Hempaskan Tuan Rumah, Unitomo Calon Serius Juara EJC Surabaya 2018

Tim Putra Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menjadi kandidat serius Juara Lima Bandminton EJC Surabaya 2018 usai mengandaskan tuan rumah Universitas Airlangga (Unair) 4-1. (LIMA)

Surabaya- Absennya juara bertahan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC Surabaya) 2018, menghadirkan tim calon kuat juara lain. Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) tampil sebagai kandidat serius peraih gelar usai menorehkan kemenangan kedua mereka. Pada Rabu (21/3), hari kedua di GOR Kampus C Universitas Airlangga, Unitomo mengalahkan tuan rumah, Universitas Airlangga (Unair). Di hari pertama, Unitomo, yang bermasalah dalam verifikasi musim lalu, menang 4-1 atas Universitas Hang Tuah. Sementara Unair takluk dari Universitas Udayana. Unitomo membuka kemenangan via Androw Yunanto Prakasa. Tunggal Unair, Bagus Bayu Aji, gagal mengimbangi tunggal pertama Unitomo itu. Androw menang telak dalam dua gim, 21-6 dan 21-6. Ganda pertama Unitomo, Komandani Maytri Sugiarto/Ragawa Tamasuta Ayodya, terlalu dominan bagi pasangan tuan rumah, Boby Julio Akbar/Dyon Franstian. Komandani/Ragawa bahkan kerap terlihat terlampau santai meladeni lawan sebelum menang 21-7 dan 21-6. Unitomo memutuskan melepas partai ketiga, tripel. Androw, salah satu pengisi tripel Unitomo, tak dapat tampil karena statusnya sebagai pemain profesional. Peraturan LIMA Badminton mewajibkan pemain pro tidak bermain rangkap. Walau demikian, Unitomo bisa memastikan kemenangan setelah tunggal kedua mereka, Muhammad Syahputra Ahmad, menang atas Alfian Putra Tirtana. Kemenangan ini mesti melalui proses yang berat karena Alfian memberikan perlawanan sengit. Setelah kedudukan 19-19, M. Syahputra menang 21-19 di gim pertama. Alfian kembali memperlihatkan determinasi di gim kedua ketika menyamakan skor menjadi 20-20 dari tertinggal 16-20. Hanya, M. Syahputra memperlihatkan lagi ketangguhan mentalnya hingga menang 22-20. Di partai terakhir, Unitomo memperbesar kedudukan menjadi 4-1. Hiski Rumengan/Setiawan Yogi Putera unggul 21-8 dan 21-16. Hasil ini menempatkan Unitomo sebagai kandidat kuat peraih tiket ke LIMA Badminton Nationals. Mereka menempati puncak klasemen beregu putra. Bagi Unair, kekalahan kedua ini mempersulit mereka lolos ke LIMA Badminton Nationals 2018 di Surakarta pada 1-8 Mei nanti. Peluang Unair tersisa untuk mempertahankan peringkat ketiga yang dicapai musim lalu. (Adt)

Target Lolos Fase Nasional, Udayana Tekuk Ubaya Dengan Skor Ketat

Regu Putra Universitas Udayana (Udayana) menekuk Universitas Surabaya (Ubaya) dan mengincar tiket lolos putara nasional di Surakarta. (LIMA)

Surabaya- Memasuki hari kedua, LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (Surabaya Subconference) 2018 berlangsung semakin ketat. Dua tim putra yang mengincar tiket ke LIMA Badminton Nationals, Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Udayana (Udayana), bertemu di lapangan 2 GOR Kampus C Universitas Airlangga pada hari kedua, Rabu (21/3). Ubaya merupakan runner-up tahun lalu. Seturut absensi juara bertahan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ubaya patut menyasar gelar juara. Namun, Udayana datang dengan ambisi lolos ke LIMA Badminton Nationals yang digelar di Surakarta pada 1-8 Mei mendatang. Musim silam, Udayana hadir di LIMA Badminton: McDonald’s EJC (Malang Subconference), tapi hanya finis di peringkat ketiga sehingga gagal lolos ke Nationals. Benturan dua ambisi ini membuat duel keduanya berjalan menarik dan ketat. Kedua tim juga membukukan sebuah kemenangan pada hari pertama. Udayana mengambil partai pertama melalui tunggalnya, Romario Jermia Sorongan. Romario unggul 11-2 sebelum jeda pertengahan gim pertama. Romario menutup gim pembuka ini dengan keunggulan 21-8. Evan memberikan perlawanan yang lebih berarti pada gim kedua. Romario unggul 11-9 saat rihat tengah gim. Namun, pada akhirnya Romario mampu memperlihatkan keunggulannya hingga bisa menang 21-15 di gim kedua ini. Udayana unggul 2-0 via ganda pertamanya melalui rubber game. Pasangan Udayana, Dennis Prasetya Wijaya/I Wayan Govinda Gotama Putra, mengambil gim pertama dengan skor 21-15 atas Hendrik Sri Atmono/Yodi Agung Pambudi. Hendrik/Yodi menyamakan kedudukan dengan menang di gim kedua, 21-19. Hendrik/Yodi sempat mengejar menjadi 9-10 setelah 6-10. Namun, Dennis/I Wayan Govinda bisa menaklukkan kegugupan dan akhirnya menang 11-9 untuk membawa Udayana unggul 2-0. Tripel Ubaya, Hariyo Panjawi/Kevin Oktavian Didik Prasetya/Richard Kuncoro, memperkecil ketertinggalan timnya. Trio Ubaya ini menang 21-17 dan 21-12 atas Kholid Hidayatullah/Muhammad Emil Ibrahim/Muhammad Mohdar (Udayana). Ubaya membuat kedudukan menjadi 2-2 melalui tunggal kedua, Hendrik Sri Atmono. Hendrik mengambil gim pertama, 21-15. Kadek Bayu Kusuma (Udayana) tak berniat menyerah. Hendrik yang sempat unggul 20-18 akhirnya kalah 23-25 dari Kadek Bayu Kusuma. Namun, Hendrik bisa membayarnya saat rubber game dan menang 11-4. Kedudukan 2-2 membawa partai terakhir, ganda kedua, menjadi penentuan. Putu Jery Fridaniswara/Romario akhirnya mampu membuat Udayana menang 3-2. Ganda tim dari Bali itu mengungguli Kevin/Richard dengan skor 21-16, 21-15. Kemenangan ini memperbesar peluang Udayana lolos ke Surakarta. Namun, mereka mesti menghadapi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), kubu terkuat berikutnya, pada Kamis (22/3). Sementara Ubaya akan menghadapi Unitomo, sehari kemudian. (Adt)

Sapu Bersih Laga Kedua, Tim Putri Unair Bukukan Poin Awal

Tim Beregu Putri Universitas Airlangga (Unair) akhirnya sukses merebut poin perdana. (LIMA)

