PBSI dan PT Perada Swara Productions Jalin Kerjasama Selenggarakan Kejuaraan Bulutangkis Internasional dan Nasional 2026

PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan PT Perada Swara Productions menjalin kerjasama guna menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan bulutangkis nasional dan internasional sepanjang 2026.

JAKARTA, 9 Oktober 2025 – PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan PT Perada Swara Productions menjalin kerjasama guna menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan bulutangkis nasional dan internasional sepanjang 2026. Dengan ikatan kolaborasi yang harmonis ini, diharapkan memperkuat proses pembinaan atlet dan juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga bulutangkis di Indonesia. Dalam sesi jumpa pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (9/10), Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menuturkan penunjukan PT Perada Swara Productions didasari oleh pengalaman dan rekam jejak yang positif dalam merancang, mengatur, mengelola, dan melaksanakan seluruh rangkaian kejuaraan-kejuaraan bulutangkis yang ada di Indonesia.  Untuk itu, PP PBSI mempercayakan PT Perada Swara Productions menggelar berbagai kejuaraan bulutangkis bergengsi seperti Indonesia Open Super 1000, Indonesia Masters Super 500, Indonesia Masters Super 100, Indonesia International Challenge, Kejuaraan Dunia Junior serta rangkaian Sirkuit Nasional hingga Kejuaraan Nasional. “Selama ini, PT Perada Swara Productions telah berpengalaman merancang, mengatur, mengelola, dan melaksanakan seluruh rangkaian kejuaraan-kejuaraan bulutangkis sebelumnya. Sehingga hal ini yang membuat kami yakin memberikan kepercayaan sebagai Event Organizer (EO) untuk turnamen-turnamen nasional dan internasional PBSI dengan durasi kerjasama sepanjang tahun 2026,” ujar peraih medali emas sektor ganda putra pada Olimpiade Atlanta 1996 tersebut. Ricky menambahkan, dengan hadirnya PT Perada Swara Productions untuk membantu PBSI dalam hal penyelenggaraan turnamen, maka PBSI selanjutnya bisa lebih berfokus pada pemutakhiran sport science dan pengembangan sarana serta prasarana sebagai bagian dari pengembangan dan pembinaan prestasi. “Kami berharap kerjasama ini dapat meningkatkan gairah masyarakat Indonesia terhadap olahraga bulutangkis yang selama ini sudah terbangun dengan baik. Sehingga dukungan untuk target besar di Olimpiade Los Angeles 2028 bisa semakin besar dan deras,” Ricky menjelaskan. Hal senada juga diutarakan oleh General Manager PT Perada Swara Productions, Gege Dhirgantara. Ia mengatakan, penunjukan PT Perada Swara Productions oleh PBSI merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan untuk menyelenggarakan event-event bulutangkis bergengsi sepanjang 2026. “Penunjukan ini adalah kehormatan bagi kami untuk melaksanakan event-event bergengsi dalam kalender bulutangkis di Indonesia sepanjang 2026. Tentunya, kepercayaan ini akan kami wujudkan dengan tanggungjawab yang tinggi melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga memberikan pengalaman berkesan bagi para penonton terutama badminton lovers,” ujarnya. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin bertutur, jalinan kerjasama ini bertujuan guna memperkokoh kecintaan masyarakat terhadap bulutangkis Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga ditargetkan untuk membantu roda ekosistem pembinaan atlet-atlet nasional berputar lebih pesat yang kelak melahirkan pahlawan-pahlawan bulutangkis Indonesia dengan torehan prestasi cemerlang di panggung dunia. “Muara dari jalinan kerjasama ini adalah agar atlet-atlet kita bisa mengukir prestasi yang berkilau di level dunia. Untuk itu, kehadiran Djarum Foundation dalam kolaborasi ini bertujuan membantu PP PBSI agar semakin tajam mengasah kemampuan pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia yang akan berjuang di level dunia dan juga memutar ekosistem pembinaan atlet-atlet muda serta menjaga nyala api semangat dan kecintaan terhadap bulutangkis tetap membara di hati seluruh masyarakat Indonesia. Karena kami percaya, bahwa olahraga ini adalah salah satu upaya mempersatukan bangsa,” tandas Yoppy.

Djarum Foundation dan PSSI Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Lisensi D Nasional

KUDUS, 4 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bekerjasama dengan PSSI menyelenggarakan sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang diikuti oleh 30 pelatih maupun guru olahraga di Kudus. Berlangsung selama satu pekan mulai dari 29 September hingga 5 Oktober 2025 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, kegiatan ini dikomandoi oleh Muhammad Hanafing Ibrahim selaku Coach Educator PSSI yang juga memiliki lisensi AFC Pro.   Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, kegiatan ini digagas guna meningkatkan kualitas pelatih maupun guru olahraga, khususnya dalam memberikan pembinaan sepak bola yang lebih baik bagi anak didiknya. Pelaksanaan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC), dengan harapan kualitas peserta MLSC di Kudus pada edisi mendatang akan semakin meningkat. “Inisiasi ini berawal dari gelaran MLSC yang mendapat sambutan baik di Kudus. Kami melihat banyak guru olahraga yang belum memiliki kemampuan melatih sepak bola secara formal. Karena itu, kami berkoordinasi dengan PSSI pusat maupun Asprov Jateng dan Askab Kudus untuk mengadakan kursus lisensi D. Harapannya, program ini bisa menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas,” ungkap Teddy. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para pelatih diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan lisensi yang diperoleh guna mendukung perkembangan sepak bola usia dini di daerah masing-masing. Hal tersebut selaras dengan visi Bakti Olahraga Djarum Foundation maupun MilkLife untuk memajukan sepak bola putri Tanah Air.  “Kami berharap para pelatih yang mengikuti sertifikasi ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada anak didiknya. Dengan semakin banyak pelatih berlisensi, ekosistem sepak bola di daerah akan berkembang lebih sehat dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sepak bola putri yang kini juga semakin mendapat perhatian,” Teddy menjelaskan. Jadwal kepelatihan terbagi menjadi dua tahapan, yaitu sesi teori dan praktek. Melalui metode ini, para peserta tidak hanya mendapatkan bekal ilmu kepelatihan di kelas, tetapi juga kesempatan untuk langsung mengaplikasikannya di lapangan.  Pada sesi praktek, sejumlah atlet juga dilibatkan untuk menjadi peraga di lapangan. Coach Hanafing didampingi oleh asisten pelatih Yayat R. Hidayat dan Pamungkas Yuli Kurniawan sepanjang rangkaian sertifikasi kepelatihan. Beberapa kelas teori yang diberikan mulai dari filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), peran seorang pelatih, prinsip bertahan & menyerang, game management, fase akuisisi skill, fase pengembangan permainan, hingga fase penampilan. Sementara untuk sesi praktek diantaranya passing & first touch, dribbling & running with the ball, attacking build up, defending high press, defending prevent goal, game management preparation, sampai football conditioning 11v11. Coach Educator PSSI, Muhammad Hanafing Ibrahim menegaskan pentingnya sertifikasi ini dalam menyiapkan pelatih yang kompeten. Pria kelahiran Makassar tersebut menuturkan, bahwa untuk melatih atlet usia dini faktor paling utama adalah teknik. Pada kesempatan ini, terdapat enam teknik dasar yang ia berikan, yakni passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring. “Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Melalui kursus ini, para peserta dibekali pondasi dasar agar bisa melatih sesuai standar PSSI, sehingga nantinya para pemain usia dini yang mereka latih mendapatkan bimbingan yang benar sejak awal. Karena pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula,” ujarnya. Menariknya, sertifikasi lisensi D yang biasanya membutuhkan biaya hingga Rp3 juta, pada kesempatan ini peserta hanya mengeluarkan biaya yang jauh lebih terjangkau, yakni Rp750 ribu. Inisiatif ini dilakukan agar semakin banyak pelatih dan guru olahraga di Kudus yang memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya.  Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, guru olahraga SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia mengaku bahwa materi yang diberikan sangat menarik dan menuntutnya untuk aktif berpikir juga berdiskusi antar pelatih, sehingga banyak input positif yang didapat untuk meningkatkan kemampuan kepelatihan. “Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Kalau ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Dengan adanya program ini, kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI. Saya berharap ilmu yang saya dapat bisa saya terapkan di sekolah untuk membimbing anak-anak agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Selain itu juga program ini berkelanjutan dan ke depannya ada untuk lisensi C,” ungkapnya.

Bergulir di Empat Kota, 90 Tim Adu Kemampuan di Liga Sepak Bola Putri U-15 & U-18

Piala HYDROPLUS Soccer League yang akan diperebutkan dalam liga sepak bola putri yang akan dihelat mulai awal Oktober 2025 di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kudus.

JAKARTA, 1 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation berkolaborasi dengan HYDROPLUS menyelenggarakan liga sepak bola putri bertajuk ‘HYDROPLUS Soccer League’. Menyasar dua kategori usia yakni U-15 dan U-18, kompetisi akan dihelat secara bergelombang mulai awal Oktober 2025 di empat kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Kudus. Sebanyak 90 tim yang berasal dari sekolah sepak bola, klub hingga akademi sepak bola akan berpartisipasi dan adu kemampuan di atas lapangan demi meraih gelar juara. Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, menuturkan HYDROPLUS Soccer League merupakan jawaban atas dahaga para pecinta sepak bola putri yang merindukan hadirnya kompetisi berformat liga demi mengasah bakat dan mencetak pesepak bola putri muda Indonesia yang kelak dapat mencetak prestasi di level dunia. Hal ini sejalan dengan visi HYDROPLUS sebagai minuman isotonik yang selalu mengajak generasi muda untuk senantiasa dinamis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “HYDROPLUS merasa terhormat dapat ambil bagian dalam sejarah pengembangan bakat dan menggerakkan roda ekosistem sepak bola putri di Indonesia. Kami berharap HYDROPLUS Soccer League dapat menjadi lokomotif lahirnya para pesepak bola putri berbakat dan tangguh yang akan mengukir prestasi bagi Indonesia. Tak hanya itu, melalui kompetisi ini juga kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memancarkan semangat baik saat menjalani aktivitas harian mereka maupun ketika berolahraga,” tutur Yose. Sementara itu, Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono menguraikan penyelenggaraan liga sepak bola putri U-15 dan U-18 ini merupakan rangkaian dari road map pengembangan ekosistem dan pembinaan atlet-atlet sepak bola putri yang telah dirancang oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. HYDROPLUS Soccer League adalah kelanjutan dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10 dan KU 12 serta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 dan U16. “HYDROPLUS Soccer League melengkapi piramida pengembangan ekosistem sepak bola putri yang sudah diawali dengan pemassalan di akar rumput melalui MilkLife Soccer Challenge dan turnamen usia dini dalam HYDROPLUS Piala Pertiwi. Kami berharap, liga untuk U-15 dan U-18 ini menjadi wadah bagi para pesepakbola putri dalam menapaki jenjang karier mereka menuju level profesional,” ujar Teddy. Untuk itu, HYDROPLUS Soccer League mengadopsi format liga home-away yang bertujuan agar para pesepak bola putri remaja memiliki jadwal pertandingan rutin sehingga dapat mengasah teknik dan kemampuan mereka di lapangan hijau. Di setiap kotanya, pertandingan HYDROPLUS Soccer League akan digelar dua pekan sekali dengan harapan para atlet dapat mengevaluasi dan mempersiapkan diri lebih matang menyambut pertandingan selanjutnya. “Dengan demikian, mereka tidak hanya bertanding untuk mengejar gelar juara, tapi kompetisi ini juga menjadi sarana mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan, teknik, hingga strategi permainan. Sehingga usai mengikuti HYDROPLUS Soccer League, mereka bisa bertransformasi menjadi pemain profesional yang kelak diserap oleh klub-klub papan atas. Kami berharap, melalui ajang ini lahir pesepakbola putri yang dapat mengantarkan Indonesia berlaga dan berjaya di panggung dunia,” Teddy menguraikan. HYDROPLUS Soccer League akan bergulir di Jakarta mulai 4 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026 dengan melibatkan 16 tim di U-15 dan 10 tim pada U-18. Disusul Bandung pada 11 Oktober 2025 hingga 7 Juni 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Pada saat yang bersamaan, kompetisi juga digelar di Kota Pahlawan, Surabaya (8 tim U-15 dan 8 Tim U-18). Selanjutnya, Kudus akan memulai penyelenggaraan kompetisi pada 3 Januari 2026 hingga 23 Mei 2026 (16 tim U-15 dan 8 tim U-18). Nantinya, para juara dan runner-up di setiap kota akan mendapat tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026. Adapun, pada U-15, jumlah pemain dalam satu tim sebanyak 9 orang dengan durasi pertandingan 2×25 menit (10 menit istirahat) dengan ukuran setengah lapangan sepak bola dewasa. Sementara di U-18, pemain dalam satu tim berjumlah 11 orang yang akan bertanding selama 2×35 menit (10 menit istirahat) memakai luasan satu lapangan sepak bola dewasa. Bergulirnya liga sepak bola putri ini menjadi angin segar bagi para atlet muda yang sedang merintis karier sebagai pesepak bola putri profesional. Salah satunya ialah Albianca Raula, jebolan MilkLife Soccer Challenge yang tahun ini juga berlaga di ajang JSSL Singapore 7’s. Dalam HYDROPLUS Soccer League, Bianca akan memperkuat tim Cipta Cendikia. “Aku senang sekali akhirnya ada liga sepak bola khusus putri karena menurut aku sepak bola itu bukan hanya milik laki-laki saja. Makanya, aku akan terus berlatih keras agar bisa tampil bagus di liga ini dan masuk jadi pemain timnas,” ujar Bianca. Senada dengan Bianca, Direktur Teknik Raga Negeri Football Academy Yopi Riwoe menuturkan terselenggaranya HYDROPLUS Soccer League sangat membantu perkembangan sepak bola wanita di Indonesia. Pasalnya, melalui liga ini para atlet muda dapat belajar, mengasah kemampuan, dan memiliki pertandingan yang berkesinambungan selama satu musim kompetisi. Tak hanya bagi para atlet, liga sepak bola putri juga akan menjadi wadah bagi jajaran pelatih untuk meningkatkan pola pembinaan dan pematangan strategi permainan. “Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, ekosistem sepak bola putri akan semakin bergerak maju karena lewat liga ini semua elemen yakni atlet, pelatih bahkan wasit bisa belajar untuk menjadi lebih baik di bidangnya masing-masing. Terima kasih kepada para sponsor yang telah mewujudkan impian para pecinta sepak bola putri lewat hadirnya liga ini,” tutup Yopi.

