Cetak Sejarah, Persika Karanganyar Juara Piala Soeratin U17 2025

Persika Karanganyar

Persika Karanganyar menorehkan sejarah di sepak bola usia muda dengan menjuarai Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional di Surakarta. Dalam partai final yang digelar di Stadion Sriwedari Surakarta, Rabu 17 September 2025, tim asal Jawa Tengah ini mengalahkan Persikota Tangerang (Banten) dengan skor tipis 2-1. Pada perebutan tempat ketiga, Persija Jakarta (DKI Jakarta) tampil dominan dengan mengalahkan Juang FC (Aceh) 3-0 di hari dan tempat yang sama. Selain penentuan juara, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan individu terhadap turnamen yang digelar dari tanggal 3 hingga 17 September 2025 itu. Tim Fair Play diraih PSS Sleman (DI Yogyakarta). Sedangkan, Top Skor jatuh kepada Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang) dengan 9 gol dan gelar Best Player diraih Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar. Pelatih Persika U17, Syaiful Bachri, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya. “Pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Gusti Allah yang Maha Esa. Semoga ke depannya Persika terus mencetak sejarah. Tahun ini kami berhasil menjadi juara Piala Soeratin U17 2025,” ungkapnya seusai laga. “Kunci kemenangan tim sejak awal saya tekankan kepada anak-anak adalah jangan pernah mau kalah. Tetap disiplin posisi selama 90 menit permainan. Harapan saya gelar ini bisa menjadi batu loncatan agar anak-anak naik level , entah ke Elite Pro Academy (EPA), U18, atau U20, sehingga ke depannya mereka bisa lebih sukses lagi,” lanjutnya. Di sisi lain, pelatih Persikota Tangerang, Mulya Saputra, yang timnya harus puas keluar sebagai runner-up, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Alhamdulillah, inilah hasilnya. Saya bersyukur anak-anak berjuang luar biasa selama 2×45 menit,” ujarnya. “Secara evaluasi, permainan anak-anak kali ini berbeda dari biasanya. Biasanya kami bermain bola-bola pendek, tapi kali ini lebih banyak bola panjang karena cuaca dan kondisi lapangan licin. Rencana setelah Piala Soeratin, kemungkinan anak-anak akan terus dilatih untuk persiapan Porprov Kota Tangerang. Harapan saya mereka terus berproses agar cita-citanya tercapai. Semoga di Porprov nanti bisa memberikan hiburan, bahkan meraih juara, Insya Allah,” tambahnya. Sementara itu Best Player turnamen, Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar, juga mengungkapkan rasa bahagia. “Alhamdulillah saya sangat senang sekali tim kami bisa menjuarai Piala Soeratin dan saya terpilih sebagai Best Player. Ini semua berkat bantuan teman-teman, coach, official, dan tentunya Allah SWT. Kunci kemenangan tim kami adalah fokus dan disiplin posisi sepanjang pertandingan. Harapan saya setelah Piala Soeratin, bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapat panggilan tim nasional. Kemenangan ini saya persembahkan terutama untuk orang tua saya, kemudian untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara saya,” ungkap pemain berposisi bek tersebut. Awarding Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional, Surakarta 3-17 September 2025: – Winner : Persika Karanganyar – Runner-up : Persikota Tangerang – 3rd Place : Persija Jakarta (D.K.I. Jakarta) – Fair Play Team: PSS Sleman (D.I. Yogyakarta) – Top Skor: Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang ) – 9 Gol – Best Player: Davin Armadheni Herdiansa (Persika Karanganyar)

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung U13 menutup Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional dengan pencapaian gemilang. Tim muda Maung Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan ASIOP DKI Jakarta dengan skor 2-1 pada laga final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin 15 September 2025. Laga ini berlangsung ketat sejak menit awal, mempertemukan dua tim akademi yang selama turnamen tampil konsisten dan mendominasi grup masing-masing. Sementara itu, Mataram Utama FC dari D.I. Yogyakarta memastikan posisi ketiga setelah menang telak 6-0 atas Terang Bangsa Semarang. Hasil ini melengkapi catatan positif tim tuan rumah yang sepanjang turnamen juga dikenal sebagai tim dengan permainan paling bersih. Seperti diketahaui, turnamen ini digelar sejak 1 hingga 15 September 2025 dan menjadi wadah penting pembinaan pemain muda di Indonesia yang mempertemukan talenta-talenta potensial dari berbagai daerah. Tak hanya menobatkan sang juara, ajang Piala Soeratin U13 Putaran Nasional tahun ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Predikat Fair Play Team jatuh kepada Mataram Utama FC, sedangkan Mahargia Ananta Putra dari Terang Bangsa Semarang keluar sebagai Top Skor dengan torehan 13 gol. Untuk gelar Best Player, Davin Dwi Ardian dari Persib Bandung terpilih berkat performanya yang konsisten sepanjang turnamen. Pelatih Persib U13, Jejen Zaenal Abidin, mengaku bangga sekaligus bersyukur usai timnya mengangkat trofi. “Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selawat dan salam kami limpahkan kepada junjungan kita. Alhamdulillah kita diberi keberhasilan kemenangan dengan penuh emosional,” ujarnya setelah laga. Jejen menjelaskan bahwa kunci kemenangan Persib bukan hanya strategi, tetapi juga mentalitas pemain. “Yang menjadi kunci itu melawan diri sendiri, antar pemain juga saling mendukung,” tambahnya. Ia berharap para pemainnya tetap konsisten untuk level selanjutnya dan membuka jalan seleksi ke tim nasional. “Semoga sebanyak-banyaknya anak-anak ini bisa di-talent scouting timnas,” imbuhnya. Di sisi lain, pelatih ASIOP, Febrizqio, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus puas dengan posisi runner-up. Menurutnya, semangat juang timnya tetap tinggi sepanjang turnamen. “Menurut saya, pemain saya selalu semangat berlebih dan memainkan pertandingan yang bagus. Hanya memang masih ada sedikit yang harus diperbaiki. Sejauh ini tim saya bermain sangat baik. Kita kembali reset lagi, mulai dari nol lagi, dan mencoba menyiapkan plan ke depan serta target-target di kompetisi liga di daerah kami sendiri,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa target berikutnya adalah meningkatkan kualitas permainan dan memperbaiki berbagai aspek teknis maupun mental pemain. “Harapan saya tim bisa bermain lebih baik lagi, berkembang, dan memperbaiki banyak aspek untuk pertandingan di kemudian hari,” pungkasnya. Awarding List Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional: Winner : Persib Bandung (Jawa Barat) Runner-up : ASIOP (D.K. Jakarta) 3rd Place : Mataram Utama FC (D.I. Yogyakarta) Fair Play Team: Mataram Utama FC – D.I. Yogyakarta Top Skor: NPG 10 Mahargia Ananta Putra – Terang Bangsa Semarang (13 gol) Best Player: NPG 97 Davin Dwi Ardian – Persib Bandung

