Sejarah! Claudia Jadi Pesepak Bola Putri Indonesia Pertama di Eredivisie Vrouwen

Claudia Scheunemann

Pemain timnas putri Indonesia, Claudia Scheunemann resmi bergabung dengan klub Belanda, FC Utrecht Vrouwen setelah menandatangani kontrak tiga tahun sampai 2028. “Pemain internasional Indonesia ini mendapatkan kontrak hingga 2028 FC Utrecht telah mengamankan kontrak Claudia Scheunemann,” tulis Utrecht dalam lamannya pada Selasa. Manajer teknis sepak bola Utrecht Putri, Marlou Peeters mengatakan kedatangan Claudia membuat timnya memiliki aset berharga. Pesepak bola putri berusia 16 tahun itu sudah menjadi tulang punggung lini depan timnas putri senior Indonesia. “Keahlian teknis dan wawasannya tentang sepak bola menjadikannya aset berharga bagi FC Utrecht,” kata Peeters. “Sebagai playmaker timnas Indonesia, ia menunjukkan potensi luar biasa selama masa latihannya bersama kami. Kami tak sabar melihatnya bersinar dalam balutan seragam merah putih,” kata Peeters, lagi. Claudia sendiri senang sekali menandatangani kontrak profesional pertamanya di dunia sepak bola. “Menandatangani kontrak profesional pertama saya dengan FC Utrecht dan menjadi pemain keturunan Indonesia pertama yang menandatangani kontrak di liga top Eropa sangat berarti bagi saya,” kata pesepak bola kelahiran 24 April 2009 itu. Claudia menyatakan akan bekerja keras demi mendapatkan tempat di Utrecht Women. “Saya tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagia dan bersyukurnya saya. Segala kemuliaan bagi Tuhan, keluarga, dan teman-teman saya,” katanya. “Tujuan utama saya adalah bekerja keras dan belajar agar saya bisa mendapatkan tempat reguler di tim utama dan meraih prestasi hebat bersama FC Utrecht,” tambah dia. Lahir pada 24 April 2009 di Tangerang, Indonesia, Claudia memulai karier sepak bola pada 2018 bersama Young Warrior FA. Pada Agustus 2024, ia pindah ke Hamburger SV U17 dan setelah itu bermain untuk Asprov Banten. Claudia menorehkan prestasi internasional pada usia 13 ketika melakukan debut bersama timnas Indonesia U20 dan langsung mencetak gol melawan Singapura. Setahun kemudian, ia melakoni debut tim utama dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Lebanon, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah membela Indonesia. Pada 28 Mei 2024, ia kembali mengukir sejarah dengan mencetak gol pertamanya untuk timnas dalam usia 15 tahun, kala melawan Singapura. Utrecht Putri merupakan tim papan atas kompetisi teratas sepak bola putri di Belanda, Eredivisie. Musim lalu mereka menempati posisi keempat dengan 40 poin, di bawah AFC Ajax Vrouwen, PSV Vrouwen, dan Twente.

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Gilas Malaysia, Indonesia ke Semifinal

Timnas putri U19

Timnas putri U19 berhasil lolos ke semifinal Piala AFF Putri U19, setelah menang 4-0 atas Malaysia pada laga terakhir Grup B di Stadion Phu Tho, Ho Chi Minh, Jumat. Tambahan tiga poin ini membuat Indonesia finis di posisi kedua klasemen akhir dengan koleksi empat poin. Indonesia yang sempat menghuni posisi juru kunci unggul satu angka dari Malaysia yang harus puas berada di posisi ketiga. Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-14 berkat gol Nasywa Salsabila. Pada menit ke-30 giliran Sydney Hopper yang membobol gawang Malaysia untuk menggandakan keunggulan Indonesia. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Jezlyn Kayla Azkah memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 berkat golnya pada menit ke-60. Allya Putri lantas menutup pesta Garuda Pertiwi Muda dengan golnya pada menit ke-63. Raihan ini mengulangi pencapaian timnas putri U19 pada 2023. Saat itu Indonesia juga mencapai semifinal sebelum disingkirkan Thailand yang menang 7-1. Pada semifinal, tim asuhan Akira Higashiyama akan berhadapan dengan tuan rumah Vietnam. Vietnam jelas tidak dapat dipandang sebelah mata sebab mereka sejauh ini belum kemasukan dan mengoleksi 16 gol di fase grup. Sementara itu, Indonesia datang ke semifinal dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Di laga perdana, Garuda Pertiwi Muda dipukul Thailand 6-1, lalu ditahan imbang 1-1 oleh Kamboja, sebelum akhirnya bangkit di laga terakhir lawan Malaysia.

