Ruichang China Masters: Bagas perlu tambah power usai jadi runner-up

Ruichang China Masters 2026

Tunggal putra Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo mengatakan perlu menambah kekuatan pukulan atau power sebagai bagian dari evaluasi utama setelah menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Bagas harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao pada partai final di Ruichang, China, Minggu, setelah kalah dua gim langsung 14-21, 11-21. “Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil ini. Di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani,” ujar Bagas dalam keterangan PP PBSI setelah laga. Ia menjelaskan, upayanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua belum membuahkan hasil karena masih kesulitan keluar dari tekanan, sehingga beberapa pukulannya kurang maksimal dan mampu dimanfaatkan lawan untuk meraih poin. “Gim kedua saya sudah mencoba mengikuti tempo lawan, tetapi tetap belum bisa keluar dari tekanan. Banyak bola buangan saya yang tanggung dan itu bisa dimanfaatkan lawan,” katanya. Bagas mengungkapkan tidak ada kendala berarti secara teknis maupun kondisi fisik pada pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui lawannya tampil lebih percaya diri, rapi, serta berani mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Menurut Bagas, faktor tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilannya sehingga ia tidak bisa menunjukkan permainan terbaik seperti biasanya. “Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Lawan juga lebih berani menyerang dan sangat rapi permainannya,” ujarnya. Sebagai bahan perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulan agar mampu bersaing lebih baik saat menghadapi pemain dengan permainan agresif. “Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi,” kata Bagas.

Putri KW jadikan Swiss Open sebagai bahan evaluasi tingkatkan performa

Putri Kusuma Wardani

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadikan pencapaiannya menjadi runner-up Swiss Open 2026 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, terutama dalam menghadapi tekanan saat laga penting. Putri harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong dengan skor 11-21, 15-21 pada final yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu. “Sebenarnya saya ingin bisa mengeluarkan permainan terbaik dari awal, tapi di lapangan merasa cukup tertekan. Supanida juga menerapkan strategi yang tepat dengan membatasi bola atas saya dan mempercepat tempo permainan,” kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga final. Unggulan pertama tersebut tetap bersyukur mampu menembus partai final, meski mengaku belum puas karena merasa permainannya tidak berkembang optimal pada laga penentuan gelar. “Tapi memang kurang puas karena permainan saya tidak keluar hari ini,” ujarnya. Putri menambahkan, rangkaian turnamen yang diikutinya dalam beberapa pekan terakhir memberinya banyak pengalaman berharga, terutama saat menghadapi pemain-pemain dengan karakter permainan berbeda. Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi pemain dengan pertahanan solid maupun serangan agresif. “Dari dua minggu ini saya dapat banyak pengalaman dari pemain top. Saya bisa belajar bagaimana menghadapi tipe permainan yang berbeda-beda,” katanya. Ke depan, Putri mengatakan masih perlu meningkatkan berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, hingga faktor nonteknis seperti fokus dan kemampuan mengatasi tekanan dalam pertandingan. “Secara keseluruhan saya harus lebih kuat lagi, baik dari fisik, teknik, maupun nonteknis seperti fokus dan kemampuan keluar dari tekanan,” ujar Putri.

Swiss Open 2026: Alwi akui tampil antiklimaks

Alwi Farhan

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan mengakui penampilannya antiklimaks setelah keluar sebagai runner-up Swiss Open 2026 lantaran kalah dari wakil Jepang Yushi Tanaka pada partai final. Pada pertandingan yang berlangsung di St Jakobshalle, Basel, Minggu, unggulan keenam itu takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21. “Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi setelah laga, dikutip dari keterangan resmi PP PBSI. Alwi mengatakan kondisi fisik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada laga final, terutama karena waktu pemulihan yang terbatas setelah menjalani pertandingan semifinal sehari sebelumnya. Dia mengaku belum mampu melakukan pemulihan secara optimal sehingga berdampak pada penampilan di laga puncak, meski tetap berusaha memberikan perlawanan maksimal. “Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” kata Alwi. Meski gagal meraih gelar, Alwi mengungkapkan dua pekan terakhir menjadi periode penting untuk menambah pengalaman bertanding, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan tinggi. Menurut dia, meski Swiss Open berlevel Super 300, tantangan yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan turnamen level Super 1000 yang diikutinya pada pekan sebelumnya di All England 2026. “Dengan kondisi yang sudah tidak 100 persen saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” tutur Alwi.

PBSI Tetapkan Mekanisme Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet Pelatnas

Penutupan Seleknas PBSI 2026

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus berkomitmen membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas. Melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas. Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki. Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa. Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet. Sementara itu, biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI, sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal masing-masing atlet. Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya pencapaian minimal 50% dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara. Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan. Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis. Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI. Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi. Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat. Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI) atlet, serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet. Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan dari pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas. Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI. Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI. Sistem pembinaan yang semakin terstruktur ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

All England 2026: Raymond/Nikolaus Terhenti

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengambil banyak pelajaran berharga setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia Kim Won Ho/Seo Seung Jae pada semifinal All England 2026 di Utillita Arena Birmingham, Birmingham, Minggu pagi WIB. Raymond/Nikolaus harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan tersebut setelah kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Meski gagal melangkah ke final, pasangan muda Indonesia itu justru melihat pertandingan tersebut sebagai kesempatan belajar dari salah satu pasangan terbaik dunia. “Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya kami bisa lebih baik ke depannya,” kata Nikolaus dalam keterangan resmi PP PBSI, Minggu. Raymond mengatakan mereka sebenarnya sempat berada dalam posisi yang cukup baik pada gim pertama. Namun kurangnya konsentrasi di poin-poin krusial membuat lawan mampu membalikkan keadaan. “Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” ujar Raymond. Menurut Raymond, perjalanan di turnamen level Super 1000 tersebut memberikan pengalaman yang sangat penting bagi perkembangan permainan mereka. “Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga,” katanya. Sementara itu, Nikolaus mengungkapkan sejak awal mereka menyadari peluang di lapangan selalu terbuka bagi kedua pasangan. Namun pada pertandingan tersebut, pasangan Korea Selatan tampil lebih siap. “Pada awalnya kami berpikir sama-sama di lapangan, sama-sama punya kesempatan untuk menang. Tapi hari ini kami mengakui mereka lebih siap,” ujar Nikolaus. Ia bahkan merasakan perbedaan kualitas tersebut sejak sebelum pertandingan dimulai. “Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kim/Seo benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir,” katanya. Bagi Raymond/Nikolaus, kesempatan menghadapi pasangan nomor satu dunia secara langsung menjadi pengalaman penting untuk memahami standar permainan di level tertinggi. Konsistensi dan stabilitas permainan yang ditunjukkan Kim/Seo menjadi hal yang ingin mereka pelajari untuk meningkatkan kualitas permainan ke depan. Keberhasilan menembus semifinal All England juga menjadi modal kepercayaan diri bagi Raymond/Nikolaus untuk melanjutkan perjalanan mereka di turnamen-turnamen besar berikutnya. “Tentu hal ini membuat kami lebih percaya diri dengan hasil semifinal ini. Ke depan tidak boleh dijadikan beban, kami mau menjalani dengan enjoy saja,” kata Nikolaus.

