Cerita Aldila Sutjiadi Wujudkan Mimpi Bermain di Grand Slam

Cerita Aldila Sutjiadi Wujudkan Mimpi Bermain di Grand Slam

Prestasi membanggakan diraih salah satu petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, pada pertengahan Januari lalu. Atlet kelahiran Jakarta itu menembus babak utama Australian Open 2022 lewat jalur wildcard nomor ganda putri berpasangan dengan Peangtarn Plipuech asal Thailand. Ini merupakan pengalaman pertama Aldila Sutjiadi tampil di babak utama turnamen tenis Grand Slam untuk level senior. Dalam wawancara dengan redaksi Skor.id, perempuan 26 tahun itu pun sedikit berbagi cerita soal kisah di balik penampilannya di Australian Open 2022. “Awalnya, saya dan partner mau mengikuti turnamen pemanasan sebelum Australian Open. Kami mendaftar di Australian Open tetapi masuk ke alternate list. Saat itu, banyak sekali pemain yang ada di atas kami untuk masuk babak utama. Kira-kira kami di sekitar nomor 15 dari cut off-nya untuk babak utama,” ujar Aldila. “Harapannya memang kecil untuk bisa masuk (babak utama). Namun satu hari sebelum Natal, kami dapat e-mail dari Tennis Australia,” Aldila bercerita. “Mereka menawarkan untuk mendapatkan wildcard, bermain di babak utama ganda putri Australian Open,” ujarnya. “Pastinya kami senang sekali bisa mendapat tawaran tersebut dan kami menerimanya. Apalagi ini turnamen Grand Slam pertama buat saya dan partner saya,” tuturnya. Sayang, mereka langsung gugur di babak pertama usai takluk 4-6, 2-6 dari Alexa Guarachi/Nicole Melichar-Martinez yang berpredikat unggulan kelima. Namun, kekalahan tersebut tak serta merta membuat Aldila kecewa. Ia mengungkap ada banyak pengalaman berharga yang didapat dari Grand Slam pertamanya. Salah satunya adalah pengalaman berbagi ruangan dengan petenis-petenis top dunia, seperti Rafael Nadal dan Simona Halep. “Dulu, kayaknya cuma bisa melihat mereka (pemain top) dari jauh. Sekarang, lokernya barengan sama pemain-pemain pro. Player lounge, player cafe, semua jadi satu,” katanya. “Waktu aku ke player gym, sebelah ada (Rafael) Nadal lagi pemanasan, ada Simona Halep, ada (Aryna) Sabalenka juga.” lanjutnya Menurut Aldila, pengalaman tampil di Australian Open 2022 kali ini berbeda dibanding saat dirinya menembus semifinal ganda putri Australian Open Junior Championships 2012. Pengalaman kali ini membuat Aldila Sutjiadi lebih termotivasi untuk terus meraih prestasi dalam dunia tenis yang digeluti. “Bermain di Melbourne Park (venue Australian Open 2022) memberi aku semangat dan motivasi kalau aku bisa bermain di Grand Slam,” tuturnya memungkasi. Sumber: Skor.id

Berburu Bibit Atlet Tenis, Zulkifli Sukses Gelar Zulhas Cup 2022

Berburu Bibit Atlet Tenis, Zulkifli Sukses Gelar Zulhas Cup 2022

Dalam rangka mencari bibit unggul atlet nasional, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Zulkifli Hasan mengadakan turnamen tenis Zulhas Cup 2022. Zulhas Cup 2022 digelar di Lapangan Tenis Kodam Jaya, Widya Chandra dan Lapangan DPR RI, Senayan, Jakarta pada 29-30 Januari 2022. Ketua panitia yang juga anggota Pelti, Dyah Hestu Lestari mengatakan, turnamen tersebut sengaja digelar untuk mempererat tali persaudaraan antarpecinta tenis di Indonesia. “Pertandingan ini juga untuk mencari bibit unggul dari junior hingga dapat memberikan binaan untuk menjadi atlet Indonesia. Selain itu juga untuk mengembangkan kecintaan para mantan atlet untuk tetap aktif bermain,” kata Dyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/2). Adapun turnamen tersebut turut dihadiri para pemain nasional, mantan pemain nasional, dan para pecinta tenis se-Indonesia. Belum lagi para politisi seperti Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria; politisi dan artis Eko Patrio, Denny Cagur, Carlie ST12 dan Dessy Ratnasari. “Ada 27 tim dari Aceh, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kota Bogor, hingga Tolikara Papua. Peserta juga ada dari BUMN, perguruan tinggi dan tim Pangdam Jaya serta Polda Metro Jaya,” lanjutnya. Pertandingan tersebut diadakan untuk kelompok beregu dan junior usia 12 tahun. Adapun hadiah yang diraih oleh tim beregu berupa fresh money dengan total Rp 60 juta, kaos, raket dan tas tenis dari sponsor dan Yayasan Disyah Cahaya Lestari selaku EO pertandingan ini.

