Timnas voli putri U18 Indonesia melaju ke perempat final

Timnas voli putri U18 Indonesia

Timnas voli putri U18 Indonesia melaju ke babak perempat final Asian Women’s Volleyball Championship (AVC U18) setelah mengalahkan Filipina pada pertandingan terakhir Grup C di Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat waktu setempat. Dikutip dari rilis yang diterima ANTARA, Jumat, Indonesia berhasil mengalahkan Filipina tiga set langsung dengan skor 3-0 (25-22, 25-13, 28-26). Kemenangan ini membuat Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir Grup C AVC Women U18 2026 di belakang Jepang yang menempati posisi pertama. Selanjutnya pada babak perempat final AVC Women u18, Indonesia akan menghadapi tuan rumah Thailand yang berhasil menjadi pemuncak klasemen akhir Grup A. Filipina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya mengalahkan Indonesia 3-2 dalam perebutan peringkat ketiga Princess Cup 2026 di Thailand. Namun kali ini Indonesia mampu membalikkan keadaan dengan penampilan yang jauh lebih efektif. Indonesia membuka pertandingan dengan kemenangan 25-22 pada set pertama. Dominasi semakin terlihat di set kedua ketika tim Merah Putih hanya memberi kesempatan Filipina meraih 13 poin. Set ketiga berlangsung lebih ketat, tetapi Indonesia tetap mampu menjaga fokus hingga mengunci kemenangan 28-26 sekaligus menyegel tiket ke delapan besar. Perjalanan Indonesia di fase grup diawali dengan kekalahan 0-3 dari Jepang. Walau belum mampu mencuri kemenangan, Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit, terutama pada set kedua yang berlangsung hingga deuce. Kebangkitan kemudian ditunjukkan pada laga berikutnya saat Indonesia menaklukkan Iran tanpa kehilangan satu set pun. Kemenangan 3-0 dengan skor 25-15, 25-17, dan 25-22 menjaga asa lolos sebelum akhirnya dipastikan lewat kemenangan atas Filipina.

756 atlet sepatu roda ikuti kejuaraan nasional di Pariaman

Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026

Sebanyak 756 atlet dari 42 klub di berbagai wilayah di Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pariaman Open Sepatu Roda di Pantai Cermin Kota Pariaman, Sumatera Barat, dari 3 sampai 5 Juli 2026. “Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji hasil latihan dan kompetensi mereka di lintasan,” kata Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Keanggotaan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Porserosi), Alfroki Martha di Pariaman, Jumat. Ia mengatakan Pariaman dipilih karena memiliki lintasan sepatu roda berstandar nasional dan telah beberapa kali menggelar kegiatan tingkat nasional sehingga panitianya telah berpengalaman. Sasaran Perserosi dari kejuraan ini adalah memunculkan atlet muda berbakat sehingga dapat mengikuti kejuaraan nasional lain dan internasional. Atlet muda berbakat itu dapat mengikuti seleksi nasional yang oleh organisasi olahraga cabang olahraga itu. Ia menilai Pariaman berpotensi menggelar kejuaraan internasional karena memiliki panjang lapangan telah memenuhi standar, tapi perlu pembangunan tribun untuk penonton dan toilet. Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Syahroni Anwar mengatakan klub yang mengikuti kejurnas ini tidak saja dari Pulau Sumatra namun juga Jawa. Provinsi asal klub yang mengikuti kejuaraan itu adalah tuan rumah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat. “Tahun kemarin Medan juara umum di sini, sekarang mereka ikut lagi dengan full team (tim penuh), juga ada klub yang baru pertama ke sini,” ujarnya. Ia mengatakan peserta memean penginapan secara mandiri karena pernah mengikuti kejuaraan di Pariaman. “Alhamdulillah, berkat kegiatan ini penginapan penuh,” tambahnya. Pariaman pernah menggelar Kejurnas Pariaman Open Sepatu Roda, Hiburan Rakyat, makan bajamba, Festival Indang Kreasi, dan Bazar UMKM.

Janice/Aldila tundukkan tuan rumah untuk menuju babak kedua Wimbledon

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi

Ganda putri Indonesia, Janice Tjen/Aldila Sutjiadi melangkah ke babak kedua Wimbledon setelah menundukkan pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden dengan skor 6-3, 6-4 pada babak pertama All England Club, London, Jumat WIB. Berita Janice/Aldila hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit untuk mengatasi perlawanan pasangan Inggris tersebut sekaligus membalas kekalahan yang mereka alami dari lawan yang sama pada semifinal Nottingham Open beberapa pekan lalu. Pasangan Indonesia tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Setelah memenangi gim pembuka pada set pertama, Janice/Aldila tancap gas dengan merebut tiga gim beruntun untuk unggul 4-1. Mereka kemudian mempertahankan keunggulan hingga menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, Janice/Aldila kembali tampil dominan. Mereka mematahkan servis lawan pada gim pertama dan terus menjaga momentum untuk memimpin 4-2. Meski Dart/Lumsden sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5, pasangan Indonesia tetap tenang dan memastikan kemenangan dengan merebut gim ke-10 sekaligus mengunci set kedua 6-4. Statistik Wimbledon menunjukkan Aldila/Janice unggul dalam hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan empat ace, dibandingkan satu ace milik pasangan tuan rumah. Ganda putri Indonesia juga tampil lebih rapi dengan hanya melakukan dua kesalahan, sementara Dart/Lumsden membukukan empat kesalahan. Efektivitas servis pertama menjadi salah satu kunci kemenangan Janice/Aldila. Mereka memasukkan 56 dari 77 servis pertama atau 73 persen, sedikit lebih baik dibandingkan lawan yang mencatatkan 68 persen (50/74). Dari servis pertama tersebut, Aldila/Janice memenangi 59 persen poin (33/56), sedangkan Dart/Lumsden mencatatkan 56 persen (28/50). Saat harus memainkan servis kedua, pasangan Indonesia juga lebih unggul dengan memenangi 57 persen poin (12/21), sementara lawan hanya memperoleh 42 persen (10/24). Dalam pengembalian servis, Janice/Aldila mengoleksi 49 poin penerimaan berbanding 42 milik lawan. SumberDaya Bahasa Mereka juga lebih efektif memanfaatkan peluang break dengan mengonversi empat dari sembilan break point yang diperoleh, sedangkan Dart/Lumsden hanya mampu memanfaatkan dua dari sembilan kesempatan. Meski jumlah winner kedua pasangan relatif berimbang, yakni enam milik Aldila/Janice dan lima milik Dart/Lumsden, pasangan Indonesia tampil jauh lebih konsisten dengan hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, berbanding sembilan yang dilakukan pasangan Inggris. Secara keseluruhan, Janice/Aldila memenangi 81 poin sepanjang pertandingan, unggul atas Dart/Lumsden yang mengumpulkan 70 poin. Hasil tersebut menjadi kebangkitan bagi Janice setelah langkahnya di nomor tunggal terhenti pada babak kedua usai kalah dari unggulan Australia Daria Kasatkina melalui pertandingan tiga set 7-6(5), 1-6, 4-6.