Asa Ronaldo Kwateh Bersama Tim U-19 Indonesia

Asa Ronaldo Kwateh Bersama Tim U-19 Indonesia

Ronaldo Kwateh bertekad untuk terpilih masuk Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 yang akan berlaga pada ajang Piala Dunia U-20 2023. Ia menyatakan bahwa kerja keras dan disiplin menjadi kunci sukses bersama Garuda Muda. Sebelum dipanggil memperkuat Garuda Muda, pemain Madura United itu bahkan sudah dipercaya debut di level senior. “Puji Tuhan bersyukur dipanggil lagi ke timnas U-19 untuk persiapan Piala Dunia. Semoga saya bisa latihan dengan baik dan jalankan program dengan baik, lalu bisa konsisten terus sampai Piala Dunia,” kata Ronaldo Kwateh. Ronaldo Kwateh bersyukur bisa terus mendapat kepercayaan pelatih Shin Tae-yong di berbagai level tim nasional. Ia berharap kemampuannya terus berkembang agar selalu mendapat tempat di Skuad Garuda. “Saya juga bersyukur bisa dipanggil semua kelompok usia di timnas. Semoga saya tak puas diri, dan berkembang ke depan,” tambahnya. Dalam waktu dekat, Garuda Muda akan menjalani training camp (TC) di Korea Selatan. Rencananya, skuad Garuda Muda akan berangkat pada pekan depan. Bukan hanya berlatih, namun ada uji tanding yang digelar seperti kemungkinan melawan Korea Selatan U-20. Saat ini pemain Garuda Muda digembleng dahulu di Jakarta. Bio Data Nama Lengkap: Ronaldo Joybera Kwateh Tempat, Tanggal lahir: Yogyakarta, 19 Oktober 2004 Tinggi badan: 180 cm Posisi Bermain: Penyerang/Sayap Kanan

Latihan Perdana U-19 Fokus Latihan Fisik

Tim U-19 Indonesia memulai latihan perdana pada pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (2/3) sore. Latihan fisik menjadi menu latihan yang diberikan pelatih Shin Tae-yong pada kesempatan ini. Latihan ini dihadiri langsung Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dan Menpora RI, Zainudin Amali. Selain itu juga hadir Sekjen Yunus Nusi dan Direktur Teknik Indra Sjafri. Latihan dimulai dengan lari berkeliling lapangan, setelah itu latihan fisik yang dipimpin oleh pelatih fisik, Shin Sang-gyu. Pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan latihan fisik dengan menu beep test yakni berlari dengan jarak 25 meter. Para pemain harus mendengarkan nada beep yang diputar dengan pengeras suara. Seperti diketahui beep test merupakan metode latihan untuk mengukur penyerapan maksimum oksigen dalam tubuh (VO2 max) dan kebugaran kardiovaskuler. “Jadi hari ini hanya cek fisik seperti apa dan mau lihat selama ini intensitas latihan pemain seperti apa. Kami juga sekaligus mau kumpulkan data ini sampai Piala Dunia U-20 2023,” kata Shin Tae-yong usai memimpin latihan. “Kita akan kumpulkan data untuk kembangkan fisik pemain juga. Tapi, kami tak bisa sebut siapa-siapa yang bagus hasilnya dan tidak. Ini masalah kemauan dari pemain juga,” tambahnya. Metode latihan ini mengharuskan pemain untuk berlari bolak-balik secara intens dengan jarak pendek. Usai menjalani latihan sprint, para pemain melanjutkan dengan latihan rondo. Shin Tae-yong menambahkan, banyak hal yang harus diperbaiki dari para pemain. Apalagi Indonesia akan bertanding di ajang top internasional macam Piala Dunia U-20 2023. “Jadi kami sedang siapkan roadmap agar kami bisa punya fisik mental kuat. Jadi memang ini kita lihat di latihan perdana ini. Bukan satu dua hal yang harus diperbaiki, tapi banyak sekali yang harus diperbaik. Mulai dari tadi yang dibicarakan dan lawan-lawan di Piala Dunia itu postur tubuhnya baik, jadi harus perkuat fisik dan mental,” pungkasnya. Sumber: www.pssi.org

