Panggung Dunia Srikandi Muda! Caffino Srikandi Merdeka Cup Siap Menghentak Kudus

Tim Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara menjalani training center pada 24 Juli hingga 11 Agustus 2026 di Kudus dan Pati sebagai bagian dari pemantapan strategi, fisik, serta membangun chemistry antar pemain.

JAKARTA, 29 Juli 2026 – Panggung sepak bola putri Indonesia kembali membara! Usai sukses besar memutar roda kompetisi di level usia dini, ekosistem pembinaan sepak bola putri Tanah Air kini melangkah ke level yang jauh lebih tinggi. Turnamen bertaraf internasional Caffino Srikandi Merdeka Cup siap digelar pada 14–23 Agustus 2026 mendatang di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation yang berkolaborasi dengan PSSI, ajang bergengsi U-16 ini bakal mempertemukan tujuh negara kuat: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, hingga Arab Saudi. Bukan sekadar turnamen biasa, ajang ini menjadi puncak dari rantai pembinaan berjenjang bertajuk Women’s Soccer Trilogy 2026, setelah sebelumnya sukses menggelar MilkLife Soccer Challenge All Stars dan HYDROPLUS Soccer League All Stars. Pembinaan Berjenjang: Dari Grassroots Menuju Level Internasional Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa turnamen ber-tagline “Girls, Goals, Glory” ini dirancang khusus sebagai wadah menguji mentalitas dan kemampuan talenta terbaik Indonesia di panggung internasional. Dari ribuan pesepak bola muda yang dipantau, tim pelatih berhasil menyaring 56 pemain terbaik hingga akhirnya menetapkan 46 atlet terpilih. Ke-46 Srikandi muda ini kemudian dibagi menjadi dua tim kuat untuk mewakili Merah Putih: Garuda Pertiwi yang ditukangi oleh coach Timo Scheunemann, dan Putri Nusantara di bawah arahan coach Takumi Taniguchi. “Kami sengaja menyiapkan dua tim agar semakin banyak pemain mendapatkan pengalaman bertanding internasional. Kami berharap keberhasilan Timnas Putri Senior menjuarai Piala AFF Putri 2026 menjadi penyemangat. Apalagi turnamen ini bertepatan dengan HUT ke-81 RI,” terang Teddy. Dukungan Penuh Ekosistem & PSSI Langkah nyata membangun ekosistem ini mendapat apresiasi tinggi dari PSSI dan sektor swasta. Soegiono, Business Unit Head Coffee & Confectionary Savoria, menegaskan komitmen Caffino sebagai title partner dalam mengawal lahirnya generasi pesepak bola putri yang kelak sanggup menembus panggung Piala Dunia. Di sisi lain, Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menilai turnamen ini menjadi muara strategis untuk berburu amunisi baru jelang Kualifikasi AFC U-17 2027. “Kesempatan bertanding melawan negara lain adalah pengalaman yang sangat berharga. Semakin banyak pemain yang mendapatkan menit bermain di level internasional, semakin besar pula pilihan pemain berkualitas untuk Indonesia,” jelas Vivin.   Tatap Juara di Kandang Sendiri Sejak 24 Juli hingga 11 Agustus 2026, kedua tim Indonesia tengah melakoni Training Center (TC) intensif di Kudus dan Pati. Sang juru taktik, Timo Scheunemann, mengaku optimistis dengan perkembangan pesat anak-anak asuhnya. “Seluruh atlet berkembang sangat baik selama TC. Mereka cepat menyerap materi dan punya semangat luar biasa. Bermain di kandang sendiri tentu jadi motivasi tambahan untuk berjuang meraih gelar juara,” tegas Timo. Optimisme senada diungkapkan oleh Ayla Dva Khala Ahisma, penggawa Cipta Cendikia FA sekaligus peraih gelar Best Player HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026. Alumni MilkLife Soccer Challenge ini mengaku bangga impiannya membela Merah Putih akhirnya terwujud. Peta Persaingan & Format Turnamen Berdasarkan hasil drawing pada 23 Juli lalu, 8 tim yang berpartisipasi telah terbagi ke dalam dua grup kompetitif: Grup A Grup B 🇮🇩 Garuda Pertiwi (Indonesia) 🇹🇭 Thailand 🇭🇰 Hong Kong 🇸🇬 Singapura 🇲🇾 Malaysia 🇯🇴 Yordania 🇸🇦 Arab Saudi 🇮🇩 Putri Nusantara (Indonesia)

