Pelatih Siapkan Porsi Latihan Khusus Selama Jeda Bertanding

Aktivitas para pemain Garuda Select

Jakarta, 18 Maret 2020 – Aktivitas para pemain Garuda Select selama penundaan seluruh agenda pertandingan lebih difokuskan untuk peningkatan invididu. Danny Holmes selaku asisten pelatih, menuturkan bahwa para pemain tetap harus bergerak demi menjaga kebugaran. Untuk mengisi kekosongan jadwal bertanding, tim pelatih berencana akan terus memberi materi terutama dari segi fisik. Caranya bisa dengan mengadakan sesi latihan di pusat kebugaran, atau dengan menggelar pertandingan internal. “Kami akan melihat kebutuhan para pemain. Kemarin kami sempat melakukan pertandingan internal dan hasilnya cukup memuaskan. Beberapa pemain memperlihatkan kinerja individu yang sangat baik. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada sesi latihan fisik dengan Jake (Fitzsimmons, pelatih fisik)” ucap Holmes kepada Mola TV. “Latihan fisik diperlukan untuk memastikan para pemain tetap menyesuaikan tubuh mereka yang sudah terbiasa bertanding setiap pekannya. Namun, sepertinya porsi latihan fisik akan lebih berat dari biasanya. Intinya, para pemain tetap mendapatkan pengawasan setiap harinya,” lanjut Holmes. Program Garuda Select angkatan kedua dijadwalkan berakhir pada penghujung April 2020. Dengan waktu yang tersisa, Holmes berharap para pemain tetap berkonsentrasi dan menyerap semua pembelajaran yang mereka dapatkan selama mengikuti pemusatan latihan sejak Oktober 2019. “Konsentrasi adalah kunci utama jika ingin berkembang. Mereka harus terus meningkatkan kualitas diri. Mulai dari mendengarkan dan menyerap informasi yang diberikan, sambil terus mengaplikasikannya di atas lapangan,” tutupnya. Terakhir kali Garuda Select melakoni pertandingan adalah saat mengalahkan Bournemouth U18 pada Rabu (11/3), dengan skor 2-0. Dua gol disumbang oleh Alfriyanto Nico dan Ferdiansyah. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Krisna Sulistia, Pemain Berusia 14 Tahun Anggota Terbaru Garuda Select

Profil Krisna Sulistia, Anggota Terbaru Garuda Select

Jakarta, 12 Maret 2020 – Nama Krisna Sulistia meroket pada Piala Soeratin U15 2019 lalu. Selain membawa timnya, Kalimantan Barat, melangkah ke final, Krisna juga berhasil merebut gelar pencetak gol terbanyak. Krisna mencetak total enam gol sepanjang turnamen. Penampilan apiknya membuat pemain dengan tinggi 178cm tersebut menarik minat pencari bakat Garuda Select, Wesley Awad. Pengidola Cristiano Ronaldo ini dijadwalkan terbang ke Inggris untuk bergabung bersama Garuda Select asuhan Dennis Wise dan Des Walker di Birmingham. Pengalaman ini tentu akan sangat berharga bagi pemain yang berasal dari SSB Djarum Kudus tersebut. Krisna mengaku bahwa dirinya sangat mencintai sepak bola. Ia berharap bisa menjadi pemain timnas di masa mendatang dan melanjutkan kiprah di luar negeri. “Saya mengenal sepak bola dari ayah saya. Saya sejak kecil sudah menonton dan bermain sepak bola. Saya jatuh cinta dengan olahraga ini,” ucap Krisna kepada Mola TV. Mendapat kesempatan bergabung dengan Garuda Select membuat Krisna merasa sangat senang. Ia yakin bahwa banyak pelajaran yang bisa ia ambil selama berlatih di Inggris. “Alhamdulilah saya merasa sangat senang. Karena itu, saya akan lebih giat belajar dan saya akan mencari ilmu di luar sana,” lanjut pemain berusia 14 tahun tersebut. Sebelum berangkat ke Birmingham, Krisna terlebih dahulu menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U16 hingga 20 Maret. Meski masih berusia muda, tidak tertutup kemungkinan Krisna langsung menjadi andalan Indonesia U16. Agenda penting tim asuhan Bima Sakti tahun ini adalah Piala Asia U16 2020 yang diselenggarakan di Bahrain pada tanggal 16 September hingga 3 Oktober. Biodata Singkat: Nama: Krisna Sulistia Tanggal Lahir: 31 Mei 2006 Tinggi: 178cm Sekolah: SMP 3 Kudus SSB: SSB Djarum Kudus Pemain Favorit: Cristiano Ronaldo Klub Favorit: Juventus Prestasi: – Juara GSI Tingkat Nasional – Runner-up Piala Soeratin U15 2019 – Top Scorer Piala Soeratin U15 2019 Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan U-18 Segera Bergulir

Selain Shopee Liga 1 2020 yang sudah berputar sejak 29 Februari dan Liga 2 yang direncanakan kick off akhir pekan ini, PSSI akan menghelat kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 dan U-18 mulai akhir bulan Maret ini. Kompetisi bergengsi usia dini ini rencananya diikuti 18 klub peserta Shopee Liga 1 2020. Ini menjadi tahun ketiga EPA Liga 1 U-16 dan U-18 dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu. “Alhamdulillah, Insya Allah kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan U-18 akan dimulai pada akhir Maret ini. PSSI berharap kompetisi ini berjalan lancar dan sesuai visi program PSSI yang ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi terutama usia dini,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat memimpin rapat persiapan kompetisi EPA di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020. Pada pertemuan itu, hadir pula Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Deputi Sekjen Bidang Sepak bola Dessy Arfianto, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri dan Direktur Kompetisi PSSI Ronny Suhatril. Lebih lanjut, Iriawan menekankan, kompetisi EPA Liga 1 U-16 dan U-18 penting dilaksanakan PSSI demi pembinaan pemain muda dan tentunya sebagai sarana mencari pemain Timnas Nasional Indonesia usia muda. “Kompetisi ini bukan hanya untuk kepentingan PSSI. Tapi juga kepentingan klub untuk mempersiapkan pemain-pemain masa depan,” tambah pria yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ ini. Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa dengan adanya kompetisi ini nantinya para pelatih klub atau Timnas Indonesia terbantu untuk mencari pemain yang diinginkan. Karena setiap klub membawa atau merekrut setiap pemain terbaik di kota asal tim tersebut. “Ini menjadi tahun ketiga digelarnya kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 dan U-18. Tentu harus lebih baik dan semakin banyak menciptakan pemain berkualitas. Pemain juga terasah sejak usia muda karena mereka dituntut kemampuan, teknik, skill, kecerdasan, dan fair play,” kata Indra Sjafri. Pada tahun 2019, tim Bhayangkara FC tampil sebagai juara EPA Liga 1 U-18, sementara PS Tira menjadi juara Liga 1 U-16. Sementara Persib Bandung memborong dua gelar EPA Liga 1 U-16 dan U-18 di tahun 2018.