654 Pebulutangkis Muda dari Delapan Negara Bertarung di GOR Djarum Kudus Perebutkan Total Hadiah Rp1,4 Miliar

SUASANA PERTANDINGAN POLYTRON SUPERLIGA JUNIOR 2025 DAY 1 (4)

KUDUS, 15 September 2025 – Kota Kudus di Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen bulutangkis Polytron Superliga Junior 2025 yang bergulir pada Senin (15/9) hingga Minggu (21/9) di GOR Djarum.  Pada ajang bergengsi yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Polytron tersebut, sebanyak 654 pebulutangkis muda dari delapan negara yakni Indonesia, Polandia, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, China Taipei, Thailand dan Filipina akan menunjukkan aksi terbaik mereka guna meraih podium tertinggi dan merebut total hadiah lebih dari Rp1,4 Miliar. Mengadopsi pertandingan dengan format beregu layaknya Thomas dan Uber Cup, para peserta Polytron Superliga Junior 2025 terbagi dalam empat sektor yakni U-13, U-15, U-17 dan U-19 baik putra dan putri. Di sektor U-13 Putra, mereka akan berjuang meraih Piala Tontowi Ahmad, Sedangkan, Piala Liliyana Natsir akan menjadi milik peraih podium tertinggi di kategori U-13 Putri. Sementara itu, Sektor U-15 Putra akan memperebutkan Piala Sigit Budiarto, legenda bulutangkis yang mengharumkan nama Indonesia berkat gelar juara dunia pada 1997. Adapun sektor U-15 Putri, sang kampiun akan membawa pulang Piala Maria Kristin Yulianti, pahlawan Indonesia dalam Olimpiade Beijing 2008 dengan berhasil membawa pulang medali perunggu. Selanjutnya, sektor U-17 Putra kembali akan memperebutkan Piala Hariyanto Arbi, serta Piala Yuni Kartika untuk U-17 Putri. Lalu, Piala Liem Swie King bagi juara U-19 Putra serta Piala Susy Susanti di kategori U-19 Putri. Commercial Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan penyelenggaraan Polytron Superliga Junior 2025 selaras dengan semangat dan eksistensi Polytron sebagai perusahaan elektronik nasional yang berusia 50 tahun pada tahun ini. Tidak hanya mendukung perekonomian melalui industri elektronik nasional, namun juga memiliki tanggung jawab untuk membangun sumber daya nasional yang lebih unggul. Salah satunya Melalui gelaran Polytron Superliga Junior 2025, para atlet muda bulutangkis diharapkan dapat mengukur dan meningkatkan kemampuan di atas arena sehingga kelak dapat mengukir prestasi membanggakan bagi Ibu Pertiwi.  “Polytron dengan bangga kembali hadir sebagai sponsor utama Superliga Junior 2025. Dengan penyelenggaraan turnamen yang melibatkan banyak negara dari lintas benua ini, kami berharap atlet-atlet muda Indonesia bisa bertukar pengalaman berharga dan berinovasi lebih luas lagi baik dari sisi teknik maupun kemampuan mereka ketika berlaga di atas arena sehingga di masa depan mereka menjadi generasi yang memotori lahirnya segudang prestasi bagi Indonesia. Selamat bertanding untuk para atlet muda dan tetap nyalakan api semangat untuk menjadi yang terbaik,” tutur Tekno Wibowo. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menuturkan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di GOR Djarum Magelang, pada edisi tahun ini, Polytron Superliga Junior berpindah ke GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Pemilihan Kudus tak lepas dari sejarah yang membanggakan bahwa Kudus merupakan kota yang banyak melahirkan pahlawan bulutangkis Indonesia seperti Liem Swie King, Eddy Hartono, kakak beradik Hastomo Arbi, Eddy Hartono, dan Hariyanto Arbi. “Kota Kudus tak bisa dilepaskan dari perjalanan bulutangkis Indonesia karena kota ini adalah tanah kelahiran banyak pahlawan dan legenda bulutangkis Indonesia. Dengan digelar di Kudus, kami berharap para atlet muda yang bertanding di Polytron Superliga Junior 2025 memiliki semangat dan motivasi yang lebih tinggi ketika berjuang merebut podium tertinggi seperti para pendahulu mereka,” ujar Yoppy.  Tak hanya sebagai kota kelahiran legenda bulutangkis Indonesia, Kudus juga kental dengan warisan budaya yang sudah berlangsung turun temurun. Kehangatan dan keramahan masyarakat Kudus akan menyambut para pebulutangkis muda yang akan berlaga. “Jadi, selain bertanding di Polytron Superliga Junior 2025, kami berharap para atlet yang datang dari luar Kudus juga dapat mencicipi keberagaman tradisi masyarakat yang mengakar di kota ini, semoga membawa kenangan yang berkesan saat pulang ke kotanya masing-masing,” Yoppy menjelaskan. Direktur Superliga Achmad Budiharto menuturkan penyelenggaraan Polytron Superliga Junior 2025 menjadi semakin kompetitif dengan hadirnya para peserta dari negara-negara yang belum pernah mengikuti kejuaraan ini di tahun sebelumnya seperti Filipina, Polandia dan Amerika Serikat. Partisipasi negara-negara baru ini diharapkan dapat mendorong semangat klub-klub nasional untuk mempertahankan harga diri sebagai tuan rumah dan meraih gelar juara dalam kompetisi ini. “Sesuai dengan misi penyelenggaraan Polytron Superliga Junior sebagai barometer pengembangan atlet-atlet muda khususnya dalam format pertandingan beregu, kehadiran negara-negara baru dalam turnamen ini akan melahirkan peta persaingan yang lebih sengit dan kompetitif. Dengan begitu, selain mendapatkan jam terbang yang lebih tinggi, diharapkan para atlet muda memperoleh wawasan luas baik dari segi teknik maupun pola permainan yang saat ini sedang berkembang di panggung bulutangkis global,” jelas Achmad Budiharto.  Tim-tim besar dari berbagai negara ini akan bergabung di sektor U-17 dan U-19 baik putra dan putri. Pada U-17 Putra, Chengyuan High School (China Taipei), Polandia Team, Singapore Team, dan berbagai klub besar Indonesia seperti PB Djarum, PB Victory, Gideon Badminton Academy, PB Mutiara Cardinal, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali, PB Exist, dan PB Taqi Arena akan memperebutkan gelar juara. Sedangkan di sektor U-17 putri, terdapat New Taipei High School (China Taipei), Polandia Team, Granular (Thailand), Singapore Team, Filipina Team akan ditantang oleh PB Djarum, Gideon Badminton Academy, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali,  serta PB Taqi Arena. Sementara itu, di sektor U-19 Putra, PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Victory, PB Jaya Raya, PB Power Rajawali akan bentrok dengan Chengyuan High School (China Taipei), Polandia Team, Malaysia Team, dan Banthongyord (Thailand). di kategori U-19 Putri, terdapat Global Badminton Academy (Amerika Serikat), Malaysia Team, Filipina Team, Polandia Team, Banthongyord (Thailand) akan berjumpa dengan PB Djarum, PB Mutiara Cardinal, PB Power Rajawali. Menjawab sengit dan kompetitifnya Polytron Superliga Junior 2025, Manager Tim PB Djarum Fung Permadi mengaku akan menurunkan tim dengan formasi terbaik guna mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini memiliki tantangan tersendiri lantaran banyak peserta baru yang kekuatannya belum terpetakan. Hal ini mendorong para atlet binaan PB Djarum untuk berlatih lebih keras demi memboyong prestasi di ajang bergengsi tersebut. “Target secara keseluruhan tentu mempertahankan prestasi yang sudah kita capai. Namun kami juga harus mewaspadai kekuatan-kekuatan peserta baru yang tersembunyi pada kejuaraan Polytron Superliga Junior 2025 kali ini. Melihat peta persaingan yang semakin sengit, kami akan berjuang ekstra keras demi menampilkan performa terbaik dan kembali mempertahankan gelar juara umum,” tutur Fung Permadi. Atlet putri andalan PB Djarum, Jolin Angelia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi pebulutangkis dari berbagai negara. Tahun lalu, pemain tunggal putri itu berhasil membawa … Read more

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Bekasi Seri 1 2025 – 2026

: Champion dan runner-up KU 10 & KU 12 turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025 - 2026.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Bekasi Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Pasar Baru 01 Runner-up : SDN Jatiwaringin 2 Semifinalis : MIN Bekasi dan SDN Kaliabang Tengah VII Top Scorer : Fayza Kulla Azmina – SDN Kaliabang Tengah VII (10 gol) Best Player : Adeeva Dzahin – SDN Harapan Jaya IX Best Goalkeeper : Afifah Azahra – MIN Bekasi  Fairplay Team : SDN Cakung Barat 05 Kategori Usia 12 Champion : SDN Padurenan IV Runner-up : SDN Sukaresmi 06 Semifinalis : SDN Cideng 04 dan SDN Cakung Timur 06 Top Scorer :Cantika Kirana Diah Fahrirah – SDN Cakung Timur 06 (23 gol) Best Player : Siti Azahra – SDN Padurenan IV Best Goalkeeper : Shafa Al-zahra – SDN Sukaresmi 06  Fairplay Team : SDN Cideng 04

Kuantitas Selaras dengan Kualitas Siswi Kota Patriot – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025 – 2026

Pada laga KU 12 yang mempertemukan SDN Sukaresmi 06 kontra SDN Padurenan IV berlangsung sengit dari peluit pertanda dimulainya pertandingan. Kedua tim saling bermain ngotot untuk mencetak gol pertama.

