Inilah Pasukan Timnas Sepakbola Indonesia di SEA Games 2021

Timnas U-23 Langsung Bentrok Lawan Vietnam di Laga Perdana SEA Games

Cabang sepak bola SEA Games 2021 akan dimainkan dari tanggal 6 hingga 22 Mei mendatang. Pelatih Tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong resmi memilih 20 nama pemain untuk memperkuat Garuda Muda di ajang SEA Games 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa 20 pemain ini adalah pemain-pemain terbaik yang dipilih oleh pelatih Shin Tae-yong. “PSSI berharap tim U-23 Indonesia dapat meraih juara SEA Games 2021. Dengan materi ini serta selalu bekerja keras, disiplin dan fokus, PSSI yakin hal tersebut akan tercapai,” kata Iriawan. “Kami terus mendukung program pelatih pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia. Setelah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan selama dua pekan, mereka semakin solid, kompak dan kuat,” tambahnya. Pada pemanggilan ini terdapat tiga pemain senior yakni Fachruddin Aryanto, Marc Klok, dan Ricky Kambuaya. Selain itu nama-nama pemain yang bermain di luar negeri juga dipanggil seperti Asnawi Mangkualam, Elkan Baggott, Egy Maulana, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani. Sementara itu, terdapat sejumlah pemain debutan di Tim U-23 untuk ajang SEA Games yakni Ilham Rio Fahmi, Ronaldo Joybera, Marselino Ferdinan, Muhamad Ridwan, dan lain-lainnya. “Alhamdulillah saya bersyukur dapat masuk 20 pemain yang akan berlaga di SEA Games 2021. Saya bertekad memberikan kemampuan terbaik dan siap bekerja keras demi torehan emas Indonesia,” kata Ilham Rio Fahmi. Skuad Garuda Muda saat ini sudah berada di Jakarta, mereka akan menjalani latihan selama dua hari yakni tanggal 30 April dan 1 Mei di Lapangan B, Senayan. Selanjutnya Marc Klok dan kawan-kawan akan bertolak ke Vietnam pada Selasa (3/5) mendatang. Indonesia berada di grup A bersama tuan rumah Vietnam, Filipina, Timor Leste, dan Myanmar. 20 Pemain Indonsia di SEA Games 2021 1. Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners 2. Egy Maulana, FK Senica 3. Witan Sulaeman, FK Senica 4. Elkan Baggott, Ipswich Town 5. Fachruddin Aryanto, Madura United 6. Ronaldo Joybera, Madura United 7. Muhammad Adi, Persik 8. Ernando Ari, Persebaya 9. Rizky Ridho, Persebaya 10. Rachmat Irianto, Persib 11. Marselino Ferdinan, Persebaya 12. Ricky Kambuaya, Persib 13. Marc Klok, Persib 14. Syahrian Abimanyu, Persija 15. Ilham Rio, Persija 16. Irfan Jauhari, Persis 17. Muhamad Ridwan, Persik 18. Firza Andika, Persija 19. Alfeandra Dewangga, PSIS 20. Saddil Ramdani, Sabah FC

Latihan VO2 Max Agar Tidak Cepat Capek Saat Olahraga

Sobat Muda NYSN yang cepat capek dalam berolahraga atau istilahnya sering “ngos-ngosan” bisa jadi kadar oksigen atau VO2 Max dalam tubuhnya cepat habis. Hal ini bisa dilatih loh agar stamina Sobat Muda NYSN tahan lama dan tidak gampang capek. VO2 Max sendiri adalah kemampuan maksimal seseorang menyerap oksigen saat tubuhnya sedang beraktivitas yang intens seperti saat berolahraga. Dengan meningkatkan VO2 Max, maka kita bisa melawan kelelahan selama beraktivitas. Nah berikut ini latihan-latihan yang bisa meningkatkan kadar VO2 Max kamu. LARI 2,4 KM Tes ini mengharuskan kamu lari secepat-cepatnya sejauh 2,4 km. Usahakan pilih lapangan yang permukaannya rata ya buat menghindari cidera. Jangan lupa catat waktunya supaya kamu punya tolak ukur seberapa banyak pertambahan angka VO2 Max kamu. Semakin cepat kamu mencapai titik 2,4 km, artinya VO2 Max kamu juga makin baik. BEEP TEST (SHUTTLE RUN) Tes ini mengharuskan kamu lari secara berulang-ulang pada jarak lintasan sejauh 20 meter. Tes ini menggunakan alat bantu yang akan berbunyi dalam interval waktu tertentu. Semakin lama akan semakin cepat. Kamu mulai berlari hanya setelah bel berbunyi, dan harus menyentuh garis ujung sebelum bel berikutnya berbunyi. Begitu seterusnya. Tes akan berhenti setelah kamu 3 kali gagal menginjak garis saat atau setelah bel berbunyi. TES JALAN-LARI 15 MENIT Kamu hanya perlu jalan diselingi lari selama 15 menit dan berkala. Misal, kamu jalan 5 menit, kemudian diselingi dengan berlari selama 5 menit juga. FARTLEK Metode ini untuk melatih endurance atau membangun, mengembalikan, serta memelihara kondisi tubuh seseorang. Caranya dengan lari lambat yang kemudian di variasi dengan sprint-sprint pendek yang intensif, dan juga dengan lari jarak menengah dengan kecepatan yang cukup tinggi secara konstan, kemudian diselingi dengan jogging, lalu sprint lagi. Sumber: DBL

