Sempat Unggul Dari Eagles Academy JJBC KU-10, Warriors Harus Akui Keunggulan Eagles Academy

Pemain-Warriors-(Putih)-sedang-membawa-bola-dan-dihadang-pemain-Eagles-Academy-(Biru)

Hari ketiga Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 (14/12), Eagles Academy menang atas Warriors di kategori usia 10 tahun laki-laki. Warriors sempat unggul dari Eagles Academy pada quarter pertama. Juan dari Warriors dengan nomor punggung 14 menjadi pencetak terbanyak dengan skor 9 poin di quarter pertama. Sedangkan quarter kedua, Warriors kembali unggul tipis dengan skor 11-10. Namun, di quarter ketiga, Eagles Academy mulai berusaha unggul. Warriors kembali tertinggal dengan skor 12-17. Disaat waktu menunjukan 3 menit terakhir, Warriors berusaha merenggut kembali kemenangan namun gagal hingga quarter ketiga berakhir. Lalu pada quarter keempat pun, Warriors harus mengakui keberhasilan Eagles Academy dengan skor 25-30. Sebagai pelatih Warriors, Coach Agus mengakui adanya kurangnya kerjasama antar pemain Warriors. “Secara individu kita udah siap, tapi secara tim anak-anak kurang kolektif saja. Kita lihat saat pergantian pemain terutama di quarter keempat malah jadi buyar di pertahanannya. Kita juga kebetulan squad gak cukup hari ini. So far alhamdulilah anak-anak secara teknik individunya banyak peningkatan,” ujarnya(put/adt)

Gading Muda Raih Kemenangan Perdana di JJBC KU-9

Pemain-Cakra-Sakti-(merah)-berusaha-mengadang-serangan-dari-pemain-Rockstar-Gym

JJBC 2017 terus berlanjut, pada pertandingan pertama KU-9 mempertemukan Phoniex berhadapan dengan Gading Muda, Jumat (15/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang Di awal quarter pertama, para pemain Phoniex dan Gading Muda sama-sama bersemangat untuk meraih kemenangan. Jalannya pertandingan pun, sangat ketat. Saling mendulang poin terjadi. Quarter pertama ditutup dengan skor sama 6-6. Begitu juga pada quarter kedua, tempo dan gaya permainan semakin ketat tanpa celah. Intruksi pelatih terdengar lantang, guna memotivasi para pemainnya. Kejar mengejar poin terus terjadi seperti pada waktu quarter pertama. Dan hasilnyapun ada kesamaan pada quarter kedua, skor masih ketat 10-10. Sedangkan ketika masuk pada quarter ketiga, Gading Muda berhasil mengendalikan serangan. Dari pantauan nysnmedia.com di lapangan, pemain Gading Muda bermain dengan kompak, poin demi poin berhasil diraih anak-anak Gading Muda. Alhasil Gading Muda sukses menambah delapan poin, sedangkan Phoniex hanya berhasil menambah satu poin. Skor quarter ketiga pun, milik Gading Muda dengan skor 11-18. Dan pada quarter akhir pertandingan, Gading Muda masih dominan menguasai jalannya pertandingan. Sementara, Phoniex dari tempo permainannya seakan menurun. Kesempatan ini, terus dimaksimalkan dengan baik oleh pemain Gading Muda. Hasilnya, Gading Muda sukses meraih kemenangan dengan skor 12-24. Pelatih Gading Muda, Calvin mengatakan, banyak pembelajaran yang dipetik pada event ini. Terlebih, ini merupakan kemenangan perdana Gading Muda di JJBC 2017. “Kalau dibilang puas sih belum, tapi bersyukur bisa meraih kemenangan pertama di sini (JJBC 2017). Kedepannya, banyak yang harus diperbaiki dari segi defense, offense dan masih banyak lagi yang harus diperbaiki,” ujar Calvin. Sementara itu pada kategori usia yang sama mempertemukan antara Rockstar Gym vs Cakra Sakti. Dipertandingan selanjutnya antara Rockstar Gym melawan Cakra Sakti berhasil dimenangkan oleh Cakra Sakti dengan hasil skor 12-39.(pah/adt)

