SEA Games 2021. Tidak Boleh Anggap Remeh Timor Leste

Menyusul kekalahan atas Vietnam besok Garuda Muda wajib kerja keras untuk capai target tiga poin. Kemenangan jadi harga mati untuk membuka peluang lolos ke semifinal SEA Games 2021. Gelandang Tim U-23 Indonesia, Marselino Ferdinan mengingatkan rekan-rekannya agar tak anggap remeh Timor Leste yang jadi lawan kedua di Grup A SEA Games 2021 pada Selasa (10/5) di Stadion Viet Tri. “Pastinya kondisi saya dan tim cukup baik dan siap lawan Timor Leste. Kita tak boleh anggap remeh semua tim di fase grup,” ujar Marselino. “Untuk lawan Timor Leste, kita serahkan semuanya sama Tuhan. Kami tinggal bekerja keras untuk bangsa dan Tanah Air,” imbuhnya. Menurut Marselino, semua pemain Timnas U-23 sudah dapat evaluasi dari pelatih Shin Tae-yong pasca kekalahan dari Vietnam di laga perdana Grup A SEA Games 2021. Para pemain Tim U-23 diminta tidak lakukan kesalahan yang sama. “Intinya coach Shin sudah berikan masukan untuk evaluasi diri sendiri dan lihat laga kemarin. Yang baik diambil dan yang buruk dibuang,” kata Marselino. Lebih lanjut, Pemain 17 tahun milik Persebaya Surabaya itu mengabarkan Timn U-23 sudah dapat lapangan latihan yang lebih bagus. Hal itu membuat persiapan lebih maksimal untuk lawan Vietnam. Sebelumnya, Timnas U-23 dua kali dapat lapangan latihan yang kurang memadai atau tidak sesuai standar untuk event internasional. “Bersyukur untuk itu karena buat kita nyaman latihan dengan sentuhan kita. Kalau lapangan bagus kan lebih enak,” tutur adik dari Oktafianus Fernando itu. “Buat pendukung Timnas, terima kasih sudah mendukung sampai saat ini. Tetap support kami sampai selesai,” pesan Marselino untuk pendukung Timnas Indonesia di Tanah Air. Sumber: PSSI

Menpora Percaya dan Optimis Akan Garuda Muda

Usai kekalahan Garuda Muda atas Vietnam 3 gol tanpa balas Menpora Zainudin Amali masih percaya dan optimis kepada pelatih dan punggawa Timnas U-23. Kepercayaan itu disampaikan Menpora Amali usai menjadi inspektur upacara pada pengukuhan atlet SEA Games Vietnam 2021 di di Hall A Basket Senayan, Jakarta, Minggu (8/5). Menurutnya, masih ada beberapa pertandingan lagi yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemain Indonesia. “Saya kira pertandingan masih ada beberapa kali, kita percaya kepada pimpinan cabang olahraga, kita percaya kepada pelatih, dan kita percaya kepada atlet atau pemain,” kata Menpora Amali. Timnas Indonesia sendiri masih menyisakan tiga pertandingan yang akan dijalani Timnas U-23 pada fase grup. Yakni melawan Timor Leste (10 Mei), Filipina (13 Mei), dan Myanmar (15 Mei). “Kita beri kesempatan kepada mereka, masih ada kesempatan beberapa kali lagi,” tambah Menpora. Di pertandingan selanjutnya, Timnas U-23 diyakini bakal tampil lebih baik karena akan kedatangan Elkan Baggott dan Asnawi Mangkualam yang menyusul ke Vietnam.   Sumber: Kemenpora

SEA Games 2021. Fachruddin Aryanto: “Harus Mati-matian!”

Kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga perdana jelas berat bagi pasukan Garuda Muda. Namun, para pemain harus bangkit dan mengambil pelajaran berharga dari pertandingan tersebut. Hal itulah yang disuarakan kapten timnas U-23 Indonesia, Fachruddin Aryanto. Dia bilang kalau banyak kesalahan yang dilakukan para pemain saat lawan Vietnam dan menyebabkan tiga gol bersarang di gawang Adi Satriyo. Organisasi permainan, utamanya jadi perhatian dia. “Sebagai pemain, jelas kami kecewa terutama babak kedua, organisasi mudah sekali kebobolan. Tapi ini belum selesai masih ada 3 pertandingan, peluang lolos terbuka lebar,” ungkap Fachruddin Aryanto. “Mudah-mudahan anak-anak bisa belajar.Secara organsasi lebih baik lagi. Kami tahu ini baru pertandingan pertama, kami harus mati-matian tiga laga akhir untuk menang biar bisa lolos ke semifinal,” sambung dia. Hal senada juga disuarakan oleh Ricky Kambuaya. Dia bilang kalau pertandingan lawan Vietnam jadi pelajaran yang sangat penting untuk Tim U-23 Indonesia. “Tapi yang penting kami akan berusaha maju dan memperbaiki semuanya. Intinya kami akan berjuang, lawan selanjutnya akan berusaha menang semuanya agar lolos,” ujar Kambuaya. “Menurut saya kami harus lawan diri sendiri, di atas kertas kami unggul tapi ini berat menjadi kami jangan sampai anggap remeh, tetap fokus harus berusaha bekerja sama lebih baik,” tutup Kambuaya. Setelah ini, timnas U-23 Indonesia akan bersua Timor Leste, Selasa, 10 Mei 2022. Lalu, mereka akan menghadapi Filipina (13 Mei), dan lawan Myanmar (13 Mei) pada laga pamungkas Grup A. Sumber: PSSI  

