TC Timnas U-20 di Como Ketambahan Lima Pemain Keturunan

Timnas Indonesia U-20 memanggil lima pemain keturunan Belanda untuk ajang Toulon 2024. Salah satunya Jens Raven yang proses naturalisasinya sedang berlangsung. Jens Raven adalah penyerang FC Dordrecht U-21. Empat pemain lainnya ialah Mauresmo Hinoke (FC Dordrecht U-21), Dion Markx (NEC Nijmegen U-21), Sem Yvel (NAC Breda U-21), dan Tim Geypens (FC Twente U-21). Mereka berlima sudah bergabung dengan Timnas U-20 yang sedang menjalani Pemusatan Latihan (TC) di Como, Italia. TC di Italia Timnas U-20 pada 25 – 31 Mei 2024 sebagai persiapan Toulon pada 3 – 16 Juni. “Skuat tambahan Timnas Indonesia U-20 untuk Toulon 2024. Mauresmo Hinoke, Dion Markx, Sem Yvel, dan Tim Geypens,” tulis akun Timnas Indonesia di media sosial. Dari lima pemain itu, hanya Jens Raven yang proses naturalisasinya sedang diproses. Diketahui prosesnya saat ini masih tertahan di DPR RI alias belum mendapat persetujuan untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Sedangkan empat nama lainnya masih akan dilihat kemampuannya Indra Sjafri di Toulon 2024. Timnas U-20 masuk Grup B di Toulon bersama Italia, Jepang, Panama, dan Ukraina. Toulon merupakan ajang yang dijadikan bagian rangkaian persiapan Timnas U-20 untuk Piala AFF U-19 2024. Dan juga Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 yang diharapkan bisa menjadi ajang untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2025. Sumber: Detiksport

Hasil Drawing ASEAN Boys Championship U-19 dan U-16 2024

Drawing ASEAN Boys Championship (Piala AFF) U-19 dan U-16 2024 telah dilakukan di SCTV Tower, Jakarta pada Kamis (30/5). Dua ajang bergengsi usia muda Asia Tenggara ini terakhir dilaksanakan pada 2022 lalu di Indonesia. Pada Piala AFF U-19 2024, Indonesia tergabung dalam grup A bersama Timor Leste, Kamboja, dan Filipina. Di Piala AFF U-16 2024, Indonesia masuk grup A dengan Laos, Filipina, dan Singapura. Piala AFF U-19 2024 akan dimulai pada 17-29 Juli 2024 dan Piala AFF U-16 2024 pada 21 Juni-4 Juli 2024. Piala AFF U-19 2024 bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Piala AFF U-16 2024 di Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari, Solo. Acara drawing ini dihadiri oleh dua anggota Komite Eksekutif PSSI yakni Vivin Sungkono dan Muhammad. “Ya kita bersyukur dengan hasil drawing ini. Alhamdulillah kita dapat drawing yang cukup bagus. Mudah-mudahan pada tahun ini kita juga bisa meraih hasil terbaik di dua turnamen tersebut. Tahun 2022 lalu, saat Indonesia menjadi tuan rumah, tim U-16 menjadi juara di Piala AFF U-16,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI, Muhammad. “Semua lawan menurut saya sama ya, jadi kita tidak boleh ngeremehin siapapun lawannya, siapapun lawannya kita harus target mencari kemenangan,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Program SCM, Harsiwi Achmad mengatakan bahwa sebagai official broadcaster pastinya ikut turut bahagia melihat hasil drawing. “Ya harapan kita kalau kita sebagai official broadcaster mudah-mudahan tim U-19 dan U-16 Indonesia bisa meraih hasil terbaik di turnamen ini, mohon doanya ya,” kata Harsiwi Achmad. Sumber: PSSI

Indonesia di Grup B ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024

Tim Nasional Indonesia

Indonesia berada di grup B bersama Vietnam, Filipina, Myanmar dan Laos pada ajang ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024. Kepastian itu didapat setelah adanya drawing resmi yang dilakukan di Hanoi, Selasa (21/5). Sementara itu, grup A diisi oleh Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja dan satu negara lagi akan diperebutkan oleh Brunei Darussalam dan Timor Leste. Ini adalah edisi kelima belas untuk tahun 2024. Di edisi sebelumnya, Thailand keluar sebagai juara. Sementara Indonesia hanya sampai di laga semifinal. Ditahan imbang 0-0 saat menjadi tuan rumah oleh Vietnam, dan kalah 0-2 saat bertamu ke Vietnam. Rencananya gelaran ini akan dimulai dari tanggal 23 November 2024 hingga 21 Desember 2024. Hasil Drawing ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024: Grup A: Thailand Malaysia Singapura Kamboja Brunei Darussalam/Timor Leste Grup B: Vietnam Indonesia Filipina Myanmar Laos

Timnas Indonesia U-20 Akan Jalani TC di Homebase Como

Timnas Indonesia U-20 bakal menjalani Pemusatan Latihan (TC) di homebase Como 1907. Rencananya agenda itu akan berlangsung pada 23-31 Mei 2024. Agenda TC ini merupakan bagian persiapan Timnas U-20 yang bakal tampil di Turnamen Toulon 2024. Garuda Muda masuk Grup B bersama Italia, Jepang, Panama, dan Ukraina. Turnamen Toulon akan digelar di Prancis pada 3 -16 Juni 2024. Indonesia diundang dan ikut serta lagi setelah sempat absen pada edisi 2023. “Kami akan terbang ke Como 1907. Nanti setelah itu, kami baru bergeser ke Turnamen Toulon 2024,” kata Pelatih Timnas U-20, Indra Sjafri kepada wartawan. “Kami berangkat lebih dulu ke Como 1907 pada 23-31 Mei 2024 dan setelah itu baru kami bermain di Turnamen Toulon 2024 di Prancis,” ujarnya menambahkan. Indra Sjafri juga akan mencoba tujuh pemain keturunan pada ajang nanti. Mereka adalah Jens Raven, Xavi Wouldstra, Mauresmo Hinoke, Kaya Symons, Dion Markx, Sacha Deighton, dan D’Leanu Arts “Dari tujuh pemain, saya meminta kepada Pak Ketua Umum (PSSI, Erick Thohir) untuk saya ajak ke turnamen Toulon. Kami berlatih di sana sekitar lima sampai tujuh hari. Setelah itu, kami upayakan bisa bermain di turnamen,” ucap Indra Sjafri. “Secara regulasi, sedang saya sampaikan ke (departemen) hubungan internasional (PSSI) apakah memungkinkan mereka bermain di Toulon, tapi setidaknya selama satu pekan saya bisa melihat kualitas mereka,” tuturnya. Sumber: Detik

