Janice Tjen menangi pertandingan pembukaan di Dubai Championship 2026

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, memenangi pertandingan pembukaannya di Dubai Championship yang berlangsung di Dubai Tennis Stadium, Dubai, Minggu. Pada pertandingan turnamen tipe WTA 1000 itu, Janice berhasil menaklukkan petenis asal Ukraina, Dayana Yastremska, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-1, dikutip dari laman resmi WTA, Minggu. Kemenangan itu membuat Janice berhak lolos ke putaran kedua. Ia selanjutnya akan bertemu pemenang pertandingan antara Liudmila Samsonova melawan Leylah Fernandez pada Senin (16/2). Pada laga melawan Yastremska, petenis Ukraina itu berhasil memenangi gim pertama. Namun Janice mampu membalikkan situasi dan berbalik unggul 2-1. Setelah Yastremska menyamakan kedudukan menjadi 2-2, Janice kembali merestorasi keunggulan dengan memenangi gim kelima dan memimpin 3-2. Janice kemudian selalu dalam posisi unggul, sebelum kemudian ia menutup set pertama dengan kemenangan 6-4. Situasi serupa terulang pada set kedua, Janice mampu membuka set tersebut dengan keunggulan 4-0. Yastremska berhasil mencuri satu gim untuk mengubah skor menjadi 4-1, namun itu menjadi satu-satunya gim yang mampu dimenangi Yastremska pada set kedua, sebab setelah itu Janice melaju mulus untuk mengunci kemenangan meyakinkan 6-1 sekaligus mengamankan tiket ke putaran selanjutnya.

Janice Tjen Cetak Sejarah, Tembus Top 50 WTA

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen mencetak sejarah baru bagi dunia tenis nasional setelah berhasil menembus peringkat 50 besar dunia Women’s Tennis Association (WTA). Janice kini menempati peringkat 47 dunia, sekaligus menjadi petenis putri Indonesia pertama yang mencapai pencapaian tersebut di abad ini. Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang tenis putri Indonesia sejak era legenda Yayuk Basuki yang terakhir menembus jajaran elite dunia pada 1998. Pencapaian Janice tidak lepas dari penampilan impresifnya dalam sejumlah turnamen internasional, termasuk Australian Open 2026. Performa konsisten Janice sepanjang musim ini turut ditandai dengan keberhasilannya meraih gelar juara pada turnamen di Chennai. Hasil positif itu menjadi momentum penting yang mendorong lonjakan peringkat dunia miliknya. Keberhasilan Janice dinilai sebagai sinyal kebangkitan tenis Indonesia di level internasional. Atlet muda tersebut menunjukkan perkembangan signifikan melalui permainan agresif dan mental bertanding yang semakin matang saat menghadapi lawan-lawan papan atas dunia. Setelah mencetak pencapaian bersejarah, Janice tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan perjuangannya pada turnamen WTA 500 Abu Dhabi yang berlangsung pekan ini. Turnamen tersebut menjadi ajang penting bagi Janice untuk mempertahankan konsistensi performa sekaligus berpotensi meningkatkan posisinya dalam peringkat dunia. Keikutsertaan Janice di turnamen level tinggi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet tenis Asia yang patut diperhitungkan di kancah internasional. Dukungan publik Indonesia dinilai menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya ke depan. Dengan usia yang masih muda dan performa yang terus menanjak, Janice Tjen berpeluang mencatatkan lebih banyak prestasi sekaligus membuka harapan baru bagi kebangkitan tenis putri Indonesia di panggung dunia.

