Pemanasan Jelang SEA Games, Indonesia Kirim Empat Lifter ke Kejuaraan Dunia Junior

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Djoko Pramono mengatakan empat lifter akan bersaing di Kejuaraan Dunia Junior di Heraklion, Yunani, 2-10 Mei sebelum bertolak ke SEA Games Hanoi, Vietnam. Mereka adalah Windy Cantika Aisyah (kelas 49kg), Najla Khoirunnisa (45kg), Juliana Clarissa (55kg) untuk sektor putri. Sementara satu lifter putra yakni, Rizki Juniansyah yang akan tampil di kelas 73kg. “Kami tidak mau menjanjikan target muluk-muluk. Yang penting mereka tampil all-out, syukur-syukur mampu memecahkan rekor dunia,” kata Djoko Pramono dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022). Pada sisi lain, Djoko Pramono bersyukur karena Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengabulkan permintaan PABSI untuk memberangkatkan 13 lifter untuk berlaga di SEA Games Hanoi yang akan berlangsung pada 12-23 Mei. “Ketatnya prosedur pengiriman atlet ke SEA Games berdasarkan pantauan tim review terhadap prestasi atlet di Vietnam nanti, kami berterima kasih telah mengabulkan permintaan kami. semoga para atlet membalasnya dengan prestasi gemilang,” ujar Djoko Pramono menambahkan. Dalam kesempatan ini, dia juga menyambut dengan tangan terbuka kehadiran kembali lifter Eko Yuli Irawan di Pelatnas PABSI. Ia mengatakan, Eko merupakan bagian dari PABSI juga. “Sebagai senior, Ia diharapkan mampu membimbing adik-adiknya di Pelatnas,” kata Djoko. Menyinggung soal peta persaingan di ajang SEA Games Hanoi, Djoko mengatakan pihaknya mewaspadai kemunculan kembali para lifter Thailand yang telah bebas dari sanksi doping. Lifter tuan rumah Vietnam dan Filipina juga diwaspadai.

Asa Lifter Muda Indonesia Pecahkan Rekor di Kejuaraan Dunia

Asa Lifter Muda Indonesia Pecahkan Rekor di Kejuaraan Dunia

Lifter muda Indonesia, Rizki Juniansyah, ingin memecahkan rekor dunia kelas 73 kilogram (kg) dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2022 pada 1-8 Mei di Yunani. Sebelumnya Rizki memecahkan tiga rekor dunia kelas 73kg junior dalam Kejuaraan Dunia Junior 2021. Lifter kelahiran Banten ini total membukukan 349kg, dengan rincian 155kg snatch dan 194kg clean and jerk. Adapun rekor dunia angkat besi kelas 73kg kategori senior dipegang Shi Zhiyong. Lifter asal China ini membukukan total angkatan seberat 364kg. Rekor itu dicetak Shi Zhiyong dalam Olimpiade 2020. Rinciannya, snatch 169kg dan clean and jerk 198kg. Mengingat usianya masih 18 tahun, anak dari mantan lifter nasional, Mohamad Yasin ini percaya diri ke depan bisa melampaui torehan Zhiyong. Untuk saat ini ia fokus memecahkan rekor kategori junior terlebih dahulu. “Sekarang, sih, angkatan snatch sudah 160kg dan clean and jerk 195kg. Itu yang terbaik sekarang untuk persiapan kejuaraan dunia di Yunani,” kata Rizky dilansir CNNIndonesia.com. “InsyaAllah kalau target di Yunani pecah rekor dunia lagi. Setelah itu nanti pulang ke Indonesia, istirahat beberapa hari untuk berangkat SEA Games. InsyaAllah bisa memperbaiki yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya. Selain Rizki, PABSI akan mengirim tiga atlet putri di kejuaraan dunia ini. Ketiganya adalah Windy Cantika Aisyah di kelas 49kg, Najla Khoirunisa di kelas 45kg, dan Juliana Clarisa di kelas 55kg. Keempatnya akan berangkat ke Yunani pada Rabu (27/4). Windy Cantika yang meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dengan total angkatan 194kg, yaitu 84kg snatch dan 110 kg clean and jerk, percaya diri bisa mengukir prestasi. Namun atlet asal Jawa Barat ini tak mematok target khusus. “Windi hanya ingin dan berusaha memberikan yang terbaik. Doakan semoga bisa memberikan prestasi,” ucap atlet kelahiran 11 Juni 2002 ini di sela-sela Pelatnas angkat besi di Jalan Kweni, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Windy Cantika ke Kejuaraan Dunia Junior Sebelum SEA Games 2021

