Seleksi Timnas U20, Nova Arianto Fokus Cari Talenta Baru

Nova Arianto

Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, mulai mematangkan kerangka tim dengan membuka seleksi pemain melalui pemusatan latihan (TC) dalam dua gelombang. Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan skuad menuju kompetisi internasional, sekaligus kesempatan awal bagi Nova menilai potensi generasi baru di kelompok usia muda. “Untuk seleksi tim masuk Timnas U20 kali ini, sekali lagi fokus kami adalah bagaimana kami mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007. Karena saya juga sangat baru di Timnas U20, pastinya saya belum mengenal secara menyeluruh pemain-pemain dengan kelahiran 2007,” kata Nova Arianto. Seleksi yang diikuti total 46 pemain ini berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, mulai tanggal 2 hingga 10 Desember 2025. Seleksi tahap pertama digelar pada 2-5 Desember, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 7-10 Desember 2025. Dalam proses ini, Nova ingin melihat lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan teknik semata. “TC kali ini fokus kami adalah melihat talenta-talenta baru dari pemain kelahiran 2007 sehingga ke depannya kita bisa benar-benar mendapatkan pemain yang secara kualitas bukan hanya tentang fisik, teknik ataupun taktik, tapi bagaimana mereka bisa bermain secara gameplay yang akan kita rencanakan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Nova menegaskan penilaian tidak berdasarkan latar belakang klub atau asal pemain. “Sekali lagi saya tidak pernah melihat secara background, tetapi saya sampaikan kepada pemain adalah bagaimana saya mencari pemain-pemain yang bisa bermain secara gameplay, secara filosofi yang akan kami buat, sehingga pemain bisa memahami dan bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar eks pelatih Timnas U17 tersebut. “Siapapun pemain yang masuk pastinya adalah pemain-pemain yang bisa sesuai dengan yang kami inginkan, termasuk dari standar-standar yang kita berikan, dan harapannya pemain bisa tampil maksimal selama TC kali ini,” tambahnya. Dalam rencana jangka menengah, Nova menjelaskan persiapan tidak hanya terfokus pada seleksi. Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, telah menyiapkan 11 pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U20 2027 mendatang. “Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur Teknik, Coach Alex, bagaimana mempersiapkan ada 11 kali uji coba sebelum kita sampai di kualifikasi Piala Asia, termasuk di Piala AFF yang menjadi bagian dari uji coba kami menuju ke kualifikasi,” kata Nova. “Untuk selanjutnya, TC kami rencanakan ada di bulan Januari atau mungkin di bulan Maret, karena itu sesuai dengan roadmap yang kita berikan kepada PSSI. Dan saya harapkan semuanya bisa berjalan baik sehingga kita bisa lebih mempersiapkan tim ini dengan sangat baik menuju ke kualifikasi Piala Asia U20 nanti,” tutupnya.

Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17

Pemain Terbaik Piala Dunia U17 2025

Portugal memenangkan Piala Dunia U17 usai mengalahkan Austria di babak final, Kamis (27/11) waktu setempat. Portugal menang tipis 1-0 lewat gol Anisio Cabral di menit ke-32. Kemenangan tersebut membuat Portugal untuk kali pertama jadi juara Piala Dunia U17. Sukses itu juga diiringi oleh keberhasilan pemain-pemain mereka memenangkan penghargaan individu. Gelandang serang mereka, Mateus Mide berhasil terpilih sebagai pemain terbaik. Mide jadi otak permainan dan serangan Portugal di Piala Dunia U17 ini. Selain Mide, pemain lainnya yang juga mendapatkan penghargaan individu adalah Romario Cunha. Cunha merebut sarung tangan emas pertanda jadi kiper terbaik di turnamen ini. Dalam perjalanan merebut gelar juara, Cunha hanya kebobolan empat gol. Menariknya, sejak babak 16 besar Cunha tidak pernah lagi merasakan memungut bola dari dalam gawang. Anisio Cabral yang mencetak gol di babak final meraih sepatu perak. Hal itu pertanda ia ada di posisi kedua dalam urusan gol terbanyak. Posisi pertama alias perebut sepatu emas adalah Johannes Moser. Bomber Austria itu mencetak delapan gol, unggul satu gol atas Cabral. Selain merebut sepatu emas, Moser juga meraih gelar silver ball alias bola perak. Ia ada di bawah Mide yang jadi pemenang. Sementara itu posisi pemain terbaik ketiga alias Bronze Ball ditempati oleh Mauro Furtado yang juga berasal dari Portugal. Daftar Lengkap Penghargaan Piala Dunia U17 2025 Pemain Terbaik Golden Ball: Mateus Mide (Portugal) Silver Ball: Johannes Moser (Austria) Bronze Ball: Mauro Furtado (Portugal) Top Skorer Golden Boot: Johannes Moser (Austria) – 8 Gol Silver Boot: Anisio Cabral (Portugal) – 7 Gol Bronze Boot: Dell (Brazil) – 5 Gol Kiper Terbaik Golden Glove: Romario Cunha (Portugal) FIFA Fair Play Trophy Republik Ceko

5 Fakta Menarik Usai Portugal Juara Piala Dunia U17 2025

Anisio Cabral

Portugal berhasil menjadi juara Piala Dunia U17 2025. Berikut fakta menarik di balik sukses tersebut. Portugal mampu menjadi juara setelah mengalahkan Austria dengan skor tipis 1-0. Anisio Cabral jadi pencetak gol tunggal kemenangan Portugal di laga tersebut. Berikut fakta menarik di balik keberhasilan Portugal juara Piala Dunia U17 2025: 1. Portugal untuk pertama kalinya berhasil jadi juara Piala Dunia U17 di edisi 2025. Sebelumnya, pencapaian terbaik Portugal di Piala Dunia kategori ini adalah peringkat ketiga pada 1989. 2. Portugal mengawinkan gelar Piala Dunia -17 dengan Piala Eropa U17. Sukses ini jadi salah satu gambaran sukses regenerasi Portugal. 3. Anisio Cabral finis di posisi kedua daftar top skor dengan catatan tujuh gol. Ia hanya kalah dari Johannes Moser asal Austria. Sedangkan Mateus Mide jadi pemain terbaik serta Romario Cunha jadi kiper terbaik. 4. Portugal tidak pernah kebobolan dari babak 16 besar hingga laga final. Secara total, Portugal hanya kebobolan empat gol di Piala Dunia U17 2025. 5. Satu-satunya tim yang mengalahkan Portugal di Piala Dunia U17 2025 adalah Jepang. Jepang menang 2-1 atas Portugal dan kemudian Jepang sendiri kalah dari Austria di babak perempat final.

