Jadi Tuan Rumah Kerjurnas Basket U-18 di Banjarmasin, Tim Putra Kalsel Bidik Juara

Kontingen Tim basket putra Kalimantan Selatan (Kalsel) yang akan tampil di Kejurnas Basket U-18 2019, tengah melakukan sesi foto bersama Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah (dua dari kiri depan), pada acara welcome dinner di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmasin, Senin (21/1) malam. (apahabar.com)

Banjarmasin– Tim bola basket putra Kalimantan Selatan (Kalsel) diharapkan menoreh prestasi tertinggi di Kejurnas Basket U-18 yang berlangsung di Banjarmasin, 22-27 Januari, di GOR Suria Arena, Banjarmasin. Sebagai tuan rumah, Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalsel diharap juga sukses sebagai penyelenggara. Ajang junior ini diikuti oleh lima provinsi. Disamping tuan rumah Kalsel, empat provinsi yang menjadi lawan yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB. Sebelum bertanding, para kontingen dari lima provinsi tersebut, hadir pada acara welcome dinner di Balai Kota Banjarmasin, Senin (21/1) malam. Puluhan atlet hadir ditemani sejumlah pelatih maupun official. Selain mereka, sejumlah pengurus Perbasi Kalsel juga turut hadir. Mereka diundang oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, untuk makan malam bersama sebelum bertanding di Banjarmasin, Selasa (22/1). Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah, merasa bangga atas terpilihnya Banjarmasin sebagai tuan rumah Kejurnas Bola Basket U-18 2019. Selaku tuan rumah ia mengajak semua pihak untuk mensukseskan pelaksanaan kejurnas ini. “Saya atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan selamat datang kepada Pengurus Perbasi Provinsi Kalimantan Selatan dan Peserta Kejurnas Bola Basket Kelompok Umur 18 Tahun 2019 di Kota Banjarmasin, Kota Sungai Terindah di Indonesia, dan selamat bertanding, jaga selalu sportivitas,” tutur Hermansyah dalam sambutannya. Kegiatan yang digelar dari Selasa (22/1) hingga Minggu (27/1) , diharapkan mampu melahirkan bibit baru dan mengukir prestasi. “Saya harap lahir atlet bola basket yang handal dan berprestasi, sehingga pada gilirannya dapat mengangkat nama daerah,” harap pria yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kota Banjarmasin itu. Sementara itu, Ketua PB Perbasi Kalsel, Ratana Arya Khrisna mengaku, sebagai tuan rumah momen ini tak akan disia-siakan. “Kami bukan hanya mau menjadi pelaksana, terbaik tetapi tuan rumah terbaik,” kata Koh Aling, sapaan akrabnya. Pada Kejurnas junior ini, menurut Koh Aling, Kalsel mengutus tim putra terbaiknya, di bawah asuhan Zetro Marpaung. Terpilih 15 pemain hasil seleksi beberapa waktu lalu. Kemudian digembleng dengan latihan rutin selama tiga kali dalam sepekan. Dengan harapkan menorehkan segudang pencapaian dalam gelaran itu. (Adt)

Enggan Juru Kunci Musim 2018/2019, Point Guard GMC Cirebon Bidik Nomor Empat Srikandi Cup

Enggan kembali menduduki posisi juru kunci seperti musim lalu, Bella Sthefani, point guard anyar GMC Cirebon, berharap timnya berada di posisi empat besar Srikandi Cup musim 2018/2019. (srikandicup)

Jakarta- Tim basket putri Generasi Muda Cirebon (GMC) terus mematangkan persiapan jelang seri kedua Srikandi Cup musim 2018/2019, yang dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih atau Rawamangun, Jakarta, pada 11-16 Februari mendatang. Performa anak didik Tae-Hi Han asal Korea Selatan (Korsel) di kompetisi kasta tertinggi bola basket wanita Tanah Air pada musim ini menunjukkan tren positif. Dengan karakter permainan Negeri Gingseng yang mengandalkan kecepatan dan pertahanan yang ketat dari wilayah lawan. Hal itulah yang menjadi optimisme tim kebanggaan Kota Udang ini untuk mengakhiri musim ini di posisi empat besar. Meski diakui Bella Sthefani, point guard anyar GMC, tak ada target khusus bagi tim-nya dalam mengarungi Srikandi Cup musim ini, namun ia berharap timnya tak lagi berada di posisi juru kunci seperti musim lalu. “Kami mau improve dari apa yang kami capai musim lalu. Tak mau lagi berada di posisi juru kunci. Kalau boleh memilih, mungkin ingin target tembus empat besar, supaya GMC juga semakin diperhitungkan oleh tim-tim lainnya,” ujar Bella, dikutip srikandicup, pada Kamis (17/1). Bella yang pada musim Srikandi Cup 2017/2018 memperkuat Merah Putih (MP) Jakarta itu, menyebut semangat yang tinggi menjadi kekuatan terbesar dirinya dan kolega dalam mengarungi kompetisi musim ini. “Tapi banyak pemain yang cedera, dan sulit berkumpul utuh, karena pemain memiliki kesibukan masing-masing. Itu kelemahan tim kami,” lanjut alumni Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanegara Jakarta itu. Pada seri kedua, tim Scorpio Jakarta, Sahabat Semarang, Flying Wheel Makassar, dan Tenaga Baru Pontianak akan menjadi lawan GMC. “Yang berpeluang menjadi lawan terberat menurut saya Sahabat Semarang. Ini bukan berarti saya meremehkan tim lain. Semua tim pasti mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut seri dua nanti,” tambah gadis berparas oriental berusia 23 tahun itu. Disisi lain, tim kebanggaan ibukota yakni Scorpio pernah mengandaskan perlawanan GMC melalui drama overtime, dengan skor 59-57, pada seri pertama, di Denpasar, Bali, pada akhir November lalu. “Dikalahkan 1 poin melalui overtime masih nyesek. Dan, kami ingin menunjukkan di Jakarta nanti kami bisa menang atas Scorpio,” tegas Bella. Sedangkan seri ketiga akan berlangsung di GOR Sahabat, Semarang, Jawa Tengah, pada 1-6 April. Dan fase playoff dan grand final akan diselenggarakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada akhir April mendatang. Sementara itu, terkait target pribadi, Bella mengungkapkan bila dirinya ingin membawa pulang salah satu gelar individu, baik top assist atau top steal, pada Srikandi Cup musim ini. “Tapi kalau bicara soal timnas, saya merasa itu sesuatu yang diputuskan dan ditentukan orang lain. Keinginan pasti ada, tapi yang bisa saya lakukan dan pasti akan saya lakukan adalah memberikan yang terbaik bagi tim yang saya perkuat saat ini,” tutup pengemar Kobe Bryant itu. (Adt)

Diikuti 10 Provinsi, PB Perbasi Sumut Gelar Kejurnas Junior U14 dan U16 di Medan

Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis (tengah), melakukan pelemparan bola pertama disaksikan Ketua Panitia yang juga Waketum Perbasi Sumut, Iwan Hartono Alam (dua kiri), saat pembukaan Kejurnas Bola Basket Junior KU14 dan KU16, di GOR UNPRI, di Medan, pada Kamis (10/1). (harian.analisadaily.com)

