Asia Pacific Cup Jakarta 2026 jadi wadah lahirkan pebasket muda

Asia Pacific Cup Jakarta 2026

Asia Pacific Cup (APC) Jakarta 2026 siap menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan talenta-talenta muda Indonesia, melalui turnamen internasional yang mempertemukan klub-klub terbaik dalam dan luar negeri, pada 23-26 Juli 2026 di Ancol Hoops. Pendiri Roro Jonggrang Indonesia, Joko Setyo Pramuji, mengatakan turnamen yang dibuat pihaknya tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, dan memperluas wawasan para atlet muda. “Turnamen ini bukan hanya soal berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pengalaman internasional, dan mempererat persahabatan antaratlet muda dari berbagai daerah maupun negara,” kata dia di Jakarta, Rabu. Joko menjelaskan, APC merupakan salah satu turnamen bola basket usia muda bergengsi di kawasan Asia Pasifik. Ajang tersebut mempertandingkan nomor 5×5 dan 3×3 untuk kategori U12, U14, U16, dan U18 untuk putra maupun putri. Dia menjelaskan, perkembangan pebasket muda di Indonesia menunjukkan tren positif, sehingga dibutuhkan lebih banyak turnamen internasional untuk mengasah kemampuan mereka. Dia berharap APC Jakarta 2026 dapat melahirkan bibit-bibit pebasket potensial yang kelak menjadi tulang punggung bola basket nasional. Selain kesempatan menghadapi lawan dari berbagai negara, para juara di setiap kategori usia akan memperoleh tiket tampil di APC Singapore 2026, pada Oktober, dengan fasilitas pembebasan biaya registrasi. Sementara untuk pendaftaran, para peminat bisa mendaftar di laman resmi Asia Pacific Basketball Cup.

Janice Tjen terhenti di 16 besar Maroko Terbuka 2026

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen harus terhenti di babak 16 besar WTA Maroko Terbuka 2026 setelah kalah dari unggulan asal Kolombia, Camila Osorio di Rabat pada Rabu. Dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan tanah liat, Janice menyerah dengan skor 3-6, 6-3, dan 0-6 dalam duel berdurasi dua jam enam menit. Janice mengawali laga dengan kurang meyakinkan dan kehilangan set pertama 3-6. Osorio tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point serta unggul dalam servis sehingga mampu mengontrol permainan. Namun, petenis Indonesia itu bangkit pada set kedua. Janice tampil lebih agresif dari baseline dan berhasil menyamakan kedudukan setelah merebut set dengan skor 6-3. Memasuki set penentuan, momentum kembali berpihak kepada Osorio. Petenis Kolombia tersebut tampil dominan dan tidak memberi kesempatan kepada Janice untuk berkembang. Osorio menyapu set ketiga dengan skor telak 6-0 sekaligus memastikan tiket ke perempat final. Meski gagal melangkah lebih jauh, Janice sempat memberikan perlawanan sengit dengan merebut set kedua sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Osorio di turnamen WTA level 250 tersebut.

Dhea Natasya Cetak Sejarah, Juara Ajang LQS dan Lolos Kejuaraan Dunia WSL

Longboard Qualifying Series 1000 Hamamatsu Open 2026

Peselancar longboard putri Indonesia, Dhea Natasya mencatat sejarah dengan menjuarai World Surf League (WSL) Longboard Qualifying Series (LQS) 1000 Hamamatsu Open 2026 di Jepang, Minggu (17/5/2026). Capaian tersebut membantunya mengumpulkan poin tertinggi dan resmi melangkah menuju World Surf League Longboard Tour, kompetisi yang hanya diikuti oleh 24 atlet perempuan terbaik dunia. Dhea pun menjadi perempuan keempat di Asia dan pertama dari Indonesia yang berhasil menembus panggung tertinggi surfing profesional dunia, sebuah level kompetisi yang setara dengan MotoGP atau Formula 1 dalam dunia balap. “Saya berharap perjalanan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga bisa memberi semangat bagi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar,” ujar Dhea Natasya, yang mendapat dukungan dari Yummy. Pada pertandingan final di Pantai Nakatajima, Hamamatsu, Dhea mendulang total 15,87 poin dari dua ombak terbaik untuk memiliki angka tertinggi. Dia juga mengukir nilai terbaik kompetisi untuk ombak tunggal yakni 8,67 poin. Torehan miliknya lebih baik dari dua peselancar putri Jepang Hiroki Yoshikawa dan Yamaguchi Hana.

