Kosisntensi Fisik Meski Diguyur Hujan Deras, Kunci Timnas U-16 Bungkam Iran 2-0

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, melakukan selebrasi dan membantu timnya secara meyakinkan menang 2-0 atas Iran U-16, dalam duel perdana Grup C Piala Asia U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Jumat (21/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mengawali perjalanan di Piala AFC U-16 2018 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan hasil positif. Anak asuh Fakhri Husaini berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Iran dan memperlihatkan perubahan besar dalam permainan di babak kedua. Kejutan sudah dibuat Tim Garuda Asia sejak menit-menit awal pertandingan. Baru berjalan empat menit, Amiruddin Bagus Kahfi langsung memastikan keunggulan Timnas merah putih, usai memanfaatkan umpan silang Supriadi. Tak sampai di situ, kejutan juga dibuat saudara kembar Bagus, Bagas Kaffa. Bek kanan Timnas U-16 itu mencetak gol kedua pada menit ke-90, setelah maju dan mengecoh tiga pemain bertahan Iran. Kemenangan David Maulana dan kolega di laga pertama Grup C Piala AFC U-16 2018 itu berbanding lurus dengan statistik akhir pertandingan. Kondisi signifikan diperlihatkan mereka, di babak kedua pertandingan. Timnas U-16 secara statistik cukup mendominasi permainan. Tercatat di 45 menit pertama, mereka sanggup mencatat 59 persen penguasaan bola. Namun, bicara peluang yang dihasilkan, Timnas U-16 hanya mencetak dua tembakan ke arah gawang, sementara Iran mengemas empat tembakan ke gawang Ernando Ari. Namun, peningkatan diperlihatkan Timnas Indonesia U-16 saat menjalani babak kedua. Dari statistik yang dicatat Labbola, Tim Garuda Muda berhasil mengemas total tujuh tembakan akurat ke arah gawang, mengungguli Iran, yang hanya mengemas empat tembakan ke arah gawang. Peningkatan juga terlihat dari bagaimana bersihnya tekel yang dilakukan Juara AFF U-16 2018 ini yang mampu mengimbangi permainan kasar pemain Iran. Di babak pertama, terjadi enam tekel tanpa mendapatkan kartu kuning, sedangkan Iran melakukan 15 tekel dengan hasil dua kartu kuning. Jelang laga berakhir, tercatat Timnas U-16 melakukan 20 tekel tanpa satu pun kartu keluar dari saku wasit. Sementara Iran mengemas 31 tekel dan total mendapatkan tiga kartu kuning di pertandingan pertama mereka. Fakhri menyebut jika kunci timnya memenangi pertandingan ini adalah keunggulan duel fisik. “Ini pertandingan adu fisik, tetapi fisik bukan hanya postur. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dalam 2×45 menit dan itu tidak mudah. Para pemain bisa konsisten dan itu menjadi kelebihan kami,” ujar Fakhri usai laga. Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut anak asuhnya bekerja sangat keras di pertandingan lawan Iran. Selain soal teknis, laga berjalan lebih sulit karena kondisi lapangan basah akibat hujan yang mengguyur sepanjang pertandingan. Para pemain Timnas U-16 pun mengakui, jika mereka lebih berat berlari saat lapangan dalam keadaan basah akibat hujan. “Memang jadi lebih berat, tetapi kondisi lapangan secara umum bagus,” kata Kapten sekaligus gelandang Timnas U-16, David Maulana. Kemenangan 2-0 atas Iran membuat Timnas U-16 memimpin klasemen sementara Grup C Piala AFC U-16 2018. Di parti lain, India U-16 diluar dugaan menekuk Vietnam U-16, dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, pada Senin (24/9), Indonesia meladeni Vietnam U-16, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 20.45 waktu setempat. (art) Statistik Timnas U-16 vs Iran U-16 Penguasaan Bola Timnas U-16 unggul dalam penguasaan bola (56 persen) berbanding timnas u-16 Iran (44 persen). Tembakan tepat sasaran Timnas U-16 mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran, lebih banyak dari lawan mereka (4). Pemain dengan jumlah tembakan terakurat Amiruddin Bagus Kahfi mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang laga dan mencetak satu gol. Jumlah shot on target sang pemain melebihi pemain-pemain dari kedua kubu. Pemain dengan jumlah operan terakurat Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah, mencatat 82 persen operan sukses di laga ini, terbanyak dari semua pemain yang memulai laga Piala Asia U-16 2018. Sementara, Sutan Zico menorehkan 100 persen pass accuracy (3 dari 3) selama 12 menit turun dari bangku cadangan. Angka ini jadi yang terbaik dari pemain lain termasuk pengganti. Permainan bertahan Timnas U-16 sangat solid dalam bertahan, mencatatkan 26 intersep dan 31 sapuan bola ketimbang masing-masing 21 dan 26 dari lawan mereka tersebut.

Kalah 1-3 Dari Taiwan, Timnas Putri U-16 Gagal Tembus Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 (merah) dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). (twitter)

Bishkek- Timnas Putri U-16 dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). Indonesia harus kebobolan lebih dulu melalui Chen Jin-wen pada menit ke-20. Garuda Pertiwi muda berhasil menyamakan kedudukan pada menit akhir babak pertama, melalui Safira Ika Putri dari titik putih. Pada babak kedua, permainan Taiwan makin merajalela. Taiwan akhinya bisa membrondong dua gol lagi melaluo Song Yu-ting (menit 52′) dan Wu Dai-ling (57′). Indonesia pun harus menelan kekalahan dari Taiwan. Dengan hasil ini membuat Srikandi U-16 gagal lolos ke putaran kedua ajang ini. Sebab, untuk sementara, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan raihan enam poin. Dua kemenangan diraih saat menang 3-2 atas Palestina dan 2-0 dengan Kirgizstan. Sementara Taiwan nyaman menghuni puncak klasemen Grup D dengan raihan sembilan poin. Pada laga terakhir, mereka menantang Australia, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran kedua, kualifikasi AFC U-16 Womens U-16 Championship 2018. Usai laga, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengakui bahwa anak asuhnya sudah berjuang maksimal dan tim lawan lebih beruntung. Meski begitu ia tetap apresiasi anak asuhnya. “Kami minta maaf kepada rakyat Indonesia atas kekalahan dan hasil ini yang membuat kita gagal lolos ke babak selanjutnya. Pemain saya rasa sudah memberi yang terbaik di ajang ini, namun hasil belum berpihak ke kami,” kata Rully. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim             Main      Gol        Poin 1.   Taiwan U-16          3       13  : 3         9 2.   Australia U-16       2       22  : 0         6 3.   Indonesia U-16      4         7 : 16       6 4.   Kirgizstan U-16      2         1 : 5         0 5.   Palestina U-16       3         2 : 22        0

Tergeser Ke Posisi Tiga Klasemen, Timnas Putri U-16 Tabung Peluang Lolos

Tergeser di posisi tiga klasemen Grup D dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018, Timnas Putri U-16 (merah) menabung peluang lolos ke babak selanjutnya, dengan hasil dua kemenangan dan sekali kalah, dan meraih poin enam. (indosport.com)

Bhiskek- Timnas Putri U-16 masih menyimpan peluang lolos ke babak selanjutnya, dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018. Tim Garuda Pertiwi remaja telah melewati tiga laga saat ini, di Kirgizstan. Dari tiga hasil tersebut, anak asuh Rully Nere berhasil meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan pertama diraih Srikandi U-16, saat menekuk tim Palestina U-16 dengan skor 3-2, pada Sabtu (15/9) di Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek. Gol Timnas Putri U-16 dicetak oleh Febiana (8′), Furyzcha (10′), dan Firanda (58′). Pada laga kedua kontra tuan rumah, Kirgizstan U-16, akhirnya berkesudahan 3-0. Gol dikemas oleh Furyzcha (44′, 62) dan Firanda (55′) serta menjaga gawang clean sheet, pada Senin (17/9). Namun, Indonesia takluk 0-11 dari Australia U-16, di laga ketiga, pada Rabu (19/9). Toh Kekalahan itu, tak membuat peluang Safhira Ika Putri dan kolega di papan klasemen Grup D Piala Asia Putri U-16 2018 menipis. Saat ini, tim merah putih berada di ranking tiga, dengan koleksi enam poin. Mereka kalah selisih gol dari posisi pertama Australia U-16, dan Taiwan U-16 diperingkat kedua. Kedua tim itu sama-sama memiliki enam poin. Timnas masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan U-16, pada Jumat (21/9). Garuda Wanita bisa mengunci tiket lolos ke putaran kedua kualifikasi, dari jalur dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin lebar, andai Thailand, yang akan menjadi tuan rumah Piala AFC Women U-16 pada 2019, menyegel status juara grup, atau masuk menjadi salah satu, di antara dua tim runner-up berperingkat terbaik. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim           Main       Gol       Poin 1.   Australia U-16       2       22 : 0        6 2.   Taiwan U-16          2       10 : 1        6 3.   Indonesia U-16      3        6  : 13      6 4.   Kirgizstan U-16      2        1  :  5      0 5.   Palestina U-16       3        2  : 22      0

Setelah Liga 1 U-16 Berputar, Mulai 29 September LIB Segera Gulirkan Liga 1 U-19 2018

Persija Jakarta U-19 tergabung dalam Grup A dalam kompetisi Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut ditetapkan ke dalam tiga grup, dan mulai kick-off pada Sabtu (29/9). (goal.com)

Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan pembagian grup untuk Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut telah ditetapkan ke dalam tiga grup, dan kick-off pada Sabtu (29/9). Fase awal digelar dengan sistem home tournament, dengan tuan rumah Sriwijaya FC, Bali United, Persib Bandung dan Arema FC. Dua tim teratas dari tiap grup melaju ke delapan besar, serta dua peringkat tiga terbaik. Babak awal yang memakai sistem home tournament, akan melewati dua putaran, sementara saat memasuki fase delapan besar juga tetap menggunakan sistem home tournament, namun format pertandingan berlaku setengah kompetisi saja. Dua tim teratas babak delapan besar akan melakoni semi-final, yang diadakan mulai 15 Desember. Sementara laga final dihelat pada 18 Desember. Tiap tim diperbolehkan untuk mendaftarkan 30 pemain, plus pemain senior. Namun, ada regulasi khusus bagi pemain senior itu. Syaratnya, pemain senior itu harus tercatat masih berusia 20 tahun dan lahir pada 1998. “Dari kuota maksimal 30 pemain, klub bisa additional 5 pemain U-20. Syaratnya harus berusia 20 tahun dan lahir di sepanjang tahun 1998. Dan pemain itu pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim 2017,” kata Tigorshalom Boboy, CEO LIB. “Persyaratan kedua, pemain senior itu harus terdaftar pada kompetisi musim 2017. Pemain senior masih usia 20 tahun itu, juga boleh tampil di kompetisi U-19,” tutur Tigor, pada Kamis (20/9). Contoh pemain senior klub U-20 yang terdaftar pada Liga 1 U-19 2017 adalah duo Sriwijaya FC, Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson. Dua pemain itu pada musim lalu, memperkuat Persija Jakarta U-19 pada 2017. Sementara itu, Sriwijaya FC mendapat keuntungan pada fase awal, karena mereka akan menjadi tuan rumah untuk dua putaran penuh. “Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan dari semua,” pungkas Tigor. (art) Liga 1 U-19 2018 Fase Awal 29 September Delapan Besar: 5 Desember Semi-Final: 15 Desember Final: 18 Desember. Pembagian Grup Liga 1 U-19 2018 Grup A Sriwijaya FC (tuan rumah) Persija Jakarta Bhayangkara FC PSIS Semarang PS TIRA PSMS Medan Grup B Bali United (tuan rumah putaran pertama) Persib Bandung (tuan rumah putaran kedua) Barito Putera Madura United Persebaya Surabaya Persela Lamongan Grup C Persipura Jayapura Perseru Serui Borneo FC Mitra Kukar Arema FC (tuan rumah putaran pertama) PSM Makassar *) Tuan rumah putaran kedua belum ditentukan  Sistem Kompetisi – Fase awal dimainkan home tournament, sebanyak dua putaran – Dua tim teratas tiap grup melaju ke delapan besar, didampingi dua peringkat tiga terbaik – Delapan besar dimainkan dengan sistem home tournament, satu putaran – Dua tim teratas dari masing-masing grup delapan besar melaju ke semi-final – Semi-final dimainkan home & away – Final netral venue Subsidi Kompetisi – Tuan rumah mendapat Rp200 juta dan wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain – Tuan rumah home tournament wajib menyediakan dua stadion – Setiap tim yang bukan tuan rumah mendapat Rp150 juta Regulasi Pemain – Setiap tim maksimal mendaftarkan 30 pemain – Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan lima pemain kelahiran 1 Januari 1998-31 Desember 1998 – Pemain dengan kategori di atas harus sudah terdaftar pada kompetisi Liga 1 U-19 musim sebelumnya Hadiah – Juara 1 Rp300 juta – Runner-up Rp200 juta – Ketiga Rp100 juta – Pemain Terbaik Rp50 juta – Topksorer Rp50 juta

Bukukan Rekor Fantastis, Australia Cetak Skor 11-0 Kali Kedua Kontra Timnas Putri U-16

Timnas Putri U-16 (merah) harus mengakui ketangguhan Australia dengan skor telak 0-11, dalam laga ketiga babak kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan, pada Rabu (19/9). (istimewa)

Bishkek- Timnas Putri U-16 mengalami kekalahan telak pada matchday ketiga penyisihan Grup D putaran pertama kualifikasi Piala Asia U-16 2019. Bermain di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan, pada Rabu (19/9), Tim Garuda Pertiwi Muda menyerah 0-11 dari Australia. Sebagai catatan, ini kali kedua, dara Australia U-16 mencetak skor sama dengan torehan fantasits. Pada laga perdana, tim berjersey kuning ini, menenggelamkan tim Palestina 11 gol tanpa balas, pada Senin (17/9), di Stadion Dolon Omurkazov, Kirgizstan. Young Girls Socceroos U-16 mulai membuka keran gol menit kelima melalui Nia Stamatopoulos. Disusul gol Georgia Beaumont enam menit kemudian. Setelah itu gol-gol lawan seolah mengalir deras ke gawang Timnas putri Indonesia U-16 kawalan kiper Adinda. Nia mencatatkan hattrick dengan tiga golnya, menyusul gol menit kelima, ia mencetak dua gol lagi. Georgio juga menambah satu lagi gol, sehingga total ia menjaringkan dua gol pada laga ini. Kekalahan telak ini membuat Srikandi merah putih U-16 gagal mempertahankan puncak klasemen Grup D. Tiga pemain Australia lain yang mencatatkan namanya di papan skor adalah Isabella Wallhead (2 gol), Alana Jancevski (1 gol), dan Anna Hunt (3 gol). Tim asuhan Rully Nere ini kini turun ke posisi runner-up dengan enam poin hasil tiga laga, dengan mencetak enam gol namun kebobolan 13 gol. Australia untuk sementara berhasil naik ke puncak klasemen sementara dengan poin enam dari dua pertandingan, melesakkan 22 gol tanpa kebobolan. Garuda Pertiwi Muda masih memiliki peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi mengambil jatah, sebagai dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin terbuka andai Thailand, yang menjadi tuan rumah Piala AFC Putri U-16 pada 2019, menjadi juara grup atau masuk satu sebagai dua tim runner-up berperingkat terbaik. Shafira Ika Putri dan koleha masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan, pada Jumat (21/9). Partai itu jadi duel terakhir di putaran pertama kualifikasi Piala AFC U-19 2019. Hanya kemenangan yang membuka peluang lolos ke putaran kedua kualifikasi. Enam tim juara grup serta dua tim runner-up terbaik, berhak tampil di putaran kedua kualifikasi Piala AFC U-19 2019 yang digulirkan mulai pekan terakhir Februari 2019. (art)

Persija Jakarta U-16 Dua Kali Menang, Liga Elite Pro Academy U-16 2018 Resmi Bergulir

Striker Persija Jakarta U16, Ahmad Paisal (45), nyaris mencetak gol kemenangan bagi timnya. Persija akhirnya mengalahkan Persela Lamongan U16 dengan skor 2-1, di laga perdana Kompetisi Elite Pro Academy U-16 2018, di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (15/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Liga Elite Pro Academy U-16 2018 akhirnya resmi bergulir dengan melibatkan semua tim remaja, dari klub-klub yang berkompetisi di Liga 1 2018. PSSI membagi kompetisi remaja ini menjadi tiga grup, bagi seluruh peserta. Bhayangkara FC, PSIS Semarang, PS Tira, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan berada di Grup A. Laga pertama di grup A yang juga dimulai pada Sabtu (15/9), Bhayangkara FC menghadapi PSIS, PS Tira menghadapi Persib, dan Sriwijaya FC menghadapi PSMS. Sementara di Grup B, ada Bali United, Arema FC, Persija Jakarta, Persela Lamongan, Barito Putera, dan Madura United. Keenam tim yang tergabung di grup ini juga memulai laga pada hari ini. Sementara di Grup C ada Borneo FC, Perseru Serui, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Mitra Kukar, dan Persebaya Surabaya. Untuk Grup C, partai perdana dilangsungkan pada Minggu (23/9). Mengingat kompetisi ini melibatkan remaja dibawah usia 16 tahun, maka tiap pertandingan digelar hanya 2×30 menit. Namun, setiap tim akan menghadapi lawan yang sama, sebanyak dua kali setiap pekannya. Persija kontra Persela misalnya. Keduanya saling berhadapan pada Sabtu (15/9) dan Minggu (16/9). Laga tersebut bukan laga putaran kedua, karena Persija akan bertandang ke markas Persela pada putaran kedua, yang digelar pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10). “Di level usia ini, butuh 25 – 30 laga dalam satu musim kompetisi. Kami buat dua partai sekaligus agar jumlah pertandingan banyak dan berkualitas. Jika durasinya tetap 2×45 menit, recoverynya terlalu pendek. Lagipula kualitas pemain tetap terjaga,” ujar Direktur Teknik PSSI, Danurwindo, penanggung jawab Elite Pro Academy U-16. Persija Jakarta U-16 sukses menjalani awal bagus di kompetisi Elite Pro Academy U-16. Mereka sukses menaklukkkan perlawanan ketat Persela Lamongan U-16 dengan skor 2-1 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (15/9). Dalam laga ini Persija unggul terlebih dahulu, melalui tendangan bebas Muhammad Fajar Firdaus, pada menit ke 10. Namun, Persela sempat menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol gelandangnya, M. Ulil Abshor Abdalla. Macan Muda bisa memetik kemenangan usai Muhammad Amar Fadzillah, yang menjadi pemain pengganti, mampu mencetak gol pada masa injury time babak kedua. Hingga peluit akhir dibunyikan skor tak berubah, dan Persija mengunci kemenangan 2-1. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan mensyukuri kemenangan anak asuhnya. Menurut dia kemenangan ini tak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh semua pemain yang berjuang di pertandingan kali ini. Toh pria kelahiran Medan, 5 Oktober 1969, ini menilai timnya masih ada catatan kedepannya. “Saya bersyukur hasilnya menang, tapi ya memang belum maksimal. Saya akui pertandingan perdana sulit, tapi saya tidak mau tahu alasannya. Pemain yang diharapkan tidak tampil maksimal, justru yang pengganti malah lebih bermain maksimal,” ucap Blitz. Langkah Persija makin mantap, usai lanjutan laga berikutnya, tim ibukota kembali menekuk Persela dengan skor tipis 1-0, pada Minggu (16/9). Ini jadi bekal positif bagi Ikhsan Febrian Rizola dan kolega, yang kembali menjadi tuan rumah saat menghadapi Bali United U-16, pada Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9), di Stadion PTIK. (art) Klasemen Liga Elite Pro Academy U16 2018 Grup A No              Tim                 P      Gol     Poin 1   PSMS Medan U16           2      4:0       6 2   PS Tira U16                   2      1:0       6 3   PSIS Semarang U16       2      3:3       3 4   Bhayangkara FC U16      2      3:3       3 5   Persib Bandung U16       2      0:1       1 6   Sriwijaya FC U16            2      0:4       0 Grup B No             Tim                   P      Gol      Poin 1   Persija Jakarta U16         2      3:1          6 2   Bali United  U16             2      3:1          6 3   Madura United U16         2      2:2          3 4   Barito Putera U16           2      2:2          3 5   Persela Lamongan U16    2      1:3          0 6   Arema FC U16                2      1:3          0 Grup C No             Tim                     P      Gol      Poin 1   Persebaya Surabaya U16   0      0:0          0 2   Borneo FC U16                 0      0:0          0 3   Mitra Kukar U16               0       0:0         0 4   PSM Makassar U16           0       0:0         0 5   Persipura Jayapura U16     0      0:0          0 6   Perseru Serui U16             0      0:0          0 #Grup C partai perdana baru akan dilangsungkan pada Minggu (23/9)