Indonesia Falcons Berhasil Taklukan Tuan Rumah Dalam Event JJBC KU-13

Pemain-Jetz-(Putih)-dihadang-pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kategori usia 13 tahun hari ini (14/12) di ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) berhasil dimenangkan oleh Indonesia Falcons. Tim tuan rumah Jetz telah berhasil ditaklukan dengan skor tipis 28-29. Sejak Quarter pertama dimulai, skor awal dibuka oleh tembakan 3 angka dari Gabriel, pemain nomor 9 dari Jetz. Kemudian Indonesia Falcons tidak berhasil memberikan skor di quarter pertama. Lantas pada Quarter kedua, Jetz tetap unggul dengan skor 15-4. Indonesia Falcons mencoba melawan hingga berhasil menyajikan perlawanan sengit. Skor pun sempat imbang 15-15. Namun, nyatanya Jetz tetap unggul dengan angka 17-15 hingga quarter ketiga berakhir. Pemain Jetz pun kembali mencetak 3 poin pada menit awal quarter keempat. Kejar-kejaran skor terus terjadi hingga di 3 menit akhir skor pun imbang dengan perolehan 24-24. Jetz sempat unggul dengan skor 28-27. Namun tak disangka dalam sisa waktu 4 detik pertandingan, Indonesia Falcons berhasil mencetak 2 skor penentu hingga menjadi juara dengan skor 28-29.(put/adt)

Tim Jetz dan Cakra Sakti Sukses Raih Poin Sempurna

Pemain-Gading-Muda-KU-9-(hijau)-berusaha-melepaskan-diri-dari-hadangan-pemain-Cakra-Sakti-(putih)

Setelah libur selama tiga hari, even JJBC 2017 kembali bergulir. Dipertandingan pembuka, Kamis (14/12) di Jetz Stadium, Gading Serpong, kembali mempertontonkan pertandingan Jetz melawan Rockstar Gym yang berhasil dimenangkan oleh Jetz dengan skor 63-29. Dimana, Efrael berhasil menyumbang poin terbanyak yakni 31 poin. Selanjutnya, dipertandingan kedua yang mempertemukan antara Cakra Sakti melawan Gading Muda. Dipertandingan ini, Cakra Sakti berhasil menang dengan skor 34-12. Sebenarnya, Gading Muda lebih menguasai jalannya pertandingan. Akan tetapi, di quarter pertama Cakra Sakti yang berhasil memimpin dengan skor 3-2. Di quarter kedua, Gading Muda bermain dengan penuh semangat setelah mendapat intruksi dari sang pelatih. Para pemain Gading Muda memberikan perlawanan yang sangat ketat. Namun, pemain Cakra Sakti bernomor punggung 30, Justin menjadi momok menakutkan bagi Gading Muda. Quarter kedua pun, ditutup masih keunggulan Cakra Sakti 9-6. Pada quater ketiga, Gading Muda kembai menguasai jalannya pertandingan. Demi, memperkecil ketinggalan. Beberapa kali, Gading Muda sempat merepotkan pertahanan Cakra Sakti dan memperkecil skor menjadi 11-10. Di quarter keempat, laga penentuan. Gading Muda mulai kelelahan dan berhasil dimaksimalkan dengan baik oleh pemain Cakra Sakti. Gading Muda hanya dapat menambah dua poin. Sementara, Cakra Sakti lebih enjoy dalam bermain dan menutup skor quarter keempat dengan 34-12. Pelatih Cakra Sakti, Samual Ilham, mengatakan pemainnya telat panas dan masih kurang percaya diri. Ilham juga menegaskan, bahwa event ini sangat bagus untuk pengalaman bermain anak-anaknya. “Di quarter pertama dan ketiga pemain masih kurang percaya diri. Baru pada quarter keempat, pemain mulai lepas dan bermain dengan enjoy. Ya, kedepan dengan event usia dini ini pemain dari Cakra ada yang bisa bermain di level Nasional,” imbuhnya.(pah/adt)

JJBC KU-12, Cakra Sakti Boys Ikuti Jejak Juniornya Raih Kemenangan

JJBC-KU-12,-Cakra-Sakti-Boys-Ikuti-Jejak-Juniornya-Raih-Kemenangan

Dipertandingan ketiga, JJBC 2017 pada Kamis (14/12) mempertandingan KU 12 Boys antara Cakra Sakti melawan The Sky di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dipertandingan tersebut, Cakra Sakti berhasil menang tipis dengan skor yang ketat yakni 38-35. Pada quarter pertama, Cakra Sakti gencar melakukan serangan bertubi-tubi ke pertahanan The Sky. Sementara, The Sky belum bisa keluar dari tekanan pemain Cakra Sakti. Quarter pertama ditutup dengan skor 12-5. Sementara itu pada quarter kedua, The Sky mulai menunjukan permainan terbaiknya. Poin demi poin, para pemain The Sky mulai bisa memangkas jarak ketertinggalannya dengan perolehan skor 16-14. Lalu pada quarter ketiga, Cakra Sakti maupun The Sky sama-sama menunjukan permainan terbaiknya. Saling jual beli serangan dan saling mendulang poin membuat pertandingan semakin seru. Skor 25-25 pun, menutup perhelatan quarter ketiga. Di laga penentu, pertandingan terus berjalan dengan ketat. Jual beli serangan masih terjadi di laga Cakra Sakti melawan The Sky. Akan tetapi, Cakra Sakti lebih pintar dalam memaksimalkan peluang untuk mendulang poin. The Sky pun, harus menyerah dengan skor 38-35.(pah/adt)

