Soekarno Cup Siap Cetak Calon Atlet Berbakat dan Berjiwa Nasionalisme

Poster Soekarno Cup 2025

Asosiasi Kota Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Askot PSSI) Kota Yogyakarta mengadakan turnamen Soekarno Cup, turnamen sepak bola usia dini yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu, 5–6 Juli 2025, di Lapangan Sidokabul Yogyakarta. Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menghadirkan perpaduan antara pembinaan olahraga, semangat nasionalisme, serta penguatan ekonomi lokal. Ketua Umum Askot PSSI Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, dalam jumpa pers di Kantor Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Jumat (4/7), menyampaikan bahwa Soekarno Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi anak-anak, tetapi juga momentum untuk mengenang keteladanan Bung Karno. “Lalu kenapa kami gelar Soekarno Cup ini? Karena selain untuk pembinaan dan penguatan sportivitas anak-anak, kami juga ingin memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Soekarno Cup ini menjadi momen untuk mengenang dan mempelajari keteladanan Bung Karno. Karena beliau lahir dan wafat di bulan Juni, maka kami gelar kegiatan ini sebagai bagian dari refleksi nilai-nilai perjuangan beliau,” ujar Susanto. Turnamen yang diikuti oleh enam Sekolah Sepak Bola (SSB) aktif di Kota Yogyakarta ini akan mempertandingkan empat kelompok usia: 9, 10, 11, dan 12 tahun. Masing-masing SSB akan mengirimkan empat tim, dengan total 24 tim berlaga menggunakan sistem setengah kompetisi. Susanto mengatakan pembukaan turnamen akan berlangsung pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB, dan penutupan dijadwalkan Minggu sore, yang akan ditandai dengan penyerahan Piala Wali Kota Yogyakarta bagi para juara. Menurutnya, ajang ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang dan seleksi awal bagi para calon atlet muda berbakat Kota Yogyakarta. Mereka yang terpantau potensial akan diarahkan mengikuti jenjang pembinaan ke Kelas Khusus Olahraga (KKO) serta ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Daerah (Porda). Susanto juga menyampaikan bahwa antusiasme terhadap Soekarno Cup sangat tinggi, bahkan tim dari luar kota terpaksa ditolak. “Turnamen ini memang kami fokuskan untuk SSB di Kota Yogyakarta. Ini bagian dari komitmen kami untuk membangun pembinaan sepak bola lokal secara konsisten,” tegasnya. Ke depan, Askot PSSI Kota Yogyakarta menargetkan turnamen seperti ini dapat digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali, sebagai bentuk komitmen pembinaan berkelanjutan. Askot akan memfasilitasi lapangan, sementara perangkat pertandingan dan kebutuhan teknis lainnya akan digotong royongkan oleh komunitas SSB. “Ajang ini juga menjadi ruang praktik bagi para pelatih dan wasit muda berlisensi yang telah disiapkan oleh Askot. Tahun lalu, Askot PSSI Kota Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan sertifikasi pelatih dan wasit. Semua perangkat pertandingan berasal dari Kota Yogyakarta, dari Askot sendiri. Ini bentuk pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga pelatih dan wasit,” kata Susanto.

9 Pemain Diaspora Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

9 Pemain Diaspora Yang Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

Timnas Indonesia U17 berkekuatan 34 pemain untuk pemusatan latihan di Bali pada 7 Juli-10 Agustus 2025 yang diproyeksikan sebagai persiapan menuju Piala Dunia U17 2025. Sembilan dari 34 pemain Timnas Indonesia U17 untuk training camp di Pulau Dewata itu adalah pemuda diaspora. Berikut profil mereka. Feike Muller Bernama lengkap Feike Muller Latupeirissa, ia lahir di Den Bosch, Belanda, pada 10 Desember 2008. Saat ini bermain di posisi bek tengah untuk Willem II Tilburg U17 di Belanda. Dengan kaki kiri yang lebih dominan, ia dibekali tinggi badan 180cm. Kabarnya, darah Indonesia Feike Muller berasal dari ibunya. Kakeknya, yang memiliki marga Latupeirissa, disebutkan lahir di Pulau Saparua, Maluku Tengah. Eizar Jacob Nama lengkapnya ialah Eizar Jacob Tanjung. Dia lahir pada 30 Agustus 2008. Berposisi sebagai gelandang bertahan dengan postur 174cm, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah maupun fullback. Eizar bermain di tim junior Sydney di Australia. Darah Indonesia mengalir di tubuhnya via ibunya yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayahnya asal Australia, namun memiliki darah Jakarta dan Padang. Lionel De Troy Lionel De Troy lahir di Tangerang, Banten, pada 6 Januari 2008. Ibunya asal Indonesia, sedangkan ayahnya dari Kamerun. Dia terbiasa bermain sebagai gelandang serang. Saat ini, De Troy sedang menimba ilmu dengan Palermo di Italia. Sebelumnya, ia berguru bersama Australasian Soccer Academy di Australia. Palermo adalah klub Serie B yang pada putaran kedua musim lalu diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. De Troy adalah alumnus Indonesia Junior League bersama Prima Soccer School pada 2022. Pemuda setinggi 180cm itu beberapa kali tampil impresif, termasuk menjadi player of the week 14 pada Juli tahun yang sama. Floris de Pagter Nama panjangnya ialah Floris de Pagter-van Bronckhorst. Dia lahir di Beverwijk, Belanda, pada 8 September 2008. Kedua orang tuanya memiliki darah Indonesia, tepatnya Jakarta. De Pagter berposisi sebagai gelandang serang, namun juga bisa berperan menjadi gelandang sentral. Sekarang, ia membela SC Telstar U17 di Belanda. Dia berhasil mencetak 15 gol dan 15 assist dari 40 penampilan untuk membawa SC Telstar U17 menjuarai Divisi 3 Liga Belanda U17 musim lalu. Selain itu, ia juga mendapatkan kesempatan untuk debut bersama tim U21 pada musim lalu. Noha Pohan Simangunsong Noha Pohan Simangunsong lahir pada 12 Maret 2010. Berdarah campuran Batak dan Finlandia, ia adalah gelandang NAC Breda di Belanda. Pada Oktober 2024, Noha Pohan sempat dipanggil Timnas Finlandia U15 untuk turnamen Tahtitarha, namun kini memilih untuk membela Timnas Indonesia U17. Jona Giesselink Jona Giesselink lahir pada 2 Maret 2008. Berpostur 190cm, ia bermain sebagai gelandang untuk FC Emmen U16 di Belanda. Kondisi fisiknya akan menguntungkan Timnas Indonesia U17. Darah Indoensia Gisselink berasal dari ibunya, yang orang tuanya lahir di Pulau Halmahera, Maluku, sebelum pindah ke Negeri Kincir Angin. Azadin Ayoub Azadin Ayoub Hamane lahir Norwegia pada 26 September 2008. Darah campuran Indonesoa-Norwegia mengalir deras dalam tubuh pemain Elverum Fotball di Norwegia itu. Sejak 2016 ia telah menimba ilmu di sana. Ayoub berposisi sebagai winger. Dia bisa menyisir sisi sayap kanan dan kiri sama baiknya. Ibunya berasal dari Cirebon, Jawa Barat, sementara ayahnya berdarah Maroko. Deston Hoop Deston Deandre Denzell Hoop lahir pada 30 Mei 2008. Posturnya telah mencapai 180cm. Saat ini, pemuda yang terbiasa turun sebagai winger kanan itu memperkuat SC Telstar U17 di Belanda. Garis keturunan Hoop berasal dari kakek pihak ibunya yang disebutkan lahir di Pulau Itawaka, Maluku. Kabarnya, selain Indonesia dan Belanda, ia juga berdarah Suriname. Nicholas Indra Mjosund Lahir di Norwegia pada 13 Januari 2010, Nicholas Indra Mjosund sedang bermain untuk Rosenborg BK di Norwegia. Masih berusia 15 tahun, posturnya telah tumbuh menjulang hingga mencapai 185cm. Alih-alih striker karena tingginya yang ideal, Nicholas justru berperan sebagai winger kanan dan kiri. Asal-usul Indonesia Nicholas berasal dari Ibunya disebutkan asli Solo, Jawa Tengah. Situs Rosenborg BK menulisan Norwegia sebagai kewarganegaraan Nicholas. Pada musim ini, ia mencetak 15 gol dari 15 pertandingan bersama tim U15.