Windy Cantika ke Kejuaraan Dunia Junior Sebelum SEA Games 2021

Lifter putri Windy Cantika Aisah bakal terjun di Kejuaraan Dunia Junior sebelum tampil di SEA Games 2021. Ajang itu hanya sebagai sasaran antara. Kejuaraan Dunia Junior akan berlangsung di Heraklion, Yunani, mulai 2-10 Mei mendatang. Kemudian dua hari berikutnya, SEA Games 2021 Hanoi dimulai sampai 23 Mei mendatang. Meskipun waktunya mepet, PB PABSI tetap mengirimkan atletnya untuk mengikuti dua event tersebut. Termasuk salah satunya Windy Cantika Aisah. Pelatih Nasional Angkat Besi, Dirdja Wihardja mengatakan, ada lima lifter yang dikirim ke kejuaraan tersebut, namun hanya dua di antaranya yang lanjut ke multievent di Vietnam, pada 12 -23 Mei mendatang. “Dari kelima atlet itu hanya (Windy) Cantika dan Rizky (Juniansyah) yang ikut di SEA Games. Sementara tiga lainnya hanya untuk Kejuaaran Dunia Junior saja, di antaranya Muhammad Faathir dan Juliana Klarisa,” kata kata Dirdja ketika ditemui di Mess Kwini, Rabu (6/4/2022). Sebagai informasi, Rizki merupakan juara dunia junior 2021 di kelas 73 kg. Ia mendapatkan meraih medali emas pada angkatan snatch 155 kg dan clean and jerk 194 kg. Sementara Windy Cantika selain peraih medali emas SEA Games di kelas 49 kg, ia juga pemegang gelar juara dunia di angkatan snatch dengan angkatan terbaik 86 kg dan angkatan clean ad jerk 105 kg. “Yang jelas tujuannya untuk menambah jam terbang atlet karena tahun ini cukup berat. Sebab, November ini sudah mulai kualifikasi Olimpiade lagi,” Dirdja menegaskan. “Kami akan fokus raih tiket dulu semaksimal mungkin, kalau SEA Games dan Kejuaraan Dunia hanya sasaran antara saja,” dia mempertegas. Dirdja juga mengatakan tak akan mematok target khusus buat Windy dkk. Ia hanya ingin lifter-nya bisa tampil terbaik dengan persiapan yang sudah dijalani semaksimal mungkin selama Pelatnas ini.

Windy Cantika Akan Berlaga di Yunani dan SEA Games Vietnam

Windy Cantika Akan Berlaga di Yunani dan SEA Games Vietnam

Lifter muda Indonesia, Windy Cantika Aisah, direncanakan bakal berlaga dalam beberapa kejuaraan bergengsi. Diantaranya adalah Kejuaraan Dunia Junior di Yunani dan SEA Games Vietnam pada bulan Mei 2022 mendatang. Atlet berusia 20 tahun tersebut memohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia. Sebelumnya, lifter muda asal Kabupaten Bandung itu berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 di kelas 49 kg, cabang olahraga angkat besi. “Yang paling dekat ada event kejuaraan dunia junior di Yunani bulan Mei awal, dari situ enggak pulang ke Indonesia langsung ke Vietnam SEA Games. Jadi, SEA Games-nya bulan Mei juga, jadi punya waktu 2 minggu dari kejuaraan dunia ke SEA Games,” ujar Windy di Cimaung, Minggu (30/1). “Mohon doa dan dukungan, semoga Windy sehat selalu, dan mendapatkan yang terbaik,” sambungnya. Pada ajang SEA Games sebelumnya, Windy berhasil meraih emas. Windy tak mengungkapkan secara gamblang target untuk SEA Games selanjutnya. Atlet asal Kabupaten Bandung itu hanya meminta doa agar bisa memperoleh medali emas lagi. “Insyaallah mohon doanya saja (dapat emas). Rival terberat ada yaitu dari Thailand,” ungkap Windy. Windy memberikan pesan kepada generasi muda yang ingin menjadi atlet. Yang pertama adalah meminta restu dan doa orang tua. Selanjutnya, adalah harus berusaha dan berlatih semaksimal mungkin. “Minta restu kedua orang tua juga, minta doa orang tua juga, itu yang utamanya, keduanya kita yang harus berusaha, kita yang berlatih semaksimal mungkin, makan yang baik, istirahat yang baik kalau jadi atlet,” pungkasnya.