Taklukkan Austria, Portugal Juara Piala Dunia U17

Timnas Portugal U17

Portugal menjuarai Piala Dunia U17 2025 setelah menaklukkan Austria 1-0 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Kamis (27/11/2025) malam. Gol kemenangan ditorehkan Anisio Cabral pada menit 32 setelah menerima umpan tarik Duarte Cunha. Gelar ini menjadi trofi pertama Portugal pada ajang Piala Dunia U17 sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Raihan tersebut melampaui pencapaian terbaik sebelumnya yang hanya peringkat ketiga pada edisi 1989. Sedangkan Austria mencatat sejarah baru dengan menempati posisi kedua pada turnamen tahun ini. Prestasi tersebut menjadi peningkatan signifikan setelah sebelumnya hanya mampu lolos fase grup. Italia mengunci peringkat ketiga usai menang adu penalti 4-2 atas Brasil pada perebutan tempat ketiga. Kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal sehingga laga ditentukan lewat penalti. Portugal tampil agresif sejak awal laga melalui ancaman tendangan Duarte Cunha pada menit ketiga. Austria membalas lewat peluang Hasan Deshishku dan Johannes Moser, namun keduanya gagal menjadi gol. Memasuki babak kedua, Austria berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Deshishku pada menit 48. Kiper Portugal Romario melakukan penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya. Peluang terbaik Austria lahir dari sundulan Ifeanyi Ndukwe pada menit 81 tetapi kembali digagalkan Romario. Hingga peluit akhir berbunyi, Portugal mempertahankan skor 1-0 dan memastikan gelar juara.

Nova Arianto Jadi Pelatih Timnas U20

Alexander Zwiers, Sumardji, Yunus Nusi, Nova Arianto

PSSI resmi menetapkan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia. Hal ini diumumkan saat sesi jumpa media bersama anggota Exco sekaligus Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Nova Arianto sebelumnya melatih Timnas U17 dan sukses membawa Garuda Muda mengikuti Piala Dunia U17 2025 di Qatar. Pada momen tersebut, Indonesia mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia U17 dengan mengalahkan Honduras 2-1. “Terima kasih PSSI atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Ini sangat luar biasa bagi karier saya. Pastinya saya akan mencoba memberikan yang terbaik untuk Timnas U20,” kata Nova Arianto. “Karena di awal semenjak saya ditunjuk sebagai pelatih di Tim Nasional U17 di tahun 2024, tujuan saya adalah bagaimana pemain-pemain muda ini bisa tampil di Tim Nasional senior. Karena di situ menjadi poin pentingnya adalah bagaimana mereka bisa sampai di Tim Nasional,” tambahnya. Nova memastikan bahwa program jangka pendek dan jangka panjang akan dibahas bersama PSSI. Dalam waktu dekat, ia akan menyampaikan rencana persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 pada September 2026 mendatang. “Dan setelah ini, pastinya kita akan membuat roadmap bagaimana persiapan kita karena di bulan September, Timnas U20 akan tampil di kualifikasi Asian Cup. Jadi kita akan menyampaikan roadmap kepada PSSI dan setelah disetujui, baru kita akan melanjutkan dengan sesuai program yang akan kita persiapkan,” jelas Nova Arianto. Sementara itu, Sumardji mengatakan bahwa keputusan PSSI memilih Nova Arianto berdasarkan rekomendasi dari Direktur Teknik, Alexander Zwiers. “Untuk timnas U20, sesuai dengan rekomendasi, sesuai dengan usulan dari Dirtek, Alexander [Zwiers], rekan-rekan Exco menyetujui bahwa pelatih timnas u20 putra ini akan kita berikan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya ke Nova Arianto,” kata Sumardji. “Karena berkaitan dengan Timnas U20 Putra, ini boleh dikatakan 85 persen pemainnya adalah pemain Timnas U17 yang kemarin baru saja melaksanakan kegiatan Piala Dunia U17,” tambahnya.

