Ubed Juara Thailand Masters 2026

Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Zaki “Ubed” Ubaidillah mempermalukan wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 21-19, 20-22, 21-19 pada partai final untuk menjuarai Thailand Masters 2026. Itu menjadi kali pertama Ubed mengalahkan Panitchaphon setelah selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya yakni di Toyota International Challenge 2024 dan Kumamoto Masters Japan 2025. “Sangat luar biasa senang, campur aduk rasanya dan tidak menyangka bisa juara,” kata Ubed, dikutip dalam keterangan resmi dari PBSI. Itu menjadi gelar pertama Ubed pada 2026 setelah sebelumnya hanya mencapai 16 besar Indonesia Masters, di mana dia dihentikan wakil Singapura, Loh Kean Yew, 19-21, 10-21. Dalam perjalanannya menjadi juara Thailand Masters, Ubed mengalahkan lima tunggal putra dari negara berbeda, salah satunya memenangi perlawanan melawan rekan senegaranya sendiri yang sebelumnya menjadi juara Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan, di babak semifinal dengan skor 21-18, 21-14. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, PBSI, PB Djarum dan semuanya. Saya berharap bisa lebih baik, dan berikutnya bisa mendapatkan gelar Super 500 ke atas,” tutur Ubed, yang merupakan tunggal putra 44 dunia. Kemenangan Ubed membuat Indonesia memborong empat gelar dari Thailand Masters 2026 setelah sebelumnya menang di sektor ganda putri (Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti), ganda putra (Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana), dan ganda campuran (Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil).

Atlet Muda Siap Menggebrak di Indonesia Masters 2026

M. Zaki Ubaidillah, Nikolaus Joaquin, dan Felisha Pasaribu

Barisan atlet muda mengobarkan semangat jelang Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 20-25 Januari 2026. Tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah antusias dalam debutnya di Indonesia Masters. Atlet 18 tahun itu pernah tampil di Indonesia Masters II 2025 yang berstatus Super 100. Kini pemuda asal Sampang itu meniti tapak di Super 500 dari babak kualifikasi. “Pertama saya mau mengucap syukur Alhamdulillah sudah diberi kesempatan main di Istora. Ini pertama kali saya bermain di Istora. Pastinya antusias untuk memberi performa yang terbaik,” kata Ubai dalam konferensi pers di Istora, Jakarta, Senin (19/1). Peraih emas SEA Games 2025 di nomor beregu itu mengakui terselip tekanan karena usia masih begitu muda namun sudah mendulang prestasi internasional. Meski begitu, Ubed, panggilan akrabnya, ingin tampil maksimal dalam setiap turnamen yang dijalani. “Kalau dilihat dari usia saya sekarang, beban pasti ada. Banyak lawan senior tapi saya tidak mau kalah. Dari situ saya bisa belajar lebih baik lagi menghadapi senior,” ucap Ubai. Optimisme juga disampaikan oleh Nikolaus Joaquin, ganda putra prospektif yang dimiliki Indonesia. Atlet 20 tahun itu enggan rendah diri setelah melihat hasil undian Indonesia Masters 2026. Di sektor ganda putra Indonesia Masters 2026, wakil tuan rumah menumpuk di bagan bawah. Artinya bentrok sesama wakil Merah Putih akan tersaji lebih dulu dan otomatis Joaquin dan pasangannya, Raymond Indra bakal bersua senior-seniornya. “Kalau melihat drawing jujur agak kaget karena semua ganda putra Indonesia di pool bawah. Tapi dari empat pasang ganda putra itu bisa di mana saja. Semoga bisa melaju terus wakil Indonesia,” ujarnya. Sadar persaingan ganda putra kian ketat, atlet kelahiran Jakarta itu tak sabar ingin segera tampil di Istora. Arena berkapasitas 7.166 kursi itu jadi impiannya sejak lama. “Saya senang sekali main di Istora karena jadi wish list sejak kecil. Rasa-rasanya ingin cepat-cepat besok untuk segera main,” pungkasnya. Di sisi lain, pebulu tangkis ganda campuran, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berharap bisa melaju jauh di turnamen ini meski persaingannya cukup ketat. “Melihat undian dari Indonesia Masters tahun ini, saya dan Jafar berharap bisa melaju jauh.” “Dengan target yang besar tahun ini, tak mudah memang, tapi kami berharap, bagaimana pun undiannya, semoga kami bisa fokus pada tujuan awal kami demi Indonesia,” ungkap Felisha.

Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

Rekap Kejuaraan Dunia BWF Junior 2025, China Jadi Juara Umum

Chen Jun Ting/Liu Jun Rong

Rekap final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir pilu bagi wakil Indonesia yang belum mampu mempersembahkan gelar, Minggu (19/10/2025). Zaki Ubaidillah alias Ubed dari sektor tunggal putra yang berhasil ke partai final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir sebagai runner-up. Otomatis tak ada medali emas yang dibawa pulang oleh delegasi Indonesia dalam gelaran junior ini. Berbanding terbalik dengan China yang tampil digdaya dalam gelaran individu. Sebanyak tiga wakil China lolos ke final dan semuanya keluar sebagai juara. Pertama ada Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (China) dari nomor ganda putri. Kemudian gelar kedua dibukukan oleh penakluk Ubed, Liu, di tunggal putra. Terakhir, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (China) nomor ganda campuran keluar sebagai juara. Chen/Liu mengalahkan utusan Korea, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo, dua gim langsung. Delegasi Asia Timur selain China yang membawa pulang medali emas ada utusan Korea. Yakni Lee Hyeong Woo/Cheon Hye In yang menumbangkan Hung Bing Fu/Chou Yun An (Taiwan). Wajah Asia Tenggara atau ASEAN diselamatkan oleh wakil Thailand di nomor tunggal putri. Anyapat Phichitpreechasak (Thailand) keluar sebagai juara setelah menang dari Tanvi Sharma (India). Hasil laga final BWF World Championships 2025 kategori individu, Minggu (19/10/2025): Tunggal putra Mohammad Zaki Ubadillah (Indonesia, 1) vs Liu Yang Ming Yu (Cina, 3): 10-15, 11, 15 Tunggal putri Tanvi Sharma (India, 1) vs Anyapat Phichitpreechasak (Thailand, 2): 7-15, 12-15 Ganda putra Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo (Korea Selatan, 3) vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (Cina, 4): 14-16, 12-15 Ganda putri Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (Cina) vs Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah (Malaysia, 3): 15-13, 19-17 Ganda campuran Hung Bing-fu/Chou Yun-an (Taiwan) vs Lee Hyeong-woo/Cheon Hye-in (Korea Selatan, 2): 9-15, 15-11, 10-15