Tim U-20 Indonesia Ikut Serta Toulon Cup 2024

Turnamen Toulon yang mempunyai nama resmi Tournoi Maurice Revello akan digelar pada 3 hingga 16 Juni mendatang di Prancis. Akun resmi Tournoi Maurice Revello mengumumkan Indonesia ikut serta dalam ajang tersebut dan disebut menggantikan tim Mesir. Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh PSSI. Adapun, penyebab Mesir mundur dari turnamen belum diketahui. “Menggantikan Mesir yang mengundurkan diri dari Tournoi Maurice Revello ke-50, kami menyambut dengan senang hati Indonesia,” tulis akun instagram Tournoi Maurice Revello. Indonesia akan berpartisipasi untuk ketiga kalinya di ajang Toulon Cup, setelah sebelumnya sempat mengambil bagian pada Toulon Cup edisi 2017 dan 2022. Pada edisi ke-50 ini, Toulon Cup 2024 akan diikuti oleh 10 tim dari berbagai benua. Sebanyak 10 tim tersebut akan dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup A dan Grup B. Di Grup A, tuan rumah Perancis akan bersaing dengan Pantai Gading, Korea Selatan, Meksiko, dan Arab Saudi. Sementara itu, Indonesia tergabung di Grup B bersama Italia, Jepang, Panama, dan Ukraina. Nantinya, dua juara grup akan bermain satu sama lain di final. Sedangkan dua runner-up grup bakal terlibat dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Lalu, tim peringkat ketiga grup akan bertanding untuk tempat kelima dan demikian seterusnya sampai penghuni terbawah klasemen yang bersaing untuk peringkat sembilan. Toulon Cup merupakan turnamen sepak bola untuk kelompok umur di level U-17 hingga U-23. Sebelumnya, turnamen ini bernama Tournoi de Toulon dan dibentuk pertama kali oleh Maurice Revello pada 1967.

Garuda Muda Akui Keunggulan Guinea

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan 0-1 atas Guinea pada laga play-off Olimpiade 2024 di Stade Pierre Pibarot, Prancis, Kamis (9/5). Gol tunggal Guinea dicetak oleh Ilaix Moriba pada menit ke-29′ melalui titik penalti. Guinea mendapat penalti seusai Witan Sulaeman menjatuhkan striker lawan. Pada laga kali ini, Indonesia yang memakai jersey berwarna putih-putih-putih sebenarnya mampu mengancam gawang Guinea. Indonesia memiliki peluang di menit ke-14, namun sepakan Rafael Struick gagal menjadi gol. Lanjt pada menit ke-16, sepakan Pratama Arhan masih bisa diamankan kipper Guinea. Pada menit ke-40, Marselino mendapatkan peluang tetapi tendangannya masih melebar. Indonesia nyaris kebobolan lagi pada menit ke-45, namun berkat ketenangan Ernando, tendangan striker Guinea Bah Algassime berhasil dipatahkan. Skor 1-0 untuk keunggulan Guinea bertahan hingga babak pertama berakhir. Pada babak kedua, Indonesia coba bangkit demi mengejar ketertinggalan. Menit 67, Marselino Ferdinan dengan aksi individunya berhasil menerobos pertahanan Guinea. Namun, aksi itu tidak menjadi gol. Pada menit 72, Alfeandra Dewangga dianggap melakukan pelanggaran terhadap Algassime Bah di dalam kotak penalti, Wasit Francois Letexier menunjuk titik putih untuk kedua kalinya bagi Guinea. Keputusan ini diprotes dengan keras oleh tim Indonesia, bahkan pelatih Shin Tae-yong sampai diberikan kartu merah. Setelah laga dilanjutkan, Algassi Bah yang jadi penendang penalti gagal menceploskan bola, sehingga skor 0-1 untuk Guinea tidak berubah. Sampai laga selesai, skor 0-1 untuk Guinea tidak berubah. Hasil ini membuat Indonesia gagal berlaga di Olimpiade Paris 2024. Sementara itu, Guinea tergabung di Grup A Olimpiade 2024 bersama tuan rumah Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Cabang olahraga (cabor) sepak bola putra Olimpiade 2024 akan berlangsung pada 24 Juli sampai 9 Agustus mendatang. Susunan Pemain Indonesia: Ernando Ari, Muhammad Ferarri, Komang Teguh, Nathan Tjoe-A-On, Bagas Kaffa, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Jeam Kelly Sroyer, Rafael Struick, Witan Sulaeman Guinea: Soumaila Sylla, Ibrahima Diakite, Saidou Sow, Mohamed soumah, Maadiou Keita, Issiaga Camara, Aguibou Camara, Ilaix Moriba, Ousmane Camara, Algassime Bah, Facinet Conte