SEA Games 2021. Garuda Muda Jalani Latihan Pemulihan Jelang Laga Kontra Timor Leste

Pelatih Shin Tae-yong yakin Indonesia bisa bangkit pada pertandingan sisa di Grup A. Usai kalah dari tim U-23 Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Jumat (6/5) ia ingin mengubah suasana. Pada Sabtu (7/5), Garuda Muda mendapatkan porsi latihan pemulihan setelah pertandingan melawan Vietnam. Tim U-23 Indonesia masih punya tiga pertandingan lagi untuk bangkit. “Jadi, persiapan dari saya mengubah suasana karena kami kalah lawan Vietnam jadi saya ingin ubah suasana dahulu supaya menang lawan Timor Leste,” ungkap Shin Tae-yong. “Kami harus fokus terus hingga pertandingan final, karena saya ingin tim ini bertemu dengan Vietnam lagi di final,” sambung dia. Setelah ini, timnas U-23 Indonesia akan bersua Timor Leste, Selasa, 10 Mei 2022. Lalu, mereka akan menghadapi Filipina (13 Mei), dan lawan Myanmar (13 Mei) pada laga pamungkas Grup A. “Jujur saya belum tahu soal tim-tim sisa di Grup A jadi menurut saya, mungkin Myanmar atau Filipina yang terkuat,” jelas Shin. “Kami kalah dari Vietnam, Kami tak mau cari alasan lagi, pantas kalah, apalagi tanpa Asnawi, Elkan, dan Arhan, jadi tak 100 persen, sangat disayangkan,” tutup dia. Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Kalah di Laga Perdana Shin Tae-yong Akui Keunggulan Vietnam

Pada laga perdana Grup A cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2021 di Stasion Viet Tri, Jumat (6/5) tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam. Garuda Muda takluk 0-3 dari tuan rumah Bietnam. Tiga gol Vietnam dilesakkan oleh Nguyen Tien Linh (54’), Hung Dung Do (74’), dan Do Le Van (84’). Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, mengakui kekalahan ini. Ia pun mengucapkan selamat kepada Vietnam. ā€œMemang kami kalah dengan skor 3-0, jadi saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vietnam. Tapi juga gol pertama itu sudah pasti offside, tetapi tidak diputuskan offside,ā€ ujar Shin Tae-yong. ā€œMungkin memang sebagai tuan rumah mereka dapat keuntungan. Namun dengan kebobolan satu gol itu suasana keseluruhan tim kami langsung berubah dan itu sangat disayangkan,ā€ tambahnya. Ia menilai para pemain telah bermain baik, walaupun hasil tak memihak. Meski begitu, pelatih berumur 52 tahun itu menilai Indonesia masih punya peluang meraih emas. ā€œMemang, pemain Ronaldo dan Marselino masih muda dari Timnas U-18. Ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Apalagi melawan tim paling kuat, yaitu Vietnam,ā€ ungkap pelatih asal Korea Selatan tersebut. ā€œUntuk kartu AS (tiga pemain senior) memang sangat baik, tapi sayang kami kalah. Tetapi kompetisi baru dimulai (masih ada peluang emas).” Selanjutnya, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Timor Leste pada Selasa (10/5).   Sumber: PSSI  

SEA Games 2021. Triathlon dan Duathlon Diharapkan Bisa Mendapat Medali Emas

Timnas Triathlon Indonesia telah berangkat ke Hanoi, Vietnam (6/5) untuk berlaga di SEA Games. Dilepas oleh Deputy I CdM Arlan Perkasa Lukman, dan manajer Patricia Cresida Mariska di bandara Soekarno-Hatta. Ada 12 atlet Triathlon dan Duathlon, serta atlet dayung dan Wushu masing-masing satu orang. Keberangkatan ini sudah sesuai dengan aturan pemerintah yang memperhatikan beberapa hal. “Keberangkatan atlet dilakukan sesuai tahapan. Disesuaikan dengan jadwal kompetisi,pemerintah menyatakan tiap atlet harus berangkat dua hari sebelum lomba. Mereka akan pulang sehari setelah kompetisi selesai,” terang Arlan. “Ada beberapa penyesuaian karena beberapa olahraga butuh waktu untuk aklimatisasi. Itu sebabnya ada beberapa atlet yang berangkat lebih dulu,” tambah Arlan. Cabang Triathlon dan Duathlon menang empat medali saat SEA Games in 2019 dan mereka berharap memenangkan medali lagi di Hanoi. “Tidak ada target spesifik tapi cabor Triathlon dan Duathlon memenangkan medali di SEA Games sebelumnya. Kami harap dengan persiapan yang solid mereka setidaknya bisa memenangkan medali emas.” tutup Arlan   Sumber: NOC

Jalani Laga Perdana Bersama U-23 Marc Klok: Harus Menang!

