Tembus Final All England, Lakshya Sen Ciptakan Rekor

Tembus Final All England, Lakshya Sen Ciptakan Rekor

Kejutan demi kejutan yang ditampilkan Lakhsya Sen terus berlanjut. Pebulu tangkis asal India ini sedang menapaki jalan menuju tunggal putra elite dunia. Ia sudah menampilkan performa gemilang sejak awal musim 2022 dengan menjuarai India Open. Setelah itu, dia menjadi runner-up German Open 2022. Terkini, dia menembus partai puncak All England 2022 seusai menghajar tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, 21-13, 12-21, dan 21-19. Sederet rekor fantastis diukir oleh Lakshya Sen seiring keberhasilannya menembus final turnamen Super 1000 ini. Pertama, ia menjadi orang India pertama yang mencapai babak final All England di usia 21 tahun, dan orang India ke-4 yang mampu melenggang ke final All England setelah Prakash Nath (1947), Prakash Padukone (1980 dan 1981), Pullela Gopichand (2001), dan Saina Nehwal (2015). Berikutnya, Sen berhasil menapaki partai final pada tiga turnamen BWF beruntun sepanjang 2022, yakni India Open, German Open, dan All England. Tak ayal, prestasi itu disambut penuh sukacita oleh pebulu tangkis 20 tahun tersebut. Selain itu, sepanjang tahun 2021, ia menumbangkan sederet pebulutangkis raksasa yaitu Viktor Axelsen (peraih medali emas Olimpiade), Anthony Ginting (peraih medali perunggu Olimpiade), Loh Kean Yew (Juara Dunia 2021), Anders Antonsen (peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2021), dan Lee Jii Zia (juara All England 2021). Biodata: Nama: Lakshya Sen Tempat lahir: Almora, Uttarakhand, India Tanggal lahir: 16 Agustus 2001 Tangan terkuat: Kanan Tinggi badan: 179 cm Prestasi: Medali Emas Swiss Junior International 2014 Medali Emas India Junior International 2015 Medali Perunggu Asia Juniors Championships 2016 Medali emas India International Series 2016 Medali Perak Tata Open India International 2017 Medali Emas India International Series 2017 Medali Emas Eurasian Bulgarian Open 2017 Medali Perak German Junior International 2017 Medali Perak Buenos Aires Youth Olympics 2018 Medali Emas Asian Junior Championships, Bangkok, 2018 Medali Emas Dutch Open 2019 Medali Emas SaarLorLux Open 2019 Medali Perak Polish Open 2019 Medali Emas Belgian International 2019 Medali Emas Scottish Open 2019 Medali Emas Bangladesh International 2019 Medali Perak Dutch Open 2021 Medali Perunggu World Championships 2021 Medali Perak German Open 2022 Medali Emas India Open 2022

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas

PBSI Panggil 17 Atlet Junior untuk Latihan Bersama di Pelatnas Cipayung

Ada 17 atlet junior dipanggil untuk mengikuti latihan bersama dan pemantauan di pelatnas Cipayung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Hal itu sebagaimana dilansir melalui instagram resmi @badminton.ina pada Rabu (23/02/22). 17 Atlet yang terpanggil akan memulai latihan di pelatnas Cipayung pada 28 Februari-12 Maret 2022 mendatang. Dari 17 atlet yang terdaftar, mereka adalah atlet junior di sektor ganda putra dan ganda campuran. Tidak hanya berasal dari satu klub saja, namun berbagai klub yang tersebar merata. Contohnya pasangan ganda putra asal PB Jaya Raya, Adrian Pratama/Johan Farell Gosal, menjadi bagian dari 17 atlet yang dipanggil oleh PBSI. Selain itu ada M. Fadel Ilyasa (PB Jaya Raya), Yahya Raska, (PB Jaya Raya), M. Putra Erwiansyah (PB Djarum), Patra Harapan (PB Djarum), Alif Attalah Juan (PB Jaya Raya) dan Muh. Nendi (PB Jaya Raya). Sedangkan pada sektor ganda campuran, ada 9 pemain yang dipanggil oleh PBSI. Mereka adalah Zaidan Arrafi (PB Exist), Felisha Alberta (PB Exist), Marwan Faza (PB Djarum), M. Faris (PB Djarum). Selain itu ada Jessica Maya Rismawardani (PB Djarum), Ahmad Sastrariansyah (PB Exist), Farica Abela (PB Exist), Ghana Muhammad (PB Djarum), dan Jafar Hidayatullah (PB Rajawali). Menurut keterangan yang tertera, para atlet junior Indonesia itu dipanggil ke pelatnas PBSI hanya untuk latihan bersama. Namun belum diketahui secara pasti untuk apa pemanggilan latihan itu dilakukan. Setidaknya, melalui program ini, bisa saja menjadi kesempatan bagus bagi para pebulutangkis muda untuk kembali menunjukkan kualitas mereka kepada jajaran pengurus PBSI. Karena PBSI juga baru mengumumkan daftar atlet promosi dan degradasi melalui hasil seleksi nasional (Seleknas) pada 10-15 Januari 2022 lalu. Hasil seleknas mengumumkan bahwa ada 16 pebulutangkis diberikan kesempatan untuk menjadi penghuni baru pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Meski belum diketahui secara pasti maksud dari pemanggilan 17 pebulutangkis junior Indonesia ke pelatnas PBSI, namun agenda latihan bulutangkis bersama dan pemantauan itu langsung disambut positif oleh para warganet. Banyak yang berharap PBSI mampu mengorbitkan calon bintang baru sekaligus melanjutkan regenerasi bulu tangkis Indonesia.

