Meski Kurang Persiapan, Ahmad Zulfikar Mampu Meraih Medali Emas POMNas 2017

Ahmad-Zulfikar-(Kiri)-bersama-dengan-kembarannya-Ali-Fikri-(kanan)-saat-di-ajang-POMNas-2017-lalu

Persiapan adalah modal dasar dalam melakukan semua hal, karena sebuah kegagalan sama halnya dengan merencanakan kegagalan. Berbeda dengan sosok pemuda ramah yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar, atau yang sering disapa Fikar. Fikar merupakan atlet cabang olahraga Kempo, perwakilan dari Jawa Barat di ajang POMNas 2017. Fikar mengikuti cabang olahraga Kempo dari kategori pasangan, bersama kembarannya Ali Fikri. Fikar mengakui bahwa saat mengikuti ajang POMNas 2017 lalu, ia dan kembarannya memiliki persiapan yang kurang matang, dan tidak pernah menyangka akan mendapatkan gelar juara 1. “Persiapan POMNas kemarin cuma 3 minggu, dan tekniknya masih banyak yang harus diganti. Awalnya juga pesimis, karena persiapan yang kurang matang dan melihat lawan yang kemarin adalah juara 1 di PON. Tapi alhamdulillah semua karena ijin Allah saya menang.” Ujar Fikar Bertanding dari kategori berpasangan bukanlah hal yang mudah, karena harus memiliki persamaan agar kompak saat bertanding. Dan bagi Fikar, bermain bersama kembaran sudah tercipta secara alami untuk kompak. “Karena saya kembar jadi sudah sehati dan secara alami aja gitu kompak. Soalnya juga, kalau mau bertanding pasti selalu terus berdua,” ucap mahasiswa Universitas Ibd Khaldun Bogor (UIKA). Tak hanya itu, atlet yang sudah mengikuti kempo sejak tahun 2010 ini juga menceritakan asal muasal bagaimana ia bisa tertarik dengan Kempo. “Saat saya kelas 3 SMP ada Kempo masuk dalam kelas olahraga saya. Awalnya sih saya gak tertarik. Lalu sang pelatih Kempo melihat, saya dan kembaran memiliki bakat, ia juga bilang kalau kita bagus kalau main dikategori berpasangan. Semenjak itu jadi tertarik untuk ikut latihan Kempo,”ucapnya Fikar yang sudah mengikuti beberapa kali kejuaraan, dan selalu mendapatkan juara dalam berbagai turnamen, menjelaskan prestasinya. Seperti juara 1 pada Kejuaraan Nasional Pelajar tahun 2012 dan 2013, lalu juara 1 Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jawa Barat 2014 dan juara 2 Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Mahasiswa yang masih tingkat semester 5 jurusan Manajemen ini juga berbagi cerita, tentang suka duka saat sudah bergabung dalam cabang olahraga Kempo. “Kalau sukanya sih kita bisa berprestasi, bisa membuat bangga orang tua, banyak teman dan nambah pengalaman. Mungkin kalau dukanya waktu bersama dengan orang tua, dan teman pasti berkurang. Dan yang paling sering itu kangen sama orang tua, kalau udah di mess. Apalagi disaat ada teknik baru, sedangkan kita belum bisa, malah jadi kepikiran terus, alias terbayang bayang terus,”tutupnya. (put/adt)

Pencak Silat: Sempat Kelelahan Melawan Kontingen Jawa Tengah, Teriakan Sang Pelatih Timbulkan Semangat Baru

Ausri-Bayusro-saat-memenangkan-medali-emas-di-POMNas-2017

Olahraga bela diri seperti pencak silat merupakan olahraga yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjaga tubuh agar tetap sehat, pencak silat juga berguna untuk bela diri dan menolong sesama. Seperti yang sedang di tekuni oleh Ausri Bayusro atau Abay, yang menuturkan bahwa olahraga pencak silat dapat menjaga keluarganya dari bahaya. “Pencak silat itu ilmu beladiri. Niat awalnya agar punya ilmu bela diri untuk menjaga keluarga dan saudara dari bahaya,” tuturnya. Meski pada awalnya Abay hanya mencoba ikut dengan temannya untuk latihan pencak silat, namun pemuda yang mempunyai tekad kuat ini telah mengumpulkan berbagai medali dari beberapa turnamen yang ia jalani di ajang Jakarta Open 2014, Disorda 2016 (Dinas Olahraga dan Pemuda) dan (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional POMNas2017). Pada saat menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan, Abay berbagi cerita tentang perasaannya ketika menang. “Ya setiap orang pasti ada perasaan ragu untuk memenangi suatu kejuaraan. Tapi karena banyaknya motivasi dan dukungan serta doa, rasa ragu itu hilang dan menjadi sumber kekuatan,” ucapnya kepada nysnmedia.com. Tak hanya itu, mahasiswa STKIP Kusuma Negara ini juga menambahkan ceritanya di saat ia sempat kelelahan ketika pertandingan pencak silat melawan perwakilan Jawa Tengah di POMNas 2017 lalu. “Kemarin saat aku lawan perwakilan Jawa Tengah, aku sudah lelah banget dan susah untuk nendang, tapi di sisi luar coach aku teriak “ayo bay jangan mau nyerah”, Seketika aku langsung bangkit dan semangat lagi untuk bertanding. Itu kejadian pas semi final bertemu Jawa Tengah. Buat aku pribadi, itu lawan terberat,” tutupnya. (put/adt)

Fakta Menarik: Sejarah Olahraga Tarung Derajat Yang Belum Anda Ketahui

Demo Tarung Derajat Di Ho Chi Minh City, Vietnam Sumber: www.tarungderajat-aaboxer.com

