Tampil di Turnamen Malaysia Open 2018, Pebulutangkis 18 Tahun Asal Wonogiri Bakal Lalui Jalan Terjal

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, langsung menghadapi pemain unggulan di Turnamen Malaysia Open 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, akan berlaga di turnamen Malaysia Open 2018, pada 26 Juni – 1 Juli mendatang. Dara kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 18 tahun silam itu bakal melalui jalan terjal di Negeri Jiran itu. Sebab, Gregoria harus berhadapan dengan peraih medali emas Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil, Carolina Marin, di babak pertama. Berdasarkan catatan, kedua tunggal putri ini belum pernah bertemu di berbagai ajang kejuaraan bulutangkis. Pebulutangkis asal Spanyol itu memiliki peluang lebih besar untuk memenangi laga atas Gregoria. Selain pernah menjadi kampiun Kejuaraan BWF World Championship 2015, di Jakarta, rangking Marin juga jauh berada di atas wakil Indonesia itu. Marin kini bercokol di rangking 6 dunia versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), sekaligus menempati unggulan 6 turnamen, sementara Gregoria menempati rangking 37 dunia dan bersatus non unggulan. Namun, bukan suatu hal yang mustahil bila Gregoria bisa memberikan kejutan. Penampilan pemain penghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta itu menunjukkan grafik yang meningkat. Ini dibuktikan saat membela skuat Garuda di putaran final Piala Uber 2018, di Bangkok, Thailand, beberapa bulan lalu. Peraih medali perunggu SEA Games 2017, di Kuala Lumpur, Malaysia itu tampil nyaris sempurna. Bahkan, wakil Thailand Nitchaon Jindapol (rangking 11) serta Gao Fangjie (rangking 21) asal Tiongkok, ditaklukan hanya dalam dua gim langsung. Mencetak sejarah juara tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017, di Yogyakarta, bisa menjadi bekal untuk menambah kepercayaan diri pebulutangkis asal klub Mutiara Cardinal, Bandung, Jawa Barat itu guna memenangi laga di Malaysia nanti. Senasib Gregoria, tunggal putri Indonesia lainnya, Fitriani, juga akan menghadapi pemain unggulan di babak pertama. Pebukutangkis kelahiran Garut, Jawa Barat, 19 tahun silam itu sudah harus bertemu dengan wakil Korea Selatan, Sung Ji Hyun. Bagi pemain klub Exist Jaya Jakarta itu, menghadapi lawan rangking 9 dunia versi BWF, sekaligus unggulan 7 turnamen itu, ternyata masih jadi tembok penghalang terbesar bagi dirinya, untuk bisa melaju ke babak berikutnya. Fitriani yang kini bercokol diperingkat 42 dunia pernah bertemu dengan pemain Negeri Gingseng itu tiga kali. Dan tak satupun kemenangan diraih Fitriani, yakni di All England 2017 (21-18, dan 21-12), Indonesia Open 2017 (21-10, dan 21-10), serta terakhir di German Open 2018 (21-12, dan 21-16). Mampukah kedua wakil tunggal putri Indonesia ini menghadirkan kejutan di turnamen berhadiah total 700.000 dolar Amerika Serikat (AS) itu? Patut ditunggu aksi mereka pada pekan depan. (Adt)

WTA Future Stars Dihelat Di Bali, Ajang Petenis Putri Indonesia KU 14 dan 16 Tahun Tambah Jam Tanding

Petenis Indonesia Priska Madelyn Nugroho, pernah menjadi juara KU 14 di ajang WTA Future Stars, di Singapura. (twitter)

Jakarta- Women Tennis Association (WTA) Future Stars bakal dihelat di Lapangan Tenis KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Denpasar, Bali, 19-23 Juni 2018. Event ini merupakan kualifikasi petenis putri Kelompok Umur (KU) 14 dan 16 tahun, untuk menjadi wakil Indonesia. Satu petenis terbaik pada masing-masing kategori akan terpilih mewakili Merah Putih bersaing di partai pamungkas di Singapura, pada Oktober 2018. Tahun lalu, Indonesia sukses meraih gelar juara KU-14, melalui Priska Madelyn Nugroho. Pada laga final di National Indoor Stadium Singapore, Priska menaklukkan wakil Thailand, Jattavapornvanit, 6-3 dan 6-3. WTA Future Stars adalah platform keterlibatan yang mendorong baik pemuda maupun pemudi di seluruh Asia-Pasifik, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui kegiatan olahraga, khususnya tenis. Tujuannya, menanamkan pada generasi berikutnya pentingnya melakoni gaya hidup sehat, kerjasama tim, disiplin dan fokus, yang akan membangun kekuatan dalam karakter yang akan menguntungkan mereka, baik di lapangan tenis maupun dalam kehidupan. Susan Soebakti, Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia, menyebut turnamen kualifikasi WTA Future Stars ini jadi ajang menambah jam bertanding petenis Indonesia KU-14 dan KU-16 tahun, agar mampu bersaing dengan petenis terbaik dari 21 negara kawasan Asia-Pasifik, pada laga final di Singapura. “Tapi, juara dari event ini tidak langsung menjadi wakil Indonesia, pada ajang yang digelar mengawali laga delapan petenis putri terbaik dunia, dalam BNP Paribas WTA Finals Singapore, yang digelar oleh SC Global, di Singapore Indoor Stadium,” ujar Susan, pada Selasa (19/6). Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) itu, menambahkan Indonesia akan mengirimkan satu petenis terbaik KU 14 dan 16 tahun berdasarkan peringkat nasional Pelti per 4 September 2018. “Namun, peserta turnamen kualifikasi ini jadi perioritas, bila memiliki poin PNP yang sama,” lanjutnya. Sementara, I Ketut Rochineng, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Pelti Bali, mengatakan sebuah kehormatan bagi Bali, terpilih menjadi tuan rumah turnamen WTA Future Stars. “Kami berharap petenis tuan rumah, Komang Gina Kusuma Dewi yang pernah membela tim Indonesia di ajang World Junior Tennis Championships, mampu meraih prestasi pada turnamen WTA Future Stars. Ini jadi kesempatan bagi petenis Bali berprestasi dihadapan publik sendiri,” tukas penjabat Bupati Gianyar, Bali itu. (Adt)

Geber TC Asian Games 2018, Timnas Soft Tenis Jalani Pemusatan Latihan di Korea Selatan

Tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia Asian Games 2018, segera menjalani Training Camp selama dua pekan di Incheon, Korea Selatan. (tribunnews.com)

Jakarta- Tak berlama-lama menikmati libur lebaran, Timnas Soft Tenis Indonesia kembali menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) di Kota Incheon, Korea Selatan. Tim nasional Soft Tenis Indonesia telah menjejakkan kaki di Incheon, Korea Selatan, Senin (18/6). “Mereka telah menyelesaikan tahap uji coba dalam rangka persiapan Asian Games 2018. Saat ini, mereka menjalani training camp selama dua pekan di Incheon,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti) Martuama Saragi, dalam siaran pers, Senin (18/6). 10 pemain yang diproyeksikan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 tersebut, akan berada di Incheon hingga awal bulan depan. Sebelum berangkat ke Incheon, skuat Merah Putih telah sukses melewati sejumlah uji coba pada beberapa turnamen internasional di Nakhon Ratchasima (Thailand) dan Hiroshima (Jepang). Selain itu juga di Frankfurt (Jerman) dan Pattaya (Thailand,) serta tes even di Palembang. Prima Simpatiaji dan Elbert Sie bergantian mendulang emas nomor tunggal putra. Sementara Irfandi Hendrawan konsisten di posisi kedua. Sedangkan di sektor putri, Dede Tari Kusrini dan Voni Darlina acapkali berdiri di podium juara. “Prima dan kawan-kawan akan berlatih bersama tim nasional Korea Selatan dengan dua tujuan, yakni untuk memperdalam teknik permainan sekaligus menjadi kesempatan untuk mengukur kekuatan lawan,” ujar pria yang juga Wakil Presiden Federasi Soft Tenis Asia (ASTF) ini. Pada Asian Games 2018, Korea Selatan adalah raja soft tenis. Negeri Ginseng itu mendulang 23 medali emas dari cabang yang mulai dipertandingkan secara resmi sejak Asian Games 1994. Unggul jauh atas Jepang, negeri asal olahraga ini, yang baru mengais lima emas. PP Pesti menargetkan satu medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Pada pesta olahraga antarnegara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea Selatan, cabang olahraga soft tenis berhasil menyumbang dua medali. Dua medali itu terdiri dari satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia. Sepulang dari Incheon, PP Pesti akan menjamu Timnas Korea Selatan dan Jepang yang akan menjalani latihan di Indonesia. Setelah itu, tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia bakal memasuki tahap akhir persiapan menuju Asian Games 2018, yakni penyesuaian lapangan pertandingan di Palembang, awal Agustus mendatang. “Semoga pengorbanan para pemain demi kejayaan Merah Putih, termasuk hanya sekejap menikmati suasana Lebaran di Tanah Air karena harus berlatih di Korea, akan berbuah manis saat penyelenggaraan Asian Games 2018,” pungkasnya. (Adt)

