Setelah Unggul Atas SMAN 1 Karanganyar, SMA Satya Wacana Salatiga Di Tunggu Lawan Berikutnya SMAN  11 Semarang Dalam DBL Indonesia

SMAN-1-Karanganyar

TIM juara bertahan cowok dan cewek Honda DBL (Developmental Basketball League) Central Java Series North Region tampaknya masih belum mampu dibendung dalam ajang bola basket pelajar terbesar se-Indonesia itu. Menurut informasi dari dblindonesia.com (12/08/2017), di kelompok cowok, SMA Satya Wacana Salatiga (Lab School) berhasil menang 46-14 atas SMAN 1 Karang Anyar. Kemudian champion cewek 2016 yaitu SMA Sedes Spientiae Semarang juga masih berhasil meraih kemenangan 34-9 atas SMAN 3 Semarang. Menghadapi SMAN 1 Karanganyar di GOR Sumber Waras (Knights Stadium) kemarin, anak-anak Lab School cukup tampil percaya diri. Buktinya di kuarter pertama Stanislaus Steven dan kawan kawan mampu unggul 9-2. Sementara itu permainan tim SMAN 1 Karang Anyar Demak tidak banyak berkembang. Offense mereka sedikit sekali menghasilkan poin. “Secara keseluruhan tim tampil bagus, defense kita bagus dan itu berguna. Kami juga bermain tenang.” kata Ridho Pamungkas, sang juru taktik SMA Satya Wacana Salatiga. Atas hasil ini SMA Satya Wacana akan menghadapi laga lanjutan melawan SMAN  11 Semarang. “Kemenangan pertama menjadi modal yang bagus, meskipun tidak bisa menjadi patokan juga” kata Ridho. Sementara tim basket cewek SMA Sedes Sapientiae juga masih kokoh. Perlawanan SMAN 3 Semarang (Smaga) tidak bisa menggoyahkan tim Sedes. Sementara itu Cellinia Olivia Pranoto dan tim mengandalkan kolektifitas permainan. Setiap peluang diusahakan sebaik mungkin agar berujung mendapatkan poin. Kesalahan-kesalahan lawan dimanfaakan untuk melakukan serangan balik secara cepat. Pelatih SMA Sedes Sapientiae, Wahyu Titis mengatakan, kemenangan timnya atas Smaga dengan skor 34-9 kemarin karena kerja keras pemain sendiri. Meski demikian permainan Sedes Semarang kata Wahyu masih bisa dimaksimalkan lagi. “Memang kita menang, namun harus bisa semakin maksimal lagi di pertandingan selanjutnya. Secara fisik pemain siap. Penerapan defense dan offense baik, hanya offense yang kadang terburu-buru,” ungkap Wahyu Titis. Atas kemenangan tersebut, Sedes akan berhadapan dengan tim cewek SMAN 1 Karanganyar di babak Big Eight. SMAN 1 Karanganyar juga mampu tampil perkasa di laga perdana dengan mengalahkan tim kuat SMAN 4 Semarang 30-8. “Kami sudah melihat penampilan SMAN 1 Karang Anyar, mereka memiliki power yang bagus.  Namun kami tetap siap,dan kami yakin anak-anak mampu melewati setiap pertandingan dengan maksimal.” pungkas Titis.(ndo/adt)

Berikan Perlawanan Sengit Dalam Pertadingan DBL, SMAN 1 Bandung Unggul Atas SMAN 1 Cileunyi

1.-sman-1-bandung

SMA (sekolah menengah atas) Negeri 1 Bandung melawan SMA Negeri 1 Cileunyi, yang main pada di Game Pertama mampu membuat tegang para penonton, jual beli serangan terus diperlihatkan kedua tim sejak menit awal pertandingan dalam DBL. Hingga sepuluh menit babak pertama berakhir skor 4-12 untuk kemenangan SMA Negeri 1 Bandung. Penampilan kerja sama yang baik dari para pemain SMA Negeri 1 Bandung terus ditampilkan pada sepuluh menit babak ke-dua. Hal tersebut membuat SMA Negeri 1 Cileunyi kewalahan. Pada babak ke-dua itu SMA Negeri 1 Cileunyi hanya mampu menambah 4 angka, sementara lawannya, SMA Negeri 1 Bandung makin memperpanjang jarak skor. Dikutip dari dblindonesia.com (12/08/2017), Mereka berhasil mengoleksi 8 angka. Hingga pluit panjang tanda berakhirnya sepuluh menit babak ke-dua berakhir skor 8-20 untuk keunggulan SMA Negeri 1 Bandung. Di babak ke-tiga, SMA Negeri 1 Cileunyi berusaha untuk bangkit, meski pun kerap kandas. Pada babak ini kedua tim mampu mempertahankan jaringnya agar tidak saling ke bobolan. Meski demikian, pada babak ke-tiga ini SMA Negeri 1 Bandung masih bisa memainkan keadaan meski hanya memperoleh satu angka. Memasuki babak ke-4 aksi jual beli serangan kembali terjadi pada kedua tin. Penguasaan lapangan lebih banyak dilakukan tim SMA Negeri 1 Bandung. SMA Negeri Cileunyi mencoba bangkit untuk memperkecil ketinggalan. Usaha itu berhasil meski masih tertinggal jauh dari SMA Negeri 1 Bandung. Pada sepuluh menit babak ke-empat berakhir skor 17-34 untuk kemenangan SMA Negeri 1 Bandung. Alfadio mengaku kaget dan tak percaya jika timnya SMA Negeri 1 Bandung mampu lolos ke babak berikutnya. Setelah mereka berhasil mengalahkan SMA Negeri 1 Cileunyi pada perhelatan Honda DBL West Java Series 2017 East Region hari kedua makin meriah di GOR Pajajaran Bandung. Meski mengaku kaget, namun Alfadio pun bersyukur bisa berhasil lolos. Dia bersama timnya akan mempersiapkan latihan untuk menghadapi tim lainnya. Alfadio berambisi untuk membawa SMA Negeri 1 Bandung meraih juara Honda DBL tahun ini. “Tadi pertandingan yang cukup menegangkan. Tapi Alhamdulilah bisa masuk ke babak selanjutnya,” kata Alfadio pemain dari tim SMA Negeri 1 Bandung usai pertandingan, kemarin (11/8). Pelatih SMA Negeri 1 Bandung, Angga Nugraha mengaku senang dengan nilai yang diraih timnya. Sempat tegang saat jalannya pertandingan terutama pada saat memasuki babak ke-tiga. “Cukup tegang, apa lagi di babak ke tiga. Kita sempat hampir kewalahan. Pertandingan tadi saya kira SMA Negeri 1 Bandung mendapatkan lawan yang seimbang dan cukup menguras emosi.” ungkap Angga usai pertandingan. Apa yang terjadi di babak ke-tiga akan menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk menghadapi pertandingan berikutnya sehingga tidak akan pernah terjadi lagi. ”Iya, kita akan lakukan evaluasi agar permainan ke depannya bisa lebih stabil.” tambahnya.(ndo)