Masih 14 Tahun, Krisna Sulistia Diyakini Bisa Bersaing di Garuda Select

Krisna Sulistia top scorer piala soeratin u15

London- Krisna Sulistia dipilih oleh pemantau bakat (chief scout) Garuda Select, Wesley Awad, saat ia bermain di Piala Soeratin U-15. Wesley yang sebelumnya menjabat sebagai pemantau bakat Timnas Inggris dan Akademi Crystal Palace, melihat ada sesuatu yang istimewa dari Krisna sejak ia melakukan pemanasan. Krisna terlihat memiliki teknik dan keseimbangan di atas rata rata, dan saat bertanding ia pun selalu waspada atas posisi teman dan lawan sehingga kerap memiliki waktu untuk menguasai dan mengolah bola dengan baik. Selain itu, Krisna juga banyak melakukan pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan menunjukkan kemampuan pengambilan keputusan yang baik dalam memilih umpan. Namun, untuk menilai kemampuan Krisna dengan lebih pasti, dianjurkan ia segera bergabung di pelatihan Garuda Select di Inggris dimana ia akan menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang lebih tinggi. Menurut Wesley, meski pemain-pemain Garuda Select rata-rata tiga tahun lebih tua dari Krisna, tetapi pemain asal SSB Djarum (Kudus, Jawa Tengah) yang masih berusia 14 tahun itu, diperkirakan akan mampu mengimbangi permainan kakak-kakaknya. Krisna sedang dipersiapkan untuk bergabung di sisa program Garuda Select jilid dua yang berlangsung hingga akhir April 2020, dimana mereka akan menjajal beberapa akademi tim besar Inggris seperti Leicester City, Arsenal, dan Manchester City. Dipimpin mantan legenda Chelsea Dennis Wise, program Garuda Select adalah program 10 tahun inisiatif PT Djarum yang dijalankan dari tahun 2018 hingga 2028 dengan tujuan untuk melahirkan pemain pemain bola profesional berkualitas yang diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif bagi Timnas dan sepakbola Indonesia. Kini berjalan di tahun kedua, progres dari program Garuda Select bisa dikatakan melebihi ekspektasi dengan sudah ada 5 pemain yang diproyeksikan bisa merumput di Eropa. Tahapan jenjang perkembangan Program Garuda Select: Program Garuda Select sendiri terdiri dari beberapa tahap, diawali dengan seleksi pemain di Indonesia untuk memilih 24 pemain di setiap tahunnya untuk lalu berlatih di Training Camp Garuda Select di Eropa dimana mereka dilatih dan menjalankan proses pengamatan potensi perkembangan. Di tahun selanjutnya, mereka yang dianggap berpotensi berkembang lebih lanjut diundang untuk mengikuti pelatihan Tahap Kedua, pematangan persiapan untuk bermain di klub Eropa. Di Tahap Ketiga, pemain yang dianggap benar-benar berpotensi akan dititipkan ke salah satu klub untuk belajar beradaptasi di lingkup klub profesional yang masih dalam pantauan Dennis Wise, tetapi tanpa ekspektasi bahwa ia akan ikut berkompetisi. Di Tahap Keempat pemain yang sudah layak bermain di Eropa dipinjamkan ke klub Eropa untuk ikut kompetisi, dimana ia diharapkan dapat bisa bersaing dengan pemain profesional lainnya. Namun, karena masih dalam pantauan Dennis Wise, ia masih bisa dipindahkan jika ada hal yang tidak diinginkan Di tahap terakhir, atau Tahap kelima, pemain tersebut benar-benar dilepas untuk berjuang sendiri di klub profesional Eropa.

Cedera Bagus Kahfi Jadi Momentum Bagi Arsa Dan Nico

kiri ke kanan: Alfriyanto Nico dan Arsa Ahmad

Jakarta, 9 Maret 2020 – Cedera yang menimpa Bagus Kahfi membuat tim pelatih Garuda Select harus memikirkan strategi alternatif untuk laga-laga ke depan. Saat ini, dengan cederanya pemain kelahiran Magelang tersebut, stok pemain depan hanya tersisa Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico. Dua pemain yang sempat menjadi duet andalan di lini serang, sebelum Bagus kembali bergabung pada medio Desember lalu. Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, mengatakan bahwa kondisi ini menjadi momentum bagi kedua pemain tersebut untuk kembali unjuk gigi. “Dalam sepak bola, jika Anda mendapatkan kesempatan, maka harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya kepada Mola TV. Jika beberapa pekan sebelumnya lini belakang menjadi fokus utama dalam latihan, ini giliran sektor depan. Holmes menuturkan bahwa para pemain sedang mematangkan pertukaran posisi ketika menyerang. Di sini, pengambilan keputusan menjadi aspek penting yang harus diutamakan, terlebih ketika dihadapkan dengan situasi apakah harus menembak, atau mengoper ke rekan terdekat. “Akan ada banyak latihan perubahan posisi kali ini. Para pemain dituntut memiliki ketahanan fisik yang kuat untuk bisa melakukan strategi ini dengan baik. Kebugaran mereka benar-benar diuji dalam sistem seperti ini. Itu sebabnya mereka membutuhkan dua sesi latihan hari ini. Pagi di gym bersama Jake (pelatih fisik), dan sore di lapangan,” katanya menambahkan. Pada kesempatan yang sama, Pelatih Fisik Garuda Select, Jake Fitzsimmons, memaparkan kondisi para pemain terlihat meyakinkan. Skema pertukaran posisi membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam berlari, oleh karena itu, latihan di gym lebih difokuskan untuk pada area tubuh bagian bawah. “Para pemain memperlihatkan kerja keras yang mengagumkan pada sesi latihan kali ini. Saya sempat meminta mereka untuk menjajal sprint sebagai bentuk pemanasan,” tutur Jake Fitzsimmons. Agenda terdekat Garuda Select adalah menghadapi Bournemouth U18 pada Rabu (11/3). Menurut rencana, pertandingan akan berlangsung di markas akademi tim berjuluk The Cherries tersebut. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Alami Patah Kaki, Dennis Wise Tunggu Hasil CT Scan Bagus Kahfi