Pebulutangkis Muda Bondowoso Raih Dua Medali dalam Kejuaraan Suryanaga

Pebulutangkis Muda Bondowoso Raih Dua Medali dalam Kejuaraan Suryanaga

Prestasi gemilang diukir Beryl Auliya Sungkono, pebulutangkis muda Bondowoso di ajang Suryanaga Cup Surabaya yang berlangsung akhir pekan, Minggu (20/2/2022). Dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut, atlet masa depan Bondowoso itu meraih medali perak di nomor tunggal pemula putri dan perunggu di nomor ganda pemula putri. Prestasi atlet muda dari PB Junior ini sangat membanggakan insan bulutangkis Bondowoso. Sebab dalam kejuaraan tersebut, Beryl bersaing dengan atlet dari klub-klub besar di Indonesia. “Meski berangkat dari kota kecil namun Beryl bisa membuktikan bahwa dia mampu dan bisa,” kata Rudi Cahyono, ketua bidang prestasi PBSI Bondowoso. Sementara itu ketua PBSI Bondowoso Kukuh Rahardjo mengaku akan terus mencari dan mengasah bibit-bibit atlet muda di Bondowoso. Menurut Kukuh, salah satu kunci prestasi cabor adalah pembinaan di kelompok usia dini. “Makanya dalam kejurkab kali ini, kami menggratiskan usia dini atau pemula untuk mengikuti kejuaraan,” jelas dia. Kejurkab yang berlangsung di GOR itu diikuti puluhan peserta dari berbagai kelompok umur. “Mulai pra dini, usia dini, remaja, dewasa hingga veteran,” imbuh dia.

Profil Stephanie Widjaja, Sang Pemuncak Ranking BWF Junior Putri

Profil Stephanie Widjaja, Sang Pemuncak Ranking BWF Junior Putri

Tim Putri Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan setelah bermain sengit dalam lima partai pada ajang Kejuaraan Beregu Asia 2022. Stephanie Widjaja, pebulu tangkis tunggal putri, menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Korea Selatan, Kamis (17/2/2022). Stephanie Widjaja mengalahkan Kim Joo Eun dalam pertandingan straight game dengan skor 21-11, 21-13. Pada pertandingan sebelumnya kontra Hong Kong, dia juga menutup pesta Indonesia dengan kemenangan pada partai terakhir. Dia mengalahkan Mehta Saloni Samirbhai lewat straight game, 21-18 dan 21-13, serta membuat Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong. Sementara pada laga melawan Kazakhstan, Stephanie Widjaja sengaja disimpan. Sebelum masuk ke kategori senior, Stephanie Widjaja meninggalkan jejak manis di kelas junior. Tunggal putri kelahiran 19 Februari 2003 tersebut pernah merasakan ranking 1 BWF junior putri pada tahun lalu. Tepatnya ketika update ranking BWF Junior pada 1 Januari 2021. Fani, sapaan akrabnya, berada di urutan pertama dengan total poin 13.670. Dia unggul jauh dengan atlet asal India, Samiya Imad Farooqui (11.360) dan Thailand (Pornpicha Choeikeewong (11.125). Sementara pada kelas senior atau BWF World Ranking (2/15/2022), dia menempati urutan ke-298. Awal karier Stephanie Widjaja di dunia bulu tangkis dimulai sejak dia duduk di bangku SMP dan dipoles oleh klub Jaya Raya Jakarta. Situs Badminton Asia memasukkan Stephanie Widjaja sebagai salah satu bibit baru tunggal putri di Benua Asia. Pada tahun 2019, namanya mulai tampak di dunia bulu tangkis tingkat Asia. Kala itu, dia tembus perempat final Kejuaraan Dunia Junior ketika usianya masih 16 tahun. Kemudian pada tahun berikutnya, Fani mampu tembus final German Open Junior kendati kalah dan meraih runner-up. Dia digadang-gadang menjadi The Next Susy Susanti dan bahkan bisa melampaui sosok pemain yang dia idolai sekaligus ranking 1 dunia, Tai Tzu Ying (Chinese Taipei). Di Tim Indonesia yang saat ini sedang berlaga di BATC 2022, Stephanie Widjaja merupakan salah satu andalan bersama tunggal putri yang juga masih muda yaitu Putri KW dan Gregoria Mariska. Bio Data Nama: Stephanie Widjaja Nama sapaan: Fani Tempat lahir: Jakarta Tanggal lahir: 19 Februari 2003 Tinggi badan: 164 cm Klub: Jaya Raya Jakarta Sektor: Tunggal putri Ranking Senior: 298 (per tanggal 15 Februari 2022)