Akui Keunggulan Irak, Ini Cara Timnas Untuk Tetap Lolos ke Olimpiade

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Irak dengan skor 1-2 pada laga perebutan tempat ketiga terbaik Piala Asia U-23 2024 di Abdullah Bin Khalifa Stadium, Jumat (3/5). Dalam laga tersebut, kedua tim bermain terbuka. Indonesia mencoba peruntungan melalui pergerakan Witan Sulaeman, namun bisa dipatahkan pemain Irak. Irak mengandalkan bola umpan silang yang membahayakan Indonesia. Beruntung, juga belum membuahkan hasil. Indonesia membuka skor melalui tendangan jarak jauh Ivar Jenner pada menit ke-19. Berawal dari tendangan sepak pojok, bola liar umpan Witan Sulaeman disambut Ivar Jenner dengan tendangan kaki kanan. Skor 1-0 untuk Indonesia. Tidak bertahan lama, Irak menyamakan kedudukan melalui tandukan Zahid Taahsen pada menit ke-27. Skor imbang 1-1 menutup jalannya babak pertama. Pada babak kedua, kedua tim agak bermain lebih tertutup di menit-menit awal. Namun, Indonesia menguasai penguasaan bola. Pada menit ke-54, Marselino Ferdinan melakukan tendangan melengkung dari kotak penalti. Sayang, bola sepakan kaki kanannya melebar di atas gawang Irak. Pada menit ke-71, Jeam Kelly Sroyer melakukan tendangan voli memanfaatkan bola liar lemparan Pratama Arhan. Sayang, bola melambung di atas mistar gawang Irak. Satu menit kemudian, Irak hampir membobol gawang Indonesia, andai bola tendangan Nihad Mohammed Watifi tidak dihalau Nathan Tjoe-A-On, karena gawang telah kosong ditinggal Ernando Ari Sutaryadi yang maju. Pada menit ke-87, Irak mendapatkan peluang melalui tandukan Ridha Fadhil Mayali. Beruntung, bola bisa ditepis Ernando Ari. Kembali Ernando Ari menjadi pahlawan setelag memuntahkan bola tendangan Nihad Mohammed Watifi, yang berdiri bebas. Skor imbang 1-1 bertahan. Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Pada babak perpanjangan waktu, Irak berhasil unggul melalui gol tendangan Ali Jasim Elaibi pada menit ke-96. Bola umpan jauh dimanfaatkan Ali Jasim yang terlepas dari jebakan offside. Kemudian, bola disepak Ali Jasim untuk merobek gawang Ernando Ari. Skor 2-1 untuk keunggulan Irak bertahan hingga laga usai. Hasil ini membuat Indonesia harus menjalani laga play-off menghadapi Guinea, untuk memastikan satu tiket tersisa lolos ke Olimpiade Paris 2024. Laga nanti berlangsung di Paris pada 9 Mei mendatang. Sedangkan Irak, kemenangan ini membuat mereka lolos ke Olimpiade Paris 2024, untuk kedua kalinya setelah 2016. Sumber: PSSI

Gagal ke Final, Garuda Muda Masih Berpeluang Lolos Otomatis ke Olimpiade

Sebelas Awal Tim U-23 Indonesia Kontra Uzbekistan U-23

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan 0-2 dari Uzbekistan pada laga semifinal Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Senin (29/4). Dengan hasil ini Garuda Muda gagal lolos ke babak final Piala Asia U-23 2024. Meski begitu masih ada peluang lolos ke Olimpiade 2024 dengan meraih kemenangan pada laga perebutan tempat ketiga melawan tim yang kalah antara Jepang atau Irak. Pada laga ini, skuad Garuda Muda bermain menyerang sejak menit pertama dan spartan. Indonesia berusaha keluar dari tekanan dengan mengandalkan serangan balik cepat. Tetapi skor 0-0 tidak berubah sampai turun minum. Pada babak kedua, Indonesia mulai bisa menembus pertahanan Uzbekistan. Garuda Muda bahkan sempat merobek gawang Uzbekistan yang dikawal oleh Abduvakhid Nematov pada menit 60 lewat Muhammad Ferarri. Ferarri menyambar bola liar yang bergulir di depan gawang Uzbekistan setelah Nematov tidak sempurna dalam menghalau bola yang dikirimkan Pratama Arhan. Sayangnya, gol ini dianulir setelah wasit Shen Yinhao mengecek VAR. Sebelum Ferarri mencetak gol, salah seorang pemain Indonesia, Ramadhan Sananta berdiri dalam posisi offside. Wasit pun memutuskan gol Indonesia tidak sah. Selepas momen ini, Uzbekistan justru mendapatkan momentum. Mereka terus mengurung pertahanan Garuda Muda dan berhasil merobek gawang Ernando Ari pada menit 68 melalui sepakan Khusain Norchaev setelah menerima umpan dari Muhammadkodir Hamraliev. Uzbekistan semakin di atas angin. Tim asuhan Timur Kapadze mendapatkan kesempatan emas, tetapi dua peluang mereka lewat tendangan Abbosbek Fayzullaev dan tandukan Khusain Norchaev masih diselamatkan oleh tiang gawang. Di saat tertinggal, Indonesia justru kehilangan kapten tim, Rizky Ridho, yang mendapatkan kartu kuning di menit 82. Ridho dianggap sengaja melakukan pelanggaran keras terhadap Jasurbek Jaloliddinov. Diusirnya Ridho membuat lubang di pertahanan Indonesia. Uzbekistan berhasil menambah keunggulan menjadi 0-2 setelah Pratama Arhan malah memasukkan bola ke gawang sendiri. Arhan yang bermaksud menghalau bola yang bergulir di depan gawang Indonesia justru membuat kesalahan besar. Ia salah melakukan sapuan sehingga bola masuk ke gawang sendiri. Sampai peluit panjang ditiup oleh Shen Yinhao, skor 0-2 untuk Uzbekistan tidak berubah. Dengan hasil ini, Indonesia akan melanjutkan perjuangan di laga perebutan tempat ketiga untuk merebut tiket otomatis ke Olimpiade Paris 2024.

