Bersaing di Ajang Popda 2018, Atlet Forki Tangsel Bidik Prestasi Dua Tahun Lalu

Atlet Forki Tangsel dilepas Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengikuti POPDA IX Banten 2018. (isitmewa)

Tangerang Selatan- Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melepas atlet karate dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IX Tingkat Provinsi Banten, di Kabupaten Tangerang pada 4 – 11 Mei 2018, di Kantor Wali Kota Tangsel, pada Rabu (2/5). Hadir dalam acara pelepasan itu yakni Dadang Rahayu (Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia/Forki Tangsel), R. Sukma Aji Abimanyu (Kabid Binpres Forki Tangsel), serta pelatih yakni Erick Iskandar, Marwanto JR dan Tasrikin. Para atlet karate yang dipersiapkan untuk Popda melakukan TC di Fame Hotel, Gading Serpong, dan mengikuti pertandingan di Pusdiklat Kitri Bakti Kabupaten Tangerang, Banten, pada 4 Mei 2018. “Kami berharap prestasi Popda 2018 ini, setidaknya menyamai prestasi yang diraih pada Popda sebelumnya. Pada Popda 2016, kami meraih 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu,” ujar Sukma. “Semoga mereka tetap bisa berprestasi pada ajang Popda tahun ini,” tambahnya. Airin juga berpesan kepada para atlet, agar tidak takut terhadap lawan yang akan dihadapi. “Tunjukan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, jangan gentar sama lawan. Fokus konsentrasi dan percaya diri disetiap pertandingan, agar juara umum bisa diraih,” tegasnya diikuti semangat para atlet. Sekda Tangsel, Muhamad yang ikut hadir dalam pelepasan itu menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Tangsel sangat peduli terhadap atlet berprestasi. “Bonus umroh sebagai bentuk apresiasi Pemkot Tangsel. Tentunya, ini akan menjadi motivasi bagi para atlet memberi terbaik dan menjadi juara umum Popda,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel, Entong Wiwi Martawijaya menjelaskan,tim Popda Tangsel mengikuti 17 cabang olahraga (cabor). “Tangsel mengirimkan 231 atlet dengan 20 pelatih, 32 asisten pelatih. Dengan mengikutkan 17 cabor dari 19 cabor yang dipertandingkan. Targetnya juara umum,” tuturnya. (Adt)

Squash Tak Pasang Target Muluk di Asian Games 2018, Sekjen PSI : Surprise Dapat Emas

Atlet squash Singapura (merah) berhadapan dengan Kalimantan Timur dalam test event Asian Games 2018, saat tampil tahun lalu. (republika.co.id)

Jakarta- Cabang olahraga squash tak membebankan target tinggi kepada atlet di ajang Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Hal itu dikatakan Sylviana Murni, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI), di Jakarta, Sabtu (5/5). “Kami sudah bisa ikut di Asian Games 2018 ini saja bersyukur dan Alhamdulillah. Dan berkaca pada SEA Games 2017 di Malaysia kami mendapatkan perak dan perunggu,” ujar mantan None Jakarta 1981 itu. “Untuk di Asian Games harapan kami, setidaknya bisa mendapatkan medali perak. Kalau dapat medali emas itu berarti surprise,” lanjut mantan Wali Kota Jakarta Pusat pada periode 2008-2010 itu. Diketahui, pada 25-29 April 2018, telah berlangsung Kejuaraan Squash Internasional Tingkat Asia Tenggara (SEA Cup Squash) 2018, di Arena Squash Graha Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat. Event yang diikuti 5 negara yakni Indonesia selaku tuan rumah, Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura itu dijadikan sebagai salah satu persiapan tim Merah Putih jelang Asian Games 2018. “Event itu menjadi ajang persiapan menghadapi Asian Games 2018. Sementara untuk training center tetap berjalan sampai saat ini,” tambahnya. Sayang, dalam event itu, Timnas Indonesia gagal meraih medali. Kemampuan mereka masih dua tingkat di bawah negara Malaysia dan Filipina, yang medominasi turnamen. “Sedangkan untuk try out, kalau bisa dimaksimalkan di dalam negeri mengapa kami paksakan ke luar negeri. Tentu, kami masih harus fikirkan agar mereka juga bisa bersaing dengan negara lain,” tutup peraih gelar S3 Manajemen Pendidikan Fakultas Kependidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu. (Adt)

Ribuan Peserta Bersaing di Kejurnas Atletik 2018, PB PASI Pantau Atlet Junior Berprestasi

Beberapa atlet cabor atletik akan bertandinga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 6-12 Mei 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Usia 18 Tahun, Usia 20 Tahun, dan Senior, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, 6-12 Mei 2018. Sebanyak 1.053 atlet dari 34 provinsi di Tanah Air bersaing untuk menjadi yang terbaik di ajang ini. Kategori U-18 Tahun diikuti 367 atlet (205 putra dan 162 putri). Kemudian, U-20 Tahun diikuti 282 atlet (179 putra dan 103 putri). Dan, Senior diikuti 404 atlet (284 putra dan 120 putri). Selain sebagai ajang untuk mengasah kemampuan para atlet junior. Kejurnas ini sekaligus sebagai salah satu cara PB PASI guna mencari bibit atlet atletik serta wadah penguji atlet-atlet Pelatihan Nasional (Pelatnas). Mohammad Hasan, Ketua Umum PB PASI, mengatakan semua atlet mulai dari junior hingga remaja, bisa mengikuti Kejurnas ini. Dengan Kejurnas ini, ia berharap agar atlet senior memiliki pelapis guna mengantisipasi terjadinya cedera. “Di Kejurnas ini semua boleh ikut. Baik itu junior dan remaja maupun atlet Pelatnas. Untuk atlet junior dan remaja yang nantinya berprestasi menjadi pelapis senior,” ujar pria yang akrab disapa Bob Hasan itu di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat (4/5). Ia menegaskan bila ada atlet Pelatnas tak berprestasi di Kejurnas, maka atlet itu akan diganti dengan atlet muda. “Jika ada atlet Pelatnas yang tak berprestasi, maka di TC Asian Games 2018 akan kami ganti dengan yang muda,” lanjut Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Pembangunan VII itu. Sementara, Tigor Tanjung, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PB PASI, menyebut atlet Pelatnas yang mengikuti Kejurnas akan mewakili daerah mereka masing-masing. “Atlet Pelatnas yang mengikuti Kejurnas akan tetap mewakili daerah mereka masing-masing. Sebagian dari mereka sedang training camp di Amerika Serikat, merasakan suasana pertandingan level dunia,” tutur Tigor. “Mereka memperbaiki teknik agar mengalami kemampuan peningkatan yang jauh lebih baik,” ungkapnya. (Adt)

Ratusan Atlet Bersaing di Test Event, Cabang Kurash Incar Satu Medali Emas Asian Games 2018