Surabaya- Usai takluk dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di laga perdana, tim putri Universitas Airlangga (Unair) akhirnya berhasil mencetak poin pertama di laga kedua event LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018, Rabu (21/3). Unair menyapu bersih seluruh partainya melawan Universitas Surabaya (Ubaya) di lapangan 1 GOR Unair Kampus C. Sebagai tim tuan rumah, di pertandingan keduanya ini, Unair bermain apik. Sejak partai pertama, sang tuan rumah telah menunjukkan dominasinya atas Ubaya. Tripel Unair, yang diwakili Alfi Rahmawati Mufidah/Aprillia Ika/Mita Puspitasari, dengan mudah mengalahkan trio Ubaya, Darmatya Muthi’Ah/Mega Prasasti Putri/Winda Dwi Oktaviani dengan skor 21-12 dn 21-10. Poin kedua Unair didapat dari pertarungan tunggal putrinya, Zahrina Atika, melawan Lulu, wakil Ubaya. Zahrina unggul 11-6 di partai pertama. Namun, Lulu mengejar, hingga dapat mengimbangi perolehan poinnya menjadi 14-14. Lulu sempat unggul dua poin, 16-14, namun kembali disusul Zahrina. Akhirnya, Zahrina tetap unggul dengan skor akhir 21-19. Lulu memimpin di awal partai kedua dengan skor 8-2. Zahrina mengejar, namun hingga turun minum, Zahrina belum mampu mengimbangi perolehan poinnya dari Lulu. Skor sementara 11-9 untuk Lulu. Usai istirahat, Zahrina mendapat banyak poin dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan Lulu. Zahrina mengimbangi Lulu di poin 12-12. Pada akhirnya, Zahrina kembali membuktikan ketangguhannya. Skor 21-12 untuk Zahrina menutup laga partai kedua ini. Di partai terakhir, Ubaya mencoba bangkit. Laga di nomor ganda ini berlangsung sengit. Terjadi saling mengejar poin di laga ini. Ganda Ubaya, Mega Prasasti/Winda Dwi, dapat mengimbangi perolehan skornya dengan Alfi Rahmawati/Aprillia Ika (Unair), 8-8. Namun, di akhir gim pertama, Unair berhasil menang tipis 21-19 atas Ubaya. Gim kedua masih berlangsung ketat. Kedua ganda ini seakan tak mau saling mengalah. Sang pendatang, Ubaya, lagi-lagi harus mengakui ketangguhan sang tuan rumah di gim terakhir ini. Skor 21-18 untuk tim tuan rumah menutup laga di lapangan 1 GOR Unair ini. Sang tuan rumah akhirnya merebut poin pertamanya. Bahkan, Unair mampu mencatat sapu bersih seluruh partai di pertandingan keduanya ini, dengan skor 3-0. Selanjutnya, Unair akan kembali berhadapan dengan UINSA pada Jumat (23/3). Akankah Unair bisa menaklukkan UINSA di pertemuan keduanya? (Adt)

Jadi Debutan di LIMA EJC 2018, UINSA Curi Angka Tim Tuan Rumah

Tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) sukses mecuri poin dari Universitas Airlangga (Unair) pada laga perdana LIMA Badminton WJC 2018. (LIMA)

Surabaya- Partai perdana LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018,di lapangan 2, tergelar laga tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kontra tuan rumah, Universitas Airlangga (Unair). Meski menjadi tim debutan, UINSA tampil maksimal dengan poin penuh di laga ini. Partai pertama dikuasai Zhinatul Widad, tunggal putri asal UINSA. Cessara Raam Musrianik, wakil Unair, harus mengakui ketangguhan pukulan-pukulan Zhinatul di kedua game partai pertama ini. Zhinatul menang telak 21-9 dan 21-5 atas Cessara. Di partai kedua, yang mempertandingkan nomor tripel, UINSA kembali memenangi laga meski melalui partai yang cukup ketat. Tripel UINSA, Aisyah Sal Sabilla/Rya Chitra/Sukma Anggreani mengakhiri laganya melawan Alfi Rahmawati/Aprillia Ika/Mita Puspitasari, trio Unair, dengan skor21-18 dan 21-14. UINSA kian apik di partai penutup. Duet kompak Maulindah Eva/Zhinatul Widad (UINSA) menekuk Jessica Margaretha/Zahrina Atika (Unair) di dua gim sekaligus. Partai ketiga sekaligus penutup laga ini berakhir dengan kemenangan UINSA 21-13 dan 21-7. Sebagai debutan, hasil UINSA cukup mengejutkan karena mencetak skor 3-0 atas Unair. “Kita tidak pernah menyangka seperti apa hasilnya. Tapi kita mempersiapkan yang terbaik untuk event ini. Mereka rela berlatih sejak jauh-jauh hari untuk laga ini,” ujar Swidi, manajer tim UINSA, pada Selasa (20/3). (Adt)

Tim Beregu Putra Tampil Sengit, Unair Justru Gagal Ciptakan Poin

Tunggal Putra tim Universitas Udayana masih terlalu kuat bagi tim Universitas Airlangga pada LIMA Badmintan WJC 2018 di GOR Unair Kampus C, Selasa (20/3). (LIMA)

Surabaya- Laga pembuka LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018 digelar pada Selasa (20/3), di GOR Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Laga pertama ini diisi oleh laga tim putra antara Universitas Airlangga (Unair) melawan Universitas Udayana Bali di lapangan 1, serta tim putri Unair melawan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di lapangan 2. Di lapangan 1, tersaji laga sengit antara Udayana dan tim putra tuan rumah. Romario, tunggal Udayana sempat tertinggal 0-2 di awal gim pertama partai pertama melawan Bagus Bayu Aji, wakil Unair. Namun, Romario mengejar, hingga akhirnya menyamakan poin menjadi 3-3. Romario terus memperjauh jarak keunggulannya atas Bagus. Romario unggul tipis di angka 11-9. Usai interval satu menit, Romario kembali bermain tangguh. Bagus hanya berhasil menambah enam angka hingga akhir gim pertama. Akhirnya, Romario mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-15. Gim kedua berlangsung sengit seperti di gim pertama. Romario tetap unggul 11-9 hingga turun minum. Di akhir laga, Romario masih tangguh. Udayana mendapatkan poin pertamanya dari permainan Romario di gim kedua, yang berakhir 21-13. Permainan apik Udayana berlanjut di partai kedua. Partai yang mempertandingkan nomor ganda ini menunjukkan dominasi kuat Udayana. I Wayan Govinda/Putu Jery memenangi partai kedua melawan Alfian Putra/Boby Julio dengan kemenangan telak di gim pertama, 21-6 dan 21-13 di gim kedua. Unair memanas. Sebagai tuan rumah, Unair tak mau kalah begitu saja. Akhirnya, poin pertama Unair berhasil direngkuh di partai ketiga yang menyajikan nomor tripel. Unair menurunkan Bagus Bayu/Dyon Franstian/Muhammad Andrean di partai ketiga ini. Lawannya, Udayana, gagal menciptakan poin lewat tripel Dennis Prasetya/I Made Bagus/Muhammad Mohdar. Unair memenangi partai ketiga dengan skor tipis 21-10 dan 21-18. Partai keempat makin sengit. Kedua tim seakan tak mau mengalah. Namun, akhirnya, Udayana mampu buktikan kekuatannya lewat nomor tunggal keduanya, yang diwakili Kadek Bayu. Kadek Bayu menang usai perlawanan sengitnya di babak rubber game. Gim pertama berhasil dikuasai Kadek Bayu. Namun, di partai kedua, Kadek Bayu kalah telak dari Alfian Putra, tunggal Unair. Gim kedua berakhir dengan skor 21-7 untuk Udayana. Di gim terakhir, Kadek Bayu unggul tipis 11-10 atas Alfian Putra. Unair belum mampu menambah poin di partai keempat. Sementara itu, Udayana berhasil mencuri poin kembali. Skor sementara pun mejadi 3-1 untuk kemenangan Udayana hingga akhir partai keempat. Laga berlanjut di partai kelima, partai ganda kedua. Di gim pertama, ganda kedua Unair kembali takluk dari permainan apik Udayana. Unair, yang mengirimkan Anjas Tirta/Muhammad Andreas, kalah dengan selisih jauh, yakni 21-9. Namun, di gim kedua, Anjas Tirta/Muhammad Andreas mencoba mengejar. Namun, permainan kompak Dennis Prasetya/Romario Jeremia membawa Udayana menang di gim kedua dengan skor tipis 21-18. Skor 4-1 untuk kemenangan Udayana menutup laga pertama LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference yang digelar di lapangan 1 GOR Unair ini. Meski tuan rumah, Unair harus mengakui ketangguhan tim lawan. “Kami sudah bermain maksimal. Tekanan kami memang berat, karena harus melawan tim tuan rumah.Namun, anak-anak bisa mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dan bermain dengan hasil terbaik hari ini,” ungkap Surya Maha Dewa, pelatih Udayana. (Adt)