Bantu Penyembuhan Ketua Umum PSSI Temui Ramai Rumakiek

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan memberikan perhatian khusus kepada pemain sayap Timnas Indonesia, Ramai Rumakiek. Hal ini setelah pemain asal Papua tersebut mengalami cedera otot. Rumakiek pun didatangkan dari Jayapura, Papua pada Senin (25/4) untuk menjalani pengobatan hingga sembuh. Untuk itu, Ketum PSSI memberikan perintah kepada Head of Medis PSSI, Dokter Syarif Alwi untuk menangani hal ini. “Kami berharap Rumakiek dapat tampil di SEA Games mendatang. Semalam saya langsung melihat kondisi Rumakiek begitu dirinya tiba di Jakarta. Saya melihat semangat dia sangat luar biasa untuk sembuh,” kata Iriawan. Pada Selasa (26/4) ini, Rumakiek akan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Royal Progress, Jakarta. Ia diharapkan tidak butuh waktu lama untuk sembuh dan segera bergabung bersama Garuda Muda. Seperti diketahui, Tim U-23 Indonesia sedang mengikuti pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan untuk mengikuti SEA Games 2021 mendatang. Indonesia tergabung di grup A bersama tuan rumah Vietnam, Filipina, Timor Leste, dan Myanmar. Rahmat Irianto dan kawan-kawan akan menghadapi laga pertama pada tanggal 6 Mei mendatang melawan tuan rumah Vietnam.

Mengenal Alisya Mellynar. Pemegang Dua Medali Emas Dunia Wushu Taichi Bulgaria 2018

Alisya Mellynar adalah atlet wushu nomor taiji quan (tangan kosong) dan taiji jian (pedang) yang baru pertama kali mengikuti SEA Games 2021. Meski baru pertama kali mengikuti SEA Games Alis, sapaan akrab Alisya, tidak berkecil hati. Mengikuti pelatnas wushu sejak 2020 cukup untuk memberinya kepercayaan diri memberikan performa terbaiknya. “Untuk persiapan pribadi, saya lebih ke persiapan mental. Karena ini baru pertama kali saya turun ke SEA Games,” kata Alis panggilannya saat ditemui usai melakukan simulasi pertandingan wushu di lantai 8 Gedung GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (22/4) pagi. “Saya berharap bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tambah dara asal Surabaya, Jawa Timur ini. Awalnya Alis hanya ikut-ikutan berlatih wushu. Ia tak menyangka di wushu ia memiliki keluarga baru dan belajar banyak hal. “Awalnya ikut-ikutan diajak kakak sepupu dan coba-coba saja, tetapi malah kelanjutan dan keterusan,” kata putri 161 cm ini.  Peraih dua emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Taichi Bulgaria tahun 2018 ini (junior) mengaku sejak Kelas IV Sekolah Dasar (SD) sudah mengenal dan turut berlatih wushu.  “Saya awal ikut wushu di umur 11 tahun di tahun 2012 lalu waktu kelas 4 atau 5 SD. Syukur orang tua dan keluarga mendukung meski mereka bukan dari atlet,” tambah Alis yang sekarang kuliah semester VI di Unair. Alis merasa senang di lingkungan tempatnya berlatih yang mendukung dirinya untuk berkembang. Hal itu juga yang membuat anak pertama dari dua bersaudara ini jatuh hati pada cabang olahraga wushu.  “Yang membuat saya suka sama wushu itu lebih karena lingkungan dan orang-orang sekitar. Teman sepelatihan, pelatih, ofisial yang mendukung saya berkembang di olahraga ini dan akhirnya nyaman,” urai dara kelahiran Surabaya, 25 Oktober 2001 ini. “Saya mengalami banyak kemajuan khususnya di jurus, saya tetap mempersiapkan mental saya,” pungkas peraih medali emas PON Papua 2021 ini. Biodata: Nama         : Alisya Mellynar Panggilan    : Alis Tempat lahir : Surabaya, Jawa Timur Tanggal lahir: 25 Oktober 2001 Umur         : 20 Tahun Status       : Mahasiswa Unair, Semester VI Tinggi Badan : 161 cm Berat Badan  : 55 kg Prestasi: 1. Dua Medali Emas (Kejuaraan Dunia Wushu Taichi Bulgaria (2018) 2. Medali Emas PON Papua (2021)

Alami Progress Timnas U-16 Menang 4-1 Dalam Laga Uji Coba.

Laga uji coba berlangsung pada Sabtu (23/4) di stadion Madya, Jakarta. Anak-anak asuh pelatih Bima Sakti menang pada babak pertama 2-1, babak kedua 1-0 dan di babak ketiga, bermain imbang 1-1. Laga ini berjalan selama tiga babak, dimana satu babak berlangsung dalam kurun waktu 30 menit, dengan tiga tim U-16 yang berbeda. “Laga berlangsung tiga babak, karena kami ada 34 pemain, dan sebelumnya kami sudah berbicara dengan tim Bandung Pro, bahwa kita ingin mengadakan tiga sesi pertandingan, 30 menit kali tiga. Tujuannya adalah saya ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain, tim pertama kedua dan ketiga tidak ada yang spesial, artinya mereka semua tetap sama cuma waktu kesempatannya yang berbeda-beda. Agar mereka bisa mencicipi bertanding dengan tim dari luar. Secara progres fisik, anak-anak ini sudah meningkat,” buka Bima menjelaskan. Usai laga Bima mengaku puas dengan permainan anak-anak asuhnya. Meski ini adalah uji coba pertama mereka dengan tim dari luar (karena biasanya tim hanya melakukan internal game). Mereka sudah mengalami kemajuan ke arah yang lebih baik. “Memang ini uji coba pertama kita dengan tim luar, biasanya kami adakan terus internal game. Ada beberapa pemain yang harus kita perbaiki, terutama masalah mental mereka, kadang mereka masih sering kehilangan bola, dan ada juga prinsip-prinsip yang harus mereka pahami adalah saat mereka bertahan, jangan terlalu sering membuat pelanggaran-pelanggaran yang tidak penting sebenarnya,” ungkap Bima. “Tetapi secara progres dari segi fisik, permainan, kemudian taktik, semuanya sudah meningkat,” sambungnya. Tim ini memiliki prospek yang bagus untuk masa depan, mereka akan mengakhiri TC bulan April dengan satu kali lagi mengadakan latihan di esok hari, Minggu (24/4).

