Ratusan Bibit Atlet Bulu Tangkis Cilik Adu Prestasi di Garut

Sportunity Badminton Competition 2026

Upaya regenerasi atlet bulu tangkis terus digencarkan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan atlet usia dini adu prestasi dalam Sportunity Badminton Competition 2026. Sejak empat hari yang lalu, 157 atlet muda dari 18 klub binaan saling unjuk gigi di GOR SDK Kadungora. Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Kecamatan Kadungora, Deden Syamsul Rizal, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam proses membangun fondasi atlet muda, karena difokuskan pada kelompok usia dini. Para atlet yang bertanding dinilainya bukan pemula, melainkan sudah memiliki dasar teknik dan pergerakan yang matang sebagai calon pemain masa depan. “Dari proses ini ke depan kita bisa mencetak atlet-atlet potensial, baik di tingkat nasional hingga dunia,” ujarnya usai penutupan kegiatan, Minggu (18/1/2026) petang. Ia menuturkan, ratusan atlet itu selama ini telah mengikuti pembinaan melalui berbagai klub yang tersebar di berbagai daerah di Garut. Deden berharap dari ajang ini bisa melahirkan kembali atlet-atlet bulu tangkis asal Garut yang mampu berprestasi, mengikuti jejak atlet Garut yang telah dikenal sebelumnya. “Semoga ada Dejan Ferdiansyah atlet profesional lain yang lahir dari Garut,” ungkapnya. Penyelenggara Kegiatan, Imelia Pratiwi, menyampaikan bahwa Sportunity Badminton Competition tidak hanya digelar satu kali, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebanyak empat seri dalam satu tahun. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi atlet, pelatih, serta klub bulu tangkis di Garut. “Event ini kami posisikan sebagai gebrakan awal dalam memperkuat pembinaan bulutangkis di Kabupaten Garut, mulai dari usia dini hingga atlet berprestasi,” ujarnya. Ia menuturkan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus ditopang oleh kompetisi yang rutin, sistem yang jelas, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui ajang ini, diharapkan ekosistem bulu tangkis di Garut semakin kuat lantaran atlet memperoleh jam tanding, dan pelatih hingga klub memiliki ruang evaluasi. “Harapan kami, dari lapangan-lapangan sederhana di Garut hari ini, kelak akan lahir atlet-atlet hebat yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan nasional,” ungkapnya. Syabiq Arsenio (11), atlet muda binaan Harum Sport Klub, berhasil menyabet dua medali emas pada nomor tunggal (single) dan ganda dalam kejuaraan tersebut. Bocah yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar asal Kadungora mengaku cukup senang dapat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. “Alhamdulillah dapat dua medali, semoga bisa terus berprestasi dan membahagiakan orang tua,” ungkapnya. Sumber: Tribunnews

Debut Super 500, Raymond dan Joaquin Langsung Juara

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Podium Australia Open 2025

Ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi juara setelah mengalahkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di final Australian Open 2025, 22-20, 10-21, 21-18. Pada pertandingan yang berlangsung di di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Minggu (23/11), Raymond/Nikolaus tampil ngotot. Di gim pertama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menuntaskan gim dengan skor 22-20. Namun di gim kedua, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung tancap gas dan menyudahi permainan dengan skor 21-10. Memasuki gim ketiga, pertarungan sengit kembali terjadi. Saling curi poin tak terelakan hingga gim ketiga berhasil dimenangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan skor 21-18. Hasil ini menjadikan Indonesia sudah memastikan kedua gelar ganda baik putri maupun putra. Raymond / Nikolaus lolos ke partai puncak setelah tampil gemilang menghadapi pasangan Malaysia peringkat keempat dunia Goh Sze Fei / Nur Izzuddin yang menjadi unggulan kedua di turnamen ini. Ini merupakan debut perdana mereka di final turnamen BWF Seri 500 dan berhasil meraih juara.

Audisi Umum PB Djarum 2025: 28 Peserta Melaju ke Tahap Terakhir Karantina

Peserta Audisi Umum PB Djarum 2025

Setelah menjalani proses karantina sejak Sabtu (13/9), sebanyak 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 diseleksi secara ketat untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke tahap karantina kedua. Hingga Sabtu (27/9), PB Djarum akhirnya mengumumkan hasil seleksi. Sebanyak 28 peserta dinyatakan lolos, sementara 22 peserta lainnya harus kembali ke klub asal masing-masing. Pelatih PB Djarum, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa penilaian selama tahap karantina pertama tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup aspek non-teknis. “Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada tes fisik, latihan rutin, dan pengamatan keseharian di asrama. Kami menilai karakter, disiplin, serta kemampuan individu. Secara keseluruhan, para peserta menunjukkan performa yang cukup baik, meskipun ada sedikit gejolak. Tapi itu wajar, namanya juga anak-anak,” ujar Sigit. Ia juga menyebutkan bahwa selama masa karantina, para peserta tidak langsung digabungkan dengan atlet PB Djarum. Namun, ada sesi latihan bersama yang dilakukan secara terbatas. “Selama karantina, latihan dilakukan terpisah dari atlet PB Djarum. Tapi ada beberapa kesempatan di mana mereka berlatih bersama,” tambahnya. Proses seleksi menuju karantina kedua diakui cukup menantang karena kemampuan para peserta dinilai relatif seimbang, terutama dari segi teknik pukulan. “Keputusan siapa yang lanjut dan siapa yang harus pulang itu sangat sulit. Kemampuan mereka, terutama dari sisi teknik, cukup merata. Jadi, proses seleksi ini benar-benar menguras energi tim pelatih,” jelas Sigit. Memasuki tahap karantina kedua, seleksi akan semakin ketat dengan penambahan tes kesehatan serta evaluasi yang lebih mendalam. “Di tahap kedua nanti akan ada tambahan tes kesehatan. Jumlah peserta akan semakin mengerucut, persaingan makin ketat, dan penilaiannya pun jadi lebih kompleks,” ujarnya. Sigit berharap para peserta yang lolos ke tahap karantina kedua mampu memaksimalkan kesempatan ini dan menunjukkan potensi terbaik mereka. “Harapan kami, baik dari tim pelatih maupun PB Djarum, peserta yang masuk tahap karantina kedua bisa memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Dengan begitu, kami bisa menilai mereka dengan lebih objektif dan menyeluruh,” tutup Sigit. Berikut 28 Peserta yang melaju ke tahap kedua Karantina: U11 Putra 647 Jisrel Elfiano Lumoindong, Kota Manado (PB Talenta) 663 Muh Rifky Harimurti Ramadhan, Kabupaten Kolaka (SBS Kolaka) 805 Tristan Geovanni Pardosi, Kabupaten Tangerang (PB Champion Gading Jaya) 853 Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta, Kabupaten Blora (PB Apita Badminton Club) 888 Azka Adhitama, Kabupaten Bekasi (PB Bhinneka 2) 1725 Muhammad Marus Sulaiman, Kabupaten Pekalongan (Champion Klaten) KU 11 Putra 155 La Ode Muhammad Ahsan Kamil, Kota Sorong (PB Champion Kudus) 1322 Kendrick Danzell Otnayira, Kabupaten Sleman (Istimewa Badminton Club) 1412 Kadek Kevin Putra Adnyana, Kabupaten Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) 1459 Baron Baswara Putra Kota Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) 1502 Muhammad Ramdani Mubarok, Kabupaten Bandung (PB Victory Bandung) 1545 Fawwaz Sani Adhipramana, Kabupaten Ponorogo (PB Pms Solo) 1617 Muhammad Abidzar Alghifari, Kota Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) 1730 Muhammad Rafa Shirdi, Kota Balikpapan (Champion Klaten) KU 12 Putra 471 Aufar Ahmad Hamidzikri, Kota Cimahi (Jingga Badminton Academy) 607 Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw, Kota Manado (PB Talenta) 1539 Kevin Maitimu, Kabupaten Sleman (PB Mataram Raya Sleman) 1551 Rafa Radithya Kusuma, Kota Samarinda (Jaya Raya Ragunan) U11 Putri 547 Anggi Yeputa. Kabupaten Klaten (PB Benggol Boyolali) 587 Afiqa Dewi Humaira, Kabupaten Bogor (PB Jimmy Hantu) 1472 Lungita Gelda Krisyuani, Kabupaten Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) 1586 Kesy Hanifa Ramadhani, Kota Bekasi (Champion Klaten) KU 11 Putri 494 Shallom Angelica Sari, Kabupaten Jepara (Champion Klaten) 825 Lubna Naffisah, Kabupaten Bogor (Kayp1 Champion Academy) 1374 Joylynn Jusuf, Kota Palu (PB Champion Klaten) 1563 Syarifah Adshila Nugroho, Kabupaten Sleman (Non Klub) KU 12 Putri 1333 Syauqia Aisya Inara, Kabupaten Bantul (Istimewa Badminton Club) 1340 Aqila Maiza Bazla, Kabupaten Banyumas (Kartika Purwokerto)