Persiapan Garuda Muda untuk berlaga di SEA Games 2021 sudah dilakukan jauh-jauh hari. Anak asuh Shin Tae-yong menjalani persiapan di Korea Selatan dan Jakarta sebelum bertolak ke Vietnam. Gelandang Tim U-23 Indonesia, Marc Klok mengatakan bahwa dirinya dan seluruh pemain sudah siap menjalani laga perdana di Grup A melawan Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Jumat (6/5). “Persiapan kami sangat baik. Kami sudah banyak latihan untuk persiapan, video meeting, latihan taktik, set piece dan kami sudah tidak sabar untuk menang,” kata Marc Klok. “Jadi semua sudah siap. Kami sudah persiapan di Korea. Kami sudah merasa dalam kondisi bagus untuk bermain,” jelas pemain naturalisasi asal Belanda tersebut. Marc Klok menilai Vietnam tim yang bagus apalagi mereka juara bertahan dan bermain di kandang sendiri. “Mereka main di kandang sendiri dan itu pasti keuntungan. Namun kami tidak fokus ke mereka, tetapi ke diri sendiri dan itu lebih penting,” jelasnya. Rasa antusias juga tak lepas dari debut yang akan dicatatkan Klok. Pemain Persib Bandung itu berharap debutnya bersama timnas Indonesia berujung manis. “Target saya di turnamen ini juara. Melawan Vietnam harus menang. Vietnam harus tahu siapa kita. Pasti menang dan Klok cetak gol,” tukasnya.

SEA Games 2021. Kickboxing Bukan Sekedar Kuda Hitam

Timnas kickboxing Indonesia telah berangkat ke Vietnam untuk berpartisipasi di SEA Games ke 31 di Hanoi, Vietnam. Deputi I Chef de Mission (CdM) Arlan Perkasa Lukman percaua bahwa tim kickboxing bisa lebih dari sekedar “Kuda Hitam.” “Ketua PP KBI ingin kickboxing menjadi kuda hitam, akan tetapi dia juga yakin bahwa kickboxing Indonesia bisa pada level yang sama di Asia Tenggara” kata Arlan. Arlan yakin para atlet telah mempersiapkan yang terbaik dan perlu menikmati pertandingan. “Persiapan berjalan lancar dan sekarang waktunya tampil. Atlet perlu ingat untuk menikmati pertandingan. Kita melihat Merah Putih berkibar hari ini dan kami berharap bendera Merah Putih terbang paling tinggi di Vietnam.” tambah Arlan. Arlan juga mengingatkan bahwa atlet harus kuat mental dan tidak terbawa suasana diluar lapangan. “Nikmati pertandingannya, apa pun yang terjadi tetap tersenyum. Para atlet telah siap. Semangat tempur mereka luar biasa. Semua masalah yang dihadapi di Vietnam kita hadapi dengan senyum dan tetap teguh,” tambah Arlan. Manajer timnas kickboxing Nurosi Nurasjati setuju dengan pernyataan tersebut. “Delapan atlet, lima pria dan tiga wanita siap bertanding di dua nomormen, full-contact dan low-kick,” kata Rosi. Rosi menjelaskan PPKBI ingin menyamakan catatan SEA Games Manila 2019. Dimana Indonesia mendapat dua medali perak dan enam medali perunggu. “Setidaknya itu adalah target kita. Para atlet telah menunjukkan kemajuan yang pesat. Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat kita bisa mendapat medalu emas.” tutup Rosi.

SEA Games 2021. Ketum PSSI Optimis Garuda Muda Raih Medali Emas

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan optimis Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan pada laga melawan tuan rumah Vietnam, Jumat (6/5) besok. “Kami optimistis Garuda Muda mampu mengalahkan Vietnam. Apalagi saat ini tim dalam kondisi bagus dan permainan terus meningkat setelah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan,” kata Iriawan. Pertandingan tersebut akan dihelat di Stadion Viet Tri, Phu Tho pada pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi laga perdana kedua tim di grup A SEA Games 2021. Grup A diisi oleh Timor Leste, Filipina, dan Myanmar. Babak semi final dan final akan digelar pada 19 dan 22 Mei mendatang. Baik timnas Indonesia mau pun Vietnam merupakan unggulan di grup A untuk lolos ke babak selanjutnya. “Saya terus memantau dan mendapat laporan terkait perkembangan tim. Saat ini dua pemain yakni Asnawi Mangkualam dan Elkan Baggott belum bergabung bersama tim. Namun, 18 pemain yang ada saat ini sudah siap tempur dan akan bekerja keras di laga nanti. Mudah-mudahan pada SEA Games 2021 ini, Indonesia dapat meraih emas di sepak bola,” tambahnya.        