JJBC KU-12 Boys, Jetz Raih Kemenangan Atas Eagles Academy

Pemain-Jetz,-Matthew-(kuning)-dan-pemain-Eagles-Academy,-Ryan-(putih)

Pertandingan ke-23 di hari kedua Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017 menampilkan pertandingan yang tak kalah menarik di hari pertama. Dimana, pasukan Eagles Academy bertemu tuan rumah Jetz Basketball Club. Pertandingan tersebut akhirnya berhasil dimenangkan Jetz dengan skor 22-38, pada Minggu (10/12) malam di Jetz Stadium Gading Serpong, Tangerang. Dari pluit quarter pertama di mulai, pemain Eagles terkesan kurang percaya diri. Terbukti, banyaknya kesalahan passing yang dilakukan pemain Eagles. Dari kesalahan passing, peluang itu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Jetz dalam mendulang poin. Hasilnya, Matthew, bernomor punggung 26 membawa tim Jetz unggul dengan point 2-15 pada quarter pertama. Sedangkan pada quarter kedua, Eagles mulai bangkit untuk meraih poin. Motor serangan Eagles, Ryan nomor 8, terus melakukan tekanan dan berhasil membawa Eagles meraih poin. Eaglespun menambah 8 poin, sedangkan Jetz ketinggalan dengan perolehan 6 poin. Lalu saat quarter ketiga di mulai, Jetz mulai merubah pola strategi permainan. Beberapa kali, serangan mereka berhasil meraih poin. Quarter ketiga pun, ditutup dengan skor 0-12. Dan pada quarter puncak, Jetz yang merasa diatas angin sempat kehilangan fokus. Dan, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Eagles dengan mengoleksi 12 poin dan Jetz 4 poin. Meski begitu, hingga pertandingan berakhir, Eagles masih belum bisa menaklukan Jetz. Skor akhir untuk kemenangan Jetz dengan skor 22-38. (pah/adt)

JJBC KU-9 Cakra Sakti Sempat Menyamakan Skor, Namun Jetz Kembali Rengkuh Kemenangan

Cakra-Sakti-Vs-Jetz-KU-9

Pertandingan sengit di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC). Jetz sebagai tuan rumah berhasil menumbangkan Cakra Sakti dengan skor tipis 38-44. (10/12) Di awal quarter pertama dibuka, dengan skor pembuka dari Jetz. Tak berapa lama, Cakra Sakti pun membalas dengan 2 skor. Pembalasan skor pun terjadi hingga Jetz berhasil unggul dengan point 9-13. Di quarter kedua Cakra Sakti mulai panas untuk mengejar skor, demikian juga Jetz yang terus upaya menambah skor. Hingga detik-detik berakhirnya quarter kedua, pertahanan Cakra Sakti mulai lenggah dan sering gagal upaya menyamai kedudukan. Jetz pun masih menang dengan skor 13-30. Pluit quarter ketiga pun di mulai, pertarungan bibit atlet ini semakin sengit, ketika Cakra Sakti terus menambah skor. Dan Jetz tetap menjaga pertahanan skornya. Lalu skor berubah menjadi 20-29. Sementara itu akhir babak permainan quarter empat, Cakra Sakti terus mencoba membalas di menit-menit awal. Upayanya membuahkan hasil dan Skor sempat sama, namun pemain Jetz, Efrael dengan nomor punggung 1 mampu mencetak dengan tembakan 3 poin. Pertandingan ini dimenangkan Jetz dengan skor 38-44. Justin dengan nomor punggung 30 dari Cakra Sakti menjadi pemain pencetak skor terbanyak dengan angka 25 poin. Selain itu, pertandingan sengit juga terjadi di kategori umur 9 Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) antara Rockstar Gym dan Phoenix. Skor pertama di buka dari Phoenix dengan 2 poin. Rockstar Gym pun membalas dengan 2 poin. Hingga quarter babak kedua berakhir skor tipis 9-10. Meski Rockstar Gym terus melakukan pertahanan, Phoenix tetap mampu menambah 10 poin di akhir quarter ketiga menjadi 10-20. Rockstar Gym kembali memperkuat pertahanan dan mengejar skor. Namun Phoenix mampu mengalahkan Rockstar Gym dengan skor 19-22.(put/adt)

Ini Dia Nama Penyumbang Poin Terbanyak Pada Hari Pertama JJBC 2017

Jumpball yang dilakukan untuk pertandingan antara Jetz dan Metro Starlight, Sabtu (09/12/17)

