152 Atlet Ramaikan Wali Kota Indoor Archery Championship 2026

Wali Kota Indoor Archery Championship 2026

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, secara resmi membuka Wali Kota Indoor Archery Championship 2026 yang digelar di Aula Gedung 5 Lantai, Sabtu (17/1). Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pelepasan anak panah perdana oleh Sekda sebagai simbol dimulainya kompetisi. Dalam sambutannya, Zulhidayat menyampaikan apresiasi kepada PERPANI Kota Tanjungpinang, seluruh klub panahan, serta para orang tua atlet atas komitmen dan peran aktif dalam pembinaan atlet muda dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ditopang oleh disiplin latihan, konsistensi, dan komitmen semua pihak. “Bakat saja tidak cukup. Prestasi lahir dari disiplin berlatih, konsistensi, serta komitmen jangka panjang,” tegas Zulhidayat. Ia juga menyoroti olahraga panahan sebagai cabang olahraga yang memiliki nilai lebih karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter atlet. Panahan, lanjutnya, melatih fokus, ketenangan, kesabaran, serta pengendalian diri yang sangat penting dalam membangun mental juara. “Panahan bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang selaras dengan nilai-nilai agama dan budaya,” ujarnya. Zulhidayat menambahkan bahwa memanah merupakan perpaduan antara olahraga, olahrasa, dan olah jiwa yang membentuk mental kuat dan sikap sportif bagi para atlet. Di akhir sambutannya, Sekda berharap kejuaraan ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet panahan berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional. “Saya optimis, dari kejuaraan ini akan lahir talenta-talenta panahan yang membawa nama Tanjungpinang dan Bintan ke kancah yang lebih tinggi,” tuturnya. Kejuaraan panahan tingkat daerah ini diikuti oleh 152 peserta dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang yang tergabung dalam berbagai klub dan sekolah binaan. Para atlet bertanding dalam sejumlah kategori, mulai dari Pemula (SD kelas 1–3 dan 4–6), Pelajar (Barebow dan Compound), Standar Nasional kelompok umur U11, U13, dan U15, hingga kategori Umum divisi Recurve, Compound, dan Barebow, serta Barebow Ekshibisi. (Dinas Kominfo)

Atlet junior panahan DKI borong lima emas di Kejurnas Antar Club 2025

Muhammad Sakhi Athaillah

Atlet junior dari cabang olahraga (cabor) Panahan asal DKI Jakarta Muhammad Sakhi Athaillah berhasil menorehkan lima medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Club Tahun 2025. “Kompetisi ini tentunya sangat penting bagi saya untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding,” kata Sakhi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Sakhi tergabung di DAD Archery Club dan kejuaraan panahan diadakan di Supper Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah yang berlangsung mulai 9-19 Desember 2025. Sakhi berhasil mengukir prestasi dengan raihan lima emas dan satu perak. Pria yang baru berusia 13 tahun ini mengaku bersyukur berhasil meraih emas di kategori Recurve Putra U15 jarak 40 meter lewat nomor Kualifikasi Sesi 1 dengan nilai 353, Kualifikasi Sesi 2 dengan nilai 342. Total kualifikasi dengan nilai 695 Eliminasi Beregu Putra (Man Team), dan Eliminasi Individu. Sementara, medali perak diraih lewat nomor Eliminasi Beregu Campuran (Mix Team). Sakhi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan timnya di nomor beregu karena sudah bersama-sama berjuang mempersembahkan yang terbaik. “Untuk Mix Team saya berpasangan dengan Sossa Amourra Ariyanto. Sementara, di nomor Man Team saya berjuang bersama rekan saya Muhammad Fatih Al Banna dan Raqilla Irsyam Rosyadi,” ujarnya. Sakhi menuturkan, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mengikuti kompetisi tersebut mulai dari berlatih teknik dan fisik agar bisa meraih prestasi terbaik. “Semoga ke depan saya bisa bergabung di Tim DKI Jakarta dan menjadi juara di kompetisi panahan, baik yang berskala nasional dan internasional,” harapnya. Sementara itu, pengurus sekaligus pelatih DAD Archery Club Devi Syah Putra mengaku sangat senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Sakhi dan atlet-atlet dari DAD Archery Club. “Total kami berhasil meraih 14 medali emas, 11 perak, dan 13 perunggu. Perolehan emas kami sama dengan Juara Umum hanya selisih di perak saja,” katanya. Dalam kompetisi tersebut, lanjut Devi, DAD Archery mengikutsertakan sebanyak 38 atlet putra dan 32 atlet putri yang didampingi empat ofisial tim. Ia mengingatkan agar atlet yang sudah meraih prestasi untuk tidak cepat berpuas diri, sementara bagi yang belum menjadi juara juga tidak boleh menyerah. “Semua harus tetap giat berlatih karena tidak ada prestasi yang diraih secara instan, perlu ketekunan dan kerja keras,” ujarnya.

MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 Sukses Digelar

MilkLife Archery Challenge 2025

Setelah sukses dalam gelaran seri pertama di bulan Mei lalu, MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (12/11) hingga Sabtu (15/11). Turnamen yang didukung Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus ini berhasil menjadi magnet bagi 863 atlet muda panahan yang berasal dari 25 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 151 Sekolah Dasar (SD), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Selain itu terdapat penambahan satu kategori dalam seri kedua ini, yakni Nasional (standar bow) KU 15 putra dan putri. Sementara empat kategori lainnya yang turut dipertandingkan adalah Nasional KU 12, Nasional KU 10, PVC KU 12, dan PVC KU 10, baik putra maupun putri. Hal tersebut yang membuat seri kedua ini lebih kompetitif. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan penyelenggaraan di seri kedua mengalami peningkatan jumlah peserta yang signifikan, mencapai 50 persen “Kami ingin menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai panggung kompetisi, tetapi sebagai wadah penting dari proses panjang regenerasi atlet panahan nasional. Kami berharap dapat memajukan cabang olahraga ini,” ujar Yoppy dalam keterangan resmi. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Perpani, Abdul Razak, menilai ajang ini menjadi salah satu barometer penting untuk melihat pertumbuhan jumlah peserta sekaligus kualitas para atlet muda. Hal itu akan memberikan dampak positif bagi ekosistem panahan Indonesia. “Kami sangat mendukung event-event yang diselenggarakan oleh MilkLife dan Djarum Foundation, karena jumlah peserta terus bertambah. Selain itu, kualitas para atlet muda juga menunjukkan perkembangan yang membanggakan,” jelas Abdul Razak. MI NU Banat Kudus berhasil menjadi juara umum dengan total perolehan enam medali, masing-masing dari sektor individu (satu emas dan satu perunggu) dan sektor beregu (satu emas, dua perak, satu perunggu). “Syukur kepada Allah dan kami sangat bangga kepada murid-murid. Mereka telah rutin dan tangguh berlatih keras. Terima kasih pula kepada MilkLife dan Djarum Foundation yang telah memberi kesempatan dan wadah kejuaraan seperti ini kepada kami,” ujar Kepala Sekolah MI NU Banat Faukhil Wardati. Berikut daftar pemenang MilkLife Archery Challenge 2025 kedua pada November ini. Daftar pemenang MilkLife Archery Challenge 2025 Seri 2 Individu Nasional KU 15 Putri Gold – Kori Rajwa Nuha Saputro (SMP Khusus Olahraga Surakarta) Silver – Shakila Queena Elrakha (SMPN 2 Jepara) Nasional KU 15 Putra Gold – M. Keanu Refi Atallah (SD Muhammadiyah 1 Ngaglik Sleman) Silver – Pascha Hiro Rianno (SMP Khusus Olahraga Surakarta) Nasional KU 12 Putri Gold – Faiha Qatrunnada Salsabila M. (SD Islam Al-Badar Tulungagung) Silver – Atha Felicia (SD IT Islamic Centre Purwodadi) Nasional KU 12 Putra Gold – Ahmad Alfath (SD IT Amal Insani Jepara) Silver – Anschel Cahya Firasy (SD Tingkir Lor 2 Salatiga) Nasional KU 10 Putri Gold – Butsaina Iftitah Naila Nandita (MI NU Banat Kudus) Silver – Zalfa Zahrina Putri (SD Islam Al Azhar 60 Pekalongan) Nasional KU 10 Putra Gold – Alaric Asoka Prabaswara (MI Al-Mukmin Sragen) Silver – Restu Faqih Athaya (SD Aisyiyah Unggulan Gemolong) PVC KU 12 Putri Gold – Azka Aulia Nurinnajwa (SD Islam Al Furqon Rembang) Silver – Samita Lituhayu Widati (SDIT Al Ihsan Rembang) PVC KU 12 Putra Gold – Ahmad Maulana Umar Al Fatih (MI Muhammadiyah Al Tanbih) Silver – Raihan Hafidz Al B (SD 1 Bae Kudus) PVC KU 10 Putri Gold – Qyara Farzana Permatasari (SD Khalifa IMS Semarang) Silver – Rafifa Atayani Cahyono (MIN Kudus) PVC KU 10 Putra Gold – Elang Al Fatikh Sutikno (SD Islam Annawawiyah Rembang) Silver – Devananda Bady Ramadhan (SIBI SD Ya Ummi Fatimah) Beregu Nasional KU 15 Putri – SMP Khusus Olahraga (SKO) Surakarta Nasional KU 15 Putra – SMP Khusus Olahraga (SKO) Surakarta Nasional KU 12 Putri – SD Al Islam Pengkol Jepara Nasional KU 12 Putra – SDIT Umar Bin Khathab Pati Nasional KU 10 Putri – SD IT Assalam Bandungan Nasional KU 10 Putra – SD Aisyiyah Unggulan Gemolong PVC KU 12 Putri – SDIT Al Ihsan Rembang PVC KU 12 Putra – SD Masehi Kudus PVC KU 10 Putri – MI NU Banat Kudus PVC KU 10 Putra – SDIT Umar Bin Khathab Pati