Penyerang Garuda Select alami cedera

Jakarta, 3 Maret 2020 – Penyerang Garuda Select, Amiruddin Bagus Kahfi mengalami cedera saat melawan Reading U18, Selasa (3/3). Pelatih Dennis Wise menyebut saat ini ia masih menunggu hasil CT Scan di kaki Bagus. Pemain bernomor punggung 20 tersebut mengalami cedera usai berduel udara dengan gelandang Reading, Michael Stickland. Bagus langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Kami masih menunggu kabar tentang Bagus. Ia akan menjalani CT Scan dan kami menunggu hasilnya. Bagus akan ditangani dengan baik di sini,” ucap Dennis. Sebelum ditarik ke luar, Bagus bermain gemilang. Saudara kembar dari Bagas Kaffa tersebut memborong dua gol dan membuat Garuda Select sempat unggul 2-0. Dennis menambahkan bahwa keluarnya Bagus berpengaruh terhadap timnya. Ia kecewa, tapi merasa skor akhir 2-2 merupakan hasil yang adil. “Mengecewakan karena kami bermain baik di babak pertama. Kami harus lebih berani lagi. Tapi, sejujurnya ini hasil yang adil. Kami kehilangan Bagus dan ini mengubah jalannya pertandingan. Namun, Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico jadi punya kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan mereka,”lanjut legenda Chelsea tersebut. Garuda Select masih punya serangkaian laga di Inggris. Kita tentu berharap cedera Bagus tidak parah dan pemain dengan ciri khas rambut kribo ini bisa segera kembali ke lapangan hijau. Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang.

Ketajaman Bagus Kahfi Minspirasi Dua Pemain Muda Garuda Select Lainnya

Alfriyanto Nico dan Arsa Ahmad

Jakarta, 1 Maret 2020 – Tingginya rasa kebersamaan menjadi salah satu hal yang paling diutamakan di skuad Garuda Select. Dennis Wise selaku direktur teknik menganggap para pemain memang harus bisa saling mendukung baik saat suka mau pun duka. Dengan demikian, kekompakan yang tercipta di luar lapangan, bisa menuluar ke arena pertandingan. Bukti nyata adalah ketajaman Bagus Kahfi yang sejauh ini sudah mengemas 14 gol bersama skuad Garuda Select. Ketajaman pemain asal Magelang tersebut memunculkan kompetisi sehat di antara pemain lainnya, untuk tampil lebih baik lagi, terutama para penyerang depan seperti Arsa Ahmad dan Alfriyanto Nico. Dari aspek jenjang usia, kedua pemain ini terbilang menjadi adik kelas Bagus Kahfi di Garuda Select. Namun, keduanya mengaku tidak ada jarak hierarkis yang membatasi hubungan mereka di dalam skuad. “Bagus orangnya baik banget. Ada saja yang dibahas kalau bersama dia. Suka bercanda juga,” ujar Arsa ketika dihubungi Mola TV. Tidak jauh berbeda, Nico pun mengatakan hal yang hampir senada. “Saya sering mendapat masukan dari dia, ketika melawan Huddersfield, dia pesan untuk lebih percaya diri ketika memegang bola. Ada kalanya kita harus yakin untuk menembak sendiri, tidak usah umpan ke teman,” kata Nico. Bagus memang tidak asal memberi nasehat. Ketajamannya di atas lapangan menjadi bukti bahwa pemain ini punya kapasitas untuk menjadi sosok penting di masa mendatang. Hal ini pula yang menginspirasi Arsa dan Nico untuk menampilkan kualitas terbaik. Dari sisi performa, keduanya terbilang mumpuni, terutama dalam urusan mencetak gol. Jumlah gol Arsa (5) dan Nico (7) hanya kalah dari Rafli Asrul yang mengemas sembilan gol, dan tentu saja Bagus dengan 14 golnya. “Bagus kuat dari sisi fisik, insting mencetak golnya juga sangat tinggi. Itu yang membuat saya termotivasi. Banyak pelajaran baru yang saya dapatkan dari dia juga,” ujar Nico mengomentari sosok sang senior. “Kalau berbicara termotivasi, itu sudah sejak dia pertama kali datang ke sini,” kata Arsa. Saat ini, Bagus semakin mendekati level yang dibutuhkan untuk bermain di pentas Eropa. Hal tersebut diakui langsung oleh sang pemain lewat akun Instagramnya beberapa waktu lalu. Jika segala proses berjalan lancar, bukan tidak mungkin nantinya ia akan menyusul Brylian Aldama yang sudah secara resmi bergabung ke salah satu agensi berlisensi FIFA. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Bambang Pamungkas Dukung Para Pemain Muda Berkarier di Eropa

Program Garuda Select

Jakarta, 27 Februari 2020 – Legenda sepak bola Indonesia dan klub Persija Jakarta yang baru menyatakan pensiun sebagai pemain, Bambang Pamungkas, memberikan dukungan kepada Brylian Aldama, Bagus Kahfi, dan pemain-pemain muda lainnya untuk bisa berkarier di luar negeri. Menurut Bepe, semakin banyak pemain kita yang bermain di luar negeri maka akan semakin bagus, tidak hanya bagi si pemain, tetapi juga untuk sepak bola Indonesia. Brylian yang saat ini sedang digembleng dalam Program Garuda Select di Inggris, baru saja menandatangani kontrak dengan agen pemain berlisensi FIFA asal Belanda, Forza Sports Group. Hal itu untuk membantu mengurus administrasi kepindahannya ke salah satu klub Eropa. Kabarnya Bagus Kahfi juga diminati oleh klub Eropa dan ia menyatakan siap untuk berkarier di Eropa. Berikut pendangan-pandangan Bepe, yang kini menjabat sebagai Manajer Klub Persija, menyangkut pemain-pemain muda kita, termasuk juga dukungan untuk Brylian dan Bagus. Bepe mengikuti perkembangan Program Garuda Select, walaupun hanya melalui pemberitaan di media. Menurut ia program seperti ini bukan yang pertama, dulu ia pernah juga menjalankan program Primavera, Baretti, dan juga SAD. Program-program seperti ini bagus, karena dapat memberikan pengalaman dan membuka wawasan para pemain muda kita tentang iklim kompetisi usia dini yang lebih sehat dan profesional. Namun, berkaca dari program-program sebelumnya, hasilnya belum begitu maksimal. Tentang pemain muda yang mengikuti program Garuda Select, mereka adalah pemain-pemain muda yang memiliki bakat yang sangat baik. Tidak semua pesepak bola muda di tanah air yang mendapatkan kesempatan seperti mereka, jadi pergunakan kesempatan sebaik mungkin. Bepe turut memberi saran agar berhati-hati dan pandai-pandailah memilah, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu untuk dilakukan. Karena Di era yang semakin modern seperti saat ini gangguan atau cobaan yang akan mereka dapatkan sangatlah besar, terutama dari media sosial. Mereka masih dalam pembentukan diri sebagai pemain profesional. Bepe juga berpendapat, jika semakin banyak pemain kita yang bermain di luar negeri maka akan semakin bagus, tidak hanya bagi si pemain namun juga untuk sepak bola Indonesia. Kita tentu berharap prosesnya berjalan dengan lancar, dan semoga sukses untuk Brylian dan Bagus. Sementara itu Bepe tidak memberi komentar tentang Shin Tae-yong. Sebagai pelatih timnas tentu ia (Shin Tae-yong) tahu apa yang harus dilakukan, menyangkut pemain-pemain muda kita. Saran Bepe untuk pembinaan usia muda, termasuk Program Garuda Select yaitu semoga nantinya bisa dibarengi dengan pembinaan serta kompetisi usia dini di dalam negeri yang berjenjang dan juga berkualitas, karena program seperti Primavera, Baretti, SAD, maupun Garuda Select ini hanya mencakup sebagian kecil dari bibit-bibit muda kita. Rasanya PSSI juga memiliki tanggung jawab yang sama, kepada pesepak bola muda yang lain yang berkompetisi di dalam negeri. Program Garuda Select yang merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PSSI dan Mola TV diharapkan mampu menelurkan bakat-bakat muda terbaik, yang akan menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di masa mendatang. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Bagus Kahfi Ingin Bermain Di Eropa Dan Meminta Semua Pihak Mendukungnya