Pernahkah anda mendengar cabang olahraga Tarung Derajat? Untuk anda yang belum tahu, Tarung Derajat adalah olahraga yang diambil dari nama Achmad Dradjat. Siapakah dia? Yuk kita ulas lebih dalam lagi. Tarung Derajat memiliki definisi sebagai ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara realistis dan rasional dengan penerapan 5 daya gerak moral, yaitu kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan pada diri. Achmad Dradjat lahir pada 18 Juli 1951 di Bandung, Jawa Barat. Achmad Dradjat memiliki panggilan Aa Boxer yang awal mulanya mengajarkan kepada rekan-rekannya teknik bela diri ini sehingga ia juga memiliki panggilan Sang Guru. Sejak tahun 1960an, ia mengembangkan teknik bertarung dijalanan. Berangkat dari pengalamannya yang hidup dengan keras membuat ia mengalami berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Bahkan pada usia 13 tahun ia mengalami kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang hampir merenggut jiwanya. Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan diuji dari perkelahian. Lalu proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental. Achmad Dradjat mulai merintis olahraga bela diri ini pada 18 Juli 1972 dengan terbentuknya kepengurusan Tarung Derajat yang bernama Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB. KODRAT) pada tahun 1989 yang awalnya dipimpin oleh Letjen (Purn.) Arie Sudewo. Berlanjut pada tahun 1988, Perguruan Pusat Tarung Derajat untuk pertama kalinya menyelenggarakan “Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup I” yang diikuti oleh 36 petarung dari 4 provinsi yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Bali, dan NTB. Namun masih sangat sederhana dan aturan serta gaya pertandingan masih bebas. Sejak itu, Kejuaraan Tarung Bebas AA BOXER Cup diselenggarakan setiap dua tahun sekali hingga tahun 1997. Sedangkan titik terang perjuangan mulai tampak pada tahun 1998, Tarung Derajat Resmi menjadi anggota ke-53 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dipertandingkan sebagai kategori olahraga beladiri di arena PON (Pekan Olahraga Nasional). Hingga saat ini, cabang olahraga Tarung Derajat telah dipertandingkan 3 kali dalam PON, yang diawali dengan pertandingan ekshibisi PON Tahun 2000 di Jawa Timur. Sebagai anggota KONI, Tarung Derajat telah di transformasi dari sekedar ilmu bela diri perkelahian untuk membela kehormatan diri sendiri menjadi sebuah cabang olahraga yang memiliki aturan pertandingan yang ketat dan berdisiplin dengan mengutamakan nilai-nilai sportifitas keolahragaan yang bersifat universal. Kini, Tarung Derajat juga digunakan sebagai latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. Tak hanya itu, Tarung Derajat juga memiliki semboyan yaitu: “Aku ramah bukan berarti takut Aku tunduk bukan berarti takluk“. (put/adt)

Resmi Dilantik, PPS Betako MP Tangsel Periode 2017-2022

Para-pengurus-PPS-BETAKO-Cabang-Tangsel-berpose-bersama-dengan-Walikota-Tangerang-Selatan,-Airin-Rachmi-Diany

Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel resmi dilantik oleh H. Uus Koswara selaku Ketua Pengurus Daerah MP Propinsi Banten (Pengda Banten) di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (22/10). Acara tersebut juga dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Pada susunan pengurus yang baru ini, Adjie Ekawarman selaku Dewan Pembina yang juga tercantum pada kepengurusan KONI Tangsel serta Zaid Elhabib selaku Anggota Dewan Propinsi Banten yang secara kebetulan adalah mantan Atlet serta pengurus pencak Silat Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta. Dalam sambutannya, Airin berharap agar warga kota Tangsel dapat menyalurkan hal-hal yang positif dan bermanfaat dengan masuk kedalam kegiatan pencak silat Merpati Putih. “Saya bersyukur apabila atlet-atlet yang berlatih nantinya dapat berlaga dan dapat mencetak prestasi, sehingga dapat membanggakan Kota Tangsel,” kata Airin. Diketahui, MP Cabang Tangsel terbentuk kepengurusan untuk periode 2017-2022 yang di ketuai oleh Mas Sulistio Imam sebagai warga Pondok Aren. Kemudian, pada saat itu juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1, serta peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran, yakni dengan melakukan atraksi dengan mata tertutup melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ir. Zaid Elhabib menjelaskan, bahwa tempat-tempat latihan PPS Betako MP ini sudah tersebar di beberapa tempat di kota Tangsel, namun ternyata masih menginduk ke cabang lain, sehingga dari para pelatihnya yang berdomisili di Tangsel memprakarsai untuk membentuk Kolat Tangerang Selatan. Karena ada dari beberapa atletnya yang sudah berprestasi di tingkat Nasional. “Oleh sebab itu, alangkah baiknya apabila bisa mewakili dari daerah tempat tinggal sendiri yaitu Kota Tangsel,” imbuhnya. Sementara itu Dewan Pelatih MP Tangsel, Willy, sangat optimis MP Tangsel akan menjadi kiblat bagi MP di seluruh Indonesia. “Untuk mencapai itu, kita semua harus mempunyai kekompakan, sikap kekeluargaan serta gotong royong. Jika, semua berjalan dengan lancar dan matang, bukan tidak mungkin MP Tangsel akan dijadikan tolak ukur bagi MP di seluruh Indonesia,” papar Willy. (pah/adt)

