Hasil Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Drawing Piala Thomas dan Uber 2026

Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim bulu tangkis Indonesia tergabung bersama tim-tim kuat dari berbagai penjuru dunia. BWF resmi telah mengumumkan hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu (18/3/2026) siang WIB. Ajang Piala Thomas dan Uber 2026 sendiri akan berlangsung di Horsens, Denmark pada 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Tim bulu tangkis Indonesia sendiri bisa dibilang memiliki hasil undian yang berbeda. Tim putra bisa disebut tergabung dengan grup neraka. Tim bulu tangkis putra Indonesia yang berstatus sebagai unggulan kedua tergabung di Grup D, bersama Prancis, Thailand dan Aljazair. Aljazair boleh dibilang tak diperhitungkan dalam persaingan di fase grup. Namun berbeda dengan Prancis dan Thailand yang merupakan tim kuat di dunia bulu tangkis. Thailand sejak lama memiliki persaingan sengit dengan Indonesia khususnya di kawasan Asia Tenggara. Untuk sektor putra, mereka memiliki Kunlavut Vitidsarn yang saat ini menjadi tunggal putra nomor satu dunia di ranking BWF. Sementara Prancis kini menjadi salah satu negara dengan bulu tangkis terbaik di Eropa. Apalagi mereka memiliki Alex Lanier hingga atlet bersaudara yakni Toma Junior Popov dan Christo Popov. Di sisi lain, tim bulu tangkis putri Indonesia tergolong memiliki persaingan yang cukup mudah di Grup C, yang dihuni oleh Chinese Taipei, Kanada dan Australia. Meniliki dari beberapa turnamen ke belakang, Chinese Taipei yang tengah menunjukkan eksistensinya di dunia bulu tangkis menjadi lawan terkuat untuk Indonesia di Grup C. Sehingga kedua negara berpeluang besar lolos ke babak knockout. Berikut hasil drawing Piala Thomas dan Uber 2026: Piala Thomas 2026: Grup A: China, India, Kanada, Australia Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Finlandia Grup C: Chinese Taipei, Denmark, Korea Selatan, Swedia Grup D: Indonesia, Prancis, Thailand, Aljazair Piala Uber 2026: Grup A: China, India, Denmark, Ukraina Grup B: Jepang, Malaysia, Inggris, Afrika Selatan Grup C: Chinese Taipei, Indonesia, Kanada, Australia Grup D: Korea Selatan, Thailand, Bulgaria, Spanyol

Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

Swiss Open 2026: Alwi akui tampil antiklimaks

Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan mengakui penampilannya antiklimaks setelah keluar sebagai runner-up Swiss Open 2026 lantaran kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka pada partai final. Pada pertandingan yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Minggu, unggulan keenam itu takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21. “Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi setelah laga, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI. Alwi mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada laga final, terutama karena waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Dia mengaku belum mampu melakukan pemulihan secara optimal sehingga berdampak pada penampilan di laga puncak, meski tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal. “Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi. Meski gagal meraih gelar, Alwi mengungkapkan dua pekan terakhir menjadi periode penting untuk menambah pengalaman bertanding, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan tinggi. Menurut dia, meski Swiss Open berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya di All England 2026. “Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.

PBSI Tetapkan Mekanisme Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet Pelatnas

Penutupan Seleknas PBSI 2026

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus berkomitmen membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas. Melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas. Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki. Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet. Sementara itu, biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI, sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal masing-masing atlet. Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya pencapaian minimal 50% dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara. Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan. Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis. Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI. Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi. Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat. Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI) atlet, serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet. Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan dari pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas. Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI. Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI. Sistem pembinaan yang semakin terstruktur ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