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Indonesia Akui Keunggulan Thailand

ASEAN U-19 Girls' Championship 2025

Timnas Putri U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-6 pada laga perdana ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025 di District 8 Stadium, Ho Chi Minh, Vietnam, Senin (9/6). Gol tunggal Garuda Pertiwi Muda dicetak oleh Nasywa Zetira Rambe pada menit ke 90’+6 melalui tendangan bebas. “Kita akui kekalahan dari Thailand dan beruntung kami bisa menciptakan gol di menit-menit akhir. Tapi kita masih memiliki dua pertandingan, jadi harus mempersiapkan diri dengan baik untuk dua pertandingan berikutnya,” kata pelatih Timnas Putri U-19, Akira Higashiyama seusai laga. “Para pemain harus recovery dengan baik dan saya harap kami bisa menang pada dua pertandingan selanjutnya melawan Kamboja dan Malaysia,” pungkasnya. Setelah ini, Indonesia akan melawan Kamboja di Stadion Dat Duc, Ho Chi Minh pada Rabu (11/6) mendatang.

PSSI Umumkan Skuad Untuk Piala AFF Putri U19

Piala AFF Putri U19 2025

PSSI resmi mengumumkan daftar 23 pemain Timnas Putri U‑19 Indonesia untuk menghadapi Piala AFF Putri U19 2025, Minggu. Sebelum merilis nama-nama anggota skuad timnas putri U-19, PSSI terlebih dahulu mengumumkan penunjukan pelatih Akira Higashiyama untuk mengarsiteki tim tersebut. Skuad yang dipanggil mencerminkan kombinasi pemain muda potensial dari berbagai daerah. Beberapa nama yang menonjol antara lain Sydney Sari Hopper, gelandang berdarah campuran yang menjadi sorotan karena pengalamannya di luar negeri, serta pemain kembar Jazlyn Kayla Firyal dan Jezlyn Kayla Azkha, serta Ajeng Sri Handayani, yang telah mencuri perhatian publik pencinta sepak bola. Di ajang Piala AFF Putri U19 2025 yang akan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, 9 sampai 18 Juni, Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Berikut daftar lengkap pemain Timnas Putri U-19 Indonesia: Kiper Ghadiza Ananda Alleana Ayu Arumy Shesilia Putri Desrina Bek Amelia Rode Heselo Merisya Ika Hermawan Gea Yumanda​​​​​​​ Marcha Egis​​​​​​​ Nabila Sysilia Divany​​​​​​​ Jazlyn Kayla Firyal​​​​​​​ Marcelinda Nurul​​​​​​​ Nabilla Saputri​​​​​​​ Gelandang Zaira Aulia Kusuma​​​​​​​ Syafia Chorlienka​​​​​​​ Nasywa Zetira Rambe​​​​​​​ Aulia Arifah​​​​​​​ Sydney Sari Hopper​​​​​​​ Penyerang​​​​​​​ Shifana Rizka Nadhifa​​​​​​​ Ayunda Dwi Anggraini​​​​​​​ Allya Putri Afianti​​​​​​​ Jezlyn Kayla Azkha​​​​​​​ Ajeng Sri Handayani​​​​​​​ Nasywa Salsabilla Fattah​​​​​​​ Kikka Putri Ramadani​​​​​​​