Piala Dunia U17: Mengulik Peluang Tmnas U17 Lolos 32 Besar

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Meski menang melawan Honduras U17, Timnas U17 tetap belum bisa memastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U17 2025. Garuda Muda masih berada di luar zona lolos yakni 8 teratas. Berdasarkan regulasi kompetisi Piala Dunia U17 2025 hanya 8 tim peringkat 3 terbaik yang lolos ke babak 32 besar. Mereka bakal melengkapi 24 tim yang lolos sebagai juara grup dan runner-up di babak penyisihan grup. Oleh karena berada di urutan 9 peringkat 3 terbaik penyisihan grup Piala Dunia U17 2025, Timnas Indonesia masuk zona eliminasi. Jika situasi tidak berubah hingga hari terakhir penyisihan grup pada Selasa, 11 November 2025 malam ini Timnas U17 dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar. Lantas, bagaimana cara timnas U17 lolos 32 besar Piala Dunia U17 2025? Timnas U17 saat ini memiliki 3 poin dari 3 laga dan selisih gol -5 (3-8). Indonesia menempati urutan 9 klasemen peringkat 3 terbaik Piala Dunia U17 2025 dari total 12 grup. Oleh karena 8 tim saja yang lolos ke babak 32 besar via peringkat 3 terbaik, Timnas U17 saat ini tidak memenuhi syarat untuk lolos. Akan tetapi, klasemen peringkat 3 terbaik masih bisa berubah seiring dengan hasil matchday 3 Piala Dunia U17 2025 Grup I-L yang digelar malam ini. Jika salah satu tim antara Paraguay atau Arab Saudi kalah dengan selisih gol di atas 5 dan Uganda serta Chile gagal meraih kemenangan Timnas U17 bakal lolos ke babak 32 besar. Akan tetapi, berdasarkan situasi terkini di Grup I-L potensi Arab Saudi dan Paraguay kalah dengan skor besar sangat kecil. Paraguay U17 bakal menghadapi Irlandia yang sudah lolos ke babak 32 besar sehingga berpotensi menurunkan skuad cadangan. Sementara Arab Saudi U17 bakal menghadapi Mali U17. Kendati Arab Saudi dan Mali sama-sama mengincar kemenangan agar finis di posisi runner-up, tetapi laga diprediksi tidak berakhir dengan skor besar. Oleh sebab itu peluang Timnas U17 untuk lolos cukup kecil.

Piala Dunia U17: Garuda Muda Akhiri Fase Grup Dengan Kemenangan

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 menutup fase grup Piala Dunia U17 2025 dengan hasil positif. Garuda Muda menang 2-1 atas Honduras pada laga terakhir Grup H di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Senin 10 November 2025. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Dunia U17. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil cukup aktif menekan. Peluang pertama hadir lewat sepakan Nazriel Alfarazi di menit ke-7 yang masih melambung. Zahaby Gholy juga sempat mengancam lewat tendangan bebas jarak dekat, namun bola bisa diamankan kiper Honduras, Noel Valladares. Honduras beberapa kali membalas melalui serangan balik, di antaranya lewat tembakan Mike Arana yang melebar di menit ke-18. Sementara Indonesia kembali mendapatkan peluang lewat kerja sama Gholy dan Evandra Florasta, tetapi belum menghasilkan gol. Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Indonesia mendapatkan penalti setelah Mierza Firjatullah dilanggar di kotak terlarang. Evandra Florasta sukses mengeksekusi dan membawa Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-52. Dua menit berselang, Honduras membalas lewat penalti Luis Suazo dan skor menjadi imbang 1-1. Indonesia kembali unggul pada menit ke-72 setelah Fadly Alberto mencetak gol lewat sepakan kaki kanan usai menerima umpan silang Mierza. Hingga laga usai, skor 2-1 bertahan untuk kemenangan Indonesia. Dengan hasil ini, Indonesia menutup Grup H di posisi ketiga dengan tiga poin. Brasil dan Zambia menempati dua posisi teratas dengan masing-masing tujuh poin, sementara Honduras berada di peringkat terbawah tanpa poin.

Piala Dunia U17: Timnas Indonesia U17 Takluk Lawan Brazil

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-4 pada laga kedua Grup H Piala Dunia U17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Jumat 7 November 2025. Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Brasil membuka keunggulan lewat sundulan bek Luis Eduardo. Gol cepat itu berawal dari situasi kemelut di kotak penalti Indonesia yang tak mampu diantisipasi barisan belakang Garuda. Skuad asuhan Nova Arianto sempat mencoba keluar dari tekanan, namun upaya membangun serangan kerap terhenti di lini tengah akibat pressing ketat Brasil. Pada menit ke17, kiper Dafa Al Gasemi melakukan penyelamatan gemilang saat menepis sepakan keras Tiago. Brasil menggandakan keunggulan pada menit ke-33 lewat sepakan Kayke yang mengenai kaki I Putu Panji dan berbelok arah ke gawang sendiri. Wasit sempat meninjau VAR setelah pelatih Nova Arianto mengajukan kartu VAR, namun gol tetap disahkan. Empat menit berselang, Felipe Morais memperbesar keunggulan Brasil menjadi 3-0 memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Skor tersebut bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Nova Arianto melakukan penyegaran dengan memasukkan Mierza Firjatullah dan Zahaby Gholy untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan Brasil tetap solid dalam meredam setiap percobaan dari sektor sayap Indonesia. Pada menit ke-75, Ruan Pablo menutup pesta gol Brasil lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Dafa. Indonesia nyaris memperkecil ketertinggalan di menit ke-83 melalui sepakan Faldy Alberto yang membentur tiang gawang. Dua menit kemudian, tembakan mendatar Zahaby Gholy juga masih melebar tipis. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-4 untuk Brasil tak berubah. Indonesia masih menyisakan satu laga terakhir fase grup melawan Honduras pada Senin 10 November 2025 pukul 21.45 WIB mendatang. Peluang Garuda Muda untuk lolos ke babak 32 besar sebetulnya masih terbuka, yaitu melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik.