Ini Alasan Indonesia Lolos Langsung ke Piala Asia U17 2026

AFC U17 Asian Cup

Timnas Indonesia U17 resmi lolos langsung ke Piala Asia U17 2026. Tiket emas ini didapatkan karena lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 2025. AFC menjadikan turnamen level junior itu menjadi setiap tahun usai memakai konsep dua tahunan pada edisi sebelumnya. Salah satu perubahan juga ada pada kepesertaan. Indonesia berhak mendapat tiket lolos langsung ke Piala Asia U17 2026 karena menembus babak delapan besar di Piala Asia U17 2025. Hal ini tentu jadi kabar baik karena tim Merah Putih tak perlu melewati babak kualifikasi. “Benar [Indonesia lolos ke Piala Asia U17 2026],” kata pelatih Timnas Indonesia U17, Nova Arianto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (1/7). Nova mengatakan, perubahan peraturan tentang peserta Piala Asia U17 2026 dilakukan karena babak kualifikasi bergulir di waktu yang bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025 pada November mendatang. “Betul. [Perubahan peraturan] karena babak kualifikasi [Piala Asia U17 2026] jalan bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025,” ujar Nova. Dengan situasi ini, maka sudah ada sembilan tim yang memastikan tempat di Piala Asia U17 2026. Mereka adalah Indonesia, Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2025. Tersisa tujuh tim yang bisa memperebutkan tiket Piala Asia U17 2026. Jadwal Kualifikasi Piala Asia U17 2026 berlangsung pada 22-30 November 2025. Sedangkan jadwal Piala Asia U17 2026 diperkirakan bergulir pada Mei 2026. Arab Saudi kembali jadi tuan rumah kompetisi ini setelah menggelar edisi yang sama pada 2025. Sumber: CNN

Timnas U17 Indonesia Dibagi 2 oleh Nova Arianto, Ini Penjelasannya

Nova Arianto

Timnas U17 Indonesia akan dibagi menjadi dua tim saat ini oleh Nova Arianto, demi tujuan jangka panjang. Melalui instagram pribadinya, Nova Arianto mengonfirmasi akan membagi dua skuad timnas U17 Indonesia saat ini. Hal ini demi juga berfokus untuk tujuan jangka panjang. Timnas U17 Indonesia akan dibagi dua yang terdiri dari tim untuk persiapan Piala Dunia U17 2025 yang berlangsung November 2025 dan tim yang dipersiapkan untuk Piala Asia U17 2026. Jika skuad untuk Pildun U17 2025 terdiri dari pemain-pemain kelahiran 2008 macam Zahaby Gholy maupun Nazriel Alfaro, maka skuad untuk Piala Asia U17 2026 akan diisi pemain kelahiran 2009 ke atas. Saat ini, Nova Arianto sudah membuka seleksi kepada pemain-pemain angkatan 2009 untuk mempersiapkan tim mendatang. Tim ini pula yang nantinya akan berlaga di kompetisi EPA Liga 1 musim 2025-2026. “Kami memulai kegiatan timnas U17 Indonesia dengan melakukan seleksi di Yogyakarta. Di mana ada 3 gelombang dengan pemain kelahiran 2009. Dan direncanakan mereka akan bermain di EPA U18 musim ini sebagai persiapan menuju Piala Asia U17 di bulan Mei 2026,” kata Nova. “Harapannya dengan rencana persiapan lebih awal Timnas U17 Indonesia dengan pemain kelahiran 2009 bisa kembali lolos ke Piala Dunia U17 2026,” tambahnya. Nova Arianto memimpin langsung seleksi untuk skuad baru timnas U17 Indonesia. Gelombang pertama digelar pada 24-26 Juni, gelombang kedua pada 26-28 Juni, dan gelombang ketiga dijadwalkan pada 28-30 Juni. Dalam seleksi ini, Nova Arianto juga tak menutup kemungkinan memasukkan pemain ke skuad untuk Piala Dunia U17 2025. Skuad timnas U17 Indonesia untuk Pildun sendiri akan menjalani pemusatan latihan di Bali pada Juli mendatang. “Kalau ada yang menurut kami bisa bersaing di tim menuju ke Piala Dunia (U17) kenapa tidak termasuk dengan datangnya pemain pemain diaspora,” kata Nova Arianto dilansir dari Antara. Sumber: Bola Sport