LIMA Futsal WJC 2017: UNINUS Si Juara Baru

Kompetisi tahunan LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference (WJC) 2017 punya juara baru yaitu Universitas Islam Nusantara (UNINUS). Menurut ligamahasiswa.co.id (06/08/2017), perjalanan tim tersebut tidaklah mudah. Di fase grup mereka bertemu dengan lawan-lawan yang berat, seperti Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan juara LIMA Futsal WJC 2016, STKIP Pasundan. Pertandingan pertama (2/8), UNINUS mampu seimbang dengan STKIP perolehan skor 3-3. Di pertandingan terakhir grup (3/8), tim berhasil menang telak 6-0 atas UNISBA. Hasil tersebut membuat UNINUS melaju ke babak empat besar. Pada babak selanjutnya, di empat besar, yang menggunakan sistem grup, UNINUS mampu meraih 2 kemenangan dan 1 kali hasil imbang. Kemenangan diraih UNINUS atas STKIP Pasundan (dengan skor 6-0) dan juara Pul C, Institut Teknologi Nasional (ITENAS), 6-1. Sementara seri didapat saat melawan Universitas Telkom, 3-3. Akhirnya, dengan UNINUS memperoleh 7 poin, berarti tim pun berhak atas gelar juara Blibli.com Lima Futsal West Java Conference 2017. Pelatih UNINUS, Riana mengatakan hasil yang didapat karena kerja sama tim, kepercayaan, dan doa dari semua pihak yang terlibat. Pada LIMA National, pelatih akan menambahkan motivasi agar usaha yang telah dijalani selanjutnya tidak terbuang sia-sia di tingkat nasional tersebut. LIMA Futsal Nationals 2017 akan dilaksanakan di Malang, Jawa Timur sekitar Oktober mendatang, UNINUS akan bersama Universitas Telkom sebagai wakil dari West Java Conference (WJC). Ini Dia Tim yang Lolos Ke LIMA National 2017: Tim Putra : Univeristas Islam Nusantara (UNINUS) Telkom University Tim Putri : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR)

LIMA Futsal WJC 2017: Tim Futsal Putri UPI Menang Atas Unpad

Tim futsal putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil mempertahankan gelar juara dengan skor 3-1 di LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference 2017. Tim putri berhasil mengalahkan pesaing terdekat yaitu Universitas Padjadjaran (UNPAD), Minggu (6/8). Menurut lansiran dari ligamahasiswa.co.id (06/08/17), pada pertandingan pertama UPI mampu meraih kemenangan. para pemain Unpad dibuat sulit dalam mengembangkan permainan. kapten UPI, Siti Latipah (9), di menit ke 6 meraih keunggulan untuk timnya melalui sepakan kaki kanannya. Setelah gol pertama tersebut, UPI semakin melebarkan sayap untuk kemenangan. Namun, menit ke-14, Unpad berhasil menyamakan kedudukan dengan serangan balik cepat oleh Leni Yuliani (10). Kemudian, UPI kembali mengejar dan unggul atas Unpad. Milda (14) berhasil memanfaatkan kelengahan tim Unpad di awal babak kedua. Hingga akhirnya Unpad semakin jauh tertinggal setelah pemain UPI, Theresia (21), lolos dengan mudah menendang bola ke gawang Unpad di menit ke-33. Hasil permainan pun berakhir dengan skor 3-1. Seperti yang dilansir ligamahasiswa.co.id, Pelatih Tim Putri UPI, Asep Supmena mengatakan di pertandingan pertama, tim UPI sudah bisa membaca pertandingan. sehingga strategi yang Asep siapkan bisa berjalan dengan baik. Tim UPI pun kembali meraih kemenangan. Pelatih juga menambahkan untuk menghadapi LIMA Nationals nanti,akan mempersiapkan tim sebaik mungkin. Dalam waktu 2 bulan ini, Pelatih akan meningkatkan skill individu para pemain agar siap menghadapi kompetisi nationals. Atas kemenangan yang telah diraih, berarti UPI berhak atas gelar juara LIMA Futsal Blibli.com West Java Conference 2017. Tim telah mengunci puncak klasemen putri setelah sikat 4 pertandingan dengan kemenangan.

