Hadiah HUT RI ke-73, Timnas Kawinkan Titel Juara Piala AFF U-16 2018 Dengan Gelar Sepatu Emas Bagus Kahfi

Timnas U-16 mengawinkan gelar juara Piala AFF U-16 2018, dengan gelar pencetak gol terbanyak (top skorer) melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri, dengan torehan 12 gol. (istimewa)

Sidoarjo- Timnas U-16 akhirnya berhasil meraih gelar juara pertamanya di Piala AFF U-16 2018. Indonesia menang adu penalti 4-3 atas Thailand, pada laga final di Stadion Gelora Delta, Sabtu (11/8). Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 80 menit pertandingan. Tim Merah Putih unggul terlebih dahulu lewat Fajar Faturachman pada menit ke-32. Ini merupakan gol kedua striker berusia 16 tahun jebolan ASAD 313 Jaya Perkasa. di Piala AFF U-16 2018. Namun, Thailand menyamakan kedudukan lewat Apidet Janngam pada menit ke-71. Dalam drama tos-tosan, tendangan dua algojo Thailand berhasil dimentahkan kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi. Sedangkan empat eksekutor Garuda Asia menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bagi Indonesia, inilah prestasi terbaik sepanjang keikutsertaan di Piala AFF U-16. Sebelumnya, catatan prestasi terbaik Timnas U-16 di ajang Piala AFF U-16 adalah runner up yang diraih pada 2013. Saat itu Indonesia kalah adu penalti dari Malaysia. Thailand dan Vietnam adalah dua negara tersering yang menjadi juara Piala AFF U-16. Mereka memenanginya sebanyak tiga kali. Sejak pertama kali digelar pada 2002, sudah tujuh negara menjadi juara Piala AFF U-16. Salah satunya adalah Jepang yang menjadi tamu pada 2012. Berkat keberhasilan pada 2018, David Maulana dan kolega, juga mengukir rekor langka, yang belum bisa diwujudkan tim-tim lain di Asia Tenggara. Rekor itu adalah juara sekaligus top skorer Piala AFF U-16 2018, melalui Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri dengan 12 gol. Hanya dua tim tamu, Australia dan Jepang, yang pernah melakukan itu. Belum pernah ada tim Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Vietnam selaku juara Piala AFF U-16 tiga kali, yang mampu mengukir prestasi ini. Pada Piala AFF U-16 2008, Australia juara sekaligus merebut top skorer, lewat Kamal Ibrahim dan Kerem Bulut. Masing-masing mencetak 4 gol. Lalu, pada AFF U-16 2012, Jepang meraih juara sekaligus merebut gelar top skorer, lewat Ryoma Watanabe dengan mencetak 3 gol. Australia kembali merebut juara dan gelar top skorer pada Piala AFF U-16 2016 lewat John Roberts dengan 8 gol. Timnas U-16 akan berjuang di Piala AFC U-16 2018. Turnamen akan digelar di Malaysia, pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Indonesia lolos sebagai salah satu dari 16 peserta. Di Piala AFC U-16, Timnas U-16 pernah menduduki posisi keempat pada 1990. Pada empat kesempatan lainnya, Tim Garuda Muda selalu kandas di babak grup. (Dre) Daftar Juara dan Top Skorer Piala AFF U-16 Thailand 2007 Top Skorer : Kraikitti In-utane (Thailand) 5 gol 2011 Top Skorer : Adam Swandi (Singapura) 5 gol 2015 Top Skorer : Marc Moric (Australia) 8 gol Vietnam 2006 Top Skorer : – 2010 Top Skorer : Liang Yu (China) dan Rogerio Seran (Timor Leste) 2 gol 2017 Top Skorer : Sieng Chanthea (Myanmar) 5 Gol Myanmar 2002 Top Skorer : – 2005 Top Skorer : – Australia 2008 Top Skorer : Kamal Ibrahim dan Karem Bulut (Australia) 4 gol 2016 Top Skorer : John Roberts (Australia) 8 gol Jepang 2012 Top Skorer : Ryoma Watanabe (Jepang) 3 gol Malaysia 2013 Top Skorer : Cameron Joice (Australia) 6 gol Indonesia 2018 Top Skorer : Amiruddin Bagus Kahfi (Indonesia) 12 Gol Rekam Jejak Sejarah Indonesia di Piala AFF U-16 2002: posisi ketiga 2005: babak grup 2006: tak ikut 2007: posisi keempat 2008: babak grup 2009: tak ada turnamen 2010: posisi keempat 2011: babak grup 2012: tak ikut 2013: runner-up 2014: tak digelar 2015: hukuman sanksi FIFA 2016: hukuman sanksi FIFA 2017: babak grup 2018: JUARA

Rekor Bagus Lewati Raja Gol Singapura di Piala AFF Senior, Kaki Kirinya Ganas Meski Tak Kidal

Seluruh gol yang dicetak Amiruddin Bagus Kahfi dilakukan dari dalam kotak penalti. Bagus pun rata-rata mencetak 2,2 gol per pertandingan fase grup Piala AFF U-16 2018. (Goal.com)

Sidoarjo- Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi tampil luar biasa di Piala AFF U-16 2018. Pemain asal Magelang, Jawa Tengah itu mengemas 11 gol dalam 280 menit bermain di lima pertandingan grup Piala AFF U-16.Bagus mencetak dua gol ke gawang Filipina, Myanmar, Vietnam dan Timor Leste. Sedangkan tiga gol lainnya dicetak ke gawang Kamboja saat menang 4-0 di laga akhir Grup A. Menariknya, torehan 11 gol menjadi yang terbanyak bagi pemain di ajang Piala AFF, di level U-16, U-19, dan senior. Sebelum Bagus, pemain Australia Marc Robic dan John Roberts, mengemas delapan gol pada edisi 2015 dan 2016. Sedangkan pada level U-19, gol terbanyak dicetak oleh Nguyen Xuan Nam dari Vietnam, di Piala AFF U-19 2011 dengan delapan gol. Lalu Egy Maulana Vikri dari Indonesia dengan torehan gol yang sama pada 2017. Luar biasanya, Bagus pun ternyata menyalip perolehan gol dari legenda Singapura, Noh Alam Shah. Along (sapaan akrab Noh Alam Shah) sukses mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak Piala AFF senior, pada 2007 dengan koleksi 10 gol. Kini, semua catatan tersebut dilampaui oleh Bagus. Pencapaian luar biasanya patut diapresiasi. Pemain binaan Chelsea Soccer School itu berpeluang besar menjadi Top Skorer Piala Asia U-16 tahun ini. Dalam statistik yang ada, kaki kiri pemuda berambut kriting itu lebih mematikan dibanding kaki andalannya, kaki kanan. Selama lima laga di Grup A, sebanyak enam gol diciptakan pemain kelahiran Magelang itu dengan kaki kiri. Sisanya lima gol dikemas Bagus dengan menggunakan kaki kanan, termasuk dua gol dari titik penalti. Belum ada gol yang dicetak Bagus dengan menggunakan kepalanya. Dalam posisi mencetak gol, seluruh gol yang dibuat Bagus juga terjadi di kotak penalti lawan. Sebanyak empat gol dengan sontekan, dua penalti, dan selebihnya melalui akselerasi, yang dilanjutkan dengan tembakan ke gawang lawan. Bagus yang merupakan saudara kembar Amiruddin Bagas Kaffa, full bek Timnas U-16 itu, awalnya merupakan pemain cadangan saat Indonesia menang telak 8-0 atas Filipina di pertandingan pertama. Bagus masuk pada menit ke-61, usai Garuda Asia unggul 5-0. Meski hanya bermain selama 29 menit, Bagus yang kini berusia 16 tahun itu sukses mencetak dua gol pada menit ke67 dan 73′. Gol Bagus bertambah ketika dimainkan sejak awal oleh pelatih Fakhri Husaini saat melawan Myanmar di laga kedua. Di partai ini, Bagus kembali mengemas dua gol pada menit kedelapan dan 26′. Di duel ketiga melawan Vietnam, Bagus kembali menjadi cadangan dan bermain di babak kedua. Masuk dari bangku cadangan tak membuat ketajaman Bagus berkurang. Dua gol kembali dibuat pemain bernomor punggung 20 itu pada menit ke-45 dan 61′. Konsistensi Bagus tetap terjaga hingga pertandingan keempat melawan Timor Leste. Kesulitan mencetak gol di babak pertama, Bagus akhirnya bisa mencetak dua gol di babak kedua, menit ke-49 dan 82′. Pada laga terakhir melawan Kamboja penampilan Bagus makin mengilap. Meski hanya bermain selama 51 menit, Bagus justru sukses mencetak hattrick (21′, 34′, dan 43′). (Dre)

Digembleng Ala Semi Militer, Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 Optimistis Juara di Gothia Cup China

Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 digembleng ala semi militer sebelum tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018, Qingdao, China. (Ham/NYSN)

