Janice Tjen Cetak Sejarah, Tembus Top 50 WTA

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen mencetak sejarah baru bagi dunia tenis nasional setelah berhasil menembus peringkat 50 besar dunia Women’s Tennis Association (WTA). Janice kini menempati peringkat 47 dunia, sekaligus menjadi petenis putri Indonesia pertama yang mencapai pencapaian tersebut di abad ini. Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang tenis putri Indonesia sejak era legenda Yayuk Basuki yang terakhir menembus jajaran elite dunia pada 1998. Pencapaian Janice tidak lepas dari penampilan impresifnya dalam sejumlah turnamen internasional, termasuk Australian Open 2026. Performa konsisten Janice sepanjang musim ini turut ditandai dengan keberhasilannya meraih gelar juara pada turnamen di Chennai. Hasil positif itu menjadi momentum penting yang mendorong lonjakan peringkat dunia miliknya. Keberhasilan Janice dinilai sebagai sinyal kebangkitan tenis Indonesia di level internasional. Atlet muda tersebut menunjukkan perkembangan signifikan melalui permainan agresif dan mental bertanding yang semakin matang saat menghadapi lawan-lawan papan atas dunia. Setelah mencetak pencapaian bersejarah, Janice tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan perjuangannya pada turnamen WTA 500 Abu Dhabi yang berlangsung pekan ini. Turnamen tersebut menjadi ajang penting bagi Janice untuk mempertahankan konsistensi performa sekaligus berpotensi meningkatkan posisinya dalam peringkat dunia. Keikutsertaan Janice di turnamen level tinggi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet tenis Asia yang patut diperhitungkan di kancah internasional. Dukungan publik Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya ke depan. Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus menanjak, Janice Tjen berpeluang mencatatkan lebih banyak prestasi sekaligus membuka harapan baru bagi kebangkitan tenis putri Indonesia di panggung dunia.

Ubed Juara Thailand Masters 2026

Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Zaki “Ubed” Ubaidillah mempermalukan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-19, 20-22, 21-19 pada partai final untuk menjuarai Thailand Masters 2026. Itu menjadi kali pertama Ubed mengalahkan Panitchaphon setelah selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. “Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara,” kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. Itu menjadi gelar pertama Ubed pada 2026 setelah sebelumnya hanya mencapai 16 besar Indonesia Masters, di mana dia dihentikan wakil Singapura, Loh Kean Yew, 19-21, 10-21. Dalam perjalanannya menjadi juara Thailand Masters, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, salah satunya memenangi perlawanan melawan rekan senegaranya sendiri yang sebelumnya menjadi juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan, di babak semifinal dengan skor 21-18, 21-14. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas,” tutur Ubed, yang merupakan tunggal putra 44 dunia. Kemenangan Ubed membuat Indonesia memborong empat gelar dari Thailand Masters 2026 setelah sebelumnya menang di sektor ganda putri (Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti), ganda putra (Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana), dan ganda campuran (Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil).

PBSI rilis kalender kompetisi 2026 level junior

Bendera PBSI

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) merilis kalender kompetisi level junior untuk nasional dan internasional 2026. Untuk kelompok usia junior di level internasional, PBSI menjadwalkan Jaya Raya Junior Grand Prix serta Asia Youth International Challenge, yang menjadi bagian penting jalur pembinaan atlet muda menuju level senior. Sementara itu, pada level nasional, PBSI kembali menggelar rangkaian Sirkuit Nasional A, B, dan C, dilanjutkan Sirnas Premier, Kapolri Cup, hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI sebagai puncak kompetisi domestik. Kalender nasional PBSI tahun 2026 level junior APRIL 13–18 April Sirnas A Surabaya — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 27 April–2 Mei Sirnas B Palu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) MEI 4–9 Mei Sirnas A Kudus — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 11–16 Mei Bupati Kutai Timur Open Kutai Timur — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 18–23 Mei Sirnas B Samarinda — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) JUNI 8–13 Juni Candra Wijaya Doubles Special Tangerang Selatan — Sirkuit Nasional C (U-15, U-17, U-19, Dewasa) 15–20 Juni Kajati Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 22–27 Juni Kapolda Sumbar Open Padang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 29 Juni–5 Juli FISIP UI Open Depok — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17) JULI 7–12 Juli Junior Grand Prix Jaya Raya Tangerang Selatan — Grand Prix (Junior) 13–18 Juli Pupuk Kaltim Open Bontang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 14–19 Juli Kapolri Cup TBC — PBSI Event (U-15, U-17, U-19 / 32 terbaik) 20–25 Juli Sirnas B Medan — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) AGUSTUS 3–8 Agustus Sirnas A Jakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 10–15 Agustus Walikota Bandung Open Bandung — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 17–22 Agustus Sirnas B Bengkulu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) 24–29 Agustus Bayan Open Balikpapan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) SEPTEMBER 8–13 September Sirnas A DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 15–20 September Piala Raja Hamengkubuwono X DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 28 September–3 Oktober Sirnas A Bandung — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) OKTOBER 5–10 Oktober Asia Youth International Challenge Kudus — International Challenge (U-19) 12–17 Oktober Victor Sumut Open Medan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 26–31 Oktober Sirnas B Bali — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) NOVEMBER 2–7 November Hundred Banda Baru Open Batam — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 23–28 November Gubernur Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) DESEMBER 7–12 Desember Paser Open Paser — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19)

Ini Jadwal Lengkap Sirkuit Nasional PBSI 2026

Logo PBSI

Indonesia kembali bersiap menyambut gegap gempita turnamen bulu tangkis nasional paling bergengsi, Sirkuit Nasional PBSI (Sirnas) 2026. Perhelatan yang menjadi barometer prestasi atlet bulu tangkis Tanah Air ini akan digelar dari bulan April hingga Desember 2026. Sirkuit Nasional PBSI akan terbagi dalam 3 level, yakni Sirkuit Nasional A, B, dan C dengan total 23 seri pertandingan yang tersebar di berbagai provinsi. Ajang ini bukan sekadar turnamen rutin. Sirnas PBSI telah menjadi bagian penting dari sistem pembinaan prestasi nasional dan ajang seleksi tak langsung menuju level internasional. Lewat persaingan ketat di berbagai kelompok umur, Sirnas kerap melahirkan bintang-bintang baru yang kelak mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Lalu, kapan jadwalnya akan dimulai? Berikut jadwal resmi turnamen Sirnas PBSI 2026 berdasarkan data dari PP PBSI: APRIL 13–18 April Sirnas A Surabaya — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 27 April–2 Mei Sirnas B Palu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) MEI 4–9 Mei Sirnas A Kudus — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 11–16 Mei Bupati Kutai Timur Open Kutai Timur — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 18–23 Mei Sirnas B Samarinda — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) JUNI 8–13 Juni Candra Wijaya Doubles Special Tangerang Selatan — Sirkuit Nasional C (U-15, U-17, U-19, Dewasa) 15–20 Juni Kajati Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 22–27 Juni Kapolda Sumbar Open Padang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 29 Juni–5 Juli FISIP UI Open Depok — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17) JULI 13–18 Juli Pupuk Kaltim Open Bontang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 20–25 Juli Sirnas B Medan — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) AGUSTUS 3–8 Agustus Sirnas A Jakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 10–15 Agustus Walikota Bandung Open Bandung — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 17–22 Agustus Sirnas B Bengkulu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) 24–29 Agustus Bayan Open Balikpapan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) SEPTEMBER 8–13 September Sirnas A DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 15–20 September Piala Raja Hamengkubuwono X DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 28 September–3 Oktober Sirnas A Bandung — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) OKTOBER 12–17 Oktober Victor Sumut Open Medan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 26–31 Oktober Sirnas B Bali — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) NOVEMBER 2–7 November Hundred Banda Baru Open Batam — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 23–28 November Gubernur Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) DESEMBER 7–12 Desember Paser Open Paser — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) Catatan Tambahan dari PBSI PBSI menyampaikan bahwa lokasi pelaksanaan masih dapat berubah apabila hasil survei menunjukkan sarana dan prasarana belum memenuhi standar nasional.

