Lewat Pertandingan Alot, Jetz Berhasil Tumbangkan Cakra Sakti di KU-13 Boys

Pemain Cakra Sakti (putih) saat sedang melakukan shooting ke ring lawan

JJBC 2017 sudah semakin dekat dengan partai puncak atau akhir dari season 3. Kali ini, mempertandingkan KU-13 antara Jetz melawan Cakra Sakti, Jumat (15/12). Bertanding di rumah sendiri, Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, para pemain Jetz mendapat perlawan sengit dari pemain Cakra Sakti. Di quarter pertama, para pemain Jetz sempat kesulitan menemukan ritme permainan. Sementara, Cakra Sakti bermain dengan enjoy dan langsung memimpin pada quarter pertama dengan skor 6-2. Sedangkan pada saat 10 menit pertama quarter kedua, Jetz mulai bangkit dan bermain dengan sangat efektif. Poin demi poin berhasil didapatkannya dengan mudah. Sementara itu, para pemain Cakra Sakti seperti kehilangan fokus dan banyak melakukan kesalahan. Hal ini, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Jetz dan unggul di quarter kedua dengan perolehan skor sementara 11-17. Pada quarter ketiga, para pemain Jetz terus menekan pertahanan Cakra Sakti. Para pemain Cakra Sakti seakan kelelahan dan mulai hilang konsentrasinya. Jetz pun, kembali menutup quarter ketiga dengan skor 18-25. Tiba pada quarter penentuan atau quarter keempat, Cakra Sakti yang tertinggal tujuh poin dari Jetz, mulai menemukan performa apiknya. Sedangkan, para pemain Jetz tak mau kalah dalam mendulang poin. Dengan penuh semangat, Cakra Sakti akhirnya berhasil menambah 12 poin. Namun, tambahan 10 poin dari Jetz membuat Jetz mengunci kemenangan dengan skor 30-35.(pah/adt)

Jetz Mampu Pupuskan Harapan Warrios Pada Laga JJBC KU-10

Pemain Jetz (Putih) mencoba shooting saat melawan Warriors (Hitam) KU-10 (15/12)

Sepertinya kali ini tim Warriors harus mengakui kekalahannya dari tim tuan rumah Jetz pada KU-10. Warriors yang merupakan binaan dari mantan pemain basket Nasional, Romy Chandra kalah dengan skor tipis 33-28. Di saat empat menit awal quarter pertama, kedua tim belum mampu merubah skor. Dan akhirnya, Efrael menjadi pemain yang pertama memasukan bola dalam keranjang, 2 poin untuk Jetz. Kemudian Warriors sempat memimpin kembali dengan skor 3-6, namun lay up dari Jaden berhasil menambah 2 skor lagi menjadi 7-6 untuk Jetz hingga selesai quarter pertama. Pada quarter kedua, permainan serangan Jetz terus membuahkan hasil, dan menambah poin menjadi 17-7. Di sisa waktu 2 detik terakhir, Warriors kembali menambah 2 poin, dan skor berubah menjadi 17-9. Jetz yang diatas angin, melaju jauh pada quarter ketiga. Di detik akhir, free throw Warriors gagal di manfaatkan. Hingga quarter ketiga berakhir, skor ditutup dengan 23-16. Tak puas dengan hasil perolehan sementara, Warriors kembali mencoba menyamakan kedudukan. Pandji mampu melesatkan bola kedalam lingkaran poin, dan memberikan 2 poin pertama di quarter keempat bagi Warriors. Tak mau kalah, Juan pun turut memberikan 2 poin pada quarter keempat hingga perolehan skor menjadi 33-28. Meski kalah, Juan dengan nomor punggung 14, menjadi pointer terbanyak Warriors dalam game ini dengan perolehan 14 poin.(put/adt)

JJBC KU-12 Season 3, Eagles Academy Dan Jetz Berhasil Kalahkan Rivalnya

Metro Starlight (Putih) dan pemain Eagles Academy (Biru) di hari ketiga JJBC 2017 (15/12)

Hari keempat dari ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC), menyajikan pertandingan sengit di kategori umur 12 tahun. (15/12) Dalam kesempatan ini, Metro Starlight harus kalah dari Eagles Academy. Pada quarter 1, dan Eagles Academy sudah unggul dengan perolehan angka 5-9. Namun pada 5 menit pertama quarter kedua, skor sempat imbang 9-9. Reinner dari Metro Starlight berkontribusi menambah 4 skor. Tak mau ketinggalan jauh, Darren pun mampu menambah 2 poin untuk Eagles Academy . Sementara itu pada quater ketiga, Eagles Academy masih memimpin dengan skor 16-19. Eagles Academy terus memperkuat pertahanan, lalu berhasil unggul dengan skor tipis 27-30. Kemudian secara akumulasi nama Ryan dari Eagles Academy menjadi pointer terbanyak dengan 21 poin. Coach Fajar dari Eagles Academy mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur dapat menang dalam game ini. Namun, masih banyak yang perlu dievaluasi dari teknik permainannya. “Ya puji tuhan masih bisa menang. Cuma ya anak-anak mainnya masih up and down. Butuh evaluasi lagi karena kedepannya lawan kita akan lebih susah bukan lebih gampang,”tuturnya Tak hanya Eagles Academy, tuan rumah Jetz pun menang atas The Sky. Di quarter pertama dan kedua, The Sky sempat memimpin jauh. Keadaan sempat berubah pada quarter ketiga ketika Jetz terus mencoba menyamakan kedudukan. Skor hampir imbang dengan 19-20. Namun, Jetz terus unggul hingga quarter ketiga berakhir dengan perolehan skor 24-23. Sedangkan pada quarter keempat pertandingan terlihat semakin sengit. Jetz terus menekan, dan berhasil menambahkan skor dan The Sky juga berusaha untuk tidak ketinggalan. Namun usaha The Sky pun runtuh hingga quarter terakhir selesai. Skor di tutup 38-34. Marsello yang bernomor punggung 1, berhasil menjadi top score karena kontribusinya menyumbangkan 21 poin untuk Jetz. (put/adt)