Jakarta- Tim Hansaplast TopSkor Indonesia (TSI) U-14 akan segera bertolak menuju Qingdao, China, untuk tampil dalam Turnamen Gothia Cup China 2018 level B14 (Boys 14), yang berlangsung 12-18 Agustus 2018. Ketua Delegasi Topskor Indonesia, Mohamad Yusuf Kurniawan mengatakan, berbekal persiapan matang dan pengalaman yang dimiliki, tim TSI U-14 diharapakan berbicara banyak dalam ajang Gothia Cup China 2018. Tim TSI U-14 rencananya akan berangkat pada Jumat (10/8). “Runner-up Gothia China Cup 2016, dan posisi 3 pada 2017, serta terkini meraih runner-up JSSL Cup Singapura 2018 pada April lalu, kini kami bertekad juara di Gothia China Cup 2018. Pengalaman bertanding dan pelatihan intensif, adalah bekal agar target juara bisa terpenuhi,” ujar Yusuf dalam acara pelepasan Tim TSI U-14, pada Rabu (8/8). Hal senada juga diungkap Deris Herdiansyah, selaku pelatih TSI U-14. Ia menyampaikan persiapan para pemain dilakukan dengan sangat serius, mengingat tak semua pemain, memiliki pengalaman di ajang internasional. “Persiapan kami sudah cukup lama dan matang, sejak 5 bulan yang lalu. Terutama selain fisik dan taktik, kami membangun kondisi mental pemain. Beberapa anak ada yang belum pernah main di turnamen level internasional,” kata Deris. Dalam pembentukan karakter dan mental pemain, ia menggunakan metode disiplin semi militer, agar para pemain mampu menerima tekanan dari lawan, maupun dari para pendukung yang hadir di lokasi. Konsep ini ditempuh, karena sebagai besar staf pelatih TSI U-14 berlatar belakang anggota TNI. Ia pun tak ragu memilih berlatih intensi di komplek lapangan Rindam Jaya, di kawasan Condet, Jakarta Timur. Berbicara potensi peluang juara, Deris yakin, jika anak asuhnya bisa menyajikan peforma yang meyakinkan. Melihat prestasi tahun lalu, tim dengan materi pemain kelahiran 2003, sanggup meraih peringkat 3, serta runner Up pada 2016. “Kriteria pemain yang dipilih terutama mereka yang punya kemampuan baik terkait dasar-dasar bermain sepak bola. Kemudian skill penting guna menyempurnakan gaya permainan yang akan diterapkan nanti,” tambah pria berbadan subur tersebut. Tomas Schwarz, pun turut optimistis. “Tampil di tingkat internasional semoga bisa mengasah kemampuan dan pengalaman mereka. Selamat berjuang Tim Sepakbola Hansaplast TopSkor Indonesia U-14,” ucap Direktur Pemasaran PT. Beiersdorf Indonesia ini, yang membawahi unit bisnis Hansaplast, produk plester penutup luka. (Dre/Ham) Daftar Pemain Tim Hansaplast Topskor Indonesia U-14 1. Muhammad Wisnu (SSB Bina Taruna) 2. Syarif Slamet (SSB Saint Prima) 3. Andhika Dwi (SSB Salfas Soccer) 4. Abdul Jaffar (SSB Buperta) 5. Vito Ramadyzky (SSB Remaja Masa Depan) 6. Richko Ridho (SSB Remaja Masa Depan) 7. Saptian Dwi W. (SSB ISA ICK Trisakti) 8. Jodi Chandra Geraldi (SSB Remaja Masa Depan) 9. Raychan Adji (SSB Remaja Masa Depan) 10. M. Akiel Marjik (SSB Tajimalela FA) 11. Resa Aditya (SSB ISA ICK Trisakti) 12. Arya Rafael (SSB Benteng Muda) 13. Tafrizal Aditya (SSB Garuda Putra) 14. Dicky Daniel (SSB Ragunan SS) 15. Azmiar Al Qadri (SSB ISA ICK Trisakti) 16. M. Ridho Imran (SSB ISA ICK Trisakti) 17. Aron Byron (SSB Matador Mekarsari) 18. Diandra Diaz Dewari (SSB SASWCO) 19. Bevan Rulif (SSB ISA ICK Trisakti) 20. Rayhan Everhard Bollemeyer (SSB ASIOP Apacinti)

Timnas U-16 Dihantui Bayang-bayang Inferior Malaysia Jelang Tampil di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah (kanan) mencoba menghadang laju pemain Malaysia U-16 pada laga uji coba di Stadion Petaling Jaya, Selangor, 6 Juli 2018. (facebook.com/FAM official)

Sidoarjo- Partai seru bakal tersaji pada semifinal Piala AFF U-16 2018 antara Timnas U-16 kontra Malaysia, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Meski timnas U-16 lolos dari Grup A dengan sempurna, tetapi David Maulana dan kolega tak boleh menganggap remeh Malaysia. Dalam laga uji coba jelang Piala AFF U-16 2018, gawang Timnas U-16 dibobol empat kali oleh Malaysia. Laga di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, pada Jumat (6/7) ini, sukses dimenangi negri Jiran dengan skor 4-3. Gol Malaysia dicetak oleh Harith Haiqal, Muhammad Alif, Muhammad Amirul Azzim, dan Muhammad Najmudin Akmal. Sedangkan gol Indonesia diciptakan Yadi Mulyadi, David Maulana, dan Muhammad Firdaus. Oleh sebab itu, laga semifinal tersebut harus dimanfaatkan oleh tim berjulukan Garuda Asia untuk membalas kekalahan saat laga uji coba di Malaysia. Namun, Malaysia juga tak akan tinggal diam mengingat kakak mereka, Tim U-19 pun turut mempermalukan Indonesia, pada semifinal Piala AFF U-19 2018. Saat itu, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan takluk dengan drama adu penalti juga di Stadion Gelora Delta. Jika dicermati, maka dua partai semifinal Piala AFF U-16 2018, serupa dengan ‘adegan’ semifinal Piala AFF U-19 2018, pada Juli lalu. Saat itu, Indonesia berjumpa Malaysia, sedangkan pada partai lainnya, Thailand menghadapi Myanmar. Malaysia U-16 lolos sebagai peringkat kedua Grup B Piala AFF U-16, usai menang 1-0 atas Laos U-16. Malaysia U-16 akhirnya berjumpa dengan Timnas U-16 di semifinal. Pada laga lainnya, Thailand yang berada di puncak klasemen, akan menghadapi Myanmar, yang lolos sebagai peringkat kedua Grup A. Dua pertandingan itu, ternyata identik dengan semifinal Piala AFF U-19 2018. Skuad Timnas U-19 yang dinahkodai Indra Sjafri, juga berjumpa dengan Malaysia, di partai semifinal. Semifinal Piala AFF U-19 lainnya pun, menghadirkan pertemuan Thailand kontra Myanmar. Memang, laga Indonesia versus Malaysia selalu menyajikan duel yang menarik, entah karena intrik nuansa politik antar negara, atau faktor kualitas tim nasional keduanya yang tak jauh berbeda. Dari beberapa pertemuan terakhir, khususnya di level Timnas U-16, Indonesia dan Malaysia memang terbukti sama kuat. Pada penyisihan grup Piala AFF U-16 2013 di Mynamar, keduanya bermain imbang tanpa gol. Di turnamen yang sama, Indonesia kembali bertemu Malaysia di laga final. Saat itu, Garuda Asia harus kembali tertahan imbang 1-1 dalam 90 menit waktu normal, dan harus kalah lewat babak adu penalti yang membuat Malaysia meraih titel kampiun. Sejatinya, hingga lolos fase grup, Timnas U-16 mencatat hasil yang meyakinkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Skuad asuhan Fakhri Husaini selalu menang dalam lima laga yang dihadapinya. Indonesia bahkan mengunci tiket lolos ke semifinal, sejak Sabtu (4/8). Mereka melaju ke babak empat besar dengan status juara Grup A. Indonesia mengoleksi 15 poin dari lima partai di fase grup. Tim merah putih juga paling produktif dalam turnamen ini. Garuda Muda telah mencetak 21 gol dari lima laga. Artinya, mereka menceploskan rata-rata 4,2 gol. Di Grup B, untuk sementara Thailand paling produktif dengan 12 gol atau rata-rata 3 gol per laga, disusul Malaysia 12 gol. Selain tajam di depan, Indonesia juga kuat di sektor pertahanan. Sebagai bukti, gawang Indonesia baru kebobolan tiga gol. di babak penyisihan grup. Garuda Asia jadi kesebelasan dengan pertahanan terbaik kedua setelah Thailand. Di Grup B, Thailand merajai persaingan dan sejauh ini mereka baru kecolongan dua gol saja. Tak hanya itu, Indonesia melambungkan striker Amiruddin Bagus Kahfi sebagai top skorer sementara di turnamen ini. Striker asal Magelang, Jawa Tengah yang akrab disapa Bagus itu, kini telah mencetak 11 gol dari lima penampilannya. Bagus unggul tiga gol dari striker Vietnam, Dinh Thanh Trung. Namun kran gol Thanh Trung tak akan bertambah karena Vietnam gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. (Dre)

Bernomor Punggung Sama, Bepe Minta Striker U-16 Bagus Kahfi Diberi Ruang Berkembang

Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas (kanan), menanggapi peforma striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, yang memecahkan rekor top skorer Piala AFF U-16 sepanjang masa dengan torehan sementara 11 gol. (Ham/NYSN)

Jakarta- Legenda tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, meminta masyarakat Indonesia untuk memberikan kesempatan striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, untuk berkembang tanpa dibebankan tekanan berlebih. Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Bepe terkait peforma cemerlang Bagus, di penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo, Jawa Timur. “Bagi saya, pressure kadang bikin talenta jadi seperti yang tidak diinginkan. Saran saya, biarkan mereka berkembang,” kata Bepe, di acara Nivea Men di Jakarta, Selasa (7/8). Bagus tengah disorot penampilannya di Piala AFF U-16, usai memuncaki daftar pencetak gol sementara ajang kelompok umur di bawah usia 16 tahun itu. Di laga pamungkas penyisihan Grup A, Bagus mengemas trigol ke gawang Laos dalam kemenangan 4-0 skuat merah putih. Tambahan tiga gol ini membuat pemuda Magelang, Jawa Tengah itu memimpin list pencetak gol Piala AFF U-16 dengan 11 gol, dan melampaui rekor gol terbanyak sepanjang turnamen yang sebelumnya dipegang dua pemain Australia, Marc Moris dan John Roberts, yang masing-masing mencetak delapan gol, pada edisi 2015 dan 2016. Menariknya, Bagus juga mengenakan nomor punggung 20 di skuat Timnas U-16, nomor punggung khas Bepe yang selalu dikenakan saat membela Timnas Indonesia, maupun di level klub. Bambang menilai capaian Bagus, memperlihatkan Indonesia memiliki banyak potensi di cabang olahraga terpopuler itu. Namun, selain dukungan harus ada pengawalan agar prestasi itu bisa diterjemahkan di level senior. “Banyak talenta junior Indonesia yang nggak kalah dengan negara lain, tapi akhirnya tak konsisten penampilannya saat di level senior. Perlu perjuangan, pengorbanan sampai mereka menikmati jadi level yang kita inginkan,” katanya. “Ada potensi di sana, kita dukung. Suatu saat nanti mereka bisa membuat kita bangga,” ujarnya menambahkan. Bagus, berpeluang mempertajam rekor catatan golnya di Piala AFF U-16, mengingat Indonesia melaju ke babak semi final dan melawan Malaysia, yang menjadi runner up Grup B. Malaysia menantang Indonesia pada semifinal Piala AFF U-16, setelah mengalahkan Laos 1-0 di laga terakhir grup B yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Selasa (7/8). Malaysia menempati peringkat kedua dan lolos bersama Thailand yang menjadi juara Grup B. Thailand akan menghadapi Myanmar. Malaysia lolos dengan koleksi poin 9 dari empat pertandingan, sedangkan peringkat pertama Thailand lolos dengan torehan poin 10. Partai semi final  berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (9/8). Andai Indonesia bisa melaju ke final, pertandingan partai pucak akan terselenggara pada Sabtu (11/8). (Ham)

Indonesia Junior League U-9 & U-11 Berakhir, Fokus Berikutnya Putar Kategori U-13