Keren! Janice Tjen tekuk unggulan di laga pembuka Australian Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak kedua Australian Open setelah mengalahkan unggulan ke-22 Leylah Fernandez dengan straight set pada babak pertama di ANZ Arena, Melbourne Park, Selasa. Janice yang untuk pertama kalinya masuk dalam undian utama Grand Slam itu mengawali penampilannya dengan kuat. Meski lawannya yang merupakan runner-up US Open 2021 bangkit pada set kedua, Janice sukses melewati tiebreak untuk mengemas kemenangan dengan 6-2, 7-6(1). Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 43 menit itu, Janice unggul tipis atas Leylah dengan catatan empat ace dan 17 winners, serta sukses mengonversi empat dari tujuh peluang break point, demikian statistik pertandingan dikutip dari laman resmi Australian Open. Pada set pertama, Leylah berhasil mencuri keunggulan melalui gim pertama yang berlangsung alot. Namun, Janice dengan mudah menyamakan kedudukan. Petenis Kanada itu kemudian kembali memimpin dengan mengambil gim ketiga, namun sejak itu Janice mengambil alih pertandingan dengan memenangi lima gim beruntun. Set kedua berlangsung ketat dengan kedua petenis saling berkejar-kejaran angka. Janice sempat unggul 3-1, namun Leylah mencoba membalikkan keadaan dengan unggul 4-3. Tak menyerah begitu saja, Janice memaksa set ketiga ke tiebreak saat ia menyamakan kedudukan 6-6. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu hanya kehilangan satu poin saat kedudukan 3-1, kemudian menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Australian Open 2026 merupakan Grand Slam kedua bagi Janice setelah US Open tahun lalu ketika ia berjuang dari babak kualifikasi untuk mencapai undian utama. Dalam turnamen major pertamanya itu, Janice juga berhasil melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan petenis unggulan ke-24 saat itu Veronika Kudermetova. Namun, ia terhenti di tangan Emma Raducanu pada babak kedua. Selain sektor tunggal, Janice juga akan turun di sektor ganda bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Mereka baru saja meraih gelar WTA 250 Hobart pekan lalu. Janice/Piter juga sukses mengangkat trofi pada WTA 250 Guangzhou Oktober lalu, yang menjadi gelar ganda WTA pertamanya sebelum kembali menempati podium teratas pada WTA 250 Chennai bersama kompatriotnya Aldila Sutjiadi pada pekan selanjutnya.

Janice Tjen Juara Ganda WTA Hobart

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen membawa modal berharga jelang tampil di turnamen Grand Slam Australian Open 2026 setelah menjuarai sektor ganda putri WTA 250 Hobart International bersama pasangannya asal Polandia, Katarzyna Piter. Bermain di Hobart International Tennis Centre, Australia, Sabtu, Janice/Piter tampil dominan pada partai final dengan menundukkan pasangan Belgia–Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova, dalam dua set langsung 6-2, 6-2. Gelar juara di Hobart menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Janice yang akan langsung bertolak ke Melbourne untuk mengikuti Australian Open 2026, turnamen Grand Slam pertama musim ini yang akan berlangsung pada 18 Januari hingga 1 Februari. Keberhasilan tersebut juga mengantar Janice meraih gelar ganda WTA ketiga sepanjang kariernya, sekaligus menjadi gelar kedua yang diraih bersama Katarzyna Piter. Sebelumnya, Janice dan Piter sukses menjuarai turnamen WTA 250 Guangzhou Open 2025 di China. Sementara satu gelar ganda lainnya diraih Janice di Chennai Open 2025, India, saat berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Pada turnamen yang sama, Janice juga berhasil merebut gelar sektor tunggal putri. Gelar Hobart International turut mengerek peringkat ganda Janice ke posisi 67 dunia, sekaligus memperkuat posisinya menjelang persaingan ketat di Australian Open 2026. Di Melbourne Park, Janice dijadwalkan kembali tampil bersama Piter di sektor ganda putri dan akan menghadapi pasangan tuan rumah Australia, Daria Kasatkina dan Arina Rodionova, pada babak pertama. Sementara di sektor tunggal, Janice akan berjumpa petenis Kanada Leylah Fernandez. Indonesia juga memiliki satu wakil lainnya di Australian Open 2026, yakni Aldila Sutjiadi. Aldila akan turun di sektor ganda putri bersama petenis Italia Giuliana Olmos dan dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Maddison Inglis dan Destanee Aiava pada laga pembuka. Sebelumnya, Aldila/Olmos harus terhenti di perempat final Hobart International setelah kalah dari pasangan unggulan ketiga Eri Hozumi/Wu Fang Hsien dengan skor 1-6, 3-6.

Janice Tjen Tutup Tahun 2025 Dengan Peringkat 50an Dunia

Janice Tjen

Tahun 2025 menjadi tahun yang manis bagi petenis muda Indonesia, Janice Tjen. Bisa tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan menempati ranking 53-54 an dunia, hingga mempersembahkan dua medali emas di SEA Games 2025 Thailand. Olahraga tenis Indonesia punya bintang baru di arena profesional, Janice Tjen. Pada 2025, petenis berusia 23 tahun ini mendapat banyak pengalaman yang membanggakan. Dia tampil di arena Grand Slam dan WTA Tour, menjuarai turnamen WTA 250, dan membuatnya naik 350+ peringkat dan menempati ranking 54 dunia. Momen-momen itu didapatnya pada tahun pertama dalam persaingan WTA Tour, tepatnya sejak Agustus lalu. Prestasinya tidak berhenti di situ, di pentas tenis Asia Tenggara, Janice Tjen berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu perunggu untuk Indonesia. Dua medali emas diraih dari nomor beregu putri dan ganda putri di ajang SEA Games Thailand. Dua medali emas menjadi bukti nyata kerja kerasnya sepanjang tahun. “Mengakhiri turnamen terakhir tahun ini dengan dua medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games adalah prestasi yang membanggakan” kata Janice Tjen. Catatan prestasi ini tentu menjadi modal besar bagi Janice Tjen untuk melanjutkan perjalanannya membawa harum olahraga tenis Indonesia di kancah dunia. Bonus Rp1 miliar dari pemerintah atas prestasinya telah mendapat peruntukan yang jelas dan strategis untuk biaya turun di Women’s Tennis Association (WTA) Tour musim depan. “Saya senang di SEA Games Thailand ini bisa mempersembahkan medali emas. Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi,” ujar Janice.