SEA Games 2021. Timnas U-23 Latihan Perdana Jelang Kontra Tuan Rumah

Sebanyak 18 pemain Timnas U-23 terlihat menjalani latihan perdana di Vietnam, Rabu (4/4) siang untuk persiapan pertandingan SEA Games 2021. Dua pemain yakni Elkan Baggott dan Asnawi Mangkualam belum bergabung bersama skuad Garuda Muda. Latihan digelar di Lapangan Bai Bang, Phu Tho dan berlangsung selama 90 menit. “Hari ini kami memulai latihan di lapangan karena semalam hanya latihan pemulihan kondisi setelah tiba disini. Kami latihan eksekusi atau skema bola mati, serta terus mematangkan taktik dan strategi,” kata Shin Tae-yong. “Kondisi pemain hingga saat ini sangat baik dan siap melakoni laga perdana melawan Vietnam. Meski begitu, lapangan yang kami pakai untuk latihan hari ini rumputnya tidak bagus dan tidak cocok untuk sepak bola modern saat ini,” tambahnya. Sementara itu, gelandang Saddil Ramdani mengatakan bahwa dirinya menikmati latihan hari ini. Ia merasa dalam kondisi baik dan enjoy. “Tadi kami diberikan latihan bagaimana strategi saat set piece. Kami siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia di ajang SEA Games 2021 ini. “Namun saat latihan, lapangan yang kami saya rasa tidak bagus. Banyak lubang dan berpasir. Namun ini bukan menjadi alasan kami, melawan Vietnam di laga perdana tentu menjadi laga yang penting dan kami berjuang keras demi meraih kemenangan,” kata Saddil. Pertandingan Indonesia akan melawan Vietnam pada Jumat (6/5) di Stadion Viet Tri. Laga tersebut akan kick off pada pukul 19.00 WIB.    

SEA Games 2021. Voli Bertekad Pertahankan Tradisi Emas

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Gugi Gustaman menilai target timnas voli putra dan putri Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam Mei mendatang dapat dibilang tidak mudah, karena harus mempertahankan prestasi medali emas. “Beban kita di SEA Games nanti lumayan berat. Karena mempertahankan sebuah prestasi di kejuaraan apalagi di negara lain memang berat,” kata Gugi Gustaman usai mendampingi Menpora Amali meninjau Pelatnas Voli di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/4). Meski begitu ia tetap optimis anak asuh Jeff Jiang Jie (tim Putra) dan Risco Herlambang (tim putri) mampu mempertahankan tradisi medali emas. “Tapi, saya optimis dan mau tidak mau ya harus dipertahankan, karena di SEA Games bola voli ini sudah diambil oleh Indonesia,” imbuhnya. Bagi Gugi Pro Liga dianggap cukup untuk mengasah dan mematangkan para atlet voli. “Pro Liga ini bagian dari program, tidak terpisah sehingga pematangannya cukup sehingga begitu masuk ke pelatnas tinggal pengenalan diri dan peningkatan fisik. Dari Pro Liga ke timnas ini kan masa transisi nah dari masa transisi ini yang harus dimainkan,” ujar pelatih Alko Bandung ini. Timnas voli yang akan turun di SEA Games Vietnam ini menurutnya akan mampu menujukkan penampil maksimalnya terlebih Indonesia saat ini memiliki track record yang bagus di kancah Asia Tenggara. “Di SEA Games ini pengumpulan medali emasnya Indonesia masih paling tinggi baru disusul Thailand. Mudah-mudahan anak-anak bisa meraih yang terbaik, tinggal doanya dari kita semua, kita berangkat dengan iringan doa mudah-mudahan harapan kita bisa tercapai,” harapnya. Hasil Drawing Bola Voli SEA Games 2021 Vietnam:Ā  Putra: Grup A: Indonesia Vietnam Myanmar Malaysia Grup B: Thailand Filipina Kamboja Putri: Indonesia Thailand Malaysia Filipina Vietnam