PBSI Gelar Seleksi Nasional PBSI 2026

Eng Hian

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan menyelenggarakan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial untuk bergabung dengan Pelatnas PBSI. Seleknas PBSI 2026 akan berlangsung pada 3 hingga 7 Februari 2026 di Majeh Arena Wadas, Karawang, dengan menggunakan empat lapangan pertandingan. Seleksi Nasional PBSI ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik kategori taruna (U19) yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PP PBSI. Peserta Seleknas meliputi atlet tunggal dan ganda juara Kejuaraan Nasional PBSI Perorangan Taruna Divisi I Tahun 2025, dengan pengecualian bagi atlet yang telah direkrut masuk Pelatnas PBSI. Peserta Seleknas juga berasal dari atlet kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya yang berada pada peringkat 15 nasional Taruna (U19) terbaik di setiap sektor dengan perhitungan ranking yang digunakan adalah per tanggal 24 Desember 2025, setelah pelaksanaan Kejuaraan Nasional PBSI 2025. Selain jalur Seleknas, PP PBSI juga menetapkan bahwa tiga atlet muda, Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) dari sektor tunggal putri dan Alexius Ongkytama Subagio/ Aquino Evano Keneddy Tangka (Djarum Kudus) dari sektor ganda putra bergabung langsung ke Pelatnas PBSI. Ketiganya direkrut berdasarkan prestasi konsisten yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025, serta hasil pemantauan Tim Pemandu Bakat PP PBSI, sehingga dinilai telah memenuhi kriteria pembinaan Pelatnas. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa Seleknas PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. “Seleksi Nasional PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. Melalui Seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi, sebagai langkah awal menuju pembinaan di Pelatnas PBSI,” ujar Eng Hian. “Kriteria seleksi yang mengacu pada hasil Kejurnas, peringkat nasional, serta pantauan Tim Pemandu Bakat dirancang untuk memastikan atlet yang terpilih tidak hanya memiliki capaian prestasi saat ini, tetapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan prestasi PBSI,” tambahnya. Khusus untuk nomor ganda, para atlet diperbolehkan melakukan pertukaran pasangan dengan ketentuan pasangan tersebut berada dalam 16 besar ranking nasional, serta adanya kesepakatan tertulis antara atlet dan Perkumpulan Bulutangkis (PB). Atlet hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) PBSI juga dapat diikutsertakan sebagai peserta Seleknas meskipun berada di luar 16 besar ranking nasional. Sementara itu, bagi atlet ganda yang memiliki lebih dari satu pasangan dan sama-sama berada dalam 16 besar ranking nasional, maka atlet tersebut wajib memilih satu pasangan untuk didaftarkan pada Seleknas. Sebagai penegasan komitmen pembinaan prestasi, atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara Seleknas PBSI 2026 wajib memenuhi panggilan untuk masuk Pelatnas PBSI tanpa syarat apa pun. Melalui Seleknas ini, PP PBSI berharap dapat menjaring atlet-atlet muda terbaik yang memiliki potensi jangka panjang untuk memperkuat bulutangkis Indonesia di level internasional. PESERTA SELEKSI NASIONAL PBSI TAHUN 2026 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana – DJARUM, KUDUS Fardhan Rainanda Joe – EXIST BADMINTON CLUB Denis Azzarya – JAYA RAYA JAKARTA Maharishiel Timotius Gain – JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi – DJARUM, KUDUS Yusack Christian – JAYA RAYA JAKARTA Yudha Rendra Wijaya – DJARUM, KUDUS Yarits Al Kaaf Rengganingtyas – DJARUM, KUDUS Fathurachman – SARWENDAH BADMINTON CLUB, JAKTIM Izza Al-Faruq Aston Martin – EXIST BADMINTON CLUB I Made Sutha Adi Wiguna – GIDEON BADMINTON ACADEMY Surya Adhipratama Tanggara – BERKAT ABADI, BANJAR Fajar Shidiq Putra – EXIST BADMINTON CLUB Ghaisan Haidar Tsaqib – EXIST BADMINTON CLUB Jevian Vinara Phaskalis Jevlianda A – TANGKAS, JAKSEL Glend Yosua Octavianus Rumondor – JAYA RAYA JAKARTA Tunggal Putri: Jolin Angelia – DJARUM, KUDUS Christabel Calista Purwanto – DJARUM, KUDUS Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto – EXIST BADMINTON CLUB Shaafiya Yasmin Maitsaa – DJARUM, KUDUS Evelin Gracia Parapat – DJARUM, KUDUS Wening Arviani Sabrina – PELATKOT TANGERANG SELATAN Alfira Deanika – Jaya Raya Satria Auberta Zerlina – EXIST BADMINTON CLUB Nurul Tetra Junia Br Matondang – DJARUM, KUDUS Qori Nur Syarifah – EXIST BADMINTON CLUB Patricia Regina Adalia – JAYA RAYA JAKARTA Selvyra Khalishah – PELATPROV PBSI Jawa Timur Xabria Novrani Alonso – Mataram Raya, Sleman Ratifa Badriah – ALAMSYAH YUNUS BADMINTON CLUB Keira Putri Indriyan – MUTIARA CARDINAL, BANDUNG Beryl Auliya Sungkono – PELATPROV PBSI Jawa Timur Ganda Putra: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono – DJARUM, KUDUS Faizal Pangestu/Anju Siahaan – DJARUM, KUDUS Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA Akmal Nurrahman/Revand Harianto – JAYA RAYA JAKARTA Joseph Marcellino Kyta /Joven Farandi – GIDEON BADMINTON ACADEMY Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan – JAYA RAYA JAKARTA Grendly Alkatib Lumintang/Muhammad Vito Annafsa – JAYA RAYA JAKARTA Danendra Kamandika Xavier/Elang Rakha Putra Setiawan – JAYA RAYA JAKARTA Fadhullah Muas/Stanley Jaden Ng – GIDEON BADMINTON ACADEMY Muhammad Lutfhi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan – DJARUM, KUDUS Muhammad Nadhif Al Maren/Muhammad Hazeral Masyhur – PELATPROV PBSI Jawa Timur Danendra Ahmad Al Ghozali/Azril Dava Gistrafarizi – PELATPROV PBSI Jawa Timur Muhammad Zaki/ Anandhito Triadi – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR/ JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Alwan Setiawan/Naufal Syatar Syahwaldi – PUTRA HANDAYANI Boby Claudio Tampi/Darrel Fawwaz – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR Ahmad Tarindo Akbar/Fachry Adnan Pamungkas – GIDEON BADMINTON ACADEMY Ganda Putri: Imanuela Ayu Soka/Angelita Magdalena Yusup – DJARUM, KUDUS Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi – DJARUM, KUDUS Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M – DJARUM, KUDUS Merylia Putri Hanantha/Chelsea Veby Andela – PELATPROV PBSI Jawa Timur Afina Musa Putri/Nur Aliah Rahma – JAYA RAYA JAKARTA Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri – DJARUM, KUDUS Sheila Lidia/Veren Irvana Daula – JAYA RAYA JAKARTA Citra Murdiningrum Surono/Maheswara Kusumawulan – PB. Power Rajawali, Tangerang Chelsea Marvelyn Istanto/Agni Marshanda Pratistha Kuranta – DJARUM, KUDUS Aura Zalfa Syafiya/ Putri Melvina Dwiwahyuningsih – GIDEON BADMINTON ACADEMY/ Cakrabuana Badminton Training Camp Micha Leona Luthfia Wardoyo/Keyla Annisa Putri – JAYA RAYA JAKARTA Annisa Febriany Shalihah/ Balqis Azzahra Kayla Hasan – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA/TANGKAS, JAKSEL Risfina Meyizza Tommzhu/Syafiqa Aliya – GIDEON BADMINTON ACADEMY Gelsay Behrous Al Zahra/Injiliani Christania Tumbol – JAYA RAYA JAKARTA Nadia Zana Nailah/Alya Anggina Putri Nasution – PUTRA MAINAKY, TANGSEL Jasmin Early Mailova/Zahroh Nani Elvany – BAYU KENCANA Ganda Campuran: Ikhsan Lintang Pramudya/ Salsabila Zahra Aulia – DJARUM, KUDUS Balqis Azzahra Kayla Hasan/Mitchel Rori Monintja – TANGKAS , JAKSEL … Read more