BEKASI, 14 September 2025 – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bekasi Seri 1 2025 – 2026 yang diselenggarakan di Bekasi International Soccer Field dan Lap. Yonif 202 Tajimalela pada 9 September hingga 14 September 2025 sukses digelar. Turnamen sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti oleh 1.036 peserta dari 67 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berasal dari Bekasi dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam 92 tim yang terdiri dari 28 tim KU 10 dan 64 tim KU 12. Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna mengapresiasi tingginya animo peserta maupun dukungan dari berbagai pihak, mulai dari dinas pendidikan, kementerian agama, sekolah, hingga orangtua terhadap kesuksesan terselenggaranya MLSC di Kota Patriot. Selain besarnya kuantitas, srikandi muda sepak bola juga menunjukkan performa maksimal ketika di lapangan. Begitu pula dengan pendukung tim yang tak kenal lelah memberi semangat dari bangku tribun. “Meski baru pertama kali digelar di Bekasi, antusias dari para pesepakbola putri belia sangat besar. Kami juga berterima kasih kepada stakeholder terkait yang mendukung MLSC. Hal ini membuat kami semakin optimis bahwa regenerasi atlet sepak bola Tanah Air dapat terjaga. Semua ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak,” terang Chandra. Bekasi dirujuk menjadi salah satu kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 mengingat sejarah panjang serta kecintaan masyarakat yang sangat kuat di bidang sepak bola. “Itulah mengapa kita melakukan penambahan daerah di Bekasi pada turnamen MLSC ini. Bekasi juga menjadi daerah alternatif bagi sekolah dan madrasah yang berada di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, karena akses lebih mudah bagi mereka ketimbang mengikuti MLSC Jakarta yang dilaksanakan di Jakarta Timur,” tambah Chandra. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann ‘angkat topi’ terhadap daya juang dan semangat peserta yang telah berpeluh keringat sepanjang turnamen bergulir. Pria yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak 2007 ini juga cukup terkejut dengan aksi para penggawa di setiap tim yang sudah memiliki teknik dasar bermain sepak bola. Bahkan menurutnya, kualitas peserta di Bekasi lebih baik ketimbang kota lain di perhelatan perdana MLSC. “Yang menarik Bekasi Seri 1 ini kualitasnya lebih bagus dari kota-kota lain ketika baru dimulai MilkLife Soccer Challenge. Yang pasti ini awal yang sangat positif dan saya berharap guru serta kepala sekolah paham bahwa apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini adalah komitmen jangka panjang, dan itu membutuhkan dukungan semua pihak. Terutama program latihan untuk siswi tolong digalakkan agar kualitas mereka terus meningkat,” tutur Timo.  Timo melanjutkan bahwa ia beserta jajaran tim talent scouting telah mengantongi 31 nama dari MLSC Bekasi Seri 1 2025 – 2026 yang nantinya diseleksi lagi untuk menjalani extra training. Ia berharap agar di Bekasi semakin banyak Sekolah Sepak Bola (SSB) baik yang khusus putri ataupun SSB putra yang membuka kelas putri. “Kami ada 31 nama yang akan diundang untuk diseleksi kembali menjadi 25 pemain. Di setiap kota kami menyiapkan total 50 pemain yang terbagi menjadi 25 tingkat SD, dan 25 tingkat SMP. Jadi nanti ke depannya total di 10 kota penyelenggaraan MLSC akan ada 500 talenta yang kami pantau perkembangannya dan mendorong untuk giat berlatih di SSB setempat. Terlebih kami juga menyiapkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang bakal rutin bergulir setiap dua minggu sekali, sementara di empat kota dulu,” pungkas Timo.  SDN Pasar Baru 01 dan SDN Padurenan IV Juara Menilik jalannya pertandingan pada KU 10, SDN Pasar Baru 01 mendominasi menit-menit awal dengan bombardir serangan ke jantung pertahanan SDN Jatiwaringin 2. Namun tembok pertahanan masih cukup kokoh untuk ditembus. Riuh sorak sorai penonton dari tribun yang memberi dukungan untuk kedua tim menambah semarak partai pamungkas dan memanaskan atmosfer pertandingan. Mendapat tekanan bertubi tak membuat SDN Jatiwaringin 2 lengah. Mereka baru bisa melakukan serangan balik di menit 8. Namun Earlyta Arsyfa Ayunindya yang berlari kencang untuk terlepas dari bayang-bayang bek SDN Pasar Baru 01 gagal menciptakan gol pembuka pertandingan. Hal tersebut karena keputusan tepat kiper Nadhifa Ferhania Sholeha untuk maju meninggalkan penjagaan demi mengamankan bola. Dua menit berselang, pemain nomor 7 SDN Jatiwaringin 2, Khaira Sania Putri membuka kebuntuan. Ia memanfaatkan kemelut di kotak penalti usai timnya melakukan tendangan sudut. Blunder yang tercipta dari bek SDN Pasar Baru 01 dimanfaatkan Khaira dengan sepakan yang gagal dihalau oleh penjaga gawang. Kedudukan 1-0 untuk SDN Jatiwaringin 2 bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, SDN Pasar Baru 01 berusaha tampil lebih dominan. Tertinggal satu gol tak menjadikan daya juang mereka gentar. Peluit baru dibunyikan, Tiffany Khairunnisa Riyadi hampir menciptakan gol. Sayang, tendangannya masih melebar dari gawang SDN Jatiwaringin 2. Sampai akhirnya Tiffany mampu menyamakan kedudukan di menit 21 usai pemain belakang SDN Jatiwaringin 2 yang ingin membuang bola jauh dari pertahanan justru tepat jatuh ke arahnya yang berada di dalam kotak penalti. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Tiffany langsung melesatkan tendangan lambung ke kanan gawang. Dua menit berselang, SDN Pasar Baru 01 kembali menambah pundi gol. Adalah Dinda Raya Rabbani usai melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti ke sudut kiri gawang. Posisi kiper lawan yang tidak siap membuatnya gagal menghalau laju bola. Satu menit sebelum babak kedua usai, Tiffany memperkokoh kedudukan dan memastikan kemenangan untuk timnya setelah mendapat hadiah penalti. Dengan percaya diri, ia menendang bola ke pojok kanan gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk kemenangan SDN Pasar Baru 01 yang berhasil epic comeback. “Iya senang banget bisa cetak 2 gol di final dan total 9 gol selama MLSC ini. Tadi sempat tertinggal 1-0 di babak pertama, tapi karena kerjasama tim dan gak emosi akhirnya bisa menang 3-1. Lawannya tadi memang cukup bagus pertahananya,” ungkap Tiffany antusias. Sementara Pelatih SDN Pasar Baru 01, Muhammad Oryza Sativo mengatakan bahwa kemenangan anak asuhnya berkat daya juang tinggi dan kekompakkan tim. “Iya tadi sempat tertinggal di babak pertama, tapi babak kedua tim kami lebih kerja keras dan akhirnya bisa mengatasi jalannya pertandingan sampai meraih kemenangan untuk KU 10,” timpal Oryza. Pada laga KU 12 yang mempertemukan SDN Sukaresmi 06 kontra SDN Padurenan IV berlangsung sengit dari peluit pertanda dimulainya pertandingan. Kedua tim saling bermain ngotot untuk mencetak gol pertama. Pemain nomor 6 SDN Padurenan IV, Camelia Putri Arianti … Read more

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2025 – 2026

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2025 - 2026.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Pondok Kacang Timur 04 Runner-up : SDN Penjaringan 06 Semifinalis : British School Jakarta dan SDN Buaran 02  Top Scorer : Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 (20 gol) Best Player : Alika Syafina Putri – SDN Pondok Kacang Timur 04  Best Goalkeeper : Shafina Damayanti – SDN Penjaringan 06 Fairplay Team : SDN Pinang 3   Kategori Usia 12 Champion : SDN Pakulonan 02 Runner-up : British School Jakarta Semifinalis : SDN Pondok Jagung 02 dan SDN Kunciran 8 Top Scorer : Nabila Nur Rabbani – SDN Pakulonan 02 (19 gol) Best Player : Anyamani Coulter – British School Jakarta Best Goalkeeper : Fatimah Azzahra – SDN Pakulonan 02  Fairplay Team : SDN Kunciran 4 C

SDN Pakulonan 02 dan SDN Pondok Kacang Timur 04 Jadi Juara Baru MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2025 – 2026

Pertandingan KU 10 MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2025 - 2026 yang mempertemukan SDN Pondok Kacang Timur 04 (jersey kuning) kontra SDN Penjaringan 06 (jersey biru-hijau).

TANGERANG, 7 September 2025 – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Tangerang Seri 1 2025 – 2026 sukses digelar selama enam hari, mulai 2 hingga 7 September 2025 di Lapangan Trimatra Kodiklat TNI dan Stadion Mini Cisauk. Pada partai final yang berlangsung pada Minggu (7/9), tim KU 12 SDN Pakulonan 02 sukses menjadi juara usai melakoni drama adu penalti dengan British School Jakarta. Sementara itu, tim KU 10 SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil menjadi kampiun setelah melakoni laga sengit kontra SDN Penjaringan 06 dengan skor tipis 1-0. Laga puncak KU 12 yang mempertemukan SDN Pakulonan 02 dan British School Jakarta (BSJ) berlangsung panas. Sejak babak pertama dimulai, kedua tim sudah saling tancap gas menunjukkan agresivitasnya untuk menembus jantung pertahanan lawan. SDN Pakulonan 02 tampil percaya diri dengan umpan-umpan pendeknya, sedangkan BSJ tampil memukau dengan gerakan akrobatik saat melakukan throw in serta skema serangan yang rapi. Sayangnya kedua tim juga gagal mengkonversi menjadi gol. Hingga lima belas menit pertama usai skor masih bertahan 0-0. Setelah turun minum, jual beli serangan kedua tim semakin sengit. Gweneira Casadevall Prithayanti cs terus memberikan tekanan lewat tendangan kerasnya ke gawang SDN Pakulonan 02, namun kepiawaian kiper Fatimah Azzahra berhasil mengamankan gawangnya dari gempuran BSJ. Serangan balik SDN Pakulonan 02 hingga ke mulut gawang juga mampu ditahan oleh kiper BSJ. Skor kacamata pun bertahan hingga peluit panjang babak kedua berbunyi. Alhasil drama adu penalti terjadi di final KU 12. SDN Pakulonan 02 memastikan kemenangannya usai mengumpulkan tiga poin beruntun yang dihasilkan oleh Chalista Naura Chelsea, Nabila Nur Rabbani, dan Fatimah Azzahra. Sedangkan BSJ harus puas di posisi runner-up, lantaran penendang kedua Yi Luo (Luoyi) gagal memanfaatkan peluang karena bola mengarah jauh ke kanan gawang SDN Pakulonan 02. Pelatih SDN Pakulonan 02, Marpudin mengungkapkan, kemenangan ini merupakan penantian panjang bagi timnya, karena mengalami kegagalan pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang di dua seri sebelumnya yang hanya mencapai babak penyisihan maupun knockout. Kunci kemenangan tim nya adalah menjaga ketenangan dan pressing yang rapat kepada lawan. “Kita sudah menyiapkan diri dari tahun lalu, karena dua kali kita gagal di MLSC Tangerang seri sebelumnya dan akhirnya sekarang juara. Kami berlatih cukup intens di di SSB Pinang Selection seminggu tiga kali, selain itu kami juga sering sparing bersama BSJ sehingga cukup mengetahui kelebihan dan kelemahan mereka.” ujar Marpudin. Senada, penjawa gawang SDN Pakulonan 02 Fatimah Azzahra mengaku gembira bisa menjadi penentu timnya menjadi juara, meski baru berlatih menjadi kiper selama tiga bulan. “Senang sekali bisa juara, saya dan teman-teman sudah banyak berlatih di SSB. Kami yakin bisa menang dan tidak ada rasa nervous sama sekali karena sebelumnya kami sudah mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan bersama pelatih.” jelas Fatimah yang sebelumnya berstatus sebagai penyerang di SDN Pakulonan 02. Sementara pada KU 10, SDN Pondok Kacang Timur 04 memastikan menjadi juara usai bersusah payah membekuk SDN Penjaringan 06. Aksi lincah Raissa Cinta Anindita dan tim cukup membuat SDN Pondok Kacang Timur 04 kewalahan. Namun aksi gesit kiper Titi Nurhaliza masih mampu mengamankan gawang SDN Pondok Kacang Timur 04. Pada menit ke-6 kebuntuan akhirnya terpecahkan setelah Aprilia Natasya memberikan umpan kepada Meysah Kholifah Handayani yang dapat dieksekusi dengan baik melalui tendangan kencang lambung dari luar kotak penalti yang gagal dihalau oleh kiper lawan. Kedudukan 1-0 menjadi milik SDN Pondok Kacang Timur 04 bertahan hingga waktu turun minum. Masuk ke babak kedua, SDN Penjaringan 06 berusaha mendominasi permainan yang langsung menyasar ke lini pertahanan lawan. Kemelut di mulut gawang pun tak terelakan. Namun lagi-lagi solidnya para penggawa SDN Pondok Kacang Timur 04 berhasil menggagalkan manuver dari SDN Penjaringan 06. Alhasil, Meysah dkk mampu mempertahankan kedudukan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini disyukuri Meysah Kholifah Handayani lantaran ia berhasil menjadi pencetak gol tunggal di babak final  MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 KU 10, sekaligus menjadi penentu kemenangan bagi timnya. “Senang sekali kami bisa menang, dan juga tidak menyangka bisa cetak gol. Tentunya selama pertandingan tadi kami terus menjaga komunikasi, dan pelatih juga memberikan instruksi untuk lebih berani lagi mainnya.” ungkap siswi yang bercita-cita ingin masuk timnas tersebut. Pelatih SDN Pondok Kacang Timur 04, Ichsan Purwa mengaku bangga melihat perjuangan anak didiknya hingga menjadi juara meski dengan persiapan yang singkat. “Bersyukur anak-anak bermain dengan baik dan enjoy meskipun kami hanya melakukan persiapan sekitar lima bulan. Kami memang menargetkan juara. Semoga kami bisa mempertahankan prestasi ini di seri berikutnya.” jelas Ichsan.  Atmosfer Pertandingan Kian Kompetitif Kuantitas dan kualitas para putri Kota Benteng menunjukkan tren positif dalam ajang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 1 2025 – 2026. Kali ini, 1.301 siswi dari 68 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari kota Tangerang dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Mereka terbagi dalam 87 tim KU 12 dan 35 tim KU 10 untuk unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ sekaligus merebut gelar yang terbaik pada seri ini.  “MLSC Tangerang selalu menarik untuk disaksikan. Karena selain kehadiran sekolah internasional dari gelaran di seri 2 tahun 2024 yang membuat atmosfer pertandingan lebih panas, selalu ada kejutan pada setiap serinya. Seperti pada seri kali ini, juara di KU 10 maupun KU 12 merupakan juara baru. Artinya persaingan tersaji cukup ketat dan tidak didominasi oleh satu atau dua sekolah saja,” tegas Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna. Senada dengan hal tersebut, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang, Leonardo Sedubun mengatakan regenerasi pemain semakin terlihat pada penyelenggaraan MLSC di Tangerang. Atlet KU 10 yang kini naik kelas ke KU 12 mengalami peningkatan kualitas yang cukup baik. Sedangkan di KU 10, tidak sedikit dihiasi wajah-wajah baru yang merupakan hasil promosi para siswi masing-masing sekolah yang sebelumnya mengikuti Festival SenengSoccer KU 8. Melalui pantauan yang ketat, saat ini Leo sudah mengantongi sejumlah pemain yang masuk ke dalam radar talent scouting. “Dalam pantauan kami sudah ada kurang lebih 60 anak dan di dalamnya ada 40% yang merupakan pemain-pemain baru. Nanti kita akan seleksi lagi hingga terpilih 25 pemain terbaik. Para pemain pendatang baru juga cukup diperhitungkan, karena sekarang kemampuan peserta lebih merata tidak didominasi satu atau dua sekolah saja. Sehingga … Read more