Sebanyak 8 negara mengikuti test event Asian Games 2018 cabang kurash di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, 5-6 Mei 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) menggelar Test Event Asian Games 2018, di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, 5-6 Mei 2018. Pada test event ini setidaknya 8 negara turut berpartisipasi yakni Indonesia selaku tuan rumah, Korea Selatan, Taiwan, India, Afghanistan, Iran, Vietnam, Palestina, dan Singapura. Sedangkan kelas yang dipertandingkan di putra adalah di kelas berat -66 kg, -90 kg, +90 kg. Dan, di putri yakni -52 kg, -63 kg, dan -78 kg. “Dari 8 negara ini, masing-masing mengirimkan 14 atlet, kecuali Singapura yang hanya mengirimkan 3 atlet. Jadi, sekitar 100 atlet yang mengikuti test event ini,” ujar Barnes Mahardika, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PBKI, Sabtu (5/5). Ia melanjutkan test event ini merupakan persiapan menuju Asian Games 2018. “Ini adalah pertandingan internasional Kurash pertama di Indonesia dan kami akan berjuang keras untuk kegiatan ini sehingga bisa mencapai prestasi di Asian Games mendatang,” lanjutnya. Sebelumnya, PBKI melaksanakan Seleksi Nasional (Seleknas) pada Januari 2017, guna mencari atlet-atlet terbaik yang diproyeksikan ke Asian Games 2018, di Pusat Latihan Nasional Judo Ciloto, Jawa Barat. Dan, telah menjaring 8 atlet yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang menjalani persiapan sebelum mengikuti pertandingan Kurash di pesta olahraga akbar empat tahunan di Asia itu. Terkait peluang di Asian Games 2018, PBKI mentargetkan meraih satu medali emas. “Peluang terbesar itu ada di kelas putri. Untuk putra masih butuh lebih banyak pelatihan dan pengalaman bertanding guna bersaing dengan negara-negara Asia,” tambahnya. “Kami juga akan mengirimkan 14 atlet untuk melakukan try out ke Iran, Taiwan dan Korea selama 3 pekan, pada Juni hingga Juli 2018,” tutup Barnes. (Adt)

Pemerintah Ingin Akademisi Turut Mendorong Lahirnya UU Atlet, Beri Perlindungan Masa Pensiun

Menpora Imam Nahrawi saat menerima kunjungan Kaprodi Magister dan Doktor Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, di Kantor Kemenpora, Kamis (3/5). (Kemenpora)

Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta kalangan akademisi turut serta dalam mendorong lahirnya Undang-Undang Atlet. Sebab, di dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) belum mengatur secara detail yakni salah satunya tentang hak-hak atlet terutama perlindungan pasca atlet. Hal itu dikatakan Imam Nahrawi (Menpora) saat menerima civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, yang dipimpin Kaprodi Magister dan Doktor Olahraga Amung Ma’mun, di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (3/5). Menurut Amung, saat ini gairah mahasiswa peminat jurusan olahraga dengan berbagai konsentrasinya semakin meningkat. Saat ini, UPI sudah mengembangkan konsentrasi pada empat jurusan, yaitu Pendidikan Jasmani, Kepelatihan Olahraga, Ilmu Olahraga, dan Manajemen Olahraga. Mahasiswa yang mengambil jurusan-jurusan tersebut ada yang berlatar belakang atlet dan pelatih, sehingga diproyeksikan akan lahir pemangku kepentingan olahraga yang tahu teori sekaligus paham praktek lapangan. “Peminat di UPI untuk jurusan olahraga tren-nya semakin naik. Para mahasiswa yang mengambil S2 dan S3 semakin merata dari berbagai daerah dan dari kalangan atlet serta pelatih. Diharapkan kedepan tenaga keolahragaan semakin berkualitas,” ujar Amung kepada Menpora. Ada dua hal penting yang disampaikan Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu kepada para civitas akademika yang hadir. Pertama, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) olahraga menjadi kebutuhan mendesak guna mendongkrak prestasi. Sehingga spesialisasi jurusan cabang olahraga perlu mendapat perhatian kalangan kampus. “Saya terus berkeliling kampus mencari adakah spesialisasi pada pendidikan olahraga yang sudah menjurus pada salah satu cabang olahraga, contohnya jurusan sepakbola. Pemerintah akan konsentrasi pada pembangunan SDM, dan faktor spesial atau kekhususan mendapat perhatian lebih. Semoga UPI dapat mewujudkan,” tegas Imam. Kedua, UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dirasa belum cukup mengatur secara detail tentang atlet, terutama perlindungan para pahlawan olahraga ini pasca masa produktif sebagai atlet. Urgensi ini perlu dukungan semua pihak apalagi dari kalangan akademisi guna mendorong lahirnya UU Atlet. “Saya minta kalangan akedemisi mendorong lahirnya UU Atlet. Karena di UU SKN belum mengatur secara detail hak-hak atlet, terutama perlindungan pasca atlet pensiun. Semoga, setiap tesis maupun desertasi para mahasiswa, akan membedah salah satu cabor, agar jadi landasan mengambil kebijakan,” tambah pria berusia 44 tahun itu. (Adt)

Hadiri Peluncuran Komura, Teddy Sheringham Sebut Indonesia Negara Pecinta Sepakbola Terbesar di Dunia

Jakarta- Legenda Inggris Teddy Sheringham mengaku senang berada di Indonesia. Ia menyebut Indonesia merupakan salah satu negara sepakbola terbesar dengan penggemar yang memiliki semangat tinggi. “Saya senang berada di Indonesia. Karena Indonesia salah satu negara yang memiliki penggemar sepakbola terbesar di dunia,” ujar mantan pemain Manchester United (MU) pada 1997-2001 itu saat Launching Komura, aplikasi mobile untuk Komunitas oleh FMA (Futbal Momentum Asia) di Jakarta, Kamis (3/5). Terkait Piala Dunia 2018, pria kelahiran Highams Park, London, Inggris, 52 tahun lalu itu mengaku khawatir dengan peluang Inggris. Menurutnya, Inggris akan sulit bersaing di ajang pesta sepkbola sejagat tersebut, karena dihuni manajer dan skuat muda sehingga seringkali berubah. Namun, hal itu akan memberikan keuntungan. “Terkadang itu bisa menjadi keuntungan. Sebab, para pemain akan turun ke turnamen tanpa beban. Ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi tim serta pelatih. Semoga tekanan media Inggris tidak menurunkan semangat mereka,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, pria bernama lengkap Edward Paul Sheringham mendukung kehadiran Aplikasi Komunitas Olahraga (Komura) sebagai aplikasi pertama bagi komunitas olahraga. Hal itu, lanjutnya, sebagai upaya untuk memperkaya dan menghargai penggemar dan memberi mereka sebuah media untuk terlibat satu sama lain maupun dengan klub, sponsor dan pemain. “Bahkan mantan pemain seperti saya,” cetusnya. Sementara, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam memproduksi aplikasi kelas dunia. “Pemerintah juga mendorong teknologi yang lebih inovatif, terutama bagi kalangan muda,” paparnya. Sedangkan Bayu Rahadian, Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora, menjelaskan aplikasi mobile Komura merupakan salah satu cara membudayakan olahraga ke masyarakat. “Ini cara bagus olahraga menjadi budaya. Tak hanya sepakbola, juga olahraga lainnya,” tukasnya. (Adt)