Tim Bulu Tangkis Rusia Tiba di Cipayung

Tim bulu tangkis Rusia

Tim bulu tangkis Rusia telah tiba di Jakarta pada Selasa (8/7) untuk menjalani pemusatan latihan bersama atlet Pelatnas PBSI di Cipayung selama dua pekan, yakni 8–21 Juli 2025. Berdasarkan keterangan dari PBSI, total 19 anggota tim Rusia, terdiri dari manajer, pelatih, serta pemain putra dan putri yang datang dalam dua gelombang. Sebagian besar mendarat Selasa pagi, disusul kedatangan Alina Davletova di sore hari, sementara Evgeniya Kosetskaya dijadwalkan tiba Kamis (10/7). Sejumlah nama yang ikut dalam rombongan tersebut antara lain manajer Pavel Sorokin, pelatih Rodion Kargaev dan Viktor Maliutin, serta para atlet seperti Ivan Apostoliuk, Nikita Zibrov, Artur Pechenkin, Vladislav Dobichkin, Alena Lakovleva, Galina Lisochkina, dan Maria Golubeva. Pelatnas gabungan ini merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Menpora RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo dan Menteri Olahraga Rusia, Michael Degtyarev yang diteken pada Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, 19 Juni lalu. MoU tersebut mencakup pengembangan atlet muda lintas cabang olahraga seperti bulu tangkis, atletik, voli, renang, hingga panjat tebing. Kerja sama ini juga meliputi pertukaran pelatih, pelatihan gabungan, dan pengelolaan pusat pelatihan bersama secara berkelanjutan. Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menyatakan bahwa PBSI terbuka terhadap kolaborasi internasional guna memperkuat posisi bulu tangkis Indonesia di kancah dunia. Sebelumnya, PBSI telah menjalin komunikasi intensif dengan Federasi Bulu Tangkis Rusia, termasuk kunjungan ke Moskow pada 19–20 Juni lalu. Dalam kunjungan tersebut, delapan atlet pelatnas dan satu pelatih mengikuti laga persahabatan di GOR Territoriya Sporta, Moskow. Adapun para atlet yang terlibat dalam pertandingan itu antara lain Yohanes Saut Marcellyno, Ni Kadek Dhinda Amartya, Nikolaus Joaquin, Raymond Indra, Apriyani Rahayu, Febi Setianingrum, Verrel Yustin Mulia, dan Lisa Ayu Kusumawati, di bawah bimbingan pelatih Prasetyo Restu Basuki. Berikut daftar nama Tim Rusia selengkapnya: 1. Pavel Sorokin (Manager) 2. Rodion Kargaev (Coach) 3. Viktor Maliutin (Coach) 4. Ivan Apostoliuk 5. Nikita Zibrov 6. Artur Pechenkin 7. Vladislav Dobichkin 8. Alena Lakovleva 9. Galina Lisochkina 10. Alina Busygina 11. Anisia Masunova 12. Maria Golubeva 13. Kristina Danilova 14. Serge Sirant 15. Nikita Muleev 16. Gleb Stepakov 17. Aleksandr Grigorenko 18. Alina Davletova 19. Evgeniya Kosetskaya (Tiba hari Kamis (10/7)

PBSI Terapkan Sistem Promosi yang Ketat Demi Prestasi

Eng Hian

Pelatnas PBSI terapkan sistem promosi dan degradasi terbaru. Aturan ini tidak mengikuti periode tertentu seperti sebelumnya. Atlet dinilai berdasarkan performa di turnamen internasional dan kemajuan teknik. Penilaian juga mencakup aspek fisik dan data pendukung yang relevan. “Setiap atlet dipantau performa pencapaian prestasi turnamen BWF dan multievent, progress kemajuan dari segi teknik, fisik, data-data pendukung. Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk mengambil keputusan,” kata Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, Sabtu (29/3/2015). Sistem ketat ini diharapkan mempercepat regenerasi pemain muda. Langkah ini memberikan peluang tampil di turnamen internasional bagi talenta baru. Eng Hian menggelar pertemuan dengan pemain senior dan Wakil Ketua Umum, Taufik Hidayat. Pertemuan tersebut bertujuan mendengarkan usulan serta mendukung kenyamanan atlet di pelatnas. “Pemain senior ini mempunyai jangka waktu bermain yang tidak panjang. Jadi mereka harus punya komitmen yang tinggi selama berada di Pelatnas dan memaksimalkan waktu untuk meraih prestasi terbaik,” ujar Eng Hian. Eng Hian juga menyampaikan mekanisme bagi pemain yang berkarir di luar pelatnas, masih dikaji. Ia menyatakan evaluasi terus dilakukan tanpa membedakan status atlet di pelatnas. “Intinya kami tidak membedakan atlet tersebut berada di Pelatnas atau luar Pelatnas. Terpenting adalah atlet anggota PBSI yang membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah International,” tutur Eng Hian menutup pembicaraan. Sumber: RRI

PBSI Cari Jagoan Muda Baru Lewat Seleknas 2025

Seleknas PBSI 2025

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) 2025 untuk mencari pemain muda potensial baru. Mereka yang terpilih untuk masuk Pelatnas PBSI Cipayung nantinya. Seleknas 2025 diikuti oleh 111 atlet berusia di bawah 19 tahun dari 13 klub berbeda. Mereka akan bertarung di lima sektor selama 11-15 Februari 2025 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Ajang ini merupakan upaya dari PBSI untuk mendapatkan pemain-pemain muda potensial yang tersebar di berbagai klub di Indonesia. Nantinya mereka bisa mendapatkan tiket untuk menjadi pemain tim nasional dan berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagja menjelaskan, setidaknya ada lima tiket yang dipastikan bisa didapat para pemain klub. Mereka adalah para juara di tiap sektor, baik itu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran. Namun, kuota itu tidak mutlak. PP PBSI juga memiliki tim pemandu bakat yang dihuni oleh para pelatih-pelatih top, yang ditugaskan untuk memantau dan menyaring pemain-pemain potensial. Mereka yang terpilih juga berhak masuk ke Pelatnas. “Kalau untuk nomor satu itu juaranya mutlak (diterima) ya. Tapi kami ada tim pemandu bakat, dimana memang bisa me-monitoring pemain,” ucap Ricky usai pembukaan Seleknas 2025 di Pelatnas Cipayung, Selasa (11/2). “Jadi sekiranya yang tidak juara, nomor berapapun ada kewenangan tim pemandu bakat, Binpres, untuk bisa melihat potensi-potensi yang ada, selain juara-juaranya itu,” tambahnya. Ricky tak menyebut berapa kuota pemain yang akan ditarik ke Pelatnas Cipayung lewat jalur pemantauan tim pemandu bakat. Eks Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI itu juga memastikan pemain yang terpilih nantinya akan menjalani serangkaian tes seperti medical checkup, tes fisik berbasis sport science, tes psikologi dan tes IQ, serta evaluasi teknik dan taktik. “Ini saya rasa sangat penting untuk lebih cerdas di lapangan, selain fisik mental. Itu yang akan dilakukan seleknas saat ini,” jelas Ricky. Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat juga mengatakan bahwa serangkaian tes itu diperlukan karena dapat membantu PBSI dalam menempa kualitas dan menilai performa sang atlet ke depan. “Serangkaian tes tersebut akan membantu PBSI menemukan atlet dengan potensi terbaik. Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga secara fisik, mental, dan daya pikir strategis,” terang peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini. “Tes tambahan bukan untuk menyulitkan atlet namun untuk memastikan bahwa atlet yang terpilih benar-benar siap menghadapi persaingan global,” jelas Taufik. Daftar Partisipasi Seleknas 2025 – Djarum, Kudus (45 atlet) – DYS Candra Wijaya (3 atlet) – Exist Badminton Club (11 atlet) – Gideon Badminton ACD (5 atlet) – Jaya Raya Jakarta (16 atlet) – Mutiara Cardinal, Bandung (10 atlet) – PB AIC, Bekasi (3 atlet) – PB Power Rajawali, Tangerang (4 atlet) – Pelatkot Tangerang Selatan (4 atlet) – Pelatprov Jawa Timur (3 atlet) – Putra Mainaky, Tangerang Selatan (2 atlet) – Tangkas, Jakarta Selatan (4 atlet) – Taqi Arena BC, Bandung (1 atlet)