Penuh Drama, Tim Putra Indonesia Atasi Perlawanan Korsel

Luar biasa. Laga menegangkan dan penuh drama akhirnya mampu dimenangkan oleh tim putra bulutangkis Indonesia saat berjumpa Korea Selatan. Sempat tertinggal, Chico cs. menang tipis 3-2 atas Korea Selatan. Chico Aura Dwi Wardoyo yang tampil sebagai ujung tombak tim Indonesia, sukses menunaikan tugas. Dia membawa Skuad Garuda Muda memimpin 1-0 atas Korea Selatan pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Pada laga yang berlangsung Kamis (17/2) pagi di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Chico bermain lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi Jeon Hyeok Jin. Lewat pertarungan selama 66 menit, Chico menang 21-18, 15-21, 21-19. “Senang bisa melaksakan tugas dengan baik dan bisa sumbang poin kemenangan untuk Indonesia. Semoga dengan kemenangan saya ini makin memotivasi teman-teman yang lain untuk juga bermain maksimal dan menang,” ujar Chico. Di gim ketiga saat memimpin 18-12, Chico seperti kehilangan fokus. Permainan monoton dan kurang bervariasi. Pukulan-pukulannya bisa diantisipasi lawan, sehingga sempat tersusul hingga 18-16. Syukurlah setelah itu kapten tim Merah-Putih ini bisa kembali fokus ke permainan terbaiknya. “Tadi saya agak kurang in dan sempat kehilangan konsentrasi. Setelah itu saya lebih berkonsentrasi dan bisa in kembali. Saya mencoba fokus untuk mengambil satu poin agar lebih tenang di poin-poin kritis. Syukurlah akhirnya menang,” ujar Chico. Sayang pada partai kedua, penampilan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan gagal menyumbangkan angka. Hanya dalam durasi 31 menit, mereka menyerah kalah kepada Jin Yong/Na Sung Seung, 10-21, 19-21. Indonesia tertinggal 1-2 setelah pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dikalahkan Kim Joo Wan. Meski sudah berjuang keras dan pantang menyerah, Ikhsan takluk 18-21, 14-21. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kembali tampil apik dengan membawa Indonesia menyamakan kedudukan 2-2. Pasangan berjulukan The Babbies ini menang atas Noh Jin Seong/Yoon Dae Il dengan skor 21-13, 21-13 dalam 32 menit. “Kami main normal saja. Bisa mengeluarkan permainan terbaik dan tidak memikirkan soal Indonesia tertinggal 1-2,” ujar Daniel. “Ya, tadi permainan kami lebih oke. Adaptasi dengan lapangan juga jauh lebih baik,” timpal Leo. Adalah Christian Adinata yang tampil di partai pamungkas saat skor 2-2, sempat dicekam ketegangan. Namun, setelah bisa menguasai keadaan dan beradaptasi dengan lapangan, dia akhirnya mampu mengatasi Jeong Min Sun, 21-19, 11-21, 21-17. “Puji tuhan bisa menyelesaikan pertandingan dan tak ada cedera. Senang bisa main maksimal dan menyumbangkan poin, meski tegang tapi akhirnya bisa mengatasi,” tutur Christian usai pertandingan kepada Tim Humas PBSI. “Tadi start di gim pertama kurang bagus dan banyak kesalahan sampai ketinggalan 3-11. Tetapi makin lama feeling saya bisa kembali. Saya pelan-pelan bisa mengejar dan akhirnya menang,” ujar Christian. Pada pertandingan selanjutnya, tim putra bulutangkis Indonesia akan jumpa India pada hari Jumat, 18 Februari, pukul 10.00 waktu setempat.