Lolos Semifinal Piala Asia U-23 2024, Indonesia Cetak Sejarah

Tim U-23 Indonesia kembali mengukir sejarah dengan lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024 setelah menyingkirkan Korea Selatan (Korsel) U-23. Garuda Muda menang 11-10 (2-2) lewat babak adu penalti yang berlangsung. Laga babak perempat final di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat (26/4) WIB. Garuda Muda secara heroik menang atas Korsel. Korsel membobol gawang Indonesia pada menit tujuh melalui tendangan jarak jauh Lee Kang-hee yang memanfaatkan bola sapuan Komang Teguh yang tidak sempurna. Namun, gol dibatalkan setelah wasit Shaun Evans asal Australia mengecek VAR. Indonesia membuka keunggulan pada menit 15 melalui Rafael Struick. Pemain Ado den Haag itu melepaskan bola ke pojok kiri atas gawang Korsel yang tidak terjangkau Baek Jong-bum. Korsel langsung keluar menyerang setelah gol itu. Namun, barisan pertahanan Garuda Muda yang dikawal Rizky Ridho, Komang Teguh, dan Justin Hubner bermain sangat disiplin sehingga serangan-serangan yang dibangun Taeguk Warriors berhasil dipatahkan. Indonesia mendapat momentum menambah keunggulan pada menit 31. Namun, bola yang dilepaskan Marselino Ferdinan masih melebar. Sebelum melepaskan tendangan, Marselino melakukan kerja sama satu-dua dengan Rafael Struick. Memasuki akhir babak pertama, Korsel menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bek Indonesia, Komang Teguh berniat menghalau bola yang disundul Eom Ji-sung. Tetapi bola justru berubah arah sehingga Ernando Ari terkecoh. Indonesia tidak butuh lama untuk kembali unggul. Hanya tiga menit selepas gol balasan Korsel, Rafael Struick mencetak gol kedua alias brace sekaligus membuat Garuda Muda menutup babak pertama dengan keunggulan 1-2. Di babak kedua, Indonesia tetap tampil menekan, meski dalam posisi unggul. Menit-54 Rafael Struick mempunyai peluang untuk mencetak hattrick. Sayangnya, sepakannya masih melebar. Struick kembali mendapatkan peluang di menit 56. Bola hasil tendangannya di dalam kotak penalti masih melambung. Dua menit berselang, Marselino Ferdinan memberikan ancaman. Pemain KMSK Deinze itu coba memasukkan bola dari sudut sempit, namun tidak menjadi gol. Memasuki menit 69, wasit Shaun Evans memberikan kartu merah untuk pemain Korsel U-23, Lee Young-jun, yang melanggar Justin Hubner. Saat dicek oleh VAR, terlihat dengan jelas Lee menginjak kaki Hubner. Unggul satu pemain, Garuda Muda malah lengah. Lewat sebuah serangan balik, Jeong Sang-bin berhasil merobek gawang Ernando sehingga skor menjadi 2-2. Laga pun harus berlanjut ke babak tambahan atau extra time. Pada paro pertama babak tambahan kedua tim tidak banyak mengkreasi peluang karena tempo permainan menurun seiring faktor stamina para pemain dari kedua tim yang cukup terkuras. Indonesia hanya hampir membobol gawang Korsel ketiga kalinya lewat sepakan Witan Sulaeman yang masih melambung. Di babak kedua extra time, Shin Tae-yong memasukkan Ramadhan Sananta. Sananta menggantikan Witan Sulaeman. Indonesia tampil lebih menekan dengan tambahan tenaga baru seperti Sananta, Jeam Kelly Sroyer, dan Arkhan Fikri. Peluang datang pada menit 109 melalui tendangan Justin Hubner. Bola sepakan pemain Cerezo Osaka itu berhasil ditepis Baek Jong-bum. Bola liar disambar Kelly, tetapi malah melambung. Nathan Tjoe-A-On punya kesempatan di menit 113 lewat tendangan jarak jauh. Namun, bola bergulir tipis di atas gawang Korsel. Sampai dua kali babak tambahan, skor 2-2 tidak berubah. Pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti. Di babak ini, Indonesia menunjukkan mental yang lebih baik. Garuda Muda menang 11-10 atas Taeguk Warriors dan memastikan tempat di semifinal, sekaligus membuka peluang lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Gilas Yordania, Indonesia Cetak Sejarah Lolos ke 8 Besar Piala Asia U-23

Tim U-23 Indonesia mencetak sejarah di Piala Asia U-23 2024. Sejarah diukir Garuda Muda yang berstatus tim debutan dengan lolos ke babak pertama final untuk pertama kalinya. Kepastian ini didapat setelah mengalahkan Yordania U-23 dengan skor telak 1-4 pada laga ketiga atau partai terakhir Grup A di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Minggu (21/4). Dengan ini Indonesia berstatus sebagai runner up grup A akan melawan juara grup B antara Jepang atau Korea Selatan. Kedua tim ini akan berduel pada Senin (22/4) untuk memperebutkan status juara grup B. Pada laga ini sebenarnya Indonesia hanya butuh hasil imbang untuk lolos. Garuda Muda berhasil membuka keunggulan pada menit 23 melalui titik putih yang dieksekusi dengan baik oleh Marselino Ferdinan. Penalti diberikan wasit Ammar Ashkanani asal Kuwait setelah salah satu pemain Yordania melakukan pelanggaran terhadap Rafael Struick. Skor 0-1 untuk Indonesia. Memasuki menit 40, Indonesia berhasil menambah keunggulan menjadi 0-2 lewat Witan Sulaeman. Witan melepaskan sepakan melengkung yang tidak bisa dijangkau oleh kiper Yordania, Ahmad Juaidi. Unggul dua gol tidak membuat Indonesia mengendurkan serangan di babak kedua. Anak asuh Shin Tae-yong terus berupaya mendapatkan gol ketiga. Upaya itu berbuah manis setelah Marselino Ferdinan mencatat brace di menit 70 sekaligus membawa Garuda Muda menjauh 0-3. Setelah unggul jauh, Indonesia U-23 sedikit lengah setelah Justin Hubner malah memasukkan bola ke gawang sendiri sehingga skor berubah menjadi 1-3 pada menit 79. Namun, tidak lama kemudian, atau tepatnya menit 86, skor kembali berubah 1-4 untuk Indonesia. Gol keempat Garuda Muda dicetak oleh Komang Teguh. Setelah melewati waktu tambahan selama 10 menit, Rizky Ridho dan kawan-kawan berhasil mempertahankan skor 1-4. Dengan hasil ini, Indonesia lolos ke perempat final atau delapan besar Piala Asia U-23 2024 sebagai runner-up Grup A mendampingi tuan rumah Qatar. Tim U-23 Indonesia mengumpulkan enam poin dari tiga laga.