Perjuangan Zaki Ubaidillah Berbuah Medali Perak

Podium Tunggal Putra BWF World Junior Championships 2025

Sirna sudah harapan Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari BWF World Junior Championships 2025. Satu-satunya harapan untuk meraih gelar juara, yakni tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah, takluk di partai puncak. Ubed – begitu sapaan akrabnya – kalah dari wakil Cina, Liu Yang Ming Yu, dua gim langsung, 10-15, 11-15, pada laga di National Centre of Exellence, Guwahati, Assam, India, Minggu (19/10/2025). Meski berstatus unggulan pertama, Ubed gagal memperlihatkan dominasi atas lawan yang sejatinya pernah dia kalahkan di final Asia Junior Championships 2025, Juli lalu. Menurut Ubed, kegagalannya kali ini disebabkan kurangnya fokus dan terlalu bernafsu. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Tapi tadi mainnya kurang maksimal dari segi fokus, dan pikirannya goyang. Mungkin tadi saya terlalu berambisi untuk juara,” kata Zaki Ubaidillah. “Secara teknik, lawan bisa menguasai pukulan bola atas dan dari awal sudah mengontrol speed, saya tidak siap dengan hal itu. Tadi buangan saya juga ragu-ragu, akhirnya saya diserang terus. Dibandingkan dengan pertemuan di AJC kemarin, lawan lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika bertemu saya,” tambahnya. Menyusul kekalahan ini, artinya Zaki Ubaidillah sudah dua kali gagal menyabet medali emas di BWF World Junior Championships. Pada 2024, dia hanya membawa pulang medali perunggu usai kalah dari tunggal Cina, Wang Zijun di semifinal. Belum tahu apakah Ubed bakal turun lagi di turnamen yang sama tahun depan. Remaja 18 tahun itu sepertinya sudah memikirkan untuk naik kelas ke level senior. “Banyak yang harus saya perbaiki di level senior, dari fisik hingga mental. Selain itu, main di senior juga butuh pikiran dan tekad yang kuat,” katanya. “Harapan ke depannya, semoga bisa lebih melejit lagi kariernya di level senior nanti,” dia memungkasi. Sementara itu, kompatriot Ubai, Richie Duta Richardo dan Zhi Hang Li asal Cina berbagi podium di posisi ketiga. Kegagalan Indonesia di turnamen individu BWF World Junior Championships 2025 sama seperti kategori beregu campuran alias Piala Suhandinata 2025, pekan lalu. Dipimpin oleh Zaki Ubaidillah sebagai kapten, skuad Merah Putih juga kalah dari Cina pada laga final dan gagal mempertahankan gelar juara.

BWF World Junior 2025: Sempat Tersusul, Zaki Ubaidillah ke Final

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengaku fokusnya sempat hilang sebelum akhirnya menundukkan wakil China, Li Zhi Hang dan melaju ke final BWF World Junior Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Bulu tangkis Junior 2025, Sabtu (18/10/2025). Bermain di Guwahati, India, Zaki melaju ke babak pemungkas setelah mengalahkan Li dengan skor 14-16, 16-14, dan 15-12. Zaki mengakui pertandingan melawan Li berlangsung sangat ketat. “Alhamdulillah diberikan kemenangan tanpa cedera. Pertandingan hari ini sangat ketat, Walaupun pada gim pertama sempat unggul, fokusnya mulai hilang jadinya point terkejar dan lawan berbalik menang,” papar Zaki. Dia menambahkan, pada gim kedua dia sempat tertinggal 9-13 kemudian 11-14, dirinya sempat putus asa. “Namun, pelatih terus meyakinkan saya buat bangkit kembali dan akhirnya saya yakin satu per satu poin, Alhamdulillah bisa dapat banyak poin dan bisa membalikkan keadaan,” kata pemain kelahiran Sampang, Jawa Timur ini. Menurutnya, pada gim ketiga saat sudah memimpin 13-9, dirinya sempat tersusul lawan hingga skor 13-12. “Saya diminta lebih tenang oleh pelatih dan tidak terburu-buru menyerang. Itu membuat saya bisa memenangi gim ketiga,” ungkap pemain berusia 17 tahun ini. Sementara itu, wakil tunggal putra Indonesia lain, Richie Duta Richardo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, dan 13-15. Kekalahan ini membuat gagal terciptanya all Indonesian final di sektor tunggal putra.

WJC 2025: Indonesia Runner Up

Tim bulutangkis junior Indonesia di Podium Piala Suhandinata 2025

Tim bulutangkis junior Indonesia keluar sebagai runner up Piala Suhandinata 2025 setelah harus mengakui keunggulan tim China. Berlaga di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, pada Sabtu (11/10) siang, Garuda Muda kalah 0-2. China langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan. Moh Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di game pertama, tapi China melawan dengan sangat kuat, ganda campuran dan sektor tunggal menjadi andalan sang Negeri Tirai Bambu. Garuda Muda pun terdesak hingga partai keempat, 32-36. Laga penentuan di ganda putra berjalan sengit. Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak. Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44. Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000. “Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah,” ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok. “Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan,” timpal Edsel. Kapten tim Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia seraya meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang,” sahut Ubed. Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor. “Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami harus bisa membuat pemerataan di semua sektor. Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini. Dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja,” ujar Eng Hian. “Di luar itu, saya berterima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang. Jangan larut dalam kesedihan karena masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik,” pesan Eng Hian. Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang. Hasil Pertandingan Final Piala Suhandinata 2025: Indonesia 0-2 China Set 1 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 8-9 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 15-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 20-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 27-36 MD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 30-45 Set 2 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 9-5 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 14-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 23-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 32-36 MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 44-45

WJC 2025: Hajar Taiwan, Indonesia ke Semifinal!

Wakil Indonesia di Piala Suhandinata 2025

Tim bulu tangkis junior Indonesia memenangkan laga perempat final Piala Suhandinata 2025. Skuad Garuda menang dengan agregat 2-0 atas Taiwan usai berlaga di National Centre of Excellence, India pada Kamis (9/10/2025). Moh. Zaki Ubaidillah dkk menang dengan capaian skor kembar 45-35, 45-35. Langkah skud muda Indonesia semakin dekat untuk mempertahankan titel juara dari Piala Suhandinata 2025. Indonesia akan jalani laga panas di semifinal Piala Suhandinata 2025. Skuad Merah-Putih akan berduel melawan wakil tuan rumah, India untuk berebut tiket final. India melaju ke semifinal usai memenangkan duel sengit. India membungkam Korea Selatan dengan skor 2-1. Tim Indonesia menjadi juara bertahan di Piala Suhandinata 2025. Pada edisi 2024 lalu, Indonesia menang atas China dalam laga final yang berlangsung di Nanchang International Sports. Moh. Zaki Ubaidillah dkk berharap bisa mempertahankan gelar di Piala Suhandinata 2025. “Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim ini bisa memberikan yang terbaik yaitu mempertahankan Piala Suhandinata,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian dalam keterangan tertulis. Hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei: SET 1 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Yang Chieh Dan 9-6. WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hui Hsin Huang/Pin-Chen Liao 18-12. WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Xiao-Ting Su 27-17. XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-31. MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai 45-35. SET 2 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Huang Jyun-Kai 9-2. WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chou Yun An/Hui Hsin Huang 18-10. WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liao Jui-Chi 27-20. XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Bing Fu/Chou Yun An 36-30. MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Wei Ting Lee/Cheng Han Tsai 45-35.