Rahmat Erwin Sabet 2 Emas Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Rahmat Erwin Abdullah kembali mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Baru-baru ini, ia menyabet dua medali emas masing-masing pada angkatan clean and jerk dan total angkatan dalam persaingan kelas 73 kg putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Jumat malam WIB. Dalam perebutan medali angkatan clean and jerk, lifter 21 tahun itu menjadi yang terbaik setelah pada angkatan ketiga mengangkat beban 192 kg. Rahmat Erwin membuka angkatan pertama dengan 180 kg dan kedua dengan 186 kg. Rahmat Erwin mengalahkan lifter Albania Briken Calja yang membawa pulang perak setelah membukukan angkatan terbaik clean and jerk 186 kg. Sementara perunggu diraih lifter Korea Selatan Hansol Jeong dengan angkatan terbaik 181 kg. Namun pada angkatan snacth, Rahmat Erwin hanya mampu menempati posisi kelima. Dia membuka laga dengan melakukan angkatan snacth 142 kg. Kemudian pada percobaan kedua dia mengangkat beban 147 kg dan terakhir 151 kg. Sementara medali emas angkatan snacth diraih Briken Calja dengan 156 kg. Suttipong Jeeram dari Thailand meraih perak dengan 154 kg dan Sergei Petrov wakil dari Federasi Angkat Besi Rusia membawa pulang perunggu usai mengangkat 153 kg. Dengan hasil tersebut, secara keseluruhan atau gabungan dari angkatan snacth dan clean and jerk, Rahmat Erwin memastikan medali emas dengan total angkatan 343 kg. Sementara perak diraih Calja Briken dengan total angkatan 342 kg dan Jeeram Suttipong membawa pulang perunggu setelah membukukan total angkatan 334 kg. Pelatih Kepala Pelatnas, Dirja Wihardja mengatakan dua emas yang diraih Rahmat Erwin merupakan konsistensi prestasinya setelah Olimpiade Tokyo 2020. “Total angkatan yang diraih Rahmat Erwin Abdullah mengalami peningkatan 1kg dari Olimpiade Tokyo 2020 lalu,” kata Dirja Wihardja dalam keterangan tertulis, Sabtu dini hari. Pada Olimpiade Tokyo, Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu dengan total angkatan 342 kg (150 kg snatch dan 190 kg pada clean and jerk). “Dengan penerapan strategi yang mumpuni tim pelatih dan sang ayah Erwin Abdullah berhasil membawa anaknya menjadi juara dunia, sehingga tahun ini komplet Indonesia memiliki dua juara dunia di dua kategori yakni junior adalah Rizky Juniasyah dan pada senior Rahmat Erwin Abdullah,” kata Kabid Binpres PABSI, Hadi Wihardja. Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengirim 14 atlet ke Tashkent. Mayoritas adalah lifter muda. Pada bagian putri ada nama Juliana Klarisa (kelas 55 kg), Sarah (59 kg), Najla Khoirunnisa (45 kg), Nelly (59 kg), Siti Nafisatuh Hariroh (49 kg), Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg), Restu Anggi (64 kg), dan Nurul Akmal (+87 kg). Sementara untuk putra selain Rahmat Erwin Abdullah, ada Muhammad Faathir (61 kg), Mohammad Yasin (67 kg), Triyatno (67 kg), Muhammad Zul Ilmi (89 kg), dan Satrio Adi Nugroho (55 kg).

Bogor Tuan Rumah Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Kejurnas-Angkat-Besi-Remaja-dan-Junior

Mulai hari ini, Minggu (21/11) hingga Rabu (24/11) mendatang, Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior. Kejuaraan ini terasa spesial, mengingat ini merupakaan kejuaraan angkat besi pertama yang digelar sejak pandemi covid-19. Berlokasi di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, kejuaraan ini diikuti 160 atlet. Dari jumlah itu, ada 79 atlet remaja dan 81 atlet junior. “Ini merupakan program pembinaan kami,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Sonny Kasiran. Lantaran alasan pandemi, peserta kejuaraan nasional (kejurnas) ini hanya dibatasi delapan atlet dari setiap pengurus provinsi. Kepala Bidang Prestasi PABSI, Hadi Wihardja, dalam kesempatan itu menyebut kejurnas akan menjadi lumbung atlet pelapis yang bisa menggantikan atlet putri Windy Cantika Aisah yang kini menjadi atlet pelatnas. Hadi Wihardja menyebut kejurnas juga akan menghasilkan banyak rekor baru dari angkatan snatch serta clean and jerk maupun total angkatan. Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021 mempertandingkan 14 kelas yakni 7 putri dan 7 putra baik kategori remaja maupun junior. “Kami menerjunkan tim pemandu bakat pada kejurnas ini,” ucap Hadi Wihardja. Untuk remaja putri ada laga kelas 40 kilogram hingga +64 kilogram. Di kelompok remaja putra ada kelas 49 kilogram hingga +81 kilogram. Kemudian, di kelompok junior putri ada kelas 45 kilogram hingga +71 kilogram. Ada juga pertandingan kelas 55 kilogram dan +89 kilogram putra di kelompok junior putra.