Cedera Otot Dalam Ramai Rumakiek Terancam Gagal Membela Timnas U-23

Ramai Melvin Rumakiek tidak bisa mengikuti training camp U-23 di Korea Selatan. bintang muda dari Papua tersebut dikabarkan mengalami cedera otot dalam. Hal ini bisa menyebabkan Ramai Rumakiek tidak bisa membela Timnas U-23 pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti. Hal ini ditindak lanjuti oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dengan memerintahkan dokter timnas  Indonesia Syarif Alwi untuk merawat Ramai Rumakiek di Jakarta sampai sembuh. ‘’Cedera Rumakiek harus diobati segera mungkin. Dia pernah berobat, tetapi belum juga sembuh. Itu sebabnya saya minta dia berobat di Jakarta sampai sembuh. Tenaganya sangat dibutuhkan di Vietnam,’’ ujar Iriawan. ‘’Kita akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Rumakiek. Dia aset tim nasional. Usianya masih muda dan kariernya masih panjang. Semoga cepat sembuh dan bisa bergabung dengan pemain-pemain lainnya.’’ imbuh Iriawan. Ramai Rumakiek bermain pada posisi gelandang sayap kiri, bahkan bisa menjadi penyerang sayap, selalu tampil eksplosif saat memperkuat timnas Indonesia maupun Persipura. Itu sebabnya jika Rumakiek harus absen di Vietnam menjadi kerugian bagi tim U-23 Indonesia.

Kania dan Joe Aditya Catat Waktu Terbaik di Hari Terakhir Time Trial Tim Nasional SEA Games Hanoi 2022

Ajang Time Trial Tim Nasional Renang Indonesia sudah berakhir, PB PRSI akan melakukan evaluasi terhadap 16 atlet yang nama-namanya sudah diserahkan ke NOC Indonesia dan didaftarkan ke Panitia SEA Games Hanoi 2022 pada tanggal 31 Maret yang lalu, hasil pilihan Michael Piper dan tim pelatih. “Secara umum kami puas dengan hasil time trial ini apalagi beberapa perenang menunjukkan kemajuan pesat dibanding sebulan lalu, seperti Gagarin, Joe Aditya, Kania dan Farrel. Namun, beberapa perenang belum juga menunjukkan performa terbaiknya, bahkan masih jauh dari personal best timenya, seperti Ratu PON asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi. PB PRSI akan segera mengevaluasi dan mengatur strategi yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal di SEA Games nanti dengan materi perenang yang ada ” ujar Harlin E. Rahardjo, Wakil Ketua Umum PB PRSI. “Tim Pelatih harus mampu mengimplementasikan tapering yang tepat untuk para atlet sehingga bisa mencapai peak performance saat SEA Games nanti di Hanoi. Selain itu, perlu juga terus mematangkan aspek psikologis dan mental bertanding menghadapi event internasional pertama tahun 2022 ini”, tambah Harlin. “Hasil Time Trial ini akan kita laporkan ke PB PRSI, kemudian akan menggelar rapat untuk menentukan apakah ada perubahan dari 16 perenang yang akan dikirim ke SEA Games 2022 Vietnam, jika masih memungkinkan,” ujar Pelatih Kepala Timnas Renang Indonesia, Albert Sutanto. Albert menjelaskan selama pelatnas hingga Time Trial kali ini beberapa para perenang menunjukan kemajuan yang pesat. “Memang belum rekornas, namun mendekati rekornas dan juga personal best time para atlet sudah terpecahkan. Sebut saja Gagarin, Farrel dan Joe Aditya,” jelas Albert. Dalam Time Trial hari terakhir ini, Joe Aditya tampil istimewa, dengan mencatat waktu personal best 01.50.80 detik di 200 meter gaya bebas mendekati rekornas Triady Fauzi Sidiq 1:50.46 detik. Di nomor 50 meter gaya punggung putri, A.A Istri Kania Ratih, juga tampil cemerlang dengan mencatat waktu 29.73 detik, yang makin mendekati rekornas milik Sofie Kemala 29,47 detik. Di nomor 50 meter gaya punggung putra, perenang andalan Indonesia I Gede Siman Sudartawa di final mencatat waktu 25,96. Namun, di babak penyisihan mencatat waktu lebih baik yakni 25,75 detik. “Tadi saya finisnya kurang sempurna dan akan perbaiki di tiga minggu terakhir. Target saya ingin raih tiga medali emas beruntun,” ujar Siman, yang meraih medali emas di SEA Games 2017 dan 2019. Pada nomor 100 meter gaya dada putra, Gagarin Nathaniel Yus mencatat waktu 01;02,06 detik di babak penyisihan dan di final 01;02,09 detik. Catatan ini mendekati rekornas miliknya sendiri yakni 01;01,76 detik.

