Piala Dunia U17: Mengulik Peluang Tmnas U17 Lolos 32 Besar

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Meski menang melawan Honduras U17, Timnas U17 tetap belum bisa memastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U17 2025. Garuda Muda masih berada di luar zona lolos yakni 8 teratas. Berdasarkan regulasi kompetisi Piala Dunia U17 2025 hanya 8 tim peringkat 3 terbaik yang lolos ke babak 32 besar. Mereka bakal melengkapi 24 tim yang lolos sebagai juara grup dan runner-up di babak penyisihan grup. Oleh karena berada di urutan 9 peringkat 3 terbaik penyisihan grup Piala Dunia U17 2025, Timnas Indonesia masuk zona eliminasi. Jika situasi tidak berubah hingga hari terakhir penyisihan grup pada Selasa, 11 November 2025 malam ini Timnas U17 dipastikan gagal lolos ke babak 32 besar. Lantas, bagaimana cara timnas U17 lolos 32 besar Piala Dunia U17 2025? Timnas U17 saat ini memiliki 3 poin dari 3 laga dan selisih gol -5 (3-8). Indonesia menempati urutan 9 klasemen peringkat 3 terbaik Piala Dunia U17 2025 dari total 12 grup. Oleh karena 8 tim saja yang lolos ke babak 32 besar via peringkat 3 terbaik, Timnas U17 saat ini tidak memenuhi syarat untuk lolos. Akan tetapi, klasemen peringkat 3 terbaik masih bisa berubah seiring dengan hasil matchday 3 Piala Dunia U17 2025 Grup I-L yang digelar malam ini. Jika salah satu tim antara Paraguay atau Arab Saudi kalah dengan selisih gol di atas 5 dan Uganda serta Chile gagal meraih kemenangan Timnas U17 bakal lolos ke babak 32 besar. Akan tetapi, berdasarkan situasi terkini di Grup I-L potensi Arab Saudi dan Paraguay kalah dengan skor besar sangat kecil. Paraguay U17 bakal menghadapi Irlandia yang sudah lolos ke babak 32 besar sehingga berpotensi menurunkan skuad cadangan. Sementara Arab Saudi U17 bakal menghadapi Mali U17. Kendati Arab Saudi dan Mali sama-sama mengincar kemenangan agar finis di posisi runner-up, tetapi laga diprediksi tidak berakhir dengan skor besar. Oleh sebab itu peluang Timnas U17 untuk lolos cukup kecil.

Piala Dunia U17: Garuda Muda Akhiri Fase Grup Dengan Kemenangan

Timnas Indonesia U17

Timnas Indonesia U17 menutup fase grup Piala Dunia U17 2025 dengan hasil positif. Garuda Muda menang 2-1 atas Honduras pada laga terakhir Grup H di Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar, Senin 10 November 2025. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Dunia U17. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil cukup aktif menekan. Peluang pertama hadir lewat sepakan Nazriel Alfarazi di menit ke-7 yang masih melambung. Zahaby Gholy juga sempat mengancam lewat tendangan bebas jarak dekat, namun bola bisa diamankan kiper Honduras, Noel Valladares. Honduras beberapa kali membalas melalui serangan balik, di antaranya lewat tembakan Mike Arana yang melebar di menit ke-18. Sementara Indonesia kembali mendapatkan peluang lewat kerja sama Gholy dan Evandra Florasta, tetapi belum menghasilkan gol. Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Indonesia mendapatkan penalti setelah Mierza Firjatullah dilanggar di kotak terlarang. Evandra Florasta sukses mengeksekusi dan membawa Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-52. Dua menit berselang, Honduras membalas lewat penalti Luis Suazo dan skor menjadi imbang 1-1. Indonesia kembali unggul pada menit ke-72 setelah Fadly Alberto mencetak gol lewat sepakan kaki kanan usai menerima umpan silang Mierza. Hingga laga usai, skor 2-1 bertahan untuk kemenangan Indonesia. Dengan hasil ini, Indonesia menutup Grup H di posisi ketiga dengan tiga poin. Brasil dan Zambia menempati dua posisi teratas dengan masing-masing tujuh poin, sementara Honduras berada di peringkat terbawah tanpa poin.