Bagus mencoba melewati salah satu pemain Juventus U-17.

Bergabungnya Brylian Aldama ke salah satu agensi pemain bergengsi di Eropa membuka jalan bagi pemain lain untuk mengikuti jejak serupa. Salah satu yang berpotensi mendapatkan peluang yang sama adalah Bagus Kahfi, pemain yang berposisi penyerang di skuad Garuda Select. Sepanjang mengikuti Program Garuda Select, pemain asal Magelang itu sangat menonjol. Sejak kembali bergabung dengan Garuda Select pada akhir tahun 2019, ia bahkan telah mencetak 14 gol. Ketika ditanya soal arah kariernya ke depan oleh beberapa media yang tengah berada di Inggris yakni Bolasport, Vivanews, Bolanet, Goal, dan IDN Times, Bagus dengan mantap menjawab. “Saya 100 persen ingin berkarier di Eropa. Semua itu saya percayakan langsung kepada Dennis Wise soal ke klub mana saya akan bermain,” ucap Bagus. Hanya saja, Bagus saat ini tercatat sebagai bagian dari salah satu pemain di klub Indonesia yakni Barito Putra. Meski begitu, Bagus menyatakan bahwa ada klausul pihak klub akan mengizinkan jika ia diminati oleh klub Eropa, dan meminta semua pihak mendukungnya. “Saya punya kontrak di Barito sampai 2021, tetapi ketika berangkat untuk Garuda Select, ada klausul kalau saya ditawar oleh klub Eropa, maka Barito akan mengizinkan demi perkembangan karier saya ke depan. Semoga Barito menepati itu,” sambungnya. Tujuan dari program Garuda Select adalah mencetak pemain dengan karakter dan kualitas yang dibutuhkan untuk bermain di Eropa. Brylian Aldama menjadi contoh nyata bahwa pengembangan sepak bola usia muda yang dijalani dengan baik dan sesuai dengan tahapan yang benar, akan menghasilkan bakat menjanjikan di masa mendatang. “Semoga saja ada kesempatan menyusul Brylian. Intinya saya ingin bermain di Eropa,” tutup Bagus Kahfi. Bagus dan Brylian merupakan pemain Garuda Select angkatan pertama yang kembali dipanggil untuk mengikuti pelatihan di Inggris dan Italia pada tahun kedua ini bersama beberapa pemain lainnya. Dennis Wise selaku Direktur Teknik Garuda Select juga memanggil tiga pemain lain yakni Fajar Fathur Rahman, David Maulana, dan Risky Sudirman. Mereka bersinergi dengan pemain-pemain dari angkatan kedua dalam melakoni pertandingan melawan tim-tim dari Inggris dan Italia.

Rahasia Ketahanan Fisik Pemain Garuda Select Berusia 16 Tahun

Rafli Asrul, Pemain 16 tahun asal Enrekang, Sulawesi Selatan

Jakarta, 25 Februari 2020 – Menjalani pemusatan latihan jauh dari tanah air bukanlah perkara mudah. Terutama bagi seorang pemain muda yang baru menginjak usia 16 tahun. Berbagai tantangan, dimulai dari bahasa, budaya, hingga cuaca, menjadi pekerjaan rumah yang harus dijajaki sekaligus, demi menjadi seorang pemain berkualitas. Faktanya, itulah yang dialami seorang Rafli Asrul. Anak muda asal Enrekang, Sulawesi Selatan tersebut, merupakan salah satu pemain yang bakatnya terpantau lewat kompetisi jenjang usia muda, Elite Pro Academy. Bersama pemain-pemain lainnya, ia berangkat ke Inggris pada Oktober 2019 untuk ditempa langsung oleh dua sosok tenar di sepak bola Inggris: Dennis Wise dan Des Walker. Berbagai tantangan ternyata mampu dilewati cukup baik oleh Rafli. Beberapa waktu lalu, Mola TV merilis dirinya merupakan pemain dengan daya jelajah paling tinggi di skuad Garuda Select. Dengan kata lain, ia adalah pemain yang paling sering berlari sepanjang pertandingan. Bukan sesuatu yang mudah tentunya. Namun, performa seperti itulah yang dibutuhkan untuk menghadapi pemain-pemain berfisik apik asal daratan Inggris. Menurut Rafli pribadi, tidak sembarang pemain bisa menorehkan catatan demikian. “Kuncinya saya selalu menjaga kondisi kebugaran. Menghindari membuang waktu ke luar yang tidak perlu. Kalau sedang tidak ada latihan atau pertandingan, saya memilih beristirahat,” kata Rafli kepada Mola TV. “Pelatih meminta saya untuk terus bergerak di setiap pertandingan. Saya juga tidak menyadari bahwa ternyata saya jadi yang paling jauh jarak jelajahnya di antara pemain yang lain,” sambungnya. Dennis Wise selaku direktur teknik memang sering menekankan pentingnya kesiapan fisik. Terutama dalam menghadapi pemain-pemain asal Inggris. “Para pemain harus tetap ingat bahwa mereka sekarang berada di tempat yang pemain-pemainnya mengandalkan kekuatan fisik. Agak berbeda dengan Italia yang lebih dominan sisi tekniknya,” ucap Wise. Agenda terdekat Garuda Select adalah menghadapi Preston North End pada Selasa (25/2) di Lapangan Aspray Arena, Willenhall, Walsall, Inggris. Ini adalah tempat yang sama ketika mereka menggilas Huddersfield tiga gol tanpa balas pekan lalu. Saksikan aksi Rafli bersama Garuda Select hanya di Mola TV! Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Pemain-pemain Dengan Daya Jelajah Tinggi Di Garuda Select