Persiapan World Archery Youth Championship 2025, 6 Atlet TC di Kudus

Enam atlet panahan Indonesia Junior U18

Enam atlet panahan Indonesia junior U18 menjalani training camp (TC) di Stadion Super Soccer Arena (SSA) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk persiapan World Archery Youth Championship 2025 di Winnipeg, Kanada. Keenam atlet panahan itu menjalani TC mulai hari ini, Senin (28/7/2025) hingga Kamis (14/8/2025). Sementara ajang World Archery Youth Championship 2025 akan dilangsungkan pada 17-24 Agustus 2025. Keenam atlet tersebut terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Yakni, Raz Azhar Azaqi (Banten), Hylmi Nauca Zaida (DIY), Malik Adzka Abdurrahman (Jateng), Fayola Jingga Naeva M (Jateng), Shafira Nurin Najwa (Jateng), Fathiyya Erista Maharani (Jateng). Kemudian ada dua pelatih yang mendampingi atlet. Keduanya yakni Denny (PB Perpani) dan Rahmat Sulistyawan (DIY). Pelatih Panahan Indonesia U18 Rahmat Sulistyawan mengatakan, enam atlet ini merupakan yang terbaik. Mereka memiliki track record di kejurnas junior yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. ”Kami sudah mulai berlatih hari ini untuk persiapan ke Kanada. Teknik dan fisik atlet terus kami asah. Untuk fisik saat ini lebih menjaga kebugaran karena waktu sudah mepet, kami tidak bisa meningkatkan kualitas fisik atlet melainkan hanya bisa menjaga fisik,” katanya, Senin (28/7/2025). Ia menambahkan, waktu latihan sudah disusun. Selama TC, nantinya atlet akan berlatih pagi hari dan sore hari. Perihal persaingan di ajang World Archery Youth Championship 2025 itu menurutnya merata. Kejuaraan itu bakal diikuti berbagai negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan negara lainnya. ”Pada kejuaraan junior seperti ini persaingannya merata. Tetapi biasanya negara Korea Selatan dan Turki permainannya bagus. Atlet dari dua negara itu dari kejuaraan ini bisa ke Olympic beberapa tahun yang lalu,” sambungnya. Ia meyakini anak didiknya dapat memberikan hasil terbaik di World Archery Youth Championship 2025. Dirinya berharap semua pihak dapat mendukung atlet panahan. Rencananya atlet panahan akan berada di Kanada pada 16 Agustus 2025 untuk melakukan latihan. Kemudian melakukan official training pada 17 Agustus 2025. ”Kami mulai bertanding 18 Agustus 2025,” imbuhnya. Sumber: Muria News