Audisi Umum PB Djarum 2025: Inilah 50 Atlet Muda Terpilih

Audisi Umum PB Djarum 2025

Sebanyak 50 pebulutangkis muda sukses meraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025 pada babak akhir fase turnamen yang diadakan di GOR Djarum, Jati, Kudus, jawa Tengah, Jumat, 12 September 2025. Terdiri dari 18 peserta yang menang di babak kompetisi dan 32 atlet muda pilihan Tim Pencari Bakat, mereka selanjutnya menjalani tahap karantina selama empat minggu hingga mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan menjadi atlet binaan PB Djarum. “Super Tiket bukanlah tanda perjuangan sudah selesai, namun justru langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, mentalitas dan karakter mereka yang sesungguhnya di hadapan para pelatih PB Djarum,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarumm Yoppy Rosimin dalam keterangan tertulis. “Bagi atlet yang belum memperoleh Super Tiket, jangan patah arang.” pungkasnya. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum Sigit Budiarto mengatakan 50 peserta Audisi Umum PB Djarum 2025 yang lolos ke babak karantina adalah hasil dari pengamatan para legenda dan pelatih PB Djarum selama lima hari penyelenggaraan seleksi. “Konsistensi menjadi hal penting karena untuk bisa bergabung dengan PB Djarum, peserta harus memenuhi standar yang kami tentukan antara lain memiliki teknik dasar bermain bulutangkis yang baik, kekuatan fisik, kesehatan, postur tubuh, mentalitas hingga karakter selama berada di asrama dan mengikuti program latihan,” ujar peraih juara dunia 1997 sektor ganda putra tersebut. Salah seorang peserta peraih Super Tiket jalur Turnamen ialah Kadek Devandra Amertha yang tergabung dalam KU12. Putra asal Badung di Bali itu gembira meraih Super Tiket dan lolos ke babak karantina. “Pastinya senang sekali karena ini pertama kali saya ikut Audisi Umum PB Djarum dan dapat Super Tiket yang membuat orang tua bangga. Saya sudah siap mengikuti babak karantina. jauh dari orangtua memang agak sedih, tapi saya sudah bertekad untuk masuk PB Djarum,” kata Kadek. Daftar peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2025: Super Tiket Babak Turnamen U11 Putri Theodora Olivia Benga Sabon – Samarinda (PB Champion Kudus) Kesy Hanifa Ramadhani – Bekasi (PB Champion Klaten) KU11 Putri Lubna Naffisah – Bogor (Kayp1 Champion Academy) Joylynn Jusuf – Palu (PB Champion Klaten) KU12 Putri Aqila Maiza Bazla – Banyumas (PB Kartika Purwokerto) Vioarini Qurrota A’yun – Kebumen (PB Champion Kebumen) U11 Putra Tristan Geovanni Pardosi – Tangerang (PB Champion Gading Jaya) Muhammad Marus Sulaiman – Pekalongan (PB Champion Klaten) Jisrel Elfiano Lumoindong – Manado (PB Talenta) Jethro Alexander Kemas – Palembang (PB Kartika Purwokerto) KU11 Putra Muhammad Rafa Shirdi – Balikpapan (PB Champion Klaten) Fawwaz Sani Adhipramana – Ponorogo (PB PMS Solo) Muhammad Abidzar Alghifari – Balikpapan (PB Terpadu Balikpapan) La Ode Muhammad Ahsan Kamil – Sorong (PB Champion Kudus) KU12 Putra Giovani Athalla Primadansyah – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat) Erlan Basiturrahman Mantow – Jakarta Utara (PB Champion Gading Jaya) Kevin Maitimu – Sleman (PB Mataram Raya Sleman) Kadek Devanda Amertha Putra – Badung (PB Bima Sakti) Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat U11 Putri Ailsie Elaina Sembiring – Bogor (PB Champion Kudus) Adibha Fitria – Samarinda (PB Champion Kudus) Neisha Athaya Namira – Cilacap (PB Star One Cilacap) Nagita Nadila Posumah – Manado (PB Naushad) Yosia Ratu Hasian Naibaho – Cimahi (Al-fath Badminton Club) Anggi Yeputa – Klaten (PB Benggol Boyolali) Afiqa Dewi Humaira – Bogor (PB Jimmy Hantu) Lungita Gelda Krisyuani – Gunung Kidul (PB Dewaruci Gunungkidul) Vicky Lee Alison – Tegal (PB Sinar Mutiara) Najwa Khaira Wilda – Sidoarjo (PB Eka Jaya) KU11 Putri Syarifah Adshilla Nugroho – Sleman (non klub) Shalom Angelica Sari – Jepara (PB Champion Klaten) Aurell Vanessa – Bandung (Ade Badminton Club Bandung) KU12 Putri Syauqia Aisya Inara – Bantul (Istimewa Badminton Club Yogyakarta) U11 Putra Kentaro Javas Kaivan Tsaqib – Kebumen (PB Champion Kebumen) Shuttlino Thomas – Bandung (PB Champion Kudus) Muh Rifky Harimurti Ramadhan – Kolaka (SBS Kolaka) Rafardan Argani Supian – Kotawaringin Barat (PB Kumala Bhakti) Pradikha Rizki Setiawan – Pati (Simple Badminton Academy) Muhammad Gibran Romandoni – Tangerang (Anugerah Gatra Badminton Academy) Kenzou Leonardo Wijaya – Jember (PB Champion Kudus) Muhammad Lazar Abrizam Adhyasta – Blora (PB Apita Badminton Club) Azka Adhitama – Bekasi (PB Bhinneka 2) KU11 Putra Kendrick Danzell Otnayira – Sleman (Istimewa Badminton Club) Kadek Kevin Putra Adnyana – Buleleng (PB Menang Kalah Sehat Singaraja) Baron Baswara Putra – Yogyakarta (PB Griya Bugar Yogyakarta) Muhammad Ramdani Mubarok – Bandung (PB Victory Bandung) KU12 Putra Keith Ezequiel Lincoln Sumarauw – Manado (PB Talenta) Jonathan Edward Prok – Denpasar (PB Seraya Denpasar Bali) Rafa Radithya Kusuma – Samarinda (PB Jaya Raya Ragunan) Aufar Ahmad Hamidzikri – Cimahi (Jingga Badminton Academy) Raynard Foster Taygen – Medan (PB Harapan Jaya Semarang)

Ratusan pebulu tangkis muda meriahkan kejuaraan Bupati Bekasi Open 2025

Iman Nugraha saat melakukan pertandingan eksebisi di acara pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Bupati Bekasi Open Tingkat Jawa Barat 2025

Sedikitnya 800 pebulu tangkis muda dari berbagai klub di kabupaten maupun kota se-Jawa Barat memeriahkan kejuaraan bulu tangkis Bupati Bekasi Open 2025 di GOR Wibawa Mukti, pada 24-28 Agustus 2025. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha saat membuka kejuaraan itu, Minggu, menyampaikan kejuaraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet bulu tangkis, khususnya di Kabupaten Bekasi. “Bulu tangkis merupakan olahraga yang sangat populer dan digemari, mulai dari usia dini hingga dewasa. Alhamdulillah, antusiasme peserta luar biasa. Ada 800 peserta yang mendaftar dan kalau tidak ditutup, jumlahnya bisa mencapai 1.000 peserta,” katanya. Iman berharap para atlet muda ini dapat terus mengembangkan bakat mereka dan menjadi pebulu tangkis handal di masa depan seperti sosok Susi Susanti hingga Taufik Hidayat. “Kuncinya adalah semangat dan giat berlatih. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk mengukur kemampuan setelah berlatih di klub masing-masing,” katanya. Ketua Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bekasi, Ahmad Sayuti berharap ajang ini bisa berlangsung secara berkesinambungan mengingat pembinaan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab PBSI melainkan juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah. “Insyaallah, dari kegiatan ini akan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya. Kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing secara sehat selain juga menjadi wadah pembinaan bagi generasi penerus pebulu tangkis profesional. “Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kejuaraan ini semoga dapat melahirkan bintang-bintang baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” kata dia.