WJC 2025: Indonesia Lolos Babak 8 Besar

Ikhsan Lintang Pramudya - Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil menuntaskan laga terakhir dengan kemenangan melawan Hong Kong pada fase grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Rabu (08/10). Laga ketiga Garuda muda, tak berjalan dengan mudah. Moh. Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan dipaksa bermain 2-1 oleh Hong Kong dengan skor 44-45, 45-37, 45-23. Indonesia sempat kecolongan di set pertama dengan poin yang cukup dramatis. Sektor pertama yang diturunkan pada laga kali ini adalah ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang harus mengakui kekuatan tim lawan dengan kedudukan 6-9. Hasil kurang baik juga didapatkan sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan Thalita Ramadhani Wiryawan yang juga menelan kekalahan. Nafas Merah-Putih berhasil diselamatkan oleh pasangan ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang berhasil meraih kemenangan ketat 36-35. Namun setelah berganti sektor, Rinjani yang langsung bermain ganda campuran bersama Ikhsan Lintang Pramudya harus menelan kekalahan tipis dengan skor 44-45. “Permainan hari ini cukup ketat dan menegangkan karena di set pertama kita kalah 0-1. Saya sendiri berusaha bermain tanpa beban dan mengeluarkan semua kemampuan saya,” ungkap pemain kelahiran Surabaya ini. “Lawan saya tadi cukup bagus dari segi serangan. Sempat ada protes di set ke-2, lawan tidak menerima keputusan wasit karena bolanya dinyatakan keluar,” tambah pemain yang akrab disapa Tali. “Set kedua meskipun tegang saya berusaha hadapi dengan tenang dan bermain bagus. Rally poin 9 ini mainnya harus bersih dan jangan sampai membuang poin terlalu banyak,” tuturnya. Pada laga penentuan grup F ini, Indonesia menurunkan 7 pemain andalannya yaitu: Moh. Zaki Ubaidillah, Muhammad Rizki Mubarrok, Raihan Daffa Edsel Pramono, Thalita Ramadhani Wiryawan, Riska Anggraini, Rinjani Kwinnara Nastine, dan Ikhsan Lintang Pramudya. Sempat kehilangan set pertama, performa tim muda Indonesia ini berhasil meningkat di dua set terakhir terutama di set ke-3 dimana Hong Kong hanya mendapatkan 23 poin. “Berada di partai penentu, pasti ada rasa tegangnya tinggal bagaimana saya mengatasinya. Set pertama kita kurang tenang padahal sudah balik unggul menjadi 44-43. Kendala saya sendiri di set 1 saya masih beradaptasi lapangan dan di dua set terakhir kami sudah lebih tenang dan enjoy,” ungkap Lintang. “Dengan Rinjani saya terus menjaga komunikasi, sebelum Rinjani main ganda putri kami juga pemanasan bareng. Menurut saya dengan sistem poin 9 yang terpenting kita harus langsung memegang kendali sejak poin pertama,” tambahnya. Kemenangan atas Hong Kong menjadikan Indonesia keluar sebagai juara grup dan dipastikan lolos ke babak 8 besar yang akan berlangsung pada hari Kamis, (09/10). Di babak 8 besar nanti Indonesia akan menghadapi juara dari grup E antara tim Denmark atau tim Chinese Taipei. “Kalau melihat performa Thalita Ramadhani Wiryawan, ini kali kedua dia diturunkan, pertama saat bertemu Filipina saya liat progresnya semakin bagus dengan adaptasi point 9 ini. Dia lebih bisa enjoy dan menyesuaikan diri, hari ini melawan Hong Kong dari ketiga laga yang dimainkan performannya juga selalu meningkat,” ucap Herli Djaenudin, selaku pelatih tunggal putri yang mendampingi Thalita. “Yang menjadi perbaikan dari sektor tunggal putri adalah dia harus lebih tenang lagi dan menjaga fokusnya. Karena ini poinnya pendek jadi pemanasannya harus maksimal dan kami saling berkoordinasi dengan pelatih fisik. Yang kedua harus bermain lebih rapi lagi karena dengan sistem poin pendek ini secara tekanan yang dirasakan akan lebih tinggi,” Tambah Herli. “Persiapan untuk besok kita jaga kondisi para atlet dan koordinasi dengan dokter gizi untuk asupan nutrisinya, apa yang diperlukan agar recovery berjalan bagus.” tutup Herli. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Hong Kong: MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 6-9 MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 15-18 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 26-27 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-35 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 44-45 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-8 MS 2: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-15 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-23 WD 2: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-33 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-37 MD 3: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Cheng Ying Kit/Deng Chi Fai 9-6 MS 3: Moh. Zaki Ubaidillah vs Lam Ka To 18-8 WS 3: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Ip Sum Yau 27-13 WD 3: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Hung Ho Yan/Wong Yan Lam Yanes 36-18 XD 3: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cheng Ying Kit/Hung Ho Yan 45-23

WJC 2025: Indonesia Atasi Slovenia di Laga Kedua

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua pada babak penyisihan grup F BWF World Junior Mixed Team Championships 2025, Selasa (07/10). Pada pertandingan yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Garuda Muda berhasil menang 2-0 atas Slovenia dengan skor 45-22, 45-25. Rotasi pemain terjadi pada laga kedua tim Merah-Putih junior, sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan salah satu andalan di sektor tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan digantikan tugasnya oleh Fardhan Rainanda Joe dan Salsabila Amiradana. Sedangkan di sektor ganda putra, pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka diturunkan menemani pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang sudah diturunkan pada pertandingan sebelumnya. “Turun di pertandingan hari ini rasanya senang dan bersemangat, saya berharap bisa kasih yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap pemain kelahiran Karawang ini. “Karena pertama kali main saya masih ada sedikit tegang tetapi saya mendapatkan arahan pelatih dan support teman – teman di belakang lapangan yang sangat seru dan ramai untuk memberikan dukungan, mereka juga sangat kompak,” ucap Fardhan. Berbeda halnya dengan sang kapten yang tidak diturunkan, wakil kapten Rinjani Kwinnara Nastine kembali dipercaya untuk bermain di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Riska Anggraiani, Rinjani berhasil membuka 9 poin pertama untuk Indonesia atas pasangan Anja Blazina/Tija. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda campuran ini turut ambil peranan dalam menyumbangkan poin pada kedua match yang dipertandingkan. “Pertandingan melawan Slovenia hari ini, di ganda putri saya rasa sudah oke. Mungkin akan menjadi koreksi di ganda campuran agar lebih cepat beradaptasi di lapangan, melihat perpindahan di kedua sektor itu adaptasinya akan berbeda, apalagi poinnya hanya 9,” ungkap Jani. “Saya percaya dengan tim saya, bahwa kita bisa menghadapi Hong Kong besok. Persiapan untuk besok mau kasih yang terbaik dengan menjaga fokus, teliti, dan cepat beradaptasi di lapangan. Untuk atlet yang dipercaya untuk bermain besok, lakukan yang terbaik dan untuk yang tidak dimainkan jangan berkecil hati dan tetap mendukung temannya yang bermain karena dukungan dari kalian sangat penting,” tambah Jani Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pamungkas grup F Rabu, (07/10). Laga ini sekaligus akan jadi momentum bagi Indonesia agar bisa lolos dari fase grup F karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak 8 besar. Melihat performa anak buahnya yang berhasil menyabet kemenangan, pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki menilai anak buahnya berani mengeluarkan kemampuannya dengan baik. Ganda putri sendiri menurunkan pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dan Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri dimana kedua pasangan ini berhasil menorehkan 9 poin pertama untuk Indonesia. “Penampilan anak-anak hari ini cukup baik, mereka bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik. Saya menekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak membuang poin, kalau bisa dijauhkan ya lebih baik dijauhkan,” ucap Prasetyo. “Besok adalah penentuan juara grup F, untuk ganda putri sendiri kita akan menurunkan yang terbaik dan menyiapkan para atlet agar menampilkan yang terbaik, baik dari segi keberanian, kesiapan, dan fokusnya. Kemarin sudah diberikan kesempatan bermain pada 2 laga sebelumnya, jadi untuk penentuan besok harus bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya. “Untuk penampilan ganda putri (Rinjani/Riska) saya rasa mereka cukup berani. Dengan sistem skor baru ini benar-benar dituntut untuk fokus dan menyerang terlebih dahulu dan mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, sama halnya dengan pasangan (Yasintha/Salsa) yang meskipun masih ada sedikit kendala karena mereka adalah pasangan dadakan.” tutup Pras. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Slovenia: WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-2 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar Anja Blazina 18-10 WS 1: Salsabila Amiradana VS Tija Horvat 27-13 MD 1: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-17 MS 1: Fardhan Rainanda Joe vs Nikita Peshekhonov 45-22 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-5 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar/Anja Blazina 18-7 WS 2: Salsabila Amiradana vs Anja Blazina 27-15 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-18 MS 2: Richie Duta Richardo vs Nikita Peshekhonov 45-25