Akira Higashiyama Jadi Pelatih Timnas Putri U19 Indonesia

Akira Higashiyama

PSSI resmi menunjuk Akira Higashiyama sebagai pelatih Timnas Putri U19 Indonesia. Pelatih asal Sakai, Fukui, Jepang ini datang dengan pengalaman internasional yang luas serta filosofi kepelatihan yang menekankan semangat, kerja keras, dan pembentukan karakter pemain muda. Akira mengungkapkan antusiasmenya menangani tim muda putri Indonesia. “Saya tahu Indonesia punya potensi besar. Itulah kenapa saya datang ke sini. Saya ingin menerima tantangan ini,” kata Akira. Akira memulai karier sepak bolanya sejak usia 9 tahun di Jepang. Setelah lulus dari universitas, ia memulai karier profesional sebagai pemain di Thailand, lalu melanjutkan petualangannya ke Kamboja, Mongolia, dan Selandia Baru. Setelah pensiun sebagai pemain, dia beralih ke dunia kepelatihan dan sempat menangani klub FC Ulaanbaatar di kasta tertinggi Liga Mongolia sebagai pelatih kepala. Pengalaman kepelatihannya juga meliputi Thailand dan Selandia Baru, sebelum akhirnya tiba di Indonesia. “Saya pernah menjadi pelatih kepala di Mongolia, lalu bekerja di Thailand dan New Zealand. Saya sudah terbiasa bekerja lintas budaya dan sangat menghormati sepak bola lokal,” jelas pelatih berusia 35 tahun tersebut. Filosofi kepelatihan Akira berakar pada prinsip yang sederhana namun kuat. Menurutnya, semangat untuk terus belajar, berkembang, dan bekerja keras adalah kunci utama, tidak hanya bagi pemain, tapi juga bagi dirinya sendiri sebagai pelatih. “Saya selalu lapar untuk menang, belajar, dan berkembang. Hal ini juga yang saya tanamkan pada pemain dan staf pelatih,” jelasnya. Meski memberikan perhatian besar pada aspek teknis dan taktis, Akira menekankan bahwa yang paling penting dalam sepak bola adalah hati dan seberapa besar hasrat yang dimiliki pemain untuk berkembang. Dalam waktu dekat, Akira akan memimpin timnya dalam AFF U19 Women’s Championship 2025. Berdasarkan hasil undian, Garuda Pertiwi Muda tergabung dalam Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Turnamen ini akan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 9-18 Juni 2025 mendatang. “Saya sudah bicara dengan Coach Mochi. Kami punya visi yang sama yakni membangun fondasi kuat dan mengantar Timnas Putri ke Piala Dunia,” tutup Akira.

