9 Atlet Muda Indonesia Berlaga di Asian Youth Athletics Championships 2022

9 Atlet Muda Indonesia Berlaga di Asian Youth Athletics Championships 2022

PB PASI memanggil sembilan atlet muda Indonesia untuk tampil di Asian Youth Athletics Championships 2022. Kejuaraan atletik junior level Asia tersebut dijadwalkan berlangsung di Kuwait pada 13-16 Oktober 2022. Dua dari sembilan atlet muda Indonesia yang mendapat undangan PB PASI tersebut berasal dari Sumenep, Jawa Timur. Adalah Maulana Ismail yang akan turun di nomor lari 400 meter putra dan Riswar Bhisma untuk lompat tinggi galah putra. Sebelum mendapat undangan memperkuat timnas atletik Indonesia, Ismail dan Bhisma mewakili Sumenep di Porprov Jatim 2022 di Jember. Mereka juga dipanggil oleh kontingen daerah Jawa Timur untuk tampil di Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20, dan Senior di Semarang, Jawa Tengah. Ketua Pengkab PASI Sumenep Abd Modjib di Sumenep mengaku bangga dengan rekam jejak perjalanan Ismail dan Bhisma menuju timnas atletik Indonesia. “Peluang Ismail dan Bhisma mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Atletik Remaja Tingkat Asia 2022 di Kuwait tersebut sesuai surat dari PB PASI tertanggal 7 September 2022,” kata Modjib dilansir dari Antara. Modjib menambahkan bahwa uborampe prosedur keimigrasian kedua atlet telah rampung dan mereka siap terbang ke Kuwait untuk lomba. “Alhamdulillah sesuai hasil koordinasi kami dengan Pengprov PASI Jatim, paspor bagi dua atlet kami itu sudah selesai,” tutur Modjib menambahkan. “Insya Allah Ismail dan Bhisma akan berangkat ke Kuwait. Mohon doanya bisa membawa medali bagi Indonesia,” lanjutnya. Dipanggilnya dua atlet Ismail dan Bhisma ke timnas atletik membuat PASI Sumenep semakin terpecut untuk menjaring atlet berprestasi berikutnya. Untuk itulah, Modjib berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat demi munculnya lebih banyak atlet atletik terbaik nasional dari Sumenep. “Mohon doanya dari semua elemen masyarakat di Sumenep,” ujar Modjib menjelaskan. “Secara teknis, kami di Sumenep memang tidak memiliki fasilitas latihan yang memadai. Namun, kami tak akan ‘patah arang’ untuk terus menjaring dan membina atlet lokal,” lanjutnya. Menurut edaran dari PB PASI Pusat, kontingen atletik untuk Asian Youth Athletics Championships 2022 akan berangkat pada 11 Oktober mendatang. Rombongan atlet dan pelatih atletik Merah-Putih baru akan kembali ke Jakarta pada 17 Oktober 2021 alias sehari setelah penutupan Asian Youth Athletics Championships 2022.

PB PASI Berharap Labuan Bajo Marathon 2022 Lahirkan Pelari Nasional

PB PASI Berharap Labuan Bajo Marathon 2022 Lahirkan Pelari Nasional

Indonesia kembali menggelar event Marathon Internasional yang bertajuk IFG Labuan Bajo Marathon 2022 yang berlangsung pada 29 Oktober mendatang. Ajang ini sekaligus menjadi salah satu wadah Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk mencari bibit-bibit atlet maraton untuk Indonesia di masa depan. Pasalnya, IFG bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan PASI NTT untuk mencari bibit atlet dengan melibatkan 100 Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh wilayah NTT. Program tersebut menjaring 400 siswa dan siswi berprestasi di cabang atletik. Mereka kemudian akan mengikuti pelatihan selama dua bulan, yang dimonitor langsung oleh pelatih lari bersertifikat International Amateur Athletic Federation (IAAF) dan PASI, Agung Mulyawan. Nantinya, 400 bibit potensial tersebut akan turut berpartisipasi di IFG Labuan Bajo Marathon 2022 kategori 5K. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PASI, Tigor Tanjung mengatakan wilayah NTT memang sudah terkenal melahirkan cukup banyak pelari jarak jauh. Salah satunya bahkan menjadi legenda, yakni Eduardus Nobunome. Sosok yang meninggal dunia pada 2020 itu merupakan kolektor enam medali emas SEA Games dan pemegang rekor nasional (rekornas) maraton, 2 jam 19,18 menit. Tigor Tanjung berharap dengan adanya Labuan Bajo Marathon ini, lahir pelari jarak jauh muda yang berasal dari Bumi Flobamora. “Saya berharap IFG Labuan Bajo Maraton 2022 dapat berkontribusi menelurkan pelari jarak jauh untuk Indonesia,” ucapnya. PB PASI pun berharap adanya kejuaraan ini mampu meningkatkan lagi antusiasme masyarakat terhadap nomor lari jarak jauh, khususnya di NTT. “Dulu banyak pelari andal asal NTT. Namun, sekarang, agak menurun. Saya berharap muncul lagi atlet-atlet (jarak jauh asal) NTT,” lanjut Tigor Tanjung. Ketua Pelaksana IFG Labuan Bajo Marathon Fitri Istanti mengatakan bahwa ajang tersebut merupakan event maraton pertama yang digelar di Labuan Bajo. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berfokus pada promosi Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP). “Hal yang unik dan membedakan event Labujan Bajo Marathon dengan lomba maraton lainnya adalah kontur lintasannya yang naik turun. Ini akan sangat menantang. Oleh karena itu, kami sebut sebagai rute marathon yang paling menantang dengan pemandangan yang menakjubkan. Target kami adalah orang-orang yang ingin merasakan tantangan baru,” ucap Fitri. Fitri menambahkan kurang lebih 1.500 pelari lokal, nasional, dan internasional akan berpartisipasi dalam IFG Labuan Bajo Marathon 2022. Nantinya, ada beberapa kategori rute mulai dari 5K, 10K, 21K (half marathon), dan 42K (full marathon). Selain kategori individu, Labuan Bajo Marathon 2022 juga melombakan kategori Ekiden atau kelompok estafet 5K dan lomba khusus anak-anak di kategori Kids Dash 100 meter. Ekiden adalah kegiatan lari estafet yang terdiri atas empat orang (2 putra dan 2 putri dengan masing-masing peserta akan berlari sejauh 5 kilometer dengan total jarak 20 kilometer.