Piala Dunia U17: Indonesia Takluk di Laga Perdana

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1-3 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia U17 2025 di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Selasa 4 November 2025. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Zahaby Gholy, Garuda Muda akhirnya harus menyerah setelah Zambia membalikkan keadaan lewat permainan cepat dan fisikal mereka. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Pada detik ke-27, Zambia sempat merayakan gol cepat dari Mapalo Simute, namun setelah dilakukan peninjauan VAR atas challenge dari pelatih Indonesia Nova Arianto, wasit menganulir gol karena offside. Indonesia mencoba keluar dari tekanan dan membangun serangan dengan umpan-umpan pendek. Upaya itu berbuah hasil pada menit ke-11. Umpan silang Evandra Florasta sempat ditepis kiper Zambia, Christo Chitambala, tetapi bola muntah langsung disambar Zahaby Gholy menjadi gol. Garuda Muda unggul 1-0. Zambia yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik terus menekan. Beberapa peluang mereka mampu digagalkan oleh penjaga gawang Indonesia, Dafa Al Gasemi. Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-34. Umpan cutback dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Abel Nyirongo untuk mengubah skor menjadi 1-1. Tiga menit berselang, Abel kembali mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan passing di lini tengah Indonesia dan melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Dafa. Zambia menambah keunggulan pada menit ke-41 lewat Lukonde Mwale, yang mencetak gol dengan skema serupa, cutback dari sisi kanan, menutup babak pertama dengan skor 3-1 untuk Zambia. Memasuki babak kedua, Indonesia berupaya bangkit. Pada menit ke-55, Mierza hampir memperkecil ketertinggalan setelah mencuri bola dan berhadapan langsung dengan kiper, namun tembakannya berhasil digagalkan. Enam menit kemudian, Evandra dijatuhkan di kotak penalti dan wasit sempat menunjuk titik putih. Namun setelah tinjauan VAR, keputusan dibatalkan dan Evandra justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan diving. Nova Arianto kemudian memasukkan Ilham Romadhona dan Rafi Rasyiq pada menit ke-65 untuk menambah tenaga segar di lini depan. Peluang terbaik di babak kedua datang pada menit ke-89 ketika sepakan keras Rafi dari luar kotak penalti membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-1 untuk Zambia tak berubah.

Garuda Muda Tahan Imbang Pantai Gading

Pemain Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17

Hasil Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17 berakhir imbang tanpa gol. Laga uji coba ini digelar di Dubai pada Senin (27/10/2025) waktu setempat. Ini menjadi pertandingan uji coba kedua bagi skuad asuhan Nova Arianto. Sebelumnya, Garuda Muda menelan kekalahan tipis 1-2 dari Paraguay U17. Timnas U17 sebenarnya tampil solid dan menciptakan beberapa ancaman. Namun, pertahanan kokoh Pantai Gading terbukti sulit ditembus. Rangkaian uji coba ini merupakan persiapan akhir jelang Piala Dunia U17 2025. Turnamen tersebut akan berlangsung di Qatar pada 3-27 November mendatang. Timnas Indonesia U17 masih menyisakan satu agenda uji coba terakhir. Lawan berikutnya yang akan dihadapi adalah Panama U17. Pertandingan ini diprediksi akan kembali berlangsung sengit. Laga ini menjadi kesempatan terakhir mengasah strategi dan mental. Duel melawan Panama U17 akan kembali dihelat di Dubai. Pertandingan dijadwalkan pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Setelah merampungkan laga tersebut, Garuda Muda akan segera bertolak. Mereka akan berangkat ke Qatar untuk fokus ke Piala Dunia U17 2025. Perjuangan Timnas Indonesia U17 di Qatar dipastikan tidak akan mudah. Hasil undian menempatkan mereka di Grup H. Lawan-lawan tangguh sudah menanti di fase grup. Garuda Muda akan bersaing melawan Brasil, Honduras, dan Zambia. Laga perdana Timnas Indonesia akan tersaji pada 4 November 2025. Skuad asuhan Nova Arianto akan menantang wakil Afrika, Zambia. Selanjutnya, Indonesia akan melawan favorit juara Brasil (7/11). Laga terakhir grup akan menghadapi Honduras pada 10 November.

Garuda Muda Kalah di Laga Uji Coba Kontra Paraguay

Indonesia U17 vs Paraguay U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Paraguay U17 dalam laga uji coba jelang mengikuti Piala Dunia 2025. Garuda Muda dikalahkan Albirroja 1-2. Pertandingan persahabatan kelompok umur bertajuk U17 Dubai Youth Challenge 2025 mempertemukan Indonesia vs Paraguay. Pertandingan digelar secara tertutup di Lapangan 2 Kompleks Klub Al Hamriyah, Uni Emirat Arab, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Informasi jalannya pertandingan dirilis Federasi Sepakbola Paraguay (APF) selepas laga tuntas digelar. Timnas Indonesia U17 sempat unggul 1-0 di babak pertama, tapi APF tak menyebut siapa pencetak gol Garuda Muda. Paraguay U17 mengganti beberapa pemainnya di babak kedua demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya, skor berubah menjadi 1-1 setelah pemain pengganti, Jose Buhring, mencetak gol lewat bola sundulannya. Gol kemenangan dicetak Paraguay di menit injury time. Striker Mauricio de Carvalho membobol gawang Indonesia U17 dan memastikan kemenangan timnya 2-1. Ini menjadi pertandingan uji coba pertama Indonesia U17 di Uni Emirat Arab. Evandra Florasta cs selanjutnya bersua Pantai Gading (27/10) dan Panama (31/10). Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup H dalam Piala Dunia U17 2025. Pasukan Nova Arianto satu grup bersama Zambia, Brasil, dan Honduras. Susunan Pemain Indonesia U17: Dafa Algazemi, Lucas Lee, Putu Panji, Matthew Balxer, Evandra Florasta; Nazriel Alvaro, Eizar Jacob, Fabio Irawan, Alberto Henga; Gholy Zahaby dan Mierza Firjatulloh. Paraguay U17: Matias Fernandez; Thiago Aranda, Mauro Coronel, Leo Cristaldo dan Ymanol Ruiz; Milan Freyres, Aldo Sanabria, Alan Ledesma dan Pedro Villalba; Carlos Franco, Mauricio de Carvalho.