Incar Regenerasi, PABSI Gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Incar Regenerasi, PABSI Gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2021. Tujuan utama dari ajang ini adalah untuk menjaring atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan untuk menjadi penerus para atlet senior. Kejurnas Angkat Besi yang bergulir tanpa penonton ini digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, mulai 19-24 November mendatang. Total ada 133 atlet dari 18 Pengprov PABSI. Rinciannya, 79 atlet remaja dan 81 atlet junior. Ketua Panitia Penyelenggara Kejurnas, Sonny Kasiran, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian program pembinaan PABSI yang sempat tertunda karena Pandemi COVID-19. Tujuannya, memberikan ruang aktualisasi bagi para atlet muda supaya semangatnya tidak padam karena mereka terus melakukan latihan spartan meski terhalang pandemi, namun mereka juga butuh kompetisi. Namun, imbas pandemi yang belum sepenuhnya mereda pihaknya terpaksa membatasi jumlah atlet masing-masing Pengrov hanya membawa atlet 8 orang. “Ini kami sesuaikan dengan status level Pandemi COVID-19 di arena pertandingan untuk membatasi kerumunan dan tentunya tanpa penonton,” kata Sonny dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/11/2021). Kejurnas angkat besi remaja dan junior ini juga akan melibatkan tim khusus yang bertugas untuk memantau kiprah dan talenta para lifter muda yang diharapkan bisa jadi penerus Windy Cantika di masa depan. Kepala Bidang Prestasi (Binpres) PABSI, Hadi Wihardja berharap kejuaraan ini melahirkan bibit-bibit atlet pelapis yang kelak akan menggantikan posisi Windy Cantika Aisyah dan kawan-kawan untuk bergabung di Pelatnas Angkat Besi Kwini, Jakarta Pusat. “Mudah-mudahan banyak terjadi pemecahan rekornas baik dari Angkatan Snatch maupun Clean & Jerk, ataupun Total Angkatan dari Kejurnas kali ini. Untuk menjaring mereka kami juga menerjunkan Tim Pemandu Bakat yang akan memantau jalannya Kejurnas,” ucap Hadi. Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior akan mempertandingkan 14 kelas di kategori remaja terdiri dari 7 putra dan 7 putri, dan 14 kelas untuk kategori junior yang juga terdiri dari 7 putra dan 7 putri. Adapun kelas-kelas yang dipertandingkan di antaranya, kelas remaja putri dari kelas 40 kg hingga +64 kg, pemaja putra dari kelas 49 kg hingga +81 kg. Sedangkan junior putri, kelas yang dipertandingkan 45 kg hingga +71 kg putra, dan di bagian putra, kelas 55 kg hingga + 89 kg. “Kami membawa 6 lifter yang semuanya adalah atlet PPLP, salah satunya adalah lifter putri peraih perunggu di PON 2020 Papua di kelas 49 kg,” kata Mujianto, Manajer Tim Angkat Besi dari Kalimantan Selatan.