All England 2026: Raymond/Joaquin Tembus Semifinal

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melanjutkan kejutan di All England 2026 dengan mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang 21-12, 21-18. Raymond/Joaquin ke semifinal jadi wakil Indonesia yang tersisa. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menghadapi unggulan ketiga Liang Wei Keng/Wang Chang (China) pada perempatfinal All England 2026. Laga ini berlangsung di Utilitia Arena, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3/2026) dini hari WIB. Raymond/Joaquin tampil apik sejak awal gim pertama. Mereka mampu unggul 4-2. Liang/Wang sempat mengejar dengan hanya tertinggal satu angka saat 5-6. Indra/Joaquin bisa kembali menjauh dengan mendapat tiga poin beruntun untuk unggul 9-5. Raymond/Joaquin unggul 11-6 saat interval. Selepas interval, Liang/Wang perlahan memangkas jarak angka hingga 15-17. Raymond/Joaquin bermain apik mengimbangi agresivitas Liang/Wang. Ganda putra ranking 17 ini mendapatkan game point saat kedudukan 20-16. Mereka bisa memenangi gim pertama 21-16. Duel sengit di awal gim kedua. Pukulan terukur Indra ke area belakang Liang/Wang mengakhiri rally bikin skor imbang 3-3. Raymond/Joaquin kemudian sempat tertinggal 3-5. Secara luar bisa mereka bangkit untuk berbalik unggul 7-5. Liang/Wang setelahnya banyak membuat kesalahan. Hal ini diamanfaatkan Indra/Joaquin untuk menjauh hingga unggul 11-7 saat interval gim kedua. Raymond/Joaquin langsung bermain agresif usai interval. Hasilnya mereka bisa mendulang dua angka. Raymond/Joaquin terus konsisten. Mereka unggul sembilan angka saat skor 18-9. Smash Raymond yang gagal dikembalikkan Wang bikin pasangan Indonesia mendapatkan match point 20-10. Pengembalian Liang yang melebar bikin Raymond/Joaquin memenangi laga usai mengamankan gim kedua 21-18. Raymond/Joaquin melaju ke semifinal. Mereka jadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di All England 2026.

Candra Wijaya gelar kejuaraan bulu tangkis khusus nomor tunggal

Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya

Legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya memperluas program pembinaan dengan menggelar turnamen bertajuk Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Banten, 12-14 Februari 2026. Turnamen yang untuk pertama kalinya secara khusus mempertandingkan nomor tunggal itu diikuti 330 pebulu tangkis dari 130 perkumpulan. Nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal putra dan putri kelompok pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak-anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17), serta dewasa amatir (30+). Candra mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tunggal tersebut merupakan langkah lanjutan setelah sejak 2009 rutin menggelar kejuaraan khusus nomor ganda yang telah memasuki edisi ke-13 pada 2025. “Setelah sekian lama turut berkecimpung di dunia bulu tangkis nasional dengan mendirikan klub, membina atlet, membangun gedung olahraga, serta membuat kejuaraan khusus ganda, kini kami juga ingin terus menyemai guna memunculkan bibit-bibit unggul sektor tunggal,” kata Candra dikutip dari keterangan tertulis, Minggu. “Apa yang kami lakukan ini sesuai visi-misi kami untuk turut memajukan prestasi bulu tangkis nasional secara menyeluruh dan bukan hanya di sektor ganda saja,” katanya melanjutkan. Ia berharap kejuaraan khusus tunggal tersebut dapat semakin menggairahkan pembinaan atlet sejak usia dini. “Kejuaraan khusus tunggal ini tentunya juga untuk membudayakan pembinaan sejak dini dan sekaligus melestarikan prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah dunia,” ujar Candra. Dari hasil pertandingan, sejumlah talenta muda tampil menonjol. Pada tunggal putri usia dini (U-11), Kharissa Lubna Ramadhani (SDN Ciracas 06, Jakarta Timur) keluar sebagai juara setelah mengalahkan Zevanya Cantika Hamzah (Sriwijaya Badminton Academy) dengan skor 21-15, 23-21. Di tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah (Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya) menjadi yang terbaik usai menundukkan Katrina Gwendelyn Setiawan (Jaya Raya Solo) 21-10, 21-7. Pada kelompok pra usia dini (U-9) putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus (Amour Badminton Club) meraih gelar juara setelah mengatasi Arka Pratama Sitepu (Flash) 21-16, 21-18. Sementara itu, Didin Khoerul Ma’mur dari Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya (DYSCW) menjuarai tunggal pemula (U-15) putra dengan mengalahkan Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta) 21-15, 21-11. Berkat raihan dua medali emas dan satu perak, klub tuan rumah DYSCW keluar sebagai juara umum. Satu medali perak disumbangkan Gibran Sandya Prayoga di tunggal anak-anak (U-13) putra setelah pada final dikalahkan Muhammad Davin Abrisam (SDN 1 Panaragan Bogor) 10-21, 18-21. Ketua Pengprov PBSI Banten, Sudarto Adinagoro saat menutup kejuaraan, Sabtu (14/2), menilai ajang tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang. “Saya menilai kejuaraan ini merupakan sebuah proses panjang untuk melahirkan atlet-atlet tunggal potensial yang kelak bisa menjadi juara di level nasional dan internasional. Saya pun mengapresiasi atas ide-ide dan inisiatif pahlawan bulu tangkis Candra Wijaya yang mau menggelar kejuaraan khusus tunggal ini,” tegas Sudarto.