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, saat ini tengah mengadu peruntungan sebagai petenis profesional di Eropa. Petenis berusia 18 tahun itu tengah mengikuti rangkaian turnamen di Denmark. Level pro sendiri baru dijalaninya pada pertengahan tahun ini. Sebelumnya, ia merupakan petenis junior Indonesia yang terpilih menjadi bagian dari ITF (Federasi Tenis Internasional) Touring Team to Europe. Ia bergabung dengan tim yang dibiayai Grand Slam Development Fund di Paris, Prancis, sejak Mei lalu. Bersama talenta muda dari berbagai negara, Priska melakoni sejumlah turnamen junior level atas di Benua Eropa, termasuk dua Grand Slam yakni Roland Garros dan Wimbledon. Hasil mengecewakan diraih Priska Madelyn Nugroho di ajang Prancis Terbuka Junior. Ia langsung kandas di babak pertama. Bertanding di Stade de Roland Garros, Paris, di nomor tunggal putri, Priska yang ditempatkan sebagai unggulan ke-15 takluk dari petenis Rep. Ceko, Darja Vidmanov. Pada sektor ganda putri, Priska berpasangan dengan petenis asal Rusia, Erika Andreeva juga tersingkir di babak pertama. Mereka takluk dari pasangan petenis dari Prancis, Laia Petretic yang berpasangan dengan petenis Meksiko, Julia Garcia. Prestasi lebih baik diraih Priska di ajang Wimbledon 2021. Peraih juara ganda putri Autralian Terbuka junior 2020 ini lolos hingga babak kedua baik di nomor tunggal dan nomor ganda putri. Ajang Wimbledon Junior ini sendiri mengakhiri rangkaian perjalanan Priska Madelyn Nugroho sejak dirinya terpilih sebagai anggota ITF Touring Team to Europe. Pasca tersingkir dari Wimbledon Junior, Priska pun memulai kariernya pada level profesional. Pada 16 Juli lalu, Ia menjadi semifinalis ganda putri bersama petenis Korea Selatan, Yeonwoo Ku, di turnamen ITF W15 Almada, Portugal. Dilansir dari laman resmi ITF, Priska juga sempat mengikut iurnamen ITF Amarante Ladies Open yang digelar pada tanggal 19-25 Juli 2021, di Portugal. Namun, ia baru bisa merebut gelar juara pertama di level pro pada turnamen Pada turnamen ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg, Denmark, Priska Madelyn Nugroho sukses meraih gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan pemain Jepang, Naho Sato, mereka berhasil menundukkan Viktoriia Dema (Ukraina)/Ani Vangelova (Bulgaria) di partai final dengan skor 6-0,6-1, Sabtu, 7 Agustus 2021. ITF World Tour W15 merupakan level terendah dalam struktur kompetisi Federasi Tenis Internasional (ITF). Ajang berhadiah total 15.000 dolar AS (sekitar Rp215 juta) merupakan loncatan awal petenis junior merintis karier di tenis profesional. ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg merupakan turnamen kedua bagi Priska Nugroho di Denmark. Sebelumnya, petenis unggulan tanah air itu sempat mengikuti turnamen di kota Vejle. Berlaga di sektor tunggal putri, ia hanya mampu mencapai babak semifinal. Turnamen yang dijalani sang atlet merupakan bagian dari rangkaian turnya di Eropa. Setelah berlaga di Denmark, Priska direncanakan berangkat ke Jerman dan Austria untuk berlaga di turnamen lainnya. Setelah semua turnamen selesai diikuti, Priska Nugroho dijadwalkan pulang ke tanah air. Petenis muda Indonesia itu akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional yang akan dihelat di Jayapura, Papua. Karier tenis Priska Madelyn Nugroho diwarnai pencapaian apik di level junior. Ia menjuarai Australia Terbuka Junior 2020 di nomor ganda putri, saat berpasangan dengan petenis Filipina Alexandra Eala. Sumber: Tempo