WJC 2025: Indonesia Raih Kemenangan di Laga Perdana

Moh. Zaki Ubaidillah

Tim Indonesia berhasil memenangkan laga pertama Grup F World Junior Mixed Team Championships 2025 melawan Filipina. Berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India Moh. Zaki Ubaidillah dan tim berhasil menang 2 – 0 atas Filipina dengan skor 45-17, 45-40. Menjadi laga pembuka dan perdana serta berstatus sebagai kapten tim, Moh. Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed ini mengakui sudah bermain maksimal dan bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim Merah-Putih. “Alhamdulillah cukup senang bisa bermain di World Junior Mixed Team Championships 2025 ini yang merupakan turnamen junior terakhir saya. Tadi mainnya sudah baik dan maksimal, saya juga bersyukur bisa menyumbangkan poin untuk tim,” ucap Ubed. Berbicara soal strategi, pemain kelahiran Sampang ini mengungkapkan pentingnya untuk selalu menjaga fokus dan pikiran serta rasa tidak mau kalah dengan kuat . Sementara kekompakan tim, dirinya merasa timnya sudah cukup kompak. “Strategi saya lebih ke menjaga fokus, lalu pikiran, dan rasa tidak mau kalahnya harus kuat. Melihat kekompakan tim saya rasa cukup oke, kami sering diskusi dan ada latihan bareng untuk yel-yel, saya juga tidak bosan untuk mengingatkan tim untuk menjaga semangat dan kekompakan baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah Ubed. Langkah Garuda muda tidak semulus di game pertama yang berhasil menang telak 45-17. Meskipun diawal game kedua Richie Duta Richardo sudah berhasil unggul 9-5, sayangnya tidak berhasil diikuti pasangan XD 2 Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica yang harus kalah di poin krusial 17-18 oleh pasangan Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal. Pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono berhasil membalikkan keadaan dam membawa Indonesia kembali unggul menjadi 27-22. Menanggapi hasil baik tersebut pasangan yang juga turun pada game pertama ini berusaha tetap enjoy, fokus dan tetap percaya diri serta sudah mulai bisa mengatasi rasa tegang. “Tadi di game kedua sempat tertinggal 1 angka, disini kami berprinsip untuk tidak boleh kalah, berapapun poin tertinggal kami harus bisa menang dan kalau bisa menjauhkan point,” ungkap Mubarok. “Ikut kejuaraan beregu lagi disini kami sudah tidak terlalu tegang seperti halnya di Asia Junior 2025 kemarin. Kali ini kami sudah bisa mengatasi rasa tegangnya dan kedepanya semoga kami bisa terus konsisten,” pungkas Edsel. Sementara itu, Wiempie Mahardi yang turun mendampingi sektor tunggal putra mengakui ada rasa tegang dengan sistem baru yaitu 9 poin. Dirinya berharap agar tim Indonesia tetap fokus dan jangan kecolongan pada fase penyisihan grup karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak selanjutnya. “Di sektor tunggal putra dengan sistem skor 9 poin memang diawal ada rasa tegang tetapi di game pertama Moh. Zaki Ubaidillah berhasil keluar dari rasa tegangnya dan bisa mengambil kemenangan. Sama halnya dengan Richie meskipun pointnya sempat ramai di awal tetapi akhirnya bisa mengatasi rasa tegangnya,” Ungkap Wiempie. “Jadi di fase grup ini hanya juara grup yang akan lanjut ke babak quarter final dan kemenangan hari ini akan menjadi modal untuk besok melawan Slovenia. Kita tetap fokus jangan sampai kecolongan terutama dari sektor tunggal putra,” ujar Wiempie. Indonesia sendiri masuk ke grup F bersama dengan Filipina, Slovenia, dan Hong Kong China. Wiempie menilai kekompakan tim saat pertandingan sudah terbentuk lewat team building dan kelas dengan psikolog. “Untuk tim sendiri secara kekompakan sudah bagus, kemarin sebelum berangkat para atlet ada kelas dengan psikolog dan juga team building, jadi kekompakan saat pertandingan sudah terbentuk.” tutup Wiempie. Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Filipina MS 1: Moh. Zaki Ubaidillah vs Jamal Rahmat Pandi 9-4 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 18-9 MD 1: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono VS Ralph NiñO Dalojo/John Vincent Lanuza 27-10 WS 1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36-15 WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine VS Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45- 17 MS 2: Richie Duta Richardo vs Jamal Rahmat Pandi 9-5 XD 2: Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica vs Jamal Rahmat Pandi/Mary Destiny Untal 17 – 18 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Ralph Niño DALOJO/John Vincent LANUZA 27-22 WS 2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Fuentespina Christel Rei 36 -32 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Hernandez Andrea Princess Mary Destiny Untal 45-40

Djarum Foundation Siapkan Turnamen Campus League

Victor Hartono

Djarum Foundation mengumumkan rencana besar untuk menggulirkan kompetisi bulu tangkis antarkampus yang diberi nama Djarum Campus League. Ajang bergengsi ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Konsepnya terinspirasi dari kesuksesan turnamen basket universitas di Amerika Serikat. Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono, menjelaskan bahwa kejuaraan ini akan diselenggarakan di empat pusat perguruan tinggi utama. Wilayah tersebut meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada potensi besar untuk melahirkan atlet muda berbakat. Tujuan utama Djarum Campus League adalah memberikan jaminan pendidikan sekaligus jalur karier bagi para atlet. Ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak berhasil menembus level profesional bulu tangkis. Atlet dapat mengembangkan kemampuan olahraga sambil mengejar gelar sarjana melalui beasiswa universitas. Victor Hartono menyoroti tantangan yang dihadapi atlet muda bulu tangkis yang tidak selalu berhasil masuk ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Ia menyatakan bahwa Djarum Campus League hadir sebagai solusi alternatif bagi para pemain tersebut. Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat yang berkelanjutan. Melalui ajang Djarum Campus League, para atlet bulu tangkis berkesempatan untuk mewakili universitas mereka. Victor berharap universitas-universitas tersebut dapat menyediakan beasiswa pendidikan. Dengan demikian, atlet bisa tetap berprestasi di bidang olahraga tanpa mengabaikan jenjang akademik. Konsep ini memungkinkan atlet untuk memiliki “jalan tengah” jika gagal menembus level profesional tertinggi. “Kalau jadi pemainnya kayak Jojo, Ginting, Fajar, Fikri, Bagas, Leo, Daniel gitu ya, alhamdulillah. Tapi kalau nggak, dapat S1. Oke juga kan?” ujar Victor. Ini menunjukkan komitmen Djarum Foundation terhadap masa depan atlet secara holistik. Victor Hartono menjelaskan bahwa Djarum Campus League tidak hanya akan terbatas pada cabang bulu tangkis saja. Rencananya, kompetisi ini juga akan merangkul berbagai olahraga lain yang populer di kalangan mahasiswa. Cabang-cabang seperti futsal, voli, sepak bola, bahkan panjat tebing dan panahan akan turut dipertimbangkan. Dengan konsistensi dalam penyelenggaraan, Djarum Foundation berharap ajang ini dapat berkembang pesat. Victor memimpikan Djarum Campus League bisa mencapai level seperti liga basket kampus NCAA di Amerika Serikat. Model NCAA telah terbukti berhasil melahirkan banyak atlet profesional sekaligus menjamin pendidikan mereka. “Kalau itu makin banyak beasiswanya, makin banyak jenisnya juga, nggak hanya badminton tapi juga sepak bola dan panjat tebing dan lain-lain, itu Indonesia ada kemungkinan untuk maju di banyak olahraga sekaligus,” tutur Victor. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional. Selain fokus pada pengembangan kompetisi, Djarum Foundation juga membuka peluang untuk menghadirkan infrastruktur penunjang. Victor mengakui animo penonton yang hadir di sejumlah turnamen junior sangat tinggi. Hal ini mendorong pertimbangan pembangunan fasilitas olahraga yang lebih memadai. Ke depan, pihaknya mempertimbangkan pembangunan gedung olahraga baru di Jakarta. Gedung tersebut diharapkan memiliki kapasitas 15 lapangan dengan tribun yang lebih luas. “Kita kalau ada kesempatan bikin gedung lagi di Jakarta. Yang 15 lapangan, dengan tribun yang lebih luas. Dan daya beli penonton baik ya,” ujarnya. Meskipun demikian, Victor Hartono menegaskan bahwa rencana pembangunan gedung olahraga baru ini belum menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah mematangkan konsep dan pelaksanaan Djarum Campus League. Pembangunan infrastruktur akan menjadi agenda setelah kompetisi berjalan stabil.