Salah satu pemain yang paling aktif bergerak di setiap pertandingannya adalah Rafli Asrul

Jakarta, 23 Februari 2020 – Taktik dan strategi yang diajarkan tim pelatih kepada para pemain Garuda Select menuntut ketahanan fisik yang tinggi. Ini jelas bukan tanpa alasan, karakteristik permainan mayoritas tim-tim di Inggris, tempat mereka menimba ilmu, memang menuntut demikian. Tidak hanya sekadar kuat dalam beradu fisik, para pemain juga harus terus bergerak mengejar bola sepanjang pertandingan. Tim pelatih tidak hanya asal menuntut pemain untuk terus bergerak menjelajahi lapangan. Tapi juga memantau perkembangan setiap pekannya. Setiap pemain dibekali chip GPS pada bodi mereka di setiap pertandingan. Dari sana, bisa terlihat seberapa aktif seorang pemain bergerak. Setiap pekannya, Jake Fitzsimmons selaku pelatih fisik, mencatat data-data tersebut. Berdasarkan data yang didapat Mola TV, salah satu pemain yang paling aktif bergerak di setiap pertandingannya adalah Rafli Asrul. Sejak pertandingan pertama melawan Northampton, Oktober 2019, pemain muda milik PSM Makassar tersebut mencatatkan 132,69 km dari seluruh laga yang sudah dijalani, dengan rata-rata 16,58 km per laga. Itu merupakan catatan tertinggi di antara seluruh pemain Garuda Select. Sektor tengah memang menjadi wilayah operasi Rafli pada setiap pertandingan yang dilakoni Garuda Select. Tugas utamanya adalah sebagai penyuplai utama bola untuk lini depan yang diisi Bagus Kahfi, Arsa Ahmad, atau Alfriyanto Nico. Sambil ditopang dua gelandang dinamis lain seperti David Maulana dan Brylian Aldama. “Saya tidak memikirkan apa pun. Hanya menjalankan instruksi pelatih,” kata Rafli kepada Mola TV soal aksinya di atas lapangan. Pemain berusia 17 tahun itu juga sempat menjadi yang tersubur, sebelum predikat tersebut dipegang rekan setimnya, Bagus Kahfi. Dengan ketahanan serta daya jelajah Rafli yang mumpuni, tidak mengherankan apabila tim pelatih tidak memainkannya hanya di satu pertandingan saja, yakni ketika melawan Como. Sementara itu, di sisa laga uji coba yang lain, perannya hampir tidak tergantikan di lini tengah Garuda Select. Berikut lima besar pemain dengan jarak jelajah tertinggi di Garuda Select: 1. Muhammad Rafli Asrul Total : 132,69 km Rata-rata : 16,58 km 2. Edgard Amping Total : 121,45 km Rata-rata : 8,67 km 3. Bramdani Total : 109,1 km Rata-rata : 9,16 km 4. Fajar Fathur Rahman Total : 88,04 km Rata-rata : 9,77 km 5. Bagus Kahfi Total : 78,14 km Rata-rata : 8,68 km Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Pentingnya Komunikasi Untuk Perkuat Koordinasi Lini Belakang Garuda Select

Kakang Rudianto seorang bek Garuda Select ketika melawan Huddersfield

Jakarta, 23 Februari 2020 – Komunikasi merupakaan elemen penting yang paling sering ditekankan oleh pelatih kepada para pemain Garuda Select. Baik ketika bertahan maupun saat menyerang, koordinasi di antara para pemain merupakan kunci keberhasilan sebuah skema permainan. Pelatih Kepala Garuda Select, Des Walker, sering mengingatkan kepada para pemain untuk tetap saling berkomunikasi ketika berada di atas lapangan. “Jika para pemain tidak saling mengingatkan, skema yang diinginkan tidak akan berjalan dengan baik. Mereka harus lebih sering berteriak untuk meminta pemain di sebelahnya apa yang harus dilakukan,” katanya kepada Mola TV. Apa yang dikatakan mantan pemain Nottingham Forest tersebut benar-benar diterapkan dengan baik oleh para pemain Garuda Select. Salah satunya adalah pemain paling konsisten di lini belakang, Kakang Rudianto. Pemain asal Cianjur ini memang menjadi langganan line-up di lini belakang ketika memulai pertandingan. Bagi Kakang, komunikasi sangat penting bagi para pemain untuk tetap berada pada posisinya. Selain itu, dengan tetap saling mengingatkan, rekan-rekannya juga jadi lebih mudah dalam menjalankan transisi bermain. “Biasanya, kami saling berkoordinasi di belakang. Komando tidak harus datang dari saya, tetapi semua pemain belakang, bahkan termasuk kiper. Jadi, kami sudah tahu posisi masing-masing dan ketika ada yang keluar dari posis awai, langsung diingatkan,” kata Kakang. Setelah melakukan adaptasi selama beberapa bulan, secara perlahan tapi pasti, kemampuan para pemaindalam berkomunikasi di atas lapangan semakin membaik. Terlihat pada hasil yang diraih pada pertandingan pertama melawan Northampton, dan laga terkini menghadapi Huddersfield. “Bagi saya, permainan paling memuaskan sebagai seorang bek yaitu ketika melawan Huddersfield kemarin. Kami benar-benar fokus sepanjang pertandingan, dan semua skema berjalan dengan baik sehingga bisa terhindar dari kebobolan,” tutup pemain bernomor punggung 23 tersebut. Saksikan petualangan Garuda Select GRATIS MELALUI APLIKASI MOLA TV!