PSSI Tuntaskan Seleksi Timnas U-17 dan U-20 Putri

Seleksi Timnas U-17 dan U-20 Putri

PSSI telah menuntaskan seleksi pemain Timnas Putri U-17 dan U-20 yang telah berlangsung 16 Januari-15 Februari 2025 di lapangan Unesa, Surabaya, Jawa Timur. Pemilihan pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi laga FIFA Match Day kontra Arab Saudi tanggal 20 Februari 2025 mendatang yang dilanjutkan dengan pemusatan latihan (TC) di Jepang berlangsung pada tanggal 22 Februari hingga 9 Maret 2025. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyambut baik tuntasnya agenda tersebut. “Saya apresiasi kerja dari timbas Putri, baik itu coach Mochi maupun ibu Vivin (Exco PSSI), sebagai penanggung jawab timnas putri yang terus mempercepat transformasi prestasi sepak bola putri kita. Saya berharap, para pemain yang sudah terpilih dari seleksi memanfaatkan kesempatan besar ini untuk bekerja dan berlatih lebih keras lagi,” ujar Erick di Jakarta, Minggu (16/2). Pada tahap awal, penyaringan pemain diikuti 52 pemain yang terdiri dari 28 pemain U-20 dan 24 pemain dari U-17. Setelah sebulan seleksi berjalan, sebanyak 24 pemain dipilih untuk melanjutkan TC ke Jepang. Menurut Vivin Cahyadi Sungkono, penanggung jawab Timnas putri, keberangkatan ke Jepang bertujuan memperkuat kerja sama dan peningkatan kualitas tim karena Garuda Pertiwi akan berlaga dalam kompetisi antar Universitas di Jepang yang akan dimulai pada 25 Februari 2025. Selain itu, dari seleksi Timnas U-17 dan U-20 ini, ada enam pemain yang dinilai coach Mochi layak bermain di timnas putri senior dan dipersiapkan di FIFA Match Day melawan Arab Saudi pada 20 Februari di Jeddah, Arab Saudi. “Kami berterima kasih kepada Ketua Umum PSSI karena berkat hubungan baik Pak Erick dengan Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF), semua kegiatan FIFA Match Day ini, hingga keberangkatan tim ke Tokyo dari Jeddah dibiayai SAFF. Bahkan pemain mendapat fasilitas umroh selama 1 hari,” jelas Vivin. Direncanakan, timnas putri senior akan membawa 18 pemain ke Jeddah, Arab Saudi yang terdiri dari 12 pemain senior dan 6 pemain hasil seleksi U-20 dan U-17. Menurut pelatih Timnas Putri, Satoru Mochizuki, seleksi pemain U-17 dan U-20 berjalan dengan baik. Pemusatan latihan di Jepang diyakininya akan menambah skill karena dirinya sudah menyiapkan program latihan yang sangat intensif. “Selain latihan yang padat dan uji coba dengan beberapa tim universitas di Jepang untuk meningkatkan kemampuan skill serta strategi. Usai Timnas Putri berhasil juara Piala AFF lalu, kami harus terus menyiapkan para pemain muda agar kualitas timnas ini tetap terjaga dan bisa terus ditingkatkan,” jelasnya. Menurut rencana, TC di Jepang akan mengundang dua calon pemain diaspora yang sama-sama berusia 19 tahun, yakni Djenna de Jong, striker yang bermain di klub liga 2 NAC Breda Women dan ⁠Felicia de Zeuuw yang bermain di posisi sebagai midfielder dari ADO Denhaag. Program TC di Jepang ini merupakan bagian dari persiapan mengikuti ASEAN Women’s Championship 2025.

Gilas Persib Bandung Putri 10-0 Timnas Putri Siap Tampil di Piala Asia Wanita 2022

Pada laga uji coba melawan Persib Bandung Putri di Stadion Madya, Jakarta (13/01) Timnas Putri berhasil menggilas Persib Bandung Putri dengan skor 10-0. Skor dibuat oleh Octavianti Dwi Nurmalita (menit ke-11), Helsya Maeisyaroh (22′, 45′), Ade mustikiana (30′), Carla Bio Pattinasarany (34′, 41′, 43′), Insyafadya Salsabillah (67′), Reva Oktaviani (71′), dan Zahra Muzdalifah (76′). Dengan hasil ini pelatih timnas putri, Rudy Eka, menyebut anak asuhnya siap untuk berlaga di Piala Asia Wanita 2022 baik secara permainan mau pun fisik. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina. Meski begitu masih ada pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. “Sekarang kami sudah satu bulan persiapan, ada peningkatan, kolektivitas, kerjasama, fisik bagus,” kata pelatih Rudy Eka yang juga pernah melatih Tira Persikabo. “Besok sekali lagi main lawan mereka (akademi Persib Bandung) untuk dilihat seberapa kuat anak-anak.” “Tapi ada beberapa bola bisa bolong ke depan, di sebelah kanan, kami waspadai, karena kami ketahui Samantha May Kerr (pemain Australia), pemain terbaik dunia, posisi sebelah kanan, bola jangan sampai kesitu (kanan),” kata Rudy Eka setelah laga usai. Klik disini untuk melihat galeri Timnas wanita vs Persib Bandung wanita

Tak Setragis Korea Utara, Timnas Putri Indonesia Dihujani Selusin Gol Korea Selatan

Anggota Timnas Sepak bola Putri Indonesia, Zahra Musdalifa (11) tak kuasa menahan airmatanya, usai dibantai 12-0 oleh tim Korea Selatan, dibabak penyisihan Grup A. Laga ini berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, pada Selasa (21/8). (Detik.com)

