Pimpin PB FORKI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Gerak Cepat Siapkan Atlet ke Olimpiade 2020

Ketua Umum PB FORKI periode 2019-2023 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan pengurus yang baru akan bergerak cepat menyiapkan atlet ke Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kongres XV/2019 PB (Pengurus Besar) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) resmi ditutup pada Minggu (17/2), di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat.Ketua Umum PB FORKI terpilih 2019-2023, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berbaur dengan para pengurus provinsi (Pengprov) dan perguruan karate di Tanah Air. Dalam sambutannya, mantan KASAU (Kepala Staf TNI Angkatan Udara) 2017-2018 itu, mengajak seluruh Pengprov dan perguruan untuk bekerja keras dalam memajukan FORKI. Ia juga bertekad membawa organisasi ini kearah yang lebih baik, utamanya dalam prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Kongres FORKI yang telah memilih saya secara aklamasi. Dan, saya juga memberikan penghormatan kepada Pak Gatot (Nurmantyo) yang telah membawa organisasi ini tampil cemerlang,” tutur Hadi dihadapan peserta Kongres XV/2019 PB FORKI. Hadi mengaku bila dirinya telah meminta doa restu kepada Gatot untuk mengemban amanah sebagai ketua umum selama empat tahun kedepan. “Saya memohon doa restu pada Pak Gatot, dan beliau mengatakan bahwa semua akan berjalan dengan baik. Semoga saya juga bisa menjalankan amanah sesuai keinginan organisasi,” lanjutnya. Pria lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1986 itu, menegaskan pihaknya bersama dengan para pengurus FORKI yang baru akan bergerak cepat dalam menyiapkan atlet menuju Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Dalam waktu dekat kami akan menyiapkan atlet menghadapi Olimpiade. Waktu tersisa hanya tinggal 532 hari, dan saya akan lakukan konsolidasi serta melihat kekurangan yang ada terlebih dahulu untuk kemudian bersama-sama mencari solusi terbaik,” tambah suami dari Nanik Istumawati itu. Guna meraih prestasi di pesta olahraga terbesar sejagat itu, Hadi mengajak semua pihak di FORKI bersama-sama berjuang dan bekerja keras demi meraih prestasi. “Semua harus bisa melaksanakan ini dengan baik. Karena saya memiliki prinsip bahwa kemenangan bisa diraih dengan persiapan diri dengan pola pelatihan yang baik,” jelasnya. Sementara itu, terkait persiapan menuju SEA Games 2019 Filipina, lulusan Sekolah Penerbang TNI AU 1987 itu, menyebut akan terus melanjutkan prestasi yang sudah diraih oleh para pengurus FORKI sebelumnya. “Saya akan terus meningkatkan kemampuan para atlet mempersembahkan prestasi tinggi bagi Merah Putih,” tukas ayah dua anak itu. (Adt)

Terpilih Aklamasi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Pimpin FORKI Periode 2019-2023

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) periode 2019-2023. (tribunnews.com)

Jakarta- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) periode 2019-2023. Hasil itu merupakan keputusan Kongres FORKI XV, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, selama dua hari, atau Jumat (15/2) hingga Sabtu (16/2). Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November, 55 tahun silam itu, akan melanjutkan kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Hadi diusulkan oleh 26 Pengprov (Pengurus Provinsi) dan 17 perguruan anggota FORKI. Sedianya Hadi akan hadir ke Kongres XV FORKI, namun berhalangan hadir. Ia mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Semarang, Jawa Tengah. Dan rencananya Kongres XV FORKI yang semula ditutup pada Sabtu (16/2), diundur pada Minggu (17/2) pagi. Sebelumnya, usai membuka Kongres XV FORKI, Gatot menyatakan bersedia maju lagi sebagai Ketua Umum PB FORKI. Dengan syarat, ia hany bersedia jika dipilih melalui musyawarah dan mufakat. Basiruddin sebagai wakil pimpinan sidang, mengatakan kongres kali ini berlangsung lancar, dan memutuskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum PB FORKI. “Beliau sebelumnya sudah setuju diusung sebagai Ketua Umum PB FORKI, sehingga Pengprov dan perguruan memberi surat rekomendasi keterpilihan Panglima TNI sebagi Ketua Umum yang baru,” ujar Basiruddin, yang juga Ketua Harian FORKI DKI Jakarta. Selanjutnya, Ketua Umum baru akan membentuk struktur kepengurusan dibantu tim formatur. “Ada formatur yang terdiri dari 4 tim, yakni 2 dari Pengprov (Pengprov DKI dan Sumatera Utara), serta 2 perguruan, yaitu KKI (Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia) dan INKANAS,” lanjutnya. “Formatur ini akan membantu Ketua Umum terpilih untuk menyusun struktur kepengurusan dalam jangka 30 hari masa kerja,” tambah Basiruddin. Sementara itu, Ellong Tjandra, Ketua Harian FORKI Sulawesi Selatan, berharap Ketua Umum yang baru dapat membawa organisasi kearah yang lebih baik serta memberikan perhatian lebih kepada pengurus daerah. “Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, regenerasi atlet dapat berjalan dengan baik, begitu juga dengan pelatih. Selain itu, Ketua Umum yang baru bisa memberikan perhatian kepada pengurus-pengurus di daerah. Dan, kedepan prestasi FORKI harus lebih baik, bisa melebihi prestasi di Asian Games 2018,” tukas Ellong. (Adt)

