Merah-Putih berkibar di podium juara WSK Euro Series Italia

Podium WSK Euro Series 2026

Pembalap muda Indonesia Qarrar Firhand mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi setelah menjuarai seri pembuka WSK Euro Series 2026 kategori OK di Sirkuit Internasional Viterbo, Italia. Pada balapan final yang berlangsung Sabtu (14/2) waktu setempat, Qarrar tampil dominan sejak awal pekan dengan menyapu bersih sesi heats, prefinal, hingga final. “Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak yang terus mengiringi langkah saya di aspal internasional. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para sponsor utama: Pertamina, Bank BRI & Telkomsel,” kata Qarrar dikutip dari keterangan tertulis. Pembalap yang memperkuat tim Ward Racing itu memastikan kemenangan dengan selisih waktu 4,679 detik atas rekan setimnya asal Spanyol, Benjamin Manach. Kemenangan tersebut mengantarkan Qarrar memimpin klasemen sementara Euro Series OK Championship dengan 111 poin, unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya asal Jerman, Luke Kornder, yang mengoleksi 55 poin. Sepanjang akhir pekan balapan, Qarrar juga mencatatkan performa impresif di lintasan yang sempat diguyur hujan dan menjadi licin. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mencatatkan waktu putaran di kisaran 1 menit 3,800 detik dengan kecepatan puncak mencapai 100,4 kilometer per jam. Keberhasilan tersebut mempertegas kapasitas pembalap Indonesia untuk bersaing di level Eropa, yang selama ini dikenal sebagai barometer pembinaan balap dunia. Kemenangan di Viterbo juga menjadi modal penting bagi Qarrar menjelang debutnya di ajang British Formula 4 (F4) yang dijadwalkan berlangsung pertengahan tahun ini. Dengan hasil ini, Qarrar membuka peluang besar untuk mempertahankan konsistensi pada seri-seri berikutnya sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan gelar WSK Euro Series musim ini.

Janice Tjen jadi unggulan keenam Merida Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen menjadi unggulan keenam Merida Open di Meksiko, yang akan berlangsung pada 23 Februari – 1 Maret 2026. Janice Tjen sendiri akan melawan Camila Osorio dalam babak pertama turnamen WTA 500 Merida Open 2026, Senin (23/2). Duel Janice Tjen vs Ososiro akan berlangsung di Yucatan Country Club pada Rabu (24/2) pukul 23:00 waktu Indonesia. Osorio mencatat pencapaian terbaik pada 2025 dengan menjuarai turnamen WTA 250 Bogota, untuk tahun kedua berturut-turut, dan ketiga kali dalam kariernya. Ia juga mencapai semifinal WTA 250 Rabat dan perempat final WTA 250 Singapura. Petenis berusia 24 tahun itu kini berada di peringkat 62 dunia, berada di bawah Janice yang menempati posisi 46 per Minggu malam ini. Bagi Janice, musim 2025 merupakan tahun terobosan setelah mencapai final WTA 250 di Sao Paulo. Ia kemudian menjuarai tur pertamanya di Chennai sehingga menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA Tour sejak Angelique Widjaja di Pattaya City 2002. Peringkat Janice meroket dari No. 411 ke peringkat tertinggi dalam kariernya, No.53. Pada 2025, Janice juga memenangi dua gelar ganda pertamanya di Guangzhou bersama Katarzyna Piter, dan Chennai bersama Aldila Sutjiadi. Ia juga menjuarai WTA 125 Jinan dan meraih enam gelar tunggal ITF pada paruh pertama tahun itu. Sebelum terbang ke Meksiko, Janice menyelesaikan Middle East Swing dengan catatan positif dengan mencapai 16 besar WTA 1000 Dubai setelah kandas pada babak 32 besar Qatar Open. Di Dha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek. Sebelumnya di Abu Dhabi, Janice yang mendapatkan wild card kandas di babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka.

Juara Dunia Putri Termuda WBC Zamorano Pertahankan Gelar

Camila Zamorano

Juara dunia kelas atom putri (46,2 kg) World Boxing Council (WBC), Camila Zamorano sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Claudia Veronica Ruiz di Sonora, Meksiko. “Zamorano meraih kemenangan atas Ruiz melalui keputusan bulat saat juri memberikan skor 100–90, 98–92, 97–93 setelah laga 10 ronde,” demikian laporan hasil pertarungan yang dalam kanal YouTube Box Azteca yang dipantau di Jakarta, Senin. Kedua petinju dengan perbedaan usia yang mencolok (Zamorano sebagai juara dunia putri termudah WBC di usia 18 tahun dan Ruiz 28 tahun) masuk dalam pertukaran serangan sejak bel berbunyi. Ruiz melayangkan banyak serangan tetapi selalu kalah oleh jab dan kombinasi pukulan Zamorano dari jarak menengah. Setiap kali Ruiz lengah dari posisi bertahan yang tinggi, remaja itu berusaha menghukumnya dengan berbagai serangan, mulai dari uppercut dan hook, untuk menyerang bagian bawah tubuhnya. Zamoran menghujani pukulan-pukulan telak ke tubuh penantang asa Argentina itu yang membuahkan hasil bagi sang juara di ronde kedua dan keempat. Ruiz sempat berputar untuk merayakan knockdown (KO) palsu di pertengahan ronde ketiga ketika Zamorano kehilangan keseimbangan. Namun, lengan sang penantang tidak terangkat lama ketika Zamorano langsung kembali ke pertukaran pukulan. Zamorano tampil apik di awal ronde keenam dengan lebih banyak pukulan yang membuat sorakan pendukung tuan rumah menggema. Meski demikian, Ruiz yang tak gentar tetap melanjutkan tekanannya untuk melayangkan pukulan dan membuatnya terus bergerak. Ruiz terus memastikan tidak ada kemenangan yang mudah dengan terus memberikan perlawanan ronde ke-10. Saat bel terakhir berbunyi, Ruiz memanjat tali ring untuk merayakan kemenangannya di sudut ring, namun Zamorano keluar sebagai pemenang setelah kerja keras yang tampak mudah tetapi sebenarnya sulit. Dengan hasil itu, Zamorano mempertahankan gelar juara dunia kedua kalinya setelah mencatatkan kemenangan tanpa kebobolan melawan Sana Hazuki pada Oktober 2025. Petinju Meksiko itu kembali mempertegas dominasinya di divisi atomweight putri dengan dua kali mempertahankan gelar dalam waktu empat bulan serta menjaga rekor tak terkalahkan dengan 14 kemenangan termasuk satu KO.