Demian Bersyukur Dapat Kesempatan Latihan Keliling Dunia

Demian saat berlaga di acara Football For Peace, Sabtu 20/05/17. (NYSN Media)

Bakat adalah anugerah yang di berikan oleh sang pencipta, jika tidak di asah niscaya tidak akan menjadi bekal untuk kehidupan mendatang. Begitu paparan remaja asal papua Demianus Hoay (22), kepada NYSN di lapangan Gor soccer Sudirman, kuningan, jakarta (20/5) Demanius Hoay yang akrab dengan sapaan Demi ini mengatakan kepada NYSN bahwa mengawali dan menekuni dunia olah raga sepak bola semenjak menginjak usia16 tahun. “Iya, saya mengawali kecintaan saya di dunia olahraga semenjak umur 16 tahun, dan sampai saat ini saya akan terus menekuninya.” Ujar Demi Club pertama yang di singgahinya adalah PS Mitra Sorong Papua, kemudian pindah ke club Uni Papua di saat umur 19 sampai sekarang. Demi juga mengatakan bahwa dirinya pernah di latih di malaysia, korea, dan juga Finlandia mewakili Tim B Unipapua. “Berkat kegigihan yang saya tekuni, akhirnya saya di berikan kesempatan mengunjungi 3 Negara besar untuk berlatih. Diantaranya Malaysia, Korea dan Finlandia.” Kata Demi yang juga doyan dengan kuliner khas Cirebon Tahu gejrot. Lebih lanjut pria yang mengidolakan Boas Salosa ini memaparkan bahwa bakat yang di miliki sudah ada semenjak masih anak anak. Selain itu Demi juga mempunyai hobi membaca buku, dan sesekali Demi berpesan bahwa kita harus bisa memotivasi diri sendiri, dan kerja keras. “Kita harus bisa memotivasi diri sendiri, lalu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, lalu di dorong dengan kerja keras untuk mewujudkannya.” Tutup Demi. (bam/adt)

Timnas Indonesia U-22 Menang Tanpa Balas Lawan Mongolia

Timnas Indonesia U-22. Foto: cnnindonesia.com

Tim nasional (Timnas) Indonesia U-22 menang telak 7-0 saat berhadapan dengan Mongolia pada laga kedua Kualifikasi Piala Asia U-23 di Supachalasal National Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat, sore WIB (21/7/2017) Seperti lansiran dari DetikSport (21/7/2017), Luis Milla merubah susunan pemainnya menjadi Kurniawan Kartika Ajie dipasang menjadi penjaga gawang, memainkan Hansamu Yama Pranata dan Evan Dimas Dan Osvaldo Haay dipasang di posisi penyerang kanan. Hasil perubahan tersebut Indonesia pun unggul babak pertama, dengan tiga gol oleh Saddil Ramdani, Marinus Maryanto, dan Gavin Kwan Adsiti. Babak kedua, empat gol, Saddil, Osvaldo, Gavin, dan Septian David Maulana sebagai pencetak tendangan ke gawang lawan. Maka, Indonesia menang dengan perolehan tujuh gol dari tim Mongolia Dengan kemenangan ini, Indonesia mengumpulkan tiga poin. Untuk saat ini, Indonesia ada di posisi pertama Grup H. Posisi tersebut selisih di bawah Malaysia yang unggul sementara di Grup H. Tim Malaysia baru akan memainkan laga lagi malam nanti, melawan Thailand. Sementara, untuk Mongolia ada di posisi terbawah Grup H dengan meraih satu angka dan defisit tujuh gol. Garuda Muda pun selanjutnya akan melawan si tuan rumah yaitu Thailand di putaran final, pada Minggu (23/7) mendatang. Indonesia harus berhasil mempertahankan posisi di peringkat kedua klasemen. Jika bisa menang, berarti ada peluang bagi timnas U-22 untuk tembus final Piala Asia.

Nama Atlet Panahan Untuk Popnas telah Dikirim

Evaluasi atlet panahan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017. Foto: TribunPekanbaru.com

Cabang Olahraga (Cabor) Panahan telah kirim 10 atletnya untuk tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 10-22 September 2017 mendatang di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Menurut lansiran TribunPekanbaru.com (20/07/2017), 10 atlet tersebut terdiri dari 5 putra dan 5 putri. Mereka merupakan hasil pemilihan dengan evaluasi yang dilakukan oleh Pelatih Panahan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau. “Sepuluh atlet itu dari hasil evaluasi dari yang telah kami lakukan, Minggu (9/7) lalu di Venue Panahan Komplek Universitas Islam Riau (UIR) Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru,” ujar Muslim sebagai pelatih PPLP Dispora Riau.

Cabor Senam beri Kejutan di Hari Kedua ASG 2017

Muthia Nur Cahya (Tengah) atlet Senam Sumbang Emas di Asean School Games (ASG) 2017 di Singapura, Minggu (16/7) (Foto: Kemenpora)

Cabang olahraga senam memberi kejutan pada hari kedua terselanggaranya ASEAN School Games (ASG) 2017, Singapura, Minggu (16/7). Target awal hanya medali perunggu, namun senam artisik Indonesia memberi kejutan dengan berhasil meraih satu medali emas melalui atletnya Muthia Nur Cahya yang turun di nomor meja lompat yang digelar di Stadion Bishan, Singapura. Pencapaian Muthia itu membuat cabor senam melampaui target mereka di ASG 2017 Singapura ini. Ia menyingkirkan Vietnam (perak) dan Malaysia (perunggu). Hasil ini sungguh tidak disangka karena dalam kualifikasi sehari sebelumnya, Muthia hanya berada di peringkat kelima. Manajer tim senam Indonesia di ASG 2017, Dian Arifin menyatakan bangga terhadap pencapaian para atlet. Para Atlet menunjukkan semangat yang sangat besar dibuktikan dengan kemenangan yang melampaui target dengan memperoleh medali emas. “Muthia bermain sempurna dan dia masih muda (16 tahun), tapi tahun depan bisa diproyeksikan masuk senior dengan pembinaan lanjutan untuk go internasional yang dipersiapkan untuk SEA Games atau Asian Games. Semoga kemampuannya bisa terus meningkat,” ujar Dian, Kepala bidang pembinaan dan prestasi PB Persani, seperti yang dilansir dari suara pembaruan, Minggu (16/7). Selain Muthia, atlet lain yang mengantongi medali emas di hari kedua ialah Paolo Hernandez (bowling single putra) serta Idan Fauzan Richsan (cabang atletik nomor lompat tinggi galah putra dengan lompatan setinggi lima meter), bahkan lompatannya memecahkan rekor ASG. Hasil mendali yang diperoleh pada hari kedua pelaksanaan ASG 2017, Minggu (16/7) adalah delapan emas, enam perak, Lima perunggu dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari kedua ASG 2017. Total keseluruhan Perolehan sementara mendali yang telah di kumpulkan oleh kontingen Indonesia yaitu: 13 emas, 12 perak dan 11 perunggu yang membuat Indonesia berada di peringkat kedua klasemen sementara, di bawah Thailand dengan 14 emas, 11 perak dan 13 perunggu. Posisi ketiga tuan rumah Singapura dengan 12 emas, 14 perak dan 15 perunggu.

