roring belum menyerah di kuarter keempat. Tapi, Korea sudah mengunci kemenangan, dengan poin yang sulit terkejar oleh punggawa Garuda. Kuarter keempat pun berkesudahan 65-104 untuk Korea. “Hasil ini sesuai prediksi. Korea tim kuat dan punya line up pemain di dalam dan luar yang kuat. Shooter mereka itu nomor satu di Asia. Bisa dibilang, dua kelas di atas Indonesia,” ujar juru racik tim kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 18 Desember 1972 itu. Pada pertandingan kali ini, menurut Fictor, difense menjadi fokus evaluasi anak didiknya. “Difense harus diperkuat, karena tadi terlalu mudah. Tapi harus diakui memang lawan lebih tangguh,” urainya. Di kubu Indonesia, Andakara menyumbang 20 poin, dan Jamarr Andre Johnson 16 poin, serta Valentino Wuwungan dengan 6 poin. Sementara, pemain Korea Ricardo Preston Ratliffe menjadi pencetak poin terbanyak dengan 30 poin, diikuti Sunhyung Kim dan Junbeom Jeon dengan 13 poin. “Sebenarnya kami main enak-enak saja. Mungkin kurang ngalir bolanya. Kalau untuk ofensif kami tidak ada masalah, mungkin difensif saja yang kewalahan,” ungkap Andakara usai laga. Menghadapi laga selanjutnya, pemain berusia 25 tahun itu mengaku optimis timnya bisa meraih hasil positif. “Melawan Thailand dan Mongolia kami optimis. Karena masih ada waktu untuk istirahat, dan kami akan tonton video mereka tanding. Sehingga kami bisa lebih fokus lagi,” tutup point guard lulusan SMAN 3 Jakarta itu. (Adt)

20 Tim Terbaik Lolos, LIMA Basketball Nationals 2018 Bergulir di Surabaya

LIMA Basketball Nationals 2018 akan berlangsung 9-16 Agustus 2018 di Universitas Airlangga, Surabaya, sekaligus menjadi event puncak kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa. (LIMA)

Surabaya- LIMA Basketball Nationals 2018 siap digelar. Perhelatan akbar ini akan menutup rangkaian kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa di musim keenam LIMA Basketball. GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Jawa Timur, menjadi tuan rumah pergelaran yang akan dihelat 9-16 Agustus 2018 ini. Sebanyak 20 tim terbaik dari Greater Jakarta Conference (GJC), West Java Conference (WJC), Sumatra Conference (SMC), Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) dan East Java Conference (EJC) siap beradu di fase selanjutnya, yaitu nasional. Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Season 6 sebelumnya melewati fase conference. Lima region sukses menggelar kompetisi bola basket tahunan antarmahasiswa ini sejak Juni hingga Agustus 2018. Jakarta Raya menjadi region pembuka dalam pergelaran yang bertajuk LIMA Basketball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC). Region Sumatra dan Jawa Barat secara bersamaan turut menghelat ajang ini. LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference (SMC) di Medan dan LIMA Basketball: Blibli.com West Java Conference (WJC) di Bandung menjadi persinggahan setelah GJC. Region keempat yang disinggahi yaitu Jawa Tengah dan DIY dalam perhelatan LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) yang digelar di Yogyakarta. Terakhir, LIMA menyambangi Surabaya dalam ajang LIMA Basketball: McDonald’s East Java Conference (EJC). Dari lima wilayah tersebut, LIMA Basketball season 6 ini terdapat 51 perguruan tinggi aktif berpartisipasi. Tercatat 61 tim putra dan 40 tim putri ambil bagian dalam perhelatan ini. Stidaknya, 1.070 student athlete ikut serta dalam pergelaran bola basket antarmahasiswa terbesar di Indonesia ini. Technical meeting (TM) untuk membahas administrasi, sistem kompetisi dan pertandingan, serta hal-hal yang berkaitan soal LIMA Basketball Nationals 2018 ini digelar di Ruang Aula Kahuripan Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, pada Rabu (8/8). Pertemuan ini dipimpin oleh Azwar Muhlis, selaku manager Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Achmad Nuryadi dan Lukmannul Hakim selaku tim technical delegates. Pengundian pul LIMA Basketball Nationals 2018 hanya dilakukan untuk sektor putra. Keputusan tersebut dilakukan atas hasil pemungutan suara seluruh perwakilan tim dalam memilih sistem pembagian pul. Sebelumnya, LIMA menyusun pembagian Pul berdasarkan nilai koefisien conference, yakni nilai keikutsertaan tiap region sejak musim ketiga LIMA. Namun, LIMA tidak menutup segala masukan dari para peserta. LIMA Basketball Nationals 2018 ini akan menampilkan komposisi 12 tim putra dan delapan tim putri, hasil pemilahan dari tiap wilayah. Berbeda dengan sektor putra, untuk putri, yang hanya terdiri dari dua pul, proses pengundian tak dilakukan. Pembagian pul telah dilakukan oleh LIMA berdasarkan nilai koefisien setiap conference. “Tahun ini, untuk pertama kalinya LIMA Basketball Nationals memakai nilai koefisien conference untuk pembagian pul. Tujuannya agar semua tim memiliki jam terbang yang lebih. Namun, kami menerima masukan untuk pengundian pul. Akhirnya, voting kami lakukan. Di nasional ini semua tim sama kuat,” ungkap Azwar usai proses TM. (Adt) Hasil Undian pul sektor putra LIMA Basketball Nationals 2018 Pul A Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Negeri Jakarta Pul B Institut Teknologi Harapan Bangsa Bandung Universitas Airlangga Surabaya Universitas Padjadjaran Bandung Pul C Universitas Surabaya Institut Perbanas Jakarta Universitas Parahyangan Bandung Pul D Universitas Atma Jaya Yogyakarta Universitas Prima Indonesia Medan Universitas Dian Nuswantoro Semarang Hasil Undian pul sektor putri LIMA Basketball Nationals 2018 Pul X Universitas Pelita Harapan Banten Universitas Surabaya Universitas Airlangga Surabaya Universitas Negeri Malang Pul Y Universitas Esa Unggul Jakarta Universitas Tarumanegara Jakarta Universitas Katolik Parahyangan Bandung Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Yesaya Alessandro Michael Gagal Bawa Indonesia Lolos Perempat Final, Takluk Dari China 102-45