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) 2017, untuk hari pertama sudah selesai. Terdapat total 13 pertandingan dari tujuh kategori kelompok umur (KU) dipertandingkan, yang bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (9/12). Banyak klub-klub yang mampu meraih kemenangan dengan skor telak. Dan, tak hanya itu terdapat pula pemain-pemain handal yang mampu menyumbangkan poin terbanyak bagi timnya. Tentunya, pemain-pemain yang menyumbangkan poin terbanyak, hasil dari kegigihan mereka dalam berlatih dan semangat juang di lapangan ketika bertanding. Berikut nysnmedia.com berikan hasil sementara nama-nama pemain yang berhasil menyumbangkan poin terbanyak di hari pertama JJBC 2017: 1. Efrael, Jetz Basketball Club – 25 poin (KU-9) 2. Edu, Jetz Basketball Club – 16 poin (KU-7) 3. Jayden, Cakra Sakti – 16 poin (KU-7) 4. Justin, Cakra Sakti – 18 poin (KU-9) 5. Destin, Jetz Basketball Club – 10 poin (KU-16 Girls) 6. Kenneth, Jetz Basketball Club – 9 poin (KU-10 Boys) 7. Anderson, Cakra Sakti – 15 poin (KU-12 Boys) 8. Andrew, Learn – 16 poin (KU-13 Boys) 9. Rasyra, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-13 Boys) 10. Achmad, Indonesia Falcon – 12 poin (KU-12 Boys) 11. Sola, The Hawk -15 poin (KU-16 Girls) 12. Yosua, Metro Starlight – 13 poin (KU-16 Boys) 13. Yuslifar, Hang Tuah – 13 poin (KU-16 Boys)(pah/adt)

Jetz Junior Basketball Champhionship KU-10, Metro Starlight Mengakui Kekalahan Pada Laga Perdananya

Tim Jetz (Kiri) menang melawan tim Metro Starlight (Kanan) dengan skor 31-9, pada hari pertama ajang JJBC 2017, di Jetz Stadium, Serpong (09/12/17)

Pada pertandingan perdana ajang Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) Tim Metro Stralight bertemu tim Jetz untuk kategori laki-laki usia KU-10 tahun di pertandingan ke-6 hari ini (9/12). Namun pada kenyataannya Metro Starlight menelan kekalahan dipenampilan perdananya. Pada quarter pertama, Metro Starlight kembali tertinggal 7 skor dari tim Jetz. Lanjut quarter kedua, tim Metro Starlight mencoba menambahkan penjagaan lini pertahanan. Namun hingga quarter kedua berakhir, Metro Starlight tetap tertinggal, skor yang dicetak pada papan skor menunjukan angka 13-4 untuk keunggulan tim Jetz. Babak quarter ketiga di mulai, metro terus mencoba membalap skor Jetz. Namun upayanya masih gagal, dan Jetz kembali memimpin dengan skor 21-8. Peluit berbunyi kembali di babak akhir, Jetz semakin melaju, dan akhirnya Metro Starlight harus menerima kekalahan dengan skor 31-9.(put/adt)

Persiapan Matang, Ajang Tahunan JJBC Siap Digelar 9 Desember Mendatang

Logo JJB 2017

Melihat perkembangan olahraga basket di usia dini mulai berkembang pesat, banyak pula event-event kejuaraan yang digelar demi mencari bibit potensial. Usia-usia 7 tahun hingga 16 tahun, merupakan usia emas para pebasket muda untuk mengembangkan bakat mereka. Seperti contohnya kejuaraan Jetz Junior Basketball Championship (JJBC) yang merupakan kejuaraan tahunan bagi usia dini. JJBC selalu rutin diadakan tiap tahun dan selalu menjadi daya tarik bagi klub-klub basket yang ada di Jabodetabek maupun luar Jabodetabek untuk turut berpartisipasi. Rencananya JJBC sendiri akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Dimana terdapat enam kategori umur yang dipertandingkan, yakni KU 7, KU 8, KU 9, KU 10, KU 12, KU 16. Ketua Panitia JJBC, Awi mengatakan, sejak tahun 2014 ajang JJBC sudah digelar. Ajang ini, bertujuan untuk mengasah bakat para pebasket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar klub basket. “Iya setiap tahun kita mengadakan JJBC mulai tahun 2014, jadi tahun ini sudah tahun ke-4,” ujar Awi. Lanjutnya, untuk di tahun 2017 ini JJBC akan dibuat menjadi 3 season. Dengan begitu, JJBC akan dibuat menjadi meriah. Nantinya, akan ada beberapa klub yang bertanding dalam JJBC 2017 dan memperebutkan Piala JJBC 2017 “Sebanyak 14 klub yang mengikuti JJBC ini, dan terbagi menjadi 34 tim dalam 7 kategori pertandingan. Saya harapkan, masing-masing klub mempersiapkan segala keperluan teknis, agar pada saat pertandingan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya. (pah/adt)