Massa Otot Kurang Atlet Tim U-16 Lakukan Latihan Weight Training

Setelah seminggu melakukan pemusatan latihan di Stadion Madya, Senayan Kamis (21/4) kemarin Tim U-16 mendapatkan latihan fisik di gym. Pelatih fisik tim, Gilang Ramadhan mengatakan kegiatan tersebut lanjutan dari hasil InBody test yang dilakukan tim sebelumnya di Medical Center PSSI, GBK Arena Jakarta, Selasa (19/4). “Kita melakukan weight training pertama, berdasarkan hasil dari InBody test mereka yang sebelumnya kita lakukan di Medical Center PSSI. Dari test itu ada beberapa pemain, sekitar hampir 70% pemain yang mempunyai kelebihan lemak di tubuhnya dan massa otot yang kurang, makanya kita lakukan weight training hingga selesai TC nanti,” ungkap Gilang. Gilang menyebutkan bahwa yang ditekankan dalam latihan weight training adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan massa otot mereka. “Jadi kita mau lihat standarnya di usia 16 ini, terakhir kita lihat saat tim 16 (era coach Fakhri) melawan Australia yang masuk kualifikasi piala Asia dan piala dunia di Malaysia waktu itu, kita lihat dari postur tubuh kalah, trus massa otot juga kalah, badan mereka lebih besar dari pemain-pemain kita, makanya kita coba untuk mulai dari hal itu. Kita disini juga alat-alatnya di medical center PSSI benchmarknya dari Australia. Makanya kita coba untuk levelnya seperti Australia,” jelasnya. Menurutnya, secara keseluruhan kondisi pemain saat TC sangat baik. “Mereka produktif dan progresif semuanya. Karena kita sudah hampir seminggu mengadakan TC, kita selalu kontrol bagaimana kondisi fisik mereka, recovery mereka, latihan mereka, apa yang harus diberikan saat latihan TC mereka selama di bulan ini,” tuturnya. Terakhir Gilang mengungkapkan bahwa usai TC pemain tidak berdiam diri, mereka tetap diberikan latihan untuk mencapai target tubuh yang ideal. “Nanti sampai di rumah mereka kita berikan individual training secara virtual juga,” tutupnya.   Sumber: PSSI    

Time Trial Renang, Flairene Lampaui Catatan Perak SEA Games 2019

Tiga perenang nasional tampil apik pada hari kedua Time Trial Indonesia yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 22 April 2022. Time Trial berlangsung 3 hari, 21-22 April 2022 yang menjadi persiapan Timnas Renang Indonesia menuju SEA Games 2022 Vietnam, 12 Mei mendatang. Di nomor 100 meter gaya punggung putri, perenang nasional Flairene Candrea mencatat hasil positif yakni 01;03,71 detik (penyisihan) dan 01;03,97 (final). Ini catatan terbaik perenang yang akrab disapa Flai ini, sekaligus melewati catatan medali perak SEA Games 2019 Chloe Isleta yakni 01;03,97 detik atau mendekati medali emas asal vietnam Nguyen Thi Anh Vien yakni 01;02,97 detik. “Catatan Flai ini sudah melewati medali perak dan perunggu pada SEA Games 2019 Filipina. Kabarnya sang peraih emas tidak ikut SEA Games. Kita lihat nanti, Flai berjuang di SEA Games,” jelas Albert Sutanto, Pelatih Kepala Timnas Indonesia. “Berenangnya lebih enak pagi dibanding final pada sesi sore. Namun pada intinya catatan waktu saya bertambah baik. SEA Games punya arti penting buat saya, karena jadi kejuaraan internasional pertama saya dan akan bertarung sekuat tenaga untuk persembahkan yang terbaik,” tegas Flairene, usai lomba. Masih di nomor 100 meter gaya punggung putra, perenang putra Farrel Armandio Tangkas juga mencatat waktu terbaiknya 55,59 detik. Catatan ini melewati medali perunggu SEA Games 2019 milik Siman Sudartawa yakni 55,68 detik. Serta di nomor 50 meter gaya bebas, A.A Istri Kania Ratih mencatat waktu 26,19 detik mendekati rekornas miliknya 26,17 detik.   Sumber: PB PRSI

Simak Tips Latihan Basket Dari Coach Angga Muhammad di Bulan Puasa

Buat sobat muda NYSN yang menjalankan ibadah puasa tetap bisa melakukan latihan agar tubuh tetap fit. Latihan rutin wajib dilakukan agar performa di lapangan tetap prima dan menjaga daya tahan tubuh. Coach Angga Muhammad, pelatih SMA Al-Maruf, memberikan tips untuk menjaga pola makan sehat dan beraktivitas saat Bulan Ramadan biar tubuh tetap fit dan tidak gampang capek. Makan yang Cukup dan Bergizi Jangan makan berlebihan saat sahur. Selain itu jangan terlalu banyak makan yang mengandung karbohidrat dan rendah protein. Menurut coach Angga, yang seharusnya dikonsumsi lebih banyak adalah air mineral dan buah-buahan. “Ketika sahur, makan saja yang cukup. Paling utama banyak makan buah dan juga minum air putih,” katanya. Jangan Istirahat Berlebihan “Untuk istirahat jangan sampai berlebihan, biasanya kan ada orang habis sahur langsung tidur dan bangun siang. Itu harus dihindari,” lanjut coach Angga. Langsung tidur setelah makan sahur bisa mengganggu pencernaan dan memicu timbulnya masalah kesehatan lain. Idealnya, kita boleh tidur 3 jam setelah selesai makan. Latihan Sebelum Buka Puasa Bulan Ramadan momen yang bagus untuk membentuk tubuh dan menjaga stamina saat berlaga di lapangan. Menurut coach Angga, waktu yang tepat untuk latihan adalah jam 4 sore sebelum waktu berbuka puasa. “Latihannya bisa melakukan skipping atau jogging. Serta perbanyak individual skill dan pertajam akurasi tembakan,” timpalnya. Jangan Kalap Saat Berbuka Ketika sudah berpuasa seharian penuh hindari makan berlebihan. Kata coach Angga, “Untuk saat berbuka puasa jangan berlebihan, dengan secukupnya saja,”. Sebab, berbuka puasa dengan berlebihan juga dapat memicu masalah pencernaan. Baiknya, berbuka dengan air hangat, buah-buahan, dan makanan yang tinggi protein. Ini dimaksud untuk mengganti cairan di tubuh yang terkuras saat berpuasa. Apalagi, kalau kamu latihan sebelum buka puasa.   Sumber: DBL