Garuda Muda Takluk Atas Makedonia Utara

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia dikalahkan Makedonia Utara dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia U17 2025 di Dragalevtsi Stadium, Bulgaria, pada Sabtu (13/9). Skor akhir 0-1. Umpan satu dua di depan pertahanan Makedonia Utara masih tetap gagal membuahkan gol sampai babak pertama berakhir. Dalam laga ini, 11 pemain pertama yang diturunkan Nova Arianto adalah Dafa Al Gasemi, Putu Panji, Lucas Lee, Al Gazani Dwi Sugandi, Eizar Tanjung, Fabio Azka, Evandra Florasta, Nazriel Alfaro, Alberto Henga, Dimas Adi, dan Mierza Firjatullah. Awal-awal pertandingan, kedua tim sempat bermain dengan tempo yang tidak terlalu cepat, seperti masih meraba strategi satu sama lain. Setelah 10 menit, kedua tim mulai saling mencoba membangun build up serangan. Makedonia mencetak gol di menit 30. Putu Panji melepas backpass dengan sangat pelan, bola berhasil dicuri oleh pemain Makedonia Utara nomor 20 dan ditendang olehnya ke gawang Timnas U17. Ketinggalan satu gol, Timnas U17 coba membalas. Namun, tidak mudah melewati pertahanan Makedonia Utara, terlebih mereka memiliki keunggulan fisik. Timnas U17 mempunyai peluang di menit 42. Lucas Lee melepas sepakan dari sudut sempit samping gawang, bola masih bisa dimentahkan kiper Makedonia Utara. Skor 0-1 bertahan sampai jeda. Pada babak kedua, Timnas U17 masih terus berusaha mencari gol. Makedonia Utara pun tidak puas dengan satu gol saja. Akan tetapi, permainan kedua tim alot karena sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Timnas U17 terus berusaha membangun serangan, tetapi kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Mereka juga sesekali memanfaatkan lemparan jauh Fabio, tetapi juga tetap susah dimanfaatkan untuk menciptakan peluang. Salah satu peluang berbahaya dari Makedonia Utara hadir di menit 79. Kapten mereka, pemain nomor punggung 10, melepas sepakan akurat dari luar kotak penalti, tetapi Dafa bisa menyelamatkan gawang Timnas U17. Timnas U17 juga mencoba melepas tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-86. Namun, akurasi sepakan Panji masih sedikit melenceng. Timnas U17 terus mengurung Makedonia Utara jelang akhir laga. Namun pada akhirnya, skor 0-1 bertahan sampai bubar. Dengan hasil ini, usai sudah rangkaian TC Timnas U17 di Bulgaria. TC ini memberi gambaran nyata bagi pelatih Nova Arianto dalam mematangkan tim sebelum menghadapi Piala Dunia U17 yang akan digelar di Qatar pada 3–27 November mendatang.

Daftar 25 Pemain Timnas U17 Indonesia TC di Bulgaria

Nova Arianto

Daftar 25 pemain Timnas U17 Indonesia yang menjalani TC di Bulgaria terdapat lima pemain abroad. Secara keseluruhan, pelatih Nova Arianto masih membawa para pemain yang sudah biasa ia panggil membela Timnas U17. Gelaran Piala Dunia U17 2025 semakin dekat saja. Turnamen tersebut akan digelar pada 3-27 November 2025 di Qatar. Artinya, tidak banyak lagi waktu persiapan yang dimiliki Indonesia dan negara peserta lainnya. Bagi Timnas U17 sendiri, terbang ke Bulgaria menjadi persiapan lanjutan mereka setelah bermain di Piala Kemerdekaan 2025 pada 12-18 Agustus lalu. Walau sayangnya dalam pemusatan latihan di Bulgaria ini pelatih Nova Arianto tidak bisa membawa seluruh pemain terbaiknya. Perlu dipahami bahwa skuad yang dibawa ke Bulgaria belum merupakan skuad final menuju Piala Dunia U17 2025. Dengan kata lain Nova masih akan mencari komposisi terbaik timnya untuk Piala Dunia nanti. Beberapa pemain abroad juga belum bisa dibawa ke Bulgaria termasuk Matthew Baker. Selain melakoni pemusatan latihan di Bulgaria mulai 1-14 September, Timnas U17 juga akan melakukan pertandingan uji coba di sana. Pada 7 dan 10 September akan digelar uji coba tertutup. Kemudian pada 13 September akan ada pertandingan melawan Makedonia Utara pukul 21.30 WIB. Laga tersebut juga tidak ada perubahan akan tayang live di Indosiar dan Vidio. Daftar Pemain Timnas U17 Indonesia TC Bulgaria Kiper Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda) Dafa Gasemi (Dewa United) Rendy Razzaqu (Madura United) Bek I Putu Panji Apriawan (Bali United) Lucas Lee (Ballistic United MLS Next U19/Amerika Serikat) Putu Ekayana Yoga (Bali United) Pandu Aryo (Asiana) Ida Bagus Putu Cahya (Bali United) Azizu Milanesta (Asiana) Fabio Azkairawan (Persija Jakarta) Daniel Alfredo (Persik Kediri) Eizar Jacob (Sydney FC/Australia) Dafa Zaidan (Borneo FC) Gelandang Ilham Romadona (Barito Putera) Evandra Florasta (Bhayangkara FC) Noha Pohan (NAC Breda/Belanda) Nazriel Alvaro (Persib Bandung) Striker Rafi Rasyiq (Semen Padang) Josh Holong (Persija Jakarta) Fandi Ahmad (Persija Jakarta) Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta) Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia) Mierza Firjatullah (Persik Kediri) Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar) Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara FC)