LIMA Badminton EJC Surabaya 2018 Digelar di Universitas Airlangga

Enam Tim Putra dan Tiga Tim Putri Siap Bertanding di LIMA Badminton EJC Surabaya. (LIMA)

Jakarta- Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton Season 6 telah bergulir di dua kota, yakni Jakarta dan Bandung. Kali ini, LIMA Badminton menyambangi Surabaya dalam perhelatan LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018. Sejak LIMA Badminton Season 1, untuk region Jawa Timur (EJC), LIMA menggelar LIMA Badminton di dua subregion, Surabaya dan Malang. Tahun ini merupakan tahun keenam Surabaya sebagai tuan rumah LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference. Universitas Airlangga (Unair) menjadi tempat pelaksanaan LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Event ini akan berlangsung pada 20-26 Maret 2018 di GOR Unair Kampus C, Surabaya. LIMA Badminton akan menyajikan kategori beregu dan juga perseorangan. Kategori beregu berputar pada 20-24 Maret 2018, sedangkan untuk kategori perseorangan akan dihelat pada 25-26 Maret 2018. Untuk kategori beregu, enam tim putra dan tiga tim putri  bertanding di nomor tunggal, ganda, dan tripel. Enam tim putra yang akan tampil yakni Universitas Airlangga (Unair), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Ciputra (Ciputra), Universitas Hang Tuah, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), dan Universitas Udayana (Udayana). Untuk beregu putri, Ubaya, Unair, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) turut ikut di LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Kategori beregu ini akan digelar pada 20-24 Maret 2018. Tak hanya beregu, kategori perseorangan juga turut meramaikan. Kategori perseorangan ini diikuti oleh empat perguruan tinggi, yaitu Unair, Uinsa, Unitomo, dan Ciputra. Di nomor tunggal putra, Ciputra mengirimkan dua wakil, Uinsa menurunkan satu wakil, tiga wakil dari Unair, dan satu wakil dari Unitomo. Nomor tunggal putri akan diikuti oleh tiga wakil asal Uinsa, satu wakil dari Ciputra, dan sang tuan rumah menurunkan empat wakil tunggal putri. Untuk nomor ganda campuran, Ciputra menurunkan satu pasang, Uinsa mengirimkan dua pasang, dan lima pasang asal Unair turut dimainkan. (Adt)

Mulai Besok Enam Tim Putra dan Tiga Tim Putri Ramaikan LIMA Badminton EJC Surabaya

Technical Meeting (TM) LIMA Badminton EJC Surabaya digelar di Aula Kahuripan Unair Lantai 3, pada Senin (19/3). (LIMA)

Surabaya- Usai bergulir di Greater Jakarta Conference (GJC) dan West Java Conference (WJC), LIMA Badminton kini menyambangi region Jawa Timur atau East Java Conference (EJC). Memasuki musim keenamnya, LIMA Badminton kembali hadir di dua subconference, yaitu kota Surabaya dan kota Malang. Pekan ini, LIMA akan menggelar LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconfernce 2018. Universitas Airlangga (Unair) menjadi tuan rumah ajang LIMA Badmonton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference tahun ini. Pergelaran ini akan diselenggarakan pada 20-26 Maret di GOR Unair Kampus C. Sebelum kompetisi, panitia pengarah LIMA, Azwar Muhlis, panitia pelaksana pertandingan, yang dihadiri oleh perwakilan PBSI, Syaiful Arif dan Nanang Rofik, serta tujuh kampus peserta. Mereka berkumpul untuk memenuhi agenda technical meeting (TM). TM digelar di Aula Kahuripan Unair Lantai 3, pada Senin (19/3). Tujuh perguruan tinggi tercatat mengikuti kompetisi LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Conferece 2018. Kompetisi ini diikuti oleh enam tim putra dan tiga tim putri. Enam tim putra yakni yaitu Universitas Airlangga (Unair), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Ciputra (Ciputra), Universitas Hang Tuah, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), dan Universitas Udayana (Udayana). Untuk regu putri yakni Ubaya, Unair, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa), turut menjadi partisipan LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018 Azwar Muhlis, selaku manajer kompetisi dan pertandingan LIMA, memaparkan beberapa peraturan kompetisi yang harus dipatuhi seluruh peserta termasuk jajaran ofisial dan juga pelatih. Azwar juga menjelaskan mengenai pemberlakuan system nilai koefisien dari tiap perguruan tinggi dan juga koefisien conference untuk region Jawa Timur saat TM ini. “Koefisien conference dari EJC Surabaya Subconference untuk tim putra berada di peringkat ketiga, sedangkan tim putri ada di peringkat keempat. Kuota ke fase nationals EJC Surabaya Subconference yaitu dua tim untuk putra, dan satu tim untuk putri, serta dua wakil dari masing-masing nomor perseorangan, yakni tunggal putra, tunggal putri dan ganda campuran,” jelas Azwar. Keenam tim beregu putra, tergabung dalam satu pul, yaitu pul A. Mereka akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Untuk tim putri, yang terdiri dari tiga tim, berada di pul X. Sistem kompetisi untuk tim putri, berbeda dengan tim putra. Ketiga tim putri akan bertanding dengan sistem kompetisi penuh. Pada Selasa (20/3), menjadi hari pertama pergelaran LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Selain menggelar laga pedana, upacara pembukaan juga digelar besok. (Adt) Pembagian pul LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018. Putra Pul A: Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hang Tuah, Universitas Udayana (Udayana), Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Universitas Ciputra (Ciputra) Putri Pul X: Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa)  

Event LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 Rampung, Surabaya Destinasi Berikutnya

Tim Beregu Putra dan Putri Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung mengawinkan gelar Juara. (LIMA)

