Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior, Indonesia Siapkan 24 Atlet

Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior, Indonesia Siapkan 24 Atlet

Indonesia kembali dipercaya sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 atau World Junior Wushu Championship (WJWC) 2022. Kepercayaan itu diberikan Federasi Wushu Internasional (IWUF) dan Indonesia bakal menggelarnya di ICE BSD, Tangerang pada 2-11 Desember mendatang. Menurut Direktur Eksekutif WJWC 2022 Gunawan Tjokro, ini merupakan kali kedua Indonesia dipercaya IWUF menjadi penyelenggara setelah pada 2008 juga menggelar ajang serupa di Bali. Gunawan menjelaskan, Indonesia terpilih kembali menjadi tuan rumah bukan tanpa alasan. “Prestasi wushu Indonesia di level internasional diperhitungkan. Kita juga pernah dan sukses menyelenggarakan event serupa sebelumnya,” kata Gunawan Tjokro dalam konferensi pers di Wisma AKR, Jakarta, Selasa (13/9). Pada kejuaraan nanti, ada dua target yang dicanangkan yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. “Kami ingin setiap peserta yang datang pulang dengan kesan yang manis. Kemudian atlet-atlet kita juga sukses prestasi meraih medali di Kejuaraan Dunia Junior,” jelasnya. Hingga kini sudah ada 46 negara yang resmi mendaftar. Pihaknya optimistis 80 hari menuju WJWC 2022 jumlah tersebut bertambah. “Dengan waktu yang relatif masih lama menuju pelaksanaan, kami pikir akan banyak lagi negara yang mendaftar. Target kami ajang kali memecahkan rekor dari jumlah peserta yakni diikuti 70 negara,” ungkap Gunawan. Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 akan mempertandingkan nomor sanda putra dan putri serta taolu putra dan putri. Mengenai peta persaingan antar negara, Gunawan menyebut olahraga wushu saat ini sudah berkembang dan cukup merata. Karena itu, butuh persiapan dan latihan yang ekstra keras agar Indonesia sukses meraih prestasi. “Untuk bisa bersaing, kita harus melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet sejak dini sebagai pembibitan,” ujar Gunawan Tjokro. Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino menambahkan, Indonesia menyiapkan 24 atlet untuk tampil di kejuaraan dunia. Saat ini ada 28 atlet hasil dari Kejuaraan Daerah (Kejurda). “Hasil 28 atlet itu belum final. Menunggu hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan final stage taulo di Surabaya dan Piala Presiden 17-22 September. Setelah itu dipilih atlet dan kami pelatnas-kan,” kata Ngatino. Pada kesempatan yang sama, logo dan maskot Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 secara resmi diluncurkan. Terdapat dua bagian dari logo tersebut yang melambangkan anak laki-laki dan Badak Jawa. Anak laki-laki pada logo melambangkan salah satu jurus wushu yaitu gunshu di mana anak laki-laki tersebut bermain dengan jurus toya. Satu bagian lagi bentuk lengkungan yang melambangkan badak Jawa dan juga dikenal sebagai badak Sunda atau badak bercula satu, yang keberadaannya sangat langka. Badak Jawa kini hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten, yang juga merupakan tempat penyelenggaraan kejuaraan ini. Secara implisit, bentuk ini juga merupakan angka dari kejuaraan kedelapan dan juga melambangkan keabadian yang berarti berkelanjutan dan persatuan. Warna gradasi hijau ke kuning melambangkan pemuda, kesegaran dan kejayaan. Di momen yang sama, PB WI sekaligus meluncurkan maskot The 8th World Junior Wushu Championship Indonesia 2022 yang diberi nama Wolu. Maskot ini diambil dari karakter Badak Jawa bercula satu, yang merupakan hewan langka. Nama Wolu sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti delapan yang mewakili Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-8. Hadir dalam acara peluncuran logo Direktur Media World Junior Wushu Championship (WJWC) 2022, Ilham Permana, Wakil Ketua Umum PB WI Setyo Wasisto dan Ketua Bidang Luar Negeri PB WI, Karan Sukarno Walia.