PBSI Gelar Seleksi Nasional PBSI 2026

Eng Hian

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan menyelenggarakan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial untuk bergabung dengan Pelatnas PBSI. Seleknas PBSI 2026 akan berlangsung pada 3 hingga 7 Februari 2026 di Majeh Arena Wadas, Karawang, dengan menggunakan empat lapangan pertandingan. Seleksi Nasional PBSI ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik kategori taruna (U19) yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PP PBSI. Peserta Seleknas meliputi atlet tunggal dan ganda juara Kejuaraan Nasional PBSI Perorangan Taruna Divisi I Tahun 2025, dengan pengecualian bagi atlet yang telah direkrut masuk Pelatnas PBSI. Peserta Seleknas juga berasal dari atlet kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya yang berada pada peringkat 15 nasional Taruna (U19) terbaik di setiap sektor dengan perhitungan ranking yang digunakan adalah per tanggal 24 Desember 2025, setelah pelaksanaan Kejuaraan Nasional PBSI 2025. Selain jalur Seleknas, PP PBSI juga menetapkan bahwa tiga atlet muda, Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) dari sektor tunggal putri dan Alexius Ongkytama Subagio/ Aquino Evano Keneddy Tangka (Djarum Kudus) dari sektor ganda putra bergabung langsung ke Pelatnas PBSI. Ketiganya direkrut berdasarkan prestasi konsisten yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025, serta hasil pemantauan Tim Pemandu Bakat PP PBSI, sehingga dinilai telah memenuhi kriteria pembinaan Pelatnas. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa Seleknas PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. “Seleksi Nasional PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. Melalui Seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi, sebagai langkah awal menuju pembinaan di Pelatnas PBSI,” ujar Eng Hian. “Kriteria seleksi yang mengacu pada hasil Kejurnas, peringkat nasional, serta pantauan Tim Pemandu Bakat dirancang untuk memastikan atlet yang terpilih tidak hanya memiliki capaian prestasi saat ini, tetapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan prestasi PBSI,” tambahnya. Khusus untuk nomor ganda, para atlet diperbolehkan melakukan pertukaran pasangan dengan ketentuan pasangan tersebut berada dalam 16 besar ranking nasional, serta adanya kesepakatan tertulis antara atlet dan Perkumpulan Bulutangkis (PB). Atlet hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) PBSI juga dapat diikutsertakan sebagai peserta Seleknas meskipun berada di luar 16 besar ranking nasional. Sementara itu, bagi atlet ganda yang memiliki lebih dari satu pasangan dan sama-sama berada dalam 16 besar ranking nasional, maka atlet tersebut wajib memilih satu pasangan untuk didaftarkan pada Seleknas. Sebagai penegasan komitmen pembinaan prestasi, atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara Seleknas PBSI 2026 wajib memenuhi panggilan untuk masuk Pelatnas PBSI tanpa syarat apa pun. Melalui Seleknas ini, PP PBSI berharap dapat menjaring atlet-atlet muda terbaik yang memiliki potensi jangka panjang untuk memperkuat bulutangkis Indonesia di level internasional. PESERTA SELEKSI NASIONAL PBSI TAHUN 2026 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana – DJARUM, KUDUS Fardhan Rainanda Joe – EXIST BADMINTON CLUB Denis Azzarya – JAYA RAYA JAKARTA Maharishiel Timotius Gain – JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi – DJARUM, KUDUS Yusack Christian – JAYA RAYA JAKARTA Yudha Rendra Wijaya – DJARUM, KUDUS Yarits Al Kaaf Rengganingtyas – DJARUM, KUDUS Fathurachman – SARWENDAH BADMINTON CLUB, JAKTIM Izza Al-Faruq Aston Martin – EXIST BADMINTON CLUB I Made Sutha Adi Wiguna – GIDEON BADMINTON ACADEMY Surya Adhipratama Tanggara – BERKAT ABADI, BANJAR Fajar Shidiq Putra – EXIST BADMINTON CLUB Ghaisan Haidar Tsaqib – EXIST BADMINTON CLUB Jevian Vinara Phaskalis Jevlianda A – TANGKAS, JAKSEL Glend Yosua Octavianus Rumondor – JAYA RAYA JAKARTA Tunggal Putri: Jolin Angelia – DJARUM, KUDUS Christabel Calista Purwanto – DJARUM, KUDUS Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto – EXIST BADMINTON CLUB Shaafiya Yasmin Maitsaa – DJARUM, KUDUS Evelin Gracia Parapat – DJARUM, KUDUS Wening Arviani Sabrina – PELATKOT TANGERANG SELATAN Alfira Deanika – Jaya Raya Satria Auberta Zerlina – EXIST BADMINTON CLUB Nurul Tetra Junia Br Matondang – DJARUM, KUDUS Qori Nur Syarifah – EXIST BADMINTON CLUB Patricia Regina Adalia – JAYA RAYA JAKARTA Selvyra Khalishah – PELATPROV PBSI Jawa Timur Xabria Novrani Alonso – Mataram Raya, Sleman Ratifa Badriah – ALAMSYAH YUNUS BADMINTON CLUB Keira Putri Indriyan – MUTIARA CARDINAL, BANDUNG Beryl Auliya Sungkono – PELATPROV PBSI Jawa Timur Ganda Putra: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono – DJARUM, KUDUS Faizal Pangestu/Anju Siahaan – DJARUM, KUDUS Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA Akmal Nurrahman/Revand Harianto – JAYA RAYA JAKARTA Joseph Marcellino Kyta /Joven Farandi – GIDEON BADMINTON ACADEMY Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan – JAYA RAYA JAKARTA Grendly Alkatib Lumintang/Muhammad Vito Annafsa – JAYA RAYA JAKARTA Danendra Kamandika Xavier/Elang Rakha Putra Setiawan – JAYA RAYA JAKARTA Fadhullah Muas/Stanley Jaden Ng – GIDEON BADMINTON ACADEMY Muhammad Lutfhi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan – DJARUM, KUDUS Muhammad Nadhif Al Maren/Muhammad Hazeral Masyhur – PELATPROV PBSI Jawa Timur Danendra Ahmad Al Ghozali/Azril Dava Gistrafarizi – PELATPROV PBSI Jawa Timur Muhammad Zaki/ Anandhito Triadi – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR/ JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Alwan Setiawan/Naufal Syatar Syahwaldi – PUTRA HANDAYANI Boby Claudio Tampi/Darrel Fawwaz – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR Ahmad Tarindo Akbar/Fachry Adnan Pamungkas – GIDEON BADMINTON ACADEMY Ganda Putri: Imanuela Ayu Soka/Angelita Magdalena Yusup – DJARUM, KUDUS Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi – DJARUM, KUDUS Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M – DJARUM, KUDUS Merylia Putri Hanantha/Chelsea Veby Andela – PELATPROV PBSI Jawa Timur Afina Musa Putri/Nur Aliah Rahma – JAYA RAYA JAKARTA Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri – DJARUM, KUDUS Sheila Lidia/Veren Irvana Daula – JAYA RAYA JAKARTA Citra Murdiningrum Surono/Maheswara Kusumawulan – PB. Power Rajawali, Tangerang Chelsea Marvelyn Istanto/Agni Marshanda Pratistha Kuranta – DJARUM, KUDUS Aura Zalfa Syafiya/ Putri Melvina Dwiwahyuningsih – GIDEON BADMINTON ACADEMY/ Cakrabuana Badminton Training Camp Micha Leona Luthfia Wardoyo/Keyla Annisa Putri – JAYA RAYA JAKARTA Annisa Febriany Shalihah/ Balqis Azzahra Kayla Hasan – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA/TANGKAS, JAKSEL Risfina Meyizza Tommzhu/Syafiqa Aliya – GIDEON BADMINTON ACADEMY Gelsay Behrous Al Zahra/Injiliani Christania Tumbol – JAYA RAYA JAKARTA Nadia Zana Nailah/Alya Anggina Putri Nasution – PUTRA MAINAKY, TANGSEL Jasmin Early Mailova/Zahroh Nani Elvany – BAYU KENCANA Ganda Campuran: Ikhsan Lintang Pramudya/ Salsabila Zahra Aulia – DJARUM, KUDUS Balqis Azzahra Kayla Hasan/Mitchel Rori Monintja – TANGKAS , JAKSEL … Read more

