Optimisme Pertina Kota Sungai Penuh Dalam Ajang Porprov Jambi 2018

Pertina-Kota-Sungai-Penuh-Tinju

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi akan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Kabupaten Bungo dan Tebo. Demi mematangkan kesiapannya, semua kontinten yang berpatisipasi di Porprov Jambi sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa membawa nama harum masing-masing kota/kabupaten. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sungai Penuh. Pertina Kota Sungai Penuh, yang sangat optimis bisa membawa harum nama Kota Sungai Penuh di ajang Porprov. Maka dari itu, Pertina Kota Sungai Penuh terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. “Kita fokus mempersiapkan diri menyongsong Porprov Jambi 2018. Kita berharap hasil terbaik demi mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” jelas Ketua Pertina Kota Sungai penuh, Alpian. Alpian yang juga didampingi oleh Sekretaris Pertina, Dedi Iryanto, usai rapat pengurus dengan pelatih Pertina Kota Sungai Penuh. Seperti dikutip dari tribunjambi, segala persiapan dari mulai menggelar try out dan menambah fasilitas untuk latihan atlet. Dan, tentunya akan memberikan bonus kepada peraih medali Porprov 2018. “Kita juga akan melengkapi atlet dengan peralatan tanding yang di butuhkan,” sebutnya. (pah/adt)  

10 Fakta Menginspirasi Dari Muhammad Ali Yang Belum Diketahui

Kekelaman menyelimuti hati banyak orang diseluruh dunia dunia kehilangan seorang legenda tinju kelas berat dunia, yaitu Muhammad Ali. Ia lahir pada 17 Januari 1942, meninggal dunia pada 3 Juni 2016, di usia 74 tahun. Ali memang sudah tiada, guys! Namun namanya akan tetap abadi. Tak hanya prestasi di ring tinju yang bersinar, sikap patriot Muhammad Ali terhadap sesama membuat Ia tak hanya dikenal sebagai atlet, tetapi juga tokoh berjasa bagi dunia. Masyarakat dunia merasa kehilangan seorang pahlawan. Ya, selain seorang juara tinju yang pernah memegang sabuk kelas berat WBC, WBA dan merebut medali emas Olimpiade Roma 1960, Ali yang juga dijuluki “The Greatest” itu juga dikenal sebagai aktivis kemanusiaan. Sejumlah penghargaan diraih berkat kedermawanannya kepada sesama. Salah satu aksi Ali, ketika berani menentang kebijakan wajib militer di Amerika Serikat untuk ikut Perang Vietnam. Kendati sikapnya trrsebut Ia dihukum denda sebesar 10 ribu dolar dan dilarang bertinju. Saat itu, dukungan banyak dihantarkan ke Ali sampai-sampai akhirnya dia kembali bertinju di atas ring. Aksi itu hanya segelintir sikap dari fakta hidup seorang Muhammad Ali. Seperti dikutip dari SINDOnews (berdasar World Boxing News), Ini 10 fakta lainnya dari Ali yang jarang diketahui dan bisa menjadi sumber inspirasi. 1. Awal karier Ali dari kisah konyol Kisah Ali dalam mengawali karir yakni kehilangan sepeda. Yap. Kemudian, seorang polisi meminta Ia berlatih tinju agar bisa mempertahankan barang atau hal apapun secara mandiri. Sejak itulah, Ali belajar dan menekuni tinju. 2. Pernah Menyalakan Obor Olimpiade Pada 1996, Ali mendapat sebuah kehormatan. Ia diminta menyalakan obor Olimpiade Atlanta. Sebagai seorang atlet, hal itu suatu kehormatan besar buatnya. 3. Janji Ali Dipertarungan Sebelum pertarungan, Ali sempat berjanji akan membuat lawannya, Archie Moore, tumbang di ronde keempat. Saat pertarungan berlangsung di Memorial Sports Arena, Los Angeles, California, 15 November 1962, benar saja, Moore dibikin KO di ronde keempat. Mantap! 4. Menciptakan Kemenangan Tercepat Dalam sejarah pertinjuan, Ali pernah menciptakan kemenangan tercepat, loh.. Saat itu Ia menghadapi Sony Liston di Civic Center, 25 Mei 1964, Ali menghadapi lawannya sampai roboh hanya dalam 20 detik. Wow, bukan?! 5. Tolakan Ali Ke Perang Vietnam Yap, seperti yang sudah diceritakan diatas, Ali pernah menolak masuk militer Amerika Serikat selama masa Perang Vietnam karena menurutnya perang itu tidak dianjurkan dalam Islam. Dan Ia pun sempat dilarang bertinju. Namun, karena mendapat dukungan yang besar. Akhirnya Ia ke ring tinju kembali. 6. Aktivis Pembela Warga Kulit Hitam Sejak aksi kemanusiaan Ali yang paling hebat diatas, Ia dikenal sebagai aktivis pembela warga kulit hitam. Walau aksinya sempat mengakibatkan didenda sebesar 10 ribu dolar dan semua gelar juara yang telah didapat dilepas, tapi Ali tetap mendapat banyak dukungan. Sehingga Ia bisa kembali berkarir di atas ring dan juga mendapat julukan hebat. 7. Ali Juga Pernah Kalah, Ia Telan kekalahan dengan Profesional Kekalahan pertamanya waktu itu saat melawan Joe Frazier tahun 1971. Dan Ia menerima dengan profesional. Tiga tahun kemudian, Ali membalas kekalahan dalam pertarungan “The Fight of the Century”. 8. Ali vs Chuck Wepner jadi sumber inspirasi Pertarungan Ali vs Chuck Wepner jadi sumber inspirasi. Tahukah kamu? Film bertema tinju yang terkenal, Rocky, terinspirasi dari pertarungan itu. Ali Sempat roboh di ronde kesembilan, namun Ali berbalik menang TKO di ronde ke-15. 9. Ali Jadi Petinju Kelas Berat Pertama Muhammad Ali dikenal petinju kelas berat pertama yang memenangkan gelar juara sebanyak tiga kali. 10. Aksi Ali Lainnya Saat itu Ali turun langsung untuk menyelamatkan warga Amerika Serikat yang disandera di Irak. Ia berani mendatangi Saddam Hussein untuk membebaskan sandera. Dan…benar saja, para tawanan bisa pulang dengan selamat. Sepuluh fakta tadi pasti membuat kita menjadi teringat, mengenang atau bahkan terkejut akan hal yang belum diketahui tentang Muhammad Ali. Semoga salah satu fakta diantaranya, bisa menginspirasi kita dalam hal apapun. Yap, sosok Muhammad Ali memang sungguh bisa menginspirasi bagi kita semua. Ali memang telah tiada di dunia ini, namun kebaikan dan kisahnya tetap ada sepanjang masa di dunia ini. Terimakasih telah menginspirasi! Semoga tenang disana, Muhammad ‘The Greatest All Time’ Ali!

Setelah Kejurda, Atlet Tinju Tangsel Dipersiapkan Ikuti Kejurnas di Maluku

atlet-tinju-tangsel-terbaik

Setelah mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir di Mako Brimob, Cilegon, Serang beberapa waktu lalu. Kini, para atlet tinju Tangsel terus digembleng untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar) di Maluku, 2018 mendatang. Ajang kejurnas ini, merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto mengatakan, akan mempersiapkan lima atlet tinju Tangsel terbaik untuk mengikuti Kejurnas PPLP di Maluku. “Kami sudah mempersiapkan lima atlet untuk Kejurnas nanti. Sebenarnya, ada enam atlet yang kami siapkan. Namun, karena kuota hanya lima atlet jadi tiga atlet putri kita akan terus bersaing dan menyisihkan satu atlet,” papar Sunarto. Tambahnya, para atlet tinju putra dan putri Tangsel memiliki prospek yang sangat baik. Mereka berlatih secara serius dan penuh semangat. Sunarto juga mengungkapkan, bahwa pembinaan atlet harus dilakukan sejak usia dini. “Pembinaan atlet harus di mulai sejak dini. Jadi, mereka ini merupakan program jangka panjang, nanti dipersiapkan atlet popda dan kejurda. Nanti, masuk usia youth bisa masuk kejurnas, kita siapkan mereka. Selanjutnya, program Pra PON dan PON,” tuturnya. Tangsel sendiri di percaya Provinsi Banten untuk dijadikan PPLP bagi atlet-atlet tinju di Banten. Terdapat lima atlet, empat diantaranya atlet Tangsel dan satu atlet dari Lebak. Ini merupakan suatu kebanggan bagi Kota Tangsel.tutup Sunarto (pah/adt)

Atlet Tinju Tangsel Raih 10 Medali di Ajang Kejurda Tinju Amatir

atlet-tinju-tangsel

Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Banten baru saja dilaksanakan 6-8 Oktober lalu di Mako Brimob, Cilegon, Serang, Banten. Berbagai atlet daerah, datang untuk menjajal ketangguhan di atas ring. Atlet Tangsel pun, cukup menggembirakan dengan prestasi di ajang Kejurda. Mereka mampu menyabet total 10 medali dengan rincian 4 emas, 4 perak dan 2 perunggu. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto sangat bangga dengan raihan prestasi yang dicapai oleh atlet Tangsel. “Saya bangga dan salut dengan semangat perjuangan mereka hingga menghasilkan prestasi terbaik buat Tangsel,” ucap Sunarto kepada nysnmedia.com Sunarto juga berharap, setelah ajang Kejurda mereka terus berlatih dan mengasah kemampuaan mereka serta memperbaiki kekurangan pada saat bertanding. “Terus berlatih dan fokus untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” pukasnya. Berikut nama-nama Atlet Tangsel yang memperoleh medali: 1. M Yunus medali emas di nomor 48kg 2. Kiki medali emas di nomor 48kg 3. Nurma medali emas di nomor 57kg 4. Aida medali emas di nomor 60kg 5. Marcella medali perak di nomor 46kg 6. Yaska medali perak di nomor 54kg 7. Fahmi medali perak di nomor 49kg senior 8. Hervian medali perak di nomor 75kh senior 9. Rian medali perunggu di nomor 44kg 10. Samuel medali perunggu di nomor 48kg. (pah/adt)

Atlet Tinju Cantik Ini Menjadi Primadona Disaat Bertanding

Nurmafadilla-tinju

Berparas cantik itu yang menjadi daya tarik para pria. Tapi, apa masih menjadi daya tarik para pria jika wanita tersebut merupakan atlet tinju? Nurmafadilla, atlet tinju putri yang dimiliki Tangerang Selatan mempunyai wajah cantik nan manis. Nurma sapaan akrabnya, mengawali tinju karena ajakan sang pelatih Sunarto. Namun, dibalik kecintaannya terhadap tinju, Nurma yang bercita-cita sebagai pramugari atau menjadi taruni di Akademi Kepolisian. “Sebenernya cita-cita aku mau jadi pramugari, tapi aku punya cita-cita juga jadi Akpol. Jadinya, aku punya cita-cita dua deh,” terang Nurma kepada nysnmedia.com. Ditambah keinginan sang bunda, yang berkeinginan Nurma untuk menjadi pramugari. “Apalagi jadi pramugari, mamah aku mempunyai keinginan salah satu anaknya ada yang bisa jadi pramugari,” ucapnya. Ketika bertanding dalam berbagai kejuaraan pun, Nurma menjadi primadona dan menjadi daya pikat bagi atlet-atlet tinju pria. Apalagi di mata teman-temannya, Nurma disebut “Madona” nya anak Tangerang Selatan. “Ya, aku dibilang sama temen-temen sekolah aku madonanya anak Tangsel. Kalau lagi tanding juga, banyak yang deketin aku dan banyak yang bilang aku cantik. Aku juga bingung,” pukas gadis belia yang bersekolah di SMA Negeri 7 Tangsel ini. Nurma pun, mengajak kepada wanita lain untuk berolahraga. Menurutnya, kecantikan wanita akan semakin bertambah jika berolahraga. “Jangan bilang cantik kalau belum rasain gimana rasanya menjadi atlet tinju,” tutupnya. (pah/adt)

Pertina Tangsel Optimis, Meskipun Hanya Memiliki 3 Orang Pelatih

pertina-tangsel

Melihat masih kurang minatnya pecinta tinju di Tangsel, dan juga masih sedikitnya atlet tinju Tangsel, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pertina (Persatuan Tinju Amatir) Tangsel. Pengurus Pertina Tangsel, Sunarto pun, melihat perkembangan tinju di Tangsel belum maksimal. Ditambah, sedikitnya klub tinju yang ada menjadi kendala. Saat ini, hanya ada Boxing Camp Tangsel yang di kelola Sunarto. “Dulu banyak klub-klub tinju di Tangsel, tapi tidak berjalan dengan baik. Sekarang hanya ada Benteng Boxing Camp dan disitu juga ada kelas SMP,” ujarnya. Meski demikian, atlet-atlet tinju Tangsel rata-rata mempunyai prestasi di tingkat Provinsi. Ditambah sarana dan prasarana yang belum maksimal, masih menjadi kendala Pertina. “Fasilitas sudah cukup untuk mereka latihan, meski masih ada kekurangan. Saya hanya berharap, prasana perlu di tambah dan juga pelatih. Saat ini hanya ada tiga pelatih yakni saya sendiri, Suherman dan Julio Versa,” pukasnya. (pah/adt)

Setelah Popnas, Pertina Tangsel Siapkan Atlet Tinju Terbaik Untuk Kejurda

atlet-tinju-pertina-tangsel

Pada pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) ke XIV yang telah berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada 10-21 September lalu, Kota Tangsel patut bangga di cabang olahraga (Cabor) Tinju. Dua atlet tinju Tangsel atas nama Faris dan Nurma tembus hingga babak 8 besar. Bisa dikatakan prestasi ini cukup baik untuk atlet Tangsel yang masih muda. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Tangsel, Sunarto mengatakan, dari hasil POPNAS XIV, Pertina Tangsel akan terus melakukan evaluasi untuk mempersiapkan atlet-atletnya mengikuti ajang selanjutnya. “Ya, pastinya akan selalu kami evaluasi. Atlet-atlet ini akan kami terus berikan training center untuk POPNAS selanjutnya,” ucap Sunarto. Sunarto juga menambahkan, atlet-atlet yang masih muda ini mempunyai prospek yang cukup panjang. Pertina juga telah membuat program untuk seluruh atlet tinju yakni 20 atlet tinju. “Atlet-atlet ini sudah masuk program saya. Masih ada lagi atlet muda Tangsel yang akan mempunyai prospek panjang,” terangnya. Atlet-atlet tinju Tangsel ini, nantinya akan di persiapkan untuk mengikuti Kejurda di Makobrimob Serang. “Oktober nanti, akan kami persiapkan atlet terbaik Tangsel untuk mengikuti Kejurda 6-8 Oktober mendatang,” ungkapnya. (pah/adt)

Tinju Bukan Hanya Di Dominasi Oleh Pria, Dara Cantik Asal NTT Inipun Sanggung Menyabet Segudang Prestasi