Palembang- Timnas Sepak bola Putri Indonesia harus mengakui ketangguhan Korea Selatan, usai dilibas dengan skor telak 0-12, dalam lanjutan grup A yang dimainkan di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/8). Belum genap lima menit, gawang yang dikawal Vera Lestari dirobek oleh Hyunyoung Lee. Tujuh menit berselang, giliran Moon Mira yang memaksa Vera Lestari memungut bola dari sarangnya, lalu disusul Lim Seonjoo di menit ke-14. Tak berhenti disitu, Moon Mira kembali berulah di menit ke-37, dan menambah pundi-pundi gol Korea Selatan. Tujuh menit sebelum turun minum, Hyunyoung Lee membuat gol kelima Korea Selatan di babak pertama. Setelah jeda turun minum, Korea Selatan yang bermain di atas angin, hingga menambah tujuh gol, yakni Hyunyoung Lee (47″), (71″), (90″); Son Hwayeon (48″); Jang Selgi (67″); dan Ji Soyun (88″), (90+”). Didapati statistik yang dilansir dari laman Asian Games 2018, Korea Selatan sangat mendominasi permainan. Penguasaan bola tim negeri Ginseng mencapai 76% dengan total lama bermain yakni 45 menit. Sedangkan Indonesia hanya mencapai 24% dengan waktu lama bermain 14 menit. Dari segi peluang, Indonesia hanya mampu melesatkan satu tendangan yang terarah selama 2×45 menit. Sementara Korea Selatan, total mencapai 21 tendangan ke arah gawang, dan 12 diantaranya tercipta gol. Meski begitu, nasib Garuda Pertiwi masih sedikit lebih baik, dibandingkan Korea Utara di ajang yang sama. Sehari sebelumnya, cerita lebih tragis dialami Timnas Putri Korea Utara, saat diberondong 0-16 oleh tim putri Cina. Kini, timnas putri Korea Selatan telah mengoleksi 9 poin dari tiga laga yang telah dilakoni. Sebelum membantai Indonesia 12-0, Korea Selatan telah menekuk Taiwan 2-1 dan Maladewa dengan skor 8-0. Atas perolehan yang telah dicapainya, Korea Selatan memimpin akhir klasemen grup A, dan menjadi juara grup. Timnas putri Taiwan yang sukses memenangkan 2 laga, berhasil mengumpulkan 9 poin, dan berhak atas tiket ke fase gugur sebagai runner up grup A mengikuti timnas putri Korea Selatan. Timnas putri Indonesia hanya meraih 3 poin dan berada di urutan ketiga klasemen. Satu-satunya poin didapat Srikandi Indonesia, pada saat melawan Maladewa dengan skor 8-0. Sedangkan saat melawan Taiwan, Timnas putri Indonesia dihajar 4-0. Sedangkan timnas putri Maladewa berada di urutan paling buncit tanpa meraih kemenangan. (Dre) Hasil Grup A Sepak Bola Wanita Asian Games 2018, Selasa (21/8) Indonesia 0-12 Korea Selatan Taiwan 7-0 Maladewa Klasemen Akhir Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No        Tim          MP   Gol   Poin 1. Korea Selatan     3     22:1   9 2. Taiwan               3     12:2   6 3. Indonesia           3     6:16   3 4. Maladewa           3     0:21   0

Dibantai Empat Gol Tanpa Balas Oleh Taiwan, Timnas Putri Tunggu Jalur Ranking Tiga

Gelandang Timnas putri Indonesia, Zahra Muzdaliffa (11) berebut bola dengan bek Taiwan, Yahue Chen (5), pada laga kedua Grup A, babak penyisihan sepak bola putri Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). (INASGOC)