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Turnamen tenis lapangan untuk usia muda bertajuk Gorontalo Tenis Cup 2021 telah resmi bergulir pada Kamis (11/03/2021) di lapangan indoor Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua Pengprov Pelti yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba. Gorontalo Tenis Cup 2021 diikuti oleh 32 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, masing-masing tunggal, ganda dan junior. Turnamen yang diselenggarakan oleh Underground Tenis Club (UTC) Gorontalo ini akan berlangsung selama 4 hari mulai 11-14 Maret 2021. “Sebagai pengurus Pelti saya memberikan apresiasi yang besar atas inisiatif klub yang melaksanakan pertandingan. Inilah yang diharapkan oleh Pelti bahwa semua orang berkeinginan besar dalam memajukan tenis, mulai dari pengurus maupun club. Ini artinya bahwa kepedulian insan tenis di Gorontalo sudah luar biasa,” sambut Darda. Darda juga menilai antusiasme dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa dalam mengikuti turnamen tersebut membuktikan bahwa cabang olahraga tenis di Gorontalo sudah menunjukkan hal yang positif. Dia berharap dengan adanya turnamen tenis di Gorontalo bisa melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat Nasional dan internasional. “Untuk seluruh insan tenis di Gorontalo mari kita memajukan tenis bersama sama, dan semoga semangat ini tetap berlanjut,” katanya.

Sheraton Charity Cup 2020 Sukses Digelar, Danrem 162/WB: Perlu Bibit-bibit Baru Untuk Regenerasi

Sheraton Charity Cup 2020 Sukses Digelar, Danrem 162/WB: Perlu Bibit-bibit Baru Untuk Regenerasi

Turnamen tenis bertajuk Sheraton Charity Cup 2020 sukses digelar pada 25 hingga 27 September 2020 lalu di Sheraton Senggigi Beach Resort, Senggigi, Lombok Barat. Turnamen ini merupakan kerja sama antara Senggigi Beach Resort dengan PELTI Nusa Tengga Barat. Selain itu, Sheraton Charity Cup 2020 juga bekerja sama dengan Marriott International, Marriott Worldwide Business Council di Bali dan Lombok sebagai pihak penyelenggara, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Korem 162 Wira Bhakti dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Ada beberapa misi yang diusung pada turnamen kali ini selain yang utama yaitu sebagai penggalangan dana untuk rekanan Marriott International di Indonesia, terutama yang berada di area Senggigi. Dana bantuan tersebut diharapkan untuk bisa meringankan beban rekanan yang ekonominya terdampak pandemi. “Banyak rekan-rekan kita yang tentunya terpengaruh secara finasial, dan bahkan tak sedikit pula yang kehilangan mata pencahariannya. Maka dari itu, dengan rendah diri, kami menjadikan turnamen ini sebagai sebuah wadah untuk menggalang dana bagi rekan-rekan kami yang terkena dampak akibat wabah yang tengah melanda bumi ini,” jelas General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Teezar Mirza, dilansir dari Radarlombok.co.id. Selain itu, turnamen ini bertujuan untuk memperingati hari jadi Tentara Nasional Indonesia yang ke-75 dan mencari bibit potensial pemain tenis, terutama dari kelompok umur junior. “Sekaligus merayakan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-75, turnamen ini mempertandingkan 3 kategori, di antaranya adalah kelompok umur junior, ganda berprestasi dan beregu veteran,” ujar Marketing Communications Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Marriott Internationa, Swarti Indah Diningrum, pada kesempatan yang sama. Tercatat sekitar 168 petenis dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat dan Bali yang mengikuti turnamen ini. Sementara itu, pemenang dari tiap kategori mendapatkan piala dan piagam, serta uang pembinaan bagi kelompok umur junior. “Perlu bibit-bibit baru untuk mengisi regenerasi para atlet Indonesia. Untuk mengisi itu, kita mencari dari atlet-atlet muda di daerah-daerah,” kata Danrem 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Lebih lanjut, sesuai dengan slogan HUT TNI yang ke-75, “Sinergi untuk Negeri,” turnamen ini menjadi salah satu kesempatan bagi TNI untuk menyinergikan kegiatan-kegiatannya dengan seluruh stakeholder, termasuk untuk para pelaku pariwisata. “Semoga ke depannya menjadi normal, dan situasi pariwisata di NTB menggeliat seperti sedia kala,” lanjut Ahmad Rizal Ramdhani. Pada saat penyerahan hadiah, Polda NTB yang diwakili oleh Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Djoko Hari Utomo, S.I.K, M.Si., juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk pelaku pariwisata yang terdampak pandemi di Sheraton Senggigi Beach Resort. “Tidak dilihat dari nilai, tapi lebih pada kepedulian kami terhadap situasi dan kondisi yang ada,” ujar Irwasda.