Tebus Kegagalan di SEA Games 2021, Edgar Berhasil Pertahankan Juara di Kejuaraan Dunia Wushu 2022

Tebus Kegagalan di SEA Games 2021, Edgar Berhasil Pertahankan Juara di Kejuaraan Dunia Wushu 2022

Kegagalan atlet wushu Indonesia, Edgar Xavier Marvelo mempersembahkan medali emas di SEA Games 2021 Vietnam akhirnya ditebus dengan keberhasilan mempertahankan gelar juara Changquan pada Kejuaraan Dunia Wushu (World Games) 2022. Tampil di Billbattle Colloseum Balltimore, Birmingham Southern Court, Alabama, Amerika Serikat, Selasa (12/7/2022) malam, Edgar Xavier tampil begitu sempurna. Dia kembali mempertahankan medali emas yang diraihnya di Kejuaraan Dunia di Shanghai, China 2019 dengan mengumpulkan 9,53 poin. Medali perak Changquan putra direbut atlet wushu asal Korea Selatan, Lee Ha-sung dan perunggu jatuh ke tangan Roman Reva dari Ukraina. “Perolehan prestasi Edgar kali ini sebagai pengganti medali emas yang hilang di SEA Games 2021 Vietnam karena permainan yang kurang sempurna. Di World Games, Edgar bermain sangat mulus dan sempurna. Dia bukan hanya mempertahankan gelar juara tetapi mendapatkan kembali lagi pengakuan dunia atas capaian level permainannya. World Games ini adalah pertarungan atlet terbaik dari hasil Kejuaraan Dunia Wushu di Shanghai 2019. Artinya best of the bestnya atlet wushu kelas dunia,” kata Manajer Tim Wushu Indonesia, Iwan Kwok. Bukan hanya Edgar, peraih medali perak SEA Games 2021 Vietnam, Harris Horatius juga mempersembahkan medali perak nomor gabungan Nanquan/Nangun putra. Medali emas ini direbut Liu Zongxin dari China dan Lai Po-Wei dari Chinese Taipei mendapat perunggu. Sementara itu, atlet putri peraih medali emas SEA Games 2021 Vietnam, Alisya Mellynar gagal merebut medali dan hanya menempati peringkat keempat nomor Taijijian. Atas hasil ini, Novita memberikan apresiasi perjuangan Edgar dan kawan-kawan yang tidak terpengaruh dengan kondisi perjalanan menuju Birmingham. Apalagi, perjalanan Tim Wushu Indonesia mengalamai kendala. Mulai dari pengurusan Visa yang baru disetujui pada pengajuan kedua oleh Kedutaan Amerika Serikat hingga penundah perjalanan menuju Birmingham akibat badai memaksa Tim Wushu Indonesia bermalam di bandara Philadelphia. “Seharusnya kami tiba di Birmingham tangal 9 Juli pagi tetapi baru sampai tanggal 10 Juli sore hari dan tanggal 11 Juli kami baru bisa uji coba lapangan. Keterlambatan ini mengurangi waktu recovery. Tetapi, kami bersyukur karena anak-anak bisa tampil dengan maksimal dan apik,” katanya. “Edgar menyajikan penampilan luar biasa. Begitu juga dengan Harris yang meraih medali perak dari penggabungan nomor Nangun + Nanquan dengan mengalahkan pesaingnya dari Vietnam yang meraih medali emas di SEA Games 2021 Vietnam,” tambahnya. Dengan hasil ini, Tim Wushu Indonesia yang ditangani Novita dan Ginggi sudah mengantongi 1 medali emas dan 1 medali. Peluang Tim Wushu Merah Putih menambah perolehan medali masih ada lewat penampilan Nandira Mauriskha yang akan turun di nomor Cangquan, Rabu, 13 Juli 2022 pukul 10 pagi waktu setempat atau pukul 19.00 WiB. “Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia agar Nandhira bisa menambah perolehan medali,” kata Novita.