Ernando Tampil Brilian, Garuda Muda Taklukkan Australia

Tim U-23 Indonesia sukses meraih kemenangan atas Australia dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan matchday kedua Grup A Piala Asia U-23 2024, di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (18/4). Dengan hasil ini membuka peluang Indonesia untuk lolos ke babak 8 besar. Gol tunggal Indonesia dicetak oleh Komang Teguh pada menit ke-45. Selain itu, pada laga ini kiper Ernando Ari menjadi pahlawan Indonesia karena berkali-kali menggagalkan sejumlah peluang emas Australia termasuk penalti dari mereka. “Alhamdulillah, kami meraih kemenangan penting hari ini melawan Australia. Kunci kemenangan adalah kerja keras semua pemain serta terimakasih atas doa dan dukungannya kepada kami,” kata Ernando seusai laga. Senada dengan Ernando, gelandang Marselino Ferdinan juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Terimakasih untuk seluruh tim, suporter dan semuanya yang telah mendoakan dan mendukung kami. Terimakasih juga untuk Ernando yang sangat luar biasa pada laga ini. Selanjutnya kita fokus untuk laga melawan Yordania dan optimistis meraih hasil terbaik,” kata Marselino. Kemenangan ini membuat Indonesia menempati posisi kedua klasemen sementara usai mengoleksi tiga poin. Indonesia akan menghadapi Yordania pada laga pemungkas yang dilangsungkan Minggu (21/4). Sedikit fakta di luar lapangan, kemenangan ini merupakan kemenangan pertama dalam sejarah Tim U-23 Indonesia kala jumpa Australia U-23 sekaligus kemenangan pertama pada ajang Piala Asia.

Protes Resmi Tim U-23 Indonesia Terkait Kepemimpinan Wasit

Manajer tim U-23 Indonesia, Endri Erawan resmi melayangkan protes ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Hal ini terkait kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit video assitent referee (VAR), Sivakorn Pu-Udom. Pertandingan perdana kedua tim grup A tersebut berlangsung di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Senin (15/4) dan berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Qatar. “Tentu kita semua kecewa dengan kepemimpinan wasit Nasrullo Kabirov dan wasit VAR, Sivakorn Pu-Udom yang semua bisa melihat bahwa mereka banyak memberikan keputusan-keputusan yang merugikan untuk Indonesia. Setelah pertandingan, mewakili tim kami resmi protes kepada AFC terkait keputusan-keputusan mereka,” kata Endri. “Kita tahu protes ini tidak akan mengubah hasil pertandingan. Namun setidaknya untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya di ajang bergengsi Piala Asia U-23 2024 ini para wasit/perangkat pertandingan bisa lebih baik lagi dalam mengambil keputusan yang tidak merugikan tim U-23 Indonesia,” tambah pria yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI tersebut. Selain soal kinerja wasit, pada laga hari ini tim U-23 Indonesia juga merasa dikerjain atau dibikin tidak nyaman saat berangkat ke stadion dari hotel jelang laga tersebut. “Ya ada kejadian yang kita sayangkan yakni bus tim Indonesia saat dari hotel menuju stadion tempat pertandingan kita dilewatkan jalan yang jauh dan berputar-putar (diluar jalur normal). Alhasil, kita satu tim telat memasuki stadion hampir 20 menit, harusnya hanya 8-10 menit dari hotel ke stadion. Karena biasanya dan sesuai regulasi kita datang ke stadion yakni 90 menit sebelum kick off. Entah hal ini siapa yang salah, yang jelas kita juga laporkan ke AFC, karena membuat kami semua rugi waktu dan tidak nyaman,” tukas Endri. Sementara itu, menurut Erick sebagai federasi, PSSI punya otoritas untuk menyampaikan protes resmi. Apalagi ada beberapa episode dalam pertandingan yang merugikan timnas Indonesia. “Kita sebagai federasi akan melayangkan protes terkait performa wasit. Kalian lihat seluruh rakyat Indonesia, netizen sosial media, semua sama kita. Karena mereka tahu, ini bukan game yang fair. Tapi kita masih punya dua game. Kita fight di atas lapangan,” ujar Erick. Erick pun berpesan di hadapan para pemain agar tidak terpengaruh atas kepemimpinan wasit di laga pembuka. Menurut Erick masih ada dua laga tersisa di putaran grup bagi para pemain untuk tampil habis-habisan. “Jangan sampai game ini merusak fokus kalian. Kita belum selesai, masih ada dua game. Kita harus fight. Itulah kita. Tadi kalian main bersembilan, fight. Bersebelas harus bisa lebih fight. Masih ada dua game. Pada prinsipnya ini bukan akhir, kita masih punya dua game. Kita harus melawan balik,” ujar Erick. Sumber: PSSI

Penuh Kontroversi, Tim U-23 Indonesia Akui Keunggulan Qatar

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Qatar dengan skor 0-2, pada laga grup A Piala Asia U-23 2024 di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Senin (15/4). Pada laga tersebut, sebetulnya Indonesia U-23 dapat mengimbangi Qatar. Skuad Garuda Muda mampu menahan serangan Qatar. Bahkan, bola tendangan Rafael Struick mengenai tiang gawang. Indonesia U-23 juga berkali-kali melancarkan serangan. Namun, pada menit ke 45+1, Indonesia harus kebobolan 0-1 lewat penalti Khalid Ali Sabah karena Rizky Ridho dianggap melakukan pelanggaran kepada Mahdi Salem Almejaba. Wasit asal Tajikistan Nasrullo Kabirov melihat video assitent referee (VAR). Skor 1-0 untuk Qatar bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, Ivar Jenner mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-46. Ivar dinilai melanggar bek Qatar, Saifeldeen Hassan Fadlalla. Qatar dapat memanfaatkan itu dengan mencetak gol kedua melalui tendangan bebas Ahmed Al-Rawi pada menit ke-54. Skor 2-0 untuk Qatar. Memasuki lima menit akhir waktu normal, Indonesia U-23 mencoba bertahan dari gempuran Qatar. Sayang, Ramadhan Sananta mendapat kartu merah di penghujung akhir babak kedua karena dianggap melakukan pelanggaran kepada pemain belakang Qatar. Tidak ada gol tambahan tercipta dari kedua tim. Qatar menang dengan skor 2-0. Hasil ini membuat Qatar menduduki puncak klasemen sementara Grup A dengan 3 poin. Indonesia berada di dasar klasemen dengan 0 poin. Sedangkan Yordania dan Australia berada di posisi kedua dan ketiga, setelah kedua tim main imbang 0-0. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Australia pada Kamis (18/4) mendatang di Abdullah bin Nasser bin Khalifa Stadium. Sumber: PSSI