Fokus Mencari Bibit Unggul, Ini Program Yang Dicanangkan oleh Pelti Purbalingga

Fokus Mencari Bibit Unggul, Ini Program Yang Dicanangkan oleh Pelti Purbalingga

Sejak dilantik pada awal bulan lalu, Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Purbalingga untuk periode kepemimpinan tahun 2020-2024 memiliki tiga program utama yang akan mereka laksanakan selama periode masa jabatan tersebut. Ketiga program itu akan berfokus menjadikan Pelti menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit unggul. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pelti Kabupaten Purbalingga, Rofik Hananto. “Ketiga program yang akan kami laksanakan terdiri dari revitalisasi, regenerasi, dan reaktualisasi,” ujar Rofik dilansir dari Republika.co.id. Lebih lanjut, Rofik menyebutkan, dalam program reaktualisasi, Pelti Kabupaten Purbalingga akan lebih mengaktualisasikan olahraga tenis lapangan di tengah masyarakat. Terutama pada bibit-bibit atlit tenis muda di sekolah-sekolah. Menurutnya, tenis harus dikenal masyarakat luas, khususnya ke calon-calon pemain junior, yakni dengan ke sekolah-sekolah. “Insyaallah, program perdana yang akan kami lakukan adalah program ‘Pelti Goes to School’. Kami berharap pemerintah dan teman-teman anggota Pelti lainnya, bisa memberikan insentif kepada sekolah-sekolah yang mulai mengenalkan olahraga ini,” ujar Rofik. Kemudian untuk program regenerasi, ia dan pengurus lain akan berusaha agar Pelti Purbalingga bisa melahirkan banyak pemain junior. Sedangkan program revitalisasi, Pelti Purbalingga akan berupaya untuk membantu merevitalisasi lapangan yang biasa untuk latihan tenis ini. “Pelti menjadi wadah untuk mencari bibit unggul, sekaligus melakukan pembinaan yang terstruktur dan membantu atlet untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi,” katanya. “Selama ini sudah banyak lapangan sepak bola, voli dan badminton. Tapi masih sedikit lapangan tenis,” lanjut Rofik. Sementara itu, Ketua Pelti Jawa Tengah, Ahmadi, berharap Pengkab Pelti Purbalingga kelak bisa kembali selenggarakan turnamen nasional sebagaimana waktu-waktu sebelumnya. “Turnamen ini penting sebagai salah satu cara pembinaan, pembibitan dan seleksi,” kata Ahmadi. Hal senada turut disampaikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Ia beharap pengurus Pengkab Pelti Kabupaten Purbalingga yang baru mampu melahirkan bibit bibit unggul para atlet lapangan yang berprestasi yang membanggakan nama kabupaten Purbalingga. “Tidak hanya tataran regional, nasional akan tetapi juga sampai internasional,” ujar Dyah.

Lantik Kepengurusan Baru, Wali Kota Minta Pelti Kota Bandung Terus Membina Atlet Usia Dini

Lantik Kepengurusan Baru, Wali Kota Minta Pelti Kota Bandung Terus Membina Atlet Usia Dini

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kota Bandung untuk terus membina atlet usia dini. Salah satunya dengan cara menggelar turnamen untuk usia dini secara berkala. Menurut Oded, hal itu menjadi salah satu faktor penting untuk melahirkan petenis berprestasi di masa depan. Hal tersebut disampaikan oleh Oded saat pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Kota Bandung periode 2020-2025, di Pendopo Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (31/08/2020). “Sebaiknya Pengcab Pelti menggelar turnamen tenis bagi atlet usia muda dari mulai tingkat kelurahan, kecamatan ataupun antar sekolah. Turnamen tersebut bisa bernama Wali Kota Cup, Wakil Wali Kota Cup ataupun Sekda Cup,” ujar Oded seperti dilansir Nusantarapos.co.id. Menurutnya, momentum kepengurusan baru ini sebaiknya dimanfaatkan juga untuk bisa menghadirkan semangat baru sekaligus melanjutkan dan meningkatkan prestasi olah raga tenis di kota Bandung. “Dengan adanya kepengurusan yang baru ini bisa melanjutkan dari kepengurusan yang lama untuk meraih hasil dan prestasi yang lebih baik bagi Kota Bandung,” harapnya. Lebih lanjut, Wali Kota Bandung periode 2018-2023 tersebut berharap jika kepengurusan yang sekarang mampu menjaga silaturahmi. Karena silaturahmi yang kokoh dan suasana yang kondusif antarpengurus merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah organisasi. “Ketua dengan anggota agar solid, perbanyak pertemuan banyak sarana untuk itu. Jika sering bertemu akan muncul gagasan dan ide-ide yang bisa bersama-sama rumuskan sehingga Pelti Kota Bandung menjadi organisasi yang berkualitas,” pesan Oded. Sementara itu, ketua Pelti Kota Bandung masa bakti 2020-2025, Gin Gin Ginanjar telah berjanji pada awal masa awal kepemimpinannya, ia akan membenahi organisasi agar menjadi penggerak utama. Lalu akan berkoordinasi dan bekerja sama lebih baik dengan klub/perkumpulan sebagai modal utama Pelti Kota Bandung. Gin Gin juga akan berupaya untuk lebih mempopulerkan olah raga tenis lapangan kepada masyarakat khususnya di lingkungan sekolah. “Teknisnya saya akan koordinasi dengan kepengurusan baru dan dinas atau stakeholder terkait,” ujar Gin Gin. Menurut Gin Gin potensi atlet berkualitas salah satunya berada di Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sehingga pihaknya akan mendata dan berkoordinasi dengan dinas terkait. “Kita juga akan menggelar turnamen Wali Kota cup sebagai penyemangat dan proses penjaringan potensi-potensi atlet berkualitas,” katanya. Ia menambahkan, Porda Jabar 2022 menjadi salah satu prioritas. Menghadapi Porda Jabar, kata Gin Gin, Pelti akota Bandung akan persiapkan atlet sebaik mungkin. “Dengan persiapan maksimal, kami harap bisa meraih medali optimal agar Bandung juara umum,” tuturnya.