40 Pemain Tim U-19 untuk Pemusatan Latihan di Korea Selatan

40 Pemain Tim U-19 untuk Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 40 pemain tim U-19 Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan. TC di Negeri Ginseng sebagai persiapan mengikuti Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Sebelum berangkat ke Korea Selatan, Marcelino Ferdinan dan kawan-kawan akan melakukan latihan di Jakarta mulai tanggal 2 Maret. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap para pemain dapat meningkatkan kemampuan di Korea Selatan. Selain berlatih, tim U-19 akan melakoni sejumlah uji coba termasuk rencana melawan tim U-20 Korea Selatan. “Para pemain harus kerja keras, disiplin, fokus demi meningkatkan mental, skill, fisik, dan performa mereka selama di Korea Selatan. TC di Korea Selatan merupakan rangkaian persiapan mengikuti Piala Dunia U-20 2023 mendatang,” kata Iriawan. Selama di Negeri Ginseng itu, pemain akan melakukan latih tanding di dua kota. Pertama di Gyeongsangbuk-do pada 13-24 Maret. Kemudian pada 24 Maret hingga 10 April di Daegu. 40 Pemain di Pemusatan Latihan tim U-19 di Korea Selatan: 1. Kadek Arel Priyatna – Bali United 2. Aditiya Daffa AI Haqi – Barito Putera 3. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera 4. Yogi Hermawan – Barito Putera 5. Arsa Ramadan Ahmad – Bhayangkara FC 6. Frezy AI Hudaifi – Bhayangkara FC 7. Muhammad Khakim AI Mukhasibi – Bhayangkara FC 8. Muhamad Faiz Maulana – Bina Taruna 9. Rabbani Tasnim Siddiq – Borneo FC 10. Ronaldo Joyberra R Junior – Madura United 11. Bramdani – Persebaya Surabaya 12. Marselino Ferdinan Philipus – Persebaya Surabaya 13. Barnabas Sobor – Persewangi Banyuwangi 14. Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung 15. Ferdiansyah – Persib Bandung 16. Kakang Rudianto – Persib Bandung 17. Robi Darwis – Persib Bandung 18. Alfriyanto Nico Saputro – Persija Jakarta 19. Cahya Supriadi – Persija Jakarta 20. Muhammad Ferarri – Persija Jakarta 21. Radzky Syawal Ginting – Persija Jakarta 22. Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta 23. Razzaa Fachrezi Aziz – Persija Jakarta 24. Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta 25. Syukran Arabia Samual – Persija Jakarta 26. Indra Arya Perceka Wiguna – Persijap Jepara 27. Mikael Alfredo Tata – Persipura Jayapura 28. Subhan Fajri – Persiraja Banda Aceh 29. Aulia Ramadhan Lubis – Persis Solo 30. Marcell Januar Putra – Persis Solo 31. Erlangga Setyo Dwi Saputra – Persis Solo 32. Fillah Rohmatuloh Sesa – Persita Tangerang 33. Arkhan Fikri – PS Kwarta 34. Dimas Maulana – Persis Solo 35. Edgard Amping – PSM Makassar 36. Muhammad Rafli Asrul – PSM Makassar 37. Renaldi – PSM Makassar 38. Ricky Pratama – PSM Makassar 39. Ibnul Mubarak – PSM Makassar 40. Hokky Caraka Bintang Brilliant – PSS Sleman

Timnas U-19 akan Jalani Pemusatan Latihan di Korsel

Tim U-19 akan Jalani Pemusatan Latihan di Korsel

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia akan menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan. Garuda Muda dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun depan di Indonesia. Timnas akan berangkat ke Korsel pada 7 Maret. Namun, sebelum berangkat, skuad Shin Tae-yong ini akan dikumpulkan di Jakarta untuk melakukan pemusatan latihan pada 1-6 Maret. Sebanyak 39 pemain akan dipanggil. Tetapi, tidak semua pemain itu akan terbang ke Korsel. Menurut Sekjen PSSI, Yunus Nusi selama di Negeri Ginseng itu, pemain akan melakukan latih tanding di dua kota. Pertama di Gyeongsangbuk-do pada 13-24 Maret. Kemudian pada 24-10 April di Daegu. “Selain melakukan pemusatan latihan, juga akan uji coba dengan tim lokal. Bahkan amat mungkin akan melawan U-20 Korsel,” ujar Yunus. Yunus berharap selama di Korsel, timnas akan mendapat lawan sepadan, bahkan lebih kuat. Itu diharapkan agar mental, skill, fisik dan performa pemain akan meningkat. “Pemusatan latihan ini baru awal. Nanti akan ada lagi dan belum tahu di mana. Karena pemain ini bukan yang diproyeksikan pada Piala Dunia U-20 pada 2021 lalu.” lanjutnya. Yunus berharap dengan sering melawan tim dan negara yang tangguh, timnas U-19 Indonesia bisa mencapai puncak penampilannya pada Piala Dunia U-20 di Indonesia nanti.

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Prioritaskan Pembinaan Usia Dini, Menpora Tegaskan Naturalisasi Untuk Jangka Pendek

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan, program naturalisasi pemain sepakbola untuk memperkuat tim nasional Indonesia merupakan program jangka pendek. Pembinaan atlet asli dan pembinaan atlet dari usia dini tetap menjadi prioritas jangka panjang program pemerintah bersama federasi. “Program naturalisasi ini untuk jangka pendek saja, jangka panjang kita tetap dalam rangka pembinaan asli pemain kita dan untuk pembinaan usia dini,” kata Menpora Amali saat jumpa pers di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/2) petang. PSSI dan pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong saat ini sedang meminta bantuan kepada pemerintah Menpora Amali, agar mendapatkan bantuan melakukan program naturalisasi terhadap dua pemain bola asing yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. “Terkait naturalisasi, setelah kami mendengarkan alasan yang kuat baik dari PSSI maupun dari pelatih timnas STY, maka proses naturalisasi itu sekarang kami bantu untuk ke instansi yang terkait,” ujar Menpora Amali. Dalam langkah menuju naturalisasi, Menpora Amali mengaku sangat berhati-hati, ia tak ingin program ini kedepannya menimbulkan kesia-siaan belaka. “Kami sangat ketat terkait naturalisasi, kami tidak mau naturalisasi seperti yang dulu-dulu, kita naturalisasi padahal itu dia tidak berguna dari berbagai faktor untuk timnas kita,” urai Menpora Amali menjelaskan. Menpora Amali meminta program naturalisasi ini kedepan harus ada urgensinya serta harus ada yang bertanggungjawab, bukan lagi klub-klub sepakbola melainkan federasinya langsung. “Dulu klub saja meminta naturalisasi langsung bisa jalan, sekarang tidak, harus dari federasi/PSSI jadi ada yang bertanggungjawab dan kami tanyakan betul apa urgensi dari naturalisasi itu,” tambahnya. “Setelah dijelaskan ternyata durasi mainnya cukup panjang, karena yang akan dinaturalisasi ini bukan pemain yang sedang bermain disini melainkan mereka yang sedang bermain di kompetisi sepakbola Eropa, sehingga secara kualitas mereka bagus untuk timnas kita,” tutup Menpora Amali.