Ubed Juara Thailand Masters 2026

Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Zaki “Ubed” Ubaidillah mempermalukan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-19, 20-22, 21-19 pada partai final untuk menjuarai Thailand Masters 2026. Itu menjadi kali pertama Ubed mengalahkan Panitchaphon setelah selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. “Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara,” kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. Itu menjadi gelar pertama Ubed pada 2026 setelah sebelumnya hanya mencapai 16 besar Indonesia Masters, di mana dia dihentikan wakil Singapura, Loh Kean Yew, 19-21, 10-21. Dalam perjalanannya menjadi juara Thailand Masters, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, salah satunya memenangi perlawanan melawan rekan senegaranya sendiri yang sebelumnya menjadi juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan, di babak semifinal dengan skor 21-18, 21-14. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas,” tutur Ubed, yang merupakan tunggal putra 44 dunia. Kemenangan Ubed membuat Indonesia memborong empat gelar dari Thailand Masters 2026 setelah sebelumnya menang di sektor ganda putri (Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti), ganda putra (Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana), dan ganda campuran (Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil).

PBSI rilis kalender kompetisi 2026 level junior

Bendera PBSI

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) merilis kalender kompetisi level junior untuk nasional dan internasional 2026. Untuk kelompok usia junior di level internasional, PBSI menjadwalkan Jaya Raya Junior Grand Prix serta Asia Youth International Challenge, yang menjadi bagian penting jalur pembinaan atlet muda menuju level senior. Sementara itu, pada level nasional, PBSI kembali menggelar rangkaian Sirkuit Nasional A, B, dan C, dilanjutkan Sirnas Premier, Kapolri Cup, hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI sebagai puncak kompetisi domestik. Kalender nasional PBSI tahun 2026 level junior APRIL 13–18 April Sirnas A Surabaya — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 27 April–2 Mei Sirnas B Palu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) MEI 4–9 Mei Sirnas A Kudus — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 11–16 Mei Bupati Kutai Timur Open Kutai Timur — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 18–23 Mei Sirnas B Samarinda — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) JUNI 8–13 Juni Candra Wijaya Doubles Special Tangerang Selatan — Sirkuit Nasional C (U-15, U-17, U-19, Dewasa) 15–20 Juni Kajati Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 22–27 Juni Kapolda Sumbar Open Padang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 29 Juni–5 Juli FISIP UI Open Depok — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17) JULI 7–12 Juli Junior Grand Prix Jaya Raya Tangerang Selatan — Grand Prix (Junior) 13–18 Juli Pupuk Kaltim Open Bontang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 14–19 Juli Kapolri Cup TBC — PBSI Event (U-15, U-17, U-19 / 32 terbaik) 20–25 Juli Sirnas B Medan — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) AGUSTUS 3–8 Agustus Sirnas A Jakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 10–15 Agustus Walikota Bandung Open Bandung — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 17–22 Agustus Sirnas B Bengkulu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) 24–29 Agustus Bayan Open Balikpapan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) SEPTEMBER 8–13 September Sirnas A DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 15–20 September Piala Raja Hamengkubuwono X DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 28 September–3 Oktober Sirnas A Bandung — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) OKTOBER 5–10 Oktober Asia Youth International Challenge Kudus — International Challenge (U-19) 12–17 Oktober Victor Sumut Open Medan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 26–31 Oktober Sirnas B Bali — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) NOVEMBER 2–7 November Hundred Banda Baru Open Batam — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 23–28 November Gubernur Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) DESEMBER 7–12 Desember Paser Open Paser — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19)

Ini Jadwal Lengkap Sirkuit Nasional PBSI 2026

Logo PBSI

Indonesia kembali bersiap menyambut gegap gempita turnamen bulu tangkis nasional paling bergengsi, Sirkuit Nasional PBSI (Sirnas) 2026. Perhelatan yang menjadi barometer prestasi atlet bulu tangkis Tanah Air ini akan digelar dari bulan April hingga Desember 2026. Sirkuit Nasional PBSI akan terbagi dalam 3 level, yakni Sirkuit Nasional A, B, dan C dengan total 23 seri pertandingan yang tersebar di berbagai provinsi. Ajang ini bukan sekadar turnamen rutin. Sirnas PBSI telah menjadi bagian penting dari sistem pembinaan prestasi nasional dan ajang seleksi tak langsung menuju level internasional. Lewat persaingan ketat di berbagai kelompok umur, Sirnas kerap melahirkan bintang-bintang baru yang kelak mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Lalu, kapan jadwalnya akan dimulai? Berikut jadwal resmi turnamen Sirnas PBSI 2026 berdasarkan data dari PP PBSI: APRIL 13–18 April Sirnas A Surabaya — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 27 April–2 Mei Sirnas B Palu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) MEI 4–9 Mei Sirnas A Kudus — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 11–16 Mei Bupati Kutai Timur Open Kutai Timur — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 18–23 Mei Sirnas B Samarinda — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) JUNI 8–13 Juni Candra Wijaya Doubles Special Tangerang Selatan — Sirkuit Nasional C (U-15, U-17, U-19, Dewasa) 15–20 Juni Kajati Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 22–27 Juni Kapolda Sumbar Open Padang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 29 Juni–5 Juli FISIP UI Open Depok — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17) JULI 13–18 Juli Pupuk Kaltim Open Bontang — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 20–25 Juli Sirnas B Medan — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) AGUSTUS 3–8 Agustus Sirnas A Jakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 10–15 Agustus Walikota Bandung Open Bandung — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 17–22 Agustus Sirnas B Bengkulu — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) 24–29 Agustus Bayan Open Balikpapan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) SEPTEMBER 8–13 September Sirnas A DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) 15–20 September Piala Raja Hamengkubuwono X DI Yogyakarta — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 28 September–3 Oktober Sirnas A Bandung — Sirkuit Nasional A (U-17, U-19, Dewasa) OKTOBER 12–17 Oktober Victor Sumut Open Medan — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) 26–31 Oktober Sirnas B Bali — Sirkuit Nasional B (U-11, U-13, U-15) NOVEMBER 2–7 November Hundred Banda Baru Open Batam — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) 23–28 November Gubernur Cup Jawa Timur Surabaya — Sirkuit Nasional C (U-11 s.d. Dewasa) DESEMBER 7–12 Desember Paser Open Paser — Sirkuit Nasional C (U-11, U-13, U-15, U-17, U-19) Catatan Tambahan dari PBSI PBSI menyampaikan bahwa lokasi pelaksanaan masih dapat berubah apabila hasil survei menunjukkan sarana dan prasarana belum memenuhi standar nasional.