Garuda Muda Sapu Bersih Gelar Juara di Ghana

JE Wilson Ghana International 2025

Kabar menggembirakan datang dari para pemain masa depan Indonesia. Pada kejuaraan bulutangkis JE Wilson Ghana International 2025, skuad Indonesia berhasil menyapu gelar juara. Lima belar berhasil dibawa para pemain Indonesia. Dua gelar juara di bawa pulang usai terjadi All Indonesian Final. Sektor ganda putri menyajikan final sesama pasangan Indonesia. Muncul sebagai juara pasangan Isyana Sahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengalahkan rekannya sendiri Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhfiya pada babak final. Keperkasaan pasangan ganda putra Indonesia, Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadahan semakin nyata. Unggulan pertama dari India Abinash Mohanty/Ayush Pattnayak dikalahkan pada babak puncak. Thalita Ramadhani Wiryawan di sektor tunggal putri juga tidak kalah cemerlang. Ia turut membuat kejutan pada babak final. Thalita menumbangkan unggulan ketiga dari India, Aalisha Naik dalam dua gim langsung. Gelar sektor tunggal tunggal putra menjadi milik Indonesia. Prahdiska Bagus Shujiwo tampil menjadi yang terbaik. Unggulan pertama ini menjadi juara dengan mengalahkan pemain dari Jepang, Shun Saito. All Indonesian Final yang terjadi pada sektor campuran dimenangkan oleh pasangan Bimo Prasetyo/Arya Nabila Thesya Munggaran yang mengalahkn rekannya M Khawaf Khoriyansah/Nahya Muhfiya. Hasil babak final Ganda campuran : Bimo Prasetyo/Arya Nabila Thesya Munggaran [INA] – M Khawaf Khoriyansah/Nahya Muhfiya [INA] : 21-7, 21-18 Tunggal putri : Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Aalisha Naik [IND] : 21-13, 21-11 Tunggal putra : Prahdiska Bagus Shujiwo [INA] – Shun Saito [JPN] : 21-15, 21-18 Ganda putri : Isyana Sahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine [INA] – Nabila Cahya Permata Ayu/Nahya Muhfiya [INA] : 22-20, 21-18 Ganda putra : Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadahan [INA] – Abinash Mohanty/Ayush Pattnayak [IND] – 21-11, 21-13

Ini Bocoran Kriteria yang Dicari di Audisi Umum PB Djarum 2025

Yuni Kartika dan Fung Permadi

Audisi Umum PB Djarum 2025 akan berlangsung pada 8-12 September 2025, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi berucap, tiga kelompok usia yang disasar pada audisi tahun ini bertujuan untuk meregenerasi para atlet senior di setiap sektor. Perihal kriteria, yang dipatok Fung beserta jajaran tim pencari bakat untuk para peserta putra ialah feeling touch. “PB Djarum berupaya agar setiap tahun kelahiran punya pemain pelapis yang berpotensi untuk menjadi pemain dunia. Sementara keperluannya di tahun ini U-11, KU 11, dan KU 12 untuk nantinya meningkat U-13, U-15 dan semakin mengerucut. Sedangkan mengenai kriteria dari kami tentunya mereka yang memiliki teknik dasar dan feeling touch pukulan yang baik, serta punya potensi untuk bersaing di tingkat dunia,” ungkap Fung. Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika mengungkapkan, atlet yang dibidik oleh sektor putri PB Djarum pada audisi tahun ini utamanya memiliki postur ideal. Peraih Uber Cup 1994 ini menilai bahwa elemen tersebut menjadi krusial, agar mampu bersaing dengan para atlet putri dunia yang secara postur cukup diandalkan, selain teknik. “Sementara aspek lain yang menjadi penilaian tentu bakat, mental, serta kecerdikan mereka ketika bertanding. Jadi postur sangat dipertimbangkan, kecuali memang atlet itu punya bakat yang sangat istimewa. Tapi kalau tergolong biasa saja, kami tetap mengutamakan postur terutama tinggi badan atau yang punya potensi tinggi,” sebut Yuni. Ia juga menambahkan, guna menyeleksi atlet yang sesuai dengan kriteria tersebut, selain dibantu jajaran pelatih, tak menutup kemungkinan juga melibatkan dokter spesialis terkait. “Kami juga akan menyiapkan dokter untuk melihat dan memastikan kriteria yang kami inginkan, jadi kalau ragu kami bisa berkonsultasi agar lebih pasti. Yang kami harapkan pada audisi ini bisa menemukan atlet paket komplit,” imbuhnya. Rangkaian seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025 diawali dengan fase screening yang mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Setelah fase screening, tahapan berikutnya ialah tahap turnamen. Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen. Sedangkan tahap karantina diselenggarakan selama empat minggu (13 September hingga 11 Oktober 2025) dengan dua kali fase eliminasi, yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos di tahap karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum. Untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025, para calon peserta dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman berikut ini dan telah dibuka mulai 20 Juni 2025 lalu.

Pendaftaran Audisi Umum PB Djarum Telah Dibuka, Catat Jadwalnya!

Audisi Umum PB Djarum 2025

Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum kembali menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum 2025. Program ini akan rencananya akan bergulir pada 8 hingga 12 September mendatang di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Tahun ini, pencarian bibit pebulutangkis bertalenta dan bermental juara menyasar tiga kelompok usia yakni U-11 (peserta dengan usia 8 – 10 tahun atau kelahiran 2015 – 2017), KU 11 (peserta berusia 11 tahun atau tahun kelahiran 2014), serta KU 12 (peserta dengan usia 12 tahun atau tahun kelahiran 2013) baik putra maupun putri. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan bahwa Audisi Umum bukan sekadar proses pencarian bibit pebultangkis berbakat, tapi juga bagian penting dari regenerasi dan penguatan ekosistem bulutangkis Indonesia. Berkaca dari penyelenggaraan tahun lalu yang mencapai 1.966 peserta dari berbagai penjuru daerah, ia berharap animo tahun ini juga selaras dengan kualitas yang semakin meningkat. “Kami ingin semangat dan kecintaan terhadap bulutangkis di Indonesia terus menyala. Sesuai janji kami menyelenggarakan Audisi Umum setiap tahunnya agar para atlet belia dari berbagai daerah bisa menunjukkan kemampuan hasil latihan, serta memperebutkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan keluarga besar PB Djarum. Kami harap melalui audisi ini akan lahir atlet berkualitas super untuk meningkatkan kejayaan bulutangkis Tanah Air,” ungkap Yoppy. Masa pendaftaran secara daring ajang seleksi bibit pebulutangkis berbakat guna meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation ini masih dibuka hingga 31 Agustus pukul 24.00 WIB. Terhitung hingga 3 Juli pukul 12.00 WIB, pendaftar sudah mencapai 333 peserta, dengan jumlah terbanyak pada kelompok U-11 Putra yaitu 105 peserta. Jadwal Pendaftaran dan Tahap Seleksi Pendaftaran Online 20 Juni – 31 Agustus 2025 (Pukul 23:59 WIB) Daftar Ulang Minggu, 07 September 2025 (Pukul 09:00 – 15:00 WIB) Tahap Seleksi 08 – 12 September 2025 Tahap Karantina 13 September – 11 Oktober 2025