Bandung- LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 telah usai. Tiga tim terbaik putra maupun putri telah hadir. Tak hanya kategori beregu, kategori perseorangan yang mempertandingkan nomor tunggal putra dan ganda campuran pun digelar. Pemain-pemain terbaik dari masing-masing kategori sudah membuktikan kemampuannya di kompetisi yang dihelat di GOR Lodaya Bandung pada 8-14 Maret 2018. Pasca event LIMA Badminton usai digelar di regional Jawa Barat, mulai pekan yang akan datang, LIMA Badminton akan mengunjungi Kota Surabaya. Pergelaran LIMA Badminton yang bertajuk: McDonald’s East Java Conference Surabaya Subconference 2018 dihelat di GOR Universitas Airlangga, 20-26 Maret 2018. Seluruh tim dan perwakilan kategori perseorangan yang lolos ke nationals akan berlaga di LIMA Nationals 2018. Student athlete terbaik dari tiap regional penyelenggaraan LIMA Badminton ini akan kembali menunjukkan kemampuannya di fase nationals, yang akan digelar di Kota Surakarta, Mei mendatang. Rangkuman Juara LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018. Beregu Putri: Juara : Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Peringkat 3 : STKIP Pasundan Cimahi Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Beregu Putra: Juara : Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : STKIP Pasundan Cimahi Peringkat 3 : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung STKIP Pasundan Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tunggal Putra Juara : Muhammad Rizquloh Alfarizqi – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : Azka Ananda – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Peringkat 3 : Reda Agustiar – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Muhammad Rizquloh Alfarizqi – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Azka Ananda – Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Reda Agustiar – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fauzi Ramadhan – Universitas Widyatama Bandung Ganda Campuran Juara : Aldi Efendi/Dina Rahayu – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 2 : Beno Drajat/Mita Sani – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Peringkat 3 : Febi Ardiansyah/Sinta Arum – STKIP Pasundan Cimahi Lolos ke LIMA Badminton Nationals: Aldi Efendi/Dina Rahayu – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Beno Drajat/Mita Sani – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung Febi Ardiansyah/Sinta Arum – STKIP Pasundan Cimahi Randhy Reynaldi/Dianita Saraswati – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung

Pasca Kawinkan Gelar Beregu, Unikom Sabet Titel Juara Tunggal Putra Perseorangan

Pebulutangkis dari UNIKOM, Muhammad Rizquloh sukses menjuarai Tunggal Putra nomor perserorangan. (LIMA)

Bandung- Muhammad Rizquloh, tunggal putra dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menjuarai LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 kategori perseorangan di nomor tunggal putra.

Read more

Menang Tipis 3-2 Dari STKIP Pasundan, Unikom Kawinkan Gelar Juara

Melalui laga pertandingan yang ketat, Unikom akhirnya unggul 3-2 atas STKIP serta mengawinkan gelar juara nomor beregu. (LIMA)

Bandung- Tim putra Universitas Komputer Indonesia (Unikom) berhasil menyusul tim putrinya sebagai kampiun di LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018. Hasil ini didapat usai pertandingan final Unikom melawan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan di lapangan 1 GORK Lodaya, Senin (12/3). STKIP Pasundan menyajikan permainan apik sejak partai pertama, nomor tunggal. Mochammad Luthfi Erlangga, yang menjadi wakil tunggal putra STKIP Pasundan, berhasil mencetak poin pertama untuk timnya usai kalahkan Fauzi Feisal, tunggal Unikom, dengan skor 21-12 dan 21-14. Di partai kedua, Unikom membalas. Duet Beno Drajat/Randhy Reynaldi menunjukkan permainan cemerlang usai menekuk ganda STKIP Pasundan, Ilham Darmawan/Tanzi Nurdiansyah. Unikom memenangi partai kedua ini dengan skor 21-10 dan 21-16. Kedudukan sementara imbang untuk kedua tim, 1-1. Unikom masih memanas. Partai ketiga kembali dikuasai kampus yang terletak di bilangan Dipatiukur Bandung ini. Kekompakan tripel Unikom, Aldi Effendi/Riki Erianto/Yoko Willyandro mampu mengalahkan sang lawan, STKIP Pasundan, yang diwakili Alex Gunawan/Febi Ardiansyah/Harum Dinar. Poin kedua untuk Unikom didapat usai menang 21-19 dan 21-16. Kedudukan pun 2-1 untuk Unikom. Di partai keempat, tunggal kedua STKIP Pasundan yang diwakili Rijal Pebriadi, mampu menambah kembali poin timnya dan menyeimbangkan kedudukan. Rijal menang atas Zulfikar Aziz (Unikom) usai laga ketat di dua gimnya. Poin kedua untuk STKIP ini didapat usai mengalahkan Unikom 21-14, 21-15. Partai kelima menjadi penentu. Kedua ganda dari masing-masing tim bermain dengan gengsi tinggi untuk memperebutkan gelar juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Laga ketat diwarnai oleh rally-rally panjang Alex Gunawan/Febi Ardiansyah (STKIP Pasundan) dan Muhammad Rizquloh/Riki Erianto (Unikom). Akhirnya, Unikom dapat mengakhiri laga dengan kemenangan 21-16 dan 21-17. Unikom berhasil keluar sebagai juara Beregu Putra LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 sekaligus mengawinkan gelar juara. Unikom merebut gelar juara dari STKIP Pasundan, juara LIMA Badminton musim lalu. Kedua finalis akan melanjutkan perjalanannya di fase nationals di Surakarta, Mei mendatang. “Kami bersyukur bisa merebut gelar dari STKIP Pasundan ini. Kami sangat senang dan puas bisa mengawinkan gelar di LIMA Badminton WJC ini. Peluang kami di fase nationals terbuka lebar. Target kami bisa lolos hingga final nationals,” ungkap Ariyanto, pelatih Unikom. (Adt)

Lakukan Revans, STKIP Pasundan Peringkat 3 LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018

Unpad harus menyerah ditangan STKIP Pasundan yang keluar sebagai peringkat 3 LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Perebutan peringkat ketiga LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 digelar di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung, Senin (12/3). Laga ini mempertemukan tim putri Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan melawan Universitas Padjadjaran (Unpad). Di musim sebelumnya, Unpad menduduki peringkat ketiga. Namun, di musim keenam ini, gelar itu direbut STKIP Pasundan. Peluang STKIP Pasundan memenangi laga terakhir di grup ini terlihat di partai pertama. Meski wakil tripel STKIP Pasundan, Ega Velia/Nazwa Aulia/Revina Nuhasanah, tertinggal di gim pertama degan skor 23-25, STKIP Pasundan mampu menguasai dua gim terakhir atas Anisa Purnama/Bamega Annisa/Yushi Rosalia (Unpad) dengan skor 21-17, dan 11-10 STKIP Pasundan kembali menekuk Unpad di partai kedua. Tunggal STKIP Pasundan yang diturunkan, Mayrina Lukmanda, berhasil mengalahkan Qorima Diez, wakil Unpad, dengan skor 21-10 dan 21-5. Keunggulan masih digenggam STKIP Pasundan dengan poin 2-0 atas Unpad. Meski dapat dipastikan telah menduduki peringkat ketiga, STKIP Pasundan tak mengendurkan kekuatannya. Ganda STKIP Pasundan, Ega Velia/Sinta Arum, bermain maksimal di partai terakhir ini. Ega/Sinta mengalahkan pasangan Unpad, Anisa Purnama/Yushi Roshalia, dengan skor 21-8 di gim pertama. Di gim kedua, STKIP Pasundan makin memanas. Ega/Sinta mengalahkan Anisa/Yushi dengan skor telah, 21-1. Hasil gim ketiga ini mempertegas ketangguhan STKIP Pasundan atas Unpad. Kedudukan berakhir dengan skor 3-0 untuk STKIP Pasundan. STKIP Pasundan menggeser Unpad di peringkat ketiga LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Unpad, yang tak bisa mempertahankan gelar di musim ini harus rela tersingkir dari the best three. “Sangat disayangkan kami gagal menang di pertandingan hari ini. Persiapan kami di LIMA Badminton WJC ini memang kurang. Dari komposisi pemain, STKIP Pasundan memang kuat dan merata, sehingga mereka memang pantas menang,” ungkap pelatih Unpad, usai laga perebutan peringkat ketiga di GOR Lodaya Bandung. (Adt)