Pandu, Atlet Silat Yang Pernah Batal Mengikuti Kejuaraan International

Mohamad-Pandu-Wijaya-pencak-silat

Dibatalkan mengikuti kejuaraan international memang suatu hal yang tidak diinginkan. Perasaan menyesal dan kecewa pun sangat dirasakan apalagi jika sudah begitu keras latihan. Demikian perasaan Pandu, yang merupakan salah satu atlet nasional di cabang olahraga pencak silat. Berawal dari kecintaannya kepada olahraga pencak silat sejak duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar, cowok dengan nama panjang Mohamad Pandu Wijaya ini pernah memenangkan juara 1, dan juga berhasil di nobatkan menjadi pemain terbaik kejuaraan nasional dewasa di Jakarta. Lebih lanjutannya pemenang dalam kejuaraan tersebut, akan diberangkatkan ke turnamen Asean Beach Game 2016 di Vietnam. Namun, Pandu gagal untuk mengikuti turnamen tersebut. “Waktu itu, saya sudah juara di kejuaraan nasional dewasa se-Indonesia. Saya semangat berlatih terus menerus selama 1 bulan. Ternyata saya dapat kabar disuruh sabar, dan saya tidak jadi ikut bertanding karena ada salah satu orang yang gak suka sama saya. Padahal niat saya buat keluarga dan juga biar ikut berikan nama baik pencak silat Indonesia,”ujarnya Menghadapi hal tersebut, Pandu mengaku sangat menyesal dengan kejadian yang menimpanya. Namun, Pandu selalu bersabar dan berfikir bahwa semua yang terjadi akan ada hikmahnya. “Saya fikir pasti ada gantinya yang lebih barokah. Saya dikasih motivasi oleh pelatih untuk semangat terus dan berdoa. Nanti Allah pasti ngasih gantinya,”tuturnya Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang, Jawa Timur ini mengisi keseharian dengan berlatih dan mengaji. Ia pernah menjadi juara Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA), juara 3 Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), Juara 1 Piala Gubernur Jawa Timur dan masih banyak lagi. Pandu juga mencurahkan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang atlet pencak silat di Indonesia. “Sukanya ketika dalami silat, yang pasti untuk membahagiakan kedua orang tua. Gak enaknya itu, kadang wasit dan juri ada yang bela salah satu perguruan. Tapi perguruan saya nggaklah karena kalau curang juga dosa toh,”ucapnya Pandu yang saat ini berusia 22 tahun memberikan penilaiannya terhadap atlet-atlet silat di Indonesia. “Pandangan saya, ya atlet bertanding itu bukan seni. Atlet kita masih kurang maksimal karena masih kalah dengan atlet silat Malaysia dan Vietnam. Di luar negeri, silat lebih berkembang dengan cepat, dan uang pembinaannya lebih besar. Di Indonesia akan bisa lebih bagus dengan silat negara lain apabila wasit dan jurinya gak membela salah satu perguruan tertentu,”tutupnya(put/adt)

Sempat Unggul Dari Eagles Academy JJBC KU-10, Warriors Harus Akui Keunggulan Eagles Academy

Pemain-Warriors-(Putih)-sedang-membawa-bola-dan-dihadang-pemain-Eagles-Academy-(Biru)

Hari ketiga Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 (14/12), Eagles Academy menang atas Warriors di kategori usia 10 tahun laki-laki. Warriors sempat unggul dari Eagles Academy pada quarter pertama. Juan dari Warriors dengan nomor punggung 14 menjadi pencetak terbanyak dengan skor 9 poin di quarter pertama. Sedangkan quarter kedua, Warriors kembali unggul tipis dengan skor 11-10. Namun, di quarter ketiga, Eagles Academy mulai berusaha unggul. Warriors kembali tertinggal dengan skor 12-17. Disaat waktu menunjukan 3 menit terakhir, Warriors berusaha merenggut kembali kemenangan namun gagal hingga quarter ketiga berakhir. Lalu pada quarter keempat pun, Warriors harus mengakui keberhasilan Eagles Academy dengan skor 25-30. Sebagai pelatih Warriors, Coach Agus mengakui adanya kurangnya kerjasama antar pemain Warriors. “Secara individu kita udah siap, tapi secara tim anak-anak kurang kolektif saja. Kita lihat saat pergantian pemain terutama di quarter keempat malah jadi buyar di pertahanannya. Kita juga kebetulan squad gak cukup hari ini. So far alhamdulilah anak-anak secara teknik individunya banyak peningkatan,” ujarnya(put/adt)