Ajang FGT di Papua Diikuti Lebih Dari 300 Peserta

Freeport Grassroots Tournament

PSSI dan PTFI menggelar Freeport Grassroots Tournament (FGT) di Stadion Mandala, Jayapura, Papua pada 13-14 Juni 2025. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan kunci di banyak negara yang sepak bolanya telah maju meletakkan fondasi utama pada pengembangan sepak bola usia dini. “Saya mengapresiasi partisipasi PT Freeport Indonesia yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Erick Thohir. Ajang FGT di Papua ini diikuti lebih dari 300 anak dan merupakan pelaksanaan kedua setelah tahun lalu digelar di Gresik dan Jayapura. Selain itu, terdapat penambahan 10 SSB untuk kategori usia 12 tahun. Kegiatan ini total diikuti 20 Sekolah Sepak Bola (SSB). Direktur dan Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan Freeport Grassroots Tournament merupakan bentuk dukungan PTFI bersama PSSI terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia, khususnya di wilayah operasional PTFI. “Turnamen ini bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan permainan terbaik mereka serta memberikan pengalaman bertanding yang seru dan menyenangkan guna mengembangkan bakat dan minat mereka di dunia sepak bola,” kata Claus. Claus berharap ajang ini dapat membuka wawasan anak-anak Papua untuk menjadikan sepak bola sebagai cita-cita, sehingga mereka dapat menjadi pesepak bola profesional di masa depan. Ia menekankan pentingnya anak-anak bermain dan bertanding dengan gembira, serta memahami nilai-nilai sportifitas, fair play, dan saling menghormati (respect) sebagai bagian dari pembentukan karakter pesepak bola yang andal. Freeport Grassroots Tournament kedua ini melibatkan anak-anak dari usia U-10 dan U-12 dan dikelompokkan masing-masing menjadi 10 tim. Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh pelatih Timnas U-17, Nova Arianto bersama Legenda Timnas Indonesia Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Eduard Ivak dalam dan Titus Bonai, Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Haris. Richard S. Yocku, Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua, Parson Horota & perwakilan manajemen PTFI, Kerry Yarangga. Penyelenggaraan tahun kedua ini juga menambah jangkauan peserta dengan memberi banyak SSB berpartisipasi. Diharapkan kegiatan ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Papua untuk dapat menunjukkan permainannya sekaligus memberikan kesempatan dan pengalaman berkompetisi dalam mewujudkan cita-citanya menjadi pesepak bola profesional. Pada akhir turnamen, tim pemenang mendapat hadiah sepatu sepak bola. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan untuk anggota tim dan mendorong keseriusan anak untuk terus berlatih sepak bola.

Sanggau Junior League 2025, Ajang Pencarian Bibit Atlet Sepak Bola

Sanggau Junior League 2025

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, secara resmi membuka turnamen sepak bola Sanggau Junior League 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kompi 642, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (19/6/2025). Turnamen ini diikuti oleh para pemain usia dini dari berbagai sekolah dan klub sepak bola se-Kabupaten Sanggau. Dalam sambutannya, Wabup Susana Herpena mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar pertandingan, melainkan momentum penting untuk konsolidasi, unjuk kemampuan, dan pencarian bakat-bakat potensial di dunia sepak bola, khususnya pada tingkat usia muda. “Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat sebagai ajang adu bakat dan prestasi serta pencarian bibit-bibit potensial atlet sepak bola, khususnya pemain usia dini,” ujar Susana. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa turnamen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan. Menurutnya, pembinaan atlet sejak dini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. “Banyak pemain sepak bola dunia yang terlahir dari turnamen-turnamen seperti ini. Yang penting adalah niat, konsistensi, kerja keras, dan disiplin. Jangan pernah pesimis,” pesan Susana menyemangati para peserta. Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia meminta agar semua pihak, baik pemain, pelatih, maupun pendukung, menjaga suasana kondusif dan tidak menimbulkan keributan, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Yang menang jangan sombong, dan yang kalah jadikan itu sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat lagi,” tutupnya. Turnamen Sanggau Junior League 2025 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola dari Bumi Daranante.

Jaring Bibit Pesepakbola, Ajang SEAFT Indonesia 2025 di Banyuwangi Dimulai

SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi

Ajang bergengsi South East Asean Football Talent (SEAFT) Indonesia 2025 resmi dibuka dengan semarak di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pada Minggu (14/6/2025). Turnamen SEAFT Indonesia 2025 ini menjadi wadah bagi atlet muda sepak bola Asia Tenggara ini diikuti oleh 49 tim dari kategori U-10 sebanyak 11 tim, U-12 22 tim, dan U-13 sebanyak 16 tim. Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon, disusul dengan tendangan perdana yang menandai kick off pertandingan pertama. Stadion Diponegoro, Banyuwangi, yang telah dipoles khusus untuk ajang bergengsi ini pun semakin meriah dengan kehadiran suporter yang antusias menyambut kompetisi ini. Gelaran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, didampingi dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Ahmad Khairullah, serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) SEAFT Indonesia Banyuwangi, Toni Hartono. “Banyuwangi bangga bisa berkesempatan menjadi tuan rumah SEAFT 2025. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga kesempatan emas bagi pemain muda Indonesia untuk menunjukkan talenta mereka hingga di kancah Internasional,” kata Michael, saat sambutannya membuka acara, Minggu (24/6/2026). Michael mengatakan, ajang ini juga menjadi perhatian khusus pemantau bakat ASKAB PSSI Banyuwangi. Mereka akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk direkomendasikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bibit atlet nasional. “Oleh karena itu, ini kesempatan untuk menunjukkan bakat peserta. Bertandinglah yang baik dan sportif,” pesan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu. Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah, mengapresiasi ASKAB PSSI Banyuwangi yang telah menggeber turnamen internasional ini. Ia menegaskan dukungan penuh KONI bagi pengembangan sepak bola muda di Indonesia terkhusus di Bumi Blambangan. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk ASKAB PSSI. Belum lama dilantik tetapi sudah melakukan gebrakan dengan berhasil menggelar turnamen kelompok umur,” ucap Khairul. Khairul berharap, ajang serupa juga dapat terus terselenggara di Banyuwangi. Bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak atlet-atlet sepak bola berkualitas. Sementara itu, Ketua Panpel SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi, Toni Hartono, melalui Sekretaris Panpel, Yuliawan Bambang Sukianto, menjelaskan bahwa kompetisi si kulit bundar ini digelar selama dua hari, mulai Minggu 15 Juni sampai Senin 16 Juni 2025. “Total sebanyak 49 tim sepak bola akan bertanding dan memperebutkan juara 1. Tak hanya dari tim sepak bola lokal Banyuwangi saja, sebanyak 25 persen dari total peserta adalah dari luar kota,” jelas Yuliawan. Yuliawan memaparkan, peserta turnamen tidak hanya dari Banyuwangi, melainkan juga diikuti oleh tim sepak bola dari berbagai daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Bojonegoro, hingga klub asal Pulau Bali. Pada laga perdana hari ini, seluruh tim dari setiap kategori usia bertanding pada babak penyisihan grup. Setiap tim akan saling berhadapan dalam pertandingan round-robin di grup masing-masing untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya. “Di pertandingan hari pertama setiap kategori umur hanya sampai di babak penyisihan grup. Dan di pertandingan hari kedua Senin (15/6/2025) akan dilanjutkan sampai mendapatkan juara 1 di setiap kategori umur,” beber Yuliawan. Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi itu mengatakan bahwa pemenang dari setiap kategori umur, akan dikirimkan ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2025 di Jakarta. Apabila berhasil di tingkat nasional, mereka akan kembali bertanding di tingkat internasional di Bangkok, Thailand untuk U-13 dan Kuala Lumpur, Malaysia, untuk U-10 dan 12 pada bulan Oktober. “Untuk sang juara tentu akan mendapat Tropy SEAFT dan setifikat. Penghargaan juga akan diberikan kepada Top Score, pemain terbaik dan kiper terbaik,” terang Yuliawan. Dengan terselenggaranya SEAFT 2025 ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola muda di kawasan Asia Tenggara. Ajang ini tidak hanya menjadi momentum pencarian bakat, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya generasi emas sepak bola Indonesia di masa depan. Sumber: TIMES Indonesia

