Kalahkan Banten 4-3 Lewat Adu Penalti, Jawa Timur Rebut Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Dan Kunjungi Juventus

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 8 Oktobe melahirkan juara pertama yakni Provinsi Jawa Timur, usai mengalahkan Provinsi Banten melalui adu pinalti dengan skor 4-3. Tim Jawa Timur berfoto bersama Mendikbud Muhadjir Effendy. (menara62.com)

Jakarta- Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi juara di Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 setelah mengalahkan Provinsi Banten di partai final, Sabtu (21/10). Jatim menang lewat drama adu penalti 0-0 (4-3) di Stadion Madya, Gelora Bung Karno. Keberhasilan tim asuhan Nurul Huda ini membuat arek-arek Jawa Timur berhak meraih beasiswa dan latihan di Juventus. Di klub juara bertahan Seri A itu, pemain akan melakukan uji coba dengan beberapa tim junior serta tim akademi skuad berjuluk La Vecchia Signora tersebut. “Kami bangga dengan apa yang diperlihatkan pemain. Mereka bermain baik sepanjang pertandingan,” kata Nurul usai pertandingan. Laga berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Tapi, setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir belum ada pemenang, laga dilanjutkan melalui adu penalti. Jatim sempat unggul 3-1 setelah tiga dari empat penenandang berhasil menjalankan tugas, tapi Banten berhasil menyamakan menjadi 3-3. “Kami puas dengan permainan meski hasilnya kurang memuaskan,” kata Pelatih Banten Suwandi. Keluarnya Jatim sebagai juara, lalu Banten menempati runner up dan Jawa Tengah di peringkat ketiga, menjadi akhir GSI 2018 yang digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi sampai nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi memberi ucapan selamat dan memberikan apresiasi pada para pemain. Mendikbud mengatakan, pertandingan final berlangsung menarik dan merasa senang melihat kualitas dari para pemain. Termasuk bagaimana para finalis bermain. “Tahun depan GSI akan digelar lagi,” tutur Mendikbud. Selain Mendikbud, hadir juga Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, Dirjen Guru dan Tenaga Pendidikan Supriano, Plt. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Sutanto, Ketua Umum KON Tono Suratman, Sekjend PSSI Ratu Tisha, serta pelatih U-19 yang menjadi duta GSI Indra Sjafri. “Ini merupakan bagian terintegrasi. Pertandingan sepak bola ini dalam program pendidikan karakter melalui sepak bola,” ujar Dirjen Hamid. Indra melihat cukup banyak bakat dari siswa SMP yang bertanding sepanjang musim kompetisi GSI. Dia berharap kompetisi GSI dapat berlanjut setiap tahunnya. “Ini kan pas untuk timnas U-16. Kami dapatkan rekomendasi dari tim talent scouting nama-nama pemain mendukung tim U-16,” tuturnya. Sebagai kompetisi perdana bidang sepak bola bagi siswa SMP, GSI 2018 telah menyelenggarakan 3.554 pertandingan, dengan melibatkan sekitar 205 ribu orang siswa. Dio Rizky Saputra (Jawa Timur), yang berhasil meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus Atlet berprestasi pada GSI 2018, mengungkapkan rasa harunya karena berhasil meraih penghargaan tersebut. Untuk prestasinya tersebut, Dio mendapatkan hadiah sepatu emas dan uang tunai sebesar Rp 15 juta. “Saya berhasil mencetak enam gol, tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak,” ucap siswa SMP Negeri 2 Sidoarjo, Jawa Timur. Hal yang sama disampaikan Aprilius Amanah Bentriska, peraih penghargaan penjaga gawang terbaik. Ia tampak terkejut saat diumumkan sebagai penjaga gawang terbaik. Trofi dan uang sebesar Rp 5 juta resmi dikantunginya. “Saya kaget sata diumumkan jadi kiper terbaik. Saya sangat bersyukur sekali,” tutur siswa SMP Negeri 5 Sidoarjo. Beasiswa bakat dan prestasi Para peserta GSI SMP Tingkat Nasional mendapatkan Beasiswa Bakat dan Prestasi masing-masing sebesar Rp3 juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan untuk kategori penjaga gawang terbaik, pemain belakang terbaik, gelandang terbaik, pemain penyerang terbaik, dan pelatih terbaik, masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp 5 juta. Selanjutnya, provinsi peraih juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 150 juta, juara kedua sebesar Rp 100 juta, juara ketiga sebesar Rp 50 juta, dan juara keempat sebesar Rp 25 juta. Juara pertama GSI akan diberangkatkan ke kandang klub sepak bola Juventus, Italia, untuk berlatih sepak bola. (art)

Lewati Drama 11 Gol, Timnas U-19 Takluk Dari Qatar Dan Cemas Menuju Laga Berikutnya

Usai takluk 5-6 dari Timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10), ternyata peluang Witan Sulaiman (8/putih) dan kolega untuk lolos dari fase grup Piala Asia U-19 2018, masih besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 kalah 5-6 dari Timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/10). Gol Qatar dicetak Hashim Ali (menit 11, 51′), Abdulrasheed Umaru (14′, 41′, 56′), Mohammed Waad (24′). Indonesia membalas lewat Luthfi Kamal (28′), Rivaldo Ferre (65′, 73′, 80′), Saddil Ramdhani (69′). Hasil ini membuat posisi pasukan Indra Sjafri di klasemen grup A Piala Asia U-19 2018, turun ke posisi ketiga dengan koleksi 3 poin. Garuda Nusantara kalah head to head dari Qatar di posisi kedua, walau mengoleksi poin yang sama. Peluang untuk meraih satu dari dua tiket ke perempat final masih ada, meski tidak mudah. Setelah pertandingan, Indra mengakui ada kesalahan yang dilakukan para pemain karena faktor psikologis. “Ada masalah psikologis, seolah anak-anak ingin memenangkan pertandingan lebih cepat. Itu yang membuat terjadi kesalahan. Ada gol cepat di bawah 10 meni, dan ada tiga gol yang terjadi dalam 23 menit,” ujar tegas Indra. Sementara, asisten pelatih Qatar U-19, Lino Godinho menyebut kemenangan melawan Timnas Indonesia memiliki arti yang penting. Kemenangan ini membuat asa Qatar untuk bisa melaju ke babak berikutnya masih terbuka. “Pertandingan ini adalah laga yang sangat penting bagi kami dan sangat penting untuk kami menangkan. Kami menunjukkan dengan jumlah gol yang kami cetak. Selain itu, pemain datang dengan niat yang sangat tinggi,” ucap Lino. Pada pertandingan terakhir, Qatar akan menghadapi Taiwan, di Stadion Pakansari, Rabu (24/10). Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Qatar Disini Sedangkan Egy Maulana Vikri harus menghadapi pemuncak klasemen Uni Emirat Arab (UEA), di pertemuan pamungkas. Padahal Indonesia membutuhkan hasil sempurna guna menjaga peluang lolos dari fase grup. Ada beberapa situasi yang membuat Indonesia bisa lolos. Pertama, jika Qatar tumbang dari Taiwan, Indonesia hanya perlu imbang dengan UEA. Dengan hasil itu, klasemennya adalah UEA (7 poin), Indonesia (4), Taiwan (3), Qatar (3). Kedua, jika Qatar dan Taiwan bermain seri, Indonesia harus meraih kemenangan karena hasil imbang akan membuat mereka kalah head to head dari Qatar. Jika terwujud, Indonesia (6 poin) memimpin klasemen, disusul UEA (6), Qatar (4), Taiwan (1). Ketiga, jika Qatar menang, Indonesia harus menang. Maka, UEA, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengoleksi 6 poin. Klasemen akan ditentukan oleh selisih gol, di antara ketiga tim. Dua tim dengan agregat terbaik akan lolos ke perempat final. UEA memimpin sementara klasemen Grup A Piala Asia U-19 2018, usai dua laga yang dijalani. UEA meraih kemenangan besar dan kedua mereka di fase grup, paska melibas Taiwan dengan skor 8-1, dalam partai yang digelar pada Minggu (21/10) sore. (Art)

Catatan Kelam Timnas U-19 Kontra Qatar vs Impian Lolos Piala Dunia U-20 di Polandia