Tiga Petinju Akan Ikuti Kejurnas Kapolri Cup

tiga petinju akan berlaga di kejurnas. Foto: sindonews

Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan optimis mengirim tiga atlet terbaik di kelasnya untuk tampil pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup 1, di Jambi, 17-22 Juli 2017. Ketiga petinju tersebut yaitu Joshua Holy Mashior (kelas 49 kg), Blasius Karoup (kelas 60 kg) dan satu petinju putri, Indri (48 kg). Mereka akan didampingi dua orang pelatih, yakni Firmanto Muis dan Alberts Lala’ar. Menurut lansiran Sindonews.com, Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali mengatakan ketiga petinju tersebut merupakan atlet-atlet terbaik di kelasnya. Maka dari itu, Ara-panggilan akrabnya, berharap agar semua bisa tampil maksimal serta pulang membawa medali di Kejurnas Kapolri. Sementara itu, Ketua Harian Pertina Sulsel, DR Joni Muis, menambahkan pengurus yang baru terpilih akan konsentrasi ke pembinaan atlet menuju PON XX di Papua, khususnya pembinaan petinju usia muda. “Kami sudah mempersiapkan atlet-atletnya untuk menghadapi sejumlah event yang akan digelar di Indonesia. Selain Kejurnas Kapolri Cup di Jambi, kami juga tengah persiapan mengikuti Kejurnas tinju junior di Kupang dan Wapres Cup,”jelas Joni yang dilansir Sindonews.com

Komite Olahraga Nasional Indonesia Tangsel, siap sumbangkan prestasi terbaik lewat Porkot

Komite-Olahraga-Nasional-Indonesia-Tangsel

Tangsel- Penyelenggaraan kompetisi dan kejuaraan dalam rangka mencari bibit Atlit yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Dengan mengirimkan atlit-atlit ke kejuaran tingkat daerah, nasional maupun internasional. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel bisa di bilang sukses dalam menggelar beberapa cabang Olahraga yang masuk dalam Pekan Olahraga Kota (Porkot). Kegiatan PORKOT yang berlangsung selama enam hari ini mengundang antusiasme masyarakat dalam mengikuti 18 cabang olahraga yang dilombakan. Pada kesempatan itu, Kecamatan Pamulang berhasil meraih sebagai juara umum Porkot Tangsel 2016. “Alhamdulillah, kegiatan berlangsung lancar dan sukses. Karena semua cabang olahraga sudah mencapai target dan tidak ada kendala apa pun,” kata Ketua KONI Kota Tangsel, Rita Juwita dikediamannya di wilayah ciater, serpong beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut merupakan multi event yang dilaksanakan rutin dilakukan setiap 4 tahun sekali. “Pelaksanaan Porkot merupakan perhatian Pemkot melalui KONI kepada bibit-bibit atlet. Sebab, ajang ini sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan diri. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi dan menggairahkan olahraga di Tangsel,” jelasnya. Dari data peraih medali yang di paparkan rita diantaranya, Kecamatan Pamulang mendapatkan juara umum karena telah berhasil meraih 72 medali emas, 58 perak, dan 49 perunggu dengan total 179 medali. Pamulang unggul 9 cabang olahraga, yakni dayung, karate, renang, taekwondo, dan lainnya. Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie ketika di hubungi melalui telfon selulernya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi atas keberhasilan KONI Tangsel dalam menyelenggarakan kegiatan Porkot tahun 2016 lalu. “Pemkot Tangsel melalui berbagai program dan kegiatan terus berupaya untuk memajukan dunia olahraga di Kota Tangsel. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan cabang-cabang olahraga dengan bekerjasama dengan organisasi terkait,” Tutup Benyamin Davnie yang akrab disapa Bang Ben.(ryo/adt)

Binus Gelar Turnamen Kejuaraan Memanah Berskala Nasional

Tangerang Selatan – Dalam kejuaraan “Point In The Right Direction And Let Go”, kejuaraan memanah berskala nasional yang di gelar di Sjuman Hall Binus School, Jalan Lengkong Karya, Jelupang Nomor 58, Lengkong Karya, Serpong, Tangerang Selatan, Akan ada enam kategori yang di pertandingkan, yaitu SD, SMP, SMA, Umum, Compound, dan Recurve. Kurang lebih 631 peserta mengikuti beberapa waktu lalu (7/4/2017). Tak di sangka Kejuaraan “Binus Indoor Archery National Championship 2017” itu mampu menarik perhatian peserta dari dalam dan luar negeri. Tercatat, para siswa dari mulai tingkat SD, SMP, SMU hingga kategori umum terdaftar dalam even yang digelar untuk kedua kalinya itu. Mereka berasal dari Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Makasar, Nias, Cirebon, Aceh, bahkan hingga Malaysia. Pada kesempatan itu Denny, sebagai Ketua Panitia “2nd BINUS Indoor Archery National Championship 2017″ mengatakan bahwa antusiasme peserta melebihi target. “Antusiasme tahun ini luar biasa apabila dinilai dari peserta. Peserta yang terdaftar melebihi target kami, yaitu 631 peserta dari dalam dan luar negri,” ujar denny kepada media. Lebih lanjut Denny menambahkan bahwa wasit yang memimpin kompetisi sengaja di datangkan dari ajang ajang internasional. “Sebagai kejuaraan bergengsi, tahun ini kita mengundang seorang International Technical Officer, yaitu Bapak Johari Abu Bakar, beliau pernah memimpin Archery World Cup di beberapa Negara, sehingga ini adalah suatu kehormatan bisa mengundangnya,” sambung Denny. Sementara itu, Johari Abu Bakar, berharap agar turnamen nasional bertema “Point In The Right Direction And Let Go” ini dapat melahirkan banyak pemanah-pemanah handal, dan akhirnya dapat mewakili Indonesia hingga ke tingkat dunia. “Kejuaraan memanah ini sangat membanggakan. Saya senang ketika melihat begitu banyaknya pemanah muda yang berhasil dikumpulkan di kejuaraan ini, dari SD, SMP hingga SMA dan Umum. Saya harap, suatu saat Indonesia dapat dikenal dunia sebagai negara dengan pemanah-pemanah handal,” jelasnya.(ryo/adt)

Menjadi Pelatih Panahan Merupakan Pilihan Bu Neng Untuk Menyalurkan Bakat dan Pendidikannya Di Olahraga

Bu Neng, pelatih panahan yang sudah mendidik banyak atlet panahan yang mengukir prestasi luar biasa.

Layaknya film box office yang berjudul Avatar pada sosok neytiri selalu menggunakan panah sebagai senjata ampuh melumpuhkan musuh dari jarak jauh. Berbeda dari film avatar yang menggunakan panahan menjadi senjata, pelatih panahan ini mengaplikasikannya dalam cabang olahraga. Sosok ramah yang bernama lengkap Neng Siti Sadiah telah di percaya menjadi pelatih olahraga panahan di SMPN 8 Tangsel, sosok familier ini sudah mengeluarkan banyak atlet-atlet muda panahan dan berhasil berprestasi dari berbagai macam ajang yang di gelar. Wanita yang biasa disapa dengan panggilan Bu Neng ini mulai berlatih panahan ketika duduk di bangku kuliah dan mengambil jurusan olahraga. Bu Neng mengatakan kepada NYSN bahwa di tahun 1991 dirinya sudah tergabung dalam tim panahan. “Sekitar tahun 1991, saya tergabung dalam tim panahan Jawa Barat dan beberapa kali mengikuti kejurnas.” ujar Bu Neng. Dan setelah menikah, Bu Neng mendapatkan pilihan sulit, yaitu berhenti berlatih panahan dan memutuskan untuk mengabdi menjadi PNS di wilayah Banten. Lalu seiring berjalannya waktu, tahun 2000, sudah sekitar 9 tahun berhenti memanah, naluri Bu neng sebagai seorang atlet panahan kembali muncul ketika dinas pemuda dan olahraga (Dispora) mencari atlet panahan untuk mengikuti Porprov Banten pada kali pertamanya. “Sulit mencari atlet panahan karena daerah Banten sama sekali belum ada. Akhirnya saya mencoba dan ternyata memang tehnik panahan itu tidak akan pernah terlupa, saya masih ingat semua tehnik tersebut. Hasilnya saya mendapatkan medali pada Porprov pertama kalinya di Banten.” sambung Bu Neng. Tak pernah lepas dari panahan, ibu ramah ini memaparkan perjuangannya dalam menekuni olahraga panahan. “Saya sempat kembali menjadi atlet sekaligus pelatih panahan. Tetapi karena sudah berkeluarga, saya harus memilih salah satu dari kedua profesi tersebut. Akhirnya, saya konsultasi dengan dosen saya semasa kuliah dulu, sekaligus pelatih panahan di Jawa Barat, karena saya sempat merasa bimbang ingin kembali ke Jawa Barat dan kembali mendalami panahan disana. Tetapi dosen saya melarang dan memotivasi saya untuk mengembangkan panahan di Banten. Akhirnya saya memutuskan menjadi pelatih panahan dan berhenti dari atlet. Karena saya akui saya sendiri tidak dapat lepas dari olahraga tersebut. Istilahnya sudah ketagihanlah.” lanjutnya. Lebih lanjut Bu Neng mengatakan, setelah konsultasi dengan ketua KONI Tangsel, akhirnya di tugaskan kembali untuk mengajar ekskul panahan di SMPN 8 tangsel. Lama kelamaan, peminat olahraga panahan semakin banyak bahkan dari luar sekolah yang dilatih Bu Neng. Tidak tanggung-tanggung akhirnya, Bu Neng membuat club panahan bernama Power Archery yang dibuka untuk umum. Bu Neng mengakui, mengembangkan panahan di Banten memang cukup sulit, salah satunya karena kendala peralatan yang kurang lengkap. Padahal menurut Bu Neng, panahan memiliki efek positif. Karena dapat melatih kesabaran, melatih fokus dan bisa melatih tubuh menjadi tegak. “Ada anak murid saya yang dulu sering bungkuk, selama ikut berlatih panahan dia sudah bisa berdiri tegak. Bahkan, ada salah satu anak murid saya yang punya kekurangan susah berkonsentrasi. Setelah konsultasi ke dokter, disarankan ikut olahraga yang melatih fokus. Akhirnya dia ikut panahan dan sekarang sudah mulai banyak kemajuan.” jelas Bu Neng, menceritakan sisi positif olahraga panahan. Di bawah bimbingan Bu Neng, sudah banyak atlet panahan yang mengukir prestasi luar biasa. Salah satu muridnya bahkan sudah mengikuti kejuaraan dan mendapatkan medali di Malaysia dan Bangkok. Dan sudah banyak muridnya yang dapat masuk ke SMA favorit mereka melalui jalur prestasi panahan yang mereka miliki. Namun, menurut Bu Neng masih ada beberapa kendala dalam olahraga panahan. Salah satunya adalah minimnya peralatan. “Kendala panahan salah satunya pada peralatan yang harganya cukup tinggi. Kalau sekolah alhamdulilah dapat bantuan dari BOSDA, salah satunya berupa busur. Kalau untuk club masih membutuhkan modal sendiri.” ujar Bu Neng. Bu Neng juga memberikan beberapa saran untuk kemajuan olahraga panahan khususnya di daerah tangsel. “Kalau untuk di daerah Tangsel, mungkin dari dinas pemuda dan olahraga masih kurang mengakomodir para pelatih. Contohnya untuk pelatihan khusus para pelatih juga belum ada yang khusus masing-masing cabang olahraga (CABOR). Yang sekarang sudah pernah diadakan adalah pelatihan gabungan para pelatih dari berbagai cabor. Saran saya, kalau bisa dikhususkan tiap cabor. Serta secara materi juga belum terlalu diperhatikan untuk pelatih maupun atlet.” saran Bu Neng.(crs/adt)

