Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Lolos ke SemiFinal SEA Games 2017

Tim Putri Bulu Tangkis Lolos ke Semi Final Sea Games 2017

Kehormatan bagi Indonesia bisa Ikut dalam SEA Games 2017 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Kebangga bagi Indonesia karena Olahraga kebanggaan Indonesia, yaitu Bulu Tangkis akan berlaga Pada Semi Final mendatang. Tim bulu tangkis putri Indonesia dipastikan melaju ke semifinal SEA Games 2017. Hal tersebut terjadi di karenakan Laos menyatakan mundur, informasi tersebut langsung diutarakan oleh  Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi Permainan Satu Satlak Prima, Mimi Irawan. Seharusnya, Indonesia akan bertemu Laos pada babak perempatfinal pada 22 Agustus 2017 mendatang. “Ya, Tim Bulu tangkis Beregu Putri Indonesia akan tampil ke semifinal karena Laos mengundurkan diri,” kata Mimi Irawan lewat rilisnya, Kamis (17/8/2017). Mimi menambahkan kalau Greysia Polii dan kawan-kawan tak menjadi fikiran perihal mundurnya Laos. Justru hal tersebut membuat energi para pemain bisa terjaga. Langkah tim Merah Putih pun melaju mulus ke semifinal. “Tidak ada pengaruhnya kalau Laos bertanding. Tetapi, ini suatu keuntungan bagi kita karena pemain Indonesia bisa irit tenaga untuk menghadapi pertandingan semifinal dan final,”sebut Mimi. Tak hanya Indonesia yang mendapat keuntungan, ternyata Thailand juga mendapatkan keuntungan. Negeri Gajah Putih tersebut dapat langsung lolos ke semifinal akibat mundurnya Laos dari turnamen bulu tangkis SEA Games 2017. Tanpa Laos, tim beregu putri berkurang dan menyisakan enam negara yaitu Indonesia, Myanmar, Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand. Tim putri Indonesia menanti pemenang antara Malaysia dan Myanmar untuk memperebutkan tiket ke final.

Melalui Tenis Meja, Gadis Ini Memendam Mimpi Yang Mulia, Lihat Apa Yang Coba Dia Lakukan?

Rizkia Tenis Meja

Umumnya semua manusia yang ada di bumi memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, juga dengan latar belakang yang berbeda-beda agar bisa saling melengkapi. Begitupun dengan Razkia yang awalnya menekuni olahraga bulu tangkis pindah menjadi tenis meja. Memiliki tubuh yang mungil, membuat Petty Razkia sempat kesulitan ketika memilih olahraga yang akan ditekuninya. Siswi kelas XII di SMAN 3 Tangsel ini mengatakan bahwa pada awalnya ia mengikuti olahraga bulu tangkis. “Awalnya saya ikut bulu tangkis, tapi karena tubuh saya kecil, orang tua saya khawatir fisik saya kurang kuat kalau ikut bulu tangkis. Akhirnya disuruh coba tennis meja, karena kebetulan keluarga saya memang bisa tennis meja semua. Ternyata memang lebih ringan dari bulu tangkis. Akhirnya saya tertarik dan mulai berlatih olahraga tersebut sekitar kelas 5 SD.” kata Petty (3/8) Petty yang tidak pernah absen mendapatkan juara dalam setiap pertandingan antar sekolah ini, pernah juga mendapatkan juara 1 tingkat Tangerang Selatan beberapa kali. Kejadian yang dianggapnya memalukan juga pernah dialami Petty pada saat service (memberikan bola kepada lawan saat pertama mulai). “Waktu SMP, pelatih memasukkan saya ke dalam pertandingan yang tingkat kemampuan atletnya sudah lumayan berpengalaman dan sudah usia SMA ke atas. Saya paling muda disitu. Ketika memulai pertandingan dan mulai service awal, saya diberikan service yang belum pernah saya coba. Akhirnya saya tidak bisa menerima servicenya dan ditertawakan oleh lawan saya. Akhirnya saya nangis, tapi tetap meneruskan pertandingan sambil nangis. Saya masih merasa malu sampai sekarang.” terang Petty. Menurut Petty, Tennis meja adalah sampingannya untuk prestasi di luar akademis, karena di masa mendatang, Petty memiliki rencana yang lebih mulia. Ia sangat ingin menjadi sukarelawan yang bisa blusukan ke berbagai daerah pedalaman untuk mengajar anak-anak yang tidak bisa bersekolah. “Terima kasih kepada orang tua saya yang sudah menyarankan saya untuk menekuni tennis meja, juga pelatih yang sudah membimbing saya dan bisa berprestasi sampai saat ini, serta teman-teman yang selalu mensupport kegiatan saya.” tutup Petty.(crs/adt)