Kejurnas Atletik Berakhir, Atlet-atlet Muda Pecahkan Rekor-rekor Nasional

Kejurnas Atletik Berakhir, Atlet-atlet Muda Pecahkan Rekor-rekor Nasional

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik, 06-11 Agustus 2022, berakhir. Sejumlah rekor-rekor baru lahir dari aksi atlet-atlet junior kelompok umur U-18 dan U-20. Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) mengaku bangga dengan hasil akhir Kejurnas Atletik yang berlangsung di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah. PASI menilai pemecahan rekor oleh atlet-atlet muda menandakan Indonesia memiliki bibit potensial. Berdasarkan laporan tertulis PB PASI, Jumat (12/08/2022), sebanyak 1.500 atlet dari 34 provinsi mengikuti Kejurnas Atletik yang melombakan kategori U-18, U-20, senior, dalam 124 nomor. Valentine Vanesa Lonteng, atlet asal Minahasa Selatan, menjadi contoh atlet yang memecahkan rekor. Lonteng memecahkan rekor Kejurnas U-18 nomor 100 meter putri, dengan catatan waktu 11,61 detik. Catatan yang pecah pada hari pertama Kejurnas, mengungguli rekor sebelumnya milik Nurul Imaniar dengan catatan waktu 11,97 detik pada 2010. Lonteng juga memecahkan rekor Kejurnas U-18 nomor 200 meter putri atas namanya sendiri. Lewat catatan waktu 24,37 detik, dia memecahkan rekor sebelumnya 24,84 detik saat Kejurnas Atletik 2019 di Pakansari, Bogor, Jawa Barat. Rekornas lain hadir dari lontar martil U-20 oleh atlet putra asal Lampung, Dedy Yusuf. Dengan jarak lemparan sejauh 56,91 meter, Dedy mematahkan rekor yang telah bertahan selama 5 tahun milik Denny Putra asal Riau, dengan jarak lemparan 56,38 meter. Pada nomor U-20 putri, Natasya Mahdalita asal Jawa Barat menorehkan lontaran 49,98 meter, memecahkan rekor sebelumnya yang sudah bertahan delapan tahun atas nama Tresna Puspita dari provinsi yang sama. Nomor lompat tinggi U-20 putri juga menghadirkan rekornas baru. Nabila Fafriliani, asal Jawa Timur, mencatatkan lompatan setinggi 1,73 meter. Dia memecahkan rekor 1,72 meter milik Nadia Anggraini dari DKI Jakarta pada 2014. Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan menyiapkan bonus untuk atlet yang memecahkan rekornas, di luar hadiah kejuaraan. “Bonus ini hanya sebagai tambahan motivasi. Saya ingin atlet-atlet bisa berprestasi dengan baik dan punya harapan ke depan. Kami tidak ingin memberikan uang saja atau fasilitas lain, tapi juga mendorong mereka mendapatkan pendidikan yang bagus,” ujar Luhut Pandjaitan, melalui keterangan tertulis. Jawa Timur menjadi juara umum Kejurnas Atletik dengan raihan 24 emas, 25 perak, dan 17 perunggu. Jawa Tengah menyusul di posisi kedua dengan 16 emas, 19 perak, dan 18 perunggu. Jawa Barat melengkapi urutan posisi ketiga dengan 12 emas, delapan perak dan sembilan perunggu.

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Zohri Siap Persembahkan Medali Emas SEA Games Untuk Mendiang Bob Hasan

Sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri mengincar medali emas di SEA Games Vietnam. Ia menyatakan akan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dan mendiang Bob Hasan. Bob Hasan merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Ia punya kontribusi yang besar terhadap kemajuan atletik di Indonesia. Pada Maret 2020 Bob Hasan meninggal di usia 89 tahun. Sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengaku termotivasi dengan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat berkunjung ke Pelatnas atletik di Jakarta belum lama ini. “Pesan Menpora Amali saya jadikan motivasi. Terlebih Menpora bilang persembahkan medali untuk almarhum Bob Hasan yang mendidik, memberikan semangat, dan banyak hal lainnya. Semoga saja pada SEA Games Hanoi bisa mencapai target membawa pulang emas untuk Indonesia,” ujar Zohri. Ihwal persiapan menghadapi SEA Games 2022, Zohri mengatakan terus berlatih meski sempat mengalami cedera hamstring. Cedera itu ia dapatkan saat tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor di Stark Arena, Belgrade, Serbia pada 18-20 Maret 2022. Kini, kondisi Zohri mulai membaik bahkan sudah melakukan latihan berupa jogging, strike, dan speed. Dia berharap bisa memperbaiki catatan waktu saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 pada nomor 100 meter putra yakni 10,46 detik. PB PASI menyiapkan 23 atlet untuk SEA Games 2022. Selain Zohri, pada sektor putra ada nama Sapwaturrahman, Abdul Hafiz, Halomoan B Simanjuntak, Hendro, Atjong Tio Purwanto. Lalu Agus Prayogo, Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Sudirman Hadi, Wahyu Setiawan, dan Adit Rico. Sedangkan untuk putri yakni Emilia Nova, Maria Londa, Agustina Manik, Odekta Naibaho, Eki Febri Ekawati, Sri Mayasari. Lalu Tyas Murtiningsih, Erna Nuryanto, Jenny Agreta, Hasruni Rahim, dan Valentine Lonteng.