Usai Libur Lebaran, Atlet Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Latihan Lagi Mulai Besok Senin

Pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya mulai berlatih pada Senin (18/6) jelang persiapan Asian Games 2018. (tempo)

Jakarta- Kepala pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan, skuad ganda putra Indonesia Asian Games 2018 akan kembali dari libur lebaran Idul Fitri pada Senin (18/6). Padatnya agenda turnamen yang akan diikuti, menjadi alasan terbatasnya libur yang didapat para pemain. “Senin (18 Juni) kami sudah latihan lagi. Karena minggu depannya berangkat ke Malaysia. Mereka berangkat 24 Juni untuk ikut Malaysia Open,” kata Herry. Ia mengatakan libur selama lima hari ini sebenarnya cukup riskan di tengah padatnya agenda turnamen. Kekahwatrian muncul jika para pemain tak fit pasca libur lebaran. Namun karena libur hari raya adalah hak setiap pemain, keputusan libur pun tetap dijalankan. “Memang sulit untuk nggak libur. Itu (libur) hak mereka juga. Hari Raya itu kan setahun sekali, dan acara mau ketemu keluarga. Saya sudah pikirkan itu. Resikonya kita tanggung, ya nggak masalah,” kata pelatih berusia 53 tahun itu. Libur ini telah disepakati diberikan kepada seluruh pemain ganda putra Indonesia, termasuk pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo. Herry pun telah meminta para pemain untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya selama libur lima hari. “Selama 5 hari itu biasanya program masing-masing individual di rumah. Misalkan tak ada lapangan, tapi yang penting jaga fisiknya. Mungkin bisa lari, treadmill, atau bersepeda,” kata Herry. Pelatnas bulu tangkis ganda putra utama Indonesia akan menghadapi serangkaian turnamen dalam beberapa waktu ke depan. Turnamen terdekat yang akan diikuti adalah Malaysia Open 2018 pada 26 Juni hingga 1 Juli. Dan dilanjutkan Indonesia Open 2018 pada 3-8 Juli yang Indonesia menjadi tuan rumahnya. Pada 30 Juli hingga 5 Agustus para pemain akan ikut dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2018 di Nanjing, Cina. Rangkaian turnamen besar itu sekaligus persiapan Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, pada pertengahan bulan Agustus. Cabang bulu tangkis menjadi salah satu kekuatan dan harapan besar Indonesia untuk meraih medali emas. (Adt)

Jakarta International Tennis Academy Bangun Karakter Petenis Muda Berprestasi Internasional

Jakarta International Tennis Academy (JITA) konsisten membangun karakter bibit-bibit petenis muda berbakat dengan prestasi internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta- Berawal dari mimpi seorang bernama Goenawan Tedjo, Jakarta International Tennis Academy (JITA) konsisten membangun karakter bibit-bibit petenis muda berbakat dengan prestasi internasional. Bergabung dengan JITA, artinya setiap anak ditempa dengan berbagai metode pelatihan untuk membentuk kemampuan fisik, teknik, karakter, serta membangun mental juara. “Visi dan misinya adalah ingin membentuk pemain dengan prestasi internasional. Tetapi, dasarnya adalah membangun karakter melalui tenis. Sehingga tidak hanya mencetak juara. Namun yang ditekankan adalah juara dengan karakter baik,” ujar Goenawan, Founder JITA, di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Karakter pertama yang harus dimiliki yakni sportif, sopan, dan memiliki respect terhadap lawan, wasit, pebimbing, pelatih, dan terpenting orang tua. Sebab saat mereka jadi pemain top, maka akan menjadi idola generasi muda. Dan, idola itu harus memiliki karakter yang bagus. Sebab akan menjadi panutan “Kadang-kadang, ada anak yang tidak mau ditonton sama orang tuanya. Itu tidak boleh terjadi disini. Mereka harus punya respect pada orang tua. Sebab, orang tua yang membiayai mereka untuk bergabung disini,” lanjut pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 4 Agustus 1961 itu. Kini, JITA telah memiliki banyak petenis binaan. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai lebih dari ratusan petenis. Awalnya, akademi ini bernama Goenawan Fans Tennis Club, hingga berganti nama menjadi JITA pada 2005. Perubahan nama itu bukan tanpa alasan. Selain warga negara Indonesia (WNI), petenis binaan JITA sekitar 35 persennya adalah berkebangsaan asing. Bahkan, sebagai dari mereka sudah mulai berlaga di berbagai turnamen tenis internasional. “Di level junior nasional, petenis binaan JITA banyak berprestasi dan mengisi slot rangking 1 hingga 10. Mereka bermain hingga SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas), lalu melanjutkan ke Universitas. Ketika mereka kuliah mendapatkan sponsor atau scholarship. Disini itu cukup banyak,” tambah pria penyuka kuliner Indonesia itu. Disisi lain, minat generasi muda terhadap tenis, diakui pria yang juga memiliki hobi bermain golf itu, sat ini agak menurun. Namun, itu jadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara jasa seperti JITA. “Bagaimana caranya membuat suasana pelatihan menjadi menarik. Dengan begitu mereka tetap memprioritaskan tenis dibandingkan dengan pilihan yang lain. Karena saat ini kami berkompetisi dengan gadget. Ini menjadi tantangan untuk mereka bisa tertarik datang ke outdoor untuk bermain tenis,” tuturnya. “Terkadang orang mengajar saja, namun suasananya membosankan. Sehingga minat dan ketertarikan mereka terhadap tenis makin turun. Itu yang kami terapkan di JITA, maka jumlah petenis binaan disini tetap stabil,” urai pria yang mulai mengajar tenis sejak 1981 itu. Sementara, demi menghasilkan petenis berkualitas, Goenawan mengkritisi dukungan pemerintah. Ia berharap minat pemerintah dalam mendukung olahraga di Tanah Air terus meningkat. “Sejauh ini pemerintah telah memberikan dukungan bukan hanya tenis. Tapi, dukungan itu belum cukup. Kalau mau berprestasi sampai level Asia saja itu masih kurang, apalagi dunia. Bukan pemerintah tidak membantu, memang masih sangat kurang,” tukasnya. “Contoh Singapura. Meski negara kecil, namun pemerintahnya mengalokasikan dana untuk olahraga sangat besar. Hasilnya, mereka membangun fasilitas dan sarana olahraga yang bagus. Boleh dibilang mewah dan lengkap. Dengan begitu maka orang-orang akan lebih senang berolahraga,” ungkapnya. Selain itu, menurutnya, iklim ber kompetisi yang rutin, menjadi sarat mutlak bagi seorang petenis, agar mampu dan bisa bersaing di level permainan yang lebih tinggi. “Mereka harus travelling ikut pertandingan ke luar negeri. Tapi untuk apa? Tentu semua perlu biaya. Terkadang ada atlet yang menang di PON (Pekan Olahraga Nasional) dapat bonus uang. Dan, jangan hanya disimpan, tapi itulah yang dipakai untuk membiayai dirinya mengikuti pertandingan ke luar negeri,” jelasnya. Dengan rutin bertanding di luar negeri, peringkatnya naik dan permainannya makin bagus. Maka profit akan mengikuti. Bagi Goenawan, mengandalkan pemerintah dan ponsor sangat sulit. Dikatakannya, pengalaman dan jam terbang sangat utama. Bila dahulu banyak bermunculan klub-klub tenis besar, namun saat ini kondisinya sudah berbeda. “Harapannya muncul kembali liga antar klub. Ini bisa menggairahkan minat dari para petinggi perusahaan untuk mendirikan klub serta membina para pemainnya. Kalau saat ini belum ada, maka tiap individu-individu itu harus pintar mengelola keuangannya,” tutup ayah empat anak itu. (Adt)