Luar Biasa! Rahmat Erwin Tambah Koleksi Medali Indonesia

Luar Biasa! Rahmat Erwin Tambah Koleksi Medali Indonesia

Indonesia menambah perunggu dari cabang olahraga angkat besi putra kelas 73 kg putra Olimpiade Tokyo 2020. Rahmat Erwin Abdullah yang menyumbang medali ketiga untuk tim Merah-Putih, Rabu (28/7). Rahmat Erwin meraih perunggu setelah memiliki total angkatan 342 kg. Lifter 20 tahun itu kalah bersaing dengan lifter Tiongkok, Shi Zhiyong yang meraih medali emas dengan total angkatan 354 kg dan Mayora Pernia Julio Ruben dari dari Venezuela di posisi kedua dengan total angkatan 346 kg. Pada pertandingan itu Zhiyong tidak saja meraih medali emas, tetapi juga memecahkan dua rekor Olimpiade, yaitu angkatan snatch 166 kg dan total angkatan 354 kg. Rahmat Erwin sukses dengan medali perunggu usai mengumpulkan 152 kg pada angkatan snatch dan 190 kg pada clean and jerk. Atlet asal Makassar itu gagal pada angkatan kedua clean and jerk dengan beban 190 kg. Pada percobaan ketiganya Rahmat sukses mengangkat beban 190 kg. Sementara itu, Zhiyong melangkah mulus pada angkatan snatch dengan mengumpulkan 166 kg yang juga jadi rekor baru Olimpiade. Sedangkan pada clean and jerk Zhiyong gagal pada angkatan kedua dengan beban 192 kg. Capaian serupa juga dimiliki Pernia yang sempurna pada angkatan snacth dengan 156 kg. Pernia lalu menggenapkan penampilannya dengan sukses pada tiga angkatan clean and jerk sehingga mengumpulkan total angkatan 346 kg. Medali perunggu ini melebihi target yang diusung Rahmat Erwin jelang Olimpiade Tokyo. Sebelumnya Rahmat Erwin hanya membidik posisi delapan besar di kelas 73 kg. Dengan perunggu yang diraih Rahmat Erwin, cabang angkat besi kini mempersembahkan tiga medali bagi kontingen Indonesia. Sebelumnya Eko Yuli Irawan lebih dahulu meraih perak di kelas 61 kg putra dan Windy Cantika Aisah meraih perunggu di kelas 49 kg putri. Sementara itu, Windy Cantika berpotensi meraih perak setelah lifter China Hou Zhihui yang meraih emas diduga menggunakan doping, sehingga Chanu Shaikhtom Mirabai dari India yang meraih perak berpotensi naik dengan mendapatkan medali emas.

Usai Ukir Rekor Dunia, Ini Target Rizki Juniansyah

Usai Ukir Rekor Dunia, Ini Target Rizki Juniansyah

Usai harumkan Indonesia dengan mengukir tiga rekor dunia junior kelas 73 kg pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 di Uzbekistan, lifter muda Rizki Juniansyah siap naik level. Ia pun membeberkan targetnya ke depan. Diakui lifter kelahiran Banten, 17 Juni 2003 itu, saat ini ia tengah berniat mencoba memecahkan rekor dunia junior di kelas 81 kg. “Karena masih ada kesempatan berlaga di level junior dua tahun ke depan, obsesi saya selanjutnya mampu memecahkan rekor dunia junior di kelas 81 kg. Untuk itu saya berniat pindah ke kelas 81 kg,” papar Rizki saat menjalani karantina sepulangnya dari Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Uzbekistan, Minggu (30/5/2021). Untuk bisa tampil di kelas 81 kg, Rizki Juniansyah harus menjaga berat badannya tidak boleh melebihi 80 kg. “Ini juga untuk jaga-jaga jika nantinya saya harus tampil di kelas 73 kg, untuk menurunkan berat badan tidak sulit,” ungkapnya. Rekor dunia junior kelas 81 kg saat ini yang sedang dibidiknya adalah angkatan snatch seberat 168 Kg yang dicetak lifter Tiongkok, Li Dayin dan clean and jerk 208 kg yang ditorehkan lifter Bulgaria, Nasar Karlos Mau Hasan. “Selisihnya tidak jauh dengan rekor dunia di kelas 73 kg yang baru saja saya pecahkan yakni snatch 155 kg dan clean and jerk 194 kg. Tinggal saya harus fokus untuk menambah berat angkatan di kelas baru ini,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Muhammad Yasin dan Yeni Rohaeni itu. Selain itu, Rizki Juniansyah juga membidik untuk memecahkan rekor dunia senior di kelas 73 kg, kelak jika ia sudah beralih ke level senior. “Sekarang ini saya fokus di junior lebih dahulu dengan rencana pindah kelas. Setelah saya memenuhi syarat di level senior saya mencoba untuk memecahkan rekor dunia lagi yang juga selisihnya tidak jauh yakni 169 kg di angkatan snatch dan 198 kg di angkatan clean and jerk. Tinggal fokus saya lebih meningkatkan lagi power angkatan saya,” ujar Rizki Juniansyah. Prestasi yang diraih oleh pemuda yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri itu memang sangat membanggakan. Rizki mengenal angkat besi dari ayah dan kakaknya. Ia memulai debutnya dengan meraih medali perunggu di kelas 56 kg pada Kejurnas Angkat Besi Satria Remaja di Bandung 2016 silam. Atas keberhasilannya itu, Rizki Juniansyah kemudian terpilih mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Youth & Juniors Asia di Thailand 2018 silam dengan membawa pulang medali perak di kelas 62 kg. “Target saya di angkat besi ingin tercatat sebagai lifter pemecah rekor dunia baik di kelas junior maupun senior. Alhamdullilah, untuk kelas 73 kg junior saya mampu memecahkannya. Selain obesesi saya tampil di ajang Olimpiade berikutnya di Paris 2024 mendatang,” harapnya. Catatan perjalanan prestasi Rizki Juniansyah boleh dibilang cukup meroket. Ia mulai menekuni angkat besi sejak umur 7 tahun. “Waktu itu karena di rumah Ayah saya mendirikan sasana sendiri, saya sudah mulai latihan namun waktu itu tidak dengan keseriusan dan tidak ditekuni. Di usia 8 tahun saya berhenti latihan karena saya belum di izinkan waktu itu untuk latihan dan saya masih takut-takut karena dulu perawakan saya kecil dan pendek dan itu yang ditakutkan kedua orang tua saya, pertumbuhan badan takut keterusan pendek,” ujarnya. Namun, setelah dilihat postur tubuhnya mengalami pertumbuhan, Rizki Juniansyah kemudian diperbolehkan untuk kembali berlatih. “Saya memulai berlatih lagi pada usia 11 tahun, ketika duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Setelah keluarga bermusyawarah untuk menyetujuinya dan darisitulah saya mendapat gemblengan dari Ayah saya yang juga mantan atlet angkat besi,” ungkapnya lagi. Di usianya yang masih sangat muda, Rizki Juniansyah membersnikan diri tampil di Pekan Olahraga Antar Provinsi (Porprov) Banten dan pertama kali mendapatkan emas di kelas 40 Kg dengan angkatan snatch 45 Kg dan clean and jerk 55 kg. “Saya tidak akan merasa puas dengan apa yang saya raih saat ini. Saya ingin lebih meningkstkan lagi prestasi saya hingga ke jenjang Olimpiade. Saya berterima kasih kepada Ayah, seluruh keluarga, tim pelatih selama berada di Pelatnas yang telah membimbing saya hingga mampu memecahkan rekor dunia,” katanya.