Waspadai Pelari Tuan Rumah, Sri Mayasari Siap Sumbangkan Medali Emas SEA Games Vietnam

Waspadai Pelari Tuan Rumah, Sri Mayasari Siap Sumbangkan Medali Emas SEA Games Vietnam

Sri Mayasari menjadi salah satu atlet yang diharapkan bisa mendulang medali emas di SEA Games 2021 Vietnam dari nomor 400 meter. Untuk mewujudkan target tersebut, Sri terus meningkatkan volume latihannya hingga 97 persen. “Latihan sudah, semuanya sudah dimaksimalkan termasuk juga meningkatkan speed. Semua aman dan siap merebut medali emas, semoga rezeki,” kata Sri saat saat ditemui usai latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/4). Pemecah rekor nasional dalam waktu 53,22 detik pada nomor lari 400 meter putri PON Papua 2021 ini mewaspadai kekuatan dari atlet tuan rumah. Menurutnya, Vietnam meraih hasil baik dalam edisi SEA Games sebelumnya di Filipina. “Saingan terberat memang tuan rumah. Pasti dia akan habis-habisan. Meski demikian, saya tetap optimis bisa dapat emas,” ujar Sri. Dalam latihan terakhirnya, wanita 28 tahun tersebut mencatatkan waktu yang cukup baik. Sri berhasil membukukan 52,66 detik. Catatan waktu ini jelas lebih baik dari hasil yang diraihnya saat PON di Papua tahun lalu. “Semoga dengan latihan yang telah dijalani ini membuahkan hasil,” jelas Sri. Terpisah, pelatih Sri, Bastoni cukup percaya diri jika Sri akan mendapatkan hasil terbaik di SEA Games Vietnam. Dia bilang Sri sudah menjalani latihan secara serius. “Sudah sembilan puluh tujuh persen voume latihannya. Sekarang ini tinggal menambah dan mematangkan speednya. Dia sangat menikmati saat-saat latihan dan enjoy menjalaninya. Semoga target emas bisa dicapai,” pungkas Bastoni.

Sri Mayasari Optimis Merebut Medali Emas SEA Games 2021 di Nomor 400 Meter

Sri Mayasari pemecah rekor nasional lari 400 meter putri pada PON Papua 2021 adalah salah satu ujung tombak tim Indonesia untuk meraih medali emas SEA Games 2021 Hanoi. Pada nomor lari 400 meter PON Papua 2021 Sri Mayasari mencatat waktu 53,22 detik. Sang pemegang rekor mengatakan dirinya harus mewaspadai kekuatan atlet tuan rumah. Menurutnya Vietnam juga meraih hasil baik dalam edisi SEA Games sebelumnya di Filipina. “Saingan terberat memang tuan rumah. Pasti dia akan habis-habisan. Meski demikian, saya tetap optimis bisa dapat emas,” ujar Sri seperti dikutip dari situs Kemenpora. Untuk mewujudkan target tersebut, Sri terus meningkatkan volume latihannya hingga 97 persen. “Latihan sudah, semuanya sudah dimaksimalkan termasuk juga meningkatkan speed. Semua aman dan siap merebut medali emas, semoga rezeki,” kata Sri saat saat ditemui usai latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/4). Dalam latihan terakhirnya, wanita 28 tahun tersebut mencatatkan waktu yang cukup baik. Sri berhasil membukukan 52,66 detik. Catatan waktu ini jelas lebih baik dari hasil yang diraihnya saat PON di Papua tahun lalu. “Semoga dengan latihan yang telah dijalani ini membuahkan hasil,” jelas Sri. Terpisah, pelatih Sri, Bastoni cukup percaya diri jika Sri akan mendapatkan hasil terbaik di SEA Games Vietnam. Dia bilang Sri sudah menjalani latihan secara serius. “Sudah sembilan puluh tujuh persen voume latihannya. Sekarang ini tinggal menambah dan mematangkan speednya. Dia sangat menikmati saat-saat latihan dan enjoy menjalaninya. Semoga target emas bisa dicapai,” pungkas Bastoni. Sumber: Kemenpora

Emilia Nova Raih Emas 82nd Singapore Open Track & Field Championships 2022

Atlet lari gawang putri Emilia Nova berhasil meraih medali emas saat turun dinomor 100meter lari gawang pada kompetisi 82nd Singapore Open Track & Field Championships 2022 di Home of Athletics, Kallang Sports Centre, Singapura, Sabtu. Emilia Nova mencatatkan waktu 13,74 detik. Lebih cepat dari atlet Filipina Melissa Escoton yang finis kedua dengan 13,96 detik dan atlet singapura Kerstin Ong yang finis ketiga dengan catatn waktu 14,99 detik. Emilia bertekad untuk bisa menorehkan kembali prestasinya pada SEA Games 2019 Filipina. Ketika itu, Emil menjadi yang terbaik pada nomor 100meter lari gawang putri dengan membukukan waktu 13,61 detik. 82nd Singapura Open 2022 menjadi ajang uji coba pertama dan terakhir bagi Emilia dalam menjalani pelatnas untuk persiapan SEA Games Hanoi, Vietnam. Akibat pandemi COVID-19 Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kesulitan mengirim atletnya karena banyak kompetisi internasional yang tertunda atau batal digelar. Sumber: ANTARA

HUT Ke-70, Kopassus Menggelar Lomba Atletik Jaring Atlet Muda

HUT Ke-70, Kopassus Menggelar Lomba Atletik Jaring Atlet Muda

Kopassus menggelar lomba atletik dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-70. Lomba yang diberi nama Danjen Kopassus Cup 2022 ini bertujuan menjaring atlet-atlet muda dengan mengangkat tema ‘Tunjukkan Yang Terbaik Jadilah Sang Juara’. Lomba atletik ini terbagi ke dalam tiga kategori. Tiga kategori tersebut yakni TNI/Polri, Umum, dan Umum U-20. Masing-masing kategori terdiri dari paling tidak enam nomor. Kecuali TNI/Polri, kategori Umum dan Umum U-20 akan mempertandingkan nomor lompat jauh dan lompat tinggi. Lomba atletik ini akan mengambil tempat di Gelora Bung Karno, Jakarta pada 2-5 Juni 2022. Mereka yang berminat bisa mendaftar dengan biaya Rp 100 ribu termasuk biaya daftar ulang. Pihak penyelenggara menargetkan 5.000 peserta untuk mendaftar. Mereka yang berminat bisa mengunjungi halaman athleticsopendanjenkopassuscup2022.com. “Pihak panitia juga menyediakan hadiah total Rp 99 juta. Pemenang dari masing-masing kategori akan mendapatkan Rp 1 juta,” ujar pihak Kopassus, Jumat (8/4). Di sisi lain, aspek kesehatan juga tak luput dari penyelenggaraan lomba. Pihak panitia menyediakan dokter untuk memeriksa kondisi calon peserta sebelum lomba. Nantinya, peserta yang tidak lolos tidak akan diizinkan mengikuti lomba. Lomba atletik ini juga tetap mematuhi protokol kesehatan. Tahapan Lomba – Peserta akan melaksanakan penyisihan dari awal pertandingan secara best time. – Penyisihan akan dilaksanakan sampai dengan final – Peserta yang lolos final tiap-tiap babak berjumlah: 60 orang/kategori cabor. – Peserta yang bertanding pada babak final harus dalam keadaan sehat dan tetap menaati prokes.