Enam Tim Termuda di Piala Asia U-23 2024

Skuad Timnas yang berlaga di Piala Asia U-23 2024 sudah dirilis. Berikut enam besar tim dengan rata-rata usia termuda. Piala Asia U-23 2024 berlangsung di Qatar pada 15 April sampai 3 Mei 2024. Indonesia menjadi salah satu dari 16 negara yang lolos ke putaran final. Indonesia, satu-satunya tim debutan, tergabung di Grup A Piala Asia U-23 2024 bersama Qatar, Australia, dan Yordania yang menjadi pesaing untuk lolos ke babak perempatfinal. Dalam data yang dihimpun oleh Seasia.goal, berikut ini data tim termuda di Piala Asia U-23 2024. Tim Termuda di Piala Asia U-23 2024 Australia dan China China dan Australia ada di posisi kelima tim termuda di Piala Asia U-23. Kedua tim mempunyai skuad dengan rata-rata usia 21 tahun. Pemain termuda Timnas China adalah Wang Yudong dengan usia 17 tahun. Dia lahir pada 13 November 2006. Sementara di Australia, ada Rhys Youlley yang menjadi pemain termuda. Dia berusia 19 tahun satu bulan. Qatar dan Tajikistan Qatar menjadi tim keempat yang mempunyai skuad termuda di Piala Asia U-23 2024. The Maroons mempunyai rata-rata usia 20,95 tahun. Pemain termuda di skuad Qatar ada Mohamed Khaled Gouda, yang berusia 19 tahun. Dia lahir pada 26 Januari 2005. Tajikistan juga masuk daftar tim dengan rata-rata usia skuad termuda di Piala Asia U-23 2024. Mereka mempunyai rata-rata usia sama dengan Qatar. Fakhriddin Akhtamov merupakan pemain dengan usia termuda, 19 tahun. Dia lahir pada 26 November 2004. Indonesia Indonesia ada di posisi kedua dalam daftar tim paling muda di Piala Asia U-23 2024. Garuda Muda mempunyai rata-rata usia 20,56 tahun. Pemain Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas menjadi pemain termuda Indonesia. Dia masih berusia 19 tahun, lahir pada 11 Januari 2005. Di skuad Indonesia, ada lima pemain lain yang masih berusia 19 tahun. Arkhan Fikri, Marselino Ferdinan, Hokky Caraka, Daffa Fasya, dan Rayhan Hannan menjadi deretannya. Vietnam Vietnam menjadi tim dengan skuad termuda di Piala Asia U-23 2024. Golden Star Warrior mempunyai rata-rata usia tim 20,21 tahun. Nguyen Manh Hung menjadi pemain termuda dari skuad Vietnam. Dia berusia 18 tahun. Sumber: Detiksport, Seasia.goal

Tumbangkan UEA, Modal Positif untuk Garuda Muda

Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan atas Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor 1-0 pada laga uji coba jelang Piala Asia U-23 2024. Uji coba ini berlangsung di Stadion Shahab Al Ahli, Dubai, Senin (8/4) waktu setempat. Dalam laga tersebut, gol kemenangan skuad Garuda Muda dilesakkan oleh Witan Sulaeman. Sebelumnya, Indonesia takluk 1-3 dalam laga uji coba melawan Arab Saudi. Pelatih tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong, mengatakan starting eleven saat melawan UEA berbeda dengan saat kalah dari Arab Saudi. Ini merupakan starting eleven yang dipersiapkan untuk Piala Asia U-23 2024. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu masih melihat ada beberapa masalah dalam Skuad Garuda Muda. Salah satunya soal finishing. “Memang ya para pemain inti yang dimainkan hari ini, jadi ya performa sangat baik, tetapi ya kurangnya mungkin, kurang fokus untuk cetak gol ya. Kalau fokus lebih ya mungkin harusnya cetak 3-4 gol lebih, tapi itu yang kurang. Tapi secara keseluruhannya sangat baik untuk performa,” kata Shin Tae-yong. “Ya, pemain semuanya telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan permainan kita jadi tadi juga memang kelihatan menjadi baik juga dan tanggal 15 nanti akan pastinya menjadi lebih baik lagi,” tambahnya. Piala Asia U-23 2024 digelar di Qatar, 15 April sampai 3 Mei mendatang. Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia, dan Yordania. Indonesia akan menghadapi Qatar, pada laga perdana di Jassim Bin Hammad Stadium, Senin (15/4). Juara, runner-up, dan peringkat ketiga terbaik Piala Asia U-23 2024 berhak mentas di Olimpiade Paris 2024. Sedangkan posisi empat besar harus menjalani play-off melawan peringkat keempat Piala Afrika U-23 2023, Guinea. Sumber: PSSI

Garuda Muda Akui Keunggulan Arab Saudi

Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor 1-3 dalam laga uji coba internasional di The Sevens Stadiun, Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (5/4) malam waktu setempat. Gol semata wayang Tim U-23 Indonesia sendiri dicetak oleh Komang Teguh pada menit ke-32. Uji coba ini sebagai persiapan mengikuti Piala Asia U-23 AFC 2024 di Qatar yang digelar pada 15 April hingga 3 Mei 2024 mendatang. Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia, dan Yordania. Setelah melawan Arab Saudi, Indonesia akan menjalani satu laga uji coba melawan Uni Emirat Arab pada Senin (8/4) mendatang. Pemusatan latihan di Dubai akan berakhir pada 10 April mendatang sekaligus langsung bertolak ke Doha, Qatar. Pada Piala Asia U-23 2024 ini, laga perdana Indonesia akan melawan Qatar pada 15 April, Ialu menantang Australia (18/4) dan terakhir bertemu Yordania (21/4). PSSI menargetkan Garuda Muda lolos dari fase grup atau ke babak delapan besar. Namun jika sampai babak semifinal akan membuka peluang lolos ke Olimpiade Paris 2024. Rizky Ridho dan kawan-kawan minimal harus menjadi peringkat tiga untuk meraih tiket otomatis bersama juara dan runner-up turnamen. Sementara itu, tim yang kalah di laga perebutan tempat ketiga masih punya kesempatan berlaga di Paris. Caranya dengan memenangkan laga play-off menghadapi wakil Afrika. Sumber: PSSI