Piala Kemerdekaan 2025: Tumbangkan Indonesia, Mali Juara

Piala Kemerdekaan 2025

Tim Nasional Mali U17 keluar sebagai juara Piala Kemerdekaan 2025 usai mengalahkan Timnas Indonesia U17 pada laga pamungkas dengan skor tipis 1-2 di Stadion Utama Sumatra Utara, Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin 18 Agustus 2025 malam tadi. Unggul determinasi dan postur tubuh, Timnas Mali U17 keluar sebagai juara usai menang 1-2 lewat gol Zomana Ballo dan Seydou Dembele. Sementara Indonesia hanya bisa membalas satu gol lewat Fadly Alberto. Dengan menyapu bersih tiga kemenangan pada turnamen internasional memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia ini, Timnas Mali U17 yang mengatasi Timnas Uzbekistan U17 (5-1) dan Timnas Tajikistan U17 (4-2), keluar sebagai juara turnamen dengan poin 9, mencetak 11 gol dan kemasukan 4 gol. Sementara skuat Garuda Asia, julukan Timnas Indonesia U17, asuhan Nova Arianto harus puas di posisi runner-up dengan poin 4 dari tiga laga hasil sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah. I Putu Panji dan kawan-kawan mencetak 5 gol dan kemasukan 4 gol. Hasil yang tidak terlalu buruk bagi Garuda Asia, karena kalah tipis dari Mali yang memang difavoritkan juara di turnamen pemanasan Timnas Indonesia sebelum ajang Piala Dunia U17 2025 Qatar, November 2025 mendatang. Di posisi ketiga, Timnas Tajikistan U17 keluar sebagai tim peringkat ketiga karena sukses menahan imbang Uzbekistan U17 di pertandingan terakhir dengan skor 3-3. Tajiksitan finis dengan raihan 2 poin, hasil dua kali imbang dan sekali kalah. Sementara juara Asia U17, Uzbekistan yang diwakili tim lapis kedua harus finis di posisi paling buncit dengan pon 1 hasil sekali imbang dan dua kali kalah. Masih ada waktu dua bulan bagi Nova Arianto untuk mempersiapkan skuat Garuda Asia sebelum tampil di ajang Piala Dunia U17 di Qatar November mendatang. Kabarnya skuat Garuda Asia akan melakukan dua kala laga uji coba sebelum melawan tim-tim yang tergabung d Grup H Piala Dunia U17 2025, yakni Brasil U17, Zambia U17 dan Honduras U17.

Piala Kemerdekaan 2025: Indonesia Sikat Juara Asia

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia menang 2-0 atas Uzbekistan pada laga kedua Piala Kemerdekaan 2025. Mali akan jadi tantangan selanjutnya bagi Timnas U17 Indonesia. Hasil ketika melawan Uzbekistan merupakan kemenangan perdana Timnas U17 Indonesia di ajang Piala Kemerdekaan 2025. Duel Timnas U17 Indonesia vs Uzbekistan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Jumat (15/8/2025). Kemenangan Timnas U17 Indonesia asuhan Nova Arianto dipastikan oleh gol Dimas Adi Prasetyo (17′) dan Muhamad Al Gazani (68′). Tim asuhan Nova Arianto memberikan reaksi terbaik setelah sebelumnya tertahan imbang 2-2 oleh Tajikistan dalam laga pertama di ajang Piala Kemerdekaan 2025, Selasa (12/8/2025). “Saya sangat senang karena dua kali uji coba yang kita jalani secara kualitas tim dan intensitas pertandingan, saya sangat puas,” ujar pelatih Timnas U17 Indonesia, Nova Arianto. “Uzbekistan juga tampil luar biasa hari ini,” kata Nova Arianto, dikutip dari Kompas.com. Salah satu sumber kepuasan Nova Arianto adalah rotasi yang dilakukannya berjalan sukses. Pemain-pemain yang diberikan kepercayaan starter, salah satunya Dimas Adi Prasetyo, mampu menjawab kepercayaan darinya. “Fokus kami adalah memberikan kesempatan kepada pemain yang di pertandingan pertama tidak tampil, hanya menyisakan empat pemain yang sama,” kata Nova Arianto. Piala Kemerdekaan 2025 memang dijadikan ajang Nova Arianto untuk meramu komposisi terbaik jelang partisipasi di Piala Dunia U17 2025 pada November 2025 nanti. Nova Arianto bisa terus menggali potensi skuadnya dengan lebih dalam, mengingat Piala Kemerdekaan 2025 masih menyisakan satu pertandingan. Ya, berikutnya, Timnas U17 Indonesia akan menghadapi Timnas Mali pada laga pamungkas Piala Kemerdekaan 2025, Senin (18/8/2025). Mali sejauh ini tampil impresif dengan selalu mereguk kemenangan dalam dua laga awal melawan Uzbekistan (5-1) dan Tajikistan (4-2). Sumber: Kompas

Piala Kemerdekaan 2025: Indonesia Ditahan Imbang Tajikistan

Fadly Alberto

Timnas U17 Indonesia gagal memetik kemenangan di laga perdana Piala Kemerdekaan. Melawan Tajikistan di Stadion Utama Sumatra Utara, Selasa (12/8) malam WIB, Indonesia ditahan dengan skor 2-2. Pasukan Nova Arianto tampil menyerang sejak menit awal laga. Fadli Alberto punya kans dari dalam kotak penalti tetapi bola masih bisa ditepis kiper. Gol Indonesia tercipta pada menit ke-34. Umpan silang Fadly Alberto berhasil ditanduk Mochammad Mierza ke gawang. Keunggulan Indonesia cuma bertahan dua menit saja. Tajikistan berhasil samakan kedudukan via sepakan Zarifzoda Zarif dari luar kotak penalti. Di babak kedua, Indonesia kembali unggul. Kembali tandukan yang dilakukan Fadly Alberto gagal dihalau kiper. Tajikistan berhasil samakan kedudukan pada menit ke-90. Umpan datar dari Muhammad berhasil diteruskan Nazrullo ke gawang. Skor menjadi 2-2 dan bertahan hingga laga usai. Selanjutnya, Indonesia akan melawan Uzbekistan pada 15 Agustus. Sementara, Tajikistan akan melawan Mali.