PBSI Gelar Seleksi Nasional PBSI 2026

Eng Hian

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan menyelenggarakan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial untuk bergabung dengan Pelatnas PBSI. Seleknas PBSI 2026 akan berlangsung pada 3 hingga 7 Februari 2026 di Majeh Arena Wadas, Karawang, dengan menggunakan empat lapangan pertandingan. Seleksi Nasional PBSI ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik kategori taruna (U19) yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh PP PBSI. Peserta Seleknas meliputi atlet tunggal dan ganda juara Kejuaraan Nasional PBSI Perorangan Taruna Divisi I Tahun 2025, dengan pengecualian bagi atlet yang telah direkrut masuk Pelatnas PBSI. Peserta Seleknas juga berasal dari atlet kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya yang berada pada peringkat 15 nasional Taruna (U19) terbaik di setiap sektor dengan perhitungan ranking yang digunakan adalah per tanggal 24 Desember 2025, setelah pelaksanaan Kejuaraan Nasional PBSI 2025. Selain jalur Seleknas, PP PBSI juga menetapkan bahwa tiga atlet muda, Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) dari sektor tunggal putri dan Alexius Ongkytama Subagio/ Aquino Evano Keneddy Tangka (Djarum Kudus) dari sektor ganda putra bergabung langsung ke Pelatnas PBSI. Ketiganya direkrut berdasarkan prestasi konsisten yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025, serta hasil pemantauan Tim Pemandu Bakat PP PBSI, sehingga dinilai telah memenuhi kriteria pembinaan Pelatnas. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa Seleknas PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. “Seleksi Nasional PBSI merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan. Melalui Seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi, sebagai langkah awal menuju pembinaan di Pelatnas PBSI,” ujar Eng Hian. “Kriteria seleksi yang mengacu pada hasil Kejurnas, peringkat nasional, serta pantauan Tim Pemandu Bakat dirancang untuk memastikan atlet yang terpilih tidak hanya memiliki capaian prestasi saat ini, tetapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan prestasi PBSI,” tambahnya. Khusus untuk nomor ganda, para atlet diperbolehkan melakukan pertukaran pasangan dengan ketentuan pasangan tersebut berada dalam 16 besar ranking nasional, serta adanya kesepakatan tertulis antara atlet dan Perkumpulan Bulutangkis (PB). Atlet hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) PBSI juga dapat diikutsertakan sebagai peserta Seleknas meskipun berada di luar 16 besar ranking nasional. Sementara itu, bagi atlet ganda yang memiliki lebih dari satu pasangan dan sama-sama berada dalam 16 besar ranking nasional, maka atlet tersebut wajib memilih satu pasangan untuk didaftarkan pada Seleknas. Sebagai penegasan komitmen pembinaan prestasi, atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara Seleknas PBSI 2026 wajib memenuhi panggilan untuk masuk Pelatnas PBSI tanpa syarat apa pun. Melalui Seleknas ini, PP PBSI berharap dapat menjaring atlet-atlet muda terbaik yang memiliki potensi jangka panjang untuk memperkuat bulutangkis Indonesia di level internasional. PESERTA SELEKSI NASIONAL PBSI TAHUN 2026 Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana – DJARUM, KUDUS Fardhan Rainanda Joe – EXIST BADMINTON CLUB Denis Azzarya – JAYA RAYA JAKARTA Maharishiel Timotius Gain – JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi – DJARUM, KUDUS Yusack Christian – JAYA RAYA JAKARTA Yudha Rendra Wijaya – DJARUM, KUDUS Yarits Al Kaaf Rengganingtyas – DJARUM, KUDUS Fathurachman – SARWENDAH BADMINTON CLUB, JAKTIM Izza Al-Faruq Aston Martin – EXIST BADMINTON CLUB I Made Sutha Adi Wiguna – GIDEON BADMINTON ACADEMY Surya Adhipratama Tanggara – BERKAT ABADI, BANJAR Fajar Shidiq Putra – EXIST BADMINTON CLUB Ghaisan Haidar Tsaqib – EXIST BADMINTON CLUB Jevian Vinara Phaskalis Jevlianda A – TANGKAS, JAKSEL Glend Yosua Octavianus Rumondor – JAYA RAYA JAKARTA Tunggal Putri: Jolin Angelia – DJARUM, KUDUS Christabel Calista Purwanto – DJARUM, KUDUS Oei Louisa Jovanka Sandi Winarto – EXIST BADMINTON CLUB Shaafiya Yasmin Maitsaa – DJARUM, KUDUS Evelin Gracia Parapat – DJARUM, KUDUS Wening Arviani Sabrina – PELATKOT TANGERANG SELATAN Alfira Deanika – Jaya Raya Satria Auberta Zerlina – EXIST BADMINTON CLUB Nurul Tetra Junia Br Matondang – DJARUM, KUDUS Qori Nur Syarifah – EXIST BADMINTON CLUB Patricia Regina Adalia – JAYA RAYA JAKARTA Selvyra Khalishah – PELATPROV PBSI Jawa Timur Xabria Novrani Alonso – Mataram Raya, Sleman Ratifa Badriah – ALAMSYAH YUNUS BADMINTON CLUB Keira Putri Indriyan – MUTIARA CARDINAL, BANDUNG Beryl Auliya Sungkono – PELATPROV PBSI Jawa Timur Ganda Putra: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono – DJARUM, KUDUS Faizal Pangestu/Anju Siahaan – DJARUM, KUDUS Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA Akmal Nurrahman/Revand Harianto – JAYA RAYA JAKARTA Joseph Marcellino Kyta /Joven Farandi – GIDEON BADMINTON ACADEMY Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan – JAYA RAYA JAKARTA Grendly Alkatib Lumintang/Muhammad Vito Annafsa – JAYA RAYA JAKARTA Danendra Kamandika Xavier/Elang Rakha Putra Setiawan – JAYA RAYA JAKARTA Fadhullah Muas/Stanley Jaden Ng – GIDEON BADMINTON ACADEMY Muhammad Lutfhi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan – DJARUM, KUDUS Muhammad Nadhif Al Maren/Muhammad Hazeral Masyhur – PELATPROV PBSI Jawa Timur Danendra Ahmad Al Ghozali/Azril Dava Gistrafarizi – PELATPROV PBSI Jawa Timur Muhammad Zaki/ Anandhito Triadi – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR/ JAYA RAYA JAKARTA Muhammad Alwan Setiawan/Naufal Syatar Syahwaldi – PUTRA HANDAYANI Boby Claudio Tampi/Darrel Fawwaz – PUSAT PELATIHAN OLAHRAGA PELAJAR Ahmad Tarindo Akbar/Fachry Adnan Pamungkas – GIDEON BADMINTON ACADEMY Ganda Putri: Imanuela Ayu Soka/Angelita Magdalena Yusup – DJARUM, KUDUS Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi – DJARUM, KUDUS Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M – DJARUM, KUDUS Merylia Putri Hanantha/Chelsea Veby Andela – PELATPROV PBSI Jawa Timur Afina Musa Putri/Nur Aliah Rahma – JAYA RAYA JAKARTA Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri – DJARUM, KUDUS Sheila Lidia/Veren Irvana Daula – JAYA RAYA JAKARTA Citra Murdiningrum Surono/Maheswara Kusumawulan – PB. Power Rajawali, Tangerang Chelsea Marvelyn Istanto/Agni Marshanda Pratistha Kuranta – DJARUM, KUDUS Aura Zalfa Syafiya/ Putri Melvina Dwiwahyuningsih – GIDEON BADMINTON ACADEMY/ Cakrabuana Badminton Training Camp Micha Leona Luthfia Wardoyo/Keyla Annisa Putri – JAYA RAYA JAKARTA Annisa Febriany Shalihah/ Balqis Azzahra Kayla Hasan – DAIHATSU YONEX SUNRISE CANDRA WIJAYA/TANGKAS, JAKSEL Risfina Meyizza Tommzhu/Syafiqa Aliya – GIDEON BADMINTON ACADEMY Gelsay Behrous Al Zahra/Injiliani Christania Tumbol – JAYA RAYA JAKARTA Nadia Zana Nailah/Alya Anggina Putri Nasution – PUTRA MAINAKY, TANGSEL Jasmin Early Mailova/Zahroh Nani Elvany – BAYU KENCANA Ganda Campuran: Ikhsan Lintang Pramudya/ Salsabila Zahra Aulia – DJARUM, KUDUS Balqis Azzahra Kayla Hasan/Mitchel Rori Monintja – TANGKAS , JAKSEL … Read more

