216 Atlet Ikuti Kejurnas Kelompok Umur Panjat Tebing di Aceh

216 Atlet Ikuti Kejurnas Kelompok Umur Panjat Tebing di Aceh

Kejuaraan Panjat Tebing Indonesia, yang mana Kejurnas Kelompok Umur (KU) ini tidak dapat diselenggarakan tahun lalu dikarenakan kondisi pandemi. Namun, setelah hampir sebulan selesainya PON XX Papua yang mana Cabor Panjat Tebing sukses dalam pelaksanaannya, tentu Kejurnas KU XV 2021 menjadi ajang Silaturahmi yang ditunggu oleh semua Pengprov FPTI dan di ikuti 216 atlet dari berbagai Provinsi. Para peserta yang mengikuti Kejurnas KU ini pun sebanyak 216 yang terdiri dari 127 Atlet Putra dan 89 Atlet Putri yang akan bertanding di 5 Kelompok Umur, 2 (dua) Kategori dan 5 (disiplin) dengan total medali sebanyak 28 Medali yang akan diperebutkan. Kejuaraan Panjat Tebing Indonesia, yang mana Kejurnas Kelompok Umur (KU) ini tidak dapat diselenggarakan tahun lalu dikarenakan kondisi pandemi. Namun setelah hampir sebulan selesainya PON XX Papua yang mana Cabor Panjat Tebing sukses dalam pelaksanaannya, tentu Kejurnas KU XV 2021 menjadi ajang Silaturahmi yang ditunggu oleh semua Pengprov FPTI dan di ikuti 216 atlet dari berbagai Provinsi. Para peserta yang mengikuti Kejurnas KU ini pun sebanyak 216 yang terdiri dari 127 Atlet Putra dan 89 Atlet Putri yang akan bertanding di 5 Kelompok Umur, 2 (dua) Kategori dan 5 (disiplin) dengan total medali sebanyak 28 Medali yang akan diperebutkan. Dalam sambutannya, Mbak Yenny Wahid menyampaikan, kepada para peserta agar selalu bermimpi, karena mimpi merupakan awal dari sebuah prestasi. Dirinya juga sangat mengharapkan, dengan adanya Kejurnas KU dan Event-event serupa dapat melahirkan para atlet – atlet baru yang akan berjuang untuk dapat mengibarkan sang Merah Putih dan mengumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di dunia internasional di masa mendatang. “Dengan dijadikannya Cabor Panjat Tebing sebagai salah satu Cabor unggulan oleh Kemenpora, maka diharapkan kualitas pertandingan dan output dari kejurnas ini bisa menjadi generasi yang dapat meneruskan prestasi dari Pendahulu mereka di Event-event International,” kata dia. Acara pembukaan diakhiri dengan penyerahan Trophy Bergilir dari Juara Umum Kejurnas KU XIV kepada Ketua Pelaksana H Muhammad Saleh yang juga Ketua Pengprov Aceh, secara resmi piala bergilir ini akan diperebutkan Kembali oleh para pengprov yang bertanding.

Menuju Olimpiade Paris 2024, FPTI Bidik 4 Atlet Muda Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid mengaku telah memiliki gambaran calon tim utama di Olimpiade Paris 2024. Pemisahan nomor speed dari kombinasi dengan lead-boulder membuat Yenny Wahid optimistis Indonesia akan meraih prestasi. “Olimpiade 2024 nanti bisa jadi momen bagi insan panjat tebing kita, terutama para atlet kita untuk bisa berjaya, untuk bisa kembali merajai, dan menjadi paling the best,” ujar putri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid tersebut, Rabu (4/8/2021). Setidaknya ada empat nama kandidat yang telah dibidik FPTI untuk masuk dalam skuad utama panjat tebing Indonesia menuju Paris 2024. Yenny Wahid menyebutkan atlet incaran tersebut masih berusia belasan dan akan mencapai usia emas saat Olimpiade Paris, tiga tahun lagi. Siapa sajakah keempat proyeksi atlet tersebut? Yang pertama ialah Rahmad Adi Mulyono asal Jawa Timur. Saat ini Rahmad baru 19 tahun. Ia pernah memenangi IFSC Connected Speed Knockout, pada 2 Agustus 2020 lalu. Selanjutnya, ada duo Veddriq Leonardo (Kalimantan Barat) dan Kiromal Katibin (Jawa Tengah) juga masuk radar FPTI menuju Olimpiade Paris 2024. Duo atlet putra panjat tebing Indonesia itu menorehkan prestasi luar biasa pada IFSC Climbing World Cup 2021 di Amerika Serikat dan Swiss. Bahkan, Veddriq Leonardo meraih back-to-back medali emas untuk nomor speed putra di dua ajang kelas dunia panjat tebing tersebut. And that's it! Veddriq Leonardo wins it! 🇮🇩 Watch more sport climbing on https://t.co/RG08DMKMzK 🧗#VillarsWC #ClimbingSurOllon pic.twitter.com/ot8D7CyoBf — The Olympic Games (@Olympics) July 2, 2021 Satu nama terakhir yaitu atlet putri Desak Made Rita Kusuma Dewi, FPTI membidik Rita yang finis keempat saat berlaga di Swiss, bulan lalu. “Rita itu bisa lebih lagi prestasinya. Pada prakualifikasi angkanya nomor tiga,” tutur Yenny Wahid soal alasan FPTI membidik atlet muda Bali itu dalam rilis FPTI. “Pas pertandingan agak enggak mujur, enggak bisa sampai atas. Tergelincir. Ini nasib. Tapi, secara hitungan, dia sudah dapat waktu. Sudah bisa memecahkan itu,” lanjut Yenny. Untuk tim pelapis kedua dan ketiga, FPTI akan mengincar pemain junior yang akan menuju usia remaja ketika Paris 2024 tiba. “Makin muda saat mendalami olahraga ini, makin terbentuk muscle memory-nya atau memori ototnya,” ia menambahkan. “Misalnya, Katibin, mulai dari usia 8 tahun. Penting sekali. Kalau betul-betul ada bakat dan minat dan ketemu dengan FPTI, pasti bisa kami fasilitasi,” pungkasnya.