Medan- Persatuan Basket seluruh indonesia (Perbasi) siap menggelar kejuaraan nasional (kejurnas) junior di kota Medan, Sumatra Utara sejak 10-17 Januari 2019, di GOR Universitas Prima (Unpri), Medan. Kejurnas kali ini mempertandingkan 2 kategori umur, yakni Kelompok umur (KU) 14 dan KU 16 tahun. Terdapat 315 atlet dari 24 tim di 10 provinsi dalam ajang ini. Untuk KU 14 tahun, tim putri Sumut tergabung bersama DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan, KU putra 14 putra, delapan daerah yang tampil terbagi dalam dua pool. Pool A berisikan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. Pool B berisikan DKI Jakarta, Sumut, Riau dan Sulawesi Selatan. Sedangkan Kelompok Umur 16, hanya menampilkan sektor putr yang terbagi dua pool, yakni Pool X dengan tim dari DKI Jakarta, Banten, Sumut dan Sulawesi Utara. Pool Y berisikan Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis menyebut, event Junior KU14 dan KU16 ini bernilai strategis. “Kejurnas ini sangat strategis, tidak hanya bagi Sumut, tapi juga provinsi lain di tanah air. Sebab peserta yang ikut usianya masih 14 dan 16 tahun, mereka potensial jelang PON XXI/2024 Aceh-Sumut,” kata John, pada Kamis (10/1). Ketua Umum Pengprov Perbasi Sumut, Sofyan Tan melalui Wakil Ketuanya, Iwan Hartono Alam, mengakui, jika Kejurnas ini memang merupakan Program PB Perbasi mendukung peningkatan prestasi basket nasional. “Pembinaan basket itu berjen­jang mulai KU10-KU12 dan KU14 serta KU16. Ini semua rangkaian program untuk peningkatan prestasi basket nasional,” jelasnya. Bagi Sumut, dan juga provinsi lain di tanah air, Kejurnas dia awal tahun ini dijadikan sebagai sarana penjaringan atlet untuk pembinaan jangka panjang menghadapi PON XXI/2024. Sementara itu di laga hari pertama pada Kamis, dua tim putri Sumut belum berhasil memetik kemenangan. Tim KU14 Sumut harus mengakui keunggulan Jatim 26-61. Sementara Tim KU-16 yang berada di Pool X, walau sempat memimpin 23-19 di kuarter pertama, akhirnya kalah 54-71. Sedangkan hasil laga lainnya, Jateng KU 14 putri harus takluk 44-53 dari Jateng. Hasil lainnya, Jateng vs Banten 60-51 (KU14 putra A), Jabar vs DKI 36-51 (KU14 Putri), Jatim vs Jabar 36-28 (KU14 Putra A). Di KU16, tim Jatim unggul dari DI Yogyakarta 56-51, dan regu Jabar mengatasi Jateng 61-48. (Adt) Kejurnas Junior Basket Sumut U-14 dan U-16 2019 Kelompok Umur 14 Putra Pool A 1. Jawa Barat 2. Jawa Tengah 3. Jawa Timur 4. Banten Pool B 1. DKI Jakarta 2. Sumatera Utara 3. Riau 4. Sulawesi Selatan Kelompok Umur 14 Putri 1. DKI Jakarta 2. Jawa Timur 3. Jawa Tengah 4. Jawa Barat 5. Banten 6. Sumatera Utara Kelompok Umur 16 Putri Pool X 1. DKI Jakarta 2. Banten 3. Sumatera Utara 4. Sulawesi Utara Pool Y 1. Jawa Timur 2. Yogyakarta 3. Jawa Barat 4. Jawa Tengah

Indonesia Youth Selection Bawa Pulang Dua Medali Dari China, Faktor Cuaca Masih Jadi Kendala

Tim basket Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Youth Selection berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu di ajang China Winter U-17 International Basketball Championship 2018, di Tonglu, Hangzhou, China, pada 21-25 Desember 2018. (Istimewa)

Jakarta- Tim basket putra dan putri yang tergabung dalam Indonesia Youth Selection berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu pada ajang China Winter U-17 International Basketball Championship 2018, di Tonglu, Hangzhou, China, pada 21-25 Desember 2018. Event ini didominasi para peserta dari Negeri Tirai Bambu, sedangkan dari Asia Tenggara hanya Indonesia dan Malaysia. Kendati baru pertama kalinya tampil di ajang tersebut, namun prestasi anak didik Agung Christyantho itu tak bisa dipandang sebelah mata. Bertanding di Jinbe Sports Hall, Tonglu, dan bermaterikan pemain yang berasal dari beberapa kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Tangerang, Serang, Bogor, Bandung, dan Surabaya, skuat muda Indonesia itu mampu menunjukan performa maksimal. Tim putra Indonesia berhasil menjadi runner-up, dan harus puas membawa pulang medali perak usai takluk di final melawan Malaysia. James Marshall dan kolega menyerah dari skuat Negeri Jiran itu dengan skor 55-73. Sedangkan tim putri berhasil meraih medali perunggu. Devina dan kawan-kawan gagal mengatasi tim Hangzhou di semifinal, dan kalah dengan skor 27-66. Dan, pada perebutan tempat ketiga, srikandi muda Indonesia itu sukses mengandaskan tim dari China dengan skor 30-21. Agung mengungkapkan sangat sulit bermain pada suhu 7 derajat celcius dihampir setiap game. Kendati demikian, dia mengapresiasi anak didiknya yang secara keseluruhan tampil maksimal dengan usaha dan kerja keras. “Secara tidak langsung kami mengikuti event ini mewakili Indonesia. Dan, kami sebisa mungkin meminimalisir turnover serta memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” ujar Agung dari keterangan yang diterima redaksi nysnmedia, pada Jumat (28/12). Lebih lanjut, diakui Agung, keunggulan lawan yang dihadapi timnya ada pada postur tubuh mereka yang tinggi. Selain itu, menurutnya, lawan bermain sangat efektif. “Tinggi postur tim dari China dan Malaysia luar biasa. Tim putra Malaysia masih U-14, tapi tingginya kurang lebih 190 centimeter, dan Malaysia baik tim putra maupun putri bermain sangat efektif dengan mengandalkan transisi fastbreak. Sedangkan tim China lebih mengandalkan fisik dan speed,” tambahnya. Agung menyebut tim Indonesia masih belum bisa bermain simple seperti yang diterapkan China dan Malaysia di awal-awal laga. “Disaat semifinal, baru seluruh tim bermain lebih baik lagi. Ini menjadi bahan evaluasi dari kami untuk menghadapi event-event internasional berikutnya,” tukas Agung. (Adt) Susunan Tim Indonesia Youth Selection: Manager : Christina Ratnawati Pernah mengikuti pelatihan basket dan materi strength conditioning di Australia Pelatih : Agung Christyantho Pelatih DBL Allstar 2015, Pelatih Junior NBA Asia 2015, Assisten Pelatih Timnas Pelajar ASEAN School Games (ASG) 2016 di Thailand, Advisor (Penasehat) Pelatih untuk Provinsi Banten dan Kepala Bidang Kepelatihan untuk Tangerang Selatan Assisten Pelatih : Taufik Shaleh Pelatih DBL allstar 2016 dan Pelatih SMA 1 Baleendah, Bandung Para Pemain : Putra : 1. James Marshall – SPH Lippo Village 2. Kenzie – SPH Lippo Village 3. Dius – SPH Lippo Village 4. Ryan Andreas – Saint John’s BSD 5. Alvyn Winathan – Saint John’s BSD 6. Jevon – SMA Ora et Labora BSD 7. Alby Yusriy – SMAN 1 Baleendah Bandung 8. Bilal – SMAN 1 Kota Serang, Banten 9. Zidan – SMAN 1 Kota Serang, Banten 10. Khansa – SMAN 1 Kota Serang, Banten 11. Gary – SMAK Ipeka Puri, Jakarta Barat 12. Aditya – Bina Bangsa School, PIK Putri : 1. Joan – SMA Ora et Labora BSD 2. Aulia – NSA Nation Star Academy Surabaya 3. Santun – SMAN 1 Kota Serang, Banten 4. Zahwa – SMAN 7 Kota Tangerang 5. Tasya – SMAN 1 Kota Tangerang Selatan 6. Grace – SMAK Ipeka Puri, Jakarta Barat 7. Vianca – Mentari Intercultural School Grand Surya 8. Rizqika – SMAN 1 Kota Bogor 9. Angel – SMAN 1 Kota Bogor 10. Calissya – SMA Ora et Labora BSD 11. Tias – SMAN 2 Kota Tangerang 12. Devina – SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan

Derby Denpasar di Final Turnamen Basket ASW Cup 2018, Skuat Elite Juara KU-14 Usai Bantai Merpati

Skuat tim Elite Denpasar KU-14, usai menerima kalungan medali dan hadiah, yang diserahkan Owner All Star Winner (ASW) Sport, Ali Santoso Wibowo (kanan), di GOR Ngurah Rai Denpasar, pada Sabtu (8/12). Di final, mereka mengalahkan tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31. (wartabalionline.com)