Pentingnya Program Kepelatihan Level 1 FA Bagi Skuad Garuda Select

Skuad Garuda Select

Jakarta, 21 Februari 2020 – Skuad Garuda Select angkatan kedua baru saja melakoni pertandingan melawan Huddersfield Town U18, Selasa (18/2). Dalam partai yang berlangsung di Aspray Arena, Willenhall, anak asuh Dennis Wise dan Des Walker sukses menaklukkan sang lawan dengan skor tiga gol tanpa balas. Brace Bagus Kahfi dan sepakan bebas David Maulana memastikan kemenangan tersebut. Selang beberapa hari, Garuda Select kembali mempersiapkan diri guna menyambut laga uji coba selanjutnya menghadapi Preston North End U18, Selasa mendatang. Evaluasi serta penyempurnaan taktik tentu jadi fokus utama. Namun, pembekalan bagi para pemain tidak hanya terbatas dalam hal taktik. Sebagai bekal jangka panjang, mereka diberi Program Kepelatihan Level 1 FA. Dalam program ini, seluruh pemain Garuda Select akan mendapat lisensi atau sertifikat sebagai bukti mengikuti latihan dari induk organisasi sepak bola Inggris. “Meski masih berusia rata-rata 16 tahun, mereka sudah dibekali ilmu kepelatihan langsung dari Inggris yang berguna bagi karier di masa depan,” ujar Wise, selaku Direktur Teknik Garuda Select. Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan adalah terkait pertolongan pertama dalam keadaan yang tidak diinginkan alias darurat. Di sesi tersebut, para pemain diajarkan bagaimana melakukan tindak penanganan yang tepat di saat hal-hal yang bersifat darurat semisal pingsan, tersedak, maupun cedera yang bersifat traumatik terjadi. Program pelatihan itu dirasa sangat bermanfaat oleh para pemain. Bagi mereka, mengetahui langkah-langkah penanganan situasi darurat secara tepat menjadi bekal penting untuk karier mereka. Hal itu diamini oleh salah satu peserta program pelatihan, Arsa Ahmad. “Banyak sekali hal penting yang diajarkan. Salah satunya cara menangani kondisi darurat di mana salah satu rekan terjatuh pingsan. Langkah-langkah yang dibutuhkan seperti membuka saluran pernapasannya, mengarahkan kepala menghadap ke atas, hingga mengecek detak jantungnya. Semuanya menjadi wawasan baru bagi kami,” ujar penyerang kelahiran 31 Oktober 2003 tersebut. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Bagus Kahfi Jadi Raja Gol Garuda Select

Bagus Kahfi mesin goal Garuda Select

Jakarta, 20 Februari 2020 – Torehan dua gol Amiruddin Bagus Kahfi ke gawang Huddersfield Town U18, Selasa (18/2) membawanya ke puncak daftar top skor. Total, Bagus sudah mencetak 11 gol di musim kedua bersama Garuda Select. Garuda Select tampil impresif dan mengalahkan Huddersfield Town U18 dengan skor 3-0. Satu gol lainnya dari Garuda Select dilesakkan oleh David Maulana. Menariknya, catatan 11 gol ini didapat Bagus hanya dari delapan pertandingan. Ini jelas menjadi catatan bagus bagi penggawa Timnas Indonesia U19 tersebut. “Hari ini (18/2) kami, para pemain, tampil bagus dan bisa menerapkan apa yang diperintahkan pelatih. Kami benar-benar memperbaiki beberapa hal dari pertandingan sebelumnya, termasuk bisa melewati pertandingan tanpa kebobolan,” ucap Bagus. Bagus akan kembali menjadi andalan tim asuhan Dennis Wise dan Des Walker di pertandingan selanjutnya. Garuda Select akan menghadapi Preston North End U18 pada tanggal 25 Februari. Seluruh aksi Bagus bersama Garuda Select dapat disaksikan hanya di Mola TV! Daftar Pencetak Gol Garuda Select: 11 Gol – Bagus Kahfi 9 Gol – Rafli Asrul 7 Gol – Alfriyanto Nico 5 Gol – Arsa Ahmad 2 Gol – David Maulana 1 Gol – Subhan Fajri, Ardi Ardiana, Brylian Aldama, Ferdiansyah Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Kiat Danny Holmes Untuk Garuda Select Dalam Berduel Melawan Pemain Bertubuh Besar

Asisten pelatih Garuda Select, Danny Holmes.

Jakarta, 16 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua kini tengah dalam persiapan menjelang laga uji coba ketiga mereka pascakembali ke Inggris. Usai melewati laga sengit kontra QPR U18 (4/2) dan Sheffield United U18 (12/2), armada Dennis Wise dan Des Walker akan menghadapi Huddersfield Town U18, Selasa (18/2), pukul 20:00 WIB. Dalam persiapan kali ini, tim pelatih melakukan evaluasi khusus terkait dua pertandingan terakhir di mana Rafli Asrul dan kawan-kawan kembali dihadapkan dengan tim U18 setelah sebelumnya di Italia, berhadapan dengan tim U17. Satu hal yang menjadi fokus adalah terkait duel menghadapi pemain dengan postur lebih besar. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Menghadapi pemain yang bukan hanya secara postur lebih besar, namun dari segi usia dan pengalaman lebih matang, Holmes memberikan kiat khusus bagaimana berduel melawan mereka di atas lapangan. “Kami (tim pelatih) selalu menekankan kepada pemain agar jangan lembek saat menghadapi tim-tim yang secara nama maupun postur lebih besar. Kami terkadang memberi waktu dan ruang gerak yang cukup leluasa untuk mereka. Bahkan di beberapa kesempatan, para pemain cenderung menghindari kontak fisik. Mindset itulah yang kami ubah,” ujar Holmes kepada Mola TV. Holmes menambahkan bahwa faktor yang menjadi kunci dalam berduel melawan pemain yang memiliki postur lebih besar adalah keberanian. “Berani menyundul di udara, beradu tekel, hingga melakukan kontak fisik lainnya adalah cara ampuh untuk membangun kepercayaan diri. Jika terbiasa bersikap berani, para pemain akan lebih percaya diri di lapangan dan peluang memenangi duel akan meningkat,” tungkasnya. Terkait duel versus lawan, Holmes juga memberi instruksi khusus bagi trio lini tengah yakni Rafli, David Maulana, dan Brylian Aldama. Ketiganya menurut Holmes memegang peranan pada sektor terpenting di lapangan. “Poros lini tengah juga wajib memberanikan diri untuk meladeni pergerakan lawan. Sektor tengah adalah sektor terbaik lawan sejauh ini. Jadi, kita tak boleh terpana dengan lawan, melainkan harus kerja lebih keras guna memenangi duel di lini tersebut,” tutup Holmes. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Respek dan Kelola Emosi, Pelajaran Berharga Dari Laga Kontra Sheffield United U18