Ini Rencana PBSI Untuk Atlet Muda

Logo PBSI

Chafidz Yusuf selaku Pelatih Kepala Ganda Putra Pratama Pelatnas PBSI mengungkapkan rencana program Utama untuk atlet muda demi matangkan kemampuan. Program Utama ini diharapkan bisa meraih prestasi sejak dini sehingga bisa menjadi pelapis para seniornya. “Yang menjadi tujuan kita adalah bagaimana caranya kita untuk pasangan muda ini yang berpotensi, segera bisa melapisi kakak-kakaknya (pasangan elite),” ungkap Chafidz. Mengenai program latihan untuk para atlet pratama di sektor ganda putra, Chafidz mengatakan timnya sudah memberikan rencana kepada Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian selama enam bulan ke depan. “Selama enam bulan ke depan itu kita ada rencana untuk kita ikutkan (pasangan-pasangan pratama) ke lima atau enam pertandingan (kejuaraan). Itu bisa menjadikan dasar kita. Kalau misalnya bagus, kita teruskan. Kalau tidak, ya, mungkin ada perubahan,” kata Chafidz. Menurut Chafidz, regenerasi atlet tidak hanya bertumpu pada talenta tiap individu saja, tapi juga pembentukan karakter serta penajaman kemampuan. “Menurut saya sebagai pelatih, kita tidak perlu khawatir kekurangan stok pemain ganda putra di Indonesia, sebetulnya motorik kita sudah bagus, tinggal bagaimana caranya nanti kita untuk menajamkan (kemampuan atlet) saja,” ujar dia. Pelatih yang membentuk pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo itu menilai, penting bagi pelatih untuk memperkecil jarak antara pemain elite dengan junior-junior di bawahnya, agar bisa segera naik kelas dan menambah daya saing. “Hal yang harus diperhatikan dan bisa kita nilai juga secara nonteknis, fighting spirit dan keberaniannya ada, seperti (pemain-pemain senior). Sekarang ini saya lihat masih ada problem di nonteknisnya,” kata Chafidz. “Faktor seperti itu juga harus kita bentuk, karena itu diperlukan oleh pemain dunia. Tanpa itu, tidak akan bisa (melangkah jauh),” ujar dia menambahkan. Sumber: TV One

Terinspirasi Susi Susanti, Thalita Ramadhani Pilih Bulu Tangkis sebagai Jalan Hidup

Thalita Ramadhani Wiryawan

Bermain badminton sejak usia 5 tahun, Thalita Ramadhani Wiryawan meyakini bulu tangkis menjadi jalan hidupnya setelah membaca proses perjalanan Susi Susanti menjadi peraih medali emas tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992. Akan tetapi, ia mengakui proses yang dijalaninya sangat berat dan panjang, selalu ada naik-turunnya setiap tahun, hingga akhirnya dipanggil menjadi atlet pratama Pelatnas PBSI pada akhir Desember 2024 lalu. “Saya sangat senang. Saya tidak menyangka bisa masuk Pelatnas,” ujar arek Suroboyo kelahiran September 2007 ini dalam wawancara dengan Bidang Humas PP PBSI (6/1/2025). Thalita memulai perjalanan panjang di bulu tangkis ketika masuk ke PB Winner Badminton Club di Surabaya pada 2014. Setelah itu, pada 2017, ia hijrah ke Jakarta dan berlatih bersama selama 7 tahun di PB Jaya Raya. Pemain tunggal putri ini sudah merasakan beratnya menjaga konsistensi berprestasi dalam perjalanannya sebagai pemain junior. “Saya selalu berusaha di setiap pertandingan Sirnas (Sirkuit Nasional) untuk menjadi yang terbaik. Tetapi, ketika di pertandingan penting seperti PON dan Kejurnas (Kejuaraan Nasional), saya tidak bisa melakukan yang terbaik. Di setiap pertandingan gagal, saya mencoba evaluasi dan berlatih lebih keras lagi,” ujar Thalita. Selain Thalita, sejumlah atlet yang terpilih menjadi atlet tunggal putri pratama adalah Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Chiara Marvelia Handoyo, dan Deswanti Hujansih Nurtertiati. Mereka akan berlatih dalam pendampingan pelatih Wimpie Mahardi dan Adriyanti Firdasari. Thalita masuk ke Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, mulai 23 Desember 2024 dengan begitu banyak harapan. “Harapan saya, selalu bisa melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya juga berharap menang dalam setiap turnamen yang saya ikut,” pungkas Thalita. Biodata Nama : Thalita Ramadhani Wiryawan Tempat & tanggal lahir : Surabaya, 21 September 2007 Klub : PB Winner Badminton Club, Surabaya (2014 – 2017) PB Jaya Raya, Jakarta (2017- 2024) Prestasi (per 2024): Juara I Sirnas A Jawa Tengah Juara I Piala Gubernur Jawa Timur Juara I Sirnas A Sulawesi Tenggara Juara I Kapolri Cup Juara I Kotak India Junior Internasional Series Juara II India Junior International Grand Prix Juara I Sirnas A Kalimantan Tengah Juara I Sirnas A Premiere Juara I Bangladesh Junior International Series Juara III Jaya Raya Grand Prix