Denpasar- Tim Elite Denpasar tampil sebagai juara Turnamen Basket Antarklub Nasional KU-14 putra All Star Winner (ASW) Cup 2018, setelah pada laga pamungkas turnamen selama sepekan itu, membantai rival sekotanya, tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31, di GOR Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (8/12). Sejak kuarter pertama hingga keempat, Elite mendominasi jalannya pertandingan. Permainan Michael Owen, Elgi, Gusbim, Renata dan Gung Gus tampaknya membuat sayap-sayap Merpati tak berdaya dalam laga ‘derby Denpasar’ penuh prestise dan gengsi itu. Elite pun pantas menyandang juara sejati. Mereka sukses menyapu bersih lima laga yang dimainkan dengan kemenangan, termasuk mengalahkan dua tim tamu luar Bali, Sonic Samarinda dan Juanda Bogor. Bagi anak-anak Merpati, kekalahan di tangah Elite merupakan yang ketiga, setelah sebelumnya dipecundangi Juanda dan Sonic. Penderitaan Merpati seolah makin lengkap, setelah dalam laga eksebisi KU-12 juga terhempas. Lagi-lagi skuat Merpati KU-12 harus mengakui keunggulan Elite KU-12 dengan skor 26-27. Hasil eksebisi KU-12 lainnya, Tim Tulikup KU-12 berhasil mengungguli Kijang KU-12 dengan skor 21-18. Dengan sukses ini, Elite KU-14 dan KU-12 mendapat kalungan medali emas sekaligus hadiah uang pembinaan Rp 3 juta yang langsung diserahkan Owner ASW, Ali Santoso Wibowo, pengusaha lokal Bali yang juga mantan pemain basket. Ini even kedua yang digeber ASW Sport di pengujung 2018 ini, setelah sebelumnya Kadispora Cup 2018. ASW Sport merupakan merek dagang baru di dunia bola basket tanah air yang didirikan Ali dan sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis. Dengan suksesnya dua even yang sudah berjalan ini, membuat Ali makin berminat menggelar even berikutnya, demi memajukan dunia perbaskaten Bali. Ketua Panitia ASW Cup 2018, Cokorda Raka Satrya Wibawa mengaku bersyukur, turnamen yang dimulai sejak Minggu (2/12) berjalan lancar, meski diwarnai aksi ‘pemboikotan’ wasit-wasit yang ditugaskan Pengprov Perbasi Bali. Dari enam wasit yang diajukan Panpel ke Perbasi Bali, tak satu pun menjalankan tugasya karena alasan kesibukan. (Adt)

Usung Konsep Baru, Junior DBL Siap Kolaborasi Internasional di Akhir 2019

Junior DBL atau kompetisi basket pelajar tingkat SMP, yang konsisten digelar sejak 2005, bakal mengusung konsep baru pada 2019 nanti. Serta, akan melibatkan kolaborasi internasional. (DBL)

Surabaya- Konsisten digelar sejak 2005, JRBL (Junior Basketball League) dipastikan akan naik level pada 2019. Kompetisi basket pelajar tingkat SMP ini bakal mengusung konsep baru. Serta, melibatkan kolaborasi internasional. Seperti sang ‘kakak’, Honda DBL (Developmental Basketball League), yang telah diakui sebagai kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air, JRBL akan diawali dengan rebrand atau penggantian nama liga menjadi Junior DBL. Perubahan ini, sudah dirilis sejak November lalu. Pada babak penyisihan dimulai di Surabaya. Babak utama akan digelar pada Januari 2019, di DBL Arena Surabaya. Namun, masih dengan konsep lama seperti tahun sebelumnya. Sedangkan, konsep baru Junior DBL, akan diterapkan penuh pada season 2019. Menurut rencana, Junior DBL 2019 akan digelar di tujuh kota, di tujuh provinsi. Yakni, Surabaya, Jogjakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Balikpapan, dan Denpasar. Tip-off musim baru (Junior DBL) dimulai Oktober 2019. “Banyak upgrade yang kami lakukan. Tujuannya, agar kompetisi yang melibatkan student-athlete level SMP ini (Junior DBL) membesar, seperti Honda DBL,” ujar Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Digelar sejak 2005 di Surabaya. Kompetisi basket tingkat pelajar SMP ini semula diputar hanya sebagai pendukung liga SMA (DBL). Lalu, pada 2015, event ini diperluas pelaksanaannya di tujuh kota dari enam provinsi di Indonesia. Lebih dari 6.000 student-athlete berpartisipasi dan melibatkan lebih dari 170.000 penonton. Seiring pertumbuhan secara spektakuler itu. DBL Indonesia selaku penyelenggara, bertekad memperbesar Junior DBL. Mengiringi bentuk model pengembangan DBL yang akhirnya dimainkan di setiap wilayah di Indonesia. Sama seperti DBL, Junior DBL nantinya, tak hanya mengakomodir passion para siswa SMP di bidang basket. Juga ada ajang lain yakni kompetisi dance, serta jurnalistik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini. (Pras)

Usai Gelar Piala Kadispora 2018, Bali Kembali Gulirkan Turnamen Basket ASW Cup KU 14 Tahun

Gelaran Kadispora Cup 2018 untuk pelajar tingkat SMA, pada Oktober lalu berlangsung sukses di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Mulai 2-8 Desember, di tempat yang sama kembali bergulir turnamen basket bertajuk ASW Cup 2018 KU (kelompok umur) 14 Tahun dan senior. (wartabali.com)

Denpasar- Sukses dengan Kadispora Cup, Dinas Kepemudaan dan olahraga Provinsi Bali kembali menggelar turnamen basket. Dengan titel All Star Winner (ASW) Cup 2018 yang bekerjasama dengan Perbasi Denpasar. Kadispora Cup 2018 yang diperuntukkan untuk para pelajar tingkat SMA Oktober lalu berlangsung sukses. Oleh karena itu, demi lebih menggalakkan perkembangan basket di Bali, Dispora setempat menggelar turnamen yang lebih luas lagi. Kali ini bertajuk All Star Winner Cup 2018, turnamen basket untuk dua kategori umur, yakni Kelompok Umur (KU) 14 tahun dan Senior Putra. Tujuan diadakannya ASW Cup 2018, selain ingin memajukan olahraga di Bali, diharapkan bisa menjaring talenta muda Bali khususnya kelompok umur 14 tahun. Turnamen ini digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 2 hingga 8 Desember. Sebanyak tujuh tim U-14 dan 9 tim senior putra tampil di turnamen dengan total hadiah Rp 20 juta. Selain itu, juga dilombakan kontes slam dunk dan ajang three point. Event yang digagas oleh pendiri ASW yakni Ali Santoso Wibowo ini rencananya akan ruti dijadikan kegiatan tahunan yang berperan dalam kemajuan bola basket di Pulau Dewata. “Komitmen kami yang utama adalah ingin memajukan olahraga di Bali. Namun untuk saat ini fokus kami adalah bola basket. Ke depannya kami ingin Bali menjadi salah satu sentral percontohan tidak hanya dari segi pembinaan olahraga di berbagai cabang, tapi juga dari segi pelaksana kegiatan olahraganya,” ujar Ali pada Sabtu (1/12). Pada acara ini hadir juga ketua panitia ASW Cup 2018 yang juga mantan pebasket nasional, Cokorda Raka Satrya Wibawa. Wiwin, sapaan Cokorda, berharap event ini bisa menambah jam terbang pemuda di klub-klub basket lokal. Ia menyadari perkembangan bola basket di seluruh daerah tak bisa dipisahkan dari peran serta klub-klub yang ada. “Saya berharap banyaknya mantan pemain profesional yang ikut berpartisipasi di kategori senior seperti Andrie Ekayana, Dimaz Muhari, Merio Ferdiansyah dan lainnya bisa mengedukasi para pemain muda di kelompok umur 14 tahun agar bisa lebih maju,” papar Wiwin yang kini bekerja sebagai PNS Dispora Bali. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Perbasi Kota Denpasar, Gede Wahyu terkai ASW Cup 2018 dan siap mendukung acara ini berlangsung. “Kami ucapkan terima kasih kepada ASW yang berkomitmen memajukan basket, khususnya di Bali. Perbasi Provinsi Bali dan juga Pengkot Denpasar, siap menyukseskan event ini,” tegas Wahyu. (Adt) Tim ASW Cup 2018 Kelompok Umur (KU)-14 tahun Juanda Bogor Sonic Samarinda Elite Denpasar ABC Denpasar Gema Tabanan Black Stallions Denpasar Merpati Denpasar SENIOR PUTRA Barberbar Jakarta Flying Wheel Makassar BBM Surabaya Black Stallions Denpasar Raket Denpasar GGC Denpasar Mangupura Badung Takapit Denpasar Wrong Island Denpasar

Deniece Adriana Jadi Aktor Kemenangan GMC Cirebon, Benamkan Sahabat Semarang 53-51

Shooting Guard GMC Cirebon, Deniece Adriana Gunarto (Merah/9) menjadi aktor kunci kemenangan tim kota udang dari klub Sahabat Semarang, dengan skor 53-51, pada laga Jumat (30/11), di GOR Merpati, Denpasar, Bali. (Srikandi Cup)