Perkembangan Bola Basket di Usia Dini Mulai Pesat, U-12 Dianggap Sebagai Peluang Emas

Jetz-Basketball-Club-2

Perkembangan olahraga bola basket saat ini, mulai banyak digandrungi oleh usia-usia dini. Bermula dari tayangan televisi atau ajakan dari orangtua, membuat anak-anak ini mulai tertarik menekuni olahraga basket. Seperti di lakukan oleh Jetz Basketball Club, yang sering berlatih di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Jetz Stadium sendiri sudah memiliki fasilitas yang baik, membuat Jetz Basketball Club ini menjadi tujuan pengembangan para orangtua untuk melatih bakat sang anak dalam olahraga bola basket. Penting untuk di catat, bahwa Jetz Stadium selalu menjadi pilihan berlatih timnas pelajar Indonesia. Di Jetz Basketball Club, terdapat pembinaan atlet basket mulai dari usia 4 tahun hingga 18 tahun. Khusus untuk U-10 dilatih oleh pelatih berpengalaman yakni Awi. Awi sendiri sudah melatih di Jetz Basketball Club sejak 2016. Selama berkecimpung di dunia basket, Awi melihat perkembangan basket di usia dini sudah mulai pesat. “Perkembangan basket di usia dini saat ini sudah pesat. Di klub-klub basket saat ini, usia 12 tahun kebawah peminatnya sangat banyak. Ini merupakan, perkembangan yang bagus bagi basket Indonesia untuk membina atlet di usia dini,” terang Awi. Lanjutnya, usia-usia 4 hingga 12 merupakan usia emas mereka untuk melatih bakat dan juga mendapatkan ilmu basket. Tak terkecuali di Jetz Basketball Club yang mempunyai 50 anak usia 10 tahun. “Usia 12 tahun kebawah atau kelahiran 2008, merupakan usia emas mereka untuk melatih gerakan mereka di basket. Mereka akan dengan mudah menerap ilmu basket, walaupun masih berlatih dengan fun,” jelasnya. Dengan pesatnya perkembangan bola basket di usia muda, tentunya akan menjadi nilai plus bagi kemajuan basket Indonesia. Jaya selalu basket Indonesia. (pah/adt)

Jetz Basketball Club Targetkan Anak Binaannya Menjadi Juara di JJBC 2017

Jetz-Basketball-Club

Jetz Junior Basketball Championship (JJBC), merupakan sebuah ajang para pebasket usia muda untuk unjuk kebolehan. Rencananya ajang tersebut di laksanakan bulan Desember mendatang, bertempat di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Nantinya, sebanyak sembilan klub akan bertanding dalam tujuh kategori usia, yakni U-7 hingga U-16. Jetz Basketball Club sendiri sudah mulai mempersiapkan diri dengan baik. Pelatih U-10 Jetz Basketball Club, Awi mengatakan, akan mempersiapkan anak-anaknya untuk meriah juara. Terlebih, di tahun sebelumnya anak-anak U-10 tidak mendapatkan juara. “Kami mempersiapkan dengan baik, berlatih seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu. Meski begitu, ada kendala dalam latihan di hari weekend,” ucap Awi. Event JJBC selalu menjadi daya tarik bagi klub basket di wilayah Jabodetabek. Sang pelatih pun, menargetkan akan menjadi juara di JJBC, Desember mendatang. “Target pasti juara yah, maka dari itu kami akan persiapkan diri dengan baik di setiap umur,” katanya. (pah/adt)

Under Armour Gandeng Glorius, Gelar Ajang Pickup Games Basketball

Pickup Games yang digelar oleh Under Armour bekerjasama dengan Glorious di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin.