Piala Dunia AirBadminton perdana digelar di Uni Emirat Arab

AirBadminton

AirBadminton akan memasuki era baru dengan bergulirnya Piala Dunia AirBadminton atau BWF AirBadminton World Cup perdana di Uni Emirat Arab pada 13-16 November 2025. “Piala Dunia merupakan salah satu upaya Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dalam memperluas dan mengembangkan ekosistem AirBadminton,” demikian pernyataan BWF dalam laman resminya, Selasa. Sebelum pelaksanaan Piala Dunia, BWF akan lebih dulu menggelar turnamen kontinental sebagai ajang kualifikasi menuju Piala Dunia AirBadminton 2025. Tim-tim dari Asia dan Oseania akan bersaing di Kejuaraan Asia Pasifik yang berlangsung di Malaysia. Sementara itu, tuan rumah untuk tiga kejuaraan lainnya adalah Peru (Pan Amerika), Azerbaijan (Eropa), dan Ghana (Afrika). Turnamen kualifikasi ini mencakup tiga nomor pertandingan: team relay, tripel putri, dan tripel putra. Sebanyak 12 tim akan lolos ke Piala Dunia AirBadminton 2025, terdiri dari tiga tim terbaik dari nomor team relay di Kejuaraan Asia dan Eropa, dua tim terbaik dari Afrika dan Pan Amerika, serta juara dari Oseania, ditambah tuan rumah. Tim yang lolos melalui team relay juga wajib berpartisipasi dalam nomor tripel putra dan tripel putri. Terkait format pertandingan di Piala Dunia AirBadminton 2025, BWF menjelaskan akan mempertandingkan tiga nomor utama: team relay, tripel putri, dan tripel putra. Pada nomor team relay, setiap pertemuan terdiri dari empat pertandingan yakni, ganda putri, ganda putra, tripel putri, dan tripel putra. Pertandingan menggunakan sistem relay, dengan poin kemenangan bertahap mulai dari 15, 30, 45, hingga 60 poin. Tim yang lebih dulu mencapai 60 poin akan memenangkan pertandingan. Sementara itu, pada nomor tripel putra dan tripel putri, pertandingan akan menggunakan format best-of-five, dengan setiap gim dimainkan hingga mencapai sembilan poin. Dengan struktur kompetisi AirBadminton 2025 yang telah disusun, BWF berupaya memperluas penyelenggaraan turnamen guna memberikan lebih banyak kesempatan bagi pemain dan tim untuk berpartisipasi dalam turnamen resmi BWF. Selain itu, BWF juga membuka peluang bagi negara anggota yang ingin menyelenggarakan turnamen regional maupun internasional. Sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan AirBadminton di tingkat nasional, BWF akan kembali meluncurkan Program Dukungan Peralatan edisi kedua pada Mei mendatang. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kompetitif AirBadminton dan memperluas akses terhadap olahraga ini di berbagai belahan dunia. Sumber: ANTARA

Pertandingan Final Tunggal Putri All England 2025 Pecahkan Rekor

An Se Young

Hari Minggu (16/3) menjadi penanda selesainya pertandingan All England 2025 di Birmingham, Inggris. Penganugerahan medali kepada para pemenang pun sudah dilakukan. Beberapa kejadian di All England kali ini di highlight sebagai peristiwa bersejarah. Salah satunya adalah pertandingan antara An Se Young, wakil tunggal putri dari Korea Selatan dan Wang Zhi Yi, wakil tunggal putri Cina. Saat ini, dilansir dari laman Badminton World Federation, An Se Young menempati peringkat pertama dunia posisi pemain tunggal putri. Sementara, hanya terpaut 9 poin dari An Se Young, Wang Zhi Yi menempati urutan kedua pemain badminton tunggal putri. Wang Zhi Yi dan An Se Young bertemu di All England 2025 pada pertandingan final tunggal putri. Pertandingan berlangsung dengan sengit dan menegangkan. Putaran pertama dipimpin oleh Wang Zhi Yi. Namun, pada putaran kedua dan ketiga, An Se Young melibas habis dan mengejar skor ketertinggalan. Rally Wang Zhi Yi dan An Se Young pada All England kali ini merupakan rally terpanjang di sektor badminton tunggal putri dunia dengan total 79 shots. Rekor baru akhirnya terpecahkan setelah lewat 8 tahun lamanya. Rekor rally ini menggeser pertandingan antara P.V. Sindhu dari India dan Nozumi Okuhara wakil Jepang di World Championship Final 2017 dengan total 73 shots. Pertandingan Wang ZHi Yi dan An Se Young jika dihitung mencapai 1,5 jam secara keseluruhan. Permainan apik dan lihai dari kedua atlet ditunjukkan saat pertandingan ini. Penonton memuji-muji An Se Young dan Wang Zhi Yi karena telah memberikan permainan menakjubkan dan sportivitas sebagai seorang atlet profesional yang handal. Pertandingan pun usai dengan kemenangan An Se Young dengan skor 13-21, 21-18, 21-18. Selain itu, dengan kemenangan ini, membuat An Se Young masih tak terkalahkan sepanjang 2025, dengan total 20 kemenangan beruntun.

Sejarah Tercipta, Indonesia Juara!