Rory Dinobatkan Sebagai Pegolf Indonesia Terbaik Pada Laga Indonesia Open 2017

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Rory Hie menjadi pegolf Indonesia terbaik yang mencetak hasil terbaik di Indonesia Open 2017. Walaupun Rory hanya berhasil menempati peringkat ke-12, ties dengan Chanachok Dejpiratanamongkol dari Thailand. Mereka masing-masing mengumpulkan 277 pukulan atau 11 di bawah par. Dari pantauan berjalannya pertandingan di lapangan golf Pondok Indah Golf, Rory bermain dramatis di hari terakhir. Sempat mengawalinya dengan permainan double bogey di hole satu dan bogey di hole kedua. Lalu, mencetak dua eagle di hole 14 dan 18 , serta tiga birdie di hole 9,12, dan 15. “Amazing, Its miracle. Pukulan saya di hole 14 sangat bagus, langsung mendekati pin. Di hole terakhir saya melihat banyak orang yang menonton. Saya bilang ke diri saya sendiri saya harus main bagus dan ternyata berhasil membuat eagle lagi,” kata Rory usai pertandingan. Lebih lanjut, Rory mengakui sempat down setelah membuat bogey. “Hati saya rasanya hancur, karena posisi saya saat itu sedang bagus. Untung saya dapat memperbaiki di hole-hole berikutnya,” tambah Rory. Dia mengaku lebih bersemangat saat bertanding di negaranya sendiri. Pada tahun 2011 lalu, dan akhirnya Rory menjadi runner up di Indonesia Open dan dinyatakan sebagai pegolf Indonesia terbaik yang mencetak hasil terbaik di Indonesia Open 2017. Targetnya tahun ini adalah bisa menembus peringkat 60 di order of merit Asian Tour. Rory sekarang menempati peringkat ke-79. Semetara itu, Gaganjeet Bhullar (India), juara Indonesia Open 2016 harus puas di peringkat ke-18, ties dengan Ye Htet AUNG (Myanmar) dan K P Lin (Taiwan). Dia hanya sanggup mengumpulkan 280 pukulan atau delapan di bawah par. Ketua Umum PB PGI Murdaya Po merasa gembira dengan antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai negara. Murdaya juga menyampaikan penghargaan kepada para sponsor yang sudah mendukung turnamen Indonesia Open 2017. Dia berharap penyelenggaraan turnamen ini bisa memberikan semangat kepada para pegolf di Indonesia untuk bisa berprestasi lebih baik lagi. Indonesia Open merupakan trade mark golf Indonesia. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1974. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-36 kali. Ada 140 pegolf yang ikut berpartisipasi. Senada dengan Murdaya Po, Budi Kosasih, selaku Direktur dari Pondok Indah Golf Course menuturkan bahwa Pondok Indah Golf Course terlaksana berkat kerjasama semua unsur. “Saya cukup bangga dengan semua unsur yang terlibat dari awal sampai akhir, walaupun sempat di guyur hujan yang cukup lebat itu proses alami, hanya bisa mempengaruhi kecepatan bola saja, itupun sangat kecil kemungkinannya,”tutup Budi (red)

Panuphol Pittayarat, Pegolf Asal Thailand Berhasil Rebut Juara Golf Indonesia Open 2017

Panuphol-Pittayarat,-juara-Indonesia-Open-2017

Perhelatan kompetisi final Indonesia Open 2017 masuk ke babak akhir pada hari ke-4 sejak turnamen di gelar pada kamis (26/10) yang berlangsung di Pondok Indah Golf Course, jakarta. Pertandingan bergengsi ini sempat di guyur hujan yang cukup lebat, dan atas kerjasama pihak penyelenggara akhirnya masih bisa di antisipasi. Moment yang di inisiasikan oleh PGI, BRI, BNI, Mandiri, BTN, Telkom Indonesia di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada Minggu sore berlangsung seru. Dan di puncak kompetisi akhirnya Panuphol Pittayarat, menjadi juara di final Indonesia Open 2017 Present. Pegolf asal Thailand ini berhasil mencetak 65 pukulan atau 7 di bawah par. Total mengumpulkan 265 pukulan atau 23 di bawah par dalam pertandingan selama empat hari. Ini adalah kemenangan pertamanya sejak enam tahun terakhir. “Saya sangat bahagia dengan kemenangan ini. Walaupun harus main 24 hole sejak pagi tadi. Saya merasa sangat nyaman bermain bersama dua pemain Thailand, kata Panuphol yang bermain satu flight dengan Namchok Tantipokhakul dan Rattanon Wannasrichan,” ujar sang juara Sedangkan Namchok menempati peringkat ketiga, dengan perolehan 273 pukulan atau 15 di bawah par, ties dengan Jazz Janewattananond. Sementara itu, posisi runner up ditempati pemain Thailand lainnya, Tirawat Kaewsiribandit, dengan 270 pukulan atau 18 di bawah par. Panuphol di hari terakhir final Indonesia Open 2017, berhasil membuat delapan birdie dan satu bogey. “Saya berusaha untuk tetap bermain baik dan tidak memikirkan apa yang sudah terjadi. Pekan ini saya bermain dengan mental yang baru untuk menikmati golf. Saya tidak memikirkan apa hasilnya nanti, tetap bermain baik saja, jelas Panuphol yang mendapat hadiah sebesar US$ 54.000,- dari total hadiah US$ 300.000,-.”(red)

Pondok Indah Golf Course, Di Pilih Sebagai Tempat Ideal Turnamen Golf Internasional

Budi-Kosasih-selaku-Direktur-Pondok-Indah-Golf-Course-saat-konferensi-pers

Pondok Indah Golf Course dipilih untuk kedua kalinya sebagai tempat berlangsungnya laga turnamen golf internasional Indonesia Open 2017 yang sedang berlangsung hingga 29 Oktober 2017. Turnamen yang sudah berlangsung 36 kali sejak tahun 1974 ini memang merupakan ajang yang diikuti oleh kurang lebih 140 pegolf dari dalam dan luar negeri. Bukan tanpa alasan mengapa turnamen golf internasional Indonesia Open 2017 tersebut berlangsung di Pondok Indah, Budi Kosasih selaku Direktur dari Pondok Indah Golf Course menuturkan bahwa Pondok Indah Golf Course tidak memiliki persiapan yang berbeda dari tahun sebelumnya terutama untuk cuaca yang saat ini sedang masuk musim hujan. “Secara prinsip nggak ada yang berbeda, karena kita sudah pernah tahun lalu. Kondisi lapangan kita pun setiap hari kita usahakan selalu siap. Jadi over all no problem. Untuk masalah cuaca, kami hanya berusaha tapi yang menentukan tetap yang diatas,” ujarnya Ia juga membahas apa yang menjadikan Pondok Indah Golf Course ini sebagai lapangan yang memiliki standart internasional. “Biasanya untuk lapangan internasional dilihat dari segi panjangnya, kualitasnya dan desainnya. Tetapi kalau secara spesifik yang jelas untuk membedakan antara lapangan internasional dan tidak itu memang tidak ada pembedanya. Yang penting harus 18 holes dan jangan pendek. Setiap saat jarak bisa berkembang dari 6900 yard, terus naik ke 7200 yard lalu naik ke 7400 yard. Saat ini teknologi sudah maju, dan pemain juga semakin jauh pukulannya. Jadi ini tantangan buat kita yang harus kita ikuti,” tutup Budi kepada nysnmedia.com (put/adt)

Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih Warisan Yang Harus Dilestarikan

Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM.