Garuda Muda Takluk Atas Makedonia Utara

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia dikalahkan Makedonia Utara dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia U17 2025 di Dragalevtsi Stadium, Bulgaria, pada Sabtu (13/9). Skor akhir 0-1. Umpan satu dua di depan pertahanan Makedonia Utara masih tetap gagal membuahkan gol sampai babak pertama berakhir. Dalam laga ini, 11 pemain pertama yang diturunkan Nova Arianto adalah Dafa Al Gasemi, Putu Panji, Lucas Lee, Al Gazani Dwi Sugandi, Eizar Tanjung, Fabio Azka, Evandra Florasta, Nazriel Alfaro, Alberto Henga, Dimas Adi, dan Mierza Firjatullah. Awal-awal pertandingan, kedua tim sempat bermain dengan tempo yang tidak terlalu cepat, seperti masih meraba strategi satu sama lain. Setelah 10 menit, kedua tim mulai saling mencoba membangun build up serangan. Makedonia mencetak gol di menit 30. Putu Panji melepas backpass dengan sangat pelan, bola berhasil dicuri oleh pemain Makedonia Utara nomor 20 dan ditendang olehnya ke gawang Timnas U17. Ketinggalan satu gol, Timnas U17 coba membalas. Namun, tidak mudah melewati pertahanan Makedonia Utara, terlebih mereka memiliki keunggulan fisik. Timnas U17 mempunyai peluang di menit 42. Lucas Lee melepas sepakan dari sudut sempit samping gawang, bola masih bisa dimentahkan kiper Makedonia Utara. Skor 0-1 bertahan sampai jeda. Pada babak kedua, Timnas U17 masih terus berusaha mencari gol. Makedonia Utara pun tidak puas dengan satu gol saja. Akan tetapi, permainan kedua tim alot karena sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Timnas U17 terus berusaha membangun serangan, tetapi kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Mereka juga sesekali memanfaatkan lemparan jauh Fabio, tetapi juga tetap susah dimanfaatkan untuk menciptakan peluang. Salah satu peluang berbahaya dari Makedonia Utara hadir di menit 79. Kapten mereka, pemain nomor punggung 10, melepas sepakan akurat dari luar kotak penalti, tetapi Dafa bisa menyelamatkan gawang Timnas U17. Timnas U17 juga mencoba melepas tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-86. Namun, akurasi sepakan Panji masih sedikit melenceng. Timnas U17 terus mengurung Makedonia Utara jelang akhir laga. Namun pada akhirnya, skor 0-1 bertahan sampai bubar. Dengan hasil ini, usai sudah rangkaian TC Timnas U17 di Bulgaria. TC ini memberi gambaran nyata bagi pelatih Nova Arianto dalam mematangkan tim sebelum menghadapi Piala Dunia U17 yang akan digelar di Qatar pada 3–27 November mendatang.

CFA International Futsal Tournament 2025: Indonesia Juara!

Timnas Futsal Indonesia juara CFA International Tournament 2025

Para pemain Timnas Futsal Indonesia berhasil menjuarai ajang CFA International Tournament 2025 setelah mengalahkan Denmark dengan skor 4-2, pada pertandingan final di Shijiazhuang College Sports, Shijiazhuang, Cina, Kamis, 11 September 2025. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Setelah peluang-peluang milik Dewa Rizki dan Muhammad Fajriyan gagal membuahkan gol, akhirnya tim Garuda membuka keunggulan pada menit kedua saat Dewa memanfaatkan umpan Reza Gunawan untuk diteruskan dengan sepakan keras merobek gawang Denmark. 1-0 untuk Indonesia. Keunggulan satu gol membuat tim Indonesia tampil semakin percaya diri. Hasilnya, jala gawang Denmark kembali bergetar pada menit ke-10, melalui sepakan akurat Reza Gunawan. 2-0 untuk keunggulan Indonesia. Reza kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Ia mengecoh kiper Denmark, William Kristian, pada situasi satu lawan satu dan memaksa sang kiper kemasukan untuk ketiga kalinya. 3-0 untuk keunggulan Indonesia. Denmark sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-19. Kali ini gawang Indonesia dibobol melalui gol yang diukir Scott Rasmussen. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi Indonesia. Tim Indonesia tetap menerapkan permainan berintensitas tinggi pada awal babak kedua. Hasilnya dipetik pada menit ke-22, saat Andres Dwi Persada sukses memaksimalkan kesalahan pemain Denamrk untuk mengemas gol keempat bagi Indonesia. 4-1 untuk keunggulan Indonesia. Denmark berhasil memangkas keunggulan Indonesia, melalui gol Mikkel Foged Hansen pada menit ke-38. Namun keunggulan 4-2 untuk Indonesia bertahan sampai laga selesai, dan memastikan tim asuhan pelatih Muhammad Amril menyelesaikan turnamen ini sebagai juara. Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di CFA International Tournament 2025 Fase Grup Indonesia 5-1 Kamboja Myanmar 0-5 Indonesia New Zealand 1-2 Indonesia. Semifinal Indonesia 3-0 Korea Selatan. Final Indonesia 4-2 Denmark.