Ini Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Junior 2025

Eng Hian

Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Junior edisi ke-25 akan diselenggarakan di GOR Manahan, Solo pada 18 – 27 Juli mendatang. Kejuaraan tersebut akan dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori beregu pada 18-22 Juli dan kategori perorangan pada 23-27 Juli. Untuk kategori beregu campuran, akan digunakan sistem poin 110 (relay) seperti halnya kejuaraan beregu World Junior Championships yang berlangsung pada 2024 di Nanchang Tiongkok. Menghadapi salah satu kejuaraan bulutangkis bergengsi level usia muda (U-19) itu, PBSI telah menetapkan beberapa nama yang akan menjadi andalan untuk memperebutkan gelar juara. “Indonesia mengincar satu gelar di sektor beregu dan satu gelar dari sektor perorangan. Dengan sistem poin 110, saya berharap Indonesia bisa berhasil kembali mengulang gelar juara yang diraih di WJC tahun lalu, sedangkan untuk sektor perorangan kita mempunyai peluang untuk mengambil gelar di sektor ganda putra,” tutur Kabid Pembinaan PP PBSI, Eng Hian dalam keterangannya. Indonesia sendiri menempatkan dua puluh atlet untuk laga beregu campuran dengan komposisi enam atlet tunggal dan empat belas atlet ganda. Sedangkan untuk kategori perorangan Indonesia mengirimkan tujuh wakil untuk masing-masing sektor yang komposisinya terdiri dari skuad tim beregu campuran ditambah dengan atlet-atlet dari perwakilan klub. “Untuk memperkuat soliditas tim beregu, maka akan diadakan training camp mulai tanggal 1 Juli sampai dengan keberangkatan sedangkan untuk perorangan, para atlet junior akan berlatih bersama mulai 18 Juli di Pelatnas PBSI Cipayung,” jelas Eng Hian. Berikut daftar atlet Indonesia yang akan turun di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Tunggal Putra M Zaki Ubaidillah Dendy Triansya Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Raditya Bayu Wardana Dennis Azzarya Arga Nugraha Sigfar Tunggal Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Kavitha Nadjwa Aulia Jolin Angelina Auberta Zerlina Christabel Calista Purwanto Shaafiya Yasmin Maitsaa Ganda Putra Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Raihan Daffa Edsel Pramono/ M. Rizki Mubarrok M Vito Annafsa/Grandly Alkatib Lumintang Anju Siahaan/Faizal Pangestu Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Akmal Nurrahman/Revand Harianto Ganda Putri Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang/Sheila Lidia Aurelia Syakira Putri/Atresia Naufa Candani Keyla Annisa Putri/Micha Leona Luthfia Wardoyo Yasintha Ristyna Putri/Selsi Josika Aura Zalfa Syafiya/Putri M Dwiwahyuningsih Ganda Campuran Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana Ikhsan Lintang/Rinjani Kwinnara Nastine Ghian Rizay Sofyan/Salsabila Zahra Aulia T. Steve Kurniawan/Leonora Kayla Frandrica Muhammad Mulky/Salma Mufida Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani Faizal Pangestu/Selsi Josika Sumber: Media Indonesia

Sejarah Tercipta, Indonesia Juara!

Badminton Asia Mixed Team Championships

Sejarah tercipta di Qingdao, China, di mana tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya meraih gelar juara Badminton Asia Mixed Team Championships. Turnamen Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 di Qingdao sejak 11 hingga 16 Februari 2025. Ini merupakan kejuaraan beregu campuran di mana setiap negara akan melakoni pertandingan tim yang terdiri dari 1 tunggal putra, 1 tunggal putri, 1 ganda putra, 1 ganda putri, dan satu ganda campuran. Tim bulu tangkis Indonesia berhasil melaju ke final Badminton Asia Mixed Team Championships untuk pertama kalinya setelah mengalahkan tim Thailand dengan skor 3-1 sehari sebelumnya. Selain melaju ke final untuk pertama kali, Indonesia juga mencetak sejarah baru dengan menjadi juara Badminton Asia Mixed Team Championship untuk pertama kalinya. Sejarah tercipta setelah pasangan ganda putra Indonesia Fikri/Daniel menang 21-15 dan 21-9 atas Chen Xu Jun/Huang Di, dan mengunci kemenangan 3-1 atas tim China pada final di Qingdao Conson Sports Centre, Minggu (16/2/2025). Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 merupakan gelar perdana Indonesia di turnamen ini setelah pertama kali digelar pada 2017. Di partai pertama, Indonesia unggul melalui ganda campuran Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menang dua gim langsung atas Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying 21-11 dan 21-13. Tunggal putra Alwi Farhan juga berhasil mengalahkan Hu Zhe An dengan skor 21-15, 21-13 sekaligus membuat Indonesia memimpin dengan skor 2-0. Namun, Indonesia gagal mengunci kemenangan mutlak setelah China berhasil mencuri satu poin dari partai tunggal putri. Xu Wen Jing mengalahkan Putri Kusuma Wardani dengan skor 21-12, 21-13. Di partai keempat, Fikri/Marthin berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas China, sehingga laga Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Chen Qing Chen/Keng Shu Liang tidak perlu dimainkan. Sumber: Kompas

Gantung Raket, Ini Pesan The Daddies untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan

Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan, secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025. Dalam Moment of Honor ini, Hendra dan Ahsan yang telah berpasangan sejak 2012 ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung karier mereka. Mulai dari keluarga, PBSI, para pencinta olahraga bulu tangkis, hingga masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama ini. Keduanya tak bisa menyembunyikan perasaan haru lantaran tidak akan lagi bermain bulu tangkis secara profesional, khususnya di Istora Senayan. “Pastinya kami sangat bersyukur dengan dengan pencapaian selama ini. Sekarang waktunya untuk istirahat, berkumpul kembali dengan keluarga,” ujar Ahsan. Dalam kesempatan itu, The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, melakoni pertandingan perpisahan melawan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan pebulu tangkis Korea Selatan (Korsel) Seo Seung-jae. Laga yang diwarnai momen-momen menggelikan dalam suasana santai tersebut dimenangkan Hendra/Ahsan. “Sebenarnya saya memilih lawan Minions karena di tahun 2019 kita sering final bareng ya, jadi itu akan sangat spesial ya. Cuma kebetulan Gideon-nya tidak bisa, sedang ada acara. Saya hubungi Seo Seung-jae, kebetulan dia masih di sini dan dia bersedia,” beber Hendra. Diketahui, Hendra pensiun di usianya yang ke-40 tahun, sementara Ahsan gantung raket di usia ke-37 tahun. Beberapa prestasi yang telah diraih pasangan ini di antaranya tiga kali gelar juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019, medali emas Asian Games 2014, serta beragam gelar BWF World Tour, termasuk All England. Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra terlebih dahulu berpasangan dengan Markis Kido dan berhasil meraih emas Olimpiade Beijing 2008. Sementara Ahsan sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano. Sepanjang duet mereka, The Daddies dikenal sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia. Hal tersebut diakui para pebulu tangkis dunia yang turut memberikan testimoni dalam video yang ditayangkan di Moment of Honor Hendra/Ahsan. Salah satunya Zheng Siwei, mantan pebulu tangkis Tiongkok yang menyebut permainan keduanya begitu indah. Hendra sendiri mengungkapkan kunci penampilan maksimal The Daddies di lapangan selama ini adalah selalu menjaga kekompakan. Menurutnya, dalam sektor ganda, komunikasi memiliki peran yang penting. Selain kekompakan, disiplin latihan dan saling mengisi satu sama lain juga menjadi kunci kesuksesan mereka. Hal tersebut diamini Ahsan. Kata dia, ketika tengah tertekan, mereka akan saling memotivasi satu sama lain. “Saat lagi tertekan kita coba saling memotivasi. Kalau pukulan saya gagal dia selalu mengingatkan dan menyemangati saya, bukan justru memarahi saya,” kenang Ahsan. Meski telah pensiun, Hendra dan Ahsan mengaku akan berusaha untuk tetap bisa berkontribusi memajukan bulu tangkis Tanah Air. Rencana terdekat keduanya yaitu membuka arena bulu tangkis bersama dengan sponsor mereka. “Kita ada rencana membuat The Daddies Arena, lapangan bulu tangkis,” sebut Ahsan Sementara itu Hendra Setiawan berharap sepeninggal mereka akan ada regenerasi ganda putra Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa. Dia pun memberikan pesan kepada para pebulu tangkis Indonesia untuk lebih bekerja ekstra dalam meraih prestasi di tengah persaingan yang kian ketat. Diakui, bulu tangkis Indonesia saat ini dalam posisi yang agak menurun. Sementara negara-negara lain justru mulai naik prestasi bulu tangkisnya. “Kita harus introspeksi, apa kekurangan yang harus kita perbaiki,” ujar Hendra. Dengan kondisi seperti itu, pria asal Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ini berharap para pebulu tangkis muda Indonesia bisa terus berlatih lebih banyak lagi. Karena untuk menjadi juara saat ini tidaklah mudah. “Jadi kalau latihan-latihan biasa saja, saya rasa masih kurang. Jadi harus ekstra lagi,” tegas Hendra.