Inilah Pasukan Timnas Sepakbola Indonesia di SEA Games 2021

Timnas U-23 Langsung Bentrok Lawan Vietnam di Laga Perdana SEA Games

Cabang sepak bola SEA Games 2021 akan dimainkan dari tanggal 6 hingga 22 Mei mendatang. Pelatih Tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong resmi memilih 20 nama pemain untuk memperkuat Garuda Muda di ajang SEA Games 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa 20 pemain ini adalah pemain-pemain terbaik yang dipilih oleh pelatih Shin Tae-yong. “PSSI berharap tim U-23 Indonesia dapat meraih juara SEA Games 2021. Dengan materi ini serta selalu bekerja keras, disiplin dan fokus, PSSI yakin hal tersebut akan tercapai,” kata Iriawan. “Kami terus mendukung program pelatih pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia. Setelah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan selama dua pekan, mereka semakin solid, kompak dan kuat,” tambahnya. Pada pemanggilan ini terdapat tiga pemain senior yakni Fachruddin Aryanto, Marc Klok, dan Ricky Kambuaya. Selain itu nama-nama pemain yang bermain di luar negeri juga dipanggil seperti Asnawi Mangkualam, Elkan Baggott, Egy Maulana, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani. Sementara itu, terdapat sejumlah pemain debutan di Tim U-23 untuk ajang SEA Games yakni Ilham Rio Fahmi, Ronaldo Joybera, Marselino Ferdinan, Muhamad Ridwan, dan lain-lainnya. “Alhamdulillah saya bersyukur dapat masuk 20 pemain yang akan berlaga di SEA Games 2021. Saya bertekad memberikan kemampuan terbaik dan siap bekerja keras demi torehan emas Indonesia,” kata Ilham Rio Fahmi. Skuad Garuda Muda saat ini sudah berada di Jakarta, mereka akan menjalani latihan selama dua hari yakni tanggal 30 April dan 1 Mei di Lapangan B, Senayan. Selanjutnya Marc Klok dan kawan-kawan akan bertolak ke Vietnam pada Selasa (3/5) mendatang. Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Vietnam, Filipina, Timor Leste, dan Myanmar. 20 Pemain Indonsia di SEA Games 2021 1. Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners 2. Egy Maulana, FK Senica 3. Witan Sulaeman, FK Senica 4. Elkan Baggott, Ipswich Town 5. Fachruddin Aryanto, Madura United 6. Ronaldo Joybera, Madura United 7. Muhammad Adi, Persik 8. Ernando Ari, Persebaya 9. Rizky Ridho, Persebaya 10. Rachmat Irianto, Persib 11. Marselino Ferdinan, Persebaya 12. Ricky Kambuaya, Persib 13. Marc Klok, Persib 14. Syahrian Abimanyu, Persija 15. Ilham Rio, Persija 16. Irfan Jauhari, Persis 17. Muhamad Ridwan, Persik 18. Firza Andika, Persija 19. Alfeandra Dewangga, PSIS 20. Saddil Ramdani, Sabah FC

Mengenal Alisya Mellynar. Pemegang Dua Medali Emas Dunia Wushu Taichi Bulgaria 2018

Alisya Mellynar adalah atlet wushu nomor taiji quan (tangan kosong) dan taiji jian (pedang) yang baru pertama kali mengikuti SEA Games 2021. Meski baru pertama kali mengikuti SEA Games Alis, sapaan akrab Alisya, tidak berkecil hati. Mengikuti pelatnas wushu sejak 2020 cukup untuk memberinya kepercayaan diri memberikan performa terbaiknya. “Untuk persiapan pribadi, saya lebih ke persiapan mental. Karena ini baru pertama kali saya turun ke SEA Games,” kata Alis panggilannya saat ditemui usai melakukan simulasi pertandingan wushu di lantai 8 Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (22/4) pagi. “Saya berharap bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tambah dara asal Surabaya, Jawa Timur ini. Awalnya Alis hanya ikut-ikutan berlatih wushu. Ia tak menyangka di wushu ia memiliki keluarga baru dan belajar banyak hal. “Awalnya ikut-ikutan diajak kakak sepupu dan coba-coba saja, tetapi malah kelanjutan dan keterusan,” kata putri 161 cm ini.Ā  Peraih dua emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Taichi Bulgaria tahun 2018 ini (junior) mengaku sejak Kelas IV Sekolah Dasar (SD) sudah mengenal dan turut berlatih wushu.Ā  “Saya awal ikut wushu di umur 11 tahun di tahun 2012 lalu waktu kelas 4 atau 5 SD. Syukur orang tua dan keluarga mendukung meski mereka bukan dari atlet,” tambah Alis yang sekarang kuliah semester VI di Unair. Alis merasa senang di lingkungan tempatnya berlatih yang mendukung dirinya untuk berkembang. Hal itu juga yang membuat anak pertama dari dua bersaudara ini jatuh hati pada cabang olahraga wushu.Ā  “Yang membuat saya suka sama wushu itu lebih karena lingkungan dan orang-orang sekitar. Teman sepelatihan, pelatih, ofisial yang mendukung saya berkembang di olahraga ini dan akhirnya nyaman,” urai dara kelahiran Surabaya, 25 Oktober 2001 ini. “Saya mengalami banyak kemajuan khususnya di jurus, saya tetap mempersiapkan mental saya,” pungkas peraih medali emas PON Papua 2021 ini. Biodata: NamaĀ  Ā  Ā  Ā  Ā : Alisya Mellynar PanggilanĀ  Ā  : Alis Tempat lahir : Surabaya, Jawa Timur Tanggal lahir: 25 Oktober 2001 UmurĀ  Ā  Ā  Ā  Ā : 20 Tahun StatusĀ  Ā  Ā  Ā : Mahasiswa Unair, Semester VI Tinggi Badan : 161 cm Berat BadanĀ  : 55 kg Prestasi: 1. Dua Medali Emas (Kejuaraan Dunia Wushu Taichi Bulgaria (2018) 2. Medali Emas PON Papua (2021)