Tim U-23 Indonesia Jalani Latihan Perdana di Dubai

Tim U-23 Indonesia telah tiba di Dubai, Uni Emirat Arab pada Selasa (2/4) dinihari (WIB). Pada petang harinya, Garuda Muda langsung menjalani latihan perdana. Latihan dilaksanakan di Lapangan Humaidal Tayer Stadium di kawasan komplek Al Nasr SC Dubai. Pada latihan perdana ini menu latihan yang diberikan pelatih Shin Tae-yong fokus untuk recovery pemain dan penyesuaian fisik keseluruhan. “Semua berjalan lancar, latihan perdana cuaca juga baik, kondisi para pemain pun juga baik,” kata Shin Tae-yong. Ketika ditanya lebih detail mengenai kondisi para pemain, usai menjalankan laga bersama tim di kompetisi lokal dan luar negeri, pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan, kondisi pemain secara umum baik. “Tetapi beda-beda taktikal setiap tim dan warnanya pun berbeda. Sebenarnya pekerjaan rumahnya adalah itu, harus dijadikan satu, menjadi kompak. Dan fokus juga disitu apakah kita ini bisa menjadi satu dalam tim,” tambahnya. Selama di Dubai, UAE, Indonesia akan menjalani dua laga uji coba tertutup melawan Arab Saudi di tanggal 5 April 2024 dan Uni Emirat Arab, tanggal 8 April 2024. “Ya memang walaupun ada dua laga uji coba, kita fokus lebih dahulu ke dua pertandingan itu. Namun, fokus utama kita adalah pertandingan perdana melawan Qatar pada 15 April,” ujar Shin. “Pertandingan pertama di Piala Asia nanti. Jadi ya fokus kita adalah bagaimana meningkatkan fisik pertandingan para pemain, dan kekompakan mereka selama di dua laga uji coba nanti,” tuturnya. Dalam tim juga masih menunggu beberapa pemain yang bermain di kompetisi luar negeri. “Untuk Ivar Jenner dan Rafael Struick akan sampai besok, Arhan di tanggal 4, untuk Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On sampai saat ini belum ada kepastian, jadi harus lihat situasi terlebih dahulu,” tutupnya. Skuad Garuda Muda menjalani pemusatan latihan di Dubai hingga 10 April sebelum tanding di Piala Asia U-23 AFC 2024 di Qatar pada 15 April hingga 3 Mei 2024. Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia dan Yordania. Setelah kaga perdana melawan Qatar pada 15 April, Indonesia akan melawan Australia (18/4) dan Yordania (21/4). Daftar 28 pemain Indonesia untuk persiapan Piala Asia U-23 Qatar 2024: Ernando Ari, Persebaya Adi Satryo, PSIS Erlangga Setyo, Persis Daffa Fasya, Borneo FC Rizky Ridho, Persija Alfeandra Dewangga, PSIS Justin Hubner, Cerezo Osaka Komang Teguh, Borneo FC Muhammad Ferarri, Persija Pratama Arhan, Suwon FC Dony Tri Pamungkas, Persija Haykal Alhafiz, PSIS Dzaky Asraf, PSM Ilham Rio, Persija Bagas Kaffa, Barito Putera Ivar Jenner, FC Utrecht Arkhan Fikri, Arema FC Rifky Dwi, Persita Rayhan Hannan, Persija Ikhsan Nur, Borneo FC Witan Sulaeman, Bhayangkara FC Jeam Kelly, Persik Marselino Ferdinan, KMSK Deinze Fajar Fathurahman, Borneo FC Rafael Struick, ADO Den Haag Ramadhan Sananta, Persis Hokky Caraka, PSS Nathan Noel, SC Heerenveen Sumber: PSSI

Persiapan Kualifikasi Piala AFC U-20, Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain

Persiapan Kualifikasi Piala AFC U-20, Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 36 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) persiapan Kualifikasi Piala AFC U-20 2023. TC ini akan dilaksanakan di Jakarta mulai 25 Agustus hingga 6 September mendatang. Pada pemanggilan ini sejumlah nama seperti Cahya Supriadi, Kakang Rudianto, Marselino Ferdinan, Ronaldo Kwateh dan lain-lain masih menghiasi skuad Garuda Nusantara. “Pelatih Shin Tae-yong akan memimpin latihan perdana pada Kamis (25/8) mendatang. Kepada pemain yang mengikuti TC saya berharap untuk bekerja keras, disiplin, dan jangan pernah cepat puas demi mendapatkan tempat di tim U-19,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan. Pada pemanggilan kali ini sejumlah nama-nama baru dipanggil Shin Tae-yong. Pemain tersebut seperti Frengky Missa, M Ferarri, Muhammad Akrom, Muhammad Widi Syarif, dan lain-lainnya. Persija menjadi tim penyumbang pemain terbanyak dengan 10 pemain, disusul Persebaya empat pemain, lalu Bhayangkara FC, Persib, dan PSM dengan masing-masing tiga pemain. “Kami yakin dengan materi pemain yang dipanggil ini, Indonesia dapat lolos ke putaran final Piala AFC U-20 mendatang,” tambahnya. Kualifikasi Piala AFC U-20 akan digelar pada 14-18 September mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Indonesia berada di grup F bersama Timor Leste, Hongkong, dan Vietnam. Daftar 36 Pemain Tim U-19 Indonesia di TC 25 Agustus- 6 September 2022: Kiper 1. Cahya Supriadi – Persija 2. Erlangga Setyo – Persis 3. Aditya Arya – Persebaya 4. I Komang Aryantara – Bali United Belakang 5. Kadek Arel – Bali United 6. Barnabas Sobor – PSPS 7. M Ferarri – Persija 8. Dimas Juliano Pamungkas – Bhayangkara FC 9. Ahmad Rusadi – Persela Lamongan 10. Dia Syadid Alhawari – Persija 11. Mikkael Alfredo Tata – Waanal Bhintuka FC 12. Edgard Amping – PSM 13. Rayhan Utina – Persija 14. Kakang Rudianto – Persib 15. Frengky Missa – Persija Tengah 16. Frezzy Al Hudaifi – Bhayangkara FC 17. Robi Darwis – Persib 18. Muhammad Rafli Asrul – PSM 19. Arkhan Fikri – Arema 20. Wahyudi – Persebaya 21. Achmad Maulana Syarif – Persija 22. Zanadin Fariz – Persis Solo 23. Marselino Ferdinan – Persebaya 24. Subhan Fajri – Dewa United 25. Ferdiansyah – Persib Bandung 26. Ronaldo Joybera Kwateh – Madura United 27. Alfrianto Nico – Persija 28. Ginanjar Wahyu – Persija 29. Arsa Ahmad – Bhayangkara 30. Teuku Razzaa Fachrezi – Persija 31. Agi Firmansyah – Persija Depan 32. Muhammad Widi Syarif – Persebaya 33. Muhammad Akrom – Persikab 34. Hokky Caraka – PSS 35. Ricky Pratama – PSM 36. Rabbani Tasnim – Borneo FC