Jadi Momentum Regenerasi, PBSI Berharap Atlet Muda Bikin Kejutan di Indonesia Masters 2025

Indonesia Masters 2025

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menantikan kejutan dari pemain dan pasangan muda tuan rumah pada turnamen BWF Super 500 Indonesia Masters 2025. “Tentunya di Indonesia Masters kita punya peluang (juara) dari pemain unggulan kita seperti unggulan pertama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Gregoria Mariska Tunjung, dan Jonatan Christie,” kata Eng Hian dalam konferensi pers di Istora Senayan Jakarta, Senin. “Namun, kita juga punya keyakinan, berharap juga untuk pemain-pemain muda dan pasangan-pasangan baru. Semoga bisa menunjukkan progres dan membuat kejutan di sini,” ujar dia menambahkan. Lebih lanjut, Eng Hian mengatakan pihaknya juga memanfaatkan turnamen ini sebagai momentum regenerasi melalui optmimalisasi bongkar-pasang di sektor ganda serta pemberian kesempatan bermain bagi atlet junior. “Memang kita tetap punya target prestasi. Namun, secara simultan kita juga dorong regenerasi. Ini sesuai dengan roadmap PBSI. Pada tahun ini kita memberi kebebasan kepada pelatih untuk bongkar pasang, nanti pada 2026 pasangannya harus sudah permanen untuk mengejar poin kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028,” jelas peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 itu. Selain pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/ Bagas Maulana dan Daniel Marthin Muhammad Shohibul Fikri, Indonesia menurunkan pasangan baru pada sektor ganda putri melalui Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramandhanti. Selain itu, ada Verrell Yustin Mulia/Pitha Haningtyas Mentari, Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati, dan Dejan Ferdiansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti (kualifikasi) di sektor ganda campuran. “Perubahan komposisi atlet, pelatih, dan tim pendukung ini akan kita optimalkan untuk mencari racikan yang tepat untuk menghadapi persaingan ke depan,” kata Eng Hian. Selain adanya pemain-pemain andalan dalam negeri, Indonesia Masters 2025 juga akan menjadi arena pertandingan bagi para atlet elite dunia seperti Shi Yu Qi (Tiongkok), Anders Antonsen (Denmark), Kunlavut Vitidsarn (Thailand), Wang Zhi Yi (Tiongkok), hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia). Indonesia Masters 2025 bakal bergulir pada 21-26 Januari di Istora, Senayan, Jakarta. Lebih dari 200 pemain elite dari 21 negara akan memperebutkan hadiah total sebesar 475 ribu dolar AS (Rp7,5 miliar). Sumber: Media Indonesia

Polytron Gubernur Cup 2024: Ribuan Pebulu Tangkis Bersaing Dapatkan Hadiah Ratusan Juta

Kejuaraan bulutangkis bergengsi Polytron Gubernur Cup 2024 bergulir pada Senin, (4/11) hingga Sabtu, (9/11) 2024 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Pada tahun ini tidak kurang dari 1.169 atlet dari berbagai daerah, telah siap untuk bertanding memperebutkan medali serta hadiah senilai total Rp 471 juta. Deretan klub-klub bulutangkis ternama seantero Tanah Air dipastikan ambil bagian dan menerjunkan atlet-atlet terbaik mereka di ajang ini, mulai dari PB Djarum, PB Jaya Raya, Exist Badminton Club, Mutiara Cardinal, PB Champion dan masih banyak lagi. Ketua Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf mengungkapkan bahwa Polytron Gubernur Cup 2024 merupakan turnamen resmi level nasional dalam kalender PBSI yang mendapatkan ranking poin nasional. Oleh karena itu, Polytron Gubernur Cup 2024 merupakan kesempatan berharga bagi klub-klub di berbagai daerah untuk membuktikan kemampuan para atletnya dalam menorehkan prestasi. “Polytron Gubernur Cup 2024 terbuka dan diikuti para atlet dari berbagai klub bulutangkis di seluruh Indonesia. Ajang ini berguna untuk melihat kualitas atlet dari masing-masing klub dan daerah. Bisa juga dikatakan sebagai tolok ukur pembinaan atlet selama satu tahun, semoga dari sini juga lahir bibit-bibit juara untuk Tanah Air,” ujar Basri Yusuf. Basri menambahkan Polytron Gubernur Cup 2024 juga dapat menjadi batu loncatan penting untuk berbagai kejuaraan dengan tingkatan yang lebih tinggi, misalnya Kejuaraan Nasional PBSI 2024 yang akan dihelat di Jakarta pada 3-8 Desember mendatang. Ketua Panitia Pelaksana Polytron Gubernur Cup 2024 Yuni Kartika berharap para atlet dapat memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang untuk meraih prestasi. Dengan demikian, Polytron Gubernur Cup ini juga dapat menjadi salah satu turnamen yang melahirkan atlet-atlet berbakat di masa mendatang. “Saya berterima kasih kepada PP PBSI dan Pengprov PBSI Jateng atas kepercayaan yang diberikan untuk menyelenggarakan turnamen ini. Saya berharap dengan mengikuti turnamen beranking poin nasional, para atlet semakin termotivasi. Selain itu juga, memperkaya pengalaman bertanding dalam skala nasional, khususnya bagi para atlet di Kudus dan sekitarnya,” kata Yuni yang juga Ketua Pengkab PBSI Kudus. Yuni Kartika menjelaskan kejuaraan ini mempertandingkan 21 kategori. Nomor tunggal dan putri mempunyai pembagian umur terbanyak, meliputi kelompok umur U11 (usia dini), U13 (anak-anak), U15 (pemula), U17 (remaja), hingga U19 (taruna). Sedangkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran hanya akan mempertandingkan kelompok umur U15 (pemula), U17 (remaja), dan U19 (taruna). “Dari total 1.169 peserta, sektor tunggal anak-anak putra memiliki jumlah terbanyak dengan 173 peserta. Disusul sektor tunggal pemula putra 126 peserta, dan tunggal usia dini putra 117 peserta. Di berbagai turnamen tingkat nasional, tiga sektor ini memang kerap punya jumlah peserta terbanyak,” terangnya. Dalam kesempatan terpisah Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan, sejumlah atletnya akan turun di seluruh nomor yang dipertandingkan. Klub asal Kudus ini berupaya untuk mempertahankan titel Juara Umum yang diraih pada Polytron Gubernur Cup tahun lalu. Oleh karena itu, para anak asuhnya kini tengah menjalani berbagai persiapan baik fisik maupun mental. “Dengan full team tahun ini di semua nomor pertandingan Polytron Gubernur Cup 2024 yang terpenting adalah tampil optimal, tidak kalah serta tidak mau kalah. Apalagi ini adalah turnamen yang penting menjelang Sirnas Premier dan Kejurnas. Oleh karena itu saya optimis PB Djarum dapat kembali bersaing tahun ini baik di level nasional maupun internasional,” jelas Yoppy yang juga menjabat Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation. Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo menuturkan, pihaknya berharap Polytron Gubernur Cup 2024 dapat menjadi tolok ukur pengembangan bakat pebulutangkis Indonesia. Terlebih lagi dengan tingginya jumlah peserta, akan membuat persaingan menapaki tangga juara semakin kompetitif. Polytron siap mendukung kiprah para generasi muda meraih prestasi melalui dunia bulutangkis. “Polytron Gubernur Cup 2024 ini kami harapkan bisa menjadi wadah yang baik dalam meregenerasi dan mengasah bakat-bakat pebulutangkis muda di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi penting dalam memberikan pengalaman bertanding dan mengasah mental juara. Harapannya kejuaraan ini juga bisa menjadi barometer melihat perkembangan potensi bulutangkis kita yang lebih baik lagi,” terang Tekno Wibowo. Selain Polytron, turnamen ini juga terselenggara berkat dukungan penuh dari Bakti Olahraga Djarum Foundation serta beberapa sponsor lainnya seperti Milklife, Hundred, dan Cleo.