Hebat! Rizky dan Windy Sama-sama Boyong 3 Emas

Hebat! Rizky dan Windy Sama-sama Boyong 3 Emas

Kabar baik datang dari Tim Angkat Besi Indonesia yang saat ini tengah berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan. Kabar tersebut datang dari dua bintang muda Indonesia yakni Rizki Juniansyah dan Windy Cantika Aisah. Keduanya sukses memborong masing-masing 3 emas pada kejuaraan yang berlangsung sejak 21 Mei tersebut. Rizki turun di kelas 73 kg dan berhak atas tiga medali emas setelah menghasilkan angkatan total 349 kg, dari angkatan snatch 155 kg dan clean and jerk 194 kg, demikian catatan resmi IWF. Catatan tersebut mempertajam rekor sebelumnya yang dibukukan oleh lifter Amerika Serikat, Clarence Cummings Jr. pada 2019 lalu dengan angkatan total 347 kg, dari angkatan snatch 154 kg dan clean and jerk 193 kg. Dalam kejuaraan yang masuk dalam rangkaian kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo itu, Rizki dengan mulus mengangkat angkatan snatch dalam tiga kali percobaan, dimulai dari 142 kg, 146 kg, hingga 155 kg. Ia juga tak mendapati hambatan berarti saat melakukan angkatan clean and jerk dalam tiga kali kesempatan, dimulai dari 180 kg, 189 kg, dan 194 kg. Lifter berusia 17 tahun itu unggul jauh atas para pesaingnya, termasuk atlet angkat besi India peraih perak, Achinta Sheuli, yang meraih total angkatan 313 kg, dan lifter Rusia peraih perunggu Gevorg Serobian dengan angkatan total 308 kg. Namun, kesuksesan Rizki belum bisa diikuti lifter putra lain Indonesia yang bertanding di kelas yang sama, yakni Rahmat Erwin Abdullah gagal memenuhi target menembus angkatan total di atas 335 kg. Rahmat Erwin hanya mampu meraih angkatan total 331 kg, dengan rincian snatch 143 kg dan clean and jerk 188 kg dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021. Sementara itu, lifter muda Indonesia lainnya, Windy Cantika Aisah, juga sukses meraih 3 emas. Windy turun di kelas 49 kg, mencatat total angkatan 191 kg (86 kg snatch dan 105 kg clean and jerk). Lifter 18 tahun ini mengalahkan Mihaela Valentina Cambei (Rumania) dan Elizaveta Zhatkina (Rusia). Dengan 3 emas ini, Windy mampu perbaiki poin dan memantapkan posisi di 8 besar ranking dunia untuk Olimpiade Tokyo 2021. Selain itu, ia juga jadi lifter termuda dalam 5 besar ranking dunia.