Paksa UPI Menyerah, Unikom Rebut Titel Kampiun LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018

Unikom Sukses Merebut Gelar Juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 dari UPI. (LIMA)

Bandung- Laga penentuan juara beregu putri LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 pada hari kelima, Senin (12/3), menampilkan dua tim kuat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali berhadapan dengan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di final LIMA Badminton fase conference musim keenam ini. Sebelumnya, di musim kelima, kedua tim juga memperebutkan gelar. Putri Unikom berhasil keluar sebagai kampiun LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung ini. UPI, sang juara musim lalu, harus puas di peringkat kedua. Dianita Saraswati/Dina Rahayu/Merissa Findiani memulai partai pertama dengan apik untuk Unikom. Tripel ini membuka peluang kemenangan Unikom atas UPI. UPI yang menurunkan Dwi Erina/Kesi Soraya/Mira Meliani gagal menunjukkan kekompakan di partai nomor tripel ini. Di gim pertama partai pertama ini, laga sengit disajikan kedua tim. Tripel Unikom sempat unggul 11-6 hingga waktu istirahat. Usai istirahat, UPI terus mengejar hingga lima angka, hingga menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Namun, kuatnya permainan Unikom sulit diatasi UPI. Gim pertama pun berakhir dengan kemenangan Unikom 21-15 atas UPI. Unikom masih dominan di gim kedua. Kekuatan pukulan dan kerja sama tripel yang baik memberi keuntungan bagi Unikom. UPI terpaut tujuh poin di bawah Unikom. Gim kedua kembali dimenangi Unikom 21-14. Enggan mengulang kekalahan rekan-rekannya di partai pertama, tunggal UPI, Trya Nur, tampil maksimal di partai kedua. Trya bermain apik di gim pertama saat melawan Novi Indriani, tunggal Unikom. Di gim pertama, Trya mengungguli Novi Indrini dengan skor 21-11. Gim kedua harus berakhir di poin 11-2, dengan keunggulan UPI. Novi tidak bisa melanjutkan pertandingan usai waktu istirahat dan terpaksa mengundukan diri. Akhirnya, laga pun berakhir. Hasil di partai kedua ini membawa UPI imbangi Unikom 1-1. Laga ketat terjadi di partai penentu. Ganda UPI, Dwi Erina/Kesi Soraya, bermain habis-habisan meladeni ganda Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria Hardianti. Keduanya bermain dengan tensi tinggi. Partai pamungkas ini menjadi penentu gelar juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Meski diguyur hujan, lapangan 1 GOR Lodaya kian memanas. Permainan bergensi tersaji di gim pertama. Poin-poin yang tercipta merupakan hasil dari reli-reli panjang kedua tim. Saling kejar poin terjadi di gim pertama. Akhirnya, gim pertama dimenangkan Unikom dengan keunggulan tipis 21-19. Di gim kedua, ganda UPI semakin kerepotan meladeni permainan Unikom. Unikom masih terus menyerang dengan pukulan-pukulan kerasnya. Alhasil, Unikom menangi laga gim kedua ini. Gim kedua di partai penentu ini berakhir dengan skor 21-11 untuk Unikom. Unikom mempertegas ketangguhannya di fase conference ini. Padahal, di dua musim sebelumnya, Unikom selalu kalah di partai final melawan UPI. Dengan hasil ini, akhirnya Unikom menduduki juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018, disusul UPI di peringkat kedua. “Alhamdulillah kami bisa menang di partai final ini. Kami sering bertemu UPI dan selalu kalah. Saya bersyukur sekali bisa menang dan menjadi juara LIMA Badminton musim ini,” ungkap Ariyanto, pelatih Unikom. Berdasarkan nilai koefisien, WJC mendapat kuota 2 tim yang berhak dikirim ke fase nationals. Kedua tim finalis LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini, yakni Unikom dan UPI, akan melanjutkan perjalanannya di fase Nationals yang segera digelar di Surakarta, bulan Mei nanti. (Adt)

Rebut Tiket Fase Nationals, Unikom Bertekat Tekuk Juara Bertahan UPI

Ganda Unikom, Dianita Saraswati/Dina Rahayu, sukses menjadi penentu meraih tiket fase LIMA Badminton Nationals 2018. (LIMA)