Kejuaraan Dunia Junior 2024: Dua Medali Perunggu Untuk Indonesia

Langkah dua wakil Indonesia dari nomor tunggal putra dan ganda putri pada Kejuaraan Dunia Junior 2024 harus terhenti oleh lawannya masing-masing. Berkat hasil tersebut, Indonesia berhasil meraih dua medali perunggu. Medali pertama datang dari pebulutangkis tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah. Dalam laga yang berlangsung di Nanchang International Sports Center Gymnasium hari Sabtu (12/10) siang itu, Ubed, sapaan akrabnya takluk dari wakil tuan rumah Wang Zi Jun 19-21, 20-22. Ubed sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan, ia selalu unggul di awal-awal baik di gim pertama maupun kedua namun masuk ke separuh akhir pertandingan, lawan mampu mengejar dan membalikkan keadaan. Hal ini cukup disesali atlet kelahiran Sampang, 26 Juni 2007 itu. “Gim pertama maupun kedua saya sudah unggul tapi terkejar karena saya kehilangan fokus,” kata Ubed. “Jadinya saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan ingin cepat-cepat mematikan lawan padahal secara pola permainan saya sudah tahu apa yang harus diterapkan. Di sisi lain, lawan bermain rapi dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” lanjut Ubed. Walau kalah Ubed tetap bersyukur atas pencapaiannya. Dia pun bertekad untuk terus meningkatkan performa. “Saya tetap mengucap syukur alhamdulillah bisa sampai di sini, bisa dapat medali tapi saya belum puas,” ucap penggemar Anthony Sinisuka Ginting ini. “Dari Kejuaraan Dunia Junior saya pertama ini, banyak yang harus saya tingkatkan dari sisi fisik dan tekniknya,” sahut Ubed yang masih memiliki satu kali kesempatan lagi tampil di level junior tahun depan. Sementara itu, langkah Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine terhenti diadang oleh ganda putri Jepang, Ririna/Aya. Mereka takluk dengan skor akhir 21-23, dan 19-21.

Indonesia Juara Piala Suhandinata 2024

Piala Suhandinata 2024

Tim bulutangkis junior mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Piala Suhandinata 2024 usai berhasil menjadi kampiun. Supremasi tertinggi kejuaraan bulutangkis tingkat junior internasional ini sukses dibawa pulang usai mengalahkan tuan rumah yang sekaligus unggulan pertama, China. Mutiara Ayu Puspitasari membungkam China dengan skor 110-103 dalam pertandingan yang digelar di Nanchang International Sports Center Gymnasium hari Sabtu (5/10). Ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine menjadi bintang pada laga final ini. Turun dua kali, Isyana/Rinjani total mengumpulkan 26 poin. Di laga pertama melawan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue, Isyana/Rinjani menang 22-15. Saat dimulai Indonesia sedang tertinggal 7-11 setelah Mutiara Ayu Puspitasari yang membuka laga menyerah dari Xu Wen Jing. “Kami senang dan bersyukur bisa membawa kembali Piala Suhandinata ke Indonesia. Gelar ini kami persembahkan untuk semua masyarakat Indonesia yang selalu mendukung, untuk keluarga, pelatih dan PBSI,” kata Rinjani. “Kami sudah siap dari awal, kami sudah pernah bertemu mereka jadi kali ini kami yakin bisa unggul apalagi gimnya pendek. Kami tetap jaga fokus, jaga mental di laga kedua,” tambah Isyana. Di partai ketiga dan keempat, China mulai mengejar tapi tidak berhasil menyalip. Indonesia masih unggul 44-40. Indonesia kembali melebarkan jarak di partai kelima. Anselmus Breagit Fredy Prasteya/Pulung Ramadhan mengakhiri paruh pertama dengan kemenangan 55-48 atas Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi. Mutiara menebus kesalahan di partai kedua. Kembali berhadapan dengan Xu Wen Jing, juara Asia junior 2023 sukses melebarkan jarak poin 66-55. “Senang banget secara pribadi. Tim ini sangat luar biasa. Setelah tiga edisi saya ikut Kejuaraan Dunia Junior akhirnya bisa membawa pulang piala Suhandinata,” ungkap Mutiara. “Saya tidak maksimal di laga pertama tapi habis dari situ saya coba evaluasi dengan pelatih. Tidak banyak pola yang berubah sebenarnya, hanya semangat dan kesiapannya lebih meningkat di laga kedua,” jelas Mutiara. Setelahnya, Indonesia makin tidak terkejar. Isyana/Rinjani, Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana dan Moh Zaki Ubaidillah menjalankan tugas dengan baik. “Alhamdulillah bisa menjalankan tugas dengan baik di final ini. Senang menjadi bagian dari tim juara,” ucap Ubed. Akhirnya Anselmus/Pulung memastikan kemenangan Merah-Putih Muda7 dengan skor 110-103. “Bahagia sekali hari ini. Rasanya campur aduk. Di laga pertama kami bisa menikmati pertandingan sementara di laga kedua tekanan dan tegangnya sangat terasa,” sahut Pulung. “Kami terus fokus dengan pola permainan dan pertandingannya. Tidak memikirkan sekeliling, itu membuat kami tidak terpengaruh suporter tuan rumah,” tambah Ansel. Gelar ini terasa istimewa karena diraih setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, mengalahkan China di kandangnya. Ini juga menjadi balasan sepadan di final tahun lalu. Saat itu, tim junior Indonesia ditundukkan China dengan skor 1-3 di Spokane, Amerika Serikat. “Saya bangga sekali dengan perjuangan anak-anak. Mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Rionny Mainaky, sang manajer tim. “Luar biasa penampilan mereka di kandang China ini. Bisa tampil tenang dengan tekanan yang sangat besar. Saya sangat apresiasi,” lanjut Rionny. Rionny menambahkan bahwa kekompakan tim menjadi pilar penting kembalinya Piala Suhandinata ke tanah air. “Kekompakan mereka bagus sekali. Ini sangat penting dalam tim. Mereka juga displin dan mau berjuang habis-habisan,” Rionny menambahkan. Masih ada nomor perorangan yang akan berlangsung pekan depan, oleh karenanya Rionny berpesan untuk tidak terlalu terlena. “Jangan terlalu terlena dengan hasil ini. Masih ada perorangan jadi semua sektor harus menunjukkan lagi semangat dan perjuangannya. Yakin mereka bisa,” pungkas Rionny. Berikut rekap pertandingan Indonesia vs China: WS1: Mutiara Ayu Puspitasari vs Xu Wen Jing 7-11 WD1: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue 22-15 XD1: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana vs Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan 33-31 MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Hu Zhe An 44-40 MD1: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi 55-48 WS2: Mutiara Ayu Puspitasari vs Xu Wen Jing 66-55 WD1: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue 77-62 XD1: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana vs Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan 88-77 MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Hu Zhe An 99-87 MD1: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi 101-103