Hajar Thailand 3-1, Timnas Voli Putra Indonesia Juara Turnamen Voli Di Vietnam

Aji Maulana dkk diminta tetap menjaga kekompakan hingga ke Asian Games 2018 usai juara di turnamen bola voli internasional Lienvietpostbank di Vietnam, Kamis (31/5) malam. (Adt/NYSN)

Ha Nam- Timnas Bola Voli putra Indonesia juarai Turnamen Bola Voli Internasional Piala Lienvietpostbank. Pada laga final di Ha Nam Sports Gymnasium, Vietnam, Kamis (31/5) malam, Tim Merah Putih mengalahkan musuh bebuyutan, Thailand dengan skor 3-1 (31-33, 25-18, 25-22, 25-23). Timnas Thailand sempat mengungguli Rendy Tamamilang dan kawan-kawan pada set pertama. Padahal tim besutan Samsul Jais itu sempat unggul dengan selisih empat angka atas Kitsada dan kawan-kawan. Gara-gara permainan mengendur, skor menjadi sama 20-20. Timnas Indonesia akhirnya kalah dengan skor 31-33. Beruntung, pada tiga set berikutnya Timnas selalu menang. Kemenangan ini merupakan yang kedua dibukukan Indonesia atas Thailand. Kedua tim juga bertemu pada babak penyisihan, 27 Mei 2018. Saat itu, Indonesia menundukkan Thailand 3-0 (25-23, 25-22, 25-22). “Hasil ini merupakan momentum penting untuk memberikan motivasi dan inspirasi baru bagi cabang olahraga lain. Tentunya, keberhasilan ini akan kami siapkan apresiasi,” ujar Imam Nahrawi saat menyambut kedatangan Timnas Bola Voli Putra Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (1/6). Sementara, Aji Maulana, Kapten Timnas Bola Voli Indonesia, menegaskan kemenangan ini sangat penting dan menjadi modal berharga untuk persiapan ke Asian Games 2018, pada Agustus-September nanti. “Di ajang Asian Games ini persaingan sangat ketat. Sebab ada Jepang, Korea dan China. Sedangkan di turnamen kemarin cuma ada Kazakhstan, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Dan, kami masih butuh kompetisi internasional lain untuk nambah pengalaman tanding serta jam terbang, ” cetus Aji. Pada turnamen internasional yang diikuti enam negara tersebut, timnas hanya sekali kalah, saat melawan Kazakhstan pada awal turnamen dengan skor 2-3. Namun, kekalahan itu mampu dibalas di semifinal, dengan skor telak 3-0. Empat negara lainnya, Myanmar, China Junior, Thailand, dan tuan rumah Vietnam juga berhasil dikalahkan Indonesia. Pada babak penyisihan, Thailand dilibas dengan skor 3-0. Myanmar dan Vietnam juga dikalahkan dengan tiga set tanpa balas. Sedangkan China yang datang dengan tim junior, dikandaskan dengan skor tipis 3-2. Samsul menyebut kemenangan atas Thailand ini sejatinya merupakan penantian yang cukup lama. “Terakhir Indonesia mengalahkan Thailand pada 2009. Di turnamen ini dua kali ketemu Thailand. Pertama menang 3-0, dan di final menang 3-1. Jadi menambah kepercayaan diri. Kalau dahulu ada trauma kalau ketemu Thailand,” jelasnya. “Dengan hasil yang kami capai mudah-mudahan bisa mewujudkan target cabang bola voli yang harus berada diperingkat tiga. Ini jadi motivasi semua pemain bisa menghasilkan yang terbaik,” tukas Samsul. (Adt)

Skuad Fed Junior Indonesia Incar Rangking 100 Dunia, PP Pelti : Pengganti Yayuk Basuki !

Tim Piala Fed Junior 2018 yang terdiri dari (ki-ka) Priska Madelyn Nugroho , Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara serta Ryan Tanujoyo, lolos ke putaran final di Hungaria. (vavel.com)

Jakarta– Petenis junior Indonesia, Priska Madelyn, menargetkan bisa menembus peringkat 100 besar dunia junior pada akhir 2018. “Saya saat ini di posisi 164. Pada akhir 2018, targetnya naik ke peringkat 100 besar dunia,” kata Priska, saat penyambutan tim Piala Fed Junior, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (22/4). Untuk mencapai posisi tersebut, Priska menargetkan rutin mendulang poin dari turnamen yang akan dia ikuti sampai akhir tahun, yakni satu hingga dua turnamen setiap bulan. Dalam waktu dekat, Priska akan berlaga di turnamen level Grade 4, Malacca Internasional Junior Championship, pada 8-13 Mei 2018, di Malaysia. “Tapi di Malaysia ini saya tidak mau menganggap remeh dan tetap mewaspadai lawan-lawan yang akan dihadapi karena kualitasnya tidak sembarangan. tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Priska. Turnamen yang akan diikuti Priska ini diketahui usai dara yang akan berusia 15 tahun itu, selesai membela Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania. Selain Prsika, tim Indonesia terdiri dari Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara Di kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania, Indonesia harus puas hanya menjadi runner-up paska dua kali kalah dari Jepang saat bertemu di fase grup dengan kedudukan 0-2, dan yang kedua saat partai final oleh Australia. Meski menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018, bersama dengan Australia, Jepang, dan Hong Kong. Negara-negara tersebut menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali, Indonesia mencicipi babak dunia, yakni pada sembilan tahun lalu (2009). Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang, serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menilai capaian lolos ke babak dunia ini sinyal kebangkitan tenis Indonesia. “Dari tim Fed junior, semoga muncul pengganti Yayuk Basuki dan pemain senior lainnya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti Susan Soebakti, saat penyambutan tim Fed Junior. Ke depannya, Pelti menyatakan akan mempersiapkan tim untuk berlaga di babak dunia Fed Junior pada September mendatang. “Mereka tetap ikut pertandingan dalam persiapan menuju Hungaria. Termasuk pengiriman tur ke luar negeri akan direalisasikan seperti instruksi Ketua Umum,” kata Susan. Selain berbagai persiapan mandiri para atlet dan oleh federasi, jelang tampil di babak dunia Fed Junior, Ketua Umum PP PELTI, Rildo Ananda Anwar berencana memberikan fasilitas wild card pada tim Fed Junior di event Indonesia Women’s Circuit berhadiah total 15 ribu dolar AS, di Solo, Jawa Tengah, pada bulan Juli. (art) Tim Piala Fed Junior Indonesia 2018 1. Priska Madelyn Nugroho 29 Mei 2003 ITF-165 2. Janice Tjen 6 Mei 2002 ITF-213 3. Nadya Dhaneswara 5 Januari 2002 Kapten: Ryan Tanujoyo 7 mei 1982

Unggul Rangking Tak Jaminan, Putri Indonesia Runner-up Kualifikasi Fed Junior 2018