Badminton Asia Mixed Team Championships

Sejarah tercipta di Qingdao, China, di mana tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya meraih gelar juara Badminton Asia Mixed Team Championships. Turnamen Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 di Qingdao sejak 11 hingga 16 Februari 2025. Ini merupakan kejuaraan beregu campuran di mana setiap negara akan melakoni pertandingan tim yang terdiri dari 1 tunggal putra, 1 tunggal putri, 1 ganda putra, 1 ganda putri, dan satu ganda campuran. Tim bulu tangkis Indonesia berhasil melaju ke final Badminton Asia Mixed Team Championships untuk pertama kalinya setelah mengalahkan tim Thailand dengan skor 3-1 sehari sebelumnya. Selain melaju ke final untuk pertama kali, Indonesia juga mencetak sejarah baru dengan menjadi juara Badminton Asia Mixed Team Championship untuk pertama kalinya. Sejarah tercipta setelah pasangan ganda putra Indonesia Fikri/Daniel menang 21-15 dan 21-9 atas Chen Xu Jun/Huang Di, dan mengunci kemenangan 3-1 atas tim China pada final di Qingdao Conson Sports Centre, Minggu (16/2/2025). Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 merupakan gelar perdana Indonesia di turnamen ini setelah pertama kali digelar pada 2017. Di partai pertama, Indonesia unggul melalui ganda campuran Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menang dua gim langsung atas Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying 21-11 dan 21-13. Tunggal putra Alwi Farhan juga berhasil mengalahkan Hu Zhe An dengan skor 21-15, 21-13 sekaligus membuat Indonesia memimpin dengan skor 2-0. Namun, Indonesia gagal mengunci kemenangan mutlak setelah China berhasil mencuri satu poin dari partai tunggal putri. Xu Wen Jing mengalahkan Putri Kusuma Wardani dengan skor 21-12, 21-13. Di partai keempat, Fikri/Marthin berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas China, sehingga laga Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Chen Qing Chen/Keng Shu Liang tidak perlu dimainkan. Sumber: Kompas

Festival SenengMinton 2024 Seri 2, Upaya Menumbuhkan Kecintaan Bulu Tangkis di Level Usia Dini

Festival SenengMinton 2024 Seri 2 yang digelar pada 14 dan 15 Desember 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah diikuti oleh 360 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 24 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Kudus.

KUDUS, 15 Desember 2024 – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Kudus bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar Festival SenengMinton sebagai upaya untuk menumbuhkan kesenangan dan kecintaan olahraga bulu tangkis di level usia dini. Perlombaan yang digelar pada 14 dan 15 Desember 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah diikuti oleh 360 siswa kelas 1 hingga kelas 3 dari 24 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Kudus. Ketua Umum Pengkab PBSI Kudus Yuni Kartika mengatakan, dalam Festival SenengMinton 2024 Seri 2 ini para peserta mengikuti tujuh jenis perlombaan, yakni Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing The Shuttlecock, Zig Zag Run, Run, dan Drive Target. Pada setiap uji ketangkasan itu, setiap sekolah diwakili oleh tiga regu berisikan lima anggota dengan pembagian tiga murid laki-laki dan dua murid perempuan. Mereka harus menyelesaikan perlombaan untuk melanjutkan ke games berikutnya. “Terdapat perbedaan games yang diperlombakan pada seri ini dengan sebelumnya, selain itu juga sekarang digelar dua hari, sementara sebelumnya hanya satu hari. Hal tersebut guna menambah keseruan dan variasi agar peserta yang terlibat merasa tidak bosan. Karena memang kami ingin adik-adik merasa happy ketika bertanding, sehingga nantinya mereka menggemari bulu tangkis dan mulai menekuninya,” ujar Yuni. Pada Service to Target, peserta melakukan service lurus dengan memasukkan kok ke dalam bidang target warna yang ditentukan. Shuttle Run berlari dari titik tengah mengambil kok, kemudian memindahkan ke sisi seberangnya, siswa berhasil menyelesaikan rintangan ialah yang berhasil memindahkan semua kok. Pyramid Shuttlecock, menyusun kok berbentuk piramid sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Sementara Throwing The Shuttlecock melempar kok ke dalam lubang target. Zig Zag Run berlari melalui halang rintang secara zig zag. Run setiap siswa diwajibkan lari mengikuti arahan, yaitu ke samping, mundur, dan maju. Terakhir ialah Drive Target memukul kok dengan raket untuk mengenai target dengan tinggi sasaran 120 cm ke atas dan jarak pukul ke sasaran 2 meter peserta dapat melanjutkan ke rintangan berikutnya setelah mengenai 2 target. Inisiasi digelarnya Festival SenengMinton sejatinya dimulai sejak Juni 2023. Kala itu, Pengkab PBSI Kudus menggelar sesi coaching clinic kepada para guru SD maupun MI dengan tujuan agar sekolah-sekolah tersebut membuka ekstrakurikuler bulu tangkis bagi para siswa. Para pemenang Festival SenengMinton 2024 Seri 2 di tiap-tiap lomba akan membawa pulang piala, piagam, dan hadiah dari sponsor yaitu Kenko, Dua Kelinci, Aice, dan Hundred. “Sudah satu tahun belakangan, kami juga menerjunkan pelatih bulu tangkis pilihan untuk membantu melatih adik-adik di ekstrakurikuler sekolah masing-masing. Dengan begitu, mereka jadi konsisten berlatih bulu tangkis,” ungkap Yuni. Berbeda dengan perhelatan sebelumnya yang digelar pada Februari 2024 lalu, Festival SenengMinton 2024 Seri 2 juga melibatkan 140 murid PAUD dan TK dari 10 sekolah di Kudus dalam sejumlah games dan playground, serta ada pula lomba supporter 360 siswa SD dan MI dari 24 sekolah di Kudus.  Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan menuturkan, diselenggarakannya Festival SenengMinton 2024 Seri 2 juga tak lepas dari langkah untuk meneruskan tongkat estafet kejayaan bulu tangkis Indonesia. Mengingat, Kota Kudus merupakan salah satu lumbung bibit bulu tangkis dan telah melahirkan sejumlah legenda Tanah Air, seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, dan Eddy Hartono. “Kami menyambut baik langkah Pengkab PBSI Kudus dalam upaya memasyarakatkan bulu tangkis dari grassroot. Kami juga berterima kasih atas dukungan dari orangtua, pihak sekolah, serta para sponsor. Diselenggarakan Festival SenengMinton secara berkelanjutan dan juga terus diasah kemampuan dengan berlatih di rumah maupun sekolah, kami berharap akan lahir kembali calon juara dunia masa depan dari Kota Kudus,” kata Budi. MI NU Imaduddin Hadiwarno berhasil mempertahankan gelar juara pada Festival SenengMinton. Pada seri 2 ini, para anak didiknya sukses memboyong dua kategori sekaligus, yaitu Kelas 2 dan Kelas 3. Wahyu Widiyanto selaku guru olahraga tersebut mengatakan, bahwa dirinya sudah melakukan persiapan dan latihan ekstra demi menjadi kampiun. “Kami latihannya ditambah menjadi seminggu enam kali, libur hanya di hari minggu. Dan itu latihannya yang spesifik dengan materi perlombaan di Festival SenengMinton 2024 Seri 2. Alhamdulillah sekolah kami bisa menjadi juara lagi, berkat para siswa/i yang giat berlatih,” ujar Wahyu. Ia melanjutkan, bahwa Festival SenengMinton merupakan kegiatan positif yang membuat anak-anak termotivasi untuk berolahraga, khususnya bulutangkis. Bahkan, peserta yang mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis di MI NU Imaduddin kini bertambah dua kali lipat. “Jadi selain dari jatah latihan yang diberikan oleh Pengkab PBSI Kudus, kami menambah jam ekskul dengan biaya sendiri, karena memang pesertanya itu meningkat pesat. Festival SenengMinton 2024 Seri 2 ini sangat bagus dan banyak pembaruan dari evaluasi perlombaan sebelumnya, sehingga menjadi lebih menarik,” ungkap Wahyu. Sementara itu, kapten regu MI NU Imaduddin Kelas 3, Azamy Sauqi Uqail yang menjadi penentu kemenangan timnya mengaku sangat antusias kembali ikut serta pada Festival SenengMinton. Ia juga merupakan penenetu kemenangan sekolahnya pada gelaran sebelumnya. “Seru banget ikut Festival SenengMinton. Apalagi aku dan teman-teman sudah berlatih selama tiga bulan terakhir sebelum acara ini. Karena sering main bulu tangkis, aku jadi pengin menjadi atlet bulu tangkis profesional. Semoga ke depannya bisa mewujudkan impian itu,” ucap Azamy. Berikut daftar pemenang Festival SenengMinton 2024 Seri 2: Kelas 1  Juara   : SD Unggulan Muslimat NU Kudus Runner-up : MI Miftahul Ulum Semifinalis : MI Pendidikan Islam dan MI Al Tanbih Kelas 2 Juara   : MI NU Imaduddin Hadiwarno Runner-up : MI Baitul Mukminin Semifinalis : MI Negeri Kudus dan MI Pendidikan Islam Kelas 3  Juara   : MI NU Imaduddin Hadiwarno Runner-up : SD Masehi Kudus Semifinalis : MI Negeri Kudus dan MI Muhammadiyah Bae Lomba Supporter Juara   : MI Pendidikan Islam Runner-up : SD 1 Pasuruhan Kidul Semifinalis : MI NU Nurus Shofa