Piala Suhandinata 2024: Lolos Delapan Besar, Indonesia Jumpa India

Sukses melaju ke babak perempat final Piala Suhandinata 2024, tim junior Indonesia kini bersiap untuk menghadapi India. Laga ini akan berlangsung di Nanchang International Sports Center Gymnasium, China, pada Kamis (3/10) mulai pukul 15.30 waktu setempat. Sebelumnya di babak penyisihan grup, tim Indonesia sukses menyapu bersih kemenangan atas empat lawannya yaitu Macau, Kepulauan Mariana Utara, Sri Lanka dan terakhir dengan Polandia. Hasil ini diharapkan bisa menjadi bekal dan menambah kepercayaan diri tim Indonesia untuk terus menanjak ke partai puncak. “Alhamdulillah saya dan tim bisa melaju ke babak perempat final. Kalau dilihat dari grup F memang cukup diuntungkan, jadi kami memang sudah seharusnya lolos,” kata Mutiara Ayu Puspitasari, atlet tunggal putri yang juga menjadi kapten dalam tim. “Ini menjadi bekal penting tapi dari pertandingan ini kami harus belajar untuk beradaptasi dengan cepat apalagi bila nanti bertemu lawan-lawan yang lebih seimbang,” lanjut Mutiara. Mutiara berharap performa positif ia dan timnya bisa terus meningkat di babak perempat final nanti. Apalagi dengan sistem pertandingan yang baru, menuntut para atlet untuk langsung in di lapangan dan fokus hingga akhir. “Dengan sistem relay point ini memang tidak bisa dilihat secara individu pemain jadi pastinya setiap tim punya strategi tersendiri, meskipun bagus belum tentu menang. Jadi harapannya kami bisa maksimal di semua partai,” ungkap Mutiara. “Saya berharap tren bagus dari kemenangan fase grup bisa berlanjut terus sampai final,” lanjutnya. Manajer tim Rionny Mainaky mengapresiasi penampilan atletnya di laga kali ini. Meski begitu ia juga menggaris bawahi penampilan beberapa pemain yang perlu dievaluasi. Riony berharap timnya bisa lebih siap lagi dalam menghadapi India. “Secara keseluruhan cukup bagus tapi catatan untuk Bismo dan Riska/Salsa yang cukup banyak kehilangan poin. Ini menjadi bahan evaluasi untuk laga besok,” kata Rionny. “Besok masuk lapangan harus sudah panas, sudah siap tempur. Penguasaan lapangan harus baik dan konsisten. Semangat dan daya juang ditambah,” pesan Rionny. Soal kekuatan India, Rionny mewanti-wanti anak asuhnya untuk waspada pada tunggal putra dan putrinya. India dinilai memiliki kualitas yang bagus dan daya juang yang tinggi. Sebelumnya saat berhadapan dengan Turki, India sempat beberapa kali tertinggal poin. Namun mereka berhasil bangkit dan membalikkan keadaan, hingga merebut poin 110-99. “Tunggal putra dan putri India mempunyai kualitas cukup oke. Di luar itu mereka juga punya daya juang tinggi jadi anak-anak harus waspada,” ujar Rionny. Jika berhasil lolos ke semifinal, Indonesia akan bertemu pemenang antara Jepang dengan Amerika Serikat. Amerika Serikat sendiri sukses membuat kejutan besar dengan mengalahkan Thailand di laga terakhir penyisihan grup H dengan skor ketat 110-107. Di paruh undian lain, China akan menghadapi Taiwan, sementara Malaysia bertemu Denmark.

Ratusan Atlet Bulu Tangkis Ramaikan Polytron Kudus Cup 2024

Sebanyak 582 pebulutangkis cilik semarakkan kejuaraan bulu tangkis Polytron Kudus Cup 2024. Ratusan pebulutangkis itu terbagi menjadi tiga kelompok umur, yakni U-11, U-13, dan U-15. Mereka berasal dari sejumlah klub kenamaan di Jawa Tengah dan sekitarnya. Kejuaraan ini dimulai Senin (22/7/2024) dan berlangsung hingga Sabtu (27/7/2024) di GOR Djarum Kaliputu. Sekum PBSI Kudus Raventus Pongoh mengatakan, penggabungan Muria Cup dan Kretek Cup bertujuan untuk pembibitan atlet muda bulu tangkis. “Supaya banyak bibit pebulutangkis muda yang terjaring. Sehingga ke depannya bisa untuk stok pebulutangkis di masa depan,” katanya, Senin (22/7/2024). Sementara itu, Referee Polytron Kudus Cup 2024, Pujiasto menyampaikan, kejuaraan ini menggunakan aturan dari PBSI dan BWF. “Untuk seeding berdasarkan ranking nasional kemudian tidak ada pergantian pemain baik di nomor tunggal maupun ganda,” jelasnya. Pertandingan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, durasi pemanasan tiap-tiap atlet tidak lebih dari dua menit. Selanjutnya, untuk aturan jersey yang digunakan pemain harus terdapat nama pemain, nama klub. “Pemain harus bersalaman terlebih dahulu dengan lawan kemudian dilanjutkan dengan bersalaman ke wasit dan pelatih,” imbuhnya. Ia menyampaikan, pertandingan menggunakan score 3×21 dengan prinsip the best of three games. Kemudian apabila terjadi score 20-20, pemenangnya merupakan pemain yang mendapat angka dua secara berturut turut. “Apabila terjadi score 29-29, pemenangnya yakni pemain yang mendapat angka 30 lebih dulu,” terangnya. Sumber: RRI

Yonex Sunrise PJR Junior International GP 2024: PB Djarum Sumbang Gelar Terbanyak

Berakhir sudah rangkaian Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024 di GOR Jaya Raya Bintaro, Minggu (14/7/2024). Dari 14 gelar yang diperebutkan, 6 diantaranya berhasil diraih oleh Indonesia. PB Djarum sendiri menjadi penyumbang gelar terbanyak bagi tuan rumah dengan torehan 3 gelar lewat sektor ganda putra U17, ganda campuran U17 dan ganda campuran U19. Wakil PB Djarum sendiri yang berhasil menaiki podium juara tertinggi salah satunya yaitu ganda campuran U19, Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana. Finasil Asia Junior Championships 2014 itu menjadi juara usai mengalahkan wakil Indonesia lainnya, Ignasius Eric Christian/Medina Nazwa Yanuar dengan 21-18, 21-16. “Kami tampil cukup bagus dan kompak, lebih baik dari sebelumnya. kita bisa juara sesuai dengan target. senang bisa bermain disini. Ini adalah penampilan terakhir di junior dengan menjadi juara,” ungkap Darren. “Tadi sempat tertinggal tetapi bisa kembali bangkit. Setelah gim kedua, bermain lebih enak dan lebih sabar lagi,” jelas Bernadine. Lalu dua gelar yang diraih oleh atlet asal PB Djarum lainnya, yaitu ganda putra U17 Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel yang mengalahkan wakil, Muhammad Vito Anaffsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) 22-24, 21-14, 21-14 dan ganda campuran U17, Muhammad Rizki Mubarrok/Yasintha Ristyna Putri yang mengalahkan Faizal Pangestu/Atresia Naufa Candani (Indonesia) 22-20, 21-14. Sementara itu negara dengan peraih gelar terbanyak disusul oleh Jepang yang meraih 3 gelar, lalu Korea yang berhasil meraih 2 gelar, serta Hong Kong, Malaysia dan Thailand yang masing-masing meraih 1 gelar juara. Berikut daftar juara Yonex Sunrise Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2024: Kelompok U-15 Tunggal Putra U-15: Alvin Jefferson Kusuma (INA) vs Seo Hyun Kyu (11-KOR) 10-21, 21-17, 21-18 Tunggal Putri U-15: Kokoro Sato (JPN) vs Kungkaew Kakanik (THA) 24-22, 22-14 Ganda Putra U-15: Kang Yong Ho/Seo Hyun Kyu (KOR) vs Rhama Madsuba Praduwartha/Adhwin Arling Rangga (INA) 21-16, 21-9 Ganda Putri U-15: Min Chae Yoon/Park Yoo Jeong (KOR) vs Nathida Buramart/Sarisa Janpeng (1-THA) 19-21, 21-18, 21-17 Kelompok U-17 Tunggal Putra U-17: Boon Le Lim (8-THA) vs Yarits Al Kaaf Rengganingtyas (INA) 12-21, 21-18, 21-17 Tunggal Putri U-17: Yuzu Ueno (JPN) vs Shaafiya Yasmin Maitsaa (12-INA) 21-17, 15-21, 21-9 Ganda Putra U-17: M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel (14-INA) vs M. Vito Anaffsa/Grendly Alkatib Lumintang (16-INA) 22-24, 21-14, 21-14 Ganda Putri U-17: Aoi Banno/Yuzu Ueno (JPN) vs Kim Han Bi/Kim Na Yeon (13-KOR) 21-11, 21-9 Ganda Campuran U-17: M. Rizki Mubarrok/Yasintha Ristyna Putri (INA) vs Faizal Pangestu/Atresia Naufa Candani (INA) 22-20, 21-14 Kelompok U-19 Tunggal Putra U-19: Lam Ka To (HKG) vs Moh. Zaki Ubaidillah (2-INA) 13-21, 21-7, 21-11 Tunggal Putri U-19: Anyapat Phichitpreechasak (2-THA) vs Yataweemin Ketklieng (4-THA) vs 21-19, 21-13 Ganda Putra U-19: Taufik Aderya/M.Nawaf Khoiriyansyah (INA) vs M. Baqir Al Hanif/Ali Fathir Rayhan (5-INA) 22-20, 21-19 Ganda Putri U-19: Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani (INA) vs Yataweemin Ketklieng/Passa-Orn Phannachet (1-THA) 21-15, 21-10 Ganda Campuran U-19: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana (1-INA) vs Ignasius Eric Christian/Medina Nazwa Yanuar (11-INA) 21-18, 21-16