Jika sanggup mengandaskan Qatar, saat laga kedua Grup A Piala Asia U-19, pada Minggu (21/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, maka akan membuka peluang Egy Maulana Vikri dan Kolega lolos ke fase 16 Besar. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 selangkah lagi bisa menapakkan kaki ke babak delapan besar Piala Asia U-19 2018. Satu kemenangan saja akan membuka peluang Egy Maulana Vikri dan Kolega lolos ke fase 16 Besar. Indonesia akan melawan Qatar, di laga kedua Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (21/10) malam. Bagaimana catatan penampilan Timnas U-19 kontra Qatar di Piala Asia U-19? Timnas U-19 sudah empat kali bertemu Qatar di Piala Asia U-19. Ternyata, Qatar sanggup menang tiga kali dan sisanya berakhir imbang. Jika memenangkan laga atas Qatar, Garuda Nusantara mengemas enam poin. Lalu, jika Uni Emirat Arab (UEA) memenangkan laga melawan Taiwan, pada Minggu (21/10), otomatis, hanya Timnas U-19 dan UEA yang akan lolos ke babak 16 besar. Sebab jika Qatar dan Taiwan mengalami dua kekalahan, maka saat mereka saling berhadapan di laga pamungkas Grup A, hasil apapun tak akan mengejar perolehan poin Timnas U-19 dan UEA. Ceritanya akan berbeda, jika hasil laga antara Timnas U-19 melawan Qatar berkesudahan imbang. Torehan nilai tim asuhan Indra Sjafri ini hanya empat poin, dan Qatar meraih satu poin. Bahkan, laga Al-Annabi (julukan Qatar) kontra Taiwan di laga terakhir Grup A, amat berpotensi menjadi kejutan yang menyakitkan. Maka, Timnas U-19 hanya punya opsi melibas UEA di partai penutup Grup A, jika ingin lolos ke babak delapan besar. Sementara, jika UEA menang dari Taiwan, maka tim berjuluk Al Sukoor (The falcons) itu mengantungi enam poin. Sebaliknya, bila Taiwan yang unggul atas UEA, maka tim yang dulu dikenal sebagai negara Formosa ini, akan mengumpulkan tiga poin. Keadaan Grup A justru akan menjadi dramatis, kala di laga kedua besok, Timnas U-19 terpaksa kalah dari Qatar, dan Taiwan menyudahi UEA dengan kemenangan. Maka, seluruh kontestan total memiliki tiga poin, dan partai bernuansa “Final” bakal tersaji di partai terakhir, pada Rabu (24/10) nanti. Maka jika ingin menjaga asa lolos, Timnas U-19 harus mengalahkan Qatar. Selain itu, merah putih muda pun wajib menang dengan margin gol besar, demi mengantisipasi resiko tersisih, andai selisih gol menjadi paramater lolos atau tidaknya ke perempat final. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final melawan juara atau runner-up Grup B, lalu tampil di babak semifinal sekaligus merebut tiket ke Piala Dunia U-20, yang akan berlangsung pada bulan Mei-Juni pada 2019, di Polandia. (art) Rekor Pertemuan Timnas U-19 vs Qatar U-19 25 September 2004 Grup B Piala Asia U-19 2004 Qatar 1-0 Indonesia 11 September 1994 Grup A Piala Asia U-19 1994 Indonesia 1-1 Qatar 3 November 1990 Grup A Piala Asia U-19 1990 Indonesia 1-2 Qatar 1 Desember 1986 Grup A Piala Asia U-19 1986 Qatar 3-0 Indonesia

Duet Jebolan SKO Ragunan Saling Berbagi Umpan, Timnas U-19 Bekuk Taiwan 3-1

Kemenangan 3-1 Timnas U-19 Indonesia atas Timnas U-19 Taiwan, tak lepas dari performa gelandang kelahiran Palu 17 tahun lalu, Witan Sulaeman (8/tengah). Jebolan SKO Ragunan ini menyumbang dua gol dan satu assist, pada laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 tampil imresif pada laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018. Tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/10) malam, Garuda Nusantara melumat Timnas Taiwan U-19, dengan skor 3-1. Anak asuh Indra Sjafri unggul lebih dulu pada menit ke-50, melalui gol pemain lulusan SKO Ragunan, Egy Maulana Vikri. Namun, berselang tiga menit, Taiwan membalasnya melalui gol Chung-Yu Wang. Meski sangat menguasai pertandingan, Timnas U-19 harus mebutuhkan waktu 17 menit, untuk kembali unggul atas Taiwan. Gol keunggulan Indonesia remaja menit ke-70 itu dipersembahkan winger yang juga jebolan SKO Ragunan, Witan Sulaeman. Skuat Garuda Nusantara belum menyerah mencetak gol. Lagi-lagi, Witan kembali membobol gawang Taiwan, pada menit ke-88. Timnas U-19 akhirnya menang 3-1 atas Taiwan. Kerja sama Egy dan Witan memang menjadi kunci kemenangan pertama Indonesia. Selain saling menorehkan gol, keduanya pun berbagi assist. Witan menjadi pengirim umpan yang berbuah gol Egy, sementara Egy mengirim assist untuk gol ketiga yang dicetak Witan. Jika harus memilih pemain terbaik pada laga ini, Witan layak dikedepankan. Pemain kelahiran Palu, 8 Oktober 2001 itu, menunjukkan ketajaman yang nyaris sempurna. Witan melakukan empat tembakan, dan tiga diantaranya tepat sasaran meski satu berhasil diblok, seperti dikutip BolaSport.com dari Labbola. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei Disini Artinya, winger 17 tahun itu hanya gagal sekali saja mengkonversi tembakan tepat sasaran menjadi gol. Efektivitas tembakan Witan, hanya kalah dari Wang Chungyu, yang mencetak gol dari satu-satunya tembakan tepat sasaran. Bahkan, itu merupakan tembakan mengenai target pertama Taiwan sepanjang laga. Selain soal ketajaman, Witan punya catata apik soal dribel. Ia sukses melakukan dua dari tiga percobaan dribel (66 persen). Hanya gelandang Taiwan, Wu Yensu, yang mencatat keberhasilan dribel 100 persen, tetapi hanya lewat satu kali dribel. Usai laga, Pelatih Taiwan U-19, Von Ca Nhum, menilai atmosfer pertandingan jadi salah satu faktor timnya kesulitan mengimbangi Timnas U-19. “Di laga ini, atmosfer menjadi hal saya khawatirkan, karena tim kami terbiasa tampil dengan tekanan yang lebih sedikit. Kami kalah, tapi kami berjuang hingga menit akhir,” ucap Von. Sementara Indra, bersyukur meraih kemenangan atas Taiwan U-19, dan senang dengan permainan anak asuhnya yang sukses membongkar pertahanan rapat lawan. “Para pemain bisa bereaksi dengan baik dan bermain sabar, serta membongkar pertahanan rapat Taiwan. Ini poin yang sangat penting untuk Indonesia,” ucap Indra. Dari hasil ini, Nurhidayat Haji Haris dan kolega memimpin klasemen Grup A dengan nilai 3. Mereka menggusur Timnas U-19 Uni Emirat Arab (UEA), yang sempat memimpin klasemen beberapa jam sebelumnya. Timnas U-19 UEA menang 2-1 atas Timnas U-19 Qatar, pada laga sore tadi. Meski memiliki nilai sama, 3, Indonesia berhak memimpin klasemen karena unggul selisih gol, dari UEA. Laga berikutnya, Timnas U-19 menghadapi laga berat kontra Qatar, pada Minggu (21/10). Jika menang atas Qatar, Timnas U-19 langsung meraih tiket perempat final. Begitu pun bagi UEA, jika menang atas Taiwan pada laga keduanya, mereka otomatis melaju ke perempat final. Andai mengoleksi kemenangan kedua, Timnas U-19 dan UEA total mengoleksi nilai 6 dan tak terkejar lagi oleh Qatar dan Taiwan. (art) Hasil Grup A Piala Asia U-19 2018 Kamis (18/10) Uni Emirat Arab 2-1 Qatar Indonesia 3-1 Taiwan STATISTIK Pertandingan Timnas U-19 vs Taiwan U-19 29 Total Tembakan 6 10 Tembakan Tepat Sasaran 2 63% Dominasi Bola 37% 536 Umpan 324 87% Akurasi Umpan 75% 10 Pelanggaran 7 1 Kartu Kuning 1 0 Kartu Merah 0 5 Offside 0 8 Sepak Pojok 1

Ada Kompetisi Sepak Bola SMP Se-Indonesia, Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Berlatih di Juventus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kompetisi bernama Gala Siswa Indonesia (GSI). Kompetisi untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul pemain sepak bola masa depan. (kabarjatim.com)