SSB Asiop Apac Inti menjadi juara Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 untuk kategori U-9. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 mencapai babak final di kategori U-9 dan U-11. Acara penutupan berlangsung di Lapangan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8), dengan menghadirkan dua laga final, di masing-masing kategori. Pada kategori U-9, mempertemukan SSB Asiop Apac Inti melawan SSB CISS (Camp Indonesia Soccer Skill), sementara SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) kontra Putra Sejati menapaki partai final untuk kategori U-11. SSB Asiop Apac Inti akhirnya menjadi juara, paska mengandaskan perlawaan alot SSB CISS, dengan skor tipis 1-0. Sementara di kategori U-11, kampiunnya diraih SSB Putra Sejati setelah unggul 2-1 dari SSB ASTAM. Dengan selesainya kompetisi IJL Mayapada 2018 kategori U-9 dan U-11, maka level kategori U-13 akan segera bergulir. Rezza Mahaputra Lubis, selaku CEO Indonesia Junior League, mengaku cukup bangga atas pencapaian turnamen kelompok usia dini, yang berputar sejak Februari-Agustus 2018 ini. “Saya cukup bahagia atas pencapaian ini, karena seluruh laga berjalan lancar dan bagus. Yang terutama adalah IJL memiliki hal yang mulia, yakni membina potensi anak-anak sejak dini,” jelas Rezza kepada nysnmedia.com, pada Minggu (5/8). IJL kini fokus memutar kompetisi U-13 yang berada di usia remaja. “Kami segera memutar kompetisi kategori U-13, yang levelnya ada di kasta lebih tinggi, dibanding U-9 dan U-11 ini. Kami harus jaga konsistensi kualitas kompetisi ini, karena harus sejalan dengan program kompetisi Internasional yang kami miliki”, pungkasnya. (Dre) Penghargaan Ajang Indonesia Junior League (IJL) 2018 Kategori U-9 Juara 1 SSB Asiop Apac Inti Juara 2 SSB Camp Indonesia Soccer Skill (CISS) Juara 3 SSB Maesa Cijantung Juara Harapan 1 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara Harapan 2 SSB Pro Direct Academy Klub Ter-fair play : SSB Pelita Jaya Kiper Terbaik : Ali Putra (SSB Asiop Apac Inti) Topskor : Rizky Eka Saputra (SSB Pelita Jaya) Pemain Terbaik : Eval (SSB CISS) Kategori U-11 Juara 1 SSB Putra Sejati Juara 2 SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) Juara 3 SSB Gagak Rimang Juara Harapan 1 SSB Sparta Juara Harapan 2 SSB Villa 2000 FC Klub Ter-fair play : SSB Serpong Jaya Kiper Terbaik : M. Farrel (SSB Putra Sejati) Topskor : Rival (SSB Sparta) Pemain Terbaik : Fernanda (SSB Astam)

Bidik Podium Juara, Jadi Misi Pecah Telur Garuda Asia Usai 16 tahun Tampil di Piala AFF U-16

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi (20) yang tampil produktif dengan torehan delapan gol selama penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 diharapkan mampu membawa prestasi terbaik bagi merah putih. (inews.id)

Sidoarjo- Timnas U-16 belum pernah sekalipun mengecap gelar juara, semenjak Piala AFF U-16 dimulai pada 2002. Di event tahunan ini, satu-satunya catatan terbaik Timnas U-16 di podium hanyalah meraih gelar runner up, pada event Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Saat itu, Indonesia takluk dari Malaysia, yang akhirnya keluar menjadi juara. Garuda Asia kalah lewat drama adu penalti dengan skor ketat 2-3, setelah di babak normal pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Ajang turnamen remaja di Asean yang sudah bergulir 12 kali (2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2010, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2017), Timnas U-16 baru tiga kali melaju ke Semi Final dan 1 kali ke Final. Semifinal pertama diukir pada 2002, kala menjadi tuan rumah bersama Malaysia. Berjibaku dan lolos penyisihan, Indonesia melaju ke semifinal menantang Myanmar. Di laga ini, Indonesia justru keok dan digebuk setengah lusin gol, 6-0.  Akhirnya Indonesia mengecap peringkat ke 3, usai mengalahkan Malaysia. Dua kesempatan lainnya, Indonesia dapatkan ketika menembus semifinal pada 2007 dan 2013. Pada 2007, saat dilaksanakan di Kamboja, Timnas U-16 sanggup menjejak ke semifinal. Sayang, Laos akhirnya mengagalkan langkah Timnas U-16 ke final, usai takluk 0-3. Saat perebutan posisi 3, Indonesia kembali rontok, kali ini dari Vietnam, dalam drama adu penalti, dan harus puas finish di posisi ke-4. Hasil terbaik Indonesia akhirnya ditorehkan di Piala AFF U-16 2013, di Myanmar. Indonesia sukses melwati fase peyisihaan lalu menyegel tiket semifinal. Lalu menantang tim unggulan, Australia. Di partai ini, Timnas U-16 menahan imbang Socceros 2-2 di waktu normal. Bahkan, Asnawi Mangkualam dkk sukses melewati drama adu penalti, yang berkesudahan dengan skor 5-4 untuk kemenangan Garuda Asia. Mencapai asa di fase puncak melayani Malaysia, Indonesia sempat berpeluang meraih titel juara. Sayang, Indonesia akhrinya kalah, lagi-lagi lewat babak adu penalti dari Malaysia, dengan skor tipis 2-3, setelah di babak normal, pertandingan berakhir imbang 1-1. Di 2018, laga Timnas U-16 Malaysia versus Singapura, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Minggu (5/8), berkesudahan dengan skor 4-0. Ini artinya, Malaysia memperpanjang nafas mereka di turnamen Piala AFF U-16 2018 dan membuka peluang lolos ke semifinal. Parade gol Malaysua dipersembahkan oleh Alief Abdul Aziz, Harith Jaineh, Fahmi Zaaim, dan gol bunuh diri Ryaan Sanizal. Dengan tambahan tiga poin, Malaysia memiliki 6 poin, dan masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Timnas U-16 Malaysia dapat memaksimalkan laga terakhirnya di babak penyisihan Grup B. Negri Jiran perlu memenangkan laga kontra Laos, untuk lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018. Jika Malaysia lolos ke semifinal sebagai runner-up, maka berpeluang bertemu Indonesia. Dengan catatan, Indonesia menjadi juara Grup A dengan memenangi laga terakhir melawan Kamboja, pada Senin (6/8). Thailand sudah resmi mengamankan tiket ke babak semi-final Piala AFF U-16 2018, setelah hanya menyelesaikan laga, imbang tanpa gol oleh Laos, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Minggu (5/8). Kendati meraih predikat sebagai tim pertama yang mewakili Grup B ke semfinal, namun hasil 0-0 melawan Laos cukup mengejutkan. Laos pun tetap mengintip peluang mecuri tiket empat besar. Keberhasilan Thailand didapat karena mereka mengemas sepuluh poin hasil dari tiga kemenangan dan satu kali imbang. Torehan itu memuluskan peforma mereka sebagai juara Grup B. Penentuan tempat kedua, diperebutkan oleh Malaysia dan Laos. Kedua tim akan saling sikut pada laga penutup pada Selasa (7/8). Laos saat ini di posisi dua dengan tujuh poin, sementara Malaysia di posisi tiga, dengan enam poin. Tim yang menjadi runner-up dari Grup B, berpotensi besar menghadapi Timnas U-16 pada empat besar. Garuda Asia saat ini, tak tersentuh sebagai raja Grup A, lewat empat kemenangan beruntun yang mereka raih dari Timor Leste, Myanmar, Vietnam dan Filipina. (Ham)

Incar Posisi Empat Besar, Villa 2000 U-12 Siap Merumput di Gothia Cup China 2018

CEO Villa 2000 Asher Imaret Siregar (ketiga dari kiri), saat melepas tim Villa 2000 U-12 yang akan tampil di Turnamen Gothia Cup U-12, pada 12-18 Desember 2018, di Qingdao, China. (Dre/NYSN)

Tangerang Selatan- Jelang tampil mengikuti kejuaraan usia dini dan usia muda turnamen Gothia Cup China 2018 di Qingdao, China, pada 12-18 Agustus 2018, Villa 2000 U-12 menggelar konferensi pers di Aula Villa 2000 FC Academy, Villa Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu (5/8). Selain para pemain, acara ini turut dihadiri Asher Imaret Siregar (CEO Villa 2000 FC), Arta Wijaya (Pelatih Senior), Feraldo Axel Paulus (Manager Villa 2000 FC Gothia Cup), serta Ayadi (Pelatih Villa 2000 U-12). Asher mengatakan, ini untuk pertama kalinya Villa 2000 mengikuti turnamen U-12 di Gothia Cup China 2018. Terakhir, Villa 2000 mengikuti turnamen serupa, di Manchester, Inggris, pada 2008. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada orang tua siswa SSB Villa 2000 yang sudah bersinergi untuk membawa anaknya berlaga di event tersebut. “Gothia Cup 2018 merupakan turnamen cukup besar yang berlangsung di China. Turnamen itu ada di usia 8 tahun sampai 18, dan tim kami ikut di level 12 tahun. Di sana lawannya mayoritas SSB China yang juga tangguh-tangguh,” kata Asher. “Saya berharap rombongan yang akan berangkat bisa saling membantu karena akan berlaga di negara orang,” tambahnya. Asher menunjuk Ayadl sebagai pelatih menukangi Villa 2000 U-12. Ia juga meminta Feraldo ‘Aldo’ Axel Paulus, seorang mahasiswa di Liverpool, Inggris, untuk menjadi manajer tim tersebut. Ayadi sebagai pelatih kepala mengatakan sangat bersyukur timnya bisa bermain di level lebih tinggi. Terkait persiapan, Hariyadi mengatakan timnya sudah siap. “Secara keseluruhan, tim ini sangat siap. Target kami adalah empat besar,” ucapnya. Sebelum berlaga di Gothia Cup 2018, Ayadi menambah intensistas waktu sesi latihan, dari seminggu dua kali menjadi empat kali. Beberapa turnamen dan lawan uji coba juga digelar Ayadi, agar pemainnya bisa langsung mengerti permainan tim. “Ini kami lakukan untuk melihat persiapan anak-anak sudah sampai mana agar mereka bisa mengaplikasikan apa yang saya mau di sana,” bilangnya. “Saya harap pemain bisa bersemangat untuk menerapkan apa yang sudah dilakukan selama ini. Anak-anak juga harus mandiri karena ini turnamen yang bergengsi,” ucap Ayadi. Adapun Arta Wijaya, selaku pelatih senior di Villa 2000, menekankan agar pemain bersikap displin. “Disiplin waktu. Saat istirahat dan makan, harus dipatuhi, karena seluruh pemain yang tampil, tidak didampingi orangtua. Juga jangan minder, jangan takut. Siapapun harus dihadapi,” jelas Taul panggilan akrabnya. Gothia Cup China adalah cabang dari Gothia Cup Swedia. Sebab, kejuaraan ini merupakan pelebaran sayap dari penyelenggaraan di Swedia. Hal itu karena disadari besarnya potensi tim dari Asia, tetapi terkendala besarnya pengeluaraan untuk pergi ke Swedia mengikuti Gothia Cup. Oleh karena itu penyelenggara Gothia Cup melebarkan sayap penyelenggaraan ke Asia. Dan, Cina yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia menjadi tempat penyelenggara. Gothia Cup China 2018 mempertandingkan tim putra (Boys) jenjang usia 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 25. Lalu putri (Girls) kelompok umur 12 dan 14. Tahun ini di Gothia Cup China, 5 tim dari Indonesia tersebar di tiga penyelenggaraan kelompok umur. Villa 2000 U-12 dan IJL U-12 akan mengikuti ajang Boys 12. Kemudian TopSkor Indonesia mengirimkan 2 tim, untuk kelas Boys 14 dan Boys 15. Terakhir adalah Tim Pelajar Kemenpora (U-16) yang mengikuti Boys 16. Nantinya, 13 pemain Villa 2000 akan bersaing dengan pemain dari 31 klub lainnya. Villa 2000 U-12 tergabung dalam grup 4, bersama tiga klub asal China, yakni Left Wing FC, Wenlai MS, dan Zhengzhou Quenjia FC. Di penyisihan grup, setiap tim bermain empat kali mulai Senin sampai Jumat, dengan ada satu hari libur bertanding. Selebihnya adalah fase knock-out. Villa 2000 U-12 bertolak menuju kota Qingdao pada Sabtu (11/8) pukul 16.00 WIB. (Dre) Skuat Villa 2000 U-12 Gothia Cup China 2018 1. Rahmatito Hijrah Harjana 2. Masyraffa Nabatan Setiyono (C) 3. Muhammad Haikal Riansyah 4. Dzikri Ahmadi Akbar 5. Muhammad Hannan Hadzami 6. Irsyad Maulana 7. Malvin Evander Lopulalan Kurniawan 8. Fachry Ghulam Aradana 9. Muhammad Zulfan Djiaulhaq Mukti 10. Maha Rhaziqa Putra Ediwan 11. Galang Rai Nugraha Wedya Sukma Direja 12. Jatsia Rabbani 13. Erlangga Maula Syahputra Tim Indonesia Gothia Cup China 2018 Boys 12 Villa 2000 U-12 (Grup 4) IJSL U-12 (Grup 8) Boys 14 TopSkor Indonesia (Grup 5) Boys 15 TopSkor Indonesia (Grup 1) Boys 16 Tim Pelajar Kemenpora (Grup 2)