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Libas Korea Selatan, Tim Putri Indonesia Juara Grup

Tim putri bulutangkis Indonesia yang awalnya dianggap sebelah mata, justru menjadi juara grup. Pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup Z Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022, Gregoria Mariska Tunjung dkk., berhasil menekuk Korea Selatan. Dalam pertandingan di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Kamis (17/2) petang, putri Skuad Garuda Muda sukses menjungkalkan tim Negeri Ginseng dengan 3-2. Sebelumnya Indonesia menang 4-1 atas Hong Kong dan mengungguli 5-0 Kazakhstan. Gregoria berhasil membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah mengalahkan Sim Yu Jin. Lewat penampilan apik, terutama di gim pembuka, kapten tim putri Indonesia itu menang 21-6, 21-18. “Puji Tuhan saya bisa main baik dan menyumbangkan poin. Tadi di gim pertama, permainan saya memang sudah seperti direncanakan, sementara lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Gregoria. Penampilan Gregoria di gim pembuka memang mengilap. Lawan tidak bisa berbuat banyak. Variasi serangan dan tidak banyak melakulan kesalahan, mengantarkannya menang mudah dengan skor 21-6. Sayang di gim kedua, Gregoria seperti kehilangan fokus. Dia mengikuti pola permainan lambat lawan. Adaptasi dengan lapangan juga terganggu. Setelah unggul 12-6, malah bisa terkejar. “Pada gim kedua, saya terbawa dan mengikuti pola permainan lambat lawan. Selain itu, saat unggul 12-6, saya juga kerap melakukan kesalahan sendiri dan kurang tenang. Padahal saya sudah leading banyak dan permainan saya pun jadi tegang dan terkejar,” sebut juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu. “Untung, berkat kembali fokus, gim kedua pun dimenangi Gregoria dengan 21-18. “Setelah itu, saya bisa kembali fokus ke pola permainan sendiri. Tekanannya ditambah dan lebih cepat, hingga saya bisa memenangi gim kedua,” tambah Gregoria. Pada ganda putri pertama, pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga sudah berjuang dan menampilkan seluruh kemampuan terbaik. Namun, perjuangannya tidak menghasilkan kemenangan setelah kalah dengan skor 20-22, 19-21. Posisi Indonesia jadi tertinggal 1-2 setelah Putri Kusuma Wardani yang turun di partai ketiga, dikalahkan Lee Se Yeon, 16-21, 19-21. Pasangan dadakan Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari berhasil menyamakan krdudukan 2-2 setelah menang 21-16, 22-20 atas Kim Min Ji/Lee Seo Jin. “Alhamdulliah saya merasa senang karena bisa menang setelah Indonesia tertinggal dan bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2,” ujar Lanny. Nita dan Lanny adalah pasangan dadakan setelah Jesita Putri Miantoro mengalami cedera paha kiri. Meski pasangan baru, cemistry Nita dan Lanny sudah oke karena sering latihan bareng di Pelatnas Cipayung. Kepastian Indonesia sebagai juara grup ditentukan Stephanie Widjaja yang tampil di partai kelima setelah mengatasi Kim Joo Eun, 21-11, 21-13. “Saya tegang juga sih, tetapi berusaha tenang biar mainnya lebih bagus. Kunci kemenangannya, saya yakin kalau saya lebih bagus. Saya senang karena bisa menang dan menjadi penentu,” kata Stephanie.

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Skor Kembar, Tim Putra Juga Kalahkan Hong Kong 4-1