Jakarta- Liga Junior Sepakbola Siswa Indonesia (Gala Siswa Indonesia) yang memulai kick off pertandingan sejak Maret 2018, hingga kini mencapai fase nasional, telah menjadi ajang yang begitu besar. Ajang GSI oleh para partisipannya dimaknai tak sekadar kompetisi biasa. Gala Siswa sejatinya merupakan wadah bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui olahraga, dalam hal ini sepak bola, yang dikembangkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan PSSI. “GSI merupakan ajang kompetisi usia dini untuk pemain-pemain muda bermain di level yang lebih tinggi. Dengan adanya GSI mudah-mudahan ke depan pemain-pemain muda yang bisa berpartisipasi dalam Tim Nasional,” kata pelatih tim Sulawesi Utara, Yudas Ugu, di Stadion Cendrawasih, Sabtu (13/10). Dimulai sejak Selasa (9/10), ada 64 pertandingan sepak bola pada perhelatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional. Pertandingan dilaksanakan di Jakarta pada dua stadion yakni di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, dan GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Liga yang mensyaratkan peserta duduk di bangku SMP, bakal rampung pada Minggu (21/10). “GSI adalah sebagai wujud nyata menuju percepatan pembangunan persepakbolaan nasional,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, pekan lalu Dengan format Kompetisi, ajang sepak bola yang diselenggarakan untuk kali pertamanya melibatkan seluruh SMP dan sederajat di seluruh Indonesia ini, sudah dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi Sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional, GSI diikuti 2.872 kecamatan, 257 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta 11.435 sekolah, masing-masing tim 18 orang, dan offisial 4 orang. Jumlah pertandingan GSI yang telah digelar untuk tingkat kecamatan, yakni sebanyak 2.588 pertandingan, dan tingkat kabupaten/kota 737 pertandingan. Sedangkan, pada tingkat provinsi tercatat sebanyak 165 pertandingan. Sehingga, total pertandingan GSI yang telah digelar di 34 provinsi mencapai 3.490 pertandingan. Di tingkat nasional, GSI akan berisi 34 tim dari 34 provinsi. Seluruh tim terbagi delapan grup mulai A sampai dengan H. Babak penyisihan berlangsung pada 10-15 Oktober 2018. Para juara grup otomatis lolos ke babak perempat final. Fase 16 Besar ini akan berlangsung di GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/10), dilanjutkan dengan babak semifinal di tempat yang sama, pada Kamis (18/10). Perebutan juara 3 dan babak final akan diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, pada Sabtu (20/10). Pada babak puncak ini, rencananya, Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir. Presiden sekaligus mengalungkan medali dan trofi kepada juara GSI 2018. Sementara, kata Hamid, Juara I Tingkat Nasional GSI 2018 juga akan berkesempatan mengikuti pelatihan dan mitra tanding bersama klub raksasa Liga Italia, Juventus dan beberapa klub di Turin, Italia. (art) Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 Fase Nasional Grup A -Sumatera Utara -Lampung -Kalimantan Timur -Sulawesi Tenggara -Papua Barat Grup B -Aceh -Jawa Barat -Kalimantan Barat -Sulawesi Tengah Grup C -Kepulauan Riau -Jawa Tengah -Bali -Sulawesi Barat Grup D -Jambi -Bengkulu -Nusa Tenggara Timur -Sulawesi Utara Grup E -Sumatera Selatan -Banten -Nusa Tenggara Barat -Sulawesi Selatan Grup F -Sumatera Barat -Jawa Timur -Kalimantan Utara -Papua Grup G -Riau -D.I Yogyakarta -Kalimantan Tengah -Maluku Grup H -Bangka Belitung -DKI Jakarta -Kalimantan Selatan -Maluku Utara -Gorontalo

Bek Kiri Asal Medan Sumbang Dua Gol Kemenangan, Timnas U-19 Masih Kalah Jauh dari Yordania

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akhirnya sukses memutus rentetan hasil minor dalam persiapan jelang tampil di Piala AFC U-19 2018, mulai Kamis (18/10). Usai bermain imbang 2-2 kontra Thailand dan kalah 0-3 dari China pada PSSI Anniversary Cup U-19 2018, Timnas U-19 kembali takluk, saat berjumpa Arab Saudi U-19 di laga uji coba terakhir. Namun, menjamu Yordania U-19, pada Sabtu (13/10) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Nurhidayat dan kolega meraih kemenangan, paska unggul 3-2. Full bek kiri asal PSMS Medan, Firza Andika sukses menjadi aktor dalam pertandingan itu, berkat dua gol cantik yang ia ciptakan melalui sepakan keras, dari luar kotak penalti. Firza adalah generasi baru sepak bola dari Medan, yang memiliki gaya bermain yang lebih modern dari seniornya. Selain cepat, Firza pun memiliki kecerdasan bermain yang sangat baik. Yang paling spesial dari pemuda kelahiran 11 Mei 1999 ini, adalah kotrol bola dan akurasi melepas umpan yang terukur. Meski mampu melumat Yordania, sejatinya Timnas U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dari data situs penyedia data statistik labbola, Timnas U-19 masih kalah jauh dalam hal duel udara. Garuda Nusantara hanya mencatatkan 20% aerials won, berbanding 80% milik Yordania. Hal itu harus segera diperbaiki, sebab Indonesia berada satu grup, dengan tim-tim yang unggul duel udara, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Qatar. Tak hanya itu, dua dari tiga gol kemenengan Timnas U-19 kontra Yordania U-19, justru dihasilkan Firza, yang notabene adalah pemain bertahan. Laga uji coba ini merupakan yang terakhir sebelum Piala Asia U-19 yang dimulai pada 18 Oktober 2018. Di sana, Timnas U-19 berada dalam Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Partai perdana Timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan bakal dihelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (18/10), pukul 19.00 WIB. (Art)

Remaja Belanda Keturunan Wonosobo Ini, Blak-blakan Bicara Peluang Bela Timnas Indonesia

Satu lagi pemain Belanda berdarah Indonesia, menyatakan bersedia membela Timnas Sepak Bola Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain 20 Tahun yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. (readingfc.co.uk)

Jakarta- Satu lagi pemain berdarah Indonesia yang menyatakan bersedia membela timnas Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain muda yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. Dalam wawancara ekslusif dengan Goal, pemuda 20 tahun itu menceritakan asal-usulnya yang mempunyai garis keturunan Indonesia. “Saya lahir di Belanda. Ibu saya berasal dari Suriname, dan ayah saya adalah orang Jawa. Kakek buyut saya dari kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah, kami masih memiliki keluarga di sana,” ujarnya dilansir BolaSport.com dari Goal. Dirinya juga tak menampik peluang membela Timnas Indonesia karena merasa dirinya masih menjadi bagian dari Indonesia. “Jika PSSI ingin mengundang saya membela Timnas, maka saya akan senang untuk berbicara dengan mereka soal peluang tersebut, dan mempertimbangkan bermain untuk Timnas Indonesia,” ujarnya. Sidoel mengawali karier di tim muda kota kelahirannya, Ado Den Haag, di Den Haag, sejak musim 2012-2013. Semusim kemudian ia bergabung dengan Ajax U-17 hingga 5 tahun dan menembus sejumlah level dari U-19 hingga U-21. Pada Juli 2018, klub asal Inggris, Reading membelinya dan mengontrak sang pemain dengan durasi 3 tahun. Kini pemuda kelahiran The Hague, 10 Maret 1998 ini, membela Reading U-23 di Premier League 2, sebuah kompetisi untuk tim cadangan Liga Inggris. Pada musim 2018-2019, pemain yang sanggup bermain di 3 posisi bertahan (Bek, Libero dan Gelandang bertahan) ini telah mengoleksi 4 penampilan. “Ada beberapa klub yang tertarik pada saya, tetapi Reading datang dengan rencana menarik. Ketika saya mengunjungi mereka, saya tahu akan menjadi klub yang tepat bagi perkembangan saya,” ujarnya. (art)

Tiga Kali Uji Coba Internasional Tanpa Kemenangan, Timnas U-19 Masih Percaya Diri

Winger Timnas U-19, Todd Rivaldo Ferre (25), saat ditempel ketat bek Arab Saudi U-19, dalam laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018, di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Timnas U-19 harus menelan kekalahan 1-2 pada pertadingan ini. (Pras/NYSN)