Delapan Gol Bagus Kahfi Bantu Timnas U-16 Kunci Tiket Semifinal Piala AFF U-16

Amiruddin Bagus Kahfi (20), kembali memimpin daftar top skor atau pencetak gol terbanyak sementara Piala AFF U-16 2018, dengan total raihan delapan gol. (tribunnews.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 mengunci tiket semifinal Piala AFF U-16 2018 usai menang 3-0 atas Timor Leste di laga keempat Grup A di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (4/8). Meski menyisakan satu partai terakhir versus Kamboja, pada Senin (6/8), Garuda Asia mengemas 12 poin dari empat pertandingan dan tak terkejar pesaingnya. Gol-gol kemenangan Timnas U-16 atas Timor Leste dicetak oleh Amiruddin Bagus Kahfi (49’dan 82′) serta Sultan Zico (72′). Dengan koleksi 12 poin dari empat laga, David Maulana dkk dipastikan takkan tergeser oleh Myanmar, maupun Vietnam, yang sama-sama mengoleksi 9 poin. Sementara itu, Thailand lebih dulu memastikan diri melaju ke semifinal dari Grup B. Mereka adalah tim pertama yang lolos usai menang 3-1 atas Singapura, Jumat (3/8). Thailand mengoleksi 9 poin dari tiga laga. Posisi mereka aman karena para pesaingnya akan saling berhadapan pada dua laga sisa, yaitu Laos vs Malaysia, pada Rabu (7/8). Saat ini, empat tim yang sudah dipastikan tersisih dan tak mungkin lolos ke semifinal Piala AFF U-16 2018 adalah: Kamboja, Timor Leste, Filipina (Grup A) dan Brunei (Grup B). Timnas U-16 juga kini mengukir calon kandidat pencetak gol terbayak. Bagus yang memborong dua gol pada laga ini, resmi melewati catatan top skor tahun lalu. Pada 2017, top skorer Piala AFF level U-16 adalah penyerang Kamboja, Sieng Chanthea. Dia membukukan sebanyak lima gol. Gol-gol Chanthea itu tak mampu mengantarkan Kamboja lolos grup. Pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala AFF U-16 adalah John Robert dan Marc Moric. Mereka membukukan delapan gol. John Robert mencatatkannya dua kali, yakni pada event Piala AFF U-16 edisi 2016 dan 2017. Sementara Moric sekali mencatatkannya pada 2016, bersama Roberts. Bagus pun kini juga sudah mengoleksi delapan gol. Menyisakan satu partai di fase grup tahun ini, Bagus berpotensi kembali menambah pundi-pundi golnya lagi. Di laga pertama melawan Filipina, Bagus baru masuk di babak kedua, namun ia langsung mencetak dua gol. Sedangkan melawan Myanmar, dua gol kembali ia cetak saat tampil sebagai starter. Saat melawan Vietnam, striker asal Magelang ini juga bermain dari bangku cadangan di babak kedua menggantikan Sutan Zico. Lagi-lagi Bagus bisa mencetak dua gol, satu melalui titik putih. Nalurinya dalam mencetak gol akan dibutuhkan lagi oleh Timnas U-16 di laga terakhir fase grup, melawan Kamboja. Uniknya, Bagus selalu mencetak dua gol setiap turun tampil bermain. (Dre) Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Myanmar 4-1 Kamboja Vietnam 6-1 Filipina Indonesia 3-0 Timor Leste Klasemen Grup A Piala AFF U-16 No     Tim     Main  Gol   Poin 1 Indonesia    3    +14    12 2 Myanmar     3    +10     9 3 Vietnam      3     +8      9 4 Kamboja     3     −1      3 5 Timor Leste 3    −7       3 6 Filipina        3    −24     0 Jadwal Grup A Senin, 6 Agustus 2018 15.30 WIB Timor Leste vs Filipina (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Vietnam vs Myanmar (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Kamboja vs Timnas U-16 (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top Skorer Sepanjang Masa Piala AFF U-16 Piala AFF U-16 2017 Sieng Chanthea Mynmar 5 Gol Piala AFF U-16 2016 John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2015 Marc Moric Australia 8 Gol John Roberts Australia 8 Gol Piala AFF U-16 2014 Dibatalkan karena kurang peserta. Hanya tiga yang mendaftar, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Piala AFF U-16 2013 Cameron Joice Australia 6 Gol Bạch Hồng Hân Vietnam 6 Gol Piala AFF U-16 2012 Ryoma Watanabe Jepang 3 Gol Piala AFF U-16 2011 Adam Swandi Singapura 5 Gol Piala AFF U-16 2010 Liang Yu China 2 Gol Rogerio Seran Timor Leste 2 Gol Piala AFF U-16 2009 Dibatalkan karena virus H1N1 menyebar di Thailand. Piala AFF U-16 2008 Kamal Ibrahim Australia 4 Gol Kerem Bulut Australia 4 Gol

Volume 2 King Basketball 3×3 Kembali Bergulir, Jawara IBL 3×3 Turut Serta

Tim Cool Boyz (hijau) sukses mengalahkan tim Indonesia Muda (biru) dengan skor tipis 9-8, pada laga perdana King Basketball 3x3 Volume 2, di Atrium Mall @Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten. (Pras/NYSN)

Tangerang- Mengusung tema ‘National Is Me’ King Basketball 3×3 Volume 2 kembali menggelar event basketball 3×3 di Atrium Mall @Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten. Acara ini berlangsung 3-5 Agustus 2018. Bertujuan menggali bakat penggemar basket 3 on 3, Giovanni Vivaldi selaku ketua pelaksana merasa perlu mewadahi olahraga ini. “Basketball 3×3 kembali booming, kami ingin memberi wadah bakat anak muda, yang gemar dan potensial. Meski unsur entertainment-nya tinggi, ajang ini ternyata mendapat tanggapan yang positif. Event pertama sudah digelar di Mall Puri Mansion. Sekarang di Mall @Alam Sutera (kedua),” kata Giovani yang akrab disapa Gio, pada Jumat (3/8). “Antusiasme para peserta dan penonton juga luar biasa,” jelasnya lagi. Gio menambahkan, terdapat 60 tim yang turut berpartisipasi di turnamen King Basketball 3×3 ini, dan terbagi dalam dua kategori. “Turnamen ini memakai sistem gugur, serta terbagi dua kategori, yakni Kategori Umum (KU) dan Kategori Umum (KU) U-18. Tiap kategori, ada 36 tim untuk KU, dan 24 tim KU U-18,” imbuh Giovanni. Turnamen ini berhadiah total 20 juta rupiah, dan tiap kategori mendapat 10 juta rupiah, dengan perincian juara 1 (Rp 5 juta), juara 2 (Rp 3 juta), dan juara 3 (Rp 2 juta). Ajang ini tak berhenti di dua ‘volume’ saja, King Basketball akan kembali menghelat turnamen 3×3 pada bulan Mei 2019, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Laga perdana turnamen ini di kategori umum (KU) U-18, mempertemukan tim Cool Boyz kontra Indonesia Muda. Tim Cool Boyz pekan lalu, sukses menjadi kampiun IBL Gojek 3×3 Basketball Indonesia Tour 2018 – Jakarta Usia (U) 18 Tahun, di Mall Kokas. Laga yang dilangsungkan di Atrium Mall @Alam Sutera, Tangerang ini dimulai dengan ketat. Denga durasi waktu bertanding hanya sepuluh menit, kedua tim saling mengejar poin. Meski Cool Boyz sempat mendapatkan poin dua angka lebih dulu dari hasil tembakan di luar lingkaran, konstan aksi lay-up Indonesia Muda memperkecil poin dengan skor 2-1. Namun, aksi dua poin kembali dilakukan oleh pemain Cool Boyz yang memperlebar jarak menjadi 4-1. Sampai menit ke-7, permainan semakin sengit. Di menit 7 Indonesia Muda mampu menyamai skor menjadi 6-6. Tetapi, usaha Indonesia Muda untuk memenangi pertandingan, beluml berhasil. Hingga laga berakhir, Cool Boyz unggul tipis dengan skor 9-8. “Tadi kita sempat seri ya dan skor itu menambah kami bersemangat. Tapi, sampai akhir pertandingan kita tidak mampu mengungguli mereka. Mereka begitu kuat dan bagus. Kita harus belajar lagi”, ujar Pattiwel, salah satu skuat Indonesia Muda, usai laga. Kemenangan ini membuat Cool Boyz berhak melangkah ke fase berikutnya. (Dre) King Basketball 3×3 Volume 2 Tim Kategori Umum 1. Bayerische 2. North Hustler 3. Marmut Muthakir 4. Chiki Ballz 5. Bromo 2 6. Kweenz 7. Pendiri Bangunan 8. Gators 9. 4fun 10. GSW A 11. Valiant 12. Kliksport TV 13. Giant 14. GSBC 1 15. Menantu Idaman 16. Mix 17. FDYA 18. GKI Aries 19. STPI 20. X1 21. GSW B 22. Stallion A 23. Horee 24. Elang Laut 25. GSBC 2 26. GSW C 27. Bromo 1 28. TGIF 29. GSW D 30. Zenly 31. Hyenas 32. Mokodo 33. Seraphim 34. Blek 35. Havefun 36. Stallion B Tim Kategori Umum U-18 1. Cool Boyz 2. Indonesia Muda 3. Keluarga 4. Nusty Bunny 5. Edsu 6. Lemewin 7. Classy 8. Kuntos 9. Tim Brio 10. Buzzer C 11. Buzzer B 12. SMAK 2 13. Mokodo Jr 14. 16 15. Harsa 16. Crows 17. 3rd World Handles 18. Buzzer A 19. Hustler 20. YDG 21. Underdog 22. Phoenix Tim 23. Semoga Diberkati 24. Bowo Lovers