Dijajal Pebalap Timnas, Velodrome Asian Games 2018 Mulai Bisa Digunakan

Pembangunan Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta Timur, kini telah mencapai 87 persen, dan dijadwalkan rampung pada bulan Mei mendatang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jakarta Internasional Velodrome (JIV) Rawamangun, Jakarta Timur, yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus – 2 September mulai diuji pebalap timnas karena pembangunannya mendekati final. “Memang benar, hari ini velodrome dicoba oleh pebalap timnas. Mereka yang pertama kali merasakan velodrome ini sebelum pebalap lain. Keren banget,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, Kamis (3/5). Pebalap timnas yang bisa dikatakan mendapat berkah untuk mencoba lintasan balap yang terbuat dari kayu untuk pertama kalinya ini adalah tiga pebalap putra yaitu Projo Waseso, Puguh Admadi, Terry Yuda, Crismonita Dwi Putri dan Elga Kharisma Novanda. Menurut dia, VIJ yang dibangun khusus untuk kejuaraan empat tahunan ini sesudah mendapatkan sertifikasi khususnya untuk panjang lintasan balap. Adapun panjang dari lintasan adalah 250,0007 meter dan untuk empat putaran sepanjang 1.000, 0028 meter. Berdasarkan sertifikasi awal yang ditandatangani per 30 April ini, VIJ direkomendasikan ke federasi balap sepeda dunia atau United Cycling Internasional (UCI), untuk dijadikan velodrome kategori satu, atau bisa menggelar world class. Harapannya sertifikasi dari UCI secepatnya keluar. “Terkait status sertifikasi dari UCI, kami belum tahu. Yang jelas prosesnya terus berjalan setelah tes ini. Mungkin sekitar dua pekan kedepan,” kata pria yang juga menjadi ketua penyelenggara Asian Paragames 2018 atau INAPGOC itu. Tes lintasan balap di VIJ melibatkan banyak pihak. Selain pebalap pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan PB ISSI, pelaksanaannya dipantau langsung oleh sang arsitek velodrome, Ralph Schuurman serta dari perwakilan UCI, Erik Weispfennig. Saat ini, kata Okto pihaknya masih akan menunggu surat resmi dari UCI. Kata dia, selama tes lintasan sudah memberikan pandangan positif terhadap velodrome tertutup pertama kali di Indonesia ini. “Tantangan terbesar adalah menjaga agar kelembaban suhu selalu 50-70 persen. Selain itu harus steril dari burung maupun tikus,” kata pria yang juga promotor tinju profesional itu. Cabang balap sepeda merupakan salah satu cabang yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia. Selain dari disiplin trek, harapan medali juga datang dari road race, BMX, cross country dan downhill. (Adt)

Asian Games Goes to School Sambangi SMPN 115 Tebet, Tanamkan Nilai Olahraga ke Pelajar

Jakarta- Sebagai bagian dari upaya menyemarakkan gelaran Asian Games 2018, Agustus-September, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mengadakan kunjungan ke 18 sekolah terpilih di Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan) dalam event bertajuk ‘Asian Games Goes to School’. Tujuan event ini adalah menanamkan nilai-nilai olahraga pada para pelajar Indonesia yakni sportifitas, disiplin dan kerja keras. Pada Kamis (3/5), INASGOC mengunjungi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 115, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Dalam event itu, INASGOC menggelar kompetisi, games, serta coaching clinic yang menghadirkan dua punggawa Klub Bola Basket Pelita Jaya (PJ) Andrey Mahardika dan Gabriel Batistuta Risky, serta storytelling. Melalui kegiatan ini, INASGOC berharap dapat memberikan dampak positif bagi kaum pelajar di Tanah Air. Yurianto, Kepala Sekolah SMPN 115, mengatakan pihaknya menyambut positif event ini dan berharap pada pelaksanaan Asian Games 2018, Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain untuk menjadi yang terbaik. “Event ini menanamkan cinta olahraga kepada generasi muda terutama kalangan pelajar. Mereka juga bisa menerapkan disiplin dan kerja keras dalam meraih prestasi,” ujar Yurianto. “Harapannya tentu saja Indonesia tak hanya sukses menggelar Asian Games 2018, tapi juga sukses dalam mengukir prestasi. Sehingga dengan demikian bisa bersaing dengan negara-negara lain yang memang sudah lebih maju olahraganya dari Indonesia,” tambahnya. Sementara, Najeela Shihab, Pegiat Pendidikan, menegaskan perhelatan Asian Games 2018 memberikan dampak sangat positif bagi anak Indonesia karena bisa menjadi inspirasi dan sumber belajar tentang nilai-nilai yang penting dari olahraga. “Bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga kecerdasan intelektual berkait strategi permainan, kecerdasan sosial-emosional saat menghadapi tekanan,” tuturnya. “Tidak semua anak akan berprestasi gemilang di bidang olahraga, tapi pembiasaan hidup sehat, apresiasi terhadap kerja keras dan juga kebanggaan sebagai warga negara bisa tumbuh dari perhelatan olahraga seperti Asian Games ini,” tambah Najeela. (Adt)

Akademi Pelatih Jr.NBA Sambangi Jabar, Gubernur Aher : Peluang Pelatih dan Guru Pelajari Standar Pelatihan NBA

Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) membuka secara resmi kegiatan Akademi Pelatih Jr.NBA di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5). (net)

Jakarta- National Basketball Association (NBA) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bekerjasama menghadirkan Akademi Pelatih Jr. NBA yang akan diadakan di tiga kota. Event ini bakal menjangkau lebih dari 3.000 guru olahraga dari 2.000 sekolah di Jawa Barat. Hal itu dilakukan Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), dan Jim Wong (NBA Asia Associate Vice President of Marketing Partnerships), di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/5). Tujuan dari Akademi Pelatih Jr.NBA adalah semakin mengembangkan olahraga basket melalui pelatihan lapangan, penguatan dan pengkondisian tubuh, serta pendidikan basket untuk pelatih dan guru olahraga. Program serupa sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta. Sementara, Akademi Pelatih Jr.NBA akan dilaksanakan di tiga kota di Jawa Barat yakni Bandung, Cirebon dan Bekasi. “Kami sangat hargai program Akademi Pelatih Jr.NBA, sebagai kesempatan bagi pelatih dan guru olahraga di Jawa Barat mempelajari standar pelatihan NBA di bawah arahan profesional,” ujar Aher, sapaan akrab orang nomor satu di Jawa Barat itu. “Selain itu, program ini akan memberikan dampak positif serta meningkatkan kesadaran anak muda tentang pentingnya gaya hidup aktif dan sehat,” lanjutnya. Sedangkan Jim Wong menyebut kurikulum Jr.NBA menetapkan standar tentang bagaimana seharusnya basket dimainkan dan diajarkan kepada generasi muda. “Melalui Akademi Pelatih Jr.NBA, kami akan memperkenalkan permainan basket kepada ribuan guru olahraga dan membekali mereka dengan pengetahuan untuk dapat memberikan dampak pada kehidupan anak-anak didik mereka,” tuturnya. Para peserta Akademi Pelatih Jr.NBA akan menerima pembekalan guna mendorong dan memfasilitasi para muridnya, termasuk paduan pelatihan dengan kurikulum program di sekolah dan ekstrakurikuler, akses terhadap sumber online di website Jr.NBA, dan peralatan pelatihan dasar. (Adt) Berikut Jadwal Program di Tiga Kota : 1. Tanggal 2-3 Mei 2018 : GOR Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 2. Tanggal 8-9 Mei 2018 : GMC Basketball Arena, Kota Cirebon, Jawa Barat 3. Tanggal 11-12 Mei 2018 : GOR Basket Patriot Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat

Gelaran Kejurnas Drifting 2018, IMI : Ajang Pebalap Junior Tunjukan Prestasi

Sekretaris Olahraga Mobil IMI, Poedio Oetojo (kelima dari kanan), berharap event Kejurnas Drifting 2018 menjadi pembuktian junior unjuk prestasi. (Adt/NYSN)

Jakarta- Berbagai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balapan yang digelar berbagai pihak seperti Kejurnas Drifting 2018 dinilai jadi ajang bagi pebalap junior untuk dapat menunjukkan prestasi. Hal itu dikatakan Poedio Oetojo, Sekretaris Olahraga Mobil Ikatan Motor Indonesia (IMI), di Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (2/3). “IMI berharap dengan kejurnas ini bagi pebalap junior menunjukan prestasinya untuk masuk ke peringkat atas. Karena kalau kami melihat dari kejurnas-kejurnas sebelumnya juga pebalap junior sudah bisa menunjukkan skill yang baik,” tutur Poedio. “Mudah-mudahan di 2018 pebalap-pebalap junior akan memunculkan kejutan-kejutan. Ini demi kemajuan dunia balap di Tanah Air,” lanjutnya. Ditambahkan Poedio, IMI melihat bila pembibitan olahraga seperti ini memang dimulai dari junior. “Junior itu bukan dilihat dari kelas, tapi memang umur mereka berada di level junior. Dengan berlatih serta mengikuti berbagai event kejurnas dimungkinkan bagi mereka untuk mengukir prestasi,” tambah pria paruh baya itu. Menurutnya, tahun ini saja setidaknya terdapat 6 putaran event drifting, sehingga membantu pengembangan calon-calon drifter yang bagus. “Event yang digelar menjadi kesempatan besar untuk para junior belajar lebih banyak untuk bekal mereka menuju ke tahap yang lebih tinggi lagi,” tukas Poedio. (Adt)

Kejurnas Drifting 2018 Siap Dihelat Akhir Pekan Ini, Penyelenggara Jamin Persaingan Bakal Sengit

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting 2018 seri pembuka bakal berlangsung di Skuadron 21, Pondok Cabe, Banten, 5-6 Mei mendatang. (net)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drifting 2018 bakal berlangsung di Skuadron 21, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, 5-6 Mei mendatang. Selain jadi ajang pembuktian bagi para drifter nasional menunjukkan kualitas cabang olahraga drifting di Tanah Air yang terus berkembang pesat, pihak penyelenggara menjamin bahwa persaingan diantara drifter bakal berlangsung sengit. “Tahun ini untuk kedua kalinya kami menggelar Kejurnas Drifting sebagai bentuk kewajiban usai MoU (Memorandum of Understanding) dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia). Kami ingin penyelenggaraan Kejurnas tahun ini lebih sukses dan berkualitas dari tahun sebelumnya,” ujar M. Yoki Arafat, Ketua Promotor Nasional PT Eka Surya Alam sebagai penggagas Kejurnas Drifting 2018, pada Rabu (2/5). Harapannya, lanjut Yoki, para drifter Indonesia semakin dapat menunjukkan prestasi mereka di skala nasional, sehingga berdampak pada perkembangan olahraga otomotif, khususnya kancah drifting yang belakangan ini terlihat semakin digemari. “Sudah pasti tahun ini persaingan akan lebih baik dan makin sengit. Karena pebalap-pebalap yang juara tahun lalu di kelas Rookie mereka akan naik ke kelas Pro. Begitu juga di kelas Driftstar,” lanjutnya. Kejurnas Drifting 2018 memperlombakan sebanyak 5 kelas, yakni 3 kelas utama terdiri dari Pro, Rookie, dan Driftstar. Sedangkan 2 kelas tambahan (supporting classical) yang mempertandingkan mobil berjenis retro atau pick-up, serta front wheel Drive (FWD). “Tahun ini kami menggelar tiga putaran. Putaran pertama pada 5-6 Mei nanti. Putaran kedua kami gelar di Yogyakarta pada Agustus. Sedangkan untuk putaran ketiga akan dilaksanakan pada Desember, tapi tempatnya belum bisa kami beritahukan. Sebenarnya biar surprise saja,” tambah Yoki. Sementara, Toni Yanuar, Pimpinan Lomba Kejurnas Drifting 2018, menegaskan kejurnas merupakan salah satu pintu masuk bagi pebalap untuk go internasional. “Untuk kelas yang dipertandingkan kami patuh pada peraturan yang diakui IMI. Semoga dari kejurnas ini lahir juara nasional yang bersaing di level internasional,” tutur Toni. (Adt)