Timnas Putri U-16 Jajal Stadion Spartak Jelang Lawan Palestina, Latihan Diiringi Cuaca Yang ‘Bersahabat’

Jelang laga perdana kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, pada Sabtu (15/9), kontra Palestina, pelatih Timnas U-16 putri, Rully Nere, langsung menggelar latihan hari kedua, pada Jumat (14/9), di Stadion Spartak, Bhiskek, Kirgizstan. (istimewa)

Bhiskek- Pelatih Timnas U-16 putri, Rully Nere, langsung menggelar latihan hari kedua, pada Jumat (14/9). Usai melakukan perjalanan panjang dari Jakarta selama 18 jam menuju kota Bhiskek, Kirgizstan, anak asuh Rully segera menuju laga perdana kontra Palestina U-16 Putri, dalam kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, pada Sabtu (15/9), di Stadion Spartak, Bhiskek. Timnas U-16 Putri sudah berada di kota Bhiskek, Kirgizstan, sejak Selasa (11/9) dan menginap di hotel Jannat, di kawasan tengah kota. Tak membuang waktu lama, Rully langsung menggelar sesi latihan ringan dan conditioning, sejak Kamis (13/9). Dia ingin kondisi anak asuhnya kembali bugar pasca perjalanan panjang. “Tim sudah mulai berlatih sejak Kamis (13/9) sore. Sejujurnya, ini mepet waktunya. Kami praktis hanya punya waktu sehari recovery, usai melakukan perjalanan lama. Dari Jakarta setidaknya kami membutuhkan waktu 18 jam ke Bishkek,” ucap Rully, pada Jumat (14/9). “Semua pemain sehat. Dan kami siap melakukan pertandingan di sini,” ucap winger Timnas era 80’an ini. Meski dalam kondisi baik, pria asal Sentani ini merasa, dinginnya suhu kota Bhiskek yang hanya berbeda waktu 1 jam lebih lambat dari Jakarta ini, bisa menjadi hadangan timnya. “Suhu di sini cenderung dingin saat pagi, rata-rata 20 derajat atau kurang. Kemarin, kami selesai latihan pukul 16:00 (waktu setempat). Udara dingin berpengaruh bagi penampilan pemain,” jelasnya. Saat sesi latihan Jumat pagi, cuaca lebih ‘bersahabat’ karena berkisar di angka 23-25 derajat celcius. Meski demikian, anggota Exco PSSI sekaligus ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita, Papat Yunisal, yang mendampingi tim, memastikan skuat merah putih siap tempur. “Kami baru selesai latihan pukul 12:00 siang (waktu setempat), di Stadion Spartak, di Bhiskek. Stadion ini, jadi venue laga kami melawan Timnas U-16 Palestina besok,” jelasnya. Garuda Pertiwi remaja tergabung di Grup D dalam kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, bersama Australia, Taiwan, Palestina, dan Kirgizstan. Shafira Ika Putri dan kolega membidik lolos ke putaran kedua kualifikasi Piala Asia U-16 Putri, saat berjibaku dalam putaran pertama yang dilangsungkan di negara pecahan Uni Sovyet itu, mulai 15-23 September 2018. Demi memenuhi target itu, skuat yang berkekuatan 20 pemain ini, harus melewati jalan sulit. Dari lima tim yang tergabung di Grup D, hanya juara dan Runner up yang berhak lolos ke putaran kedua, yang dilangsungkan pada 23 Februari-3 Maret 2019, di tempat yang belum ditentukan. Rully mengaku sudah mengetahui kekuatan lawan-lawan Indonesia di Grup D. Khusus untuk Australia, Palestina dan Kirgizstan, dinilai memiliki kelebihan postur tubuh, sedangkan kecepatan dan stamina menjadi aspek yang diwaspadai dari Taiwan. “Kami siap bermain di ajang ini, kondisi pemain pun sangat bagus. Kerangka tim sudah terbentuk sesuai yang kami inginkan. Kami mohon doa dan dukungan bangsa Indonesia agar kami mampu menampilkan permainan terbaik dan maksimal di turnamen ini,” pungkasnya. (art)

Batal Gelar Turnamen Mini, PSSI Sodorkan Turnamen Segitiga Untuk Timnas U-19

Winger Timnas U-19, Aulia Hidayat (merah) berusaha melepaskan sepakan ke arah gawang Persibara Banjarnegara, dalam laga uji coba di Stadion UNY, Depok, Sleman, pada Sabtu (8/9). Timnas U-19 berhasil menang 2-1 pada laga itu. (kampiun.id)

Jakarta- Turnamen mini yang sedianya dikuti Timnas U-19 beserta tiga negara undangan, akhirnya dipastikan batal. Namun, event ini tidak batal total, hanya konsep pertandingannya berubah menjadi turnamen segitiga. Ini terjadi karena dari tiga negara undangan, tercatat dua saja yang dipastikan hadir. Hal ini diungkapkan langsung oleh manajer Timnas U-19, Daconi Khotob, pada Jumat (14/9). “Dari informasi yang saya terima dari Ibu Sekjen PSSI (Ratu Tisha), turnamen akhirnya digelar bersama timnas Cina U-19 dan Thailand U-19 saja. Jadi formatnya juga berubah menjadi turnamen segitiga,” jelas Daconi. Adapun jadwal turnamen segitiga ini adalah akan digelar pada 21-25 September di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Pada laga pembuka akan saling berhadapan Timnas Cina U-19 melawan Timnas Thailand U-19 pada Jumat (21/9). Kemudian pada Minggu (23/9), Tim Garuda Nusantara akan berhadapan dengan Timnas Thailand U-19. Sedang pada matchday terakhir, yakni Selasa (25/9), Nurhidayat dan kolega dijajal oleh timnas Cina U-19. Setelah turnamen segitiga ini, PSSI masih menyiapkan satu agenda uji coba lagi untuk skuat asuhan Indra Sjafri. “Untuk uji coba lawan negara dari kawasan Arab, akan digelar Oktober yakni lawan Arab Saudi 6 Oktober dan Yordania pada 13 Oktober,” tambah Daconi. Dikatakannya, meski ada perubahan jumlah negara yang mengikuti turnamen ini, harapannya tentu saja tetap memberikan manfaat berarti bagi Timnas U-19 sebelum terjun di arena Piala AFC U-19 2018 mendatang. “Ini tentunya bagus dan positif untuk pemantapan tim, sebelum maju ke medan perang sesungguhnya nanti,” doa mantan CEO Semen Padang ini. Saat ini, timnas U-19 masih terus mematangkan diri di pemusatan latihan di Yogyakarta. (art) Jadwal Turnamen Segitiga Timnas U-19  Jumat 21 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Cina U-19 vs Timnas Thailand U-19 Minggu 23 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Thailand U-19 Selasa 25 September Stadion : Pakansari, Cibinong, Bogor Timnas Indonesia U-19 vs Timnas Cina U-19

Tak Peduli Suriah Mundur dari Mini Turnamen, Indra Sjafri Hanya Butuh Lawan Tanding