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 – 2026

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Stadion Brawijaya dan Stadion Bogowonto pada 19 - 24 Agustus 2025.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : SDN Kalirungkut I/264 Runner-up : SDN Ngagel Rejo I/396 Semifinalis : SDN Dr. Sutomo V/327 dan SDN Manukan Kulon Top Scorer : Atsilah Dhia Syarafana – SDN Ngagel Rejo I/396 (28 gol) Best Player : Agnia Nurul Fadhila Rohmah – SDN Kalirungkut I/264  Best Goalkeeper : Nayla Nur Hafidzah – SDN Dr. Sutomo V/237 Fairplay Team : SDN Pakis I/368 B   Kategori Usia 12 Champion : SDN Kalirungkut I/264 Runner-up : SDN Manukan Kulon II/499 B Semifinalis : SDN Ngagel Rejo 1/396 dan SDN Patemon Surabaya Top Scorer : Emily Zitara – SDN Manukan Kulon (14 gol) Best Player : Jenifer Charolina Besi – SDN Kalirungkut I/264 Best Goalkeeper : Bilqis Khairunissa Salsabila – SDN Manukan Kulon II/499 B Fairplay Team : SDN Klampis Ngasem I

Tampil Dominan, SDN Kalirungkut I/264 Juara KU 10 dan KU 12

Aksi kapten tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264, Bellamy Nabilla Ariellaputri saat memimpin serangan ke jantung pertahanan SDN Manukan Kulon II/499 di partai final MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025-2026 yang tersaji di Stadion Brawijaya Surabaya, Minggu 24 Agustus 2025.

SURABAYA, 24 Agustus 2025 – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 1 2025 – 2026 sukses digelar selama lima hari pada 19 – 24 Agustus 2025 di Stadion Brawijaya dan Stadion Bogowonto. Pada partai final yang berlangsung pada Minggu (24/8), tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 sukses mempertahankan gelar juara usai menekuk SDN Manukan Kulon II/499 B dengan skor akhir 4-1. Sementara itu, tim KU 10 SDN Kalirungkut I/264 berhasil menjadi kampiun setelah melakoni laga sengit kontra SDN Ngagel Rejo I/396. Dari tengah lapangan, laga pamungkas KU 12 MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 – 2026 yang mempertemukan SDN Kalirungkut I/264 kontra SDN Manukan Kulon II/499 berlangsung intens sejak kick-off babak pertama. Kapten SDN Kalirungkut I/264, Bellamy Nabilla Ariellaputri langsung memimpin serangan ke jantung pertahanan SDN Manukan Kulon II/499. Skor kacamata tak bertahan lama, di menit ke-3, pemain depan SDN Kalirungkut I/264 Jenifer Charolina Besi mampu menembakkan bola dari tengah lapangan yang tepat bersarang di gawang lawan. Keunggulan 1-0 itu sontak menambah motivasi Bellamy dkk untuk terus menggerus pertahanan SDN Manukan Kulon II/499. Jual beli serangan kembali terjadi, kedua tim bermain ngotot dalam merebut bola. Saling patahkan penguasaan bola kerap menghasilkan bola-bola mati. Meski demikian, bek SDN Kalirungkut I/264 tak membiarkan bola yang diolah skuad SDN Manukan Kulon II/499 B mampu melewati zona berbahaya. Kebuntuan kembali terpecah manakala bola yang di assist pemain depan SDN Kalirungkut I/264, Cataleya Judith Melandre menit ke-9 di depan gawang mampu disambut sepakan cantik Jenifer melewati bawah dan membuat kiper Syahrotus Sita tak punya waktu untuk menangkap. Brace Jenifer membuat keunggulan 2-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki 15 menit kedua, SDN Kalirungkut I/264 kembali mempertahankan posisi bola dan menciptakan sejumlah peluang. Tapi SDN Manukan Kulon II/499 tak kalah agresif bermanuver untuk membuka celah peluang. Upaya itupun membuahkan satu poin di menit ke-19 yang dieksekusi oleh Chalysta Rizky Aprilia. Kedudukan berubah 2-1 di awal babak kedua. Mendekati akhir babak, SDN Kalirungkut I/264 sukses mempertebal keunggulan lewat skema lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Bellamy. Dua gol tambahan di babak kedua tercipta lantaran sundulan blunder dari bek lawan yang menyambut lemparan itu. Alih-alih membuat bola menjauh dari gawang, upaya halauan bek SDN Manukan Kulon II/499 malah membuat papan skor berubah jadi 4-1. Keunggulan bagi SDN Kalirungkut I/264 itu bertahan hingga wasit Abdul Aziz Sugesti meniup peluit panjang. Kemenangan tim KU-12 SDN Kalirungkut I/264 ini menambah catatan apik dalam keikutsertaannya di ajang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 – 2026. Pada Milklife Soccer Challenge Surabaya 2025 bulan Februari lalu, tim asuhan Raedi Januar itu juga meraih podium tertinggi dalam babak adu penalti dramatis 3-1 dengan SD Al Islah. “Pertandingan yang menegangkan dan akhirnya bisa juara. Apalagi di tim lawan ada dua pemain yang bagus dan itu tantangan beratnya. Tapi aku sampaikan ke teman-teman untuk bermain tenang, tidak panik dalam oper bola, dan shoot dengan tepat. Bersyukur akhirnya bisa jadi juara lagi di MLSC,” ucap Bellamy. Kesuksesan tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 juga diikuti oleh kemenangan perdana tim KU 10 mereka. Di laga pamungkas KU 10, SDN Kalirungkut I/264 sukses mencatatkan empat gol tanpa balas dari SDN Ngagel Rejo I/396. Adalah pemain tengah SDN Kalirungkut I/264, Olivia Okta Maharani membuka keunggulan pertama usai memanfaatkan bola lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Agnia Nurul Fadhila Rohmah dari pinggir lapangan. Olivia yang dibayangi pemain SDN Ngagel Rejo di depan gawang sukses memberikan sontekan tipis dan menyarangkan bola ke gawang di menit pertama. Tak sampai satu menit kemudian, Agnia membuat gol melalui skema tendangan bebas yang melesat masuk ke gawang tanpa disadari oleh kiper Aerelyn Belvania Ardianto. Kedudukan 2-0 menambah semarak atmosfer pertandingan final. Jual beli serangan kembali terjadi di sisa babak pertama. SDN Kalirungkut I/264 sering melakukan pressing di zona bahaya dan mengoyak pertahanan SDN Ngagel Rejo I/396. Counter attack yang dikomandoi oleh Atsilah Dhia Syarafana masih bisa dipatahkan jadi bola-bola mati. Sejumlah peluang bagi kedua tim sejatinya tercipta, sayangnya masih gagal dikonversi menjadi gol. Kondisi ini mendorong pertandingan berjalan alot. Kebuntuan kembali terpecah oleh Agnia yang mampu menceploskan bola lewat direct shooting dari sisi kanan lapangan tepat masuk ke gawang lawan. Papan skor berubah menjadi 3-0 hingga akhir babak pertama. Usai turun minum, SDN Kalirungkut I/264 menambah motivasi untuk gencar melancarkan serangan demi mempertebal keunggulan. Agnia mencetak hattrick usai diberi hadiah tendangan bebas dari tengah lapangan. Bola yang dilesatkan dengan kaki kanannya itu mampu menukik langsung ke arah gawang tanpa bisa dibaca oleh kiper lawan. Usai mempertebal keunggulan menjadi 4-0, SDN Kalirungkut I/264 terus memperkokoh pertahanan hingga babak kedua berakhir. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi tim KU-10 SDN Kalirungkut I/264. Pada MilkLife Soccer Challenge Surabaya 2025 lalu, mereka harus puas di posisi runner-up. “Kerja keras dan latihan kami terbayar di babak final ini karena akhirnya bisa bawa piala juara KU 10. Pertandingannya capek tapi seru karena belum pernah melawan tim SDN Ngagel Rejo I/396 jadi deg-degan gimana bermain dengan mereka,” kata Agnia yang meraih gelar Best Player KU 10. Peningkatan Kuantitas Putri Surabaya Selaras dengan Kualitas Kuantitas dan kualitas para putri Kota Pahlawan menunjukkan tren positif dalam ajang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 – 2026. Kali ini, 1.662 siswi dari 79 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari kota Surabaya dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Mereka terbagi dalam 88 tim KU 12 dan 64 tim KU 10 untuk unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ sekaligus merebut gelar yang terbaik pada seri ini.  Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh memberi dukungan penuh penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2025 – 2026. Ia menilai bahwa olahraga seperti sepak bola juga berpengaruh terhadap pengembangan talenta para siswi. Dengan demikian, Yusuf berharap agar di gelaran berikutnya animo peserta semakin meningkat yang diimbangi dengan kualitas di lapangan. “Ini apresiasi untuk para siswi Surabaya dan semoga dapat terus berlanjut karena MilkLife Soccer Challenge juga salah satu cara untuk membangun talenta siswi. Harapannya dari hari ini mereka bisa bercerita pengalaman mereka mengikuti turnamen sehingga dapat dicontoh dan berimbas pada sekolah lain. Untuk program pengembangan … Read more

Indonesia Team Girls U15 Raih Medali Perunggu Pony Girls U15 World Series Baseball Championship 2025

Tim wanita baseball Indonesia baru saja menempatkan posisi ke-3 pada pertandingan Pony Girls U15 World Series Baseball Championship 2025. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Pony Girls U15 World Series Baseball Championship pada tanggal 12-17 Agustus 2025. Kemenangan Indonesia melawan 2 Tim dari Jepang (U15 dan U13) dan tim dari USA. Score yang sempat tertinggal tidak meruntuhkan semangat tim Indonesia untuk mengejar ketinggalan dengan kemenangan 4-3 saat melawan Jepang-13. Hasil ini memenangkan Indonesia meraih medali perunggu sebagai tuan rumah.