Masuk Pelatnas Merupakan Impian Terbesar Bagi Atlet Bulutangkis Putut Panji Asmoro

Putut-bulutangkis

“Dampak memukul raket dan melompat-lompat membantu meningkatkan kepadatan tulang secara yang alami.” Demikian kutipan dari Jane Taylor, seorang pelatih atlet bulutangkis pribadi di Inggris. Atlet muda bulutangkis bernama Putut Panji Asmoro merupakan Siswa SMAN 3 Tangsel, sudah beberapa kali mendapatkan prestasi dalam olahraga yang menggunakan raket dalam permainannya. Putut, yang sudah berlatih bulutangkis sejak kelas 5 SD ini memang berasal dari keluarga yang turun temurun adalah pecinta olahraga. Namun, Putut juga menambahkan bahwa awal bermain bulutangkis hanya untuk iseng dan mengisi waktu luang saja. “Awalnya cuma ikut pertandingan biasa untuk iseng-iseng. Akhirnya lama kelamaan saya tertarik dan masuk dalam salah satu club bulutangkis.” ujarnya. (02/8) Kepada NYSN siswa kelas XII yang pernah meraih Juara 1 O2SN tingkat Provinsi dan Juara 2 dalam Liga Menpora tingkat nasional ini mengatakan, bahwa peran orang tua dan pelatih tak lepas dari perjuangannya meraih prestasi sampai saat ini. “Orang tua saya sangat berperan dalam mendukung saya, begitupun pelatih saya dari kecil yang biasa saya panggil Kak Jaja. Beliau sangat memotivasi dan mendukung saya selama ini.” kata Putut. Dapat menjadi atlet bulutangkis dan bisa mengikuti berbagai kejuaraan bulutangkis di berbagai tempat, membuat Putut sangat senang karena bisa mempunyai teman-teman baru dan semakin banyak yang memotivasinya. “Saya ingin menjadi pemain nasional dan masuk pelatnas. Di samping itu, saya juga ingin menjadi pengusaha sukses serta bisa kuliah di universitas impian saya yaitu Universitas Brawijaya, Malang. Maka dari itu, hargai waktu sebaik mungkin, jangan disia-siakan dan berlatih terus agar yang diinginkan dapat tercapai.” tuturnya.(crs/adt)

Heboh! Menuju Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum 2017

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Foto: pbdjarum.org

Beasiswa bulu tangkis Djarum juga diadakan di kota Solo. Panitia sampai saat ini masih membuka pendaftaran peserta secara offline dengan datang langsung ke lokasi hari ini, Jumat (21/7/2017). Seperti yang dilansir dari Solopos.com (19/7/2017), Jumlah pendaftar baru mencapai sekitar 500 peserta untuk audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 yang akan digelar di GOR RM Said Karanganyar pada Sabtu-Senin nanti (22-24/7). Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari, mengatakan tahun lalu jumlah pendaftar mencapai 700 peserta. Dia memprediksi tahun ini pendaftar akan meningkat dalam beberapa hari ke depan sebelum hari H. “Kami masih memberikan kesempatan bagi pendaftar dengan datang langsung ke lokasi bersamaan dengan jadwal daftar ulang peserta. Syaratnya cukup mudah, silakan bawa fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran,” jelas Abraham menurut lansiran dari Solopos.com, Selasa (18/7/2017). Abraham lebih menekankan pentingnya kualitas daripada kuantitas peserta. Ia hanya berharap audisi umum tersebut bisa melahirkan sejumlah atlet muda dengan bakat-bakat yang spesial di bidang bulu tangkis. Berbeda juga dengan audisi tahun-tahun sebelumnya, fokus terbagi dalam U-13 dan U-15. Sedangkan tahun ini, menurut Abraham, mereka fokus untuk mencari atlet putra dan putri dari kelompok U-11 dan U-13 saja.  Pembinaan atlet yang dimulai di klub pada usia dini  diharapkan mampu melahirkan pebulu tangkis dengan kemampuan terbaik dan meraih prestasi maksimal di masa depan.