Indonesia Masters 2026: Raymond/Joaquin Jadi Runner-Up

Podium Ganda Putra Indonesia Masters 2026

Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2026. Raymond/Joaquin mesti mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Raymond/Joaquin, yang tidak diunggulkan, menantang ganda putra unggulan empat Goh/Izzuddin di final. Bertanding di Istora Senayan pada Minggu (25/1/2026), Raymond/Joaquin kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Jalannya pertandingan. Raymond/Joaquin tampil menjanjikan di gim pertama setelah unggul 9-6. Namun, Goh/Izzuddin meraih enam poin berturut-turut untuk berbalik memimpin 12-9 setelah interval pertama. Goh/Izzuddin melanjutkan momentum, Raymond/Joaquin mencoba terus mendekat. Namun, kesalahan-kesalahan Raymond/Joaquin di saat kritis menguntungkan lawan sehingga mencapai game point 20-18. Satu angka ditambah Raymond/Joaquin. Serangan ke arah Joaquin gagal diantisipasi, Goh/Izzuddin memastikan keungulan 21-19 di gim pertama. Raymond/Joaquin kalah start di gim kedua. Mereka membiarkan lawan meraup enam poin pertama berturut-turut sehingga ketinggalan 0-6. Setelahnya tekanan Goh/Izzuddin membuat Raymond/Joaquin kewalahan. Jarak tujuh poin tercipta di interval kedua dengan keunggulan Goh/Izzuddin 11-4. Goh/Izzuddin tidak membiarkan Raymond/Joaquin kembali dalam permainan meskipun unggul jauh. Pukulan Raymond yang terlalu panjang melebarkan keunggulan Goh/Izzuddin 17-6. Goh/Izzuddin meraih tiga angka beruntun untuk mencapai match point 20-6. Raymond/Joaquin meraih tujuh angka selanjutnya untuk memperpanjang napas. Kedudukan 13-20. Sebuah reli yang diakhiri dengan smes keras tak sanggup dikembalikan Raymond/Joaquin. Mereka kalah 14-21 sekaligus memberi Goh/Izzuddin titel juara ganda putra Indonesia Masters 2026.

Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara dan Cetak Sejarah

Alwi Farhan

Alwi Farhan keluar sebagai juara tunggal putra Indonesia Masters 2026. Alwi tampil ganas untuk mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul straight game di final. Pada final Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Minggu (25/1), Alwi mendominasi lawan di sepanjang permainan. Alwi merengkuh titel juara dengan kemenangan 21-5, 21-6. Gelar ini merupakan gelar Super 500 pertama bagi Alwi yang terasa spesial karena terjadi di ‘rumah sendiri’. Gelar ini juga menjadi sejarah karena menjadikannya sebagai tunggal putra termuda yang pernah juara Indonesia Masters. Saat ini, Alwi baru berusia 20 tahun. Jalannya pertandingan Alwi start kencang usai mengungguli Teeraratsakul 6-1 di awal gim pertama. Eror Teeraratsakul menambah angka bagi Alwi sehingga memimpin 9-2. Alwi menjaga momentumnya, memimpin 13-4 usai interval pertama. Smes keras Teeraratsakul membentur net sehingga gap melebar jadi 10 poin di antara kedua pemain. Poin demi poin terus diraup Alwi, yang turut diuntungkan dengan kesalahan-kesalahan lawan. Pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang membuat Alwi meraih game point dalam kedudukan 20-5. Sebuah drop shot Alwi mengecoh Teeraratsakul, sekaligus melanjutkan permainan ke gim kedua dengan keunggulan 21-5. Gim kedua dibuka dengan reli yang dimenangi Alwi, menyusul pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang. Penampilan dominan Alwi berlanjut di awal gim kedua. Alwi tidak memberikan lawan mengembangkan permainannya untuk memimpin 11-2 menuju interval kedua. Jarak kedua pebulutangkis terus melebar. Teeraratsakul tampak kesulitan mendapatkan ritme permainannya di pertandingan ini. Tujuh poin beruntun diperoleh Alwi untuk unggul 18-5. Alwi Farhan akhirnya menyudahi perlawanan Teeraratsakul dengan sebuah drop shot untuk juara setelah menang 21-6 di gim kedua.