Imbas Covid-19 Indonesia Batal Berkompetisi di AFF U-23

Dilansir dari halaman resmi PSSI (www.pssi.org) Tim nasional U-23 Indonesia batal berkompetisi di Piala AFF U-23 di Kamboja yang akan diadakan pada tanggal 14-26 Februari 2022. Pembatalan ini disebabkan dua hal. Pertama ada tujuh pemain yang positif covid-19 dan 1 ofisial. Tujuh pemain itu adalah Ronaldo Joybera R Junior, Muhammad Ferrari, Braif Fatari, Taufik Hidayat, Irfan Jauhari, Ahmad Figo Ramadhani, dan Cahya Supriyadi. Selain itu, ada empat pemain yang menunggu masa inkubasi karena satu kamar dengan mereka yang terpapar covid-19. Mereka adalah Alfeandra Dewangga, Genta Alparedo, Muhammad Kanu Helmiawan, dan Marcelino Ferdinan. Kemudian ada tiga pemain yang mengalami cedera, yakni Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, dan Muhammad Iqbal. Tiga pemain yang mengalami cedera itu saat memperkuat klubnya masing-masing di BRI Liga 1. Beberapa pemain itu saat ini sedang dalam masa pemulihan. Saat ini hanya tersisa satu orang kiper, yakni Muhammad Riyandi. Namun, Riyandi baru saja menjalani karantina selama 10 hari. Satu kiper lainnya, yakni Cahya Supriyadi juga positif covid-19. Kondisi ini membuat Shin Tae-yong mengirim surat resmi kepada federasi dan mengusulkan untuk membatalkan keikutsertaan Indonesia di Piala AFF U-23. Permintaan Shin Tae-yong ini kemudian direspons oleh PSSI. Setelah melalui diskusi antara Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Waketum Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, Direktur Teknik Indra Sjafri, dan pelatih Shin Tae-yong akhirnya diputuskan untuk membatalkan keikutsertaan Indonesia di turnamen itu. Soal keinginan pelatih asal Korea Selatan itu, PSSI meminta semua pihak menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR) lebih dulu. Setelah semua PCR pemain dan ofisial keluar, PSSI baru mengambil keputusan. Shin Tae-yong pun mengaku berterima kasih kepada PSSI karena telah mengerti dan memahami situasi yang terjadi di tim U-23. “Dengan sangat menyesal, kami harus membatalkan keikutsertaan Indonesia di Piala AFF U-23 karena alasan di atas. Kami meminta maaf kepada semua pihak karena situasi ini di luar kendali kami. Saat ini kami fokus untuk penyembuhan pemain yang terkena covid-19 dan yang mengalami cedera,” ujar Yunus. Yunus juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora yang telah banyak membantu PSSI terkait pemusatan latihan pemain. PSSI juga meminta maaf kepada pemilik turnamen, yakni AFF dan maskapai Garuda Indonesia yang rencananya ikut mendukung perjuangan pemain dengan menyediakan pesawat untuk menerbangkan ke Phnom Penh, Kamboja.  

Menpora Pimpin Rakor Bersama PSSI dan Shin Tae-yong Soal Naturalisasi

Jakarta, 10 Februari 2022, Menpora Zainudin Amali bertemu dengan ketum PSSI dan pelatih Timnas Shin Tae-Yong mengenai permohonan naturalisasi pemain tim nasional. Menpora menegaskan untuk berhati-hati dalam melakukan naturalisasi. “Kita lakukan naturalisasi kalau benar-benar terpaksa dan itu jangka pendek. Karena yang ingin kita bangun itu adalah sepakbola nasional. Kita ada inpres nomer tiga tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola. Kita lebih utamakan pembinaan. Tetapi karena ada kebutuhan untuk tim nasional dan sekaligus kita ingin memperbaiki peringkat timnas kita di FIFA sehingga kita mau tidak mau membutuhkan satu tim nasional yang kuat. Dan untuk sekarang ini kita membutuhkan dukungan dari para pemain naturalisasi yang terseleksi yang benar-benar berdarah Indonesia.” ujar Menpora Zainudin Amali dalam keterangan pers. Berdarah Indonesia ini berarti setidaknya kakek-neneknya berdarah Indonesia dan secara teknis pemain tersebut diperlukan oleh pelatih Shin Tae-Yong. Tugas pemerintah adalah membantu federasi mempercepat proses ini. Ada pun pemain yang akan dipanggil adalah Sandy Walsh dari Belgia dan Jordi Amat dari Spanyol. “Dari hasil yang disiapkan oleh pelatih Sin Tae Yong, dua pemain tersebut yang ingin segera dipanggil oleh yang bersangkutan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita. Sehingga nantinya dengan proses yang dibantu oleh Pak Menpora mereka bisa segera datang ke Indonesia untuk bisa bergabung dengan timnas kita. Semua naturalisasi yang diminta Shin Tae Yong kami meneruskan kepada pemerintah untuk membantu segera proses kewarganegaraan untuk bisa bergabung dengan Timnas kita,” kata ketua umum PSSI Mochammad Iriawan. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong menambahkan sebenarnya kebutuhan akan pemain naturalisasi ini sudah ada di tahun 2021 tapi karena pandemi ini mundur sampai tahun 2023. Kedua pemain tersebut diharapkan bisa membela Indonesia di FIFA U-20 2023 dan Suzuki AFF 2022. “Saya pribadi pernah melatih U-20 dan tim nasional Korea juga bahkan pengalaman tersebut akan sangat membantu untuk tim nasional Indonesia dan U-20 juga. Sekaligus menjalankan program jangka panjang dan itu sebenarnya bagus untuk tim nasional Indonesia,” jelas Shin Tae-Yong.    

