Indonesia Kirim 16 Atlet Panjat Tebing ke Kejuaraan Asia 2026 di China

Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menerjunkan 16 atlet ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 pada 8-12 April 2026. Turnamen itu diikuti demi memperbesar peluang panjat tebing Indonesia meraih medali di Asian Games 2026. FPTI baru saja menggelar “Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026” di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026). “Kita bersyukur para atlet, dengan segala tempaan dan latihan yang telah mereka jalani, saya yakin siap untuk memenuhi tantangan yang diberikan oleh pemerintah maupun harapan dari masyarakat,” ujar Ketua FPTI, Yenny Wahid. “Perjalanan kita juga penuh cerita. Ada air mata yang terkuras, tenaga, pikiran, serta emosi yang bergejolak. Namun pada akhirnya, kita berharap semuanya berujung pada happy ending,” jelasnya. Tim panjat tebing Indonesia di World Climbing Asia Championship 2026 dipimpin Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sejauh ini, sudah tiga atlet panjat tebing Indonesia yang lolos ke Asian Games 2026. Ketiganya adalah Ravianto Ramadhan, Putra Tri Rahmadani, dan Sukma Lintang. “Target kita adalah mengirimkan atlet untuk berlaga di Asian Games. Semoga kita bisa memenuhi seluruh kuota, dan para atlet mampu meraih medali emas maupun medali lainnya. Ini tentu menjadi harapan kita semua,” ucap Yenny Wahid. “Kami dari FPTI menyiapkan secara teknis, baik dari sisi kepelatihan maupun atlet, secara maksimal. Sementara itu, pemerintah memfasilitasi dan memberikan berbagai insentif, yang tentu menjadi salah satu penyemangat bagi atlet karena menghargai pencapaian mereka.” “Inilah kehebatan atlet panjat tebing kita, bukan hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga mental mereka yang kuat. Semoga mereka bisa meraih prestasi terbaik. Kita akan fokus pada tujuan di ajang mendatang, dan dengan dukungan masyarakat, kita akan tetap bersemangat dan kuat untuk meraih prestasi,” jelasnya. Daftar Atlet Panjat Tebing Indonesia Atlet yang Sudah Lolos ke Asian Games 2026 Ravianto Ramadhan (Boulder Pa) Putra Tri Rahmadani (Lead Pa) Sukma Lintang (Lead Pi) Atlet yang Berangkat ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 Speed Putra Veddriq Leonardo Kiromal Katibin Raharjati Nursamsa Antasyafi Robbi Al-Hilmi Aditya Speed Putri Desak Made Rajiah Salsabilla Kadek Asih Berdigna Diva Lead Putra Musawir Risky Simatupang Ramzi Raviandi Mahesa Caesar Lead Putri Nurdiatul Jannah Alma

Charleston Open 2026: Langkah Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, ditaklukkan tuan rumah pada babak 32 besar Charleston Open 2026. Janice Tjen tampil untuk pertama kalinya pada ajang Charleston Open 2026. Turnamen dalam agenda Clay-court Swing ini digelar pada 30 Maret hingga 5 April 2026 di Althea Gibson Club Court, Amerika Serikat. Janice Tjen menantang petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler. Petenis berusia 23 tahun ini tak berdaya melawan wakil tuan rumah pada turnamen WTA 500 itu. Meski berstatus unggula ke-12, Janice takluk di tangan Kessler dengan skor akhir 2-6, 1-6. Namun, petenis peringkat 41 dunia itu sempat unggul terlebih dahulu pada gim pertama. Tetapi, sang rival memberikan perlawanan ketat hingga ada tiga gim berikutnya. Kessler tampil dominan hingga set pertama berhasil diamankan dengan skor 2-6. Berangkat dengan modal positif untuk set kedua, Kessler tampil apik hingga memimpin dengan skor 5-0. Janice lagi-lagi mencoba mengejar ketertinggalan pada gim keenam. Pemenang dari Chennai Open 2025 ini berhasil mencuri satu poin dari gim itu. Waktu menjadi halangan Janice untuk kembali bangkit. Sehingga, laga harus berakhir dengan kekalahan Tjen. Dengan hasil ini, perjalanan dari petenis asal Jakarta itu pada Charleston Open 2026 sudah resmi berakhir pada dua nomor yang diikutinya.

Charleston Open 2026: Perjuangan Aldila/Janice Terhenti

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen v Aleksandra Krunic/Zhang Shuai

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka. Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan. Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.

Wushu Indonesia Finis 3 Besar di Kejuaraan Dunia Junior 2026

Timnas Wushu Junior Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang The 10th World Junior Wushu Championship 2026 yang diselenggarakan di Tianjin, Tiongkok, Indonesia berhasil mengukuhkan posisi di peringkat tiga besar dunia. Kompetisi yang berlangsung dari 25 hingga 30 Maret 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda Tanah Air. Indonesia sukses membawa pulang total 27 medali, dengan 9 di antaranya medali emas. Dengan raihan ini, Indonesia hanya berada di bawah Hongkong yang menempati posisi pertama dan tuan rumah Tiongkok di posisi kedua. Salah satu sorotan utama dalam kejuaraan ini adalah penampilan memukau dari Noach Daiki Santoso. Atlet muda berbakat ini berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Merah Putih, yang sekaligus memperkuat dominasi Indonesia di beberapa nomor perlombaan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan atlet wushu di Indonesia tetap berjalan konsisten dan mampu mempertahankan standar prestasi dari waktu ke waktu. Meskipun saat ini cabang olahraga wushu tidak lagi masuk dalam daftar cabang olahraga (cabor) unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menegaskan komitmennya untuk tetap mencatatkan prestasi di level internasional. PB WI berharap agar pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan wushu, terutama mengingat adanya target besar di masa depan. “Kami tetap mengharapkan pemerintah juga komit bisa tetap men-support keberadaan wushu, apalagi ke depan untuk menuju Olimpiade Remaja,” ujar Sekjen PB Wushu, Ngatino.

Rampung 2027, Stadion Sudiang Siap Jadi Pusat Latihan Atlet Muda

Stadion Sudiang Makassar

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar rampung pada 2027, sebagai fasilitas olahraga baru untuk mendukung pembinaan atlet muda dan peningkatan prestasi olahraga nasional. Stadion berkapasitas 27.000 penonton tersebut mengusung konsep full single seat dan dirancang tidak hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga pusat kegiatan olahraga sekaligus ikon baru kota. Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur olahraga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet berkelanjutan. “Pemerintah melalui Kementerian PU berkomitmen menghadirkan infrastruktur olahraga berkualitas dan berstandar internasional. Stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang pembinaan bibit-bibit atlet muda agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Dody dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 2 April. Stadion Sudiang dirancang memenuhi standar FIFA dengan berbagai fasilitas modern. Fasilitas tersebut antara lain lapangan dengan rumput berkualitas tinggi, sistem pencahayaan LED dengan tingkat terang 1.500 lux, ruang ganti atlet hingga sistem penyiraman otomatis dan sistem drainase dirancang optimal untuk mencegah genangan. Pembangunan Stadion dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Selatan, dengan kontaktor pelaksana Waskita–Adhi (KSO). Proyek tersebut didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp637,15 miliar. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan struktur, arsitektur dan mekanikal elektrikal plumbing (MEP) pada bangunan utama stadion yang meliputi tribun utara, barat, selatan dan timur.