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Gilas Malaysia, Indonesia ke Semifinal

Timnas putri U19

Timnas putri U19 berhasil lolos ke semifinal Piala AFF Putri U19, setelah menang 4-0 atas Malaysia pada laga terakhir Grup B di Stadion Phu Tho, Ho Chi Minh, Jumat. Tambahan tiga poin ini membuat Indonesia finis di posisi kedua klasemen akhir dengan koleksi empat poin. Indonesia yang sempat menghuni posisi juru kunci unggul satu angka dari Malaysia yang harus puas berada di posisi ketiga. Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-14 berkat gol Nasywa Salsabila. Pada menit ke-30 giliran Sydney Hopper yang membobol gawang Malaysia untuk menggandakan keunggulan Indonesia. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Jezlyn Kayla Azkah memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 berkat golnya pada menit ke-60. Allya Putri lantas menutup pesta Garuda Pertiwi Muda dengan golnya pada menit ke-63. Raihan ini mengulangi pencapaian timnas putri U19 pada 2023. Saat itu Indonesia juga mencapai semifinal sebelum disingkirkan Thailand yang menang 7-1. Pada semifinal, tim asuhan Akira Higashiyama akan berhadapan dengan tuan rumah Vietnam. Vietnam jelas tidak dapat dipandang sebelah mata sebab mereka sejauh ini belum kemasukan dan mengoleksi 16 gol di fase grup. Sementara itu, Indonesia datang ke semifinal dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Di laga perdana, Garuda Pertiwi Muda dipukul Thailand 6-1, lalu ditahan imbang 1-1 oleh Kamboja, sebelum akhirnya bangkit di laga terakhir lawan Malaysia.

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Indonesia Akui Keunggulan Thailand

ASEAN U-19 Girls' Championship 2025

Timnas Putri U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-6 pada laga perdana ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025 di District 8 Stadium, Ho Chi Minh, Vietnam, Senin (9/6). Gol tunggal Garuda Pertiwi Muda dicetak oleh Nasywa Zetira Rambe pada menit ke 90’+6 melalui tendangan bebas. “Kita akui kekalahan dari Thailand dan beruntung kami bisa menciptakan gol di menit-menit akhir. Tapi kita masih memiliki dua pertandingan, jadi harus mempersiapkan diri dengan baik untuk dua pertandingan berikutnya,” kata pelatih Timnas Putri U-19, Akira Higashiyama seusai laga. “Para pemain harus recovery dengan baik dan saya harap kami bisa menang pada dua pertandingan selanjutnya melawan Kamboja dan Malaysia,” pungkasnya. Setelah ini, Indonesia akan melawan Kamboja di Stadion Dat Duc, Ho Chi Minh pada Rabu (11/6) mendatang.

PSSI Umumkan Skuad Untuk Piala AFF Putri U19

Piala AFF Putri U19 2025

PSSI resmi mengumumkan daftar 23 pemain Timnas Putri U‑19 Indonesia untuk menghadapi Piala AFF Putri U19 2025, Minggu. Sebelum merilis nama-nama anggota skuad timnas putri U-19, PSSI terlebih dahulu mengumumkan penunjukan pelatih Akira Higashiyama untuk mengarsiteki tim tersebut. Skuad yang dipanggil mencerminkan kombinasi pemain muda potensial dari berbagai daerah. Beberapa nama yang menonjol antara lain Sydney Sari Hopper, gelandang berdarah campuran yang menjadi sorotan karena pengalamannya di luar negeri, serta pemain kembar Jazlyn Kayla Firyal dan Jezlyn Kayla Azkha, serta Ajeng Sri Handayani, yang telah mencuri perhatian publik pencinta sepak bola. Di ajang Piala AFF Putri U19 2025 yang akan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, 9 sampai 18 Juni, Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Berikut daftar lengkap pemain Timnas Putri U-19 Indonesia: Kiper Ghadiza Ananda Alleana Ayu Arumy Shesilia Putri Desrina Bek Amelia Rode Heselo Merisya Ika Hermawan Gea Yumanda​​​​​​​ Marcha Egis​​​​​​​ Nabila Sysilia Divany​​​​​​​ Jazlyn Kayla Firyal​​​​​​​ Marcelinda Nurul​​​​​​​ Nabilla Saputri​​​​​​​ Gelandang Zaira Aulia Kusuma​​​​​​​ Syafia Chorlienka​​​​​​​ Nasywa Zetira Rambe​​​​​​​ Aulia Arifah​​​​​​​ Sydney Sari Hopper​​​​​​​ Penyerang​​​​​​​ Shifana Rizka Nadhifa​​​​​​​ Ayunda Dwi Anggraini​​​​​​​ Allya Putri Afianti​​​​​​​ Jezlyn Kayla Azkha​​​​​​​ Ajeng Sri Handayani​​​​​​​ Nasywa Salsabilla Fattah​​​​​​​ Kikka Putri Ramadani​​​​​​​