Skuad Timnas Indonesia U-23 Bebas Covid-19, TC Bali Dimulai

Skuad Timnas Indonesia U-23 Bebas Covid-19, TC Bali Dimulai

Usai dinyatakan bebas covid-19, skuad Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 sudah menjalani latihan perdana pemusatan latihan (TC) di Stadion Gelora Samudra, Bali, Jumat (4/2) malam. Mereka bersiap untuk Piala AFF U-23 yang akan dilaksanakan di Kamboja pada bulan ini, dan Indonesia berstatus sebagai juara bertahan ajang tersebut. Latihan perdana kali ini dipimpin oleh asisten pelatih Nova Arianto. Pasalnya, pelatih Shin Tae-yong baru tiba di Bali, Jumat (4/2) malam. Sebelum sesi latihan, para pemain dan ofisial lebih dulu menjalani tes Covid-19 untuk memastikan tidak ada personel yang terinfeksi virus corona. “Latihan hari ini fokus ke recovery. Seluruh pemain dalam keadaan baik, hanya Gunansar (Mandowen) saja yang mengalami sedikit cedera,” kata Nova Arianto. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, seluruh pemain dalam kondisi baik. “Alhamdulillah semua 29 pemain negatif [Covid-19] sehingga kami harapkan dalam seminggu sampai tanggal 9 [Februari] mereka bisa berlatih, nanti tanggal 10 berangkat ke Kamboja agar bisa menyesuaikan dengan udara Kamboja yang tanggal 15 akan main, jadi ada lima hari untuk penyesuaian,” ucap Iriawan sebagai ketua umum PSSI. Kondisi Indonesia saat ini sedang memasuki gelombang ketiga Covid-19, dengan varian omicron menjadi tajuk di mana-mana. Penuh kekhawatiran terhadap skuad timnas Indonesia U-23 yang TC di Bali, karena banyak kasus Covid-19 di Liga 1 2021/22 seri keempat, yang juga dilaksanakan di Bali. Iriawan menjamin, bahwa protokol kesehatan yang sangat ketat akan dijalankan selama TC timnas Indonesia U-23 ini. “Timnas sudah jadi satu, satu hotel yang diawasi oleh PSSI, Departemen Teknik, Deputi Sepakbola, dan para pelatih,” jelas Iriawan. Sementara untuk beberapa pemain timnas Indonesia yang positif saat laga uji coba kontra Timor Leste, Iriawan mengungkapkan. “Ada beberapa yang sudah kembali, seperti yang saya sampaikan atlet sepakbola ini imunitasnya tinggi, daya tahan tubuhnya cukup bagus. Tadi malam saya juga komunikasi dengan Evan Dimas, sudah tidak ada apa-apa, sehingga tinggal menunggu CT Value yang naik ke 40.” Piala AFF U-23 2022 akan dilaksanakan di Phnom Penh mulai 14 Februari hingg 26 Februari. Shin Tae-yong mau Garuda Muda bisa menjadi juara pada kejuaraan ini, dan Indonesia akan memulai kejuaraan dari Grup B, yang dihuni oleh Malaysia, Myanmar, dan Laos.

29 Pemain Jalani TC Untuk Persiapan Piala AFF U-23 Kamboja

29 Jalani TC Untuk Persiapan Piala AFF U-23 Kamboja

Sebanyak 29 pemain dipanggil pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-23 jelang mengikuti Piala AFF U-23 2022 di Kamboja. TC ini akan dilakukan di Bali mulai 3 Februari mendatang. Garuda Muda akan digenjot selama sepekan di Bali sebelum bertolak ke Kamboja sekitar tanggal 10 Februari mendatang. “Kami berharap dengan persiapan yang baik, timnas Indonesia dapat meraih juara Piala AFF U-23 2022. Dengan materi pemain yang dipanggil ini serta selalu bekerja keras, disiplin dan fokus, PSSI yakin hal tersebut akan tercapai,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan. “Kami terus mendukung program pelatih pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia. Kami juga berpesan kepada semua pemain dan ofisial agar selalu menjaga prokes selama di Bali,” tambahnya. Pada ajang Piala AFF U-23 2022, Indonesia masuk ke Grub B bersama Malaysia, Myanmar dan Laos. Grup A dihuni oleh tuan rumah Kamboja, Timor Leste, Filipina dan Brunei. Sementara itu, Grup C Thailand, Vietnam dan Singapura. 29 Nama Pemain untuk TC Timnas U-23 di Bali 1. Muhammad Adisatryo (Persik) 2. Cahya Supriadi (Persija) 3. Muhammad Riyandi (Barito Putera) 4. Komang Teguh (Borneo FC) 5. Alfeandra Dewangga (PSIS) 6. Bayu Fiqri (Persib) 7. Rizky Ridho (Persebaya) 8. Achmad Figo (Arema FC) 9. Pratama Arhan (PSIS) 10. Komang Tri (Bali United) 11. Muhammad Ferrari (Persija) 12. Kakang Rudianto (Persib) 13. Rachmat Irianto (Persebaya) 14. Subhan Fajri (Persiraja) 15. Irsan Lestaluhu (Persipura) 16. Bagas Kaffa (Barito Putera) 17. Syahrian Abimanyu (Persija) 18. Marselino Ferdinan (Persebaya) 19. Ramai Rumakiek (Persipura) 20. Eka Febri (PSIS) 21. Genta Alparedo (Arema FC) 22. Muhammad Iqbal (Persita) 23. Gunansar Mandowen (Persipura) 24. Beckham Putra (Persib) 25. Muhammad Kanu (PSS) 26. Irfan Jauhari (Persija) 27. Ronaldo Joybera (Madura United) 28. Hanis Saghara (Tira Persikabo) 29. Taufik Hidayat (Persija)