Ubed Mengukir Sejarah, PB Djarum Beri Bonus Apresiasi 

Di partai final AJC 2025, Ubed menunjukkan performa puncak saat kembali berhadapan dengan wakil kuat dari Tiongkok, Liu Yang Ming Yu. Ia menaklukkan lawannya dua gim langsung 21-12, 21-17, dan resmi menjadi juara Asia Junior Championships 2025.

JAKARTA – Moh. Zaki Ubaidillah, putra Madura asal klub PB Djarum memecah kebuntuan nomor tunggal putra di ajang bergengsi Asia Junior Championships (AJC) 2025. Pebulutangkis muda yang akrab disapa Ubed sukses merebut kampiun tunggal putra yang sudah 24 tahun tak pernah diraih pebulutangkis Indonesia. Atas prestasi gemilang Ubed, PB Djarum, klub yang menaunginya, memberikan bonus apresiasi dalam acara Penghargaan Atlet PB Djarum Juara Asia Junior Championships 2025 yang dihelat Rabu (13/8). Ubed diguyur bonus berupa deposito senilai Rp 45 juta dan TV Polytron 43”. Tak hanya Ubed, penghargaan juga diberikan kepada empat atlet PB Djarum lainnya atas pencapaian mereka di ajang yang sama. Mereka adalah pasangan Ikhsan lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine yang menjadi runner-up di nomor ganda campuran, Richie Duta Richardo sebagai semifinalis nomor tunggal putra, serta pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine sebagai semifinalis di nomor ganda putri. Masing-masing atlet mendapatkan TV Polytron 43”. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah wujud konsistensi klub dalam memberikan apresiasi kepada setiap atlet yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Khusus untuk Ubed, Yoppy meyakini, titel Juara AJC 2025 akan jadi batu loncatan penting untuk meraih gelar yang lebih prestisius lagi kedepannya. “Kami ingin memberikan apresiasi atas perjuangan atlet karena menjadi juara di ajang Asia Junior bukan hal mudah dicapai. Khusus di sektor tunggal putra Indonesia sudah lama sekali tidak bisa menjadi juara, dan baru kali ini mencapainya. Artinya, talenta muda Tanah Air sekarang sudah mulai bisa bersaing dan menjadi yang terbaik di Asia. Selain Ubed, masih ada Richie, dan atlet-atlet junior lainnya. Harapannya mereka terus berprestasi dan bersaing di Kejuaraan Dunia Junior di India nanti,” ujar Yoppy Rosimin. Dalam ajang AJC 2025 yang berlangsung di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, Ubed tampil luar biasa di sektor tunggal putra dan memecah dominasi Tiongkok. Ia mengawali turnamen dengan mulus, menundukkan lawan-lawan tangguh dari Thailand, Vietnam, Korea Selatan, dan Tiongkok. Di babak semifinal, Ubed menghadapi kompatriotnya Fardhan Rainanda Joe dan berhasil menang dengan skor akhir 21-16, 21-17. Di partai final, Ubed menunjukkan performa puncak saat kembali berhadapan dengan wakil kuat dari Tiongkok, Liu Yang Ming Yu. Dengan permainan penuh determinasi dan strategi matang, Ubed menaklukkan lawannya dua gim langsung 21-12, 21-17, dan resmi menjadi juara Asia Junior Championships 2025. Torehan ini membuat Ubed jadi pebulutangkis tunggal putra Indonesia ketiga yang meraih juara AJC setelah Taufik Hidayat pada 1997 dan Ardiansyah pada 2011. Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, turut memberi pujian atas pencapaian anak didiknya tersebut. “Kami sebagai pelatih di PB Djarum merasa bangga atas pencapaian Ubed. Karena kami melihat Ubed adalah salah satu atlet terbaik. Kalau membicarakan teknik, kekuatan fisik, cara berpikir, dan semangatnya, Ubed memiliki semua kualitas itu. Dia punya mental juara dan konsistensi. Jadi kami menaruh harapan besar kepada Ubed untuk terus meraih prestasi yang lebih baik lagi di masa depan,” kata Fung. Ubed yang lahir di  Sampang, Madura, tahun 2007, mulai bergabung dengan PB Djarum Kudus pada tahun 2019. Sejak itu, keran prestasi Ubed semakin mengalir, antara lain menjadi juara di ajang Indonesia International Junior Challenge 2024, serta sukses jadi kampiun tunggal putra Indonesia Masters 2024, yang menjadi bukti konsistensinya di level junior internasional. Selain itu, Ubed juga menyumbang kemenangan yang membawa Indonesia memenangkan Piala Suhandinata 2024 untuk beregu campuran di BWF World Junior Championships 2024 di Nanchang, China. Kombinasi teknik permainan, kecepatan, serta daya juang tinggi menjadikannya salah satu atlet muda yang sangat diperhitungkan sebagai penerus tunggal putra Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Ubed mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum selama ini. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PB Djarum atas apresiasi ini. Klub selalu memberi dukungan maksimal, baik dari pelatih, fasilitas, maupun semangat dari para senior dan tim. Apresiasi ini tentu menjadi motivasi tambahan buat saya untuk terus bekerja keras dan mempersembahkan yang terbaik,” ujar Ubed. Ubed menambahkan, target berikutnya yang ia bidik adalah gelar juara di ajang World Junior Championships (WJC) 2025 yang akan digelar di Guwahati, India pada akhir tahun ini. Dia bertekad mempertahankan performa dan terus berlatih dengan disiplin demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Dengan potensi dan mentalitas juara yang dimiliki Ubed, Indonesia patut menaruh harapan besar akan kebangkitan tunggal putra di masa depan. Yoppy mengatakan, PB Djarum akan terus mencari dan menyiapkan atlet-atlet bertalenta super yang akan menjadi penerus Ubed dalam meraih prestasi tingkat dunia. Oleh karena itu dalam waktu dekat akan digelar Audisi Umum PB Djarum 2025 di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-12 September 2025, guna mencari bibit-bibit pebulutangkis di tiga kategori usia yakni U-11 (8-10 tahun/kelahiran 2015-2017), KU11 (11 tahun/kelahiran 2014), dan KU12 (12 tahun/kelahiran 2013), baik putra dan putri. Pendaftaran secara daring dilakukan melalui www.pbdjarum.org dan masih terbuka hingga 31 Agustus 2025. ”Ubed adalah contoh nyata kaderisasi atlet yang berjalan di PB Djarum. Kami berharap akan banyak bermunculan lagi calon penerus yang bisa mengikuti jejak Ubed mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Maka dari itu jangan sampai ketinggalan mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025 pada September mendatang,” tutup Yoppy.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge – Semarang Seri 1 2025 – 2026

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Arhanud Jatingaleh pada 5 hingga 10 Agustus 2025.

Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026:   Kategori Usia 10 Champion : SDN Klepu 03 Runner-up : SD Nasima Semifinalis : SDN  Wonotingal dan MIN Kota Semarang Top Scorer : Shakila Azalia Ardani – SDN Klepu 03 (37 gol) Best Player : Asancaya Jasmine – SD Nasima Best Goalkeeper : Wisma Mandhe Hita – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang   Kategori Usia 12 Champion : SDN Sendangmulyo 04 Runner-up : SDN Karangsono 2 Mranggen Semifinalis : SDN Klepu 03 dan SDN Wonotingal Top Scorer : Janeeta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (21 gol) Best Player : Erlinda Julita Ragil Pratiwi – SDN Klepu 03 Best Goalkeeper : Khanza Mutia Nindyanti – SDN Wonotingal Fairplay Team : SDN Karangayu 02

Penantian Terbayar, SDN SendangMulyo 04 Naik Podium dan SDN Klepu 03 Hattrick Juara

Pertandingan final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025-2026 yang mempertemukan SDN Sendangmulyo 04 melawan SDN Karangsono 2 Mranggen di Stadion Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang Jawa Tengah.