Janice Tjen juga ke perempat final ganda DC Open

Janice Tjen & Shuai Zhang

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, juga menyusul Aldila untuk melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat. Janice Tjen yang berpasangan dengan petenis putri China, Shuai Zhang berhasil mengalahkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dengan skor 2-0 (6-3, 6-4), demikian catatan DC Open. Tjen/Zhang menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 13 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pasangan unggulan ketiga tersebut tampil dominan sejak awal pertandingan dan mereka dapat unggul di gim pertama, namun Rakhimova/Wu berhasil menyamakan kedudukan. Selanjutnya Tjen/Zhang sempat unggul 3-1 di set pertama, namun Rakhimova/Wu sempat memberikan perlawanan. Set pertama pada akhirnya tetap menjadi milik Tjen/Zhang dengan skor 6-3. Memasuki set kedua, Tjen/Zhang kembali tampil dominan dan sempat mengamankan dua gim pertama sehingga mereka sempat unggul 2-0 atas Rakhimova/Wu. Sempat memangkas ketertinggalan menjadi 1-2, Rakhimova/Wu selanjutnya tak bisa menahan dominasi Tjen/Zhang yang berhasil menambah keunggulan 5-1. Rakhimova/Wu enggan menyerah dan dapat memberikan perlawanan hebat sehingga kedudukan berubah menjadi 4-5, namun pada akhirnya set kedua tetap menjadi miliki Tjen/Zhang dengan skor 6-4. Secara keseluruhan, Tjen/Zhang mengalahkan Rakhimova/Wu dengan dua set langsung 2-0. Pada babak perempat final, Tjen/Zhang akan menghadapi pemenang antara pasangan Kato Miyu/Giuliana Olmos yang tengah berhadapan dengan Tereza Mihalikova/Heather Watson untuk memperbutkan tiket semifinal.

Aldila Sutjiadi melaju ke perempat final ganda DC Open

Aldila Sutjiadi & Erin Routliffe

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi melangkah ke perempat final nomor ganda WTA 500 Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Amerika Serikat, bersama pasangan asal Selandia Baru, Erin Routliffe dengan mengalahkan Sofia Kenin/Anastasia Potapova 6-3, 7-5, Selasa WIB. Pasangan unggulan kedua itu menyelesaikan pertandingan dalam waktu satu jam 22 menit untuk mengamankan tiket ke delapan besar turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Aldila/Routliffe tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung merebut lima gim pertama melalui tiga kali break servis sebelum Kenin/Potapova memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Namun, Aldila dan Routliffe tetap mampu mengamankan gim servis berikutnya untuk menutup set pembuka dengan kemenangan 6-3. Persaingan berlangsung lebih ketat pada set kedua. Kedua pasangan saling mematahkan servis hingga skor imbang 5-5. Pada momen krusial, Aldila/Routliffe kembali merebut break untuk unggul 6-5 sebelum memastikan kemenangan 7-5 pada gim servis terakhir. Berdasarkan statistik WTA, Aldila/Routliffe tampil lebih efektif dengan mengonversi lima dari sembilan peluang break point, sementara lawannya hanya memanfaatkan tiga dari delapan kesempatan. Mereka juga memenangi 71,4 persen poin dari servis pertama dan mengoleksi 64 dari total 121 poin sepanjang laga. Pada babak perempat final, Aldila/Routliffe akan menghadapi pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Anna Smith untuk memperebutkan tiket ke semifinal. Keikutsertaan Aldila di Washington merupakan bagian dari rangkaian turnamen lapangan keras di Amerika Serikat setelah mencatat hasil positif pada musim lapangan rumput dengan meraih gelar WTA 500 pertama dalam karirnya di Bad Homburg Open pada akhir Juni. Sebelum tampil di Washington, Aldila juga mencatat hasil impresif di Wimbledon 2026 dengan mencapai perempat final ganda campuran bersama petenis Argentina Guido Andreozzi. Sementara pada nomor ganda putri, Aldila yang berpasangan dengan Janice Tjen terhenti pada babak kedua. Sementara itu, Janice masih akan memulai perjuangannya di Mubadala Citi DC Open 2026. Pada nomor tunggal, petenis Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi Rebecca Sramkova pada babak pertama, sedangkan di sektor ganda ia berpasangan dengan mantan juara turnamen Zhang Shuai.