Tim Putri Piala Fed Junior Indonesia (merah), berfoto dengan tim Fed Junior Australia, usai kalah 0-2 di partai final Kualifikasi. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia harus puas menjadi runner-up kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania 2018 usai langkah gemilangnya terhenti di partai puncak. Pada Sabtu (21/4), tim putri Indonesia menyerah kepada Australia 0-2 dalam final di lapangan tenis Serawak Lawn Tennis Association, Kuching, Malaysia. Meski di atas kertas Indonesia punya komposisi pemain yang lebih baik, hal ini tak menjamin tim Merah Putih melenggang di zona Asia/Oseania. Di partai pembuka, tunggal kedua Indonesia, Janice Tjen, takluk dari Anastasia Berezov dalam pertarungan dua set berdurasi 55 menit yang berkesudahan 2-6, 0-6. Peringkat junior ke-213 dunia ini kalah straight set, dari lawan yang bertengger di posisi ke-417 itu dengan skor akhir 2-6 dan 0-6. “Saya agak capek hari ini, kaki terasa berat melangkah sepanjang pertandingan final tadi,” tutur Janice usai laga. Pada partai berikutnya, tunggal utama Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, juga tidak mampu mencetak angka penyeimbang usai kalah dari ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki, dalam pertarungan dua set satu jam 10 menit yang berkesudahan 4-6, 3-6. Meskipun menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018 mendatang bersama dengan Australia, Jepang dan Hong Kong, yang menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali Indonesia mencicipi babak dunia, Pada sembilan tahun lalu, 2009. Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. “Selamat pada tim atas raihan ini, saya bangga atas mereka karena capaian ini lebih baik dari 2009 lalu, saat itu di playoff kita hanya semifinal, sedangkan saat ini kita bisa sampai final,” kata Ketua Umum Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar, dilansir Antara. Meskipun menjadi runner-up, Rildo menilai permainan tim Indonesia sangat baik dan hanya kalah jam terbang dari tim Australia dan Jepang yang dihadapi Indonesia di fase grup. “Dari yang saya ikuti, dua kekalahan kita di kualifikasi Piala Fed Junior 2018, karena kalah jam terbang dari Australia dan Jepang. Karenanya setelah mereka pulang kami akan susun program untuk pemain bertanding di berbagai turnamen luar negeri dan dalam negeri,” ucap Rildo berharap. Setelah kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania ini, Rildo menyebutkan pihaknya akan memberi fasilitas “wild card” pada tim Indonesia yang terdiri dari Janice Tjen, Priska Madelyn dan Nadya Dhaneswara, dalam kejuaraan Indonesia Women`s Future berhadiah total 15 ribu dolar AS dalam waktu dekat. (Art)

Putri Indonesia Ladeni Australia di Final Piala Fed Junior, Siapkan Kado Spesial Hari Kartini

Tim putri Indonesia bakal meladeni Australia di Final Piala Fed Junior 2018., pada Sabtu (21-4), di Khucing, Malaysia. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia berhasil menjejak babak akhir Piala Fed Junior Kualifikasi Asia Oseania 2018, di Kuching, Malaysia. Pada semi final, Jumat (20/4), regu yang menempati posisi unggulan kelima itu menumbangkan seeded kedua, Hong Kong, dengan skor 2-0. Petenis tunggal kedua Indonesia yang tampil partai pembuka, Janice Tjen menang atas Sheena Jade Masuda Karrasch. Peringkat junior ke-213 dunia itu unggul straight set, 6-4 6-3 dalam waktu satu jam lima menit. Dan, Priska Madelyn Nugroho memastikan kemenangan atas Hong Kong setelah mengalahkan Hoi Ki Jenny Wong 6-3 6-3. “Lawan Hong Kong terasa mudah karena mereka tampil tanpa petenis nomor satunya, yang cedera setelah laga alot di perempat final. Jadi, saya lawan pemain kedua dan Janice ketemu urutan ketiga,” ujar Priska usai laga. Sama halnya dengan Indonesia, Hong Kong juga harus melakoni pertarungan sengit di babak delapan besar untuk menentukan pemilik empat tiket sebagai wakil zona Asia Oseania, ke putaran final dunia di Hungaria, September 2018. Lolosnya Indonesia, Thailand dan Hong Kong, bukan tanpa ujian. Mereka harus melalui partai ketiga yakni ganda, yang harus digelar pada Jumat (20/4), lantaran tertunda sehari akibat hujan mengguyur lapangan, sejak Kamis (19/4) siang. Duet Janice dan Priska menyudahi perlawanan pasangan Thailand, Supapitch Kuearum/Mai Napatt Nirundorn, dengan skor 7-5 6-0. Sementara ganda Hong Kong, Ho Iki Jenny Wong/Hong Yi Cody Wong harus mengalami super tie break untuk mengandaskan wakil Korea Selatan, Bo Young Jeong/Yeonwoo Ku, dengan skor 2-6 7-6(5) [10-5]. Pada final, Sabtu (21/4), Indonesia akan meladeni unggulan keenam, Australia yang secara mengejutkan menyingkirkan Jepang di semifinal. “Peluang sih fifty-fifty,” tutur Janice dan Priska, kompak. Di atas kertas, srikandi Indonesia punya materi lebih baik dibanding tim Negeri Kanguru. Tunggal utama Merah Putih, Priska Madelyn Nugroho berperingkat ke-165 dunia, jauh di atas ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki yang ada di posisi ke-219 dunia. Sedangkan Janice Tjen (ITF-213), jauh di atas Annerly Poulos (401). “Pokoknya kami akan coba semaksimal mungkin memanfaatkan peluang yang ada,” cetus keduanya. Namun, apapun hasil final nanti, keberhasilan trio Priska, Janice dan Nadya Dhaneswara serta kepten Ryan Tanujoyo melaju ke putaran dunia pada ajang petenis kelompok umur 16 tahun itu adalah prestasi langka bagi tenis Indonesia. Terakhir kali, Indonesia mencicipi pentas dilevel dunia Piala Fed Junior pada 2009. Menempati posisi keempat babak penyisihan zona Asia Oseania yang berlangsung di, Australia, trio Grace Sari Ysadora, Cynthia Melita dan Rekyan Woro serta kapten Deddy Tedjamukti finis di posisi kesembilan babak final dunia di Mexico. (Adt)

Zidane dan Ronaldo Sabet Super Tiket Final Audisi Djarum Balikpapan Bersama 24 Pemain Lainnya

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 Christian Hadinata bersama peserta yang lolos dari kota Balikpapan, Kaltim. (kompas.com)

Balikpapan- Resmi 24 pebulutangkis muda terbaik Balikpapan menjadi wakil Kalimanta Timur dalam Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di GOR Hevindo, Senin (16/4). Mereka berhak meraih Super Tiket dan lolos dalam fase final Audisi Umum di GOR Jarum, Kudus, Jawa Tengah. Pemenang Super Tiket ini adalah putra putri terbaik Balikpapan yang berhasil memberikan penampilan terbaik sejak tahapan pertama. Total 18 peserta berhasil meraih kemenangan pada Tahap Turnamen, dan enam orang sisanya mendapatkan Super Tiket pilihan dari Tim Pencari Bakat. 24 pemain itu berasal dari kategori usia U-11 Putri, U-11 Putra, U-13 Putri, U-13 Putra, U-15 Putri, dan U-15 Putra. Tim U-13 Putra menyumbang wakil terbanyak yakni delapan orang. Untuk nomor U-11 Putri dan U-15 Putri hanya mengirim dua peserta. Nama Cristiano Ronaldo Eka Saputra, atlet muda dari Sleman dari Yogyakarta, akhirnya lolos di nomor U-13 Putra. Selain ‘Ronaldo’, Zidane Cahyo Nugroho (Kutai Timur), pun akhirnya menyimpan Super Tiket, pasca terpilih dari nomor tim pencari bakat. Ketua Tim Pencari Bakat, Christian Hadinata, berpesan kepada para peserta yang berhasil lolos pada Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan agar betul-betul menjaga konsistensi dan terus berlatih. “Bagi adik-adik yang belum lolos, masih ada kesempatan di beberapa kota lainnya. Jangan patah semangat, tidak usah ada perasaan putus asa. Kesempatan tetap terbuka. Terus berlatih,” ucap pria yang disapa Koh Chris, pada Senin (16/4). Sementara itu Manajer tim PB Djarum, Fung Permadi, menyatakan jika semua peserta yang meraih Super Tiket ini adalah mereka yang tampil terbaik dan tampil dengan kemampuan diatas rata-rata. “Mereka yang lolos dari Audisi Umum kali ini ya mereka yang terbaik dari seluruh peserta. Sementara pemberian tiket untuk mereka yang gugur di tahap turnamen karena mereka memenuhi kriteria tim pencari bakat. Mereka menunjukkan semangat dan mempunyai teknik lebih baik dibandingkan peserta yang lainnya,” ujar Jumlah peraih Super Tiket dari Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan lebih banyak satu peserta dari edisi sebelumnya di Pekanbaru, Riau. Usai kota Balikpapan, PB Djarum melanjutan perburuan ke Manado, Sulawesi Utara, yang akan berlangsung di GOR Arie Lasut, 5-7 Mei 2018. (art) Peraih Super Tiket hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Balikpapan (nama, nomor punggung, kota/kabupaten asal): U-11 Putri Alisa Amelia Dansach 0033 (Kota Samarinda) Madinah Dell Azzahra 0004 (Kota Kendari) U-11 Putra Revand Harianto 0046 (Kota Balikpapan) Raid Nabil Setiawan 0265 (Kota Balikpapan) Raihan Daffa Edsel Pramono 0226 (Kota Kediri) Nazwan Abdillah 0079 (Kota Samarinda) U-13 Putri Nadia Pritasari 0090 (Tanah Laut) Sheila Lydia 0224 (Nganjuk) U-13 Putra Bryan Dave Limbowo 0163 (Parigi Moutong) Cristiano Ronaldo Eka Saputra 0152 (Sleman) Taufiqul Vicky 0129 (Kota Balikpapan) Christian Trinata Liban Laden 0008 (Kota Samarinda) U-15 Putri Ryani Puspita Dewi 0005 (Kota Balikpapan) Ni Kadek Linda Angeline Asmara 0119 (Gianyar) U-15 Putra Irvan Bagus Dwi Prasetyo 0171 (Penajam Paser Utara) Kadek Guruh Sucahya 0021 (Buleleng) Muhammad Faqih Anshori 0320 (Kota Samarinda) Muhammad Septian Amin 0286 (Kota Samarinda) Peserta peraih Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat: U13 Putri – Elsa Auriya 0070 (Kota Balikpapan) U13 Putri – Nella Puspita Dewi 0100 (Kota Samarinda) U13 Putra – Rizqy Ramadhani 0082 (Tanah Laut) U13 Putra – Zidane Cahyo Nugroho 0313 (Kutai Timur) U13 Putra – Jonathan Dylan Tedja Saputra 0026 (Kota Manado) U13 Putra – Januar Jason Tedja Saputra 0029 (Kota Manado)

Raih Podium di USM Indonesia International Series, Atlet Putri 18 Tahun Ini Makin Percaya Diri

Pebulutangkis Aurum Oktavia Winata makin percaya diri usai menjuarai USM Indonesia International Series (UIIS) 2018, di Semarang, Jawa Tengah, kemarin. (PBSI)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri masa depan Indonesia, Aurum Oktavia Winata, sabet titel juara di turnamen USM Indonesia International Series (UIIS) 2018, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/4). Di partai pamungkas, pebulutangkis Pelatnas PBSI itu menekuk wakil Thailand, Supanida Katethong, dua gim langsung, 21-19 dan 21-16, dalam waktu 32 menit. Berlabel unggulan lima sebenarnya membuat kans pebulutangkis Negeri Gajah Putih itu untuk memenangi laga sangat besar. Namun, Aurum membuktikan dirinya mulai diperhitungkan dan membuat kejutan di turnamen berhadiah 10.000 Dolar Amerika Serikat (AS) itu. “Alhamdulillah, campur aduk rasanya. Soalnya kan emang dia jauh lebih di unggulin dan pengalamannya dia lebih banyak,” ujar Arum, dikutip situs resmi PBSI, Senin (16/4). “Kemenangan saya tadi karena merubah mindset sama yakin sama diri sendiri,” lanjut pebulutangkis asal Sarwendah Badminton Club itu. Dara kelahiran 4 Oktober 1999 itu, kesuksesannya naik podium di UIIS 2018 tak lepas dari peran sang pelatih yang menginstruksikan dirinya untuk tak memberi kesempatan lawan menyerang. “Saya dikasih tahu oleh pelatih untuk mengantisipasi kebiasaan lawan. Strateginya, bagaimana caranya supaya dia tak mendapatkan posisi untuk menyerang,” papar Aurum. Selain Aurum, empat wakil Merah Putih lainnya juga sukses mengantongi gelar. Di tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito menumbangkan seniornya, Sony Dwi Kuncoro, 21-12, 22-20 (44 menit). Di ganda putra, duet Rian Swastedian/Amri Syahnawi berhasil meredam perlawanan unggulan lima Irfan Fadhilah/Markis Kido, 21-19, 21-18 (26 menit). Lalu, di ganda putri, Shela Devi Aulia/Pia Zebadiah Bernadet yang sukses memaksa wakil Malaysia Chiew Sien Lim/Sueh Jeou Tan pulang tanpa gelar usai kalah 21-17, 21-12 (33 menit). Langkah manis juga diukir duet Amri Syahnawi/Shela Devi Aulia. Pasangan unggulan lima itu menaklukkan kompatriotnya, Irfan Fadhilah/Pia Zebadiah Bernadet, 21-17, 21-16 (35 menit). (Adt)

Cristiano Ronaldo Ikut Audisi Umum Djarum di Balikpapan, Bersaing Rebut Super Tiket

Cristiano Ronaldo Eka Saputra berjuang meraih Super Tiket ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di Kudus, Jawa Tengah, September nanti. (PBDjarum)

Balikpapan- Cristiano Ronaldo berjuang meraih Super Tiket untuk bisa melangkah ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di Kudus, Jawa Tengah, September mendatang. Cristiano Ronaldo yang dimaksud bukanlah mega bintang kelahiran Hospital Dr. Nelio Mendonca, Funchal, Portugal, yang kini memperkuat klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Melainkan atlet bulutangkis asal Sleman, Yogyakarta, bernama lengkap Cristiano Ronaldo Eka Saputra, atau akrab disapa Eka. Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Eka berhasil melaju di tahap turnamen. Pada babak kedua, ia sukses menyingkirkan M. Rafi An Nur dari Penajam Paser Utara dengan skor 21-7, 21-7, pada Minggu (15/5). “Saya senang bola dan ada pemain hebat bernama Cristiano Ronaldo, dan saya berharap dia menjadi pemain yang hebat juga,” ujar Sihono, sang ayah seperti dikutip situs resmi PB Djarum, Senin (16/4). Sejak usia lima tahun, anak tunggal pasangan Sihono dan Ismayani itu mulai bermain bulutangkis. Keinginan Eka menekuni olahraga ‘tepok bulu angsa’ itu mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Ini menjadi tahun ketiga bagi bocah sepuluh tahun ini mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Langkahnya terhenti pada babak kedua di dua tahun sebelumnya. Ia mengikuti Audisi Umum di Purwokerto dan Solo (Jawa Tengah) pada 2017, dan gagal melalui tahap screening. Eka saat ini tergabung dengan klub bulutangkis Pancing Sembada, di Sleman. Klub ini melahirkan salah satu atlet nasional, Dionysius Hayom Rumbaka. “Ini tahun ketiga, saat 2016 di Purwokerto sampai babak delapan perempat final, tinggal satu pertandingan itu harusnya lolos. Lalu kami coba di Kudus dan gagal di babak 16 besar. Bahkan di tahun 2017, malah dia gagal lolos screening terus, tahun lalu ikut di Solo dan Purwokerto malah tidak lolos screening,” ungkap Sihono. Gagal tak lantas membuat sang ayah patah semangat, ia terus mendorong buah hatinya itu menguji skill yang dimiliki di arena Audisi Umum. “Kecewa ada. Tapi ini kesempatan terakhir dia bisa ikut Audisi Umum. Semoga legend bisa mengenali potensi dia. Beberapa kali dia juara di turnamen baik ganda maupun tunggal,” paparnya. Kota Balikpapan akhirnya dipilih menjadi pertama Audisi Umum bagi putra tunggalnya itu. “Kenapa di Balikpapan? Karena saya bisa antar dia ke sini. Dan, mungkin kesempatannya lebih besar. Kalau saya nggak bisa antar, pasti nggak ikut Audisi Umum. Kebetulan untuk Balikpapan ini saya bisa dapat cuti,” tambah Sihono. Eka, yang mengidolakan pebulutangkis Pelatnas Jonatan Christie itu mengatakan siap jika harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Hal itu dilakukan guna mewujudkan mimpinya menjadi pebulutangkis berprestasi ditingkat nasional maupun internasional. Namun, untuk mendapatkan Super Tiket yang akan membawanya ke final Audisi Umum di Kudus, Jawa Tengah, September nanti, ia harus meraih dua kemenangan pada pertandingan yang berlangsung pada Senin (16/4). (Adt)

Ronald/Anissa Telan Pil Pahit, Duet Tiongkok Jadi Kampiun China Master 2018

Ganda campuran Ronald Alexander/Anissa Saufika, takluk dalam laga rubber game di partai final China Master 2018, oleh pasangan non unggulan, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan. (kompas.com)

Jakarta- Harapan untuk membawa pulang gelar juara ke Tanah Air dari negeri Tiongkok pupus. Satu-satunya wakil Merah Putih di partai puncak China Master 2018, Minggu (15/4), pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika, harus menelan pil pahit. Berlabel status unggulan satu, justru gagal mengadang duet tuan rumah non unggulan, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan. Dobel Tiongkok itu menang dalam drama tiga gim dengan skor 21-17, 7-21, dan 21-19. Memainkan partai berdurasi 55 menit, pada gim pertama, Ronald/Anissa akhirnya tumbang. Berulang kali tekanan dilakukan, namun pertahanan dobel Tiongkok tak mudah ditembus. Meski angka kedua pasangan juga tidak berjarak jauh, namun wakil tuan rumah sukses menutup gim pertama dengan skor 21-17. Memainkan gim kedua, Ronald/Anissa membentang asa. Mereka terus memimpin perolehan angka atas pasangan Negeri Tirai Bambu itu. Hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-7, sekaligus memperpanjang nafas guna memainkan gim penentu. Pertarungan ketat tersaji di gim ketiga. Kedua pasangan berusaha mematahkan serangan lawan. Bahkan, angka kedua pasangan juga tak berselisih jauh. Namun, Ronald/Anissa harus mengubur impian jadi kampiun di ajang China Master 2/18. Usai melakoni pertarungan melelahkan, dobel Guo/Liu memastikan juara dan mengunci gim ketiga dengan skor ketat 21-19. Hasil ini membuat wakil Merah Putih itu harus puas menjadi runner-up. Berdasarkan catatan, partai puncak ini jadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Dengan kemenangan itu, Guo/Liu memimpin rekor pertemuan menjadi 1-0 atas pasangan Ronald/Anissa. (Adt)

Kalah Terhormat di Final Putri Proliga, BJB Ingin Tiru Semangat Pertamina Energi

Tim Putri Bandung Bank BJB Pakuan (biru) tak patah semangat walau kalah di partai final Putri Proliga 2018 dari Pertamina Jakarta Energi. (krjogja.com)

Yogyakarta- Dua tahun berturut-turut selalu gagal di partai final nyatanya tak membuat Jakarta Pertamina Energi menyerah. Di laga final Proliga 2018 yang yang dilangsungkan di GOR Amongraga, Yogyakarta, pada Minggu (15/4/), tim Pertamina mampu mengakhiri paceklik gelar. Merek sukses mengandaskan perlawanan Putri Putri Bandung Bank BJB Pakuan, tiga set langsung 25-20, 25-18 dan 25-17. Tangis haru tak terbendung ketika block Kyla di depan net membuat bola berbalik masuk ke lapangan Putri BJB Bandung. Tepat saat itu juga papan skor berubah 25 untuk Pertamina dan 17 untuk BJB yang secara langsung mengakhiri partai penentuan juara tersebut. Seluruh pemain Pertamina yang sepanjang pertandingan tampil minim kesalahan langsung tersungkur menangis terharu karena akhirnya menyudahi paceklik gelar selama dua tahun terakhir. Sejak 2016 dan 2017 putri Pertamina harus menelan pil pahit kalah di setiap laga final. Kapten tim Novia Andriyanti, saat bertemu dengan wartawan pun tak bisa banyak berkata. Ia merasa sangat bersyukur atas kemenangan di partai final hari ini. “Hari ini sangat ditunggu-tunggu selama dua tahun terakhir dan saya hampir tak bisa berbicara lagi. Kami bisa kompak hari ini dan suport serta doa keluarga dan suporter Pertamina menjadi berkah bagi kami,” ungkapnya tersenyum, pada Minggu (15/4). Manajer Putri Pertamina Energi Widi Triyoso, juga tak bisa menutupi rasa bahagia. Sembari menyeka keringatnya, Widi mengungkap rasa puas dengan raihan juara di tahun 2018. “Ini penantian cukup panjang kami dan kami bersyukur bisa juara. Manajemen sudah memastikan atas raihan juara ini, kami beri bonus dua kali lipat dari yang dibagikan di 4 besar kemarin,” ungkapnya, dilansir Kedaulatan Rakyat (KR). Sementara, kubu BJB Bandung yang dipaksa harus puas berada di tempat kedua. Mereka mengaku mendapat pengalaman berharga dari kekalahan melawan tim putri Pertamina. Terlepas dari hilangnya gelar juara pertama, BJB melalui Direktur Utama Ahmad Irfan mengaku sangat puas dengan raihan juara kedua Proliga 2018. “Tahun lalu kami gagal masuk final, dan sekarang dapat juara kedua. Alhamdulillah dengan hasil ini dan pengalaman luar biasa untuk tim kami,” terangnya usai laga. BJB pun menargetkan kompetisi Proliga tahun depan bisa meraih gelar juara pertama. (Art)

Tiga Kali Final Putri Proliga, Jakarta Pertamina Energi Akhirnya Boyong Gelar Juara di Yogya

Tim Putri Jakarta Pertamina Energi (putih) sukses mengunci gelar Proliga 2018, usai menang telak 3-0 atas Bandung Bank BJB Pakuan. (detik.com)

Yogyakarta- Putri Jakarta Pertamina Energi menjadi kampiun kompetisi bola voli Proliga 2018. Dalam laga puncak, skuat racikan M Ansori ini mengalahkan Bandung Bank BJB Pakuan 3-0 (25-20, 25-18, 25-17) di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (15/48). Hasil ini mengakhiri penanti Jakarta Pertamina untuk meraih gelar juara Proliga, setelah dua musim sebelumnya cuma menjadi runner-up. Ini adalah gelar kedua Jakarta Pertamina setelah pada 2014 lalu. Sejak game pertama, para pemain Jakarta Pertamina tampil percaya diri. Smes-smes keras Agustin Wulandari, Anna Stepaniuk, Kylia Elizabeth Richey, dan Novia Andriyanti kerap merepotkan para pemain BJB Pakuan. Sementara di kubu BJB Pakuan, buruknya penerimaan bola pertama membuat tim asuhan Octavian tersebut sulit melancarkan serangan. Ini tak lepas dari servis para pemain Jakarta Pertamina yang diarahkan kepada duo pemain asing BJB Pakuan, yakni Chantava Evangelia dan Diaiana Georgiana Muresan. Selain itu, sukses Jakarta Pertamina menjadi juara Proliga juga tidak lepas dari rapatnya blok. Berulang kali Agustin dan kolega mempu memblok smes-smes keras dari Chantava dan Diaina yang menghasilkan poin. Kalah pada dua set awal, pelatih BJB Pakuan Octavian coba mengubah pola serangan. Ia menginstruksikan Chantava dan Diaiana melancarkan smes dari garis tiga meter. Namun, pola serangan tersebut tidak memberi dampak besar pada permainan BJB Pakuan. Sebab, Jakarta Pertamina mampu membendungnya dengan blok dan pertahanan yang bagus. Bermain di final, BJB Pakuan kembali diperkuat Aprilia S Manganang yang sempat absen di dua laga terakhir final four putaran kedua karena cedera. Namun, penampilan April di bawah performa terbaiknya. Selain itu, umpan-umpan yang diberikan Yolana Betha kepada April kurang bagus sehingga tidak bisa melancarkan smes keras. Ini tak lepas dari buruknya penerimaan bola pertama. Pada set ketiga, April digantikan Dian Wijayanti. Namun, pergantian ini tidak berpengaruh banyak bagi permainan BJB Pakuan. (Art)

Tiga Kali Hadir di Kaltim, Audisi dan Seleksi PB Djarum di Balikpapan Selalu Luber Peminat

Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari (kacamata), terkesan dengan antusiasme masyarakat Balikpapan di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018. (dok. PB Djarum)

Balikpapan- Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis kembali digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai kota penyelenggara audisi pencarian bakat para pebulu tangkis muda. Audisi Umum di Balikpapan dimulai pada Sabtu (14/4) hingga Senin (16/4). GOR Hevindo bakal menjadi arena pertarungan bibit-bibit bertalenta dari berbagai daerah, dalam memperebutkan Super Tiket dan meraih kesempatan menjadi atlet PB Djarum. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis ini tercatat sebagai yang ketiga kalinya diselenggarakan di Balikpapan. Sebelumnya pada 2015 dan 2016. Tahun lalu, PB Djarum singgah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai tempat penyelenggaraan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2017. Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan, para pebulu tangkis berpotensi bertebaran di berbagai kota di Pulau Kalimantan. “Praveen Jordan, yang berasal dari Bontang, Kaltim, merupakan satu di antara para pebulu tangkis PB Djarum yang menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun mancanegara. Kami berharap dari Audisi Umum di Balikpapan ini juga muncul atlet-atlet muda seperti Praveen,” ujar Fung. Sekadar catatan, empat pebulu tangkis muda asal Kalimantan Timur penghuni Asrama PB Djarum yang telah menorehkan berbagai prestasi, yakni Muhammad Aldo Apriyandi (lahir di Balikpapan pada 2001), Sheila Dinda Kurniawan (Balikpapan, 2002), Aldi Alfijar Rachman (Balikpapan, 2002), dan Priskila Venus Elsadai (Balikpapan, 2005). Pada 2015, di Balikpapan tercatat sebanyak 152 peserta mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis. Setahun kemudian jumlah peserta meningkat menjadi 238 peserta. Hingga H-1, sebanyak 403 peserta melakukan registrasi online untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2018 di Balikpapan. Pada Jumat (13/4) siang, sekitar pukul 14.00 WITA, tercatat lebih dari 225 peserta yang telah mengikuti registrasi ulang, guna bertarung di tiga hari gelaran Audisi Umum. Para peserta tersebut diperkirakan bakal bertambah sampai dengan penutupan registrasi ulang pada malam hari. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. PB Djarum menggelar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis di delapan kota, yakni Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari tahap Audisi Umum di kota-kota tersebut, akan melaju ke babak Final. Babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Di tahap final ini, mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya. Lalu mereka menjalani tahap karantina di Asrama PB Djarum, Kudus selama kurang lebih satu minggu. Usai karantan akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum. Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan beberapa kategori. Yakni kategori U-11 (berusia 6-10), U-13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U-15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. (Art)

Tahap Pertama Audisi Beasiswa Djarum, Ratusan Remaja Lolos Babak Seleksi Awal

Sebanyak 143 peserta yang berasal dari enam kategori kelompok umur, lolos tahap screening Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Hevindo, Balikpapan, Sabtu (14/4). (dok.PB Djarum)

Balikpapan- Total 362 peserta yang berasal dari enam kategori yakni U-11 Putra, U-11 Putri, U-13 Putra, U-13 Putri, U-15 Putra, dan U-15 Putri mengikuti tahap screening Audisi Umum Beasiswa Djarum Bulutangkis 2018 di GOR Hevindo, Balikpapan, Sabtu (14/4). Sebanyak 143 peserta dinyatakan lolos dan siap mengikuti tahap selanjutnya. Pada tahap awal ini para peserta diberi kesempatan unjuk gigi pada laga dengan lawan yang sesuai dengan kategori usia masing-masing. Para peserta mendapatkan waktu 10 menit untuk unjuk kemampuan di hadapan tim pencari bakat PB Djarum terdiri atas Christian Hadinata, Fung Permadi, Yuni Karika, Sigit Budiarto, Lius Pongoh, Denny Kantono, Tri Kusharyanto, Hastomo Arbi, Sulaiman, dan Engga Setiawan. Tujuan tahap ini adalah mengetahui teknik dasar bermain bulutangkis. Adapun penilaian lolos atau tidaknya tidak berdasarkan hasil pertandingan melainkan teknik dan daya juang peserta. Hasilnya 143 peserta dinyatakan lolos dari tahap screening. Jumlah tersebut tersebar di berbagai kategori yakni U-11 Putra 13 orang, U-11 Putri delapan orang, U-13 Putra 52 orang, U-13 Putri 16 orang, U-15 Putra 26 orang, dan U-15 Putri 10 orang. “Para pebulutangkis muda datang dan berkumpul untuk mengikuti Audisi Umum di Balikpapan tahun ini. Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak, terlebih para orangtua yang telah mendorong dan mengembangkan bakat putra-putri mereka melalui olahraga bulutangkis,” kata Denny Kartono, dilansir bola.com, pada Sabtu (14/4). “Berkaca dari Audisi Umum yang digelar di Balikpapan dua tahun lalu, antusiasme dan semangat juang dari anak-anak ini tidak pernah kendor,” ujar pebulutangkis asal Samarinda, Kalimantan Timur itu. Nantinya, para pebulutangkis yang mampu memberikan penampilan apik berhak mendapatkan super tiket untuk final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah pada 7-9 September 2018. (Art)

Siapkan Program Team Building, PBSI Umumkan Skuad Bayangan Piala Tomas dan Uber 2018

Anthony Sinisuka Ginting masuk menjadi kandidat tim Piala Thomas 2018 yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand. (tempo.co)

Jakarta- Piala Thomas dan Uber 2018 semakin dekat, ajang perebutan supremasi beregu putra dan putri paling bergengsi ini akan dilangsungkan di Bangkok, Thailand, pada 20-27 Mei 2018. Tim Piala Thomas Indonesia menduduki peringkat ketiga di daftar unggulan, di bawah Tiongkok dan Denmark. Sedangkan Tim Uber Indonesia ada di posisi ketujuh, di bawah Jepang, Tiongkok, Korea, Thailand, Taiwan dan India. Hingga saat ini, PP PBSI masih terus mencari komposisi terbaik menjadi pemain tim inti yang akan diterbangkan ke Bangkok untuk membela Merah-Putih. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti membuka daftar nama-nama atlet yang dinominasikan menjadi bagian tim inti Piala Thomas dan Uber 2018. Empat atlet tunggal dan enam atlet ganda (tiga pasangan) akan masuk ke dalam daftar tim inti Piala Thomas dan Uber 2018 yang bakal diumumkan dalam waktu dekat. Dari 32 atlet yang masuk nominasi, akan dipilih 20 atlet untuk mengisi 10 slot tim Piala Thomas, dan 10 slot tim Piala Uber. BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) menetapkan tanggal 6 Mei 2018 sebagai hari terakhir penyerahan nama tim inti Piala Thomas dan Uber 2018. “Kami membuka kesempatan bagi semua, untuk menjadi bagian tim Piala Thomas dan Uber, yang penting pokoknya untuk Indonesia,” kata Susy kepada Badmintonindonesia.org. Program persiapan jelang Piala Thomas dan Uber juga dijalankan, terutama mereka yang absen kejuaraan Badminton Asia Championships 2018 di Wuhan, Tiongkok. Rencana pelaksanaan sesi team building pun diungkapkan Susy. Hal ini dimaksudkan guna memperkuat kebersamaan tim jelang tampil di pertengahan Mei mendatang. “Kemungkinan akan ada sesi untuk team building, dan nanti akan dilihat dan disesuaikan lagi, dengan jadwal dan program latihan atlet-atlet,” tutur Susy. (Art) Nominasi Tim Piala Thomas dan Uber 2018: Tim Thomas Tunggal: Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Tommy Sugiarto, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Sony Dwi Kuncoro Ganda: Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan, Hardianto Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf Santoso, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Angga Pratama, Rian Agung Saputro Tim Uber Tunggal: Fitriani, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska Tunjung, Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan Ganda: Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Nitya Krishinda Maheswari, Yulfira Barkah, Rosyita Eka Putri Sari Jadwal Pertandingan Piala Thomas dan Uber 2018 dilansir dari Badminton World Federation (BWF): Minggu, 20 Mei 2018 : Piala Thomas Grup B : Indonesia vs Kanada. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 4. Senin, 21 Mei 2018 : Piala Uber Grup D : Indonesia vs Malaysia. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 2 (TV). Selasa, 22 Mei 2018 : Piala Uber Grup D : Indonesia vs Perancis. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 4. Piala Thomas Grup B : Indonesia vs Thailand. Pukul 19.00 WIB – Lapangan 1 (TV). Rabu, 23 Mei 2018 : Piala Uber Grup D : Indonesia vs Tiongkok. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 2 (TV). Piala Thomas Grup B : Indonesia vs Korea. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 2 (TV) Kamis, 24 Mei 2018 : Perempat final Piala Thomas dan Uber  Sesi 1 : QF Piala Uber. Pukul 09.00 WIB – Lapangan 1 dan 2. Sesi 2 : QF Piala Uber. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 1 dan 3. QF Piala Thomas. Pukul 14.00 WIB – Lapangan 2. Sesi 3 : QF Piala Thomas. Pukul 19.00 WIB – Lapangan 1, 2 dan 3. Jumat, 25 Mei 2018 : Semifinal Piala Thomas dan Uber Sesi 1 : SF Piala Uber : Pukul 12.00 WIB – Lapangan 1 dan 2. Sesi 2 : SF Piala Thomas : Pukul 18.00 WIB – Lapangan 1 dan 2. Sabtu, 26 Mei 2018 : Final Piala Uber. Pukul 13.00 WIB Minggu, 26 Mei 2018 : Final Piala Thomas. Pukul 13.00 WIB

Christopher Rungkat Jadi Kunci Bungkam Srilanka 3-1, ‘PR’ Pengurus Pelti Siapkan Petenis Muda

Christopher Rungkat masih menjadi andalan Indonesia mengalahkan Srilanka 3-1 pada Play-off Grup II Zona Asia-Oceania. Minggu (8/4). (net)

Jakarta- Tim Piala Davis Indonesia sukses membungkam Srilanka dengan skor 3-1 di Play-off Grup II Zona Asia-Oceania, di Lapangan Tanah Liat Asosiasi Tenis Srilanka, Kolombo, Minggu (8/4). Hasil itu memastikan Indonesia tetap bertahan di Grup II Zona Asia-Oceania sekaligus lepas dari ancaman degradasi. Pada hari pertama, Sabtu (7/4), tim Merah Putih bermain imbang 1-1 setelah petenis utama Indonesia Christopher Rungkat menumbangkan Sharmal Dissanayake dengan skor 6-4, 4-6, 3-0 (retired). Namun, David Agung Susanto tumbang di tangan Harshana Godamanna dengan skor 3-1, 1-6. Hari kedua, duet Christopher Rungkat/Justin Barki berhasil mengalahkan Sharmal Dissanayake/Harshana Godamanna dengan skor 6-4, 6-3. Kemenangan itu membuat Indonesia unggul 2-1 atas Srilanka. Dan, Christo menjadi pahlawan kemenangan usai menekuk petenis andalan Srilanka Harshana Godamanna pada partai keempat melalui laga rubber set, dengan skor 6-4, 4-6, 7-6(7), dalam waktu dua jam lima menit. Febi Widhiyanto, Non-Playing Captain Indonesia, mengatakan hasil tersebut sesuai dengan skenario tim. Dan, Christo selalu menjadi faktor penentu kemenangan. Hal ini merupakan formula klasik, guna bertahan di Grup II Zona Asia-Oceania seperti yang telah dilakukan dalam empat laga dibabak serupa, dalam lima tahun terakhir. “Kami bersyukur hasil ini sesuai skenario. Ganda Christo dan Justin mampu mengambil angka kemenangan dari partai ketiga. Tak ada pilihan yang lebih baik, selain memasang kembali Christo untuk memastikan kemenangan,” tutur Febi. Meski strategi untuk memainkan petenis utama Indonesia berperingkat 824 dunia itu berhasil, namun Febi, menegaskan tugas PP Pelti (Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) dalam menyiapkan petenis muda sebagai pelapis senior. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan PP Pelti periode ini. Mereka harus terus menyiapkan petenis muda sebagai pelapis guna menggantikan Christo dimasa depan,” tukasnya. (Adt)

Peta Bulutangkis Dunia Kian Ketat, Susi Susanti : Level Pemain Muda Indonesia Nyaris Sempurna

Level permainan pemain muda Indonesia di ajang ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, kini nyaris sempurna. (Pras/NYSN)

Jakarta- Legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia, Susi Susanti, menilai positif terhadap turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, akhir pekan lalu. Turnamen yang berlangsung di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 3-8 April lalu, menyuguhkan kompetisi yang sangat baik untuk pemain-pemain muda Indonesia. “Secara teknis, level pemain muda sekarang sudah jauh lebih bagus. Bahkan hampir sempurna,” ujar peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol itu, akhir pekan lalu. Perempuan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 47 tahun silam itu, menyebut bila saat ini peta persaingan bulutangkis dunia cukup ketat. “Pebulutangkis Indonesia masih bisa bersaing dengan negara-negara lain,” tambah istri Alan Budikusuma itu. Wakil Merah Putih berhasil meraih lima gelar di ajang turnamen bulutangkis paling bergengsi di level junior itu. Lima gelar diperoleh lewat nomor Tunggal Putri U-17 (Aisyah Sativa Fatetani), Ganda Putra U-17 (Rian Cannavaro/Asghar Herfanda). Kemudian, Ganda Campuran U-17 (Muhammad Nendi Novantino/Triyola Nadia), Tunggal Putri U-15 (Ellena Manaby Yullyana), dan Ganda Putri U-15 (Mikala Kani/Febi Setianingrum). Selanjutnya, China mengantongi empat gelar (Tunggal Putri U-19, Ganda Putra U-19, Ganda Putri U-19, dan Ganda Campuran U-19). Lalu, India (Tunggal Putra U-15, dan Ganda Putra U-15), Malaysia (Tunggal Putra U-17), Korea Selatan (Ganda Putri U-17), serta Thailand (Tunggal Putra U-19). Sebanyak 1.054 atlet dari 19 negara turut serta di event ini. Hasil dari turnamen Jaya Raya ini, nantinya memberikan tambahan poin BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) bagi pemain di Kategori U-19. Sedangkan, untuk pemain dengan Kategori U-15 dan U-17, akan mendapatkan poin untuk peringkat BAC (Federasi Bulutangkis Asia). (Adt)