SEMARANG,10 Agustus 2025 – Gemuruh teriakan para pendukung menambah keseruan laga pamungkas MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang Jawa Tengah, pada Minggu (10/8). Di sektor KU 12, SDN Sendangmulyo 04 mampu tampil impresif dan mengalahkan SDN Karangsono 2 Mranggen. Sementara itu, tim KU 10 SDN Klepu 03 mampu cetak hattrick juara usai menekuk SD Nasima dengan skor 4-0.  Mencuplik jalannya pertandingan, partai final KU 12 yang mempertemukan SDN Sendangmulyo 04 kontra SDN Karangsono 2 Mranggen berlangsung cukup intens dan ambisius. Tim SDN Sendangmulyo 04 yang komandoi oleh Kaisa Fatikha Ar-ridho langsung membangun serangan yang agresif di zona berbahaya tim SDN Karangsono 2 Mranggen sejak kickoff babak pertama. Jual beli serangan tak terelakkan di tengah lapangan guna merebut posisi bola. SDN Sendangmulyo 04 berhasil memecahkan skor kacamata di menit ke-8 berkat bola yang diassist Alice Vinorea Putri mampu dieksekusi sempurna oleh Janeeta Alodya dengan kaki kanan. Satu menit kemudian, Alice menambah keunggulan lewat sepakan manis yang melewati celah penjagaan tim SD Karangsono 2 Mranggen. Unggul dua poin tak membuat penggawa SDN Sendangmulyo 04 terlena. Mereka terus mencoba membobol pertahanan Soraya Alfi Anggraini dkk. Di akhir babak pertama Janeeta mencetak brace usai menggiring bola dengan mulus melewati penjagaan di zona bahaya SDN Karangsono 2 Mranggen. Tanpa ragu, Janeeta menceploskan bola ke sisi kiri gawang tanpa bisa ditepis kiper Aurellya Septa Rayana. Kedudukan 3-0 menutup babak pertama. Memasuki 15 menit kedua, tim SDN Sendangmulyo 04 tak mengendurkan intensitas serangan dengan terus membuat peluang. Sayangnya di awal babak kedua, peluang-peluang tersebut belum bisa dikonversi menjadi gol. Seperti di menit ke-17, Queennara Anashadiva gagal melakukan direct shooting ke gawang lawan lantaran terpeleset. Begitu pula dengan kesempatan freekick yang ditendang Janeeta di menit 20 belum bisa mencapai kotak terlarang.  Kebuntuan kembali terpecah berkat kerjasama apik trio striker Queennara-Janeeta-Alice yang mengelabui penjagaan dengan bola-bola pendek. Tiga gol tambahan di menit ke-22, menit ke-23 dan menit ke-28 mempertebal keunggulan tim SDN Sendangmulyo 04 hingga akhir babak kedua dengan skor 6-0. “Aku senang sekali hari ini tim kami kompak, ada chemistry trio striker tadi di depan gawang. Jadi kami bertiga bisa cetak gol semua. Pertahanan juga bagus membantu kita untuk menyerang jadi kita bisa merebut gelar juara lagi. Terima kasih teman-teman atas kerja keras pada seri 1 ini,” kata Janeeta yang juga meraih gelar Top Scorer KU 12 dengan total 21 gol. Sebelumnya, pada MilkLife Soccer Challenge Semarang 2025 yang berlangsung pada bulan Februari lalu, tim asuhan Ananda Ginanjar Bagasworo tersebut hanya mampu meraih posisi runner up. Alhasil keberhasilan mereka menjuarai MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026 menjadi kebanggaan dan pemantik motivasi untuk terus berprestasi. “Pertandingan final hari ini sangat luar biasa, apalagi dari fase grup mereka konsisten dengan semangat juangnya, cetak gol juga banyak. Itu rezeki para siswi bisa juara pada seri 1 ini. Kita ikut empat kali MilkLife Soccer Challenge tentu mereka berproses ditambah dengan latihan di SSB. Rutin latihan dan kompak jadi kunci kemenangan kami,” ucap Coach Bagas, sapaan akrabnya. Sementara itu, di partai pamungkas KU 10, penggawa SDN Klepu 03 tampil percaya diri menghadapi SD Nasima. Sejak wasit Heri Sulistyo meniup peluit kickoff babak pertama Shakila Azalia Ardani dan kawan-kawan langsung melakukan penetrasi serangan ke wilayah pertahanan SD Nasima. Tak tinggal diam, penggawa SD Nasima pun melakukan counter attack untuk mencegah bola masuk ke zona berbahaya. Kegigihan SDN Klepu 03 menjebol pertahanan lawan membuahkan hasil usai memanfaatkan kelengahan kiper SD Nasima Afiqah Nabila Shafiyya Rahman di menit ke-5. Sepakan kaki kanan Shakila sukses membuat bola bersarang di gawang lawan. Unggul 1-0 membakar semangat SDN Klepu 03 untuk mempertebal keunggulan. Di akhir babak pertama, Shakila mencetak brace lewat skema tendangan bebas yang membuat papan skor berubah 2-0. Usai turun minum, tim asuhan Althariq Bagus Istianto semakin agresif melancarkan serangan. Dominasi permainan yang ditampilkan SDN Klepu 03 hingga akhir babak kedua, mampu menambah dua pundi gol lagi lewat sepakan Shakila. SDN Klepu 03 memastikan kemenangan ketiga mereka dengan skor akhir 4-0. “Kemenangan ini layak mereka dapatkan berkat hasil kerja keras dan latihan rutin. Tentu gelar juara ini tidak membuat kami terlena, tim kami akan terus berlatih memperbaiki diri hingga menjadi yang terbaik,” kata Coach Althariq. SSB Buka Kelas Putri, Ekosistem Mulai Berputar Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025 – 2026 mulai menggerakkan roda ekosistem sepak bola putri di Kota Atlas. Kali ini sebanyak 1.213 siswi dari 64 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di kota Semarang dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Tak hanya secara kuantitas, kemampuan para putri unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan putri juga meningkat. Hal ini membuat sejumlah sekolah sepak bola (SSB) di kota Semarang membuka kelas khusus untuk para putri di antaranya Bhaladika Pertiwi, Arema FC Women Academy serta Ratanika Putri Semarang. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann mengapresiasi banyaknya sekolah sepak bola yang kini mulai membuka kelas putri. Hal tersebut, membuat para pesepakbola putri muda memiliki wadah untuk berlatih dan mengasah kemampuan yang pada akhirnya dapat tampil maksimal ketika berlaga di kompetisi bergengsi seperti MilkLife Soccer Challenge.  “Ekosistem sepak bola putri sudah tercipta. Tren positif itu terjadi tak hanya di Semarang, tetapi juga di kota-kota lain. Saya mengapresiasi hal tersebut karena mampu memberikan para atlet kesempatan untuk berkembang dan bisa melanjutkan jenjang karier mereka ke level profesional nantinya. Hal itu juga menunjukkan kita miliki sistem regenerasi yang sudah berjalan dengan sangat baik, karena kita memang betul-betul memulai dari bawah,” ucap Coach Timo yang memperoleh lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln Jerman sejak 2007. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 menjadi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus mendorong kemajuan sepak bola putri Indonesia melalui turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan. Hal ini menjadi dukungan penuh bagi para putri untuk ikut menjadi bagian dalam masa depan sepak bola putri. “Para pesepak bola putri muda kita semakin menunjukkan kualitas mereka dari tahun ke tahun. Ini menjadi sinyal bagus bagi ekosistem sepak bola … Read more

SDUT Bumi Kartini Pertahankan Gelar, SD 3 Bulucangkring Jadi Juara Baru

Putri Lestari timnya mendapat guard of honour sebelum menaiki podium sebagai juara KU 10 pada MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 - 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Minggu 3 Agustus 2025.

KUDUS, 3 Agustus 2025 – Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 1 2025 – 2026 yang bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (3/8) berlangsung seru dan menegangkan. SDUT Bumi Kartini Jepara menunjukkan supremasi dengan mempertahankan gelar juara KU 12 kelima beruntun, usai mengalahkan SDN Jambean 02 Pati di final dengan skor 3-2. Sementara itu, SD 3 Bulungcangkring keluar sebagai juara baru usai membuat kejutan dengan mengalahkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain, yang berstatus dua kali juara pada MLSC Kudus Seri 2 2024 dan MLSC Kudus 2025.  Partai puncak KU 12 yang mempertemukan SDUT Bumi Kartini Jepara melawan SDN Jambean 02 Pati berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Sebagai juara bertahan, SDUT Bumi Kartini Jepara mendominasi permainan sepanjang pertandingan. Si kembar, Rara Zenita Fatin dan Rere Zenita Farza menjadi momok di jantung pertahanan SDN Jambean 02 Pati. Kendati demikian, disiplinnya barisan pertahanan SDN Jambean 02 Pati membuat jalannya pertandingan di babak pertama minim gol. Hanya tercipta satu gol di paruh pertama saat Rere melepaskan sontekan mendatar setelah melakukan kerjasama apik dengan Rara pada menit ke-7 dan membuat timnya unggul 1-0.  Unggul pada 15 menit pertama tidak membuat SDUT Bumi Kartini Jepara mengendurkan serangan. Hasilnya, mereka bisa kembali menambah dua gol di babak kedua yang diborong oleh Rara. Walau begitu, SDN Jambean 02 Pati juga berhasil mencetak dua gol balasan melalui situasi bola mati yang ditorehkan sang pemain andalan Hafiza Khairan Lubna Lista. Tetap unggul dengan kedudukan 3-2 sampai pertandingan berakhir membuat SDUT Bumi Kartini Jepara bisa mengunci gelar kelima beruntun mereka di MilkLife Soccer Challenge. Rara yang menjadi pahlawan kemenangan SDUT Bumi Kartini Jepara bersyukur karena bisa membawa sekolahnya kembali meraih podium tertinggi di MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 – 2026. Tak hanya itu, Ia juga sukses mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 43 gol. “Tadi menurut saya lawan bermain sangat baik, terutama dalam bertahan, tapi berkat kekompakan dan kesabaran untuk bisa mencetak gol akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Saya sangat senang bisa membantu tim menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge untuk kelima kalinya. Semoga saya bisa terus meraih lebih banyak lagi prestasi yang membuat orang tua bangga,” kata Rara.  Sementara itu, laga sengit juga terjadi di final KU 10 antara SD 3 Bulungcangkring kontra SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Striker SD 3 Bulungcangkring, Lutfia Indriana Putri menciptakan gol dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Meski kedua tim memperlihatkan agresivitas dalam menyerang setelah gol tersebut, keunggulan 1-0 untuk SD 3 Bulungcangkring bertahan hingga jeda babak pertama. Dalam situasi tertinggal, SD Muhammadiyah Birrul Walidain berusaha meningkatkan upaya mencetak gol balasan di paruh kedua. Alih-alih menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan dan tertinggal 0-2. Gol tersebut diciptakan kapten SD 3 Bulungcangkring, Putri Lestari dengan melepaskan tembakan jarak jauh. Menolak menyerah, SD Muhammadiyah Birrul Walidain akhirnya bisa menciptakan gol balasan setelah mendapatkan hadiah penalti yang sanggup dimaksimalkan menjadi gol oleh Keisha Athira Imawan. Walau begitu, SD 3 Bulungcangkring sanggup mempertahankan keunggulan 2-1 hingga pertandingan berakhir. “Saya tidak menyangka bisa mencetak gol sebanyak ini dan menjadi penentu kemenangan di pertandingan final. Saya juga sempat grogi karena lawan bermain bagus dan lebih diunggulkan menjadi juara. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini buat semua teman, guru, dan terutama kedua orangtua,” ucap Putri yang juga merupakan Top Scorer KU 10 dengan 54 gol. Kualitas Pesepakbola Putri Kudus Kian Meningkat dan Merata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyambut positif kembali diselenggarakannya MilkLife Soccer Challenge. Diikuti oleh 1.370 siswi dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kudus dan sekitar, ia menilai bahwa animo peserta pada turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini ini masih sangat tinggi. Dirinya berharap agar kelak lahir pesepakbola putri profesional dari Kudus dan daerah sekitar. “Semoga putri-putri Kudus bisa menjadi pemain nasional dan kelak bertanding di level internasional. Tentu kita mendukung kegiatan ini dan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga agar menggerakkan para pelajar untuk rutin berolahraga. Karena olahraga juga membuat anak-anak semakin kuat secara otot dan perkembangan otak maupun motorik yang diharapkan nantinya menciptakan generasi emas,” kata Sam’ani. Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Kudus, Yayat Hidayat menilai bahwa kualitas para putri Kudus mengalami peningkatan dan merata baik dari KU 10 maupun KU 12. Selain itu, dari hasil pemantauan selama turnamen berlangsung 29 Juli – 3 Agustus, tak sedikit pula peserta baru yang menarik perhatian tim talent scouting. Ia beserta jajaran tim sudah mengantongi sebanyak 50 nama dari KU 10 dan 20 pesepakbola dari KU 12 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training yang bergulir secara rutin dan intensif selama tiga kali dalam sepekan. “Peserta pada MLSC Kudus Seri 1 2025 – 2026 mengalami peningkatan secara kualitas dan merata. Hal ini tentu menjadi angin segar karena ternyata masih banyak bibit-bibit potensial di Kudus yang baru muncul. Mereka akan kami latih secara rutin di Supersoccer Arena yang nantinya akan terpilih mewakili skuad Kudus pada MLSC All Stars 2026,” ucapnya antusias. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, Kudus masih menjadi lumbung potensial lahirnya talenta pesepakbola putri usia dini. Ia mengimbau agar para atlet semakin mengasah kemampuan dan lebih menekuni sepak bola dengan bergabung ke klub SSB. Sebab tak hanya MLSC, ada pula turnamen level usia lebih tinggi yakni HYDROPLUS Soccer League U-14 yang rutin diselenggarakan sepanjang tahun dari 2023, 2024 dan 2025, serta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16. “Kami harap semangat para pesepakbola putri masa depan tak hanya sampai di sini, tapi terus berkobar dengan bergabung ke SSB serta rutin mengikuti turnamen secara rutin dan berjenjang untuk mengukur kemampuan. Sampai nantinya mereka bisa menjadi skuad timnas putri dan kelak membela Indonesia di level internasional. Kami memanggil seluruh srikandi muda sepak bola di 10 kota penyelenggaraan MLSC untuk berpartisipasi dan bersama memajukan sepak bola putri Tanah Air,“ tutur Yoppy. Pada MLSC Kudus Seri 1 2025 – 2026 terdapat tiga SSB yang membuka pendaftaran secara langsung untuk para peserta, yakni SSB Arema Malang Cabang Semarang, Sultan Kudus United (SKU), dan SSB Lysandra Demak. Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 … Read more

Hadirkan Mana Iwabuchi, MilkLife Soccer Challenge Gelar Coaching Clinic untuk Para Pesepakbola Putri Belia

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono menyerahkan cinderamata berupa kain tradisional Indonesia kepada Mana Iwabuchi.