Jadwal Piala Kemerdekaan 2025, Ajang Unjuk Gigi Timnas U17

Piala Kemerdekaan 2025

Piala Kemerdekaan 2025 dimulai dari tanggal 12 hingga 18 Juli mendatang. Turnamen internasional U-17 ini diikuti oleh empat negara yakni Indonesia, Tajikistan, Mali, dan Uzbekistan. Seluruh pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang. Turnamen ini juga sebagai persiapan empat negara ini yang akan tampil di Piala Dunia U-17 tahun 2025 di Qatar pada 3-27 November 2025. Saat ini Indonesia U-17 sedang menjalani pemusatan latihan di Bali. Uzbekistan merupakan juara Piala Asia U-17 2025, sementara Mali runner up Piala Afrika U-17 2025, dan Tajikistan tim yang lolos ke babak 8 besar Piala Asia U-17 2025. Pada laga pembuka tanggal 12 Agustus 2025 akan tersaji dua pertandingan yakni Mali versus Uzbekistan pukul 15.30 WIB dan Indonesia melawan Tajikistan pukul 19.30 WIB. Setelah itu, pada tanggal 15 Agustus 2025, giliran Tajikistan lawan Mali pukul 15.30 WIB dan Uzbekistan versus Indonesia pukul 19.30 WIB. Pada pertandingan terakhir tanggal 18 Agustus yakni Uzbekistan lawan Tajikistan pukul 16.00 WIB dan Indonesia versus Mali pukul 20.30 WIB. Jadwal Pertadingan Piala Kemerdekaan 2025: Selasa, 12 Agustus 2025 Mali vs Uzbekistan pukul 15.30 WIB Indonesia vsTajikistan pukul 19.30 WIB Jumat, 15 Agustus 2025 Tajikistan vs Mali pukul 15.30 WIB Uzbekistan vs Indonesia pukul 19.30 WIB Senin, 18 Agustus 2025 Uzbekistan vs Tajikistan pukul 16.00 WIB Indonesia vs Mali pukul 20.30 WIB

9 Pemain Diaspora Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

9 Pemain Diaspora Yang Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

Timnas Indonesia U17 berkekuatan 34 pemain untuk pemusatan latihan di Bali pada 7 Juli-10 Agustus 2025 yang diproyeksikan sebagai persiapan menuju Piala Dunia U17 2025. Sembilan dari 34 pemain Timnas Indonesia U17 untuk training camp di Pulau Dewata itu adalah pemuda diaspora. Berikut profil mereka. Feike Muller Bernama lengkap Feike Muller Latupeirissa, ia lahir di Den Bosch, Belanda, pada 10 Desember 2008. Saat ini bermain di posisi bek tengah untuk Willem II Tilburg U17 di Belanda. Dengan kaki kiri yang lebih dominan, ia dibekali tinggi badan 180cm. Kabarnya, darah Indonesia Feike Muller berasal dari ibunya. Kakeknya, yang memiliki marga Latupeirissa, disebutkan lahir di Pulau Saparua, Maluku Tengah. Eizar Jacob Nama lengkapnya ialah Eizar Jacob Tanjung. Dia lahir pada 30 Agustus 2008. Berposisi sebagai gelandang bertahan dengan postur 174cm, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah maupun fullback. Eizar bermain di tim junior Sydney di Australia. Darah Indonesia mengalir di tubuhnya via ibunya yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayahnya asal Australia, namun memiliki darah Jakarta dan Padang. Lionel De Troy Lionel De Troy lahir di Tangerang, Banten, pada 6 Januari 2008. Ibunya asal Indonesia, sedangkan ayahnya dari Kamerun. Dia terbiasa bermain sebagai gelandang serang. Saat ini, De Troy sedang menimba ilmu dengan Palermo di Italia. Sebelumnya, ia berguru bersama Australasian Soccer Academy di Australia. Palermo adalah klub Serie B yang pada putaran kedua musim lalu diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. De Troy adalah alumnus Indonesia Junior League bersama Prima Soccer School pada 2022. Pemuda setinggi 180cm itu beberapa kali tampil impresif, termasuk menjadi player of the week 14 pada Juli tahun yang sama. Floris de Pagter Nama panjangnya ialah Floris de Pagter-van Bronckhorst. Dia lahir di Beverwijk, Belanda, pada 8 September 2008. Kedua orang tuanya memiliki darah Indonesia, tepatnya Jakarta. De Pagter berposisi sebagai gelandang serang, namun juga bisa berperan menjadi gelandang sentral. Sekarang, ia membela SC Telstar U17 di Belanda. Dia berhasil mencetak 15 gol dan 15 assist dari 40 penampilan untuk membawa SC Telstar U17 menjuarai Divisi 3 Liga Belanda U17 musim lalu. Selain itu, ia juga mendapatkan kesempatan untuk debut bersama tim U21 pada musim lalu. Noha Pohan Simangunsong Noha Pohan Simangunsong lahir pada 12 Maret 2010. Berdarah campuran Batak dan Finlandia, ia adalah gelandang NAC Breda di Belanda. Pada Oktober 2024, Noha Pohan sempat dipanggil Timnas Finlandia U15 untuk turnamen Tahtitarha, namun kini memilih untuk membela Timnas Indonesia U17. Jona Giesselink Jona Giesselink lahir pada 2 Maret 2008. Berpostur 190cm, ia bermain sebagai gelandang untuk FC Emmen U16 di Belanda. Kondisi fisiknya akan menguntungkan Timnas Indonesia U17. Darah Indoensia Gisselink berasal dari ibunya, yang orang tuanya lahir di Pulau Halmahera, Maluku, sebelum pindah ke Negeri Kincir Angin. Azadin Ayoub Azadin Ayoub Hamane lahir Norwegia pada 26 September 2008. Darah campuran Indonesoa-Norwegia mengalir deras dalam tubuh pemain Elverum Fotball di Norwegia itu. Sejak 2016 ia telah menimba ilmu di sana. Ayoub berposisi sebagai winger. Dia bisa menyisir sisi sayap kanan dan kiri sama baiknya. Ibunya berasal dari Cirebon, Jawa Barat, sementara ayahnya berdarah Maroko. Deston Hoop Deston Deandre Denzell Hoop lahir pada 30 Mei 2008. Posturnya telah mencapai 180cm. Saat ini, pemuda yang terbiasa turun sebagai winger kanan itu memperkuat SC Telstar U17 di Belanda. Garis keturunan Hoop berasal dari kakek pihak ibunya yang disebutkan lahir di Pulau Itawaka, Maluku. Kabarnya, selain Indonesia dan Belanda, ia juga berdarah Suriname. Nicholas Indra Mjosund Lahir di Norwegia pada 13 Januari 2010, Nicholas Indra Mjosund sedang bermain untuk Rosenborg BK di Norwegia. Masih berusia 15 tahun, posturnya telah tumbuh menjulang hingga mencapai 185cm. Alih-alih striker karena tingginya yang ideal, Nicholas justru berperan sebagai winger kanan dan kiri. Asal-usul Indonesia Nicholas berasal dari Ibunya disebutkan asli Solo, Jawa Tengah. Situs Rosenborg BK menulisan Norwegia sebagai kewarganegaraan Nicholas. Pada musim ini, ia mencetak 15 gol dari 15 pertandingan bersama tim U15.