Timnas U-19 melakukan persiapan jelang Piala Asia U-19 2018, dengan melakukan uji coba dalam format mini turnamen memakai sistem trofeo, melawan Timnas U-19 China dan Thailand U-19, mulai 21 September, di Stadion Pakansari, Bogor. (kampiun.id)

Yogyakarta- Timnas U-19 terus melakukan persiapan jelang gelaran Piala Asia U-19 2018 pada Oktober nanti. Salah satunya event yang akan digelar oleh PSSI dengan mengadakan mini turnamen di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, mulai Jumat (21/9). Dalam mini turnamen itu, Timnas U-19 akan menghadapi Thailand dan China. Namun, Timnas U-19 Suriah, akhirnya dipastikan batal datang ke Indonesia karena padatnya jadwal pertandingan di Asia Barat. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, tak ingin ambil pusing tentang batalnya Suriah dalam mengikuti mini turnamen. Pria kelahiran 2 Februari 1963 ini hanya ingin PSSI mengabulkan keinginannya supaya memcarikan lawan uji coba yang sama dengan peserta Piala Asia U-19 2018. “Saya tahu (kabar itu), cuma saya mau hal-hal seperti ini, PSSI yang merilis, dan bukan dari saya, karena itu pekerjaan dari PSSI. Saya hanya butuh uji coba dengan situasi yang sama dengan turneman yang sebenarnya,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja. Dalam event ini, tim merah putih Junior akan bermaterikan sebanyak 28 pemain. Hal itu disampaikan Indra yang menyebut dirinya belum akan melakukan pencoretan didalam skuatnya. “Saat ini masih ada 28 pemain. Itu masih cukup,” tegas pria asal Lubuk Nyiur, Painan, Sumatera Barat. Hal serupa juga diungkap Manajer Timnas U-19, Daconi yang menyatakan, hanya dua negara yang menjadi lawan Saddil Ramdani dan kawan-kawan, jelang Piala Asia U-19 2018. Dua lawan tersebut adalah Thailand dan China, sedangkan Suriah menarik diri dari keikutsertaannya. “Baru saja saya dapat kabar dari Sekjen PSSI, jika Thailand dan China sudah pasti ikut. Tetapi Suriah kemungkinannya batal datang. Jadwal uji coba tetap dilaksanakan, tapi dengan sistem Trofeo saja,” sebut Daconi, pada Rabu (13/9). Sekadar informasi, Timnas U-19 terakhir kali bertanding resmi, pada 14 Juli 2018, dalam perebutan juara tiga Piala AFF U-18 Menghadapi Thailand, Nurhidayat Haji Haris dan kolega berhasil meraih kemenangan 2-1. Dalam gelaran Piala Asia U-19 2018, Tim Garuda Nusantara berada satu grup dengan Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Taiwan. Di laga perdana, Saddil Ramdani dan kawan-kawan akan bersua Taiwan, pada 18 Oktober 2018. (art)

Timnas U-16 Ditahan Imbang Oman Saat Uji Coba Terakhir, Bagus Kahfi Sumbang 7 Gol

Amiruddin Bagus Kahfi sukses mencetak 7 gol, dalam tiga laga Uji Coba yang dilakukan Timnas U-16, selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur, Malaysia, jelang penyisihan Grup C Piala AFC U-16 2018. (goal.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mendapat lawan sepadan dalam persiapan menuju Piala AFC U-16 2018. Pada uji coba terakhir, tim asuhan Fakhri Husaini menantang Timnas Oman U-16, pada Rabu (12/9). Jadi lawan sepadan karena pertandingan ini akhrinya berkesudahan 3-3. Laga kontra Oman berlangsung di Stadion USIM (University Science Islamic Malaysia) Mini Stadium, Nilai-Negeri Sembilan, Malaysia. Tim Garuda Asia langsung tampil dengan kekuatan terbaik pada laga ini. Maklum, ini adalah partai uji coba pertama dengan timnas negara lain, usai meraih titel juara Piala AFF 2018. Amiruddin Bagus Kahfi kembali bersinar lewat sumbangan tiga gol alias hattrick, pada laga ketiga uji coba yang digelar Tim Garuda Asia, selama menggelar pemusatan latihan di Malaysia, sejak Rabu (29/8). Dua gol dilesakkan Bagus pada babak pertama dan satu gol lain dihasilkan pada babak kedua. Bomber asal Magelang itu total mencetak tujuh gol sekaligus, dalam tiga uji coba di Kuala Lumpur. Satu gol dibukukan saat kontra Sime Darby U-17, serta hat-trick pada dua laga melawan Felda United U-17 dan Timnas U-16 Oman. “Ini laga yang ketat. Kami mendapatkan lawan yang tangguh. Babak pertama, setelah kami unggul lebih dulu 1-0, pemain banyak kehilangan bola, karena lambat beradaptasi dengan lapangan basah,” kata Fakhri, pad Rabu (12/9). Secara khusus, Fakhri memuji penampilan Bagus. “Tiga gol yang dibuat Bagus itu hasil dari keberaniannya melakukan penetrasi dan memanfaatkan momen transisi positif,” ujarnya. Meski begitu, Fakhri juga menyanjung pemain lain dalam tim asuhannya. “Saya juga puas dengan penampilan pemain lain, meski ada catatan untuk kami evaluasi setelah kami bahas nanti dengan tim pelatih,” lanjutnya. Laga melawan Oman menutup rangkaian uji coba jelang Piala AFC U-16 2018 di Malaysia. Tim merah putih remaja sebelumnya unggul telak 4-0 atas Sime Darby U-17, pada Jumat (31/8). Mereka kembali menang 5-0 atas Felda United U-17, pada Selasa (4/9). Usai menuntaskan rangkaian uji coba di Malaysia, Timnas U-16 bersiap, secara khusus menyongsong laga perdana penyisihan Grup C Piala AFC U-16 2018 kontra Iran, pada Jumat (21/9). Selain Iran, Timnas U-16 juga akan meladeni Vietnam, Senin (24/9), dan menantang India di pertandingan terakhir, pada Kamis (27/9). Seluruh pertandingan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. (art) Hasil Uji Coba Timnas U-16 di Kuala Lumpur: Jumat (31/8) Timnas U-16 vs Sime Darby U-17 Skor : 4 – 0 (Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, dan Amiruddin Bagus Kahfi) Selasa (4/9) Timnas U-16 vs Felda United U-17 Skor : 5 – 0 (Bagus Kahfi (3 gol), Amanar Abdillah (1 gol), dan Muhammad Salman (1 gol)) Rabu (12/9) Timnas U-16 vs Timnas Oman U-16 Skor : 3 – 3 (Bagus Kahfi (3 gol))

Tanpa Gembar Gembor, 20 Pemain Timnas Putri U-16 Menuju Kyrgyztan Tampil di Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 pada Selasa (11/9) bertolak menuju kota Bishkek, Republik Kyrgyzstan, usai merampungkan pemusatan latihan di Banjarnegara (Jawa Tengah) dan Sawangan. Mereka akan tampil di kualifikasi Piala Asia U-16 2019. (suaramerdeka.com)