Daftar 25 Pemain Timnas U17 Indonesia TC di Bulgaria

Nova Arianto

Daftar 25 pemain Timnas U17 Indonesia yang menjalani TC di Bulgaria terdapat lima pemain abroad. Secara keseluruhan, pelatih Nova Arianto masih membawa para pemain yang sudah biasa ia panggil membela Timnas U17. Gelaran Piala Dunia U17 2025 semakin dekat saja. Turnamen tersebut akan digelar pada 3-27 November 2025 di Qatar. Artinya, tidak banyak lagi waktu persiapan yang dimiliki Indonesia dan negara peserta lainnya. Bagi Timnas U17 sendiri, terbang ke Bulgaria menjadi persiapan lanjutan mereka setelah bermain di Piala Kemerdekaan 2025 pada 12-18 Agustus lalu. Walau sayangnya dalam pemusatan latihan di Bulgaria ini pelatih Nova Arianto tidak bisa membawa seluruh pemain terbaiknya. Perlu dipahami bahwa skuad yang dibawa ke Bulgaria belum merupakan skuad final menuju Piala Dunia U17 2025. Dengan kata lain Nova masih akan mencari komposisi terbaik timnya untuk Piala Dunia nanti. Beberapa pemain abroad juga belum bisa dibawa ke Bulgaria termasuk Matthew Baker. Selain melakoni pemusatan latihan di Bulgaria mulai 1-14 September, Timnas U17 juga akan melakukan pertandingan uji coba di sana. Pada 7 dan 10 September akan digelar uji coba tertutup. Kemudian pada 13 September akan ada pertandingan melawan Makedonia Utara pukul 21.30 WIB. Laga tersebut juga tidak ada perubahan akan tayang live di Indosiar dan Vidio. Daftar Pemain Timnas U17 Indonesia TC Bulgaria Kiper Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda) Dafa Gasemi (Dewa United) Rendy Razzaqu (Madura United) Bek I Putu Panji Apriawan (Bali United) Lucas Lee (Ballistic United MLS Next U19/Amerika Serikat) Putu Ekayana Yoga (Bali United) Pandu Aryo (Asiana) Ida Bagus Putu Cahya (Bali United) Azizu Milanesta (Asiana) Fabio Azkairawan (Persija Jakarta) Daniel Alfredo (Persik Kediri) Eizar Jacob (Sydney FC/Australia) Dafa Zaidan (Borneo FC) Gelandang Ilham Romadona (Barito Putera) Evandra Florasta (Bhayangkara FC) Noha Pohan (NAC Breda/Belanda) Nazriel Alvaro (Persib Bandung) Striker Rafi Rasyiq (Semen Padang) Josh Holong (Persija Jakarta) Fandi Ahmad (Persija Jakarta) Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta) Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia) Mierza Firjatullah (Persik Kediri) Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar) Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara FC)

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Daftar Peraih Gelar Individu

Nasywa Salsabila

Dengan keluarnya Australia sebagai juara, maka usai sudah gelaran ASEAN U16 Girls Championship 2025. Beberapa nama mencuat usai meraih gelar individu di turnamen yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah itu. Striker tim nasional U16 putri Indonesia, Nasywa Salsabila, dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak pada Kejuaraan ASEAN U16 Putri 2025 setelah mencetak empat gol sepanjang turnamen. Nasywa berbagi gelar pencetak gol terbanyak dengan Pattaramon Saengta dari Thailand dan Nur Laila Syamina dari Malaysia. Dalam laga pembuka Grup A, Nasywa berhasil mencetak tiga gol ke gawang Timor Leste, mengantarkan kemenangan 3-0 untuk Indonesia. Ia menambah satu gol lagi dalam pertandingan melawan Malaysia yang berakhir dengan kemenangan 3-1, membawa Indonesia ke semifinal. Sementara gelar pemain terbaik Kejuaraan ASEAN U16 Putri 2025 diberikan kepada gelandang timnas Australia Kaya Jugovic. Kemudian status kiper terbaik diserahkan kepada penjaga gawang Australia Annabelle Croll. Selain itu, ajang ini mencatatkan rekor penonton terbanyak sepanjang sejarah turnamen sejak pertama kali digelar pada tahun 2009.

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Taklukkan Thailand, Australia Juara

Selebrasi Pemain Timnas putri Australia U16

Timnas putri Australia U16 berhasil merebut gelar juara Kejuaraan ASEAN Putri U16 2025 atau Piala AFF Putri U16 seusai menundukkan juara bertahan Thailand dengan skor tipis 1-0 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/8/2025). Ini menjadi gelar kedua bagi Australia setelah sebelumnya menjuarai turnamen serupa pada 2009. Sejak awal laga, tim asuhan Michael Edward Cooper tampil agresif dengan beberapa peluang berbahaya, namun ketangguhan kiper Thailand Pimlapat Aeewong membuat babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-49. Kiper Thailand gagal mengantisipasi tendangan bebas yang berujung bola liar, dan pemain pengganti Theodora Mickalad dengan sigap menyambar bola untuk membawa Australia unggul 1-0. Thailand mencoba bangkit dengan serangan bertubi-tubi, tetapi pertahanan solid Australia mampu meredam semua upaya. Kekalahan ini sekaligus menghentikan ambisi Thailand mempertahankan gelar untuk kali keempat secara beruntun. Australia sebelumnya juga menaklukkan Thailand 2-1 di fase grup, dan kemenangan di final memastikan mereka kini mengoleksi dua trofi dalam sejarah turnamen. Negara itu tersukses pada ajang itu adalah Thailand dengan koleksi tiga gelar juara, disusul Australia dengan dua trofi kampiunnya. Sumber: Berita Satu

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Kalah dari Vietnam, Indonesia Peringkat Empat

Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam

Hasil Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam dalam lanjutan Piala AFF Putri U16 2025 di ASEAN U16 Girl’s Championship 2025, Jumat (29/8/2025) sore memastikan Vietnam meraih peringkat ketiga. Skor adu penalti Timnas Putri U16 Indonesia vs Vietnam dalam perebutan tempat ketiga Piala AFF Putri U16 2025 di Stadion Manahan, Surakarta adalah 6-7. Saat waktu normal, Vietnam mencetak gol lebih dulu via Thi Ngoc Anh (2′), sebelum dibalas Indonesia lewat gol Nafeeza Ayasha Nori (15′). Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit berakhir. Pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Vietnam mengunci kemenangan adu penalti setelah penendang terakhir mereka, Thi Minh, berhasil mencetak gol. Sementara itu, Vivi Vera jadi penendang ketujuh Indonesia yang gagal menyarangkan bola. Adu tos-tosan pun berakhir dengan skor 6-7. Dengan hasil ini, Garuda Pertiwi gagal mengukir sejarah dengan meraih peringkat ketiga Piala AFF U16 Putri 2025. Laga perebutan tempat ketiga Piala AFF Putri U16 menjadi prestasi terbaik Timnas Putri U16 Indonesia selama berkiprah di ajang ini. Sumber: Kompas

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Kalahkan Malaysia, Indonesia Juara Grup

Timnas Putri U16 Indonesia

Timnas Putri U16 Indonesia menjadi juara grup klasemen Piala AFF Putri U16 2025 atau ASEAN Girl’s Championship 2025 usai mengalahkan Malaysia, Minggu (24/8/2025). Bermain di Stadion Manahan, Solo, Timnas Putri U16 Indonesia berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Malaysia. Pasukan Timo Scheunemann tampil impresif sejak awal laga. Mereka membuka keunggulan melalui gol cepat Nasywa Salsabila Fatah di menit ke-4. Tak butuh waktu lama, penalti Jazlyn Kayla Firyal pada menit ke-15 menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0 di babak pertama. Memasuki paruh kedua, Malaysia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Nur Laila Syamila. Namun, Garuda Pertiwi merespons dengan cepat. Pemain pengganti Vivi Vera Fernanda mencetak gol ketiga, memastikan skor akhir 3-1 untuk kemenangan Indonesia. Kemenangan ini membuat Timnas Putri U16 Indonesia mengamankan posisi juara Grup A Piala AFF Putri U16 2025. Selain itu, Garuda Pertiwi memastikan satu tiket ke babak semifinal ASEAN U16 Girl’s Championship 2025. Sebab, dengan kemenangan atas Malaysia, Timnas Putri U16 Indonesia mengoleksi 6 poin dari dua laga yang telah dijalani. Sementara Malaysia harus puas di posisi runner-up dengan 3 poin dan menunggu hasil laga terakhir Grup B dan C untuk menentukan status runner-up terbaik.

ASEAN U16 Girls Championship 2025: Indonesia Kalahkan Timor Leste

Syafia Tristalia Chorlienka

Timnas Sepakbola Putri Indonesia U16 berhasil menorehkan kemenangan telak atas Timnas Putri Timor Leste di ajang ASEAN U16 Girls Championship 2025, Rabu (20/8/2025) malam di Stadion Manahan Solo. Timnas sepakbola putri Indonesia U16 sudah menunjukkan dominasinya sejak awal babak, yang dimulai pukul 19.30. Dalam pertandingan yang berakhir sekitar 21.04 WIB, timnas putri Indonesia membukukan kemenangan telak 6-0. Garuda pertiwi sukses membuat Timor Leste mati kutu dan permainan monoton tidak berkembang. Alhasil, pada babak pertama, Nasywa mampu mencentak gol dengan mudah ke sisi kanan gawang di menit ke-14. Disusul lagi, enam menit kemudian, giliran Jazlyn Kayla Firyal yang mencetak gol lewat tendangan bebas di dekat kotak penalti. Tak berhenti di situ, Nasywa Salsabila Fatah juga menorehkan gol keduanya hingga skor menjadi 3-0. Memasuki menit ke-26, Jezlyn Kayla Azkha yang menjebol gawang Timor Leste. Lalu, di menit ke-35, giliran Nasywa mencetak gol. Skor menjadi 5-0 hingga babak pertama berakhir. Saat babak kedua, Syafia Tristalia Chorlienka memanfaatkan kemelut di depan gawang Timor Leste di menit ke-62, dan berbuah gol. Skor akhir 6-0 untuk kemenangan tim asuhan Timo Susilo Scheunemann ini. ASEAN U16 Girls Championship 2025 diikuti sembilan tim, yang semula dibagi jadi tiga grup. Timnas putri U16 Indonesia ada pada Grup A bersama Malaysia dan Timor Leste. Nantinya hanya empat tim yang berhak melaju dari fase grup ke babak gugur; semifinal, yakni masing-masing juara grup plus satu tim peringkat kedua atau runner-up terbaik.

Piala Kemerdekaan 2025: Tumbangkan Indonesia, Mali Juara

Piala Kemerdekaan 2025

Tim Nasional Mali U17 keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025 usai mengalahkan Timnas Indonesia U17 pada laga pamungkas dengan skor tipis 1-2 di Stadion Utama Sumatra Utara, Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin 18 Agustus 2025 malam tadi. Unggul determinasi dan postur tubuh, Timnas Mali U17 keluar sebagai juara usai menang 1-2 lewat gol Zomana Ballo dan Seydou Dembele. Sementara Indonesia hanya bisa membalas satu gol lewat Fadly Alberto. Dengan menyapu bersih tiga kemenangan pada turnamen internasional memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia ini, Timnas Mali U17 yang mengatasi Timnas Uzbekistan U17 (5-1) dan Timnas Tajikistan U17 (4-2), keluar sebagai juara turnamen dengan poin 9, mencetak 11 gol dan kemasukan 4 gol. Sementara skuat Garuda Asia, julukan Timnas Indonesia U17, asuhan Nova Arianto harus puas di posisi runner-up dengan poin 4 dari tiga laga hasil sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah. I Putu Panji dan kawan-kawan mencetak 5 gol dan kemasukan 4 gol. Hasil yang tidak terlalu buruk bagi Garuda Asia, karena kalah tipis dari Mali yang memang difavoritkan juara di turnamen pemanasan Timnas Indonesia sebelum ajang Piala Dunia U17 2025 Qatar, November 2025 mendatang. Di posisi ketiga, Timnas Tajikistan U17 keluar sebagai tim peringkat ketiga karena sukses menahan imbang Uzbekistan U17 di pertandingan terakhir dengan skor 3-3. Tajiksitan finis dengan raihan 2 poin, hasil dua kali imbang dan sekali kalah. Sementara juara Asia U17, Uzbekistan yang diwakili tim lapis kedua harus finis di posisi paling buncit dengan pon 1 hasil sekali imbang dan dua kali kalah. Masih ada waktu dua bulan bagi Nova Arianto untuk mempersiapkan skuat Garuda Asia sebelum tampil di ajang Piala Dunia U17 di Qatar November mendatang. Kabarnya skuat Garuda Asia akan melakukan dua kala laga uji coba sebelum melawan tim-tim yang tergabung d Grup H Piala Dunia U17 2025, yakni Brasil U17, Zambia U17 dan Honduras U17.

Sejarah! Claudia Jadi Pesepak Bola Putri Indonesia Pertama di Eredivisie Vrouwen

Claudia Scheunemann

Pemain timnas putri Indonesia, Claudia Scheunemann resmi bergabung dengan klub Belanda, FC Utrecht Vrouwen setelah menandatangani kontrak tiga tahun sampai 2028. “Pemain internasional Indonesia ini mendapatkan kontrak hingga 2028 FC Utrecht telah mengamankan kontrak Claudia Scheunemann,” tulis Utrecht dalam lamannya pada Selasa. Manajer teknis sepak bola Utrecht Putri, Marlou Peeters mengatakan kedatangan Claudia membuat timnya memiliki aset berharga. Pesepak bola putri berusia 16 tahun itu sudah menjadi tulang punggung lini depan timnas putri senior Indonesia. “Keahlian teknis dan wawasannya tentang sepak bola menjadikannya aset berharga bagi FC Utrecht,” kata Peeters. “Sebagai playmaker timnas Indonesia, ia menunjukkan potensi luar biasa selama masa latihannya bersama kami. Kami tak sabar melihatnya bersinar dalam balutan seragam merah putih,” kata Peeters, lagi. Claudia sendiri senang sekali menandatangani kontrak profesional pertamanya di dunia sepak bola. “Menandatangani kontrak profesional pertama saya dengan FC Utrecht dan menjadi pemain keturunan Indonesia pertama yang menandatangani kontrak di liga top Eropa sangat berarti bagi saya,” kata pesepak bola kelahiran 24 April 2009 itu. Claudia menyatakan akan bekerja keras demi mendapatkan tempat di Utrecht Women. “Saya tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa bahagia dan bersyukurnya saya. Segala kemuliaan bagi Tuhan, keluarga, dan teman-teman saya,” katanya. “Tujuan utama saya adalah bekerja keras dan belajar agar saya bisa mendapatkan tempat reguler di tim utama dan meraih prestasi hebat bersama FC Utrecht,” tambah dia. Lahir pada 24 April 2009 di Tangerang, Indonesia, Claudia memulai karier sepak bola pada 2018 bersama Young Warrior FA. Pada Agustus 2024, ia pindah ke Hamburger SV U17 dan setelah itu bermain untuk Asprov Banten. Claudia menorehkan prestasi internasional pada usia 13 ketika melakukan debut bersama timnas Indonesia U20 dan langsung mencetak gol melawan Singapura. Setahun kemudian, ia melakoni debut tim utama dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Lebanon, yang membuatnya menjadi pemain termuda yang pernah membela Indonesia. Pada 28 Mei 2024, ia kembali mengukir sejarah dengan mencetak gol pertamanya untuk timnas dalam usia 15 tahun, kala melawan Singapura. Utrecht Putri merupakan tim papan atas kompetisi teratas sepak bola putri di Belanda, Eredivisie. Musim lalu mereka menempati posisi keempat dengan 40 poin, di bawah AFC Ajax Vrouwen, PSV Vrouwen, dan Twente.

Piala Kemerdekaan 2025: Indonesia Sikat Juara Asia

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia menang 2-0 atas Uzbekistan pada laga kedua Piala Kemerdekaan 2025. Mali akan jadi tantangan selanjutnya bagi Timnas U17 Indonesia. Hasil ketika melawan Uzbekistan merupakan kemenangan perdana Timnas U17 Indonesia di ajang Piala Kemerdekaan 2025. Duel Timnas U17 Indonesia vs Uzbekistan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Jumat (15/8/2025). Kemenangan Timnas U17 Indonesia asuhan Nova Arianto dipastikan oleh gol Dimas Adi Prasetyo (17′) dan Muhamad Al Gazani (68′). Tim asuhan Nova Arianto memberikan reaksi terbaik setelah sebelumnya tertahan imbang 2-2 oleh Tajikistan dalam laga pertama di ajang Piala Kemerdekaan 2025, Selasa (12/8/2025). “Saya sangat senang karena dua kali uji coba yang kita jalani secara kualitas tim dan intensitas pertandingan, saya sangat puas,” ujar pelatih Timnas U17 Indonesia, Nova Arianto. “Uzbekistan juga tampil luar biasa hari ini,” kata Nova Arianto, dikutip dari Kompas.com. Salah satu sumber kepuasan Nova Arianto adalah rotasi yang dilakukannya berjalan sukses. Pemain-pemain yang diberikan kepercayaan starter, salah satunya Dimas Adi Prasetyo, mampu menjawab kepercayaan darinya. “Fokus kami adalah memberikan kesempatan kepada pemain yang di pertandingan pertama tidak tampil, hanya menyisakan empat pemain yang sama,” kata Nova Arianto. Piala Kemerdekaan 2025 memang dijadikan ajang Nova Arianto untuk meramu komposisi terbaik jelang partisipasi di Piala Dunia U17 2025 pada November 2025 nanti. Nova Arianto bisa terus menggali potensi skuadnya dengan lebih dalam, mengingat Piala Kemerdekaan 2025 masih menyisakan satu pertandingan. Ya, berikutnya, Timnas U17 Indonesia akan menghadapi Timnas Mali pada laga pamungkas Piala Kemerdekaan 2025, Senin (18/8/2025). Mali sejauh ini tampil impresif dengan selalu mereguk kemenangan dalam dua laga awal melawan Uzbekistan (5-1) dan Tajikistan (4-2). Sumber: Kompas

Indonesia Tergabung di Grup A ASEAN U16 Girls’ Championship 2025

ASEAN U16 Girl’s Championship 2025

Timnas Putri Indonesia U16 dipastikan tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U16 Girls’ Championship 2025. Dalam fase grup, Pertiwi Muda akan bersaing dengan Malaysia dan Timor Leste. Turnamen ini akan digelar di Stadion Manahan, Solo, pada 20-29 Agustus 2025 mendatang. Sebagai tuan rumah, Indonesia siap memberikan performa terbaik untuk meraih hasil maksimal di ajang bergengsi di Asia Tenggara ini. Dengan hasil drawing ini, tim pelatih siap mematangkan persiapan tim, baik dari segi fisik, taktik, maupun mental bertanding. Keikutsertaan di ASEAN U16 Girls’ Championship 2025 menjadi momentum penting bagi skuad Pertiwi Muda untuk menimba pengalaman internasional. Indonesia akan memulai langkah di fase grup melawan Timor Leste pada 20 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB di Stadion Manahan. Selanjutnya, pada 24 Agustus 2025, Indonesia akan menutup laga penyisihan dengan menghadapi Malaysia di stadion yang sama pada pukul 19.30 WIB. Sementara itu, penjualan tiket pertandingan ASEAN U16 Girls’ Championship 2025 akan dibuka mulai Rabu, 13 Agustus 2025 melalui kitagaruda.id/tiket, bagi para pecinta sepak bola Tanah Air yang ingin memberikan dukungan langsung di stadion. Pembagian Grup: Grup A Indonesia Malaysia Timor Leste Grup B Vietnam Myanmar Kamboja Grup C Thailand Singapura Australia Jadwal Grup A: 20 Agustus Timor Leste vs Indonesia 19.30 WIB – Manahan Stadium 22 Agustus Malaysia vs Timor Leste 19.30 WIB – Manahan Stadium 24 Agustus Indonesia vs Malaysia 19.30 WIB – Manahan Stadium Jadwal Grup B & C: 21 Agustus Australia vs Thailand 15.30 WIB – Sriwedari Stadium Kamboja vs Vietnam 19.30 WIB – Sriwedari Stadium 23 Agustus Myanmar vs Kamboja 15.30 WIB – Sriwedari Stadium Singapura vs Australia 19.30 WIB – Sriwedari Stadium 25 Agustus Vietnam vs Myanmar 19.30 WIB – Manahan Stadium Thailand vs Singapura 19.30 WIB – Sriwedari Stadium

Piala Kemerdekaan 2025: Indonesia Ditahan Imbang Tajikistan

Fadly Alberto

Timnas U17 Indonesia gagal memetik kemenangan di laga perdana Piala Kemerdekaan. Melawan Tajikistan di Stadion Utama Sumatra Utara, Selasa (12/8) malam WIB, Indonesia ditahan dengan skor 2-2. Pasukan Nova Arianto tampil menyerang sejak menit awal laga. Fadli Alberto punya kans dari dalam kotak penalti tetapi bola masih bisa ditepis kiper. Gol Indonesia tercipta pada menit ke-34. Umpan silang Fadly Alberto berhasil ditanduk Mochammad Mierza ke gawang. Keunggulan Indonesia cuma bertahan dua menit saja. Tajikistan berhasil samakan kedudukan via sepakan Zarifzoda Zarif dari luar kotak penalti. Di babak kedua, Indonesia kembali unggul. Kembali tandukan yang dilakukan Fadly Alberto gagal dihalau kiper. Tajikistan berhasil samakan kedudukan pada menit ke-90. Umpan datar dari Muhammad berhasil diteruskan Nazrullo ke gawang. Skor menjadi 2-2 dan bertahan hingga laga usai. Selanjutnya, Indonesia akan melawan Uzbekistan pada 15 Agustus. Sementara, Tajikistan akan melawan Mali.

Jadwal Piala Kemerdekaan 2025, Ajang Unjuk Gigi Timnas U17

Piala Kemerdekaan 2025

Piala Kemerdekaan 2025 dimulai dari tanggal 12 hingga 18 Juli mendatang. Turnamen internasional U-17 ini diikuti oleh empat negara yakni Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Seluruh pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen ini juga sebagai persiapan empat negara ini yang akan tampil di Piala Dunia U-17 tahun 2025 di Qatar pada 3-27 November 2025. Saat ini Indonesia U-17 sedang menjalani pemusatan latihan di Bali. Uzbekistan merupakan juara Piala Asia U-17 2025, sementara Mali runner up Piala Afrika U-17 2025, dan Tajikistan tim yang lolos ke babak 8 besar Piala Asia U-17 2025. Pada laga pembuka tanggal 12 Agustus 2025 akan tersaji dua pertandingan yakni Mali versus Uzbekistan pukul 15.30 WIB dan Indonesia melawan Tajikistan pukul 19.30 WIB. Setelah itu, pada tanggal 15 Agustus 2025, giliran Tajikistan lawan Mali pukul 15.30 WIB dan Uzbekistan versus Indonesia pukul 19.30 WIB. Pada pertandingan terakhir tanggal 18 Agustus yakni Uzbekistan lawan Tajikistan pukul 16.00 WIB dan Indonesia versus Mali pukul 20.30 WIB. Jadwal Pertadingan Piala Kemerdekaan 2025: Selasa, 12 Agustus 2025 Mali vs Uzbekistan pukul 15.30 WIB Indonesia vsTajikistan pukul 19.30 WIB Jumat, 15 Agustus 2025 Tajikistan vs Mali pukul 15.30 WIB Uzbekistan vs Indonesia pukul 19.30 WIB Senin, 18 Agustus 2025 Uzbekistan vs Tajikistan pukul 16.00 WIB Indonesia vs Mali pukul 20.30 WIB

Agenda Timnas U23 Usai Piala AFF 2025

Agenda Timnas U23 usai Piala AFF 2205 adalah mengikuti Kualifikasi Piala Asia U23 2026. Jadwal kualifikasi tersebut akan berlangsung pada 3-9 September 2025. Indonesia akan menjadi tuan rumah di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Skuad Timnas Indonesia U23 tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan usai gagal juara di Piala AFF U23 2025. Kekalahan dari Vietnam di laga final wajib dijadikan pelajaran berharga demi target lebih tinggi yakni di pentas Asia. Apalagi Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menjalani laga tidak mudah di Kualifikasi AFC U23 nanti. Skuad Garuda Muda berada di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Macau. Sesuai jadwal, Indonesia akan menghadapi Laos di pertandingan pertama pada Rabu 3 September. Laga ini wajib hukumnya dimenangkan oleh Jens Raven dan kawan-kawan. Berdasarkan sejarah, Laos tercatat belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23. Tiga hari kemudian atau pada Sabtu 6 September, Indonesia giliran menghadapi Macau. Tim tersebut juga belum pernah lolos ke putaran final Piala Asia U23 dan secara peta kekuatan Indonesia seharusnya bisa mengamankan tiga poin di laga ini. Dua kemenangan atas Laos dan Macau akan menjadi modal Timnas U23 menghadapi Korea Selatan di laga terakhir. Laga tersebut akan berlangsung pada Selasa 9 September. Korea Selatan tentu menjadi favorit di Grup J. Pasalnya dari enam edisi Piala Asia U23 terdahulu, Korea Selatan selalu lolos ke putaran final. Mereka bahkan pernah juara tahun 2020, runner-up tahun 2016, dan dua kali menjadi juara keempat tahun 2013 dan 2018. Hanya saja dalam dua edisi terakhir, Korea Selatan selalu gugur di perempat final. Salah satunya saat kalah adu penalti dari Indonesia asuhan Shin Tae-yong pada tahun 2024. Lalu, bagaimana prestasi Indonesia? Tahun 2024 kemarin menjadi pertama kalinya Indonesia lolos ke Piala Asia U23. Saat itu mereka menjadi juara keempat walau kemudian gagal lolos ke Olimpiade. Bisa menahan imbang Korea Selatan seharusnya menjadi hasil bagus bagi Indonesia untuk lolos. Sebagai informasi bahwa hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final Piala Asia U23 2026 di Arab Saudi. Sedangkan para tim yang menghuni posisi runner-up juga memiliki peluang lolos ke turnamen. Mereka nantinya akan dibuatkan klasemen mini dan empat runner-up terbaik berhak melaju ke Arab Saudi. Vanenburg memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan tim jelang kualifikasi tersebut. Setelah gagal juara di Piala AFF U23 2025, pelatih asal Belanda itu tentu sudah punya gambaran soal apa yang perlu diperbaiki. Terutama lini tengah yang mati kutu ketika Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri absen di laga penting seperti semifinal. Toni juga absen di final dan Arkhan baru main di menit akhir. Selama keduanya tidak main, tidak ada kreasi berbahaya dari lini tengah Indonesia. “Kami harus mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya. Saya rasa kami sudah menberikan banyak hal. Di turnamen berikutnya, kami harus siap,” kata Vanenburg dikutip dari laman Antara. Tidak seperti Shin Tae-yong yang dipecat usai gagal di Piala AFF 2024, atau Satoru Mochizuki yang dilengserkan dari posisi pelatih Timnas Putri setelah gagal lolos ke Piala Asia, posisi Vanenburg sejauh ini masih aman. Hal itu ditegaskan Ketum PSSI, Erick Thohir, setelah pertandingan final kemarin. “(Untuk pelatih di SEA Games 2025) Nanti kita diskusi sama Badan Tim Nasional. Yang pasti untuk AFC (Kualifikasi Piala Asia U23 2026) Gerald,” jelas Erick di laman Antara. Jadwal Timnas U23 Kualifikasi Piala Asia 2026 Berikut jadwal Timnas Indonesia U23 di Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Rabu, 3 September 2025 19.30 WIB: Indonesia vs Laos Sabtu, 6 September 2025 19.30 WIB: Macau vs Indonesia Selasa, 9 September 2025 19.30 WIB: Korea Selatan vs Indonesia *Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Runner-up

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Vietnam di final Piala AFF U23 2025 berkesudahan 0-1, The Golden Star Warriors raih trofi juara. Nguyen Cong Phuong jadi pahlawan kemenangan Timnas Vietnam U23. Bagi Timnas Vietnam U23, kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa (29/7/2025) malam ini, menjadi trofi ke-3 secara beruntun yang mereka raih, yakni selepas edisi 2022 dan 2023. Piala AFF U23 2025 sekaligus menegaskan dominasi Vietnam U23 di ajang ini dalam 3 edisi terakhir. Pada periode tersebut The Golden Star selalu masuk final, lalu ditutup dengan gelar juara. Starting Line-up Indonesia U23 vs Vietnam U23 Indonesia U23 (4-3-3) Muhammad Ardiansyah (GK); Doni Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Frengky Missa; Dominikus Dion, Robi Darwis, Muhammad Ferarri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Rayhan Hannan Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: A. Buffon, H. Caraka, V. Dethan, D. Fasya, A. Fikri, T. Firmansyah, A. Indie, F. Juliansyah, A. Maulana, B. Scheunemann, C. Supriadi, Y. Yafi Vietnam U23 (3-6-1) Tran Trung Kien (GK); Phạm Ly Duc, Nguyen Hieu Minh, Nguyen Nhat Minh; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Phi Hoang, Nguyen Cong Phuong, Khuat Van Khang; Nguyen Dinh Bac Pelatih: Kim Sang-sik Cadangan: Cao Van Binh, Le Viktor, Le Van Thuan, Le Van Ha, Nguyen Duc Anh, Nguyen Thanh Dat, Nguyen Tan, Nguyen Quoc Viet, Nguyen Thai Sơn, Nguyen Ngọc My, Phạm Minh Phuc, Dang Tuan Phong

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda ke Final!

Tim nasional Indonesia U23

Tim nasional Indonesia U23 berhasil melaju ke final Piala AFF U23 2025 setelah mengalahkan timnas Thailand U23 di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (25/7/2025) malam. Timnas Indonesia U23 tertinggal terlebih dahulu lewat gol Yotsakon Burapha. Namun timnas Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Jens Raven memanfaatkan umpan sepak pojok Rayhan Hannan. Pada babak adu penalti, kapten Thailand Pichitchai Sienkrthok dan Yotsakorn Burapha gagal mengeksekusi penalti. Sementara itu, Thanawut Phochai, Songkhramsamut Namphueng, Saphon Noiwong, Thanakrit Laorkai, Chawanwit Saelao, Pattarapon Suksakit berhasil. Di kubu Indonesia, kapten Kadek Arel, Kakang Rudianto, Rayhan Hannan, Hokky Caraka, Yardan Yafi, Brandon Scheunemann, dan Alfharezzi Buffon berhasil menunaikan tugas. Sementara itu, Robi Darwis gagal. Indonesia unggul 7-6 dan berhak ke babak final Piala AFF U23 2025 dan akan bertemu Vietnam. Timnas Vietnam U23 maju ke final Piala AFF U23 2025 usai menyingkirkan Filipina dengan skor tipis 2-1. Jadwal final Piala AFF U23 2025 sendiri akan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 20.00 WIB.

Piala AFF U23 2025: Indonesia Torehkan 3 Rekor usai Lolos ke Semifinal

Timnas Indonesia U23 berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal Piala AFF U23 2025. Bersamaan dengan keberhasilan ini, tim asuhan Gerald Vanenburg juga menorehkan tiga rekor apik selama turnamen. Indonesia U23 dipastikan lolos ke semifinal setelah mengakhiri laga babak penyisihan Piala AFF U23 2025 dengan bermain imbang melawan Malaysia U23. Tambahan satu poin cukup membawa Garuda Muda mencatatkan tujuh poin dari tiga pertandingan dan berada di puncak klasemen Grup A. grup. Berikut tiga rekor brilian Timnas Indonesia U23 di Piala AFF U23 2025: Clean-sheet Untuk kali pertama dalam keikutsertaan di Piala AFF U23, Indonesia bisa menjaga gawang dari kebobolan di fase grup. Ketika pertama kali mengikuti Piala AFF U23 pada enam tahun lalu, Indonesia kebobolan tiga kali. Sementara pada edisi Piala AFF U23 2023, gawang Indonesia kemasukan bola sebanyak dua kali. Penampilan Lebih Tajam Dari tiga pertandingan babak grup tahun ini, Indonesia mampu mencatatkan total sembilan gol. Jumlah tersebut jauh di atas koleksi gol Tim Merah-Putih pada Piala AFF U23 2019 dan 2023. Pada edisi 2019, Indonesia cuma mencetak lima gol di fase grup. Bahkan hingga akhir laga, tim yang saat itu diasuh Indra Sjafri secara total hanya mampu memproduksi delapan gol sampai akhirnya menjadi juara. Sementara pada dua tahun lalu, hanya ada dua gol pada fase grup dan lima gol secara keseluruhan hingga laga final. Hanya saja, ketajaman Timnas Indonesia U23 pada tahun ini harus dibuktikan lebih lanjut karena delapan gol terjadi saat melawan Brunei Darussalam yang menjadi tim terlemah di Grup A. Pertahankan Catatan 100 Persen ke Semifinal Langkah Timnas Indonesia U23 ke semifinal Piala AFF U23 2025 melanjutkan catatan positif pada dua edisi sebelumnya. Bahkan, pada 2019 dan 2023, Indonesia bisa masuk final serta sempat merasakan podium pada enam tahun lalu. Sumber: VOI