Cedera Hamstring, Zohri Mundur dari Semifinal Kejuaraan Dunia Atletik Indoor

Cedera Hamstring, Zohri Mundur dari Semifinal Kejuaraan Dunia Atletik Indoor

Sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri mundur dari semifinal nomor 60m putra Kejuaraan Dunia Atletik Indoor di Beograd, Serbia yang berlangsung pada Minggu 20 Maret. Itu terjadi karena dia mengalami cedera hamstring. Zohri lolos ke semifinal setelah finis ketiga dalam Heat 3 dan berada di urutan kesembilan dari keseluruhan heat dengan mencatatkan waktu 6,58 detik. Pada babak semifinal, Zohri bersaing dengan sprinter-sprinter dunia, seperti Marvin Bracy dan Christian Coleman dari AS, serta peraih emas Olimpiade Tokyo asal Italia Lamont Marcell Jacobs. Namun, Zohri tidak bisa melanjutkan pertandingan di semifinal demi menjaga cederanya tidak semakin parah dan menjaga peluang tetap tampil di SEA Games 2022 Vietnam. Zohri menjadi salah satu atlet yang diharapkan mampu menyumbangkan emas untuk Indonesia dalam SEA Games yang akan digelar pada 12-23 Mei nanti. Pelari berusia 21 tahun itu diperkirakan akan turun di nomor 100 meter putra, 200 meter, dan estafet 4×100 meter. “Tim medis bekerja sama dengan pembinaan dapat menangani cedera ini agar Zohri segera pulih. Kami tahu bahwa sudah beberapa kali Zohri mengalami kasus ini,” tulis sebuah pernyataan dalam rilis resmi PASI.

Zohri Siap Tampil Kejuaraan Dunia Atletik di Serbia

Zohri Bakal Ikuti Kejuaraan Dunia Atletik di Serbia

Atlet nasional asal Kabupaten Lombok Utara (Lotara), Lalu Muhammad Zohri, akan tampil di Kejuaraan Dunia Atletik Indoor 2022 atau World Athletics Indoor Championships 2022. Kejuaraan ini akan dihelat di Stark Arena Belgrade, Serbia 18-20 Maret. Pelari 21 tahun ini dijadwalkan akan turun pada nomor 60 meter putra. Zohri akan bersaing dengan atlet-atlet kelas dunia dalam olahraga ini. Sprinter muda ini terakhir kali tampil pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2-15 Oktober 2021 lalu. Dikutip dari Antara, Zohri mengaku, kondisinya sedang sehat dan bugar. “Tidak ada kendala apapun. Pada 2022 saya siap untuk bertanding,” katanya, Jumat (18/2). Zohri di awal tahun ini sebanarnya diagendakan tampil di ajang atletik internasional di Kazakhstan, namun itu ditunda karena tingginya Covid-19. “Februari saya sebenarnya tampil di Kazakhstan. Karena ada kendala jadinya batal, saya akan fokus untuk menghadapi kejuaraan dunia atletik di Serbia,” sambungnya. Zohri mengaku, sejauh ini persiapan telah dilakukan dengan baik. Dia bersama atlet lainnya menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Stadion Madya Gelora Bung Karno. “Latihan normal setiap hari, kecuali hari minggu,” ucapnya. Atlet kelahiran 1 Juli 2000 ini pun berharap doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia untuk dapat tampil maksimal di Serbia. “Semoga saya terus dapat memberikan prestasi membanggakan bagi Indonesia,” harapnya.

Pecahkan Rekor Pendahulu, Zohri Sprinter Indonesia Tercepat di Olimpiade

Pecahkan Rekor Pendahulu, Zohri Sprinter Indonesia Tercepat di Olimpiade

Zohri memang belum berhasil menyumbang medali untuk Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Pelari asal Lombok itu kalah cepat dengan atlet kelas dunia lainnya. Namun, ada rekor lain yang berhasil terpecahkan oleh Lalu Muhammad Zohri. Ia mencatat sejarah baru sebagai sprinter Indonesia tercepat di ajang Olimpiade. Zohri sukses menjadi atlet tercepat di nomor 100 meter putra di pesta olahraga terbesar sedunia tersebut. Pada babak pertama heat keempat, Zohri finis di urutan ke-5 dengan catatan waktu 10,26 detik. Lalu, siapa sajakah mantan pelari Indonesia yang mampu dilampaui rekornya oleh Zohri? Yang pertama ada nama Jalal Gozal. Pada Olimpiade Melbourne 1956, Jalal Gozal memiliki catatan waktu 11,45 detik. Kemudian berlanjut di Olimpiade Roma 1960, ada Johannes Gosal yang mencatatkan waktu 10,90 detik. Lalu, pada ajang Olimpiade Los Angeles 1984, Indonesia memiliki dua wakil di nomor 100 meter putra. Yang pertama Mohamed Purnomo dengan catatan 10,51 detik, kemudian ada Christian Nenepath yang dengan waktu 10,66 detik. Berlanjut di Olimpiade Seoul 1988, Indonesia diwakili Mardi Lestari dengan mencatatkan waktu 10,39. Masuk ke Olimpiade Sydney 2000, terdapat tiga wakil, yakni John Herman Murray mencatatkan 10,68 detik, Yanes Raubaba lebih cepat dari John, dirinya berhasil catat 10,54 detik. Lalu Erwin Heru Sutanto menempati posisi enam dengan waktu 10,87 detik. Di Beijing 2008, ada Suryo Agung yang mampu mencatatkan waktu 10,46 detik. Sementara di London 2012, ada Fernando Lumain dengan catatan 10.90 detik yang lolos ke perempat final namun finish kedelapan. Di Olimpiade Rio 2016, Sudirman Hadi terhenti di putaran pertama. Dia mencatatkan waktu 10,70 dan menempati posisi sembilan. Dengan pencapaian yang terbilang luar biasa ini, tentu saja ini bisa menjadi harapan ke depan bagi Indonesia untuk Zohri bisa tampil lebih baik lagi di Olimpiade Paris 2024, mengingat usianya yang masih sangat muda yakni 21 tahun. Sumber: Sindonews.com