Jakarta- Laga Timnas U-19 kontra Arab Saudi berakhir 1-2, pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Hasil negatif ini menegaskan langkah tim asuhan Indra Sjafri terseok-seok jelang perhelatan Piala AFC U-19 2018. Dua gol kemenangan Arab Saudi dicetak oleh Abdullah Alhamdan pada menit ke-37 dan 69′. Tim Merah-Putih hanya mampu membalas satu lewat gol Saddil Ramdani, menit ke-45. Secara beruntun, ini kali ketiga Timnas U-19 gagal meraih kemenangan di laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, Tim Garuda Nusantara imbang 2-2 kontra Thailand, dan takluk 0-3 dari China, pada ajang PSSI Anniversary Cup U-19 2018. Namun, Indra tak risau dengan pencapaian kurang memuaskan ini. “Saya tak cari kemenangan di laga uji coba. Fokus saya membangun tim. Memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada, agar saat berlaga di ajang sesungguhnya timnas bisa menyajikan permainan terbaik,” ujar pelatih asal Sumatra Barat itu. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Piala AFC U-19 2018 yang dihelat 18 Oktober-4 November 2018. Indonesia berada di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Tim Merah-Putih dibebani target lolos ke semifinal, agar bisa berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2019, di Polandia. Piala Dunia U-20 2019 yang digelar di Polandia, akan berlangsung pada bulan Mei-Juni tahun depan. AFC mendapat jatah empat wakil untuk turnamen ini. Bertindak sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 jelas menguntungkan posisi Indonesia, untuk merebut tiket ke Piala Dunia. Syarat untuk bisa lolos ke Polandia adalah menjadi semifinalis Piala Asia U-19 2018. Untuk bisa mencapai target itu, jelas tak mudah. Pertama, Timnas U-19 harus lolos dulu dari Grup A. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final, melawan juara atau runner-up Grup B. Timnas U-19 menyisakan satu uji coba lagi sebelum turun di Piala Asia U-19 2018. Garuda Nusantara ini akan berhadapan dengan Yordania, pada Sabtu (13/10). Sebagai catatan, prestasi tertinggi Yordania di ajang Piala Asia remaja ini adalah lolos semifinal Piala Asia U-19 2016. Indonesia sekali bertemu dengan Yordania saat Piala Asia U-19 1978. Saat itu, merah putih muda sukses membekap Yordania 4-0, dan Indonesia lolos ke Piala Dunia U-20 1979 di Jepang, menggantikan posisi Irak. (Art)

Skuat Timnas U-16 Bubar, Striker Ini Berpeluang Gabung Akademi di Belgia

Striker Timnas U-16, Sutan Zico, dikabarkan mendapat tawaran menggiurkan dari manajemen JSSL Chelsea FC. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. (AFC.com)

Jakarta- Para pemain Timnas U-16 makin mengkilap sejak menjuarai Piala AFF U-16 2018, Agustus lalu. Bahkan meski gagal merebut gelar Piala AFC U-16 2018 di Malaysia dan gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2019, tim asuhan Fakhri Husaini itu tetap mendapat apresiasi yang luar biasa. Timnas U-16 memang telah dibubarkan. Namun, tak berarti mereka berhenti berkiprah di dunia sepak bola. Winger lincah asal Surabaya, Jawa Timur, M. Supriadi, rencananya pekan depan terbang ke Liverpool, Inggris, untuk menuntut ilmu sepakbola. Sedangkan empat pemain skuad asuhan Fakhri lainnya, tengah diproyeksikan bergabung dengan akademi di Eropa. Empat pemain itu adalah Sutan Zico, Brylian Aldama, Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. Zico menjadi salah satu bomber andalan Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018. Total pemuda bernama lengkap Sutan Diego Armando Ondriano Zico ini mencetak dua gol dari empat gol yang dicetak Timnas U-16 di Piala Asia U-16. Selain Zico, keempat pemain itu, berada dalam naungan agensi yang berasal dari Singapura. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. Pemain kelahiran Jakarta, 7 April 2002, memang mendapat tawaran dari manajer JSSL Chelsea FC. Hanya, Zico belum mengiyakan tawaran itu. Kabar itu dibenarkan oleh ayah Zico, Oriyanto Jhosan. Menurut Oriyanto, Zico belum sembuh total dari cedera pangkal pahanya. ”Ada tawaran ke Belgia atau Australia. Tapi Zico memilih untuk memulihkan cedera pahanya terlebih dahulu. Mungkin nanti bulan November atau Desember, dia bisa menerima tawaran itu,” tutur pria yang juga eks pemain Semen Padang itu. Itu juga yang menjadi alasan Zico jarang di turunkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Bahkan di Piala AFC U-16 September lalu, Sutan Zico hanya sekali turun full time. Itu saat Garuda Asia ditahan Imbang 0-0 oleh India (27/9). ”Ada ototnya yang sobek dan tak bisa dioperasi, harus istirahat. Itu berpengaruh di pergerakan dia (Zico, Red) saat di lapangan,” ucap Oriyanto. Selain itu, ada beberapa tim Liga 1 yang melakukan pendekatan ke Sutan Zico. Salah satunya Persija Jakarta. Namun, lagi-lagi tawaran itu masih belum diiyakan oleh Zico. (art)

Jelang Uji Coba Internasional, Skuat Final Timnas U-19 Diumumkan Hari Senin

Witan Sulaeman (10), Saddil Ramdani (11), dan M. Rafli Mursalim (13), bakal mendapat kepastian tampil membela Timnas U-19 di ajang Piala Asia U-19, pada Senin (8/10), sebelum melewati dua laga uji coba. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menyebut, Senin (8/10), menjadi momen pengumuman skuat final untuk tampil di Piala Asia U-19. Pengumuman itu dilakukan dua hari, sebelum pertandingan uji coba melawan Arab Saudi, pada Rabu (10/10), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat Timnas U-19 berkekuatan 29 pemain, termasuk Egy Maulana Vikri, yang masih bermain di klub Polandia, Lechia Gdansk. “Kami lakukan evaluasi dari latihan, dan laga termasuk uji coba. Tim sudah ingin ditentukan 29 pemain, termasuk Egy, yang akan diciutkan tanggal 8,” ujar Indra di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10). “Hari per hari, akan kami lihat terus siapa pemain yang akan didaftarkan. Karena, nanti tidak bisa diubah lagi, setelah resmi didaftarkan,” tandasnya. Selain beruji coba dengan Arab Saudi, Skuat Garuda Nusantara beruji tanding kontra Yordania, pada Sabtu (13/10). Uji coba melawan Yordania, menjadi yang terakhir sebelum turun di ajang Piala Asia U-19, 18 Oktober-4 November. Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan akan memulai petualangan melawan Taiwan pada Kamis (18/10), di Jakarta. Meski gagal pada babak kualifikasi, Timnas U-19 tetap bisa tampil di putaran final. Jatah wild card diberikan karena Indonesia sebagai tuan rumah. Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah dilakukan AFC pada 25 Juli 2017 lalu. Putaran final Piala Asia U-19 2018 diikuti oleh 16 tim yang dibagi ke dalam 4 grup. Indonesia berada di Grup A bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Taiwan. Sejak pertama kali digelar 1959 lalu, Indonesia sudah tiga kali melaju ke final. Pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Thailand 1961 lalu, Indonesia bahkan keluar sebagai juara bersama Myanmar, usai kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak final. Indonesia kembali melaju ke final pada 1967. Namun, Timnas U-19 gagal mengangkat trofi, setelah di babak final, kalah 0-3 dari Israel. Sementara pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Filipina 1970 lalu, Indonesia juga sampai di babak puncak, tapi takluk 0-3 dari Myanmar. Tahun ini, Tim Merah Putih Remaja mendapat target dari PSSI untuk lolos hingga babak semifinal. Empat semifinalis Piala Asia U-19 pada edisi 2018, akan mewakili Asia di Piala Dunia U-20 di Polandia, pada 2019. (art) Fase Grup Piala Asia U-19 2018 Grup A 18 Oktober 2018 Indonesia vs Taiwan 18 Oktober 2018 Uni Emirat Arab Vs Qatar 21 Oktober 2018 Taiwan vs Uni Emirat Arab 21 Oktober 2018 Qatar vs Indonesia 24 Oktober 2018 Indonesia vs Uni Emirat Arab 24 Oktober 2018 Qatar vs Taiwan Fase Gugur Perempat Final 28 Oktober 2018 Pemenang Grup A vs Runner-up Grup B (perempat final 1) 28 Oktober 2018 Pemenang Grup B vs Runner-up Grup A (perempat final 2) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup C vs Runner-up Grup D (perempat final 3) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup D vs Runner-up Grup C (perempat final 4) Semifinal 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 1 vs Pemenang Perempat Final 3 (semifinal 1) 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 2 vs Pemenang Perempat Final 4 (semifinal 2) Final 4 November 2018 Pemenang Semifinal 1 vs Pemenang Semifinal 2