Curi Perhatian, PBSI Boyong Remaja 17 Tahun Ke Tim Utama Pelatnas

Mohammad Zaki Ubaidillah

Di antara nama-nama atlet yang dipanggil ke Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), terselip nama Mohammad Zaki Ubaidillah yang langsung masuk ke jajaran utama. Remaja kelahiran Sampang, Madura, tahun 2007 ini mengucap syukur atas keberhasilan masuk ke jajaran atlet elite bulu tangkis nasional. “Alhamdulillah, saya bisa masuk Pelatnas PBSI. Apalagi langsung masuk ke utama. Saya akan banyak belajar dari senior-senior saya, para pemain top dunia,” ujar Ubed, panggilan akrabnya, dalam wawancara dengan Bidang Hubungan Masyarakat PP PBSI (26/12/2024). Ubed mengaku telah menjalani proses yang cukup panjang. Ia bermain badminton sejak TK dan mengikuti lomba bulu tangkis di sekolah di kampungnya di Pulau Garam. Memasuki skoelah dasar, sejak kelas 1 ia sudah latihan ke Jawa Tengah, tepatnya di PB Rahmat, Pati. Setelah itu Ubed berpindah ke sejumlah kota seperti Gresik, Surabaya, dan Klaten untuk mencari klub yang pas dengan dirinya, hingga pada akhir 2019 lolos tes untuk bergabung dengan PB Djarum Kudus. Ubed menjadi bagian tim Jawa Tengah yang memenangkan medali emas bulu tangkis beregu putra di pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Ubed mengaku panggilan ke Pelatnas menjawab apa yang selama ini ia renungkan. “Saya menjalani proses cukup lama. Sempat berpikir dan merenung, ke mana arah tujuan saya bermain bulu tangkis? Kalau enggak masuk Pelatnas, bagaimana? Apalagi pada Januari lalu saya ikut Seleksi Nasional dan kalah di babak 8 besar. Alhamdulillah, akhir tahun ini saya dipanggil masuk Pelatnas,” ujar Ubed yang mengaku mengidolakan Anthony Sinisuka Ginting. Dalam nomor tunggal putra PON, Ubed juga meraih medali perak tunggal putra. Ia juga menyumbang kemenangan yang membawa Indonesia memenangkan Piala Suhandinata 2024 untuk beregu campuran di Nanchang, China. Ubed melihat setiap turnamen yang dia ikut selalu memberi pelajaran berharga, apa pun hasilnya. “Setiap turnamen pasti ada evaluasinya, bahkan ketika menang. Saya selalu menganggap setiap turnamen sebagai kesempatan untuk bisa membuktikan menjadi yang terbaik,” papar Ubed lagi. Per 15 Desember 2024 lalu, Ubed menempati peringkat 155 dunia dan peringkat 108 world tour rank. Dengan masuk Pelatnas ia berharap bisa terus mendongkrak peringkatnya hingga masuk ke jajaran pemain elite dunia. “Harapan saya, semoga saya bisa segera naik ke level super series dan menyumbangkan gelar juara bersama para senior saya untuk Indonesia,” ujar Ubed. Profil Atlet: Nama lengkap: Mohammad Zaki Ubaidillah Tempat dan tanggal lahir: Sampang, Madura, 26 Juni 2007 Pendidikan (sebelum masuk Pelatnas): SMA NU Al Ma’ruf Kudus, Jawa Tengah Klub: – Masuk klub sejak kelas 1 SD di PB Rahmat, Pati, Jawa Tengah, dan mencoba sejumlah klub di berbagai kota di Pulau Jawa – PB Djarum Kudus, masuk 2019 Prestasi (beberapa): – Juara Piala Suhandinata World Junior Championsips 2024 (beregu campuran) – Medali perunggu tunggal putra World Junior Championships 2024 – Medali perak tunggal putra PON XXI Aceh-Sumut 2024 – Juara Indonesia Masters Super 100 2024

Sejarah 26 Tahun Terulang, Indonesia ke Final Thomas dan Uber Cup 2024

Indonesia kembali meloloskan tim bulu tangkis putra dan putri ke final Thomas dan Uber Cup 2024. Tim putri Indonesia lebih dulu melangkah ke final Uber Cup 2024 usai mengalahkan juara bertahan, Korea Selatan, pada Sabtu (4/5/2024). Bertanding di Hi Tech Zone Sports Centre, Chengdu, China, Gregoria Mariska dkk meraih kemenangan 3-2. Ini merupakan kali pertama Indonesia tampil di final Uber Cup setelah 2008 di Istora Senayan, Jakarta, alias 16 tahun silam. Pemain yang diturunkan di final melawan China kala itu adalah Maria Kristin Yulianto, Liliyana Natsir, Vita Marissa, Adrianti Firdasari, Jo Novita, Greysia Polii, dan Pia Zebadiah Bernadet. Namun, Indonesia harus puas menjadi runner-up usai kalah 0-3 dari China pada final Uber Cup 2008. Sementara itu, tim putra Indonesia menyusul ke final Thomas Cup 2024 usai menyingkirkan Taiwan dengan skor 3-0. Tiga poin kemenangan Indonesia didapat berkat Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Jonatan Christie. Thomas Cup 2024 merupakan kali ketiga secara beruntun Indonesia menembus final perebutan trofi lambang supremasi bulu tangkis beregu putra dunia tersebut. Indonesia sebelumnya juga lolos ke final Thomas Cup 2020 dan menjadi juara setelah mengalahkan China. Dua tahun setelahnya, Indonesia kembali menapaki partai puncak, tetapi gagal mempertahankan gelar usai kalah 0-3 dari India. Keberhasilan tim putra dan putri Indonesia lolos ke final Thomas-Uber Cup membuat Merah Putih mengulang pencapaian 26 tahun lalu. Indonesia juga meloloskan tim putra dan putrinya ke final Thomas dan Uber Cup 1998 di Hong Kong. Tim putra Indonesia saat itu menjadi juara Thomas Cup setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2. Sementara, tim putri kembali ke Tanah Air dengan membawa medali perak usai menjadi runner-up karena kalah 1-4 dari China. Adapun final Thomas dan Uber Cup 2024 berlangsung di Hi Tech Zone Sports Centre, Chengdu, China, Minggu (5/5/2024). Partai final ini sama-sama mempertemukan Indonesia dan China. Final Uber Cup digelar pukul 08.30 WIB, sedangkan perebutan gelar Thomas Cup dimulai sore hari pukul 17.00 WIB. Sumber: Kompas

Sri Lanka International Series 2024: Ruzana Jadi Juara!