Kandidat Kuat Ketua Umum Forki Periode 2019-2023, Ini Syarat Dari Gatot Nurmantyo

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi kandidat kuat untuk menjadi Ketua Umum PB FORKI periode 2019-2023, dalam Kongres yang diselenggarakan di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (15/2). (breakingNews.co.id)

Jakarta- Masa jabatan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai Ketua Umum PB (Pengurus Besar) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) akan berakhir seiring pelaksanaan Kongres XV PB FORKI, di Ballroom Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, pada Jumat (15/2). Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah (Jateng), 13 Maret, 58 tahun silam itu, menyatakan bersedia maju lagi sebagai Ketua Umum PB FORKI periode 2019-2023, asalkan dengan satu syarat. “Saya akan maju lagi apabila dipilih secara musyawarah dan mufakat. Menurut saya kalo voting itu tidak pancasilais. Jadi kalau forum menginginkan saya untuk maju lagi, harus secara musyawarah dan mufakat. Diluar itu, saya tidak mau,” ujar Gatot yang hadir dan membuka Kongres XV PB FORKI, Jumat (15/2). Jika nanti dirinya terpilih, maka prioritas utama yang akan dijalankan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) 2014-2015 itu, adalah menyiapkan atlet guna menghadapi pesta olahraga sejagat, atau Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Paling utama adalah menyiapkan atlet untuk Olimpiade. Sebab, menuju ke Olimpiade tidak hanya menyiapkan atlet ‘jagoan’, namun harus juga mengikuti berbagai turnamen internasional,” lanjutnya. Ia menambahkan dalam menyiapkan atlet tak hanya melakukan lewat seleksi, namun mengirimkan mereka untuk mengikuti event internasional. “Selepas Asian Games, kami kirim para atlet ke Chili, Shanghai, Spanyol untuk mereka mengikuti event internasional. Karena itu merupakan bagian dari pengumpulan poin, sehingga atlet bisa mengikuti Olimpiade. Semoga kami bisa mengirimkan minimal 3 hingga 4 atlet, dan itu minimal,” tambah suami dari Enny Trimurti itu. Kongres FORKI akan berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat (15/2) hingga Sabtu (16/2), dan dihadiri perwakilan dari 23 perguruan serta 24 Pengprov (Pengurus Provinsi) untuk menentukan kepengurusan baru. Dalam kesempatan itu, Mayjend TNI (Purn) Suwarno, Wakil Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat, meminta cabang olahraga karate mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang pernah diraih pada ajang Asian Games 2018, Jakarta-Palembang. “Prestasi yang minimum satu emas itu harus bisa dipertahankan, atau bahkan harus lebih ditingkatkan lagi,” tutur Suwarno dalam sambutan pembukaan Kongres. Di era kepemimpinan Gatot, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Kadet-Junior dan U-21 di BSD (Bumi Serpong Damai), Tangerang Selatan, Banten, pada 2015. Tak hanya itu, pada Kejuaraan Dunia resmi Federasi Karate Dunia (WKF), para atlet mempersembahkan 4 medali emas. Medali emas masing-masing diraih Ahmad Zigi Zaresta (kata junior perorangan putra), Faqih Karomi (kumite kadet -70 kg putra), Ceyco Georgia Zefanya (kumite junior 59+ kg putra), dan Muhammad Fahmi Sanusi (kumite junior -76 kg putra). Sedangkan di pesta multievent empat tahunan se-Asia, lagu Indonesia Raya berkumandang oleh torehan membanggakan Rifky Ardiansyah Arrosyiid yang sukses mempersembahkan medali emas. Hasil positif ini sangat menggembirakan bagi FORKI, terlebih cabang olahraga beladiri ini paceklik medali emas setelah era Hasan Basari yang meraih medali emas pada Asian Games 2002. (Adt)