SEA Games 2021. Tim Sepak Takraw Indonesia Optimis Emas

Dalam melakoni SEA Games 2021 Hanoi, tim sepak takraw Indonesia memiliki strategi sendiri. Kombinasi pemain senior dan junior menjadi strategi yang penting. Hal itu disampaikan Pelatih Tri Aji saat memimpin latihan anak asuhnya di Lapangan Sepak Takraw, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Kamis (21/04) sore. Aji mengatakan ia memilih meramu tim dengan gabungan atlet senior dan junior karena pertimbangan target medali dan proyeksi regenerasi di takraw Indonesia. Tim takraw Indonesia sendiri ditargetkan bisa menyumbangkan medali emas. “Satu sisi kami butuh pemain-pemain yang matang, tetapi di sisi lain kami juga harus memikirkan regenerasi dengan memberikan pengalaman bagi atlet muda untuk ke depannya. Kami sangat sadar sepak takraw bukan cabor DBON, tapi kami tetap harus optimis dan semangat untuk menyesuaikan tuntutan medali dan juga kompetisi agar menambah jam terbang atlet-atlet kami,” ujar Aji. Tim Takraw Indonesia sendiri pada SEA Games 2021 Vietnam kali ini mengirimkan 6 atlet yang akan turun di tiga nomor yakni, double, quadrant, dan regu. Mereka adalah, Abdul Halim Radjiu, Andi Try Sandi Saputra, Muhammad Herdiansyah Muliang, Saiful Rijal (senior), Rusdi, dan Jelki Ladada (junior). Aji sendiri optimis anak asuhnya bakal bisa mempersembahkan medali di SEA Games 2021 Vietnam, kekuatan yang diandalkan yakni di nomor double. Tim sepak takraw Indonesia sendiri meraih 1 medali emas, 1 perak, 1 perunggu di SEA Games 2019 Manila, dan medali emas dipersembahkan dari nomor double. “Untuk nomor double kami yakin bisa mempertahankan gelar. Namun di nomor quadrant juga berpotensi karena lawan terberat yaitu Malaysia juga menurunkan kekuatan baru di SEA Games kali ini,” kata Aji. Aji menjelaskan anak asuhnya dalam kondisi bugar dan siap berlaga di multi event dua tahunan kawasan Asia Tenggara ini. “Latihan sentralisasi sebenarnya baru dilakukan awal April, tetapi kami pelatnas desentralisasi sejak Januari. Saya memberikan program kepada anak-anak dan dipantau khusus,” tambahnya Sementara pemain muda Rusdi merasa optimis bisa mempersembahkan medali di ajang SEA Games 2021 Vietnam nanti. Meski ini menjadi SEA Games pertamanya, dia merasa porsi latihan dan persiapan yang diberikan pelatih sudah baik. “Alhamdulilah persiapan latihan selama ini berjalan baik. Sebagai pemain muda dan baru turun di ajang SEA Games, saya justru merasa mendapat kepercayaan lebih. Sekarang tinggal fokus latihan sesuai intruksi dan strategi yang dijalankan oleh pelatih,” kata Rusdi. SEA Games ke-31 akan dilaksanakan pada 12-23 Mei. Kontingen Indonesia akan berpartisipasi di 31 dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sepak takraw dijadwalkan mulai bertanding pada 13-21 Mei. Berikut Daftar 6 Atlet Tim Sepak Takraw Indonesia: 1. Abdul Halim Radjiu 2. Andi Try Sandi Saputra 3. Muhammad Herdiansyah Muliang 4. Saiful Rijal 5. Rusdi 6. Jelki Ladada   Sumber: Kemenpora

Timnas U-23 Menang Dalam Laga Uji Coba Lawan Andong University

Tim U-23 Indonesia mengawali penampilan apik dalam pelatnas plus serangkaian uji coba di Korea Selatan. Dalam laga uji coba pertama sore ini, Garuda Muda menang 4-2 atas Andong University di Haemaji Football Field. Di babak pertama skuad asuhan Shin Tae-yong unggul 2-1. Dua gol Indonesia dilesakkan Irfan Jaya menit ke-7 dan Muhamad Ridwan (21’) lewat tendangan penalti. Sedangkan gol Andong menit ke-33. Di babak kedua, Indonesia kembali menambah dua gol melalui Ronaldo Kwateh (88’) dan Irfan Jauhati (90’). Andong juga menambah satu gol menit ke-56. ‘’Saya terus mendapat laporan dari Shin Tae-yong dan Indra Sjafri soal perkembangan pemain. Saya senang pemain terus menunjukkan performa yang bagus. Saya pun senang tim U-23 bisa menang di uji coba pertama,’’ ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Pada laga kedua, tim U-23 Indonesia akan melawan Pohang Steelers (23/4) dan Daejon Hana Citizen (27/4). Setelah laga uji coba melawan Daejon tim akan kembali dulu ke Jakarta sebelum bertolak ke Vietnam pada tangggal 3 atau 4 Mei untuk mengikuti SEA Gamas 2022. Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A. Indonesia akan menghadapi tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Adapun SEA Games 2021 bakal berlangsung dari 12-23 Mei. Cabang olahraga sepak bola sudah dimulai sejak tanggal 6 Mei.   Sumber: PSSI