Palembang- Timnas putri Indonesia gagal meneruskan tren positifnya. Pada laga kedua babak penyisihan Grup A sepak bola putri Asian Games 2018, srikandi Indonesia takluk 0-4 dari Taiwan di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Minggu (19/8). Padahal, di laga pertama pada Kamis (16/8), Indonesia menumbangkan Maladewa 6-0. Indonesia kebobolan cepat saat pertandingan baru memasuki menit keempat. Pemain Taiwan, Yu Hsiu-chin, sudah merobek gawang Indonesia yang dikawal Norrfince Boma. Unggul cepat, membuat Taiwan semakin percaya diri dalam menyerang barisan pertahanan Indonesia.Hasilnya, Taiwan menambah keunggulan 2-0, di menit ke-16, lewat Hsin Hsuan Pao. Indonesia yang terus ditekan, kembali harus rela gawangnya dibobol di menit ke-31 oleh Pi Han Chan. Selang delapan menit, Taiwan menyudahi perlawanan Garuda Pertiwi –julukan Timnas Putri- setelah Hsuan Pao mencetak brace, sekaligus memastikan kemenangan timnya dengan skor telak 4-0. Postur lawan yang lebih unggul membuat barisan pertahanan Indonesia kesulitan mengatasi serangan bola-bola atas. Pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja Ijatna mengakui, para pemainnya kalah dari segi postur, sehingga kerap kedodoran dalam duel udara. “Sejak awal, kami tahu, Taiwan bakal sering melepas crossing. Kami sering berlatih mengantisipasi serangan semacam itu, tapi perbedaan postur, ya sangat berpengaruh,” ucap Satia, dalam konferensi pers pasca-laga. Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi tiga klasemen sementara, dengan poin tiga dari dua partai yang dilewati. Di duel terakhir yang menentukan, Rani Mulyasari dkk harus menghadapi tim kuat asal negeri ginseng, Korea Selatan, pada Selasa (21/8). Meski belum pasti kalah, langkah ini membuat Indonesia tak bisa lolos langsung ke 16 besar. Namun, jalur peringkat tiga terbaik, bisa menjadi alternatif. (Dre) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No       Tim         MP   Gol   Poin 1. Korea Selatan   2    10:1    6 2. Taiwan             2     5:2     3 3. Indonesia         2     6:4     3 4. Maladewa         2     0:14   0 Hasil Grup A Sepak Bola Wanita Asian Games 2018, Minggu (19/8) Maladewa 0-8 Korea Selatan Taiwan 4-0 Indonesia Jadwal Grup A Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Cetak Rekor Enam Gol di Laga Perdana, Timnas Putri Bantai Maladewa dan Pimpin Klasemen Sementara

Gelandang Timnas Putri Indonesia, Zahra Muzdalifah, melakukan selebrasi, usai mencetak gol ke gawang Maladewa. Indonesia akhirnya unggul 6-0, pada laga perdana penyisihan Grup A Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/8).