Sukses Digelar, Sumedang Open 2024 Diharap Lahirkan Atlet Terbaik

Turnamen Bulutangkis PBSI Sumedang Open 2024 sukses digelar di GOR Sampurna Sumedang. Ajang pencarian bibit muda ini diselenggarakan selama empat hari dari mulai Senin 6 Mei sampai Kamis 9 Mei 2024 diikuti lebih 700 peserta. Kejuaraan rutin tahunan yang digelar PBSI Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini, mempertandingkan tiga kategori yakni Kategori Umur Tunggal terdiri dari Tunggal Usia Pra Dini Putra/Putri. Kemudian, Tunggal Usia Dini Putra/Putri, Tunggal Usia Anak-anak dan Tunggal Usia Pemula Putra/Putri, Tunggal Usia Remaja Putra/Putri. Selanjutnya, Kategori Usia Ganda yakni Ganda Usia Anak-anak Putra/Putri, Ganda Usia Pemula Putra/Putri dan Ganda Remaja Putra/Putri. Terakhir, Kategori Dewasa yakni Ganda Putra kelas B. “Alhamdulillah, Turnamen PBSI Sumedang Open 2024 berjalan lancar hingga babak selesai. Selamat kepada para pemenang, dan untuk yang belum menjadi juara jangan patah semangat,” kata Indra Jayaatmaja, Ketua PBSI Sumedang. Indra berharap ajang ini akan melahirkan pebulutangkis terbaik dari Sumedang yang dapat bersaing di level nasional maupun internasional. Dia pun siap untuk menggelar turnamen ini rutin setiap tahunnya. “Turnamen ini kita buat untuk melahirkan cikal bakal pebulutangkis terbaik dari Sumedang. PBSI siap menggulirkan kompetisi yang dimanfaatkan untuk menjaring serta menyaring bibit potensial. Dan kami juga punya cita-cita ke depan untuk menggelar kejuaraan regional maupun nasional,” ungkapnya. Sementara itu, Perwakilan BJB, Topan Surya, mengapresiasi Turnamen Bulutangkis PBSI Sumedang Open 2024 ini, Dia pun berharap akan lahir pebulutangkis berprestasi dari turnamen ini. “Mudah mudahan untuk nanti ke event yang lebih besar, Porda dan PON dan turnamen internasional ada perwakilan dari Sumedang,” kata Topan. “BJB beranjak dari masyarakat, dan untuk masyarakat. Jadi harapan kami dapat mendukung bibit bibit, usia dini agar bisa berkembang. Harapannya, turnamen-turnamen usia dini jangan hanya terbatasi kalangan atas. Jadi kami suppport event ini. Kalau untuk kemajuan untuk negeri kami siap untuk me-support,” jelasnya. Sumber: Viva.co

Sabar/Reza Juara, Menang Dramatis Lawan Malaysia

Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Resza Pahlevi Isfahani berhasil jadi juara Spain Masters 2024 usai menang atas Arif Junaidi/Yap Roy King dengan skor 21-18, 17-21, 21-19. Sabar/Reza bisa memulai laga dengan keunggulan 2-0. Sempat disamakan oleh lawan, Sabar/Reza kemudian menjauh dengan skor 9-6 dan berlanjut menjadi 11-7. Sabar/Reza kemudian berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-7. Selepas interval, Junaidi/Roy langsung menghentak dan merebut tiga poin beruntun. Sabar/Reza akhirnya bisa menghentikan torehan poin beruntun lawan di kesempatan berikutnya. Sabar/Reza bisa keluar dari tekanan dan bisa menciptakan empat poin di kedudukan 16-12. Pukulan Sabar di depan net sukses mendarat telak di lapangan lawan. Namun Junaidi/Roy bisa mengejar dan menekan. Mereka bisa menyamakan kedudukan di angka 17-17. Sambaran Sabar berhasil membuat Sabar/Reza bisa kembali unggul 18-17. Poin ke-19 kemudian dihasilkan oleh Reza yang dengan cekatan menyambar shuttlecock di depan net. Sabar/Reza sukses merebut poin berikutnya dan meraih game point di angka 20-17. Sempat gagal di kesempatan pertama, pukulan Reza mengakhiri perlawanan Junaidi/Roy di gim pertama. Memasuki gim kedua, Sabar/Reza berganti tertekan oleh lawan. Mereka tertinggal 5-11 di interval. Selepas interval, Sabar/Reza coba memperbaiki permainan mereka. Sabar/Reza sempat memperkecil ketinggalan jadi tiga poin pada kedudukan 9-12. Sabar/Reza terus berupaya mengejar. Namun Junaidi/Roy bisa lolos dari kejaran Sabar/Reza dan meraih game point di angka 20-15. Sabar/Reza bisa menggagalkan dua game point lawan dengan baik. Namun mereka gagal di kesempatan berikutnya dan kalah 17-21. Memasuki gim penentuan, laga sengit tersaji sejak awal. Kedua ganda bertarung ketat dan skor imbang kerap terjadi, mulai dari 6-6, 8-8, dan 9-9. Sabar/Reza lalu bisa mengambil momentum dan merebut keunggulan 11-9 di interval. Seusai interval, Sabar/Reza terus berusaha menjaga keunggulan. Sayangnya lawan bisa menyamakan skor jadi 14-14 setelah smes Reza membentur net. Reza lalu membayar kesalahan di permainan berikutnya. Smes silang miliknya tidak bisa ditangkis oleh lawan. Skor berubah jadi 15-14. Poin ke-16 kemudian didapatkan Sabar/Reza di kesempatan berikutnya. Serangan tajam Sabar/Reza bisa menembus pertahanan lawan. Sayangnya setelah itu Sabar/Reza kehilangan tiga poin beruntun. Mereka balik tertinggal 16-17. Smes lurus dari Reza kemudian membuat skor sama kuat 17-17. Sabar/Reza lalu kembali memimpin pada angka 18-17 setelah lawan gagal mengembalikan shuttlecock dengan baik. Sergapan lawan di depan net membuat skor kembali imbang pada kedudukan 18-18. Pukulan Sabar yang memanjang keluar membuat lawan mendapat angka 19 terlebih dulu . Permainan Sabar yang cepat di depan net membuat angka kembali imbang 19-19. Penampilan Reza di depan net kembali membuahkan hasil. Sabar/Reza merebut match point terlebih dulu. Reza lagi-lagi menunjukkan kesigapan di depan net. Pukulan Reza mengakhiri perlawanan Junaidi/Roy dengan skor 21-19. Sumber: CNN