Putri Ukir Sejarah di Korea Masters, Indonesia Boyong Dua Medali

Untuk pertama kalinya sejak Korea Masters digelar tahun 2007, akhirnya Patriot Olahraga Prestasi Indonesia menjadi juara untuk pertama kalinya. Gelar juara diraih pada nomor tunggal putri oleh Putri Kusuma Wardani. Prestasi membanggakan yang mengukir sejarah Indonesia tersebut diraih usai Putri KW menang dari atlet Cina Han Qian Xi dengan skor meyakinkan 21-14, 21-14 di Iksan Gymnasium. Akhirnya bertepatan dengan Hari Pahlawan, Putri KW mempersembahkan prestasi membanggakan tanggal 10 November 2024. Ini merupakan pertama kali Putri KW meraih juara di tingkat internasional usai terakhir kali pada Orleans Masters 2022. Pada tahun ini, Putri KW dua kali sampai ke laga final, sayangnya ia harus puas menjadi runner up pada Taipei Open dan Hong Kong Open. Medali lain dipersembahkan oleh kontingen Indonesia dari nomor ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang bertanding sebelumnya, mampu mempersembahkan medali perak usai kalah dari wakil Cina Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 21-10, 21-12 dalam waktu 31 menit. Atas prestasi tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengucapkan selamat dan terima kasih. “Selamat, dan terima kasih atas kerja keras Putri Kusuma Wardani yang sukses mempersembahkan juara Korea Masters 2024, sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih juara pada ajang tersebut setelah beberapa tahun. Saya juga mengucapkan selamat kepada pasangan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang berhasil meraih medali perak. Ini persembahan hebat para Patriot Olahraga di Hari Pahlawan,” katanya. Ketum KONI Pusat mengapresiasi Putri KW yang pantang menyerah dalam meraih gelar juara. Ia berharap, sosoknya dapat menginspirasi banyak atlet di Tanah Air. “Selaku Ketum KONI Pusat, saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh atlet yang berlaga, para pelatih ofisial dan juga PBSI yang telah melakukan pembinaan atlet dengan baik. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada kompetisi selanjutnya,” sambungnya. Sumber: RRI

Yonex Sunrise Vietnam Open 2024: Indonesia Sabet Satu Gelar Juara

Satu gelar juara di peroleh dari pebulutangkis Indonesia yang bertanding di kejuaraan Yonex Sunrise Vietnam Open 2024. Gelar juara datang dari sektor ganda campuran yang menciptakan All Indonesian Final. Pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil muncul menjadi yang terbaik di kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 100. Adnan/Indah menjadi kampiun usai menang dari rekannya sendiri, Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Jessica Maya Rismawardani pada babak final yang dimainkan hari ini (15/11). Adnan/Indah menang dalam dua gim 21-15, 21-15. Ini menjadi kemenangan kedua dari Adnan/Indah dari lawan yang sama. Kemenangan di Vietnam juga menjadi yang pertama dari tiga kali laga final yang mereka lakoni. Indonesia sebenarnya punya peluang menambah gelar juara dari sektor ganda putra. Namun sayang, pasangan Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo yang juga lolos ke babak puncak harus kalah di tangan pasangan Chinese Taipei, Zhi Wei He/Huang Jui Hsuan. Ganda Indonesia yang harus merangkak dari babak kualifikasi ini kalah rubber game 21-16, 19-21, 18-21. Jepang berhasil meraih dua gelar dari kejuaraan yang dilaksanakan di Ho Chi Minh, Vietnam. Negeri matahari terbit ini membawa pulang gelar juara dari sektor tunggal putra dan ganda putri. Tuan rumah Vietnam meraih satu gelar dari sektor tunggal putri. Hasil Babak final Ganda campuran: Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil [INA] – Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Jessica Maya Rismawardani [INA] : 21-15, 21-15 Tunggal putra: Shogo Ogawa [JPN] – Wang Zheng Xing [CHN] : 21-19, 22-20 Ganda putri: Muzuki Otake/Miyu Takahashi [JPN] – Tidapron Kleebyeesun/Nattamon Laisuan [THA] : 19-21, 22-20, 21-7 Ganda putra: Zhi Wei He/Huang Jui Hsuan [TPE] – Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo [ INA] : 16-21, 21-19, 21-18 Tunggal putri: Nguyen Thuy Linh [VIE] – Kaoru Sugiyama [JPN] : 21-15, 22-20 Sumber: PB Djarum

Bangkitkan Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia, PB Djarum Bidik U-11, KU11 dan KU12

Legenda Bulutangkis Indonesia turun gunung menjadi Tim Pencari Bakat untuk Audisi Umum PB Djarum