Karateka Putri Nomor Kata Tembus Kualifikasi, Indonesia Baru Loloskan 3 Cabor World Beach Games 2019

Indonesia baru meloloskan 3 Cabor ke ANOC World Beach Games 2019. Ketiga cabor itu yakni, basket 3 on 3, karate, dan skateboard. ANOC World Beach Games 2019 akan berlangsung pada Oktober nanti di San Diego, California, AS. (kompas.com)

Jakarta- Indonesia baru meloloskan tiga cabang olahraga (cabor) pada Association of National Olympic Committees (ANOC) World Beach Games di San Diego, Amerika Serikat, 10-14 Oktober 2019. Ketiga cabor tersebut yakni, basket 3 on 3, karate, dan skateboard. Hal itu dikatakan Plt. Sekjen Komite Olahraga Indonesia (KOI), Hellen Sarita Delima, bersama Plt. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kempora, Chandra Bakti, usai rapat dengan pengurus 15 cabor, yang diproyeksikan dapat tampil pada ANOC World Beach Games 2019 di Sekretariat KOI, Jakarta, Selasa (8/1). “Kita telah berhasil meloloskan tiga cabor ke ANOC World Beach Games 2019. Kami harapkan ada cabor lainnya yang akan menyusul sehingga peluang Indonesia menjadi lebih besar mendapatkan medali,” ucap Hellen. Plt. Deputi IV Kempora, Chandra Bakti berharap atlet dipersiapkan sebaik mungkin agar di Sana Diego dapat memetik prestasi membanggakan untuk Indonesia. “Sukses di Asian Games 2018 lalu, hendaknya memotivasi untuk meraih yang lebih baik, termasuk di ANOC World Beach Games nanti,” ujar Chandra. ANOC World Beach Games 2019 mencatat 44 negara dari 200 negara di seluruh dunia lolos dari babak kualifikasi. Ada 15 cabor pada event ini, yakni triathlon, basket 3 on 3, Balap Sepeda (BMX), sport climbing, hand ball, karate, layar, skateboard, sepakbola pantai, voli pantai, tenis pantai, selancar air, renang, ski air dan angkat besi. “Babak kualifikasi ke-15 cabor berakhir pada Juli. Dari cabor yang lolos, nantinya kami baru memetakan peluang terkait target cabor. Dan semua atlet terus meningkatkan semangat demi dapat meraih prestasi terbaiknya di ANOC World Beach Games,” ujar Helen terkait kelolosan lebih banyak cabor dari babak kualifikasi. . Ajang empat tahunan ini, kata Hellen, bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji coba dalam rangka menambah pengalaman bertanding internasional bagi atlet Indonesia yang akan diterjunkan pada SEA Games Philipina 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020. Sementar itu, pelatih karate Indonesia, Omita Olga Ompi mengatakan cabang karateka mempertandingkan nomor kata perorangan putra dan putri pada ANOC World Beach Games 2019. Saat ini, Indonesia baru meloloskan karateka putri asal Jawa Barat, Nawar Mastura Kautsar yang menempati peringkat keempat Asian Karate-do Federation (AKF). “Nawar tercatat di peringkat keempat, pada nomor kata (jurus) perorangan puteri AKF, setelah meraih prestasi pada Kejuaraan Karate Asia di Yordania 2018,” katanya. Sejatinya, karateka kelahiran 11 November 1995 ini juga tampil di Asian Games 2018. Sayang, ia harus gugur di babak perempat final. Selain putri, peluang kata perorangan putra pun cukup berat. Ahmad Zigi Zaresta Yudha, yang terbaik saat ini, baru menempati peringkat ke-22. Sedangkan syarat tembus dalam ajang multi event cabor pantai ini, harus berada di peringkat kelima AKF. Zigi, sapaannya, harus rutin mengikuti berbagai kejuaraan untuk bisa lolos. (Adt)