Garuda Muda Hadapi Laos di Laga Perdana Piala AFF U-23

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia tak lama lagi akan berlaga di ajang Piala AFF U-23 2022. Timnas Indonesia akan menghadapi Laos, Myanmar dan Malaysia secara berurutan di fase grup Piala AFF U23 2022. Rinciannya, Timnas Indonesia akan menghadapi Laos terlebih dahulu pada 15 Februari 2022. Laga tersebut rencananya akan digelar di Prince Stadium, Phnom Penh, Kamboja. Berselang tiga hari, skuat Garuda akan bersua Myanmar. Laga itu tepatnya akan berlangsung pada 18 Februari 2022. Setelah itu, Timnas Indonesia akan melakoni derby Nusantara melawan Malaysia. Laga Indonesia vs Malaysia akan berlangsung pada 21 Februari 2022. Sebagai catatan, skuat Garuda tergabung di Grup B Piala AFF U23 2022. Turnamen yang akan digelar di Kamboja ini sedikit berbeda dari turnamen Piala AFF level senior. Pasalnya pada ajang ini, para kontestan terbagi dalam tiga grup. Grup A sendiri diisi oleh Kamboja (tuan rumah), Timor Leste, Filipina dan Brunei Darussalam. Sedangkan Grup B dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Laos. Sementara Grup C ada Thailand, Vietnam dan Singapura. Nantinya, hanya negara yang berstatus sebagai juara grup saja yang langsung lolos ke semifinal Piala AFF U-23 2022. Satu tiket tersisa akan diberikan kepada negara yang menyandang status runner-up terbaik. Skuat Garuda sendiri saat ini belum resmi diumumkan. Namun, nama-nama yang turun pada AFF Suzuki Cup 2020 yang berlangsung di Singapura beberapa waktu lalu, diproyeksikan akan tampil kembali pada gelaran AFF U-23 2022 kali ini, ditambah beberapa punggawa yang ikut pada kualifikasi Piala Asia U-23 di Tajikistan Oktober lalu. Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2022: Selasa (15/2/2022) Timnas Indonesia vs Laos Jumat (18/2/2022) Myanmar vs Timnas Indonesia Senin (21/2/2022) Timnas Indonesia vs Malaysia

FIFA Match Day Laga Kedua Indonesia 3-0 Timor Leste

Laga kedua FIFA Match Day Indonesia kontra Timor Leste (30/1) yang berlangsung di stadion I Wayan Dipta, Bali, berakhir dengan skor 3-0 untuk Indonesia. Tiga gol kemenangan Indonesia dipersembahkan oleh Terens Puhiri (5′), Ramai Rumakiek (41′), dan Ricky Kambuaya (72′). Dalam keterangan post match press conference pelatih Timor Leste Fabio Joaquim Maciel Da Silva harus mengganti empat pemain karena positif Covid-19. “Bukan permainan yang kita harapkan. Kita tidak bermain dengan baik malam ini. Kita ada masalah pada pemain tim yang akan digunakan. Hari ini sekitar jam lima saya baru tahu para pemain yang akan bermain. Saya tidak tahu karena tim kami diisolasi di hotel. Empat pemain dan satu official dites positif (Covid-19). Jadi kita sudah latihan kemarin, kita sudah menentukan formasi, dan menyiapkan semuanya tiba-tiba sayangnya pagi ini kita mengulangi tes dengan pemain dan semua yang ada di tim. Hasilnya pemain dan official yang sama dites positif. Saya harus mengganti pemain yang tidak biasa bermain karena ini kita merasa tidak bermain dengan baik malam ini” terangnya. Sementara itu pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong mengatakan pemain harus lebih berusaha lagi dalam mengembangkan permainan. “Memang semua pemain bekerja keras walau pun zona bermain dalam skuad kami kurang tetapi memang harus lebih berusaha lebih daripada sekarang agar bisa dilanjutkan perkembangan kami  yang baik dan memang harus ditunjukkan juga permainan yang lebih kuat dari sekarang.”

Menang 4-1 Atas Timor Leste STY Masih Kecewa.

FIFA Matchday yang dimainkan di stadion I Wayan Dipta, Bali, mempertemukan Timnas Indonesia dengan Timor Leste. Meski pun menang 4-1 pelatih Shin Tae-Yong menyatakan kecewa atas permainan anak asuhnya. “Memang dari sisi skor menang 4-1 tapi sangat-sangat mengecewakan untuk pertandingan kali ini. Mulai dari coach Shin dan para pemain harus evaluasi diri coach akan berusaha lebih agar permainan berkembang baik, mungkin harus meningkatkan mental para pemain. Jadi tidak semata-mata (menang) pertandingan ini memang mengecewakan.” Indonesia terlebih dahulu kebobolan di menit 34 yang dicetak oleh Paulo Domingos. Sementara itu Pratama Arhan pada saat post match press conference menambahkan. “Secara permainan, secara tim kita kurang kuat juga. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Dan kita memperbaiki satu demi satu, ikut instruksi coach Shin.” Berikut match summary FIFA International Match Day.    