Punya Kualitas Sekelas Eropa, Timnas U-16 Akankah Terganjal Persoalan Klasik Soal Konsistensi ?

Winger Timnas U-16, Mochammad Supriadi (11), saat berakselerasi dalam laga Piala AFF U-16 2018 kontra Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8). (medcom.id)

Jakarta- Tiga kali tampil di fase penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 ternyata Timnas U-16 memiliki karakter yang serupa dengan seniornya di Timnas U-19, atau Timnas U-23 yang tak lama lagi berlaga di Asian Games 2018. Membukukan 16 gol dan kebobolan tiga, kemiripan pasukan Fakhri Husaini dengan skuat Indra Sjafri dan Luis Milla adalah penguasaan bola. Ketiga tim ini cenderung aktif menyerang, dengan strategi memegang sebola banyak mungkin. Saat menghadapi Filipina, Myanmar, dan Vietnam, Garuda Asia – julukan Timnas U-16 – mencetak penguasaan bola sebesar 73 persen, 61 persen, dan 57 persen. Jika dirata-ratakan, maka Indonesia sekurang-kurangnya mendapatkan bola sebanyak 63,66 persen. Sekadar mencari pembanding, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, event yang tercatat sebagai gelaran Piala Dunia dengan intensitas dan kualitas sepakbola tertinggi, rata-rata penguasaan bolanya malah tak sampai menyentuh angka 60 persen. Berdasarkan riset International Journal Science Culture and Sport, juara dunia saat itu, Jerman, tercatat sebagai tim dengan penguasaan bola terbesar pada angka 56,71 persen, diikuti Argentina dengan 54,56 persen, Brasil dengan 53,12 persen, dan Belanda mencatatkan 50,32 persen. Namun, penguasaan bola tersebut harus pula dibuktikan dengan akurasi dan kesuksesan menyampaikan umpan. Untuk angka ini, Timnas U-16 ternyata tak jauh berada di bawah empat tim terbaik di Piala Dunia 2014. Di tiga laga pembuka AFF 2018, Timnas U-16 mencatatkan 82 persen umpan sukses versus Filipina, 73 persen kontra Myanmar, dan 69 persen menghadapi Vietnam. Rata-rata mereka mencatatkan 74,66 persen umpan sukses. Jumlah itu berselisih 0,13 persen dari Brasil di Piala Dunia 2014. Sementara Jerman, mendapatkan 81,90 persen umpan sukses. Andai level tim Piala Dunia masih terlalu jauh untuk dijadikan perbandingan, mari melihat statistik laga final Piala Dunia U-17 2017 antara Inggris dan Spanyol di Kalkuta, India, Oktober tahun lalu. Untuk urusan penguasaan bola, Indonesia pun masih unggul. Inggris, yang keluar sebagai pemenang dalam laga yang berakhir melalui adu penalti itu, hanya menguasai 52 persen bola, berbanding 48 persen yang dimiliki Spanyol. Atau, dari segi yang lain, catatan laga Piala Eropa U-17 antara Italia dan Belanda, di Rotherham, Inggris, 21 Mei 2018. Partai yang dimenangi Belanda sebagai juara usai adu penalti (1-4), merangkum total tembakan yang dilepaskan Italia adalah empat bidikan sukses dan tujuh melenceng. Sedangkan sang juara mengoleksi sembilan tembakan, empat di antaranya on target dan sisanya melenceng. Bandingkan dengan Indonesia, yang mencatatkan total sebelas tembakan dalam laga menghadapi Vietnam, selama 80 menit bermain. Tujuh di antaranya mengarah ke gawang lawan. Tidak berbeda dengan Italia, dan bahkan lebih dari Belanda. Catatan ini menunjukkan kepada pencinta sepakbola Indonesia, bila peforma Timnas U-16 potensial bersaing di level yang lebih menantang. Hanya saja, komitmen terbesarnya adalah apakah potensi itu bisa terjaga saat mereka bermain di kategori senior. (art)

Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia, Kevin/Marcus Alihkan Fokus Ke Asian Games 2018

Ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, sukses menekuk dobel nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. (tribunnews.com)

Jakarta– Pupus asa duet Merah Putih, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, untuk meraih gelar juara dunia 2018. Duo Minions harus mengubur impiannya tersebut usai tersingkir di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018). Mereka takluk dari ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. Laga yang berlangsung Jumat (3/8) di Nanjing Olympic Sports Centre, China, pasangan nomor satu dunia ini tampil di bawah level permainan terbaiknya. Selain itu, juara All England 2017 & 2018 ini kerap melakukan kesalahan sendiri. Hasil ini serupa dengan raihan tahun lalu, yang juga terhenti di babak perempatfinal. “Lawan pertahannnya rapat, bolanya berat dan enggak gampang dismes, jadi lebih enak untuk lawan. Selain pertahanan yang bagus, Kamura/Sonoda serangannya juga bagus. Ketemu mereka memang selalu ramai. Semoga kami bisa meraih hasil yang lebih baik di Asian Games 2018,” ungkap Marcus usai laga dalam rilis resmi PBSI. Kevin/Marcus bakal menjadi salah satu andalan Indonesia dalam meraih medali emas pada Asian Games 2018, yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September. “Memang lawannya bagus, tak gampang dimatikan. Kami sudah tahu dari awal kalau lawan mereka pasti tidak akan gampang,” tambah Kevin. Kekalahan itu sekaligus membuat rekor head to head Kevin/Marcus dengan Kamura/Sonoda menjadi imbang 4-4. Indonesia juga tak memiliki wakil lagi di sektor ganda putra. Dengan hasil ini, Kevin/Marcus, yang mengoleksi sepuluh gelar juara super series itu, belum bisa meraih titel di turnamen mayor. (Adt)

Kuasai Klasemen, Indonesia Tatap Skenario Lawan Malaysia di Semifinal Piala AFF U-16 2018

Dua gol striker asal Magelang, Jawa Tengah, Amiruddin Bagus Kahfi (20) saat menekuk Vietnam 4-2, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala AFF U-16 dengan torehan enam gol. (goal.om)