Atlet Muda Siap Menggebrak di Indonesia Masters 2026

M. Zaki Ubaidillah, Nikolaus Joaquin, dan Felisha Pasaribu

Barisan atlet muda mengobarkan semangat jelang Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 20-25 Januari 2026. Tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah antusias dalam debutnya di Indonesia Masters. Atlet 18 tahun itu pernah tampil di Indonesia Masters II 2025 yang berstatus Super 100. Kini pemuda asal Sampang itu meniti tapak di Super 500 dari babak kualifikasi. “Pertama saya mau mengucap syukur Alhamdulillah sudah diberi kesempatan main di Istora. Ini pertama kali saya bermain di Istora. Pastinya antusias untuk memberi performa yang terbaik,” kata Ubai dalam konferensi pers di Istora, Jakarta, Senin (19/1). Peraih emas SEA Games 2025 di nomor beregu itu mengakui terselip tekanan karena usia masih begitu muda namun sudah mendulang prestasi internasional. Meski begitu, Ubed, panggilan akrabnya, ingin tampil maksimal dalam setiap turnamen yang dijalani. “Kalau dilihat dari usia saya sekarang, beban pasti ada. Banyak lawan senior tapi saya tidak mau kalah. Dari situ saya bisa belajar lebih baik lagi menghadapi senior,” ucap Ubai. Optimisme juga disampaikan oleh Nikolaus Joaquin, ganda putra prospektif yang dimiliki Indonesia. Atlet 20 tahun itu enggan rendah diri setelah melihat hasil undian Indonesia Masters 2026. Di sektor ganda putra Indonesia Masters 2026, wakil tuan rumah menumpuk di bagan bawah. Artinya bentrok sesama wakil Merah Putih akan tersaji lebih dulu dan otomatis Joaquin dan pasangannya, Raymond Indra bakal bersua senior-seniornya. “Kalau melihat drawing jujur agak kaget karena semua ganda putra Indonesia di pool bawah. Tapi dari empat pasang ganda putra itu bisa di mana saja. Semoga bisa melaju terus wakil Indonesia,” ujarnya. Sadar persaingan ganda putra kian ketat, atlet kelahiran Jakarta itu tak sabar ingin segera tampil di Istora. Arena berkapasitas 7.166 kursi itu jadi impiannya sejak lama. “Saya senang sekali main di Istora karena jadi wish list sejak kecil. Rasa-rasanya ingin cepat-cepat besok untuk segera main,” pungkasnya. Di sisi lain, pebulu tangkis ganda campuran, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berharap bisa melaju jauh di turnamen ini meski persaingannya cukup ketat. “Melihat undian dari Indonesia Masters tahun ini, saya dan Jafar berharap bisa melaju jauh.” “Dengan target yang besar tahun ini, tak mudah memang, tapi kami berharap, bagaimana pun undiannya, semoga kami bisa fokus pada tujuan awal kami demi Indonesia,” ungkap Felisha.

Ratusan Bibit Atlet Bulu Tangkis Cilik Adu Prestasi di Garut

Sportunity Badminton Competition 2026

Upaya regenerasi atlet bulu tangkis terus digencarkan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan atlet usia dini adu prestasi dalam Sportunity Badminton Competition 2026. Sejak empat hari yang lalu, 157 atlet muda dari 18 klub binaan saling unjuk gigi di GOR SDK Kadungora. Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Kecamatan Kadungora, Deden Syamsul Rizal, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam proses membangun fondasi atlet muda, karena difokuskan pada kelompok usia dini. Para atlet yang bertanding dinilainya bukan pemula, melainkan sudah memiliki dasar teknik dan pergerakan yang matang sebagai calon pemain masa depan. “Dari proses ini ke depan kita bisa mencetak atlet-atlet potensial, baik di tingkat nasional hingga dunia,” ujarnya usai penutupan kegiatan, Minggu (18/1/2026) petang. Ia menuturkan, ratusan atlet itu selama ini telah mengikuti pembinaan melalui berbagai klub yang tersebar di berbagai daerah di Garut. Deden berharap dari ajang ini bisa melahirkan kembali atlet-atlet bulu tangkis asal Garut yang mampu berprestasi, mengikuti jejak atlet Garut yang telah dikenal sebelumnya. “Semoga ada Dejan Ferdiansyah atlet profesional lain yang lahir dari Garut,” ungkapnya. Penyelenggara Kegiatan, Imelia Pratiwi, menyampaikan bahwa Sportunity Badminton Competition tidak hanya digelar satu kali, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebanyak empat seri dalam satu tahun. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi atlet, pelatih, serta klub bulu tangkis di Garut. “Event ini kami posisikan sebagai gebrakan awal dalam memperkuat pembinaan bulutangkis di Kabupaten Garut, mulai dari usia dini hingga atlet berprestasi,” ujarnya. Ia menuturkan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus ditopang oleh kompetisi yang rutin, sistem yang jelas, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui ajang ini, diharapkan ekosistem bulu tangkis di Garut semakin kuat lantaran atlet memperoleh jam tanding, dan pelatih hingga klub memiliki ruang evaluasi. “Harapan kami, dari lapangan-lapangan sederhana di Garut hari ini, kelak akan lahir atlet-atlet hebat yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan nasional,” ungkapnya. Syabiq Arsenio (11), atlet muda binaan Harum Sport Klub, berhasil menyabet dua medali emas pada nomor tunggal (single) dan ganda dalam kejuaraan tersebut. Bocah yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar asal Kadungora mengaku cukup senang dapat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. “Alhamdulillah dapat dua medali, semoga bisa terus berprestasi dan membahagiakan orang tua,” ungkapnya. Sumber: Tribunnews