Denpasar- GMC Cirebon kembali menuai hasil positif pada laga ketiganya dalam lanjutan Srikandi Cup musim 2018-2019 seri pertama, di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Jumat (30/11). GMC membenamkan Sahabat Semarang dengan skor 53-51. Laga kedua tim berlangsung ketat. Tim Kota Udang besutan pelatih asal Korea, Tae Hi Han, unggul pada dua kuarter awal (12-11, 20-25). Pemain GMC bernomor punggung 9, Deniece Adriana Gunarto, dipertandingan kali ini menjadi salah satu aktor kemenangan bagi timnya. Kendati ia turun dari bangku cadangan, namun putri dari Wahyu Gunarto yang merupakan eks shooter andalan Timnas di era 80-an itu memberikan kontribusi yang nyata untuk timnya. Bermain selama 36 menit 44 detik. Deniece mampu mencetak 4 kali tembakan tiga angka (dari 10 kali kesempatan) dan total 21 poin berhasil dibuatnya. Selain itu, ia mengemas 7 rebound, 1 asis dan 2 steal. Tiga pemain sahabat mencetak double digit pada game kali ini, yakni Yuni Anggraeni dan Nia Titin Sulistyarini (13 angka), dan Dyah Lestari yang mencetak double-double 10 poin dan 16 rebound. Jeda half time, sebenarnya Sahabat mulai mengejar bahkan sempat unggul 27-26 pada tiga menit laga baru berjalan. Xaverius Wiwid, Juru Racik Sahabat, akhirnya mulai dapat mencari solusi untuk bisa memaksimalkan permainan tim-nya di kuarter ketiga. Jika GMC menutup paruh pertama dengan keunggulan 5 angka, kali ini situasinya berbalik untuk keunggulan Sahabat yang behasil menang 5 poin untuk menutup kuarter ketiga 37-32. Kembali, performa gemilang Deniece akhirnya mengubur ambisi Sahabat untuk bisa memenangi laga pada ini. Pada 6 detik tersisa kuarter keempat, Deniece mampu mencetak satu angka dari dua kali kesempatan free throw dan membuat timnya unggul 53-51 hingga buzzer berbunyi, meski pada kesempatan 24 detik sebelumnya, pemain Sahabat Dyah Lestari, mampu memperkecil margin kekalahan menjadi setengah bola saja yakni 51-52. “Saya senang dengan kemenangan ini dan juga tim GMC musim ini. Kemarin (saat kalah dari Scorpio Jakarta) kami kurang komunikasi. Dan hari ini yakni terjadi lagi kami sedikit tegang, tapi saya bersyukur akhirnya kita bisa menang melawan Sahabat,” ujar Deniece. Sementara itu, Henki, Asisten Pelatih GMC, menyebut kelemahan utama tim-nya masih dalam urusan komunikasi. “Pelatih Tae Hi Han, mengistruksikan untuk menjaga area 3 poin lawan, karena mereka banyak shooter yang bagus dan memancing agar bola terus ke Yuni. Setelah itu, kita double team penjagaanya,” terang Henki. Sedang Xaverius menyebut hingga game ketiga, game plan yang berjalan hanya pada pertandingan di game pertama saja. “Hari ini anak-anak tak bermain dengan bagus, mungkin jika saya nilai poin mereka hari ini nilainya 4. Melawan Flying Wheel Makasar besok (Sabtu, 1/12), kami harus bermain dengan konsisten,” pungkasnya. (Adt)

Seleksi Sangat Ketat, Unselected Players Honda DBL Camp 2018 Berebut Dua Tiket Wild Card

Para Campers putra Honda DBL Camp 2018, memerhatikan penjelasan coach CJ Jackson, dari World Basketball Academy (WBA) Australia, dengan antusias. Lewat proses seleksi yang sangat ketat, terpilih Top 24 campers dari kelompok putra dan putri. (DBL)

Surabaya- Kamp basket pelajar terbesar tanah air, Honda DBL Camp 2018, menginjak hari kedua, pada Kamis (29/11). Melalui proses seleksi yang sangat ketat, terpilih Top 24 campers dari kelompok putra dan putri. Mereka terpilih usai menunjukkan potensi dalam offensive concept section, di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya. Dengan arahan tim pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia dan DBL Academy, Andrew Vlahov dan tim pelatih dari WBA memberikan dan mengaplikasikan materi tentang pentingnya memahami dan menerapkan pattern dalam menyerang. Beberapa pattern seperti 2on2 dan 3on3 offensive concept menjadi menu latihan mereka sejak pagi hari. Menurut Makailah Dyer, pelatih WBA, tujuan utama dari latihan ini adalah memberikan gambaran baru, dalam pola offense mereka. Ia melihat jika para campers saat ini terstigma bahwa pola serangan harus cepat. “Padahal, dalam menyerang itu tidak perlu tergesa-gesa. Karena mereka harus melihat pola defense lawan dulu, setelah itu tempo bisa meningkat secara drastis. Dan yang terpenting selanjutnya adalah masalah spacing (jarak). Hal ini akan berpengaruh terhadap banyaknya opsi dalam menyerang,” ujar Makailah. Pada Jum’at (30/11), perjuangan para campers untuk menembus skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 masih berlanjut. Mereka yang terpilih sebagai Top 24 Campers putra dan putri, akan melanjutkan sesi offensive concept dan scrimmage game, di DBL Academy Pakuwon Mall, Surabaya. Sementara itu, bagi mereka yang berstatus unselected players, atau para campers yang tersisih dari status Top 50 dan Top 24, tetap akan berlatih dan diseleksi kembali di Sports Center Puncak Permai, dan indoor court Gloria 1 School, Surabaya. Mereka akan saling bersaing guna memperebutkan dua tiket wild card putra dan putri. Pengumuman siapa campers yang berhasil merebut tiket wild card akan dilakukan di lapangan DBL Academy Pakuwon Mall. Mereka yang berhasil mendapatkan tiket wild card, akan bersaing dengan Top 24 campers. Dan, puncaknya pada hari terakhir, pada Sabtu (1/12), akan diumumkan 12 pemain putra dan 12 putri, serta 4 pelatih, yang berhak menjadi skuat Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Mereka inilah yang akan diterbangkan ke Los Angeles, Amerika Serikat, untuk belajar dan bertanding pada Februari 2019. (Adt)

Terapkan Passing Cepat dan Pertahanan Ketat, GMC Cirebon Raih Kemenangan Pertama Atas Tenaga Baru Pontianak 66-63

Shooting Guard GMC Cirebon, Bella Sthefani (6/putih), sukses mencetak 12 poin dan membantu timnya meraih kemenangan pertama, melawan tim Tenaga Baru Pontianak, dengan skor 66-63, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada Kamis (29/11). (Srikandi Cup)

Denpasar- GMC Cirebon berhasil meraih kemenangan perdananya di seri pertama Srikandi Cup musim 2018-2019, di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Kamis (29/11). Menghadapi perlawanan Tenaga Baru Pontianak, tim Kota Udang itu menang dengan skor 66-63. Jalannya pertandingan berlangsung ketat hingga empat kuarter. Tenaga Baru yang bermaterikan pemain berpengalaman, harus meladeni GMC yang menerapkan pola permainan ala Korea, yakni bermain dengan passing bola yang cepat, dan melakukan pertahanan yang ketat dari area wilayah lawan. Kekalahan di laga pertama dari Scorpio Jakarta, jadi bahan evaluasi pelatih GMC asal Korea, Tae Hi Han, di pertandingan selanjutnya. Pembenahan terutama free throw, bola rebound serta pertahanan. Disisi lain, Tenaga Baru yang bertumpu kepada kapten tim Fanny Kalumata, sebenarnya tampil cemerlang di game ini. Bahkan Fanny yang identik dan piawai dengan gerakan euro step-nya, beberapa kali dengan mudahnya mengumpulkan pundi-pundi angkanya. Ia juga hampir mencetak double-double. Dan, satu rebound lagi hampir mengantarkan pemain bernomor punggung 17 itu mencatatkan rekor raihan double-double. Sayang, Fanny hanya mampu mengemas 9 rebound saja, mengiringi total 20 poin yang dicetak pada pertandingan ini. Pertandingan kedua tim sesungguhnya berjalan dengan ketat mulai dari kuarter pertama hingga kuarter akhir berlangsung. Tenaga Baru bahkan unggul di 10 menit pertama dengan skor 18-16. Hingga akhirnya, GMC mengimbangi kedudukan menutup jeda half time, dengan skor 27-27. Kedua tim kembali saling kejar mengejar angka pada kuarter ketiga. Meski akhirnya Tenaga Baru yang unggul 46-44. Drama pun terjadi di kuarter keempat. Dimulai dari dua kali tembakan tiga angka pemain Tenaga Baru, Fergie Kawengian, yang bisa mengejar defisit enam angka dan mengubah skor 59-59. Hampir saja pertandingan diprediksi akan berjalan dengan waktu tambahan. Namun, hal itu batal terjadi. Tembakan tiga angka skuat GMC bernomor punggung 6 yakni Bella Sthefani, berhasil masuk, disisa 17 detik waktu usai. Skor lalu berubah 66-63, dan GMC memastikan meraih kemenangan di laga ini. Dua pemain GMC, yakni Bella dan Deniece Adriana Gunarto, sama-sama mencetak 12 angka pada pertandingan ini. “Setelah kalah dari Scorpio, pelatih mengevaluasi kinerja kami dalam hal free throw, rebound dan cara bertahan. Dan hari ini, kami menang dan bisa bermain lebih baik dari game sebelumnya,” ujar Christie Apriyani Rumambi, Kapten Tim GMC yang musim lalu bermain untuk tim Merah Putih Jakarta usai laga, pada Kamis (29/11). Sedangkan Irma Amelya, juru ramu Tenaga Baru, mengungkapkan anak didiknya sebenarnya bermain sangat baik pada pertandingan ini. “Mungkin dewi fortuna belum berpihak kepada kami. Pemain kami juga belum komplit, tapi cepat atau lambat, kami pasti meraih kemenangan,” ungkap Irma. Selanjutnya, Tenaga Baru Pontianak akan menghadapi pemuncak klasemen Tanago Friesian Jakarta, pada Jumat (30/11), sedangkan tim GMC Cirebon bakal berhadapan dengan Sahabat Semarang. (Adt)