Brylian Aldama saat berhadapan dengan saah satu pemain Sheffield United U18

Jakarta, 14 Februari 2020 – Garuda Select kembali melakoni laga sengit di Inggris tatkala berjumpa Sheffield United U18, Rabu (12/2). Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, berakhir dengan kemenangan tipis 2-3 untuk sang lawan. Pertandingan itu sendiri berjalan cukup seimbang lantaran kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan membuat peluang di depan gawang lawan. Gol demi gol yang tercipta pun mayoritas berjarak kurang dari lima menit. Namun, satu insiden sempat mengawali babak kedua, tepat sebelum Garuda Select dan Sheffield United U18 saling berbalas gol. Di menit ke-51, Brylian Aldama sempat terlibat kontak fisik dengan salah seorang pemain lawan, Connor Blunt. Intensitas benturan yang cukup tinggi konon memancing keributan antar kedua pemain, yang kemudian melibatkan anggota tim dari kedua kubu. Panasnya tensi yang terjadi saat itu berujung hadiah kartu merah untuk Brylian dan Blunt. Insiden tersebut sontak jadi pelajaran tersendiri bagi skuad asuhan Dennis Wise dan Des Walker. Melawan pemain yang dari sisi usia dan pengalaman lebih matang, Garuda Select tetap mampu tampil apik dan memberi perlawanan hingga mengimbangi lawan dari perspektif permainan. Namun, tambahan pelajaran penting yang didapat kali ini adalah dalam hal respek dan manajemen emosi. Sebagai sebuah tim, wajar jika para pemain secara spontan membela Brylian. Yang patut dihindari adalah meluapkan emosi dengan cara yang salah. Dari insiden di pertandingan tersebut, Kakang Rudianto dan pemain lainnya bisa belajar bagaimana untuk tetap mengendalikan emosi agar mampu menjaga sikap. Dan yang tak kalah penting, tetap menaruh rasa hormat alias respek pada lawan dan pengadil di lapangan. Hal itu diakui Kakang, yang dalam insiden tersebut tampak mengambil peran cukup besar. Bek asal Cianjur itu mengaku banyak belajar soal respek pada lawan dan mencoba untuk menahan diri dari tindakan tidak terpuji di atas lapangan. “Saya tidak pernah punya niat untuk bertindak kasar pada lawan. Pada kenyataannya, saya tidak melakukannya. Pertandingan secara umum berlangsung terbuka. Kami saling support selama pertandingan. Semoga kami bisa memperbaiki penampilan di pertandingan selanjutnya,” ujar Kakang kepada Mola TV. Hal positif juga dilontarkan pelatih Sheffield United U18, Derek Geary, khususnya terkait respek. Melalui komentarnya, ia memberikan teladan bagaimana menaruh rasa hormat pada lawan. “Kredit untuk Garuda Select karena mereka mampu memberi tekanan bagi kami, terutama di babak kedua. Pertandingan secara keseluruhan berlangsung kompetitif. Saya melihat banyak kualitas di tim Garuda Select. Semoga kita bisa bertanding lagi suatu saat nanti,” tutur Geary. Selain perihal teknis, sejatinya banyak hal yang bisa dipelajari para pemain selama mengikuti rangkaian program dan pertandingan, termasuk soal respek dan manajemen emosi. Di sisa bulan Februari ini, Kakang dan kawan-kawan akan menghadapi dua laga uji coba yakni menghadapi Huddersfield U18 (18/2) dan Preston North End U18 (25/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Mendapat Pelajaran Penting Dari Pertandingan Melawan Sheffield United

Peningkatan signifikan terlihat dari permainan Garuda Select jika dibandingkan saat menghadapi QPR pekan lalu. Dalam pertandingan ini, penguasaan bola Brylian Aldama dkk

Jakarta, 12 Februari 2020 – Saat melawan Sheffield United, Rabu (12/2) malam waktu setempat, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, dan pelatih kepala, Des Walker, hanya melakukan satu pergantian pemain dari laga melawan Queens Park Rangers pekan lalu. Hanya Kakang Rudianto yang mengisi posisi Ridyan Taufiq dalam susunan 11 pemain saat memulai laga. Posisi penjaga gawang masih diserahkan kepada Rizky Sudirman. Demikian halnya dengan poros lini tengah yang tetap menjadi milik trio David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul. Garis terdepan diisi Ferdiansyah dan Bramdani, yang mengapit sang ujung tombak, Bagus Kahfi. Peningkatan signifikan terlihat dari permainan Garuda Select jika dibandingkan saat menghadapi QPR pekan lalu. Dalam pertandingan ini, penguasaan bola Brylian Aldama dkk. terbilang lebih baik. Beberapa usaha lawan untuk masuk ke wilayah pertahanan juga berhasil dihalau dengan baik. Meski demikian, belum ada gol tercipta sepanjang babak pertama. Garuda Select mulai menguasai keadaan ketika memasuki babak kedua. Sempat kebobolan lebih dahulu pada menit ke-62, tim arahan Dennis Wise dan Des Walker tersebut membalikkan keadaan dalam tempo dua menit. Bagus Kahfi dan Rafli Asrul kembali memperlihatkan produktivitasnya di depan gawang dengan gol yang mereka cetak. Bagus menyamakan kedudukan pada menit ke-63, sedangkan Rafli mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-65. Kedua pemain ini sama-sama mengantongi sembilan gol untuk Garuda Select. Di sisa pertandingan, Sheffield mampu memanfaatkan waktu yang ada. Mereka mencetak dua gol lewat Angelo Capello (67’) dan Antwoine Hackford (71’) untuk kembali unggul hingga akhir pertandingan. Setelah laga, Dennis Wise menyampaikan pandangannya soal penampilan Garuda Select. “Para pemain harus lebih berani dan cepat dalam mengambil keputusan, terutama ketika lawan mendekati sektor pertahanan. Jika tidak bertindak cepat, lawan semakin punya banyak pilihan dalam menyerang,” ucapnya. Lawan-lawan yang dihadapi Garuda Select selama di Inggris berusia lebih tua yakni 18 tahun. Sementara itu, mayoritas usia pemain Garuda Select, terutama angkatan kedua, baru 16 dan 17 tahun. Artinya, lawan-lawan di Inggris jauh lebih matang dari berbagai segi. Pemilihan lawan dengan usia lebih tua bertujuan untuk mengasah mental serta kemampuan para pemain agar siap menghadapi karier profesional. Saksikan perjuangan Garuda Select GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis!