FIFA Matchday Indonesia dan Timor Leste Tanpa Penonton

Laga antara Indonesia dan Timor Leste dalam FIFA Matchday pada 27 dan 30 Januari 2022 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dipastikan tanpa penonton. Kepastian itu setelah ada pertemuan dengan Polda Bali, PSSI, dan Satgas Covid-19 pulau Bali. Polda Bali dan Satgas Covid-19 beralasan covid-19 jenis omicron di Bali menunjukkan kenaikan. Mereka pun tak mau ambil risiko jika pertandingan digelar dengan penonton. “Kami (PSSI) menyadari dan memahami masalah ini. PSSI sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait hal tersebut. Ini langkah terbaik untuk melindungi semua pemain, ofisial, panitia pelaksana, dan suporter sendiri terhadap varian omicron,” kata Head of Dept Suporter Development and Engagement, Budiman Dalimunthe. Budiman menambahkan saat ini Seri IV Liga 1 juga sedang berlangsung di Pulau Dewata ini. Itu sebabnya untuk melindungi semua pihak yang terlibat dalam Liga 1, pembatalan adanya penonton di laga antara Indonesia dan Timor Leste bisa dimaklumi. “Di atas semuanya itu ada masalah keselamatan yang lebih penting. FIFA matchday penting, tetapi mentaati protokol kesehatan jauh lebih penting. Itu sebabnya prokes ketat plus tanpa penonton sebagai langkah yang tepat. “Mudah-mudahan di laga FIFA matchday berikutnya bisa ada penonton. Itu pun dengan catatatn varian omicron terus menurun,” pungkas Budiman. Sumber: PSSI

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Robin Soeradhiningrat merupakan kiper muda yang saat ini tengah bermain di Liga Jerman. Pria keturunan Jawa tersebut sempat membuat heboh publik lantaran garis keturunannya menuai kontroversi. Salah satu laman penyedia statistik sepak bola dunia, Transfermarkt mengungkap bahwa Robin merupakan pemain keturunan Jerman-Vietnam. Namun dilihat dari nama lengkap Robin yakni, Robin Cristian Soeradhiningrat pasti pecinta sepak bola Indonesia beranggapan bahwa pria usia 20 tahun tersebut keturunan Indonesia berdarah Jawa bukan Vietnam. Keberadaan Robin di Liga Jerman sebagai pemain keturunan Jerman-Indonesia berpotensi dilirik oleh Shin Tae-yong. Pasalnya, pelatih asal Korea tersebut mengakui ingin melakukan naturalisasi pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam sebuah wawancara media Korea Selatan Myeong Jangdeul, Shin mengaku ingin melakukan naturalisasi namun terbentur oleh prosedur dan keinginan para pemain. Di sisi lain, juru taktik skuad Garuda tersebut enggan melakukan naturalisasi tim secara menyeluruh. Hal tersebut karena dirinya meyakini para pecinta bola tanah air menginginkan skuad Garuda mampu berprestasi dengan para pemain lokal. “Saya bisa membuat satu tim bagus dengan pemain keturunan. Akan tetapi, saya juga berpikir orang Indonesia pasti berharap bisa meraih prestasi bagus dengan para pemain yang ada di Indonesia (pemain lokal red.),” ujarnya dikutip dan diterjemahkan dari YouTube BAL pada Selasa, 11 Januari 2022. Seperti diketahui, Robin Soeradhiningrat bermain di Liga Jerman dengan memiliki darah keturunan Jawa dari orang tua. Kedua orang tuanya merupakan asli Warga Negara Indonesia kemudian tinggal menetap di Jerman. Saat ini, Robin sedang menjalankan laga di kasta kelima sepak bola Jerman yakni, Germania Egestorf/Langreder. Kini dirinya berusia 20 tahun berposisi menjadi penjaga gawang. Selain itu, pria berdarah Jawa tersebut pernah menimba ilmu di Akademi Hannover 96. Meskipun menuai kontroversi lantaran dianggap berdarah Jerman-Vietnam. Akun Twitter @FT_IDN mengungkap Robin adalah pemain berdarah asli Indonesia. “Kalau melihat di situs @TMidn_news tertulis kewarganegaraannya Jerman-Vietnam. Namun, itu dibantah Robin karena dia pure Indonesia,” tulisnya. Keberadaan Robin Soeradhiningrat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI maupun Shin Tae-yong untuk merekrutnya membela Timnas Indonesia.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Naturalisasi Kevin Diks Alot, Shin Tae-yong Incar Pemain Muda Pengganti

Jadi Incaran Shin Tae Yong, Pemain Muda Ini Selangkah Lagi WNI

Program Naturalisasi terus dikedepankan PSSI sesuai permintaan pelatih Shin Tae-yong. Beberapa nama sudah masuk kedalam radarnya. Bahkan, ada yang tinggal selangkah lagi untuk menjadi WNI. Nama Ragnar Oratmangoen, pemain berdarah Belanda-Indonesia jadi salah satu calon pemain naturalisasi yang masuk radar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong beserta jajarannya. Sosok Ragnar Oratmangoen muncul setelah Kevin Diks tak kunjung merespons niat PSSI untuk melakukan proses naturalisasi. Itu diketahui lewat pengumuman yang dibuat anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani. “Pemain keturunan: Karena posisi Kevin Diks dianggap sama dengan Sandy Walsh, akhirnya Coach Shin Tae-yong menukar Diks dengan Ragnar Oratmangoen,” tulis Hasani di Instagramnya “Sampai hari ini dokumen yang sudah 90 persen lengkap baru dari Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sedangkan Mess Hilgers belum lengkap. Sedangkan Oratmangoen belum kasih kabar,” tambahnya. Diketahui, Oratmangoen memiliki darah Belanda-Indonesia. Darah Indonesia didapatkan dari sang ayah yang berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku. Oratmangoen lahir di Kota Oss, Belanda, pada 21 Januari 1998. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Top Oss, Ragnar Oratmangoen berkarier bersama tim NEC Nijmegen U-21. Pemain 23 tahun itu lebih dulu menimba ilmu di NEC sejak 2016 namun gagal menembus tim utama Nijgemen yang saat ini bermain di kompetisi teratas Liga Belanda. Pemain serba bisa yang mampu memainkan posisi winger dan gelandang serang itu kemudian mulai mendapat kepercayaan setelah dipinjam ke TOP Oss pada 2018. Oratmangoen kemudian memutuskan pindah ke klub kasta kedua sepakbola Belanda, Cambuur SC, pada 2019. Merujuk statistik Transfermakt, Oratmangoen sukses mencetak 13 gol dan enam assist dari 50 pertandingan di Cambuur. Pada 2021, Oratmangoen memutuskan pindah ke klub kasta teratas Liga Belanda, Go Ahead Eagles. Dari total 17 penampilan, Oratmangoen sudah mengemas dua assist untuk Eagles. Kehadiran Oratmangoen yang bisa bermain di beberapa posisi, diharapkan bisa menambah kekuatan skuad Garuda era Shin Tae-yong.