Indonesia Masters 2026: Raymond/Joaquin Jadi Runner-Up

Podium Ganda Putra Indonesia Masters 2026

Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2026. Raymond/Joaquin mesti mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Raymond/Joaquin, yang tidak diunggulkan, menantang ganda putra unggulan empat Goh/Izzuddin di final. Bertanding di Istora Senayan pada Minggu (25/1/2026), Raymond/Joaquin kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Jalannya pertandingan. Raymond/Joaquin tampil menjanjikan di gim pertama setelah unggul 9-6. Namun, Goh/Izzuddin meraih enam poin berturut-turut untuk berbalik memimpin 12-9 setelah interval pertama. Goh/Izzuddin melanjutkan momentum, Raymond/Joaquin mencoba terus mendekat. Namun, kesalahan-kesalahan Raymond/Joaquin di saat kritis menguntungkan lawan sehingga mencapai game point 20-18. Satu angka ditambah Raymond/Joaquin. Serangan ke arah Joaquin gagal diantisipasi, Goh/Izzuddin memastikan keungulan 21-19 di gim pertama. Raymond/Joaquin kalah start di gim kedua. Mereka membiarkan lawan meraup enam poin pertama berturut-turut sehingga ketinggalan 0-6. Setelahnya tekanan Goh/Izzuddin membuat Raymond/Joaquin kewalahan. Jarak tujuh poin tercipta di interval kedua dengan keunggulan Goh/Izzuddin 11-4. Goh/Izzuddin tidak membiarkan Raymond/Joaquin kembali dalam permainan meskipun unggul jauh. Pukulan Raymond yang terlalu panjang melebarkan keunggulan Goh/Izzuddin 17-6. Goh/Izzuddin meraih tiga angka beruntun untuk mencapai match point 20-6. Raymond/Joaquin meraih tujuh angka selanjutnya untuk memperpanjang napas. Kedudukan 13-20. Sebuah reli yang diakhiri dengan smes keras tak sanggup dikembalikan Raymond/Joaquin. Mereka kalah 14-21 sekaligus memberi Goh/Izzuddin titel juara ganda putra Indonesia Masters 2026.

Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara dan Cetak Sejarah

Alwi Farhan

Alwi Farhan keluar sebagai juara tunggal putra Indonesia Masters 2026. Alwi tampil ganas untuk mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul straight game di final. Pada final Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Minggu (25/1), Alwi mendominasi lawan di sepanjang permainan. Alwi merengkuh titel juara dengan kemenangan 21-5, 21-6. Gelar ini merupakan gelar Super 500 pertama bagi Alwi yang terasa spesial karena terjadi di ‘rumah sendiri’. Gelar ini juga menjadi sejarah karena menjadikannya sebagai tunggal putra termuda yang pernah juara Indonesia Masters. Saat ini, Alwi baru berusia 20 tahun. Jalannya pertandingan Alwi start kencang usai mengungguli Teeraratsakul 6-1 di awal gim pertama. Eror Teeraratsakul menambah angka bagi Alwi sehingga memimpin 9-2. Alwi menjaga momentumnya, memimpin 13-4 usai interval pertama. Smes keras Teeraratsakul membentur net sehingga gap melebar jadi 10 poin di antara kedua pemain. Poin demi poin terus diraup Alwi, yang turut diuntungkan dengan kesalahan-kesalahan lawan. Pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang membuat Alwi meraih game point dalam kedudukan 20-5. Sebuah drop shot Alwi mengecoh Teeraratsakul, sekaligus melanjutkan permainan ke gim kedua dengan keunggulan 21-5. Gim kedua dibuka dengan reli yang dimenangi Alwi, menyusul pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang. Penampilan dominan Alwi berlanjut di awal gim kedua. Alwi tidak memberikan lawan mengembangkan permainannya untuk memimpin 11-2 menuju interval kedua. Jarak kedua pebulutangkis terus melebar. Teeraratsakul tampak kesulitan mendapatkan ritme permainannya di pertandingan ini. Tujuh poin beruntun diperoleh Alwi untuk unggul 18-5. Alwi Farhan akhirnya menyudahi perlawanan Teeraratsakul dengan sebuah drop shot untuk juara setelah menang 21-6 di gim kedua.

Pecah Rekor! Kejurprov Voli U18 Jatim Diikuti Peserta Terbanyak Sepanjang Sejarah