Thalita Ramadhani Wiryawan Bersinar di Musim Perdana

Thalita Ramadhani Wiryawan

Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, mencuri perhatian pada musim pertamanya bersama timnas bulu tangkis Indonesia. Atlet kelahiran Surabaya, 21 September 2007, itu mampu menorehkan prestasi gemilang dengan mengoleksi empat gelar internasional sepanjang 2025. Tiga gelar diraih Thalita dari level International Challenge, masing-masing di Cameroon International Challenge, Indonesia International Challenge, dan Astana International Challenge. Sementara satu gelar lainnya dipersembahkan dari ajang Ghana International Series. Pencapaian tersebut menjadi penanda kuat debut Thalita di level senior bersama pelatatnas. Performa konsisten di berbagai turnamen internasional juga mengantarkannya menembus peringkat 74 dunia tunggal putri. Di peringkat itu Thalita memiliki total raihan 25.560 poin berdasarkan rilis peringkat terbaru. Thalita mulai mengenal bulu tangkis sejak usia lima tahun. Proses panjang pembinaan yang dijalaninya kini mulai berbuah manis, seiring peningkatan signifikan performa dan mental bertanding di level internasional. Musim 2025 menjadi fondasi penting bagi Thalita untuk melangkah lebih jauh. Modal empat gelar internasional di tahun pertamanya bersama timnas memberikan kepercayaan diri besar bagi sang atlet muda untuk membidik target yang lebih tinggi pada 2026. Dengan usia yang masih sangat muda dan grafik prestasi yang terus menanjak, Thalita Ramadhani Wiryawan diproyeksikan menjadi salah satu bintang masa depan tunggal putri Indonesia. “Terima kasih kepada semua yang sudah memberi dukungan. Terima kasih untuk orang tua, pelatih, dan tim pendukung,” kata Thalita.

Kejurnas PBSI 2025: Salsabila Sabet Dua Medali

Salsabila Zahra Aulia

Pebulutangkis putri asal Jawa Tengah, Salsabila Zahra Aulia menjadi pemain tersukses di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025, dengan merebut dua gelar juara. Pada babak final, Sabtu (20/12), Salsabila meraih gelar ganda campuran dengan Ikhsan Lintang Pramudya. Kemudian di ganda putri, Salsabila juga menang dengan pasangannya Adelia Nirul. “Perasaannya happy dan bangga. Karena di akhir tahun di Kejurnas semua pasti mau juara. Terus di sini juga yang main rangking 32 besar, jadi pasti happy bisa menang di dua sektor,” kata Salsabila ditemui di Malang Badminton Arena, Malang, Jawa Timur. “Saya punya motivasi yang besar, karena Kejurnas ini kan penting. Jadi saya benar-benar fokus satu minggu ini untuk Kejurnas. Saya juga sama partner sama-sama mau menang,” ujar Salsabila. Bersama Lintang, Salsabila mengalahkan Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Jawa Barat) dengan skor 21-23, 21-17, 21-13. Sementara di ganda putri, Salsabila/Adelia mengalahkan rekannya sesama Jawa Tengah, Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri, 21-18, 21-10. “Hasil ini sesuai target. Kalau di ganda putri pas lihat bagan, sama seperti Sirnas Premier. Dan di finalnya ketemu dengan lawan yang sama. Tapi kalau di mixed kan saya baru main lagi sama Lintang. Jadi saya ada motivasi tersendiri lagi buat juara juga di campuran,” ungkap Salsabila. Salsabila mengatakan, dua gelar ini menjadi modal baik baginya untuk menghadapi Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun depan. Ia berharap bisa terus menunjukkan tren positif dan berhasil lolos menjadi bagian tim nasional di Cipayung, Jakarta Timur. “Ini modal yang bagus buat ke Seleknas. Hasil ini membuat saya lebih percaya diri di Seleknas nanti, dan saya mau terus menjaga konsistensi di lapangan,” pungkas Salsabila.

Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

SEA Games 2025: Bantai Malaysia, Tim Badminton Putra Indonesia Raih Emas

Tim badminton beregu putra Indonesia

Tim badminton beregu putra Indonesia berhasil meraih medali emas usai menggulung Malaysia 3-0 di tiga partai langsung pada final SEA Games 2025. Bertanding di Gimnasium 4, Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12), Indonesia berhasil mengunci kemenangan 3-0 atas Malaysia. Pada partai ketiga yang menjadi pertandingan pengunci kemenangan, tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah alias Ubed sukses mengalahkan wakil Malaysia Hoh Justin dengan skor 21-12, 21-14. Kemenangan ini membuat Indonesia sukses mengalahkan Malaysia 3-0 sekaligus meraih medali emas di nomor beregu putra badminton SEA Games 2025. Pada partai pertama, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan sukses mengalahkan wakil pertama Malaysia Leong Jun Hao dengan skor 21-12, 21-19. Usai menang, Alwi Farhan melakukan selebrasi unik yaitu dengan seolah-olah mengeluarkan pistor dari saku celananya, lalu menembakkan ke kepala dan kemudian terjatuh. Setelah Alwi Farhan, bertanding ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Rea Pahlevi Isfahani melawan ganda putra andalan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Sabar/Reza pun sukses mengalahkan Aaron/Soh dengan skor 21-12, 21-12. Sebelumnya, tim badminton beregu putri Indonesia meraih medali perak usai kalah 1-3 dari Thailand pada final SEA Games 2025 di Gymnasium 4, Thammasat University Rangsit Campis, Pathum Thani, Rabu (10/12) siang. Di partai pertama, Indonesia sebenarnya sudah berhasil memimpin 1-0 usai tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, 21-16. Kemudian pada partai kedua, ganda putri Indonesia Rachel Allessta Rose/Febi Setianingrum kalah 18-21, 21-11, 18-21 dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Lalu di partai ketiga, tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kalah 7-21, 15-21 dari Ratchanok Intanon. Di gim pertama, Gregoria tertinggal jauh 1-10 di awal permainan hingga akhirnya takluk 7-21. Kemudian di gim kedua, Gregoria juga kesulitan meladeni permainan Ratchanok Intanon, sampai-sampai Gregoria harus menutup wajahnya dengan tangan sendiri karena sulit keluar dari tekanan lawn. Di gim kedua, Gregoria akhirnya kalah 15-21. Pada partai keempat atau penentuan, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari kalah 19-21, 18-21 dari Ornnicha Jongsathapornparn/Jhenicha Sudjaipraparat. Kekalahan ini membuat skor akhir Indonesia takluk 1-3 dari Thailand di final nomor tim putri badminton SEA Games 2025. Indonesia raih medali perak di nomor beregu putri SEA Games 2025.