Gading Muda Raih Kemenangan Perdana di JJBC KU-9

Pemain-Cakra-Sakti-(merah)-berusaha-mengadang-serangan-dari-pemain-Rockstar-Gym

JJBC 2017 terus berlanjut, pada pertandingan pertama KU-9 mempertemukan Phoniex berhadapan dengan Gading Muda, Jumat (15/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang Di awal quarter pertama, para pemain Phoniex dan Gading Muda sama-sama bersemangat untuk meraih kemenangan. Jalannya pertandingan pun, sangat ketat. Saling mendulang poin terjadi. Quarter pertama ditutup dengan skor sama 6-6. Begitu juga pada quarter kedua, tempo dan gaya permainan semakin ketat tanpa celah. Intruksi pelatih terdengar lantang, guna memotivasi para pemainnya. Kejar mengejar poin terus terjadi seperti pada waktu quarter pertama. Dan hasilnyapun ada kesamaan pada quarter kedua, skor masih ketat 10-10. Sedangkan ketika masuk pada quarter ketiga, Gading Muda berhasil mengendalikan serangan. Dari pantauan nysnmedia.com di lapangan, pemain Gading Muda bermain dengan kompak, poin demi poin berhasil diraih anak-anak Gading Muda. Alhasil Gading Muda sukses menambah delapan poin, sedangkan Phoniex hanya berhasil menambah satu poin. Skor quarter ketiga pun, milik Gading Muda dengan skor 11-18. Dan pada quarter akhir pertandingan, Gading Muda masih dominan menguasai jalannya pertandingan. Sementara, Phoniex dari tempo permainannya seakan menurun. Kesempatan ini, terus dimaksimalkan dengan baik oleh pemain Gading Muda. Hasilnya, Gading Muda sukses meraih kemenangan dengan skor 12-24. Pelatih Gading Muda, Calvin mengatakan, banyak pembelajaran yang dipetik pada event ini. Terlebih, ini merupakan kemenangan perdana Gading Muda di JJBC 2017. “Kalau dibilang puas sih belum, tapi bersyukur bisa meraih kemenangan pertama di sini (JJBC 2017). Kedepannya, banyak yang harus diperbaiki dari segi defense, offense dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki,” ujar Calvin. Sementara itu pada kategori usia yang sama mempertemukan antara Rockstar Gym vs Cakra Sakti. Dipertandingan selanjutnya antara Rockstar Gym melawan Cakra Sakti berhasil dimenangkan oleh Cakra Sakti dengan hasil skor 12-39.(pah/adt)

Indonesia Falcons Berhasil Taklukan Tuan Rumah Dalam Event JJBC KU-13

Pemain-Jetz-(Putih)-dihadang-pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kategori usia 13 tahun hari ini (14/12) di ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) berhasil dimenangkan oleh Indonesia Falcons. Tim tuan rumah Jetz telah berhasil ditaklukan dengan skor tipis 28-29. Sejak Quarter pertama dimulai, skor awal dibuka oleh tembakan 3 angka dari Gabriel, pemain nomor 9 dari Jetz. Kemudian Indonesia Falcons tidak berhasil memberikan skor di quarter pertama. Lantas pada Quarter kedua, Jetz tetap unggul dengan skor 15-4. Indonesia Falcons mencoba melawan hingga berhasil menyajikan perlawanan sengit. Skor pun sempat imbang 15-15. Namun, nyatanya Jetz tetap unggul dengan angka 17-15 hingga quarter ketiga berakhir. Pemain Jetz pun kembali mencetak 3 poin pada menit awal quarter keempat. Kejar-kejaran skor terus terjadi hingga di 3 menit akhir skor pun imbang dengan perolehan 24-24. Jetz sempat unggul dengan skor 28-27. Namun tak disangka dalam sisa waktu 4 detik pertandingan, Indonesia Falcons berhasil mencetak 2 skor penentu hingga menjadi juara dengan skor 28-29.(put/adt)

Tim Jetz dan Cakra Sakti Sukses Raih Poin Sempurna

Pemain-Gading-Muda-KU-9-(hijau)-berusaha-melepaskan-diri-dari-hadangan-pemain-Cakra-Sakti-(putih)

Setelah libur selama tiga hari, even JJBC 2017 kembali bergulir. Dipertandingan pembuka, Kamis (14/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, kembali mempertontonkan pertandingan Jetz melawan Rockstar Gym yang berhasil dimenangkan oleh Jetz dengan skor 63-29. Dimana, Efrael berhasil menyumbang poin terbanyak yakni 31 poin. Selanjutnya, dipertandingan kedua yang mempertemukan antara Cakra Sakti melawan Gading Muda. Dipertandingan ini, Cakra Sakti berhasil menang dengan skor 34-12. Sebenarnya, Gading Muda lebih menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, di quarter pertama Cakra Sakti yang berhasil memimpin dengan skor 3-2. Di quarter kedua, Gading Muda bermain dengan penuh semangat setelah mendapat intruksi dari sang pelatih. Para pemain Gading Muda memberikan perlawanan yang sangat ketat. Namun, pemain Cakra Sakti bernomor punggung 30, Justin menjadi momok menakutkan bagi Gading Muda. Quarter kedua pun, ditutup masih keunggulan Cakra Sakti 9-6. Pada quater ketiga, Gading Muda kembai menguasai jalannya pertandingan. Demi, memperkecil ketinggalan. Beberapa kali, Gading Muda sempat merepotkan pertahanan Cakra Sakti dan memperkecil skor menjadi 11-10. Di quarter keempat, laga penentuan. Gading Muda mulai kelelahan dan berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh pemain Cakra Sakti. Gading Muda hanya dapat menambah dua poin. Sementara, Cakra Sakti lebih enjoy dalam bermain dan menutup skor quarter keempat dengan 34-12. Pelatih Cakra Sakti, Samual Ilham, mengatakan pemainnya telat panas dan masih kurang percaya diri. Ilham juga menegaskan, bahwa event ini sangat bagus untuk pengalaman bermain anak-anaknya. “Di quarter pertama dan ketiga pemain masih kurang percaya diri. Baru pada quarter keempat, pemain mulai lepas dan bermain dengan enjoy. Ya, kedepan dengan event usia dini ini pemain dari Cakra ada yang bisa bermain di level Nasional,” imbuhnya.(pah/adt)