Kudus Jadi Tuan Rumah Kejurnas Junior 2025

Sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 yang diadakan oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Kota Kudus, Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 pada 27 Juni hingga 5 Juli 2025. Bertempat di Supersoccer Arena, sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam turnamen yang diadakan oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengapresiasi terciptanya kolaborasi aktif antara Perpani dan Djarum Foundation untuk terus meningkatkan minat masyarakat sekaligus menjaga proses regenerasi olahraga panahan. Ia menegaskan dengan adanya komitmen tinggi dari pemerintah dan dukungan dari banyak pihak, masa depan olahraga panahan akan semakin berprestasi di banyak multi event seperti Sea Games, Asian Games, maupun Olimpiade. “Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk cabang olahraga panahan. Saya juga berterima kasih karena kami mendapat dukungan dari federasi yang berintegrasi dan perusahaan swasta besar yang mencintai olahraga. Kolaborasi Perpani dan Djarum Foundation merupakan hal positif, bahkan hasilnya sudah bisa terlihat karena Kejurnas Panahan Junior 2025 adalah yang terbesar dalam sejarah, mengingat jumlah keikutsertaan peserta di atas 850. Panahan adalah cabang olahraga unggulan Indonesia di setiap multi event bergengsi dunia karena selalu meloloskan wakil Tanah Air bahkan di Olimpiade. Saya yakin generasi muda akan terbangun lebih baik dan prestasi olahraga termasuk panahan akan menjulang lebih tinggi,” kata Menpora Dito Ariotedjo. Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, mengatakan bahwa MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 diharapkan menjadi gerbang awal menuju prestasi cabang olahraga panahan di level dunia. Arsjad percaya dengan menjaga ekosistem lewat pembinaan atlet-atlet junior panahan secara berkelanjutan, masa depan cabang olahraga panahan Indonesia akan semakin kokoh. “MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah serius dari Perpani, Pengprov, klub, dan sponsor dalam membangun ekosistem panahan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan. Saya berharap atlet-atlet yang menjadi juara di sini tidak langsung puas, tetapi semakin bersemangat berlatih. Bertandinglah dengan sportif, kejurnas ini akan menjadi pintu untuk langkah selanjutnya, baik itu pelatnas, SEA Games, atau bahkan Olimpiade,” kata Arsjad. Turut hadir pula dalam acara Pembukaan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Supersoccer Arena, Kudus pada Sabtu (28/6), yakni Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Abdul Razak, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, beserta Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan hadirnya MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Kudus adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan cinta dan kesukaan masyarakat terhadap cabang olahraga panahan. Yoppy juga menggarisbawahi pentingnya pemassalan olahraga yang dilakukan secara berkesinambungan. Tujuannya adalah melibatkan sebanyak-banyaknya atlet untuk menjaga ekosistem olahraga dan meningkatkan prestasi di level dunia. Cabang olahraga panahan juga memiliki sejarah besar saat memenangi medali perak di Olimpiade Seoul 1988 yang ditorehkan tiga srikandi Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. “Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain karena dapat memotivasi para atlet junior yang bertanding, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat. Kecintaan terhadap cabang olahraga ini semakin besar sehingga memiliki potensi untuk melahirkan bibit-bibit usia muda yang akan menjadi atlet kelas dunia. Semoga lewat upaya-upaya konsisten membina atlet-atlet panahan sejak usia dini, nantinya Indonesia akan mulai mendulang medali emas di pentas Olimpiade,” ujar Yoppy. Yoppy menambahkan bahwa pihaknya juga mendukung penuh upaya pemerintah Kudus dalam mempromosikan potensi sport tourism. Salah satu sumbangsih yang sudah dijalankan Bakti Olahraga Djarum Foundation adalah menghadirkan beragam turnamen dan kejuaraan berskala nasional mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola Putri, Atletik, hingga Panahan. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 menghadirkan tiga nomor pertandingan, yakni Divisi Recurve, Divisi Compound, dan Divisi Nasional (standard bow). Para peserta terbagi dalam tiga kelompok usia, yaitu U-13, U-15, dan U-18, sedangkan untuk Divisi Nasional ada tambahan U-10. Provinsi Jawa Tengah menjadi kontingen terbesar dalam kejurnas kali ini dengan menurunkan formasi lengkap sebanyak 80 atlet junior andalan. Disusul kemudian Provinsi DKI Jakarta dengan 79 atlet, serta Provinsi Jawa Barat yang membawa 77 atlet. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 memperebutkan total 321 medali dengan rincian 107 medali emas, 107 medali perak, dan 107 medali perunggu. Keseluruhan medali diperebutkan sejak dari babak kualifikasi hingga babak eliminasi untuk kategori perorangan, beregu, dan beregu campuran. MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 mengadopsi sistem penilaian federasi panahan dunia, di mana pada divisi Recurve dan divisi Nasional menggunakan set system, artinya pemanah yang mencapai poin 6 terlebih dahulu, dinyatakan sebagai pemenang. Sementara, pada divisi Compound, sistem penilaian menggunakan akumulasi skor. Pemanah yang mendapatkan skor tertinggi menjadi pemenang. Di kejuaraan ini juga diterapkan babak kualifikasi dan eliminasi untuk ketiga divisi tersebut. Kejurnas Panahan Junior konsisten bergulir setiap tahun. Pada 2022 kejuaraan ini berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, kemudian pada 2023 provinsi Jawa Barat tampil sebagai tuan rumah, dan tahun lalu, ajang ini dihelat di Batam, Kepulauan Riau. Tidak hanya konsisten, semakin meningkatnya animo keikutsertaan Kejurnas Panahan Junior membuat Perpani terus melakukan inovasi guna mengakomodasi bakat-bakat muda Tanah Air. Pada 2023, Kejurnas Panahan Junior hanya mempertandingkan dua kelompok usia, yakni U-15 dan U-18. Tahun lalu, Perpani menambahkan kategori usia U-13, dan pada MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025, induk cabang olahraga panahan tersebut mulai menyertakan kejurnas untuk kelompok usia U-10.