Kembalinya Duet Kakang-Dodi di Lini Belakang Garuda Select

Dodi Irawan dan Kakang Rudianto

Jakarta, 12 Februari 2020 – Kakang Rudianto kembali dipercaya mengisi daftar 11 pemain yang memulai pertandingan sejak awal di skuad Garuda Select. Menghadapi Sheffield United U18 di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham, pada Rabu (12/2), pemain asal Cianjur tersebut kembali diduetkan dengan Dodi Irawan. Ini adalah pertama kalinya sejak 17 Desember 2019, Kakang dan Dodi mengisi daftar starting line-up. Terakhir kali mereka memulai pertandingan bersama adalah ketika menghadapi Swindon Town di lapangan yang sama. Setelah itu, pelatih secara bergantian memasangkan keduanya dengan pemain lain. Kini, dengan hasil yang diraih melawan QPR pekan lalu, Kakang punya tambahan motivasi untuk tampil lebih baik. “Tim sudah latihan, pelatih sudah memberi masukan apa saja yang harus dilakukan nanti. Intinya, para pemain harus lebih berani berduel dan tidak kalah mental dari lawan. Kami diminta untuk bermain lebih simpel dan efektif, soal hasil kita lihat nanti,” ujar Kakang kepada Mola TV. Sheffield United U18 jelas bukan lawan sembarangan. Produk akademi mereka termasuk yang paling baik kualitasnya di Inggris. Sebut saja nama-nama seperti Phil Jagielka, Kyle Walker, bahkan bek termahal dunia saat ini, Harry Maguire, pernah menimba ilmu di sana. Dengan lawan berkualitas seperti Sheffield, banyak pelajaran yang bisa diambil Kakang dkk. dari pertandingan nanti. Hal ini pula yang membuat Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, merasa optimistis. “Saya yakin mereka bisa bermain lebih baik kali ini karena dilihat pada pertandingan babak kedua (melawan QPR), mereka bermain lebih baik. Saya senang melihat cara mereka bereaksi terhadap permainan lawan di sisa pertandingan,” kata Dennis. Setelah The Blades, masih ada Huddersfield (18/2) dan Preston North End (25/2) yang harus dihadapi Kakang dkk. di sisa waktu Februari 2020. Saksikan perjuangan Kakang dan kawan-kawan di Garuda Select saat menghadapi Sheffield United U18 GRATIS hanya melalui aplikasi Mola TV. Ikuti terus perkembangan Garuda Select hanya di Mola TV. Download aplikasi Mola TV di App Store dan Google Play untuk bisa menonton secara resmi, mudah, dan gratis! Contact Person

Bahas Pengembangan Sepakbola Usia Dini, Risma Ingin Investasi Jangka Panjang

Tri rismaharani dan pelatih Tranmere Rovers

SURABAYA – Dua pelatih klub sepakbola Tranmere Rovers, Daniel O’Donell dan Matthew Hunter bertemu wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Senin (10/2/2020). Tranmere Rovers Football Club adalah klub sepakbola profesional yang berbasis di Birkenhead, Merseyside, Inggris, yang berdiri sejak tahun 1884. Setelah berbincang-bincang, mereka langsung memberikan coaching clinic kepada 25 anak Surabaya di Gelora 10 November, Tambak Sari Surabaya. “Mereka datang ke sini memberikan coaching untuk 25 anak Surabaya dan itu gratis,” kata Risma. Mereka merencanakan keberangkatan anak-anak Surabaya untuk berlatih ke klub Transmere Rovers. Pemerintah Kota Surabaya bisa mengirimkan 10 anak untuk berlatih ke Inggris. Jika mengundang pelatih ke Surabaya, kuota anak yang mendapatkan pelatihan jadi lebih banyak. “Kami masih komunikasikan apakah bisa seperti itu. Kita cari yang terbaik. Kalau mereka bisa kita undang ke sini dan bersedia, maka akan lebih banyak lagi anak yang bisa kita latih,” ungkap Risma. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang, khususnya di bidang sepakbola. Karena itu, Risma optimistis investasi ini bisa membuahkan hasil. “Saya percaya sangat yakin, kalau kita konsisten maka suatu saat anak Surabaya yang punya bakat dan serius di sepakbola akan bisa naik,” ujarnya. Sementara itu, pelatih Tranmere Rovers Daniel O’Donell berterima kasih karena disambut baik oleh Wali Kota Surabaya. “Kali ini kami ingin memberikan sedikit pelatihan untuk anak-anak di Surabaya. Selain itu hal ini tentunya untuk meningkatkan hubungan sister city antara Surabaya dan Liverpool serta antara Transmere Rovers dengan Surabaya,” kata Daniel. Menurut Daniel, Risma memiliki rencana yang bagus untuk masa depan sepakbola di Surabaya. Bahkan, ia berharap ingin menjadi bagian dalam perkembangan sepakbola di Surabaya dengan memberikan pelatihan untuk para pelatih dan pemain dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Jelang Hadapi Sheffield, Duet Bagus-Rafli Semakin Padu

Bagus-Rafli semakin padu di Garuda Select

Jakarta, 9 Februari 2020 – Garuda Select angkatan kedua tengah dalam persiapan menghadapi laga uji coba berikutnya setelah sebelumnya meladeni jamuan tuan rumah QPR U18, Selasa (4/2). Pertandingan pertama pasca kembali ke Inggris itu diwarnai hujan gol dengan skor 8-5 untuk QPR. Meski takluk dari sisi skor, Garuda Select berhasil memberi perlawanan sengit dan menorehkan lima gol lewat permainan apik. Dua nama yang paling menonjol di laga itu adalah Bagus Kahfi dan Rafli Asrul. Keduanya terlibat dalam seluruh gol yang diciptakan anak asuh Dennis Wise dan Des Walker. Bagus mencatat sejarah dengan menjadi pemain Garuda Select pertama di season kali ini yang sukses mencatatkan quat-trick alias empat gol dalam satu pertandingan. Ketajaman striker kelahiran 16 Januari 2002 itu tengah memuncak. Dalam tujuh laga uji coba terakhir, Bagus hanya absen mencetak gol di dua laga. Sementara itu sang kompatriot, Rafli, juga tak kalah mentereng. Sumbangsih satu gol dan dua assist juga menjadikannya salah satu protagonis dalam laga tersebut. Selain urusan mencetak gol, pemain milik PSM Makassar U16 itu juga membuktikan kepiawaiannya dalam hal memberi assist. Kedua pemain kini menduduki posisi puncak daftar pencetak gol Garuda Select. Namun, mereka enggan memuji diri sendiri dan lebih mengedepankan tim. “Performa saya tidak lepas dari usaha tim secara keseluruhan. Berkat mereka, saya mampu mencetak empat gol. Kita kerja keras dan berjuang bersama,” ujar Bagus kepada Mola TV. Menyambut laga uji coba selanjutnya, Bagus juga menyebut targetnya untuk mempertahankan penampilan apik seperti yang dipertontonkan di laga terakhir. “Lawan Sheffield nanti, kami ingin menerapkan permainan kami seperti di babak kedua ketika menghadapi QPR,” tambah saudara kembar Bagas Kaffa itu. Dalam tiga hari mendatang, Garuda Select akan menghadapi lawan berikutnya, yakni Sheffield United U18. Pertandingan rencananya akan digelar di Lapangan Birmingham County FA, Ray Hall Lane, Birmingham. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat