SEA Games 2021. Presiden Joko Widodo: Raih Prestasi Setinggi-tingginya

Saat pelepasan kontingen Indonesia di Istana Negara (9/5) Presiden Joko Widodo berharap tim Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam tetap menorehkan prestasi dengan raihan medali sebanyak-banyaknya meski dilakukan perampingan jumlah kontingen dari SEA Games sebelumnya. “Saya ingin kontingen yang sekarang, yang tadi disampaikan oleh Menpora lebih ramping. Tetapi kita semuanya, masyarakat Indonesia ingin kontingen ini meraih prestasi yang setinggi-tingginya, meraih medali yang sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara kita, bangsa kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi. Presiden mengatakan, pada SEA Games Singapura 2015 Indonesia berada di peringkat ke-5, kemudian SEA Games Malaysia 2017 di peringkat ke-5, dan SEA Games Filipina 2019 berada di peringkat ke-4. Presiden Jokowi menargetkan Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada SEA Games di Singapura 2015 lalu, Indonesia meraih peringkat kelima. Kemudian saat penyelenggaraan SEA Games di Malaysia, Indonesia juga menempati posisi kelima. Sedangkan saat SEA Games 2019 di Filipina, Indonesia meraih peringkat keempat. “Kali ini kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita bisa masuk ke ranking ketiga, kedua, atau yang kesatu,” harap Jokowi. “Memang bukan hal yang mudah. Tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas. Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, kontingen SEA Games ke-31 di Vietnam pada hari ini saya berangkatkan,” kata Jokowi. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini pihaknya menerapkan paradgima baru dalam pembinaan prestasi olahraga terutama setelah lahirnya UU Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimana target utama pretasi olahraga adalah peringkat olimpiade sementara SEA Games dan Asian Games hanya sasaran antara. “Diharapkan dengan cara seperti ini, maka atlet yang diberangkatkan serta nomor pertandingan dari cabang olahraga yang diikuti benar-benar didasari dari track record catatan prestasi serta pertimbangan objektif lainnya. Bukan berdasarkan alasan subjektif,” ujar Menpora Amali.   Sumber: Kemenpora

Presiden Joko Widodo Melepas Tim Indonesia Menuju SEA Games 2021 

Senin (9/5) pagi Presiden Joko Widodo melepas Tim Indonesia menuju SEA Games 2021 Vietnam tahun 2022 di Istana Negara. Turut hadir Menpora Zainudin Amali para menteri kabinet, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, Ketua Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia SEA Games 2021 Vietnam Ferry J Kono serta para atlet tim SEA Games 2021. Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Menpora Amali mengawali dengan menyampaikan terimakasih atas nama kontingen Indonesia karena telah berkenan menerima dan melepas secara resmi kontingen Indonesia. Kemudian, Menpora Amali menyampaikan bahwa pengiriman kontingen Indonesia SEA Games Vietnam 2021 berbeda dengan pengiriman atlet pada SEA Games Filipina 2019 yang lalu. Sebab, saat ini telah dilakukan perubahan mendasar yakni perubahan paradigma dalam pembinaan prestasi olahraga nasional. “Mempedomani arahan bapak Presiden pada peringatan Haornas ke-37 tahun 2020 yang lalu kepada kami dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional. Maka, lahirlah Desain Besar Olahraga Nasional dan telah dikuatkan oleh Perpres nomor 86 tahun 2021 yang menjadikan target utama pembinaan prestasi olahraga nasional adalah peringkat Indonesia di tingkat dunia pada setiap olimpiade. Sedangkan Asian Games dan SEA Games ditempatkan hanya sebagai sasaran antara saja,” kata Menpora Amali Menurut Menpora Amali, dalam penentuan keikutsertaan kontingen Indonesia pada setiap multi event olahraga internasional didasarkan pada hasil rekomendasi tim review yang terdiri dari para akademisi, praktisi, perwakilan KONI dan perwakilan KOI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mochammad Asmawi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Diharapkan dengan cara seperti ini, maka atlet yang diberangkatkan serta nomor pertandingan dari cabang olahraga yang diikuti benar-benar didasari dari track record catatan prestasi serta pertimbangan objektif lainnya. Bukan berdasarkan alasan subjektif,” harapnya Pada SEA Games 2021 kontingen yang berangkat berjumlah 776 orang, terdiri dari atlet 499 orang, ofisial 214 orang, pendamping 63 orang dengan mengikuti 318 nomor pertandingan dari 31 cabang olahraga. Jumlah ini jauh berkurang bila dibandingkan dengan kontingen Indonesia yang dikirimkan ke SEA Games ke-30 di Filipina tahun 2019 yang lalu yaitu 1304 orang, terdiri dari atlet 841 orang, ofisial 300 orang dan pendamping 163 orang. “Walaupun jumlahnya berkurang tetapi diharapkan tetap dapat menjadi tolak ukur pembinaan prestasi olahraga nasional,” ujar Menpora Amali. Sementara itu, dalam arahannya, Presiden Jokowi berharap meski dilakukan perampingan kontingen. Namun tetap meraih prestasi yang tinggi dan medali sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara dan bangsa Indonesia. Presiden mengatakan, pada SEA Games Singapura 2015 Indonesia berada di peringkat ke-5, Kemudian SEA Games Malaysia 2017 di peringkat ke-5, dan SEA Games Filipina 2019 berada di peringkat ke-4. “Kali ini, kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita bisa masuk ke rangking yang ke-3, yang ke-2 atau yang ke-1. Memang, bukan hal yang mudah, tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas,” ujar Presiden Jokowi. Sumber: Kemenpora

Asnawi Mangkualam Perkuat Lini Pertahanan Timnas U-23

Pemain belakang Tim U-23 Indonesia, Asnawi Mangkualam sudah bergabung di Vietnam untuk SEA Games 2021. Sebelumnya dia absen di laga perdana karena tenaganya dibutuhkan Ansan Greeners di Liga 2 Korea Selatan. Pemain 22 tahun sudah ikut latihan pada Minggu (5/5) di lapangan komplek Stadion Viet Tri. Namun, dia masih harus berlatih terpisah untuk fokus pemulihan. “Tentunya senang bisa kembali bergabung dengan teman-teman disini,” kata Asnawi. “Saya berharap semua pemain mempersiapkan diri lagi untuk laga selanjutnya, karena tiga pertandingan sisa sangat penting di penyisihan grup karena kami wajib memenangkan untuk melaju ke babak berikutnya,” lanjutnya. Asnawi juga memberikan kabar terbaru setelah alami cedera serius di laga terakhir bersama Ansan Greeners. Dari tayangan video, terlihat kaki eks PSM Makassar itu tertekuk setelah jatuh dengan tumpuan yang kurang sempurna. “Kondisi alhamdulillah baik. Mungkin ada sedikit rasa ganjal bagian engkel dan masih proses pemulihan. Semoga secepatnya bisa kembali pulih dan bermain. Tapi harapannya sudah main laga berikutnya,” imbuh Asnawi Mangkualam. Untuk lawan Timor Leste esok hari, Asmawi mengimbau agar Tim U-23 tidak meremehkan lawan. Semua tim yang ikut SEA Games 2021 sudah pasti lakukan persiapan dengan baik jadi harus diwaspadai. “Tentunya semua tim yang main di SEA Games ini pasti bagus. Kita tak bisa anggap remeh lawan. Yang penting semua pemain fokus, bisa konsentrasi untuk bisa menangkan laga karena lawan Timor Leste penting karena harus tiga poin supaya bisa lebih baik lagi di sisa laga,” tukas pemain asal Makassar tersebut.   Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Tidak Boleh Anggap Remeh Timor Leste

Menyusul kekalahan atas Vietnam besok Garuda Muda wajib kerja keras untuk capai target tiga poin. Kemenangan jadi harga mati untuk membuka peluang lolos ke semifinal SEA Games 2021. Gelandang Tim U-23 Indonesia, Marselino Ferdinan mengingatkan rekan-rekannya agar tak anggap remeh Timor Leste yang jadi lawan kedua di Grup A SEA Games 2021 pada Selasa (10/5) di Stadion Viet Tri. “Pastinya kondisi saya dan tim cukup baik dan siap lawan Timor Leste. Kita tak boleh anggap remeh semua tim di fase grup,” ujar Marselino. “Untuk lawan Timor Leste, kita serahkan semuanya sama Tuhan. Kami tinggal bekerja keras untuk bangsa dan Tanah Air,” imbuhnya. Menurut Marselino, semua pemain Timnas U-23 sudah dapat evaluasi dari pelatih Shin Tae-yong pasca kekalahan dari Vietnam di laga perdana Grup A SEA Games 2021. Para pemain Tim U-23 diminta tidak lakukan kesalahan yang sama. “Intinya coach Shin sudah berikan masukan untuk evaluasi diri sendiri dan lihat laga kemarin. Yang baik diambil dan yang buruk dibuang,” kata Marselino. Lebih lanjut, Pemain 17 tahun milik Persebaya Surabaya itu mengabarkan Timn U-23 sudah dapat lapangan latihan yang lebih bagus. Hal itu membuat persiapan lebih maksimal untuk lawan Vietnam. Sebelumnya, Timnas U-23 dua kali dapat lapangan latihan yang kurang memadai atau tidak sesuai standar untuk event internasional. “Bersyukur untuk itu karena buat kita nyaman latihan dengan sentuhan kita. Kalau lapangan bagus kan lebih enak,” tutur adik dari Oktafianus Fernando itu. “Buat pendukung Timnas, terima kasih sudah mendukung sampai saat ini. Tetap support kami sampai selesai,” pesan Marselino untuk pendukung Timnas Indonesia di Tanah Air. Sumber: PSSI

Menpora Percaya dan Optimis Akan Garuda Muda

Usai kekalahan Garuda Muda atas Vietnam 3 gol tanpa balas Menpora Zainudin Amali masih percaya dan optimis kepada pelatih dan punggawa Timnas U-23. Kepercayaan itu disampaikan Menpora Amali usai menjadi inspektur upacara pada pengukuhan atlet SEA Games Vietnam 2021 di di Hall A Basket Senayan, Jakarta, Minggu (8/5). Menurutnya, masih ada beberapa pertandingan lagi yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemain Indonesia. “Saya kira pertandingan masih ada beberapa kali, kita percaya kepada pimpinan cabang olahraga, kita percaya kepada pelatih, dan kita percaya kepada atlet atau pemain,” kata Menpora Amali. Timnas Indonesia sendiri masih menyisakan tiga pertandingan yang akan dijalani Timnas U-23 pada fase grup. Yakni melawan Timor Leste (10 Mei), Filipina (13 Mei), dan Myanmar (15 Mei). “Kita beri kesempatan kepada mereka, masih ada kesempatan beberapa kali lagi,” tambah Menpora. Di pertandingan selanjutnya, Timnas U-23 diyakini bakal tampil lebih baik karena akan kedatangan Elkan Baggott dan Asnawi Mangkualam yang menyusul ke Vietnam.   Sumber: Kemenpora

SEA Games 2021. Fachruddin Aryanto: “Harus Mati-matian!”

Kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga perdana jelas berat bagi pasukan Garuda Muda. Namun, para pemain harus bangkit dan mengambil pelajaran berharga dari pertandingan tersebut. Hal itulah yang disuarakan kapten timnas U-23 Indonesia, Fachruddin Aryanto. Dia bilang kalau banyak kesalahan yang dilakukan para pemain saat lawan Vietnam dan menyebabkan tiga gol bersarang di gawang Adi Satriyo. Organisasi permainan, utamanya jadi perhatian dia. “Sebagai pemain, jelas kami kecewa terutama babak kedua, organisasi mudah sekali kebobolan. Tapi ini belum selesai masih ada 3 pertandingan, peluang lolos terbuka lebar,” ungkap Fachruddin Aryanto. “Mudah-mudahan anak-anak bisa belajar.Secara organsasi lebih baik lagi. Kami tahu ini baru pertandingan pertama, kami harus mati-matian tiga laga akhir untuk menang biar bisa lolos ke semifinal,” sambung dia. Hal senada juga disuarakan oleh Ricky Kambuaya. Dia bilang kalau pertandingan lawan Vietnam jadi pelajaran yang sangat penting untuk Tim U-23 Indonesia. “Tapi yang penting kami akan berusaha maju dan memperbaiki semuanya. Intinya kami akan berjuang, lawan selanjutnya akan berusaha menang semuanya agar lolos,” ujar Kambuaya. “Menurut saya kami harus lawan diri sendiri, di atas kertas kami unggul tapi ini berat menjadi kami jangan sampai anggap remeh, tetap fokus harus berusaha bekerja sama lebih baik,” tutup Kambuaya. Setelah ini, timnas U-23 Indonesia akan bersua Timor Leste, Selasa, 10 Mei 2022. Lalu, mereka akan menghadapi Filipina (13 Mei), dan lawan Myanmar (13 Mei) pada laga pamungkas Grup A. Sumber: PSSI  

SEA Games 2021. Garuda Muda Jalani Latihan Pemulihan Jelang Laga Kontra Timor Leste

Pelatih Shin Tae-yong yakin Indonesia bisa bangkit pada pertandingan sisa di Grup A. Usai kalah dari tim U-23 Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Jumat (6/5) ia ingin mengubah suasana. Pada Sabtu (7/5), Garuda Muda mendapatkan porsi latihan pemulihan setelah pertandingan melawan Vietnam. Tim U-23 Indonesia masih punya tiga pertandingan lagi untuk bangkit. “Jadi, persiapan dari saya mengubah suasana karena kami kalah lawan Vietnam jadi saya ingin ubah suasana dahulu supaya menang lawan Timor Leste,” ungkap Shin Tae-yong. “Kami harus fokus terus hingga pertandingan final, karena saya ingin tim ini bertemu dengan Vietnam lagi di final,” sambung dia. Setelah ini, timnas U-23 Indonesia akan bersua Timor Leste, Selasa, 10 Mei 2022. Lalu, mereka akan menghadapi Filipina (13 Mei), dan lawan Myanmar (13 Mei) pada laga pamungkas Grup A. “Jujur saya belum tahu soal tim-tim sisa di Grup A jadi menurut saya, mungkin Myanmar atau Filipina yang terkuat,” jelas Shin. “Kami kalah dari Vietnam, Kami tak mau cari alasan lagi, pantas kalah, apalagi tanpa Asnawi, Elkan, dan Arhan, jadi tak 100 persen, sangat disayangkan,” tutup dia. Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Kalah di Laga Perdana Shin Tae-yong Akui Keunggulan Vietnam

Pada laga perdana Grup A cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2021 di Stasion Viet Tri, Jumat (6/5) tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam. Garuda Muda takluk 0-3 dari tuan rumah Bietnam. Tiga gol Vietnam dilesakkan oleh Nguyen Tien Linh (54’), Hung Dung Do (74’), dan Do Le Van (84’). Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, mengakui kekalahan ini. Ia pun mengucapkan selamat kepada Vietnam. “Memang kami kalah dengan skor 3-0, jadi saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vietnam. Tapi juga gol pertama itu sudah pasti offside, tetapi tidak diputuskan offside,” ujar Shin Tae-yong. “Mungkin memang sebagai tuan rumah mereka dapat keuntungan. Namun dengan kebobolan satu gol itu suasana keseluruhan tim kami langsung berubah dan itu sangat disayangkan,” tambahnya. Ia menilai para pemain telah bermain baik, walaupun hasil tak memihak. Meski begitu, pelatih berumur 52 tahun itu menilai Indonesia masih punya peluang meraih emas. “Memang, pemain Ronaldo dan Marselino masih muda dari Timnas U-18. Ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Apalagi melawan tim paling kuat, yaitu Vietnam,” ungkap pelatih asal Korea Selatan tersebut. “Untuk kartu AS (tiga pemain senior) memang sangat baik, tapi sayang kami kalah. Tetapi kompetisi baru dimulai (masih ada peluang emas).” Selanjutnya, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Timor Leste pada Selasa (10/5).   Sumber: PSSI  

Tetap Fit Meski Off Season ala Coach Jenny SMA Methodist 2 Medan

Sobat Muda NYSN meski saat ini sedang off season tidak ada salahnya kamu tetap menjaga kebugaran tubuh agar tetap fit. Berikut ini ada tips latihan ala coach Jenny pelatih dari SMA Methodist 2 Medan yang bisa bikin kamu tetap produktif seperti disarikan dari www.dbl.id Step up / Naik turun tangga Olahraga step up atau naik turun tangga adalah latihan untuk melatih tubuh bagian bawah. Olahraga ini cocok untuk kalian yang ingin menguatkan otot paha depan, paha belakang, glutes, dan betis. Kalau tidak ada tangga, naik turun bangku juga bisa menjadi alternatif. Skipping Bagi coach Jenny, skipping atau jump rope cocok banget buat nambah stamina kalian selama berlatih di rumah. Skipping dapat membakar kalori di tubuh lebih banyak karena membutuhkan konsentrasi lebih saat melakukan olahraga ini. Tapi, hati-hati ya saat melakukan skipping. Jangan sampai ototmu kaku dan bahkan cidera saat melakukan olahraga ini. Kuncinya, tali skipping harus sesuai dengan tinggi tubuhmu. Jangan kepanjangan, jangan kependekan juga, ya! Burpees Burpees juga jadi salah satu olahraga pilihan coach Jenny untuk tetap menjaga tubuh tetap in-shape. Soalnya, burpees ini cocok banget untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh. Selain itu, burpees juga bisa membakar kalori dan melatih otot inti di tubuh. Wall Sit Kalau kamu ingin melatih tubuh bagian bawah dengan olahraga yang tidak terlalu berat, wall sit jadi jawaban paling tepat untukmu. Olahraga ini sangat mudah dilakukan. Kalian bisa melakukan olahraga ini dengan menirukan posisi saat duduk di kursi dengan punggung menempel di dinding. Pastikan posisi wall sit kalian membentuk sudut 90 derajat di pinggul dan lutut. Sumber: DBL

SEA Games 2021. Triathlon dan Duathlon Diharapkan Bisa Mendapat Medali Emas

Timnas Triathlon Indonesia telah berangkat ke Hanoi, Vietnam (6/5) untuk berlaga di SEA Games. Dilepas oleh Deputy I CdM Arlan Perkasa Lukman, dan manajer Patricia Cresida Mariska di bandara Soekarno-Hatta. Ada 12 atlet Triathlon dan Duathlon, serta atlet dayung dan Wushu masing-masing satu orang. Keberangkatan ini sudah sesuai dengan aturan pemerintah yang memperhatikan beberapa hal. “Keberangkatan atlet dilakukan sesuai tahapan. Disesuaikan dengan jadwal kompetisi,pemerintah menyatakan tiap atlet harus berangkat dua hari sebelum lomba. Mereka akan pulang sehari setelah kompetisi selesai,” terang Arlan. “Ada beberapa penyesuaian karena beberapa olahraga butuh waktu untuk aklimatisasi. Itu sebabnya ada beberapa atlet yang berangkat lebih dulu,” tambah Arlan. Cabang Triathlon dan Duathlon menang empat medali saat SEA Games in 2019 dan mereka berharap memenangkan medali lagi di Hanoi. “Tidak ada target spesifik tapi cabor Triathlon dan Duathlon memenangkan medali di SEA Games sebelumnya. Kami harap dengan persiapan yang solid mereka setidaknya bisa memenangkan medali emas.” tutup Arlan   Sumber: NOC

Asian Games Hangzhou 2022 Ditunda Akibat Merebaknya Wabah Covid-19

Setelah merebaknya kasus Covid-19 baru di China panitia Asian Games ke 19 dan Olympic Counsil of Asia (OCA) akhirnya memutuskan untuk menunda perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut. Sejatinya Asian Games ke 19 akan berlangsung di kota Hangzhou, China dari tanggal 10 sampai 25 September 2022. Baik nama mau pun logo Asian Games 2022 tidak akan berubah. Kapan waktu diadakannya kembali Asian Games 2022 akan diumumkan setelah diadakannya kembali diskusi antara OCA, Chinese Olympic Committee (COC) dan HAGOC. Sejak terpilih menjadi tuan rumah Asian Games ke 19 provinsi Zhejiang telah menunjukkan progress kemajuan meski dibawah bayang-bayang Covid-19. Meski begitu di beritakan persiapan Asian Games akan terus berlangsung.

Kejuaraan Dunia IWF 2022. Rizki Juniansyah Pecahkan Rekornya Sendiri

Pada Kejuaraan Dunia Junior IWF kelas 73 kilogram tahun lalu Rizki Juniansyah bukan saja memenangkan nomor snatch, clean and jerk dan total tapi juga memecahkan rekor dunia. Pada nomor snatch Rizki Juniansyah mulai angkatan pertama dengan berat 147kg. Kemudian pada percobaan kedua dia menaikkan beban dan mencoba memecahkan rekornya sendiri. Dengan upaya terbaiknya Rizki akhirnya memecahkan rekornya sendiri dengan beban lebih 1kg dari rekor sebelumnya. Pada nomor Clean & Jerk sukses mengangkat 185kg dan langsung memenangkan nomor ini. Pada percobaan kedua Rizki mencoba mengangkat 195kg tetapi gagal. Kejuaraan Dunia IWF Yunior 2022 berlangsung di Herakliom, Yunani.

Jalani Laga Perdana Bersama U-23 Marc Klok: Harus Menang!

Persiapan Garuda Muda untuk berlaga di SEA Games 2021 sudah dilakukan jauh-jauh hari. Anak asuh Shin Tae-yong menjalani persiapan di Korea Selatan dan Jakarta sebelum bertolak ke Vietnam. Gelandang Tim U-23 Indonesia, Marc Klok mengatakan bahwa dirinya dan seluruh pemain sudah siap menjalani laga perdana di Grup A melawan Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Jumat (6/5). “Persiapan kami sangat baik. Kami sudah banyak latihan untuk persiapan, video meeting, latihan taktik, set piece dan kami sudah tidak sabar untuk menang,” kata Marc Klok. “Jadi semua sudah siap. Kami sudah persiapan di Korea. Kami sudah merasa dalam kondisi bagus untuk bermain,” jelas pemain naturalisasi asal Belanda tersebut. Marc Klok menilai Vietnam tim yang bagus apalagi mereka juara bertahan dan bermain di kandang sendiri. “Mereka main di kandang sendiri dan itu pasti keuntungan. Namun kami tidak fokus ke mereka, tetapi ke diri sendiri dan itu lebih penting,” jelasnya. Rasa antusias juga tak lepas dari debut yang akan dicatatkan Klok. Pemain Persib Bandung itu berharap debutnya bersama timnas Indonesia berujung manis. “Target saya di turnamen ini juara. Melawan Vietnam harus menang. Vietnam harus tahu siapa kita. Pasti menang dan Klok cetak gol,” tukasnya.

SEA Games 2021. Kickboxing Bukan Sekedar Kuda Hitam

Timnas kickboxing Indonesia telah berangkat ke Vietnam untuk berpartisipasi di SEA Games ke 31 di Hanoi, Vietnam. Deputi I Chef de Mission (CdM) Arlan Perkasa Lukman percaua bahwa tim kickboxing bisa lebih dari sekedar “Kuda Hitam.” “Ketua PP KBI ingin kickboxing menjadi kuda hitam, akan tetapi dia juga yakin bahwa kickboxing Indonesia bisa pada level yang sama di Asia Tenggara” kata Arlan. Arlan yakin para atlet telah mempersiapkan yang terbaik dan perlu menikmati pertandingan. “Persiapan berjalan lancar dan sekarang waktunya tampil. Atlet perlu ingat untuk menikmati pertandingan. Kita melihat Merah Putih berkibar hari ini dan kami berharap bendera Merah Putih terbang paling tinggi di Vietnam.” tambah Arlan. Arlan juga mengingatkan bahwa atlet harus kuat mental dan tidak terbawa suasana diluar lapangan. “Nikmati pertandingannya, apa pun yang terjadi tetap tersenyum. Para atlet telah siap. Semangat tempur mereka luar biasa. Semua masalah yang dihadapi di Vietnam kita hadapi dengan senyum dan tetap teguh,” tambah Arlan. Manajer timnas kickboxing Nurosi Nurasjati setuju dengan pernyataan tersebut. “Delapan atlet, lima pria dan tiga wanita siap bertanding di dua nomormen, full-contact dan low-kick,” kata Rosi. Rosi menjelaskan PPKBI ingin menyamakan catatan SEA Games Manila 2019. Dimana Indonesia mendapat dua medali perak dan enam medali perunggu. “Setidaknya itu adalah target kita. Para atlet telah menunjukkan kemajuan yang pesat. Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat kita bisa mendapat medalu emas.” tutup Rosi.

SEA Games 2021. Ketum PSSI Optimis Garuda Muda Raih Medali Emas

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan optimis Tim U-23 Indonesia meraih kemenangan pada laga melawan tuan rumah Vietnam, Jumat (6/5) besok. “Kami optimistis Garuda Muda mampu mengalahkan Vietnam. Apalagi saat ini tim dalam kondisi bagus dan permainan terus meningkat setelah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan,” kata Iriawan. Pertandingan tersebut akan dihelat di Stadion Viet Tri, Phu Tho pada pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi laga perdana kedua tim di grup A SEA Games 2021. Grup A diisi oleh Timor Leste, Filipina, dan Myanmar. Babak semi final dan final akan digelar pada 19 dan 22 Mei mendatang. Baik timnas Indonesia mau pun Vietnam merupakan unggulan di grup A untuk lolos ke babak selanjutnya. “Saya terus memantau dan mendapat laporan terkait perkembangan tim. Saat ini dua pemain yakni Asnawi Mangkualam dan Elkan Baggott belum bergabung bersama tim. Namun, 18 pemain yang ada saat ini sudah siap tempur dan akan bekerja keras di laga nanti. Mudah-mudahan pada SEA Games 2021 ini, Indonesia dapat meraih emas di sepak bola,” tambahnya.        

SEA Games 2021. Timnas U-23 Latihan Perdana Jelang Kontra Tuan Rumah

Sebanyak 18 pemain Timnas U-23 terlihat menjalani latihan perdana di Vietnam, Rabu (4/4) siang untuk persiapan pertandingan SEA Games 2021. Dua pemain yakni Elkan Baggott dan Asnawi Mangkualam belum bergabung bersama skuad Garuda Muda. Latihan digelar di Lapangan Bai Bang, Phu Tho dan berlangsung selama 90 menit. “Hari ini kami memulai latihan di lapangan karena semalam hanya latihan pemulihan kondisi setelah tiba disini. Kami latihan eksekusi atau skema bola mati, serta terus mematangkan taktik dan strategi,” kata Shin Tae-yong. “Kondisi pemain hingga saat ini sangat baik dan siap melakoni laga perdana melawan Vietnam. Meski begitu, lapangan yang kami pakai untuk latihan hari ini rumputnya tidak bagus dan tidak cocok untuk sepak bola modern saat ini,” tambahnya. Sementara itu, gelandang Saddil Ramdani mengatakan bahwa dirinya menikmati latihan hari ini. Ia merasa dalam kondisi baik dan enjoy. “Tadi kami diberikan latihan bagaimana strategi saat set piece. Kami siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia di ajang SEA Games 2021 ini. “Namun saat latihan, lapangan yang kami saya rasa tidak bagus. Banyak lubang dan berpasir. Namun ini bukan menjadi alasan kami, melawan Vietnam di laga perdana tentu menjadi laga yang penting dan kami berjuang keras demi meraih kemenangan,” kata Saddil. Pertandingan Indonesia akan melawan Vietnam pada Jumat (6/5) di Stadion Viet Tri. Laga tersebut akan kick off pada pukul 19.00 WIB.    

Main Tenang Ganda Putra Pramudya/Yeremia Melaju ke Final Badminton Asia Championship 2022

Pasangan ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan memastikan tempat di final Kejuaraan Asia 2022. Pramudya/Yeremia sukses menyingkirkan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di semi final lewat drama rubber game 22-20, 13-21, 21-18. Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila hari Sabtu (30/4), kedua pasangan tampil atraktif. Jual beli serangan terus terjadi sepanjang laga, tetapi ketenangan membuat Pramudya/Yeremia berhasil memanfaatkan kesempatan. “Yang pasti senang bisa masuk ke final, tapi kami tidak mau terlalu euforia dulu karena masih ada pertandingan besok,” ucap Pramudya. “Hari ini kami bermain lebih tenang, fokus, dan terus menyerang. Karena shuttlecocknya kencang jadi siapa yang berinisiatif menyerang, mereka lah yang punya kesempatan besar untuk menang,” sambung Yeremia. Bagi Pramudya/Yeremia ini adalah kemenangan kedua melawan Fajar/Rian di ajang resmi. Sebelumnya Pramudya/Yeremia juga menang di perempat final Hylo Jerman Terbuka 2021 dengan skor 21-11, 25-23. “Dibanding pertemuan terakhir, hari ini Fajar/Rian bermain lebih rapat. Kami beruntung bisa kembali menang,” tutur Yeremia. “Tadi di gim kedua, Fajar/Rian mengubah pola permainan. Kami kaget dan kurang bisa mengantisipasi. Di gim ketiga kami lebih siap,” sahut Pramudya. Di babak final, pasangan nomor 22 dunia itu akan menantang ganda Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pramudya/Yeremia mengaku tidak sabar untuk bertemu mereka. “Ini akan jadi pertemuan pertama kali kami dengan mereka. Kami harus menyiapkan stamina ekstra, siap capek, dan all out. Kami tidak sabar untuk pertandingan besok,” ujar Pramudya.   Sumber: PBSI

Kalahkan Chico Jonatan Christie Lanjut ke Final Badminton Asia Championship 2022

Laga tunggal putra Badminton Asia Championship 2022 yang mempertemukan sesama pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo berakhir dengan skor 21-9, 18-21, 21-16. Sebelumnya Jonatan telah melangkah ke final Swiss Terbuka dan Korea Terbuka dengan hasil satu juara dan satu runner up. “Hasil ini bagi saya sebenarnya tidak hanya hasil dari kerja keras saya saja, ada campur tangan Tuhan juga dan peran pelatih pastinya. Coach Irwansyah benar-benar melatih saya dan tim tunggal putra dengan kualitas yang cukup bagus,” kata Jonatan. “Jadi memang kami sebelum Jerman Terbuka sudah jalan latihan, satu setengah bulan dengan metode pelatihan yang menurut saya cukup bagus itu sangat cukup. Semoga latihan yang baik ini diiringi dengan hasil yang serupa,” lanjut Jonatan. Di laga final Jonatan akan menantang tunggal Malaysia Lee Zii Jia. Rekor pertemuan mereka adalah 4-1 untuk keunggulan Jonatan tapi di pertemuan babak pertama All England 2020 Jonatan kalah dengan dengan skor 15-21, 13-21.  

Cedera Pinggang Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti Terpaksa Mundur BAC 2022

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terpaksa mundur dari babak semi final Kejuaraan Asia 2022. Jordan mengalami cedera pinggang sejak babak perempat final kemarin. Jordan/Melati yang berhadapan dengan ganda China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong sebenarnya sudah sempat tampil di gim pertama. Namun pergerakan Jordan yang sangat terbatas membuat pasangan nomor lima dunia itu memutuskan mundur di awal gim kedua. Di gim pertama mereka tertinggal 8-21. “Jordan ada masalah dengan pinggangnya. Mulai terasa sejak babak perempat final kemarin. Tadi coba main dulu tapi ternyata tidak maksimal,” ucap Vita Marissa, pelatih yang mendampingi Jordan/Melati. “Sekarang dia akan recovery dulu, saya harap tidak terlalu parah dan bersiap untuk turnamen selanjutnya,” tambah Vita. Sementara Jordan mengaku merasakan sakit, sehingga pergerakannya sangat terbatas. “Saya sudah minum obat dan terapi kemarin, tapi tadi pas main sakitnya sangat terasa. Pergerakan terbatas, jadi daripada lebih parah nantinya, saya memutuskan untuk mundur,” kata Jordan.

SEA Games 2021. Voli Bertekad Pertahankan Tradisi Emas

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Gugi Gustaman menilai target timnas voli putra dan putri Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam Mei mendatang dapat dibilang tidak mudah, karena harus mempertahankan prestasi medali emas. “Beban kita di SEA Games nanti lumayan berat. Karena mempertahankan sebuah prestasi di kejuaraan apalagi di negara lain memang berat,” kata Gugi Gustaman usai mendampingi Menpora Amali meninjau Pelatnas Voli di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/4). Meski begitu ia tetap optimis anak asuh Jeff Jiang Jie (tim Putra) dan Risco Herlambang (tim putri) mampu mempertahankan tradisi medali emas. “Tapi, saya optimis dan mau tidak mau ya harus dipertahankan, karena di SEA Games bola voli ini sudah diambil oleh Indonesia,” imbuhnya. Bagi Gugi Pro Liga dianggap cukup untuk mengasah dan mematangkan para atlet voli. “Pro Liga ini bagian dari program, tidak terpisah sehingga pematangannya cukup sehingga begitu masuk ke pelatnas tinggal pengenalan diri dan peningkatan fisik. Dari Pro Liga ke timnas ini kan masa transisi nah dari masa transisi ini yang harus dimainkan,” ujar pelatih Alko Bandung ini. Timnas voli yang akan turun di SEA Games Vietnam ini menurutnya akan mampu menujukkan penampil maksimalnya terlebih Indonesia saat ini memiliki track record yang bagus di kancah Asia Tenggara. “Di SEA Games ini pengumpulan medali emasnya Indonesia masih paling tinggi baru disusul Thailand. Mudah-mudahan anak-anak bisa meraih yang terbaik, tinggal doanya dari kita semua, kita berangkat dengan iringan doa mudah-mudahan harapan kita bisa tercapai,” harapnya. Hasil Drawing Bola Voli SEA Games 2021 Vietnam:  Putra: Grup A: Indonesia Vietnam Myanmar Malaysia Grup B: Thailand Filipina Kamboja Putri: Indonesia Thailand Malaysia Filipina Vietnam