Peresmian Pengurus Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH atau PPS BETAKO MP Cabang Kota Tangsel, beberapa waktu lalu di Tandon, Ciater, Tangsel mendapat perhatian khusus dari Anggota Dewan Provinsi Banten, Ir. Zaid Elhabib, MM. Zaid yang juga mantan atlit serta pengurus pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih sewaktu kuliah di Universitas Trisakti Jakarta, mengatakan bahwa sudah seharusnya Pencak Silat Merpati Putih harus di lestarikan. “Saya berharap, Pencak Silat yang salah satunya aliran Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih ini dapat dilestarikan sebagai warisan Budaya Asli Indonesia, sehingga disini kita bukan hanya belajar beladiri saja, namun dapat menjaga kebugaran serta stamina tubuh juga dapat berpartisipasi dalam menjaga Warisan Budaya Indonesia sebagai salah satu kesenian Beladiri Indonesia,” jelas Zaid. Pada saat peresmian PPS BETAKO MP Tangsel juga diadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk tingkat Dasar 1 sampai tingkat Balik 1. Tak hanya itu, peragaan atraksi pemukulan benda keras serta atraksi getaran yaitu melakukan atraksi dengan mata tertutup, melewati halang rintang, mengenali warna serta membaca data KTP. Ia juga mengatakan dengan dibentuknya PPS Betako MP Tangsel dapat mengembangkan olahraga bela diri tangan kosong dan mengenalkannya kepada masyarakat. Sehingga, nantinya akan muncul bibit-bibit atlit pencak silat. “Dengan diresmikannya PPS Betako MP Tangsel, masyarakat dapat mengenal seni bela diri tangan kosong dan mampu membantu untuk mengembangkannya. Apalagi, jika ada warga Tangsel yang berlaga di kancah Nasional maupun Internasional,” ujarnya. Lanjutnya, banyaknya pelatih silat yang berasal dari Tangsel akan membantu mengembangkan seni bela diri tangan kosong ini. “Para pelatih-pelatih tersebut kebetulan semuanya berdomisili di Tangerang Selatan memprakarsai untuk membentuk cabang Tangerang Selatan. Semoga mereka dapat menciptakan atlet muda yang potensial,” ucapnya.(pah/adt)

Targetkan 5 Emas Pada Kejurda Pencak Silat Pelajar, IPSI Tangsel Dorong Persiapan

Pengurus-Ipsi-Tangsel

Ikatan Pencak Silat Kota Tangerang Selatan (IPSI Tangsel) sudah siap 80% menjelang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Tingkat Pelajar yang akan berlangsung 3-5 November 2017 di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II Bidang Teknik IPSI Kota Tangsel, Deny A., di GOR Ciputat, Jalan Ki Hadjar Dewantoro, Ciputat, Rabu (25/10/2017) malam, saat memantau jalannya Latihan atlet binaan, sekaligus rapat koordinasi persiapan event atau agenda kegiatan IPSI Tangsel sampai akhir Desember 2017. “Persiapan IPSI Tangsel sudah 80 persen, mulai dari atlet, pelatih, serta semua kesiapan teknik, termasuk mental. Nanti diprediksi 100 persen kesiapannya pas hari H,” ungkap Deny. Target IPSI Tangsel dituturkanya bisa meraih 5 Emas, karena raihan terakhir di ajang yang sama sebelumnya 4 Emas. “Ini yang menjadi PR besar untuk teman-teman binaan prestasi yang ada di IPSI Tangsel, maka dari itu, semua stakeholder dari pelatih, pengurus, termasuk Ketua (E. Wiwi Martawijaya) bahu membahu mensukseskan Kejurda 2017 ini,” ucapnya. Dia menjelaskan, kedepannya nanti ini hanya menjadi ajang salah satu Try out saja, karena di Tahun 2018 mendatang, target utamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kabupaten Tangerang. Diakuinya, POPDA 2018 merupakan event bergengsi dan juga merupakan event berkelanjutan sampai Tingkat Nasional nanti. Kejurda mendatang ini, rencananya IPSI Tangsel akan full team sebanyak 22 atlet, 3 pelatih yang mengandalkan pada Kelas A Putri, Kelas C Putra, Kelas F Putra, Kelas B Putri, dan Kelas Tunggal Putra. Ditambahkannya, Tangsel tidak memasang target agar menjadi Juara Umum. “Alasannya, karena kalau Juara Umum targetnya minimal 7 Emas, target kita hanya di 3 Besar,” tambah Deny POPDA terakhir pada 2016 lalu di Kabupaten Pandeglang, kontingen dari Kota Tangsel sendiri meraih prestasi 3 Besar, dengan 3 Emas 2 Perak 5 Perunggu. Hampir senada dengan Deny, hal ini juga diungkap oleh Atrias, selaku Bidang Pembinaan Prestasi, yang sangat berharap POPDA 2018 mendatang ada peningkatan prestasi dari sebelumnya. “Saya sedikit agak prihatin dari kedisiplinan anak-anak, meski saya hanya sebagai pemantau, pengawas, saya menekankan kepada pelatih agar anak-anak lebih disiplin, terutama keseriusan dan kehadiran latihan ditambah lagi nyalinya harus lebih kuat,” Tegas Atrias. Sedangkan masih menurut Atrias, Kabupaten Tangerang selaku Tuan Rumah, menurut informasi yang di himpun, sudah mempersiapan jauh hari sebelumnya, dan beberapa lapis tim mereka, tapi kalau kita Tangsel hanya dua lapis. tutup Atrias (sug/adt)

Tak Butuh Persiapan Khusus, Para Pemain Golf Indonesia Open 2017 Siap Mengikuti Turnamen

Johannes-Veerman,-Gaganjeet-Bhullar-dan-Rory-HIE-saat-konferensi-pers

Indonesia Open 2017 akan dimulai 26 Oktober-29 Oktober 2017. Turnamen yang akan diikuti 140 pegolf dari berbagai negara ini berhadiah total 300 ribu dolar. Tiga pegolf professional, Gaganjeet Bhullar asal India, Johannes Veerman asal Amerika Serikat dan Rory HIE asal Indonesia mengutarakan persiapan mereka untuk turnamen di Indonesia mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami cuaca yang tidak menentu. “Tidak ada persiapan khusus. Bagi saya memang sama panasnya cuaca di India dan di Indonesia. Bahkan di bulan Juli dan Agustus di India lebih lembab. Jadi tidak ada persiapan yang berbeda” ujar Gaganjeet Tak berbeda jauh dengan Gaganjeet, Johannes pun berpendapat yang sama bahwa ia sudah terbiasa dengan cuaca di negara tropis seperti Indonesia. “Tidak ada persiapan untuk cuaca karena saya juga pernah tinggal di Asia selama 15 tahun seperti di Malaysia, Thailand dan saya juga ada rumah di Depok yang saya kunjungi setiap musim panas. Saya cukup berpengalaman untuk mengatasi cuaca dan saya terbiasa untuk bermain di tempat tropis. Berbeda dengan Eropa yang saat ini sedang musin dingin” ucap Johannes. (put/adt)