Ribuan Atlet Muda Ikut Kejuaraan Panahan Piala Kemenbud

Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan Indonesia

Sebanyak 1.243 peserta mengikuti Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan Indonesia. Digelar di Lapangan Baseball Japanase Club Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kompetisi yang diadakan Active Sport Center Indonesia (ASCI) ini berlangsung pada 10 – 12 Mei 2025. “Untuk ketiga kalinya, ASCI kembali mengadakan Kejuaraan Panahan. Sebelumnya Piala Kapolda Jawa Barat dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Jawa Barat, kini piala yang diperebutkan adalah Piala Kementerian Kebudayaan,” ucap Ketua Pelaksana Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan Tahun 2025, Ahmad Saugi, Minggu (11/5/2025). Pada kejuaran panahan ini, mempertandingkan berbagai kategori, di antaranya kategori Nasional dan kategori Horsebow. Menurut Ahmad Saugi, kejuaraan ini diikuti oleh 1.243 atlet maupun peserta yang berasal dari berbagai daerah di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Sulawesi Selatan. “Di Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) Jawa Barat, ajang ini juga menjadi ajang seleksi untuk Kejurnas Junior,” terang. Ia menyatakan bahwa Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan ini akan menjadi ajang tahunan yang diselenggarakan ASCI. “Bukan hanya menjadi ajang meraih prestasi, namun juga sebagai ajang pembibitan atlet panahan,” terangnya. Kemudian, Dewan Pembina ASCI, Andang Ruhiat mengapresiasi terlaksananya Kejuaraan Panahan Piala Kementerian Kebudayaan 2025 di Bogor ini. Ia melihat, kejuaraan panahan tidak hanya berkembang sebagai olahraga, tetapi juga ajang pelestarian panahan sebagai budaya Indonesia. “Harapan saya panahan dilestarikan sebagai budaya Indonesia. Oleh karena itu, ASCI menggandeng Kementerian Kebudayaan dalam ajang kejuaraan panahan ini,” tutur Andang Ruhiat. Pria yang juga menjabat sebagai Vice President Operasional PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini pun berkomitmen untuk terus melakukan pembibitan atlet panahan melalui ASCI. “Walaupun organisasi yang tidak besar, namun ASCI mampu membuat ajang berskala nasional yang tidak hanya ajang prestasi, namun juga sebagai pembibitan atlet muda dari anak usia sekolah dasar,” tandasnya. Sumber: Radar Bogor

Ratusan Pelajar dan Umum Ikut Kejuaraan Panahan 2025

Rahmat Mirzani Djausal

Kejuaraan Panahan Antar Pelajar dan Umum Piala Gubernur Lampung 2025 resmi digelar, sebanyak 243 Atlet dari tujuh provinsi unjuk Ketangkasan di Stadion Pahoman, Bandar Lampung. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung menggelar Kejuaraan Panahan Antar Pelajar dan Umum Piala Gubernur Lampung 2025. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga pelajar di daerah, serta menjadi wahana pembibitan atlet potensial yang terarah dan berkelanjutan. Selain itu, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang persiapan atlet pelajar Lampung menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII tahun 2025. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan dari kejuaraan ini tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat karakter para atlet muda. “Dengan adanya kejuaraan tersebut akan lahir bintang-bintang baru panahan Indonesia, khususnya dari Provinsi Lampung,” katanya di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Kamis (24/4/2025). Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan adanya kejuaraan mampu memacu motivasi para pelajar dan atlet umum untuk terus berlatih, berprestasi, dan membawa nama harum daerah di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, Lampung harus bisa melahirkan atlet seperti Riau Ega Agatha dari Blitar yang menembus Olimpiade dan Diananda Choirunisa, srikandi panahan dari Surabaya yang juga berhasil menembus ajang internasional. Sumber: RRI