Janice Tjen melenggang mulus ke babak 16 besar DC Open

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak 16 besar turnamen WTA 500 Mubadala DC Open 2026 setelah menundukkan petenis kualifikasi asal Slovakia Rebecca Sramkova di Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa WIB. Janice menuntaskan pertandingan babak pembukanya dalam waktu satu jam 21 menit dengan skor meyakinkan 6-4, 6-2, demikian WTA. Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi petenis Indonesia itu dalam turnamen lapangan keras yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Grand Slam US Open. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama. Janice dan Sramkova beberapa kali saling mematahkan servis hingga kedudukan 4-4. Namun, Janice mampu meningkatkan tekanan pada gim-gim penentuan dan merebut break penting pada gim ke-10 untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, permainan Janice semakin konsisten. Ia langsung mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawan pada gim kedua untuk unggul 2-0. Meski Sramkova sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-5, namun Janice kembali menunjukkan dominasinya dengan mencuri servis lawan pada gim kedelapan sekaligus memastikan kemenangan 6-2. Berdasarkan statistik pertandingan, Janice tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia mengonversi lima dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Sramkova hanya mampu memanfaatkan dua dari tiga kesempatan. Janice juga memenangi 68 dari total 118 poin yang diperebutkan atau sekitar 57,6 persen sepanjang pertandingan, serta mencatat empat ace. Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Janice pada musim ini setelah mencatat debut yang impresif di Wimbledon dengan menembus babak kedua nomor tunggal.

Mitchell Baker, Pemain Timnas Pertama Hattrick saat Debut di Piala AFF

Mitchell Baker

Striker anyar Timnas Indonesia, Mitchell Baker mencatat rekor mencengangkan saat hattrick dalam laga debut di Piala AFF 2026. Debut Mitchell di Piala AFF 2026 terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7). Pemain jangkung itu langsung mencetak tiga gol. Trigol itulah yang menegaskan status Mitchell sebagai manusia pertama yang mencetak hattrick saat debut bersama Timnas Indonesia di Piala AFF. Belum ada pemain selain Mitchell yang membukukan tiga gol dalam debut di pesta bola Asia Tenggara. Mitch, sapaan akrab Mitchell Baker, tampil gemilang kala menggilas Kamboja. Tiga gol pemain berusia 19 tahun itu lahir dari tandukan brilian dan kejelian mencari ruang. Pemain berdarah Indonesia-Australia ini sekaligus menjawab kekosongan posisi nomor sembilan di tubuh tim Garuda. Pasalnya, kekhawatiran soal striker murni terus menggema. Itu karena Timnas Indonesia sudah lama tak punya pemain garang di lini depan selepas era Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Kehadiran Ole Romeny semula sempat menjadi angin segar. Namun nampaknya Ole lebih memainkan peran false nine layaknya striker modern saat ini. Lantas kedatangan Mitchell membawa warna baru bagi skuad Garuda. Juru latih John Herdman kini punya banyak opsi buat otak-atik taktik, terutama di lini depan. Ini selaras dengan visi jangka panjang Timnas Indonesia yang ingin bersaing di pentas dunia. Di Piala AFF 2026, Mitchell berpotensi jadi tumpuan untuk merengkuh trofi perdana. Pasalnya, sejak awal keikutsertaan Indonesia tahun 1996, tim Merah Putih belum pernah juara. Tahun ini jadi momentum krusial untuk merebut trofi tersebut. Harapannya, Herdman bisa memanfaatkan kualitas Mitchell yang mematikan di depan gawang lawan. Usai sempurna hadapi Kamboja, Mitchell dan kolega bersiap menatap tiga laga lanjutan Grup A. Timor Leste, Vietnam, dan Singapura sudah menanti untuk menguji kualitas Garuda.

