Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Veddriq Leonardo, menorehkan prestasi gemilang dalam ajang IFSC World Cup 2021 di Swiss, pada Jumat (2/7/2021) malam waktu setempat. Atlet 24 tahun tersebut sukses menaklukkan wall atau dinding panjang setinggi 15 meter dalam waktu 5,32 detik. Catatan tersebut jauh lebih baik daripada rivalnya di final, Dmitrii Timofeev (Rusia), yang kalah cepat sejak awal dan hanya menorehkan waktu 7,35 detik saja. Veddriq Leonardo mengaku sangat senang karena sukses berdiri di podium utama ajang panjat tebing sekelas IFSC World Cup 2021 lagi. “Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang terus mendukung saya,” ujar Veddriq usai lomba seperti dilansir dari Olympics.com. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas. Saya sangat antusias dengan hasil yang saya dapat dalam kompetisi besar seperti ini,” lanjutnya. Ini menjadi gelar juara dunia kedua dalam sebulan terakhir untuk atlet asal Kalimantan Barat setelah kemenangan di ajang Climbing World Cup 2021, Salt Lake City, Amerika Serikat, awal bulan Juni lalu. And that's it! Veddriq Leonardo wins it! 🇮🇩 Watch more sport climbing on https://t.co/RG08DMKMzK 🧗#VillarsWC #ClimbingSurOllon pic.twitter.com/ot8D7CyoBf — The Olympic Games (@Olympics) July 2, 2021 Saat itu, Veddriq mampu mengemas catatan waktu 5,208 detik untuk memastikan medali emas di Salt Lake City. Tidak hanya dari Veddriq, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali di ajang yang sama dari Kiromal Katibin. Kiromal Katibin tampil apik di small final hari Jumat kemarin dengan mencatatkan waktu 5,3 detik dan memastikan medali perunggu. Setelah Swiss, kejuaraan dunia panjat tebing masih menyisakan dua turnamen lagi yang akan berlangsung di Prancis dalam waktu dekat sebelum Olimpiade Tokyo resmi dibuka. Panjat tebing akan debut di Olimpiade Tokyo dengan satu nomor yang dipertandingkan, yakni combined antara tiga disiplin speed, bouldering and lead. Baik Veddriq Leonardo maupun Kiromal Katibin berharap mendapat kesempatan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024. “Saya dan Veddriq akan terus (berupaya) membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” ujarnya bulan Juni kemarin.

Usai Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Veddriq dan Katibin Bidik Juara di Olimpiade 2024

Usai Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Veddriq dan Katibin Bidik Juara di Olimpiade 2024

Torehan prestasi dua atlet muda panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin, setelah berhasil menjadi juara dunia dan pecahkan rekor dunia di ajang IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat (30/5) lalu menjadi modal bagi tim panjat tebing Indonesia menuju pentas Olimpiade. Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing asal Kalimantan Barat (Kalbar) tengah menuai perhatian setelah pecahkan rekor dunia. Pemuda kelahiran Pontianak tersebut sukses mengungguli rekan setimnya, Kiromal Katibin untuk nomor speed putra. Kedua atlet tersebut mencatatkan rekor baru dalam kurun waktu beberapa jam saja. Rekor pertama pada hari itu dipecahkan oleh Kiromal Katibin dalam putaran pertama babak kualifikasi dengan waktu 5,258 detik, mengungguli Leonardo yang berada di posisi kedua dengan 5,375 detik. Leonardo melesat memanjat ke atas dinding setinggi 15 meter untuk finis tercepat dengan catatan waktu 5,208 detik dan mengalahkan Kiromal Katibin. Sukses menorehkan prestasi, Veddriq merasa semringah. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia. Kami tidak datang ke sini untuk meraih kemenangan, kami datang untuk memecahkan rekor,” ujar Veddriq. Ini bukan menjadi pretasi pertama yang ditorehkan Veddriq Leonardo. Sebelumnya ia berhasil menyabet perunggu dalam ajang IFSC di Moscow, Rusia pada 2018 silam. Ia juga mendapat medali emas dalam ajang Asian Championship 2019 dan PRA-PON XX Zona 3. Sementara prestasi yang diraih Kiromal Katibin juga cukup menjanjikan. Pemuda kelahiran Batang, 21 Agutus 2001 itu tak hanya menyumbang medali perak nomor speed pada Piala Dunia Panjat Tebing IFSC 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Katibin, sempat memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 5,258 detik. Dua catatan waktu itu memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang pemanjat tebing Iran Reza Alipour dengan waktu 5,480 detik. Bagi Katibin, raihan di Negeri Paman Sam tidaklah mudah. Dia mempersiapkan diri di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak Juli 2020 lalu. “Kejuaraan di Amerika ini yang pertama sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Selama itu, aku hanya berlatih dan lakukan evaluasi diri. Saat akan mengikuti kejuaraan dunia di Salt Lake City, sangat semangat. Memecahkan rekor dunia yang dipegang Reza Alipour adalah target utama di IFSC 2021. Saya optimistis, karena catatan waktu saat latihan lebih bagus,” kata Katibin. Panjat Tebing Indonesia mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Ada ambisi lebih besar pada diri Katibin yakni emas Olimpiade Prancis 2024 nanti. Dia akan mempersiapkan diri lebih baik akan terus konsisten bisa masuk ke tim Indonesia. “Saya dan Veddriq membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” tandas dia.

Kalsel Kirim Tiga Atlet Junior Untuk Perkuat Tim Indonesia ke Olimpiade Tokyo

Simulasi Panjat Tebing

Tiga atlet junior panjat dinding asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terpilih untuk ikut Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan yang akan tampil pada Olimpiade Tokyo yang rencananya bakal digelar menjadi tahun depan. Keduanya menyusul satu orang atlet junior yang sudah berangkat terlebih dahulu ke Pelatnas. Sebelumnya, Kalsel sudah mengirim M. Ferza Andi untuk bergabung dengan atlet nasional lainnya. Sementara dua atlet lainnya direncanakan untuk berangkat ke Jakarta pada awal tahun mendatang. “Keduanya juga atlet junior kita yakni M. Firdan Ardika dan Aurin Aura Rinjani,” ujar Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Bandi Chairullah, dilansir dari Banjarmasinpost.co.id. Khusus untuk Firdan, ia pernah juga tergabung dalam tim nasional pada Asian Youth 2018 yang mewakili Indonesia di Tiongkok. Lebih lanjut, Bandi berharap tiga pemanjat tebing asal Kalsel yang dipersiapkan tampil di Olimpiade Tokyo ini bisa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menggelar seleksi nasional (Seleknas) atlet panjat tebing junior. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020 di Jakarta Internasional Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur. Seleknas tersebut pada awalnya dijadwalkan terlaksana pada pertengahan September lalu, namun karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sehingga Seleknas tertunda. Sebanyak 55 atlet panjat tebing dari seluruh Indonesia mengikuti Seleknas dan menjalani serangkaian tes,diantaranya tes ketrampilan memanjat, tes kesehatan dan tes psikologi. Seleksi nasional tersebut bertujuan untuk mencari bibit baru, dengan memberikan pembinaan jangka panjang kepada para atlet junior.