Under Armour bekerja sama dengan Glorius untuk mengadakan Pickup Games, yaitu pertandingan basket 5 lawan 5 di lapangan basket Pati Unus, Jakarta Selatan pada 18 November kemarin. Acara ini dilaksanakan dengan 70 peserta. Agung Christyantho sebagai salah satu perwakilan panitia inti menjelaskan, bahwa event ini daftarnya gratis, dan panitia telah menyiapkan berbagai macam hadiah. “Pendaftaran acara ini gratis. Juara 1 dapat voucher 1 Juta dari Under Armour, juara 2 dapat voucher 500 ribu dan pemain terbaik dapat sepatu Stephen Curry 4 dan voucher 1 juta juga. Peserta dibatasi hanya 70 orang, ada yang dari Bandung, Depok, Cikarang, Bekasi, Bogor dan umumnya dari Jabodetabek.”ujar Agung Rizky Julian, selaku founder Glorius Indonesia juga menjelaskan, tentang tujuan dan harapan diadakannya Pickup Games ini. “Pickup Games merupakan panggung atau tempat anak-anak muda mengekspresikan diri, khususnya dalam olahraga bola basket dan juga sebagai ajang silahturahmi antar pemain. Di Pickup Games sendiri, semua tim punya kesempatan yang sama. Tidak peduli bagus atau tidaknya tim tetapi hasil akhir dari kemauan masing-masing tim untuk menjadi juara. Semoga bisa banyak lagi anak muda yang join di event Pickup Games kita.“ ucap Rizky Selain itu, Rizky juga menambahkan awal mula Pickup Games diadakan dan mengundang tanggapan yang positif dari berbagai pihak tentang event ini. “Pickup Games pertama kali diadakan pada tahun 2016, tepatnya di lapangan ABC Senayan. Ide dari saya tapi Cuma saya share khusus ke anak-anak Glorius saja. Eh ternyata banyak yang suka, akhirnya kita buat terbuka untuk umum di tahun 2017. Dan alhamdulilah banyak sponsor yang tertarik,”tutup Rizky(put/adt)

Berkat Figur Ayah, Katon Melesat Ke Turnamen Bola Basket Internasional

Katon Adjie Baskoro

Nasihat dari orang tua kepada anak memang sangat berarti, terutama untuk bekal masa depan sang anak. Dan perlu di catat, bahwa tidak ada seorangpun orang tua yang ingin mencelakai anaknya sendiri. Atlet basket asal Jawa Timur, Katon Adjie Baskoro atau yang akrab disapa Katon, dirinya sangat bersyukur menuruti nasihat sang ayah ketika ia sedang bingung memilih cabang olahraga yang akan ia tekuni. Ia sempat terjebak antara dua pilihan cabang olahraga kesukaannya, yaitu futsal dan basket. “Waktu saya SMA kelas 1, saya sempat cuti dari basket karena ingin menjalani futsal saja. Tetapi di kelas 2 dan 3 SMA, saya balik lagi ke basket hingga sekarang. Saya selalu ingat kata-kata papa saya “Mulai sekarang kayanya kamu harus pilih antara basket dan futsal karena sudah semakin dewasa” gitu kata papa saya. Saya jadi bingung. Terus papa juga beropini begini “basket merupakan olahraga yang lebih keren dibanding futsal. Karena semua orang Indonesia kayanya bisa main futsal tapi gak semua bisa main basket.” Yaudah akhirnya saya pilih basket deh.” Ujarnya Saran dari ayahnya tersebut membawa Katon memenangkan berbagai kompetisi nasional bahkan turnamen internasional seperti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017, Juara 1 Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2014-2017. 3 on 3 di Shanghai China dan Juara 2 Southeast Asia Basketball Association (SEABA) di Singapura. Bagi Katon menjadi seorang atlet adalah hal yang menyenangkan bahkan berkat basket, ia berteman dengan atlet-atlet dari berbagai negara. “Pengalaman seru menjadi atlet basket menurut saya, jadi punya banyak teman dari setiap negara. Bisa jalan-jalan keluar negeri, bisa tahu budaya-budaya dinegeri orang lain dan bisa tukar pikiran mengenai basket di negara masing-masing,” tutur mahasiswa Manajemen Layanan Pariwisata Universitas Surabaya ini. Saat ini, Katon bergabung selama 3 tahun dalam klub basket nasional, CLS KNIGHT. Ia juga menuturkan bahwa setiap pertandingan, setiap lawan yang akan dihadapi memang susah. Namun dapat dihadapi dengan persiapan yang baik. “Menurut saya semua lawan itu susah. Tapi memang tergantung mental dan persiapan saya dan tim.” Tutupnya (put/adt)

Ini Jadwal Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017 Di UPH

Saat Tim basketball UPH menghadapi Tima basketball STIE BP

Liga Mahasiswa (LIMA) merupakan ajang bagi para mahasiswa unjuk kebolehan dalam bidang olahraga. Dimana terdapat beberapa pertandingan diantaranya basket, sepakbola, badminton, futsal dan swimming. Beberapa cabang olahraga sudah mulai di helat oleh LIMA, bahkan futsal baru saja selesai menyelenggarakan babak Nasional. Kali ini, untuk kompetisi basket sedang melangsungkan pertandingan. Beberapa region sudah menggelar babak regional ini. Seperti di Universitas Pelita Harapan, yang dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan LIMA Basketball Regional Red Team yang digelar di GOR UPH, Karawaci, Tangerang. Babak regional Red Team ini diikuti oleh lima tim yang terdiri dari Universitas Pelita Harapan Banten sebagai tuan rumah, STIE BP Jakarta, ABFI Perbanas Jakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Esa Unggul Jakarta. Regional Red Team pun, sudah berlangsung sejak 6 November lalu dan akan berakhir pada 11 November. Berikut informasi rangkuman agenda yang masuk ke redaksi nysnmedia.com. Pertandingan LIMA Basketball Regional Red Team 2017: (pah/adt)