Pemerintah Jamin Pendidikan Pemain Timnas U-16 hingga Kuliah, Menpora : Harus Ada BUMN Yang Bantu

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerima kedatangan kontingen Timnas U-16, yang baru saja tampil di ajang Piala Asia U-16 2018, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). (Liputan6.com)

Jakarta- Apresiasi terus mengalir Timnas U-16 setelah performa apik di Piala Asia U-16 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menjanjikan jaminan pendidikan untuk David Maulana dan kolega. Dengan mayoritas usia yang menginjak 16 tahun, jalan para pemain memang masih panjang. Banyak tahap yang dilalui, hingga kelak tampil bersama Timnas Indonesia di level senior. Termasuk pendidikan. Mayoritas skuat Timnas U-16, masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan, untuk menjamin masa depan para pemain di luar olahraga, Imam coba memberikan beasiswa kepada mereka. “Ini pelajar. Pelajar bukan dapat bonus, tapi apa ya namanya, beasiswa,” tutur Imam, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). “Kami harap sampai selesai, kalau bisa harapannya bisa sampai kuliah. Tentu seperti arahan Pak Presiden (Joko Widodo, red) harus ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dampingi mereka,” tambahnya. Kedatangan Imam ke Istana bertujuan mendampingi Timnas U-16 yang diundang langsung oleh Jokowi. Dalam kesempatan itu, Jokowi berjanji mencarikan BUMN sebagai penopang pembiayaan Timnas U-16. Dengan begitu, anak asuh Fakhri Husaini tak perlu mengkhawatirkan faktor fulus saat menjalani uji tanding atau turnamen resmi. Lantas, bagaimana mekanismenya? Imam menyatakan tak ada payung hukum yang bisa menjegal BUMN untuk membantu Timnas U-16. “Enggak. Langsung saja, mereka ‘kan punya CSR (corporate social responsibility, red), ya. Itu otomatis. Selain itu ada pula sponsor,” ucap Imam menambahkan. Meski gagal membawa tiket ke Piala Dunia U-17, penampilan Garuda Asia di Piala Asia U-16 telah menarik banyak perhatian. Permainan yang diperagakan Bagus Kahfi dan kawan-kawan mencerminkan masa depan yang cerah bagi masa depan sepak bola Indonesia. Sejak ditangani Fakhri, Timnas U-16 sudah meraih setidaknya tiga trofi. Mereka pernah menjuarai tiga event, yakni Tien Phong Plastic Cup 2017, yang digelar di Da Nang City, Vietnam, lalu turnamen Jenesys Japan U-16 2018 di Jepang, dan Piala AFF U-16 2018, di Sidoarjo, Indonesia. Di Piala Asia U-16 2018, tim Merah Putih remaja juga tak tampil buruk. Selama babak penyisihan, Amiruddin Bagus Kahfi dkk mencetak sejarah tak terkalahkan. Indonesia menjadi juara Grup C dengan hasil sekali menang dan dua kali imbang. (Adt)

Pendidikan dan Nasib Timnas U-16 Dipantau Pemerintah, Fakhri Husaini : Harus Konkrit Pembinaan Usia Muda

Usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia, Skuat Timnas Indonesia U-16 berfoto bersama, saat disambut Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (3/10). (Antaranews)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan Timnas U-16 memiliki potensi besar dan masa depan yang masih panjang untuk meningkatkan performa mereka ke jenjang yang lebih tinggi, usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia. “Pemerintah terus fokus bagaimana rencana pendidikan dan latihan pemain Timnas U-16, akan dipantau terus, baik sekolah, pendidikan formal, maupun latihan sehari-hari, karena perjalanan masih panjang,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, saat menyambut Garuda Asia di kantor Kemenpora, Rabu (2/10). Mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir, Isnanti menyampaikan apresiasi, dari pemerintah untuk tim asuhan Fakhri Husaini ini, karena mampu menorehkan hasil delapan besar di Piala Asia U-16. “Ada impian masuk Piala Dunia U-17. Impian itu belum terwujud, tapi sesungguhnya, masuk delapan besar Asia dan Asia Tenggara, ini dahsyat,” kata Isnanta. “Bukti Garuda Asia itu sudah benar-benar bisa disejajarkan dengan kekuatan Asia. Inilah progres yang memang harus diapresiasi,” kata Isnanta. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengemukakan David Maulana dkk akan kembali ke klub mereka masing-masing, kembali ke sekolah dan menjadi satu elemen masyarakat yang bisa menunjukkan nilai sepak bola, yakni “respect”, disiplin dan sportifitas. “Kita tak berhenti di sini. Perjuangan kita menuju ranking 25 besar dunia pada 2045 dimulai dari kaki anak-anak kita. Ini yang harus dibantu dengan sistem sepak bola yang baik di sekitar kita,” kata Ratu Tisha. Sementara Fakhri Husaini menambahkan, di level usia muda yang jadi perhatian utama bukan banyaknya piala yang bisa diraih. “Bagi saya ini pelajaran penting. Kami bisa memetakan peluang-peluang Indonesia, dengan tim-tim yang tampil di World Cup kelompok umur 17 tahun,” ucap Fakhri. Di Piala Asia U-16, tak ada satu negara pun yang mendominasi, ungkap eks gelandang era 90’an ini. Indonesia bisa menang melawan Iran yang sebelumnya adalah runner up Piala Asia, dan meladeni India. “Artinya, peluang itu bisa kami ambil, jika bekerja keras lagi, di masa yang akan datang,” jelasnya. Setelah pertemuan dengan Kemenpora dan PSSI, Fakhri berharap nantinya ada langkah-langkah konkret terkait sistem pembinaan sepak bola usia muda yang terintegrasi dan berkelanjutan dari semua pemangku kebijakan. Hal senada ditegaskan Ratu. “Kami memang tak menerapkan sistem pelatnas jangka panjang, setelah ini para pemain kembali ke klub masing-masing, sambil menunggu program pelatnas berikutnya. Kita akan tetap memperhatikan jenjang pembinaan dan pembibitan, untuk skuad pelatnas kita,” ujar Ratu. Timnas U-16 di Piala Asia U-16 terhenti di babak perempat final, setelah kalah 2-3 dari Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10). Dengan hasil tersebut, mereka gagal mengamankan peluang untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2019, yang akan berlangsung di Peru. (Adt)

Cetak Sejarah Pertama Kali Jadi Juara Grup, Timnas U-16 Realistis Tatap Tiket Piala Dunia U-17 2019