Wow! Hari Pertama Indonesia Sabet Lima Emas Melalui Cabor Renang

Cabor Renang Sumbang Lima emas di hari pertama pelaksanaan Asean Schoole Games 2017 di Singapura. (Foto: Kemenpora)

Singapura – Asean School Games (ASG) ajang pertandingan antar Atlet muda berbakat se-Asia tenggara yang tahun ini diselenggarakan di Singapura. Indonesia mengirim banyak atlet untuk berkompetisi antar Asia tenggara serta memperebutkan mendali dan mendapat gelar juara. ASG 2017 akan berlangsung mulai 13 Juli – 21 Juli 2017. Hari pertama terselenggaranya ASEAN School Games 2017, Sabtu (15/7). Para perenang muda Indonesia sudah mendominasi  dengan merebut lima emas, tiga perak dan satu perunggu. Medali emas dari kompetisi yang digelar di Sekolah Olahraga Singapura itu direbut oleh Azzahra Permatahani di nomor 400 meter gaya bebas putri, Athalarik Maulidio 400 meter gaya bebas putra, Farrel Armandio Tangkas di 200 meter gaya punggung putra, tim gaya bebas estafet 4×200 meter putra dan tim gaya bebas estafet 4×200 meter putri. Sedangkan mendali perak diperoleh dari perjuangan Azzahra Permatahani di 200 meter gaya punggung putri, Adinda Larasati di 100 meter gaya bebas putri dan Felicia Angelica di 50 meter gaya dada putri. Terakhir, medali perunggu didapatkan oleh Daniel Setyawan di 200 meter gaya punggung putra. Lima medali emas lainnya direbut perenang asal Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina yang mendapat dua emas. Athalarik yang di temui usai bertanding mengaku bahwa dirinya senang dengan prestasi yang ia torehkan. ia menyebut emas di nomor 400 meter gaya bebas putra memang sesuai dengan targetnya.”Selain itu, dengan waktu tempuh empat menit 4,6 detik, saya memecahkan rekor terbaik pribadi,” ujar perenang berusia 17 tahun tersebut, Sabtu (15/7). Seperti yang dilansir oleh Antaranews.com , Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Washinton tidak heran dengan pencapaian cabang olahraga renang dengan lima emas di hari pertama ditandinkannya cabang olahraga renang. Pencapaian ini berhasil karena sebelum para atlet muda ini turun di ASG 2017 mereka telah mempersiapkan diri dan telah banyak mengikuti kompetisi renang. “Kalau renang bisa melampaui target, mereka bisa membantu cabang olahraga lain yang belum mendapatkan medali,” ujarnya. Renang diharapkan menjadi pendulang medali terbanyak kontingen Merah Putih yang total diminta bisa menghadirkan setidaknya 30 emas dari 10 cabor yang diikuti. Pemerintah menargetkan dari cabang olahraga renang 10 mendali emas untuk ASG 2017. Sampai berita ini diturunkan, Indonesia masih berada di urutan ketiga perolehan medali terbanyak sementara dengan lima emas, enam perak dan enam perunggu. Saat ini perolehan mendali diungguli oleh Tuan Rumah, Singapura dengan total mendali enam emas, lima perak dan tiga perunggu. Di posisi kedua di tempati oleh Thailand dengan perolehan mendali enam emas, enam perak dan tujuh perunggu.

AHM Menginspirasi Para Siwa Dengan Terjun di Kompetisi Basket Honda Development Basketball League

Honda Basketball Development League 2017. Foto :kompas.com

PT Astra Honda Motor (AHM) yang bergerak dibidang otomotif ternyata melirik untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga. dibuktikan dengan kompetisi basket pelajar terbesar di Tanah Air. Program bernama Honda Development Basketball League (DBL) 2017 ini sudah berjalan secara konsisten selama 10 tahun. Seperti yang dilansir dari kompas.com (15/07/17) melihat tren ini AHM menjadikan Honda DBL sebagai ajang berbagi semangat Satu Hati mewujudkan mimpi. GM Marketing Planning & Analysis Division AHM, Agustinus Indraputra, mengatakan bahwa basket adalah salah satu olahraga yang paling di gemari di kalangan anak muda saat ini. “Kami ingin hadir dan berperan memajukan bangsa ini dengan mengembangkan potensi dan karakter anak bangsa melalui dunia olahraga. Bersama Honda DBL, kami harap bisa memberikan inspirasi dan menemani para siswa menjadi lebih dekat lagi dengan tujuannya,” kata Indraputra dalam siaran resminya, Jumat (14/7/2017). Sama dengan tahun sebelumnya, pada akhir kompetisi Honda DBL akan dipilih siswa berprestasi yang akan di kirim ke Amerika Serikat untuk di beri pelatihan oleh pebasket profesional disana. Selama 10 tahun terakhir ini, Honda DBL sudah diikuti 6.486 sekilah peserta kompetisi. Untuk tahun ini sendiri, AHM memperkirakan 844 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di 25 kota pada periode Juli hingga Oktober 2017 mendatang. Momen roadshow ke sekolah di 25 kota juga dimanfaatkan oleh AHM untuk mengenalkan jajaran produknya sekaligus menebar virus kampanye #cari_aman. Pengunjung bisa menjajal langsung beberapa unit sepeda motor dan mendapat edukasi mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya. “Kami ingin memberikan kesempatan mereka merasakan pengalaman berkendara melalui beragam pilihan model motor Honda favorit anak muda saat ini. Selain itu, terdapat juga sosialisasi program #cari_aman untuk menginformasikan keselamatan berkendara dengan gaya khas anak muda,” ujar Indraputra.