Kunci Titel Juara Umum APSKF, Bekal Indonesia ke Kejuaraan Dunia WSKF 2019

Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). (sindonews.com)

Jakarta- Tim Indonesia mampu menjadi juara umum pada Kejuaraan Karate Shitoryu Asia Pasifik (APSKF) ke-15. Mereka menjadi yang terbaik usai mengoleksi 17 medali emas, 12 perak, dan 15 perunggu atau total 44 medali pada pertandingan selama dua hari, Jumat-Sabtu (23-24/11). Bahkan, Indonesia mampu mengungguli Jepang yang harus puas di tempat kedua dengan perolehan 16 medali emas, 3 perak, 2 perunggu atau 21 medali. Sementara posisi ketiga event Sithoryu Asia Pasifik Ke-15 itu menjadi milik China Taipei yang mengumpulkan 6 emas, 13 perak, dan 11 perunggu atau total 30 medali. Menurut Ketua Umum PB Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) Iwan Setiawan, kesuksesan tim Merah Putih patut disyukuri. Sebab, selain sukses menjadi penyelenggara, Indonesia juga berhasil meraih prestasi membanggakan, yakni juara umum. Tentunya, itu prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia. “Saya senang dan bangga dengan perjuangan segenap atlet Indonesia yang mampu dan berhasil meraih Juara umum, yaitu kedudukan teratas dan terhormat di antara 19 negara peserta,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan, seusai penutupan acara, pada Sabtu (24/11) malam. Dari perolehan medali, terlihat perebutan medali emas dan perak yang cukup ketat antara Indonesia, Jepang, dan China Taipei. Iwan menilai, keberhasilan tim Indonesia tersebut hendaknya bisa menjadi pemacu semangat segenap atlet Indonesia untuk terus berlatih meraih prestasi optimal di kancah internasional. “Maret 2019, Shindoka/tim Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia Karate WSKF (World Shitoryu Karate-Do Federation) di Tokyo Budokan-Jepang, yang diikuti sekitar 60 negara anggota WSKF,” tegas Iwan yang baru terpilih sebagai Presiden APSKF. Iwan menyatakan, hasil di APSKF tentu akan menjadi modal berharga bagi kesiapan Indonesia di Kejuaraan Dunia WSKF. Namun, dia tetap menilai perlunya persiapan dan pelatnas lebih lanjut yang lebih intensif, guna meraih medali emas di kancah bergengsi tersebut. Terutama bersaing dengan tim Jepang, yang dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh. Selain perebutan medali, kata Iwan, pihaknya juga berusaha keras bisa meraih kepercayaan pimpinan puncak WSKF untuk menjadi tuan rumah (host) Kejuaraan Dunia Karate Shitoryu (WSKF) di Indonesia. “Tempatnya sebagai paparan /proposal kami akan gunakan Venue Mahaka yang memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai lokasi ajang kejuaraan dunia. Selain lokasinya yang tidak jauh dari airport, juga dikelilingi oleh beberapa hotel, mal, dan tempat rekreasi untuk para peserta,” tegas Iwan. (Adt)