Bandung- Laga penting LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference(WJC) 2018 kategori beregu putri tersaji di lapangan 1 GOR Lodaya Bandung, Minggu (11/2). Dua tim kuat, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, saling berhadapan memperebutkan peringkat kedua, sekaligus tiket menuju LIMA Badminton Nationals. Berdasarkan nilai koefisien conference, WJC hanya memiliki kuota dua tim putri untuk melaju ke fase nationals. Kemungkinan besar satu tiket nationals telah dikantungi tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) usai sapu bersih tiga pertandingan di LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Di partai pertama, Unikom menyajikan permainan apik. Tripel Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria/Merissa Findiani, menang dengan mudah di dua gimnya melawan wakil STKIP Pasundan, Ega Velia/Nazwa Aulia/Revina Nurhasanah. Poin pertama didapatkan Unikom dengan skor 21-11 dan 21-12. Kedudukan pun 1-0 untuk Unikom. Mita Sani (Unikom) membuka partai kedua dengan dua poin lebih unggul dari Mayrina Lukmanda (STKIP Pasundan), 2-0. Seakan baru memanas, Mayrina mulai menekan Mita lewat pukulan kencangnya. Mayrina sempat unggul jau, 7-2, atas Mita. Usai laga sengit dengan saling mengejar poin, akhirnya, Mayrina ungguli Mita 11-10 hingga turun minum. Usai istirahat, Mayrina masih memimpin. Poin-poin Mayrina banyak diperoleh dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat Mita. Hingga akhir gim pertama, Mayrina masih unggul dari Mita 21-18. Di gim kedua, Mayrina semakin menunjukkan dominasinya. Wakil tunggal putri dari STKIP Pasundan ini unggul jauh 11-1 atas Mita hingga waktu istirahat. Keunggulan Mayrina berlanjut hingga akhir laga. Gim kedua kembali dimenangi Mayrina 21-11. Kemenangan Mayrina ini imbangi perolehan poin sementara, 1-1. Partai ketiga menjadi penentu. Laga antara ganda Unikom, Dianita Saraswati/Dina Rahayu, melawan Ega Velia/Sinta Arum, wakil STKIP Pasundan, menjadi laga penting. Kedua wakil ganda ini memperebutkan peluang satu tiket menuju ke fase nationals. Menit-menit awal gim pertama diwarnai dengan dominasi tripel STKIP Pasundan. Trio ini sempat unggul 5-0 dari Unikom. Hingga akhir laga, STKIP Pasundan masih dominan. Pasangan Ega Velia/Sinta Arum (STKIP Pasundan) mampu mengalahkan Dianita Saraswati/Dina Rahayu (Unikom) dengan skor 21-16. Laga ketat terjadi di gim kedua. Panasnya pertandingan di lapangan 1 GOR Lodaya ini terlihat dari panasnya perlawanan Unikom, yang sempat mengungguli STKIP Pasundan. Unikom unggul delapan poin dari STKIP Pasundan pada poin 14-6. Pasangan ganda STKIP Pasundan tak lengah. Akhirnya, STKIP Pasundan mampu imbangi Unikom di poin 14-14. Namun, tak bertahan lama, STKIP Pasundan kembali harus melihat ketangguhan Unikom. Akhirnya, gim kedua dimenangi Unikom dengan skor 21-18. Babak tambahan pun dilakukan sebagai penentu kemenangan. GOR Lodaya semakin memanas di babak tambahan antara Unikom lawan STKIP Pasundan. Kedua pasang tampil dengan selisih skor yang sangat ketat. Beberapa kali imbang dengan Unikom, STKIP Pasundan akhirnya harus mengakui ketangguhan lawannya. Skor 11-9 untuk Unikom menutup laga. Kedudukan pun menjadi 2-1 untuk kemenangan Unikom. “Di partai tunggal tadi, kami kurang maksimal. Pemain tunggal kami mengalami musibah, sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kami tadi menurunkan pemain ganda di partai tunggal, sehingga kurang maksimal,” kata Ariyanto, pelatih Unikom saat menanggapi partai kedua. Unikom berhasil sapu bersih tiga laga di LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini. Tersisa satu laga lagi yang harus dimenangi Unikom agar bisa juarai kompetisi ini. Besok, Senin (12/3), Unikom akan bertemu juara LIMA Badminton WJC musim lalu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Besok, target kami menang lawan UPI. Kami besok akan mempersiapkan pemain tunggal yang lain untuk sebagai pengganti. Kami targetkan menang 2-1 dari UPI,” tambah Ariyanto. (Adt)

LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Putra Unikom Puncaki Klasemen Pul B

Unikom Bandung (kuning) sukses mengadaskan perlawanan Unpad di LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Sesi kedua LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 hari kedua, Jumat (9/3), diisi oleh pertandingan kategori beregu putra. GOR Lodaya diisi pertandingan yang sengit. Di lapangan 1, tergelar laga antara Universitas Komputer Indonesia (Unikom) yang berhadapan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). Pertandingan di lapangan 1 ini mempertemukan dua tim kuat tapi Unikom memperlihatkan kemapanan permainan yang lebih baik. Unikom menyajikan permainan yang berkelas saat melawan rivalnya, Unpad. Kelima partai mampu dikuasai Unikom. Partai sengit pertama tersaji saat tunggal pertama Unikom, Auditya Alpha, melawan Azka Ananda (Unpad). Di gim pertama, Azka masih kesulitan mengimbangi permainan Auditya. Alhasil, Azka kalah dengan selisih cukup jauh dengan Auditya, 14-21. Ia mencoba mengimbangi permainan Auditya. Akan tetapi, Auditya bisa menjaga ketenangannya di saat-saat genting. Alih-alih memenangi gim kedua, Azka lagi-lagi harus kalah dari Auditya dengan skor 23-25. Unikom mempertegas ketangguhannya lewat duet Muhammad Rizquloh/Randy Reynaldi di partai kedua. Ganda pertama Unikom ini berhasil mengalahkan Farhan Muzaqi/Reza Maulana, wakil Unpad, dengan skor 21-13 dan 21-10. Hasil ini menjadi perolehan poin kedua untuk Unikom. Tripel Unikom, Beno Drajat/Tomi Alfazar/Yoko Willyandro, menyumbang poin ketiga untuk Unikom. Selisih skor di gim pertama yang cukup jauh diciptakan trio Unikom usai mengalahkan Unpad yang diwakili oleh BondanPratama/Lucky Lukman/Riang Ramadhan, dengan skor 21-7. Di gim kedua, tripel Unpad hanya mampu menambah empat poin dari skor di gim pertamanya. Unikom kembali menang di partai ketiga dengan skor 21-11. Tunggal kedua Unikom, Zulfikar Aziz, menang usai pertarungan sengitnya melawan Reza Maulana (Unpad). Saling kejar poin di partai keempat ini terjadi antara kedua tunggal putra ini. Namun, Unikom masih tangguh mengalahkan Unpad dengan skor 21-18 dan 21-19. Meski dipastikan menangi pertandingan, Unikom terus mendominasi permainan. Skor 21-11 dan 21-14 mengakhiri laga antara ganda Unikom, Fauzi Feisal/Riki Erianto, dan ganda Unpad, Bondan Pratama/ Lucky Lukman. “Hasil ini sesuai target. Tapi tadi ada beberapa kendala di tunggal pertama. Unpad tadi cukup bagus. Hanya, karena pada hasil pertandingan sebelumnya Unpad kalah, jadi cukup membuat pemainnya kurang maksimal di laga melawan kami,” ujar Ariyanto, pelatih Unikom. Hasil pertandingan hari ini semakin meyakinkan ketangguhan Unikom di Pul B. Dari empat laga, Unikom telah memenangi tiga pertandingan LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Unikom menempati posisi puncak di klasemen Pul B. (Adt)

Putri UIN SGD Kembali Gagal, Pasca Takluk Dari Dominasi STKIP Pasundan

STKIP Pasundan meraih poin perdananya usai menekuk perlawanan UIN SGD dengan skor 3-0. (LIMA)

Bandung- Tim putri STKIP Pasundan sukses di laga perdana dalam LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 dengan kemenangan meyakinkan. Kampus di Cimahi ini menang 3-0 atas lawannya, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD), pada Jumat (9/3). STKIP membuka keunggulan dari nomor pertama, tripel. Di gim pertama, tripel STKIP Pasundan, Ega Velia Kristanti/Nazwa Aulia Agustin/Revina Nurhasanah mendapat perlawanan sengit dari trio UIN SGD, Fuzi Hastuti/Sarah Syahirah/Siti Rizki Utami. Perolehan kedua tripel hanya berjarak satu atau dua poin, hingga kedudukan 18-15 untuk tripel STKIP Pasundan. Namun, Ega/Nazwa/Revina tak tertahankan hingga menutup gim pertama dengan angka 21-16. Laju trio STKIP Pasundan ini tak tertahan di gim kedua dan menutup duel dengan skor 21-5. STKIP Pasundan unggul 2-0 setelah tunggalnya, Mayrina Lukmanda, menang telak atas tunggal UIN SGD, Rosita Noor Fadilah. Mayrina tak memberi kesempatan lawannya mencetak angka di gim pertama. Setelah keunggulan 21-0 di gim pertama, Mayrina sempat unggul 11-0. Rosita hanya bisa mencetak dua poin sampai akhir laga. Dominasi turut dicatat ganda STKIP Pasundan, Revina Nurhasanah/Sinta Arum Antasari, atas pasangan UIN Bandung, Nafilah Mayyasya/Sarah Syahirah. Revina/Sinta mencatat skor 11-0 saat turun minum gim pertama. Revina sempat mengalami cedera karena terpeleset kala unggul 19-3, tapi masih bisa menghasilkan keunggulan 21-3 di akhir gim pertama. Seperti tak pengaruh dari cedera Revina, pasangan STKIP Pasundan melanjutkan dominasi di gim kedua. Revina/Sinta yang tampil padu menutup kemenangan timnya dengan kedudukan 21-5. Kemenangan ini memberikan modal bagus bagi STKIP di kompetisi tahun ini. Esok hari, Sabtu (10/3), Mayrina cs. akan menghadapi juara bertahan, UPI. UIN SGD juga akan menghadapi salah satu tim kuat, Universitas Komputer Indonesia (Unikom). (Adt)