Timnas U-16 (merah) akhirnya melangkah ke babak perempat final Piala Asia U-16 2018, usai bermain imbang 0-0 melawan Timnas India U-16, pada laga pamungkas Grup C, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 akhirnya lolos ke perempat final Piala AFC U-16 2018. Anak asuh Fakhri Husaini bermain 0-0 dengan Timnas India U-16. Dalam klasemen akhir Grup C, Indonesia berada di puncak klasemen dengan nilai 5. Meladeni India dalam partai terakhir penyisihan Grup C di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). Bagus Kahfi dkk lebih banyak menyerang dan membahayakan gawang India, tapi gol tak kunjung tercipta hingga berujung skor “kacamata” pada babak pertama. “Kami lega lolos ke babak berikutnya. Terima kasih pada para pemain, yang memberikan seratus persen bahkan seribu persen tenaganya untuk laga ini. Seperti yang sudah saya katakan ke pemain, meski kami tidak menang, setidaknya kami bisa mendominasi jalannya pertandingan,” ucap Fakhri, paska laga. India masih mendampingi Indonesia sebagai runner-up Grup C dengan nilai 5, namun kalah selisih gol. Pada hari dan jam yang sama, tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur, Timnas Iran U-16 mengamuk dan membantai Timnas Vietnam U-16 dengan skor 4-0, pada babak pertama. Di babak kedua, Iran menambah gol hingga akhirnya menang 5-0 atas Vietnam. Lantaran partai India kontra Indonesia berakhir imbang, maka berapa pun skor yang dicetak Iran, tetap tak bisa mengganggu kedua tim itu maju ke perempat final. Saat ini, sudah ada enam tim yang ke perempat final, yaitu Jepang, Tajikistan, Korea Utara, Oman, Indonesia, dan India. Dua tim lagi akan ditentukan dari Grup D, pada Jumat (28/9). Indonesia menanti runner-up Grup D. Dalam klasemen sementara Grup D, Australia berada di posisi kedua, disusul Irak, dan Afghanistan. Jika posisi itu bertahan hingga hasil akhir besok, maka Irak akan menjadi lawan Indonesia di perempat final. Irak adalah juara bertahan Piala Asia U-16. Selain lolos fase 8 besar, hasil ini juga menjadi sejarah pertama kalinya, menjadi juara grup pada Piala Asia U-16 atau AFC U-16. Lolos ke babak gugur merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak 1990. Sejak Piala Asia U-16 pertama kali digelar pada 1985, inilah kali pertama Indonesia bisa berada di puncak klasemen grup, sekalipun dibandingkan 1990. Pada Piala AFC U-16 edisi 1990, sejatinya, Indonesia bisa melangkah ke semifinal. Saat itu, Eko Purjianto dan kolega mengumpulkan dua poin. Torehan itu didapat dari hasil imbang melawan Qatar dan Korea Selatan. Mereka finis di posisi kedua Grup B di bawah Qatar, di atas Korea Selatan. Piala Asia U-16 ini merupakan ajang kualifikasi Piala Dunia U-17. Namun, sejak 1992 hingga 2006, ajang ini berubah nama menjadi Piala Asia U-17. Paska berganti format menjadi Piala Asia U-17, Indonesia tak pernah lolos ke putaran final. Setelah kembali memakai format U-16 pada 2008, Indonesia lolos dalam tiga kesempatan, yakni pada 2008, 2010, dan 2018. Agar lolos ke Piala Dunia U-17 2019, Indonesia harus bisa lolos ke babak semifinal. Korea Selatan, Australia, dan Irak adalah tiga calon lawan tim merah putih remaja di perempat final. Laga pamungkas Grup D dimainkan pada Jumat (28/9). Jadwal perempat final antara wakil Grup C dan Grup D akan dimainkan pada Senin (1/10). Indonesia akan menghadapi peringkat kedua Grup D pada Senin sore, pukul 15.30 WIB. (art) Tim Yang Sudah Lolos Perempat Final Piala AFC U-16 2018 1. Jepang (Juara Grup A) 2. Tajikistan (Runner-up Grup A) 3. Korea Utara(Juara Grup B) 4. Oman (Runner-up Grup B) 5. Indonesia (Juara Grup C) 6. India (Runner-up Grup C) Kiprah Timnas U-16 Indonesia di Piala AFC U-16/U-17: 1985 – Tidak lolos 1986 – Juru kunci grup 1988 – Juru Kunci grup 1990 – Semifinalis 1992 – Tidak lolos 1994 – Tidak lolos 1996 – Tidak lolos 1998 – Tidak lolos 2000 – Tidak lolos 2002 – Tidak lolos 2004 – Tidak lolos 2006 – Tidak lolos 2008 – Juru kunci grup 2010 – Peringkat ketiga grup 2012 – Tidak lolos 2014 – Tidak lolos 2016 – Tidak lolos 2018 – Perempat final* Keterangan: *) Turnamen masih berjalan

Hujan Petir Dahsyat Batalkan Laga Penentuan Tuan Rumah Malaysia di Piala AFC U-16 2018, Fans Kecewa Berat

Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda karena terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. (goal.com)

Kuala Lumpur- Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda lantaran terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. Seharusnya, laga kedua tim yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 waktu setempat. Namun, akibat hujan yang amat deras, dan berakibat pada masalah pencahayaan, akhirnya dimundurkan satu jam menjadi 16.30 WIB. Ternyata alam sedang tak bersahabat dengan tuan rumah Malaysia, sehingga laga tak kunjung digelar hingga waktu itu tiba. Panitia akhirnya memutuskan untuk membatalkan laga, dengan alasan faktor keamanan dan keselamatan, serta menjadwal ulang menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Namun, hal ini memicu kekecewaan para penonton, khususnya suporter timnas U-16 Malaysia. Mereka langsung menuangkannya di akun media sosial Twitter. Salah satu cuitan kekecewaan itu ditulis oleh Menteri Belia dan Sukan alias Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman, dengan akun @SyedSaddiq. Menurutnya, pelaksanaan penjadwalan ulang pertandingan yang ditetapkan di pagi hari, oleh pihak panitia dinilai tidak efesien. Alasannya, banyak para suporter timnas U-16 Malaysia yang sedang melakukan aktivitas seperti sekolah, bahkan bekerja. “Match ditangguhkan ke esok 11am, entry ke stadium Bukit Jalil PERCUMA,” cetus aktivis dan politikus muda itu. “Ini kerana perlawanan di antara Tajikistan-Thailand di PJ tak dapat dijalankan serentak kerana hujan lebat dan padang tak boleh digunakan. Both matches must be played together,” cuitnya lagi. Usai cuitan Syed Syaddiq, banyak beberapa suporter tim negri Jiran turut melampiaskan kekecewaannya. “Kami faham game cancel sebab hujan guruh semua. TAPI KENAPA ESOK PAGI??? Aduh abis duit burn, kayalah depa, kalau esok malam cun. Adalah juga semangat tu nak pergi,” tulis akun @Nas41519716. Namun demikikan, pihak panitia meminta penonton yang sudah membeli tiket laga Timnas U-16 Malaysia vs timnas U-16 Jepang, datang kembali membawa tiket yang sama. Duel ini sangat menentukan nasib tuan rumah Timnas U-16 Malaysia, ke perempat final. Tim berjuluk Harimau Muda itu berstatus wajib menang atas Jepang, untuk lolos ke delapan besar. Jika imbang kontra Jepang, Malaysia hanya bisa lolos ke perempat final andai Thailand kalah dari Tajikistan. Selain itu, partai Timnas U-16 Thailand versus Timnas U-16 Tajikistan pada jam yang sama, juga dibatalkan, meski tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur. Duel ini pun ikut dijadwal ulang, menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Malaysia sejauh ini masih berada di urutan ke-3 klasemen sementara grup A Piala Asia U-16 2018. Mereka membutuhkan kemenangan atas Jepang, guna memastikan lolos, atau meraih hasil imbang, dengan catatan Thailand kalah atas Tajikistan. (art) Klasemen lengkap Piala U-16 Asia 2018 sampai Selasa (25/9): Grup A (main, selisih gol, nilai): No.      Tim               Main    Gol      Poin 1.  Jepang U-16           2       5 : 2       4 2.  Thailand U-16         2       6 : 7       3 3.  Malaysia U-16         2       8 : 6       3 4.  Tajikistan U-16        2       2 : 6       1 Grup B No.      Tim                 Main    Gol      Poin 1.   Oman U-16              2      4 : 2       4 2.   Korea Utara U-16     2      3 : 2       4 3.   Yordania U-16          2      4 : 4       2 4.   Yaman U-16             2      0 : 3      0 Grup C No.      Tim                    Main      Gol       Poin 1.   Indonesia U-16       2          3 : 1        4 2.   India U-16                2          1 : 0         4 3.   Vietnam U-16            2          1 : 2        1 4.   Iran U-16                  2          0 : 2        1 Grup D No.              Tim               Main       Gol        Poin 1.   Korea Selatan U-16        2         10 : 0        6 2.   Australia U-16                2           2 : 4        3 3.   Irak U-16                       2           3 : 3        3 4.   Afghanistan U-16            2           1 : 9        0

Nyaris Lolos Piala Dunia U-17 di Italia, Timnas U-16 Pernah Selevel Raksasa Asia Pada 1990

Eko Purjianto (kanan) besama Evan Dimas (kiri) saat dalam sesi latihan Timnas U-19 pada 2013 lalu. Eko merupakan salah satu skuad Timnas U-16 pada 1990 yang tampil dalam putaran final Piala Asia U-16, yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). (antarafoto)