Dellie Threesyadinda, Tengok Kiprah Gadis Cantik Ini Hingga Sukses Menjadi Pemanah Kelas Internasional

Dellie Threesyadinda, Gadis cantik yang berhasil meraih medali emas pada ajang Sea Games

Akhir-akhir ini olahraga memanah atau yang biasa disebut panahan mulai digandrungi oleh kaum hawa di Indonesia. Sebenarnya cukup banyak atlet perempuan yang menggeluti panahan, namun Sayangnya tidak banyak yang mengetahui siapa atlet-atlet panahan yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Salah satu Atlet Panahan Nasional Indonesia bernama Dellie Threesyadinda, gadis cantik ini mulai belajar memanah sejak umur 7 tahun. Dellie Threesyadinda yang biasa di panggil dinda, lahir di Surabaya 12 Mei 1990, Bakat memanahnya turun dari sang ibunda yang juga seorang atlet Pemanah Legendaris bernama Lilies Handayani yang pernah mendapatkan medali perak pada Olimpiade tahun 1988, sejak kecil sang Ibunda telah mengenalkan Dinda dengan olahraga Panahan. Waktu kecil, Dinda sering diajak sang ibunda berlatih memanah, lama kelamaan kecintaannya pada olahraga panahan pun mulai tumbuh. Seiring bertambahnya usia, minat dinda terhadap olahraga memanah kian bertambah. Hal ini membuat sang ibunda memutuskan untuk melatihnya langsung agar kelak Dinda menjadi atlet panahan profesional. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Dinda juga berlatih di salah satu sekolah panahan di Surabaya, di bawah asuhan pelatih Yahya Buari. Dinda mulai menjadi anak didik Yahya sejak tahun 1997. Hebatnya, baru 6 bulan sejak mulai berlatih, Dinda langsung mengikut kejuaraan memanah pertamanya. Sekarang, Dinda adalah salah satu atlet panahan wanita terbaik yang telah berhasil menjadi juara pada berbagai ajang kompetisi panahan baik dalam negeri maupun internasional. Pada tahun 2012 silam, Dinda telah berhasil merebut 2 medali emas. Selain itu, satu tahun kemudian tepatnya pada tahun SEA Games 2013, Dinda berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Penghargaan pun datang berturut-turut, salah satunya adalah dari kejuaraan panahan internasional di Inggris. “memanah itu melatih kesabaran, karena memanah tidak hanya olahraga tapi juga olahrasa. Kalau sedang mood-moodan, memanah akan terasa sulit. Memanah juga membutuhkan fisik yang kuat, karenanya saya rutin ngegym dan lari.” Ujar Dinda kepada wartawan pada jumpa pers Marina Hydro Cool Gel Lotion, tanggal 19-10-2015 lalu. Pada SEA Games Kemarin Dellie Threesyadinda dan tim berhasil menang melawan tim panahan putri Thailand dalam perebutan medali perunggu saat final compound beregu putri SEA Games XXIX di Synthetic Turf Fild, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Seringnya di banding-bandingkan antara pemanah wanita dengan pemanah pria Walaupun hanya sedikit perbedaannya, namun tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemanah pria dan wanita. Bedanya hanyalah pada jarak yang digunakan ketika memanah, untuk wanita jaraknya lebih pendek dari pria. Namun hal ini bersifat situasional. di bio instagramnya dinda menulis quote: Life Balance, Free spirit, Listen to your gut and Be Unstoppable –Dellie Threesyadinda- View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) ditengah kesibukannya berlatih dan bertanding panahan, dinda menyempatkan waktu untuk merileksasikan pikiran dan tubuhnya dengan sering berjalan-jalan atau biasa kita sebut Traveling keberbagai tempat. melalui akun instagram miliknya terlihat banyaknya foto yang ia abadikan dikala Traveling.  

Turnamen Golf Indonesia Open 2017 Berjalan Dengan Menggandeng Sponsor Dari 5 Perusahaan BUMN

Himbara-bersama-perwakilan-atlet-golf,-Ketua-umum-PB-PGI

Turnamen Golf Indonesia Open 2017 akan dimulai pada 26 Oktober-29 Oktober 2017 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Acara tahunan Turnamen Golf ini memiliki perbedaan pada tahun sebelumnya, dimana Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) terlibat langsung sebagai penyelenggara tanpa bantuan dari event organizer. Namun, PGI kini menggandeng 5 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sponsor yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu melibatkan event organizer, tahun ini PGI terlibat langsung menjadi penyelenggara” ucap Muryada PO selaku Ketua Umum PB PGI Murdaya Po juga menuturkan harapannya untuk turnamen internasional pada tahun berikutnya agar lebih besar dan bisa mengembangkan golf di Indonesia. “Saya berharap nanti turnamen tahun berikutnya lebuh banyak sponsor, semakin besae dan semakin bergengsi. Saya juga berharap turnamen ini dapat mendukung perkembangan golf di Indonesia dan juga di Asia” tambahnya Kerja sama antara PB PGI dan Himbara merupakan langkah yang sangat baik. Maristella Tri Haryanti selaku Vice President Bank Mandiri menuturkan bahwa turnamen ini merupakan awal untuk Himbara agar dapat mendukung acara turnamen internasional lain seperti Asian Games. “Ini menjadi pemanasan juga karena Indonesia akan menghadapi tahun depan dimana kita akan ada Asian Games. Jadi ini sebagai rangkaian event internasional juga” tuturnya Berbeda dengan anggota Himbara lain, turnamen ini bukan pertama kali bagi BRI untuk memberikan dukungan kepada Indonesia Open 2017. Prilly Savitri sebagai Marketing Communication BRI juga menyampaikan bahwa BRI pernah mensponsori ajang ini pada tahun-tahun sebelumnya. “Bank BRI sendiri sudah pernah mensponsori event ini mulai dari tahun 2013, 2014 dan 2016. Dan untuk tahun ini kami memang bersinergi dengan para bank di Himbara dan Telkom. Hal ini untuk mengusung spirit BUMN yang hadir untuk negeri” ujarnya. (put/adt)