Tim putra bulu tangkis Indonesia sukses mengikuti rekan putri dengan memenangi laga perdana penyisihan Grup A Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu (BATC) 2022. Seperti tim putri, Chico Aura Dwi Wardoyo dkk., juga mengalahkan Hong Kong dengan skor 4-1. Pemain tunggal pertama, Chico Aura Dwi Wardoyo sukses melakoni peran sebagai ujung tombak Indonesia. Lewat penampilan penuh percaya diri dan terus mengontrol permainan, Chico dalam pertemuan pertamanya, sukses menggusur Lee Cheuk Yiu dengan 21-14, 18-21, 21-18. Indonesia pun bisa memimpin 1-0 atas Hong Kong. “Saya senang bisa mempersembahkan angka pertama bagi Indonesia. Kemenangan ini begitu penting biar teman-teman juga makin tambah semangat,” sebut Chico. Menurut Chico, kemenangan itu berkat strategi untuk terus memegang kendali permainan. “Dari awal saya mencoba memegang tempo permainan dan jangan mengikuti pola permainan cepat lawan. Sebab kalau mengikuti permainan lawan, saya kalah cepat,” ujar Chico. Hanya, setelah memenangi pertarungan di gim pembuka, di gim kedua Chico kurang konsisten. Dia juga banyak mati sendiri. Akibatnya, dia pun merelakan gim kedua untuk Lee. Pada gim ketiga, Chico sempat tertinggal 16-18. Namun, pelan tapi pasti dan terus memegang kendali permainan, Chico bisa merebut lima poin secara terus-menerus hingga menutup gim ketiga dan akhirnya menang 21-18. Hasil sebaliknya diukir Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pasangan muda ini kalah secara menyakitkan dari Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald dengan skor 12-21, 21-18, 20-22. Padahal di gim ketiga, Pram/Yere sudah memimpin 20-16. Artinya tinggal butuh satu angka untuk menang dan membawa Indonesia memimpin 2-0 atas Hong Kong. Namun karena terburu-buru dan kurang pengalaman, Pram/Yere justru kalah menyesakkan. Enam angka beruntun malah didapat lawan dan pasangan muda Merah-Putih itu pun justru takluk di gim penentuan dengan 20-22. “Tadi kita terlalu buru-buru mau cepat-cepat menang. Ingin satu poin banget, dampaknya terlalu hati-hati dan kurang sabar. Kami juga terlalu menonton dalam serangan. Sayang nyaris menang, malah kalah. Ini tentu menjadi pelajaran penting bagi saya dan Yere untuk ke depannya,” sebut Pramudya. Pemain tunggal kedua, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang tampil dalam kedudukan 1-1, malah sukses membawa Indonesia jadi unggul 2-1. Dia berhasil mengatasi permainan Chan Yin Chak dengan skor 16-21, 22-20, 21-17. “Saya tadi tidak memikirkan soal kedudukan 1-1. Tetapi lebih fokus ke permainan diri sendiri untuk bisa tampil terbaik saja. Rasanya biasa saja bisa menang dan menyumbangkan angka. Saya baru akan sangat senang kalau Indonesia bisa juara,” sebut Ikhsan. Indonesia akhirnya memimpin 3-1 lebih dahulu setelah pasangan ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menang 22-20, 21-16 atas Ho Wai Lun/Yeung Ming Nok di partai keempat. “Syukur alhamdulillah bisa menang. Meski begitu dari sisi permainan saya belum puas. Banyak yang perlu diperbaiki seperti adaptasi dan tekniknya,” kata Leo. Christian Adinata yang turun di partai kelima berhasil menggenapkan kemenangan 4-1 Skuad Muda Garuda atas Hong Kong. Pemain tunggal ketiga ini berhasil menundukkan Jason Gunawan dengan 21-15, 21-14 dalam pertandingan yang berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, Selasa (15/2) malam. “Puji Tuhan saya bisa menyumbangkan angka dan bermain tidak ada cedera. Saya terus terang merasa senang bisa tampil maksimal dan apa yang sudah diberikan oleh pelatih, bisa keluar semua dalam pertandingan ini,” kata Christian, dilansir dari laman PBSI.

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Stephanie Widjaja Pertegas Kemenangan Indonesia

Pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja berhasil menutup laga Indonesia vs Hong Kong di awal Kejuaraan Beregu Asia 2022 dengan kemenangan. Tim bulu tangkis putri Indonesia yang didominasi atlet muda berhasil meraih kemenangan di laga pertama babak penyisihan grup Z Kejuaraan Beregu Asia 2022, Selasa, 15 Februari 2022. Di partai terakhir, Indonesia yang diwakili pebulu tangkis berusia 18 tahun, Stephanie Widjaja sukses meraih kemenangan. Stepahnie mampu mengalahkan wakil Hong Kong, Saloni Samirbhai Mehta dengan dua gim langsung 21-18, 21-13. Sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung yang turun pada partai pertama tunggal putri mampu mengalahkan Cheung Ying Mei dua gim langsung, 21-16 dan 21-12. Namun di partai kedua, Hong Kong menyamakan skor melalui wakil ganda putrinya, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Di mana Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam sukses menaklukkan wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, melalui rubber game dengan skor 21-19, 19-21, 23-21. Di partai berikutnya, Hong Kong kembali menelan kekalahan dari wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Putri KW mampu menaklukkan perlawanan wakil Hong Kong, Yeung Sum Yee, dengan skor 21-14, 21-15. Di partai keempat, pasangan ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro menjadi penentu kemenangan tim putri Indonesia. Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro memastikan Indonesia menang 3-1 atas Hong Kong setelah mengalahkan Fan Ka Yan/Yau Mau Ying, dengan skor, 12-21, 21-14, 21-19. Kemudian di partai terakhir, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Stephanie Widjaja, menyempurnakan poin kemenangan Indonesia menjadi 4-1. “Tadi saya berprinsip main tenang saja agar bisa mengeluarkan permainan terbaik saja,” sebut Stephani, dilansir dari laman resmi PBSI. Setelah menaklukkan Hong Kong, Indonesiakini memiliki dua laga tersisa di fase grup. Jika Srikandi Indonesia berhasil meraih satu kemenangan lagi, maka bisa dipastikan langkah merah putih untuk lolos ke babak selanjutnya terbuka lebar. Tim bulu tangkis putri Indonesia akan kembali bertanding melawan Kazakhstan pada laga kedua babak penyisihan grup Z. Pertandingan melawan Kazakhstan akan digelar pada Kamis (17/2/2022) di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Skuad Muda Indonesia Bertolak ke Malaysia