Singkirkan SMA Kharisma Bangsa, Tim Putri SMA Saint John’s Melenggang ke Final

Tim putri SMA Saint John’s Serpong (putih) akhirnya tampil di final, pasca menyudahi permainan tuan rumah, SMA Kharisma Bangsa, dengan skor 33-10, pada (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMA Saint John’s Serpong melangkah ke partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Melakoni laga krusial di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Senin (30/4), mereka berhasil menyingkirkan SMA Kharisma Bangsa dengan skor 33-10. Mengawali kuarter pertama, skuat SMA Kharisma Bangsa langsung menggebrak. Hasilnya, dua angka cepat diraih Alisiah Rezky dkk, 2-0. Namun, SMA Saint John’s membalas lewat tembakan tiga angka, skor berubah 2-3. Devyne Evelyne dkk mampu menjaga jarak angka dengan SMA Kharisma Bangsa hingga berhasil menutup kuarter ini dengan skor 10-3. Memasuki kuarter kedua, tim asal Serpong itu masih mendominasi pertandingan. Beberapa kali Devyne membuat pembeda di partai penentu ini. Tambahan 10 angka cukup bagi SMA Saint John’s membungkus keunggulan pada kuarter kedua, 20-3. Di kuarter ketiga, pertandingan berjalan seru. Kedua tim saling memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Namun, konsistensi yang ditunjukkan anak didik Agung Christyantho itu membuat skuat SMA Kharisma Bangsa kerepotan. Hasilnya, SMA Saint John’s mengunci kuarter ini dengan keunggulan 27-6. Pada kuarter akhir, SMA Saint John’s tak mengendorkan permainan. Para pemain juga berkontribusi untuk mencetak angka. Tambahan 5 angka sukses diraih SMA Saint John’s, beda satu angka dengan hasil yang diraih SMA Kharisma Bangsa. Kuarter inipun berakhir untuk keunggulan SMA Saint John’s, 33-10. “Gameplan sukses. Kami berhasil ke partai final bertemu dengan tim putri SMAN 6 Depok. Meski di pertandingan kali ini starting five tidak komplit, tapi kami masih bisa show-up dan memenangi laga penting ini,” terang Agung, arsitek SMA Saint John’s usai laga. “Para pemain juga mampu memperlihatkan kemampuannya. Ini dibuktikan tim dengan minimnya turn over. Menghadapi SMAN 6 Depok nanti, meski diawal pertandingan tim kami pernah mengalami kekalahan, namun di final kami akan melakukan persiapan lebih baik lagi. Perbaikan kami lebih kepada mental tanding,” lanjutnya. Sementara, walaupun timnya mampu unggul atas SMA Kharisma Bangsa, namun Devyne mengakui pertandingan tersebut berlangsung sengit. “Soalnya kedua tim tampil fight. Secara tim komunikasi diantara kami juga lancar. Selain itu, kondisi tubuh para pemain dalam kondisi fit,” tuturnya. “Meski beberapa pemain inti kami tak bermain. Tapi, saling percaya diantara sesama pemain, jadi siapapun yang dimainkan tidak masalah dan semua bisa berkontribusi untuk tim. Buktinya kami memenangkan pertandingan ini. Yang penting menjaga kondisi badan selalu fit. Semoga chemistry sesama pemain makin baik,” tutupnya. (Adt)

Tampil Militan, SMAN 3 Kota Tangerang Menang Tipis Dari SMA Saint John’s Serpong

Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang (abu-abu) bermain militan, saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, dan unggul dengan skor akhir sangat ketat 40-39. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putra SMAN 3 Kota Tangerang bermain militan saat berjumpa SMA Saint John’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Senin (30/4). Meski tertinggal di kuarter satu dan dua, namun anak didik Thomy Hendrawan merebut keunggulan di dua kuarter tersisa atas SMA Saint John’s. Mereka menang tipis 40-39. SMA Saint John’s langsung mengambil inisitif serangan pada kuarter pertama. Bahkan mereka mampu unggul lebih dahulu berkat tembakan tiga angka dari salah satu pemainnnya, 3-0. Tak tinggal diam, SMAN 3 mencoba mengimbangi hingga bisa menyamakan kedudukan 3-3. Di waktu lima menit tersisa, tim asal Serpong, Tangerang Selatan itu tetap memimpin hingga menutup kuarter pertama dengan keunggulan 13-10. SMAN 3 terus berusaha mengejar dan menipiskan ketertinggalan pada kuarter kedua. Beberapa kali serangan yang mereka lancarkan sempat merepotkan barisan SMA Saint John’s. Namun, SMAN 3 harus mengakui keunggulan skuat SMA Saint John’ s yang mengunci kuarter ini dengan skor 18-16. “Lawan tampil greget di awal-awal pertandingan. Angka kami selalu tertinggal di kuarter pertama dan kedua. Tapi, di kuarter berikutnya pertandingan sangat seru. Kami mulai menemukan momentum yang bagus, meski angkanya selalu beda tipis, tapi kami bisa memenangi pertandingan ini,” ujar Prawira Setyo, center SMAN 3 usai laga. Memasuki kuarter ketiga, SMAN 3 mampu membalikkan keadaan. Permainan Prawira dkk makin agresif. Mereka juga berhasil memaksimalkan kesempatan untuk menambah pundi-pundi angka. SMAN 3 terus memberikan ancama ke daerah pertahanan lawan. Prawira berhasil memanen dua angka setelah bola yang dilesakkan tepat masuk ke keranjang SMA Saint John’s. Kedudukan sama 18-18. SMA Saint John’s berhasil membalas lewat tembakan tiga angka dari Gunawan, 23-18. SMAN 3 makin tertinggal hingga skor 27-23. Daffa Dhaffran Hari, small forward SMAN 3 mampu membuat skor imbang 13-13. Sisa satu menit, SMA Saint John’s mencetak dua angka, 29-27. Dzulfiqar Farrel, shooting guard SMAN 3 sukses meraih tiga angka. Mereka pun memimpin 30-29. Akhirnya, SMAN 3 mampu membungkus kuarter ini dengan keunggulan 32-31. Di kuarter penentu, skuat SMA Saint John’s yang mulai kurang fokus hingga kerap gagal menuntaskan serangan dimanfaatkan oleh tim Kota Tangerang itu untuk sedikit menjauh. SMAN 3 langsung unggul 34-31. Calvin Gunawan, point guard SMA Saint John’s berhasil menyamakan kedudukan 36-36. Tembakan bebas, Prawira mampu menjaga marjin angka atas lawan, 40-36. SMA Saint John’s memangkas defisit angka dari SMAN 3, menjadi 40-39 yang sekaligus menandai berakhirnya kuarter ini. Abraham Alexander, point guard SMA Saint John’s, mengaku pada kuarter pertama dan kedua timnya masih fresh sehingga masih bisa fokus melakoni laga. “Masuk kuarter tiga dan empat kami mulai kelelahan. Dari angka kami juga tertinggal. Memang kami akui lawan memiliki fisik yang lebih baik. Pemain mereka juga mampu menciptakan kesempatan untuk menghasilkan angka demi angka. Mereka pantas untuk meraih kemenangan,” tutur Abraham. Sementara, juru ramu SMAN 3, Thomy Hendrawan, menyebut skuat yang dimiliknya mampu bermain lepas. “Lawan memiliki jam terbang lebih banyak. Mungkin itu yang membuat kuarter satu dan dua kami tertinggal. Istilahnya telat panas. Namun, disisa kuarter kami berhasil unggul. Laga ini para pemain juga tampil lebih percaya diri, terutama untuk Prawira dan Farrel. Semangat yang ditunjukkan sangat luar biasa,” tutup Thomy. (Adt)

Raih Perunggu Di Kejuaraan Dunia Panahan di Shanghai, Indonesia Sejajar China

Xiamen- Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan 2018 di Shanghai, China, berhasil meraih medali perunggu, lewat duet Diananda Choirunisa dan Riau Ega Agata. Keduanya menyabet medali perunggu di nomor recurve beregu campuran, dari rilis Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Xiamen, China pada Senin (30/4). Diananda dan Ega berhasil mengalahkan ganda campuran Amerika Serikat, Brady Ellison dan Khatuna Lorig, dengan skor 6-0. Sebelum menggondol perunggu, Diananda-Ega menyudahi perlawanan dua pasangan campuran lainnya dari Italia dan Prancis, masing-masing dengan skor 5-1 dan 6-2. Namun, langkah Diananda-Ega terhenti di babak semifinal pasca ditaklukkan tim terkuat dunia, Korea Selatan. Pada kejuaraan dunia ini, Indonesia mengirimkan 14 atlet panahan yang selama ini juga dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. “Satu medali perunggu yang diraih atlet Indonesia ini cukup membanggakan karena kejuaraan dunia ini diikuti 300 atlet dari 46 negara,” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai, Siti Nugraheni Mauludiah. Korea Selatan tampil sebagai juara umum dalam kejuaraan tersebut dengan meraih tiga medali emas dan dua perak. Sementara tuan rumah China, hanya meraih satu medali perunggu, sama dengan prestasi yang dicatat oleh Indonesia dalam Shanghai 2018 Archery World Cup itu. (Adt)