Timnas Panahan Indonesia Bertolak ke Amerika Untuk Kejuaraan Dunia

Pelepasan Tim Panahan Indonesia

Tim panahan Indonesia akan berjuang di seri Kejuaraan Dunia 2025. Untuk seri pertama, mereka akan berangkat ke Amerika Serikat. Tercatat ada delapan atlet panahan yang akan berjuang di kejuaraan Hyundai World Archery di Auburndale, Florida, Amerika Serikat. Kejuaraan tersebut akan berlangsung pada tanggal 8 – 13 April mendatang. Setelah itu, akan dilanjut dengan seri lain yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, 6-11 Mei 2025, Antalya, Turki, 3-8 Juni 2025, dan Madrid, Spanyol, 8-13 Juli 2025. Sementara putaran final akan berlangsung di Nanjing, Tiongkok, 17-19 Oktober 2025. Ketum Perpani, Arsjad Rasjid, yang mengumumkan keberangkatan tim Indonesia pada, Sabtu (5/4/2025). Ada harapan besar mereka akan mengharumkan nama Indonesia. “Timnas panahan akan mengikuti Hyundai World Archery stade 1 di Auburndale, Florida Amerika Serikat, yang akan berangkat pada 5 April 2025,” ujar Arsjad Rasjid. “Kita semua berharap timnas (panahan) dapat meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama bangsa, selama berjuang,” sambungnya. Dari delapan atlet yang berangkat, ada nama Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda Choirulnisa yang kerap mengiktui ajang-ajang internasional. Sebagai informasi, kontingen panahan Indonesia pernah menyabet emas, perak, dan lima kali meraih perunggu sepanjang keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia Panahan. Berikut daftar delapan atlet panahan, tiga pelatih, dan satu official yang berangkat ke Amerika: 1. Kyung Chul Lee 2. Hendra Setiawan 3. Rizki Ferdiansyah 4. Abdul Razak 5. Riau Ega Agata Salsabila 6. Ahmad Khoirul baasith 7. Alvianto Bagas prastyadi 8. Gusti fazli kertinegoro 9. Diananda choirulnisa 10. Syifa nurfifah Kamal 11. Ayu mereta dyasari 12. Fathya Erista Maharani

Kejuaraan Nasional Panahan Untuk Pembibitan Atlet Muda

Open Tournament Kejuaraan Nasional Panahan Piala Panglima TNI 2024, yang dihelat di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, selama tiga hari pada 1 hingga 3 November 2024, berlangsung semarak. Kejuaraan dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI ini berhasil menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah, yakni diikuti oleh sebanyak 240 atlet. Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan, kejuaraan ini untuk memajukan cabang olahraga panahan, sekaligus memperkuat pembinaan atlet di usia muda. “Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT TNI yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk kontribusi TNI dalam mendukung pengembangan olahraga, terutama panahan,” ujarnya. Menurut Anggara, kejuaraan ini tidak hanya diikuti oleh para kadet dan atlet junior sebagai bagian dari pembinaan, tetapi juga oleh masyarakat umum, yang menunjukkan keseriusan TNI mengawal dan memajukan olahraga nasional. Turnamen ini mempertandingkan tiga kategori, yakni Barebow 5 meter untuk usia di bawah 11 tahun dengan 109 peserta, Barebow 50 meter kategori umum yang diikuti 90 orang, dan Recurve 70 meter kategori umum dengan 41 peserta. Seluruh peserta berasal dari klub panahan di Kalimantan Timur, serta kontingen dari Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi, yang menunjukkan kekompakan antara masyarakat sipil dan anggota TNI/Polri dalam mendukung olahraga panahan. Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) salut terhadap Open Tournament Kejuaraan Nasional Panahan Piala Panglima TNI 2024 yang digelar di Kaltim, karena hal ini selain untuk memacu semangat juga sekaligus untuk pembibitan atlet muda. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mendukung terselenggaranya turnamen ini, karena sebagai sarana pembibitan bagi atlet muda untuk peningkatan prestasi ke depan. “Kejuaraan seperti ini penting untuk memupuk minat olahraga di kalangan anak-anak sejak dini. Apalagi Kalimantan Timur dikenal memiliki atlet panahan berprestasi di berbagai ajang nasional,” kata Rasman. Ia berharap, semakin banyak kejuaraan olahraga yang diinisiasi oleh pemerintah maupun pihak lain demi mendorong pertumbuhan atlet potensial dan menjadikan panahan sebagai olahraga unggulan di Kaltim. Sumber: ANTARA