Palembang- Pelatih Timnas putri Indonesia, Satia Bagdja Ijatna bersyukur timnya melibas Maladewa 6-0 pada pertandingan pembuka Grup A Asian Games 2018, di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/8). Hasil produkif itu membuka jalan srikandi Indonesia lolos ke fase berikutnya. Timnas Putri sudah unggul tiga gol saat babak pertama usai. Gol timnas putri masing-masing dicetak Zahra Muzdalifah (10′), ZP Mayang (16′), dan Sada Yudith (16′). Di babak kedua, gol timnas dibuka oleh gol kedua ZP Mayang (55′). Tambahan dua gol lainnya dicetak Sari Jesella (61′), dan gol kedua Zahra (72′). Satia mengatakan, Timnas Putri sempat bermain terburu-buru di awal pertandingan. Namun, melihat kualitas lawan, tim srikandi merah putih berani bermain lebih terbuka. “Alhamdulillah, kita bisa menang untuk modal ke depan. Terima kasih untuk pemain yang telah bekerja keras,” kata Satia dalam jumpa pers usai pertandingan. Kemenangan ini disambut sukacita oleh kubu Indonesia meski ada satu kritik yang diarahkan pada para pemain terkait banyaknya peluang yang terbuang. Indonesia dianggap bisa menang dengan skor lebih besar andaikan Mayang dkk. bisa lebih tenang dalam memanfaatkan kans yang ada. “Walaupun menang dengan skor 6-0, tapi masih ada beberapa evaluasi. Terutama soal pemain yang terkesan masih buru-buru sebelum akhirnya tercipta gol pertama, di sini pemain terlihat percaya diri dan tenang dalam bermain,” beber Satia. Sementara itu, Pelatih timnas putri Maladewa Athif Mohamed mengaku, secara keseluruhan anak asuhnya sudah bermain baik. Namun tingginya semangat pemain Indonesia yang menjadi tuan rumah, membuat Maladewa tidak bisa berkembang. “Kami ucapkan selamat kepada Indonesia yang memenangkan pertandingan ini,” kata Athif. Sedangkan, gelandang timnas, Muzdalifah Zahra menilai Indoesia berhasil mencetak sejarah, “Ini pertama kalinya bagi kami, menang di Asian Gaes. Semoga, lebih mudah bagi kami untuk lolos,” kata Zahra. Taiwan yang takluk 1-2 dari Korsel, pada pertandingan pertama, menjadi lawan berikutnya Garuda Pertiwi. Hal serupa juga disampaikan penjaga gawang Timnas Putri asal Wamena, Norffince Boma. Fince, sapaannya, menjadi starter pada laga ini. Baginya, lawan di pertandingan perdana ini sebetulnya cukup kuat, terutama untuk level sepak bola wanita. “Meski kami menang besar, Maladewa bisa dibilang lumayan kuat. Beberapa kali mereka memberikan tekanan yang cekup serius. Tapi dengan kerjasama tim yang baik, kami bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” ungkap gadis kelahiran 26 April 1995 itu. Mengantungi kemenangan dengan skor besar jadi hal positif bagi Zahra Muzdalifah dkk. Sebab, mereka tergabung di grup yang sebetulnya cukup menyulitkan, dengan adanya Korea Selatan (Korsel). Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan tiga poin, di atas Korsel yang menang 2-1 atas Taiwan. Pada partai selanjutnya, Srikandi Merah putih akan menghadapi Timnas Putri Taiwan, Minggu (19/8). Dan berikutnya Garuda Pertiwi akan menghadapi lawan berat, menantang Korsel, pada Selasa (21/8), di lokasi yang sama. (Ham) Klasemen Grup A sepak bola Putri Asian Games 2018 No     Tim          MP   Gol   Poin 1. Indonesia        1     6:0     3 2. Korea Selatan  1     2:1     3 3. Taiwan            1     1:2     0 4. Maladewa        1     0:6     0 Hasil Kamis (16/8) Grup A Korea Selatan 2-1 Taiwan Indonesia 6-0 Maladewa Jadwal Grup A Minggu (19/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 15.00 WIB Maladewa vs Korea Selatan 18.30 WIB Taiwan vs Indonesia Selasa (21/8) Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Indonesia vs Korea Selatan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang 18.30 WIB Maladewa vs Taiwan

Disorot Jarang Kompetisi, Indonesia Dicukur Vietnam di Piala AFF Putri Dan Tergelincir ke Dasar Klasemen

Timnas putri Indonesia terjerembab di dasar Klasemen Grup B AFF Women's Championship 2018, usai menderita kekalahan telak 0-6 dari timnas Vietnam. (tribunnews.com)