Lifter Indonesia Siap Berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Lifter Indonesia Siap Berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) kembali mengirim lifter ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 di Tashkent, Uzbekistan, 21-31 Mei 2021 yang diikuti 360 lifter dari seluruh dunia. Total, tim Merah-Putih mengirimkan sembilan wakilnya yang terdiri dari tiga atlet putra dan enam atlet putri. Mereka ialah M. Faathir (61 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), Rizki Juniansyah (73 kg), Najla K (45 kg), Siti Nafisatul (49 kg), Windy Cantika Aisah (49 kg), Juliana Klarisa (55 kg), Nelly (59 kg), dan Restu Anggi (64 kg). Adapun Erwin yang kini berusia 21 tahun mendapatkan undangan khusus dari panitia kejuaraan dunia karena tahun lalu tidak ada event junior dan terjadi pandemi Corona. Usia Erwin saat itu masih masuk level junior, sedangkan saat ini dia sudah naik kelas senior. “Makanya dia mendapat undangan khusus dari panitia untuk menambah poin Olimpiade, yang mana kualifikasinya berakhir Mei 2021,” kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PABSI Hadi Wihardja, dilansir dari detikSport. Erwin saat ini menempati peringkat 24 ranking kualifikasi Olimpiade. Namun, peringkat itu belum memangkas negara-negara lain yang sudah meloloskan atletnya lebih dari satu. Menyesuaikan aturan IWF, masing-masing negara hanya memperbolehkan mengikuti empat nomor dari tujuh kelas putra yang dipertandingkan di Olimpiade. “Semoga Erwin di Kejuaraan Dunia junior ini berhasil dan sangat diharapkan dia bisa menembus angkatan total 335 kg dan lebih baik dari hasil Kejuaraan Asia bulan lalu. Jika Erwin berhasil maka potensi besar untuk mendapatkan tiket Olympic Games 2020,” tutur Hadi. Sementara itu, PB PABSI tetap mengirimkan Windy Cantika Aisah yang belum lama ini sudah memastikan tiket Olimpiade Tokyo 2020. Lifter putri yang turun di kelas 49 kilogram (kg) tersebut berhasil mengamankan tiket Olimpiade Tokyo 2020 Tokyo saat meraih medali perak dengan angkatan terbaik untuk snacth 81 kg, clean and jerk 98 kg, dan total 179 kg pada Kejuaraan Asia Angkat Besi, bulan lalu. Lebih lanjut, alasan PB PABSI tetap mengikutsertakan Windy adalah agar ia dapat memperbaiki ranking dan memanfaatkan Kejuaraan Dunia Junior di Tashkent untuk mengasah kemampuan sebelum turun di Tokyo. “Windy Cantika memang sudah lolos ke Olimpiade. Namun, kami berharap ia terus memperbaiki peringkat,” ucap Hadi. “Sedangkan lifter lainnya Faathir yang baru menginjak tingkat junior (sebelumnya remaja 17 tahun) diharapkan mampu membuktikan diri untuk tetap masuk ranking tiga dunia. Begitu juga dengan Rizki yang selama ini merupakan pemegang rekor remaja dapat menunjukkan prestasi di junior,” pungkas Hadi.