Pebulu tangkis tunggal putri muda Indonesia, Ruzana keluar sebagai juara turnamen Sri Lanka International Series 2024 yang diadakan di Indoor Stadium Galle, Sri Lanka, Minggu. Ruzana keluar sebagai juara setelah menang atas wakil Malaysia Siti Zulaikha pada babak final dalam dua gim langsung, 21-19, 21-15. “Senang pastinya karena ini gelar pertama saya sejak dua tahun lalu. Lawan bermain cukup bagus tapi saya berhasil memegang kendali permainan. Di poin-poin akhir saya juga lebih berani untuk menyerang dan menekan dia,” kata Ruzana, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI. Lebih lanjut, atlet berusia 18 tahun itu mengatakan kemenangan ini akan menjadi motivasi tambahan untuknya saat mengikuti turnamen-turnamen lain di masa depan. “Saya ingin lebih baik dari sebelumnya. Gelar ini tentunya menjadi tambahan motivasi tapi saya tidak mau terlalu membebani diri sendiri. Yang terpenting saya harus all out di setiap turnamen yang saya ikuti,” ujar Ruzana, tunggal putri yang kini menduduki peringkat 166 dunia tersebut. Perjalanan Ruzana, mencapai final pun diwarnai persaingan yang cukup berdinamika. Di semifinal, Ruzana yang merupakan unggulan ketiga tersebut bertemu dengan sesama tunggal putri Indonesia, Deswanti Hujansih Nurtertiati dan menang dengan skor 21-17, 21-15. Ruzana berpeluang untuk bertemu wakil Indonesia lainnya, Chiara Marvella Handoyo, tapi, Chiara harus menelan kekalahan setelah pertarungan rubber game ketat dengan Siti Zulaikha (Malaysia) dengan skor 13-21, 21-15, 14-21. Dengan ini, maka terdapat tiga tunggal putri muda Indonesia yang berdiri di podium Sri Lanka International Series 2024, dengan Ruzana yang merebut medali emas, dan Deswanti serta Chiara yang berhak atas medali perunggu. Di sisi lain, terdapat satu wakil Indonesia lainnya yang masuk di babak final Sri Lanka International Series 2024 hari ini, yaitu ganda putra Reza Dwicahya Purnama/Rian Canna Varo. Namun, pasangan Reza/Rian, yang merupakan unggulan kedelapan dalam turnamen ini, harus mengakui keunggulan wakil Thailand Sirawit Sothon/Natthapat Trinkajee, dengan skor 19-21, 7-21, dan pulang dengan medali perak dan status runnerup. Sumber: ANTARA

Kejurkot Piala Wali Kota PBSI Jakarta Utara Asah Atlet Muda

Kejurkot Piala Wali Kota PBSI Jakarta Utara Asah Atlet Muda

Ajang Kejuaraan Kota (Kejurkot) Piala Wali Kota Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakarta Utara diikuti oleh ratusan atlet muda yang bertanding di Sarana Olah Raga (SOR) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2022). Selain dapat mengasah bakat para atlet muda, ajang ini juga menjadikannya sebagai wadah pembinaan atlet muda dalam meraih prestasi gemilang di masa mendatang. Melalui ajang ini, diharapkan juga dapat melahirkan penerus atlet-atlet kebangaan Indonesia. Walikota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, mengatakan Kejuaraan Kota Piala Jakarta Utara menjadi wadah pembinaan para atlet muda. Dengan adanya ajang tersebut, kemampuan atlet muda akan semakin terasah sehingga diharapkan dapat masuk dalam Pelatihan Nasional (Pelatnas). “Saya berharap dari event (kegiatan) ini bisa lahir atlet Jakarta Utara yang mewakili Provinsi DKI Jakarta mewakili nasional dan Insyaallah juga sampai masuk Pelatnas untuk nanti mewakili Indonesia di kancah internasional,” kata Ali Maulana Hakim. Kejuaran ini juga mendapat dukungan pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendukung pembinaan atlet muda bulu tangkis sedari dini. Ali bangga dan sangat mengapresiasi pengurus PBSI Jakarta Utara yang telah menyelenggarakan Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara. Ali menyampaikan apresiasinya dengan terus mendukung tiap kegiatan positifnya yang diselenggarakan di Jakarta Utara. “Kita akan mendukung terus kegiatan-kegiatan positif di Jakarta Utara dan mengajak stakeholder juga mendukungnya, seperti halnya olahraga bulu tangkis ini,” ujarnya. Ketua Panitia Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara, Andi Fajar Asti, menyebutkan terdapat 350 atlet muda yang mengikuti ajang Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara yang diselenggarakan selama tiga hari, Rabu (2/11) sampai dengan Jumat (4/11). Ratusan atlet muda ini terbagi dalam tujuh kategori pertandingan yakni Pra Usia Dini, Usia Dini, Anak-Anak, Pemula, Remaja, Taruna, dan Ganda Internal Walikota. “Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara ini sebenarnya kami gelar dalam rangka seleksi untuk menghadapi kejuaraan tingkat Provinsi DKI Jakarta pekan depan. Jadi para juara nanti akan kami ikuti mewakili atlet muda terbaik di Jakarta Utara untuk bertanding di sana,” kata Andi Fajar Asti.

Mantap! Dua Pekan, Rahmat/Pramudya Raih Dua Gelar

Mantap! Dua Pekan, Rahmat/Pramudya Raih Dua Gelar

Pasangan Rahmat Hidayat/Pramudya Kusumawardana menorehkan catatan manis. Ganda tuan rumah ini meraih gelar kedua secara beruntun di Malang seusai meraih titel kampiun di ajang bulutangkis KB Financial Group Indonesia Masters 2022. Berlaga di Platinum Arena, Malang, Jawa Tinur, Minggu (23/10) petang, Rahmat/Pramudya menang dua gim langsung atas wakil China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan skor 21-18, 21-19. Pada laga final turnamen seri BWF World Tour Super 100 ini, pasangan yang memulai debut di Indonesia International Challenge 2022 itu mengaku sejatinya kewalahan menghadapi Ji Ting/Hao Dong. Dengan pengalaman He Ji Ting yang berstatus sebagai runner up Kejuaraan Dunia 2021 itu bermain taktis dan disiplin, sehingga sempat membuat Rahmat/Pramudya kewalahan. “Pada pertandingan ini kami kewalahan karena lawan punya permainan yang stabil sehingga sulit dipecah konsentrasinya dalam bermain,” sebut Pramudya kepada Tim Humas dan Media PBSI. “Kondisi fisik kami sempat goyah saat ditekan di gim kedua, maklum kami menjalani dua turnamen beruntun di sini dengan kondisi cuaca yang cukup dingin. Kami tetap fokus di sini dan berusaha mencari poin demi poin akhirnya bisa meraih kemenangan,” ungkap Pramudya. Senada dengan Pramudya, Rahmat sendiri senang dengan keberhasilan meraih gelar juara di level turnamen BWF level super 100. Baginya ini gelar juara yang spesial mengingat keduanya baru memulai debut pada pekan lalu. Rahmat sendiri nantinya setelah tampil bersama Pramudya Kusumawardana akan kembali berpasangan dengan Muhammad Rayhan Nur Fadillah. Sama seperti Rahmat yang kembali dengan pasangannya, Pramudya juga akan bersanding bersama Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang kemungkinan akan kembali debut pada awal tahun mendatang. “Kami bermain tanpa beban di laga ini. Sempat nervous mengingat lawan levelnya lebih tinggi, tapi kami tidak kenal menyerah sepanjang laga,” ungkap Rahmat, pemain kelahiran Batam, 17 Juni 2003 itu “Nantinya saya akan kembali lagi dengan pasangan lama saya dan akan bersiap menghadapi turnamen berikutnya,” tambah Rahmat. Kemenangan Rahmat/Pramudya diharapkan memberikan inspirasi untuk wakil Indonesia yang tampil di final Denmark Open 2022. Pada turnamen BWF level 750 dari sektor ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan jumpa sesama wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. “Kami melihat final sesama wakil Indonesia di Denmark Open 2022 menjadi inspirasi kami ke depannya untuk bisa bersaing menyamakan level dengan para senior kami,” tambah Pramudya. Kemenangan di kejuaraan berhadiah total 81 ribu dolar AS ni menjadi gelar kedua bagi Rahmat/Pramudya seusai pada pekan lalu berjaya di Mansion Sports Malang Indonesia International Challenge. Kala itu, mereka di final mengalahkan Hiroki Okamura/Masayuki Onodera (Jepang) lewat pertarungan rubber game 23-21, 16-21, 21-15.