Jakarta- Timnas Putri U-16 pada Selasa (11/9) bertolak menuju kota Bishkek, Republik Kyrgyzstan, usai merampungkan pemusatan latihan di Banjarnegara (Jawa Tengah) dan Sawangan. TC ini sebagai persiapan sebelum mereka tampil di kualifikasi Piala AFC (Asia) U-16 Putri 2019 Di babak kualifikasi Piala Asia U-16 2019, Timnas putri U-16 bergabung di Grup D bersama Australia, Taiwan, Palestina, dan Kyrgyzstan. Laga-laga di Grup D ini akan digelar di Stadion Dolon Omurzakov, Bishkek, Republik Kyrgyzstan, pada 15-23 September 2018. Pada pertandingan perdana, Sabtu (15/9), Palestina menjadi lawan Safira Ika Putri dan kolega. Jika berhasil lolos ke putaran final, maka ini akan menjadi yang pertama bagi Srikandi U-16. Sedangkan, babak putaran final AFC U-16 Putri, rencananya akan dihelat di Thailand, pada 2019. Selama sebulan sejak awal Agustus, Timnas melakukan TC di Banjarnegara guna beradaptasi dengan suhu udara, karena cuaca di daerah ini termasuk dingin. Hal ini penting agar para pemain tak kaget dengan kondisi kota Bishkek, di Kyrgyzstan, yang terhitung sejuk, selama bulan September ini. “Banjarnegara memiliki suhu udara yang dingin. Sehingga diharapkan para pemain bisa beradaptasi dengan cepat saat mengikuti AFC U-16 Putri, di Bishkek nanti,” jelas Manajer Tim, Lasmi Indaryani, beberapa waktu lalu. Selama TC di Banjarnegara yang digelar di Stadion Soemitro Kolopaking, Timnas putri U-16 sudah melakoni lima uji coba menghadapi tim-tim wanita di Jateng. Hasilnya, mereka mampu memenangi empat laga dan sekali kalah. ”Kami tak membebani para pemain dengan target tinggi. Hanya, kami ingin mereka memainkan permainan terbaik di setiap pertandingan. Dengan main baik, harapannya tentu bisa menang,” kata Yani. ”Persaingan di Grup D sangat ketat. Namun, kami tetap berusaha maksimal agar bisa lolos dari penyisihan grup,” imbuhnya. Usai melawan Palestina pada Sabtu (15/9), di laga perdana Grup D, Timnas yang berkekuatan 20 pemain ini akan menghadapi tuan rumah, Kyrgyzstan, pada Senin (17/9), lalu berjumpa Australia pada Rabu (19/9), dan laga terakhir menantang Taiwan, pada Jumat (21/9). Menurut pelatih Timnas Senior Putri, Satia Bagja, tensi di event yunior untuk putri ini tak akan berbeda jauh dengan situasi di level putra. Apalagi, semua negara juga nyaris memiliki persoalan yang sama, terkait kesiapan materi pemain. “Pasti rame ‘lah untuk level Junior. Mirip di Kategori putra, meski labelnya Piala Asia, tapi kalau yang tampil adalah tim Junior, pasti berlangsung seru dan setiap negara masing-masing punya peluang untuk tampil terbaik. Apalagi, tak semua negara punya materi pemain timnas putri yang solid,” tegas Satia. Namun, Satia menggaris bawahi jika persiapan Timnas Putri U-16 sejatinya harus memiliki program latihan serta uji coba yang realistis. Ia membandingkan Timnas Putri Senior yang kerap beruji coba dengan tim putra lokal, jelang tampil di Piala AFF Wanita 2018 dan Asian Games 2018. “Saat uji coba dengan tim putra, pasti minim terjadi kontak fisik, body charge, ataupun sliding tackle keras. Jadi, anak-anak ya tidak realistis mainnya. Atmosfir pertandingan nggak ada. Sementara, saat kami uji coba dengan lawan Timnas putri yang sepadan, tarik-tarikan baju sesama pemain saja, bisa menjatuhkan mental,” urainya. Pada kualifikasi ini, AFC menerapkan kebijakan satu negara ditunjuk sebagai tuan rumah di setiap grupnya, dengan format setiap tim akan bertemu satu kali. Untuk grup D, laga akan digelar di Bishkek, Republik Kyrgyzstan. Babak kualifikasi AFC U-16 Putri dibagi dalam dua putaran. Untuk putaran pertama, akan digelar pada 15-23 September 2018. Sedangkan putaran kedua, diselenggarakan pada 23 Februari-3 Maret 2019. Nantinya, dua tim teratas dari masing-masing grup, akan lolos ke putaran final pada 2019. Sementara ini, AFC menetapkan Thailand sebagai tuan rumah putaran final. (art) Skuat Timnas U-16 AFC U-16 Putri Pelatih : Rully Nere Kiper Adinda Dwi Citra Prameswari (Tangerang) Sofingatun (Kebumen) Fani (Banjarnegara) Belakang Portia Fischer (Jakarta) Shalika Aurelia Viandrisa (Jakarta) Sasi Kirana (Tangerang Selatan) Syafira Azzahra Ramadhanti (Sidoarjo) Leni Maharani (Depok) Gisela Gwen Michelle (Jakarta) Reva Octaviani (Bogor) Safira Ika putri Kartini (Sidoarjo) Tengah Helsya Maeisyaroh (Bekasi) Azra Zifa Kayila (Jakarta) Jasmine Sefia Waeni Cahyono (Malang) Anisa Febiana (Sleman) Zahra Naqiyyah Primadi (Bandung) Sheva Imut Furyzcha (Surabaya) Naysila Ursila (Cibinong) Depan Firanda (Tanjung Pinang) Agnes Matulapelwa (Cibinong) Penyisihan Grup Kualifikasi AFC U-16 Putri 2019 Grup A Tiongkok, Uzbekistan, Yordania, Guam, Sri Lanka (tuan rumah) Grup B Laos, India, Hong Kong, Pakistan, Mongolia (tuan rumah) Grup C Thailand, Iran, Northern Mariana Islands, Singapura, Tajikistan (tuan rumah) Grup D Australia, Taiwan, Kyrgyzstan (tuan rumah), Palestina, INDONESIA Grup Filipina, Myanmar, Malaysia, Nepal (tuan rumah), Suriah Grup F Bangladesh (tuan rumah), Vietnam, Uni Emirate Arab, Bahrain, Lebanon

Menang Tipis 1-0 Dari Mauritius, Poin Indonesia di Peringkat FIFA Bertambah 1001

Aksi winger Timnas Senior asal klub Persebaya Surabaya, Irfan Jaya (18), saat menaklukkan Timnas Mauritius 1-0, dalam laga pertandingan uji coba internasional, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Selasa (11/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Senior unggul tipis 1-0 dari Mauritius, saat melakoni laga persahabatan internasional di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Selasa (11/9). Selain untuk persiapan Piala AFF 2018, laga ini penting karena bisa mendongkrak Indonesia di ranking FIFA. Merunut ranking FIFA per 16 Agustus 2018, Indonesia masih terkunci di urutan ke-164 dengan 992 poin. Sementara sang lawan yang berjuluk Club M (Mauritius) dan Les Dodos (burung Dodo khas Mauritius), ada di peringkat ke-155 dengan 1.028 poin. Pada uji coba ini, Indonesia yang mendominasi jalannya pertandingan baru bisa mencetak skor pada menit akhir waktu normal. Berawal dari sepakan striker Arema FC, Dedik Setiawan, yang belum semenit memasuki lapangan sebagai pemain pengganti, yang bisa ditepis kiper Mauritius, Jean-Louis Kevin. Bola rebound Dedik, akhirnya dituntaskan Evan Dimas menjadi gol, di menit ke-89. Dikutip dari Labbola, Stefano Lilipaly dkk menguasai duel ini. Mereka mencatat 67 persen penguasaan bola, berbanding 33 persen milik Mauritius. Indonesia mampu mencatat 10 peluang berbahaya dan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara sang lawan, hanya mengemas enam peluang, dengan tiga shot on target. Dari sisi akurasi umpan, Tim Merah Putih sanggup menyentuh kisaran angka 84 persen, berbanding 72 persen catatan para pemain tim tamu. Yakni, 472 dari 556 umpan pemain Indonesia mengarah tepat sasaran. Catatan itu terbilang timpang, jika dibandingkan peforma negara kepulauan di kawasan pantai timur Benua Afrika itu. Tim tamu bahkan ‘hanya’ mengalirkan 196 operan sukses, alias nyaris tiga kali lipat di bawah timnas Indonesia. Lantas, apa yang membuat timnas Indonesia “hanya” menang tipis? Jawabannya adalah kepiawaian Jean-Louis dalam melindungi gawangnya. Kiper klub Pamplemousses SC di Liga Mauritania ini, mampu melakukan 6 penyelamatan! Salah satu aksi terbaik pria bertinggi 189 cm, itu terjadi pada menit ke-30, saat dengan berani mementahkan peluang Stefano Lilipaly, yang sudah berhadapan satu lawan satu. Meski demikian, Pelatih Mauritius, Francisco Filho mengaku jika Timnas Indonesia memiliki materi pemain yang lebih baik dari timnya. Filho menyebut permainan Indonesia sangat agresif. Ia merasakan tekanan yang luar biasa dari serangan Indonesia, sepanjang pertandingan. “Indonesia…. mereka punya pemain yang bagus. Mereka menang beruntung, hahaha,, tapi itu hanya lelucon saya saja. Ya Indonesia luar biasa, dan berhak menang kali ini,” ujar Filho selepas pertandingan. “Kami berhasil menahan gempuran Indonesia. Pada menit akhir kami melakukan kesalahan dan kesalahan itu membuat kami kebobolan,” tandasnya. Les Dodos mengakhiri dua pertandingan kalender FIFA di Asia Tenggara, tanpa kemenangan. Sebelumnya, Mauritius bermain imbang 1-1 atas Singapura. Sementara Asisten Pelatih Timnas, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku bersyukur karena anak asuhnya bisa tampil sabar. Ia menjelaskan bukan perkara mudah bisa membongkar pertahanan tim yang bermain solid (compact defense) seperti Mauritius. Menurutnya, butuh kesabaran untuk bisa mendapatkan peluang. “Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, karena butuh kesabaran membongkar pertahanan yang bagus itu tidak gampang. Tapi pemain mengikuti instruksi dan bermain sabar. Saya salut kepada tim Mauritius yang bermain bertahan dengan bagus. Ini jadi bahan evaluasi jelang AFF,” ujar Kurniawan, pada Selasa (11/9). Hasil Kemenangan di stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi itu, diperkirakan segera mendongkrak peringkat tim Garuda di rangking FIFA. Itu artinya, Hansamu Yama dan kawan-kawan berhasil menambah poin, dari 992 menjadi 1.001. Dengan raihan poin sebanyak itu, tim asuhan kuartet legenda Indonesia Danurwindo, Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandi dan Bima Sakti ini, berpeluang naik dua tingkat ke posisi 162 ranking FIFA. Serta menggeser Belize dan Vanuatu. (Ham)

Liga 1 ELite U-16 Bergulir 15 September, PSSI Sebar Bibit Profesional Untuk Timnas

Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16 20188. Kompetisi tersebut mulai bergulir pada Sabtu (15/9), di beberapa kota di Indonesia. (media persija jakarta)