Menang WO Atas SMAN 13 Depok, Tim Putri SMAN 6 Depok Kunci Tiket Final

Tim putri SMAN 6 Depok (putih) melaju ke babak final NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menang WO atas SMAN 13 Depok, Senin (30/4). (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim putri SMAN 6 Depok meraih hasil sempurna pada turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (30/4). Anak asuh Reffvin Nuardy Erdiham itu menang walk over (WO) atas SMAN 13 Depok. Ini menjadi kemenangan keempat bagi Reihani Zaida dkk. Sebelumnya, mereka juga sukses meraih kemenangan yakni melawan SMA Saint John’s Serpong (44-390), SMA Kharisma Bangsa (52-8), dan SMA Yadika 2 Jakarta (WO). Dengan hasil itu mereka mengunci tiket final yang akan berlangsung pada akhir pekan ini. Reffvin, arsitek putri SMAN 6, mengatakan menghadapi pertandingan kali ini sebenarnya timnya telah mempersiapkan diri dengan baik. Namun, lanjutnya, tanpa kehadiran lawan membuat skuatnya merasa kecewa. “Tim kami sudah jauh-jauh datang pada hari ini untuk bertanding, tapi lawan tidak hadir. Ini cukup mengecewakan. Di pertandingan sebelumnya juga ada tim yang tidak hadir, sehingga kami menang WO,” tutur Reffvin. “Kami berharap mereka lebih bisa menghargai panitia turnamen ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’ ini yang sudah mempersiapkan pertandingan kali ini,” lanjutnya. “Kemungkinan besar kami akan bertemu dengan SMA Saint John’s di final nanti. Persiapannya adalah memaksimalkan latihan serta selalu melakukan aktifitas bersama, sehingga sesama pemain bisa makin dapat chemistry-nya,” tambah saudara kembar Revin itu. Hal senada diungkapkan Reihani. Point guard SMAN 6 itu mengaku dirinya bersama tim telah mempersipkan gim ini dengan baik. “Kecewa pasti. Apalagi saya sebenarnya ada presentasi Biologi, tapi izin untuk mengikuti pertandingan hari ini. Yang pasti kami optimis menatap partai final siapapun lawan yang akan kami hadapi nantinya,” cetusnya. (Adt)

Lakoni Laga Ketiga, Putri SMA Kharisma Bangsa Kandaskan Perjuangan SMAN 13 Depok

Putri SMA Kharisma Bangsa (putih) menyudahi permaianan SMAN 13 Depok, pada Jumat (27/4), dengan skor 16-13, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim Putri SMA Kharisma Bangsa mampu mengandaskan perjuangan SMAN 13 Depok, di Hall Basket Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (27/4). Menderita kekalahan atas SMAN 6 Depok, lalu menang walk over (WO) atas SMA Yadika 2 Jakarta, memberikan pelajaran berharga bagi anak asuh Ludovika Ajeng itu untuk memaksimalkan laga di gim ketiga ini. Mengawali kuarter pertama kedua tim masih mencari celah untuk memundi angka. Srikandi SMA Kharisma Bangsa beberapa kali melakukan percobaan tembakan. Namun masih gagal. Begitu juga sebaliknya dengan SMAN 13. Sepuluh menit kuarter berakhir kedua tim berbagi angka sama 2-2. Melakoni kuarter kedua situasi masih belum berubah. Kedua tim tetap kesulitan menambah angka. Lepas lima menit berjalan, beberapa kali pemain menerapkan kerjasama umpan-umpan pendek cepat. Hasilnya, SMA Kharisma Bangsa mengoleksi 10 angka, sedangkan lawan hanya menambah dua angka. Kuarter ditutup dengan skor 12-4. “Belajar dari pertandingan sebelumnya kami sudah melakukan persiapan lebih baik. Pelatih juga memberikan semangat ke tim untuk bermain lebih agresif. Ekspektasi dipertandingan ini juga lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar Alisiah Rezky, Kapten Tim SMA Kharisma Bangsa usai laga. Masuk kuarter ketiga, dominasi Alisiah dkk tetap berlanjut. Mereka berusaha mencetak angka. Meski lawan juga tak mau tinggal diam. Tambahan 4 angka sudah cukup bagi wakil Tangerang Selatan itu untuk mengunci kuarter ini dengan skor 16-8. Selanjutnya, hingga akhir pertandingan marjin angka kedua tim tak beda jauh. Meski sempat terjadi insiden benturan antar pemain hingga memaksa salah satu skuat SMAN 13 ditarik keluar lapangan, namun permainan tetap dalam tempo tinggi. SMAN 13 berhasil menambah dua angka saat dua menit sebelum pertandingan berakhir. Tapi, itu belum cukup untuk mengimbangi perolehan angka SMA Kharisma Bangsa yang mengunci kuarter ini dengan skor 16-13. “Alhamdulilah kami meraih kemenangan. Memang ada pembenahan dari pertandingan sebelumnya. Saya tekankan kepada mereka bahwa bagaimanapun caranya pertandingan hari ini harus seru. Dan, syukur kemampuan mereka tadi keluar semua,” jelas Ajeng, arsitek SMA Kharisma Bangsa usai laga. Sementara, Ari Adiska, juru racik SMAN 13, mengaku tidak memberikan beban tinggi kepada anak asuhnya itu. Ia hanya ingin para pemain mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bekal menghadapi event-event berikutnya. “Kami mengakui lawan lebih unggul. Tim juga jarang latihan bersama, karena yang kelas 10 masuk pagi, sedangkan kelas 11 masuk siang, sehingga susah untuk menyatukan mereka bisa berlatih bersama. Tapi, target dapat 10 angka di laga ini sudah tercapai, bahkan dapat lebih yakni 13 angka,” terang Ari. “Kami juga apresiasi untuk lawan terutama nomor punggung 26 (Alisiah Rezky). Bagi kami yang terpenting adalah memberitahukan kepada semua bahwa SMAN 13 juga memiliki tim basket putri. Soal kalah ataupun menang itu bukan persoalan serius bagi tim putri SMAN 13,” tambah Ari. Hal yang sama diungkapkan Raahil Jihan, salah satu skuat SMAN 13. Ia mengungkapkan timnya baru terbentuk dan belum berlatih secara intensif. “Kami tim baru sehingga, butuh waktu untuk membuat tim ini solid. Kedepan kami optimis bisa berbuat lebih baik lagi di turnamen berikutnya,” tukasnya. (Adt)