Erniwati Ngongo, petinju binaan PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT. Sosok petinju putri yang Pukulan straight dan long hook ditakuti lawan. Ciri khasnya saat berlaga di atas ring tinju cukup lincah. Petinju putri binaan Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang satu ini memiliki gaya bertanding mix antara gaya boxer dan tipe petinju bergaya fighter. Dikutip dari Pos Kupang, Petinju kelahiran Camme, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ini menggeluti cabang olahraga tinju sejak duduk di kelas satu SMP Kristen Waimangura, Kabupaten SBD. ia menuturkan Tentang mengapa tertarik olahraga keras seperti tinju, Erni mengaku awalnya melihat orang latihan tinju dan ia tertarik mengikutinya. “Awalnya saya tertarik ketika melihat orang-orang yang lagi latihan tinju di halaman sekolah. Lalu saya coba-coba latihan. Ternyata saya mampu melayangkan pukulan dengan baik. Saat latihan awal, gaya bertinju saya dipoles oleh pelatih karena saat itu baru duduk di bangku kelas satu,” tutur Erni. Meskipun Erni memang memang menggeluti olahraga keras, ia juga masih memiliki sisi feminim dan juga memiliki sejumlah hobi yang terpendam. “Erni juga hobi menggambar. Dan biasanya hasil gambar Erni simpan di lemari dan juga suka fashion,” akunya Putri pasangan Petrus Wunu K Delo dan Martha Ngongo ini juga ternyata memiliki segudang prestasi yang cukup meyakinkan sejak ia menggeluti olahraga keras ini. Sejumlah prestasi yang pernah diraih Erni, yakni medali emas Youth Girls Kelas 52 Kg pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) TinjuNTT di Kota Maumare tahun 2015. Erni juga meraih medali emas Youth Girls Kelas 57 Kg Kejuaraan Tinju Walikota Kupang Cup tahun 2016. Selain itu, Erni meraih medali emas Youth Girls Kelas 57 Kg Kejurnas PPLP tahun 2016 di Kupang. Masih dalam tahun yang sama, petinju putri berambut ikal ini meraih medali perak pada Kejuaraan Tinju VN Cup Kelas 57 Kg serta meraih medali perak perebutan Piala Ketua Pertina Kota Kupang kelas 60 kg elit women. “Terakhir Erni meraih medali perak di Pekan Olahraga Daerah (Popda) NTT tahun 2016 kelas 57kg. Dan satu prestasi spektakuler yang baru diraihnya, yakni menyabet medali emas klas 57 kg youth girl di Kejurnas Tinju Amatir Junior dan Youth Girls tahun 2017 yang berlangsung 1-7 Agustus 2017 di GOR Oepoi, Kota Kupang,” ujarnya. Erni mengatakan, keberhasilnya meraih medali emas di sejumlah even tinju karena dukungan pelatih Karel Muskanan, dan Yanto Fallo, yang intens melatihnya sejak bergabung di PPLP Dispora NTT. “Semua itu tentu tidak lepas dari sentuhan teknik para pelatih Om Karel Muskanan dan Om Yanto Fallo yang terus melatih kami petinju PPLP NTT secara intensif sejak tahun 2015 lalu. Dan yang paling utama karena campur tangan Tuhan atas semua hal yang terjadi, khususnya prestasi yang diraih Erni,” katanya.

Pernah Kehabisan Nafas Di Atas Ring Saat Olahraga Tinju, Gadis Ini Bangkit Lagi Untuk Wujudkan Impiannya Menjadi Polwan