JJBC KU-12, Cakra Sakti Boys Ikuti Jejak Juniornya Raih Kemenangan

JJBC-KU-12,-Cakra-Sakti-Boys-Ikuti-Jejak-Juniornya-Raih-Kemenangan

Dipertandingan ketiga, JJBC 2017 pada Kamis (14/12) mempertandingan KU 12 Boys antara Cakra Sakti melawan The Sky di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dipertandingan tersebut, Cakra Sakti berhasil menang tipis dengan skor yang ketat yakni 38-35. Pada quarter pertama, Cakra Sakti gencar melakukan serangan bertubi-tubi ke pertahanan The Sky. Sementara, The Sky belum bisa keluar dari tekanan pemain Cakra Sakti. Quarter pertama ditutup dengan skor 12-5. Sementara itu pada quarter kedua, The Sky mulai menunjukan permainan terbaiknya. Poin demi poin, para pemain The Sky mulai bisa memangkas jarak ketertinggalannya dengan perolehan skor 16-14. Lalu pada quarter ketiga, Cakra Sakti maupun The Sky sama-sama menunjukan permainan terbaiknya. Saling jual beli serangan dan saling mendulang poin membuat pertandingan semakin seru. Skor 25-25 pun, menutup perhelatan quarter ketiga. Di laga penentu, pertandingan terus berjalan dengan ketat. Jual beli serangan masih terjadi di laga Cakra Sakti melawan The Sky. Akan tetapi, Cakra Sakti lebih pintar dalam memaksimalkan peluang untuk mendulang poin. The Sky pun, harus menyerah dengan skor 38-35.(pah/adt)

Adanya Fasilitas Baru Lapangan Voli Pasir, Diharapkan Mampu Meningkatkan Prestasi Atlet

voli-pasir

Atlet voli di Tangsel rasanya sangat sumringah, pasalnya dengan adanya fasilitas lapangan voli pasir baru yang dimiliki oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Tangsel dapat meningkatkan kualitas atlet. Sarana tersebut terletak di kelurahan Lengkong Gudang, Serpong, Tangsel, lapangan voli pasir ini akan menjadi tempat latihan para atlet voli pasir. Ketua Umum I PBVSI Tangsel, AKP Lalu Hedwin H.SH.SIK mengatakan, prestasi atlet voli di Tangsel sangat bagus dan selalu menjadi juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). “Saya melihat prestasi Tangsel ini sangat bagus, selama saya di PBVSI dua kali di Popda selalu juara umum, dan untuk voli pasir selalu juara,” ujar AKP Lalu. Namun, pada saat itu belum mempunyai fasilitas lapangan voli pasir. Melihat begitu bagus prestasi atlet voli pasir, PBVSI Tangsel kini mempunyai fasilitas lapangan voli pasir berkat dukungan dari berbagai pihak. “Jika prestasi bagus, tetapi tidak diimbangi dengan tempat latihan ya percuma. Dan, Alhamdulillah sekarang sarana untuk latihan bagi atlet voli pasir sudah ada berkat dukungan dari berbagai pihak,” tuturnya. AKP Lalu pun, berharap dengan adanya fasilitas lapangan voli ini diharapkan dapat menambah semangat atlet dalam berlatih dan dapat meningkatkan prestasi atlet voli Tangsel. “Saya berharap bisa meningkatkan prestasi atlet voli di Tangsel,” jelas Kasat Lantas Polres Tangsel ini. (pah/adt)

Stadion Aji Imbut dan Batakan Masuk Jajaran Stadion Yang Menggelontorkan Dana Fantastis di Asia Tenggara

Stadion Aji Imbut – Indonesia

Stadion-stadion di kawasan Asia Tenggara saat ini sudah mulai bermunculan dengan fasilitas tak kalah bagus dengan stadion di Eropa. Sekarang di tiap-tiap Kota tengah gencar membangun stadion bertaraf Internasional. Yang pastinya, harus menggelontorkan pundi-pundi uang yang sangat besar. Yuk, mari kita intip 6 stadion keren di Asia Tenggara dengan total anggaran hingga miliaran rupiah. 6. Stadion Sultan Ibrahim Larkin – Malaysia (Rp 660 miliar) Stadion berkapasitas 40.000 penonton ini akan menjadi markas klub besar Johor Darul Ta’zim (JDT). Saat ini, masih dalam tahap pembangunan dan rencananya akan rampung 2019 mendatang. Pastinya, dengan jumlah anggaran besar tentunya memiliki fasilitas oke. Designnya pun, stadion ini tidak menggunakan trek lari, otomatis tidak ada pembatas. Jadi penonton dapat lebih dekat menyaksikan pertandingan. Mari simak ulasan 5 Stadion yang paling mengejutkan keuangan diantaranya : 5. Stadion Aji Imbut – Indonesia (Rp 900 miliar) Markas klub yang berjuluk Naga Mekes yakni Mitra Kukar merupakan salah satu stadion di Indonesia yang memiliki design unik. Dengan kapasitas 35.000 penonton, atap stadion Aji Imbut ini memiliki dua atap yang saling berhadapan dengan bentuk seperti setengah lingkaran. Tentunya, jika disaksikan dari udara stadion ini akan terlihat sangat indah. Dan, letaknya pun tak jauh dari Sungai Mahakam di Tenggarong, Kalimantan Timur. Namun, M Sissoko mantan pemain Juventus, Liverpool pun pernah menjajal stadion keren ini, karena pada Liga 1 2017 membela Mitra Kukar. 4. Stadion Batakan – Indonesia (Rp1,38 triliun) Mungkin stadion ini dijuluki sebagai Emiratesnya (stadion Arsenal) milik Indonesia. Tak ada lintasan lari membuat stadion ini lebih istimewa dan sangat jarang di Indonesia mempunya stadion tanpa lintasan lari. Anggarannya pun tak main-main untuk membangun stadion Batakan yakni Rp 1.38 triliun. Markas dari tim Beruang Madu, Persiba Balikpapan ini menambah istimewa dengan atraksi lampu stadion yang bisa menari, seperti halnya di stadion Eropa. Proses pekerjaanya pun, memakan waktu selama enam tahun dengan kapasitas 46.000 penonton. Stadion Batakan baru saja menggelar event Internasional dimana legenda Liverpool seperti John Arne Riise, David James menjajal rumput stadion Batakan bersama dengan legenda Arsenal seperti Pires dan kawan-kawan. Sayangnya, tak dibarengi dengan prestasi Persiba Balikpapan. Tim kebanggan masyarakat Balikpapan ini harus terdegradasi ke Liga 2 2018. 3. Stadion Shah Alam – Malaysia (Rp1,53 triliun) Malaysia saat ini memang terus gencar dalam pembangunan stadion bertaraf Internasional. Salah satunya stadion bersejarah milik warga Malaysia yakni Stadion Shah Alam. Memiliki kapasitas 80.000 penonton dengan menghabiskan anggaran Rp 1.53 triliun, menjadi stadion terbesar di Malaysia. Dua klub besar Malaysia menggunakan stadion ini sebagai homebase mereka yakni Selangor FC dan PKNS. Dan, yang paling istimewa yakni Shah Alam memiliki tribun berdiri terpanjang di dunia. 2. Stadion Bukit Jalil – Malaysia (Rp2,62-5,25 triliun) 20 tahun menjadi markas timnas Malaysia dan pernah membantai timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2010 tentunya mempunyai kenangan manis lainnya bagi timnas Malaysia. Dibangun sejak 1998, Stadion Bukit Jalil beberapa kali mengalami renovasi. Dan, kini atap stadion Bukit Jalil bisa dibuka dan ditutup. Total hingga saat ini renovasi stadion Bukit Jalil memakan biaya sekitar Rp. 2 triliun hingga Rp. 5 triliun. 1. Singapore National Stadium – Singapura (Rp17,6 triliun) Nah, masalah paling termahal dalam pembangunan stadion, Singapura jagoannya. Singapore National Stadium menghabiskan Rp 17,6 triliun untuk membangun stadion yang mempunyai fasilitas oke. Atapnya pun, bisa buka dan tutup dalam waktu 25 menit. Memiliki kapasitas 55.000 penonton, selain menyelenggarakan sepakbola juga bisa menyelenggarakan event rugby. Tribunnya pun bisa digerakan guna memperlancar event yang berlangsung. Namun, stadion ini tetap memiliki masalah dalam hal lapangannya, dan juga terus menuai kritikan karena kualitas rumputnya. Meski begitu, stadion ini tetap merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.(pah/adt)