Jakarta- Timnas U-16 di bawah komando Fakhri Husaini mengarungi ajang besar Piala Asia U-16 2018, di Malaysia, pada 20 September sampai 7 Oktober 2018. Skuat Garuda Asia tergabung dalam Grup C bersama Iran, India, dan Vietnam. Partai perdana David Maulanda dan kolega yang berjumpa Iran, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Jumat (21/9) berkesudahan 2-0 untuk tim merah putih. Pada ajang Piala Asia U-16, sejatinya Timnas Indonesia bukan tak memiliki prestasi apik. Meski belum pernah menjadi juara, bahkan finalis, namun Indonesia pernah masuk empat besar. Pada 28 tahun silam, tepatnya saat Piala Asia U-16 1990, di Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia pernah mejadi sorotan. Skuat yang saat itu ditangani trio pelatih Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir, sukses menembus babak semifinal. Pada fase grup, Indonesia tergabung dalam Grup B bersama tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Qatar, dan Arab Saudi. Namun Arab Saudi saat itu memilih mundur karena masalah internal negara yang berkaitan dengan politik negeri. Kontra Korea Selatan, skuat asuhan Parhim-Muhardi-Indra Tohir, bermain imbang 1-1. Laga kedua juga berakhir seri 0-0 lawan Qatar. Hasil itu membuat Indonesia lolos ke fase empat besar dengan status runner up Grup B. Namun nahas, menghadapi Uni Emirat Arab di babak semifinal, Indonesia kalah 0-2. Indonesia pun harus puas menempati peringkat keempat setelah dalam perebutan peringkat ketiga, takluk dari China 0-5. Padahal, jika Indonesia sukses merebut peringkat ketiga, maka skuat Garuda Muda berhak tampil di Piala Dunia U-17 1991, yang berlangsung di Florence, Italia. Beberapa nama yang berada di skuat Tmnas U-16 saat itu, ada yang meredup namun ada juga yang bersinar. Diantaranya Dahlan Jalil, Kapten dan bintang utama Persiraja Banda Aceh era 1990-2000an, yang mengangkat Persiraja promosi dari Divisi I ke divisi utama pada 1992. Lalu ada Hendra komara, yang akhirnya menjadi bagian salah satu tim Persib Bandung terbaik 1990-2000an. Tak ketinggalan winger kelahiran Kuningan, Uci Sanusi, yang setia bersama Persita Tangerang di periode waktu yang sama. Dan yang paling cemerlang adalah Eko Purjianto. Eko adalah salah satu pemain dalam rombongan PSSI Primavera pertama, bersama Kurnia Sandi, Kurniawan dan Bima Sakti pada 1993. Dirinya juga merupakan satu, dari enam punggawa Primavera yang diambil dari Jawa Tengah. Aktif berposisi sebagai stopper, selain rutin membela Timnas, ia juga bergabung dengan sejumlah klub besar tanah air, di antaranya Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru dan PSIS Semarang. Saat kariernya berakhir sebagai pemain, Eko juga mengikuti jejak mayoritas rekan-rekan seangkatannya, yakni menjadi pelatih, atau staf kepelatihan. Pria kelahiran Semarang 1 Februari 1976 itu, merupakan aktor dibalik kesuksesan Timnas U-19 merajai Piala AFF U-19 pada 2013. Eko adalah asisten Indra Sjafri di Timnas U-19 sejak 2013. Kini, usai tak lagi melatih timnas di tingkat junior, ia menangani salah satu klub Liga 1, Bali United, sebagai asisten pelatih. (art) Daftar Timnas U-16 1990 Manajer : H. Nuni Martasaputra Asisten manajer : Drs. Sofyan Rosyad Pelatih: Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir Pemain : Aziz Agus Eko Purjianto Albert Rudiana Hendra Komara Surono Abdul Rachman Agus M. Alfandi Sugandi Abraham Aufa Desman Sagala Uci Sanusi Solikhan Sugih Utomo Erry Dahlan Jalil Hendro Kisworo Nur Syamsu Dhori Muhamad Yani

Kosisntensi Fisik Meski Diguyur Hujan Deras, Kunci Timnas U-16 Bungkam Iran 2-0

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, melakukan selebrasi dan membantu timnya secara meyakinkan menang 2-0 atas Iran U-16, dalam duel perdana Grup C Piala Asia U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Jumat (21/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mengawali perjalanan di Piala AFC U-16 2018 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan hasil positif. Anak asuh Fakhri Husaini berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Iran dan memperlihatkan perubahan besar dalam permainan di babak kedua. Kejutan sudah dibuat Tim Garuda Asia sejak menit-menit awal pertandingan. Baru berjalan empat menit, Amiruddin Bagus Kahfi langsung memastikan keunggulan Timnas merah putih, usai memanfaatkan umpan silang Supriadi. Tak sampai di situ, kejutan juga dibuat saudara kembar Bagus, Bagas Kaffa. Bek kanan Timnas U-16 itu mencetak gol kedua pada menit ke-90, setelah maju dan mengecoh tiga pemain bertahan Iran. Kemenangan David Maulana dan kolega di laga pertama Grup C Piala AFC U-16 2018 itu berbanding lurus dengan statistik akhir pertandingan. Kondisi signifikan diperlihatkan mereka, di babak kedua pertandingan. Timnas U-16 secara statistik cukup mendominasi permainan. Tercatat di 45 menit pertama, mereka sanggup mencatat 59 persen penguasaan bola. Namun, bicara peluang yang dihasilkan, Timnas U-16 hanya mencetak dua tembakan ke arah gawang, sementara Iran mengemas empat tembakan ke gawang Ernando Ari. Namun, peningkatan diperlihatkan Timnas Indonesia U-16 saat menjalani babak kedua. Dari statistik yang dicatat Labbola, Tim Garuda Muda berhasil mengemas total tujuh tembakan akurat ke arah gawang, mengungguli Iran, yang hanya mengemas empat tembakan ke arah gawang. Peningkatan juga terlihat dari bagaimana bersihnya tekel yang dilakukan Juara AFF U-16 2018 ini yang mampu mengimbangi permainan kasar pemain Iran. Di babak pertama, terjadi enam tekel tanpa mendapatkan kartu kuning, sedangkan Iran melakukan 15 tekel dengan hasil dua kartu kuning. Jelang laga berakhir, tercatat Timnas U-16 melakukan 20 tekel tanpa satu pun kartu keluar dari saku wasit. Sementara Iran mengemas 31 tekel dan total mendapatkan tiga kartu kuning di pertandingan pertama mereka. Fakhri menyebut jika kunci timnya memenangi pertandingan ini adalah keunggulan duel fisik. “Ini pertandingan adu fisik, tetapi fisik bukan hanya postur. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dalam 2×45 menit dan itu tidak mudah. Para pemain bisa konsisten dan itu menjadi kelebihan kami,” ujar Fakhri usai laga. Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut anak asuhnya bekerja sangat keras di pertandingan lawan Iran. Selain soal teknis, laga berjalan lebih sulit karena kondisi lapangan basah akibat hujan yang mengguyur sepanjang pertandingan. Para pemain Timnas U-16 pun mengakui, jika mereka lebih berat berlari saat lapangan dalam keadaan basah akibat hujan. “Memang jadi lebih berat, tetapi kondisi lapangan secara umum bagus,” kata Kapten sekaligus gelandang Timnas U-16, David Maulana. Kemenangan 2-0 atas Iran membuat Timnas U-16 memimpin klasemen sementara Grup C Piala AFC U-16 2018. Di parti lain, India U-16 diluar dugaan menekuk Vietnam U-16, dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, pada Senin (24/9), Indonesia meladeni Vietnam U-16, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 20.45 waktu setempat. (art) Statistik Timnas U-16 vs Iran U-16 Penguasaan Bola Timnas U-16 unggul dalam penguasaan bola (56 persen) berbanding timnas u-16 Iran (44 persen). Tembakan tepat sasaran Timnas U-16 mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran, lebih banyak dari lawan mereka (4). Pemain dengan jumlah tembakan terakurat Amiruddin Bagus Kahfi mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang laga dan mencetak satu gol. Jumlah shot on target sang pemain melebihi pemain-pemain dari kedua kubu. Pemain dengan jumlah operan terakurat Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah, mencatat 82 persen operan sukses di laga ini, terbanyak dari semua pemain yang memulai laga Piala Asia U-16 2018. Sementara, Sutan Zico menorehkan 100 persen pass accuracy (3 dari 3) selama 12 menit turun dari bangku cadangan. Angka ini jadi yang terbaik dari pemain lain termasuk pengganti. Permainan bertahan Timnas U-16 sangat solid dalam bertahan, mencatatkan 26 intersep dan 31 sapuan bola ketimbang masing-masing 21 dan 26 dari lawan mereka tersebut.