Superior di Paruh Kedua, Tanago Friesian Jakarta Hempaskan Flying Wheel Makassar 79-50

Hasil dua kemenangan yang didapat terakhir melawan Flying Wheel Makassar, dengan skor akhir 79-50, pada pertandingan Rabu (28/11), membuat Tanago Friesian Jakarta (ungu) berada di puncak klasemen sementara Srikandi Cup musim 2018/2019. (Srikandi Cup)

Denpasar- Memainkan laga kedua, Tanago Friesian Jakarta sukses meraih kemenangan pada lanjutan Srikandi Cup musim 2018/2019 seri pertama. Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali, pada Rabu (28/11), kali ini yang menjadi korban keperkasaan Tanago adalah Flying Wheel Makassar. Tim ibukota itu menang dengan skor 79-50. Pilar Tanago, Christine Tjundawan mencetak 20 poin. Diikuti Tiara Aulia Denaya dengan 17 poin, dan Fransisca Inge Halim menyumbang 12 poin. Sedangkan di tim Flying Wheel, pemain yang mencetak poin terbesar adalah Jumriyah HL dengan 17 poin, kemudian Virza Rozaku dengan torehan 11 poin. Pada laga itu, Tanago mendapatkan perlawanan sengit di kuarter pertama, akibat starting five mereka mengalami kebuntuan dalam memaksimalkan setiap kesempatan guna memundi angka. Beruntung, Fransisca Inge Halim dan Christine Tjundawan yang muncul dari bangku cadangan bisa menggabungkan sembilan poin. Tanago unggul 15-13 di kuarter pertama. Di kuarter kedua, justru Flying Wheel tampil percaya diri. Dua three point jump shot dari Jumriah HL, membawa Flying Wheel mampu memangkas defisit angka menjadi 25-29. Jumriah sendiri sudah mencetak 12 di poin di half time. Pada partai ini, Jumriah seolah menjelma jadi momok menakutkan bagi pertahanan Tanago. Lalu Tanago melesat di pertengahan kuarter ketiga. Keunggulan 14-4, menjauhkan Tanago dari kejaran Flying Wheel dengan skor 43-29. Eddy Winarso, Arsitek Flying Wheel, bahkan langsung meminta time-out mengatur strategi. Hasilnya sangat efektif. Flying Wheel mencetak dua three point shot, dan mengejar 35-47. Namun, setelah itu Tanago justru menjauh dari lawan. Mereka bisa unggul 56-41 di akhir kuarter ketiga. Christine Tjundawan yang mencetak empat poin di dua kuarter awal, mampu ‘meledak’ dengan torehan 20 poin hingga kuarter ketiga. “Anak-anak terlalu terburu-buru dalam bermain. Saya sudah bilang untuk tidak buru-buru saat menyerang. Cepat bukan berarti berlari, tapi aliran bolanya yang seharusnya bisa lebih cepat. Mereka juga ikut irama permainan lawan,” ujar Eddy, usai laga pada Rabu (28/11). Di kuarter keempat, Tanago dengan mudah bisa ‘membunuh’ Flying Wheel yang kehilangan fokus dalam bermain. Tanago mampu membukukan 23 poin, sementara Flying Wheel hanya mencetak sembilan poin. Sementara itu, Abrizalt Hasiholan, Juru Racik Tanago Friesian, mengungkapkan game plan tak berjalan di kuarter satu dan dua. “Menghadapi Flying Wheel itu agak sulit karena mereka tampil all-out. Tapi saya lihat mereka lebih suka penetrasi, jadi di kuarter ketiga saya tutup jalur penetrasinya dan saya ubah penjagaan menjadi zone defense. Mereka akhirnya tidak bisa membaca permainan saya. Pemain sejauh ini sudah bermain dengan baik,” jelas Abrizalt. Dengan hasil dua kemenangan, membuat Tanago Friesian nyaman berada di puncak klasemen sementara Srikandi Cup musim 2018/2019. Tim kebanggan warga Jakarta itu akan kembali bertanding pada Jumat (30/11), menghadapi Tenaga Baru Pontianak. (Adt)

Ajang Honda DBL Camp 2018 Dibuka dengan Ukiran Rekor Baru Beep Test

Suhari, Marcomm Development Division Head MPM Distributor Honda (ketiga dari kiri), Azrul Ananda (CEO dan Founder DBL Indonesia), dan Andrew Vlahov bersama para trainer World Basketball Academy Australia, hadir dalam acara peresmian Honda DBL Camp 2018, pada Selasa (27/11), di DBL Academy Pakuwon Surabaya, Jawa Timur. (DBL)

Surabaya- Pada Selasa (27/11), Honda DBL Camp 2018 resmi dibuka. Berlokasi di DBL Academy Pakuwon Surabaya, 303 campers dari 22 Provinsi se-Indonesia berkumpul untuk melakukan pemusatan latihan serta bersaing untuk merebut tiket emas menjadi Honda DBL Indonesia All-Stars 2018. Acara ini dibuka langsung oleh CEO dan Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda. Didampingi oleh Suhari (Marcomm Development Division Head MPM Distributor Honda), serta Andrew Vlahov dari World Basketball Academy Australia. Ratusan student athlete terbaik tanah air tampak antusias dan tak sabar untuk menunjukkan bakat terbaiknya. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diberi gambaran tentang apa saja yang akan menjadi menu keseharian mereka selama berada di Honda DBL Camp 2018. Dalam pelatihan yang dilakukan selama empat hari, Andrew dan para trainer akan melakukan beberapa metode latihan yang merupakan upgrade dari tahun sebelumnya. Di tahun ini WBA memperbesar porsi latihan skill agar bisa melihat kemampuan para campers. “Banyak metode latihan yang diulang di pagi hari dan siang hari. Sehingga, para pelatih bisa melihat kemampuan mereka secara mendetail. Harapannya ini menjadi metode penilaian yang lebih fair,” ujar Andrew. Namun, sebelum itu semua dimulai, kemarin mereka melakukan beep test sebagai salah satu penilaian stamina. Dalam beep test ini, ketahanan fisik diuji dengan berlari sepanjang 20 meter bolak balik dengan interval waktu yang makin cepat. Sorakan terdengar kencang saat Namira Ramandha, Campers asal SMAN 5 Bogor, dan Felisia asal SMA Santu Petrus Pontianak, berhasil memecahkan rekor baru. Felisia, yang tahun ini baru mengikuti Honda DBL Camp, berhasil mencetak 106 lap, dan disusul Namira dengan perolehan 105 lap. Mereka melampaui rekor sebelumnya atas nama Luh Putu Ninda dari SMAN 3 Samarinda, dengan perolehan 98 lap pada 2014. “Saya senang memecahkan rekor yang sudah ada. Untuk persiapan, saya memperbanyak latihan fisik saja, mulai dari banyakin lari, selain itu saya atur jam tidur tak lebih dari jam 10 malam,” ujar dara berusa 15 tahun tersebut. Tak mau kalah, dua campers putra pun mengukir rekor baru beep test. Adalah Faldo Payon, student athlete SMAN 1 Kupang yang menembus 139 lap. Serta Andreas Marcellino Bonefilo dari SMA St. Louis 1 Surabaya, dengan catatan 135 lap. Keduanya melampaui rekor sebelumnya sebabyak 132 lap Rekor itu dicatatkan Joseph Paian D, dari SMA Dyatmika Denpasar, pada Honda DBL Camp edisi 2014 lalu. Keempat campers itu resmi merilis nama mereka dalam Hall of Fame tantangan beep test, yang sengaja dipajang di pinggir lapangan. Semntara itu, Azrul menuturkan, bila 99 persen campers Honda DBL Camp 2018 tak akan menjadi pemain basket profesional. Namun, 100 persen campers akan menjadi seseorang yang profesional di bidangnya masing-masing kelak. Ia menambahkan bahwa sebagai student athlete, mereka harus bisa menyeimbangkan antara belajar dan basket. “Menyeimbangkan itu (belajar dan basket) membutuhkan disiplin dan memaksa diri agar tak melakukan hal-hal semaunya. Untuk bisa menjadi seorang yang profesional mereka harus profesional dan juga harus komitmen. Semua itu ada dalam Honda DBL Camp 2018 mulai dari memasukkan baju hingga menggunakan sepatu,” pungkas Azrul. (Adt)

