Atlet Panjat Tebing Indonesia Termuda Peraih Medali Emas SEA Games 2025

Podium Panjat Tebing SEA Games 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Ardana Cikal Damarwulan, mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih medali emas di SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, karena Cikal merupakan atlet termuda dalam kontingen Indonesia yang tampil di ajang olahraga multievent terbesar Asia Tenggara tersebut. Pada kompetisi SEA Games 2025, Cikal yang masih berusia 15 tahun ini turun di nomor lead putra panjat tebing dan menunjukkan performa yang luar biasa sejak babak awal hingga final. Cikal berhasil mencapai titik pegangan tertinggi di antara para pesaingnya, sehingga memastikan dirinya berada di puncak podium sebagai juara. Hasil ini sekaligus menyumbangkan satu medali emas penting bagi tim panjat tebing Indonesia. Kemenangan remaja asal Bandung, Jawa Barat, ini tak lepas dari persiapan matang dan dukungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Sejak awal tahun, ia bersama rekan-rekan tim melakukan rangkaian kompetisi persiapan, termasuk berlaga di kejuaraan regional seperti ASEAN Climbing Championship 2025 di Malaysia. Pengalaman tersebut dianggap penting untuk membentuk kesiapan mental dan teknik menghadapi lawan di SEA Games. Untuk Cikal, SEA Games 2025 menjadi ajang debut besar di tingkat regional. Meski usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengan atlet senior lain, dia mampu mengatasi tekanan kompetisi dan tampil konsisten di setiap babak. Prestasi ini menunjukkan bahwa regenerasi atlet panjat tebing Indonesia berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan tajinya di panggung internasional. Tercatat kontingen panjat tebing Indonesia berhasil mengumpulkan empat medali emas pada SEA Games 2025, termasuk dari Cikal, Alma Ariella Tsany, antasyafi Robby Al Hilmi, dan Puja Lestari. Perolehan ini menjadi bukti dominasi Indonesia di cabang panjat tebing selama pertandingan berlangsung. Usai sukses meraih medali emas SEA Games 2025, Ardana Cikal Damarwulan langsung menatap target berikutnya, yakni kompetisi tingkat dunia. Ia telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti kejuaraan dunia panjat tebing 2027 dan terus meningkatkan kualitas serta persiapannya agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Prestasi Cikal tidak hanya memberikan satu tambahan medali emas bagi kontingen Indonesia, tetapi juga memperlihatkan kedalaman talenta atlet muda di cabang panjat tebing. Regenerasi yang baik menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam membangun prestasi nasional di cabang olahraga ini. Dengan keberhasilan tersebut, harapan besar pun kini ditujukan agar lebih banyak generasi muda Indonesia terinspirasi untuk menekuni panjat tebing dan membawa nama bangsa lebih tinggi lagi di kompetisi dunia.

Pemanjat Tebing Muda Uji Coba di Malaysia Demi SEA Games 2025

Wakil Indonesia Untuk Mengikuti ASEAN Climbing Championship 2025

Lima pemanjat tebing muda Indonesia menjalani uji coba internasional dengan tampil pada ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia, pada 4–6 Juli, sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menurunkan atlet dari dua disiplin, Lead dan Boulder, untuk mengasah jam terbang sekaligus membentuk mental kompetitif di level Asia Tenggara. “Pengiriman timnas muda ini merupakan bagian dari program try out dan persiapan penting menjelang SEA Games 2025 di Thailand,” kata Sekretaris Umum PP FPTI, Pristiawan Buntoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis. FPTI menurunkan tiga atlet putra dan dua atlet putri. Dari sektor putra ada Muhammad Ramzi Firmansyah, Mahesa Caesar, dan Ardana Cikal Damarwulan. Sementara untuk putri yaitu Alma Ariella Tsany dan Nur Ismatul Sakdia. Menurut Pristiawan, pengiriman atlet ke Malaysia bukan hanya bagian dari pembinaan, tetapi juga sebagai ajang penilaian kesiapan teknis dan fisik mereka untuk bersaing di pesta olahraga terbesar Asia Tenggara. FPTI berharap para atlet muda bisa menyerap pengalaman sebanyak mungkin dalam kejuaraan ini dan menjadikannya sebagai modal penting menghadapi ajang-ajang resmi mendatang. “Selain itu juga merupakan keseriusan kami dalam membangun kekuatan Timnas Indonesia pada disiplin Lead dan Boulder. Ini juga selaras dengan target utama kami untuk lolos kualifikasi disiplin Lead di Olimpiade Los Angeles 2028,” katanya. Sumber: ANTARA