Akira Higashiyama Jadi Pelatih Timnas Putri U19 Indonesia

Akira Higashiyama

PSSI resmi menunjuk Akira Higashiyama sebagai pelatih Timnas Putri U19 Indonesia. Pelatih asal Sakai, Fukui, Jepang ini datang dengan pengalaman internasional yang luas serta filosofi kepelatihan yang menekankan semangat, kerja keras, dan pembentukan karakter pemain muda. Akira mengungkapkan antusiasmenya menangani tim muda putri Indonesia. “Saya tahu Indonesia punya potensi besar. Itulah kenapa saya datang ke sini. Saya ingin menerima tantangan ini,” kata Akira. Akira memulai karier sepak bolanya sejak usia 9 tahun di Jepang. Setelah lulus dari universitas, ia memulai karier profesional sebagai pemain di Thailand, lalu melanjutkan petualangannya ke Kamboja, Mongolia, dan Selandia Baru. Setelah pensiun sebagai pemain, dia beralih ke dunia kepelatihan dan sempat menangani klub FC Ulaanbaatar di kasta tertinggi Liga Mongolia sebagai pelatih kepala. Pengalaman kepelatihannya juga meliputi Thailand dan Selandia Baru, sebelum akhirnya tiba di Indonesia. “Saya pernah menjadi pelatih kepala di Mongolia, lalu bekerja di Thailand dan New Zealand. Saya sudah terbiasa bekerja lintas budaya dan sangat menghormati sepak bola lokal,” jelas pelatih berusia 35 tahun tersebut. Filosofi kepelatihan Akira berakar pada prinsip yang sederhana namun kuat. Menurutnya, semangat untuk terus belajar, berkembang, dan bekerja keras adalah kunci utama, tidak hanya bagi pemain, tapi juga bagi dirinya sendiri sebagai pelatih. “Saya selalu lapar untuk menang, belajar, dan berkembang. Hal ini juga yang saya tanamkan pada pemain dan staf pelatih,” jelasnya. Meski memberikan perhatian besar pada aspek teknis dan taktis, Akira menekankan bahwa yang paling penting dalam sepak bola adalah hati dan seberapa besar hasrat yang dimiliki pemain untuk berkembang. Dalam waktu dekat, Akira akan memimpin timnya dalam AFF U19 Women’s Championship 2025. Berdasarkan hasil undian, Garuda Pertiwi Muda tergabung dalam Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Turnamen ini akan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 9-18 Juni 2025 mendatang. “Saya sudah bicara dengan Coach Mochi. Kami punya visi yang sama yakni membangun fondasi kuat dan mengantar Timnas Putri ke Piala Dunia,” tutup Akira.

ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025: Indonesia Tergabung di Grup A

ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025

Tim Indonesia U23 tergabung di grup A bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam seusai hasil drawing ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025. Proses drawing dilakukan pada Jumat (30/5) di Bali yang dihadiri Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden AFF, Mayjen, Khiev Sameth. Pada kesempatan ini, Erick Tohir juga didampingi oleh anggota Komite Eksekutif Arya Sinulingga, Muhammad dan Sekjen Yunus Nusi. “Kami berada di grup A yang ada diisi tim-tim bagus. Kalau kita bermain tentu ingin menang, karena dengan kemenangan akan dihitung poinnya demi meraih hasil terbaik di ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025,” kata Gerald Vanenburg. ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025 akan berlangsung pada tanggal 15 hingga 31 Juli mendatang. PSSI sudah menyiapkan dua venue Stadion yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dan Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. “Kami harus menunjukkan perkembangan yang positif dan turnamen ini menjadi tantangan untuk kami sebelum mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 bulan September mendatang. Indonesia mempunyai banyak talenta pemain bagus dan yang perlu kita temukan adalah struktur yang tepat untuk mengembangkan pemain. Mentalitas yang kuat sangat penting. Jika hanya mengandalkan bakat atau talenta tanpa kerja keras, konsisten dan disiplin dalam berlatih atau pertandingan, maka tidak akan bisa mencapai puncak permainan,” tambah Gerald Vanenburg. Sementara itu, pemain Bali United, Kadek Arel yang datang di acara tersebut mengaku dirinya optimistis Indonesia mampu meraih hasil terbaik di ajang tersebut. “Sangat menarik melihat hasil drawing, apalagi bertemu Malaysia di penyisihan grup A. Saya sudah tidak sabar untuk bermain di ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025 dan semoga Indonesia menjadi juara di ajang ini,” kata Kadek Arel. Hasil Drawing ASEAN U23 Championship Mandiri Cup 2025: Grup A: Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam Grup B: Vietnam, Kamboja, Laos Grup C: Thailand, Myanmar, Timor Leste

Piala Dunia U17 2025: Indonesia Tergabung di Grup H

Tim Nasional U17 Indonesia

Indonesia berada di Grup H Piala Dunia U17 2025 bersama Brasil, Honduras, dan Zambia. Kepastian ini seusai hasil drawing yang dilakukan FIFA di Qatar pada Senin (26/5) dinihari. Piala Dunia U17 2025 berlangsung di Qatar mulai 3 hingga 27 November 2025 mendatang. Piala Dunia U17 kali ini diikuti 48 negara. Pelatih Nova Arianto yang hadir di drawing mengatakan bahwa dia optimistis dan ingin skuad Garuda Muda mempunyai mental yang mumpuni untuk berjuang di Piala U17 2025. “Bersyukur bisa menghadiri momen drawing Piala Dunia U17 2025 dan kita semua bisa melihat kita satu grub bersama Brasil, Honduras dan Zambia. Pastinya bukan grup yang mudah, karena semua mempunyai kualitas yang baik terutama Brasil yang menjadi lawan yang paling diwaspadai,” kata Nova Arianto. Brasil merupakan tim paling banyak meraih juara Piala Dunia U17 dengan koleksi lima gelar bersama Nigeria. Untuk Honduras dan Zambia ini menjadi momen perdana bagi mereka berlaga di ajang bergengsi tersebut. “Saya berharap pemain tetap mempunyai mental yang kuat karena selama 90 menit di sepak bola semua bisa terjadi dan kami berharap kami bisa lolos babak selanjutnya dengan minimal meraih peringkat ketiga terbaik di grup H,” tambah Nova Arianto. Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia U17 2025 seusai masuk ke babak 8 besar Piala Asia U17 2025. Saat itu, Garuda Muda menjadi juara Grup C dengan menyapu bersih tiga kemenangan. “Mohon doa dari semua pendukung dan suporter timnas Indonesia agar persiapan yang akan kami lakukan ke depan bisa berjalan maksimal dan kita bisa memberikan performa terbaik di Piala Dunia U17 2025,” ungkap Nova Arianto. Hasil drawing pembagian Grup Piala Dunia U17 2025: Grup A: Qatar, Italia, Afrika Selatan, Bolivia Grup B: Jepang, Maroko, Kaledonia Baru, Portugal Grup C: Senegal, Kroasia, Kosta Rika, Uni Emirat Arab Grup D: Argentina, Belgia, Tunisia, Fiji Grup E: Inggris, Venezuela, Haiti, Mesir Grup F: Meksiko, Korea Selatan, Pantai Gading, Swiss Grup G: Jerman, Kolombia, Korea Utara, El Salvador Grup H: Brasil, Honduras, Indonesia, Zambia Grup I: Amerika Serikat, Burkina Faso, Tajikistan, Republik Ceko Grup J: Paraguay, Uzbekistan, Panama, Republik Irlandia Grup K: Prancis, Chile, Kanada, Uganda Grup L: Mali, Selandia Baru, Austria, Arab Saudi