Jakarta– Terobosan baru digulirkan PSSI dengan melangsungkan Turnamen Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, mulai 15 September hingga 16 Desember. Sebanyak 18 tim dibawah usia 16 tahun (U-16) dari klub peserta Liga 1 2018, akan mengikuti kompetisi remaja, yang dibagi dalam tiga grup ini. Managers meeting telah diselenggarakan di Sawangan, Depok, dan dihadiri perwakilan 18 klub yang akan bertanding. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Direktur Teknik Danurwindo, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ratu Tisha Destria ikut hadir. “PSSI bangga dapat menyelenggarakan kompetisi U-16, yang mulai berlangsung di bulan September ini. Ini menjadi sejarah, yang untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi di level usia tersebut,” kata Joko Driyono. Kompetisi ini adalah lanjutan dari festival Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, yang telah diselenggarakan pada Juli lalu. Saat itu, 15 tim junior Liga 1 2018, ikut dalam festival yang diadakan di Sawangan, Depok. “Dari kompetisi ini, kami juga melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kemendikbud. PSSI berharap dengan adanya event ini, bisa membantu Tim Nasional atau klub-klub profesional, mencari pemain,” ungkap mantan Sekjen PSSI asal Ngawi itu. Pada turnamen yang juga disebut Liga 1 Elite U-16 2018 ini, tiap tim di grup A dan B bakal menjalani dua kali laga kandang dan tandang, dengan lawan yang sama di babak penyisihan grup. Pertandingan akan dilaksanakan tiap akhir pekan. Ini dilakukan, agar tiap tim memperoleh laga sebanyak 20 pertandingan. Khusus grup C, digelar dengan format home tournament, yang dilaksanakan dalam empat seri, dan sebanyak lima pertandingan tiap serinya. Namun, saat ini, belum ditentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah grup C. Liga 1 Elite U-16 akan berdurasi 2×30 menit, dengan waktu turun minum selama 10 menit. Juara, runner-up, dan dua peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak 8 besar. Pada fase ini, delapan tim akan masuk ke dalam dua grup, dengan sistem satu seri home tournament. Dua tim dari setiap grup, melaju ke babak semifinal, dan pemenang pada babak itu, akan melaju ke pertandingan final. Sementara itu, Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B dan akan bersaing dengan Bali United, Arema FC, Persela Lamongan, Barito Putera dan Madura United. Sedangkan 12 klub lainnya tergabung di Gru B dan Grup C yang juga diisi enam klub. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan menyebut lolos ke 8 besar bukan tugas mudah. Meski Persija tak segrup dengan Persib Bandung, yang merupakan rival bebuyutan, namun aroma persaingan tetap hangat. Tim Macan Muda terbentuk sejak Juli lalu. Fajar Firdaus dan kawan-kawan bahkan sudah melakoni beberapa uji coba dengan klub junior Liga 1. “Siapa pun lawannya, kami pasti berusaha keras, untuk lolos ke babak 8 besar. Memang bukan tugas mudah, tapi saya memiliki keyakinan dengan usaha keras anak-anak, kami akan meraih hal itu,” ujar Blitz. (art) Grup Liga 1 Elite U-16 2018 GRUP A Bhayangkara FC PSIS Semarang PS Tira Persib Bandung Sriwijaya FC PSMS Medan GRUP B Bali United Arema FC Persija Jakarta Persela Lamongan Barito Putera Madura United GRUP C Borneo FC Perseru Serui Persipura Jayapura PSM Makassar Mitra Kukar Persebaya Surabaya

Delapan Pemain Senior Dampingi Skuat U-23, Jelang Laga Timnas Lawan Mauritius di Bekasi

Evan Dimas (6), Irfan Jaya (18) dan Hansamu Yama (16) akan didampingi delapan pemain senior pilihan PSSI, jelang partai persahabatan melawan Mauritius, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Selasa (11/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas Indonesia akan menghadapi Mauritius pada pertandingan persahabatan persiapan Piala AFF 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (11/9). Tim Garuda didukung statistik positif menghadapi tim asal Benua Afrika tersebut. Mauritius menjadi negara Afrika kelima, yang akan dihadapi Tim merah putih dalam kurun 11 tahun terakhir. Sebelumnya, Boaz Solossa dkk sudah pernah menjajal kekuatan Kamerun, Mauritania, dan Liberia. Hasilnya pun tak mengkhawatirkan. Skuat Garuda tercatat hanya kalah sekali melawan negara-negara asal Benua Afrika tersebut. Lalu menelan kekalahan tipis 0-1, ketika menghadapi Kamerun pada 25 Maret 2015. Adapun pada tiga laga sisanya, diakhiri dengan hasil dua kemenangan dan sekali imbang. Dua kemenangan diraih saat menekuk Liberia pada 30 Juni 2007 dengan skor 2-1, dan menang 2-0 atas Mauritania pada 17 Mei 2012. Dan raihan imbang 1-1 pernah diraih melawan Kamerun, pada 17 November 2012. Pada laga melawan Mauritius, Timnas akan ditangani asisten pelatih, Bima Sakti, dan Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Sebab, pelatih Luis Milla masih berada di Spanyol usai Asian Games 2018. Bima menyebut bakal membawa 22 pemain untuk laga uji coba tersebut. Seluruh pemain kabarnya akan dikumpulkan di Jakarta, pada Sabtu (8/9). Laga nanti menjadi edisi kedua yang dilakoni Timnas Indonesia pada 2018. Sebelumnya, anak asuh Milla takluk 1-4, ketika menjamu Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 14 Januari 2018. Mauritius bukan satu-satunya lawan yang dihadapi Indonesia, jelang mengikuti AFF 2018. Setelah menghadapi Mauritius, Timnas akan menghadapi Myanmar (9/10) dan Hong Kong (16/10). PSSI pun merilis 20 nama yang akan bermain untuk pertandingan uji coba ini. Dari 20 pemain itu, ada delapan nama pemain senior yang mendapat panggilan. Pemain dari Asian Games 2018 masih menjadi mayoritas yang mengisi skuad Timnas Indonesia pada partai ini. Delapan pemain senior yang mendapat panggilan itu adalah Muhammad Ridho (Borneo FC), Fachruddin (Madura United), Rizki Pora (Barito Putera), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Alfin Tuasalamony (Arema FC), Boaz Solossa (Persipura) Stefano Lilipaly (Bali United) dan Dedik Setiawan (Arema FC). Sedangkan 12 pemain lainnya adalah para pemain yang berusia di bawah 23 tahun. “Kami memanggil dengan skuat kombinasi pemain usia 23 yang bermain di Asian Games lalu, dengan para pemain senior,” ujar Bima, dilansir dari situs resmi PSSI, pada Kamis (6/9). (art) Daftar 20 pemain Indonesia melawan Mauritius: Kiper 1. Muhammad Ridho (Borneo FC) 2. Awan Setho (Bhayangkara FC) Belakang 3. Fachrudin (Madura United) 4. Bagas Adi (Arema FC) 5. Hansamu Yama (Barito Putera) 6. Rizky Pora (Barito Putera) 7. Alfin Tuasalamony (Arema FC) 8. Gavin Kwan (Barito Putera) Tengah 9. Evan Dimas (Selangor FA) 10. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 11. Bayu Pradana (Mitra Kukar) 12. Zulfiandi (Sriwijaya FC) 13. Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) 14. Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) 15. Febri Hariyadi (Persib Bandung) 16. Ilham Udin (Selangor FA) 17. Septian David (Mitra Kukar) 18. Stefano Lilipaly (Bali United) Depan 19. Boaz Solossa (Persipura Jayapura) 20. Dedik Setiawan (Arema FC)

Siapkan Event Pemanasan Piala Asia U-19, PSSI Gelar Turnamen Mini Timnas U-19 di Pakansari

Jelang berlangsungnya Piala Asia U-19 2018, PSSI mengajak dua negara yakni China dan Thailand, dalam sebuah event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. (goal.com)

Jakarta- Jelang event Piala Asia U-19 2018, PSSI berencana menggelar turnamen mini untuk Timnas U-19, bersama tiga negara lainnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Piala Asia U-19 yang digelar pada 18 Oktober – 4 November, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Garuda Jaya diharapkan meraih target empat besar, demi lolos ke Piala Dunia U-20 setahun kemudian. Untuk mencapai target itu, anak asuh Indra Sjafri telah menjalani serangkaian laga uji coba dengan tim lokal. Teranyar, Timnas U-19 menghadapi klub Liga 2, Semen Padang. Pada pertandingan yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (25/8), Nurhidayat dan kawan-kawan, akhirnya harus kalah adu penalti 3-4, setelah dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang 3-3. Usai uji coba di Padang, PSSI mengajak dua negara Asia dalam event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. “Kami sudah menghubungi Sekjen PSSI untuk melaporkan agenda ini. Dua negara sudah past ikuti, yakni Thailand dan China. Satu negara lainnya antara Korea Selatan dan Suriah,” ujar Manajer Timnas U-19, Daconi Chotob, pada Rabu (5/9). Turnamen ini akan menjadi persiapan terakhir bagi Timnas U-19, sebelum tampil di Piala Asia U-19. Tim merah putih, berada di Grup A bersama Taiwan, Uni Emirat Arab, serta Qatar. Daconi menyebut, jika Tim Garuda Jaya ingin meraih hasil yang lebih baik dibanding edisi 2014. “Semuanya merupakan lawan tangguh. Meski demikian, kami akan berupaya keras untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup. Ini momen yang pas, apalagi bermain di hadapan publik sepakbola Indonesia,” kata Daconi. (art)