Lakoni Debut Perdana, Drama Overtime Iringi Kemenangan Scorpio Jakarta Atas GMC Cirebon

Siti Getanamira (23), point guard Scorpio Jakarta, meluapkan ekspresi kegembiraan usai tim-nya meraih kemenangan atas GMC Cirebon, dengan skor 59-57, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada Senin (26/11). (Srikandi Cup)

Denpasar- Tim pendatang baru Scorpio Jakarta membuktikan diri, bila mereka tak boleh diremehkan di ajang Srikandi Cup Musim 2018/2019. Hal itu dibuktikan pada laga perdana, Senin (26/11) sore, Scorpio berhasil unggul atas GMC Cirebon dengan skor 59-57. Laga kedua tim di Gelanggang Olahraga (GOR) Merpati, Denpasar, Bali itu berlangsung dramatis. GMC Cirebon yang musim ini ditangani pelatih asal Korea Tae Hi Han, sebenarnya tampil spartan dengan karakter permainan khas Negeri Ginseng yang mengandalkan kecepatan serta pertahanan yang ketat di daerah pertahanan lawan. Terbukti GMC mampu memimpin di tiga kuarter awal, masing-masing dengan skor 13-8, 33-22, dan 41-39. Kendati unggul, sesunguhnya laju anak-anak Cirebon mulai terkejar pada kuarter ketiga. Cedera yang dialami kapten tim, Christie Apriyani di pertengahan kuater kedua, menjadi penyebab performa tim asal Kota Udang itu menurun. Akibatnya, pelan namun pasti Scorpio mulai memperkecil margin ketertinggalan atas lawan. Meski GMC masih mampu unggul tipis satu bola di 10 menit berikutnya, namun Scorpio Jakarta mulai ‘panas’ menemukan irama permainan sesungguhnya. Siti Getanamira, point guard Scorpio yang musim lalu menjadi tulang punggung GMC Cirebon, memicu kebangkitan timnya. Puncaknya, pemain bernomor punggung 23 itu melepaskan tembakan tiga angka untuk menyamakan kedudukan 50-50 di sisa waktu 9 detik, hingga memaksa GMC Cirebon mengambil waktu time out. Sayangnya, pemain GMC tak mampu membuat angka tambahan lagi, dan memaksa laga memainkan waktu tambahan selama lima menit. Petaka bagi GMC, sebab dibabak overtime ini, Scorpio akhirnya berhasil menyudahi perlawanan GMC dengan skor 59-57. Usai pertandingan, Siti Getanamira mencatatkan dirinya menjadi pendulang poin terbanyak untuk timnya dengan 13 poin, sedangkan dari GMC, Nikytta Phillipus berhasil mencetak torehan double-double dengan 14 poin dan 15 rebound. “Saya pelatih yang berfilosofi bertahan. Diawal memang anak-anak terlambat panas dan defense mereka tidak terlalu bagus. Justru ketika saya memainkan para pemain lapis kedua mereka sangat menolong dengan defense dan rebound,” ujar Budi Wardoyo, arsitek Scorpio Jakarta usai laga, pada Senin (26/11). “Alasan tak memainkan Siti diawal, Saya tahu kemampuan dia. Secara psikologis juga supaya dia tampil ‘gereget’ melawan eks timnya musim lalu,” lanjutnya. Sementara itu, Siti menegaskan bila pertandingan ini bukan soal pembuktian apa-apa, mungkin dikarenakan game pertama dan tim terlambat panas serta masih penyesuaian. “Tadi saya tampil lepas saja, meski tahun lalu saya bemain bersama mereka,” jelas Siti. Sedangkan, Henki, Asisten Pelatih GMC Cirebon, mengungkapkan cedera Christie dikuarter kedua memang sedikit memberikan pengaruh bagi tim. Sebab, menurutnya, Christie merupakan pemain yang bisa mengangkat moral permainan dilapangan. “Anak-anak sebenarnya bermain bagus dengan ciri khas permainan ala Korea, namun mereka sedikit lengah saat bertahan pada kuarter keempat,” tukas Henki. Selanjutnya, Scorpio akan berhadapan dengan Sahabat Semarang, pada Rabu (28/11), Sedangkan GMC bakal kembali memainkan laga pada Kamis (29/11) melawan Flying Wheel Makassar. (Adt)

Gelar Honda DBL Camp 2018, Lima Pelatih Basket Top Australia Latih ‘Student-Athlete’ Terbaik Indonesia

Mulai 28 November - 1 Desember, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp 2018, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya, Jawa Timur, dalam Honda DBL Camp 2018, bersaing menuju Amerika Serikat pada Februari 2019. (DBL)

Surabaya- Gelaran Honda Developmental Basketball League (DBL) 2018 memasuki tahapan puncak. Mulai 28 November – 1 Desember, pemain dan pelatih terbaik dari 30 kota 22 provinsi berkumpul di Surabaya untuk bersaing dalam Honda DBL Camp 2018. Inilah camp basket pelajar terbesar tanah air, sebagai seleksi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Pemusatan latihan basket pelajar terbesar ini rutin digelar sejak 2008 di Surabaya. Saat itu, masih bernama Indonesia Development Camp yang diselenggarakan atas kerja sama DBL Indonesia bersama NBA. Dilatih langsung oleh Danny Granger, anggota tim NBA All-Star 2009. Sejak 2010, DBL Indonesia bekerjasama dengan World Basketball Academy (WBA) Australia. Dipimpin legenda basket Australia Andrew Vlahov, yang bakal didampingi oleh Shane Froling, CJ Jackson, Mark Heron, dan Makailah Dyer. Kelima pelatih top WBA ini jadi camp coordinator berkolaborasi dengan tim pelatih dari DBL Academy, satu-satunya akademi basket profesional berstandar internasional di Indonesia. Honda DBL Camp merupakan tahap akhir dari penyelenggaraan Honda DBL 2018. Seperti tahun sebelumnya, dari 30 kota 22 provinsi penyelenggaraan Honda DBL, terpilih DBL First Team, yaitu pemain dan pelatih terbaik. Masing-masing berisi lima pemain putra, lima pemain putri, dan dua pelatih. Total 303 student-athlete dan pelatih yang akan mengikuti Honda DBL Camp 2018. Selama empat hari, para campers, sebutan peserta Honda DBL Camp, berlatih dan bersaing. Mereka bekerja keras mengerahkan kemampuan terbaik. Puncaknya, akan dipilih 12 putra, 12 putri, serta empat pelatih sebagai tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Tim elit tersebut akan belajar dan bertanding di Amerika Serikat! “Sudah 10 tahun kami konsisten mengumpulkan pemain muda terpilih dari seluruh Indonesia. Kami cari pemain yang punya kemampuan basket dan fisik terbaik dan berkarakter menjadi tim Honda DBL All-Star 2018. Mereka akan kami terbangkan ke Amerika mengikuti rangkaian program di bulan Februari ,” ungkap Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Melalui Honda DBL Camp, Masany meyakini bahwa jadi wadah penting bagi para student-athlete untuk bisa mengembangkan kemampuan mereka. ”Honda DBL Camp ini adalah sebuah pencapaian, satu langkah lagi mereka menjadi pemain terbaik dari yang terbaik di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Terinsiprasi Kadispora Cup di Bali, Giliran NTT Jaring Pebasket Berbakat