Jakarta- Timnas putri Indonesia gagal memetik hasil positif pada pertandingan kedua penyisihan grup B AFF Women’s Championship 2018, usai dikalahkan Vietnam dengan skor telak 0-6, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (3/7). Sejak menit awal, timnas sudah kedodoran dalam mengimbangi permainan tim Vietnam. Persoalan kondisi fisik pemain Indonesia yang menurun menjadi penyebab utamanya. Dengan masa recovery (pemulihan) hanya satu hari, praktis Zahra Musdalifah dan rekan-rekan gagal mengimbangi pemain Vietnam yang bugar, karena baru memulai laga perdana. Pada menit ke-2, gawang timnas sudah kebobolan melalui sepakan Huynh Nhu. Setelah gol pertama itu, Timnas semakin merapatkan barisan pertahanan sehingga permainan hanya berlangsung di wilayah kotak penalti Indonesia. Lantaran tak mampu menghalau serangan bergelombang Vietnam, satu per satu gol terjadi diawali menit ke-28 melalui Nguyen Thi Van dari luar kotak penalti. Mendapati kondisi tim yang terus melemah, pelatih Timnas Satia Bagdja Ijatna merotasi pemain, dengan menarik Susi Susanty dan digantikan Maulina Novryliani. Namun masuknya darah segar ini tetap tidak cukup membantu karena kembali Vietnam mencetak gol melalui Pham Hai Lieu yang memenangkan kemelut di mulut gawang. Hingga turun minum skor tetap bertahan 3-0 untuk keunggulan Vietnam. Memasuki babak kedua, kembali Vietnam menghentak barisan pertahanan Timnas. Thai Thi Loan langsung berhasil mencetak gol keempat Vietnam ketika pertandingan baru dimulai dua menit. Sebenarnya timnas memiliki peluang, andai saja ada pemain yang mampu mendukung pergerakan Mayang. Striker mungil ini terlihat masih bugar, dan beberapa kali berupaya menjemput bola ke lini tengah. Namun, lemahnya dukungan ke depan membuat Mayang tak bisa mencetak gol. Permainan timnas juga sempat menanjak ketika dua pemain dimasukkan, Jessela Arifya Sari dan Safira Ika menggantikan Tugiyati dan Risda Yulianti, terutama saat membangun serangan dari sayap. Namun, kemampuan fisik yang kedodoran membuat sejumlah kesalahan mulai terjadi di akhir-akhir babak. Vietnam akhirnya mampu menambah dua gol lagi melalui Huynh Nhu pada menit ke-52, dan Nguyen Thi Tuyet pada menit ke-63, sehingga skor akhir untuk kemenangan Vietnam 6-0. Paska laga, Satia mengatakan, kondisi fisik yang menurun jadi penyebab utama kekalahan dengan skor telak 6-0. “Tak bermaksud mencari alasan karena Vietnam memang bermain bagus, tapi turnamen Piala Dunia saja diberikan recovery empat hari, sementara ini cuma sehari usai lawan Singapura,” tegas Satia. “Kami coba sedikit rotasi, tapi kenyataan harus kembali mengeluarkan pemain yang sebenarnya coba kami istirahatkan. Tapi saya berterima kasih kepada pemain yang tetap bermain ngotot. Mungkin kalau pemain biasa sudah stop, kalau diserang terus seperti itu, karena pasti capek sekali kalau dibayangkan,” lanjutnya. Sedangkan arsitek Vietnam, Mai Duc Chung mengatakan, meski timnya menang tapi juga mengapresiasi permainan Indonesia. “Tim Indonesia bagus, tapi karena sudah lama tak berkompetisi di turnamen internasional membuat sedikit kesulitan,” kata Mai. “Saya tak bisa katakan ini pertandingan yang mudah. Indonesia jelas sekali telah berkembang sejak pertemuan terakhir kali,” ungkapnya seperti dikutip dari AFC. “Ini adalah pertandingan yang sulit, tapi pemain tentunya mendapatkan pelajaran yang berharga dari pertandingan ini,” pungkasnya. Kemenangan atas Indonesia membuat Vietnam memimpin klasemen sementara Grup B. Sementara Indonesia harus puas sebagai juru kunci. Paska menghadapi Vietnam, masih ada dua laga krusial yang menanti Indonesia di laga Piala AFF Putri 2018. (Ham) KLASEMEN GRUP B AFF WOMEN’S CHAMPIONSHIP 2018 No. Tim M N S K Gol Poin 1 Vietnam 1 1 0 0 6-0 3 2 Myanmar 1 1 0 0 4-0 3 3 Filipina 2 1 0 1 3-4 3 4 Singapura 1 0 1 0 0-0 1 5 Indonesia 2 0 1 1 0-6 1 Jadwal dan Hasil Laga AFF Women Championship 2018. Babak penyisihan grup 30 Juni 2018 Grup A Malaysia 0-7 Australia Kamboja 12-0 Timor Leste 1 Juli 2018 Grup B Filipina 0-4 Myanmar Singapura 0-0 Indonesia 2 Juli 2018 Grup A Timor Leste 0-8 Thailand Kamboja 0-4 Malaysia 3 Juli 2018 Grup B Indonesia 0-6 Vietnam Singapura 0-3 Filipina 4 Juli 2018 Grup A 16.00 WIB Thailand Vs Kamboja 19.00 WIB Australia Vs Timor Leste 5 Juli 2018 Grup B 16.00 WIB Vietnam vs Singapura 19.00 WIB Myanmar vs Indonesia