Skuad Fed Junior Indonesia Incar Rangking 100 Dunia, PP Pelti : Pengganti Yayuk Basuki !

Tim Piala Fed Junior 2018 yang terdiri dari (ki-ka) Priska Madelyn Nugroho , Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara serta Ryan Tanujoyo, lolos ke putaran final di Hungaria. (vavel.com)

Jakarta– Petenis junior Indonesia, Priska Madelyn, menargetkan bisa menembus peringkat 100 besar dunia junior pada akhir 2018. “Saya saat ini di posisi 164. Pada akhir 2018, targetnya naik ke peringkat 100 besar dunia,” kata Priska, saat penyambutan tim Piala Fed Junior, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (22/4). Untuk mencapai posisi tersebut, Priska menargetkan rutin mendulang poin dari turnamen yang akan dia ikuti sampai akhir tahun, yakni satu hingga dua turnamen setiap bulan. Dalam waktu dekat, Priska akan berlaga di turnamen level Grade 4, Malacca Internasional Junior Championship, pada 8-13 Mei 2018, di Malaysia. “Tapi di Malaysia ini saya tidak mau menganggap remeh dan tetap mewaspadai lawan-lawan yang akan dihadapi karena kualitasnya tidak sembarangan. tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Priska. Turnamen yang akan diikuti Priska ini diketahui usai dara yang akan berusia 15 tahun itu, selesai membela Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania. Selain Prsika, tim Indonesia terdiri dari Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara Di kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania, Indonesia harus puas hanya menjadi runner-up paska dua kali kalah dari Jepang saat bertemu di fase grup dengan kedudukan 0-2, dan yang kedua saat partai final oleh Australia. Meski menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018, bersama dengan Australia, Jepang, dan Hong Kong. Negara-negara tersebut menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali, Indonesia mencicipi babak dunia, yakni pada sembilan tahun lalu (2009). Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang, serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menilai capaian lolos ke babak dunia ini sinyal kebangkitan tenis Indonesia. “Dari tim Fed junior, semoga muncul pengganti Yayuk Basuki dan pemain senior lainnya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti Susan Soebakti, saat penyambutan tim Fed Junior. Ke depannya, Pelti menyatakan akan mempersiapkan tim untuk berlaga di babak dunia Fed Junior pada September mendatang. “Mereka tetap ikut pertandingan dalam persiapan menuju Hungaria. Termasuk pengiriman tur ke luar negeri akan direalisasikan seperti instruksi Ketua Umum,” kata Susan. Selain berbagai persiapan mandiri para atlet dan oleh federasi, jelang tampil di babak dunia Fed Junior, Ketua Umum PP PELTI, Rildo Ananda Anwar berencana memberikan fasilitas wild card pada tim Fed Junior di event Indonesia Women’s Circuit berhadiah total 15 ribu dolar AS, di Solo, Jawa Tengah, pada bulan Juli. (art) Tim Piala Fed Junior Indonesia 2018 1. Priska Madelyn Nugroho 29 Mei 2003 ITF-165 2. Janice Tjen 6 Mei 2002 ITF-213 3. Nadya Dhaneswara 5 Januari 2002 Kapten: Ryan Tanujoyo 7 mei 1982