Kalsel Kirim Tiga Atlet Junior Untuk Perkuat Tim Indonesia ke Olimpiade Tokyo

Simulasi Panjat Tebing

Tiga atlet junior panjat dinding asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terpilih untuk ikut Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan yang akan tampil pada Olimpiade Tokyo yang rencananya bakal digelar menjadi tahun depan. Keduanya menyusul satu orang atlet junior yang sudah berangkat terlebih dahulu ke Pelatnas. Sebelumnya, Kalsel sudah mengirim M. Ferza Andi untuk bergabung dengan atlet nasional lainnya. Sementara dua atlet lainnya direncanakan untuk berangkat ke Jakarta pada awal tahun mendatang. “Keduanya juga atlet junior kita yakni M. Firdan Ardika dan Aurin Aura Rinjani,” ujar Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Bandi Chairullah, dilansir dari Banjarmasinpost.co.id. Khusus untuk Firdan, ia pernah juga tergabung dalam tim nasional pada Asian Youth 2018 yang mewakili Indonesia di Tiongkok. Lebih lanjut, Bandi berharap tiga pemanjat tebing asal Kalsel yang dipersiapkan tampil di Olimpiade Tokyo ini bisa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menggelar seleksi nasional (Seleknas) atlet panjat tebing junior. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020 di Jakarta Internasional Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur. Seleknas tersebut pada awalnya dijadwalkan terlaksana pada pertengahan September lalu, namun karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sehingga Seleknas tertunda. Sebanyak 55 atlet panjat tebing dari seluruh Indonesia mengikuti Seleknas dan menjalani serangkaian tes,diantaranya tes ketrampilan memanjat, tes kesehatan dan tes psikologi. Seleksi nasional tersebut bertujuan untuk mencari bibit baru, dengan memberikan pembinaan jangka panjang kepada para atlet junior.

FPTI Tentukan 10 Atlet Pelatnas Hasil Promosi dan Degradasi untuk Perebutkan Tiket Olimpiade 2020 Tokyo

Atlet panjat tebing Rivaldi Ode R (Bali) menjadi salah satu atlet yang disiapkan untuk memperebutkan tiket Olimpiade 2020. (FPTI)

Jakarta- Setelah melalui tahap pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak awal Februari 2019 serta melakoni beberapa laga di luar negeri, tim pelatih dan manajemen Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah menentukan 10 atlet yang akan memperebutkan tiket ke Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Dibagian putra terpilih lima atlet yang akan mewakili Indonesia. Yakni Alfian M Fajri (Jawa Tengah), Aspar Jaelolo (DKI Jakarta), Fathur Roji (Jawa Timur), Rivaldi Ode R (Bali), dan Sabri (Kalimantan Utara). Dan dibagian putri yaitu Aries Susanti Rahayu (Jawa Tengah), Nurul Iqamah (Nusa Tenggara Barat), Fitria Hartani (Jawa Timur), Salsabila (Jawa Barat), dan Choirul Umi (Jawa Timur). Selama berlatih, para atlet ini akan didukung dua atlet sebagai sparring partner yakni Jamal Alhadad (Kalimantan Timur) dan Rahmayuna Fadillah (Daerah Istimewa Yogyakarta). Ada pula atlet yang terdegradasi yakni Temi Teli Lasa (Bali) dan mengundurkan diri yakni Agustina Sari (Jawa Tengah). Sehingg terpilih atlet berbakat dengan kriteria yang sudah ditetapkan serta terukur, misalnya catatan prestasi dan peringkat nasional. Pristiawan Buntoro, Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, mengatakan 10 atlet tersebut terpilih seiring berjalannya Pelatnas sejak Februari dan try out di empat seri Worldcul di Swiss, Rusia, dan China. “Pelatnas ini konsentrasinya untuk prakualifikasi Olimpiade. Laga di luar negeri kemarin untuk mengukur kemampuan para atlet setelah berlatih keras di Pelatnas,” ujar Pristiawan. Tim panjat tebing telah kembali ke Indonesia dan langsung disambung latihan yang lebih intensif. Fokus tim panjat tebing dalamberlatih adalah mempertahankan keunggulan di nomor speed, sembati memperkuat nomor lead dan boulder lantara Olimpiade Tokyo mempertandingkan nomor combined. Dijelaskannya, tiga event penentu lolos atau tidaknya telah menghadang di depan mata yakni seleksi di World Championship pada Agustus 2019, prakualifikasi Olimpade pada November, dan satu event lagi pada Mei 2020. “Untuk Agustus nanti kami bisa mengirimkan lima atlet putra dan putri untuk ikut event. Untuk single event di November ada syarat khusus yakni hanya atlet yang masuk peringkat 20 dunia di kategori speed, atau lead, atau boulder yang berhak ikut seleksi,” lanjutnya. Dan, berdasarkan peringkat dunia, baik di nomor speed world record putra dan putri Indonesia telah mengamankan masing-masing tiga dan dua atlet. Di kategori putra atlet yang masuk peringkat 20 besar dunia yakni Alfian M Fajri di peringkat lima, Aspar Jaelolo peringkat tujuh, dan Fathur Roji peringkat sembilan. Sementara, di nomor putri Aries Susanti Rahayu bertengger di peringkat empat dunia dan Nurul Iqamah di peringkat 20. (Adt)