9 Pemain Diaspora Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

9 Pemain Diaspora Yang Dipanggil Menuju Piala Dunia U17 2025

Timnas Indonesia U17 berkekuatan 34 pemain untuk pemusatan latihan di Bali pada 7 Juli-10 Agustus 2025 yang diproyeksikan sebagai persiapan menuju Piala Dunia U17 2025. Sembilan dari 34 pemain Timnas Indonesia U17 untuk training camp di Pulau Dewata itu adalah pemuda diaspora. Berikut profil mereka. Feike Muller Bernama lengkap Feike Muller Latupeirissa, ia lahir di Den Bosch, Belanda, pada 10 Desember 2008. Saat ini bermain di posisi bek tengah untuk Willem II Tilburg U17 di Belanda. Dengan kaki kiri yang lebih dominan, ia dibekali tinggi badan 180cm. Kabarnya, darah Indonesia Feike Muller berasal dari ibunya. Kakeknya, yang memiliki marga Latupeirissa, disebutkan lahir di Pulau Saparua, Maluku Tengah. Eizar Jacob Nama lengkapnya ialah Eizar Jacob Tanjung. Dia lahir pada 30 Agustus 2008. Berposisi sebagai gelandang bertahan dengan postur 174cm, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah maupun fullback. Eizar bermain di tim junior Sydney di Australia. Darah Indonesia mengalir di tubuhnya via ibunya yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Ayahnya asal Australia, namun memiliki darah Jakarta dan Padang. Lionel De Troy Lionel De Troy lahir di Tangerang, Banten, pada 6 Januari 2008. Ibunya asal Indonesia, sedangkan ayahnya dari Kamerun. Dia terbiasa bermain sebagai gelandang serang. Saat ini, De Troy sedang menimba ilmu dengan Palermo di Italia. Sebelumnya, ia berguru bersama Australasian Soccer Academy di Australia. Palermo adalah klub Serie B yang pada putaran kedua musim lalu diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. De Troy adalah alumnus Indonesia Junior League bersama Prima Soccer School pada 2022. Pemuda setinggi 180cm itu beberapa kali tampil impresif, termasuk menjadi player of the week 14 pada Juli tahun yang sama. Floris de Pagter Nama panjangnya ialah Floris de Pagter-van Bronckhorst. Dia lahir di Beverwijk, Belanda, pada 8 September 2008. Kedua orang tuanya memiliki darah Indonesia, tepatnya Jakarta. De Pagter berposisi sebagai gelandang serang, namun juga bisa berperan menjadi gelandang sentral. Sekarang, ia membela SC Telstar U17 di Belanda. Dia berhasil mencetak 15 gol dan 15 assist dari 40 penampilan untuk membawa SC Telstar U17 menjuarai Divisi 3 Liga Belanda U17 musim lalu. Selain itu, ia juga mendapatkan kesempatan untuk debut bersama tim U21 pada musim lalu. Noha Pohan Simangunsong Noha Pohan Simangunsong lahir pada 12 Maret 2010. Berdarah campuran Batak dan Finlandia, ia adalah gelandang NAC Breda di Belanda. Pada Oktober 2024, Noha Pohan sempat dipanggil Timnas Finlandia U15 untuk turnamen Tahtitarha, namun kini memilih untuk membela Timnas Indonesia U17. Jona Giesselink Jona Giesselink lahir pada 2 Maret 2008. Berpostur 190cm, ia bermain sebagai gelandang untuk FC Emmen U16 di Belanda. Kondisi fisiknya akan menguntungkan Timnas Indonesia U17. Darah Indoensia Gisselink berasal dari ibunya, yang orang tuanya lahir di Pulau Halmahera, Maluku, sebelum pindah ke Negeri Kincir Angin. Azadin Ayoub Azadin Ayoub Hamane lahir Norwegia pada 26 September 2008. Darah campuran Indonesoa-Norwegia mengalir deras dalam tubuh pemain Elverum Fotball di Norwegia itu. Sejak 2016 ia telah menimba ilmu di sana. Ayoub berposisi sebagai winger. Dia bisa menyisir sisi sayap kanan dan kiri sama baiknya. Ibunya berasal dari Cirebon, Jawa Barat, sementara ayahnya berdarah Maroko. Deston Hoop Deston Deandre Denzell Hoop lahir pada 30 Mei 2008. Posturnya telah mencapai 180cm. Saat ini, pemuda yang terbiasa turun sebagai winger kanan itu memperkuat SC Telstar U17 di Belanda. Garis keturunan Hoop berasal dari kakek pihak ibunya yang disebutkan lahir di Pulau Itawaka, Maluku. Kabarnya, selain Indonesia dan Belanda, ia juga berdarah Suriname. Nicholas Indra Mjosund Lahir di Norwegia pada 13 Januari 2010, Nicholas Indra Mjosund sedang bermain untuk Rosenborg BK di Norwegia. Masih berusia 15 tahun, posturnya telah tumbuh menjulang hingga mencapai 185cm. Alih-alih striker karena tingginya yang ideal, Nicholas justru berperan sebagai winger kanan dan kiri. Asal-usul Indonesia Nicholas berasal dari Ibunya disebutkan asli Solo, Jawa Tengah. Situs Rosenborg BK menulisan Norwegia sebagai kewarganegaraan Nicholas. Pada musim ini, ia mencetak 15 gol dari 15 pertandingan bersama tim U15.

Ini Alasan Indonesia Lolos Langsung ke Piala Asia U17 2026

AFC U17 Asian Cup

Timnas Indonesia U17 resmi lolos langsung ke Piala Asia U17 2026. Tiket emas ini didapatkan karena lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 2025. AFC menjadikan turnamen level junior itu menjadi setiap tahun usai memakai konsep dua tahunan pada edisi sebelumnya. Salah satu perubahan juga ada pada kepesertaan. Indonesia berhak mendapat tiket lolos langsung ke Piala Asia U17 2026 karena menembus babak delapan besar di Piala Asia U17 2025. Hal ini tentu jadi kabar baik karena tim Merah Putih tak perlu melewati babak kualifikasi. “Benar [Indonesia lolos ke Piala Asia U17 2026],” kata pelatih Timnas Indonesia U17, Nova Arianto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (1/7). Nova mengatakan, perubahan peraturan tentang peserta Piala Asia U17 2026 dilakukan karena babak kualifikasi bergulir di waktu yang bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025 pada November mendatang. “Betul. [Perubahan peraturan] karena babak kualifikasi [Piala Asia U17 2026] jalan bersamaan dengan Piala Dunia U17 2025,” ujar Nova. Dengan situasi ini, maka sudah ada sembilan tim yang memastikan tempat di Piala Asia U17 2026. Mereka adalah Indonesia, Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2025. Tersisa tujuh tim yang bisa memperebutkan tiket Piala Asia U17 2026. Jadwal Kualifikasi Piala Asia U17 2026 berlangsung pada 22-30 November 2025. Sedangkan jadwal Piala Asia U17 2026 diperkirakan bergulir pada Mei 2026. Arab Saudi kembali jadi tuan rumah kompetisi ini setelah menggelar edisi yang sama pada 2025. Sumber: CNN