Janice dan Aldila Raih Gelar Juara Ganda Chennai Open

Janice dan Aldila

Duo petenis Indonesia Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar ganda WTA 250 Chennai Open di India. Janice/Aldila yang menempati unggulan kedua sukses mengalahkan unggulan teratas pasangan Australia-Rumania Monica Niculescu/Storm Hunter dengan skor 7-5, 6-4, demikian WTA. Keduanya sukses mengonversi empat dari enam break point atau sekitar 66,7 persen lebih banyak dari lawannya yang mengonversi dua dari empat peluang break point. Servis kuat masih menjadi senjata besar Aldila dan Janice dengan 77,5 persen poin servis pertama. Duet petenis Indonesia tersebut juga mencatatkan satu ace selama satu jam 21 menit laga final berlangsung. Dalam perjalanan meraih gelar, Janice/Aldila harus mengalahkan petenis Indonesia lainnya, yakni Priska Nugroho, yang berpasangan dengan Sofya Lansere pada babak pertama dengan rubber set. Selanjutnya, Janice/Aldila melangkah mulus ke semifinal dengan kemenangan straight set atas pasangan tuan rumah. Namun, mereka mendapatkan perlawanan cukup keras dari pasangan India lainnya pada semifinal untuk menyelesaikan pertandingan dengan rubber set. Gelar di Chennai merupakan gelar bersama pertama ganda WTA bagi pasangan Janice dan Aldila. Pada awal Oktober mereka sukses menjuarai ajang di Suzhou, namun gelar tersebut tidak masuk dalam hitungan WTA dikarenakan ajang level 125 WTA serupa dengan Challenger. Bagi Janice, kemenangan tersebut merupakan gelar kedua setelah meraih gelar ganda WTA 250 Guangzhou Open di China pekan lalu. Chennai Open juga menjadi saksi kesuksesan Janice meraih gelar tunggal WTA pertama, melengkapi kesuksesan sebelumnya, menjuarai WTA 125 Jinan di China pada pertengahan Oktober.

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai

Janice Tjen Juara dan Cetak Sejarah di Chennai Open 2025

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen , mengukir sejarah usai keluar sebagai juara Chennai Open 2025. Pasalnya, Janice berhasil memecahkan puasa gelar tunggal putri di turnamen WTA Tour selama 23 tahun lamanya. Janice mengunci gelar juara usai kalahkan Kimberly Birrell lewat dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-3. Pertandingan tersebut berlangsung di SDAT Tennis Stadium, Chennai, India, Minggu (2/11/2025) malam WIB. Kemenangan yang berhasil dikunci itu juga sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal putri Indonesia di WTA Tour selama 23 tahun. Terakhir kali, petenis Indonesia yang menjuarai rangkaian WTA Tour adalah Angelique Widjaja pada 2002 silam. “Kemenangan ini memecah puasa gelar tunggal putri di WTA Tour selama 23 tahun sejak Angelique Widjaja menjuarai Pattaya Open tahun 2002,” tulis akun instagram resmi PELTI, Senin (3/11/2025). Kesuksesan Janice di Chennai Open 2025 sekaligus mempertegas bahwa dirinya sudah berada di level elite dunia. Gelar juara tersebut juga membuat ranking WTA dirinya melesat 29 tingkat ke peringkat 53 dunia. “Sangat fantastis dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Terus melangkah, Janice! Indonesia bangga padamu!,” lanjut PELTI.