Skuad Muda Indonesia Bertolak ke Malaysia

Tim bulu tangkis Indonesia optimistis menghadapi Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2022 atau Badminton Asian Team Championship (BATC) yang digelar di Selangor, Malaysia, pada 15-20 Februari. Optimisme tersebut terpancar dari wajah-wajah skuad Garuda Muda yang dilepas ke medan laga. Pada Senin (7/2) siang di pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/2) siang, rombongan secara resmi dilepas. Rombongan Indonesia ke BATC 2022 beranggotan 32 orang. Terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri, ditambah pelatih teknik, pelatih fisik, masseur, terapis, dokter gizi, psikolog, dan tim pendukung lainnya. Tim meninggalkan Tanah Air dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines dari Bandara Soerkarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada pukul 15.45 WIB. Menurut Aryono Miranat, manajer tim yang juga asisten pelatih ganda putra utama pelatnas Cipayung Aryono Miranat, skuad “Garuda Muda” siap tempur di ajang BATC 2022. Dengan kekuatan 10 pemain putra dan 10 putri, tim Indonesia muda siap menampilkan performa terbaik. “Meski persiapan termasuk pendek, hanya sekitar tiga minggu, tim Indonesia siap tempur di BATC. Dengan kekuatan pemain muda, kita siap untuk bersaing dengan negara-negara lain,” katanya, melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (7/2). “Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar bisa berprestasi seperti yang diharapkan,” Aryono, menambahkan. Sementara, pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, menyatakan siap mengemban tugas sebagai ujung tombak tim putri Indonesia. “Saya dan teman-teman juga sudah siap bertanding. Persiapan kami juga cukup untuk bersaing di BATC,” tegasnya. Skuad “Garuda Muda” berangkat pada hari ini dengan harapan pada 12 Februari sudah dapat berlatih. Pasalnya, sesampai Malaysia pada Senin (7/2) malam, tim Indonesia wajib menjalani karantina selama lima hari. Setelah itu, jika kondisi pemain sehat dan bebas Covid-19, mereka diizinkan untuk berlatih. Berikut skuad “Garuda Muda” di BATC 2022: Tim Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata 4. Yonathan Ramlie 5. Leo Rolly Carnando 6. Daniel Marthin 7. Pramudya Kusumawardana 8. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 9. Bagas Maulana 10. Muhammad Shohibul Fikri Tim Putri: 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Saifi Rizka Nurhidayah 4. Bilqis Prasista 5. Stephanie Widjaja 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amallia Cahaya Pratiwi 9. Lanny Tria Mayasari 10. Jesita Putri Miantoro

BATC Bakal Jadi Pengalaman Pertama Ikhsan Tampil di Kejuaraan Beregu

BATC Bakal Jadi Pengalaman Pertama Ikhsan Tampil di Kejuaraan Beregu

Pebulutangkis tunggal putra, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, menjadi salah satu atlet yang terdaftar menjadi skuad Indonesia di ajang Badminton Asia Team Championships atau BATC 2022. Turnamen beregu yang akan diikuti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay ini akan segera berlangsung di Setia City Convention Centre, Selangor, Malaysia, pada 15-20 Februari 2022 mendatang. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang merupakan pebulutangkis binaan PB Djarum Kudus, mengaku sangat senang bisa mendapat kesempatan mewakil merah putih di salah satu kejuaraan beregu yang cukup bergengsi, BATC 2022. “Iya saya sudah diberi tau masuk dalam skuad Indonesia di BATC 2022. Rasanya tentu sangat senang, karena ini kali pertama saya masuk dalam Tim di kejuaraan beregu di kelas senior,” kata Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay seperti dikutip dari laman PB Djarum, Jumat 4 Februari 2022. “Selain itu juga atmosfer di kejuaraan ini pasti berbeda,” lanjutnya. Dikatakan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, meski sempat mengalami penurunan dari segi fisik karena usai menjalai libur akhir tahun 2021, namun saat ini kondisinya sudah mulai kembali normal dan siap untuk bertanding. “Kalo dari segi persiapan sudah oke, memang kemarin ada kendala usai liburan pasti ada penurunan fisik dan otot, tetapi saat ini sudah berjalan normal,” ungkapnya. Di sisi lain, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay mempunyai target di BATC 2022 nanti. “Target saya bisa memberikan yang terbaik buat tim,” ucapnya.

PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022

PBSI Turunkan Pemain Muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022

PBSI menurunkan atlet muda di Kejuaraan Asia Beregu 2022. Tim bulutangkis Indonesia memastikan diri ikut ambil bagian di Kejuaraan Asia Beregu 2022 yang akan berlangsung pada tanggal 15-20 Februari di Malaysia. Dalam ajang yang biasa juga disebut kualifikasi Piala Thomas dan Uber ini, Indonesia menurunkan pemain-pemain muda. Chico Aura Dwi Wardoyo (23 tahun) menjadi pemain tertua di sektor putra, sementara Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun) pada sektor tim putri. Kepala Bidang dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, mengatakan alasan di balik pengiriman atlet-atlet muda untuk memberikan kesempatan bertanding di kejuaraan beregu. “Ini merupakan kebijakan PBSI yang ingin mengorbitkan pemain-pemain muda. Salah satunya dengan menguji mereka di turnamen ini, selain sebagai ajang penilaian dan evaluasi untuk persiapan menuju putaran final Piala Thomas dan Uber nanti,” kata Rionny dalam rilis PBSI, Sabtu (29/1/2022). “Pemain yang dipilih adalah pemain-pemain yang kami nilai siap dan sedang dalam performa yang bagus. Terutama di tim putra, kemampuan mereka saya yakini sudah mendekati kakak-kakaknya. Mereka hanya kalah pengalaman dan jam terbang saja. Ini menjadi kesempatan mereka untuk lebih berkembang lagi,” kata Rionny. Berikut skuad Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia 2022: Tim Putra: 1. Chico Aura Dwi Wardoyo 2. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 3. Christian Adinata 4. Yonathan Ramlie 5. Leo Rolly Carnando 6. Daniel Marthin 7. Pramudya Kusumawardana 8. Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan 9. Bagas Maulana 10. Muhammad Shohibul Fikri Tim Putri: 1. Gregoria Mariska Tunjung 2. Putri Kusuma Wardani 3. Saifi Rizka Nurhidayah 4. Bilqis Prasista 5. Stephanie Widjaja 6. Nita Violina Marwah 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Amallia Cahaya Pratiwi 9. Lanny Tria Mayasari 10. Jesita Putri Miantoro