Hydroplus Sirnas B Sumut 2026: PB Djarum Kembali Juara Umum

HYDROPLUS Sirkuit Nasional B Sumatra Utara 2026

Rangkaian pertandingan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) B Sumatra Utara (Sumut) 2026 berakhir pada Sabtu (25/7) petang di GOR PBSI Sumut, Medan. Sebanyak 11 gelar juara diperebutkan, yang mencakup kategori Usia Dini Putra (UDPA), Usia Dini Putri (UDPI), Tunggal Anak Putra (TAPA), Tunggal Anak Putri (TAPI), Ganda Anak Putra (GAPA), Ganda Anak Putri (GAPI), Tunggal Pemula Putra (TPA), Tunggal Pemula Putri (TPI), Ganda Pemula Putra (GPA), Ganda Pemula Putri (GPI), serta Ganda Pemula Campuran (GPC). PB Djarum tampil sebagai klub dengan raihan gelar terbanyak dengan empat gelar juara. Sementara itu, Mutiara Cardinal Bandung menyusul dengan dua gelar. Selain kedua klub tersebut, Exist Badminton Club, Satria Surabaya, Jaya Raya Solo, dan klub-klub lainnya, turut mewarnai persaingan sepanjang turnamen yang berlangsung sejak Senin (20/7). Seri Sirnas berikutnya akan berlangsung di Kota Jakarta pada 3-8 Agustus 2026 mendatang. Seri sirnas tersebut akan berlabel Sirkuit Nasional A dan akan diikuti kelompok usia U-17, U-19, dan dewasa. Berikut hasil rangkaian pertandingan final HYDROPLUS Sirnas B Sumut 2026: Lapangan 1 TAPI: Xaviera Rafa Rimarcdi (Exist Badminton Club) vs. Berliana Rahma (TAQI Arena Badminton Academy) 21-18, 21-8 TAPA: Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Haydhar Al Zakhiri (Jaya Raya Solo) 21-17, 21-18 GPC: Milan Prodeus Gultom/Dinny Octalira Zendrato (Luluk Hadiyanto Badminton Club Jaksel) vs. M Farzan Ahza Aqila/Tarisa Kirana Mahiswari (Sarwendah Badminton Club Jaktim) 21-23, 21-19, 21-19 UDPI: Azhalea Khaliqa Dzahin Salsabila (Jaya Raya Solo) vs. Steffi Laurentia Athalla Doda (Alamsyah Yunus Badminton Club) 21-9, 21-14 TPA: Marvel Mulyono (Champion Klaten) vs. Marcel Jhonatan (PB Djarum) 21-15, 21-10 GAPI: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia/Xaviera Rafa Rimarcdi (Satria Surabaya/Exist Badminton Club) vs. Nizma Qothrunadda Anako/Rya Alaysha Okka Putri (Jaya Raya Solo) 21-14, 21-6 GAPA: La Ode Muhammad Ahsan Kamil/Tristan Geovanni Pardosi (PB Djarum) vs. Muhammad Rafa Shirdi/Nawaf Al Ashar (PB Djarum) 21-15, 19-21, 21-19 UDPA: Azka Luthfi Mahardika (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Azka Al Fatih (Samudera Binjai) 21-11, 21-19 Lapangan 2 TPI: Mikha Ribka Kasalang (PB Djarum) vs. Syauqia Aisya Inara (PB Djarum) 21-6, 12-21, 21-9 GPI: Tiara Shaqeela Jasmine/Zhaafira Khoerunnisa (PB Djarum) vs. Alisha Artha Amara/Khanza Zulfanihayah (PB Djarum) 21-14, 22-20 GPA: Ahmad Hudzaifah/Muhammad Rizky Fadhillah (Mutiara Cardinal Bandung) vs. Muhammad Yasir Revansyah/Valdis Adlina Wiska Putra (Mutiara Cardinal Bandung) 21-15, 21-17