Bagus Kahfi Cetak Hattrick, Timnas U-16 Pede Jajal Oman di Laga Uji Coba Terakhir

Timnas U-16 meraih kemenangan kedua 4-0 atas tim remaja, Felda United FC U-17, di di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi mencetak hattrick pada laga itu. (PSSI.org)

Kuala Lumpur– Jelang tampil di Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung di Malaysia, pada 20 September – 7 Oktober 2018, Timnas U-16 menjalani pemusatan di Negeri Jiran sejak Kamis (30/8). Selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur itu, tim asuhan Fakhri Husaini tak hanya menjalani game internal. Garuda Asia –julukan Timnas U-16– juga mengagendakan tiga laga uji coba. Pada Jumat (31/8), Timnas U-16 menjalani laga uji coba perdana, kontra tim lokal, yakni Sime Darby FC U-17. Pada laga itu, David Maulana dan kolega menang 4-0. Gol-gol Timnas Indonesia U-16 dilesakkan Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi dan Amiruddin Bagus Kahfi. Dalam laga itu, Fakhri menurunkan semua 23 pemain yang dibawa ke Malaysia, termasuk empat personel baru. Mereka ialah Fatah Aji (PPLP DKI), Muhammad Uchida Sudirman (Patriot 165 FC), Subhan Fazri (Posila Lokhseumawe) dan Cecep Maulana (ASAD 313). Selanjutnya di uji coba kedua, Timnas U-16 meraih kemenangan 5-0, atas Felda FC U-17, di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Gol Indonesia dicetak oleh hattrick Amiruddin Bagus Kahfi pada babak pertama. Lalu dua gol lagi dilesakkan oleh Amanar Abdillah, dan Muhammad Salman. Dan Rabu (12/9), peraih titel kampiun Piala AFF U-16 2018 ini, dijadwalkan meladeni kontestan Piala Asia U-16 2018, Oman, sekaligus menutup rangkaian laga uji coba merah putih, di Kuala Lumpur. Fakhri mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Ia berharap dua kemenangan itu menjadi stimulus bagi para pemain untuk tampil maksimal saat berlaga di Piala Asia U-16. “Saya berharap kemenangan ini menjadi suntikan motivasi bagi para pemain, sekaligus menjaga konfedensi mereka, jelang uji coba lawan Oman,” ujar Fakhri, pada Rabu (5/8). Persiapan matang memang wajib dilakukan Timnas U-16. Sebab, target besar diberikan PSSI kepada mereka. Tim merah putih remaja ditargetkan lolos ke fase semifinal agar ikut ambil bagian di Piala Dunia U-17 2019, yang berlangsung di Peru. (art)

Efek Domino Piala AFF U-22 2019, Kunci Tongkat Estafet Skuat Junior Timnas Indonesia

Salah satu event yang jadi terobosan baru AFF adalah event Piala AFF U-22, yang akan diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah perdana. Nama Egy Maulana Vikri yang memperekuat klub Polandia, Lechia Gdansk, menjadi kandidat skuat Timnas Indonesia di ajang itu. (goal.com)

Jakarta- Dewan AFF menggelar sidang ke-16 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/8). Dalam sidang itu diputuskan beberapa negara yang menjadi tuan rumah kejuaraan, mulai Piala AFF U-15, Piala AFF U-18, sampai Piala AFF U-22, untuk penyelenggaraan 2019. Hasil sidang memutuskan Piala AFF U-15 2019 akan berlangsung di Thailand, Piala AFF U-18 2019 di Vietnam. Dan, Piala AFF U-22 digelar di Kamboja. Dari sekian banyak agenda kejuaraan AFF pada 2018, Indonesia tak kebagian satupun sebagai penyelenggara. Sebab, pada 2018, Indonesia sudah banyak menjadi tuan rumah agenda AFF. Salah satu event yang menjadi terobosan baru AFF adalah pelaksanaan perdana ajang Piala AFF U-22. Rencananya kejuaraan itu bakal diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah pertama. Namun, untuk kepastian bulan atau tanggal pasti penyelenggaraannya, AFF belum bisa memutuskan. Meski demikian ada opsi yang disiapkan, yakni sebelum, atau sesudah SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina. Khusus bagi Indonesia, mengikuti Piala AFF U-22 bakal dibutuhkan perombakan besar di skuat tim nasional. Maklum, sebagian besar penggawa Asian Games 2018 sudah melewati batas usia 22 tahun, pada 2019. Sebagai contoh di lini belakang, hanya ada nama Andy Setyo (20 tahun) dan Bagas Adi Nugroho (21 tahun) yang pada 2019, belum melewati umur 22 tahun. Lalu di posisi kiper, tinggal menyisakan Awan Setho (21 tahun), dan Satria Tama, jika ia masih dipanggil Timnas. Sementara itu di lini tengah, Indonesia kehilangan generasi yang menjuarai Piala AFF U-19 2013. Trio Evan Dimas, Hargianto, dan Zulfiandi, tahun depan akan menginjak usia 23-24 tahun, yang tentunya tak bisa diturunkan di Piala AFF U-22. Dua pemain yang berpotensi tampil adalah Hanif Sjahbandi dan Septian David Maulana. Keduanya sekarang berumur 21 tahun. Justru, yang paling mengkhawatirkan adalah komposisi lini depan. Indonesia sampai detik ini belum memiliki penyerang kategori U-22 dengan kualitas mumpuni. Bahkan, di gelaran Asian Games 2018, pun merah putih sampai harus menggunakan jasa Beto Goncalves, sebagai pemain senior naturalisasi. Opsi terbaik sementara ini adalah Saddil Ramdani, yang belum genap berkepala dua, itupun sebagai penyerang sayap. Untuk penyerang tengah, ada dua nama populer yakni Ezra Walian (20 tahun), dan Egy Maulana Vikri (18 tahun), meski sebaiknya tidak terlalu berharap, karena belum tentu mereka dilepas klubnya. Lalu bagaimana jika memanggil nama Amiruddin Bagus Kahfi, yang tampil gemilang di Piala AFF U-16? Tidak menutup kemungkinan ia mendapat panggilan ke timnas U-22, tapi juga tidak bisa dibebani ekspektasi yang tinggi, lantaran usianya yang masih sangat belia. Pada 2019, Indonesia akan ditinggal sejumlah besar pemain U-23 yang tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Artinya, Garuda Muda akan memasuki era baru dengan para pemain baru. Sayangnya, saat ini belum terlihat pemain yang berpotensi menjadi andalan di Timnas U-22 tahun depan. Persoalan ini sebelumnya juga pernah dihadapi Indonesia, jelang SEA Games 2017. Minimnya jumlah pemain U-22 yang cukup menit bermain di klubnya, ‘memaksa’ PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) meneken regulasi anyar, yang mewajibkan seluruh tim Liga 1, harus memainkan pemain U-23 sebagai starter. Regulasi itu memang berhasil. Ada banyak pemain muda yang meroket seperti Rezaldi Hehanussa, Hanif Sjahbandi, Febri Hariyadi, Osvaldo Haay, hingga Marinus Wanewar. Itu menunjukkan, andai klub lebih berani memberikan porsi bermain pada pemain muda, akan ada banyak bakat besar yang terus berkembang. Langkah serupa seharusnya diterapkan jelang Piala AFF U-22. Tentu menimbulkan pro dan kontra, meski tak dipungkiri muncul efek negatifnya, bagi beberapa klub. Tapi, jika kesadaran untuk memainkan pemain muda, masih belum dimiliki klub, maka kelak akan muncul kembali, aturan yang “memaksa” untuk melakukannya. Timnas junior Indonesia terus menyabet prestasi dan hasil membanggakan. Sebagian besar skuat juara, kemudian menjadi tulang punggung di kategori usia selanjutnya. Jika trofi juara bisa disabet di Piala AFF U-22 2019, bukan tak mungkin, Timnas Indonesia akan memiliki calon generasi juara di Piala AFF senior. (Art)

Uji Coba Kontra Mauritania Tanpa Luis Milla, Kiper 21 Tahun Klub Sampdoria ‘Intip’ Peluang Bela Timnas Indonesia

Penjaga gawang berdarah Italia Indonesia, Emil Audero Mulyadi, yang kini bermain untuk Sampdoria di kompetisi Liga Serie A Italia, dikabarkan berharap bisa membela Timnas Merah Putih, usai memasang bendera Indonesia di halaman profil media sosialnya. (instagram)