Ini Dia Para Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Kudus

Kencana Muda U16

Turnamen HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Kudus resmi berakhir pada Minggu, 25 Mei 2025, dengan dua tim keluar sebagai juara di masing-masing kategori. Kencana Muda U16 meraih gelar di kelompok usia U16, sementara Scorpion FC U14 menjadi yang terbaik di kategori U14. Kedua partai final digelar di Supersoccer Arena Kudus. Kencana Muda U16 memang tampil dominan sejak awal turnamen. Bahkan mereka mampu mengakhiri fase grup sebagai juara Grup A dengan dua kemenangan. Tren positif ini berlanjut hingga partai final, di mana mereka mencatat kemenangan telak 10-0 atas Persego Privat. Hasil tersebut menegaskan dominasi Kencana Muda sebagai tim terbaik di kategori U16. Di kategori U14, pertandingan final berlangsung lebih ketat. Scorpion FC U14 berhasil mengatasi perlawanan Spegaku Putri dengan skor 4-3. Sebelumnya, Scorpion FC juga tampil solid di fase grup dengan menjadi juara Grup D setelah meraih enam poin dari dua pertandingan. Namun berkat permainan solid dan perjuangan hebat, tim muda berbakat ini berhasil meraih gelar juara untuk kategori U14. Sebagai informasi, HYDROS Piala Pertiwi 2025 Regional Kudus diikuti oleh 17 klub yang terbagi ke dalam dua kategori, yaitu U14 dan U16 yang digelar secara resmi oleh PSSI dan didukung oleh Djarum Foundation. Turnamen ini juga merupakan bagian dari rangkaian ajang resmi yang diselenggarakan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan sepak bola putri di Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput. Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi sarana pemantauan bakat, di mana sejumlah talent scouting turut hadir untuk mengamati potensi-potensi muda yang bisa dibina lebih lanjut di jenjang yang lebih tinggi.

Simon Tahamata Ditunjuk Sebagai Kepala Pemandu Bakat

Simon Tahamata

PSSI resmi mengumumkan penunjukan Simon Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) sepak bola nasional. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen PSSI dalam memperkuat pondasi pengembangan pemain nasional menuju Piala Dunia 2026 dan seterusnya. Dalam perannya sebagai Kepala Pemandu Bakat, Simon Tahamata akan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan merekrut talenta potensial baik dari dalam negeri maupun diaspora Indonesia di luar negeri, khususnya di Belanda. Dia akan bekerja sama erat dengan pelatih Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, Nova Arianto dan lain-lainnya untuk memastikan keberlanjutan, kualitas serta perkembangan Timnas dan sepak bola Indonesia. “Kami sangat antusias menyambut Simon Tahamata dalam keluarga besar PSSI. Pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan pemain muda akan menjadi aset berharga dalam perjalanan kami menuju panggung dunia,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Pelatih yang memiliki nama lengkap Simon Melkianus Tahamata, dia pun memiliki darah Maluku kelahiran Vught, Belanda pada 26 Mei 1956. “Pertama, terima kasih atas semua pesan yang baik yang saya terima. Saya menantikan bekerja bersama coach Patrick Kluivert dan staf teknis lainnya di Indonesia,” kata Simon Tahamata. Simon Tahamata pernah membela Timnas Belanda pada tahun 1979 hingga 1986. Dia melakukan debutnya untuk Belanda pada 22 Mei 1979 di Bern, Swiss dalam pertandingan ulang tahun FIFA ke-75 melawan Argentina. Dari 22 penampilan bersama Belanda, dia mampu mencetak dua gol. Sebagai pemain sayap atau winger, Simon Tahamata memulai karir sepak bolanya di klub TSV Theole pada 1967-1971. Kemudian bergabung dengan tim junior Ajax, Belanda hingga 1975. Pada musim 1975-1976, Simon masuk ke tim utama Ajax dan bermain hingga 1980. Debutnya bersama klub saat Ajax-FC menang 7-0 dari Utrecht pada 24 Oktober 1976. Ia tercatat memainkan total 149 pertandingan dengan mencetak 17 gol dan 33 assist. Bersama klub Ajax, Simon bisa dikatakan sebagai puncak kariernya karena memenangkan 3 kali Liga Belanda, yakni pada 1976/1977, 1978/1979 dan 1979/1980. Ia juga menyumbangkan satu kali Piala KNVB pada 1978/1979 dan berhasil mencapai semifinal turnamen Piala Eropa I pada 1979–1980. Pada 14 Juli 1980 Simon Tahamata bergabung dengan Standard Liege. Dengan tim ini ia memenangkan dua kali Liga Belgia (1981/1982, 1982/1983) dan 1 kali Piala Belgia (1981). Kemudian mencapai final Piala Eropa II pada 1981-1982. Ia juga mencetak 40 gol dalam 129 pertandingan di salah satu periode tersukses dalam sejarah klub. Saat di Belgia, Simon Tahamata pernah meraih Man of the Season (Belgian First Division) dan Belgian Fair Play Award. Pada 1984, Simon Tahamata kembali ke Belanda dan bermain untuk Feyenoord. Tiga tahun berikutnya, ia kembali berlaga di kompetisi Belgia, bermain untuk Beerschot dan Germinal Ekeren. Bersama Germinal, ia berhasil mencapai final piala Belgia 1994–1995. Lalu pensiun sebagai pemain sepak bola pada 1996. Seusai pensiun sebagai pemain, Simon Tahamata meneruskan karier menjadi pelatih academy atau usia muda di Ajax Amsterdam, Standar Liege, Beerschot, dan Al Ahli. Sejak September 2015, selain bertugas di Ajax, Simon Tahamata juga memiliki akademi sepak bola, Simon Tahamata Soccer Academy. Selain itu, Simon Tahamata ada momen spesial bersama Ajax. Pada Minggu (3/3), klub asal Amsterdam tersebut memberikan penghormatan khusus kepada Simon Tahamata di Johan Cruyff Stadium jelang laga melawan Utrecht. Simon Tahamata dipersilakan untuk memasuki lapangan dan menyapa para pendukung Ajax. Tahamata tampak sangat emosional. Apalagi dia mendapati sebuah spanduk besar di salah satu tribune Johan Cruyff Stadium yang bertuliskan, “Oom Simon, Terima Kasih.” Simon Tahamata dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir Mei mendatang. Informasi Pribadi Nama lengkap: Simon Melkianus Tahamata Tanggal lahir: 26 Mei 1956 Tempat lahir: Vught, Belanda Tinggi: 1,64 m Karier Junior 1967 – 1971: TSV Theole 1971 – 1976: Ajax Amsterdam Karier Senior 1976 – 1980: Ajax Amsterdam 1980 – 1984: Standar Liege 1984 – 1987: Feyenooord 1987-1990: Beerschot 1990 – 1996: Germinal Ekeren Karier Timnas 1979-1986: Timnas Belanda Karier Pelatih 1996-2000: Standard Liege (Academy dan Junior) 2000-2004: Germinal Beerschot (Academy dan Junior) 2004-2009: Ajax Amsterdam (Academy dan Junior) 2009-2014: Al Ahli Arab Saudi (Academy dan Junior) 2014-2024: Ajax Amsterdam (Academy dan Junior)