UPH Terpilih Kembali Menjadi Arena Penyelenggaraan Babak Reguler LIMA Basketball Red Team 2017

Internal-Sport-Program-Development,-Caeras-Wilhelem

Universitas Pelita Harapan (UPH) yang terletak di Karawaci, Tangerang merupakan Universitas yang selalu mencetak atlet berprestasi. Tak hanya itu, sejak berdiri pada tahun 1994 silam, UPH telah berhasil mempunyai fasilitas yang bisa di katakan baik. Seperti halnya, dua lapangan basket yang sangat baik, lapangan sepak bola, gym, swimming pool dan beberapa fasilitas lain yang dapat digunakan gratis bagi mahasiswa UPH. Dan kali ini, UPH dipercaya untuk menjadi tuan rumah babak reguler LIMA Basketball Red Team 2017. Bukan tanpa sebab, fasilitas UPH yang sangat layak menjadi acuan LIMA untuk menggelar babak regular. Internal Sport Program Development, Caesar Wilhelem mengatakan, UPH sudah beberapa kali menyelenggarakan LIMA dan sukses terselenggara. “Untuk basket menyelenggarakan LIMA pertama kali tahun 2012 dan sekarang puji syukur mendapat kesempatan kembali menjadi tuan rumah, jadi sudah dua kali. Untuk futsal sekali dan badminton sekali,” tambahnya. Lebih lanjut, dipercayakan oleh LIMA kepada UPH bukan berarti UPH menjalin kedekatan dengan pihak LIMA. Namun, melihat fasilitas kampus yang cukup baik. “Mungkin, karena fasilitas kami beda dengan kampus lain. Bisa saja dikampus yang lain juga mempunyai fasilitas yang memenuhi standart, tetapi perlu di catat bukan berarti UPH dekat dengan LIMA. Namun, karena fasilitas kami cukup mempuni, ujar Caesar. (pah/adt)

UPH Berhasil Pupuskan Ambisi STIE BP di Laga Perdana Regional LIMA Basketball 2017

UPH vs STIE BP LIMA Basketball 2017

Pembukaan babak regional LIMA Basketball, Red Team 2017, pertemuan Universitas Pelita Harapan (UPH) melawan STIE BP akhirnya berhasil di menangkan oleh UPH dengan skor 76-36 di GOR UPH, Karawaci, Tangerang, Senin (6/11) UPH yang bertanding sebagai tuan rumah, mendapat dukungan langsung dari ratusan penonton. Dengan begitu, peluang untuk meraih kemenangan sangat tinggi. Sejak di kuarter pertama, UPH bermain dengan tenang, namun masih mampu menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu STIE BP, bermain dengan tempo cepat. Kedudukan di kuarter pertama pun, UPH memimpin dengan skor 10-7. Di kuarter kedua, pasukan UPH semakin tak terbendung. Anak asuh coach Stephen Lester Metcalfe ini kembali berhasil membuat pendukung UPH bersorak. Kombinasi apik Pangesthio Rivaldo (7) dan Mulyono Yefanus (24) yang keduanya menyumbang 16 poin, sembilan rebounds, dan dua assist membuat UPH kembali unggul menjadi 35-15. UPH yang sudah unggul, semakin menampilkan permainan terbaiknya. Sementara, STIE BP selalu terkendala dalam penyelesaian akhir. Akhirnya pada kuarter ketiga, ditutup dengan skor 59-30. Di kuarter empat, UPH benar-benar tak mampu dihadang. Gaya bermain tenang, dan penyelesaian akhir yang baik sejak awal kuarter membuat STIE BP kesulitan mengimbangi UPH. Laga perdana UPH pun, ditutup sempurna dengan skor 76-36. Hasil itu menjadikan awal yang baik bagi UPH untuk menghadapi tim-tim hebat lain di babak regional LIMA Basketball 2017. (pah/adt)

Ini Hasil Pertandingan Babak Reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017

LIMA-Basketball-hasil-pertandingan-babak-reguler

Di hari kelima babak reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017, ada beberapa tim yang meraih kemenangan telak maupun menang dengan poin yang tipis. Berlaga di Sports Center UIN Maulana Malik, Malang, Jawa Timur para tim berusaha untuk meraih kemenangan. Namun, ada pula tim yang belum berhasil meraih kemenangan di hari ke lima. Di tim putra, Universitas Surabaya (Ubaya) terus mencetak hasil yang maksimal. Sementara, Polinema (Politeknik Negeri Malang) masih di dasar klasemen. Sementara di tim putri, Unair masih masih menjadi ratu. Sedangkan, UK Petra belum mampu keluar dari juru kunci klasemen. Ini hasil skor babak reguler LIMA Basketball:McDonald’s East Java Conference 2017 di hari ke lima, Minggu (5/11). Putri: UK Petra (38) vs Ubaya (72) UM (43) vs UB (29) Putra: Ma Chung (71) vs Ubaya (92) Unair (75) vs Polinema (44) UB (54) vs ITS (74) (pah/adt)