kiki-tinju

Bertarung di atas ring, olahraga tinju di yakini sudah ada pada masa yunani kuno tahun 688 SM, dan ternyata di afganistan tinju itu biasa di geluti oleh kaum hawa. Di Indonesia gadis belia yang bernama panjang Kiki Anjelina Tarigan ini merupakan siswi kelas 9 di SMPN 1 Tangsel, minatnya terhadap tinju bisa dikatakan adalah atlet baru. Meskipun baru, Kiki sudah menuai berbagai prestasi dalam bidang olahraga ekstrim tersebut. Menurut Kiki tinju wanita itu unik. “Saya berlatih tinju mulai bulan Febuari tahun 2016 ketika duduk di kelas 7. Sekarang tergabung dalam club Benteng Boxing Camp. Menurut saya tinju itu unik, tidak hanya laki laki yang bisa bermain tinju dan saya terinspirasi dari para petinju wanita lainya yang salah satunya juga saya idolakan, Ronda Rousey dan Amanda Nunes.” ujar Kiki. Kiki menambahkan bahwa ada peningkatan di dalam dirinya yang ia rasakan setelah berkecimpung dalam olahraga tinju. “Lewat tinju, saya bisa menambah keberanian, wawasan dan berbagai prestasi.” lanjutnya. Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, beberapa prestasi yang telah diraih Kiki antara lain: 1. Juara 1 Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VII tingkat Provinsi Banten tahun 2016 2. Juara 1 Kejuaraan Daerah Tinju Amatir tahun 2016 3. Juara 1 Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Tangsel tahun 2016 4. Juara 1 Kejuaraan Daerah tahun 2017 Kiki menceritakan kepada NYSN, awalnya ketika berlatih tinju sang mama tidak mengizinkan, karena pandangan mamanya, olahraga tinju cukup beresiko. “Mama sempat tidak mengizinkan karena khawatir dengan jenis olahraganya, tetapi papa dan kakak saya mendukung dan menyetujuinya. Pada akhirnya mama saya menyetujui karena melihat bakat yang saya miliki dalam olahraga tinju.” kata Kiki. Sempat mengalami kendala ketika sedang menjalani pertandingan, membuat Kiki lebih fokus untuk meningkatkan kemampuannya. “Waktu saya sedang mengikuti kejuaraan tinju di padenglang, saya sempat mengalami kehabisan nafas di atas ring. Karena saat itu fisik saya juga sedang tidak stabil. Dari situ saya mulai berpikir untuk mencoba dan meningkatkan fisik saya agar dapat lebih baik lagi.” tutur remaja kelahiran Jakarta, 4 Maret 2003 tersebut. Siswi yang mengakui bahwa olahraga tinju tidak membosankan baginya ini, juga mengatakan bahwa keluarga, pelatih serta para sahabatnya sangat berpengaruh dalam prestasi-prestasi yang telah didapatkannya. Kiki mengatakan, bahwa ia mempunyai cita-cita ingin menjadi polwan sekaligus pelatih tinju. “Saya bercita-cita menjadi Polwan dan pelatih tinju. Yang penting terus berjuang, jangan pernah berhenti mencoba. Dalam setiap keberhasilan pasti ada kegagalan, dan kegagalan akan mengantarkan kita menuju kesuksesan.” tutupnya.(crs/adt)

Tiga Petinju Akan Ikuti Kejurnas Kapolri Cup

tiga petinju akan berlaga di kejurnas. Foto: sindonews

Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan optimis mengirim tiga atlet terbaik di kelasnya untuk tampil pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup 1, di Jambi, 17-22 Juli 2017. Ketiga petinju tersebut yaitu Joshua Holy Mashior (kelas 49 kg), Blasius Karoup (kelas 60 kg) dan satu petinju putri, Indri (48 kg). Mereka akan didampingi dua orang pelatih, yakni Firmanto Muis dan Alberts Lala’ar. Menurut lansiran Sindonews.com, Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali mengatakan ketiga petinju tersebut merupakan atlet-atlet terbaik di kelasnya. Maka dari itu, Ara-panggilan akrabnya, berharap agar semua bisa tampil maksimal serta pulang membawa medali di Kejurnas Kapolri. Sementara itu, Ketua Harian Pertina Sulsel, DR Joni Muis, menambahkan pengurus yang baru terpilih akan konsentrasi ke pembinaan atlet menuju PON XX di Papua, khususnya pembinaan petinju usia muda. “Kami sudah mempersiapkan atlet-atletnya untuk menghadapi sejumlah event yang akan digelar di Indonesia. Selain Kejurnas Kapolri Cup di Jambi, kami juga tengah persiapan mengikuti Kejurnas tinju junior di Kupang dan Wapres Cup,”jelas Joni yang dilansir Sindonews.com

Pernah Mimisan Karena Tinju, Pemuda ini Tetap Ngotot Kejar Prestasi Demi Masuk Universitas Negeri

Pernah Mimisan Karena Tinju, Pemuda ini Tetap Ngotot Kejar Prestasi Demi Masuk Universitas Negeri