Sabet Emas, Celine Everly Siap Tampil di Kejuaraan Dunia

Sabet Emas, Celine Everly Siap Tampil di Kejuaraan Dunia

Sirkuit Nasional Taolu 2022 Stage 1 yang digelar secara virtual oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto cukup menarik. Ternyata atlet wushu asal Sasana Xiao Yao Surabaya, Celine Everly yang merebut medali emas pada nomor Chang Quan C Putri punya dua saudara kembar lelaki yang kini sudah tercatat sebagai atlet pelatnas junior. Dengan hasil tersebut, Celine Everly membuka kesempatannya untuk tampil dalam final stage bersama Ayrton Jones dan Bradley Jason pada final Stage yang digelar September 2022 dalam rangka memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Dunia Junior di ICE BSD City Tangerang, Banten, Desember 2022 mendatang. “Ya, Celine Everly memang punya dua saudara kembar lelaki, Ayrton Jones dan Bradley Jason yang sudah lebih dulu masuk dalam pelatnas junior saat juara pada Sirkuit Nasional Taolu 2021. Celine Everly memang memimpikan bisa tampil bersama dua saudara kembarnya di Kejuaraan Dunia Junior 2022. Karena, mereka mulai latihan wushu bersama-sama sejak berusia 4 tahun,” kata ibunya, Vera Widjaya di Jakarta, Sabtu (23/4/2022). Ketiganya yang saat ini berusia 9 tahun memang bisa tampil bersamaan memperkuat Tim Nasional Wushu Junior Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Pasalnya, mereka masing-masing mahir dalam nomor berbeda. Ayrton Jones di nomor Chang Quan dan Jian Shu (pedang), Bradley Jason – Chang Quan dan Gun Shu (toya utara), dan Celine Everly – Chang Quan dan Jian Shu (pedang). “Ketiganya memang bisa saja tampil memperkuat Tim Wushu Indonesia karena mereka masing-masing berbeda spesialisasinya. Dan, saya juga berharap mereka bisa membawa harum nama bangsa dan negara jika memang terpilih nanti,” kata Probo Muljono, pelatih kepala Sasana Xiao Yao Surabaya. Lebih jauh Vera Widjaya menceritakan ketiga anak kembarnya hobi menonton film silat mandarin sejak kecil. Saat melihat anak-anak berlatih wushu di vihara, ungkapnya, mereka minta mempelajari wushu. “Saya itu memang hobi nonton film silat mandarin. Dan, setiap saya nonton mereka bertiga selalu ikut nonton eh taunya mereka minta belajar wushu. Jadi, saya terpaksa bawa mereka ke sasana Xiao Yao untuk belajar wushu,” kenang Vera Widjaya. Sementara itu, Sasana Rajawali Sakti Pluit Jakarta kembali menambah 1 medali emas melalui Agni Agustine Dimonim di nomor Nan Gun Grup B Putri. Dengan hasil ini, Rajawali Sakti Pluit terus memimpin dengan mengoleksi 8 emas, 7 perak, dan 3 perunggu. “Saya sangat senang dan bangga bisa menyumbangkan 1 emas bagi sasana Wushu Rajawali Sakti Pluit karena ini tahun pertama saya di kategori B dan saya akan berlatih lebih keras untuk mempertahankan hasil ini pada sirkuit nasional wushu taolu berikutnya,” kata Agni Agustine, pelajar kelas 6 SD Katolik Santo Paulus Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan Sasana Garuda Jember sukses merebut 2 medali emas melalui Ghisna Maulana Magfuri (Dao Shu Grup C Putra) dan Kai Rafael Wijaya (Chang Quan Grup C Putra). Hasil Lengkap Sirkuit Nasional Wushu Taolu 2022 Stage 1: Chang Quan Grup C Putri: 1. Celine Everly (Xiao Yao Surabaya – 8.95 poin) 2. Billie Karina The (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta – 8.94 poin) 3. Evangeline Sofie Cia (Harmony Wushu Indonesia Kota Bogor – 8,92 poin) Dao Shu Grup C Putra: 1. Ghisna Maulana Magfuri (Wushu Garuda Jember – 8,73 poin) 2. Jah Bregas Jethro Sipayung (Wushu Rajawali Sakti Kelapa Gading Jakarta Utara – 8,69 poin) 3. Elliot Zachary Sridjaja (Wushu Rajawali Sakti Kelapa Gading Jakarta Utara – 8,66 poin) Dao Shu Grup C Putri: 1. Aluna Syakira Hasahatan (Rahmat Wushu Jakarta – 8,95 poin) 2. Billie Karina The (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta Utara – 8,94 poin) 3. Kezia Nathania Setiawan (Pengkot Kediri – 8,92 poin) Nan Gun Grup B Putra: 1. Mikael Nugroho Wibisono (Garuda Emas Semarang – 9,05 poin) 2. Claudio Iaquinta Wahyudi (Wushu Garuda Jember – 9,00 poin) 3. I Made Erlangga Wiryasaputra (Yayasan Inti Bayangan Jakarta – 8,98 poin) Nan Gun Grup B Putri: 1. Agni Agustine Dimonim (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta Utara – 9,04 poin) 2. Utiqo Romadlona Ummi’ Auna (Yasanis Surabaya – 9,03 poin) 3. Vania Meiliana (Yayasan Wushu Indonesia Sinduadi, DIY – 9,00 poin) Chang Quan Grup C Putra: 1. Kai Rafael Wijaya (Wushu Garuda Jember – 8,86 poin) 2. Ecclesio Ryuu Erdest (Laba Laba Sakti Jakarta Utara – 8,81 poin) 3. Leonard Kimi Anggoman (Garuda Emas Semarang – 8,78 poin) Chang Quan Grup C Putri: 1. Celine Everly (Xiao Yao Surabaya – 8.95 poin) 2. Billie Karina The (Wushu Rajawali Sakti Pluit Jakarta – 8.94 poin) 3. Evangeline Sofie Cia (Harmony Wushu Indonesia Kota Bogor – 8,92 poin)