Aldila/Vera bangkit untuk kunci tempat di final Maroko Open

Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan pasangan ganda putrinya, Vera Zvonareva, bangkit dari ketertinggalan pada semifinal Maroko Open 2026, Kamis, untuk mengunci tempat di babak akhir ajang WTA 250 Rabat tersebut. Aldila/Vera yang menjadi unggulan teratas berhasil menyamakan kedudukan untuk mengalahkan pasangan Slovenia-Polandia Nika Radisic/Katarzyna Piter dengan 4-6, 6-2, 10-6. Menurut catatan WTA, Aldila/Vera dengan servis kuat berhasil memasukkan 71 persen servis pertama mereka. Namun, hal itu tidak cukup ketika lawan melakukan lebih sedikit kesalahan ganda, dan memimpin dari segi pengembalian bola. Pada set kedua, Aldila/Vera bangkit mendominasi permainan dengan mencatatkan 80 persen poin dari servis pertama, dan 80 persen poin dari servis kedua. Mereka juga mengonversi dua dari lima peluang break point, memenangi enam dari delapan gim untuk menyamakan kedudukan, dan memaksa Piter/Radisic untuk memainkan super tie-break. Catatan sempurna ditorehkan Aldila/Vera di set penentu dengan memasukkan 100 persen servis pertama mereka. Namun, Piter/Radisic mencoba mengimbangi dengan 75 persen poin pada servis kedua. Aldila/Vera meredam perlawanan Piter/Radisic dengan 75 persen poin pada servis pertama dan mencatatkan 75 persen pengembalian bola pada servis pertama untuk menuntaskan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 35 menit. Selanjutnya pada babak final, Aldila/Vera menanti pemenang dari laga semifinal lainnya antara unggulan keempat Anastasia Detiuc/Irina Khromacheva dan Magali Kempen/Eudice Chong.​​​​​​​ Aldila dan Khromacheva sebelumnya berpasangan dalam Qatar Open 2026 dan Dubai Tennis Championship 2026 pada Februari, namun mereka terhenti pada babak pertama dua turnamen Middle-east Swing tersebut.

Piala Wamenhan jadi ajang jaring bibit petenis junior

Kejuaraan Tenis Junior IMTC Piala Wakil Menteri Pertahanan

Kejuaraan Tenis Junior Irawati Moerid Tennis Club (IMTC) Piala Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan dimanfaatkan sebagai ajang penjaringan bibit petenis muda potensial dari berbagai daerah. Turnamen di Lapangan Tenis Kementerian Pertahanan, Cawang, Jakarta Timur, itu diikuti oleh 250 petenis junior dari 80 daerah dengan kategori usia 8 hingga 18 tahun. “Selama ini memang ada keraguan bagi para petenis setelah melewati masa junior, ia harus memutuskan apakah melanjutkan bermain tenis atau sekolah mengingat turnamen tenis junior di dalam negeri sangat kurang,” kata Direktur IMTC, Irawati Moerid dalam keterangan tertulis, Jumat. Irawati mengatakan IMTC fokus kepada pembinaan tenis usia dini melalui kompetisi berjenjang guna meningkatkan jam terbang atlet muda dan menjaga regenerasi petenis nasional. Menurut dia, semakin banyak turnamen junior digelar maka peluang menemukan atlet potensial juga semakin besar. “Kita harapkan dari usia muda ini untuk kita cari bibit-bibit yang bagus untuk kita sekolahkan khusus nantinya untuk jadi pemain tenis yang bagus,” ujar Irawati. “Ini juga selaras dengan bela negara. Bela negara itu setiap warga negara bisa melakukannya sesuai bidang masing-masing demikian juga dengan olahraga.” Tingginya antusiasme peserta membuat panitia menambah satu lapangan pertandingan di Lapangan Tenis Bea Cukai, Rawamangun, untuk mendukung kelancaran pertandingan. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berpeluang mendapatkan pembinaan lanjutan. Atlet yang dinilai memiliki potensi akan dipantau bersama Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus. “Tentunya yang punya potensi bagus sayang kalau dibiarkan, nanti akan kita sekolahkan khusus. Beberapa sudah kita kirim sekolah ke luar negeri untuk ditingkatkan,” ujar Irawati.