Kejurprov Voli U18 Jatim

Kabupaten Tulungagung kembali mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Jawa Timur. Sebanyak 67 klub bola voli dari berbagai daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Indoor U18 Antar Klub Se-Jawa Timur Tahun 2026. Rinciannya, 36 klub putra dan 31 klub putri. Jumlah klub ini menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurprov Bola Voli di Jawa Timur. Ajang bergengsi tersebut hingga kini sedang digelar, dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026 dan akan berakhir pada Senin, 26 Januari 2026. Kompetisi ini diselenggarakan di dua venue yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro di Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Ketua Umum PBVSI Pengprov Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, dalam keterangan yang diterima awak media pada Kamis, 22 Januari 2026 menjelaskan pembukaan agenda ini diwakili oleh Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Kabupaten Tulungagung, serta PBVSI Kabupaten Tulungagung yang telah menjadi tuan rumah kejuaraan. Ia menegaskan bahwa Kejurprov kali ini memiliki nilai historis yang sangat penting. Selain karena jumlah pesertanya yang memecahkan rekor, ajang ini juga menunjukkan perkembangan pembinaan bola voli usia muda yang semakin merata di Jawa Timur. “Rekor jumlah peserta ini tidak hanya mencerminkan antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi, tetapi juga menunjukkan komitmen Pengprov PBVSI Jawa Timur dalam menyelenggarakan turnamen pembinaan secara berjenjang,” jelas Kombes Abast. Menurutnya, tingginya partisipasi klub dari berbagai kabupaten dan kota menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan yang selama ini dijalankan. Hal tersebut sekaligus menunjukkan kepercayaan besar kepada Kabupaten Tulungagung sebagai tuan rumah. Lebih lanjut, Kombes Abast menjelaskan bahwa Kejurprov U18 ini tidak sekadar menjadi ajang pertandingan. Kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi pembinaan atlet usia muda di daerah. Dari kompetisi inilah, bibit-bibit unggul bola voli Jawa Timur dapat terpantau sejak dini. “Ke depan diharapkan atlet bola voli di Jawa Timur mampu menjadi tulang punggung prestasi bola voli di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, Wakapolres Tulungagung, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Ketua KONI Kabupaten Tulungagung juga turut hadir dalam agenda pembukaan tersebut. Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Tulungagung, pengurus PBVSI provinsi dan kabupaten, para wasit, panitia, pelatih, ofisial, serta seluruh peserta kejuaraan. Agenda Kejurprov Bola Voli Indoor U18 Tahun 2026 yang didukung penuh dari berbagai pihak diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang kelak mengharumkan nama Jawa Timur.

Kejurprov Voli Indoor U18 Antar Klub se-Jawa Timur Catatkan Rekor

Kejurprov Voli Indoor U18 Antar Klub se-Jawa Timur

Kabupaten Tulungagung menjadi pusat perhatian pecinta bola voli Jawa Timur setelah menjadi tuan rumah Kejurprov Bola Voli Indoor U18 Antar Klub Se-Jawa Timur Tahun 2026. Ajang bergengsi ini diikuti 67 klub, terdiri dari 36 tim putra dan 31 tim putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Kejuaraan yang berlangsung selama tujuh hari, mulai Selasa, 20 Januari hingga Senin, 26 Januari 2026, digelar di dua venue utama, yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Kejurprov Bola Voli Indoor U18 Jatim 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum PBVSI Pengprov Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto yang diwakili Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (20/1/2026). Dalam sambutannya, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kejuaraan, mulai dari Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Tulungagung, hingga PBVSI Kabupaten Tulungagung sebagai tuan rumah. Menurutnya, Kejurprov kali ini mencatat sejarah baru sebagai ajang Kejurprov bola voli dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang pelaksanaannya di Jawa Timur. “Jumlah peserta yang mencapai 36 tim putra dan 31 tim putri merupakan rekor tersendiri. Ini menunjukkan tingginya antusiasme serta keberhasilan pembinaan bola voli usia muda yang semakin merata di Jawa Timur,” ungkap Kombes Abast. Ia menambahkan, tingginya partisipasi juga mencerminkan kepercayaan besar dari daerah-daerah kepada Kabupaten Tulungagung dalam menyelenggarakan event olahraga berskala provinsi. Lebih jauh, Kombes Abast menegaskan bahwa Kejurprov Bola Voli Indoor U18 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan memiliki nilai strategis dalam pembinaan prestasi jangka panjang. “Kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan atlet usia muda sekaligus wadah penjaringan bibit-bibit unggul yang kelak diharapkan mampu mengharumkan nama Jawa Timur di level nasional bahkan internasional,” tegasnya. Acara pembukaan Kejurprov Bola Voli Indoor U18 Jatim 2026 turut dihadiri Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H., Wakapolres Tulungagung, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Ketua KONI Kabupaten Tulungagung. Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Tulungagung, Kapolsek jajaran, pengurus PBVSI Pengprov Jawa Timur, PBVSI Kabupaten Tulungagung, para wasit dan panitia, pelatih, ofisial, serta seluruh atlet peserta kejuaraan.

Ratusan Bibit Atlet Bulu Tangkis Cilik Adu Prestasi di Garut

Sportunity Badminton Competition 2026

Upaya regenerasi atlet bulu tangkis terus digencarkan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan atlet usia dini adu prestasi dalam Sportunity Badminton Competition 2026. Sejak empat hari yang lalu, 157 atlet muda dari 18 klub binaan saling unjuk gigi di GOR SDK Kadungora. Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Kecamatan Kadungora, Deden Syamsul Rizal, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam proses membangun fondasi atlet muda, karena difokuskan pada kelompok usia dini. Para atlet yang bertanding dinilainya bukan pemula, melainkan sudah memiliki dasar teknik dan pergerakan yang matang sebagai calon pemain masa depan. “Dari proses ini ke depan kita bisa mencetak atlet-atlet potensial, baik di tingkat nasional hingga dunia,” ujarnya usai penutupan kegiatan, Minggu (18/1/2026) petang. Ia menuturkan, ratusan atlet itu selama ini telah mengikuti pembinaan melalui berbagai klub yang tersebar di berbagai daerah di Garut. Deden berharap dari ajang ini bisa melahirkan kembali atlet-atlet bulu tangkis asal Garut yang mampu berprestasi, mengikuti jejak atlet Garut yang telah dikenal sebelumnya. “Semoga ada Dejan Ferdiansyah atlet profesional lain yang lahir dari Garut,” ungkapnya. Penyelenggara Kegiatan, Imelia Pratiwi, menyampaikan bahwa Sportunity Badminton Competition tidak hanya digelar satu kali, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebanyak empat seri dalam satu tahun. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi atlet, pelatih, serta klub bulu tangkis di Garut. “Event ini kami posisikan sebagai gebrakan awal dalam memperkuat pembinaan bulutangkis di Kabupaten Garut, mulai dari usia dini hingga atlet berprestasi,” ujarnya. Ia menuturkan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus ditopang oleh kompetisi yang rutin, sistem yang jelas, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui ajang ini, diharapkan ekosistem bulu tangkis di Garut semakin kuat lantaran atlet memperoleh jam tanding, dan pelatih hingga klub memiliki ruang evaluasi. “Harapan kami, dari lapangan-lapangan sederhana di Garut hari ini, kelak akan lahir atlet-atlet hebat yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan nasional,” ungkapnya. Syabiq Arsenio (11), atlet muda binaan Harum Sport Klub, berhasil menyabet dua medali emas pada nomor tunggal (single) dan ganda dalam kejuaraan tersebut. Bocah yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar asal Kadungora mengaku cukup senang dapat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. “Alhamdulillah dapat dua medali, semoga bisa terus berprestasi dan membahagiakan orang tua,” ungkapnya. Sumber: Tribunnews