Siapkan Atlet Karate Potensial ke Kejuaraan Dunia, Kandaga Sarana Gelar Kejurnas

Kejurnas Karate Perguruan Kandaga Prana 2018 digelar di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 24-25 November 2018. Sebanyak 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, tampil dalam 60 kelas, dari usia dini hingga senior. (tempo.co)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Perguruan Kandaga Prana menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perguruan Kandaga Prana, yang berlangsung di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 24-25 November. Perguruan Kandaga Prana merupakan salah satu dari 25 perguruan karate di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki). Ketua Dewan Guru Kandaga Prana, Aldrin Tando menyampaikan, agar atlet terus menempa diri. “Karate ini satu-satunya cabang olahraga yang tak tergantung alat, tergantung pada diri sendiri, selamat bertanding, tantangan terbesar anda adalah mengalahkan diri sendiri”, ujar Aldrin di Jakarta, Minggu (25/11). “Tahun 2020 untuk pertama kali karate dipertandingkan di Olimpiade yaitu di Jepang, kami berharap dari ajang ini atlet muda kami meniti karir sebagai atlet karate. Dan bisa bertanding di Olimpiade serta ajang nasional, dan internasional bahkan lainnya,” tutur Rocky Pesik, Ketua Pengurus Provinsi Kandaga Prana DKI. Wakil Ketua Panitia Kejurnas Harison Mocodompis, menyatakan kejuaraan ini diikuti oleh atlet Kandaga Prana dari seluruh Indonesia. “Selama dua hari ini akan bertanding 317 atlet dari 18 Pengurus Provinsi Kandaga Prana di Indonesia, mempertandingkan 60 kelas, dari usia dini hingga senior,” ungkap Harison. Kandaga Prana yang berdiri pada 1971 adalah salah satu dari 20 perguruan pendiri PB Federasi Karatedo Indonesia (Forki). Namun perguruan ini tak berkembang, dan hanya punya 5 pengurus provinsi sebelum pembenahan menejemen pada 2015 oleh Aldrin. Saat ini Kandaga Prana tersebar di 17 provinsi. Selain Kejurnas, juga diselenggarakan tiga event penting, yakni penataran untuk wasit dan guru dalam rangka penyegaran, ujian DAN, oleh Shuseki-Shihan & Direktur Federasi Shotokan Karate-Do International, Manabu Murakami (dan 8) dari Jepang. (Adt)

412 Atlet Karateka Ikut Kejurnas Kei Shin Kan ke-7, Juaranya Dikirim Latihan di Jepang

Ketua Kei Shin Kan Asia Pasifik Mr Kisaku Uchida, saat melakukan atraksi di pembukaan Kejurnas Kei Shin Kan edisi ketujuh, di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Event ini dikuti 412 karateka dari seluruh Indonesia. (indopos.co.id)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Kei Shin Kan Karate-Do Indonesia mengelar l Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh, pada 27-28 Oktober. Kejuaraan yang berlangsung di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini, dikuti 412 karateka dari seluruh Indonesia. Ketua Umum PB Kei Shin Kan Karte-Do Indonesia Leonard lqrqard Mamahit mengatakan, dari total 412 atlet karateka dari seluruh Indonesia akan diambil juara terbaik dari berbagai kategori. “Hasil kejurnas ini akan kami ikutkan ke event nasional dan internasional, termasuk dikirim belajar ke Jepang,” ujar Leonard, di sela-sela penutupan Kejurnas Kei Shin Kan ketujuh, di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (28/10). Ia menambahkan, kejurnas ini mempertandingkan 87 nomor kata dan kumite putra putri dalam sembilan kategori, yaitu kategori prausia dini (6-7 tahun), usia dini (8-9 tahun), prapemula (10-11 tahun), pemula (12-13 tahun), kadet (14-15 tahun), junior (16-17 tahun), U-21 (18-20 tahun), senior (>20 tahun), dan veteran. “Khusus kategori veteran ada tiga kelas yang dipertandingkan, yakni untuk kelas 40-50 tahun, 50-60 tahun, dan 60-70 tahun,” jelas Leonard. Kejurnas dimeriahkan dengan kehadiran Ketua Kei Shin Kan Asia Pasifik Mr Kisaku Uchida, pemegang sabuk hitam Dan 8. Hadir juga Ketua Kei Shin Kan Jepang Mr Elichi Yamazaki (Dan 8). Mr Elichi Yamazaki mengatakan, jika perkembangan karateka Indonesia, khususnya Kei Shin Kan, sangat pesat. Dia menilai Indonesia bisa melahirkan karateka tangguh yang berprestasi dunia. Dengan catatan, banyak mendapatkan tambahan ilmu dan latihan. “Kami dukung perkembangan karate di Indonesia. Saya lihat karateka di sini (Indonesia) berpotensi hebat,” ujar Yamazaki, melalui penerjemahnya. Senada dengan Yamazaki, Ketua Kei Shin Kan Asia Pasifik Kisaku Uchida mengatakan, kejurnas sangat penting dalam rangka mengasah jam terbang dan kemampuan para karateka. “Untuk menjadi karateka andal diperlukan latihan rutin dan pertandingan kontinu. Event seperti kejurnas ini sangat bagus. Mereka bisa diasah di Jepang,” katanya. (Adt)