JAKARTA – Demi terus mengasah kemampuan talenta-talenta muda sepakbola putri Indonesia, MilkLife Soccer Challenge menggelar pelatihan bertajuk “Coaching Clinic with Mana Iwabuchi” pada Minggu 3 Agustus 2025, di Pancoran Soccer Field, Jakarta. Bekerja sama dengan The Pokémon Company, Mana Iwabuchi, mantan pemain Tim Nasional Sepakbola Wanita Jepang, didatangkan untuk berbagi pengalaman sekaligus transfer ilmu kepada lebih dari 100 peserta yang berasal dari Jakarta dan Tangerang. Mereka yang mengikuti Coaching Clinic with Mana Iwabuchi merupakan para pesepakbola putri berusia 8-12 tahun, termasuk yang pernah berpartisipasi dalam kejuaraan MilkLife Soccer Challenge sebelumnya di Jakarta dan Tangerang. Sebanyak 50 peserta dari Jakarta dan 51 peserta dari Tangerang mendapatkan kesempatan emas untuk belajar langsung dari salah satu pemain wanita terbaik dunia. Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, bahwa Coaching Clinic with Mana Iwabuchi merupakan salah satu cara untuk terus mengasah bakat dan kemampuan para pesepakbola putri Indonesia dengan menghadirkan figur yang dapat menjadi panutan dan menginspirasi. “Ini adalah kesempatan luar biasa bagi para talenta-talenta muda sepakbola putri kita untuk belajar dari yang terbaik, mengasah keterampilan mereka, dan semakin mencintai olahraga sepakbola. Mana Iwabuchi adalah figur yang sangat inspiratif dan bisa menjadi role model bagi mereka untuk terus berkembang di sepakbola. MilkLife Soccer Challenge berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan sepak bola wanita di Indonesia,” ungkap Teddy. Sebagai pesepakbola profesional, Mana Iwabuchi memiliki rekam jejak yang mengesankan. Mengawali karirnya dari klub Jepang Nippon TV Beleza dengan catatan impresif 64 penampilan dan 30 gol, ia kemudian melanglang buana ke berbagai klub elite Eropa seperti 1899 Hoffenheim, Bayern Munich, Aston Villa, Tottenham Hotspur, hingga Arsenal.  Pemain yang berposisi sebagai striker ini juga telah memperkuat Timnas Putri Jepang di berbagai kelompok usia dengan torehan total 46 gol. Ia pun menjadi bagian penting dari keberhasilan Timnas Jepang menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA 2011. Selama coaching clinic, Mana Iwabuchi mengaku kagum dengan semangat yang diperlihatkan para pesepakbola putri Indonesia. Ia optimistis, dengan terus konsisten berlatih dan bertanding, maka ke depannya sepakbola putri Indonesia akan mampu bersaing dan meraih prestasi di kancah dunia. “Saya sangat senang melihat adik-adik bersemangat untuk berlatih sepakbola bersama saya. Saya yakin, jika mereka terus punya semangat untuk tekun berlatih, mereka akan mampu meraih mimpi menjadi pesepakbola yang hebat dan berprestasi,” ujar Mana Iwabuchi. Pemain yang kenyang pengalaman bertanding di level Piala Asia, Olimpiade, dan Piala Dunia ini juga memberikan pesan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan agar setiap pemain, harus menikmati setiap momen dalam sepakbola, mulai dari berlatih hingga bertanding.  “Untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat, kita harus menikmati prosesnya. Menjalani latihan dengan gembira, sehingga kita akan konsisten. Kemudian saat bertanding, kita harus fokus, mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki di lapangan,” pesannya. Coaching Clinic With Mana Iwabuchi diawali dengan Ice Breaking & Warming Up yang dimaksudkan untuk membangun suasana yang menyenangkan dan mempersiapkan fisik peserta. Kemudian Technical Session, yakni sesi latihan intensif yang berfokus pada teknik dasar sepak bola. Dalam sesi ini, peserta akan dibagi menjadi empat grup. Setiap grup, dengan sekitar 16-25 pemain, secara bergiliran mengikuti empat pos pelatihan yang berbeda. Setiap pos akan dipandu oleh satu pelatih profesional dan fokus pada satu aspek kunci dalam sepak bola. Keempat pos tersebut dibagi menjadi dribbling, passing, ball control, dan shooting. Setelah itu, diadakan Mini Tournament yang menjadi kesempatan buat peserta untuk mengaplikasikan kemampuan masing-masing di lapangan. Sesi yang paling ditunggu para peserta adalah Meet & Greet bersama Mana Iwabuchi, di mana dalam sesi ini memungkinkan peserta untuk bertanya dan berinteraksi langsung. Peserta asal Tangerang, Aira Septiyani, mengaku gembira mendapat kesempatan untuk berlatih bersama Mana Iwabuchi. Bagi Aira, ini adalah pengalaman pertama bisa berinteraksi dan menimba ilmu dengan seorang pemain sepakbola profesional dari luar negeri. Ia mengaku pengalaman ini akan selalu ia kenang dan jadi penyemangat dalam menjalani mimpi untuk menjadi seorang atlet sepakbola. “Pastinya senang banget ya, bisa ketemu dan main bareng Mana Iwabuchi. Ini jadi motivasi buat saya, dan saya semakin yakin bisa menjadi atlet sepakbola dunia seperti dia,” ujar Aira gembira. Kegembiraan serupa diungkap Andara Alisya peserta asal Jakarta. Ia mengatakan, sebagai legenda sepakbola Jepang, ternyata Mana Iwabuchi adalah sosok yang ramah, sehingga membuat sesi coaching clinic berjalan dengan menyenangkan. Ia berharap program coaching clinic seperti ini bisa terus dilakukan agar semakin banyak kesempatan pemain sepakbola putri untuk menimba ilmu. “Saya sangat termotivasi dengan Mana Iwabuchi, dan pengen mengikuti jejak dia menjadi pemain sepakbola sampai ke Eropa. Mudah-mudahan latihan seperti ini bisa sering dilakukan jadi saya bisa terus belajar,” tutup Andara.

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.

JAKARTA, 31 Juli 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife segera menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026. Kota Malang, Jawa Timur dan Bekasi, Jawa Barat menjadi dua kota tambahan yang melengkapi delapan kota penyelenggaraan MLSC sejak tahun lalu. Rangkaian turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10 & KU 12 ini dimulai di Kudus yang bergulir 29 Juli – 3 Agustus 2025.  Teddy Tjahjono, Program Director MilkLife Soccer Challenge mengatakan, kembali bergulirnya MilkLife Soccer Challenge tahun ini di 10 kota diharapkan memantik lebih banyak minat siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk semakin menggeluti sepak bola. Sehingga dengan MLSC yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebanyak dua seri di masing-masing kota, dapat menjadi lumbung penghasil bibit-bibit potensial yang kelak bisa bergabung di timnas putri dan membela Indonesia di pertandingan level dunia. “Turnamen atau kompetisi itu harus secara reguler dan rutin diselenggarakan supaya calon atlet atau yang sudah menjadi atlet sepak bola tahu ada wadah yang memang secara konsisten digelar. Sehingga memotivasi mereka untuk mulai ikut kegiatan ekskul sepak bola atau bahkan menekuni dengan bergabung klub sepak bola. Kami mengajak seluruh peserta berpartisipasi pada MLSC dan mari kita bergandeng tangan memajukan sepak bola putri Tanah Air,” kata Teddy di sela Press Conference Kick Off MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 di Jakarta (31/7). Pada hari Kamis (31/7) MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 1 2025 juga tengah bergulir. Turnamen ini diikuti oleh 1.370 peserta dari 92 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari Kudus dan sekitar. Teddy melanjutkan, penyelenggaraan MLSC periode ini meluas ke dua kota yakni Malang dan Bekasi, yang sebelumnya diselenggarakan di delapan kota. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.  “Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri. Harapannya pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya,” imbuh Teddy.   Sekadar diketahui, Bekasi erat kaitannya dengan dua tim, yaitu Persikasi Bekasi dan FC Bekasi City (sebelumnya dikenal dengan nama Persipasi Bekasi). Persikasi Bekasi, berdiri pada tahun 1961, merupakan tim yang mewakili Kabupaten Bekasi. Sementara FC Bekasi City, tim yang berbasis di Kota Bekasi dan saat ini berkompetisi di Liga 2.  Sedangkan sepak bola di Malang memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yaitu MVB (Malangsche Voetbal Bond) berdiri pada 1928, sebelumnya dikenal sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933. Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953. PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini. Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12. Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan  Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.   Didiet Fadriana Abdulkadir, Business Unit Head (Dairy) – Savoria sebagai produsen susu MilkLife menuturkan, komitmen pihaknya kembali mendukung turnamen ini karena antusiasme peserta yang terus meningkat, serta sederet prestasi gemilang yang berhasil diraih oleh para atlet. Demi memompa motivasi para srikandi muda, Milklife juga akan memberi satu karton susu berukuran 115 ml per bulan yang disuplai selama enam bulan untuk para juara di setiap penyelenggaraan. “Kami sangat mengapresiasi para peserta yang terus mengalami peningkatan di setiap seri maupun kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge. Terlebih beberapa dari mereka telah merasakan merumput di turnamen internasional dan ada pula yang tengah mengikuti seleksi timnas U-16. Artinya yang kami lakukan selama ini sudah berjalan sesuai dengan visi. Tentunya kemampuan para atlet jika ditopang dengan asupan nutrisi seperti susu MilkLife diharapkan menambah energi, strategi, dan mental juara untuk #BeraniCetakGol,” ungkap Didiet.  Vivin Cahyani Sungkono, Exco PSSI menyambut bangga MilkLife Soccer Challenge yang digelar secara rutin dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa turnamen ini menjadi cikal bakal lahirnya pesepakbola putri profesional yang kelak berlaga pada turnamen di level yang lebih tinggi secara berjenjang. Di samping itu pula, MLSC dianggap sudah selaras dengan program pembinaan dari PSSI yang juga mendapat dukungan penuh dari organisasi tersebut. “Saya bersyukur sekali karena tugas PSSI dalam pembinaan mulai dari grassroot sampai profesional terbantu dengan adanya MilkLife Soccer Challenge. Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan insentif dan komitmen yang luar biasa dari sisi pembinaan usia dini khususnya sepak bola putri secara nasional. Saya mewakili PSSI berterima kasih selama dua tahun terakhir pembinaan sepak bola wanita usia dini sampai senior berjalan lancar. Kami berharap MLSC menjadi talent pool putri berbakat yang nantinya akan berlaga di level profesional,” ujar Vivin. Clea Abelia atlet jebolan MilkLife Soccer Challenge Jakarta menyatakan, turnamen ini sangat berperan besar terhadap karirnya sebagai pesepakbola. Selain meningkatkan kemampuan, jam terbangnya pun semakin tinggi. Terlebih lulusan SDN Kalisari 01 ini juga sempat ‘merumput’ pada turnamen internasional yang digadang sebagai terbesar di Asia, JSSL Singapore 7’s 2025 usai lolos kurasi dari tim talent scouting MLSC dan meraih gelar runner-up.  “MilkLife Soccer Challenge banyak ngasih pembelajaran dan pengalaman berharga buat aku. Dari turnamen ini aku jadi semakin mencintai dan menggeluti sepak bola. Apalagi sempat berangkat ke JSSL Singapore 7’s 2025 bertanding dengan atlet-atlet dari negara lain. Jadi buat yang ingin menjadi pesepakbola gak ada alasan untuk kalian gak ikut MLSC,” tutur Abel, sapaan akrabnya yang kini tergabung dalam Cipta Cendikia Football Academy, Bogor, Jawa Barat. Sepanjang mengikuti MilkLife Soccer Challenge, Clea Abelia menuai sejumlah prestasi diantaranya Top Scorer di MLSC Jakarta Seri 1 2024 untuk KU 12 dengan mengemas 17 gol, serta Top Scorer (27 gol) dan Best Player … Read more

16 Tim Terbaik dari Berbagai Regional Akan Perebutkan Podium Juara di Kudus

Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang.