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali berlatih di Antalya, Turki, dengan penuh semangat dan antusias. Subhan Fajri yang merupakan lulusan program Garuda Select mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung pada pemusatan latihan di Turki. Ia juga menceritakan bahwa kondisinya dan para pemain dalam kondisi fit. Latihan tiga kali sehari menjadi menu latihan Garuda Nusantara. Mulai dari latihan fisik di pagi hari, gym di siang ahri, dan latihan di lapangan pada sore hari. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget sama Allah SWT dikasih kondisi yang aman, semuanya fit, dan semua pemain fit. Kita sudah menjalani latihan di sini dua hari dan sehari itu kita latihan tiga kali sehari. Paginya kita latihan fisik di pantai, terus siangnya gym, terus sore ini kita latihan strength, taktik, dan semua kondisi anak-anak semua fit dan aman,” kata Subhan. Subhan juga mengungkapkan bahwa ia dan para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca di Turki karea suhunya tidak terlalu dingin. Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumput latihan di lapangan sangat luar biasa. “Luar biasa sih, kalo cuaca di Turki sih gak terlalu dingin dan gak terlalu lama kita buat beradaptasi di sini setelah kita pindah dari Indonesia karena di sini kita juga ngerasain panas-panas gitu. Terus rumputnya emang luar biasa,” ujarnya. Pemain kelahiran 13 Mei 2003 tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemain cukup kaget dengan menu latihan yang diberikan coach Shin Tae-yong. Namun dengan kekompakkan dan semangat juang bersama, para pemain selalu siap dalam menjalani program latihan yang diberikan. “Itu anak-anak pada kaget sih, luar biasa. Soalnya mungkin di klub-klubnya belum ngerasain latihan tiga kali sehari ataupun mungkin belum ngerasain latihan sekeras itu ya. Mungkin anak-anak pada kaget, tapi mereka semuanya siap menjalani latihan tadi, soalnya aman,” jelas Subhan. Pada latihan kali ini, ada tiga pemain yang ikut bergabung latihan bersama dengan Timnas senior untuk beberapa menit, yaitu Subhan, Ronaldo, dan Frezy. “Alhamdulillah seneng bisa disuruh gabung ke senior ya, buat nambah pengalaman juga. Ada dua (idola saya) Arhan dan Bang Asnawi. Idola saya karena kerja keras dan mentalnya kuat,” ungkap pemain asal Persiraja tersebut. Selama menjalani pemusatan latihan di Turki, Subhan berharap dapat meningkatkan kemampuan dan mentalnya. Dengan tambahan jam terbang, ia berharap kemampuannya dapat terbentuk lagi. “Semoga kedepannya mentalitas bermain saya semoga lebih kuat, terlatih di sini dengan porsi latihan coach Shin Tae-yong emang bener-bener keras banget. Jadi mentalitas inshaallah kedepannya bakal lebih baik lagi, bakal terbentuk lagi,” tukasnya.

Elkan Baggott Dapat KTP, Bisa Perkuat Timnas di Piala AFF

Pemain naturalisasi asal Inggris, Elkan Baggott, akhirnya resmi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga Negara Indonesia. Ia kini bisa memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di ajang resmi internasional. Pemain asal klub Ipswich Town tersebut membuat KTP di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, ditemani Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, Selasa, 9 November 2021. “Alhamdulillah Elkan Baggott sudah mendapatkan KTP Warga Negara Indonesia. PSSI mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu Elkan mendapatkan KTP,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, seperti dikutip laman PSSI. “Kami berharap dengan Elkan punya KTP dapat membantu proses administrasinya untuk pertandingan internasional Indonesia. Saat ini pelatih Shin Tae-yong membutuhkan kehadirannya sebagai tembok kokoh pertahanan skuad Garuda,” lanjutnya. Elkan Baggott lahir di Thailand pada 23 Oktober 2002 dari ibu Indonesia dan ayah Inggris. Ia besar di Inggris dan kini memperkuat klub EFL League One Ipswich Town. Ia sudah pernah bermain untuk Timnas U-19 Indonesia pada 11 Oktober 2020 dalam pertandingan persahabatan melawan Makedonia Utara. Ia sempat menerima panggilan untuk bergabung dengan tim nasional sepak bola senior Indonesia pada Mei 2021 tetapi menolaknya karena pembatasan perjalanan COVID-19. Ia kemudian meminta maaf dan Ketua PSSI pun kembali membuka pintu Timnas untuknya. Kini, pemain berusia 19 tahun tersebut saat ini bergabung bersama timnas Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. Latihan ini sebagai persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020 di Singapura. Sebelum berlaga di turnamen itu, laga uji coba melawan Afghanistan (16 November) serta Myanmar (25 November) akan dilakukan di Turki.