JAKARTA, 5 Agustus 2024 – PB Djarum kembali menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum yang akan dilaksanakan pada 10 – 14  September 2024 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Tahun ini, proses pencarian bibit pebulu tangkis guna membangkitkan kejayaan bulu tangkis Indonesia di panggung dunia tersebut menyasar tiga Kategori Usia (KU) yakni U-11, KU11 dan KU12 baik putra dan putri. Hingga Minggu (4/8), jumlah pebulu tangkis muda yang telah mendaftarkan diri berjumlah 1,010 peserta. Mereka berasal dari berbagai penjuru Indonesia diantaranya seperti Aceh, Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Adapun pendaftar terbanyak berasal dari Jawa Tengah dengan 452 atlet. Registrasi masih dibuka hingga 2 September 2024 dengan mengakses laman www.pbdjarum.org.  Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan Audisi Umum yang diselenggarakan setiap tahun tidak hanya bertujuan meregenerasi atlet bagi klub yang bermarkas di Kudus ini, tapi juga memperkuat mata rantai prestasi sehingga Indonesia disegani di panggung dunia melalui cabang olahraga tersebut. “Audisi Umum bukan hanya rutinitas mencari bibit-bibit yang menjadi regenerasi bagi PB Djarum, tapi juga menjadi gerakan menjaga mata rantai prestasi yang bisa membangkitkan kejayaan bulu tangkis Indonesia di panggung dunia. Untuk itu, di setiap Audisi Umum kami berupaya menemukan pebulutangkis muda berkualitas super yang akan kami asah dengan harapan kelak bisa menjadi juara di level yang paling tinggi yakni Juara Dunia dan Olimpiade,” ujar Yoppy. Ia melanjutkan, demi mencapai tujuan besar tersebut, PB Djarum tidak hanya berfokus pada pencarian bibit-bibit berkualitas melalui Audisi Umum. Tetapi juga memberikan kesempatan bagi para atlet muda tersebut untuk uji kemampuan dalam berbagai pertandingan mulai dari level regional, nasional hingga internasional. Dalam waktu dekat, PB Djarum akan mengirim atlet-atlet mudanya berlaga di Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2024 di Chengdu, China. “Bagi kami, memiliki atlet berkualitas tapi tidak diasah dalam pertandingan yang kompetitif sama saja menyia-nyiakan bakat mereka. Jadi kami rutin mengirim atlet berlaga di berbagai turnamen, termasuk di level internasional agar mereka tahu seperti apa ketatnya persaingan dan kemampuan atlet-atlet mancanegara. Selain itu, dengan jam terbang yang tinggi, atlet-atlet ini juga akan memiliki kepercayaan diri yang besar sehingga memiliki mental yang kuat ketika bertanding di turnamen level dunia,” Yoppy menguraikan. Upaya menemukan bibit-bibit berkualitas yang kelak mengharumkan nama bangsa tersebut, membuat penyelenggaraan Audisi Umum mengalami berbagai perubahan. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menuturkan Audisi Umum PB Djarum 2024 mengadopsi skema yang berbeda dibanding proses seleksi sebelumnya mulai dari pengelompokan usia peserta hingga sistem penilaian.  “Dari tahun ke tahun, Audisi Umum selalu mengalami evaluasi dan perubahan, baik itu di kategori usia, proses seleksi juga termasuk di tahap karantina. Pun begitu di tahun ini, perbedaan terbesar ada di pengelompokkan usia dan proses screening. Tujuannya tentu dengan perubahan skema seleksi ini kami berharap benar – benar menemukan bibit pebulu tangkis berkualitas yang akan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis dan kami asah di PB Djarum sehingga bisa berjuang membawa nama Indonesia di panggung dunia,” ucap Sigit. Peraih Juara Dunia 1997 bersama Candra Wijaya itu melanjutkan, bila biasanya Audisi Umum menyasar dua kategori yakni U-11 dan U-13, pada Audisi Umum 2024 skema tersebut dibuat lebih spesifik dengan membidik tiga Kategori Usia yakni U-11, KU11 dan KU12. Hal ini bertujuan agar para peserta bisa bertemu lawan yang sebanding berdasarkan usia. “Biasanya memang dalam bulu tangkis kita mengenal Under Usia, Misal Under 11 tahun atau Under 13 tahun. Tapi dalam proses seleksi, skema tersebut membuat pertandingan menjadi tidak imbang karena bisa saja yang umur 12 tahun bertemu dengan umur 11 tahun. Karena perbedaan usia itu, tenaganya pun berbeda dan permainan tidak bisa berkembang. Jadi kami membuat terobosan dengan skema Kategori Usia, agar mereka bertanding sesuai dengan usianya sehingga kemampuannya yang sesungguhnya bisa terlihat,” Sigit menjelaskan. Perbedaan lain di Audisi Umum PB Djarum 2024 dibanding proses seleksi serupa pada tahun-tahun sebelumnya terdapat di babak screening. Bila tahun lalu pada fase ini peserta diberi kesempatan 5-10 menit untuk menunjukkan kebolehannya di arena pertandingan, kali ini fase screening mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Peserta yang menang akan masuk ke babak turnamen.  “Dengan skema babak screening memakai sistem gugur satu games 21 poin ini, tentu akan membuat para peserta merasakan atmosifr pertandingan yang sesungguhnya. Untuk lolos ke babak selanjutnya mereka dituntut menang. Hal ini akan membuat para peserta menunjukkan daya juang, mentalitas dan teknik mereka secara maksimal di tengah lapangan. Sehingga, mereka yang melaju ke babak selanjutnya adalah memang bibit – bibit pebulutangkis yang memiliki kualitas super,” cetus Sigit. Usai fase screening, peserta akan memperebutkan Super Tiket dalam babak turnamen. Di kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis dan berhak masuk ke Tahap Karantina. Sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke Tahap Karantina adalah para finalis di babak turnamen. Adapun karantina yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet diselenggarakan selama empat minggu dengan dua kali fase eliminasi. Mereka yang lolos di Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.Sigit berpesan agar para peserta berlatih optimal jelang Audisi Umum. “Dari kacamata Tim Pencari Bakat PB Djarum, kami mencari atlet yang memiliki kemampuan khusus, punya kelebihan dan ada potensi dari diri peserta dan menurut kami bisa diasah agar semakin berkembang. Untuk itu, karena waktu penyelenggaraan masih sekitar satu bulan lagi, saya berpesan agar para peserta berlatih optimal, temukan kelebihan kalian baik dari sisi teknik maupun mental sehingga itu bisa jadi pembeda dibanding peserta lainnya,” tandas Sigit.

Kejuaraan Asia Junior 2024: Tiongkok Sapu Bersih Gelar Juara Individu

Dari hasil Badminton Asia Junior Championship 2024 yang berakhir Minggu (7/7/2024) kemarin. Berlangsung di GOR Amongrogo Yogyakarta, Tiongkok menyapu bersih gelar juara di berbagai nomor pertandingan. Para pebulu tangkis muda usia dari Negeri Tirai Bambu ini tercatat memborong lima gelar juara dari turnamen BNI Badminton Asia Junior Championships 2024. Juara-juara tersebut berasal dari Hu Zhe An (tunggal putra), Xu Wen Jing (tunggal putri), Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi (ganda putra), Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue (ganda putri), dan Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan (ganda campuran). Di tunggal putra, Hu naik podium tertinggi seusai menumbangkan wakil Korea Selatan, Yoon Ho Seong dengan skor 13-21, 21-14, 21-14. Dari sektor tunggal putri, Xu Wen Jing juara seusai mengalahkan rekan satu negaranya, Yin Yi Qing dua gim langsung 21-13, 21-15. Dari sektor ganda putra, Hu Ke Yuan/Lin Xian Yi berjaya seusai mengalahkan pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai straight game 21-13, 21-11. Adapun untuk sektor ganda putri, Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Min Ji/Yeon Seo Yeon lewat pertarungan dua gim 21-11, 21-15. Lin Xian Yi/Liu Yuan Yuan mengaku senang bisa meraih gelar juara dan membuat negaranya mengoleksi lima gelar pada ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2024. Bagi keduanya, gelar juara di hadapan publik Kota Pelajar merupakan buah hasil kerja keras keduanya selama latihan. “Gelar juara BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 seusai dengan latihan kami selama ini. Kami tentu senang, diharapkan raihan ini bisa memberikan motivasi buat kami,” ungkap Lin usai pertandingan. Sementara itu, harus puas menjadi runner up Darren/Bernadine mengaku kurang bisa mengimbangi permainan lawannya yang bermain menyerang sejak awal pertandingan. “Lawan lebih unggul, kami harus evaluasi dan nantinya jika kembali bertemu kami bisa membalas kekalahan,” ungkap Darren, dalam siaran pers. Hasil ini membuat Darren/Bernadine gagal mengikuti pasangan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang sebelumnya berjaya pada ajang AJC 2019 di Tiongkok. Saat itu di Suzhou Olympic Sports Center, Leo/Indah yang tampil di partai final menjadi juara seusai mengalahkan wakil Tiongkok, Feng Yan Zhen/Lin Fang Ling dengan skor 16-21, 22-20, 22-20. “Raihan runner up pada ajang BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 kami persembahkan untuk Indonesia. Sudah lama sektor ganda campuran Indonesia belum mendapatkan gelar, kami berharap raihan ini bisa memberikan motivasi buat kami,” Bernadine menambahkan. Sumber: Kompas