Janice Tjen Juara Ganda WTA Hobart

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen membawa modal berharga jelang tampil di turnamen Grand Slam Australian Open 2026 setelah menjuarai sektor ganda putri WTA 250 Hobart International bersama pasangannya asal Polandia, Katarzyna Piter. Bermain di Hobart International Tennis Centre, Australia, Sabtu, Janice/Piter tampil dominan pada partai final dengan menundukkan pasangan Belgia–Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova, dalam dua set langsung 6-2, 6-2. Gelar juara di Hobart menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Janice yang akan langsung bertolak ke Melbourne untuk mengikuti Australian Open 2026, turnamen Grand Slam pertama musim ini yang akan berlangsung pada 18 Januari hingga 1 Februari. Keberhasilan tersebut juga mengantar Janice meraih gelar ganda WTA ketiga sepanjang kariernya, sekaligus menjadi gelar kedua yang diraih bersama Katarzyna Piter. Sebelumnya, Janice dan Piter sukses menjuarai turnamen WTA 250 Guangzhou Open 2025 di China. Sementara satu gelar ganda lainnya diraih Janice di Chennai Open 2025, India, saat berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Pada turnamen yang sama, Janice juga berhasil merebut gelar sektor tunggal putri. Gelar Hobart International turut mengerek peringkat ganda Janice ke posisi 67 dunia, sekaligus memperkuat posisinya menjelang persaingan ketat di Australian Open 2026. Di Melbourne Park, Janice dijadwalkan kembali tampil bersama Piter di sektor ganda putri dan akan menghadapi pasangan tuan rumah Australia, Daria Kasatkina dan Arina Rodionova, pada babak pertama. Sementara di sektor tunggal, Janice akan berjumpa petenis Kanada Leylah Fernandez. Indonesia juga memiliki satu wakil lainnya di Australian Open 2026, yakni Aldila Sutjiadi. Aldila akan turun di sektor ganda putri bersama petenis Italia Giuliana Olmos dan dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Maddison Inglis dan Destanee Aiava pada laga pembuka. Sebelumnya, Aldila/Olmos harus terhenti di perempat final Hobart International setelah kalah dari pasangan unggulan ketiga Eri Hozumi/Wu Fang Hsien dengan skor 1-6, 3-6.

Janice Tjen Tutup Tahun 2025 Dengan Peringkat 50an Dunia

Janice Tjen

Tahun 2025 menjadi tahun yang manis bagi petenis muda Indonesia, Janice Tjen. Bisa tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan menempati ranking 53-54 an dunia, hingga mempersembahkan dua medali emas di SEA Games 2025 Thailand. Olahraga tenis Indonesia punya bintang baru di arena profesional, Janice Tjen. Pada 2025, petenis berusia 23 tahun ini mendapat banyak pengalaman yang membanggakan. Dia tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan membuatnya naik 350+ peringkat dan menempati ranking 54 dunia. Momen-momen itu didapatnya pada tahun pertama dalam persaingan WTA Tour, tepatnya sejak Agustus lalu. Prestasinya tidak berhenti di situ, di pentas tenis Asia Tenggara, Janice Tjen berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu perunggu untuk Indonesia. Dua medali emas diraih dari nomor beregu putri dan ganda putri di ajang SEA Games Thailand. Dua medali emas menjadi bukti nyata kerja kerasnya sepanjang tahun. “Mengakhiri turnamen terakhir tahun ini dengan dua medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games adalah prestasi yang membanggakan” kata Janice Tjen. Catatan prestasi ini tentu menjadi modal besar bagi Janice Tjen untuk melanjutkan perjalanannya membawa harum olahraga tenis Indonesia di kancah dunia. Bonus Rp1 miliar dari pemerintah atas prestasinya telah mendapat peruntukan yang jelas dan strategis untuk biaya turun di Women’s Tennis Association (WTA) Tour musim depan. “Saya senang di SEA Games Thailand ini bisa mempersembahkan medali emas. Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi,” ujar Janice.

Thalita Ramadhani Wiryawan Bersinar di Musim Perdana

Thalita Ramadhani Wiryawan

Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, mencuri perhatian pada musim pertamanya bersama timnas bulu tangkis Indonesia. Atlet kelahiran Surabaya, 21 September 2007, itu mampu menorehkan prestasi gemilang dengan mengoleksi empat gelar internasional sepanjang 2025. Tiga gelar diraih Thalita dari level International Challenge, masing-masing di Cameroon International Challenge, Indonesia International Challenge, dan Astana International Challenge. Sementara satu gelar lainnya dipersembahkan dari ajang Ghana International Series. Pencapaian tersebut menjadi penanda kuat debut Thalita di level senior bersama pelatatnas. Performa konsisten di berbagai turnamen internasional juga mengantarkannya menembus peringkat 74 dunia tunggal putri. Di peringkat itu Thalita memiliki total raihan 25.560 poin berdasarkan rilis peringkat terbaru. Thalita mulai mengenal bulu tangkis sejak usia lima tahun. Proses panjang pembinaan yang dijalaninya kini mulai berbuah manis, seiring peningkatan signifikan performa dan mental bertanding di level internasional. Musim 2025 menjadi fondasi penting bagi Thalita untuk melangkah lebih jauh. Modal empat gelar internasional di tahun pertamanya bersama timnas memberikan kepercayaan diri besar bagi sang atlet muda untuk membidik target yang lebih tinggi pada 2026. Dengan usia yang masih sangat muda dan grafik prestasi yang terus menanjak, Thalita Ramadhani Wiryawan diproyeksikan menjadi salah satu bintang masa depan tunggal putri Indonesia. “Terima kasih kepada semua yang sudah memberi dukungan. Terima kasih untuk orang tua, pelatih, dan tim pendukung,” kata Thalita.

Kejurnas PBSI 2025: Salsabila Sabet Dua Medali

Salsabila Zahra Aulia

Pebulutangkis putri asal Jawa Tengah, Salsabila Zahra Aulia menjadi pemain tersukses di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025, dengan merebut dua gelar juara. Pada babak final, Sabtu (20/12), Salsabila meraih gelar ganda campuran dengan Ikhsan Lintang Pramudya. Kemudian di ganda putri, Salsabila juga menang dengan pasangannya Adelia Nirul. “Perasaannya happy dan bangga. Karena di akhir tahun di Kejurnas semua pasti mau juara. Terus di sini juga yang main rangking 32 besar, jadi pasti happy bisa menang di dua sektor,” kata Salsabila ditemui di Malang Badminton Arena, Malang, Jawa Timur. “Saya punya motivasi yang besar, karena Kejurnas ini kan penting. Jadi saya benar-benar fokus satu minggu ini untuk Kejurnas. Saya juga sama partner sama-sama mau menang,” ujar Salsabila. Bersama Lintang, Salsabila mengalahkan Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Jawa Barat) dengan skor 21-23, 21-17, 21-13. Sementara di ganda putri, Salsabila/Adelia mengalahkan rekannya sesama Jawa Tengah, Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri, 21-18, 21-10. “Hasil ini sesuai target. Kalau di ganda putri pas lihat bagan, sama seperti Sirnas Premier. Dan di finalnya ketemu dengan lawan yang sama. Tapi kalau di mixed kan saya baru main lagi sama Lintang. Jadi saya ada motivasi tersendiri lagi buat juara juga di campuran,” ungkap Salsabila. Salsabila mengatakan, dua gelar ini menjadi modal baik baginya untuk menghadapi Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun depan. Ia berharap bisa terus menunjukkan tren positif dan berhasil lolos menjadi bagian tim nasional di Cipayung, Jakarta Timur. “Ini modal yang bagus buat ke Seleknas. Hasil ini membuat saya lebih percaya diri di Seleknas nanti, dan saya mau terus menjaga konsistensi di lapangan,” pungkas Salsabila.

Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

Rangkaian Festival SenengMinton 2025 Berakhir di Magelang: Nyalakan Semangat Bulutangkis Sejak Dini

Suasana Festival SenengMinton Magelang 2025 yang berlangsung di GOR Djarum, Kamis (11/12). Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 16 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Magelang ambil bagian dalam perlombaan berunsur bulutangkis yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah tersebut.

MAGELANG, 11 Desember 2025 – Kota Magelang menjadi tuan rumah terakhir Festival SenengMinton 2025, yang digelar di GOR Djarum Magelang pada Kamis, (11/12). Festival ini merupakan program pengenalan bulutangkis untuk siswa kelas 1–3 SD yang diinisiasi Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah dan Bakti Olahraga Djarum Foundation. Festival SenengMinton menghadirkan pembinaan olahraga usia dini dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat serta kecintaan anak-anak terhadap bulutangkis. Gelaran di Magelang diikuti 480 siswa dari 16 SD dan MI, menutup rangkaian festival sepanjang 2025 yang sebelumnya digelar di Kudus (23-24 Juni), Solo (23 September), Purwokerto (8 November), dan Semarang (20 November). Total peserta yang mengikuti Festival SenengMinton ini sebanyak 2.266 peserta. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menjelaskan bahwa Festival SenengMinton merupakan bagian dari strategi pembinaan usia dini untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet bulutangkis Indonesia. Dengan metode berbasis permainan yang menyenangkan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap bulu tangkis sejak tahap awal. “Regenerasi dan pembinaan atlet adalah proses jangka panjang yang tidak bisa diperoleh secara instan. Prosesnya harus dimulai secara konsisten sejak usia dini. Festival SenengMinton menjadi sarana pengenalan bulutangkis yang edukatif dan mudah diterima siswa, sehingga kecintaan pada olahraga dapat tumbuh lebih dahulu sebelum memasuki tahap latihan yang lebih serius,” ujar Yoppy. Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf menyebut penyelenggaraan Festival SenengMinton di lima kota menuai animo positif dari peserta, guru maupun orang tua. Sepanjang perlombaan fun games itu berlangsung, ratusan siswa-siswi menyemarakkan gelaran terakhir Festival SenengMinton di Kota Sejuta Bunga. Hal ini menjadi angin segar yang melambungkan optimisme dalam menjaga mata rantai regenerasi atlet bulutangkis khususnya di Jawa Tengah. Menurut Basri, tingginya minat siswa menunjukkan bahwa pendekatan pengenalan bulutangkis di tingkat sekolah dasar merupakan langkah yang efektif untuk menjangkau lapisan grassroot yang selama ini belum tersentuh pembinaan formal. Ia menilai kehadiran festival ini bukan hanya membuka akses lebih luas bagi siswa-siswi untuk mencoba bulutangkis, tetapi juga memberikan keyakinan baru bagi PBSI bahwa upaya memperkuat mata rantai regenerasi atlet di Jawa Tengah berada pada jalur yang tepat. “Antusiasme para peserta untuk berkenalan dengan olahraga bulutangkis sangat luar biasa. Ini merupakan impian kami, karena selama ini pembinaan dilakukan oleh klub, sekarang kami bisa menjamah banyak sekolah. Hal ini adalah kesempatan bagus untuk menjaring atlet berbakat sejak dini, karena kita berharap mata rantai regenerasi atlet bulutangkis tidak terputus. Harapan kami, dari ribuan siswa yang telah menjajal permainan di Festival SenengMinton, banyak yang kemudian menekuni dunia bulutangkis. Selanjutnya, kami akan lebih sering menggalakkan kegiatan seperti ini dan mendorong sekolah untuk menciptakan ekstrakurikuler bulutangkis sehingga minat dan kemampuan siswa terakomodir,” ucap Basri Yusuf. Festival SenengMinton Magelang 2025 menerapkan sistem perorangan dengan penilaian pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk peserta kelas 3, terdapat lima jenis rintangan yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock dan Zig Zag Run. Sementara, untuk peserta kelas 1 dan 2, perlombaan Service to Target ditiadakan. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan shuttlecock ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Usai menyelesaikan seluruh perlombaan tersebut, peserta harus menekan tombol timer selesai. Masing-masing permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta mengenalkan dasar-dasar teknik bulutangkis dalam bentuk permainan yang menyenangkan. Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1 yang terdiri dari 4 putra dan 2 putri. Sedangkan untuk kelas 2 terdapat 10 peserta tiap sekolah dengan komposisi 6 putra dan 4 putri. Pada kategori kelas 3, per sekolah mengirimkan 14 siswa yang terdiri dari  8 putra dan 6 putri.  Semangat Menularkan Rasa Cinta Terhadap Bulutangkis Semangat juang juga ditunjukkan SDN Kemirirejo 1 yang membawa 30 siswa untuk ikut dalam Festival SenengMinton 2025. Guru Olahraga SDN Kemirirejo 1 Zenuwardiyanto menuturkan proses pengenalan bulutangkis di sekolah mendapat sambutan positif dari para siswa. Meski belum memiliki ekstrakurikuler bulutangkis, Zenu berharap anak didiknya lebih mendapat motivasi untuk menekuni olahraga tepok bulu hingga bergabung dengan klub. “Bulutangkis merupakan hal yang baru di sekolah kami. Sewaktu kami umumkan ada informasi tentang Festival SenengMinton, ternyata pendaftarnya banyak sekali, kemudian kami lakukan seleksi. Lalu kami mencoba giat berlatih, bahkan mereka berinisiatif membawa raket sendiri untuk bermain di sekolah. Alhamdulilah, para siswa bisa melakukan yang terbaik. Semoga banyak siswa semakin tertarik bermain bulutangkis. Terima kasih Djarum Foundation, ini kesempatan berharga bagi sekolah kami untuk bisa mengikuti Festival SenengMinton,” kata Zenu. Berlomba dengan motivasi tinggi pun datang dari siswi SDN Magelang 6, Amelisa Candra Kirani. Amel berhasil menjadi yang tercepat untuk kategori kelas 3 putri dengan catatan waktu 00:55.77. Rupanya Amel tertarik pada olahraga bulutangkis sejak TK saat melihat sang kakak berlatih dengan giat. Menyaksikan keseruan sang kakak di lapangan bulutangkis, Amel akhirnya mencoba berlatih bersama. “Senang bisa ikut lomba di Festival SenengMinton, ada lari zigzag, menyusun shuttlecock, dan yang paling aku suka Service to Target. Aku merasa percaya diri saat servis karena sering bermain bulutangkis dengan kakak. Dulu aku lihat kakak main badminton dan sepertinya seru lalu aku suka. Cita-citaku jadi atlet badminton dan masuk pelatnas,” ucap Amel. Para pemenang Festival SenengMinton di tiap lomba mendapat piala, uang pembinaan, dan hadiah dari sponsor yaitu MilkLife, Dua Kelinci, Aice, Hundred dan produk Savoria. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag dari MilkLife, Dua Kelinci, produk Savoria dan Aice.  Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton Magelang (nama peserta – nama sekolah – catatan waktu): Kelas 1 Putra Juara   : Hanif Tsani Nugraha – SD Muhammadiyah 1 Alternatif – 00:42.05 Runner-up : Andhanu Adi Al Syaqil – SDN Rejowinangun Selatan 1 – 00:43.16 Semifinalis : Muhammad Shauqi Nitimanta – SDN Kedungsari 5 – 00:43.25 Kelas 1 Putri Juara   : Maura Kanza Varizha – SDN Potrobangsan 2 – 00:44.21 Runner-up : Ayesha Zaara Nazila Ariyadi – SDN Magelang 6 – 00:45.05 Semifinalis : Kiyomi Vevania W – SDN Kemirirejo 1 – 000:46.33 Kelas 2 … Read more