Layaknya petarung sejati dengan istilah man to man, merupakan kebanggaan tersendiri bagi kesatria olahraga tinju, berdiri di atas ring beralaskan matras, juga menggunakan sarung tangan tebal di percaya mampu melindungi tubuh dari pukulan yang berakibat fatal. Rheza Nugroho Widiyanto merupakan seorang atlet tinju muda yang bersinar di belantika sasana kejuaraan tinju, Rheza sudah mengantongi banyak medali berkat prestasinya dalam olahraga tinju. Pelajar yang baru saja naik ke kelas 12 di SMAN 7 Tangsel ini mengatakan kepada NYSN bahwa berlatih tinju karena ingin punya keahlian dan juga untuk beladiri. “Waktu itu sebelum saya masuk SMP saya ikut kelas olahraga. Kebetulan ada olahraga tinju dan kebetulan juga ada teman saya yang ikut. Saya juga ingin punya keahlian dan punya kemampuan beladiri.” ungkap Rheza. “Saya memilih tinju karena tinju itu seni beladiri yang agung. Bagaimana kita bisa memukul lawan tapi lawan tidak bisa memukul kita. Otot saja tidak cukup, tapi kepintaran yang menentukan kemenangan seorang petarung.” lanjut Rheza. Menekuni olahraga tinju sejak kelas 6 SD, dan hingga saat ini Reza telah mengumpulkan berbagai prestasi, diantaranya: 1. Medali perak Kejurda tingkat provinsi 2013 2. Medali emas Popda tingkat Provinsi 2014 3. Medali perunggu Kejurnas PPLP medan 2015 4. Medali perak Popda tingkat Provinsi 2016 5. Medali emas Porkot tingkat Kota 2016 6. Medali perak Kejurnas PPLP tingkat Nasional 2016 7. Medali perak Kejurnas umum se-Indonesia 2016 8. Medali perak Kejurda tingkat Provinsi 2017 9. Medali perunggu Kejurda tingkat Provinsi 2017 10. Medali emas Rookie Fight se-Indonesia 2017 Walaupun kadang jadwal pertandingan bersamaan dengan waktu belajar di sekolah, sehingga Rheza harus meminta izin kepada pihak sekolah untuk mengikuti pertandingan, tetapi bagi Rheza itu bukan masalah dan dirasa tidak mengganggu nilai-nilainya. Rheza menambahkan bahwa dirinya pernah cidera pada saat pertama kali ikut pertandingan. “Waktu pertama kali ikut pertandingan, hidung saya bocor, pecah dan mimisan. Kejadian itu menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan.” kata Rheza menceritakan pengalamannya. Remaja berusia 17 tahun tersebut juga mengatakan kepada NYSN bahwa terkadang ia kurang menyukai jika harus mengontrol berat badannya beberapa minggu sebelum menghadapi pertandingan.(5/7) “Hal yang kurang saya sukai itu biasanya sebelum pertandingan harus mulai mengontrol berat badan. Karena tinju itu olahraga yang menggunakan kategori sesuai berat badan kita dalam pertandingan, jadi setiap kita mau bertanding kita harus mempertahankan berat badan, tidak boleh overweight, karena jika sampai overweight kita harus menanggung resikonya misalnya tidak bisa ikut bertanding.” ujarnya Rheza juga mengatakan, selain harus menjaga berat badan agar tetap stabil, dirinya juga harus jaga pola makan serta latihan yang teratur. Biasanya, beberapa hari sebelum pertandingan, Rheza menghindari nasi dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Menurut remaja yang bercita cita ingin menjadi seorang polisi atau tentara, berprestasi di bidang olahraga tinju bisa membantunya untuk masuk ke Universitas Negeri dengan menggunakan beberapa sertifikat kemenangan yang sudah dimilikinya. Rheza juga berencana akan menggunakannya ketika lulus dari SMA dan mendaftar ke Universitas yang diinginkannya melalui jalur prestasi. “Setelah lulus SMA nanti rencananya mau daftar di UNJ. Sebenarnya masih bingung jurusan apa, tapi kalaupun saya ambil bidang olahraga otomatis saya tetap akan di olahraga tinju. Nanti setelah selesai kuliah saya mau melanjutkan pendidikan wajib militer karena saya ingin menjadi polisi atau tentara.” jelas Rheza. “Jangan takut untuk ikut tinju, tinju itu olahraga seni bukan olahraga yang mematikan dan berbahaya. Semua orang bisa ikut tinju dari anak kecil sampai dewasa, pria maupun wanita semua bisa ikut tinju untuk melatih ketangkasan dan beladiri.” pesannya (crs/adt)