Indonesia Terpilih Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket

Indonesia-Terpilih-Menjadi-Tuan-Rumah-Piala-Dunia-Basket-1

Suatu kebanggaan bagi Indonesia yang terpilih menjadi tuan rumah pertama kali untuk ajang terbesar bola basket dunia. Federasi Bola Basket International (FIBA) melakukan pemilihan tuan rumah untuk ajang piala dunia FIBA tahun 2023 di Jenewa, Swiss pada 9 Desember lalu. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah bersama Filipina dan Jepang. Piala dunia FIBA 2023 juga pertama kali akan diadakan di tiga negara. Ajang ini akan diselenggarakan di Jakarta, Manila dan Okinawa dimana ketiga kota itu dianggap paling dekat dengan media, akomodasi, medis dan berbagai pelayanan penting lainnya. Di tahun 2023, FIBA lebih mengedepankan kesederhanaan dalam desain turnamen untuk memastikan fokus atlet dan olahraganya. Turki, Rusia, Argentina dan Uruguay yang mencalonkan diri harus kalah dengan negara-negara Asia. Menurut Sekretaris Jendral FIBA, Patrick Bauman alasan FIBA memilih Indonesia, Filipina dan Jepang adalah ketiga negara ini memiliki semangat yang tinggi dalam mempersiapkan diri. Selain itu, jumlah penduduk yang lebih dari 500 juta jiwa dengan mayoritas masyarakat usia muda, menjadi daya tarik tersendiri. FIBA berharap dengan diadakan di 3 negara ini, basket bisa menjadi olahraga yang populer dan menarik banyak orang. Sebelumnya memang Indonesia sudah melakukan langkah besar dengan mencalonkan diri sebagai tuan rumah FIBA. FIBA sangat antusias dengan keberanian yang dilakukan Indonesia untuk menjadu tuan rumah ajang bola basket bergengsi di dunia. Bendahara FIBA, Ingo Weiss berpendapat bahwa tidak ada salahnya Indonesia sebagai negara Asia berani mencalonkan sebagai tuan rumah. Perhatian dunia pun akan tertuju ke Asia, bahkan ajang FIBA ini bisa memberikan dampak positif seperti dibidang ekonomi, wisatawan dan peninggalan sarana olahraga yang dapat digunakan generasi selanjutnya. Indonesia yang menggandeng Filipina dan Jepang memang sudah berkoordinasi untuk menyamakan persepsi dengan kedua negara tersebut. FIBA sempat datang melihat Istora Senayan dan Hall A Basket Stadion Gelora Bung Karno untuk memantau kesiapan dari tempat tersebut. Sebelumnya, di tahun 1978 Filipina dan di tahun 2006 Jepang pernah menjadi tuan rumah piala dunia Basket dan menjadi 2 negara di Asia yang terpilih. Maka dari itu, bersama Filipina dan Jepang, Indonesia dengan berani mengajukan diri dan menjadi negara ketiga di Asia yang berhasil menjadi tuan rumah. Dengan diadakan piala dunia FIBA nanti, akan menjadi peluang besar untuk menjadi tuan rumah pertandingan olahraga dunia lainnya. Selamat untuk Indonesia dan sukses hingga pertandingan digelar.(put)

Bulutangkis: Meski Sempat Mengalami Demam, Vindra Tetap Bertahan Hingga Semi Final

Moch.-Revindra-Raynaldi-Bulutangkis

Menjaga kondisi kesehatan tubuh memang sangat diperlukan bagi seorang atlet. Termasuk kondisi fisik yang baik dibutuhkan jika ingin bertanding. Pria yang memiliki nama panjang Moch. Revindra Raynaldi atau Vindra, ia merupakan atlet badminton yang pernah mengalami sakit demam disaat ia bertanding. Namun, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk melanjutkan pertandingan hingga membawanya ke babak semi final. “Saat berada di even Australia International Series 2015, saya sakit demam. Tapi bisa masuk semi final. Itu pengalaman berharga buat saya untuk bagaimana bisa menyelesaikan masalah saat turnamen,”ujarnya Vindra yang juga merupakan anak dari salah satu pelatih Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum, memang sudah tekun mengikuti badminton sejak usia 5 tahun. Ia sudah menjadi atlet badminton yang bisa di bilang professional sejak usia 13 tahun hingga sekarang. Saat ini, Vindra sedang menekuni kuliah di Universitas Negeri Semarang jurusan Kepelatihan Olahraga. Vindra sudah mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional. “Kalau turnamen nasional, dari kalender Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah sangat sering ikut jika tidak cedera. Kalau internasional saya pernah berpartisipasi di Asean School 2008, German Junior 2014, International Singapore Series dan masih banyak lagi,” tuturnya Tak jarang,Vindra juga mengalami duka dan kendala sejak menjadi seorang atlet. “Buat saya kendalanya itu konsistensi dari satu pertandingan ke pertandingan selanjutnya dan mempertahankan semangat dan tujuan sejak latihan. Belom lagi kena omelan pelatih saat mainnya jelek, disiplin dalam segala hal dan masih banyak lagi,”tutupnya(put/adt)

Sebanyak Seribu Dua Ratus Pelajar Turun Serta Lestarikan Olahraga Tradisional

pelajar-mengikuti-kegiatan-olahraga-tradisional

Apakah kalian mengenal permainan hadang atau gobak sodor, egrang, tarik tambang? Ternyata, permainan tersebut merupakan olahraga loh dan sudah dinaungi oleh organisasi. Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat Pelajar Se – Kabupaten Tangerang bertempat di Rooftop Courts Mega Store BSD City, Senin (11/12). Sebanyak 35 sekolah baik itu SMP dan SMA Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Tangerang ikut berpartisipasi dalam event rutin ini. “Lomba di acara Invitasi Olahraga Tradisional ini diikuti oleh pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Tangerang dengan total 35 sekolah dan total peserta hingga 1.200 orang,” jelas Stefanus Yanto, Wakil Ketua Penyelenggara Invitasi Pekan Olahraga Tradisional Pelajar se-Kabupaten Tangerang. Event ini merupakan event ke-empat yang berhasil diselenggarakan. Sebanyak lima cabang perlombaan akan dilombakan dalam event ini, seperti egrang, hadang atau gobak sodor, terompa panjang atau bakiak panjang, tarik tambang, dan dagongan atau dorong bambu. Yanto menjelaskan, bahwa kegiatan ini diadakan demi melestarikan budaya dan warisan leluhur Indonesia. “Olahraga rekreasi di Indonesia memang selama ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Oleh karena itu, melalui acara ini kita mencoba melestarikan dengan acara ini dan juga mengenalkan pada masyarakat,” paparnya. Lanjutnya, anak-anak sekolah di jaman sekarang lebih memilih bermain gadget. Mereka seakan tidak mengetahui, ada permainan yang menarik dibandingkan bermain gadget. “Mulai sekarang ayo kita gaungkan kembali olahraga tradisional kepada anak-anak dan masyarakat. Selain itu pemilihan acara yang di mall juga merupakan salah satu upaya untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan olahraga rekreasi ke masyarakat,” tegas Yanto. Selain itu gelaran ini juga menjadi ajang seleksi potensi atlet olahraga rekreasi untuk tampil di Pekan Olahraga Provinsi dan Pekan Olahraga Tradisional Nasional. (pah/adt)

Srikandi Jetz Sukses Benamkan DBC di Lanjutan JJBC 2017

Pemain-Jetz-KU-16-Girls,-Jessica-(biru)-mendapat-penjagaan-yang-ketat-dari-pemain-DBC

Para srikandi Jetz KU-16 Girls, sukses meraih kemenangan keduanya di lanjutan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, ketika melawan DBC dengan skor 8-42 pada Minggu (10/12) malam. Disaksikan puluhan penonton yang memadati Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, para pemain Jetz tampil dengan enjoy. Terbukti di awal quarter pertama, Jetz langsung memimpin dengan skor 0-13. Begitu juga pada quarter kedua, Jetz yang dilatih oleh Rico Hantono terus menerus menekan pertahanan DBC. Destine yang bernomor punggung 76 di percaya menjadi motor serangan bagi Jetz. Dan, berhasil menambahkan 6 poin sedangkan DBC hanya mendapat 1 poin. Selanjutnya pada quarter ketiga, pemain DBC terus mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari pemain Jetz. Srikandi Jetz berhasil menambah 10 poin dan DBC tak berhasil mendapatkan poin saat quarter ketiga. Dan akhirnya pada quarter penentu, DBC mampu memperkecil ketertinggalannya dengan mendulang 7 poin. Namun, tambahan 13 poin dari Jetz membuat skor quarter ke-empat menjadi 8-42 untuk kemenangan Jetz. Pelatih Jetz KU 16 Girls, Riko Hantono sangat puas dengan kemenangan yang diraih anak asuhnya. Ia, mengatakan para pemain bisa menambah jam terbang bermain. “Tadi sangat bagus mainnya, dari defense bagus, terus offense juga bagus. Ya, paling sedikit benahi posisi main saja. Dan, juga anak-anak ini banyak yang masih umur 14, dengan harapan bisa merasakan bermain di kelompok usia 16 dan menambah jam terbang mereka,” tutur Riko. Sementara itu pada hari yang sama, perhelatan JJBC juga menampilkan tim The Hawk yang menang mudah atas The Sky di KU-16 Girls. Setelah pertandingan DBC melawan Jetz berakhir. Tim The Sky menantang tim The Hawk. Di pertandingan ke-25 di hari kedua ini, berhasil dimenangkan oleh The Hawk dengan skor 9-51. Dimana, pemain The Hawk yakni Joan dan Yosa menjadi penyumbang poin terbanyak yakni 10 poin. (pah/adt)