Profil Rezcan Mass, Pelari Muda Asal Medan

Profil Rezcan Mass Siregar, Pelari Muda Asal Medan

Sumatera Utara memang dikenal kerap menyumbang para atlet-atlet berbakat. Rezcan Mass Siregar merupakan satu di antara atlet muda berbakat asal Sumatera Utara. Ia merupakan pelari dengan nomor lomba, menengah dan jauh. Diakui Rezcan, ia memulai mengenal dunia atletik sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia awalnya hanya ikut-ikutan. Namun, saat duduk di bangku kelas 2 SMP, ia mulai serius pada cabang olahraga (cabor) itu. “Pas SMP kelas 2, kalo gak salah tahun 2016. Alasannya karena termotivasi dari kakak saya sendiri yang juga menggeluti olahraga lari. Beliau pernah juara nasional maupun internasional,” ujar Rezcan, Minggu (4/7/2021). Diketahui, Rezcan merupakan adik kandung dari pelari wanita, Nyai Prima Agita Siregar. Nyai pernah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi olahraga, diantaranya, meraih medali emas di nomor lari 10.000 meter puteri pada ajang Porwil Sumatera, tahun 2015, Bangka-Belitung. Prestasi-prestasi inilah yang memotivasi Rezcan semakin aktif menggeluti dunia atletik, khususnya lari. Ia mengatakan, pertama kali bergabung dengan atletik, di klub Parluatan Athletic Club. Rezcan mengisahkan tentang kompetisi yang paling berkesan menurutnya. Saat itu ia kali pertama menjadi perwakilan Indonesia di ajang kompetisi internasional. “Itu pas di Hongkong, kejuaraan Asian School Cross Country, tahun 2017. Alhamdulillah juara 1, di kategori 4 Km. Kenapa berkesan, karena waktu itu pertama kalinya berlomba di luar negeri. Jadi saya ngerasa sangat bangga, bisa berlomba untuk Indonesia dan alhamdulillah pertama kali ke luar negeri dapat medali emas,” katanya. Biodata: Nama: Rezcan Mass Siregar Tempat, Tanggal Lahir: Pintu Langit Jae, 13 Januari 2002 Daftar Prestasi: 1. Jatim Open – Remaja Junior (2016): Meraih medali emas lari 3.000 m. 2. Kejurnas Remaja Junior Jakarta (2016): Meraih medali emas lari 1.500 m & medali perunggu 3.000 m. 3. Popnas Jateng (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 4. Kejurnas Antar PPLP Papua (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 5. Asian School Cross Country Championship Hongkong (2017): Meraih medali emas lari 4 Km individu & medali perunggu di beregu (tim). 6. Kejurnas Antar PPLP Gorontalo (2018): Meraih medali emas lari 5.000 m. 7. SEA Youth Thailand (2018): Meraih medali perunggu lari 3.000 m. 8. Kejurnas Remaja Junior GBK (2018): Meraih medali emas lari 3.000 m & perak 1.500 m. 9. Kejurnas Antar PPLP Babel (2019): Meraih medali emas lari 5.000 m & perak 1.500 m. Sumber: Tribun Medan

PB PASI Puji Antuasiasme Peserta Seleksi di Bima

PB PASI Puji Antuasiasme Peserta Seleksi di Bima

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Senin (14/6) kemarin mulai menyeleksi atlet muda berpotensi di Lapangan Atletik Manggemaci, Bima, Nusa Tenggara Barat. Atlet muda ini nanti diharapkan bisa mendukung Indonesia di kancah dunia. Wakil Ketua Litbang PB PASI, Baja Sirait di lokasi seleksi mengatakan, mereka diperintahkan oleh Ketua Umum untuk melihat bibit unggul di sejumlah daerah potensi seluruh Indonesia, salah satunya di Bima. “Kami melihat ada beberapa potensi, terutama pada lari jarak pendek dan menengah di Bima,” katanya. Menurut Baja, ada beberapa poin yang dilihat di lokasi seleksi yakni berangkat dari sejarah bahwa di Bima atau NTB bisa memberikan kontribusi atlet untuk mengikuti jejak Fathurrahman dan Lalu Zohri yang telah mengharumkan negara di tingkat internasional “Yang kami lakukan ini bukan untuk saat ini, tapi pada masa depan,” tegasnya. Indonesia sambungnya, saat ini butuh anak-anak bangsa berpotensi, bukan saja dari kalangan yang dekat dengan ibu kota, tapi juga di daerah pelosok. Maka kehadirannya di Bima, agar bisa langsung melihat proses seleksi atlet. Terpenting supaya tidak lagi ada penyeleksian yang tidak diikuti oleh anak-anak bangsa di pelosok, padahal di ujung negeri ini juga memiliki potensi yang luar biasa. “Ada program dari Ketua Umum PB PASI yang menginginkan daerahdaerah pelosok seperti Marauke, Bima, pedalaman Sumatra agar menyumbangkan bibit unggul untuk mendukung Indonesia di kancah dunia,” terangnya. Mengenai potensi seleksi pada hari pertama tambah Baja, belum tergambar, karena nanti akan dilihat pada final yang akan dilaksanakan besok di Bima dan Mataram. “Tapi yang kami lihat juga, sungguh luar biasa antusias peserta mengikuti seleksi ini. Yakin dan percaya, nanti akan ada bibit unggul yang bisa ke pelatnas,” tambahnya. Sumber: Kahaba.net