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional Seri Penutup 2025

PB. Djarum Kudus

Setelah bergulir di 10 kota, rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI sepanjang tahun 2025 mencapai puncaknya pada gelaran Wondr by BNI Sirnas Premier PBSI 2025. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjungpriuk, Sunter, Jakarta Utara, 1–6 Desember 2025. Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 resmi ditutup oleh Ketua umum PP PBSI, Mohammad Fadil Imran yang juga didampingi oleh Sekretaris Jendral PP PBSI, Ricky Achmad Soebagdja, Sabtu (06/12). PB. Djarum Kudus berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 16 gelar juara berhasil diraih oleh punggawa dari klub yang bermarkas di kota Kudus dari 23 wakil yang berhasil menempatkan diri di babak final. Kemudian, diikuti oleh PB. Jaya Raya, PB. Exist Jakarta, PB. Mutiara Bandung, Jaya Raya Satria, Jaya Raya Solo, Tjakrindo Sony Dwi Kuncoro, WIMA, dan Bayu Kencana. Sementara Tim Pelatnas membawa satu gelar juara di sektor ganda dewasa putri. Daftar Juara di Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 UDPA: M. Lazar Abrizam Adhyasta (JAYA MUSTIKA, BLORA) vs Tristan Geovanni Pardosi (DJARUM, KUDUS) 12-21, 20-22. UDPI: Keysha Almirah Dewi (DJARUM, KUDUS) vs Afiqa Fathiyyaturahma (JAYA RAYA JAKARTA) 21-18 21-16. TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto (DJARUM, KUDUS) vs Khoirul Dwi Fahmi (JAYA RAYA JAKARTA) 21-14, 18-21, 18-21. TAPI: Diajeng Putri Hartini (EXIST BADMINTON CLUB) vs Mikha Ribka Kasalang (DJARUM, KUDUS) 19-21, 26-28. GAPA: Alvian Ditya A/Shiddiq Alfarizi F (JAYA RAYA SOLO) vs Gavriel Aldrich A.L/Kevin Gunawan (DJARUM, KUDUS) 21-9 21-13. GAPI: Naraya Aisha K/Zora Rizqi P (TMSDKBA/Istimewa Badminton Club) vs Hafizah Hasanah Z/Mikha Ribka K (DJARUM, KUDUS) 20-22, 19-21. TPA: Adhy Hasmoro (DJARUM, KUDUS) vs Richardo Regino Mozes Munde (EXIST BADMINTON CLUB) 17-21, 18-21. TPI: Berlian Indah Pinastika (EXIST BADMINTON CLUB) vs. Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) 21-19 15-21 16-21. GPA: Deva Devandra Santosa/M. Ashil (DJARUM, KUDUS) vs Darell Fayi A/Han Liang G (MULYA MANDIRI) 21-14 18-21 21-19 GPI: Almaira Dzakira Wulanda L/Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) vs Aleyda Dwidyna P/Quinsa Juanita P (Jaya Raya Satria) 9-21, 16-21. GPC: Raynanda Laksmana/Malika Nur A (EXIST BADMINTON CLUB) vs Sultan Nazril/Wishell Zadine A. N (DJARUM, KUDUS) 19-21 21-12 21-15. TRA: Alif Akbar. M (DJARUM, KUDUS) vs M. Derajat Maulana (DJARUM, KUDUS) 21-19 10-21 21-14. TRI: Miftaqul Putri A (JAYA RAYA JAKARTA) vs Hani Miftasari (DJARUM, KUDUS) 21-18 21-17 GRA: Adhwin Arling R/Rizky Caesar R (DJARUM, KUDUS) vs Alfindo/Hazel Rizqi P (DJARUM, KUDUS) 12-21, 18-21. GRI: Nathania Prasetya/Wanda Subadra S. U (JAYA RAYA JAKARTA) vs Nur Hafidzah A/Shafira Atha A (DJARUM, KUDUS) 18-21, 11-21. GRC: Hazel Rizqi P/Halifia Usni P (DJARUM, KUDUS) vs Satya Candrarupa A/Ketty Rudianto (GIDEON BADMINTON ACADEMY) 21-16 17-21 21-14 TTA: Izza Al-Faruq A. M (EXIST BADMINTON CLUB) vs Radithya Bayu W. (DJARUM, KUDUS) 11-21, 4-21. TTI: Mayla Cahya A. P (MUTIARA CARDINAL, BANDUNG) vs Christabel Calista P (DJARUM, KUDUS) 21-8, 20-22, 21-18. GTA: Ghian Rizqy S/Ikhsan Lintang P (DJARUM, KUDUS) vs M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa E. P (DJARUM, KUDUS) 21-13, 18-21, 18-21. GTI: Adelia Nirul M/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Selsi Josika/Yasintha Ristyna P (DJARUM, KUDUS) 14-21, 15-21. GTC: Ghian Rizqy S/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Mitchel Rori M/Balqis Azzahra K. H 21-15 21-14. TDA: M. Rizky Akbar (TJAKRINDO MASTERS SONY DWI KUNCORO) vs M. Falen Ammar Rizki (JAYA RAYA JAKARTA) 21-8 14-21 21-12