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional Seri Penutup 2025

PB. Djarum Kudus

Setelah bergulir di 10 kota, rangkaian Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI sepanjang tahun 2025 mencapai puncaknya pada gelaran Wondr by BNI Sirnas Premier PBSI 2025. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Remaja Tanjungpriuk, Sunter, Jakarta Utara, 1–6 Desember 2025. Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 resmi ditutup oleh Ketua umum PP PBSI, Mohammad Fadil Imran yang juga didampingi oleh Sekretaris Jendral PP PBSI, Ricky Achmad Soebagdja, Sabtu (06/12). PB. Djarum Kudus berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 16 gelar juara berhasil diraih oleh punggawa dari klub yang bermarkas di kota Kudus dari 23 wakil yang berhasil menempatkan diri di babak final. Kemudian, diikuti oleh PB. Jaya Raya, PB. Exist Jakarta, PB. Mutiara Bandung, Jaya Raya Satria, Jaya Raya Solo, Tjakrindo Sony Dwi Kuncoro, WIMA, dan Bayu Kencana. Sementara Tim Pelatnas membawa satu gelar juara di sektor ganda dewasa putri. Daftar Juara di Wondr by BNI Sirkuit Nasional Premier 2025 UDPA: M. Lazar Abrizam Adhyasta (JAYA MUSTIKA, BLORA) vs Tristan Geovanni Pardosi (DJARUM, KUDUS) 12-21, 20-22. UDPI: Keysha Almirah Dewi (DJARUM, KUDUS) vs Afiqa Fathiyyaturahma (JAYA RAYA JAKARTA) 21-18 21-16. TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto (DJARUM, KUDUS) vs Khoirul Dwi Fahmi (JAYA RAYA JAKARTA) 21-14, 18-21, 18-21. TAPI: Diajeng Putri Hartini (EXIST BADMINTON CLUB) vs Mikha Ribka Kasalang (DJARUM, KUDUS) 19-21, 26-28. GAPA: Alvian Ditya A/Shiddiq Alfarizi F (JAYA RAYA SOLO) vs Gavriel Aldrich A.L/Kevin Gunawan (DJARUM, KUDUS) 21-9 21-13. GAPI: Naraya Aisha K/Zora Rizqi P (TMSDKBA/Istimewa Badminton Club) vs Hafizah Hasanah Z/Mikha Ribka K (DJARUM, KUDUS) 20-22, 19-21. TPA: Adhy Hasmoro (DJARUM, KUDUS) vs Richardo Regino Mozes Munde (EXIST BADMINTON CLUB) 17-21, 18-21. TPI: Berlian Indah Pinastika (EXIST BADMINTON CLUB) vs. Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) 21-19 15-21 16-21. GPA: Deva Devandra Santosa/M. Ashil (DJARUM, KUDUS) vs Darell Fayi A/Han Liang G (MULYA MANDIRI) 21-14 18-21 21-19 GPI: Almaira Dzakira Wulanda L/Kalia Rahmadani (DJARUM, KUDUS) vs Aleyda Dwidyna P/Quinsa Juanita P (Jaya Raya Satria) 9-21, 16-21. GPC: Raynanda Laksmana/Malika Nur A (EXIST BADMINTON CLUB) vs Sultan Nazril/Wishell Zadine A. N (DJARUM, KUDUS) 19-21 21-12 21-15. TRA: Alif Akbar. M (DJARUM, KUDUS) vs M. Derajat Maulana (DJARUM, KUDUS) 21-19 10-21 21-14. TRI: Miftaqul Putri A (JAYA RAYA JAKARTA) vs Hani Miftasari (DJARUM, KUDUS) 21-18 21-17 GRA: Adhwin Arling R/Rizky Caesar R (DJARUM, KUDUS) vs Alfindo/Hazel Rizqi P (DJARUM, KUDUS) 12-21, 18-21. GRI: Nathania Prasetya/Wanda Subadra S. U (JAYA RAYA JAKARTA) vs Nur Hafidzah A/Shafira Atha A (DJARUM, KUDUS) 18-21, 11-21. GRC: Hazel Rizqi P/Halifia Usni P (DJARUM, KUDUS) vs Satya Candrarupa A/Ketty Rudianto (GIDEON BADMINTON ACADEMY) 21-16 17-21 21-14 TTA: Izza Al-Faruq A. M (EXIST BADMINTON CLUB) vs Radithya Bayu W. (DJARUM, KUDUS) 11-21, 4-21. TTI: Mayla Cahya A. P (MUTIARA CARDINAL, BANDUNG) vs Christabel Calista P (DJARUM, KUDUS) 21-8, 20-22, 21-18. GTA: Ghian Rizqy S/Ikhsan Lintang P (DJARUM, KUDUS) vs M. Rizki Mubarrok/Raihan Daffa E. P (DJARUM, KUDUS) 21-13, 18-21, 18-21. GTI: Adelia Nirul M/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Selsi Josika/Yasintha Ristyna P (DJARUM, KUDUS) 14-21, 15-21. GTC: Ghian Rizqy S/Salsabila Zahra A (DJARUM, KUDUS) vs Mitchel Rori M/Balqis Azzahra K. H 21-15 21-14. TDA: M. Rizky Akbar (TJAKRINDO MASTERS SONY DWI KUNCORO) vs M. Falen Ammar Rizki (JAYA RAYA JAKARTA) 21-8 14-21 21-12