Menpora Amali Siap Dukung Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Menpora Amali Siap Dukung Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut baik ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 mendatang. Menpora Amali berupaya mendukung penuh PB WI khususnya terkait payung hukum berupa Instruksi Presiden (Inpres). “Dan untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di Indonesia, kita sebagai tuan rumah akan didukung penuh oleh Kemenpora khususnya, dan pemerintah pada umumnya,” kata Menpora Amali usai menghadiri acara Pelantikan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Periode 2022-2026 di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Jakarta, Selasa (22/3). Ketum PB WI Airlangga Hartarto secara langsung meminta bantuan dan dukungan Kemenpora khususnya terkait payung hukum terkait pelaksanaan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 mendatang. “Sebagai tuan rumah tadi ketua umum menyampaikan, membutuhkan payung hukum berupa Inpres. Saya akan segera mengusulkan ke Bapak Presiden dan Mensesneg untuk kita segera membahas ini,” tambah Menpora Amali. “Biasanya akan dilakukan dulu Rapat Kabinet Terbatas tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, dan dalam waktu yang secepatnya kita berharap supaya ini bisa segera terbit Inpresnya,” urai Menpora Amali menambahkan. Ketum KONI Pusat Marciano Norman juga berharap, saat Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior Desember 2022 tetap bisa mempertahankan perolehan medali emas. “Besar harapan saya dalam kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto periode kedua ini program Wushu akan semakin meningkat,” ujar Marciano. “Kita ketahui dalam waktu dekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior, kita harus dukung itu dan tentunya pada perolehan medali wushu tradisi perolehan medali emas tetap bisa didapatkan,” harapnya. Sementara, Ketum PB WI Airlangga Hartarto memiliki target selain sukses menjadi tuan rumah, cabor wushu tanah air mampu memperoleh medali sebagai tradisi yang selama ini telah tercapai. “Targetnya tentunya penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Wushu Junior ini nantinya sukses, perolehan medalinya penting, karena merupakan bagian dari pembinaan atlet-atlet junior di masa depan,” urainya. “Harapan kami untuk atlet-atlet yang saat ini sedang pelatnas meski di tengah pandemi tetap semangat dan tradisi medali emas dipertahankan,” harap Airlangga.

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Jaring Atlet Junior Terbaik, PB Wushu Indonesia Kembali Siapkan Kejuaraan Virtual

Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia nampaknya sedang mempersiapkan untuk melakukan pembenahan ulang sistem pembinaan wushu. Salah satunya dengan mengadakan kembali Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II. Langkah ini diambil karena berkaca pada kesuksesan saat menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Series – 1 Khusus Taolu. Kali ini, PB Wushu Indonesia tidak hanya siap menggelar Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II namun juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan KONI Pusat. Ada pun rencananya kejuaraan tersebut akan digelar pada 1-11 Desember 2020. “Di seri I telah menjaring 190 atlet junior dan di Seri II akan kembali dijaring 190 atlet potensial dari kategori A,B dan C. Mereka nantinya akan diseleksi kembali melalui Virtual Wushu Champipnships Indonesia 2021 untuk menjaring 50 atlet junior terbaik yang akan dipersiapkan tampil pada ajang event internasional,” ujar Sekjen PB Wushu Indonesia, Ngatino, dilansir dari JPNN, Kamis (26/11/2020). “Ini sesuai instruksi Pak Airlangga Hartarto yang ingin adanya program pembinaan atlet berjenjang dan berkesinambungan dalam upaya melahirkan pengganti juara dunia Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo ke depan,” sambungnya. Terbosan yang dilakukan PB Wushu Indonesia ini mendapat sambutan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah atlet dan sasana yang berpartisipasi. Pada Seri I tercatat 632 atlet dari 50 sasana wushu se-Indonesia sedangkan pada Seri II telah tercatat 1.000 atlet (804 atlet wushu nomor Taolu dan 166 atlet wushu tradisional) dari 83 sasana wushu. Virtual Wushu Championships Indonesia Seri II kali ini memang terlihat istimewa. Selain mempertandingkan nomor tradisional untuk memberikan tempat kepada perguruan wushu, 12 atlet terbaik dari tiga sasana pada Seri I yakni Rajawali Sakti Jakarta, Laba-laba Sakti Jakarta dan Yasanis Surabaya akan berlaga dengan atlet sasana wushu dari Singapura, Brunai, Macau, dan Kazakhstan. “Kita memang sengaja mengundang atlet junior wushu negara lain untuk menambah jam terbang atlet junior terbaik di Virtual Wushu Championships Seri I. Sebab, sasana yang kita undang tercatat sebagai sasana yang banyak melahirkan atlet nasional di keempat negara tersebut,” jelasnya. Program Virtual Wushu Championships Indonesia yang diluncurkan PB Wushu Indonesia ini sekaligus menjadikan sasana sebagai ujung tombak pembinaan. Sebab, atlet-atlet junior dari berbagai sasana punya kesempatan untuk bisa menembus. “Lewat Virtual Wushu Championships Indonesia tak ada lagi ýang bisa ditutupi. Keberadaan atlet potensial yang ada di sasana besar atau kecil akan terpantau,” katanya. Lebih jauh Ngatino juga mengungkapkan pihaknya akan mencari format yang tepat untuk mempertandingkan nomor Sanda. “Nomor Sanda sedang dicarikan formatnya. Bisa saja akan digelar tahun depan tanpa penonton. Prinsipnya pertandingan tidak boleh terhenti karena pandemi Covid-19,” tutupnya.

Menpora RI Apresiasi Virtual Wushu Championships 2020

Menpora RI Apresiasi Virtual Wushu Championships 2020

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, mengapresiasi pelaksanaan Virtual Wushu Championship 2020 sebagai kreativitas sekaligus inovasi Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dalam melakukan pembinaan atlet di kala pandemi Covid-19. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PB Wushu Indonesia, ditengah kesibukan beliau masih memberikan perhatian dalam pembinaan dan pengembangan Wushu Indonesia. Ini terbukti malam ini memulai virtual wushu champhionship. Apresiasi pemerintah kepada keluarga wushu Indonesia, karena ditengah pandemi mampu menunjukkan kreativitas menggelar kompetisi secara virtual,” kata Menpora seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Menurut Zainudin, untuk menggelar sebuah kejuaraan secara internal di tengah pandemi tidak mudah. Terlebih, pandemi ini membuat banyak kegiatan maupun kejuaraan-kejuaraan olahraga yang tertunda, termasuk pemusatan latihan atlet. Para atlet pun terpaksa harus melakukan latihan secara mandiri agar tetap bugar. Dampaknya, para atlet pasti merasa jenuh karena terus berlatih tanpa adanya kejuaraan. Oleh sebab itu, Kemenpora RI mengapresiasi cabang olahraga yang menggelar kejuaraan secara internal di tengah pandemi Covid-19. “Saya mengapresiasi turnamen ini. Sasana berupaya melakukan latihan bagi atletnya. Tentu Kemenpora mendukung kreativitas cabang olahraga yang melakukan inovasi dan kreativitas. Perbaikan tata kelola yang dilakukan pengurus wushu juga kami apresiasi. Ini juga sejalan dengan kami yang di Kemenpora RI,” jelas Zainudin Menpora berharap, Virtual Wushu Championship 2020 bisa terselenggara dengan lancar dan sukses. Meskipun dilakukan secara virtual, Zainudin juga berharap makna dan semangat bertanding para atlet tidak berkurang. “Bertanding lah dengan semangat, dan sportif. Untuk pelatih, bimbing lah atlet-atlet ini dengan baik. Kepada juri yang bertugas, nilai lah dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Semoga kejuaraan ini berjalan dengan sukses dan lancar,” pesannya. Adapun kejuaraan yang berlangsung pada 10-17 Oktober ini diikuti sebanyak 632 atlet yang terdiri dari 319 atlet putra dan 313 atlet putri yang berasal dari 50 sasana di Indonesia dan mempertandingan nomor Taulo. Selain menyediakan Piala Airlangga Hartarto untuk juara umum, kejuaraan yang mempertandingkan kelas A, B dan C ini juga memperebutkan total 156 medali. Lebih lanjut, Virtual Wushu Championships 2020 bertujuan untuk mendata seluruh atlet junior. Harapannya, sasana bisa lebih aktif dalam hal pembinaan atlet muda sekaligus dijadikan ajang seleksi Kejuaraan Wushu Dunia dan Youth Olimpyc Games 2021. Sementara itu, Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto, berterima kasih atas dukungan dari Kemenpora juga atas kerja keras panitia yang sudah menyelenggarakan kejuaraan wushu kali ini. Ia menjelaskan bahwa Wushu, bagaimanapun, akan terus konsisten dalam pembinaan atlet. Meski suasana pandemi, pembinaan atlet dan latihan akan terus dilakukan. “Saya apresiasi kejuaraan ini. Juga untuk sasana yang ada di provinsi. Saya harap melalui kejuaraan ini dapat lahir atlet pada masa mendatang dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Airlangga. “Saya juga berharap, kedepannya atlet wushu tetap konsisten berprestasi dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dalam event-event internasional yang akan datang. Saya ucapkan selamat bertanding, semoga sukses. Kepada Menpora RI, terima kasih atas dukungan yang diberikan, dan semoga dapat bersinergi terus,” lanjutnya.