Kembali Dipanggil Pelatnas, Pasha Incar Emas di Sea Games Vietnam

Kembali Dipanggil Pelatnas, Pasha Incar Emas di Sea Games Vietnam

Atlet muda asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha, kembali dipanggil pelatnas atletik. Bagi Pasha, pemanggilan pelatnas ini merupakan kali kedua setelah bulan Februari tahun 2020 lalu. Kala itu, setelah tiga bulan berlatih seluruh atlet dipulangkan karena pandemi yang mengharuskan seluruh aktivitas berhenti. Kembali mendapat kesempatan, Pasha mengaku akan berlatih menempa diri memaksimalkan potensi, dengan target medali di ajang internasional. “Tahun lalu sempat sekitar tiga bulan di Pengalengan, lalu pulang ke Yogya lagi. Sekarang kebetulan dipanggil lagi, mudah-mudahan bisa maksimal di sana,” ungkap Pasha dilansir Krjogja.com. Pasha yang kini masih bersekolah di kelas 2 SMP, mengaku masih sedikit nervous ketika harus bergabung dengan pelatnas. Ia sempat merasa berat meninggalkan orangtua di Seyegan, Sleman namun akhirnya memberanikan diri untuk memperjuangkan prestasi. “Senang sekali dipanggil pelatnas tapi ya sedih juga karena harus ninggalin keluarga. Ya bagaimanapun harus, mudah-mudahan saya bisa dapat target medali emas di nomor 1500 meter, mudah-mudahan bisa ikut Sea Games di Vietnam nanti,” sambungnya terisak. Sementara, Ketua KONI DIY, Prof Djoko Pekik Irianto mengatakan bawasanya Pasha memang diproyeksikan jangka panjang untuk tim atletik Indonesia. Kesempatan yang datang ini diharapkan bisa dimanfaatkan betul sehingga kemampuan Pasha bisa berkembang dan mencapai titik tertinggi di kemudian hari. “Ini kali kedua Mutiara Pasha dipanggil pelatnas dan dia aset Indonesia tidak hanya DIY dan Sleman di dalamnya. Dia satu dari sekian puluh juta kaum muda yang berprestasi. Musuh terberat itu diri sendiri dalam olahraga atletik jadi harapan kami dik Pasha ini bisa berjuang dengan maksimal di sana, sehingga bisa tampil di kejuaraan multi event internasional seperti Sea Games bahkan Olympik,” harapnya. Pasha sendiri menjadi salah satu atlet DIY yang dipanggil pelatnas. Beberapa atlet seperti dari cabang voli pantai dan panahan terlebih dahulu dipanggil menjalani pelatnas.

PB PASI Targetkan 5 Atlet Tembus Jajaran Elit Dunia

PASI Targetkan 5 Atlet Tembus Jajaran Elit Dunia

Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) akan meluncurkan program 5 atlet menuju pentas dunia. Kelima atlet itu akan dijaring Tim Talent Scouting dari berbagai daerah yang dianggap potensial. Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, saat ditemui di Stadion Madya GBK, Jakarta, Senin, menuturkan bahwa Indonesia punya potensi besar untuk mengisi jajaran atlet atletik terbaik dunia setelah melihat prestasi dan capaian selama ini. “Sekarang PASI punya target lima atlet bisa masuk kelas dunia dalam lima tahun ke depan. Seperti misalnya Zohri, dia sudah di 30 besar pelari 100 meter, lainnya juga akan kami dorong,” kata Luhut menjelaskan. Untuk mewujudkan rencana ini, PB PASI juga sudah menyiapkan langkah terstruktur dengan melakukan pencarian bibit atlet di seluruh daerah. Luhut menyebutkan, proses pencarian bibit atlet ini dijadwalkan mulai berjalan setelah Lebaran. “Untuk atlet lempar (lembing dan cakram) misalnya, kami coba cari di Merauke atau Papua, untuk atlet lari ke NTB atau NTT. Jadi sekarang lebih spesifik prosesnya. Pelatihnya pun akan kami perbaiki,” ujarnya. Selain itu, PB PASI juga tengah membangun fasilitas latihan di daerah Pangalengan, Jawa Barat. Fasilitas trek ini berada di ketinggian 1.100 mdpl, dengan harapan bisa melatih paru-paru atlet agar lebih kuat. Tidak lupa urusan gizi juga akan lebih diperhatikan. Asupan makanan atlet akan dijaga ketat dengan melalui konsultasi dari ahli gizi. “Saya diingatkan bahwa ternyata mereka kadang suka makan sesukanya. Harusnya makan sesuai menu yang teratur dan disesuaikan oleh ahli gizi. Kuncinya harus disiplin, kalau tidak seperti ini tidak akan bisa masuk kelas dunia,” kata Luhut menegaskan.