Mengikuti Jejak Sang Ibu, Pemuda Ini Berhasil Mengalahkan Pemain Catur Nomor 1 Di Indonesia

Azarya-Jodi-Setyaki-catur

Azarya Jodi Setyaki yang akrab dipanggil Jodi itu merupakan salah satu pemain catur yang berlaga pada POMNas 2017 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia juga berhasil menyabet juara 1, sebagai perwakilan dari DKI Jakarta ini mengaku mengikuti jejak sang Ibu yang dulu pernah menjadi atlet catur. “Kebetulan mama pemain catur dan atlet juga. Lumayan sering ikut kompetisi. Aku jadi tertarik main catur dan beberapa kali main hasilnya lumayan jadi ditekuni”, tutur mahasiswa Universitas Atma Jaya ini kepada nysnmedia.com Selain itu, ia juga menuturkan kebahagiaannya saat pernah mengalahkan pemain Grand Master nomor 1 di Indonesia, Susanto Megaranto pada ajang PON 2016 di Jawa Barat. “Waktu itu aku nggak diunggulin jadi berkesan banget bisa mengalahkan pemain catur nomor 1 Indonesia dan sebenarnya aku gak ada trik khusus. Kebetulan aja dia pemain nomor 1 di Indonesia”, tambah Jodi. Kecintaannya pada catur sejak kelas 6 SD, telah membawanya ke berbagai kejuaraan baik tingkat nasional maupun tingkat internasional seperti PON dan Open Chess Championships. Baginya, catur merupakan olahraga yang menggunakan taktik dan melatih kesabaran serta ketekunan pemain sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Catur itu melatih kita untuk sabar dan tekun. Jadi bisa dipake sehari-hari” tutupnya. (put/adt).

Unggul Dari Negara Penciptanya, Indonesia Kembali Sabet Gelar Juara Umum Dari Olahraga Wing Chun

Wing Chun Indonesia

Kejuaraan olahraga Wing Chun Dunia, yang bertajuk The 4th Ip Msn Ving Tsun Match 2017, Pada tanggal 7 Oktober 2017 kemarin, berlangsung semarak di Hongkong. Wing Chun Indonesia kembali meraih kemenangan sebagai JUARA UMUM pada ajang Kejuaraan olahraga Wing Chun Dunia “The 4th Ip Man Ving Tsun Match” yang diselenggarakan oleh Ving Tsun Athletic Association, Hong Kong. Pada kesepakatannya, Federasi Wing Chun Indonesia berhak untuk mengirim 24 orang atlet wing chun nasional yang meliputi 3 orang atlet Chi Sao (Tarung) dan 21 orang atlet Taolu (Form). Tim atlet wing chun Indonesia berhasil meraih piala terbanyak dengan total 18 piala, diantaranya 5 piala emas, 7 piala perak, dan 6 piala perunggu. Berikut nama atlet Indonesia yang telah berhasil menorehkan nama Indonesia di kancah Internasional Champion (Emas) : 1.Clarissa Christy Kusnadi (Siu Lim Tao Remaja Wanita) 2.Irene Andriani Halim (Siu Lim Tao Dewasa Wanita) 3.Irene Andriani Halim (Chum Kiu Dewasa Wanita) 4.Destyan Adiwassesa (Chum Kiu Dewasa Pria) 5.Budi Lim (Mok Yan Jong Dewasa Pria) Sedangkan posisi 1st Runner Up (Perak) adalah: 1.Pinka Zuhdiana Hapsari (Chun Kiu Remaja Wanita) 2.Deviyana Leman (Biu Gee Dewasa Wanita) 3.Ika Sir’ana (Chum Kiu Dewasa Wanita) 4.Khairul Oktavian (Chum Kiu Dewasa Pria) 5.Denny (Mok Yan Jong Dewasa Pria) 6.Hartono Lukidi (Biu Gee Senior Pria) 7.Rizky Adiyono (Chisao 55.1-60) Lalu di susul oleh peraih 2nd Runner Up (Perunggu) diantaranya: 1.Clarissa Christy Kusnadi (Chum Kiu Remaja Wanita) 2.Pinka Zuhdiana Hapsari (Siu Lim Tao Remaja Wanita) 3.Deviyana Leman (Chum Kiu Dewasa Wanita) 4.Rizky Fitria al Fahmi (Biu Gee Dewasa Wanita) 5.Ignasius Wijaya (Mok Yan Jong Dewasa Pria) 6.Rudiman Kwee (Chisao 75.1-80) Sementara itu Martin Kusuma, Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia, turut serta dalam ajang Kejuaraan Wing Chun Dunia ini turut mengapresiasi para atlet Indonesia. “Selamat kepada seluruh atlit wing chun Indonesia yang telah mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Kita semua harus lebih giat dalam berlatih, serta menambah kemampuan agar tahun depan bisa tetap mempertahankan Juara Umum,”papar Martin. Melalui rilis yang di terima oleh nysnmedia.com di ceritakan bahwa pada tahun 2016 lalu, olahraga Wing Chun Indonesia juga telah meraih gelar Juara Umum dengan perolehan 9 piala emas, 8 piala perak, dan 6 piala perunggu. Walaupun perolehan medali secara total turun dibanding tahun 2016, tetapi Indonesia masih merupakan negara dengan Juara Umum, dengan bertahan selama 2 tahun berturut-turut.(red)

Setelah Sukses Memperingati Hari Jadi Yang Ke-2, ASC Akan Kembali Gelar Kabaintelkam Cup Desember Mendatang