Indonesia International Challenge 2022: Ester Raih Gelar Senior Pertama

Indonesia International Challenge 2022: Ester Raih Gelar Senior Pertama

Duel dua pebulutangkis tunggal putri penghuni Pelatnas PBSI di laga final turnamen bulutangkis Indonesia International Challenge 2022 dimenangkan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Ester menang atas Komang Ayu Cahya Dewi lewat pertarungan rubber game 15-21, 21-14, 21-15. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Ester meraih gelar senior pertamanya. Atas hasil itu, Ester merasa sangat sennag. “Puji Tuhan rasanya sangat senang bisa jadi juara. Ini juga sebagai pengalaman saya dan motivasi semoga ke depan bisa lebih baik lagi dan lebih berprestasi,” ucap Ester saat ditemui Tim Humas dan Media PP PBSI di GOR Among Raga, Yogyakarta, usai laga hari Minggu (2/10) siang. “Hari ini saya bermain nekat saja, tidak terlalu memikirkan pola terutama di gim ketiga. Kejar terus bola kemana saja, tidak mau kalah pokoknya,” tambahnya. Ester menganggap gelar juara ini merupakan modal sempurna untuk menghadapi Kejuaraan Dunia Junior 2022. Ester yang dipatok target tinggi mengatakan rasa percaya dirinya bertambah. “Pastinya bertambah percaya dirinya. Ini modal saya untuk ke Kejuaraan Dunia Junior 2022 apalagi saya juga ada target kan,” sahut Ester. Adik kandung dari pebulutangkis Chico Aura Dwi Wardoyo ini juga mengaku ada peran sang kakak dalam pengembangan potensinya. “Kak Chico support terus. Dari kemarin dia bilang pokoknya mainnya harus maksimal dan tidak usah berfikir menang kalah. Kasih saja yang terbaik,” ujar Ester. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga saya, PBSI dan seluruh pendukung saya,” kata Ester. Sementara bagi Komang, ia tetap bersyukur dengan hasil runner up yang ia dapat. “Pertandingan hari ini saya sudah melakukan sekuat yang saya bisa. Tapi kondisi badan sudah lumayan capek. Selain itu, dia juga terus memberikan tekanan dan serangan kepada saya. Ada beban karena lawan adalah junior saya, tapi saya akui permainan Ester memang bagus,” ungkap Komang. “Saya tetap merasa senang dan cukup puas dengan hasil ini, setidaknya lebih baik dari pekan lalu di International Series,” lanjut Komang. Sementara itu, Indonesia sukses menjadi juara umum dengan raihan 3 gelar juara. Selain Ester, Indonesia meraih gelar pada sektor ganda putri melalui Anggia Shitta Awanda/Putri Larasati yang berhasil mengalahkan Sung Yu-Hsuan/Wang Szu-Min. Anggia/Putri menang dua game langsung dengan skor 21-19 dan 22-20. Kemudian di sektor ganda campuran, gelar juara didapat oleh Akbar Bintang Cahyono/Marsheilla Gischa Islami. Mereka menang susah payah atas sesama wakil Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Akbar/Marsheilla unggul melalui rubber game dengan skor akhir 21-17, 14-21, dan 21-16. Satu-satu gelar yang lepas adalah dari sektor ganda putra. Gelar juara direngkuh pasangan Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami setelah mengalahkan Berry Angriawan/Rian Agung Saputro 21-16 dan 21-15.