SEA Games 2021. Tim Sepak Takraw Indonesia Optimis Emas

Dalam melakoni SEA Games 2021 Hanoi, tim sepak takraw Indonesia memiliki strategi sendiri. Kombinasi pemain senior dan junior menjadi strategi yang penting. Hal itu disampaikan Pelatih Tri Aji saat memimpin latihan anak asuhnya di Lapangan Sepak Takraw, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Kamis (21/04) sore. Aji mengatakan ia memilih meramu tim dengan gabungan atlet senior dan junior karena pertimbangan target medali dan proyeksi regenerasi di takraw Indonesia. Tim takraw Indonesia sendiri ditargetkan bisa menyumbangkan medali emas. ā€œSatu sisi kami butuh pemain-pemain yang matang, tetapi di sisi lain kami juga harus memikirkan regenerasi dengan memberikan pengalaman bagi atlet muda untuk ke depannya. Kami sangat sadar sepak takraw bukan cabor DBON, tapi kami tetap harus optimis dan semangat untuk menyesuaikan tuntutan medali dan juga kompetisi agar menambah jam terbang atlet-atlet kami,ā€ ujar Aji. Tim Takraw Indonesia sendiri pada SEA Games 2021 Vietnam kali ini mengirimkan 6 atlet yang akan turun di tiga nomor yakni, double, quadrant, dan regu. Mereka adalah, Abdul Halim Radjiu, Andi Try Sandi Saputra, Muhammad Herdiansyah Muliang, Saiful Rijal (senior), Rusdi, dan Jelki Ladada (junior). Aji sendiri optimis anak asuhnya bakal bisa mempersembahkan medali di SEA Games 2021 Vietnam, kekuatan yang diandalkan yakni di nomor double. Tim sepak takraw Indonesia sendiri meraih 1 medali emas, 1 perak, 1 perunggu di SEA Games 2019 Manila, dan medali emas dipersembahkan dari nomor double. ā€œUntuk nomor double kami yakin bisa mempertahankan gelar. Namun di nomor quadrant juga berpotensi karena lawan terberat yaitu Malaysia juga menurunkan kekuatan baru di SEA Games kali ini,ā€ kata Aji. Aji menjelaskan anak asuhnya dalam kondisi bugar dan siap berlaga di multi event dua tahunan kawasan Asia Tenggara ini. ā€œLatihan sentralisasi sebenarnya baru dilakukan awal April, tetapi kami pelatnas desentralisasi sejak Januari. Saya memberikan program kepada anak-anak dan dipantau khusus,ā€ tambahnya Sementara pemain muda Rusdi merasa optimis bisa mempersembahkan medali di ajang SEA Games 2021 Vietnam nanti. Meski ini menjadi SEA Games pertamanya, dia merasa porsi latihan dan persiapan yang diberikan pelatih sudah baik. “Alhamdulilah persiapan latihan selama ini berjalan baik. Sebagai pemain muda dan baru turun di ajang SEA Games, saya justru merasa mendapat kepercayaan lebih. Sekarang tinggal fokus latihan sesuai intruksi dan strategi yang dijalankan oleh pelatih,” kata Rusdi. SEA Games ke-31 akan dilaksanakan pada 12-23 Mei. Kontingen Indonesia akan berpartisipasi di 31 dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sepak takraw dijadwalkan mulai bertanding pada 13-21 Mei. Berikut Daftar 6 Atlet Tim Sepak Takraw Indonesia: 1. Abdul Halim Radjiu 2. Andi Try Sandi Saputra 3. Muhammad Herdiansyah Muliang 4. Saiful Rijal 5. Rusdi 6. Jelki Ladada   Sumber: Kemenpora

SEA Games 2021. Putri KW Bertekad Mempersembahkan Medali Emas

Jelang Kejuaraan Dunia, Putri KW Sudah Kembali Berlatih

Putri Kusuma Wardani menjadi salah satu atlet andalan Indonesia pada SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam. Meski begitu Putri tidak ingin menjadikan hal ini sebagai beban. Justru Putri malah bertekad mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam debut perdananya di ajang olahraga Asia Tenggara ini. Putri mengatakan persiapan saat ini sudah baik. Dirinya bersama pelatih tengah fokus melakukan pembenahan fisik dan teknik “Untuk persiapan sejauh ini sudah baik tinggal sedikit-sedikit aja kekurangannya,” kata Putri seperti dikutip dari situs Kemenpora. “Kalau target pribadi, semoga saya bisa mempersembahkan medali emas. apalagi saya baru pertama turun di SEA Games,” ujarnya Putri Kusuma Wardani yang lahir pada tanggal 20 Juli 2002 ini merupakan salah satu pemain bulutangkis muda Indonesia yang bermain sebagai tunggal putri. Dengan tinggi badan 172 cm yang sangat menunjang dalam kariernya sebagai pemain bulutangkis. Putri KW mulai menunjukkan prestasinya saat dirinya terpilih untuk bergabung dengan tim nasional untuk bersaing di Kejuaraan Asia dan Dunia Junior 2018, dengan mengamankan medali perunggu di kedua turnamen. Pada usia 16, Putri Kusuma Wardani telah mencapai final turnamen senior Tantangan Internasional Bangladesh tetapi terbukti terbaik kedua untuk pemain Vietnam Nguyen Thuy Linh. Pada 2019, Putri Kusuma Wardani menjadi finalis turnamen Grand Prix Junior Jaya Raya Junior International. Gelar pertama dalam karirnya diraihnya saat memenangkan Jakarta Junior International Series mengalahkan rekan senegaranya Maharani Sekar Batari. Pada Kejuaraan Dunia Junior 2019, ia membantu tim Indonesia memenangkan Piala Suhandinata untuk pertama kalinya, di mana tim tersebut mengalahkan tim Cina di final. Pada tahun 2021, Putri Kusuma Wardani merebut gelar Super 300 pertamanya di Spain Masters mengalahkan Line Christophersen dari Denmark di final pada usia 18 tahun. Pada tahun 2022, Putri Kusuma Wardani juga berhasil mengalahkan pemain tunggal putri Malaysia di final Badminton Asia Team Championships atau BATC 2022. Putri Kusuma Wardani berhasil mengantarkan Tim Putri Indonesia Unggul 2-1 dari Malaysia dan berhasil keluar sebagai Juara Putri BATC 2022. Sumber: Kemenpora