Hari Kedua LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putri UPI Tak Terbendung

UNPAD (merah) harus bertekuk lutut 3-0 dari UPI dalam laga hari kedua LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Keseruan laga LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018, berlanjut di hari kedua, Jumat (9/3). Pertandingan beregu putri membuka rangkaian laga yang digelar di GOR Lodaya Bandung ini. Pertandingan LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 tergelar di dua lapangan. Di lapangan 1, hari ini, tersaji laga antara beregu putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melawan Universitas Padjadjaran (Unpad). Sementara itu, di lapangan 2, tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati harus berhadapan dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan). Poin pertama diraih UPI dari nomor tripel di partai pertama. Kesi Soraya, Mira Meliani dan Rahma Dewi yang mewakili UPI berhadapan dengan tripel Unpad, Qeqe Lestari, Qorima Diez dan Yushi Roshalia. Tripel UPI bermain dominan di kedua gim pada partai pertama. Selisih skor yang besar menunjukkan ketangguhan pukulan-pukulan tripel UPI. Gim pertama berakhir dengan kemenangan UPI 21-8. Alih-alih menyusul, tripel Unpad justru menambah besar selisih skornya di gim kedua. Gim kedua ini berakhir dengan skor 21-7 untuk UPI. Pada partai kedua yang mempertandingkan tunggal putri, laga harus berakhir di skor 7-1 untuk kemenangan UPI. Dina Mardiana (UPI) sempat memimpin 3-0 atas Muthiara Hasna (Unpad). Akhirnya, Muthiara mampu mencetak poin pertamanya dan mengubah kedudukan menjadi 3-1. Namun, pendaratan yang kurang sempurna dari Muthiara usai mencetak poin pertamanya itu mengharuskan Muthiara mendapatkan perawatan medis. Dengan langkah yang tertatih, Muthiara mencoba melanjutkan laganya di partai kedua ini. Namun, pada poin 1-7, Muthiara terpaksa mengundurkan diri dari lapangan. Partai kedua ini pun dimenangi UPI. Kekuatan UPI kembali terlihat dari pasangan Trya Nur/Verent Nanda. Pada partai kedua yang mempertandingkan nomor ganda, UPI mendominasi pukulan kencang ke arah Anisa Purnama/Bamega Anisa (Unpad). Di gim pertama, Trya Nur/Verent Nanda menang 21-10. Pada gim kedua, selisih tiga poin terjadi hingga istirahat turun minum, 11-7 untuk pasangan UPI. Hingga akhir laga, ganda Unpad hanya mampu menghasilkan satu poin tambahan. Gim kedua kembali dimenangi ganda UPI dengan skor akhir 21-8. “Alhamdulillah kami menang 3-0. Target kami sapu bersih di pertandingan hari ini. Dari segi kualitas, saya yakin tunggal putri kami unggul. Namun, karena tadi tunggal Unpad mengalami cedera, kami mendapat keuntungan juga. Ada kesempatn beristirahat lebih lama,” kata pelatih beregu putri UPI, Cecep Alawi. Laga pada Sabtu (10/3) menjadi partai sengit di lapangan 1 GOR Lodaya, Bandung. Dua tim kuat, UPI dan STKIP Pasundan akan saling berhadapan untuk memamerkan ketangguhannya. (Adt)

Hari Pertama LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putra Widyatama Tampil Apik

Laga Nomor beregu Putra antara STIE Ekuita Melawan Univ Widyatama di LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Sesi kedua LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di GORK Lodaya Bandung, pada Kamis (8/3), mempertandingkan duel Pul B. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas melawan Universitas Widyatama. Untuk kategori beregu putra mempertandingkan lima partai. Kelima partai tersebut yakni dua nomor tunggal, dua nomor ganda, dan satu nomor tripel. Dari lima partai, Widyatama berhasil memenangi empat partai atas Ekuitas. Pada partai pertama, duel berlangsung cukup berimbang. Namun, Tunggal Ekuitas, Airlangga Trisnoyuwono, berhasil menunjukkan kualitas bermainnya atas Dicky Yaniadi (Widyatama). Pada akhir partai, Airlangga menyumbang satu poin untuk Ekuitas usai laga dengan skor akhir 21-18 dan 21-19. Di partai kedua, Ekuitas menurunkan Muhammad Aldy dan Rizki Dwi di nomor ganda pertama. Pasangan Aldy/Rizki ini belum mampu menyumbang poin kedua untuk Ekuitas. Aldy/Rizki kalah dari ganda kedua Widyatama, Fauzi Ramadhan/Sugeng Adi. Pasangan ganda Widyatama menang atas ganda Ekuitas dengan skor akhir 21-9 dan 21-6. Sehingga, Widyatama berhasil imbangi perolehan poin Ekuitas menjadi 1-1. Poin kedua untuk Widyatama disumbangkan tripelnya, Muhammad Satria, Raka Ashari, dan Renaldy Fachrezzy saat berhadapan dengan tripel Ekuitas, Renaldi Setiawan, Rizki Setiawan dan Yura Teguh. Tripel Widyatama menekuk tripel Ekuitas dengan skor 21-15 di gim pertama. Pada gim kedua partai ketiga, kedua wakil tripel ini bermain sangat ketat. Laga di gim kedua berakhir dengan deuce dengan hasil 24-22 untuk kemenangan tripel Widyatama. Hasil di partai ketiga ini menambah perolehan poin Widyatama menjadi 2-1 atas Ekuitas. Partai keempat, yang mempertandingkan tunggal putra kedua, kembali didominasi permainan Widyatama. Tunggal putra yang diturunkan Widyatama, Sugeng Adi menguasai jalannya pertandingan dengan pukulan-pukulan tanggungnya ke arah Widi Widyan (Ekuitas). Di akhir laga, Sugeng memenangi partai keempat dengan skor 21-15 dan 21-12. Di partai pamungkas, kedua tim bermain cukup ketat. Ekuitas, yang menurunkan Airlangga dan Andy berhasil menangi gim pertama dengan skor 21-15. Namun, di gim kedua, ganda Widyatama membalas. Dicky Yaniadi dan Raka Ashari, pasangan ganda putra Widyatama unggul di gim kedua dengan skor 21-15. Kedua ganda ini pun bermain di babak rubber game. Pada babak rubber game, Dicky/Raka menunjukkan kekompakan permainannya. Pasangan ganda putra ini bermain dominan, sehingga akhirnya dapat menangi babak penentu ini dengan skor akhir 11-5. Poin akhir untuk pertandingan ini pun menjadi 4-1 untuk Widyatama. (Adt)

LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 Mulai Terapkan Sistem Nilai Koefisien

LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 kin memakai sistem nilai koefisien bagi para pesertanya. (facebook.com)

Jakarta- Event LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 mulai bergulir pada Kamis (8/3). Sebelum bertanding di GOR Loday, Bandung, seluruh perwakilan tim mengikuti technical meeting (TM). TM dilakukan untuk melakukan persiapan sebelum memulai pertandinganada Rabu (7/3), bertempat di Hotel Malaka, Bandung, pada Rabu (7/3). Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan saling bersaing. Selain di nomor beregu, LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 juga mempertandingkan nomor perseorangan. David Leopold, Staf Kompetisi dan Pertandingan LIMA, membuka proses TM LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 ini. Ia menjelaskan seluruh aturan pertandingan LIMA Badminton 2018 kepada para perwakilan peserta. Pada musim keenam ini, LIMA memberlakukan sistem nilai koefisien untuk seluruh perguruan tinggi yang pernah, dan baru mengikuti LIMA Badminton. Nilai koefisien ini ditentukan dari intensitas keikutsertaan perguruan tinggi dalam kompetisi LIMA. Perolehan gelar dan penghargaan mempengaruhi nilai koefisien ini. Keuntungan nilai koefisien tinggi untuk conferencenya guna menentukan banyaknya tim yang akan dikirim melaju ke fase Nasional. Nilai koefisien ini digunakan untuk pembagian tim di tiap grupnya. Sehingga, perguruan tinggi yang memiliki nilai koefisien, tak perlu lagi melakukan undian untuk menentukan posisi grupnya. Di ajang LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 ini, enam perguruan tinggi nomor beregu putra sudah mengantungi nilai koefisien. Mereka yakni UPI, STKIP Pasundan, Unisba, Unikom, Widyatama dan Unpad. Untuk tim putra Unigal, STIE Ekuitas, dan UIN SGD, masih harus melakukan pengundian, karena ketiga tim tersebut belum memiliki nilai koefisien. Sistem kompetisi dalam LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 ini yaitu setengah kompetisi untuk kategori beregu, dan sistem gugur untuk kategori perseorangan. (Adt) Hasil Undian LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 untuk kategori beregu   Beregu Putra Pul A: UPI STKIP Pasundan Unisba Unigal Pul B: Unikom Utama Unpad STIE Ekuitas UIN SGD   Beregu Putri Pul X: UPI Unikom STKIP Pasundan Unpad UIN SGD

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 Besok Berputar di Bandung

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 siap berputar mulai 8 Maret. (facebook.com)

Jakarta- Rangkaian Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton memasuki musim keenamnya pada 2018. LIMA Badminton region Jakarta Raya sukses digelar pada 25 Februari hingga Sabtu (3/6). Pekan ini, LIMA Badminton berputar di region Jawa Barat, dengan titel LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018. Event kompetisi badminton antarmahasiswa ini digelar mulai 8-14 Maret 2018 di GOR Lodaya, Bandung. Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan bertanding di LIMA Badmiton: Blibli.com WJC 2018 ini. Selain nomor beregu, LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini juga meampilkan nomor perseorangan. Tercatat 14 wakil tunggal putra dan 10 pasang ganda campuran akan saling bersaing. Pada season 5 (2017 lalu), STKIP Pasundan memenangi LIMA Badminton untuk kategori beregu putra, sedangkan UPI menjadi jawara kategori putri pada fase conference di region Jawa Barat. Ke-9 tim putra yang tampil yakni STKIP Pasundan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Galuh (Unigal), STIE Ekuitas, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Widyatama (Utama), Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Universitas Parahyangan (Unpar), UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD), dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Untuk beregu putri akan disajikan oleh tim dari STKIP Pasundan, Unpad, UPI, Unikom, dan UIN SGD. (Adt)

LIMA Badminton 2018 Usai, Kota Bandung Bersiap Gelar Cabor Renang

LIMA 2018 menambah cabang olahraga baru dan menggandeng sponsor GO-Jek. (Prast/NYSN.com)

Jakarta- Liga Mahasiswa (LIMA) di musim keenamnya akan kembali dihelat. Ajang multievent ini pun menambah cabang olahraga baru, sekaligus berpartner dengan GO-JEK sebagai sponsor terbaru. Pada konferensi pers pada Selasa (27/2), CEO Liga Mahasiswa (LIMA), Ryan Gozali, mengumumkan turnamen ini akan ketambahan bola voli sebagai cabang olahraga keenam. Cabang ini melengkapi lima olahraga yang ada di musim-musim sebelumnya, yakni renang, futsal, basket, dan sepak bola. Ada alasan khusus untuk penambahan cabang olahraga tersebut. “Dari data, voli termasuk salah satu olahraga yang populer dan banyak dimainkan di mana-mana,” kata Ryan. LIMA musim ini akan dibuka oleh cabang olahraga (cabor) bulutangkis. Jakarta menjadi tuan rumah pembuka LIMA Badminton pada 25 Februari – 3 Maret, di GOR Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Liga Badminton 2018 juga digelar di 5 kota lain, yakni Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Setelah badminton, LIMA memainkan cabor renang pada 13 Maret 2018 di Bandung. LIMA Basketball mulai diputar pada pekan terakhir Juni 2018, sebelum berlanjut ke Medan, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Cabor voli akan tampil pada Agustus 2018 di Jakarta. Untuk sepak bola dimulai di Malang, sementara futsal yang menjadi penutup akan digelar di Pontianak, Malang, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Ryan berharap jika ajang Liga Mahasiswa bisa menjadi ajang pemain muda berkualitas unjuk gigi untuk dilirik tim profesional. Dia menyebut bahwa LIMA akan bekerja sama dengan IBL untuk memberi kesempatan pebasket potensial berkarier secara profesional. “Musim berikutnya akan ada draf yang terdiri dari dua ronde. Pemain terbaik sudah akan dapat kontrak dan gaji,” kata Ryan. Hal tersebut disebabkan karena para pelatih tim atau pencari bakat kerap mendatangi langsung pertandingan atau memantau laga LIMA via live streaming. “Sering sekali pelatih tim datang untuk lihat talent, bahkan tim kampus datang ke SMA untuk merekrut timnya,” ujar dia. Karena itu, LIMA akan memberi daftar rekomendasi berdasarkan statistik pemain serta masukan dari para pelatih. Selain rencana-rencana di atas, LIMA juga mendapat sokongan dari sponsor baru dari penyedia aplikasi transportasi daring, GO-JEK. LIMA adalah kompetisi olahraga ketiga yang mendapat sponsor dari GO-JEK selain Liga 1 dan IBL. “GO-JEK punya komitmen dalam mengembangkan pemain muda di Indonesia melalui olahraga. Kami ingin terus berpartisipasi memunculkan bibit berprestasi. Semoga semakin banyak talenta olahraga yang membanggakan,” ujar Piotr Jakubowski, chief marketing officer GO-JEK. (adt)