H-Arifin-Murad-Bersama-PB-Perbakin-yang-juga-Kepala-BNN-Budi-Waseso

Puji serta syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terlaksananya tournament menembak di acara open tournament menembak di Abadi Sport Centre (ASC) Serua, Ciputat, Tangsel, begitulah closing statement dari H Arifin selaku pemilik dan penanggung jawab acara kepada nysnmedia.com saat menutup kegiatan turnamen menembak. Pemilik ASC, H Arifin Murad juga menuturkan harapannya kedepan untuk acara ini agar dapat menumbuhkan bibit atlet dan Perbakin bisa maju khususnya di wilayah provinsi Banten. “Jadikan acara ini agar memiliki hikmah dikemudian hari, dan kita bisa menghasilkan bibit-bibit atlet yang handal terutama untuk provinsi Banten dan maupun tingkat nasional,” kata H Arifin. Namun ia sempat mengutarakan kekecewaannya kepada Perbakin Tangsel, terkait dengan perizinan untuk lapangan tembak ini. Perbakin Tangsel sempat menghambat perizinan, dan dinilai tidak objektif. “Selama ini kami dapat hambatan dari Perbakin Tangsel yang saya kira kurang objektif. Padahal menurut PB Perbakin, surat-surat kami sudah lengkap. Padahal 1,5 tahun yang lalu saya sudah mengajukan izin ke Perbakin Tangsel, tapi sayangnya tidak di proses. Dengan alasan yang tidak jelas juga,” ucap H Arifin Selain itu Ia juga menambahkan, bahwa berbagai izin dari beberapa pihak sudah ia pegang. “Surat sudah komplit. Seluruh aspek dari pemerintahan daerah, seperti izin tanah dan izin bangunan untuk lapangan tembak ada, dari warga mulai dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan serta dinas yang terkait seluruhnya sudah tanda tangan. Dan PB Perbakin sendiri yang menjadi markas kita sudah mendukung sepenuhnya dan memberikan izin dengan mudah. Saya tidak mengerti apa yang diinginkan dari Perbakin Tangsel,” tambahnya. Terlepas dari itu, H Arifin berterimakasih kepada banyak pihak, terutama tim panitia hingga acara berjalan dengan sukses. “Saya kira acara ini telah sukses berkat kerjasama semua lapisan, terutama tim panitia yang solid, PB Perbakin, BNN, Polres Tangsel, Pemda Tangsel dan seluruh lapisan lainnya yang terlibat, saya ucapkan terimakasih, desember mendatang, kami dalam persiapan acara yang serupa, tapi lebih meluas lagi, yaitu kabaintelkam cup,” tutupnya (put/adt)

Antusiasme Peserta Tembak Ikuti ASC Yang ke-2 Sebagai Wadah Penyalur Hobby Menjadi Prestasi

antusias-para-peserta-ASC

Abadi Sport Center (ASC) terus membuat suatu kegiatan positif untuk peserta tembak agar bisa menjaring atlet-atlet berprestasi dan potensial untuk bisa membawa nama harum Tangsel, Provinsi Banten maupun Indonesia. Open tournament ASC ke-2 akan berlangsung selama dua hari terhitung dari Sabtu – Minggu (14-15/10) di Lapangan Tembak Abadi Sport Center, Serua, Ciputat. Ratusan peserta berdatangan mulai dari Jabodetabek maupun luar Jabodetabek. Mereka siap beradu ketangkasan dalam hal menembak. Salah satu peserta tembak yang sudah mengikuti dua kali open tournament ASC, Ardi Dwi Purnomo mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk menyalurkan hobi dan juga bisa mengasah kemampuan. “Acara ini sangat bagus, saya sudah dua kali mengikuti ASC ini. Dengan kegiatan ini dapat menyalurkan hobi para penembak,” ujar Ardi kepada nysnmedia.com. Sementara itu, Gusal Reynaldi dari BSD menjelaskan, lapangan tembak ASC mempunyai tantangan tersendiri. Gusal mengatakan, tantangan itu datang dari kelembapan suhu. “Disini (ASC) ada tantangan sendiri. Kelembapan suhu. Karena, ini kan rumput jadi lembap dan bisa pengaruh ke tembakan. Jadi, ini tantangan sendiri buat saya dan harus pintar-pintar dalam bidik sasaran,” papar Gusal. (pah/adt)

Perempuan Indonesia Harus Berani Menembak!

perempuan-indonesia-menembak

Judul tersebut jangan di konotasikan dengan pandangan tentang percintaan, seorang wanita harus mampu menjaga harkat dan martabat sebagai pribadi yang menunggu dalam mengutarakan perasaan cinta kepada kaum Adam. Dalam gencarnya persaingan di jaman emansipasi wanita, perempuan Indonesia telah masuk ke berbagai cabang olahraga ekstrim termasuk menembak. Olahraga menembak yang sangat identik dengan kaum pria, kini ujaran masuk ke semua segmen hampir tak mampu di bendung. Seperti yang di utarakan oleh projek manager Cahaya Kurnia Mandiri, Listani Agustina, menurutnya modal utama dalam menekuni olahraga menembak adalah keberanian. “Perempuan Indonesia harus berani mencoba hal-hal yang positif, modal utamanya adalah mau dan keberanian, bukan soal tomboy, tetapi lebih kepada pencarian jati diri dan batas kemampuan yang sanggup di lakukan oleh wanita itu sendiri. ujar wanita yang akrab di sapa Litha ini saat mengikuti tournament menembak di wilayah bulak anggrek, Serua, Ciputat Tangsel.(15/10) Selain itu Litha juga menambahkan bahwa dirinya sengaja mendaftarkan diri menjadi peserta di tournament menembak yang di gagas oleh Abadi Sport Center (ASC) untuk menguji kemampuannya. “Berbeda dengan sebelumnya, saya baru pertama kali mengikuti tournament jenis Air gun, karena biasanya saya menggunakan senjata beneran, untuk ketepatan olahraga yang di selenggarakan oleh ASC sangat menguji mental, yang pertama di tuntut untuk tidak terpengaruh suara-suara di sekitar, sehingga kita mesti fokus ke sasaran. Dan disini lebih diutamakan tentang safety ujar Litha Sementara itu di tempat yang sama sekjen Perempuan Lintas Banten, yang juga humas ASC, Munifah Umar berpendapat bahwa, selain ajang mencari bibit berprestasi moment ini juga di jadikan memperkenalkan wanita juga bisa. “Dalam moment ini, selain untuk mencari bibit berprestasi, tetapi juga mencari sosok wanita tangguh, olahraga menembak ini merupakan tantangan bahwa kaum wanita, karena wanita juga patut di sertarakan dengan para pria,”ujar Munifah. Munifah juga menambahkan bahwa sangat banyak peluang bisnis yang kita ambil dari acara yang di adakan oleh ASC. “Jika kita berpikir jauh ke depan, olahraga jenis ini segmennya jelas menengah ke atas, karena alat-alatnya tergolong mahal, sehingga peluang-peluang mencari relasi bisnis terbuka lebar, saya juga merupakan pelaku usaha, produk saya akan saya kerjasamakan kepada para peserta yang notabenenya lingkungan kaum berada, oleh sebab itu karena langkah bisnis bisa di bangun dengan dasar kepercayaan dan kualitas, jika produk yang di tawarkan sangat berkualitas, otomatis kepercayaan tersebut akan membawa dampak perubahan ekonomi kepada para perempuan,”jelasnya (red)