Sosok Ilham Nauval, Pebulutangkis Muda Potensial Incaran Klub-Klub Besar

Sosok Ilham Nauval, Pebulutangkis Muda Potensial Incaran Klub-Klub Besar

Turnamen Bulutangkis F1 Fadil Imran Cup 2022 di Sragen yang berakhir Sabtu (22/1/2022) siang, menerbitkan banyak bibit pebulutangkis potensial. Salah satunya, Ilham Nauval Ikhsanudin. Atlet yang bernaung di bawah PB RBT Humato Sragen itu sukses meraih satu gelar di ganda taruna putra dan satu Runner up di nomor tunggal remaja putra. Ilham lahir di Peleman, Gemolong, Sragen pada 16 September 2007. Putra ketiga pasangan Turmuji, guru MTSN 7 Sragen dan Itsna Mahsunah, guru SMAN 1 Sumberlawang itu mengaku mulai bermain tepok bulu sejak kelas 4 SD. Sering ikut dan melihat sang bapak bermain bulutangkis, membuatnya akhirnya tertarik untuk menjajal. Sampai akhirnya muncul passion dan memutuskan untuk berlatih. “Saya bermain sejak kelas 4 SD. Awalnya sering diajak bapak main bulutangkis akhirnya jadi tertarik,” paparnya. Siswa yang duduk di bangku kelas 3 SMP itu menuturkan sejak memutuskan terjun di bulutangkis, ia terus mengasah kemampuan dengan berlatih di klub RBT Humato yang dipimpin Lilik Dwi Laksono “Gogon”. Berkat tempaan mental, fisik dan teknik yang keras, juara demi juara akhirnya ia raih. Hebatnya hanya dalam 7 bulan terakhir, ia sukses menembus final di 20 turnamen yang ia ikuti. Dari jumlah itu, 16 kali di antaranya berhasil mengantarkan ke podium juara. Sementara sisanya runner up. “Dari 20 kali final itu, sebagian turnamen di luar Jawa. Ada di NTT, Bali, Jakarta, hingga Surabaya. Jadi selama 7 bulan bisa 16 kali juara. Tentu sebagai orangtua sangat senang dan terus mendorong agar giat berlatih sehingga bisa makin berprestasi,” ujar sang bapak, Turmuji. Turmuji menuturkan talenta besar Ilham juga banyak membuat klub-klub besar mulai melirik. Tercatat ada Klub Jaya Raya dan Exist Jakarta yang sejauh ini menyatakan tertarik untuk merekrut. Namun Ilham masih memilih mengasah kemampuan di PB RBT Humato Sragen. Turmuji menilai salah satu kelebihan putranya adalah memiliki semangat besar, pekerja keras dan pantang menyerah. “Iya memang sudah banyak diincar klub besar seperti Jaya Raya dan Exist. Tapi oleh pelatih di PB RBT Humato mengatakan biar matang dulu. Ini terus ditempa latihan rutin pagi siang malam. Ya harapannya mudah-mudahan bisa menjadi pemain nasional. Dia mainnya di tunggal dan ganda remaja,” tandas Turmuji. Di turnamen bulutangkis FI Fadil Imran Badminton Cup 1 Sragen tahun 2022 yang berakhir Sabtu (22/1/2022) kemarin, Ilham sukses menyumbang satu gelar juara di nomor ganda putra taruna. Berpasangan dengan Herdien Toriq Batota, Ilham memenangi final perang saudara sesama ganda RBT Humato, Rezza Surya Kurniawan/Wahyuda Dwi Nugroho Wicaksono. Selain gelar di ganda, Ilham juga menyabet podium kedua di nomor tunggal remaja putra. Ia harus takluk dari Dewangga Surya dari PB Benggol Boyolali di final.

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior (WJC) akan segera dilangsungkan di Spanyol pada 2022 mendatang. Ajang tertinggi bagi atlet di bawah 19 tahun ini sempat tertunda selama dua tahun. Pandemi virus corona membuat Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior harus tertunda. Turnamen itu terakhir dilangsungkan pada 2019 lalu, setelah itu. Pada 2020 Selandia Baru gagal jadi tuan rumah, setelah itu pada 2021 giliran Tiongkok yang batal melangsungkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior karena ketidaklayakan tempat. Rabu (29/12/21) BWF mengeluarkan pernyataan bahwa WJC akan dilangsungkan di Spanyol pada Oktober 2022 mendatang. Kabar tersebut disampaikan oleh BWF melalui laman resminya. “Awalnya, BWF telah menunda acara 2021 dengan harapan untuk menjadwal ulang pada akhir 2021 atau awal 2022, tetapi tidak ada solusi yang dapat ditemukan karena banyaknya kompleksitas COVID-19 seputar perjalanan dan keselamatan atlet muda,” demikian pernyataan dari BWF. “BWF yakin dan berkomitmen untuk Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung pada tahun 2022 dan kami berharap Turnamen Sirkuit Junior juga dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih besar di semua wilayah pada kuartal pertama tahun 2022,” sambungnya lagi. Di edisi terbaru kejuaraan dunia level junior ini, BWF mendapatkan sumbangan lima Piala Eye Level baru untuk diberikan kepada para pemenang di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2022. Sumbangan tersebut berasal dari mantan Presiden BWF dan ketua Yayasan Budaya Pemuda Dunia, Dr. Kang Young Joong. Dr Kang pertama kali menyumbangkan Eye Level Cups pada tahun 2011 sebagai bagian dari dukungannya untuk mengembangkan bulu tangkis di kalangan anak muda. Uniknya, pada edisi kali ini, piala yang disumbangkan berbeda bentuknya dari turnamen sebelumnya. Biasanya piala-piala sebelumnya identik dengan memiliki “kuping”. Namun, untuk piala edisi terbaru sumbangan Dr. Kang Young Joong memiliki bentuk tegak lurus dan dibaluti warna emas. Turnamen sendiri akan dimulai dengan event beregu campuran dengan rincian jadwal sebagai berikut: Turnamen beregu Campuran – Senin 17 hingga Sabtu 22 Oktober 2022. Kegiatan Pendidikan / Kebudayaan – Minggu 23 Oktober 2022. Turnamen Perorangan – Senin 24 Oktober hingga Minggu 30 Oktober 2022. Edisi terakhir diadakannya kejuaraan ini tahun 2019, pada Surdinata Cup Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tiongkok pada babak final. Kemudian dari turnamen Eye Level Indonesia pun berhasil meraih 1 gelar juara di nomor ganda putra atas nama Leo Rully Carnando dan Daniel Marthin.