PON XXI: Arif Dwi Pangestu Bangga Bawa Tim Panahan DIY Raih Emas

Atlet panahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arif Dwi Pangestu, mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil membawa timnya meraih medali emas pada nomor recurve beregu putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Bersama dua rekan setimnya, Hendra Purnama dan Lisnawanto Putra Aditya, tim panahan DIY tampil gemilang di laga final melawan tim Jawa Barat. Mereka memenangkan pertandingan dengan skor akhir 6-2 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu (15/9). Setelah pertandingan, Arif menyatakan kebahagiaannya. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Medali emas ini sangat spesial karena terakhir kali kami meraih emas pada tahun 2012,” ungkapnya. “Pada PON 2020, kami hanya berhasil meraih medali perunggu. Namun, alhamdulillah, kali ini kami berhasil mencapai target medali emas,” tambahnya. Arif juga menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung cukup ketat. “Pertandingan tadi berjalan cukup imbang, tetapi karena kami saling mendukung satu sama lain, akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Semangat kebersamaan dan saling mendukung ini adalah kunci keberhasilan kami,” ujarnya. Lebih lanjut, Arif menyoroti perkembangan cabang olahraga panahan di Indonesia. Menurutnya, saat ini kompetisi panahan sudah semakin merata, dengan banyak daerah memiliki atlet-atlet berkualitas, yang membuat persaingan semakin ketat. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya. Ke depan, Arif berharap olahraga panahan Indonesia dapat kembali berpartisipasi di Olimpiade Los Angeles 2028. “Kami akan terus berusaha meningkatkan kemampuan kami agar bisa bersaing di kancah internasional, termasuk Olimpiade,” tutupnya.

MilkLife Archery Challenge 2024: Bibit-Bibit Atlet Panahan Potensial Lahir di Kudus

Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah menjadi saksi lahirnya bibit – bibit atlet panahan potensial yang diharapkan kelak mampu menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Melalui kejuaraan MilkLife Archery Challenge 2024 yang digelar selama empat hari mulai dari Kamis (22/8) hingga Minggu (25/8), tak kurang dari 357 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) beradu kemampuan melepaskan anak panah. Pada partai final turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife dan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus yang diadakan Minggu (25/8), berbagai keseruan tersaji di arena pertandingan. Para peserta yang terbagi dalam tiga nomor yang dipertandingkan yakni PVC KU 10, PVC KU 12, dan Nasional (Standar Bow) KU 12 baik putra dan putri meningkatkan daya juang, konsentrasi dan mental demi meraih podium tertinggi. Di nomor pertandingan PVC KU 10 Putra, Rhymonda Felix Alviero dari SDIT Al-Ikhlas Tlogowungu Pati sukses menjadi jawara usai mengalahkan Yudhistira Putra W dari SDIT Umar Bin Khathab Juwana Pati dengan set point 6-0 (84-76). Sedangkan di sektor putri, hasil mentereng ditorehkan oleh Arista Adinda Zahrani dari SDN Tondokerto Pati yang membukukan set point 6-0 (81-65) atas lawannya Annisa Farzana Afia dari MI NU Banat Kudus dan berhak merebut titel kampiun. Beralih ke kategori PVC KU 12, di nomor putra, Muhammad Zahfa Rafi Arrosyid dari SDIT Umar Bin Khathab Kudus berhasil mengandaskan Muhammad Fahri dari SD 1 Bae Kudus dengan set point 7-1 (107-102). Sedangkan pada sektor putri, Ayudya Zaqiya dari MI NU Banat Kudus tersenyum lebar setelah memastikan diri menjadi juara dengan set point 7-3 (132-128) atas Fia Anatasya dari SD 1 Burikan Kudus. Atmosfer perebutan gelar juara yang lebih kompetitif terjadi di kategori Nasional (Standar Bow) KU 12. Di nomor putri, dominasi Shakila Queena Elrakha dari SDUT Bumi Kartini Jepara atas lawannya Cahaya Niva Sridewi dari SD Muhammadiyah 1 Wonogiri tak terbendung dengan mencetak set point 6-0 (87-73). Adapun di sektor putra, Chalief Danesh Barana Setya dari SDN Geritan Pati berhasil mengalahkan perlawanan Muhammad Kenzie Bushido dari SDIT Al Huda Wonogiri dengan perolehan set point 6-2 (115-111). “Saya senang banget bisa juara satu di kejuaraan ini. Pas final tadi, tantangannya memang dari kondisi lapangan yang tiba-tiba angin kencang. Lalu lawan saya juga nggak mudah, saya sudah ketemu dia dua kali di kompetisi sebelumnya. Jadi persiapannya harus lebih matang sebelum tanding. Semoga dari sini saya bisa menang terus,” bilang Shakila sambil menggenggam erat piala yang ia peroleh. Tak hanya aduan perorangan, MilkLife Archery Challenge 2024 sekaligus mempertandingkan format beregu yang membela nama sekolah. SD 1 Burikan Kudus menjadi juara beregu di kategori PVC KU-10 Putra dan PVC KU-10 Putri, SDIT Umar Bin Khathab Kudus (PVC KU-12 Putra, PVC KU-12 Putri dan Nasional KU-12 Putri), serta SDIT Al Huda Wonogiri (Nasional KU-12 Putra). Hasil ini membawa SDIT Umar Bin Khathab Kudus sukses meraih gelar Juara Umum kategori Nasional Ku-12. Legenda Panahan Indonesia, Lilies Handayani, bangga dengan torehan prestasi yang dicapai peserta dalam MilkLife Archery Challenge 2024 ini. Ratusan pelajar yang ambil bagian dalam turnamen tersebut merupakan angin segar untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga panahan Indonesia di panggung dunia pada masa mendatang. “Saya optimistis, dari ratusan peserta ini pasti ada yang bisa jadi atlet profesional dan menembus Pelatnas sehingga bisa membela Indonesia di kejuaraan level dunia. Saya akan sangat Ikhlas dan bersyukur bila ada yang bisa melewati prestasi saya di Olimpiade, 36 tahun yang lalu,” ujar Lilies yang merupakan salah satu anggota 3 Srikandi (peraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade). Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge 2024 bertujuan guna menumbuhkan kecintaan masyarakat Kudus dan sekitarnya terhadap cabang olahraga panahan, khususnya di level pelajar. Yoppy mengapresiasi tingginya antuasiasme peserta pada gelaran perdana turnamen panahan ini. “Setelah memasyarakatkan sepak bola putri dan atletik, kini kami mengajak seluruh warga Kudus dan sekitarnya untuk mengenal lebih dalam cabang olahraga panahan. Karena kami melihat olahraga ini memiliki potensi untuk mendulang prestasi di level dunia. Meski baru pertama kali, kami bersyukur antusiasme dari guru maupun peserta cukup baik dan melebihi ekspektasi. Semoga ini menjadi angin segar yang bisa dikembangkan ke depannya baik dari sisi pembibitan atlet maupun peningkatan prestasi,” ujar Yoppy. Ia melanjutkan, di level provinsi, prestasi panahan di Kudus dan sekitarnya masih berada di bawah Solo dan Semarang. Untuk itu, Yoppy berharap dengan digelarnya MilkLife Archery Challenge akan muncul bibit-bibit potensial yang bisa membawa Kota Kudus menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi, tak hanya di level Jawa Tengah namun juga di tingkat nasional. “Target utama kami, Kudus bisa memiliki regenerasi pemanah handal. Kami menyiapkan kaderisasi pemanah Kudus secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga bisa menembus tiga besar di provinsi, lalu lanjut ke tingkat nasional. Karena Solo dan Semarang sudah berpuluh-puluh tahun berada di tiga besar tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya. Selaras dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak menuturkan, dukungan Djarum Foundation dan MilkLife dengan menyelenggarakan MilkLife Archery Challenge menjadi dorongan semangat bagi para pemangku kepentingan di cabang olahraga panahan untuk meningkatkan prestasi. Ia optimistis, kegiatan memasyarakatkan olahraga panahan akan berdampak positif terhadap lahirnya atlet-atlet yang kelak membela Indonesia. “Selama ini, Jawa Tengah merupakan barometer bagi olahraga panahan. Itu terlihat di tahun lalu jumlah atlet yang menghuni Pelatnas, ada enam dari Jateng. Kami berharap, dengan dukungan dari Djarum Foundation dan MilkLife, akan semakin banyak suplai atlet dari Jateng ke Pelatnas semakin meningkat yang akan mendorong prestasi cabang olahraga ini di level dunia. Untuk itu, kami meminta kepada penyelenggara agar kegiatan ini rutin diadakan,” ujar Abdul Razak. Gayung bersambut, Direktur Marketing Global Dairi Alami sebagai produsen susu MilkLife, Soegiono, mengungkapkan penyelenggaraan MilkLife Archery Challenge sejalan dengan visi mereka yakni menyehatkan anak Indonesia. Ia berharap dengan rutin menjalani berbagai kegiatan olahraga dan didukung oleh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang seperti MilkLife, akan melahirkan generasi penerus berprestasi. “Dalam upaya menyehatkan anak-anak Indonesia melalui produk susu berkualitas, kami berkomitmen bergandeng tangan bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggelar turnamen-turnamen yang positif bagi tumbuh kembang anak. Tak hanya menciptakan kesenangan tapi juga menyehatkan generasi masa depan serta melahirkan calon atlet kebanggaan Tanah Air, termasuk juga di cabang olahraga panahan yang mengawali prestasi … Read more