Redaksional NYSN Media Apresisasi Kegiatan Olahraga Yang Di Inisiasi Oleh ASC

nysn-apresiasi-kegiatan-ASC

Abadi Sport Center (ASC) telah menginjak usia yang ke-2. Menandakan hari jadi yang ke-2, ASC membuat kejuaraan open tournament shooting dengan tema “Menembak Yes, Narkoba No” di Lapangan Menembak Abadi Sport Center, Sabtu (14/10). Seperti yang di paparkan oleh Humas/publik relations ASC, Munifah Umar mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan spontan. “Iya, sebenernya kegiatan ini tergolong spontan untuk menyemarakan hari jadi ASC yang ke-2, tetapi syukur alhamdullilah mendapatkan respon yang luar biasa dari petinggi pengurus besar perbakin, lalu di kombinasikan dengan acara BNN, mengingat Narkoba memang merupakan musuh bersama,” tutur Munifah yang akrab dengan panggilan Ifa. Ifa yang juga merupakan Sekjen Perempuan Lintas Banten menambahkan bahwa, selain untuk sekedar menyalurkan hobby, ternyata prestasinya bisa di jadikan bekal untuk masa depan. “Yang ikut dalam kegiatan ini mayoritas adalah aparat kepolisian dan juga umum. Banyak juga dari pelajar yang akan di bina langsung oleh ASC dalam menyalurkan hobby menjadi prestasi. Jika melihat potensi menembak ke depan, polri pasti membutuhkan banyak sniper untuk memperkuat jajarannya, saya rasa ini dapat menjadi tiket masa depan,” tambahnya. Sementara itu di tempat terpisah, redaktur pelaksana nysnmedia.com Tb. Ardhiansyah Maulana sangat mengapresiasikan kegiatan tersebut. “Saya dan redaksional nysnmedia merasa bangga turut di libatkan dalam acara seperti yang di gelar oleh ASC, dan kebetulan kami fokus di media olahraga, siapapun pasti akan kami dukung, kami juga terbuka untuk siapapun jika berkenan melibatkan kami menjadi media support event olahraga,” ungkap pria yang sering di panggil Adhit. Adhit juga menambahkan bahwa peluang kreatif seperti ini banyak menimbulkan pandangan positif dari sisi ekonomi maupun sejarah. “Saya rasa moment ini akan memberi output yang positif bagi banyak pihak, dari sisi ekonomi juga patut di acungi jempol, pasalnya pemilik ASC sudah menandatangi kontrak dengan berbagai pihak untuk menjadi importir peluru, dan juga menambah peluang bagi para atlet untuk berprestasi, begitu juga bagi para pengurus organisasi yang terlibat sudah pasti mendapatkan nama baik, bahkan telah tercatat dalam buku sejarah olahraga menembak,”tutup Adhit.(pah/red)

ASC Diharapkan Menjadi Markas Olahraga Menembak

Panitia-HUT-ASC

Open Tournament Abadi Sport Center (ASC) dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-2, mendapat antusias dari berbagai kalangan dan ingin sekali ASC menjadi markas olahraga menembak bagi para atlet. Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol Ali Johardi mengatakan kejuaraan ini sangat baik dan sangat berharap kedepannya ASC akan dijadikan markas olahraga menembak atau posko para atlet penembak. “Semoga kedepan, bisa menjadi satu markas atau satu posko untuk pencerahan masyarakat untuk tidak menggunakan narkotika dan berolahraga menembak,” ucap Irjen Pol Ali. Senada dengan, Irjen Pol Alu Johardi. Dirkamneg Baintelkam Polri, Brigjen Joko Mulyono mengatakan kegiatan ini sudah sesuai prosedur dan sudah melakukan pedoman pemerintah mengenai senjata. “Semua harus disiplin menyangkut senjata. Saya bertugas melaksanakan pengawasan peredaran senjata, tentunya kepemilikan senjata harus sesuai pedoman kepada pemerintah maupun polri. Kegiatan menembak ini sesuai dengan prosedur dan tidak melanggar,” jelasnya. Lanjutnya, ASC diharapkan mampu mengembangkan kegiatan seperti ini dan dari Polri akan selalu mendorong ASC lebih bermanfaat bagi masyarakat maupun atlet menembak dan menjadikan ASC sebagai markas olahraga menembak. “Saya harap kedepan bisa mengembangkan kegiatan seperti ini. Kami semua mendorong organisiasi ini lebih bermanfaat,” terang Brigjen Joko Mulyono. (pah/adt)

Musuh Terberat Dalam Menembak Itu Adalah Ketenangan Diri Sendiri

Irjen-Pol-Ali-Johardi

HUT Abadi Sport Center (ASC) ke-2 menjadikan lahan bagi para atlet untuk menyalurkan bakatnya dalam menembak dengan menggelar open tournament shooting (14-15/10). Dalam kesempatan ini, Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol Ali Johardi memberikan tips dan motivasi bagi para peserta menembak. Menurutnya, musuh dalam menembak itu bukan lawan, melainkan diri sendiri. “Musuh kita itu, bukan lawan yang ada di kanan dan kiri. Tapi, musuh utama kita ada di diri sendiri. Ketenangan dan kesabaran, itu kunci olahraga menembak,” terang Irjen Pol Ali. Salah satu kuncinya dalam menangani ketenangan dan kesabaran itu, tidak menggunakan narkotika. “Itu baru bisa dilakukan kalau tidak menggunakan narkotika,” jelasnya. (pah/adt)