Mutiara Ayu Punya Modal Bagus Menuju Kejuaraan Dunia Junior

Mutiara Ayu Punya Modal Bagus Menuju Kejuaraan Dunia Junior

Pebulutangkis Mutiara Ayu Puspitasari bangga bisa menjadi juara di Indonesia International Series 2022. Gelar ini jadi modalnya menuju Kejuaraan Dunia Junior pada akhir Oktober ini. Mutiara seperti diketahui menyegel gelar juara tunggal putri usai mengalahkan rekannya, Stephanie Widjaja, di partai final Indonesia International Series 2022 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, pada Minggu (25/9/2022). Dia mengalahkan unggulan ketiga tersebut dalam pertarungan sengit tiga gim 15-21, 21-10, 22-20. “Bersyukur banget bisa juara di turnamen ini. Tadi game pertama pas kalah saya tidak memikirkannya dan berusaha untuk main aman di game kedua. Terus di game ketiga sempat ketinggalan dari lawan, saya berusaha untuk enggak menyia-nyiakan kesempatan,” kata Mutiara dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/9/2022). “Kunci kemenangan tadi bagaimana caranya saya untuk mengarahkan bola ke tengah saja, supaya tidak keluar dan enggak buru-buru ingin cepat matiin. Tadi lawan mainnya bagus, dan pertandingan ini cukup menyulitkan bagi saya,” ujarnya. Meski begitu, Mutiara mengaku hasil ini bisa menjadi bekalnya menjadi Kejuaraan Dunia Junior 2022 yang berlangsung di Santander, Spanyol, pada 17-30 Oktober mendatang. Ia tinggal memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya di turnamen mendatang. “Banyak evaluasi yang harus saya tingkatkan lagi, terutama dari segi fokus dan ketahanan di lapangan,” tutur pebulutangkis kelahiran Ngawi, 17 Mei 2006 tersebut. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, turut mengapresiasi pencapain Mutiara dkk. Bagaimana pun, Indonesia selaku tuan rumah sukses menjadi juara umum dengan menyapu bersih gelar juara. Dari pencapaian tersebut, tiga gelar di antaranya direbut oleh atlet-atlet PB Djarum. Selain gelar, posisi runner up juga diraih Moh. Reza Pahlevi Isfahani/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran), dan Ridya Aulia Fatasya/Kelly Larissa (ganda putri). “Dengan hasil ini tentunya cukup bangga dengan atlet-atlet binaan PB Djarum yang meraih gelar juara. Baik itu yang saat ini berlatih di klub ada Dejan/Gloria, maupun yang di Pelatnas Ikhsan dan Muatiara,” kata Yoppy. “Kalau menurut saya memang Dejan/Gloria dan Ikhsan sudah seharusnya juara di level itu, dan mereka mampu membuktikannya. Yang mengejutkan justru Mutiara, pemain muda yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya yang lebih di atasnya seperti di final tadi,” tuturnya. “Saya melihat progres Mutiara sendiri cukup pesat sekarang ini. Tetapi ujian sesungguhnya bagi Mutiawa sendiri nanti saat dia tampil di WJC (World Junr Championships) tahun ini, apakah dia mampu membuktikan jadi yang terbaik.” “Semoga hasil ini menjadi modal kepercayaan dia di WJC maupun turnamen lainnya yang akan Mutiara ikuti nanti,” kata Yoppy.

Indonesia Kirim Pemain Muda Untuk 5 Turnamen Bulu Tangkis

Indonesia akan menurunkan pebulu tangkis mudanya untuk bertanding di lima turnamen kelas junior mendatang. Empat diantaranya akan berlangsung di Indonesia. Gelaran Indonesia International Series 2022 menjadi turnamen pertama yang akan berlangsung di Indonesia dari rangkaian empat turnamen lainnya. Turnamen Indonesia International Series 2022 akan berlangsung di Yogyakarta pada 20-25 September 2022. Sederet pemain muda Indonesia dipersiapkan untuk turun pada turnamen ini. Kedua, turnamen BWF Super 100 Vietnam Open 2022 akan berlangsung di Hochiminh, Vietnam. Ajang ini diagendakan digelar pada 27 September hingga 2 Oktober 2022. Sejumlah atlet muda Indonesia juga akan diturunkan untuk berlaga pada turnamen ini. Nama tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, dikabarkan masuk dalam skuad Garuda. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) juga mencoba memainkan ganda putri baru pada ajang ini, Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari. Ketiga, Yogyakarta akan menjadi tuan rumah pertama untuk gelaran Indonesia International Challenge 2022. Gelaran akan berlangsung pada 27 September hingga 2 Oktober 2022. PBSI menetapkan GOR Amongraga menjadi lokasi penyelenggaraan ajang tersebut. Ini bukan kali pertama GOR Amongraga menghelat turnamen bulu tangkis Internasional. GOR Amongraga pernah menjadi tempat penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Junior pada 2017. Turnamen keempat, Internantional Challenge kedua yang akan berlangsung di Indonesia, yang bakal digelar di Malang, Jawa Timur. Ajang bertajuk Malang Indonesia International Challenge 2022 ini diagendakan berlangsung pada 11-16 Oktober 2022. Pramudya Kusumawardana akan dipasangkan sementara dengan Rahmat Hidayat, yang sebelumnya jadi partner Muhammad Rayhan Nur Fadillah. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay menjadi tunggal putra Indonesia terakhir yang memegang gelar juara dari ajang tersebut. Kala itu, Ikhsan memenangkan pertandingan yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah pada 2019. Terakhir, turnamen BWF Super 100 Indonesia Masters 2022 juga akan berlangsung di Malang, Jawa Timur, bertepatan dengan penyelenggaraan Denmark Open 2022 pada 18-23 Oktober 2022. Terakhir kali ajang serupa digelar pada 2019. Kala itu, Indonesia meraih gelar juara lewat ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Jelang SEA Games 2021, Apriyani Siap Debut Bersama Fadia

Apriyani Rahayu & Siti Fadia Silva Ramadhanti

Setelah tertunda sejak Jerman Terbuka 2022 bulan Maret lalu karena Apri mengalami cedera betis, akhirnya pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti benar-benar akan menjalani debutnya. Tidak tanggung-tanggung, pasangan ini akan debut di Pesta Olahraga Terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam 2021 yang bergulir 16-22 Mei mendatang. Selain Apri/Fadia, Ribka Sugiarto juga menjalani debut bersama Febby Valencia Dwijayanti Gani di ajang ini. Apri, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii mengaku tidak sabar untuk berpasangan dengan juniornya itu. “Saya merasa excited akan bermain bersama pasangan baru yaitu dengan Fadia. Kami mau menunjukkan yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia jadi fokusnya tidak mau ke banyak hal, fokus ke situ saja,” ucap Apri. “Fadia adalah sosok yang semangat dan saya berharap kiranya dia bisa mempertahankan semangat itu untuk menjadi seorang juara,” tambah Apri. Disinggung mengenai cedera betisnya, Apri menegaskan bahwa ia sudah sembuh total. “Alhamdulillah cedera betis saya sudah sembuh total, sehingga persiapan kami sudah maksimal dan kami sudah siap bertanding,” tutur Apri. “Kalau ditanya fokusnya apa di pertandingan nanti, yang terpenting adalah komunikasi sebagai partner. Di dalam lapangan, di luar lapangan, dan saat evaluasi,” jelas Apri. Sementara, pelatih ganda putri Eng Hian atau yang akrab disapa Didi meyakini tidak ada turnamen pemanasan untuk pasangan racikan barunya, tidak akan mempengaruhi performa mereka. “Persiapan berjalan baik, tidak ada cedera apapun. Menurut saya, semua turnamen sama saja, sama pentingnya,” kata Didi. “Saya fokus memberikan latihan pembentukan pola permainan. Untuk hal-hal lain seperti kemistri atau non teknis yg lain nanti akan terlihat di pertandingan,” jelas Didi. “Ini turnamen pertama Apri/Fadia dan Ribka/Febby, saya akan lebih melihat ke pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan,” tutup Didi. SEA Games Vietnam 2021 sedianya digelar tahun 2021 lalu, tapi ditunda ke tahun 2022 ini karena pandemi virus Covid-19.