Rizqul Karim Kecil Semangat Untuk Raih Juara Pertama

Menampakan progres yang kian membaik merupakan bagian dari memahami potensi bakat yang di miliki seseorang, lalu berhasil mendapatkan kebanggaan, serta di percaya bisa meningkatkan kepercayaan diri. Seperti yang di alami oleh remaja Pamulang, Muhammad Rizqul Karim, yang sering di panggil oleh teman temannya dengan sebutan Karim. Karim adalah siswa yang sekarang duduk dibangku kelas 2, dan bersekolah Yayasan Islam Al mursyidiyyah, Pondok benda, Pamulang. Dan bergelut dengan olahraga Bulu tangkis adalah pilihannya. Dia pernah menyandang gelar menjuarai turnamen OSSO (Olimpiade Sain Seni dan Olahraga) dalam turnamen bulu tangkis tunggal putra. Karim putra Palembang ini merupakan buah hati dari pasangan Asmawi Irwan Maulana dan Yuningsih, menceritakan pengalamannya sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar. “Semenjak SD pernah mendapatkan juara se kecamatan, antar sekolah di Prabumulih Palembang. Sosok ayah yang mengarahkan saya sewaktu kecil, dan hingga akhirnya melekat menjadi hobby.” Tutur Karim. Karim yang sangat menyukai minum teh manis kala berlatih amatlah berharap ingin menjadi pemain Nasional yang dapat membanggakan kedua orangtuanya. Sementara itu Gojali sebagai guru olahraga mengatakan, sudah mempunyai firasat bakat yang di miliki Karim. “Saya sudah melihat bakat yang di miliki oleh Karim, dan saya hanya tinggal menyalurkan bakat tadi ke dalam ajang kejuaraan.” Ujar Gojali kepada NYSN (24/5) Berbekal menjuarai turnamen osso antar sekolah menengah pertama Se-Tangsel Gojali terus memuji anak didiknya. “Baru saja ikut turnamen, sudah bisa menjadi juara 3, mudah mudahan tahun depan bisa jadi juara satu ya.”Harap Gojali yang di temui di area sekolah.(bgs/adt)

Final LIMA Badminton Nasionals 2017 Berlangsung di Bandung

Final LIMA Badminton Nasionals 2017 diadakan di Bandung mulai 16-23 Mei 2017

Bandung – LIMA Badminton Nasionals 2017 resmi dimulai hari ini 16 Mei 2017 selama tujuh hari ke depan 23 Mei 2017 yang bertuan rumah di Bandung, tepatnya di GOR Tri Lomba Juang Bandung Pada tahun ini pertandingan dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori beregu yang digelar pertama kali mulai 16 s/d 21 Mei 2017 dan perseorangan yang akan digelar di tahap kedua pada 22 s/d 23 Mei 2017. Rida Achmad selaku General Manager mengungkapkan bahwa adanya penambahan kategori perseorangan menambah semarak gelaran LIMA Badminton. Bandung, Tuan Rumah LIMA Badminton Nasionals 2017. “Adanya penambahan kategori perseorangan LIMA Badminton menambah berbeda gelaran ini, dan pastinya di LIMA Badminton Nasionals nanti akan semakin ramai dengan adanya kategori perseorangan. Para peserta tahun ini pastinya semakin bertambah dengan adanya penambahan kategori, dan pastinya akan lebih banyak lagi Perguruan tinggi yang mengikuti ajang LIMA,” ungkapnya. Para peserta LIMA Nasionals 2017 ini adalah juara dari LIMA Badminton regional dari tiap konferensi. Saat ini LIMA Nasionals diikuti oleh 20 perguruan tinggi, yaitu: Kategori Beregu Putra Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Universitas Bina Nusantara (Binus) Universitas Surabaya (Ubaya) Universitas Semarang (USM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Bangsa (STIE BB) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Universitas Brawijaya (UB) Universitas Budi Luhur (UBL) Universitas Islam Indonesia (UII) Universitas Trisakti (Usakti) Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kategori Beregu Putri Usakti UPI UNS Unesa Unikom UPH UNY UB Sementara itu untuk kategori perseorangan, LIMA Badminton Nationals mempertandingkan tiga nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran, yang dihuni oleh 16 pemain. Dari kategori perseorangan, terdapat beberapa Perguruan Tinggi yang tidak berpartisipasi di kategori beregu. Mereka adalah: Universitas Widya Mandala Universitas Universitas 17 Agustus 45 Semarang Universitas Soegijapranata Universitas Negeri Semarang Universitas Negeri Malang “Peraturan LIMA Badminton Nasionals 2017 masih mengacu pada sistem pertandingan PBSI, namun LIMA juga memiliki peraturan dan itu sedikit berbeda dari PBSI. Jadi, peraturan LIMA Badminton ini masih mengacu pada PBSI dan ditambah peraturan dari LIMA. Para peserta layak merasa sangat antusias dalam mengikuti LIMA Badminton ini,” ucap Tata Mulyana selaku perwakilan dari PBSI.