Bulutangkis Targetkan Tiga Medali Emas SEA Games 2021

Tim bulutangkis Indonesia akan mengincar tiga medali emas SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam. Selain itu tim bulutangkis juga menargetkan juara di piala Thomas dan Uber. Deputi I Chef de Mission (CdM), Teuku Arlan Perkasa Lukman, percaya bahwa PBSI punya banyak atlet andalan untuk mencapai target tersebut. “Kita punya banyak pemain, dan kita terus-menerus mengembangkan pemain muda, jadi saya percaya tidak sulit bagi PBSI untuk mengirimkan pemain terbaij mereka,” kata Arlan pada saat kunjungan tim CdM ke pelatnas Cipayung (19/4). “Kami percaya bisa jadi juara piala Thomas dan Uber, dan bisa meraih medali terbanyak di cabang bulutangkis di SEA Games,” tambahnya. Kepala Pengembangan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky mengatakan ada tiga nomer yang ditargetkan. Tim putra, tunggal putra, dan ganda putra. Dia juga tetap mengharapkan dari nomor lain untuk menambah koleksi medali Indonesia. Dengan waktu yang sempit antara SEA Games dan piala Thomas-Uber PBSI memutuskan tidak akan meminta pemain untuk berlaga di dua event sekaligus. “Apabila negara lain melakukan hal itu maka itu keputusan mereka, tapi kita tidak akan melakukan itu. Untuk piala Thomas kita sudah ada tim khusus, begitu juga dengan Uber Cup, dan SEA Games. Tidak dipungkiri mereka punya kualitas yang sama,” tambah wakil sekjen PBSI Edi Sukarno.    

Timnas U-23 Adaptasi Cuaca Dingin Korea Selatan.

Garuda Muda tiba di Bandara Icheon, Sabtu (16/4) pagi hari waktu setempat. Setelah itu mereka melakukan perjalanan selama empat jam menuju kota Yeongdeok untuk melakukan TC. TC ini sendiri dilakukan sebagai bagian persiapan menatap SEA Games ke-31. Pemain sayap Tim U-23 Indonesia, Irfan Jaya mengaku perlu adaptasi di pemusatan latihan tim U-23 Indonesia (TC) di Korea Selatan. Dia mengaku masih membutuhkan adaptasi, terutama soal cuaca dingin di sana. Salah satu pemain senior yang dipanggil, Irfan Jaya, mengaku kondisinya belakangan membaik. Pelatih Shin Tae-yong pun memberikan sejumlah menu latihan dalam awal-awal TC tim U-23 Indonesia di sana. “Alhamdulillah kondisi semakin baik ya, kemarin kami baru sampai, lanjut latihan, sorenya kondisi makin baik. Tadi kami ada latihan joging di jalan, lalu sorenya ada latihan shadow, ada small game terakhir,” ungkap Irfan. Pemain Bali United itu mengaku, pada awal-awal TC ini salah satu yang jadi kesulitannya ialah soal cuaca. Maklum, cuaca Indonesia dengan Korsel berbeda jauh. Korsel boleh dibilang jauh lebih dingin. “Masih perlu adaptasi, di Indonesia panas di sini sangat dingin ya. Harapan saya TC kali ini lancar bisa banyak belajar persiapkan buat SEA Games nanti,” tutup dia. Rencananya, skuat Garuda Muda akan melakoni dua laga uji coba melawan Pohang Steelers (23 April) dan Daejeon Hana Citizen (27 April). Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Timnas Futsal Putra Akan Berangkat ke Hanoi

Kemenpora, Tim Review, NOC, KONI, dan CdM Indonesia untuk SEA Games pada akhirnya memutuskan memberangkatkan timnas futsal putra Indonesia ke SEA Games, Hanoi, Vietnam. Keputusan ini diambil setelah Tim Review yang dipimpin oleh Prof Moch Asmawi beserta komisi Sport and Development NOC Indonesia dan KONI mereview ulang hasil tes fisik serta rekam jejak tim futsal putra di SEA Games. “Dalam rekomendasinya cabang olahraga yang sudah ditetapkan, baik DBON mau pun non DBON, akan ditambah satu cabang olahraga baru yaitu futsal putra. Itu hasil dari review,” kata CdM NOC Indonesia Ferry Yuniarto Kono. Rekam jejak prestasi timnas futsal diantaranya pernah menjadi juara di piala AFF 2010, empat kali runner-up termasuk pada turnamen tahun 2022 ini. CdM Tim Indonesia untuk SEA Games sekaligus sekjen NOC Indonesia Ferry Kono akan segera berkoordinasi dengan PSSI dan Federasi Futsal Indonesia (FFI). Dengan keputusan ini Indonesia akan mengikuti 32 cabor SEA Games Vietnam dimana futsal berada dalam nomor pertandingan sepakbola. Sumber: NOC