Kejuaraan basket tingkat pelajar di Bali Oktober lalu, jadi momentum menemukan pemain berbakat. Mantan pemain Pro Kobatama era 2000-an, Regi Jeffray Nomleni tertarik untuk menemukan bibit dari kota asalnya Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT), dengan menggagas event Free Basketball Coaching Clinic “DARI BETA UNTUK TANAH TIMOR 2”. (tribunnews.com)

Jakarta- Basket menjadi olahraga populer di kalangan anak muda Indonesia. Seiring waktu, mempopulerkan olahraga ini terus terjadi di beberapa daerah, seperti yang dilakukan Bali dengan menggelar Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri, bertajuk Kadispora Cup 2018. Kejuaraan basket tingkat pelajar itu jadi momentum menemukan pemain berbakat. Regi Jeffray Nomleni pun kini tertarik menemukan bibit dari kota asalnya, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Eks pemain klub Utama Jogja (tampil di Pra Kobatama di era 2000-an), pun menggagas event free Basketball Coaching Clinic “DARI BETA UNTUK TANAH TIMOR 2 ” di tiga kota di NTT, sebagai lanjutan event yang sama pada Juli silam. “Saya ingin basket di NTT lebih maju dari sebelumnya. Tujuan lainnya mengajak generasi muda di tanah kelahiran saya mencintai olahraga dan menjauhi hal negatif. Jika di sepak bola ada Yabes Roni, mudah-mudahan di basket juga ada calon atlet potensial baik putra dan putri seperti dia,” kata Regi dalam rilisnya. Kegiatan pelatihan yang diikuti pelajar ini akan digelar di tiga kota di NTT. Pelatihan bola basket ini diberikan secara gratis dan akan dilaksanakan di Kupang, Soe dan Kefa. (Kupang, 1-2 Dec 2018 pk. 14.00-21.00; Kefa, 4 Dec 2018 pk. 15.00-20.00; Soe, 6 Dec 2018 pk. 15.00-20.00). Soal keterbatasan prasarana, pelatih privat khususnya bagi anak-anak usia dini, tim kampus BSI, Klub AirOne Basketball, dan salah satu perusahaan minyak asing British Petroleum, ini mengaku tak risau. Yang terpenting, kata dia, kaum muda NTT gemar berolahraga salah satunya lewat basket. Meski demikian, defense_id, produsen t-shirt bertema basket yang digemari anak anak muda di ibukota, aktif mendukung. Juga Intiland, Tbk memberi dukungan penuh untuk kegiatan ini dengan menyediakan 30 bola size 5 dan 30 tas yang nantinya akan di berikan kepada beberapa peserta terbaik. Pria kelahiran Kupang, 10 Januari 1978 memiliki kerinduan agar basket di NTT dibina sejak usia dini tak hanya mengajarkan skill semata, tetapi juga membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang tak mudah menyerah dan memiliki attitude yang baik. Sejak informasi mengenai kegiatan ini disampaikan melalui sosial media (Facebook dan Instagram), sudah lebih dari 200 peserta mendaftarkan diri. Bahkan untuk Chapter Kota Kupang, pendaftaran sudah ditutup mengingat kuota yang disediakan cukup terbatas. “Tak ada yang tak mungkin untuk membangun basket di NTT. Yang penting, mau mencoba dan berusaha. Meski kami hanya didukung beberapa donatur saja, itu tak menyurutkan mimpi, membangkitkan basket di tanah kelahiran saya,” pungkas suami dari Tirza Halapiry dan salah satu pelatih di program Junior NBA ini. (Adt) Jadwal Free Basketball Coaching Clinic “Dari Beta Untuk Tanah Timor 2” KUPANG (GOR Pitoby Sport Centre) Kategori TK dan SD Minggu, 2 Dec 2018 pk. 15.30 – 17.30 Kategori SMP/SMA Sabtu, 1 Dec 2018 pk 14.00 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30 KEFA Kategori TK dan SD Selasa, 4 Dec 2018 pk. 15.00 -16.30 Kategori SMP/SMA Selasa, 4 Dec 2018 pk. 16.30 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30 SOE Kategori TK dan SD Selasa, 4 Dec 2018 pk. 15.00 -16.30 Kategori SMP/SMA Selasa, 4 Dec 2018 pk. 16.30 – 19.00 Kategori Mhs/Umum Sabtu, 1 Dec 2018 pk 19.00 – 21.30

Srikandi Cup Seri Pertama Musim 2018/2019 Siap Bergulir, Flying Wheel Makassar Bidik Empat Besar

Flying Wheel Makassar, siap mengarungi kompetisi bola basket putri paling bergengsi di Tanah Air, yakni Srikandi Cup Seri Pertama musim 2018/2019, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, 26 November - 2 Desember. Tim asal Sulawesi Selatan ini membidik posisi empat besar. (Istimewa)

Makassar- Jelang kompetisi bola basket putri paling bergengsi di Tanah Air, yakni Srikandi Cup Seri Pertama musim 2018/2019, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada 26 November – 2 Desember, semua tim terus mematangkan persiapan. Salah satunya Flying Wheel Makassar. Musim ini, tim kebanggaan masyarakat Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu diarsiteki Eddy Winarso. Dengan komposisi pemain lokal, Eddy tak merasa kecil hati. Musim lalu, Azizah Abbas dan kawan-kawan menempati peringkat tujuh dari delapan kontestan. “Srikandi musim ini pasti akan muncul juara baru. Pasti di musim ini pertandingan dan persaingan makin ketat dan seru. Kami sudah latihan intensif sejak September, dan semoga hasil kerja keras anak-anak berlatih membuahkan hasildengan target yang saya canangkan, yakni lolos di empat besar,” ujar Eddy, pada Kamis (22/11). “Saya rasa peluang itu ada dengan absennya Surabaya Fever dan Merah Putih Jakarta,” lanjutnya. Demi mewujudkan ambisinya itu, selama sepekan terakhir ini, Eddy terus menggenjot secara intensif persiapan timnya. Jika biasanya mereka rutin berlatih satu kali sehari, kali ini Eddy menambah jadwal latihan untuk anak didiknya menjadi dua kali sehari. Beberapa materi tambahan dan latih tanding juga menjadi santapan wajib yang harus dilahap Azizah dan kolega. Azizah mengaku optimis jelang bergulirnya musim keduanya di Srikandi Cup. Ia bersama rekan satu timnya banyak belajar dari musim lalu dan mereka kini lebih siap membenahi mental bertanding. “Untuk Seri 1 intensitas latihan kami bertambah jadi dua kali sehari, libur itu cuma Sabtu dan Minggu. Tahun lalu pekerjaan rumah kami ada di mental bertanding dan juga kekompakan permainan,” ungkap Azizah. “Kekurangan itu yang kini tengah dibenahi pelatih supaya kami bisa mencapai target lolos di empat besar,” tambahnya. Kembali, Eddy menegaskan kendala yang dihadapi tim-nya pada musim ini yakni masih menggunakan pemain lokal dan kurang diposisi pemain tinggi. “Tapi itu tidak masalah buat saya, yang jelas sepekan ini kami terus mengasah kemampuan passing, dribbling, dan persentase menembak dari segala lini,” tukas Eddy. Ia menyebut Merpati Bali dan Tenaga Baru Pontianak bakal menjadi pesaing berat untuk anak asuhnya mengarungi Srikandi Cup musim 2018/2019. Terdapat tiga seri yang dalam ajang Srikandi Cup musim ini, hingga babak play off dan grand final. Seri pertama dihelat di GOR Merpati, Denpasar, Bali (26 November – 2 Desember 2018). Lalu, seri kedua berlangsung di Jakarta di GOR Cempaka Putih atau GOR Rawamangun (11-16 Februari 2019). Kemudian, seri ketiga tampil di GOR Sahabat, Semarang, Jawa Tengah (1-6 April 2019). Sedangkan fase play off dan grand final tersaji di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada akhir April 2019. (Adt)