Ini Alasan Indonesia Lolos Langsung ke Piala Asia U17 2026

AFC U17 Asian Cup

Timnas Indonesia U17 resmi lolos langsung ke Piala Asia U17 2026. Tiket emas ini didapatkan karena lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 2025. AFC menjadikan turnamen level junior itu menjadi setiap tahun usai memakai konsep dua tahunan pada edisi sebelumnya. Salah satu perubahan juga ada pada kepesertaan. Indonesia berhak mendapat tiket lolos langsung ke Piala Asia U17 2026 karena menembus babak delapan besar di Piala Asia U17 2025. Hal ini tentu jadi kabar baik karena tim Merah Putih tak perlu melewati babak kualifikasi. “Benar [Indonesia lolos ke Piala Asia U17 2026],” kata pelatih Timnas Indonesia U17, Nova Arianto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (1/7). Nova mengatakan, perubahan peraturan tentang peserta Piala Asia U17 2026 dilakukan karena babak kualifikasi bergulir di waktu yang bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025 pada November mendatang. “Betul. [Perubahan peraturan] karena babak kualifikasi [Piala Asia U17 2026] jalan bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025,” ujar Nova. Dengan situasi ini, maka sudah ada sembilan tim yang memastikan tempat di Piala Asia U17 2026. Mereka adalah Indonesia, Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2025. Tersisa tujuh tim yang bisa memperebutkan tiket Piala Asia U17 2026. Jadwal Kualifikasi Piala Asia U17 2026 berlangsung pada 22-30 November 2025. Sedangkan jadwal Piala Asia U17 2026 diperkirakan bergulir pada Mei 2026. Arab Saudi kembali jadi tuan rumah kompetisi ini setelah menggelar edisi yang sama pada 2025. Sumber: CNN

Timnas U17 Indonesia Dibagi 2 oleh Nova Arianto, Ini Penjelasannya

Nova Arianto

Timnas U17 Indonesia akan dibagi menjadi dua tim saat ini oleh Nova Arianto, demi tujuan jangka panjang. Melalui instagram pribadinya, Nova Arianto mengonfirmasi akan membagi dua skuad timnas U17 Indonesia saat ini. Hal ini demi juga berfokus untuk tujuan jangka panjang. Timnas U17 Indonesia akan dibagi dua yang terdiri dari tim untuk persiapan Piala Dunia U17 2025 yang berlangsung November 2025 dan tim yang dipersiapkan untuk Piala Asia U17 2026. Jika skuad untuk Pildun U17 2025 terdiri dari pemain-pemain kelahiran 2008 macam Zahaby Gholy maupun Nazriel Alfaro, maka skuad untuk Piala Asia U17 2026 akan diisi pemain kelahiran 2009 ke atas. Saat ini, Nova Arianto sudah membuka seleksi kepada pemain-pemain angkatan 2009 untuk mempersiapkan tim mendatang. Tim ini pula yang nantinya akan berlaga di kompetisi EPA Liga 1 musim 2025-2026. “Kami memulai kegiatan timnas U17 Indonesia dengan melakukan seleksi di Yogyakarta. Di mana ada 3 gelombang dengan pemain kelahiran 2009. Dan direncanakan mereka akan bermain di EPA U18 musim ini sebagai persiapan menuju Piala Asia U17 di bulan Mei 2026,” kata Nova. “Harapannya dengan rencana persiapan lebih awal Timnas U17 Indonesia dengan pemain kelahiran 2009 bisa kembali lolos ke Piala Dunia U17 2026,” tambahnya. Nova Arianto memimpin langsung seleksi untuk skuad baru timnas U17 Indonesia. Gelombang pertama digelar pada 24-26 Juni, gelombang kedua pada 26-28 Juni, dan gelombang ketiga dijadwalkan pada 28-30 Juni. Dalam seleksi ini, Nova Arianto juga tak menutup kemungkinan memasukkan pemain ke skuad untuk Piala Dunia U17 2025. Skuad timnas U17 Indonesia untuk Pildun sendiri akan menjalani pemusatan latihan di Bali pada Juli mendatang. “Kalau ada yang menurut kami bisa bersaing di tim menuju ke Piala Dunia (U17) kenapa tidak termasuk dengan datangnya pemain pemain diaspora,” kata Nova Arianto dilansir dari Antara. Sumber: Bola Sport