Misi Sukses, SMAN 13 Depok Hempaskan SMAN 3 Kota Tangerang

SMAN 13 Depok sukses mengunci perlawanan SMAN 3 Tangerang (abu-abu), pada Jumat (27/4), dengan skor 43-38, dalam lanjutan ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018'. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- SMAN 13 Depok mengemban misi meraih kemenangan saat melakoni laga kelima turnamen basket ‘NYSN High Scholl Basketball Cup 2018′, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (27/4). Berjumpa SMAN 3 Kota Tangerang, anak didik Ari Adiska itu sukses menghempaskan lawan dengan skor 43-38. Kedua tim menurunkan formasi terbaik. Hasilnya, pertandingan berjalan ketat sejak wasit melakukan jump ball. Kedua tim saling ‘jual beli’ serangan. Lima menit berjalan skor 6-4 untuk SMAN 13. Jarak poin itu perlahan terkejar oleh SMAN 3, hingga mampu menyamakan kedudukan 10-10 di sisa dua menit pertandingan. Wakil Kota Tangerang itu menutup kuarter ini setelah tembakan bebas small forward Dhaffran masuk ke dalam keranjang SMAN 13, skor berakhir 11-10. “Di kuarter pertama kami masih bersaing dengan lawan. Setelah itu mereka lebih dapat momentum dan kuarter berikutnya menjadi milik SMAN 13. Catatan untuk tim adalah soal box out serta rebound yang buruk. PR kami menghadapi turnamen berikutnya,” ujar Thomy Hendrawan, arsitek SMAN 3 usai laga. Di kuarter kedua SMAN 13 berbalik unggul 16-13 usai tembakan salah satu pemainnya masuk. Angka kedua tim hanya selisih 1 angka di tiga menit sisa pertandingan 16-15 berkat aksi Dylan, point guard SMAN 3 yang memanen dua angka. Ilham yang sempat diistirahatkan kembali dimasukan oleh coach Ari di empat menit pertandingan berjalan. Point guard SMAN 13 itu berhasil menjauhkan angka timnya dari lawan usai melakukan ‘lay-up, skor berubah 22-17, dan menandai berakhirnya kuarter ini. Usai jeda, fast break SMAN 13 efektif. Lagi, Ilham mampu menjauhkan skor menjadi 27-17 usai melesakkan bola ke keranjang SMAN 3. Ia juga mampu memaksimalkan tembakan tiga angka. Skor tim berjuluk ‘Satelite’ itu menjauh 30-17. Kuarter ketiga ditutup SMAN 13 dengan skor 30-20. Pertarungan sengit kembali terjadi di kuarter akhir. Kedua tim tak mau mengalah. Wira, power forward SMAN 3 mampu menjaga jarak angka usai memanen dua angka, 32-25. Tembakan tiga angka shooting guard, Dzulfiqar Farrel, membuat marjin angka 36-30. Namun, tembakan bebas Ilham disisa 10 detik pertandingan mengunci kuarter keempat, 43-38 untuk keunggulan SMAN 13. “Kami berpikir di pertandingan ini bisa menang. Tapi, faktanya tim kami kalah bersaing. Kami banyak turn over. Meski bisa unggul di kuarter pertama, tapi di kuarter selanjutnya justru kami tertinggal jauh dari lawan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi hasilnya kami belum beruntung,” tutur Farrel, Kapten Tim SMAN 3. Sementara, coach Ari menyebut keberhasilan timnya memenangkan pertandingan akibat gameplan berjalan sukses. Ia juga memberikan kesempatan kepada pemain cadangan untuk lebih banyak merasakan aura pertandingan para hari ketujuh turnamen. “Misi kami mencuri satu kemenangan di pertandingan hari ini sukses. Gameplan dan rotasi pemain berjalan baik. Kami sengaja melakukan rotasi hampir semua pemain agar pemain cadangan merasakan aura kompetisi, sehingga mereka tidak canggung lagi saat bertanding di turnamen berikutnya,” cetusnya. “Selebihnya saya memberikan apresiasi untuk Ilham. Memang dia salah satu pemain yang memiliki skill di atas rekan-rekan setimnya. Dia juga memiliki leadership yang baik saat berada di lapangan. Kehadirannya berguna untuk membangun komunikasi dan kerjasama tim,” pungkasnya. (Adt)

Lumat SMA Saint John’s, SMAN 13 Depok Incar Satu Kemenangan ke Partai Pamungkas

SMAN 13 Depok (abu-abu) tinggal meraih 1 kemenangan lagi guna menuju laga pamungkas NYSN High School Basketball Cup 2018, usai menekuk SMA Saint Johns’s Serpong (hitam) 30-15. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tim basket putra SMAN 13 Depok memenangi laga melawan SMA Saint Johns’s Serpong, di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, pada Kamis (25/4), dengan skor 30-15. Tim berjuluk Satelite itu mengincar satu kemenangan untuk bisa menjejak ke partai pamungkas. SMAN 13 mengawali laga langsung unggul 5-0, namun SMA Saint John’s tak menyerah dan mendekati perolehan poin lewat tembakan tiga angka, skor menjadi 7-3 untuk keunggulan lawan. Akhirnya SMAN 13 unggul 10-7 menutup kuarter pertama. SMA Saint John’s coba tancap gas di kuarter kedua. Mereka mendekat dalam perolehan angka 12-9. Tapi, SMAN 13 tak panik yang membungkus kuarter ini dengan skor 19-13. SMAN 13 terus mendominasi perolehan angka. Tambahan 7 angka dari anak asuh Aria Adiska itu sudah cukup untuk menyudahi perlawanan SMA Saint John’s yang hanya mampu memundi 2 angka dikuarter ketiga, skor akhir 26-15. Di kuarter akhir, SMA Saint John’s punya peluang, namun tak berhasil dimaksimalkan. Mereka bahkan tak berhasil memanen satu angka pun dikuarter ini. Sebaliknya, meski hanya mampu menambah 4 angka, namun itu sudah cukup bagi SMAN 13 untuk memenangi laga dengan skor 30-15. “Alhamdulillah bisa menang dipertandingan ini. Sebenarnya peluang banyak tapi gagl dimaksimalkan untuk menambah angka. Kami mengincar satu kemenangan lagi melawan SMA 3 Tangerang untuk pertandingan Jumat (27/4) sehingga bersaing ke partai puncak dengan SMAN 6 Depok,” terang Ari, arsitek SMAN 13 usai laga. “Meski kami memang, tapi saya masih kurang puas dengan pertandingan hari ini. Banyak kesempatan yang terbuang sia-sia. Selanjutnya kami harus bisa menang dipertandingan melawan SMAN 3 Kota Tangerang pada pertandingan berikutnya,” timpal Bagus Kumala Aji, shooting guard SMAN 13. Sementara, Kevin James, Kapten SMA Saint John’s, mengaku salah satu faktor penyebab timnya menderita kekalahan akibat kurangnya latihan ditambah jadwal pertandingan yang padat sehingga menguras fisik para pemain. “Masih perlu latihan lebih keras lagi. Untuk saya sendiri kurang puas karena tidak bisa memberikan kontribusi lebih bagi tim. Begitu juga dengan gameplan yang tidak berjalan mulus. Benar-benar butuh latihan yang lebih keras untuk bisa memenangi setiap laga,” cetus Kevin. (adt)