Usai The Straits Times, Zohri Kini Masuk Forbes 30 Under 30

Usai The Straits Times, Zohri Kini Masuk Forbes 30 Under 30

Sprinter asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri baru-baru ini menjadi salah satu anak muda Tanah Air yang berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2021. Dalam daftar tersebut, Forbes melakukan kurasi yang menghasilkan 300 anak muda berusia di bawah 30 tahun, yang dinilai berpengaruh. Sebagai informasi, majalah Forbes adalah sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat yang didirikan pada 1917 oleh B.C. Forbes yang terkenal dengan daftar perusahaan dan orang-orang terkaya di dunia, termasuk di bidang olahraga. Bahkan, belum lama ini pelari asal Lombok kelahiran 1 Juli 2000 itu juga berhasil masuk ke dalam daftar 30 pemuda potensial di Asia versi media kenamaan Singapura, The Straits Times. Capaian Zohri ini bukan tanpa alasan. Zohri, yang dijuluki sebagai “pria tercepat di Asia Tenggara”, merupakan atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas pada gelaran World Athletics U-20 Championships di Finlandia pada 2018. Pada 2019, Zohri juga mencatatkan rekor nasional baru, yakni 10,13 detik untuk jarak 100 meter, sekaligus meraih medali perak pada ajang Asian Athletics Championships di Qatar. Setelah finish di posisi ketiga pada Golden Grand Prix Osaka 2019, Zohri rencananya juga akan berlaga di kompetisi Tokyo Olympics. Uniknya ketika diberi tahu namanya masuk jajaran “30 Under 30 Asia” Forbes tahun ini, Zohri awalnya mengaku tidak tahu majalah Forbes. “Awalnya saya tidak tahu ‘Forbes’ itu majalah apa. Setelah dijelaskan, pastinya saya bersyukur karena bisa masuk di majalah terkemuka, apalagi itu majalah internasional,” ujar Zohri. “Harapan saya, atlet lain dan generasi muda di Indonesia bisa terinspirasi, termotivasi agar terus berkarya dan berprestasi,” tambahnya. Nama Zohri mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah dirinya sukses menjadi yang tercepat ketika meraih medali emas di nomor lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Finlandia 2018. Kegemilangan Zohri berlanjut kala Asian Games 2018 di Jakarta lalu di mana dirinya berhasil membantu Indonesia meraih perak di nomor estafet 4×100 meter di Asian Games. Kini setelah sembuh dari cedera, Zohri tengah fokus mempersiapkan diri guna menghadapi Olimpiade Tokyo yang rencananya akan dihelat pada Juli mendatang. Biodata Nama: Lalu Muhammad Zohri Tempat, Tanggal Lahir: Karang Pansor, Lombok Utara, NTB, 1 Juli 2000 Pendidikan: SD Negeri 2 Pemenang Barat SMP Negeri 1 Pemenang SMA Negeri 2 Mataram Prestasi: Medali emas di Kejuaraan Nasional (2017). Medali emas untuk nomor 100 meter di Gifu Asian Junior Championship Jepang (2018). Medali emas 100 meter putra kejuaraan dunia atletik U-20 oleh IAAF (2018).

Pulih Dari Cedera, Zohri Mulai Persiapan Olimpiade

Pulih Dari Cedera, Zohri Mulai Persiapan Olimpiade

Sekjen Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyatakan sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri sudah pulih dari cedera lutut dan sudah menjalani latihan persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2021 di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. “Cedera Zohri sudah pulih total dan dia sudah menjalani persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2021 mulai April ini,” kata Tigor Tanjung yang dihubungi Kamis (8/4/2021). Sampai saat ini, Zohri menjadi satu-satunya atlet atletik indonesia yang sudah meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021. Dia lolos ke Tokyo setelah meraih perunggu nomor 100 meter di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Minggu (19/5/2019). Pada babak final yang berlangsung di Stadion Yanmar, Zohri finis ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik. Sprinter 18 tahun itu finis di belakang Justin Gatlin (Amerika Serikat) yang meraih emas dengan 10,00 detik dan Yoshinide Kiryu (Jepang) yang meraih perak dengan 10,01 detik. Gatlin merupakan sprinter veteran Amerika Serikat. Gatlin merupakan peraih medali emas 100 meter Olimpiade 2004 dan perak di Olimpiade 2016 setelah dikalahkan Usain Bolt. Catatan 10,03 detik membuat Zohri kembali memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara untuk nomor 100 meter. Sebelumnya, Zohri mencatatkan waktu 10,13 detik pada ajang yang berlangsung di Qatar, April lalu. Dengan catatan waktu 10,03 pula Zohri dipastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Kepastian itu diungkapkan humas PB PASI, Hendri Firzani.

Terpilih Jadi Ketum, Luhut Ingin Bawa Atletik Lebih Berjaya

Terpilih Jadi Ketum, Luhut Ingin Bawa Atletik Lebih Berjaya

Setelah 42 tahun, PB PASI memiliki ketua baru. Luhut Binsar Pandjaitan terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum PB PASI 2021-2025. Di kepemimpinannya, Luhut ingin pembinaan atletik berbasis data agar prestasi lebih optimal. Selain itu, Luhut menuturkan jika ia ingin membawa atletik Indonesia lebih berjaya melebihi era Bob Hasan. Bob Hasan sendiri merupakan mantan Ketua Umum PB PASI yang meninggal dunia karena sakit pada 31 Maret 2020 lalu. Luhut menjelaskan, prioritas utamanya saat ini yaitu mencari pelatih yang bagus. “Saya cukup hafal, (cara) melatih bagaimana. Saya melihat apa yang dilakukan Bob Hasan ini sudah bagus dan mau atletik berkembang dengan baik. Saya akan mengupayakan tempat yang bisa mendorong atletik kita bisa lebih baik, bisa dapat pelatih yang bagus,” ujar Luhut. Kepada wartawan via konferensi pers virtual, Luhut Binsar mengaku sering menyaksikan atletik di masa senggang. “Saya setiap hari treadmill rata-rata 50 menit sampai 1 jam 15 menit, sampai 1 jam 30 menit setiap Sabtu-Minggu. Saat treadmill pasti nonton YouTube. Bertahun-tahun ini saya lihat atletik dan renang karena saya dulu perenang,” ujarnya. Luhut Binsar maju sebagai calon tunggal usai lebih dulu mengeluarkan surat pernyataan bersedia menjadi Ketua Umum PB PASI, 19 Januari lalu. Ini bukan kali pertama dirinya terlibat dalam dunia olahraga. Luhut Binsar pernah jadi Ketua Umum Federasi Karate-Do Indonesia (PB FORKI) periode 2001-2010. Ucapan selamat atas terpilihnya Luhut juga disampaikan eks pelari marathon, Maria Lawalata, peraih emas SEA Games Manila 1991. “Selamat buat Pak Luhut Binsar Pandjaitan atas terpilih memimpin PB PASI periode 2021-2025. Semoga prestasi olahraga atletik Indonesia bisa lebih baik,” pesan Maria.