Kalah 1-3 Dari Taiwan, Timnas Putri U-16 Gagal Tembus Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 (merah) dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). (twitter)

Bishkek- Timnas Putri U-16 dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). Indonesia harus kebobolan lebih dulu melalui Chen Jin-wen pada menit ke-20. Garuda Pertiwi muda berhasil menyamakan kedudukan pada menit akhir babak pertama, melalui Safira Ika Putri dari titik putih. Pada babak kedua, permainan Taiwan makin merajalela. Taiwan akhinya bisa membrondong dua gol lagi melaluo Song Yu-ting (menit 52′) dan Wu Dai-ling (57′). Indonesia pun harus menelan kekalahan dari Taiwan. Dengan hasil ini membuat Srikandi U-16 gagal lolos ke putaran kedua ajang ini. Sebab, untuk sementara, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan raihan enam poin. Dua kemenangan diraih saat menang 3-2 atas Palestina dan 2-0 dengan Kirgizstan. Sementara Taiwan nyaman menghuni puncak klasemen Grup D dengan raihan sembilan poin. Pada laga terakhir, mereka menantang Australia, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran kedua, kualifikasi AFC U-16 Womens U-16 Championship 2018. Usai laga, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengakui bahwa anak asuhnya sudah berjuang maksimal dan tim lawan lebih beruntung. Meski begitu ia tetap apresiasi anak asuhnya. “Kami minta maaf kepada rakyat Indonesia atas kekalahan dan hasil ini yang membuat kita gagal lolos ke babak selanjutnya. Pemain saya rasa sudah memberi yang terbaik di ajang ini, namun hasil belum berpihak ke kami,” kata Rully. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim             Main      Gol        Poin 1.   Taiwan U-16          3       13  : 3         9 2.   Australia U-16       2       22  : 0         6 3.   Indonesia U-16      4         7 : 16       6 4.   Kirgizstan U-16      2         1 : 5         0 5.   Palestina U-16       3         2 : 22        0

Tergeser Ke Posisi Tiga Klasemen, Timnas Putri U-16 Tabung Peluang Lolos

Tergeser di posisi tiga klasemen Grup D dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018, Timnas Putri U-16 (merah) menabung peluang lolos ke babak selanjutnya, dengan hasil dua kemenangan dan sekali kalah, dan meraih poin enam. (indosport.com)

Bhiskek- Timnas Putri U-16 masih menyimpan peluang lolos ke babak selanjutnya, dalam kualifikasi Piala Asia Putri U-16 2018. Tim Garuda Pertiwi remaja telah melewati tiga laga saat ini, di Kirgizstan. Dari tiga hasil tersebut, anak asuh Rully Nere berhasil meraih dua kemenangan dan satu kekalahan. Kemenangan pertama diraih Srikandi U-16, saat menekuk tim Palestina U-16 dengan skor 3-2, pada Sabtu (15/9) di Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek. Gol Timnas Putri U-16 dicetak oleh Febiana (8′), Furyzcha (10′), dan Firanda (58′). Pada laga kedua kontra tuan rumah, Kirgizstan U-16, akhirnya berkesudahan 3-0. Gol dikemas oleh Furyzcha (44′, 62) dan Firanda (55′) serta menjaga gawang clean sheet, pada Senin (17/9). Namun, Indonesia takluk 0-11 dari Australia U-16, di laga ketiga, pada Rabu (19/9). Toh Kekalahan itu, tak membuat peluang Safhira Ika Putri dan kolega di papan klasemen Grup D Piala Asia Putri U-16 2018 menipis. Saat ini, tim merah putih berada di ranking tiga, dengan koleksi enam poin. Mereka kalah selisih gol dari posisi pertama Australia U-16, dan Taiwan U-16 diperingkat kedua. Kedua tim itu sama-sama memiliki enam poin. Timnas masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni kontra Taiwan U-16, pada Jumat (21/9). Garuda Wanita bisa mengunci tiket lolos ke putaran kedua kualifikasi, dari jalur dua tim berperingkat kedua terbaik. Peluang makin lebar, andai Thailand, yang akan menjadi tuan rumah Piala AFC Women U-16 pada 2019, menyegel status juara grup, atau masuk menjadi salah satu, di antara dua tim runner-up berperingkat terbaik. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim           Main       Gol       Poin 1.   Australia U-16       2       22 : 0        6 2.   Taiwan U-16          2       10 : 1        6 3.   Indonesia U-16      3        6  : 13      6 4.   Kirgizstan U-16      2        1  :  5      0 5.   Palestina U-16       3        2  : 22      0

Setelah Liga 1 U-16 Berputar, Mulai 29 September LIB Segera Gulirkan Liga 1 U-19 2018

Persija Jakarta U-19 tergabung dalam Grup A dalam kompetisi Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut ditetapkan ke dalam tiga grup, dan mulai kick-off pada Sabtu (29/9). (goal.com)

Jakarta- PT Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan pembagian grup untuk Liga 1 U-19 2018, yang akan diikuti 18 tim. 18 tim tersebut telah ditetapkan ke dalam tiga grup, dan kick-off pada Sabtu (29/9). Fase awal digelar dengan sistem home tournament, dengan tuan rumah Sriwijaya FC, Bali United, Persib Bandung dan Arema FC. Dua tim teratas dari tiap grup melaju ke delapan besar, serta dua peringkat tiga terbaik. Babak awal yang memakai sistem home tournament, akan melewati dua putaran, sementara saat memasuki fase delapan besar juga tetap menggunakan sistem home tournament, namun format pertandingan berlaku setengah kompetisi saja. Dua tim teratas babak delapan besar akan melakoni semi-final, yang diadakan mulai 15 Desember. Sementara laga final dihelat pada 18 Desember. Tiap tim diperbolehkan untuk mendaftarkan 30 pemain, plus pemain senior. Namun, ada regulasi khusus bagi pemain senior itu. Syaratnya, pemain senior itu harus tercatat masih berusia 20 tahun dan lahir pada 1998. “Dari kuota maksimal 30 pemain, klub bisa additional 5 pemain U-20. Syaratnya harus berusia 20 tahun dan lahir di sepanjang tahun 1998. Dan pemain itu pernah terdaftar di Liga 1 U-19 musim 2017,” kata Tigorshalom Boboy, CEO LIB. “Persyaratan kedua, pemain senior itu harus terdaftar pada kompetisi musim 2017. Pemain senior masih usia 20 tahun itu, juga boleh tampil di kompetisi U-19,” tutur Tigor, pada Kamis (20/9). Contoh pemain senior klub U-20 yang terdaftar pada Liga 1 U-19 2017 adalah duo Sriwijaya FC, Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson. Dua pemain itu pada musim lalu, memperkuat Persija Jakarta U-19 pada 2017. Sementara itu, Sriwijaya FC mendapat keuntungan pada fase awal, karena mereka akan menjadi tuan rumah untuk dua putaran penuh. “Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan dari semua,” pungkas Tigor. (art) Liga 1 U-19 2018 Fase Awal 29 September Delapan Besar: 5 Desember Semi-Final: 15 Desember Final: 18 Desember. Pembagian Grup Liga 1 U-19 2018 Grup A Sriwijaya FC (tuan rumah) Persija Jakarta Bhayangkara FC PSIS Semarang PS TIRA PSMS Medan Grup B Bali United (tuan rumah putaran pertama) Persib Bandung (tuan rumah putaran kedua) Barito Putera Madura United Persebaya Surabaya Persela Lamongan Grup C Persipura Jayapura Perseru Serui Borneo FC Mitra Kukar Arema FC (tuan rumah putaran pertama) PSM Makassar *) Tuan rumah putaran kedua belum ditentukan  Sistem Kompetisi – Fase awal dimainkan home tournament, sebanyak dua putaran – Dua tim teratas tiap grup melaju ke delapan besar, didampingi dua peringkat tiga terbaik – Delapan besar dimainkan dengan sistem home tournament, satu putaran – Dua tim teratas dari masing-masing grup delapan besar melaju ke semi-final – Semi-final dimainkan home & away – Final netral venue Subsidi Kompetisi – Tuan rumah mendapat Rp200 juta dan wajib mengakomodasi transportasi kegiatan resmi tim lain – Tuan rumah home tournament wajib menyediakan dua stadion – Setiap tim yang bukan tuan rumah mendapat Rp150 juta Regulasi Pemain – Setiap tim maksimal mendaftarkan 30 pemain – Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan lima pemain kelahiran 1 Januari 1998-31 Desember 1998 – Pemain dengan kategori di atas harus sudah terdaftar pada kompetisi Liga 1 U-19 musim sebelumnya Hadiah – Juara 1 Rp300 juta – Runner-up Rp200 juta – Ketiga Rp100 juta – Pemain Terbaik Rp50 juta – Topksorer Rp50 juta