Hari Pertama Nasional Time Trial, Gagarin Tuai Pujian Jelang Tampil di SEA Games 2022

Tim nasional renang Indonesia menunjukan kemajuan pesat pada Nasional Time Trial yang berlangsung di Stadion akuatik Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis, 21 April 2022. Rencananya Time Trial akan berlangsung tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2022 dalam rangka persiapan menuju SEA Games 2022 Vietnam, 12 Mei mendatang. Beberapa perenang pelatnas menunjukan hasil maksimal seperti Gagarin Nathaniel Yus, Joe Aditya, Farrel Armandio Tangkas dan Angel Gabriele Yus. Perenang nasional spesialis gaya dada Gagarin Nathaniel Yus menuai pujian karena mampu memecahkan rekor pribadi sekaligus menjadi perenang kedua Indonesia yang berenang dibawah 28 detik, pada nomor 50 meter gaya dada putra. Perenang pertama adalah Indra Gunawan dengan rekor nasional 27,82 detik yang sudah bertahan 13 tahun. Pada Time Trial kali ini, di babak penyisihan Gagarin mencatat waktu 28,14 detik, lalu pada babak semifinal 28.10 detik dan di final 27,90 detik. Gagarin menjadi orang kedua Indonesia setelah Indra Gunawan yang mencatat waktu dibawah 28 detik. “Usai pelatnas di Bali, jelang Time Trial hari ini dikasih istirahat lebih supaya bisa tampil lebih baik, tampil sesuai harapan bisa berenang dibawah 28 detik. Harapannya bisa pecahkan rekornas yang sudah bertahan 13 tahun, semoga ini bisa berbuah medali emas,” ucap Gagarin. Pada SEA Games 2019 Filipina, medali emas nomor 50 meter gaya dada diraih perenang Singapura, Lionel Khoo dengan catatan 28,15 detik. “Sejak time trial bulan lalu, perenang semakin kuat. Terutama Gagarin yang menunjukan kemajuan pesat dan berenang cepat sehingga melampaui catatan waktu medali emas di SEA Games 2019,” ujar Pelatih asal Australia, Michael Piper. Catatan apik juga ditorehkan Farrel Armandio Tangkas pada nomor 200 meter gaya punggung putra berhasil mencatat waktu 02;01,27 detik. Catatan ini mendekati rekornas miliknya yakni 02;01,16 detik. Pada nomor 100 meter gaya bebas, perenang berusia 21 tahun, Joe Aditya mampu mencatat 50,94 detik. Ini catatan terbaik Joe selama karirnya dan mulai mendekati rekornas milik Triady Fauzi 49.99yang dibuat 2013. Dibagian putri, Angel Gabriele Yus yang turun di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri, di final mencatat 27,42 detik sudah mendekati rekornas yang diciptakannya sendiri pada PON 2021 lalu yakni 27,40 detik.

SEA Games 2021. Putri KW Bertekad Mempersembahkan Medali Emas

Jelang Kejuaraan Dunia, Putri KW Sudah Kembali Berlatih

Putri Kusuma Wardani menjadi salah satu atlet andalan Indonesia pada SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam. Meski begitu Putri tidak ingin menjadikan hal ini sebagai beban. Justru Putri malah bertekad mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam debut perdananya di ajang olahraga Asia Tenggara ini. Putri mengatakan persiapan saat ini sudah baik. Dirinya bersama pelatih tengah fokus melakukan pembenahan fisik dan teknik “Untuk persiapan sejauh ini sudah baik tinggal sedikit-sedikit aja kekurangannya,” kata Putri seperti dikutip dari situs Kemenpora. “Kalau target pribadi, semoga saya bisa mempersembahkan medali emas. apalagi saya baru pertama turun di SEA Games,” ujarnya Putri Kusuma Wardani yang lahir pada tanggal 20 Juli 2002 ini merupakan salah satu pemain bulutangkis muda Indonesia yang bermain sebagai tunggal putri. Dengan tinggi badan 172 cm yang sangat menunjang dalam kariernya sebagai pemain bulutangkis. Putri KW mulai menunjukkan prestasinya saat dirinya terpilih untuk bergabung dengan tim nasional untuk bersaing di Kejuaraan Asia dan Dunia Junior 2018, dengan mengamankan medali perunggu di kedua turnamen. Pada usia 16, Putri Kusuma Wardani telah mencapai final turnamen senior Tantangan Internasional Bangladesh tetapi terbukti terbaik kedua untuk pemain Vietnam Nguyen Thuy Linh. Pada 2019, Putri Kusuma Wardani menjadi finalis turnamen Grand Prix Junior Jaya Raya Junior International. Gelar pertama dalam karirnya diraihnya saat memenangkan Jakarta Junior International Series mengalahkan rekan senegaranya Maharani Sekar Batari. Pada Kejuaraan Dunia Junior 2019, ia membantu tim Indonesia memenangkan Piala Suhandinata untuk pertama kalinya, di mana tim tersebut mengalahkan tim Cina di final. Pada tahun 2021, Putri Kusuma Wardani merebut gelar Super 300 pertamanya di Spain Masters mengalahkan Line Christophersen dari Denmark di final pada usia 18 tahun. Pada tahun 2022, Putri Kusuma Wardani juga berhasil mengalahkan pemain tunggal putri Malaysia di final Badminton Asia Team Championships atau BATC 2022. Putri Kusuma Wardani berhasil mengantarkan Tim Putri Indonesia Unggul 2-1 dari Malaysia dan berhasil keluar sebagai Juara Putri BATC 2022. Sumber: Kemenpora