Janice Tjen Sabet Gelar Juara WTA Pertama di China

Swafoto Janice Tjen Bersama Sang Pelatih

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil menjuarai WTA 125 Jinan Open di China, Sabtu, seusai mengalahkan petenis Hungaria Anna Bondar dengan 6-4, 4-6, 6-4. Unggulan ketiga dalam turnamen itu sukses menaklukkan lawannya yang merupakan unggulan kedua dalam dua jam 25 menit, demikian catatan WTA. Meski lawan mencatatkan ace lebih banyak, Janice menciptakan lebih banyak peluang break point — mengonversi tiga dari 11 — dengan servis menjadi senjata kuatnya. Dalam perjalanannya meraih gelar di Jinan, Janice harus berjuang keras pada babak pembuka. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu kemudian menang straight set pada babak kedua dan perempat final. Ia sempat kesulitan pada semifinal tetapi sukses menundukkan lawannya yang unggulan keenam untuk mencapai babak akhir. Kemenangan Jinan Open menjadi gelar pertama di sektor tunggal bagi Janice dalam sirkuit tur WTA. Sebelumnya, Janice bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi meraih gelar ganda WTA 125 Suzhou di China pada awal bulan ini. Sebelum tur Asia, petenis yang kini berada di peringkat 98 dunia itu menjadi runner up dalam debut WTA-nya pada ajang WTA 250 Sao Paulo di Brasil pada pertengahan bulan lalu, yang menjadi batu loncatan peringkatnya dari 130 dunia melesat ke-103 dunia. Gelar Jinan Open juga menambah daftar kesuksesan Janice pada tahun ini setelah berhasil tampil di Grand Slam perdananya, US Open. Di turnamen major lapangan keras Amerika Serikat itu Jancie tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi untuk lolos ke babak utama. Ia tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova sebelum dikalahkan oleh Emma Raducanu di babak kedua. Janice juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004. Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat — dari nomor 371 ke nomor 149. Sumber: ANTARA

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Juara WTA 125 Suzhou

Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen

Duet atlet tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen berhasil menjadi juara Ganda Putri WTA 125 Suzhou di Cina pada 5 Oktober 2025 usai menang dari pasangan petenis Polandia-Jepang, Katarzyna Kawa/Mokoto Ninomiya dengan skor 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung 1 jam, 14 menit. “Selamat kepada Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen yang telah meraih gelar juara ganda putri WTA 125 Suzhou. Prestasi ini sangat membanggakan Indonesia di kancah dunia,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Terima kasih atas kerja keras kalian, semoga ini menjadi motivasi untuk meraih gelar juara berikutnya,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Momen ini menjadi bukti bahwa atlet tenis Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Saya berharap, akan muncul atlet-atlet tenis lainnya yang mengikuti jejak Aldila dan Janice,” sambungnya. Kedua pasangan ini juga merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2023 Hangzhou. “Terima kasih atas pembinaan yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP.Pelti) yang dipimpin Bapak Nurdin Halid dan juga KONI Provinsi, karena melakukan pembinaan dengan baik, mulai sosialisasi, penjaringan, hingga penyaringan sampai mendapat atlet bertalenta,” lanjutnya.

ITF Widjojo Soejono ke-42 Digelar, Hadirkan 20 Negara dan 550 Atlet

ITF Widjojo Soejono ke-42

Turnamen tenis internasional bergengsi, ITF Widjojo Soejono International Junior Championships edisi ke-42, pada tahun ini resmi dimulai pada Senin (29/9/2025). Ajang warisan dari penggagas turnamen tenis berkelas internasional ini, almarhum Widjojo Soejono, kembali menjadi panggung bagi atlet muda berbakat dari dalam dan luar negeri. Putra Widjojo Soejono, Roy Pandu Widjojo menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen ini adalah bentuk amanah keluarga untuk terus melanjutkan perjuangan Widjojo Soejono dalam memajukan tenis Indonesia. “Meskipun beliau sudah tiada, semangatnya tetap hidup. ITF Widjojo Soejono ini bukan hanya turnamen, tetapi juga kesempatan emas bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk bertanding di level internasional tanpa harus keluar negeri,” ujar Roy. Turnamen yang masuk kalender resmi International Tennis Federation (ITF) dan Pengurus Pusat PELTI ini tercatat diikuti oleh 20 negara dengan total 550 atlet dari berbagai kelompok usia. Khusus kategori internasional junior, jumlah peserta mencapai 120 atlet yang siap bersaing memperebutkan poin ranking dunia. Ketua Pengprov PELTI Jatim, Ismed Jauhar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari jumlah peserta maupun kualitas pertandingan. “Turnamen ini menjadi ajang berjenjang. Atlet usia 8 hingga 16 tahun di level nasional, kemudian bisa melanjutkan ke level internasional di usia 18. Banyak jebolan turnamen ini yang kemudian berprestasi di ajang dunia, seperti Aldila Sutjiadi dan Janice Chen,” katanya.