Babak Reguler LIMA Basketball 2017, UB Unggul Tipis Atas Unhas

LIMA-Basketball-UB-vs-Unhas

Tim basket putri Universitas Brawijaya Malang (UB), akhirnya meraih hasil positif usai mengalahkan Universitas Hasanuddin Makasar (Unhas) pada laga lanjutan babak reguler LIMA Basketball McDonald’s East Java Conference 2017 di Sports Center, UIN Maliki Malang, Jawa Timur, Jumat (3/11). Pertandingan di kuarter pertama berjalan dengan sangat ketat. UB yang ingin mendulang kemenangan, bermain dengan intensitas tinggi. Anak asuh coach Putri Diana Mey ini, berhasil merepotkan pertahanan Unhas. Di kuarter pertama, UB berhasil unggul 15-6. Tertinggal 15-6 di kuarter pertama, Unhas mencoba bangkit. Coach Rahmat mulai merotasi pemain serta merubah gaya permainan. Namun, masih belum bisa menyalip poin UB. Kuarter kedua ditutup dengan skor 22-13 untuk keunggulan UB. Kuarter tiga, Unhas melalui pemainnya Siti Hardiyanti yang mendulang tujuh poin, 11 rebound dan satu assist. Kuarter ketiga ditutup dengan skor 32-25 masih keunggulan UB. Di kuarter empat, perlawanan Unhas belum usai. Kombinasi ciamik Siti Hardiayanti (11), Fadhilah Hasan (65), dan Azizah Humaeroh (24) membuat Unhas mendulang poin demi poin. Meski demikian, keunggulan penyerangan Unhas tak membuat mereka meraih kemenangan. Para pemain UB berhasil mempertahankan selisih tiga poin hingga laga usai. UB unggul atas Unhas dengan skor akhir 40-37. (pah/adt)

Bola Basket: Mendengarkan Lagu, Adalah Cara Ottu Menghilangkan Rasa Grogi Sebelum Bertanding

Rodmundus-Ottu-Ray-saat-berlaga-di-IBL-Seri-Surabaya-tahun-2016

Bernama panjang Rodmundus Ottu Ray atau Ottu, merupakan atlet basket asal Surabaya yang mengikuti ajang POMNas 2017 lalu. Di tahun 2016 lalu, Ottu sempat mendapatkan pengalaman berharga menjadi pemain Rookie untuk pertama kalinya. Ia pun harus mengatasi rasa kikuk, atau menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding dengan para pemain-pemain kawakan yang lebih berpengalaman. “Tahun 2016 merupakan tahun pertama bagi saya sebagai Rookie di tim CLS Knights Surabaya, yang bermain dalam liga professional. Bangga sih bisa main di kasta tertinggi basket Indonesia, dan sempat grogi berdampingan sama pemain-pemain yang jago dan berpengalaman. Bagi saya, cara mengatasi groginya ya tetap fokus saja sih gak usah banyak mikir macem-macem, pokoknya bermain maksimal. Lakukan apa yang sudah di rencanakan, dan selalu ingat intruksi dari pelatih. Saya juga terus berdoa, dan untuk menjaga ketenangan dengan mendengarkan lagu untuk menghilangkan rasa grogi sebelum bertanding,” ucapnya Cukup panjang perjuangannya mengenal olahraga bola basket, Ottu tertarik dengan basket sejak kelas 5 SD, dan ternyata, mahasiswa Ekonomi Universitas Surabaya ini jatuh hati pada bola basket, karena pengaruh dari sang kakak. Selain liga POMNas, Ottu juga mengikuti berbagai kejuaraan seperti Kejuaraan nasional u-16 dan u-18, PORPROV, PON, juara di IBL 2016 bersama tim CLS Knight. Sudah 11 tahun, Ottu menekuni bola basket yang ia awali dengan masuk club basket Casper di Jakarta. “Awal basket itu karena pengaruh kakak saya sih, dulu saya hanya ikut-ikutan nonton basket kakak saya kalau pas tanding, lalu saya tertarik dengan basket, dan akhirnya di masukin club pas kelas 5 SD. Nama club nya Casper Jakarta. Sekolah saya dulu ga ada ekskul basket, jadi saya fokus di club,” tutup Ottu kepada nysnmedia.com (put/adt)