Yesaya Alessandro Michael akhirnya gagal membawa Indonesia ke perempat final FIBA U-18 Asian Championship 2018, usai takluk dari Cina 45-102. (fiba.basketball)

Jakarta- Timnas basket U-18 putra Indonesia akhirnya harus mengakui ketangguhan China di babak 12 besar FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Rabu (8/8). Yesaya Alessandro Michael dan kolega takluk dengan skor mencolok, 45-102. Pada pertandingan itu, Indonesia dibuat tak berkutik bahkan tak diberi kesempatan mengembangkan permainan. Terlebih, para bigman skuat Garuda pun tak mampu berbuat banyak. Tercatat Indonesia melakukan 12 turn over, dan lawan 9 turn over. Memainkan kuarter pertama, para pemain China langsung menekan pertahanan Indonesia. Hasilnya, China memimpin perolehan angka dan menutup kuarter dengan skor 33-10. Situasi belum berubah di kuarter kedua. Alih-alih memangkas jarak angka, justru China mampu memundi 24 poin, sedangkan Indonesia hanya menambah 9 poin. Kuarter kedua berakhir 19-57 untuk China. Usai jeda, dominasi China masih berlanjut. Di kuarter ketiga poin yang didapat China makin tak terkejar oleh anak asuh Andika Supriadi Saputra. Indonesia tertinggal 30-87 dari China sekaligus mengunci kuarter ini. Meski sama-sama menambah 15 poin, namun, Indonesia yang sudah tertinggal dipaksa menyerah. China akhirnya resmi membungkus kuarter ini 102 atas Merah Putih sekaligus memastikan langkah ke perempat final FIBA U-18 Asia Championship 2018. Pencetak poin terbanyak di laga ini adalah Haonan Chen dengan 18 poin, sedangkan Yesaya mengukir 13 poin. Usai mengandaskan Indonesia, China melaju ke perempat final. Di fase tersebut, Negeri Tirai Bambu itu akan berhadapan dengan Korea Selatan, sebagai juara grup D. (Adt)

Menangi Laga ‘Hidup-Mati’ Kontra Kazakhstan, Timnas Basket Putra U-18 Lolos Ke Babak 12 Besar

Yesaya Alessandro Michael (7) tampil impresif saat mencetak 26 poin, 10 rebounds, 4 steal, dan 2 assist melawan Kazakhstan U-18 di penyisihan grup A, FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Selasa (7/8). (fiba.basketball)

Jakarta- Timnas basket U-18 putra Indonesia berhasil meraih kemenangan pada laga ‘hidup-mati’ kontra Kazakhstan dengan skor akhir 79-64, pada babak penyisihan grup A, FIBA U-18 Asian Championship 2018, di Bangkok, Thailand, Selasa (7/8). Sebelumnya, di pertandingan pertama, Minggu (5/8), Indonesia takluk dari Iran dengan skor 50-80. Hasil kurang memuaskan Merah Putih berlanjut saat berjumpa dengan Jepang, Senin (6/8). Indonesia tumbang 53-86. Hasil positif atas Kazakhstan membawa Yesaya Alessandro Michael dan kolega melaju ke babak 12 besar. Berposisi sebagai peringkat ketiga grup A, Indonesia akan berhadapan dengan tim peringkat dua dari grup B. Dan, laga babak 12 besar berlangsung pada Rabu (8/8). Di pertandingan itu, Kazakhstan mengunci kuarter pertama dengan skor 20-18. Dominasi negara Asia Tengah berlanjut di kuarter kedua. Kazakhstan mampu memundi 21 poin, sedangkan Indonesia hanya 19 poin. Pertandingan kuarter kedua berakhir dengan skor 41-37 untuk Kazakhstan. Namun di kuarter ketiga, menerapkan disiplin tinggi dengan menutup rapat pertahanan membuat Indonesia balik unggul 53-52 paska memanen 16 poin, sementara Kazkhstan hanya mengoleksi 11 poin. Agresifitas Yesaya dan kawan-kawan makin tak terbendung di kuarter keempat. Indonesia mengantongi 26 poin, berbeda dengan lawan yang hanya memundi 12 poin. Indonesia menutup laga dengan skor meyakinkan 79-64. Pada pertandingan ini, Yesaya tampil impresif dengan mencetak 26 poin, 10 rebounds, 4 steal, dan 2 assist. Sementara di kubu lawan, Merey Uapov menjadi andalan tim dengan torehan 21 poin. Meski unggul dalam produktifitas poin, namun catatan penting pada laga itu, tim asuhan Andika Supriadi Saputra ini masih melakukan 23 turn over, dan lawan melakukan 20 turn over. (Adt)