Masuk Pelatnas, Atlet Muda Asal Tuban Berpeluang Tampil di Olimpiade dan SEA Games

Masuk Pelatnas, Atlet Muda Asal Tuban Berpeluang Tampil di Olimpiade dan SEA Games

Atlet atletik lompat tinggi asal Kabupaten Tuban, Nabila Fafriliani Ardiyansyah, masuk dalam tim pelatnas yang akan diproyeksikan pada event Olimpiade Tokyo dan SEA Games 2021 di Vietnam. Masuknya Nabila berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar PASI bernomor 311/PB.PASI/X/2020 tertanggal 1 Oktober 2020. Surat tersebut merupakan panggilan kepada Atlet Pelatnas Tim Atletik Indonesia Menuju Olympiade 2021 Tokyo dan SEA Games 2021 Vietnam-Gelombang Kedua. Nabila yang merupakan siswa di SMAN 2 Tuban ini telah menyumbangkan medali emas dalam Porprov Jatim 2019. Selain meraih emas, Perempuan kelahiran 9 April 2003, juga meraih medali perunggu untuk Tuban. Menanggapi itu, Kabid Olahraga Disparbudpora Tuban, Zainal Maftuhien mengatakan, atas nama Pemkab Tuban dan pecinta olahraga di Tuban merasa ikut bangga dengan capaian Nabila yang tergabung dalam Pelatnas untuk persiapan di ajang Internasional. Dengan prestasi tersebut, Zainal berharap ke depan muncul atlet lainnya yang bisa mengikuti jejak Nabila di Pelatnas. Dengan Potensi atlet Tuban saat ini, pihaknya optimis akan muncul atlet berprestasi lainnya. “Harapan kami capaian Nabila tersebut bisa menjadi inspirasi pemuda Tuban untuk semakin giat berolahraga. Utamanya di cabor atletik,” ujar Zainal dilansir dari laman resmi KONI Tuban. Sebelum berangkat menuju ibu kota pada hari Selasa mendatang, Pemkab akan memberikan dukungan berupa fasilitas dan reward pada Nabila agar semakin berprestasi dan bisa menjadi bintang Indonesia yang bisa membanggakan seluruh masyarakat Indonesia. “Prinsipnya Pemkab akan memberikan support dan mendukung keberadaan disana. Sebagai atlet berprestasi kita juga akan berikan reward nanti,” pesan Zainal. Sementara itu, Ketua Umum KONI Tuban, H Mirza Ali Manshur, ST.,MM juga mengaku bangga sekali dengan capaian Nabila di Pelatnas. “Syukur Alhamdulillah, kami semua bangga kepada ananda Nabilah Fafriliani Ardiansyah atlet atletik Puslatkab KONI Kabupaten Tuban dengan nomor andalan lompat tinggi dan lompat jauh yang dipanggil masuk Pelatnas Olympiade dan SEA Games Vietnam 2021,” tutur Mirza. Mirza berharap, apa yang dicapai oleh Nabila mampu menjadi pemicu bagi para atlet muda lain untuk lebih giat berlatih dan berprestasi. “Ya ini bisa jadi motivasi atlet lainnya. Semoga nanti ada atlet Tuban lagi yang masuk Pelatnas,” harap Mirza.

Indonesia Night Run 2019, Beri Kesempatan Mantan Atlet Bernostalgia Kenang Masa Keemasan

Indonesia Night Run 2019 menghadirkan olahraga berkonsep pesta sehat. (Adt/NYSN)

Jakarta- Event lari Indonesia Night Run (INR) 2019 bakal dihelat di Q-Big, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, pada Sabtu, 30 November mendatang. Kompetisi lari ini memberikan kesempatan pada mantan atlet untuk bernostalgia mengenang masa keemasan. “Terus terang, ini bukan lomba lari biasa,” ujar Gary Topher Sumanti, Project Coordinator Indonesia Night Run dari Bias Event, di Aloft Hotel, Jakarta, Rabu (3/7/2019). Disebutkannya, event ini akan menggabungkan kegiatan olahraga lari, zumba party, workout dengan beragam aktivitas yang bersifat menghibur seperti bazzar, penampilan DJ, bahkan terdapat pertunjukan LED-light. “Kami ingin menjadikan INR 2019 sebagai pesta akhir tahun bagi para pelari yang berpartisipasi,” lanjut Gary. Event yang memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah untuk lebih dari 100 pemenang itu menargetkan 5.000 peserta yang akan mengisi di tiga kategori jarak, yaitu dengan komposisi 2.500 pelari dikategori 5K dengan batas usia minimal 15 tahun, dan 1.750 pelari dikategori 10K dengan usia di atas 50 tahun, serta 750 pelari untuk jarak 21K (half marathon) dengan usia minimal 17 tahun. Menariknya, selain kategori pemenang berdasarkan umur, master, the best costume, CEO, dan over all, INR 2019 juga menyediakan satu kategori untuk para mantan atlet. Ini bisa menjadi kesempatan bagi mantan atlet untuk bernostalgia saat masa-masa keemasannya. “Bagi para mantan atlet yang belum meraih medali, mungkin karena harus bersaing dengan atlet muda, di sini lah kesempatannya. Karena mereka akan bersaing dengan pelari-pelari yang seusianya,” cetus Gary. Senada, Riena Tambunan, Penanggung Jawab Event, mengatakan untuk kategori mantan atlet diberikan mengingat mereka sudah sangat sulit untuk mencapai podium, sehingga pihaknya memberikan peluang untuk mengenang masa-masa mereka dulu saat menjadi atlet. “Ide untuk kategori mantan atlet ini saat saya bertemu dengan seorang mantan atlet ketika mengikuti sebuah kompetisi. Dan atlet ini kebingungan bagaimana caranya bisa ikutan event seperti ini. Mungkin sudah tua. Dia juga pesimis karena lawannya masih muda, jadi kalah cepat untuk sampai finish,” jelas Riena. Sementara itu, pemilihan Q-Big BSD City menjadi lokasi lomba, ungkap Riena, karena dianggap memiliki lingkungan yang nyaman, rute jalan yang baik, arus lalu-lintas kendaraan bermotor yang mudah dikendalikan, serta kawasan yang mampu menampung 5.000 peserta. “Kami berharap semua pelari yang berpartispasi dapat menikmati lomba lari yang aman dan nyaman, serta mendapatkan pengalaman berlomba yang mengesankan,” tukas Riena. Dan, untuk para peserta yang ingin mengikuti INR 2019, dapat mendaftarkan diri melalui website www.indonesianightrun.co.id. Biaya yang dipatok untuk setiap pendaftar bervariasi mulai dari Rp400 hingga Rp650 ribu. (Adt)