JJBC KU-12 Boys, Jetz Raih Kemenangan Atas Eagles Academy

Pemain-Jetz,-Matthew-(kuning)-dan-pemain-Eagles-Academy,-Ryan-(putih)

Pertandingan ke-23 di hari kedua Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017 menampilkan pertandingan yang tak kalah menarik di hari pertama. Dimana, pasukan Eagles Academy bertemu tuan rumah Jetz Basketball Club. Pertandingan tersebut akhirnya berhasil dimenangkan Jetz dengan skor 22-38, pada Minggu (10/12) malam di Jetz Stadium Gading Serpong, Tangerang. Dari pluit quarter pertama di mulai, pemain Eagles terkesan kurang percaya diri. Terbukti, banyaknya kesalahan passing yang dilakukan pemain Eagles. Dari kesalahan passing, peluang itu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Jetz dalam mendulang poin. Hasilnya, Matthew, bernomor punggung 26 membawa tim Jetz unggul dengan point 2-15 pada quarter pertama. Sedangkan pada quarter kedua, Eagles mulai bangkit untuk meraih poin. Motor serangan Eagles, Ryan nomor 8, terus melakukan tekanan dan berhasil membawa Eagles meraih poin. Eaglespun menambah 8 poin, sedangkan Jetz ketinggalan dengan perolehan 6 poin. Lalu saat quarter ketiga di mulai, Jetz mulai merubah pola strategi permainan. Beberapa kali, serangan mereka berhasil meraih poin. Quarter ketiga pun, ditutup dengan skor 0-12. Dan pada quarter puncak, Jetz yang merasa diatas angin sempat kehilangan fokus. Dan, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Eagles dengan mengoleksi 12 poin dan Jetz 4 poin. Meski begitu, hingga pertandingan berakhir, Eagles masih belum bisa menaklukan Jetz. Skor akhir untuk kemenangan Jetz dengan skor 22-38. (pah/adt)

JJBC KU-9 Cakra Sakti Sempat Menyamakan Skor, Namun Jetz Kembali Rengkuh Kemenangan

Cakra-Sakti-Vs-Jetz-KU-9

Pertandingan sengit di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC). Jetz sebagai tuan rumah berhasil menumbangkan Cakra Sakti dengan skor tipis 38-44. (10/12) Di awal quarter pertama dibuka, dengan skor pembuka dari Jetz. Tak berapa lama, Cakra Sakti pun membalas dengan 2 skor. Pembalasan skor pun terjadi hingga Jetz berhasil unggul dengan point 9-13. Di quarter kedua Cakra Sakti mulai panas untuk mengejar skor, demikian juga Jetz yang terus upaya menambah skor. Hingga detik-detik berakhirnya quarter kedua, pertahanan Cakra Sakti mulai lenggah dan sering gagal upaya menyamai kedudukan. Jetz pun masih menang dengan skor 13-30. Pluit quarter ketiga pun di mulai, pertarungan bibit atlet ini semakin sengit, ketika Cakra Sakti terus menambah skor. Dan Jetz tetap menjaga pertahanan skornya. Lalu skor berubah menjadi 20-29. Sementara itu akhir babak permainan quarter empat, Cakra Sakti terus mencoba membalas di menit-menit awal. Upayanya membuahkan hasil dan Skor sempat sama, namun pemain Jetz, Efrael dengan nomor punggung 1 mampu mencetak dengan tembakan 3 poin. Pertandingan ini dimenangkan Jetz dengan skor 38-44. Justin dengan nomor punggung 30 dari Cakra Sakti menjadi pemain pencetak skor terbanyak dengan angka 25 poin. Selain itu, pertandingan sengit juga terjadi di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) antara Rockstar Gym dan Phoenix. Skor pertama di buka dari Phoenix dengan 2 poin. Rockstar Gym pun membalas dengan 2 poin. Hingga quarter babak kedua berakhir skor tipis 9-10. Meski Rockstar Gym terus melakukan pertahanan, Phoenix tetap mampu menambah 10 poin di akhir quarter ketiga menjadi 10-20. Rockstar Gym kembali memperkuat pertahanan dan mengejar skor. Namun Phoenix mampu mengalahkan Rockstar Gym dengan skor 19-22.(put/adt)

Hari Kedua Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017, Cakra Sakti dan Jetz Menang Telak

Warriors berhadapan dengan Cakra Sakti Di Hari Kedua Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) (10/12/17)

Dipertandingan hari kedua (10/12) ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) untuk kategori umur 7 dibuka dengan pertandingan Warrior melawan Cakra Sakti. Quarter pertama dibuka dengan 2 poin dari Cakra Sakti yang diberikan oleh Jayden. Warrior tidak dapat membendung Cakra Sakti hingga quarter kedua yang ditutup dengan skor 0-24. Quarter ketiga, Warriors mencoba melawan hingga skor pertama untuk Warriors diberikan oleh Raihan. Tak lama, Riley dengan nomor punggung 1 memberikan 2 poin lagi untuk Warriors. Namun Cakra Sakti terus menambah skor hingga menjadi 4-34. Cakra Sakti kembali menambah poin pembuka quarter empat. Cakra Sakti terus menambah poin hingga quarter empat berakhir dengan skor 4-46. Jayden dari Cakra Sakti menjadi pemberi skor terbanyak untuk Cakra Sakti dengan 25 poin. Coach Rendy dari Cakra Sakti menuturkan ia tidak menyangka Cakra Sakti akan menang telak dan ia berharap bisa lolos ke final. “Gak nyangka sih skornya bisa jauh banget. Nih gak tau anak-anaknya dikasih makan apa. Bisa dibilang presentasenya bagus banget. Kedepannya saingan kita Jetz, dulu pernah kalah. Sebagian besar pemain juga kita rombak. Ya semoga bisa ketemu di final dan ngasih yang terbaik,” ujarnya Selain Cakra Sakti, Jetz sebagai tuan rumah juga menang dari Rockstar Gym. Skor pertama diberikan Noel dari Jetz dan berselang beberapa waktu, Faio kembali menambah skor untuk Jetz. Rommei pemain dari Rockstar Gym memberikan 2 poin pertama di 2 menit akhir. Rockstar Gym melakukan pertahanan hingga quarter dua berakhir dengam skor 2-12. Quarter ketiga, Rockstar Gym mengejar skor dan melakukan perlawanan balik. Namun gagal menyusul Jetz yang unggul dengan skor 5-16. Rockstar Gym kembali memberikan poin di 2 menit awal quarter empat. Skor sementara menjadi 7-16. Detik-detik akhir, Rockstar Gym berusaha kembali mengejar. Namun Rockstar Gym harus menerima kekalahan dengan skor 11-20. Coach Riska menuturkan bahwa tim Rockstar Gym merasa belum siap melawan tuan rumah. “Kedua tim ini bagus cuma ya kita belum siap. Pertandingan kemarin juga mereka masih kaget karena lapangan ini lebih besar dari biasanya. Akhirnya mental mereka agak turun. Selanjutnya persiapan kita berharap mereka lebih baik lagi mainnya,” tutur Coach Riska

Ini Dia Nama Penyumbang Poin Terbanyak Pada Hari Pertama JJBC 2017

Jumpball yang dilakukan untuk pertandingan antara Jetz dan Metro Starlight, Sabtu (09/12/17)

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, untuk hari pertama sudah selesai. Terdapat total 13 pertandingan dari tujuh kategori kelompok umur (KU) dipertandingkan, yang bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (9/12). Banyak klub-klub yang mampu meraih kemenangan dengan skor telak. Dan, tak hanya itu terdapat pula pemain-pemain handal yang mampu menyumbangkan poin terbanyak bagi timnya. Tentunya, pemain-pemain yang menyumbangkan poin terbanyak, hasil dari kegigihan mereka dalam berlatih dan semangat juang di lapangan ketika bertanding. Berikut nysnmedia.com berikan hasil sementara nama-nama pemain yang berhasil menyumbangkan poin terbanyak di hari pertama JJBC 2017: 1. Efrael, Jetz Basketball Club – 25 poin (KU-9) 2. Edu, Jetz Basketball Club – 16 poin (KU-7) 3. Jayden, Cakra Sakti – 16 poin (KU-7) 4. Justin, Cakra Sakti – 18 poin (KU-9) 5. Destin, Jetz Basketball Club – 10 poin (KU-16 Girls) 6. Kenneth, Jetz Basketball Club – 9 poin (KU-10 Boys) 7. Anderson, Cakra Sakti – 15 poin (KU-12 Boys) 8. Andrew, Learn – 16 poin (KU-13 Boys) 9. Rasyra, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-13 Boys) 10. Achmad, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-12 Boys) 11. Sola, The Hawk -15 poin (KU-16 Girls) 12. Yosua, Metro Starlight – 13 poin (KU-16 Boys) 13. Yuslifar, Hang Tuah – 13 poin (KU-16 Boys)(pah/adt)

Hang Tuah Sukses Tumbangkan Cakra Sakti di KU-16 Boys JJBC 2017

Yuslifar, pemain Hang Tuah, nomor punggung 16 (memegang bola) menjadi penyumbang poin terbanyak dengan koleksi 16 poin saat melawan Cakra Sakti.

Pertandingan terakhir di Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, menyuguhkan pertandingan menarik antara Hang Tuah melawan Cakra Sakti di kategori kelompok umur (KU) 16 Boys. Bertanding di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, laga terakhir akhirnya menjadi milik Hang Tauh. Setelah berhasil mengunci kemenangan dengan skor 39-28. Perjalan pertandingan, sangatlah menarik pada quarter pertama. Saat itu Cakra Sakti berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sedangkan, Hang Tuah seakan belum panas untuk menunjukan permainan terbaiknya. Quarter pertama pun, menjadi milik Cakra Sakti dengan skor 5-9. Mendapatkan motivasi dari pelatih, usai intruksi para pemain Cakra Sakti mulai percaya diri. Yuslifar nomor 16 dari pemain Hang Tuah, menjadi momok yang menakutkan bagi pemain Cakra Sakti. Hasilnya, quarter kedua menjadi milik Hang Tuah dengan skor 10-4. Sementara itu di quarter ketiga, permainan Cakra Sakti terus menurun performanya. Hal ini kembali dimanfaafkan dengan sangat baik oleh pemain Hang Tuah. Quarter ketiga pun, masih menjadi milik Hang Tuah dengan skor 10-3. Pada quarter terakhir, Cakra Sakti mulai menunjukan perlawanan yang seru. Saling berbalas poin, membuat permainan menjadi seru. Tambahan 12 poin dari Cakra Sakti tak berhasil membuat mereka lepas dari kekalahan. Karena, Hang Tuah berhasil menambah poin 14 poin. Skor pun, dikunci Hang Tuah dengan kemenangan 39-28.(pah/adt)