Akhiri Penantian 21 Tahun, Petenis Indonesia Tembus US Open 2025

Janice Tjen

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke babak utama US Open 2025. Ia menjadi atlet tenis tanah air pertama yang mencatatkan pencapaian tersebut di Grand Slam kategori tunggal sejak Angelique Widjaja di US Open 2004. Adapun Janice Tjen lolos ke babak utama setelah tampil dominan melawan wakil Jepang Aoi Ito dalam kualifikasi tunggal putri round 3 yang digelar Jumat (22/8/2025) malam WIB. Peraih medali perunggu Asian Games 2022 Hangzhou di nomor ganda putri itu menang dua set langsung dengan skor 6-1 serta 6-2. “(Hasil) ini sangat berarti buat saya. Saya berusaha agar tidak terlalu memikirkan (kelolosan ke babak utama) dan hanya mencoba memberikan yang terbaik lalu membiarkan hasilnya membawa saya,” ujar Janice Tjen pasca laga, dilansir dari Washington Post. “Akan tetapi, keberhasilan mengulang (pencapaian) ini lagi setelah lebih dari 20 tahun, rasanya luar biasa,” sambung petenis berusia 23 tahun tersebut. Adapun selepas keberhasilan mencapai babak utama US Open 2025, Janice Tjen selanjutnya telah dinanti oleh Veronika Kudermetova di partai pertama. Wakil Indonesia menghadapi lawan cukup berat sebab Kudermetova diketahui merupakan petenis unggulan ke-24 turnamen berusia 28 tahun. Duel antara keduanya akan digelar pada Minggu (24/8/2025) pukul 13.00 waktu setempat atau Senin (25/8/2025) pukul 00.00 WIB. Keberhasilan menembus babak utama US Open 2025 tak ayal menambah panjang daftar pencapaian Janice Tjen tahun ini. Sebagai informasi, atlet kelahiran Jakarta, 6 Mei 2002 itu sempat menjadi finalis urnamen ITF W75 Lexington dan ITF W100 Landisville awal bulan ini. Pencapaian ini langsung mendongkrak posisinya hingga berhasil menempati peringkat 200 besar dunia. Sebelumnya, Janice Chen juga sukses menyabet predikat ITF Player of the Month edisi Mei dan Juni menyusul keberhasilan dia mengukir 42 kemenangan set secara berturut-turut.

Keren! Janice Back-To-Back ITF World Tennis Tour Player of the Month

Janice Tjen

Petenis putri Indonesi,a Janice Tjen kembali dinobatkan sebagai “player of the month” untuk Juni oleh ITF World Tennis Tour, federasi tenis internasional penyelenggara turnamen tenis internasional tingkat pemula dan menengah. Ini merupakan bulan kedua beruntun Janice menyandang predikat tersebut setelah pada Mei petenis kelahiran Jakarta itu juga meraih penghargaan tersebut. “Terpilih sebagai Player of the Month lagi benar-benar sangat berarti bagi saya,” kata Janice dikutip dari laman resmi ITF, Jumat. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang tak henti-hentinya dari pelatih, keluarga, dan sponsor saya. Kepercayaan mereka kepada saya telah membantu saya melewati setiap tantangan, dan saya tidak akan berada di tempat saya sekarang tanpa mereka.” Petenis berusia 23 tahun itu meningkatkan performanya pada Juni dengan empat gelar berturut-turut selama bulan tersebut sekaligus mencatatkan lima gelar dan 25 kemenangan pertandingan berturut-turut. Janice memulai Juni dengan performa gemilang di W15 Maanshan, di mana ia memenangi gelar tanpa kehilangan satu set pun, dan mengulangi prestasi itu satu pekan kemudian di W35 Luzhou. Ia mempertahankan momentumnya dengan mengklaim gelar terbesar dalam karirnya di W50 Taizhou, sekali lagi tanpa kehilangan satu set pun. Janice mempertahankan performa sempurnanya dengan gelar lainnya di W35 Taipei pada akhir bulan, meskipun kemenangan beruntun 42 set harus berakhir di babak kedua. Sebagai hasil dari kerja keras luar biasa pada Juni, Janice kini menjadi peraih gelar terbanyak di ITF World Tennis Tour tahun ini dengan enam gelar. Kini, Janice telah mengoleksi total 13 gelar World Tennis Tour atas namanya, dan semakin mendekati peringkat 200 teratas dalam peringkat WTA. Sumber: ANTARA