SEA Games 2021. Tenis Incar EmasĀ 

Presiden Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI), Rildo Ananda Anwar berharap dukungan dari tim Chef de Mission (CdM) pada SEA Games ke 31 bulan depan. Terutama karena pemulihan atlet sangat penting karena padatnya jadwal pertandingan di SEA Games. “Yang paling penting adalah mereka siap main, secara mental dan fisik. Kami berharap persiapan yang sudah kami lakukan bisa membuat atlet mencapai hasil terbaiknya. Tapi saya berharap KOI dan Kementrian Pemuda dan Olahraga juga bisa mendukung kami, terutama dalam pemulihan atlet,” kata Rildo. Target pada kelas ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri adalah medali emas. “Untuk ganda campuran ada Christo (Christopher Rungkat) dan Aldila (Sutjiadi), kami juga berharap dari tim ganda putra dengan Christo and Rifqi (M. Rifqi Fitriadi),” kata Rildo. “Dari ganda putri kami juga ingin memenangkan medali emas, tapi kita lihat dulu siapa yang main. Bisa Bea (Beatrice Gumulya) dan Jessy (Rompies), atau Bea dan Aldila, atau Aldila and Jessy, kami akan beradaptasi dengan kondisi di lapangan,” lanjut Rildo. Pelatih kepala tim tenis Deddy Prasetyo menjelaskan bahwa persiapan sudah lebih dari setahun tanpa henti. “Kami mulai lebih dari setahun lalu tanpa henti. Paling panjang kami libur satu minggu lalu lanjut lagi,” kata Deddy. “Pada hari Kamis (14/4) para pemain akan ke Thailand untuk turnamen. Dalam olahraga tenis kita tidak punya training camp jangka panjang untuk persiapan, setiap minggu ada turnamen, jadi kita selalu fokus pada turnamen berikutnya,” tambah Deddy. “Untuk tim putra mau pun putri, kemudian ganda putri dan ganda campuran, kita berharap untuk memenangkan medali emas,” tutup Deddy. Sumber: NOC

Masuk Timnas U-23 Ilham Rio Fahmi: Tunjukkan yang Terbaik.

Bek kanan Persija, Ilham Rio Fahmi, sangat antusias menjalani pemusatan latihan Tim U-23 Indonesia. Apalagi, ini merupakan pemanggilan perdananya ke tim nasional. “Saya bangga dan bersyukur bisa bergabung dengan rekan-rekan di Timnas U-23, apalagi ini kesempatan yang langka bagi setiap pemain, yang pasti semua pemain ingin menunjukkan yang terbaik di TC kali ini,” katanya. “Alhamdulillah, walaupun saya baru bergabung, teman-teman sangat welcome dan support pada saya, Insha Allah saya dan teman-teman bisa kompak Dan meraih target yang diberikan PSSI (di SEA Games 2021).” “Jujur, saya tidak melihat persaingan. Memang di posisi saya banyak yang sudah berpengalaman, saya jadikan motivasi, improve, belajar lagi. Saya target bersama tim, tentu semua tim jika ikut kompetisi maunya juara, saya siap memberikan target yang diberikan PSSI,” tutup pemain berumur 20 tahun tersebut. Di SEA Games 2021, Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Bek kiri Persija Jakarta, Firza Andika, sangat yakin Tim U-23 Indonesia bisa berbicara banyak, kendati menghadapi Vietnam. Laga melawan Vietnam menjadi ulangan final SEA Games 2019 Filipina. Saat itu, Garuda Muda takluk 0-3 dan harus merelakan medali emas ke tangan The Golden Stars. Firza Andika menjadi saksi hidup sekaligus pemain yang bermain dalam laga final tersebut. “Alhamdulillah, saya bersyukur kembali dipanggil ke Timnas lagi. Saya memang menargetkan kembali baik itu di ajang SEA Games (2021) nanti atau tim senior (Piala AFF 2022) nanti. Makanya saya di kompetisi, setiap bermain saya berusaha memberikan yang terbaik, alhamdullilah dipanggil ke Timnas lagi,” jelasnya. “Kondisi saya masih 80 persen, karena seminggu tidak latihan semenjak kompetisi selesai. Paling latihan di rumah hanya jogging.” “Buat saya komentar pribadi, saya siap menghadapi Vietnam lagi, Insha Allah akan menenangkan pertandingan melawan Vietnam, Dan kami akan menjadi juara. Saya sangat optimistis, karena banyak pemain asuhan coach Shin Tae-yong yang bagus-bagus di zaman sekarang. Apalagi punya karakter yang kuat, saya optimistis bisa meraih juara,” tutup pemuda berusia 22 tahun tersebut.   Sumber: PSSI