Ini Dia Juara Kejurnas Bola Voli Antarklub U19 2025

Tim putra Pasundan

Pasundan di sektor putra dan Ganevo Yogya di sektor putri berhasil meraih gelar juara dalam Kejurnas Bolavoli Antarklub U19 Tahun 2025 di GOR Mastrip Probololinggo, Minggu (30/11/2025). Pasundan, klub asal Bandung itu menjadi juara setelah memenangkan laga melawan Porvid Kudus dengan skor 3-0 (26-24, 33-31, 25-21). Usai laga pelatih Pasundan, Fatah Ibrahim Suanda mengungkapkan timnya diinstruksikan untuk main lepas. “Tidak ada beban harus menang. Kalian main bebas saja. Itu instruksi saya kepada pemain,” kata Fatah. Dengan adanya instruksi itu, lanjut Fatah, timnya bermain tanpa beban. Meskipun sempat mendapat perlawanan di set pertama dan kedua. “Namun mereka bisa menyelesaikan dengan kemenangan,” jelasnya. Di sektor putri, Ganevo Yogya memenangi final dengan skor 3-1 atas Grobogan Mitra Bank Jateng, lewat angka 25-16, 25-13, 20-25, 25-18. Tidak ada perubahan strategi dari pertandingan semifinal melawan Petrokimia. Asisten pelatih Koko Prasetyo Darkuncoro memilih melanjutkan skema bertahan yang sebelumnya mereka adopsi, gaya yang ia sebut mirip permainan tim Jepang. “Kita tidak mengubah strategi… itu saya terapkan lagi di final ini,” ucapnya. Pasundan dan Ganevo sebagai juara putra dan putri, selain menerima piala dan medali, juga mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 35 juta. Sedangkan runner-up, Porvit Kudus dan Grobogan Mitra Bank Jateng, masing-masing putra dan putri menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta. Di posisi ketiga putra, Indomaret dan Petrokimia putri mendapatkan piala dan hadiah pembinaan masing-masing Rp 20 juta. Sementara peringkat keempat putra, Privolley Gurita Kaur dan keempat putri, Lampung Phinisi mendapatkan Rp 15 juta. Susunan Pemain Terbaik (The Best) Putra:  Best outset hitter – Moch Alfian Deni Ansyah (Porvit) Best outset hitter – Fauzan Nibras (Pasundan) Best middle blocker – Putra Bagus Hidayatullah (Indomaret) Best middle blocker – Yusuf Bachtiar (Porvit) Best Opposite Spiker – Raffa Dwiyanto Putra (Pasundan) Best Setter – Irfan Fauzan (Pasundan) Best Libero – Bimo Reno Prakoso (Porvit) MVP – Fauzan Nibras (Pasundan) Putri: Best outset hitter – Azkiya Sanie Nur Hidayah (Ganevo) Best outset hitter – Davina Septianti Eka Putri (Grobogan) Best middle blocker – Syakirah Athania Putriiska (Petrokimia) Best middle blocker – Rafeyfa Alya Wibowo (Ganevo) Best Opposite Spiker – Farin Rizkyana Dewi (Grobogan) Best Setter –  Keysa Devi Arvena (Ganevo) Best Libero –  Lulu Callista Aurellia (Grobogan) MVP – Keysa Devi Arvena (Ganevo) Masing-masing terbaik di kategorinya menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 1 juta. Sedangkan MVP Rp 1,5 juta.

Gresik Lahirkan Bibit Tenis Muda di Kejurnas TDP

IMTC Sukses Gelar Kejurnas Tenis Junior TDP Piala Dandim Gresik 2025

Ratusan atlet tenis junior dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi dalam Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik. Turnamen ini berlangsung di Lapangan Tenis Petrokimia Gresik, 18-22 November 2025. Sebanyak 200 atlet dari 70 daerah unjuk kemampuan untuk menjadi yang terbaik di berbagai kelompok umur. Direktur Pertandingan Kejurnas, Irawati Moerid, berhasil menghadirkan sejumlah tokoh penting Gresik. Kapolres, Kajari, Ketua KONI Gresik, Ketua Pelti Gresik, dan perwakilan manajemen Petro Kimia Gresik turut hadir. Penutupan acara berlangsung meriah dengan pengumuman para juara. Dandim Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, memimpin langsung upacara penutupan dan pemberian penghargaan. Ia menyerahkan trofi dan medali kepada para juara, termasuk M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo), juara KU 16 Tahun Putra. Fadly Subur Karamaha mengapresiasi para atlet yang telah menunjukkan performa terbaiknya. “Bersyukur pada hari ini kita telah selesai melaksanakan pertandingan Kejurnas Tenis ini,” ujar Fadly. Irawati Moerid menegaskan bahwa Kejurnas ini membuktikan bahwa ‘Tak Ada Juara Tanpa Kompetisi’ di Kabupaten Gresik. “Insya Allah Event Piala Dandim Gresik akan berlanjut setiap tahunnya,” pungkas Irawati. Berikut daftar lengkap para juara Kejurnas Tenis Junior TDP IMTC-Piala Dandim Gresik 2025: Tunggal Putra KU 10 Tahun Nadees Arkana (Sleman) Zakky Hildan (Tranggalek) M Raffasya Al Busra (Malang) James Edrick (Surabaya) KU 12 Tahun Al Zayki Zio Asmara (Bogor) Raffasya Putra A (Banjarnegara) Ahza Danis Alby (Nganjuk) Iffat Naratama (Palembang) KU 14 Tahun Dwi Waseso P (Pati) M Falichul Isbah (Sukoharjo) Rafif Zakhwan (Surabaya) Danio Putra Lubis (Aceh) KU 16 Tahun M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Raja AGB (Semarang) Syawal Noor Kaluku (DKI Jakarta) Raffa Rizky Ramadhan (DKI JKT) KU 18 Tahun Prawara Mulya Laksana (Batam) Noorsyahyana R Albana (Bantul) I Gusti Gde Satria P (NTB) Aidan Hana Indrayana (Semarang) Tunggal Putri KU 10 Tahun Kirana Nadya PW (Tanggerang) Freia Madison H (Surabaya) Maryam Aleena BS (Blitar) Zahira Zee Az Zahra (Gresik) KU 12 Tahun Carolina Lantemona (Kendari) Dewi Ayu Anargya (Gresik) Alyssa Shakira A (Bogor) Saafia Devani Putri (Solon) KU 14 Tahun Kirana Zahra W (Tulungagung) Anastasya P A (Purwokerto) Anisa Zahra (Bojonegoro) Putu Dyvania T (Tabanan) KU 16 Tahun Kheista Rizqi AS (Kediri) Getsa Zainie (Semarang) Amelia Putri T (Bogor) Khanza R Zahira (Batam) KU 18 Tahun Cantik Qurani RR (Batu) Faiza Queena S (Bandung) Noya Myeisha NR (Batu) RR Nashwa Nafeesha (Surabaya) Ganda Putra KU 10 Tahun Nadees AA (Sleman)/M Raffasya Al Busra (Malang). Zaky Hildan P (Tranggelek)/Prasena Wira Natakusuma (Sumenep). Albarra AG (Mataram)/Anakta Hasbi MN (NTB). James Edrick/Josh Antony (Surabaya) KU 12 Tahun M Hafidz Izzadin A (Pekalongan)/ Raffasya Putra AR (Banjarnegara). Azka Putra R (Pekalongan)/Raihan Noor Kaluku (DKI Jakarta) M Faid R (Makasar)/Faidzh RF (Aceh) Al Zayki Zio A (Bogor)/ M Gibran Widiandary (Tegal) KU 14 Tahun Rafif Zakhwan Affandi/Cristiano Federer Tjahyo (Surabaya) M Azka Pradita Pasha (Lampung)/ M Naufal A (Sampang) Dwi Waseso P/Aditrta GP (Pati) Danio Putra L (Aceh)/M Abrisam Tsaqib (Surabaya). KU 16 Tahun Ziyad Hammas (Solo)/Raffa RR (DKI Jakarta) Bima Putra W (Tulungagung)/Raka Aiustha GB (Semarang) Imam Al-Zikri Suwandi (Riau)/ M Aryasatya Dwi T (Sukoharjo) Revano Rhodez R (DKI JKT)/M Ghossan Islammaaleeq (Sleman). KU 18 Tahun Rangga Wisnu KR (Sukoharjo)/Aidan Hana Indayana (Semarang) Tyaga Hijra K/Dino Alex Vergusoen (Surabaya). I Gusti Gede Satria P (NTB)/Prawara Mulya Laksana (Batam) Tito Bima Adha A (Bojonegoro)/Noorsyahyana Rifqi A (Bantul)