Janice Tjen Juara ITF W35 Goyang di Korea Selatan

Janice Tjen

Petenis Indonesia, Janice Tjen, berhasil menjuarai turnamen ITF W35 Goyang di Korea Selatan, Minggu. Pada partai final, petenis berusia 23 tahun tersebut, menundukkan unggulan kelima asal China, Lin Zhu, dengan skor 6-4, 6-1. “Dua pekan yang luar biasa. Senang dapat gelar tunggal dan bisa revans di final,” ujar Janice dikutip dari laman Tenis Indonesia, Minggu. Janice saat ini menghuni peringkat 372 dunia tunggal WTA. Bagi Janice, kemenangan ini semakin istimewa karena Lin Zhu merupakan lawan yang menyingkirkannya pada putaran ketiga Asian Games Hangzhou 2023. Lin Zhu yang saat ini berada di posisi WTA 305, pernah menduduki posisi ke-31 dunia. Janice melaju ke final turnamen ini dengan cukup mulus. Pada semifinal, Janice menang 7-5, 6-1 atas petenis Jepang Saki Imamura. Sebelumnya ia mengatasi perlawanan wakil China lainnya, Yidi Yang, dengan skor 6-1, 6-0 pada perempat final, dan menang 6-2, 6-1 atas Sofya Lansere pada putaran kedua. Sebelum menjuarai turnamen ini, Janice juga tampil impresif di arena yang sama pada pekan sebelumnya. Ia berhasil mencapai final nomor tunggal dan meraih gelar juara di nomor ganda bersama Saki Imamura dari Jepang. Pada pekan depan, Janice dijadwalkan tetap berkompetisi di Korea Selatan dan mengikuti turnamen ITF W35 di Changwon, yang berjarak sekitar empat jam perjalanan darat dari Seoul. Petenis muda itu kini telah mengoleksi delapan gelar tunggal dan tiga gelar ganda turnamen entry level dalam kariernya di ITF Women’s World Tennis Tour.

Yuk! Intip Kegiatan Tenis Putri Indonesia di Masa #dirumahaja

Aldila Sutjiadi Petenis putri Indonesia

Di situasi pandemic virus Covid-19 ini, kita sangat perlu untuk selalu mencoba mengisi waktu dengan sesuatu yang positif supaya kita dapat menjaga kesehatan dan produktif. Nah, mungkin #SobatmudaNYSN penggemar tenis, bisa checkout kegiatan tenis putri Indonesia sambil mendukung kampanye #dirumahaja. Beberapa waktu lalu, akun instagran resmi PELTI (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia) @tennisindonesiaofficial melakukan Bincang Atlit Tenis melalui aplikasi Zoom yang menghadirkan 5 petenis putri Indonesia di antaranya Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, Priska Nugroho, Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies. Sebagai moderator adalah Wilson Hidayat. Dalam sesi 40 menit, mereka berbagi cerita seputar kegiatan masing-masing pada saat #dirumahaja. Sangat menarik untuk #SobatMudaNYSN karena bisa berinteraksi langsung dengan idola kita masing-masing secara online. Akun Instagram Aldila Sutjiadi @dila11 juga berbagi tips workout yang bisa dilakukan di rumah untuk menjaga performance dan persiapan untuk event ke depan. Jessy Rompies juga berbagi tips yang tidak kalah menarik melalui akun Instagram nya @jessy_rompies View this post on Instagram A post shared by jessy rompies (@jessy_rompies) View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) So, #SobatMudaNYSN, stay inspired, stay healthy and active ya!

Skuad Fed Junior Indonesia Incar Rangking 100 Dunia, PP Pelti : Pengganti Yayuk Basuki !

Tim Piala Fed Junior 2018 yang terdiri dari (ki-ka) Priska Madelyn Nugroho , Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara serta Ryan Tanujoyo, lolos ke putaran final di Hungaria. (vavel.com)