Inilah Sang Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Surabaya

HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Surabaya

Tim Meta Football berhasil keluar sebagai juara HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Surabaya kategori U14 setelah mengalahkan Bulog Jatim dengan skor tipis 1-0 di partai final yang digelar pada Minggu, 18 Mei 2025 di Lapangan Sepak Bola Bogowonto. Kemenangan ini menegaskan dominasi Meta Football sepanjang turnamen. Seperti diketahui, HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Surabaya diikuti oleh enam klub U14 ini terbagi dalam dua grup. Grup A dihuni oleh Dewi Surabaya, Bulog Jatim, dan Satria Muda, sementara Grup B diisi oleh Haggana, Meta Football, dan Klamsa United. Meta Football menunjukkan performa impresif sejak fase grup hingga babak gugur. Pada semifinal, Meta Football tampil meyakinkan dengan kemenangan telak 6-0 atas Satria Muda. Sementara itu, Bulog Jatim memastikan tempat di final setelah menumbangkan Haggana 3-0 dalam pertandingan yang penuh semangat. Partai puncak pun menjadi ajang unjuk kekuatan dua tim terbaik turnamen. Final berlangsung ketat, namun Meta Football mampu memanfaatkan peluang dengan baik untuk mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan. Pertahanan solid dan kerja sama tim yang apik menjadi kunci kemenangan Meta Football atas Bulog Jatim yang harus puas sebagai runner-up. HYDROPLUS Piala Pertiwi merupakan ajang yang digelar oleh PSSI bekerjasama dengan Djarum Foundation untuk membina dan mengembangkan talenta pesepakbola putri usia dini dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen ini digelar di 16 regional berbeda sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi sepak bola putri nasional.

Inilah Para Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Semarang

Kencana Muda

Dua tim tampil sebagai juara dalam gelaran HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Semarang yang digelar di Stadion Universitas Diponegoro, Semarang, Mimggu, 11 Mei 2025. Pada partai final kategori U-16, Kencana Muda sukses menundukkan Ratanika Semarang dengan skor meyakinkan 4-2. Sementara di kategori U-14, Puslat Mandala meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti 3-2 atas Ratanika Semarang setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Regional Semarang kali ini diikuti oleh 9 tim peserta yang bersaing di dua kategori usia. Antusiasme tinggi dan kualitas permainan yang ditunjukkan para pemain muda menjadi sorotan positif sepanjang turnamen ini. Penyelenggara pun menobatkan pemain terbaik dari masing-masing kategori. Jessica Reggy A dari Kencana Muda terpilih sebagai Best Player U-16, berkat penampilannya yang konsisten dan kontribusinya dalam membawa tim meraih gelar juara. Pada kategori U-14, penghargaan Best Player diberikan kepada Avara Kanaya dari Ratanika Semarang, yang menunjukkan kualitas teknis dan visi bermain yang menonjol sepanjang turnamen. Di sisi lain, meskipun melaju ke fase final, Ratanika Semarang harus puas menjadi runner-up di kedua kategori, U14 dan U16. Namun performa mereka sepanjang turnamen menunjukkan potensi besar dan permainan kolektif yang patut diapresiasi. HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 terus menjadi wadah penting bagi lahirnya talenta-talenta muda sepak bola putri nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan kompetisi usia dini yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.

AFF U19 Women’s Championship 2025: Indonesia Masuk Grup B

Remove term: Timnas Putri U-19 Indonesia Timnas Putri U-19 Indonesia

Timnas Putri U19 Indonesia dipastikan tergabung di Grup B pada ajang AFF U19 Women’s Championship 2025 yang akan digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada tanggal 9 hingga 18 Juni 2025 mendatang. Berdasarkan hasil drawing hari ini, Garuda Pertiwi Muda akan bersaing dengan tiga negara yakni Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Seperti diketahui, turnamen ini menjadi ajang penting bagi skuad muda Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka di tingkat regional. Timnas Putri U19 Indonesia telah berpartisipasi dalam dua dari tiga edisi AFF U19 Women’s Championship, yaitu pada tahun 2022 dan 2023. Pada edisi 2022, yang merupakan debut Indonesia, Indonesia tersingkir di fase grup meskipun mencatat dua kemenangan dari empat laga, dan akhirnya menempati peringkat kelima. Sementara itu, pada edisi 2023 yang digelar di Palembang, Indonesia tampil lebih baik dengan meraih tiga kemenangan di fase grup atas Timor Leste (7-0), Laos (4-1), dan Kamboja (5-0), sebelum kalah 1-7 dari Thailand di semifinal. Dalam perebutan tempat ketiga, Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Myanmar, namun kalah 2-4 dalam adu penalti sehingga finis di posisi keempat. Meskipun gagal meraih podium, performa di edisi 2023 memperlihatkan perkembangan signifikan Garuda Pertiwi Muda, terutama lewat penampilan Claudia Scheunemann yang menjadi top skor dengan 5 gol dan meraih penghargaan Pemain Terbaik turnamen. Tentunya, keikutsertaan di AFF U19 Women’s Championship 2025 ini juga akan menjadi momen berharga untuk menambah pengalaman dan jam terbang para pemain muda, yang sebelumnya telah ditempa melalui berbagai kejuaraan regional di Indonesia.