Sri Mayasari Optimis Merebut Medali Emas SEA Games 2021 di Nomor 400 Meter

Sri Mayasari pemecah rekor nasional lari 400 meter putri pada PON Papua 2021 adalah salah satu ujung tombak tim Indonesia untuk meraih medali emas SEA Games 2021 Hanoi. Pada nomor lari 400 meter PON Papua 2021 Sri Mayasari mencatat waktu 53,22 detik. Sang pemegang rekor mengatakan dirinya harus mewaspadai kekuatan atlet tuan rumah. Menurutnya Vietnam juga meraih hasil baik dalam edisi SEA Games sebelumnya di Filipina. “Saingan terberat memang tuan rumah. Pasti dia akan habis-habisan. Meski demikian, saya tetap optimis bisa dapat emas,” ujar Sri seperti dikutip dari situs Kemenpora. Untuk mewujudkan target tersebut, Sri terus meningkatkan volume latihannya hingga 97 persen. “Latihan sudah, semuanya sudah dimaksimalkan termasuk juga meningkatkan speed. Semua aman dan siap merebut medali emas, semoga rezeki,” kata Sri saat saat ditemui usai latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/4). Dalam latihan terakhirnya, wanita 28 tahun tersebut mencatatkan waktu yang cukup baik. Sri berhasil membukukan 52,66 detik. Catatan waktu ini jelas lebih baik dari hasil yang diraihnya saat PON di Papua tahun lalu. “Semoga dengan latihan yang telah dijalani ini membuahkan hasil,” jelas Sri. Terpisah, pelatih Sri, Bastoni cukup percaya diri jika Sri akan mendapatkan hasil terbaik di SEA Games Vietnam. Dia bilang Sri sudah menjalani latihan secara serius. “Sudah sembilan puluh tujuh persen voume latihannya. Sekarang ini tinggal menambah dan mematangkan speednya. Dia sangat menikmati saat-saat latihan dan enjoy menjalaninya. Semoga target emas bisa dicapai,” pungkas Bastoni. Sumber: Kemenpora

Bulutangkis Targetkan Tiga Medali Emas SEA Games 2021

Tim bulutangkis Indonesia akan mengincar tiga medali emas SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam. Selain itu tim bulutangkis juga menargetkan juara di piala Thomas dan Uber. Deputi I Chef de Mission (CdM), Teuku Arlan Perkasa Lukman, percaya bahwa PBSI punya banyak atlet andalan untuk mencapai target tersebut. “Kita punya banyak pemain, dan kita terus-menerus mengembangkan pemain muda, jadi saya percaya tidak sulit bagi PBSI untuk mengirimkan pemain terbaij mereka,” kata Arlan pada saat kunjungan tim CdM ke pelatnas Cipayung (19/4). “Kami percaya bisa jadi juara piala Thomas dan Uber, dan bisa meraih medali terbanyak di cabang bulutangkis di SEA Games,” tambahnya. Kepala Pengembangan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky mengatakan ada tiga nomer yang ditargetkan. Tim putra, tunggal putra, dan ganda putra. Dia juga tetap mengharapkan dari nomor lain untuk menambah koleksi medali Indonesia. Dengan waktu yang sempit antara SEA Games dan piala Thomas-Uber PBSI memutuskan tidak akan meminta pemain untuk berlaga di dua event sekaligus. “Apabila negara lain melakukan hal itu maka itu keputusan mereka, tapi kita tidak akan melakukan itu. Untuk piala Thomas kita sudah ada tim khusus, begitu juga dengan Uber Cup, dan SEA Games. Tidak dipungkiri mereka punya kualitas yang sama,” tambah wakil sekjen PBSI Edi Sukarno.    

Persita Tangerang Umumkan Pelatih Baru Untuk Musim Depan

Hari Rabu 18 Maret 2022, Persita melalui media sosial resminya telah mengumumkan pelatih Persita di musim depan. Dia adalah Alfredo Vera, mantan pelatih Persipura di Liga 1 2021-2022. Pihak manajemen Persita meyakini Alfredo Vera akan membawa perubahan besar terhadap permainan Persita di musim depan. “Terima kasih sebesar-besarnya untuk kepercayaan penuh yang diberikan oleh manajemen Persita kepada saya untuk bisa melatih Persita di musim depan. Semoga kita bisa selalu bersinergi untuk menghasilkan hasil yang maksimal untuk Persita.” kata Alfredo Vera seperti dikutip dari situs resmi Persita Tangerang. Kiprah Alfredo Vera Sepak terjang Alfredo Vera di sepak bola nasional adalah pernah membawa Persipura juara ISCA 2016. Selain itu Alfredo Vera pernah melatih Persebaya di Liga 2 2017. Alfredo berhasil memenuhi target yang dibebankan kepadanya dengan membawa Persebaya meraih trofi kompetisi kasta kedua. Sumber: Persita Tangerang