Sidoarjo- Raih kemenangan ketiga secara beruntun Timnas U-16 selangkah lagi menembus babak semifinal Piala AFF U-16 2018. Yang terbaru saat skuat asuhan Fakhri Husaini menang 4-3 atas Vietnam dalam laga ketiga Grup A pada Kamis (2/8), di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Garuda Asia saat ini hanya butuh minimal satu hasil imbang di dua laga terakhir Grup A, yakni melawan Timor Leste dan Kamboja yang notabene kualitasnya dibawah mereka. Status juara grup membuat Indonesia berpotensi bertemu dengan Malaysia di babak semifinal turnamen ini. Malaysia baru tampil satu kali di Grup B, dan mereka kalah 1-2 dari tim unggulan Thailand. Masih tersisa empat pertandingan lagi bagi Malaysia di putaran grup, yakni melawan Brunei, Singapura dan Laos. Pertemuan Indonesia dan Malaysia tentu akan berlangsung dengan aroma panas. Kedua negara memiliki rivalitas tinggi baik di level senior maupun junior. Timnas U-16 bisa membalas kekalahan yang diderita timnas U-19 di Piala AFF U-19 bulan lalu. Sebelumnya sempat terjadi polemik yang disebabkan oleh salah satu pemain asal Malaysia yakni Amirul Ashrafiq Hanifah. Nama Amirul memang sempat viral dan mendapat kecaman dari netizen Indonesia. Hal itu setelah dia mengunggah Insta-story dengan membalik bendera Indonesia. Namun tak lama usai kejadian itu dirinya meminta maaf. Banyak yang menyayangkan atas tindakan Amirul karena memicu hawa panas jelang bergulirnya Piala AFF U-16 2018. Usai laga kontra Vietnam, Fakhri memuji timnya yang bermain penuh determinasi. Timnas U-16 dalam laga ini sebenarnya sempat tertinggal 0-1. Namun Garuda Asia membalikkan keadaan hingga menang 4-2, meski harus diwarnai drama kartu merah untuk wingback merah putih, Amiruddin Bagas Kahfi. “Syukur Alhamdulilah kami menang di laga yang berat dan ketat menguras banyak tenaga. Saya bangga dengan yang diperlihatkan pemain selama 80 menit dengan determinasi tinggi. Motivasi yang tinggi ini tidak lepas dari semangat untuk mengalahkan juara bertahan,” ucap Fakhri. Fakhri mengingatkan bahwa kemenangan ini tak perlu dirayakan secara berlebihan. Para penggawa Garuda Asia harus tetap rendah hati mengingat tiket semifinal pun belum berada di dalam genggaman. “Saya mengingatkan kepada seluruh pemain ini masih babak penyisihan kami tidak perlu merayakan secara berlebihan. Tapi, saya apresiasi semua pemain dan tidak hanya yang mencetak gol,” lanjut Fakhri. Sementara arsitek Vietnam, Vu Hong Viet mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Laos, Xaypaseth. Hong Viet mempertanyakan kartu merah yang diterima pemainnya, Vo Nguyen Hoang. Menurutnya keputusan itu sangat tidak wajar. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia. Ini pertandingan yang bagus dimana kedua tim bermain baik. Saya tidak senang dengan wasit, dan tidak mengerti alasan pemain saya di kartu merah, karena ia tidak melakukan apa-apa,” ucap Hong Viet. Kekalahan ini membuat peluang Vietnam makin terancam untuk lolos ke semifinal. Vietnam butuh kemenangan di dua laga terakhir melawan Filipina dan Myanmar untuk bisa lolos. Tambahan tiga poin membuat Indonesia kini mengoleksi 9 angka di klasemen Grup A. Sementara Vietnam merosot ke posisi ketiga, digusur Myanmar yang mencetak kemenangan telak 7-0 atas Filipina di hari yang sama. Sementara itu, Timor Leste menang 2-1 atas Kamboja pada hari ini. Itu merupakan kemenangan pertama mereka di ajang Piala AFF U-16 2018. Selain kokoh di puncak klasemen Grup A, kemenangan Indonesia turut membawa nama Amiruddin Bagus Kahfi kian tak tersentuh di daftar pencetak gol terbanyak ajang ini. Dua gol penyerang asal Magelang, Jawa Tengah itu, kini memantapkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala AFF U-16 dengan torehan enam gol. Raihan Bagus dikuntit oleh striker Laos, Chony Wenpaserth dan frontman Vietnam, Dinh Thanh Trung, yang sama-sama mengoleksi empat gol. (Dre) Hasil Pertandingan Kamis (2/8) 15:30 WIB Timor Leste vs Kamboja 2-1 15:30 WIB Filipina vs Myanmar 0-7 19:00 WIB Indonesia vs Vietnam 4-2 Hasil lengkap Grup A Kamboja 0-1 Vietnam Indonesia 8-0 Filipina Myanmar 3-2 Timor Leste Vietnam 4-0 Timor Leste Indonesia 2-1 Myanmar Kamboja 5-1 Filipina Timor Leste 2-1 Kamboja Vietnam 2-4 Indonesia Klasemen Grup A Piala AFF U16 No       Tim     Main  Gol  Poin 1    Indonesia    3    +11    9 2    Myanmar     3    +7     6 3    Vietnam      3     +3     6 4    Kamboja     3    +2      3 5    Timor Leste 3    −4      3 6    Filipina        3   −19     0 Jadwal Grup A Sabtu, 4 Agustus 2018 15.30 WIB Filipina VS Vietnam (Stadion Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB Myanmar VS Kamboja (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) 19.00 WIB Timnas U-16 vs Timor Leste (Stadion Gelora Delta, Sidoaro) Daftar Top skorer sementara Piala AFF U-16 2018. 6 Gol Bagus Kahfi 4 Gol Chony Wenpaserth (Laos) Dinh Thanh Trung (Vietnam) 2 Gol Mochammad Supriadi Ky Rina (Kamboja) 1 Gol David Maulana Komang Teguh Trisnanda Putra Muhammad Fajar Fathurahman Mohammad Supriadi Rendy Juliansyah Sutan Diego Armando Ondriano Zico Andre Oktaviansah Dinh Thanh Trung (Vietnam) Khun Kyaw Zin Hein (Myanmar) Aung Ko Oo (Myanmar) Naing Htwe (Myanmar) Angelo Da Costa Gusmao (Timor Leste) Aldo Amaral (Timor Leste)

Batal Bagikan Tiket Gratis Modern Pentathlon, Pemkab Tangerang Akhirnya Ajukan Syarat

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (duduk) saat mengunjungi venue Asian Games 2018 cabang olahraga modern pentathlon di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (tribunnews.com)

Tangerang– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akhirnya membatalkan gratis tiket menonton cabang olahraga (Cabor) Modern Pentathlon Asian Games 2018, di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang memutuskan tiket gratis kini dibatasi untuk 100 orang. 100 orang warga kabupaten Tangerang yang bisa menyaksikan pertandingan Asian Games 2018, juga harus menunjukkan bukti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) asli sebagai warga kabupaten Tangerang. “Tiket tidak bisa gratis, keputusan yang akhirnya harus kami terima. Jadi, ya kita lakukan pemberlakuan syarat,” kata Plt Bupati Tangerang, Komarudin, usai membuka pelaksanaan gerak jalan Asian Games 2018 di Tigaraksa, Kamis (2/8). “Masyarakat harus memiliki KTP atau Kartu Keluarga Tangerang, untuk bisa mendapatkan tiket yang kami sediakan sebanyak 100 tiket (gratis),” lanjutnya. Pembatalan tiket gratis tersebut karena adanya kekhawatiran terkait tingginya animo masyarakat, yang dapat mengganggu jalannya pertandingan di ajang akbar se-Asia tersebut. Sebelumnya, pemda setempat memberikan pernyataan berencana akan menggratiskan tiket masuk Modern Pentathlon, bagi masyarakat Tangerang untuk bisa menyaksikan ajang internasional Asian Games 2018 tersebut. Yayasan Adria Pratama Mulya (APM), yang jadi tempat berlangsungnya Modern Pentathlon itu, memiliki kapasitas 300 – 800 penonton. Ketua Harian APM, Triwatty Marciano menuturkan, pihak pengelola venue sejak awal mengharapkan tak diberikan tiket gratis kepada masyarakat. “Saya minta tidak gratis, karena khawatir penonton akan membeludak kalau gratis, mengingat kapasitas yang kami miliki,” tegasnya. Harga tiket Asian Games 2018 untuk Modern Pentathlon pun dibanderol sebesar Rp150 ribu, yang dapat dibeli melalui situs resmi Asian Games 2018 dan juga beberapa situs perbelanjaan online lainnya. Modern Pentathlon akan memperebutan dua medali emas di Asian Games 2018. Modern pentathlon merupakan gabungan dari lima disiplin olahraga, yaitu berkuda, anggar, renang, menembak dan lari. Sistem pemberian poin setiap nomor juga berbeda. Pada lomba berkuda, peserta akan berlomba di nomor jumping melewati berbagai rintangan. Pada nomor anggar, setiap atlet akan saling bertarung dan harus mencetak poin terbanyak dalam satu menit. Lalu nomor renang gaya bebas 200 meter. Semakin cepat dari batas waktu standar yang diberikan, maka makin banyak pula poin yang diraih. Dan terakhir adalah Laser Run atau gabungan dari lari sejauh 3 KM dan diselingi adu kecepatan menembak di jarak 10 m rifle. Cabang dengan yang mempertandingkan lima disiplin ini akan dipertandingkan (gametime) pada 31 Agustus dan 1 September 2018. Dari enam atlet pelatnas modern Pentathlon, nantinya dipilih empat atlet, dua putra dan dua putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Keenam atlet itu, yakni Yusri, Frada Saleh Harahap, dan M Taufik di sektor putra. Kemudian Dea Salsabila, Adrianida Irma Saleh serta Maharani Azhri Wahyuningtyas di sektor putri. (Art)

Jalani Laga ‘Perempat Final’, Timnas U-16 Hadapi Kutukan Kontra Vietnam di Piala AFF U-16

Amiruddin Bagus Kahfi (20) yang sudah mencatak 4 gol dalam Piala AFF U-16 2018, akan beradu tajam dengan striker Vietnam U-16, Dinh Thanh Trung, yang mengoleksi tiga gol, dalam laga Kamis (2/8), di Stadion Gelora Delta, Siodarjo. (goal.com)

Sidoarjo- Timnas U-16 akan menghadapi juara bertahan Vietnam, pada Piala AFF U-16. Pertandingan ketiga Grup A itu, akan digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8) pukul 19.00 WIB. Vietnam menjadi juara Piala AFF U-16 2017, usai mengalahkan tuan rumah Timnas U-16 Thailand, di final 4-2 lewa adu penalti. Itu merupakan gelar ketiga bagi Vietnam, menyamai koleksi Thailand, sekaligus menjadi dua tim terbanyak yang menjuarai Piala AFF U-16. Saat itu, Tim merah putih tersingkir di penyisihan Grup, karena hanya meraih nilai 4 dari 5 laga. Duel Vietnam versus Indonesia kali ini, sangat berpotensi menjadi acuan lolos-tidaknya ke semifinal. Indonesia dan Vietnam sama-sama mengoleksi nilai 6 dari 2 laga. Timnas U-16 sementara memimpin klasemen sementara karena ungggul selisih gol. Jika Indonesia kalah, Vietnam akan naik ke puncak klasemen dengan poin 9. Sebelum Vietnam versus Indonesia, ada partai lain di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Partai itu adalah Timnas U-16 Timor Leste versus Timnas U-16 Kamboja. Kamboja diprediksi menang atas Timor Leste, dan naik ke posisi kedua, jika kekalahan Indonesia dari Vietnam, menggerus selisih poinnya. Timnas U-16 Myanmar juga berpotensi menang besar atas Filipina, pada jam yang sama. Bila Timnas U-16 kalah, masih ada kesempatan mendulang poin dari dua laga terakhir melawan Timor Leste dan Kamboja. Namun, sejatinya Timnas U-16 menyimpan catatan buruk jika menghadapi Vietnam. Dari 9 kali edisi di Piala AFF U-16, Timnas U-16 baru dua kali bersua Vietnam. Dan dua kali duel di Piala AFF U-16 itu, Timnas U-16 tak pernah sekalipun menang atas Vietnam. Saat Piala AFF U-16 2007 di Kamboja, Timnas kalah 3-4 dari Vietnam, dalam adu penalti di perebutan peringkat ketiga. Pada Piala AFF U-16 2010 yang berlangsung di Solo, di fase grup, Indonesia lagi-lagi takluk 1-0 dari Vietnam. Pada 2013 di ajang kualifikasi Piala Asia (AFC) U-16 2014, Indonesia kembali kalah 1-2 dari Vietnam. Catatan head to head ini patut diwaspadai oleh pelatih Fakhri Husaini, terlebih Vietnam berstatus sebagai juara bertahan Piala AFF U-16. Pada AFF Under-16 Championship tahun ini, performa pemain Vietnam terus meningkat. Di laga pertama, Vietnam menang tipis 1-0 berkat gol penalti dari Dinh Thanh Trung. Tapi di laga kedua melawan Timor Leste remaja Vietnam ini tampil ciamik dengan melibas Timor Leste empat gol tanpa balas, dengan dua gol dicetak oleh Din Thanh Trung. Pertandingan nanti juga merupakan laga adu tajam pencetak gol terbanyak turnamen ini. Striker Vietnam, Din Thang Trung yang mencetak tiga gol untuk Vietnam, akan saling butikankan sebagai striker tertajam kontra penyerang Timnas U-16. Amirudin Bagus Kahfi, yang sudah mengoleksi empat gol. (Dre) HEAD TO HEAD Vietnam-Indonesia Piala AFF U-16 2010 Penyisihan Grup Stadion Manahan, Solo, Indonesia Vietnam 1-0 Indonesia Piala AFF U-16 2007 Perebutan Peringkat Ketiga Stadion Olimpik Nasional Phnom Penh, Phnom Penh, Kamboja Vietnam 1-1 (4-3) Indonesia Setelah perpanjangan waktu, Vietnam menang adu penalti 4-3 Piala AFF U-16 2018 Klasemen Grup A Tim Mn M S K SG Poin Indonesia (H) 2 2 0 0 +9 6 Vietnam 2 2 0 0 +5 6 Kamboja 2 1 0 1 +3 3 Myanmar 2 1 0 1 0 3 Timor Leste 2 0 0 2 −5 0 Filipina 2 0 0 2 −12 0