Timnas Indonesia U-16 Akan Uji Kekuatan di Turnamen Vietnam

Pesepak bola Timnas Indonesia U-16 setelah berhasil mencetak gol ke gawang Timnas Singapura U-16. Foto: ANTARA

⁠⁠⁠Timnas Indonesia U-16  makin menuain hasil yang mengagumkan di tingkat uji coba internasional. Pasukan arahan Fakhri Husaini itu sebelumnya telah sukses menghentikan langkah Singapura 4-0 pada uji coba Kamis (8/6) di Stadion Wibawamukti Cikarang. begitu juga dengan Filipina dengan jumlah skor yang sama. Selain sudah melalui uji coba internasional, sudah lima kali uji coba lokal yang dijalani para Garuda muda. Empat dari lima pertandingan itu menghasilkan kemenangan. Dua di antaranya mereka mengalahkan Villa 2000 U-17 dan tim PPLP DKI Jakarta. Dengan hasil sangat membanggakan itu, PSSI memperkuat keinginannya agar Althaf Indie Alrizky dan kawan-kawan akan diikutsertakan pada turnamen internasional U-15 di Vietnam pada 14-18 Juni 2017. Berdasrkan rilis PSSI yang dilansir dari Antara, 22 pemain asuhan Fakhri akan dikirim ke Vietnam untuk mengikuti turnamen tersebut sebagai bagian dari rentetan tour uji coba internasional mereka. Timnas U-16 akan ikut berlaga di ajang Piala AFF U-15 di Thailand pada waktu yg akan datang. Rencananya petandingan akan di selenggarakan pada 9 Juni sampai 2 Juli 2017. Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Australia, Thailand, Laos, Myanmar dan Singapura. Berikut adalah daftar 22 Pemain Timnas U-16 yang diboyong ke Vietnam, yaitu: Kiper: Ahluzd Dzikri Fikri (Jawa Barat) dan Hafiz Fauzan Muzaki (Sumatera Barat) Belakang: Mochammad Yudha Febrian (DKI Jakarta), Muhammad Uchida (DKI Jakarta), Liba Valentino Imwahyusyah (Jawa Timur), Muhammad Reza Fauzan (Aceh), Ahmad Rusadi (Kalimantan Timur), Amirudin Bagas Kaffa Arrizqi (Jawa Tengah) dan Mifthakul Septa Anjar Pradika (Jawa Tengah) Tengah: Hamsah Lestaluhu (Tulehu), David Maulana (Sumatera Utara), Kartika Vedayanto Putra (Jawa Tengah), Brilyan Negietha Dwiki Aldana (Jawa Timur) serta Fadillah Nur Rahman (Sumatera Barat) Depan: Rendy Juliansyah (DKI Jakarta), Amirudin Bagus Kahfi Alfikri (Jawa Tengah), Yadi Mulyadi (Jawa Barat), Andre Oktaviansyah (DKI Jakarta), Sakra Yatul Fajra (Jawa Barat) dan Althaf Indie Alrizky (DKI Jakarta)

Tarung Derajat Jatim Optimis Akan Menyabet Gelar Juara Umum Popnas 2017

Foto: tarungderajatjatim

Surabaya – Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim belakangan ini sedang mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk bertanding di Pekan Pelajar Olahraga Nasional (Popnas) yang akan di selenggarakan di Semarang-Jateng Bulan September yang akan datang. Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim Erwin H Poedjono mengatakan dari 36 atlet yang terpilih seleksi akan kembali dibagi menjadi dua, yaitu tim inti dan tim pelapis, “Tim inti ada 19 atlet, tetap akan kita berlakukan sistem promosi degradasi hinggi jelang Popnas nanti. Meski sudah lolos tapi kalau tidak latihan pasti posisi bisa digantikan atlet lain, ” ujarnya yang dilansir dari tribunnews “Para atlet Popnas itu nantinya akan berlatih dengan atlet yang dipersiapkan di Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional),” kata Bambang Haryo yang juga merupakan anggota DPR RI itu. Sementara, Bambang Haryo, Ketua Umum Kodrat Jatim saat di wawancarai senin (12/6) mengatakan “Saya sudah melihat proses seleksi di GOR Sidoarjo Bulan Maret lalu, dari 86 peserta terjaring 36 atlet,”. Bambang Haryo sangat optimistis dengan para atlet yang terpilih nantinya bisa meraih juara umum Popnas dengan merebut minimal empat emas. Lainnya ia menjelaskan, dari 36 atlet nantinya akan disaring kembali menjadi 19 petarung saja. Nantinya mereka yang terpilih akan di karantina dan menjalani proses latihan terpadu yang digelar di Surabaya. Bidang Pengembangan Prestasi Dispora Jatim Dudi Harijanto menuturkan, saat mengawasi langsung jalannya  seleksi tim Popnas Tarung Derajat Jatim kemarin mengatakan “Cabor tarung derajat ini baru pertama dipertandingkan resmi di Popnas, setelah ini kita baru akan bicara target”. Ia menyebut hasil dari seleksi ini akan dijadikan salah satu tolak ukur dalam menentukan target medali yang akan di raih.

Liga PABBSI Jateng Dijadikan Sebagai Ajang Pemanasan Popnas

Para atlet angkat besi Jateng sedang melakukan latihan. Foto: suaramerdeka

Jawa Tengang – Persatuan Angkat Besi Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Tengah yang digelar akhir Juli mendatang, akan diikuti Tim angkat besi Jateng 2017. ajang tersebut sebagai pemanasan awal sebelum berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Jateng pada September 2017. Dilansiran dari suaramerdeka.com, Tim yang disiapkan oleh dua pelatih angkat besi POPNAS Bagong Eko Santoso dan Bram Setyawan, yaitu ada lima atlet putri dan enam atlet putra. Semua atlet pelajar yang mereka pilih berasal dari PPLOP Jateng dan didominasi siswa-siswi kelas XI yang baru naik ke kelas XII. Para atlet tersebut nantinya akan mengisi 11 kelas dari 14 kelas yang dipertandingkan dalam Popnas mendatang. “Kami akan melihat kemampuan mereka di liga ini. Mudah-mudahan para atlet mampu memberikan prestasi yang membanggakan,” tutur Bagong yang ditemui di sela-sela latihan di Kompleks GOR Jatidiri Semarang. Untuk meraih target prestasi yang dikehendaki di POPNAS, para atlet harus ditunjang dengan pemenuhan kebutuhan yang seimbang. Seperti penyediaan suplemen makanan tambahan jenis kreatin dan amino untuk pemulihan dan pembentukan otot atlet. Hal itu guna keseimbangan energi dan kesehatan para atlet angkat besi. Selain itu, pelatih lain, Bram Setyawan mengatakan tentang pentingnya pemenuhan perlengkapan atlet, seperti sepatu dan sabuk khusus angkat besi. “Para atlet harus menggunakan sabuk dan sepatu khusus yang minimal tiga bulan sebelum bertanding sudah mereka gunakan. Ini bentuk adaptasi kaki dan tubuh lifter,” kata Bram yang ditemui suaramerdeka.com di tempat yang sama.