PBSI Umumkan Nama Atlet Piala Thomas dan Uber 2022

PBSI telah mengumumkan nama-nama atlet yang akan bertanding di Piala Thomas dan Uber 2022. Ada 24 atlet putra dan putri yang dipilih untuk bertanding di Bangkok, Thailand pada 8-15 Mei 2022 mendatang. Masing-masing tim Thomas dan Uber terdiri dari lima pemain tunggal dan tujuh pemain ganda. Meski harus sempat mengganti nama atlet karena adanya pemain yang cidera, pemulihan, dan juga persiapan menuju SEA Games 2021 PBSI tetap menargetkan juara. “Untuk tim Thomas memang ada sedikit perubahan dibandingkan tahun lalu. Leo/Daniel dan Chico akan difokuskan ke SEA Games dan Marcus masih dalam tahap pemulihan pasca operasi. Jadi kami ganti dengan Bagas/Fikri dan Syabda. Kami juga masukkan Tegar untuk pengalaman dia ke depan,” kata Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI. “Tapi walau begitu, kualitas tim Thomas tetap sama dan yakin bisa mempertahankan gelar,” lanjutnya. Sementara di Piala Uber, PBSI hanya mempertahankan Nita Violina Marwah dan Jesita Putri Miantoro sebagai eks tim Uber Indonesia tahun lalu. Sisanya adalah pemain-pemain muda debutan. “Di tim Uber semua adalah pemain muda, ini adalah kesempatan buat mereka untuk menguji kemampuan. Jadi ini bukan asal pilih tapi saya sudah koordinasi dengan pelatihnya melihat performa di latihan mereka memang sudah layak,” ujar Rionny. “Untuk fase grup saya percaya mereka bisa melaluinya dan saya berharap mereka bisa melaju ke semifinal dan menciptakan kejutan. Harapan saya semua bisa bermain maksimal baik tim Thomas maupun tim Uber,” harap Rionny. Berikut nama-nama atlet Indonesia yang akan bertanding di Piala Thomas dan Uber 2022: Tim Piala Thomas 1. Anthony Sinisuka Ginting 2. Jonatan Christie 3. Shesar Hiren Rhustavito 4. Syabda Perkasa Belawa 5. Tegar Sulistio 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo 7. Mohammad Ahsan 8. Hendra Setiawan 9. Fajar Alfian 10. Muhammad Rian Ardianto 11. Bagas Maulana 12. Muhammad Shohibul Fikri Tim Piala Uber 1. Komang Ayu Cahya Dewi 2. Aisyah Sativa Fatetani 3. Bilqis Prasista 4. Tasya Farahnailah 5. Siti Sarah Azzahra 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amalia Cahaya Pratiwi 9. Jesita Putri Miantoro 10. Lanny Tria Mayasari 11. Tryola Nadia 12. Melani Mamahit Sumber: PBSI

Timnas U-23 Adaptasi Cuaca Dingin Korea Selatan.

Garuda Muda tiba di Bandara Icheon, Sabtu (16/4) pagi hari waktu setempat. Setelah itu mereka melakukan perjalanan selama empat jam menuju kota Yeongdeok untuk melakukan TC. TC ini sendiri dilakukan sebagai bagian persiapan menatap SEA Games ke-31. Pemain sayap Tim U-23 Indonesia, Irfan Jaya mengaku perlu adaptasi di pemusatan latihan tim U-23 Indonesia (TC) di Korea Selatan. Dia mengaku masih membutuhkan adaptasi, terutama soal cuaca dingin di sana. Salah satu pemain senior yang dipanggil, Irfan Jaya, mengaku kondisinya belakangan membaik. Pelatih Shin Tae-yong pun memberikan sejumlah menu latihan dalam awal-awal TC tim U-23 Indonesia di sana. “Alhamdulillah kondisi semakin baik ya, kemarin kami baru sampai, lanjut latihan, sorenya kondisi makin baik. Tadi kami ada latihan joging di jalan, lalu sorenya ada latihan shadow, ada small game terakhir,” ungkap Irfan. Pemain Bali United itu mengaku, pada awal-awal TC ini salah satu yang jadi kesulitannya ialah soal cuaca. Maklum, cuaca Indonesia dengan Korsel berbeda jauh. Korsel boleh dibilang jauh lebih dingin. “Masih perlu adaptasi, di Indonesia panas di sini sangat dingin ya. Harapan saya TC kali ini lancar bisa banyak belajar persiapkan buat SEA Games nanti,” tutup dia. Rencananya, skuat Garuda Muda akan melakoni dua laga uji coba melawan Pohang Steelers (23 April) dan Daejeon Hana Citizen (27 April). Sumber: PSSI

Emilia Nova Raih Emas 82nd Singapore Open Track & Field Championships 2022

Atlet lari gawang putri Emilia Nova berhasil meraih medali emas saat turun dinomor 100meter lari gawang pada kompetisi 82nd Singapore Open Track & Field Championships 2022 di Home of Athletics, Kallang Sports Centre, Singapura, Sabtu. Emilia Nova mencatatkan waktu 13,74 detik. Lebih cepat dari atlet Filipina Melissa Escoton yang finis kedua dengan 13,96 detik dan atlet singapura Kerstin Ong yang finis ketiga dengan catatn waktu 14,99 detik. Emilia bertekad untuk bisa menorehkan kembali prestasinya pada SEA Games 2019 Filipina. Ketika itu, Emil menjadi yang terbaik pada nomor 100meter lari gawang putri dengan membukukan waktu 13,61 detik. 82nd Singapura Open 2022 menjadi ajang uji coba pertama dan terakhir bagi Emilia dalam menjalani pelatnas untuk persiapan SEA Games Hanoi, Vietnam. Akibat pandemi COVID-19 Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kesulitan mengirim atletnya karena banyak kompetisi internasional yang tertunda atau batal digelar. Sumber: ANTARA