Benamkan SMAN 6 Depok, SMA Kharisma Bangsa Jaga Asa ke Partai Puncak

Meski jatuh bangun, tim SMAN 6 Depok (puith) takluk dari tim tuan rumah SMA Kharisma Bangsa dengan skor akhir 56-32 di NYSN High School Basketball Cup 2018. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan – SMA Kharisma Bangsa memelihara asa menuju partai puncak turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’. Pada hari keenam di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (26/4), mereka menundukan SMAN 6 Depok, 56-32. SMA 6 sempat memberi perlawanan sengit di awal kuarter. Dua angka berhasil dicetak, skor berubah 2-0. Namun, SMA Kharisma Bangsa membalas lewat aksi spektakuler pemain bernomor 9, Saddam Asyruna. Beberapa kali tembakan tiga angka dari pemain berpostur 176 cm itu sukses. SMA Kharisma Bangsa menutup kuarter ini dengan skor 18-10. Saddam dkk kembali menggebrak saat half time. Tambahan dua angka kembali dipanen anah asuk Ari Adiska itu masing-masing melalui Aofar, Satria dan Juzar, skor 35-21. SMAN 6 mencoba memangkas selisih angka dari pemain bernomor punggung 12, Fathan Ardani. Namun, SMA Kharisma Bangsa membungkus kuarter ini, 35-23. “Saya hanya berusaha melakukan ofensif shoot dan hasilnya maksimal. Sebenarnya di pertandingan hari ini adalah memperbaiki kekurangan dari sebelumnya seperti passing, ofensif, dan defensif,” ujar Saddam usai laga. “Soal lawan mereka bermain bagus, karena mau kerja keras dan memiliki semangat tinggi untuk mengejar ketertinggalan angka dari kami. Tapi, kami lebih beruntung dan bisa memenangkan gim ini,” lanjutnya. Perolehan angka SMA Kharisma Bangsa makin jauh meninggalkan lawan di kuarter ketiga. Didukung penuh suporter, aksi ‘lay-up’ dari Kurniawan membuat selisih 17 angka atas SMAN 6. Mereka mengunci kuarter ini dengan skor 44-26. Di akhir kuarter, SMAN 6 berusaha memperkecil angka. Meski demikian, usaha keras yang dilakukan Ibnu Fajar dkk belum mampu mengejar defisit angka. Justru SMA Kharisma Bangsa memanen angka lewat Saddam dan Aofar yang menutup pertandingan, 56-32. Kevin Nuardy Erdiham, Pelatih Putra SMAN 6, menyatakan bila timnya selalu gagal bila bertemu dengan SMA Kharisma Bangsa. Namun, ia mengaku puas dengan penampilan tim secara keseluruhan. “Sebelumnya sudah pernah ketemu dengan SMA Kharisma Bangsa, dan memang kami selalu kalah. Secara penampilan tim kami puas, karena mereka lebih baik, lebih percaya diri, dan lebih enjoy,” tuturnya. “Saya memberikan kredit ke Daffa (Nayudhistira). Sebab, dia bermain dengan tenang dan sabar. Tidak terlalu cepat mengambil keputusan untuk mengeksekusi bola. Lagi-lagi evaluasi kami adalah fisik pemain,” tambahnya. “Diawal-awal itu pertandingan sengit. Kami juga tahu kalau lawan itu mainnya bagus. Tapi kami berusaha keras menghadapi pertandingan tadi, meski hasilnya kami kalah. Selain defensif dan ofensif, mungkin dalam pertandingan harus lebih sabar untuk untuk bisa menghasilkan angka,’ cetus Ibnu, kapten tim SMAN 6. (Adt)

Benahi Performa Usai Laga Pertama, Putri SMA Saint John’s Gulung SMAN 13 Depok

Tampil dominan dalam lanjutan ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, Kamis (25/4), tim putri SMA Saint John’s (putih) menggulung lawannya SMAN 13 Depok, dengan skor 45-2. (Pras/NYSN)

Tangerang Selatan- Tak ingin mengulang kekalahan di pertandingan sebelumya melawan SMAN 6 Depok, tim basket putri SMA Saint John’s Serpong, sukses tampil dominan pada laga hari keenam turnamen basket ‘NYSN High School Basketball Cup 2018’, Kamis (25/4). Turun bermain di Hall Basket SMA Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, mereka membenamkan SMAN 13 Depok, dengan skor menyolok 45-2. Saat wasit mulai melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai, Devyne Evelyne dkk tak memberi kesempatan pada lawan untuk berkembang. SMA Saint John’s mengunci kuarter pertama, 13-0. Situasi belum berubah pada kuarter kedua. SMAN 13 yang berusaha mengimbangi perlawanan SMA Saint John’s hanya memundi dua angka, sedangkan SMA Saint John’s mendapatkan tambahan 6 angka. Kuarter ini berakhir dengan skor 19-2. Pertandingan berlanjut di kuarter ketiga. SMA Saint John’s mampu menjaga marjin angka atas Raysita Marhanda dkk dengan selisih 27 angka. SMA Saint John’s akhirnya mengemas kuarter ini dengan skor 29-2. Wakil Serpong itu makin percaya diri di kuarter akhir. Angka demi angka disumbangkan para pemain SMA Saint John’s untuk menutup pertandingan, dengan skor 45-2. Devyne, Kapten Tim Putri SMA Saint John’s, mengatakan untuk pertandingan kali ini timnya memang jauh lebih siap. “Senang bisa menang dipertandingan ini. Setelah kekalahan sebelumnya (melawan SMAN 6 Depok), kami langsung melakukan evaluasi. Kami lebih keras lagi dalam berlatih. Fisik kami juga sudah lebih baik. Komunikasi sesama pemain berjalan lancar,” ungkap Devyne usai laga. “Penilaian saya soal lawan. Mereka punya semangat tinggi di gim. Meski ketinggalan jauh, tapi mereka tetap berusaha untuk mendapatkan angka. Boleh dibilang mereka itu pantang menyerah,” lanjutnya. Sementara, Raysita, Point Guard SMAN 13, mengaku kecewa atas kekalahan timnya melawan SMA Saint John’s. Ia menegaskan timnya harus lebih giat lagi dalam berlatih. “Jujur saja kami kecewa atas kekalahan dipertandingan hari ini. Masih harus banyak latihan. Secara permainan kami sudah cukup baik. Kalaupun harus kalah, tapi angkanya jangan sampai terlalu jauh,” jelas siswi kelas 10 SMAN 13 itu. (Adt)