Tegaskan Dominasi Honda DBL DKI Jakarta Series

Champion Honda DBL Jakarta Series

DKI JAKARTA- Sementara dari persaingan putra, SMA Bukit Sion Jakarta mengukuhkan sebagai Raja Basket Ibu Kota. Buksi (julukan SMA Bukit Sion) mengalahkan SMAN 61 Jakarta dengan skor 44-23. Ini adalah koleksi trofi champion ketiga kali bagi Buksi pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series yang dimulai sejak 2012. Setelah sebelumnya mereka pernah mencatatkan back-to-back champion pada edisi 2014 dan 2015. Sejak awal permainan, Buksi tidak pernah memberi Nasa (jukukan SMAN 61 Jakarta) nafas untuk beristirahat. Permainan dengan tempo tinggi serta pertahanan yang menekan secara rapat membuat para pasukan Kebon Jeruk tersebut dapat secara dominan menguasai bola. Nasa sama sekali tak berkutik sepanjang laga. Guard andalan Buksi Dixie Sterling Wang juga menjadi pemain yang sangat berbahaya di segala sudut lapangan. Student Athlete yang kini duduk di kelas X tersebut mampu mengoleksi 8 poin 3 rebound. Kesempatan demi kesempatan Nasa untuk menyerang dapat dimentahkan oleh tim polesan Jap Ricky Lesmana tersebut. Hingga trofi champion berhasil mereka pastikan untuk dibawa pulang. Para pendukung SMA Bukit Sion langsung bersuka-cita saat buzzer akhir berbunyi. Dengan kemenangan ini, Buksi semakin memperkokoh gengsinya sebagai sekolah yang paling kuat di Jakarta. “Dua tahun gagal juara menjadi motivasi untuk tim. Dan tentu itu membuktikan Buksi tim yang tangguh daripada tim lain,” ujar Jap Ricky Lesmana, pelatih Buksi.

SMANDU The Giant Killer, Dampingi SMAN 61 Wakili Grup B ke Fantastic Four

Guard SMAN 2 Jakarta, Nico Candra (3/Hitam), hendak mencetak poin, saat timnya mengalahkan SMAN 3 dengan skor 22-15, di laga terakhir fase Grup Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, di GOR Soemantri, pada Rabu (14/11). (DBL)

Jakarta- Luar biasa peforma tim putra SMAN 2 Jakarta. Tim polesan Rudi Ohandi ini layak menyandang julukan The Giant Killer. Menyusul keberhasilan Malvin Hariyanto dkk memastikan tiket semifinal Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 dengan catatan yang cukup mengesankan. Berstatus sebagai runner-up West Region, Smandu (julukan SMAN 2) sejatinya kurang diperhitungkan. Sebab, mereka tergabung pada persaingan sengit Grup B, yang dihuni SMAN 3 Jakarta (Juara South Region), dan SMAK 5 Penabur (juara North Region). Namun, siapa sangka, justru melawan kedua tim yang diunggulkan itulah, Smandu meraih poin sempurna. Itu pula yang berhasil mengantarkan Smandu keluar dari persaingan sengit fase Grup B, serta melaju ke babak Fantastic Four, yang akan digelar pada Kamis (15/11), di GOR Soemantri. Usai menundukkan SMAK 5 Penabur pada laga Senin (12/11), korban keganasan Smandu berikutnya adalah SMAN 3. Anak-anak Smandu tampil luar biasa pada laga do or die, Rabu (14/11). Tim berkostum gelap ini menutup laga terakhir fase Grup, dengan keunggulan 22-15. Laga ini berlangsung sangat alot. Bahkan, kedua tim tak kunjung mengemas poin alias scoreless, sepanjang tujuh menit awal. Saat kuarter awal berakhir, skor hanya 2-2. Memasuki kuarter kedua, kedua tim pun kesulitan mencetak angka. Skor 7-7 di akhir kuarter kedua, bukti menandakan alotnya laga. Adalah Smandu yang berhasil keluar dari tekanan, sejak memasuki kuarter ketiga. Saat laga memasuki menit kelima, under basket Stephen Sanjaya Prischou menjadi titik balik keperkasaan Smandu untuk unggul atas Teladan. Pemain bernomor punggung 15 itu membawa Smandu unggul 9-7. Mulai dari momen itu, Smandu menjelma bagaikan monster, bagi pertahanan Teladan. Perolehan poin Smandu menjauh dari juara dua kali Honda DBL DKI Jakarta edisi 2012 dan 2016 tersebut. Smandu makin tak terbendung setelah berhasil mendapatkan 7 poin beruntun pada 20 detik terakhir. Empat poin diantaranya berhasil ditorehkan sang kapten, Malvin. Skor 22-15 menjadi milik Smandu, sekaligus memaksa Teladan angkat koper. Hasil ini mengantarkan Smandu lolos ke semifinal sebagai runner-up Grup B setelah mengemas 5 poin, hasil dari 2 kali menang dan sekali kalah. Satu tiket lainnya direbut SMAN 61, sebagai pemuncak klasemen. Menyusul kemenangan 41-37 atas SMAK 5 Penabur. NASA (julukan SMAN 61) juga mengemas 5 poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali kalah. Namun, NASA memiliki keunggulan head to head karena pada pertemuan awal fase Grup B, NASA menang atas Smandu. Pada babak Fantastic Four alias semifinal, Smandu akan meladeni anak-anak SMA Bukit Sion, yang sukses menjadi pemuncak Grup A. Sedangkan SMAN 61 akan bentrok dengan skuat SMA Al-Izhar Pondok Labu. ”Berhasil lolos ke semifinal, rasanya tanggung kalau tidak sekalian memasang target maksimal (juara). Apalagi, anak-anak bermain lebih lepas tanpa beban dan kolektif. Jadi, siapapun lawannya akan kami hadapi sekuat tenaga,” ungkap Om Abok, sapaan Rudi Ohandi, pelatih Smandu. (Adt)

Unggul 36-23 di laga Terakhir Dari SMAN 71, Skuat Putri Teladan Jumpa SMAN 36 di Semifinal

Tim putri SMAN 3 Jakarta tampak bergembira usai mencetak kemenangan di pertandingan terakhir Grup B Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Hasil positif ini membawa mereka unggul dari SMAN 71 Jakarta, dengan skor 36-23, pada Rabu (14/11) di GOR Soemantri Brodjonegoro. (DBL)

Jakarta- Belajar dari kesalahan sebelumnya kala takluk di tangan SMK Yadika 2, tim putri SMAN 3 Jakarta bermain lepas, dan tak meremehkan lawannya. Hasil positif ini membawa mereka unggul dari SMAN 71 Jakarta, dengan skor 36-23, pada Rabu (14/11) di GOR Soemantri Brodjonegoro. Putri Teladan (julukan SMAN 3) pun mengobati gagalnya tim putra melangkah ke babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Sepanjang laga, srikandi Teladan berhasil memperlihatkan kelas mereka sebagai tim basket putri unggulan ibu kota. Insyira Keysa dan kolega mendominasi laga dengan skema transisi dan pertahanan yang rapat. Permainan cepat ini tentunya membuat anak-anak Sapta Eka (julukan SMAN 71) kelimpungan. Sapta Eka terlihat di bawah tekanan nama besar Teladan. Bahkan, skuat asal Duren Sawit itu gagal mengimbangi permainan yang ditunjukan oleh Teladan. Anak asuh Muhammad Ridzky hanya mampu mencetak 2 poin. Teladan unggul jauh 9-2 pada kuarter pertama. Ketangguhan pemain Teladan juga merata. Tiga pilar utama mereka, Stanita Nataya, Zefanya Angelina Risdiyanto dan Annika Amadea Dacya, masing-masing berhasil mencetak 6 poin sepanjang pertandingan. Sementara salah satu pemain andalan mereka, Jofinka Putri berhasil menorehkan 7 poin. Sedangkan guard andalan Teladan, Zhara Mauritzka Syafrizal, sukses menyumbang poin terbanyak untuk Teladan, dengan 8 poin. Kemenangan atas Sapta Eka mengunci posisi pemuncak klasemen akhir Grup B. “Dari awal laga, kami diingatkan untuk tak menganggap remeh lawan. Dan kami membuktikan hal itu di lapangan,” ucap kapten Teladan Insyira Keysa. Teladan berhadapan dengan SMAN 36 Jakarta, runner-up Grup A, pada Kamis (15/11). Sedangkan, SMAN 36 akhirnya harus puas duduk di posisi kedua, usai kalah dari SMAN 28 Jakarta, pada laga Rabu (14/11), dengan skor telak 13-38. Pada laga semifinal, akan mempertemukan SMAN 71 menantang SMAN 28, yang menjadi ratu di Grup A. (Adt)