Menang Tipis 2-1 dari Myanmar, Pelatih Timnas U-16 : Kiper Indonesia Tak Dilindungi Wasit

Striker Timnas U-16 Amirudin Bagus Kahfi (20) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Myanmar U-16 pada penyisihan grup A Piala AFF U-16, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, pada Selasa (31/7). (Antarafoto)

Jakarta- Timnas U-16 mengalahkan Myanmar 2-1 dalam Piala AFF U-16, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (31/7). Timnas U-16 kini memimpin klasemen sementara Grup A Piala AFF U-16 dengan nilai 6. Juara bertahan Vietnam juga mengumpulkan nilai 6, namun kalah selisih gol. Gol Indonesia dicetak striker asal Jakarta, Amirudin Bagus Khafi, pada menit ke-7 dan ke-25. Gol balasan Myanmar dicetak Zaw Win Thien, menit ke-72 dari titik penalti. Pelatih Myanmar, Nyi Nyi Latt, menyebut Timnas U-16 lebih bagus dari timnya. “Hari ini kami bermain tidak begitu baik. Indonesia lebih baik dari Myanmar. Tapi tim kami bermain tanpa beban dan semangat tinggi. Tim kami bermain untuk negaranya. Mewakili tim, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Indonesia, suporter di sini, dan media,” ucap Latt. Sementara Pelatih Garuda Asia, Fakhri Husaini menyebut laga ini tidak berjalan dengan mudah bagi timnya. Meski Timnas U-16 sempat unggul 2-0, justru di babak kedua, Myanmar bisa memperkecil ketertinggalan lewat titik putih, dari sepakan Zaw Win Thien. “Kemenangan ini modal besar untuk laga selanjutnya. Melawan Myanmar sangat tidak mudah. Mirip di dua pertandingan sebelumnya, ketika bertemu Myanmar di Tien Phong dan AFF 2017, situasinya sama. Pertandingan berjalan terbuka dengan tempo tinggi,” ucap Fakhri. “Emosi pemain agak terganggu karena beberapa keputusan. Tapi saya tak ingin protes soal wasit. Idealnya pertandingan akan lebih enak dilihat bila wasit bisa memimpin lebih tegas,” jelas Fakhri. Ia heran dengan keputusan wasit asal Brunei Darussalam, Abdillah Zainuddin, yang memberikan hadiah penalti untuk Myanmar. Insiden ini terjadi pada menit ke-72. Kiper Timnas U-16, Ernando Ari, dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan, usai menangkap bola hasil sepak pojok, di dalam kotak penalti. Sambil bercanda, ia menyebut andai hal itu dianggap pelanggaran, ia akan instruksikan anak asuhnya untuk sering jatuh di kotak penalti. “Dalam sepak bola itu, kiper harus dilindungi. Saya tak yakin wasit mengambil keputusan itu, karena wasit berkoordinasi dengan hakim garis,” ungkapnya. Dalam laga ini, Myanmar sempat tertinggal 0-2. Namun perlawanan sengit diberikan, dan memperkecil ketertinggalan di babak kedua dari titik putih. Meski kalah, peluang Myanmar belum tertutup sepenuhnya. Myanmar saat ini berada di peringkat empat, dengan koleksi tiga poin. Tiga partai dimainkan dalam matchday kedua Grup A Piala AFF U-16 2018 pada Selasa (31/7) di dua stadion yakni Gelora Delta dan Gelora Joko Samudra. Di laga pertama Vietnam mengatasi perlawanan tim lemah Timor Leste, dengan skor 4-0. Filipina kembali menelan kekalahan kedua dengan skor besar. Kali ini mereka takluk 1-5 dari Kamboja. Di laga terakhir Grup A, tuan rumah Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Myanmar dengan skor 2-1. Ini adalah kemenangan kedua baik bagi Indonesia dan juga Vietnam, dan sama-sama mengumpulkan enam poin. Namun tim merah putih masih memimpin klasemen berkat keunggulan agresivitas gol yakni sembilan gol. Sedangkan Vietnam dengan lima gol. Hanya dua tim teratas yang berhak melaju ke babak semifinal. (Ham) Hasil pertandingan Selasa, 31 Juli 2018 Vietnam vs Timor Leste 4-0 Kamboja vs Filipina 5-1 Myanmar vs Indonesia 2-1 Klasemen Grup A Pos Tim Main Gol Poin 1 Indonesia 2 +9 6 2 Vietnam 2 +5 6 3 Kamboja 2 +3 3 4 Myanmar 2 0 3 5 Timor Leste 2 −5 0 6 Filippina 2 −12 0 Klasemen Piala AFF U-16 Grup B Pos Tim Main Gol Poin 1 Laos 1 +1 3 2 Thailand 1 +1 3 3 Singapura 0 0 0 4 Brunei 1 −1 0 5 Malaysia 1 −1 0 Laga selanjutnya, Kamis (2/8): 15.30 WIB, Timor Leste vs Kamboja (Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik) 15.30 WIB, Filipina vs Myanmar (Stadion Gelora Delta, Sidoarjo) 19.00 WIB, Indonesia vs Vietnam (Stadion Gelora Delta, Sidoarjo)

Filipina Kalah Postur Dari Timnas U-16, Indonesia Unggul Segalanya Dan Menang 8-0

Kapten Timnas U-16, David Maulana (6) merayakan gol yang dicetak ke gawang Filipina, pada laga perdana Grup A Piala AFF U-16 2018, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (29/7). (Bolabanget.id)

Sidoarjo- Timnas U-16 meraih hasil impresif usai menghancurkan Filipina 8-0 pada laga perdana Grup A Piala AFF U-16 2018 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (29/7). Kemenangan ini menempatkan tim yang diasuh Fakhri Husaini tapil di puncak klasemen sementara. Timnas U-16 berpesta gol ke gawang Filipina berkat dua gol Bagus Kahfi, dan masing-masing satu gol dari Mochamad Supriadi, Komang Teguh, Sutan Zico, Rendi Juliansyah, serta David Maulana. Berdasarkan statistik Labbola, Timnas U-16 mendominasi jalannya laga kontra tim yang diarsiteki Reiji Hirata. Bahkan, Tim Garuda Asia ini total melakukan 31 usaha untuk membobol gawang Filipina. Dari 31 usaha itu, 12 peluang yang didapat Bagus Kahfi dan kawan-kawans sukses mengarah ke gawang Filipina yang dikawal Frank John Barrera. Sedangkan tim lawan minim memberikan tekanan karena sepanjang 80 menit hanya melepaskan satu usaha untuk mencetak gol ke gawang Timnas U-16. Akurasi umpan tim Garuda Asia pun jauh mengungguli Filipina. Timnas U-16 memiliki persentase 82 persen, berbanding 59 persen akurasi umpan yang dibuat Filipina. Untuk urusan penguasaan bola, Timnas U-16 juga sangat jauh mengungguli Filipina dengan 73 persen dan Filipina hanya 27 persen. Langkah Filipina U-16 ini memang terasa pahit untuk mereka. Menurut Reiji, kualitas pemainnya jauh dengan Timnas U-16. Selain itu dari postur tubuh anak didiknya juga kalah jauh dengan tim tuan rumah. “Pemain kami sangat jauh dalam segi postur tubuh dan juga kualitas dibanding dengan tim tuan rumah,” katanya. Selain postur tubuh, ada hal lain yang juga jadi penyebab kekalahan telak dari Timnas U-16. “Mereka belum berpengalaman di pertandingan internasional menghadapi Indonesia. Kami harus coba lagi untuk pertandingan selanjutnya,” lanjut pelatih asal Jepang ini. Kurangnya pengalaman yang dimiliki oleh para penggawa Filipina U-16 sangat jelas terlihat. Sepanjang 2×40 menit, Filipina U-16 terus dibombardir oleh Timnas U-16. Bahkan, penjaga gawang Filipina U-16, Franc John Delos Barrera, juga tampak gugup. Tendangan gawang yang dia lepaskan selalu jatuh ke kaki pemain Indonesia. Kemenangan 8-0 membuat Timnas U-16 menjadi pemuncak klasemen. Rendy Juliansyah dan kawan-kawan unggul selisih gol atas Myanmar dan Vietnam yang juga mengantongi poin penuh di laga perdana. Myanmar dan Vietnam sama-sama menjalani laga sengit di pertandingan pertama mereka. Myanmar menang tipis 3-2 atas Timor Leste sedangkan Vietnam hanya unggul 1-0 atas Kamboja.  Dua tim terbaik dari grup ini akan lolos ke babak semifinal untuk menghadapi wakil dari grup B. Indonesia akan melanjutkan laga menghadapi Myanmar, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Selasa (31/7). (Dre)