PABBSI Kaltim Sampai Saat Ini Belum Siapkan Lifter Untuk Mengikuti Popnas

Ilustrasi : Lifter Angkat Berat. Foto : tribunnews

Samarinda – Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2017 diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. Namun, menurut Sugeng Mochdar, sekretaris Pengprov Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalimantan Timur mengaku belum pasti apakah cabang angkat besi akan turut serta dalam POPNAS 2017. Sugeng pun akan menemui Dispora Kaltim untuk mengonfirmasi kepastian disertakannya cabang angkat besi sebagai bagian kontingen Kaltim. “Informasinya angkat besi rencananya tidak diikutsertakan, sehingga kami perlu mendapatkan penjelasan dari Dispora Kaltim, kenapa cabang angkat besi ini tidak diikutsertakan ke POPNAS,” ungkap Sugeng yang dilansir dari antara PABBSI Kaltim sebenarnya sudah siap menurunkan 10 atlet yang siap untuk POPNAS. Rata-rata mereka adalah atlet junior yang berasal dari SKOI Kaltim. Tetapi karena kondisi defisit anggaran keuangan Dispora Kaltim, membuat Tim angkat besi berencana mencoret keikutsertaannya. Kondisi tersebut membuat pihak pengurus dan atlet kecewa lantaran angkat besi termasuk andalan yang mengharumkan nama Indonesia di olimpiade. Sesuai lansiran kaltim.com, pihak pengurus mengatakan “Kami pengurus dan atlet sangat kecewa apalagi kalau hal ini terbukti angkat besi tidak diikutsertakan.” Jelasnya.

Pelajar dari Lampung Raih Medali Emas Dalam Seleksi di Madrid

Bupati Lampung Tengah Ir. Mustafa (Kiri) dan Rio Helmi Saputra (Kanan). Foto : merdeka

23 pemain muda berbakat mewakili Indonesia dalam seleksi ESP (Entry Soccer Profesional) di Madrid, Spanyol 28-29 Mei lalu. Ajang berkelas internasional ini mengembangkan bibit muda pesepakbola. Tim Indonesia menyumbang keberhasil dengan membawa pulang medali emas. Rio Helmi Saputra, pelajar asal Lampung Tengah adalah salah satu pemain yang terpilih berlaga dalam ajang tersebut. Rio beruntung terpilih untuk mewakili Lampung Tengah, bahkan Lampung berlaga memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Anak Indonesia (Timnas SBAI) dalam ajang bergengsi Barcelona Football Festival. Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Inti Bandarjaya, Sunarto mengatakan, anak didiknya tersebut dapat bergabung dalam Tim nasional karena terpilih melalui seleksi nasional setelah mengikuti kompetisi BAI di Jakarta. Putra pasangan Asep (39) dan Enita (38) ini, bersama 23 anak lainnya yang berasal dari berbagai provinsi di tanah air yang berhasil mengalahkan tim asal Irlandia dalam laga final dengan skor 1-0. Sebelumnya, rio yang merupakan siswa SMPN 4 Terbanggibesar ini juga sudah tampil di ajang yang sama di tahun 2016 lalu. Pada Kesempatan kedua kalinya mewakili Lampung, bahkan Indonesia untuk berlaga di kelas internasional dan berhasil membawa medali emas. Kemenangan Rio di laga internasional ini sangat menarik perhatian Bupati Lampung Tengah, Mustafa. “Dari Lampung, Rio menjadi satu-satunya pemain yang lolos seleksi. Alhamdulillah sesuai dengan harapan, Rio pulang membawa medali emas. Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri,” kata Sunarto, yang dilansir dari harianlampung. Kamis (8/6/2017) saat mendampingi Rio menemui Bupati Lamteng, Mustafa di kantornya . Sementara itu Korwil SBAI Lampung Ivan Sumantri mengatakan jika Rio dapat lolos dalam seleksi tersebut, nantinya akan mendapatkan beasiswa pendidikan sepak bola selama 3 tahun dari Federasi Sepakbola Spanyol. “Untuk itu kami sangat berharap Rio bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik”, tuturnya. “Hal ini menunjukan Lampung Tengah memiliki potensi bibit atlet yang baik, khususnya sepak bola. Saya bangga sekali, meski kita level kabupaten, namun ternyata banyak anak-anak kita yang mampu bersaing ditingkat internasional. Saya siap support,” ungkap Mustafa. Untuk meningkatkan potensi olahraga di Lampung tengah, ke depannya pemkab akan memberikan perhatian lebih pada bibit-bibit berprestasi yang ada di Lampung tengah. Dahulunya Mustafa juga pernah memberikan beasiswa untuk sejumlah atlet sepak bola agar dapat kesempatan belajar di beberapa negara. “Kami telah suport beasiswa untuk para atlet. Baru-baru ini kami kirim dua orang ke china, sebelumnya ada yang ke Malaysia dan Barcelona. Ini bukti bahwa kami sangat suport melahirkan atlet-atlet berprestasi, khususnya dibidang sepak bola,” ujar bupati ronda. Ia juga meminta dinas olahraga dan pemuda setempat untuk bisa menjaring dan memetakan potensi anak-anak, untuk dikembangkan secara optimal. Baginya, Lampung Tengah dipandang sebagai ladang atlet sepakbola harus terus ditingkatkan.