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 pemain akan mengikuti pemusatan latihan (TC) tahap keempat timnas Indonesia U-18. TC ini akan dimulai pada hari ini, Senin (8/11) di Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa TC timnas U-18 dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 2023 mendatang. “Kami memang mempersiapkan timnas U-18 dari awal untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023 mendatang yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Ini TC tahap keempat, pada tiga TC sebelumnya pelatih Shin Tae-yong sudah memanggil 108 pemain,” kata Iriawan. Setelah dua hari melakukan TC di Jakarta, pada pekan depan timnas U-18 akan menjalani TC bersama-sama timnas Indonesia senior di Turki hingga awal Desember mendatang. “Nantinya akan ada 36 pemain yang terpilih dari empat TC yang akan berangkat ke Turki. Untuk itu pemain harus bekerja keras, disiplin dan berjuang maksimal demi asa menembus skuad utama timnas U-19. PSSI akan mendukung penuh semua program timnas U-18 agar meraih prestasi,” imbuh pria yang akrap disapan Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan TC timnas U-18 tahap keempat ini, para pemain berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov), tim Liga 1, Liga 2, Liga 3 dan PPLP/SKO. 36 Pemain di TC Timnas Indonesia U-18 Tahap Keempat: Kiper: 1. Fidelis Davin, PSS Sleman 2. Govinda Ryzaqa, PSPS Riau 3. Bryan Bertholino Fomeni, Asprov NTT 4. Andrian Putra Handoko, PS Tira Persikabo Belakang: 5. Ahmad Jaid Kotta, Asprov Maluku 6. Ikhsan Febrian Rizola, Bhayangkara U-18 7. Aditya Aulia Syahputra, SKO Sumatera Barat 8. M. Gazi Al Gifari, Peusangan Raya FC 9. Rivaldi Harim, Asprov Gorontalo, 10. M. Rais Husain, Asprov Maluku Utara 11. Bima Ardiansyah, PSS Sleman 12. Reval Aditya, Taruna Mandiri 13. Romadhona Dwi Kusuma, PSS Sleman 14. Dimas Abdul Hadi, Borneo FC 15. Ikhsan Sabili, PPLP Sumatera Barat 16. M. Zulfadly, Barito Putera Tengah: 17. Fauzan Abbas, Persib Bandung 18. Ahmad Fahd Choir, Persita Tangerang 19. Deni Muhammad, Asprov Jawa Barat 20. Nur Sofyan Daud, Asprov Lampung 21. Viandri MA. Titahelue, Asprov Maluku 22. Mumit Al-Ghory, Asprov Sulawesi Barat 23. Aditya Wendatara Sanjaya, Asprov Lampung 24. M. Figo Fataruba, Asprov Maluku Utara 25. Crespo Halle, Asprov NTT 26. Ferdian Puta Dewanafatara, Asprov D.I Yogyakarta 27. Muh. Dzaky Asraf Huwai, Asprov Sulawesi Tenggara 28. Ricardo Yohosua, Asprov Kalimantan Tengah 29. Fadel Muhammad, Asprov Sulawesi Barat 30. M. Subri Umarella, Asprov Maluku Depan: 31. Yuga Abaryawan, Asprov Jawa Barat 32. Mahesa Zul Jahra P, Asprov Sumatera Barat 33. Rifky Ray Parandi, Asprov Jateng 34. Filah Rohmatulah S, Persita Tangerang 35. Teuku Razza Fachrezi, PS Tira Persikabo 36. Arkhan Fikri, PS Kwarta

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Menang atas Nepal, Modal Timnas U-23 Indonesia Tantang Australia

Tim Nasional Sepak Bola U-23 Indonesia kembali meraih hasil positif pada pertandingan uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Setelah menang 2-1 atas Tajikistan pada Selasa lalu, timnas U-23 Indonesia kini mengalahkan Nepal U-23 d Hisor Central Stadium, Jumat (22/10/2021) malam WIB. Dalam pertandingan itu, skuad Garuda Muda menang 2-0 berkat gol-gol Hanis Saghara (55′) dan Witan Sulaeman (90+3′). Sebanyak dua kemenangan tersebut menjadi modal berharga timnas U-23 Indonesia untuk melawan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23. “Hasil tersebut tentu hal yang positif bagi kami. Pada uji coba ini, saya sengaja memberikan kesempatan hampir semua pemain untuk bermain meski hanya sebentar,” kata pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dilansir dari PSSI. Meski timnas U-23 Indonesia selalu meraih kemenangan pada laga uji coba, Shin Tae-yong mengungkapkan masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Kekurangan-kekurangan itulah yang menjadi fokus Shin Tae-yong dan tim pelatih untuk memoles pemain pada sisa waktu menjelang lawan Australia. “Pada dua laga uji coba ini, kami telah mengetahui perkembangan pemain dalam memainkan pola permainan sesuai keinginan kami,” kata pelatih asal Korea Selatan itu. “Banyak evaluasi dan kami akan perbaiki saat latihan nanti. Melawan Australia jelas harus lebih kerja keras dan fokus,” tutur Shin Tae-yong. Timnas U-23 Indonesia akan berhadapan dengan Australia di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 pada 26 dan 29 Oktober 2021. Semua pertandingan antara Indonesia dan Australia akan berlangsung di Republican Central Stadium Dushanbe, Tajikistan. Apabila mampu mengalahkan Australia, timnas U-23 Indonesia akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022 yang direncanakan digelar di Uzbekistan.