Lindswell Kwok Rebut Emas Kedua Dari Wushu, Lalu Ingin Pensiun Membela Indonesia

Usai meraih emas di nomor Taijiquan-Taijijian putri Asian Games 2018, atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, berencana pensiun dari olahraga yang membawanya menjadi peraih empat medali emas Sea GAMES berturut-turut, sejak 2011-2017. (Pras/NYSN)

Jakarta- Atlet Putri wushu Indonesia, Lindswell Kwok, meraih medali emas di Asian Games 2018. Ia menjadi yang terbaik di nomor Taijiquan-Taijijian putri, dalam pertandingan di Hall B JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8). Dalam lomba nomor seni itu, Lindswell menjadi yang terbaik dengan meraih poin 9.75. Atlet Hong Kong, Juanita Mok Eun Ying, merebut perak dengan nilai 9,71. Sedangkan perunggu direbut atlet Filipina, Chrystenzen Wong Agatha, dengan nilai 9,68. Aksi Lindswell di arena disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Setelah berlaga, ia pun mendapat ucapan selamat langsung dari Jokowi. Emas ini menjadi yang kedua yang diraih Indonesia pada Asian Games 2018. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan emas cabang taekwondo lewat Defia Rosmaniar. Namun, keputusan besar diambil Lindswell. Ia berencana pensiun usai mengantungi emas Asian Games 2018. “Sudah cukup. Mau rest dulu. Belum tahu mau ngapain,” kata dara kelahiran Medan, 24 September 1991, usai memastikan medali emas Wushu nomor Taijijian dan Taijiquan, pada Senin (20/8). Pernyataan itu terbilang mengejutkan mengingat usia Lindswell masih berusia 26 tahun. Dan performa apiknya, secara rutin masih terus mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga. Dalam kariernya di Wushu, Lindswell mengoleksi lima medali emas dalam gelaran Kejuaraan Dunia sejak 2009. Di level SEA Games, ia merupakan peraih medali emas sejak 2011 di Jakarta, 2013 Myanmar, 2015 Singapura, dan 2017 Malaysia. “Saya itu sudah terjun ke wushu sejak kecil. Jadi, tidak tahu jika tidak di dunia wushu harus bagaimana dan memang tak bisa lepas begitu saja,” ucap Lindswell. “Yang jelas, setiap kali lihat orang tanding atau latihan juga ingin. Kalau untuk benar-benar berhenti tidak mungkin sementara ini rest dulu,” ujarnya. Soal regenerasi di Wushu Indonesia, Lindswell percaya para juniornya perlahan bakal berkembang, salah satunya termotivasi dengan raihan dirinya sejauh ini. “Sekarang mungkin belum kelihatan. Semoga dengan prestasi sekarang, anak-anak bisa terpacu,” ucap atlet andalan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). “Saya juga dulu seperti itu, awalnya tidak niat, ya sudah latihan aja. Begitu melihat senior-senior bisa juara dunia, perak juara dunia, lalu angkat nama Indonesia lewat wushu, saya akhirnya jadi semangat,” pungkas Lindswell. (Pras)