Jakarta– Petenis junior Indonesia, Priska Madelyn, menargetkan bisa menembus peringkat 100 besar dunia junior pada akhir 2018. “Saya saat ini di posisi 164. Pada akhir 2018, targetnya naik ke peringkat 100 besar dunia,” kata Priska, saat penyambutan tim Piala Fed Junior, di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (22/4). Untuk mencapai posisi tersebut, Priska menargetkan rutin mendulang poin dari turnamen yang akan dia ikuti sampai akhir tahun, yakni satu hingga dua turnamen setiap bulan. Dalam waktu dekat, Priska akan berlaga di turnamen level Grade 4, Malacca Internasional Junior Championship, pada 8-13 Mei 2018, di Malaysia. “Tapi di Malaysia ini saya tidak mau menganggap remeh dan tetap mewaspadai lawan-lawan yang akan dihadapi karena kualitasnya tidak sembarangan. tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Priska. Turnamen yang akan diikuti Priska ini diketahui usai dara yang akan berusia 15 tahun itu, selesai membela Indonesia dalam babak kualifikasi Piala Fed Junior 2018 zona Asia/Oseania. Selain Prsika, tim Indonesia terdiri dari Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara Di kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania, Indonesia harus puas hanya menjadi runner-up paska dua kali kalah dari Jepang saat bertemu di fase grup dengan kedudukan 0-2, dan yang kedua saat partai final oleh Australia. Meski menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018, bersama dengan Australia, Jepang, dan Hong Kong. Negara-negara tersebut menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali, Indonesia mencicipi babak dunia, yakni pada sembilan tahun lalu (2009). Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang, serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) menilai capaian lolos ke babak dunia ini sinyal kebangkitan tenis Indonesia. “Dari tim Fed junior, semoga muncul pengganti Yayuk Basuki dan pemain senior lainnya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti Susan Soebakti, saat penyambutan tim Fed Junior. Ke depannya, Pelti menyatakan akan mempersiapkan tim untuk berlaga di babak dunia Fed Junior pada September mendatang. “Mereka tetap ikut pertandingan dalam persiapan menuju Hungaria. Termasuk pengiriman tur ke luar negeri akan direalisasikan seperti instruksi Ketua Umum,” kata Susan. Selain berbagai persiapan mandiri para atlet dan oleh federasi, jelang tampil di babak dunia Fed Junior, Ketua Umum PP PELTI, Rildo Ananda Anwar berencana memberikan fasilitas wild card pada tim Fed Junior di event Indonesia Women’s Circuit berhadiah total 15 ribu dolar AS, di Solo, Jawa Tengah, pada bulan Juli. (art) Tim Piala Fed Junior Indonesia 2018 1. Priska Madelyn Nugroho 29 Mei 2003 ITF-165 2. Janice Tjen 6 Mei 2002 ITF-213 3. Nadya Dhaneswara 5 Januari 2002 Kapten: Ryan Tanujoyo 7 mei 1982

Unggul Rangking Tak Jaminan, Putri Indonesia Runner-up Kualifikasi Fed Junior 2018

Tim Putri Piala Fed Junior Indonesia (merah), berfoto dengan tim Fed Junior Australia, usai kalah 0-2 di partai final Kualifikasi. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia harus puas menjadi runner-up kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania 2018 usai langkah gemilangnya terhenti di partai puncak. Pada Sabtu (21/4), tim putri Indonesia menyerah kepada Australia 0-2 dalam final di lapangan tenis Serawak Lawn Tennis Association, Kuching, Malaysia. Meski di atas kertas Indonesia punya komposisi pemain yang lebih baik, hal ini tak menjamin tim Merah Putih melenggang di zona Asia/Oseania. Di partai pembuka, tunggal kedua Indonesia, Janice Tjen, takluk dari Anastasia Berezov dalam pertarungan dua set berdurasi 55 menit yang berkesudahan 2-6, 0-6. Peringkat junior ke-213 dunia ini kalah straight set, dari lawan yang bertengger di posisi ke-417 itu dengan skor akhir 2-6 dan 0-6. “Saya agak capek hari ini, kaki terasa berat melangkah sepanjang pertandingan final tadi,” tutur Janice usai laga. Pada partai berikutnya, tunggal utama Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, juga tidak mampu mencetak angka penyeimbang usai kalah dari ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki, dalam pertarungan dua set satu jam 10 menit yang berkesudahan 4-6, 3-6. Meskipun menjadi runner-up, Indonesia berhak berlaga dalam grup dunia Piala Fed Junior yang berlangsung di Budapest, Hungaria, September 2018 mendatang bersama dengan Australia, Jepang dan Hong Kong, yang menjadi empat terbaik di kawasan Asia/Oseania. Terakhir kali Indonesia mencicipi babak dunia, Pada sembilan tahun lalu, 2009. Saat itu, Indonesia mewakili zona Asia/Oseania bersama Australia, Jepang serta China untuk berlaga di Luis St Potosi, Meksiko, dan finis di posisi ke-9. “Selamat pada tim atas raihan ini, saya bangga atas mereka karena capaian ini lebih baik dari 2009 lalu, saat itu di playoff kita hanya semifinal, sedangkan saat ini kita bisa sampai final,” kata Ketua Umum Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar, dilansir Antara. Meskipun menjadi runner-up, Rildo menilai permainan tim Indonesia sangat baik dan hanya kalah jam terbang dari tim Australia dan Jepang yang dihadapi Indonesia di fase grup. “Dari yang saya ikuti, dua kekalahan kita di kualifikasi Piala Fed Junior 2018, karena kalah jam terbang dari Australia dan Jepang. Karenanya setelah mereka pulang kami akan susun program untuk pemain bertanding di berbagai turnamen luar negeri dan dalam negeri,” ucap Rildo berharap. Setelah kualifikasi Piala Fed Junior zona Asia/Oseania ini, Rildo menyebutkan pihaknya akan memberi fasilitas “wild card” pada tim Indonesia yang terdiri dari Janice Tjen, Priska Madelyn dan Nadya Dhaneswara, dalam kejuaraan Indonesia Women`s Future berhadiah total 15 ribu dolar AS dalam waktu dekat. (Art)