Rizky Aditya Juga Raih Dua Medali Emas

Rizky Aditya

Ada rekor yang tercipta pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025. Rekor tersebut berasal dari dua atlet yang menyabet medali emas dari dua nomor berbeda. Keduanya adalah Ardana Cikal Damarwulan asal Jawa Barat dan Rizky Aditya asal DKI Jakarta. Ardana menyabet medali emas untuk disiplin boulder youth B putra dan lead youth B putra. Sedangkan Rizky, menyabet medali untuk disiplin boulder youth A putra dan lead youth A putra. Rizky mencatatkan skor 84,1 serta 41+ yang membawanya ke podium tertinggi. Usai menyabet dua gelar tersebut, ia mengaku tidak ingin terbuai dengan hasil dua emas dalam nomor boulder youth A putra dan lead youth A putra itu, sehingga memilih fokus untuk menatap kejuaraan selanjutnya. “Pastinya saya berharap bisa dipanggil untuk masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas), tetapi sembari berharap, target yang paling realistis bisa dicapai adalah ikut Popnas di Aceh, yang dimulai pada 1 Juli mendatang,” kata Rizky dikutip dari ANTARA. Ia menjelaskan, masih banyak yang harus dipersiapkan atau diperbaiki dalam menghadapi ajang berikutnya. Sebab, berdasarkan evaluasi dalam kejurnas tersebut, masih banyak kesalahan-kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. “Khusus di nomor boulder, saat memanjat kalau bisa minim kesalahan dan hanya satu kali percobaan saja,” ujar siswa kelas XI atau dua sekolah menengah atas (SMA) tersebut. Rizky menambahkan, selama ini dirinya berlatih sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan persiapan untuk mengikuti kejurnas yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), dilakukan sejak 6 bulan lalu.

Ardana Cikal Damarwulan Sukses Raih 2 Medali Emas di Kejurnas Panjat Tebing

Ardana Cikal Damarwulan

Atlet panjat tebing asal Kota Bandung Jawa Barat, Ardana Cikal Damarwulan merebut dua medali emas, dalam nomor berbeda dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025, di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, yang berakhir Senin 23 Juni 2025 malam. Pada Kejurnas Panjat Tebing Kelompok Umur XIX/2025 yang diikuti 375 peserta dari 26 provinsi ini, ada dua atlet yang menyabet medali emas dari dua nomor berbeda, yakni Ardana Cikal Damarwulan asal Jawa Barat dan Rizky Aditya asal DKI Jakarta. Ardana membukukan nilai sempurna atau TOP untuk dua nomor yang diikutinya, yaitu boulder youth B putra dan lead youth B putra. Sedangkan Rizky, mencatatkan skor 84,1 serta 41+ untuk masing-masing nomor boulder youth A putra dan lead youth A putra. Dua emas dari Ardana Cikal Damarwulan ini membuat Jawa Barat menempati peringkat ketiga dalam klasemen akhir. Jawa Barat total mengumpulkan lima medali, yang terdiri atas tiga medali emas, serta masing-masing satu medali perak dan medali perunggu. Kejurnas tersebut melombakan nomor boulder junior putra-putri, boulder youth A putra-putri, boulder youth B putra-putri, lead junior putra-putri, lead youth A putra-putri, lead youth B putra-putri, speed junior putra-putri, speed youth A putra-putri, speed youth B putra-putri. Pengelompokkan umur mengikuti ketentuan yang dibuat PP FPTI sejak 2024, yaitu junior (18-19 tahun), youth A 16-17 (tahun), dan youth B (14-15 tahun). Seusai lomba, Ardana Cikal mengatakan bahwa keberhasilan merebut dua medali emas dalam nomor berbeda tersebut, tidak membuat dirinya cepat berpuas diri. Ia mengaku, akan tetap berlatih lebih keras guna mewujudkan cita-cita untuk mengharumkan nama bangsa dan negara, di kancah dunia seperti di Piala Dunia hingga Olimpiade. “Saya senang meraih dua emas dan bisa menyelesaikan atau mendapatkan skor TOP, tetapi tantangan ke depan jauh lebih berat sehingga harus tetap fokus,” kata Ardana saat diwawancarai Antara, usai merebut emas di nomor boulder youth B putra dan lead youth B putra, di Tangerang City Sport Climbing Center, Banten, Senin malam. Sumber: Pikiran Rakyat