Lampung tuan rumah Invitasi Nasional Angkat Berat Junior

Lampung tuan rumah Invitasi Nasional Angkat Berat Junior

Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) akan menggelar Invitasi Nasional Angkat Berat Junior 2021 yang direncanakan di Padepokan Gajah Lampung Pringsewu awal Juni 2021. “Saya mendukung kejurnas ini, namun perlu juga mempertimbangkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Bupati Pringsewu, Sujadi Saddad, dalam keterangannya di Pringsewu, Jumat. Pihaknya bersama masyarakat Pringsewu juga berterima kasih karena dipercaya sebagai tempat dilaksanakan event nasional ini. Sujadi mengingatkan panitia agar disiplin dalam menjaga kondisi pesertanya agar tidak berkerumun, jaga jarak dan wajib menggunakan masker. “Angkat berat kan bukan olahraga bela diri, jadi lebih mudah untuk mengontrol peserta dalam pelaksanaan pertandingannya,” tambahnya. Terkait penginapan sekitar 120-an atlet beserta pelatih dan osialnya, bisa diarahkan ke homestay milik masyarakat, sehingga selain harganya terjangkau, juga bisa membantu perekonomian masyarakat. Pemkab Pringsewu, tambah Sujadi, akan membantu panitia, terutama dalam hal penerapan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan sebelum hingga sesudah invitasi. Panitia penyelenggara Eddy Sunarso mengatakan bahwa panitia sudah mempersiapkan teknis perlombaan yang sangat mencerminkan sterilisasi peralatan yang dipergunakan lomba. “Kami siapkan dengan prokes yang sangat ketat, apalagi ini semua peralatannya kan dari besi, sehingga akan disterilisasi dengan disinfektan sebelum dan sesudah dipergunakan,” ujarnya. Selain itu, seluruh lifter yang akan melakukan pengangkatan, sebelumnya juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitazer sebagai antisipasinya, ujar Eddy. Menurut data pendaftaran secara online, saat ini panitia sudah menerima sekitar 22 pengprov yang menyatakan akan mengirimkan atletnya, dan diperkirakan sekitar 120 lifter junior dalam invitasi itu nanti, baik pria maupun wanita. Bersamaan dengan invitasi nasional ini, panitia juga akan melaksanakan try-out untuk para lifter yang lolos PON Papua. “Rencananya even ini juga merupakan uji coba untuk lifter yang lolos PON Papua. Ada beberapa daerah yang ingin menjadi bagian dari even ini nanti, karena Lampung juga menginginkan adanya try-out ini. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujar Eddy. Direncanakan seluruh pertandingan akan dilakukan di Padepokan Gajah Lampung Pringsewu mulai 6 hingga 9 Juni 2021, dengan pembagian perlombaan yang akan segera dirilis kemudian. Sumber: Antara

PABSI Siapkan Dua Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Junior

Tim Angkat Besi Indonesia saat ini sedang menyiapkan dua atlet mereka untuk berlaga pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Jeddah, Arab Saudi. Adapun kejuaraan tersebut berlangsung pada 5-18 Maret 2021. “Kami menyiapkan Rizky Juniansyah,” kata Wakil Ketua Umum PABSI Djoko Pramono. Rizky yang menjadi juara bertahan pada kejuaraan dunia angkat besi remaja virtual di Peru, Oktober lalu akan naik kelas ke junior. Pada kelas junior, Rizky akan ditemani Rahmat Erwin Abdullah di kelas yang sama yakni 73 kilogram. Saat ditanya mengenai peluangnya di Kejuaraan Dunia Junior, Rizki Juniansyah yang mengatakan akan mencoba untuk memecahkan rekor dunia junior dengan angkatan 153 kg di angkatan snatch dan 193 di angkatan clean and jerk. Dalam hasil latihan dan tes progres Rizki telah berhasil melakukan angkatan snatch seberat 150 kg dan clean and jerk seberat 180 kg. “Tinggal saya fokus latihan lagi jelang kejuaraan dunia junior di Jeddah untuk menambah total angkatan seperti yang saya targetkan,” ungkapnya. Sementara itu, PABSI juga menargetkan untuk mendapatkan tambahan kuota lifter untuk tampil di ajang Olimpiade 2021 Tokyo mendatang. Peluang tersebut masih terbuka lebar melalui Kejuaraan Dunia Junior dan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan, 15-25 April mendatang. Menurut Djoko Pramono, peluang untuk menambah kuota di Olimpiade sangat terbuka lebar. Bahkan, dia optimis ada atletnya bisa mencuri medali di dua kejuaran itu. Sedangkan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan, Indonesia akan mempersiakan dua lifter yakni, Triyatno (73 kg) putra dan Nurul Akmal (87+ kg). Keduanya masih berpeluang untuk meraih tiket Olimpiade. “Saya lihat sepanjang tahun ini total angkatan mereka selama berlatih cukup meningkat,” ungkapnya. Di sisi lain, Djoko Pramono juga mengungkapkan kegembiraannya dengan prestasi para lifter junior yang mampu bersaing ketat dengan para lifter seniornya. “Sepanjang tahun ini praktis, mereka hanya berlatih saja, karena minimnya event akibat pandemi Covid-19. InsyaAllah mulai Januari tahun depan kami akan All-out menghadapi beberapa event penting dalam rangkaian persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam,” paparnya. Kepala Tim Pelatih Pelatnas Angkat Besi, Dirdja Wihardja, mengatakan para lifter selama ini telah mengalami peningkatan dalam melakukan total angkatan dalam latihan. “Progresnya sekitar 80 persen dan kami optimistis mampu menambah kuota atlet yang akan mendampingi Windy Cantika Aisyah dan Eko Yuli di Tokyo nanti melalui dua event itu,” ucap Dirdja Wihardja.