PSSI dan FIFA Resmikan FIFA Arena, Indonesia Jadi Pionir Program Football for Schools

PSSI dan FIFA Resmikan FIFA Arena

Pada Selasa (6/5) kemarin, PSSI dan FIFA secara resmi telah membuka dua lapangan mini soccer FIFA Arena Indonesia. FIFA Arena merupakan upaya FIFA mewujudkan 1.000 lapangan kecil di seluruh dunia. Sebagai langkah awal, FIFA memulai pembangunan di 11 negara dan salah satunya Indonesia yang berlokasi di Oase Park, Ciputat dan Mandiri University, Daan Mogot, Jakarta. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan rasa bangganya karena Indonesia mencatat sejarah penting dalam pengembangan sepak bola global bersama Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Menurut Erick, peluncuran perdana program Football for Schools FIFA di Tanah Air yang ditandai dengan peresmian dua fasilitas FIFA Arena menjadikan Indonesia terdepan dalam kesiapan infrastruktur lapangan sepakbola bagi anak-anak melalui sekolah. “Saya mengapresasi FIFA atas pelaksanaan program Football for Schools pertama FIFA di Indonesia. Ini tak hanya membuktikan kepercayaan terhadap potensi sepakbola kita, tapi juga kepada PSSI dalam membangun fondasi kuat untuk ekosistem olahraga yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Erick Thohir saat peluncuran FIFA Arena di Ciputat, Jakarta, Selasa (6/5). Pada agenda ini, perwakilan FIFA yang hadir yakni Sanjeevan C. Balasingam (FIFA Director MA Asia-Oceania), Kanya Keomany (FIFA Council Member), Theodore Giannikos (FIFA Director of Special Project), dan Lavin Vignesh (FIFA Lead Regional Office). Selain itu, hadir Taufik Hidayat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tiga pemain Timnas U-17 yakni Daffa Al Gasemi, Muhammad Zahaby Gholy, dan Fabio Azkairawan turut hadir dan puluhan anak-anak Sekolah Dasar juga meramaikan agenda tersebut. Indonesia termasuk salah satu dari 11 negara, starting eleven, pertama yang meluncurkan FIFA Arena ini. “Saya menghargai dukungan pemerintah melalui Kemenpora dan Kementerian Pendidikan, karena FIFA Arena tak hanya mendorong sisi olahraga, tapi juga berperan untuk bangun karakter, watak, dan mental anak-anak sebagai penerus bangsa melalui sepakbola,” lanjut Erick. Direncanakan, FIFA akan membangun 1.000 FIFA Arena di seluruh dunia dan diharapkan mampu menjangkau 700 juta anak-anak di seluruh dunia dengan memasukkan sepak bola ke dalam kurikulum sekolah. Di Indonesia sendiri akan dibangun 20 FIFA Arena yang tersebar di berbagai daerah. “Presiden Prabowo Subianto dengan program Makan Bergizi Gratis bertujuan agar anak-anak Indonesia di masa depan punya fisik dan gizi yang bagus. Karena itu, keberadaan FIFA Arena ini sejalan dengan program Bapak Presiden untuk menyiapkan anak-anak Indonesia yang sehat, kuat, dan punya mental baik untuk membangun negara melalui olahraga,” pungkasnya. Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino dalam video sambutannya mengucapkan selamat kepada Indonesia atas peresmian FIFA Arena di dua lokasi. Gianni menyampaikan, lapangan bakal melahirkan bakat-bakat baru dalam sepak bola. “Selamat kepada PSSI dan Presiden PSSI Erick Thohir. Indonesia adalah salah satu dari 11 negara pertama yang meresmikan FIFA Arena,” kata Infantino. “Anak-anak butuh tempat aman untuk bermain dan tumbuh. Karena itu hadir FIFA Arena. Indonesia adalah salah satu negara pertama dari rencana 1.000 FIFA Arena di seluruh dunia,” ucap Infantino. Dua FIFA Arena ini ditempatkan secara strategis untuk melayani siswa dan anak muda di daerah perkotaan padat yang memiliki akses terbatas terhadap infrastruktur olahraga berkualitas. Di Ciputat, fasilitas ini akan melayani SD Negeri Ciputat 07 dan Sekolah Disabilitas Putra Putri Cerdas Mandiri, menghadirkan program pendidikan sepak bola inklusif yang mencakup siswa reguler maupun anak-anak dengan kebutuhan khusus. Sementara itu, di Daan Mogot, siswa dari SD Kusuma Wijaya 05 dan SD Kusuma Wijaya 07 akan mendapatkan manfaat dari kegiatan sepak bola terstruktur yang terintegrasi dengan pelatihan karakter dan keterampilan hidup.

Mojang Priangan Borong Gelar Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Cirebon

Mojang Priangan

Mojang Priangan sukses menyapu bersih dua gelar juara dalam ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 Regional Cirebon. Tim U-14 dan U-16 mereka sama-sama keluar sebagai kampiun setelah meraih kemenangan di pertandingan final yang digelar di Stadion Bima, Cirebon, Minggu, 4 Mei 2025. Tim Mojang Priangan U14 memastikan gelar juara usai menundukkan Princess Wijaya Saputra dengan skor meyakinkan 2-0. Sementara di kategori U16, Mojang Priangan berhasil mengalahkan Kaliangga dengan skor tipis 1-0. Khusus di kategori U-16, hasil ini cukup mengejutkan karena pada babak penyisihan Grup A, Mojang Priangan hanya finis di peringkat kedua dengan 5 poin, tertinggal dua angka dari Kaliangga yang mengoleksi 7 poin dan memuncaki klasemen. Namun, di partai puncak Mojang Priangan mampu membalikkan keadaan dan tampil sebagai juara. Sementara itu, tim Mojang Priangan U14 tampil dominan sejak awal turnamen. Mereka keluar sebagai juara Grup C dengan poin sempurna, yakni 6 poin dari dua pertandingan, dan melanjutkan tren positif hingga babak final. Secara keseluruhan, turnamen tahun ini diikuti oleh 11 klub di kategori U16 dan 9 klub di kategori U14. Jumlah partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan dan minat terhadap sepak bola putri di berbagai daerah. Suasana kompetitif pada turnamen kali ini menjadi bukti berkembangnya pembinaan sepak bola wanita di tingkat regional. Turnamen HYDROPLUS Piala Pertiwi 2025 sendiri semakin menunjukkan perannya sebagai ajang penting dalam menumbuhkan bakat, daya saing, serta semangat kompetitif di kalangan pemain muda wanita.