Putri Indonesia Ladeni Australia di Final Piala Fed Junior, Siapkan Kado Spesial Hari Kartini

Tim putri Indonesia bakal meladeni Australia di Final Piala Fed Junior 2018., pada Sabtu (21-4), di Khucing, Malaysia. (net)

Jakarta- Tim putri Indonesia berhasil menjejak babak akhir Piala Fed Junior Kualifikasi Asia Oseania 2018, di Kuching, Malaysia. Pada semi final, Jumat (20/4), regu yang menempati posisi unggulan kelima itu menumbangkan seeded kedua, Hong Kong, dengan skor 2-0. Petenis tunggal kedua Indonesia yang tampil partai pembuka, Janice Tjen menang atas Sheena Jade Masuda Karrasch. Peringkat junior ke-213 dunia itu unggul straight set, 6-4 6-3 dalam waktu satu jam lima menit. Dan, Priska Madelyn Nugroho memastikan kemenangan atas Hong Kong setelah mengalahkan Hoi Ki Jenny Wong 6-3 6-3. “Lawan Hong Kong terasa mudah karena mereka tampil tanpa petenis nomor satunya, yang cedera setelah laga alot di perempat final. Jadi, saya lawan pemain kedua dan Janice ketemu urutan ketiga,” ujar Priska usai laga. Sama halnya dengan Indonesia, Hong Kong juga harus melakoni pertarungan sengit di babak delapan besar untuk menentukan pemilik empat tiket sebagai wakil zona Asia Oseania, ke putaran final dunia di Hungaria, September 2018. Lolosnya Indonesia, Thailand dan Hong Kong, bukan tanpa ujian. Mereka harus melalui partai ketiga yakni ganda, yang harus digelar pada Jumat (20/4), lantaran tertunda sehari akibat hujan mengguyur lapangan, sejak Kamis (19/4) siang. Duet Janice dan Priska menyudahi perlawanan pasangan Thailand, Supapitch Kuearum/Mai Napatt Nirundorn, dengan skor 7-5 6-0. Sementara ganda Hong Kong, Ho Iki Jenny Wong/Hong Yi Cody Wong harus mengalami super tie break untuk mengandaskan wakil Korea Selatan, Bo Young Jeong/Yeonwoo Ku, dengan skor 2-6 7-6(5) [10-5]. Pada final, Sabtu (21/4), Indonesia akan meladeni unggulan keenam, Australia yang secara mengejutkan menyingkirkan Jepang di semifinal. “Peluang sih fifty-fifty,” tutur Janice dan Priska, kompak. Di atas kertas, srikandi Indonesia punya materi lebih baik dibanding tim Negeri Kanguru. Tunggal utama Merah Putih, Priska Madelyn Nugroho berperingkat ke-165 dunia, jauh di atas ujung tombak Australia, Olivia Maria Gadecki yang ada di posisi ke-219 dunia. Sedangkan Janice Tjen (ITF-213), jauh di atas Annerly Poulos (401). “Pokoknya kami akan coba semaksimal mungkin memanfaatkan peluang yang ada,” cetus keduanya. Namun, apapun hasil final nanti, keberhasilan trio Priska, Janice dan Nadya Dhaneswara serta kepten Ryan Tanujoyo melaju ke putaran dunia pada ajang petenis kelompok umur 16 tahun itu adalah prestasi langka bagi tenis Indonesia. Terakhir kali, Indonesia mencicipi pentas dilevel dunia Piala Fed Junior pada 2009. Menempati posisi keempat babak penyisihan zona Asia Oseania yang berlangsung di, Australia, trio Grace Sari Ysadora, Cynthia Melita dan Rekyan Woro serta kapten Deddy Tedjamukti finis di posisi kesembilan babak final dunia di Mexico. (Adt)