Sosok Helsya, Kapten Termuda Timnas Wanita

Sosok Helsya, Kapten Termuda Timnas Wanita

Helsya Maeisyaroh kembali menjadi kapten timnas wanita Indonesia pada gelaran Piala AFF Wanita 2022. Ini menjadi kali kedua bagi Helsya untuk mengenakan badge kapten di laga internasional timnas wanita. Terpilihnya Helsya menjadi kapten tim melengkapi catatan pribadi Helsya yang masuk dalam daftar sebelas pemain pertama di kompetisi Piala Wanita AFF 2022. Helsya menjadi salah satu pemain muda yang dipercaya pelatih Rudy Eka untuk menjadi kapten saat usianya baru menginjak 17 tahun. “Memilih Helsya sebagai kapten bukan tanpa alasan. Selain memberikan jam terbang, hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah regenerasi kepemimpinan. Helsya sudah pernah tampil di Piala Wanita Asia, sudah ada pengalaman di level itu, jadi diharapkan jiwa kepemimpinannya terbentuk untuk timnas wanita ke depannya,” ujar Rudy Eka. Mendapat kepercayaan menjadi kapten di gelaran Piala Wanita AFF 2022 menjadi pengalaman paling berharga untuk Helsya. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) ini merasa bersyukur karena diberikan kepercayaan oleh pelatih Rudy Eka untuk menjadi pemimpin tim kala bertanding kontra Thailand dan Malaysia. “Bersyukur dan tidak menyangka saat saya mendapat kepercayaan dari pelatih memakai badge kapten dua kali secara berturut-turut. Selama berlatih dan memperkuat timnas, saya hanya fokus ke pertandingan, bukan tentang menjadi kapten atau tidak. Ini berarti saya punya tanggung jawab bersama teman-teman yang bertanding di lapangan,” ujar Helsya. Pengalaman memakai badge kapten secara dua kali berturut-turut di laga internasional level senior memang baru pertama kali Helsya rasakan. Namun memakai badge kapten saat pemusatan latihan sudah pernah ia rasakan saat tim tengah dalam persiapan menjalani kualifikasi Piala Wanita Asia bulan September lalu, tepatnya saat timnas wanita berhadapan dengan tim sepakbola putri Jawa Barat yang dipersiapkan untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu. “Rasanya berbeda ketika memakai badge kapten di level internasional. Entah kenapa, tapi rasanya tanggung jawab jadi lebih besar dari pada sekedar laga uji coba. Harus benar-benar mempersiapkan mental dan menjaga mental tim juga supaya tidak down ketika menghadapi pertandingan,” tambahnya. Di laga tersisa Helsya berharap kekuatan tim akan semakin kuat dalam menghadapi tim-tim di fase grup a. Apalagi lawan tersisa yang dihadapi adalah lawan yang familiar, seperti Australia dan Singapura yang pernah dihadapi pada Piala Wanita Asia 2022 serta Singapura yang telah berduel dengan Indonesia pada kualifikasi Piala Wanita Asia di Tajikistan pada September 2021 lalu. “Siapapun yang menjadi kaptennya harus bisa menjaga mental dan semangat tim. Karena menjadi kapten berarti mendapat kepercayaan lebih dari pelatih. Semoga timnas wanita bisa memberikan penampilan terbaik di Piala Wanita AFF tahun ini.” tutup Helsya. Di laga fase grup a, timnas wanita Indonesia akan menjalani tiga laga lagi yakni kontra Australia pada 8 Juli 2022, tuan rumah Filipina pada 10 Juli 2022 dan Singapura pada 12 Juli 2022. Sejauh ini, skuat Garuda Pertiwi telah membukukan 1 hasil imbang dan 1 kekalahan. Timnas wanita pun bertengger di peringkat 4 klasemen sementara dengan mengoleksi 1 poin.

Meski Kalah, Shin Tae-yong Mengaku Senang

Meski Kalah, Shin Tae-yong Mengaku Senang

Tim U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC saat kedua tim berlatih tanding. Skuad Garuda Nusantara kalah dengan skor 0-1. Laga uji coba Timnas Indonesia versus Bhayangkara FC berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (28/6/2022) malam WIB. Gol kemenangan The Guardian dicetak oleh Youssef Ezzejjari pada menit ke-81. Namun, kekalahan dari Bhayangkara FC tidak membuat pelatih Shin Tae-yong kecewa. Juru taktik asal Korea Selatan ini justru happy karena kinerja anak asuhnya dalam laga tersebut cukup bagus. “Sangat senang karena performa pemain lumayan,” ujar Shin Tae-yong. Pertandingan ini merupakan laga uji coba kedua Tim U-19 selama pemusatan latihan (TC) untuk persiapan Piala AFF U-19 2022. TC berlangsung sejak Senin (20/6), dan akan rampung pada Kamis (30/6). “Memang baru saja memasuki training camp beberapa hari, tapi secara organisasi menjadi baik. Jadi saya senang,” tutup Shin Tae-yong. Sebelumnya, Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan berlatih tanding melawan Persija Jakarta di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6). Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 0-0 Sementara itu, Pelatih Bhayangkara FC, Widodo Cahyono Putro, menegaskan bahwa skuadnya bermain serius saat berlaga uji coba kontra tim nasional U-19 Indonesia demi menaikkan mental pemain Garuda Muda yang akan berlaga di Piala AFF U-19 2022. “Kami bermain dengan sungguh-sungguh agar mental timnas U-19 naik untuk laga tanggal 2 Juli (pertandingan pertama Indonesia di Piala AFF U-19 kontra Vietnam-red),” ujar Widodo, dikutip dari keterangan resmi Bhayangkara FC di Jakarta, Senin (27/6/2022).