Jeda Istirahat Hanya Sehari, Villa 2000 FC Takluk 0-1 Dari Batavia FC

Jakarta- Villa 2000 FC mengalami hasil negatif, usai ditekuk Batavia FC dengan skor tipis 0-1, dalam lanjutan Liga 3 Asprov DKI Jakarta Grup A, di Lapangan Kodam Gagak Hitam, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (29/7). Gol semata wayang Batavia FC tercipta di babak pertama, melalui sepakan Yusuf Ramdani (7) di menit ke-10. The Black-Orange, julukan Villa 2000 FC, yang sebelumnya menang telak 0-3 atas Laskar Muda pada Jumat lalu, justru minim menciptakan peluang, selama 2×45 menit ini. Arsitek Villa 2000 FC, Aven Kristian mengaki jika performa anak asuhnya pada laga ini, jauh berada dibawah permainan terbaiknya. Beberapa faktor ternyata mempengaruhi penurunan kinerja tim asal kota Pamulang, Tangerang Selatan ini. “Fisik anak-anak jelek. Waktu efektif istirahat dari laga pertama, hanya berselang satu hari. Ini krusial sekali. Berbeda dengan tim profesional, di level amatir ini, saya sulit pantau satu-satu kegiatan anak-anak. Bisa saja pola istirahat mereka tidak tertib,” ungkap pria gempal itu. Lawan yang dihadapi pun sangat siap, karena Batavia FC belum berkeringat, mengingat ini adalah partai perdana mereka. Tanpa kesulitan memberikan tekanan kepada Villa 2000 FC. Faktor lain yakni teriknya cuaca, saat laga berlangsung. Bermain mulai pukul 14.00 WIB, membuat stamina para pemain cepat terkuras habis. Di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, sedang mengalami puncak musim kemarau. Matahari bersinar sangat terik hingga pukul 16.00 WIB. Selain itu faktor lapangan memberi kontribusi kekalahan. Buruknya kondisi lapangan dan berdebu, amat menyulitkan bagi sistem pernafasan para pemain. “Teriknya cuaca sangat mempengaruhi stamina pemain. Lapangan juga kering dan sangat berdebu. Anak-anak jadi nggak lepas mainnya, takut drop. Tapi, mau taktik sebagus apapun, kalau kondisi fisik mereka tidak mendukung, ya percuma,” ungkap pria kelahiran Jakarta tersebut. Pertandingan berikutnya Villa 2000 FC akan berhadapan dengan PSJS Jakarta Selatan, pada Minggu (5/8). Jeda pertandingan sepekan ini diagendakan Aven untuk melakukan pemulihan staminan dan fisik pemain, secara total. Pada selasa (31/7), tim dijadwalkan kembali melakukan latihan rutin di markas Villa 2000 FC, di kawasan Pamulang. Aven dan tim pelatih akan berusaha menyusun strategi baru untuk menghadapi PSJS pekan depan. (Ham)

Palestina Masuk Grup A, Timnas U-23 Batal Uji Coba Dan Terancam Tak Lolos Penyisihan Asian Games 2018

Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Sehingga perjalanan di Asian Games 2018 dimulai lebih cepat yakni pada 10 Agustus. (goal.com)

Jakarta- Striker Timnas U-23, Alberto Goncalves, menyayangkan pembatalan uji coba melawan Timor Leste U-23. Dia menilai pertandingan itu sangat penting untuk persiapan terakhir menuju Asian Games 2018. Sebelumnya, Timnas U-23 dijadwalkan berlatih tanding kontra Timor Leste U-23 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 10 Agustus. Namun, duel itu justru batal digelar karena adanya pengundian ulang (redraw), yang berpengaruh pada jadwal pertandingan di Asian Games. Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Ini membuat Timnas U-23 memulai perjalanannya di Asian Games 2018 lebih cepat yakni pada 10 Agustus 2018. “Uji coba lawan Timor Leste batal karena berdasarkan hasil drawing terbaru Asian Games jadi dimulai lebih awal yaitu pada tanggal 10 Agustus untuk cabang sepak bola,” kata Kepala Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo, Rabu (24/7). Sebelumnya, pasukan Luis Milla dijadwalkan melakukan laga perdana versus Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, pada 14 Agustus. “Kecewa sekali, karena kami butuh uji coba biar tahu kekompakan tim sebelum Asian Games,” ujar pemain yang akrab dipanggil Beto, pada Kamis (26/7). Pasukan Luis Milla kini hanya memiliki satu laga uji coba terakhir, yakni melawan Bali United. Duel versus tim berjuluk Serdadu Tridatu itu akan digelar secara terbuka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (31/7). Meski menjalani satu laga uji coba saja, Beto menilai itu sangat bermanfaat untuk timnya. Ia berharap Timnas Indonesia U-23 bisa semakin kompak. “Harusnya minimal dua uji coba (tanding), tapi kalau cuma satu lawan Bali United saja, okelah bagus karena Bali United tim kuat, dan kami di Asean Games juga akan menghadapi tim kuat,” imbuh Beto. Hadrinya Palestina di Grup A sejatinya menambah rumit posisi Timnas U-23 sebagai tuan rumah. Dari ranking FIFA, tim merah putih berada di posisi kedua dari bawah di Grup A Asian Games 2018. Padahal, hanya dua tim yang lolos dari fase grup. Artinya, Indonesia harus mempecundangi dua negara dengan ranking FIFA yang lebih tinggi. Palestina sebenarnya belum lama jadi anggota FIFA. Pertama kali sepakbola mereka diakui pada 1998 lalu. Palestina memilih bertanding di konfederasi sepakbola Asia (AFC). Palestina adalah tim kuat, dan mencapai babak 16 Besar di AFC U-23 pada 2017, di Qatar. Enam sampai tujuh pemain mereka pun aktif berkompetisi di Eropa. (Dre) Ranking FIFA Negara Grup A Asian Games 2018  1. Palestina Ranking FIFA ke-99, dengan 347 poin 2. Taiwan Ranking FIFA ke-123, dengan 247 poin 3. Hongkong Ranking FIFA ke-142, dengan 195 poin 4. Indonesia Ranking FIFA ke-164, dengan 111 poin 5. Laos Ranking FIFA ke-178, dengan 82 poin

Hoby Lari di Run Track Sejak Kecil, Jadi Bekal Celine Bergabung Timnas U-16 Putri

Celine saat memperkuat Timnas Putri Indonesia U-16 yang diasuh oleh pelatih Rully Rudolf Nere.

Jakarta- Mulai bergelut di dunia olahraga sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD), Celine Brigita Goutama atau Celine sapaannya, kerap tertarik melakukan joging di Run Track, atau lintasan lari. Justru sepak bola ia tekuni, saat dirinya memasuki kelas 4 Sekolah Dasar di Singapore International School Kelapa Gading (SIS KG). SIS KG dipilih karena dekat dengan tempat tinggal Celine. Namun, gadis kelahiran Jakarta 25 Februari 2003 ini sudah bergabung dengan SIS KG, sejak usianya masih sangat muda di kelas penitipan anak. Selain bersekolah di pendidikan formal, SIS KG memiliki kelas esktrakulikuler olahraga seperti renang, voli, sepak bola, bola basket dan lain-lain. Kegemarannya berlari menjadi bekal Celine, untuk aktif mengikuti hampir seluruh cabang olahraga kelas ekstrakulikuler di SIS KG. “Saya memilih sepak bola, karena ada unsur larinya, jadi lebih gampang, meski untuk menendang bola awalnya agak sulit, tetapi dengan latihan yang benar akhirnya saya bisa bermain bola,” ungkapnya. Selain karena ada unsur berlarinya, Celine ingin membuktikan bila perempuan juga bisa tampil di lapangan hijau layaknya laki-laki. Bermain di sektor sayap kiri dan lebih dominan melakukan serangan, baginya lebih menantang. “Banyak orang bilang, saya cocok di posisi penyerang karena lari saya sangat cepat,” tegasnya. Celine berlatih sepak bola selama 1 sampai 2 jam setelah bersekolah 8 jam lamanya. Pada 2015-2016, Celine dan tiga siswa SIS KG lainnya mendapat undangan berlatih dengan tim SIS United, yang merupakan klub sepak bola seluruh sekolah SIS, yang mayoritas anggotanya adalah siswa laki-laki. “Awal latihan agak gugup, tapi kata teman-teman nikmati saja. Saat berlatih, saya malah bisa cetak gol. Dan bermain dengan laki-laki ternyata tak ada bedanya dengan tim perempuan yang pernah saya lawan” tandasnya. Selain bermain dengan tim putra, Celine sempat bergabung dengan klub sepak bola wanita JAAC jr girls Football, sejak kelas 6 SD dan mendapatkan predikat “All Star Player” dan “Top Scorer” pada 2016, dalam event JACC soccer tournament. Tak hanya JAAC, ia pernah berprestasi di turnamen North Jakarta Athletics Conference (NJAC) cabang sepakbola pada 2017. NJAC adalah turnamen olahraga khsusu sekolah internasional, di Jakarta Utara. Di ajang ini, Celine mendapatkan predikat pencipta gol terbanyak, untuk semua divisi perempuan atau laki-laki. Celine pun mendapat panggilan bergabung dengan skuat Timnas Putri Indonesia U-16 yang diasuh oleh  Rully Rudolf Nere. “Tidak mudah ya bergabung dengan skuad Timnas U-16 Putri. Materi pelatihan yang diberikan juga berat. Itu banyak tekanan tapi dukungan teman dan keluarga membuat saya bisa melaluinya dengan kerja keras,” tukasnya. Proses latihan Timnas U-16 berlangsung selama 4-5 minggu dan setiap hari melewati proses seleksi yang sangat ketat. Dan Celine memenuhi syarat untuk bergabung dengan Timnas U-16, untuk tampil di ajang Piala AFF U-16 Putri 2018, di Palembang, Sumsel. “Saya yakin sepak bola tidak hanya untuk anak laki-laki, sebab banyak perempuan memiliki potensi untuk menjadi pemain sepak bola. Dan karena perempuan, tidak semestinya dilabeli sebagai “lemah” atau tidak cocok untuk olahraga laki-laki” tambah gadis berusia 15 tahun ini. Celine menegaskan jika masa depannya di dunia sepak bola masih sangat panjang.Namun, ia belum memastikan akan berkarir serius di lapangan hijau nantinya. “Masa depan saya masih panjang, saya pun harus masih belajar banyak memahami tekni sepak bola yang baik dan benar. Selain itu, meahami teknik, adalah cara untuk menhindari cedera yang kerap dialami atlet pesepakbola,” terangnya. Namun saat ini dirinya masih berharap terus berkontribusi untuk tampil membela timnas sepak bola wanita, karena menjadi pemain timnas adalah hal yang membanggakan. “Saya berharap lebih banyak lagi wanita bergabung dengan klub sepakbola wanita karena mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan timnas sepakbola wanita adlah hal yang luar biasa,” pungkasnya mengakhiri sesi wawancara. (Ham) Biodata Nama Lengkap : Celine Brigita Goutama Nama Panggilan : Celine Tempat, tgl lahir : Jakarta, 25 Februari 2003 Sekolah : Singapore Intercultural School Kelapa Gading Akun Sosial Media : Instagram @celinegoutama Hobi : Playing sports, Travelling and Adventuring Penghargaan Individu. 1. Mencetak lebih dari 50 gol untuk SIS KG di masing-masing sejak 2015-2018. 2. Gol terbanyak yang pernah dicetak di liga NJAC 2017. 3. All-Star dan pencetak gol terbanyak turnamen di JAAC Tournament pada 2016. 4. Pemain muda di Tim SIS KG U-19. Penghargaan Tim : 1. Tidak absen satu pun pertandingan di seluruh tahun ajaran 2016-17 bersama SIS KG dan mendapat posisi pertama di setiap kejuaraan. 2. Tim SIS KG memasuki 21 turnamen atau liga dari 2015 hingga 2018. 3. Pada 2016-2017 Tim SIS KG Putri memenangkan 22 pertandingan berturut-turut dan memenangkan 34 pertandingan sepanjang musim.