Jakarta- PSSI menyiapkan agenda uji coba internasional untuk Timnas Indonesia, sebelum tampil di Piala AFF 2018 pada November-Desember. Selain meyakinkan Luis Milla bertahan, konfirmasi kepastian laga persahabatan itu juga sudah diketuk. “Yang sudah konfirmasi tanggal 11 September, melawan Timnas Mauritania, Lalu 9 Oktober melawan Timnas Myanmar,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha, Selasa (28/8). “Sisanya masih menunggu keputusan dari tim Asia Timur, kemungkinan Taiwan atau Hong Kong. Kami masih tunggu tanggal mainnya juga,” tambah Tisha. Namun, PSSI sudah menyiapkan alternatif, bila Milla gagal mendampingi tim di pinggir lapangan. PSSI tengah bernegosiasi terkait kontrak dengan Milla. Lantaran proses negosiasi membutuhkan waktu dan tak langsung segera rampung, maka laga pada 11 September nanti membutuhkan pelatih alternatif. Hal ini pun sudah diantisipasi PSSI. Nama Danurwindo pun dipilih, guna menangani tim, dibantu oleh Bima Sakti. “Lawan Mauritania, belum ditangani Milla. Pasti pelatih interim. Itu akan ditempati coach Danurwindo dan Bima,” ucapnya. “Saat ini, coach Danurwindo masih mengumpulkan data pemain senior, yang disiapkan tampil di Piala AFF nanti,” jelas Tisha. Sementara itu, penjaga gawang berdarah Italia Indonesia, Emil Audero Mulyadi, yang bermain untuk Sampdoria di kompetisi Liga Serie A Italia, dikabarkan berharap bisa membela Timnas Merah Putih. Setelah musim lalu dipinjamkan ke Venezia di Serie B, kini pemuda kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 18 Januari 1997 itu akan bermain untuk Sampdoria dengan status pinjaman. Sampdoria memiliki opsi menebus Emil secara permanen, di akhir musim. Pemuda bertinggi 192 cm ini adalah pemain jebolan akademi Juventus. Saat diwawancarai oleh situs resmi klub pekan lalu, ia dengan terbuka menceritakan terlahir dari seorang ayah Indonesia, dan ibu dari Italia. Dia tumbuh besar di Italia sejak bayi. Emil baru menjalani debutnya di Serie A, saat berkostum Juventus dan mengalahkan Bologna 2-1, pada musim 2016/2017. Musim lalu di Venezia, Emil bermain 39 kali dan kebobolan 41 kali, serta mencatat 14 clean sheet. Venezia finis ke­lima di klasemen Serie B, musim 2017/2018. Emil pun saat liburan musim panas pada Juni lalu, kedapatan kembali ke kampung halamannya di Mataram, serta mengunjungi pantai di daerah Lombok. Meski sempat menolak panggilan PSSI membela skuat Garuda, namun pernyataannya terkini, serta memasang bendera Indonesia di halaman profil media sosialnya, seolah menegaskan, Emil tak lupa dengan darah Indonesia yang ia miliki. (Dre)

Bidik Olimpiade 2024 Prancis, PSSI Tunjuk Bima Sakti Bentuk Timnas U-15

Asisten Pelatih Timnas U-23, Bima Sakti (tengah), yang mengantungi lisensi melatih A AFC untuk pembinaan usia muda, kini dipromosikan menjadi Pelati Timna U-15 dan diproyeksikan tampil di Olimpiade 2024 Prancis. (Pras/NYSN)

Jakarta- PSSI segera membentuk Timnas U-15 untuk pembinaan jangka panjang yang berjenjang. Tim yang bakal ditangani Bima Sakti ini, segera diproyeksikan tampil di Olimpiade 2024 Prancis. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menjelaskan, Timnas U-15 diisi para pemain kelahiran maksimal 2003, dan disiapkan menuju Olimpiade 2024, di Prancis. Skuat Timnas U-15 itu, akan diambil dari kompetisi-kompetisi usia muda, yang ada di Indonesia. Menurut Tisha, tugas mantan kapten timnas Indonesia ini akan sibuk menyaring pemain yang dikembangkan lewat Elite Pro Academy, dari klub-klub profesional Liga 1. Di antaranya Piala Soeratin U-13 dan U-15, serta Liga U-16 yang segera berputar dan dijalankan PSSI. “Kompetisi PSSI itu terdiri dua jalur, profesional dan amatir. Amatir kami sudah jalan, seperti Soeratin U-15 dan U-17. Profesionalnya, yang segera berjalan tahun ini adalah U-16. Harusnya, di area profesional itu ada U-16, U-18 dan U-20,” buka Tisha. “Di usia genap adalah profesional, sementara di ganjil adalah amatir. Untuk scout kompetisi ini dibentuk timnas-timnas junior, dan materi pemainnya itu harus datang dari Elite Pro Academy, tak ada yang lain,” bebernya lagi “Karena di situ, para pemain itu sudah melewati jenjang amatir, dan akan naik ke area akademi. Dengan jenjang yang ada nanti, akan muncul pemain-pemain kelahiran 2003, yang dipersiapkan tampil Olimpiade 2024, di Perancis,” tegas Tisha. Terkait kemungkinan Bima akan kembali menjabat asisten pelatih Timnas Indonesia membantu Luis Milla, wanita kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 itu menegaskan, PSSI tak mempermasalahkan jabatan ganda itu. Sebab, Timnas U-15 dan Timnas senior Indonesia memiliki tujuan berbeda. “Timnas U-15 ini proyek jangka panjang, sedangkan Timnas Indonesia, tidak. Jadi tak ada masalah rangkap jabatan,” kata Tisha. Sementara menurut Ketum PSSI Edy Rahmayadi, langkah PSSI ini bertujuan memacu pembinaan sepakbola usia muda. “Timnas U-15 dibentuk sebagai langkah berjenjang pembinaan sepakbola usia dini, di Indonesia,” ujar Edy Rahmayadi, di Jakarta, Selasa (28/8). Ia menjelaskan, Timnas U-15 ini, berbeda dengan Timnas U-16, yang tengah dilatih Fakhri Husaini. Skuat yang ditangani Fakhri, yang akan berlaga di Piala U-16 Asia 2018 di Malaysia pada 20 September-7 Oktober 2018, nantinya disebut Timnas U-17. “Terbentuk satu tim, Timnas U-15 yang akan dilatih oleh Bima. Ada turnamen-turnamen yang disiapkan, guna mengantisipasi berjenjangnya pembinaan sepakbola ke depan,” terang Edy. Bima saat ini sudah mengantungi lisensi melatih level A AFC, dengan konsentrasi pembinaan usia muda. (Dre)

Jelang Piala Asia U-16 di Malaysia, Timnas U-16 Lakukan ‘Aklimatisasi’ di Kuala Lumpur

Usai menjalani pemusatan latihan Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Timnas U-16 bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (29/8) dan akan beruji coba dengan beberapa tim, salah satunya Timnas Oman U-16, jelang Piala Asia U-26 2018. (antarafoto.com)

Jakarta- Timnas U-16 bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (29/8) sore. Sebelum berlaga di Piala Asia U-16 2018, mereka akan menjalani uji coba sebanyak tiga kali, usai menjalani pemusatan latihan Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, mengungkapkan alasan memberangkatkan timnas U-16 lebih awal. Uji coba melawan timnas Oman U-16 juga sudah dipersiapkan, sebagai bagian dari persiapan menatap persaingan Grup C melawan Iran, India dan Vietnam. “Timnas U-16 berangkat ke Malaysia 29 Agustus, dan akan beruji coba tiga kali. Tim di sana cukup lama supaya bisa beradaptasi dengan baik,” kata Tisha pada Selasa (28/8). Hingga Piala Asia 2018 pada 20 September-2 Oktober, Timnas U-16 mempunyai waktu relatif lama berlatih di Kuala Lumpur. “Kami agendakan uj coba dengan situasi uji coba terbuka, supaya mereka merasakan ‘crowd’ Malaysia. Semacam aklimatisasi (adaptasi), jadi mereka harus lama di sana. Dan duel pemanasan sebelum lawan Oman, tim ini akan melawan klub lokal,” dia menambahkan. Rencananya, tim Akademi Selangor FA U-17 menjadi kandidat lawan Timnas U-16, pada Kamis (31/8). Lalu disusul, tim Junior U-17 lokal yang masih menunggu calonnya serta jadwal tandingnya. Timnas Oman U-16, diproyeksikan bakal melawan tim merah putih remaja, pada Rabu (12/9) mendatang. Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini sudah memiliki 24 nama pemain, yang akan tampil di Piala Asia U-16. Namun, Fakhri enggan menyebut empat nama baru yang ia bawa ke Malaysia, meski mereka sudah tampak ikut berlatih di Medan. Tim Garuda Asia sebelumnya melakukan seleksi kepada sembilan pemain baru, untuk bergabung dalam skuad di Piala Asia U-16 2018. Dari sembilan pemain, empat diantaranya sudah dipastikan bergabung dalam tim untuk Piala Asia U-16, di Malaysia. David Maulana dkk akan melakoni laga pembuka Piala Asia U-16, menghadapi Iran, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 21 September mendatang. Selain Iran, Indonesia yang tergabung di Grup C juga bakal menantang dua kontestan lain, Vietnam dan India. (Dre) 24 Pemain Timnas U-16 TC Medan dan Kuala Lumpur Kiper 1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng 2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313 3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000 Belakang 4. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya 5. Muhammad Salman – Diklat Ragunan 6. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat 7. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School 8. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot Aceh Tengah 9. David Maulana – PPLP Medan 10. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan 11. Muhammad Talaohu – ASAD 313 12. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313 13. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School 14. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta 15. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI Depan 16. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan 17. Amanar Abdilah – PS Tira U-17 18. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School 19. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School Pemanggilan Baru 20. Ahmad Farensyah – PPLP DKI 21. Fatah Aji – PPLP DKI 22. I Komang Dedi Nova Tri Gunawan – Bali United U-16 23. I Kadek Silva Yoga Adi Wijaya – Bali United U-16 24. Subhan Fazri – Aceh Pemain yang sempat tergabung di Piala AFF U-16 tetapi tak diikutsertakan Piala Asia U-16 karena regulasi 1. Yadi Mulyadi – ASAD 313 2. Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 3. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah 4. Dandi Maulana Hakim – SSB Bina Taruna