KUDUS, 7 Juli 2025 – Kota Kudus, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars pada 7 Juli hingga 13 Juli mendatang. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 16 tim terbaik dari 16 regional di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa akan bertanding memperebutkan podium juara pada turnamen yang digelar oleh PSSI berkolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS. Para peserta HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars diikuti para pesepakbola putri terbaik yang telah diseleksi dari 16 kota maupun regional penyelenggaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 sejak April hingga akhir Juni. Mereka terpilih dari turnamen yang digelar pada sejumlah kota di Pulau Jawa yaitu Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Kudus, Malang, Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Selain itu pula berdasarkan seleksi regional di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Papua, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.  “Kami apresiasi ajang HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars sebagai bagian penting guna meningkatkan ekosistem grassroots sepak bola putri di Indonesia. Saya berharap dalam tiga tahun ke depan kolaborasi PSSI, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS kian  memperkuat  fondasi pembangunan sepak bola putri kita yang berjenjang untuk masa depan, demi merealisasikan banyak mimpi para pemain putri kita menjadi kenyataan,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan pelaksanaan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars bertujuan untuk pemantauan pemain yang akan direkrut untuk Timnas Putri Indonesia U-16 di Piala AFF dan U-17 di AFC. Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk sistem pembinaan yang lebih terorganisir dan berkelanjutan, sehingga para pemain sepak bola wanita dapat terus berkembang melalui kompetisi yang konsisten dan berjenjang. “Ini adalah salah satu wadah di mana pemain terbaik berpotensi memperkuat timnas putri Indonesia untuk Piala AFF U-16 yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada Agustus 2025 mendatang. Coach Mochi bersama tim pelatih timnas putri U-16 akan melakukan pemantauan talenta pesepakbola belia. Hal ini diharapkan bisa memberikan gairah dan semangat bagi adik-adik untuk latihan lebih serius, ikut SSB sehingga kemampuan mereka bisa terasah dan berkembang,” kata Teddy. Teddy menambahkan, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 juga merupakan kelanjutan dari turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sukses digelar di delapan kota sejak tahun 2023. Terhitung hingga Juni 2025, kejuaraan ini diikuti tidak kurang dari 24.429 peserta dari 1.257 SD dan MI di 8 Kota/Kabupaten. Ia berharap dengan diselenggarakannya kompetisi secara konsisten dan berjenjang, akan terbentuk sistem pembinaan yang mampu mewujudkan kejayaan sepak bola putri Tanah Air.  Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza mengatakan, HYDROPLUS mendukung penuh kiprah talenta-talenta muda Indonesia untuk terus meraih prestasi setinggi-tingginya melalui dunia olahraga, khususnya sepak bola putri. Ia optimistis, kejuaraan HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars akan melahirkan atlet-atlet muda terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional di masa mendatang. Sebagai minuman isotonik yang baru diluncurkan satu tahun lalu, HYDROPLUS sangat bermanfaat untuk berolahraga, karena aktivitas ini menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. “HYDROPLUS mendukung penuh gelaran Piala Pertiwi dengan produk minuman isotonik yang pas, serta memberikan hidrasi maksimal. Dikonsumsi setidaknya sebelum, selama, atau setelah berolahraga mampu menjaga stamina dan mencegah dehidrasi, sehingga membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama beraktivitas. Oleh karena itu kami mengucapkan selamat bertanding untuk seluruh peserta, raihlah prestasi setinggi langit,” tegas Yose. HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars menggunakan satu lapangan sepak bola dengan durasi 30 menit x 2 babak dan turun minum 10 menit. 16 tim yang berlaga dibagi ke dalam 4 grup, dimulai dengan pertandingan penyisihan grup, perempat final, semifinal, hingga final. Selain memperebutkan podium Juara, Runner-up, dan Semifinalis sebagai tim, ada pula penghargaan untuk individu yakni Top Scorer, Best Player, dan Best Goalkeeper. Berikut hasil drawing grup HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars: Grup A All Stars Jakarta All Stars Bali-Nusra All Stars Surabaya All Stars Sumatera Utara Grup B All Stars Kudus All Stars Papua All Stars Cirebon All Stars Sulawesi Grup C All Stars Tangerang All Stars Malang All Stars Semarang All Stars Sumatera Selatan Grup D All Stars Bandung All Stars Solo All Stars Yogyakarta All Stars Kalimantan Seluruh peserta HYDROPLUS-Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars tiba di Kudus pada 5 Juli. Sementara keesokan harinya mereka menjalani official training, drawing grup, match coordination meeting, dan welcome dinner. Pada 7 Juli sampai 10 Juli dimulai pertandingan penyisihan grup (group stage match), lalu juara di setiap grup akan melakoni laga perempat final pada 11 Juli, melangkah ke semifinal 12 Juli, dan partai final bergulir pada 13 Juli.  Selain keseruan pertandingan, di luar lapangan juga akan tersaji aktivitas menarik mulai dari kuliner khas Kudus, fun games, photo booth hingga hadirnya karakter Pokemon, yaitu Pikachu dan Cinderace yang akan diselenggarakan meet and greet dan foto bersama maskot Pokemon raksasa di tanggal 13 Juli.

Kudus Jadi Tuan Rumah Kejurnas Junior 2025

Sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 yang diadakan oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Kota Kudus, Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 pada 27 Juni hingga 5 Juli 2025. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam turnamen yang diadakan oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengapresiasi terciptanya kolaborasi aktif antara Perpani dan Djarum Foundation untuk terus meningkatkan minat masyarakat sekaligus menjaga proses regenerasi olahraga panahan. Ia menegaskan dengan adanya komitmen tinggi dari pemerintah dan dukungan dari banyak pihak, masa depan olahraga panahan akan semakin berprestasi di banyak multi event seperti Sea Games, Asian Games, maupun Olimpiade. “Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk cabang olahraga panahan. Saya juga berterima kasih karena kami mendapat dukungan dari federasi yang berintegrasi dan perusahaan swasta besar yang mencintai olahraga. Kolaborasi Perpani dan Djarum Foundation merupakan hal positif, bahkan hasilnya sudah bisa terlihat karena Kejurnas Panahan Junior 2025 adalah yang terbesar dalam sejarah, mengingat jumlah keikutsertaan peserta di atas 850. Panahan adalah cabang olahraga unggulan Indonesia di setiap multi event bergengsi dunia karena selalu meloloskan wakil Tanah Air bahkan di Olimpiade. Saya yakin generasi muda akan terbangun lebih baik dan prestasi olahraga termasuk panahan akan menjulang lebih tinggi,” kata Menpora Dito Ariotedjo. Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, mengatakan bahwa MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 diharapkan menjadi gerbang awal menuju prestasi cabang olahraga panahan di level dunia. Arsjad percaya dengan menjaga ekosistem lewat pembinaan atlet-atlet junior panahan secara berkelanjutan, masa depan cabang olahraga panahan Indonesia akan semakin kokoh. “MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah serius dari Perpani, Pengprov, klub, dan sponsor dalam membangun ekosistem panahan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan. Saya berharap atlet-atlet yang menjadi juara di sini tidak langsung puas, tetapi semakin bersemangat berlatih. Bertandinglah dengan sportif, kejurnas ini akan menjadi pintu untuk langkah selanjutnya, baik itu pelatnas, SEA Games, atau bahkan Olimpiade,” kata Arsjad. Turut hadir pula dalam acara Pembukaan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Supersoccer Arena, Kudus pada Sabtu (28/6), yakni Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, beserta Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan hadirnya MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Kudus adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan cinta dan kesukaan masyarakat terhadap cabang olahraga panahan. Yoppy juga menggarisbawahi pentingnya pemassalan olahraga yang dilakukan secara berkesinambungan. Tujuannya adalah melibatkan sebanyak-banyaknya atlet untuk menjaga ekosistem olahraga dan meningkatkan prestasi di level dunia. Cabang olahraga panahan juga memiliki sejarah besar saat memenangi medali perak di Olimpiade Seoul 1988 yang ditorehkan tiga srikandi Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. “Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain karena dapat memotivasi para atlet junior yang bertanding, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat. Kecintaan terhadap cabang olahraga ini semakin besar sehingga memiliki potensi untuk melahirkan bibit-bibit usia muda yang akan menjadi atlet kelas dunia. Semoga lewat upaya-upaya konsisten membina atlet-atlet panahan sejak usia dini, nantinya Indonesia akan mulai mendulang medali emas di pentas Olimpiade,” ujar Yoppy. Yoppy menambahkan bahwa pihaknya juga mendukung penuh upaya pemerintah Kudus dalam mempromosikan potensi sport tourism. Salah satu sumbangsih yang sudah dijalankan Bakti Olahraga Djarum Foundation adalah menghadirkan beragam turnamen dan kejuaraan berskala nasional mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 menghadirkan tiga nomor pertandingan, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Para peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, yaitu U-13, U-15, dan U-18, sedangkan untuk Divisi Nasional ada tambahan U-10. Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dalam kejurnas kali ini dengan menurunkan formasi lengkap sebanyak 80 atlet junior andalan. Disusul kemudian Provinsi DKI Jakarta dengan 79 atlet, serta Provinsi Jawa Barat yang membawa 77 atlet. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 memperebutkan total 321 medali dengan rincian 107 medali emas, 107 medali perak, dan 107 medali perunggu. Keseluruhan medali diperebutkan sejak dari babak kualifikasi hingga babak eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mengadopsi sistem penilaian federasi panahan dunia, di mana pada divisi Recurve dan divisi Nasional menggunakan set system, artinya pemanah yang mencapai poin 6 terlebih dahulu, dinyatakan sebagai pemenang. Sementara, pada divisi Compound, sistem penilaian menggunakan akumulasi skor. Pemanah yang mendapatkan skor tertinggi menjadi pemenang. Di kejuaraan ini juga diterapkan babak kualifikasi dan eliminasi untuk ketiga divisi tersebut. Kejurnas Panahan Junior konsisten bergulir setiap tahun. Pada 2022 kejuaraan ini berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, kemudian pada 2023 provinsi Jawa Barat tampil sebagai tuan rumah, dan tahun lalu, ajang ini dihelat di Batam, Kepulauan Riau. Tidak hanya konsisten, semakin meningkatnya animo keikutsertaan Kejurnas Panahan Junior membuat Perpani terus melakukan inovasi guna mengakomodasi bakat-bakat muda Tanah Air. Pada 2023, Kejurnas Panahan Junior hanya mempertandingkan dua kelompok usia, yakni U-15 dan U-18. Tahun lalu, Perpani menambahkan kategori usia U-13, dan pada MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025, induk cabang olahraga panahan tersebut mulai menyertakan kejurnas untuk kelompok usia U-10.

Daftar Juara MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025

Di tengah atmosfer penuh antusiasme MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025, MI NU Pendidikan Islam dinobatkan sebagai juara umum KU 10, sementara SD 4 Jekulo meraih gelar tertinggi untuk KU 12 usai mendominasi lintasan dan lapangan, serta SMP 1 Dawe memboyong 16 juara KU 15. Siswa-siswi dari SD 4 Jekulo tampil tanpa kompromi. Dari 13 nomor lomba di KU 12, mereka menyapu empat piala utama. Capaian ini menjadi tren positif bagi sekolah tersebut, usai pada MilkLife Athletics Challenge 2024 mereka sukses menjadi Juara Umum KU 10. Muhammad Ilham Al Kahfi selaku guru olahraga SD 4 Jekulo, menyebutkan bahwa latihan intensif selama satu bulan penuh menjadi kunci kesuksesan. “Setelah tahun lalu kami berhasil menjadi juara umum di KU, kali ini bersyukur sebagai juara umum KU 12. Persiapan latihan satu bulan kami manfaatkan sebaik mungkin. Kami mengapresiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation karena sudah membuat event seperti ini dan semoga perusahaan-perusahaan lain bisa termotivasi. Di seri berikutnya kami optimis menjadi juara bertahan,” ucap Kahfi. Di kategori KU 15, SMP 1 Dawe membuktikan tajinya lewat kemenangan gemilang. Ana Eqi Astuti, Kepala Sekolah SMP 1 Dawe menuturkan bahwa keberhasilan anak didiknya berkat kemampuan individu di cabang atletik yang dinilai cukup mentereng. Di samping itu, fasilitas penunjang mumpuni di sekolah menjadi sarana yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berlatih secara giat dan rutin. “Persiapan kami sudah cukup lama karena memang sekolah juga punya fasilitas yang memenuhi syarat untuk olahraga atletik. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang serius menyelenggarakan event ini dengan segala sarana dan prasarana di Supersoccer Arena. Semoga dari sini muncul atlet-atlet yang bisa berprestasi di kancah nasional hingga dunia,” tegas Ana. Cek para juara di link berikut: Juara Umum KU 10 Juara Umum KU 12 Juara Umum KU 15